[OS] Ever Lasting Friends

Title : Ever Lasting Friends

 

Author: kkezzgw / Kezia Gabriella Winoto

 

Facebook: http://www.facebook.com/keziagw

 

Twitter: https://twitter.com/#!/kkezzgw

 

Cast:

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Lee Sungmin (Super Junior)

Genre: Sad, Tragedy

 

Length:  Chapter

 

Rated: General

 

A/N: ANNYEONG HASEYO YOONWONITED^^ Balik lagi sama author yg satu ini, si kembaran yoona bersuami siwon *eh. NAH! KARENA FF INI NIH, SEMUA FF AUTHOR KETUNDA SMW HOHOHO^^

Setelah sukses (?) dgn OS pertama, hampir tiap hri bnyk yg nge-request suruh author bikin OS lgi…setelah author pikirin, ternyata dapet ide baru yg judulny diambil dari fandom author sendiri, yaitu ELF eh mxdny Ever Lasting Friends J

 

Kenapa castnya YOONWONKYU? Hmm…temen author, dy tu sparkyu, dy nyuruh2 author bikin FF Yoonwon ad cast Kyu-_- okaylah, author kabulkan-_- lagian, ini juga prtma kaliny author mempercayakan (?) Kyu sbg penganggu Yoonwon hohoho…

 

Oh iya, bagi yang nanyain BY MYSELF PART 5, aduh author mandet nih idenya ckckck pengennya sih cepet kelar, tapi mau gimana? Ide gak ada yang masuk-,-

And untuk yg nanyain WIFE FOR MY HUSBAND PART 2, gini ya, akrena PART 3 ada NC 21, mengingat ini bulan puasa, author baca slh 1 komen reader yg emg hrus diacungkan jempol, yap, reader tu blg mnding author tunda dulu part 3’nya, nah biar jrak dri part 2 ke part 3 gak trlalu lama, makanya author sngja konsen ama by myself dulu ;;)

 

Udah ya, ah no bacod again, baca nih ff baru author, okay?

 

SEMUA IDE FF INI MURNI DARI PIKIRAN AUTHOR! NO PLAGIATOR-_-

 

HAPPY READING YOONWONITED^^

 

——————————————————–

 

AUTHOR POV

 

“Annyeong haseyo, chonun Im Chae Jin imnida, saya tetangga baru kalian, salam kenal..” ujar seorang wanita berusia sekitar 30 tahun.

“Nado, Salam kenal Mrs. Im. Annyeong gadis manis, nuguseyo?” tanya ahjumma pada seorang gadis kecil yang mengeratkan pegangannya pada ujung baju sang Ibu dan bersembunyi dibalik punggungnya. Perlakuan gadis kecil dengan dress berwarna merah muda serta rambut panjang berwarna hitam yang dihiasi bando kecil itu membuat Ibunya tertawa.

“Mianhaeyo, dia memang sedikit pemalu. Namanya Yoona, Im Yoona, usianya baru 5 tahun…” kata Mrs. Im lagi.

“Jinjja? Wah berarti sama seperti Kyuhyun dan Siwon..” kata ahjumma itu lalu segera menolehkan kepapanya kearah taman belakang, terlihat 2 orang anak laki – laki yang sibuk merebutkan bola sepak bola dengan tatapan ganas yang membuat Mrs. Cho tertawa.

“Yak! Apa yang kalian lakukan, Cho Kyuhyun, Choi Siwon? Sini, ada teman baru..” teriak Mrs. Cho yang membuat kedua anak itu menengok kearahnya. Mereka pun membuang (?) bola itu ke tanah dan berlari masuk kedalam rumah.

“Aigoo, baju kalian kotor sekali..” celetuk Mrs. Cho melihat kedua anak itu.

“Ah…ini Cho Kyuhyun, anak saya..” kata Mrs. Cho sambil menunjuk anak laki – laki yang mengenakan kaus berwarna biru  laut dan berparas kebarat – baratan.

“Dan ini Choi Siwon, anak tetangga sebelah..’ kata Mrs.Cho menunjuk anak laki – laki yang mengenakan kaus berwarna hitam dan berhidung mancung itu.

“Kyuhyun, Siwon, ayo beri salam..” kata Mrs. Cho lagi.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Yoona yang masih bersembunyi dengan sesekali mengintip. Mata mereka saling bertemu, entah kenapa Siwon merasa lucu dengan wajah Yoona yang pemalu. Siwon tersenyum, dia kemudian mengulurkan tangannya pada Yoona.

“Ayo kita bermain..” ajak Siwon pada Yoona yang masih malu – malu.

Yoona terdiam, dia terlalu larut dalam pancaran mata Siwon dan senyuman mematikannya. Siwon tersenyum sekali lagi dan menarik tangan Yoona.

 

“Kyu, ayo kita bermain lagi..” ajak Siwon pada Kyuhyun yang juga memperhatikan Yoona dengan seksama, “Ne, ne, arayo, kajja..” kata Kyuhyun cepat.

“Tumben sekali Yoona mau” bingung Mrs.Im

 

“Namanya juga anak-anak. Mari masuk” ajak Mrs. Cho.

**

 

Yoona sedang merenung di dalam kamar sambil membaca tumpukan surat, terpampang jelas beberapa universitas yang menawarkan beasiswa untuknya, dia menghembuskan nafasnya dengan berat, “Universitas mana yang harus kupilih? Huft.” Katanya lalu mengembungkan mulutnya kesal.

 

BRAAKKK~

 

“OMO!” pekik Yoona kaget saat pintu kamarnya terbuka dengan keras. Yoona mendapati dua sosok pria yang jangkung masuk ke dalam kamarnya. Ada dua sosok pria yang mempunyai sifat sangat berbeda. Yang satunya lebih pendiam, dan satunya lagi lebih aktif dan selalu terlihat ceria.

 

“YAK! CHO KYUHYUN!” gertak Yoona dengan tatapan kesal melihat Kyuhyun, “Bisa tidak kau masuk ke dalam kamar orang dengan sopan dan tidak perlu mendobrak seperti itu?” ketus Yoona pada sahabatnya, Cho Kyuhyun. Sedangkan namja disebelahnya hanya bisa tersenyum melihat perkelahian sahabatnya.

 

Kyuhyun tertawa garing, “Hhe…mianhae..” katanya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

 

Yoona kembali focus dengan surat di hadapannya, karena penasaran, Kyuhyun menoleh kearah surat – surat yang dipegang Yoona, “Kau mau masuk universitas juga?” tanya Kyuhyun pada Yoona. Yoona hanya mengangguk.

 

“Jinjja? Siwon juga berencana untuk masuk ke universitas..!” seru Kyuhyun bersemangat.

 

“Yak! Jangan berisik, apa kau lupa tadi Mrs. Im bilang Mr.Im sedang tidur? Babo!” tegur Siwon lalu memukul kepala Kyuhyun.

“Aww! Appo..Yak, Choi Siwon, apa kau lupa tenagamu itu seperti badak, heuh? Appo…” ringis Kyuhyun.

“Ish, sudah sudah, ayo kita keluar, aku ingin sekali keluar rumah sore ini…” kata Yoona pada WonKyu. WonKyu saling menoleh dan akhirnya mengangguk setuju.

“Tapi kita akan kemana, Yoong?” tanya Siwon yang membuat Yoona berhenti sejenak. Lalu dia menoleh kearah Siwon, “Kau benar, kita akan kemana ya?’ tanya Yoona dengan tatapan bodoh.

Kyuhyun tertawa meledek, “Hahaha! Kau memang bodoh Im Yoona..hahaha..” kata Kyuhyun yang langsung dijawab tatapan sinis Yoona.

“Hmm…bagaimana kalau kita ke danau biasa?” usul Siwon. KyuNa akhirnya mengangguk setuju.

**

Siwon memberikan helm nya pada Yoona, lalu memakai helm nya sendiri dan segera naik keatas motor sport nya. Dia menjalankan motornya dengan keadaan yang sedikit cepat dengan Yoona yang digoncengnya.

 

“Siwon-ah. Pelan sedikit, nanti Kyuhyun ketinggalan” tegur Yoona

 

“HEI TUNGGU!! MOTOR INI BUKAN MOTOR BALAP, SADAR SEDIKIT, APA KALIAN LUPA BATAS KEMAMPUAN MOTOR INI, HEUH!!” teriak Kyuhyun yang agak jauh dibelakang Yoona dan Siwon.

 

“Biarkan saja” ucap Siwon dan semakin mengencangkan motornya. “Yoong, aku akan ke Seoul” ujar Siwon tiba-tiba

 

“SEOUL?” kaget Yoona. “Kau mau masuk Universitas yang ada di Seoul?” tanya Yoona

 

“Nde. Aku ambil jurusan management di salah satu Universitas di Seoul. Aku ingin mempelajarinya” cerita Siwon.

 

Yoona terdiam, dia menggigit bibir bawahnya dan sedikit merenggangkan pegangannya di pinggang Siwon. Dia terlalu shock mendengar omongan Siwon. Dia merasakan kesedihan dan ketidak relaan yang begitu kuat dari dalam hatinya. Yoona sampai tak sadar jika matanya sudah berkaca-kaca dan sebentar lagi akan meneteskan air mata.

 

“Yak! Apa kau mau jatuh? Jangan renggangkan peganganmu” tegur Siwon agak keras

 

“Ah, mi..mianhae” Yoona mengencangkan pegangannya lagi dan menyandarkan kepalanya pada punggung Siwon.

 

“Seoul? Jauh sekali….” Gumam Yoona dalam hati.

**

“Yak, Kuda, apa benar kau akan kuliah di Seoul?” tanya Kyuhyun yang hanya dijawab anggukan Siwon. “Yahh..waeyo? Pasti sedikit sepi tanpamu..” celetuk Kyuhyun, “Sedikit loh…hhe…” cengir Kyuhyun.

Siwon melirik Kyuhyun dan memukul kepalanya, “Mau tidak mau, kau tahu kan aku ingin sekali mempelajarinya?” tanya Siwon pada Kyuhyun yang masih sibuk mengelus kepalanya yang sakit.

“Hajiman, apa yang Kyuhyun bilang memang benar, pasti sepi tanpamu, dari dulu kan kita selalu bertiga….” Gumam Yoona menatap danau di depannya dengan tatapan nanar.

WonKyu menoleh kearah Yoona. Siwon menatap Yoona datar sedangkan Kyuhyun menatap Yoona bingung. Tiba – tiba, Kyuhyun mengeluarkan senyum evilnya dan berlari ke hadapan Yoona.

“Yoong! Tanpa Siwon pun, aku akan selalu membuatmu ceria…” goda Kyuhyun genit.

“Kau ini kenapa? Menyebalkan!’ kata Yoona mendorong Kyuhyun kecil, tapi entah kenapa, Kyuhyun kehilangan keseimbangan dan…

BYURR~

Kyuhyun mengangkat kepalanya kedarat. Sejenak memang hening, tapi beberapa detik kemudian….

 

“Hahahahahaa” YoonWon memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa.

 

“Jangan ketawa kau Choi Siwon, Im Yoona! Cepat angkat aku” Kyuhyun merentangkan kedua tangannya keatas.

 

“Hahaha…hahaha..” YoonWon masih sibuk tertawa yang membuat Kyuhyun cemberut.

 

“Hahaha mianhae, mianhaeyo, Kyuhyun hahahaha…” kata Yoona masih belum bisa menahan tawanya.

“YAK! CEPAT BANTU AKU!” pekik Kyuhyun keras yang membuat YoonWon berhenti tertawa, atau lebih tepatnya berusaha menahan tawanya, mereka saling melirik dan bangkit berdiri lalu mengulurkan tangannya kearah Kyuhyun.

Kyuhyun menyeringai dan langsung menarik tangan YoonWon dan akhirnya..

BYURR~

YoonWon ikut tercebur ke dalam danau itu, “YAK!! CHO KYUHYUN!” kesal Yoona. Sedangkan Siwon hanya menatap datar Kyuhyun. Sekarang giliran Kyuhyun yang tertawa.

“LIHAT KAU PEMBALASANKU!” ketus Siwon dan segera menenggelamkan Kyuhyun ke dalam danau. WonKyu saling berperang di dalam air, sedangkan Yoona hanya tertawa melihatnya.

Akhirnya, YoonWonKyu sibuk bermain air di danau yang menjadi saksi kisah persahabatan mereka…

YoonWon berhasil naik ke darat, dan tertinggal Kyuhyun yang masih sibuk menaiki pagar pembatas, “Kyuhyun, kau memang lama..” ketus Yoona pada Kyuhyun.

“Mwo? Lama!? Lihat saja kau Im Yoona..” kata Kyuhyun, dia bersiap untuk turun dari atas pembatas. Tapi sepertinya dewa kesialan sedang senang-senangnya mengikutinya. Bukannya jatuh ke aspal dengan baik, kakinya malah terkilir.

 

“AKH!! Aku gagal mendarat. Kaki ku patah” ringis Kyuhyun yang terduduk diatas aspal

 

“Kyuhyun-ah” Yoona melotot kaget dan menghampiri Kyuhyun.

 

Siwon berjongkok didepan Kyuhyun dan memegangi kaki Kyuhyun. “Sepertinya hanya keseleo. Jangan digerakkan dulu”

 

“Pasti patah” ngotot Kyuhyun

 

Siwon mengambil sapu tangannya dari saku celana seragamnya, lalu merobeknya menjadi dua dan memakaikannya di kaki Kyuhyun yang terluka. Yoona menatap Siwon tak percaya, sapu tangan itu sapu tangan yang paling Siwon sukai, dia selalu menjaga sapu tangan itu. Tapi hari ini, Siwon merobeknya demi Kyuhyun.

 

“Ini bisa dipakai sebagai perban sementara” papar Siwon.

 

Kyuhyun melongo tak percaya, “Won, kau merobek sapu tangan mu? Bukannya itu sapu tangan kesukaan mu?” bingung Kyuhyun

 

Siwon mendengus dan berdecak kesal. “Jika tidak dirobek, panjangnya tidak akan cukup dan tidak bisa dijadikan perban” omel Siwon.

 

“Gomapta, Siwon-ah..” kata Kyuhyun berusaha tersenyum walaupun terasa berat karena menahan sakit.

 

Yoona tersenyum melihat keakraban kedua sahabatnya. Walau Siwon dan Kyuhyun sering terlihat bertengkar atau saling berbeda pendapat, tapi sebenarnya mereka sangat dekat. Yoona bersyukur mempunya kedua namja itu dalam hidupnya.

 

“Siwon-ah, kenapa kau tidak masuk Universitas kedokteran saja?” kata Kyuhyun setelah Siwon selesai memperban kakinya

 

“Mana mungkin aku jadi dokter” Siwon menyandarkan tubuhnya pada pagar pembatas

 

“Aku percaya, kau pasti bisa jadi dokter yang baik” Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya

 

Siwon membuang mukanya dan beralih pada Yoona. “Yoong, tolong belikan Cola, yah?”

 

“Aku juga” seru Kyuhyun

 

“Mm” Yoona mengangguk dan berlari kecil untuk membeli minuman.

 

Kyuhyun dan Siwon sama-sama terdiam, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Kyuhyun memijit-mijit kakinya sedangkan Siwon hanya menatap langit tanpa melakukan apapun. Kyuhyun mengedarkan pandangannya menatap seluruh danau yang sering mereka datangi bertiga.

 

2 anak laki – laki dan seorang gadis kecil berusia sekitar 6 tahun berjalan beriringan sambil terus tertawa bersama, mereka saling bercanda, samapi salah seorang anak laki – laki itu,

“Yoona, kalau kita sudah besar, ayo kita menikah..” seru Kyuhyun tiba – tiba.

Siwon yang tidak terima langsung memukul kepala Kyuhyun, “Mwo? Menikahinya? Dia istriku, Kyu..” ketus Siwon dengan marah.

Yoona tertawa karena tingkah Kyuhyun dan Siwon. Jemari kecilnya menggenggam tangan Kyuhyun dan Siwon. “Kalau begitu, kita menikah bertiga saja, biar bisa bersama selamanya” ujar Yoona riang.

 

Mendengar itu, Siwon dan Kyuhyun tersenyum riang, “Kau benar, Yoona!” kata Kyuhyun bersemangat.

 

Kyuhyun tersenyum tipis mengingat kejadian itu, mungkin banyak orang mengira itu hanyalah perkataan seorang bocah berusia 6 tahun yang masih asal bicara.  Tapi kini Kyuhyun sudah beranjak 18 tahun, sebentar lagi dia akan lulus SMA, dan dia masih ingat betul dengan perkataannya itu. Dia ingin mengabulkan ucapannya.

 

“Siwon, kau ingat? Waktu kecil, kitakan melamar Yoona disini” kata Kyuhyun. “Kita berdua” lanjut Kyuhyun dengan suara yang pelan

 

Siwon melirik Kyuhyun sebentar, dia mendesah panjang dan menganggukkan kepalanya. “Ne, dulu kitakan sering main disini”

 

“Yak! Choi Siwon” panggil Kyuhyun dan memandangi Siwon. Kyuhyun terdiam sebentar dan mengumpulkan udara banyak-banyak untuk mengeluarkan suaranya lagi. “Aku menyukai Yoona…” kata Kyuhyun.

 

DEG

 

Jantung Siwon berdetak lebih cepat, dia terasa sangat susah menelan salivanya sendiri. “Aku sudah tahu sejak dulu..” kata Siwon cepat yang membuat Kyuhyun kaget, “MWO? Kenapa Yoona tidak menyadarinya sedangkan kau….” Kata Kyuhyun terpotong.

 

“Karena kau tidak pernah menunjukannya..” kata Siwon lagi. Kyuhyun pun mengangguk mengerti dan  menatap lurus kedepan dengan tatapan yang datar.

 

“Aku..aku…aku akan menyatakan cintaku pada Yoona..” kata Kyuhyun.

 

DEG

 

Lagi – lagi jantung Siwon berdetak lebih cepat, bahkan jauh lebih cepat dari yang tadi. Pikirannya mulai memikirkan sesuatu.

 

“Tadinya kupikir, aku tidak mau merusak persahabatan kita bertiga. Tapi jika kau memang jadi ke Seoul, aku juga ingin melindungi Yoona. Siwon, boleh tidak?” Kyuhyun mendongak dan menatap Siwon.

 

Siwon mengeratkan pegangannya pada pagar pembatas. “Yak..kau tidak perlu meminta izin pada ku. Jika kau memang ingin menyatakannya…hmm..nyatakan saja!” Siwon tersenyum pada Kyuhyun, Kyuhyun membalas senyuman Siwon.

 

**

 

Yoona mengambil minuman yang dibelinya dari mesin minuman. Dia membungkukkan tubuhnya sedikit dan memegang sebotol air mineral untuk Kyuhyun ditangan kirinya dan Cola untuk Siwon ditangan kanannya. Tanpa sadar, Yoona malah membuka kaleng Cola dan meminumnya.

 

“Aish! Kenapa aku malah meminumnya? Ck, malu sekali aku harus ciuman tidak langsung begini dengan Siwon” Yoona menepuk dahinya dan melangkah kembali ketempat Kyuhyun dan Siwon yang menunggunya

 

“Siwon mau ke Seoul. Karena selalu bersama, aku tidak pernah berpikir akan berpisah dengannya. Sebelum dia pergi ke Seoul, aku ingin menyampaikan…..perasaanku padanya.” Gumam Yoona dalam hati sambil memperhatikan Siwon.

 

“Waeyo? Dari tadi melihat ku terus” tegur Siwon pada Yoona.

 

Yoona menggeleng malu, “Gwaenchana..”

 

“Dasar aneh” cela Kyuhyun, Yoona mendelik kesal mendengarnya.

 

Siwon hanya menatap mereka datar dan segera meminum colanya. Yoona menyentuh bibirnya saat Siwon meminum Cola yang sempat dia minum tadi. Dia dan Siwon, sudah berciuman, walau hanya ciuman secara tidak langsung, tapi itu membuat dada Yoona menjadi berdesir hebat.

 

**

 

“Wah, putra dokter memang hebat” puji Kyuhyun setelah Ayah Siwon mengobati kaki nya.

 

“Yang mengobati mu kan Appa ku” Siwon bersandar pada tempat tidurnya

 

“Tapi pertolongan pertama mu hebat” puji Yoona ikut-ikutan.

 

” Karena itu, dari kecil aku menyuruh mu jadi Dokter” ngotot Kyuhyun.

 

“KYUHYUN-AH”

 

Siwon, Kyuhyun dan Yoona berhenti mengobrol. Mereka berbalik kebelakang, menatap keluar jendela yang tepat berhadapan dengan rumah Kyuhyun. Siwon berdiri dari duduknya dan mendekati jendela kamarnya yang memang terbuka.

 

“Siwon-ah, tolong sampaikan pada Kyuhyun, makan malam sudah siap. Oh iya, jangan lupa minum obat, tolong sampaikan ke dia, Suruh dia pulang, yah?” pinta kakak Kyuhyun dengan sedikit berteriak

 

“Obat?” gumam Siwon bingung dan langsung menatap Kyuhyun,”Kyu…”

 

“Ck! Suara Ahra noona keras sekali” eluh Kyuhyun dan keluar dari rumah Siwon.

 

“Hati-hati kaki mu Kyu” seru Yoona dari jendela kamar Siwon.

 

“Ne” Kyuhyun melambaikan tangannya dan melangkah kerumahnya.

 

“Kita bertetangga dan selalu bersama. Tapi, musim semi ini, kau di Seoul” kata Yoona sedih

 

“Meskipun di Seoul, kitakan masih bisa bertemu. Naik kereta bisa langsung sampai. Nanti, main kesana saja sekali-sekali”

 

Yoona terlonjak saking senangnya, dia menatap Siwon. “Aku pasti datang. Aku senang kau bilang begitu”. Yoona mengalihkan pandangannya kearah atas meja belajar Siwon. “Eh, kau juga dapat jimat ini dari Kyuhyun? Aku juga punya”

 

“Iya, katanya biar aku lulus masuk Universitas, dia sampai membelinya ditempat yang jauh” ucap Siwon datar

 

“Kyuhyun baik sekali” Yoona memegang jimat itu dengan erat

 

Siwon memandangi Yoona yang tersenyum lebar melalui matanya. “Iya, dia baik”.

 

Pikiran Siwon masih terngiang – ngiang dengan perkataan Ahra noona, “Yoong, apa Kyuhyun sedang sakit?” tanya Siwon pada Yoona.

 

Yoona tampak mengingat – ngingat, “Aniyo, seingatku dia tidak sakit…tapi belakangan ini dia memang sering sakit kepala..” kata Yoona lagi. Siwon pun mengangguk paham.

 

**

 

“Noona, kau ini, jangan bahas soal obat di depan Siwon atau Yoona, kau ini, ck…” gerutu Kyuhyun saat sampai dirumah.

 

“Arayo, mianhae, tadi Noona lupa, Kyu, ayo kita ke dokter sebentar lagi…” kata Ahra noona. Kyuhyun pun mengangguk. Dia masuk ke dalam kamarnya, terlihat disana fotonya bersama Siwon dan Yoona di danau tempat mereka biasa bersama, senyuman manis terukir di wajah tampan Kyuhyun, “Seandainya…kita bisa selalu bersama…aku ragu dengan penyakitku ini..” gumam Kyuhyun lirih.

 

**

“Yoong, Kyuhyun mana?” tanya Siwon pada Yoona. Yoona menghembuskan nafasnya, “Hari ini dia tidak masuk lagi, aku tidak tahu kenapa belakangan ini dia sering tidak masuk….” Kata Yoona lalu menyeruput jus stroberinya.

 

“Ada yang aneh dengannya….” Gumam Siwon yang membuat Yoona bingung, “Aneh? Aneh bagaimana?” tanya Yoona.

 

“Dia sering tidak masuk, kepalanya sering sakit, dan dia tidak mau menceritakan pada kita..” Yoona mulai memahami perkataan Siwon itu, “Aish mungkin dia akhir akhir ini sedang malas ke sekolah, berfikir positif saja…”

 

“Oh iya, Won, bisa ajarkan aku pelajaran ini?” tanya Yoona pada Siwon, “Hnn..mana?”

 

“Ini..” tunjuk Yoona pada salah satu soal fisika yang sedang dia kerjakan, “Ohh…sini, untung saja aku mengerti..” katanya lagi.

Dengan telaten Siwon mengajari Yoona, jujur, mereka berdua terlalu grogi untuk berdua seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, Kyuhyun tidak masuk sekolah…

 

“Aish Cho Kyuhyun pabo, aku terlalu grogi untuk berhadapan dengan Siwon kau tahu..” gumam Yoona dalam hati.

 

**

 

Setelah 3 hari tidak masuk, Kyuhyun pun datang ke sekolah, “Untuk apa kau pinjam buku matematika? Bukankah pelajaran setelah ini olahraga?” tanya Yoona pada Kyuhyun yang masih sibuk mencari – cari buku matematika Yoona.

 

“Huft, ini dia…dapat!” kata Kyuhyun yang membuat Yoona tersenyum tipis.

 

“Ahh aku tahu, kau akan belajar untuk masuk universitas bukan? Aish anak ini, hebat sekali kau..” puji Yoona pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun hanya mendelikkan matanya kesal, “Tentu saja, apa aku harus berdiam diri dirumah sedangkan kau dan Siwon kuliah?” kata Kyuhyun cepat yang membuat Yoona tertawa.

 

Kyuhyun melihat Yoona tertawa, ada rasa senang dalam hatinya, dia sudah tidak tahan untuk memendam ini semua, perlahan kedua telapak tangannya mengenggam tangan Yoona yang sontak membuat Yoona kaget, “Kyu, waeyo..?” tanya Yoona yang melihat tatapan mata Kyuhyun sedikit berbeda.

 

Tiba – tiba, Kyuhyun memeluk tubuh ramping Yoona yang membuat Yoona merasakan sekujur tubuhnya terasa kaku, “Yoona, jeongmal saranghaeyo…” kata Kyuhyun.

 

DEG

 

Jantung Yoona berdetak 3x lebih cepat mendengar perkataan Kyuhyun, “Kyu..” lirih Yoona dan langsung melepaskan pelukkan Kyuhyun.

 

“Mi..mianhae…mianhaeyo..” kata Yoona cepat dan langsung berlari keluar ruangan kelas mereka.

 

“YOONA” teriak Kyuhyun saat Yoona berlari keluar. Kyuhyun menatap Yoona dengan tatapan nanar.

 

Drap…drap…

 

Suara langkah Yoona terdengar dilorong-lorong sekolah yang sepi, dia masih berlari sampai sebuah suara yang sangat dikenalinya memanggilnya.

 

“Yoona. Wae?” tanya Siwon khawatir.

 

Yoona berhenti melangkah, “Aniyo” elak Yoona

 

Siwon menarik tangan Yoona yang ingin melangkah pergi meninggalkannya. “Yoona, wajah mu terlihat ada masalah.”

 

**

 

Teng…Teng…

 

” Sekali-kali tidak apa-apakan jika bolos?” ucap Siwon.

 

Yoona yang sedari tadi menekuk lututnya dan menunduk, segera mengangkat kepalanya mendengar ucapan Siwon.

 

“Siwon, aku masih ingat, pertama kali bertemu, aku senang sekali melihat senyuman mu” Yoona menaruh kepalanya diatas lipatan tangannya, lalu merubah posisi duduknya untuk bersandar ditembok. “Won, Kyuhyun menyatakan cinta padaku”

 

Jantung keduanya berdetak dengan cepat, Yoona memandangi punggung Siwon yang membelakanginya. Matanya berkaca-kaca lagi, dia menunggu Siwon untuk membalas omongannya.

 

“Dia….pasti akan menjaga mu” sahut Siwon.

 

DEG

 

Yoona berdiri dari tempatnya, dia memegang dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. Akhirnya cairan bening itu menetes juga. Siwon sedikit kaget melihat Yoona yang menangis.

 

“Mianhae aku masuk kelas saja. Kau, juga kembali ke kelas. Sudah ya” Yoona membuka pintu balkon sekolah dan meninggalkan Siwon sendirian disana.

 

**

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan berat dan menuju ke depan pagar rumahnya, tak sengaja dia melihat yeoja cantik dari rumah sebelah rumah sebrangnya (?) mendekatinya. Kyuhyun sedikit tidak percaya melihat pemandangan yang ada sekarang, “Yoong…” gumam Kyuhyun tak percaya melihat Yoona sudah berdiri dihadapannya.

 

“Ku kira kau tak mau menemuiku lagi…” lirih Kyuhyun.

 

“Begini, aku sudah bikin surat” Yoona menyodorkan kertas berwarna putih yang sudah dia lipat. “Aku sudah tulis perasaan ku disini. Hmm, aku pergi dulu, sampai bertemu besok” Yoona melambaikan tangannya dan melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih tak percaya.

 

Kyuhyun meremas kertas pemberian Yoona dengan tatapan yang campur aduk.

 

Siwon yang baru sampai melihat Kyuhyun yang masih berdiam diri di depan pagar rumahnya, Siwon menatap sahabatnya itu bingung dan segera menepuk pundaknya setelah sampai di hadapan Kyuhyun, “Yak! Kau kenapa?” tegur Siwon yang membuat Kyuhyun tersadar.

 

“Hmm..Siwon, ini surat dari Yoona, dia bilang ini jawaban untuk pernyataan cintaku padanya..” kata Kyuhyun yang membuat Siwon kaget.  Siwon terdiam, dia ikut takut mengetahui isi surat Yoona. Siwon membuang nafas panjang, dia mencengkram celananya dengan kuat.

 

“Kau harus membacanya, okay?” kata Siwon sambil berusaha tersenyum dan merangkul sahabatnya itu.

 

“Ottokae, Won-ah? Aku terlalu gugup membacanya, aku akan membacanya jika aku siap saja..” kata Kyuhyun dan langsung memasukkan surat itu kedalam tas sekolahnya.

 

“Siwon-ah, nanti kau saja yang bacakan surat Yoona, ne?” pinta Kyuhyun.

 

“Payah! Kau harus baca sendiri” tolak Siwon.

 

“Ck, pelit sekali!” cibir Kyuhyun. “Tapi, sifat mu itulah yang membuat ku suka, haha” Kyuhyun tertawa sebentar. “Aku….setelah ini…tidak akan bisa lagi menyukai orang lain selain Yoona”

 

Tubuh Siwon menegang, semua yang ada dalam fikirannya seolah menghilang. Tanpa sadar, mereka bertiga sudah masuk kedalam jerat cinta yang rumit. Mereka saling mencintai, tapi hanya seorang saja yang bisa mendapatkan Yoona. Entah itu Kyuhyun atau Siwon.

 

“Won-ah, aku masuk dulu ya, annyeong^^” kata Kyuhyun dan segera masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Siwon yang masih berdiam diri di depan rumah Kyuhyun.

 

“Kyu…..sebenarnya…..aku juga menyukai…” kata Siwon dalam hati sambil menundukkan kepalanya. Dia berjalan dengan gontai menuju kedalam rumahnya yang tepat besebrangan dengan Kyuhyun.

 

**

 

“AHHH!!! AHH! AHH!!!!!” teriak seorang namja sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat teramat sakit samapi menangis, noona dari namja itu mendobrak pintu kamar adiknya dan berteriak, “CHO KYUHYUN!!” teriaknya kaget melihat sang adik sudah tak sadarkan diri di lantai sambil memegangi kepalanya.Mukanya pucat dan badannya dingin membuat keluarganya menangis ketakutan.

 

 

Seorang namja berlari di lorong rumah sakit dengan perasaan campur aduk, dia tidak bisa berfikir jenih setelah mendengar bahwa sahabatnya masuk rumah sakit karena penyakitnya yang kambuh lagi. Ya, Cho Kyuhyun menderita penyakit kanker otak stadium 4 yang membuatnya sekarang kritis. Siwon benar – benar kaget mendengarnya karena Kyuhyun tak pernah memberitahu tentang penyakitnya itu pada dirinya atau pun Yoona. Dia tahu Kyuhyun sering sakit kepala berlebihan, tapi ketika YoonWon menanyakan tentang itu, Kyuhyun selalu mengelak dengan mengatakan dia hanya kecapekan. Dan lebih sialnya lagi, rambut Kyuhyun tidak rontok karena diberi obat oleh sang kakak, dia meminta itu agar kedua sahabatnya tidak curiga padanya.

 

Siwon sampai di depan ruang rawat yang menampakan Cho Ahra dan keluarga Cho sedang menangis tersedu – sedu, “Ahra noona, bagaimana keadaan Kyu?” tanya Siwon cemas. Sedangkan Cho Ahra hanya menangis terisak, “Dia benar – benar kritis sekarang, yang dia panggil hanya namamu dan Yoona, kami mengkhawatirkannya…hiks..hiks..” kata Cho Ahra.

 

“Siwon-ah..” panggil Mrs.Cho pada Siwon yang menahan tangisnya sedari tadi, “Ne, ahjumma?” tanya Siwon cepat.

 

“Masuklah, Kyuhyun menunggumu sedari tadi…” kata Mrs.Cho yang membuat Siwon mengangguk dan segera masuk ke dalam ruang rawat yang steril itu.

 

Setelah masuk kedalam ruang rawat Kyuhyun, Siwon mendekati Kyuhyun yang sekarang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, Kyuhyun menoleh kearah Siwon dan tersenyum getir, “Hai..kuda jelek…” sapa Kyuhyun sampil berusaha tersenyum, sedangkan Siwon yang sudah menahan tangisnya sedari tadi berusaha tersenyum, “Ne, Evil…kau kenapa tak memberitahuku soal ini?” tanya Siwon pada Kyuhyun yang hanya dijawab senyuman tipis Kyuhyun.

 

“Makanya aku ingin kau menjadi dokter seperti appamu, supaya aku bisa berobat gratis padamu..hahaha..”

 

Mendengar itu, Siwon tak kuasa lagi menahan tangisnya dan segera memeluk sahabatnya itu, “Kyuhyun, kau jahat padaku…jahat..” kata Siwon yang sudah menangis.

 

“Siwon-ah, bolehkan aku meminta tolong padamu?” tanya Kyuhyun yang langsung membuat Siwon semangat dan menghapus air matanya, “Katakan, katakana apapun yang kau mau, Kyu-ah..” kata Siwon cepat.

 

Kyuhyun mengeluakan sebuah amplop putih dan menyerahkannya kepada Siwon, “Tolong bacakan surat dari Yoona..” kata Kyuhyun. Siwon hanya diam sambil memperhatikan surat itu.

“Siwon, tolong bacakan surat Yoona, ne? Kalau tidak, aku tak akan bisa tenang sampai mati” kata Kyuhyun.

Siwon membelalakkan matanya. “JANGAN SEMBARANGAN BICARA” teriak Siwon marah.

 

Kyuhyun tersenyum, “Aku mohon”

 

Siwon menyerah, dia mengambil surat Yoona dari genggaman Kyuhyun. Dia membuka surat itu dan mulai membacanya. Dia seakan tak percaya dengan semua tulisan Yoona.

 

Kyuhyun yang menyadari perubahan wajah Siwon kembali tertawa. “Wae? Aku benar ditolak?” tanya Kyuhyun

 

Siwon menelan salivanya dengan susah payah. “Yoona juga…..menyukai mu…” kata Siwon berusaha tersenyum.

 

BRAKK

 

Yoona membanting pintu ruang rawat Kyuhyun. Yoona mendengar semua yang dikatakan Siwon, cairan krystal menggumpal di pelupuk mata Yoona. Siwon berbalik menatap Yoona dengan kaget.

 

Suara detakan jantung Kyuhyun seolah memburu. Kyuhyun merentangkan tangan kanannya, seolah ingin menggapai tangan Yoona.

 

“Yoong?”

 

Yoona melangkah sedikit demi sedikit.

 

“Go..go..goma…wo ”

 

Tepat saat tangan mereka hampir bersatu, tangan Kyuhyun malah terjatuh dan matanya terpejam untuk selamanya. Yoona masih diam di tempat dengan air mata yang sudah menetes. Siwon sama sama sekali tak bergerak.

 

“Kyu…kyu…” kata Yoona terbata.

 

“Kyuhyun? KYUHYUN!!!!” teriak Yoona sambil menjerit keras dan menghampiri tubuh Kyuhyun yang sudah tak bernyawa itu.

 

“Kyuhyun, kau jangan bercanda, ayo bangun, bangun! Ini tidak lucu! Kyuhyun…hiks…Kyuhyun…KYUHYUN!!” teriak Yoona. Sedangkan Siwon masih menatap tubuh kaku Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

Tidak lama keluarga Kyuhyun berdatangan dan mereka semua menjerit sambil menangis keras, mereka tidak menyangka Kyuhyun meninggalkan mereka untuk selamanya, Yoona terus menjerit bersama keluarga Kyuhyun.

 

SRETTT

 

Surat yang ada di dalam genggaman Siwon pun terjatuh saat Siwon berlari meninggalkan ruangan itu, Yoona yang menyadarinya langsung melirik tulisan di dalamnya…

 

Untuk Kyuhyun, aku…..menyukai Siwon.

 

Yoona menatap nanar surat itu dan kembali menangis deras.

 

~Ever Lasting Friends~

 

Cuaca cerah, didepan rumah mewah Kyuhyun sudah banyak karangan bunga turut berduka cita, rumah mewah itu juga sudah mulai ramai didatangi orang-orang.

 

Yoona menatap pigura photo Kyuhyun yang tersenyum, dia menghapus air matanya, dia berusaha menerima kenyataan bahwa sahabat karibnya sekarang hanyalah kenangan indah dalam hidupnya, dia tidak menyangka Tuhan memisahkan mereka dengan begitu cepat.

 

Sedangkan Siwon, dia hanya diam sambil menatap tubuh Kyuhyun yang sudah di masukkan ke dalam peti dengan perasaan yang bersalah. Untuk pertama kalinya, Siwon benar – benar menangis karena terlalu sedih.

 

**

 

Suara Kyuhyun yang memanggilnya terngiang, wajah Kyuhyun yang tersenyum terlintas dipikirannya. Kibum mencengkram tangannya yang masih dibalut perban dan menangis.

 

DUK

 

“Yoona, kalau kita sudah besar, ayo kita menikah..”

 

“Aku menyukai Yoona…”

 

“Aku..aku…aku akan menyatakan cintaku pada Yoona..”

 

Untuk Kyuhyun, aku…..menyukai Siwon.”

 

DUK…DUK…DUK…

 

Siwon terus membenturkan luka tangannya di pagar pembatas. Cairan merah kental yang bernama darah sudah menodai kepalanya. Sedangkan air mata Siwon terus menetes, bukan karena sakit lukanya. Melainkan karena sakit hatinya.

 

“Mianhae Kyu….jeongmal mianhae…”

 

**

 

10 hari setelah kematian Kyuhyun. Meski Kyuhyun sudah tiada, waktu tetap berjalan. Semuanya sudah terasa sangat berbeda, langit cerah, tapi buat Yoona langit gelap. Dunia ramai, tapi buatnya dunia menjadi sepi dan tak berwarna lagi. Yoona melemparkan pandangannya kearah taman yang sering dia kunjungi bersama Siwon dan Kyuhyun semasa kecil. Bayang-bayang mereka yang bermain bersama membuat Yoona sedih lagi. Gadis berambut hitam itu mencengkram tas sekolahnya dan kembali berjalan.

“Yoona” Sungmin berlari-lari kecil menghampiri Yoona. “Ini barang Kyuhyun yang ketinggalan dikelas! Kau bisa membawanya?”

 

Yoona mengangguk, “Bisa”. Yoona menerima map coklat dari Sungmin. Dia membukanya dan mendapati banyak browser tentang Universitas yang akan dia masuki. “Kyuhyun, hiks”

 

“Aku….selamanya akan berada disamping mu, Yoona”

 

 

Yoona berhenti berlari ketika matanya mendapati Siwon yang berdiri sembari melihat-lihat danau. “Sudah ku duga, kau pasti ada disini”

“SIWON! KEPALAMU KENAPA?” pekik Yoona kaget melihat kepala Siwon yang sudah berlumuran darah.

 

“Akan kuobati, kebetulan, hari ini aku ditugaskan untuk menjaga UKS sekolah..” kata Yoona cepat dan segera mengambil kotak P3K di tas sekolahnya.

 

“Dekatkan kepalamu..” titah Yoona. Siwon hanya mengangguk, dengan telaten, Yoona mengobati luka Siwon yang cukup parah itu.

 

“Siwon-ah, kenapa kepalamu bisa seperti ini?” tanya Yoona dengan tatapan sedih.

 

“Yoona, juga menyukai mu katanya”  kata Siwon mengulang perkataanya saat di rumah sakit yang membuat Yoona berhenti melakukan aktifitasnya. “Siwon, kau..kau tak jujur padanya…” gumam Yoona menahan tangis, sedangkan Siwon hanya menatap mata Yoona.

 

“Jeongmal saranghaeyo, Choi Siwon” Yoona mendongak dan menatap kedalam mata Siwon. “Ini surat untukmu…” kata Yoona sambil menyerahkan amplop putih kehadapan Siwon. Siwon mengambil amplop itu.

 

Siwon mengalihkan pandangannya, dia tak bisa membalas tatapan Yoona. “Bagi ku, kau dan Kyuhyun sama-sama berharga. Bagaimanapun, aku ingin tetap menjaga persahabatan kita bertiga” jelas Siwon. “Jika memikirkan Kyuhyun, aku tidak akan bisa bersama mu. Dia benar-benar menyukai mu, karena itu, mianhae”

 

“Iya, aku mengerti” seru Yoona dengan suara yang parau. Yoona meremas suratnya dan menitikkan air mata saat Siwon bangkit berdiri dan meninggalkannya.

 

Yoona menangis kencang dan berteriak kearah Siwon yang masih berjalan, “JEONGMAL SARANGHAEYO, CHOI SIWON!! Hiks…hikss…” kata Yoona sambil merangkul lututnya.

 

Mendengar itu Siwon hanya bisa menahan tangisnya dan kembali berjalan, sedangkan Yoona masih menatap sedih kepergian Siwon.

 

**

 

Hari ini, Yoona membawa sebotol air dan sebuket bunga segar ke pemakaman Kyuhyun, dia berjalan dengan menunduk. Saat hampir sampai, dia mendapati seorang pria yang dia rindukan selama ini sedang terlihat mengirimkan doa didepan makam Kyuhyun.

 

“Si..siwon…” panggil Yoona gugup.

 

Sedangkan namja yang dipanggilnya hanya menoleh kearah Yoona dengan tatapan kaget dan tak kalah gugup, mata mereka kembali bertemu, ada rasa rindu yang mendalam dari pancaran mata mereka.

 

“Sudah 8 tahun, kita tidak bertemu” ujar Yoona membuka pembicaraan. “Kau baik-baik saja? Sekali-kali, hubungilah keluarga mu. Choi Ahjumma sangat mengkhawatirkan mu. Sekarang, aku bekerja didekat sini. Kau bagaimana?” lanjut Yoona

“Aku..aku..aku sekarang menjadi dokter spesialis kanker…” kata Siwon ragu.

 

Yoona tersenyum, “Begitu yah”

“Kau benar – benar mengabulkan permintaan Kyuhyun, Won-ah..” kata Yoona dalam hati.

 

Ya, semenjak kejadian itu, secara mendadak Siwon menghilang, tidak ada yang tahu dia kemana, Meski begitu, setiap hari peringatan kematian Kyuhyun, selalu ada bunga disana yang lebih cepat dari siapapun.

Itu merupakan suatu bukti yang menandakan bahwa Siwon masih hidup disuatu tempat. Perkiraan Yoona benar, Siwon masih hidup sekarang..

 

Suasana kembali hening. Yoona berdiri dihadapan Siwon. “Kalau begitu, jaga diri baik-baik, ne?” ujar Yoona sebelum melangkah pergi

 

“Arayo” Siwon pun membalikkan tubuhnya

 

“Eh! Siwon!” seru Yoona tiba-tiba. “Aku akan menikah”

 

Pandangan mata mereka bertemu, saling berukar kesedihan masing-masing. Siwon mengepalkan tangannya dengan kuat sampai memerah. Hatinya serasa di tusuk oleh ribuan jarum sekarang, perasaannya hancur, rasanya dia ingin menangis sekencang mungkin sekarang.

 

“Apa….dia baik?” tanya Siwon.

 

“Baik sekali, sangat baik” jawab Yoona dan menunduk. “Mungkin, agak mirip dengan mu”

 

Siwon diam. Yoona tersenyum. “Yak, ayo senyum dan ucapkan selamat untuk ku” omel Yoona. “Dari dulu, aku sangat menyukai senyum mu” Yoona tersenyum kecil.

 

Siwon masih diam tak bergeming.

 

“Yak, Cho Kyuhyun! Lihat sahabat kita, tidak pernah berubah, ck.” Kata Yoona berpura – pura mengomel pada Kyuhyun sambil menatap nisan Kyuhyun.

 

“Arayo, aku pergi dulu, jangan lupa datang ke pernikahanku seminggu lagi…” kata Yoona berusaha tersenyum, sedangkan Siwon menunduk menahan kekecewaanya.

 

Yoona berjalan beberapa langkah, tiba – tiba, Siwon menariknya dan membawanya kedalam pelukannya, tak terasa badan Siwon bergetar hebat yang membuat Yoona benar – benar kaget, untuk kedua kalinya dia melihat Siwon menangis seperti ini setelah kematian Kyuhyun.

 

“Yoong, neomu saranghae…” lirih Siwon dalam isakannya yang membuat lidah Yoona terasa kelu untuk berbicara, dia tak menyangka akhirnya, kalimat yang dia harapkan dari namja bernama Choi Siwon itu terucap juga, tapi, Siwon terlambat.

 

“Siwon-ah…” kata Yoona lirih dan ikut menangis. Mereka tidak menyangka kisah cinta mereka sangat rumit, mungkin memang mereka hanya di takdirkan untuk berteman.

 

Siwon melepaskan pelukannya, dan langsung menatap manic mata yeoja yang dicintainya sejak dulu itu dengan tatapan sendu, begitupun Yoona. Dengan cepat Siwon mencium bibir Yoona lembut, melumatnya dengan cinta bukan berdasarkan nafsu, Yoona pun membalasnya. Mereka hanya saling melumat bibir satu sama lain, mungkin ini ciuman pertama dan terakhir untuk mereka. Setelah cukup lama saling berciuman dan menautkan bibir dengan mesra, YoonWon melepaskan ciuman mereka, mereka masih saling bertatapan, dan perlahan mereka menjaga jarak diantara mereka, “Siwon-ah, aku harus segera pergi, sampai jumpa minggu depan, sahabatku…” lirih Yoona mengatakan kata terakhirnya.

 

Yoona perlahan meninggalkan Siwon yang masih menatap nanar punggung Yoona yang membelakanginya.

 

Siwon menatap keatas, menatap langit yang cerah. “Kyu, dia sudah menemukan kebahagiaanya. Bukan dari ku dan bukan dari mu. Impas bukan? Kita tetap menjadi sehabat, selamanya” gumam Siwon, dia tersenyum dan ikut melangkah meninggalkan taman itu.

 

**

 

Alunan musik perkawinan mengalun dengan indah. Keluarga dan teman-teman dekat Yoona mengantarnya kedalam mobil. Yoona mengucapkan terima kasih dan masuk kedalam mobil. Tepat saat dia menutup pintu, dia melihat Siwon yang baru datang. Yoona menyentuh kaca jendela dan memerhatikan gerakan bibir Siwon.

 

“Dia, mengatakan sesuatu” ujar Yoona pelan

 

“Semoga bahagia” kata Siwon dan tersenyum.

 

Yoona membalas senyuman Siwon. Mobil yang dia naiki sudah berjalan menjauh meninggalkan gereja. Yoona menundukkan kepalanya dan mulai menangis.

 

“Yoona-ah, waegurae?” tanya namja yang sekarang resmi menjadi suaminya, Lee Donghae.

 

Yoona menghapus air matanya, “Aniyo, oppa, aku hanya terlalu senang kita akhirnya bisa menikah..” kata Yoona pura – pura tersenyum. Sedangkan Donghae hanya tersenyum bahagia, “Nado, Yoong..” kata Donghae.

 

Yoona tersenyum lirih lalu segera menolehkan pandangannya kearah kaca jendela mobilnya yang menampakan Siwon sedang tersenyum tegar melihatnya. Yoona berusaha kuat untuk menahan tangisnya lagi, “Kyu, kita bertiga sahabat….selamanya. Aku, kau, dan Siwon, sahabat selamanya…” gumam Yoona lirih dalam hati.

 

Siwon tersenyum sekali lagi, walau merasa tak rela, tapi dia ikut senang karena Yoona telah menemukan pria yang dapat membahagiakannya.

 

“Yoona, perasaan ku dulu dan saat ini tetap bersinar! Mungkin, cahaya itu tak akan redup! Karena aku terlalu mencintai mu! Semoga bahagia, sahabat ku, Im Yoon Ah” kata Siwon dalam hatinya dan melangkah menjauh dari gereja.

 

“Siwon, aku harus mengatakan yang sebenarnya sebelum kau berangkat ke Seoul, aku benar – benar menyukaimu, aku tidak tahu sejak kapan perasaan cinta ini mulai tumbuh, tapi saat pertama kali aku melihatmu, aku benar – benar sudah terhipnotis…Aku berusaha menghilangkan perasaan ini demi persahabatan kita, tapi rasanya sulit sekali..Aku benar – benar menyukaimu, jeongmal saranghae……..”

 

Siwon tersenyum miris membaca surat yang diberikan Yoona 8 tahun silam.

 

“Yoong, semoga kau bahagia bersamanya, aku tetap mencintaimu, sahabatku….” Kata Siwon miris.

 

 

Siwon, Yoona, Kyuhyun, SAHABAT SELAMANYA, EVER LASTING FRIENDS..

 

 

THE END

 

A/N: Hohoho gimana? SAD ENDING? Huh! Sebenernya jujur author juga nyesek bikinny, tpi mw gmn lagi ya? Author jg benci sad ending, tpi author mencobanya, sekali sekali gapapa ya reader ;;) *digamparin*

 

NO BACOD! RCL^^

Tinggalkan komentar

137 Komentar

  1. Merisa Hermina putri

     /  Desember 6, 2013

    Bagus ceritanyaaaaaaaa . Tapi aku gak suka karna yoonwon gak bersatu , maaf yah author🙂

    Balas
  2. tia risjat

     /  Januari 19, 2014

    gimana nich.. air mataku sudah tak terbendung lagi.. kenapa siwon ga bikin Kyu bahagia disana dengan selalu ada di sisi Yoona dan ngasih keponakan yang lucu2? ah.. kenapa?kenapa?kenapa?

    Balas
  3. Woahh!!! Unnie,😦 terharu bacanya

    Balas
  4. hua..aq salut wonppa tegar… mnerima knyataan akan cinta’y.
    lebay dikit gk pp ya.

    Balas
  5. SHP

     /  Maret 21, 2014

    ember mana ember? kalo kamarku banjir trus gimana?! agh, author bikin ceritanya yang begituan sih!! mianhae thor baru nemu os ini, jadi baru komen juga..😀

    Balas
  6. 😦 :'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º:'( 😥😥😥😥😥 :'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º
      
    
    -(! :'(😥😥😥😥 :'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º
      
    
    -(! :'(😥😥😥😥 :'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º:'(нΰά˚°º
      
    
    -(!  sad ending,,,,, tp sesuai c sama judul na….dikira bkn cnta sgi 3,,, n dikira happy ending,,,

    Balas
  7. tami indri

     /  April 23, 2014

    Nyesekkk cerita nya….
    Kenapa yoowon gak bersatu….😥

    Balas
  8. any

     /  Mei 8, 2014

    G relaaaaaa…..knp yoonwon berakhir seperti ituuuu….

    Balas
  9. Choi Shun Ri

     /  Juli 9, 2014

    Yahh SAD ENDING.knapa Yoona menikah sama donghae bukan Siwon…huaaa bikin galau… #lebay…
    Tapi keren… Daebbakkk…

    Balas
  10. Mia

     /  Juli 14, 2014

    Kisah cinta yg tragis

    Balas
  11. anisya putri karina

     /  Agustus 4, 2014

    rumit banget kisah cinta nya…

    Balas
  12. kirain endingnya bakalan sama siwon. ternyata donghae… yaudah lah, yg penting feelnya dapet :>

    Balas
  13. Choi Han Ki

     /  Oktober 27, 2014

    Yaampun bikin nangis baca ff ini… Sinta segitiga di antara sahabat yg cukup rumit.. Penyesalan datang.. Kenapa siwon gk nerima yoona pas dia baca surat itu coba kalo di terima mesti mereka bersama.. Walaupun setelah 8 tahun berpisah akhirnya siwon nyatain perasaannya tapi semua itu sudah terlambat..

    Balas
  14. Sedih😥 ceritanya ngena bngt😦 pkoknya krenn🙂 ayo!!thor kezzia buat ff yoonwon lg dong😀

    Balas
  15. selvarospiyanti

     /  Mei 19, 2015

    Aaaahhhh sediiiihhh bgt baca nyaa, yoonwon nya juga ga brsatu, aaaahhh ga relaaa, hiks hiks

    Balas
  16. Nurlianana

     /  Juni 10, 2015

    Huaaa asli bikin nyesek + nangis lohhh😥
    tapi Daebakkk !

    Balas
  17. park ra chan

     /  Desember 30, 2015

    Sad ending

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: