[FF] SISTER’S Of Mirror (Part 5)

(FF) SISTER’S Of  Mirror Part.5

 

Annyeong ketemu lagi dengan ulan ehehe😛 ini adalah kisah lanjutan dari perjalanan yoona dan siwon yang berliku-liku.. tapi tenang saya jamin Yoonwon akan bertemu lagi untuk pertama kalinya setelah terpisah cukup lama.. jadi tunggu apa lagi segera baca dan tinggalkan komentarnya ya.. ^_^

 

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Part. 5 )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17                                                               

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq

Other Cast       : Kangin, Minho SHINee, Taeyeon,SooyoungEct

Yoona keluar dari toko pinggir jalan usai membeli pembalut dan perlengkapan sehari-harinya yang lain. Tiba-tiba saja Ada seseorang pria berbadan lumayan besar berlari dengan kencang menabrak dirinya sampai kantong belanjaannya jauh berserakan. Yoona memandang kesal punggung lelaki yang menabraknya itu. Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang ibu dari arah kirinya.

“Tolong!! Tolong dia itu pencopet ia mengambil tas ku!!”

Yoona terkejut mendengar ibu itu berteriak hiteris karna ternyata orang yang berlari dan menabrak yoona itu adalah pencopet dengan tanpa pikir panjang lagi Yoona membiarkan belanjaannya yang tergeletak di jalan dan segera berlari mengejar pencopet itu dengan kecepatan tinggi yang ia miliki.

“Heii.. berhenti kau!!!” teriak yoona sambil terus mengejar lelaki pencopet itu.

Lalaki itu tidak menghiraukan yoona lalu berlari berbelok dan yoona mengikutinya terus. Lalu ternyata disana ada jalan buntu lelaki pencopet itu dengan cerdik berbelok kekiri mengumpat di gang kecil dan yoona tiba di gang buntu dan ternyata pencopet itu sudah tidak ada.

Tapi bukan Yoona namanya yang dulu pernah bekerja dalam situasi ini maka ia sudah sangat hapal dengan keadaan seperti ini. Yoona tau pencopet itu sedang mengumpat darinya dan memancing agar yoona pergi tapi yoona pun berpura-pura benar-benar menyerah untuk menangkap pencopet tersebut.

“Sepertinya ia sudah kabur cepat sekali larinya.” Ucap yoona pura-pura dan ia pun melangkah lalu ikut mengumpat di dinding rumah orang.

Dan si pencopet yang mengira bahwa yoona sudah pergi akhirnya  keluar dari tempat persembunyiannya lalu siap berlari lagi. Tapi sial dugaannya salah ternyata ada yoona di balik dinding dan menjegal langkahnya hingga ia terjatuh dan tas yg ia peluk terlempar dari tanganya.

Yoona tersenyum pada pencopet itu dan berjalan mengambil tas milik ibu tadi. Dari belakang tubuh yoona pencopet itu merasa geram dengan yoona yang telah ikut campur urusannya. Ia bangun dan mengambil pisau lipat dari sakunya. Dan mengacungkan pisau itu kearah punggung yoona. Tapi dengan sigap  yoona berbalik dan menendang perut pencopet itu dan pencopet itu masih tidak menyerah untuk melukai yoona dan yoona masih berusaha menyelamatkan diri. Ia memakai seluruh juruh ilmu bela diri Taekwondonya. Dan sekali tendangan ia berhasil menendang tangan pencopet itu sehingga pisau terpental jauh.pencopet itu berusaha memungut pisaunya tapi telat yoona dengan sigap menendang tubuh pencopet itu bertubi-tubi tanpa ampun dan sampai pencopet itu kena tendang dimukannya berkali-kali sampai berdarah dan jatuh tersungur lemah.

“Amppun!!aku menyerah!” ucap pencopet itu yang sudah berhasil yoona buat babak belur.

“Ciih..benar-benar tidak ahli kau ini!” ucap yoona meledek lalu mengambil pisau lipat itu serta tas milik ibu tadi.

Baru yoona ingin kembali ketempat tadi mengembalikan tas itu tapi Ibu itu sudah di hadapannya dengan  dua mobil polisi yang mengawalnya. Dengan segera polisi itu menangkap si pencopet yang sudah babak belur tapi masih ingin berusaha kabur.

Yoona memberikan pisau lipat sebagai barang bukti itu kepada polisi yang berterima kasih padanya karna tindakan yoona yang tepat dan berani.

Yoona menghampiri ibu yang kecopetan tadi dan menyerahkan tasnya  “Maaf ini tas mu bu.coba tolong diperiksa apa ada yang hilang?” Tanya yoona sambil menyodorkan tas itu.

“Ahh.. iya saya juga sangat berterimakasih dengan kamu karna telah menolong saya karna di tas ini ada barang berharga yang baru saya beli.” Ucap ibu itu lalu mengambil tasnya dan melihat isinya semuanya masih komplit.

“Oh..ini tadi barang belanjaanmu.” Ucap ibu itu menyerahkan kantong belanjaan yoona yang tadi terjatuh.

“Ah..iya terimakasih.”

“Ini terimalah sebagai tanda terimakasihku.” Ibu itu menyodorkan uang 200.000 won kepada yoona. Tapi yoona menolaknya dengan halus.

“Tidak usah.simpanlah. aku benar-benar ikhlas dan senang melakukan itu.”

Ibu-ibu tadi pun merasa terharu dengan ucapan dan sikap yoona. Yang baginya sangat baik dan dewasa. Lalu ia segera memasukan kembali uangnya kedalam tas.

“Tapi kau apa tidak terluka dan baik-baik saja?” Tanya ibu itu penuh khawatir kepada yoona.

“Sepertinya aku baik-baik saja. Tidak perlu cemas.” Ucap yoona lalu berpamitan pada si ibu tadi dan berjalan meninggalkan ibu-ibu tadi.

Tiba-tiba saat ia jalan kaki kirinya terasa sangat sakit dan perih seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum. Ia melihat betis kirinya yang berlapis celana jeans panjang warna putih sudah bernoda darah yang keluar dari situ. Tapi ia tetap memaksakan jalannya dan membiarkan kakinya sakit.

Ibu itu tahu kalau kaki yoona berdarah dan terluka. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa melihat sikap gadis pemberani dan baik hati itu seakan cuek dengan lukanya.

“Semoga itu hanya luka ringan dan kuharap kau baik-baik saja. “ ucap ibu itu sambil terus memandangi kepergiian gadis yang telah menolongnya dan berjalan tertatih karna kakinya yang terluka.

~**~

Begitu pulang Yoona langsung masuk kekamar dan membuka celananya yang sudah penuh darah. Ternyata jahitan bekas luka tembaknya 6 tahun lalu sedikit robek. Yoona mengambil kapas dan air mineral  yang ada dikamarnya dan menahan darah itu agar tidak terus keluar. Ia juga meringis kesakitan.

Jahitan luka yoona memang dulu dijait biasa oleh pihak dokter kepolisian sehingga jika kurang hati-hati maka bekas jahitan yang sudah rapat itu dapat terbuka kembali. Seperti tadi yoona berlari sangat kencang dan berkali-kali menendang sehingga otot kakinya menegang apalagi ia sudah lama tidak melakukan hal itu maka bisa saja terjadi luka jahitannya robek.

“Astaga, Yoona kakimu kenapa?” tiba-tiba saja ajjuma sudah masuk kedalam kamar dan berteriak hiteris melihat kaki yoona yang sudah penuh darah dan dimana-mana ada bekas darah.

Yoona lupa mengunci pintu kamarnya dan bibi tadinya masuk kekamar hanya ingin melihat yoona ada dikamar apa tidak tapi malah mendapati yoona yang sedang menyembunyikan lukanya.

“Kenapa bisa seperti ini..kau terjatuh?”

“Iya tadi aku terjatuh di jalan saat pulang dari toko 24jam bi..” jawab yoona bohong.

“Itu pasti sakit sekali,tunggu sebentar bibi ambil handuk air hangat dan kotak obat.” Seru si bibi panik lalu segera keluar kamar yoona lagi dan mencari yang tadi ia sebutkan.

Tak lama bibi kembali membawa semua perlengkapan untuk mengobati kaki yoona. Yoona tidak bisa menolak karna bibi terus memaksa ingin mengobati kaki yoona yang terluka. Yoona hanya diam melihat bibi yang sangat telaten membersihkan luka yoona dengan handuk hangat lalu memberi alcohol serta obat merah antiseptic dan memperbannya.

Yoona sampai menangis. Bukan karna sakit yang ia rasa ia menangis tapi lebih karna ketulusan bibi yang memperlakukannya dengan baik padahal ia orang asing  tidak saling kenal sebelumnya. Dan kehangatan yang bibi itu berikan pada yoona mengingat sosok Seohyun, ibu kandungnya yang telah meninggal dunia lima belas tahun lalu saat usianya masih sepuluh tahun.

“Sudah selesai. Apa sakit sekali sampai kau menangis?” Tanya bibi itu sambil memandangi wajah yoona.

Yoona memanggutkan kepalanya dan terus menangis. “Bibi boleh aku peluk bibi?” Tanya Yoona.

“Tentu.” Jawab bibi dan dengan cepat langsung mendapat pelukan dari yoona dengan erat.

“Punggung bibi hangat dan harum seperti seorang ibu sungguhan. Aku sudah lama sekali tidak menangis seperti ini dan merasakan kelembutan  seorang ibu..aku merindukan ibuku bi…” jerit yoona didalam pelukan bibi dan masih menangis.

“Hemm..tidak apa-apa peluklah bibi sampai kau puas dan tenang. Bahkan kalau kau mau kau bisa anggap bibi sebagai ibumu dan paman sebagai ayahmu. Aku juga sangat merindukan sosok seorang anak yang sangat manis dan kuat sepertimu.” Ucap si bibi malah ikutan nangis sesela-sela ia memeluk tubuh yoona.

Mungkin ini memang takdir untuk yoona yang hidup sebatang kara lalu dipertemukan oleh keluarga baikhati dan dalam keadaan tidak mempunyai anak juga. Maka mereka serasa senasib dan saling melengkapi.

~***~

“Oh..eomma!! kenapa kau ada di rumahku?”

Siwon terkejut begitu masuk kedalam kamar ternyata sudah ada ibunya yang duduk di kasur sambil melihat photo putranya yang terpajang di atas laci dekat tempat tidur.

Siwon memang sudah tiga tahun tinggal sendiri dirumahnya sendiri dan berpisah dari orang tuanya yang sangat kaya raya sebagai pengusaha sukses dikorea. Tapi ia lebih senang hidup sendiri dan menjalani kemauannya sendiri. Bahkan seharusnya ia bisa saja berkerja di perusahaan ayahnya dengan mudah. Tapi ia lebih memilih pekerjaan yang menantang sebagai intelijen Negara.dan semua yang ia mulai dari nol.

“kenapa sudah malam begini kau baru pulang eomma sudah tiga jam disini.” Seru eommanya lalu menghampiri siwon. Anaknya malah memandang ibunya dengan tatapan aneh.

Ia sudah tahu pasti jika ibunya datang dengan secara tiba-tiba pasti ingin curhat dengannya. Karna kalau ia cerita dengan Ayahnya. Suaminya jarang mendengarkan ocehannya yang panjang dan lebar.

“Ada masalah yang ingin eomma ceritakan?” Tanya siwon sambil berlalu kelemari pakaiannya.

“Ahh..iya ada yang ingin eomma ceritakan padamu tentu saja.” Jawab sang ibu lalu kembali duduk diatas kasur siwon.

Siwon membuka kemejanya dan berkelanjang dada. Lalu ia mengambil kaos oblong warna merah dan memakainya. Ia tersenyum menatap ibunya lalu ikut duduk di samping sang ibu tercinta. Yang pasti akan cerita banyak soal masalahnya hari ini.

“Ceritakanlah aku akan mendengarkan!”

Si ibu langsung menatap wajah siwon dengan serius. “Siwon-ah!kau tau? Tadi sore ibu mengalami kecopetan usai membeli kalung untuk sulli. Di toko jewelry pinggir jalan.”

Wajah siwon langsung terkejut “ benarkah? Kau memangnya pergi sendiri lagi?lalu apa kau baik-baik saja dan kalung itu dicopet?” Tanya siwon lalu memeriksa tubuh ibunya disetiap sisi.

“Aiishh!dengarkan ibu dulu ibu belum selesai bicara!” omel sang ibu lalu menjitak pelan kepala siwon. Siwon hanya meringis.

“Ibu tidak apa-apa dan kalung itu juga tidak jadi hilang. Kau tau? Ibu ditolong oleh seorang gadis cantik yang sangat pemberani. Ia mengejar pencopet itu sendirian dan menghanjarnya sampai babak belur. Lalu mengembalikan tas ibu dan ia tak mau menerima uang dari ibu.” Cerita sang ibu yang ternyata adalah ibu-ibu yang tadi sore yoona tolong.

“Astaga..itu wanita atau preman bu?” ucap siwon asal. Lalu lagi-lagi ia mendapat jitakan ibunya mendarat dikepalanya dengan mulus. Dan siwon kembali meringis.

“Mana ada preman secantik dan semanis dia? Mungkin dia hanya wanita hebat. Ibu benar-benar malu terhadapnya anak ibu adalah seorang police tapi ibunya kecopetan dan lalu ditolong oleh seorang gadis manis dan baik hati sepertinya.” Ucap sang ibu sambil mengingat-ingat kejadian tadi dan mengingat wajah penolongnya tadi.

“Yahh..ibu aku kan bukan bodygurdmu tapi aku polisi Negara bu..ya sudah jika kau merasa malu dan takut kemana-mana.. aku akan sewakan dua bodyguard untuk mengawalmu.bagaimana?” Tanya siwon terlihat serius.

“Ide bagus.. !tapi itu kita bicarakan nanti, ibu sekarang belum selesai cerita.” Seru sang ibu lalu melototi siwon. Dan siwon hanya terkekeh melihat tingkah ibunya.

“Kau tau siwon? Saat gadis itu meninggalkan ibu. Ibu melihat kakinya berdarah dan ia berjalan tertatih menahan sakit. Ibu tak bisa berbuat apa-apa siwon. Ibu bahkan lupa menanyakan namanya dan alamat rumahnya hingga jika sewaktu-waktu  kita bisa berkunjung kerumahnya membawakan bingkisan ucapan terimakasih.ibu benar-benar tidak tenang dan menyesal kenapa ibu tidak melakukan apapun tadi?ibu hanya terpesona denga parasnya yang seperti malaikat dimata ibu.” Akhirnya sang ibu menyelesaikan ceritanya dengan amat dramatis itu.

Siwon pun sendiri jadi terdiam dan tak tau harus berbuat apa sekarang. “lalu ibu ingin gimana?”

“Entahlah. Ibu hanya berharap gadis ibu baik-baik saja.” Ucap ibunya pelan dengan wajah sedih mengingat wajah yoona tadi.

“Oh..ibu kau sudah makan?” Tanya siwon mengalihkan pembicaraan. Ia tau pasti usai ini ibunya akan kembali cerita tentang kalung yang ia beli untuk sulli. Entah kenapa siwon rasa malas untuk mendengarkan ocehan ibunya yang tentang satu itu.

“Oh..iya nanti kalung untuk sulli kau yang kasih ya..” benar saja dugaan siwon.

“Iya..tapi sekang makan dulu aku lapar sekali bu..ayo buatkan aku makan..” ucap siwon dengan manja dan bergelayutan di lengan ibunya yang lebih pendek dari tubuhnya yang besar dan tinggi.

“Dasar anak ini. Sudah dewasa masih saja manja.” Ucap sang ibu sambil membalas merangkul putranya dan membelai punggung putranya dengan perasaan sayang.

~***~

“Ibu…!! Surat ancaman itu ada lagi.” Jerit Sulli histeris.dipagi hari begitu membuka kotak surat dan mendapat amplop surat yang selalu sama didalamnya.

Keadaan dirumahnya memang tidak ada suaminya ataupun minho hanya ada dua pembantu yang sibuk dengan pekerjaannya.

Taeyeon segera bangkit dan meninggalkan acara menonton infotaiment yang sedang ia lihat, dan kini beralih ke Sulli.

“Kau bilang sudah tiga hari ini surat itu tidak ada kenapa sekarang ada lagi?” Tanya Taeyeon bingung. Kerena memang selama tiga hari kemarin yoona tidak mengantar Koran karna kakinya masih sakit jadi ia juga tidak keluar rumah untuk mengirim surat.

“Mana aku tahu. Sepertinya ia memang ingin menakuti kita bu..” jawab Sulli penuh cemas dan ia merobek amplop itu  dan mengambil secarik kertas yang langsung membuat Sulli terkejut dan membuang kertas itu.

“Apa?kenapa kau membuangnya?” Tanya taeyeon lalu memungut kertas surat itu dan membukanya.

Taeyeon langsung membelalakan matanya “Tulisan ini dari darah?” Sulli hanya memanggut.

Surat berdarah itu yoona buat denga darah dari luka kakinya dua hari yang lalu saat ia terluka.

Apa kau kira aku berhenti disini?kau salah..hidupku sudah lama menderita dan kau sudah terlalu lama bahagia. Apa kau pikir aku hanya sedang mengerjai kalian?tentu saja tidak. Aku melakukan ini dengan sungguh-sungguh. Kau lihat saja nanti aku akan merebut kebahagian ku kembali…

Taeyeon melipat kertas itu lagi setelah membacanya. Lalu memberikan kepada sulli untuk disimpan.

“Ibu ini sepertinya sudah kelewatan, ia sudah berani mengirim surat berdarah kepada kita bu.” Ucap sulli berusaha menenangi ibunya yang Nampak shock dan takut. “apa aku minta pertolongan Siwon oppa saja untuk menyelidikinya ?” Tanya Sulli lagi.

“Tidak..tidak perlu..ia hanya bermain dengan surat dan mengancam. Ibu yakin ia hanya menakut-nakuti kita.” Ucap Taeyeon menolak ide Sulli.

Taeyeon merasa kepalanya jadi pusing lagi. Ia memikirkan siapa sebenarnya orang yang mengirimkan surat itu dipikirannya saat itu terlintas orang-orang dimasa lalunya.

“Apakah benar park jung soo? Bukankah dia di Amerika?” Tanya taeyeon dengan wajah takut sambil meremas-remas jarinya sendiri. Lalu ia menghindari tatapan aneh sulli dan berlari kekamarnya.menyembunyikan segala ketakutannya.

~***~

Yoona melanjutkan aktifvitasnya dipagi hari yaitu mengantar Koran. Ia sengaja tadi mampir kerumah ibu tirinya karna ia sudah tidak sabar membuat kehebohan untuk taeyeon dan sulli di setiap pagi. Usai dari situ ia baru kembali ketempat rumah-rumah pelanggan Koran paginya.

Dan tepat saat ini berhenti didepan rumah Siwon. Ia melihat rumah itu sangat sepi dan pintu pagar kecilnya seperti biasa sedikit terbuka. Dengan sigap yoona melempar satu gulung Koran kedalamnya. Begitu Koran mendarat manis di halaman rumah, yoona membalikan tubuhnya untuk melanjutkan pekerjaannya mengantar Koran untuk dua rumah lagi. tapi dari dalam rumah terdengar suara gonggongan anjing yang sedang berlari mengejarnya. Maka yoona mengurungkan niatnya dan kembali menengok kedalam rumah dan disitulah ia melihat anjing milik siwon keluar dengan riang menghampirinya dan menggongong didepan yoona.

“Heii..anjing manis,kau rindu denganku ya? Kukira kau tak ada. Tapi kau keluar tepat waktu mau kornet?” Yoona seperti biasa bicara pada anjing lucu itu dan anjing tu seakan mengerti ucapan yoona.  Anjing itu memeletkan lidahnya menunggu yoona mengelurkan kornet dari dalam tasnya.

Yoona berjongkok dan menyuapi kornet itu dengan tangannya dan anjing itu terus menjelitinya memakan kornet pemberian dari yoona

“Anjing manis…makan terus ya,,, ini sangat enakkan?” Tanya yoona disela si anjing kini mulai makan sendiri ia terus mengelus lembut bulu anjing itu. Dan memandangi anjing itu makan dengan sangat lahap.

“Mopy..ternyata kau disini!lagi-lagi kau keluar tanpa sepengetahuanku!”

Suara siwon yang baru muncul dari dalam rumah mengejutkan yoona yang sedang asik bermain bersama anjing yang bernama Mopy itu. Baik siwon maupun yoona sama-sama belum menyadari keberadaan satu samalain. Lalu siwon melangkah lebih dekat kearah mopy yang sedang bersama wanita berambut panjang yang dikuncir kuda. Dan yoona yang tahu bahwa pemilik anjing sudah keluar maka ia mendongakkan kepalanya tepat disaat siwon juga sedang memperhatikannya.

Dunia mereka seketika seakan-akan berhenti.

Dimana Yoona menatap wajah siwon dan siwon menatap wajah yoona. Dimana Siwon mulai mengenali wajah milik yoona dan yoona juga mengenali wajah siwon. Memang tujuh tahun tidak banyak membuat perubahan pada wajah mereka hanya saja wajah siwon makin tampan dan wajah yoona makin cantik dengan rambut panjangnya yang lurus bukan rambutnya yang keriting dan sebahu seperti di New York dulu.

Perlahan yoona berdiri dan masih terus bertukar pandang dengan siwon tanpa berkedip. Dan sekarang mereka berdiri berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Hati siwon langsung bergejolak. Orang yang selama ini ia rindukan ternyata ada dihadapannya sekarang. Hati yoona juga bergejolak orang yang sempat memberikan warna pada hidup yoona yang kelam dimasa lalu kini hadir kembali dihadapannya.

Dengan gerak cepet siwon mengakhiri kematiian waktu diantara mereka. Siwon mengambil langkah kedepan dan langsung memeluk yoona yang masih terpaku dengan sangat erat.

“Mischa..Mischa..ini kau? Ini benar-benar kau?” Tanya siwon tepat di telinga yoona.

Mata yoona sudah berkaca-kaca entah kenapa saat siwon menyebutkan nama Mishca semua putaran masa lalunya bersama siwon di new York  yang sangat singkat itu hinggap di pikirannya. Dan membuatnya sedih.

“Oppa…Siwon oppa!!” ucap yoona dengan suara serak. Siwon makin mempererat pelukannya terhadap yoona seakan-akan ia tidak mau melepaskan pelukannya dan takut yoona akan pergi lagi dari hidupnya.

Yoona pun akhirnya membalas pelukan siwon, dan robohlah pertahanannya sejak tadi kini ia malah menangis tersendu-sendu dipelukan siwon. Ternyata ia juga sangat merindukan siwon dan ia menangis karna merasa bersyukur bahwa sekarang siwon benar-benar dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Pasalnya ia sangat takut kalau dulu Taecyeon akan melukai Siwon dengan caranya yang kejam.

Siwon melonggarkan pelukannya matanya juga sudah berkaca-kaca. Ia sangat terharu setelah pertemuan singkatnya dulu,lalu terpisah sangat lama kini mereka sekarang bertemu kembali didepan rumahnya dan ternyata gadis yang suka memberi kornet pada mopy selama ini adalah yoona tapi ia tidak sama sekali menyadari hal ini.

Siwon memandangin wajah yoona, tepatnya memandangi wajah yoona yang penuh air mata. Keresahan dan mimpinya sudah terjawab. Ternyata yoona memang akan kembali kehadapannya.

“Aku sangat merindukanmu!setiap hari aku selalu memikirkanmu,aku takut terjadi hal buruk terhadapmu.” Curah siwon menceritakan kegundahannya selama ini. “aku mencarimu dan menunggumu tapi tak juga bertemu dan itu membuatku tersiksa dan merindukanmu!”

Siwon menyeka airmata di pipi yoona ia menghapus air mata yang terus mengalir deras dari mata indah yoona.

“Aku senang sekali kau baik-baik saja oppa!” ucap yoona diiringin senyum kecilnya.

–Guk..guk..guk—

Mopy mengganggu kegiatan siwon dan yoona yang saling meluapkan rasa rindunya. Siwon dan yoona berbarengan memandang wajah mopy. Dan mopy hanya memeletkan lidahnya denga lucu.

“Anjing ini. Dia lebih dulu tau keberadaanmu. Tapi aku..” ucap siwon sambil memandangi mopy.

“Aku tidak tau kalau ternyata anjing lucu ini milikmu.” Kata yoona lalu mengangkat tubuh mopy yang seakan-akan mau ikutan bersama siwon dan yoona.

“Ayoo lah masuk kedalam. Kau punya banyak hutang cerita padaku kenapa kau bisa sampai disini.” Ucap siwon mengajak yoona masuk dan matanya menangkap sepeda ranjang milik yoona. “jadi kau pengantar Koran pagiku?” Tanya siwon.

Yoona hanya memanggutkan kepalanya dan berjalan masuk kedalam rumah sambil menggendong Mopy. Siwon ternyum senang melihat tingkah yoona. Ia mendorong sepeda yoona dan membawanya masuk kedalam rumah dan menutup pintu pagernya.

Yoona masih berdiri. Sambil memandangi mopy yang kini asik bermain sendiri didalam rumah. Lalu siwon datang menghampiranya dan berdiri dihadapannya.membuat yoona terkejut.

“kau ingin minum apa?” Tanya siwon malu-malu.

Yoona memandang siwon juga dengan wajah malu yang memerah. “air putih saja.” Jawab yoona.

Lalu siwon meninggalkan yoona sendiri untuk mengambil air di dapur. Yoona menyapu pandangannya pada seluruh tiap ruangan di rumah ini. Rumah yang tak cukup besar dan tidak banyak pajangan yang menarik.

Tak lama siwon pun kembali. “ini air nya.” Siwon menyerahkan gelas berukuran sedang berisikan air putih dingin, yoona mengambilnya dan meneguknya sedikit. Lumayan untuk mengguyur tenggorokannya yang terasa tercekit tadi.

“Miascha..jadi kau..bagaimana bisa sampai di korea?” Tanya siwon yang rupanya penasaran.

“heemm..ceritanya sangatlah panjang aku bingung harus memulai cerita dari mana?” jawab yoona lalu tanpa disuruh duduk. Yoona sudah duduk di sofa siwon. Dan siwon ikut duduk disebelahnya.

“Begitukah? Lalu kenapa tujuh tahun lalu kau menghilang tiba-tiba?” Tanya siwon lagi.

“Itu?” jawab yoona sedikit ragu. “aku..hemm..ada sedikit masalah keluarga hingga aku benar-benar tak sempat bertemu dan mengabarimu untuk terakhir kalinya,sebelum kau kembali ke korea.” Huft akhirnya yoona bisa juga lagi-lagi berbohong.

“Mischa..” panggil siwon.

“Ne..hemm oppa, bisakah kau tak memanggilku dengan nama mischa mulai detik ini?” pinta yoona sambil memandangi siwon yang terus memandanginya.

“kenapa? Lalu aku harus penggilmu apa?” Tanya siwon tidak mengerti maksud yoona.

“Heemm..nama itu nama Amerikaku dan banyak meninggalkan kenangan buruk buatku. Jadi bisa kau panggil aku Im yoona?” jelas yoona.

“Im Yoona?” ulang siwon. “Itu nama koreamu?”

“Iya Park im Yoona..nama kelahiranku.” Jawab yoona, siwon hanya memanggutkan kepala mengerti sekarang,

Mereka berdua diam.Dan hanya saling memandang.waktu turus berjalan detik ke menitpun siling berganti. Dan mereka masih saja diam dan saling memandang.

“Kau tidak berubah banyak.” Ucapan siwon memecahkan keheningan diantara mereka. Yoona langsung salah tingkah dan membuang pandangannya kearah lain. “Kau tetep cantik dan mempunyai aura pemikat. Kau tau.. aku yakin setiap orang yang akan memandang matamu pasti akan merasakan sensasi yang berbeda dan membuat mereka ingin terus bersamamu.”

“Benarkah? Kau bukan sedang merayu ku kan?”

“Seterah kau ingin menganggap ini apa..hehehe..” ucap siwon yang sekarang mod nya benar-benar sedang baik.

“Kau tinggal sendiri di rumah ini?”

“iya..kalau kau mau tinggal bersamaku juga boleh..” ucap siwon sambil tersenyum menggoda yoona.

“Ahh.. sayang sekali aku sudah mempunyai rumah tumpangan yang sangat aman dan nyaman.” Jawab yoona balik menggoda siwon.

“Benarkah?dimana kau tinggal huh? Hemm kau bilang rumah tumpangan memangnya keluargamu tidak ikut ke korea?” Tanya siwon sedikit heran.

“Ayahku meninggal enam tahun yang lalu dalam kecelakaan dan saudaraku (Amber) juga meninggal dalam kecelakaan itu. Lalu aku memutuskan pulang ke korea sendiri dan benar-benar melulai dari Nol lagi. “ ucap yoona dramatis.

“Untungnya kau bertemu aku. Jadi aku jamin kau tidak akan kesepian lagi!” ucap siwon percaya diri untuk menghibur duka yoona.

Yoona hanya tersenyum melihat tingkah siwon. Lalu mereka pun menghabiskan waktu bersama membicarakan hal-hal umum. Kebanyakan siwon yang bercerita dan yoona hanya mendengarkannya. Dan yoona banyak bertanya tentang seoul dan apa saja yang ada di seoul kepada siwon dan siwon dengan antusia menceritakan dan menjelaskan pada yoona. Sedangkan Mopy si makcomblang si tali penyatu pertemuan yoona dan siwon sedang asik tidur di sofa dekat siwon dan yoona.

Dan siwon seakan-akan benar-benar lupa bahwa empat bulan lagi ia akan bertunangan dengan Sulli. Dan ia sudah tidak dapat memikirkan itu begitu yoona kembali lagi kedalam kehidupannya. Dan yoona juga melupakan sesuatu yaitu mengantar Koran yang masih tersisa di ranjang sepedanya.

~***~

Semenjak kejadian itu Yoona jadi lebih sering bermain kerumah siwon setiap pagi. Sekarang jadwalnya ia ganti. Rute perjalanan mengantar suratnya ia rubah menjadi mengantar surat ke rumah Taeyeon,lalu mengantar Koran sampai habis baru terakhir mengantar Koran kerumah siwon dan bermain dirumah siwon.

Sebenarnya baik  yoona maupun siwon tidak ada yang mulai melakukan aktifitas seperti ini. Tapi ini murni kemauan mereka sendiri. Sehingga tidak terasa seminggu pun berlalu dan mereka melakukan kegiatan dipagi hari bersama dengan anjing siwon si Mopy.

Yoona masuk kedalam rumah siwon yang pintu depannya terbuka bersama Mopy yang mengekorinya. Yoona mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tapi tidak ia temukan siwon dimana-mana. Mopy menggong-gong dan melompat lompat lalu berjalan deluan. Yoona yang tau maksud Mopy pun mengikuti kemana anjing itu berjalan. Dan tepat Mopy mengajaknya kedalam dapur dan yoona menemukan siwon disana sedang memakai celemek dan sibuk memasak.

“Oppa!kau masak?” Tanya yoona menghampiri.

“Ahh..kau sudah datang? Iya aku sedang masi goreng merah. Tapi aku sedikit tidak yakin.” Sahut Siwon yang sedang sibuk memotong sosis.

Yoona mendekati Siwon dan berdiri disampingnya memperhatikan cara siwon yang momotong sosis dengan gugup dan berantakan. Yoona tersenyum melihat usaha siwon. Ia menepuk bahu siwon dan mengambil alih pisau ditangan siwon.

“Sini biar aku saja yang mengerjakannya.” Yoona pun dengan ahli memotong osis sapi yang panjang dengan cepat dan rapih. Siwon hanya terkagum-kagum menontonnya. “Kenapa menontonku?sana kau siapkan dua piring beras merahnya. “perintah yoona lalu siwon segerah menurutinya.

Sekarang yoona yang memakai celemek yang tadi dipakai siwon. Ia siap menceburkan bumbu nasi goreng ke dalam wajan berisikan margarine yang sudah panas. Suara percikan bumbu yang sedang di masak terdengar dan asap serta aruma harum dari bumbu sermerbak di sekitar dapur. Yoona dengan ahli terus fokus memasak dan sekarang menceburkan sosis yang tadi tepotong lalu dua piring nasi merah kedalamnya diaduk sampai merata dan bau harum masakan makin terasa. Siwon terus mengagumi apa yang yoona lakukan saat ini dihadapannya.

Acara masakpun selesai dan kini yoona dan siwon sudah duduk berhadapan menikmati sarapan pagi mereka di meja makan.

“Ini enak sekali..!!” ucap siwon begitu menjajali sesendok nasi gorengnya. “Padahal niatnya aku ingin memberikanmu kejutan memasakan mu sarapan pagi. Tapi aku memang payah dalam memasak.” Ucap siwon  lalu melanjutkan menyuap nasi gorengnya dengan sangat lahap.

“Tapi kau ahli membuatkan susu ini!” ledek yoona sambil mengunjukan segelas susu coklat yang usai ia minum siwon hanya sersenyum malu.

“Aku tidak menyangka kau pandai memasak!” puji siwon lagi.

“Heemm..ini keturunan.ibu ku pandai memasak.dan lagi pula  saat di Amerika aku selalu les masak.” Iya tentu saja waktu di Amerika kan ia siap menyamar jadi apapun jadi belajar memasak yang benarpun pasti ia lakukan.

“Oh..seperti itu? Kalau begitu mulai besok kita membuat sarapan dengan memasak bersama saja ya..” ajak siwon antusias. Heemm sebenarnya lebih menuju agar yoona terus bersamanya.

“Boleh!tapi kau akan membayarku berapa tarif harga masakanku ini sama dengan chef-chef handal loh..”

“Mwoo??!” Bayar? Yang benar saja…” cetus siwon sambil cemberut.

“Tidak aku hanya bercanda.ehhe” yoona pun tertawa melihat tingkah siwon.

“Hari ini aku libur bekerja kau mau hari ini kita berjalan ketaman Hiburan?” Tanya siwon sambil harap-harap cemas.

“Heeemm..hari ini aku sebenarnya tidak bisa karna harus membatu bibi di kedai. Tapi bagaimana kalau..”

Siwon langsung memotong pembicaraan yoona “okes eminggu lagi aku juga dapat jatah cuti jadi nanti kau tidak boleh menolaknya.” Ucap siwon memaksa.

Yoona tersenyum dan mengacungkan kedua ibu jarinya memberi tanda bahwa ia setujuh menerima ajakan siwon. Dan siwon tersenyum penuh kemenangan.

“Oppa kalau begitu aku pulang dulu ya..” pamit yoona di depan pagar sambil memegangi sepedanya.

“Baiklah hati-hati.. besok kau datang kesini lagi?” Tanya siwon seakan-akan memperlamnat yoona untuk pulang.

“Heemm..kau lihat saja besok!” ucap yoona sengaja membuat siwon penasaran. Ia pun segera naik kesepedanya dan mengenjot sepedanya berjalan meninggalkan siwon yang masih memandangnya.

“Kau harus datang setiap  hari Yoona!!” teriak siwon memberitahu Yoona dan Yoona tidak menjawab malah melambaikan tangan kirinya tanpa juga menoleh. Hanya terus menggoes sepedanya menuju jalan pulang.

~***~

“Siwon oppa!!”

Belum lama Yoona menghilang dari penglihatannya Siwon dikejutkan dengan kedatang Sulli yang tiba-tiba. Siwon memaksakan senyumnya untuk Sulli. Sulli segera mempercepat langkahnya dan menghampiri Siwon yang berdiri di depan pagar rumahnya.

“Oppa..kata bibi kau sedang libur hari ini. Aku datang membawakan ini.” Ucap Sulli dengan riang sambil menunjukan bungkusan yang ia bawa dari tadi.

“Apa itu?” Tanya siwon.

“Hemm..ini Sushi..untuk kita makan bersama.” Jawab Sulli gembira.

“Apa kau membuatnya sendiri?” Tanya siwon ingin tahu.

“Bukan. Aku membelinya tadi dijalan.” Jawaban sulli membuat siwon kecewa. Karna sulli memang belum mau belajar memasak beda dengan yoona yang pandai memasak.

“oh..begitukah ayolah masuk..” ajak siwon lalu berjalan masuk deluan. Sulli mengekori masuk sambil tak lupa menutup pintu pagar.

~***~

“Oh..Yoona.. kau sudah pulang..?” Tanya bibi begitu melihat yoona masuk kedalam kedai yang sedikit ramai pembeli.

“Iya.. ada yang bisa aku kerjakan bi?” Tanya yoona menghampiri bibi yang sedang sibuk menuangkan sup kedalam mangkuk.

“Tadi kami menerima pesanan lima belas nasi box untuk perguruan Taekwondo di sebrang jalan, tidak jauh dari sini. Kau mau mengantarkannya?” Tanya bibi sambil menunjuk dua bungkusan warna hijau yang berisi nasi box.

“Wahh..perguruan taekwondo aku ingin melihatnya bi.biar aku saja yang mengantarnya.” Seru yoona antusia.

“Baiklah kalau begitu alamatnya aku sudah tulis di kertas dekat situ.”

Yoona langsung berjalan mengambil bungkusan itu dan menjinjingnya dengan kedua tangannya langsung melesat menuju tempat pesanan.

Yoona berhenti didepan rumah  yang cukup besar dan memastikan kembali alamat yang ditulis bibi. Katanya tempat taekwondo kenapa malah rumah besar yang ia tuju? Yoona masih Nampak bingung takut salah alamat. Tapi setelah memastikan berkali-kali serta melihat tanda papan kecil yang terpajang di tembok. Bertuliskan “ perguruan Taekwondo Jung Kidz ”  yoona akhirnya tahu kalau ini benar tempatnya ia mendorong sedikit pager yang ternyata tidak terkunci dan ia masuk kedalam sana dan sudah terdengar suara gaduh anak-anak kecil yang berteriak-teriakan.

“Permisi..” teriak yoona sambil celingak celinguk. Didepan pintu bagasi dari kayu berwarna coklat.

“Pesanan tiba!!” teriak yoona lagi.

Tapi belum ada yang keluar juga. Yoona mengintip dari celah-celah pintu kayu itu dan tiba-tiba pintu terbuka.

“Oh..kau yang mengantarkan pesanan nasi?”

Suara seseorang mengejutkan Yoona, Yoona segera mundur dari tempatnya dan menunduk minta maaf karna telah terpegok mengintip.

“Iya aku mengantarkan pesanan.” Jawab Yoona lalu mengangkat kepalanya dan memandang suara lelaki yang tadi menegurnya. Dan mata yoona terbelalak kaget melihat sesosok pria yang dihadapannya kini. Jantungnya langsung berdegup kencang karena kaget.

“Yunho oppa??” seru yoona begitu saja dengan suara yang amat kecil.

Lelaki yang memakai baju taekwondo dengan sabuk hitam itu memandangi Yoona dengan sangat lekat dan ia juga terdiam serta jantungnya berdetak dengan cepat dan kencang juga.

“Kau Yoona? Park Im Yoona??” Tanya lelaki itu memastikan begitu ia mengenali wajah yoona yang mirip teman masa kecilnya yang sangat ia sayangi.

Waktu di antara mereka seakan berhenti dan malah berputar mundur mengingatkan kembali ingatan dimasa lalu. Ingatan dimana mereka dulu selalu hidup bersama dan berbagi bersama dan bahkan yoona masih sangat ingat kejadiaan yang terakhir kali yaitu disaat Yunho meninggalkannya ke jepang. Dan Yunho menyakiti hatinya dan membuatnya menangis dan tersia-sia. Tapi kini takdir mempertemukan mereka lagi sesuai harapan yunho yang ingin bertemu yoona lagi suatu saat nanti dan ingin memperbaiki kesalahannya yang dulu sempat membuatnya menyesal.

“ neneun yoona Geuliwo!!” seru Yunho bilang ia rindu yoona dan langsung menarik yoona kedalam pelukannya dan nasi box yang ditenteng yoona terjatuh dari tangannya karna saking terkejutnya dan tubuhnya jadi melemas begitu saja.

~***~

~ TBC ~

Hehehe…*Auhor ulan nongol* geregetan tuh lagi seru-seru eh bersambung dan harus sabar nunggu part selanjutnya.. yaya.. Mianhae.. Eonni dan Saeng pembaca setia ff ku.. tetep sabar ya.. nunggu jalan cerita ff ku..dan tinggalin komentarnya dulu lah.. biar lebih semangat ngepost ff lanjutannya!! v^_^v

Tinggalkan komentar

138 Komentar

  1. Yeona

     /  Februari 25, 2014

    Akhirnya yunho oppa muncul juga! Ntar siwon oppa pasti cemburu

    Balas
  2. Kim Eun Kyo

     /  April 4, 2014

    Kira2 sapa .ЎάϞƍ yoona pilihhhh

    Balas
  3. Any

     /  Mei 12, 2014

    Satu per satu orang yg punya hub. dengan Yoona hadir lagi nih… Siwon trus yunho. harus pilih yg mana nih??? Pilih bang Siwon aja yaa hehehe.

    Balas
  4. ye.. akhir’y yoonwon bertemu n makin akrab, tp yoona ketemu yunho cinta pertama yoona, kr2 yoona bkal lebih dkt sm yg mn ya..

    Balas
  5. Senang bgt Ya akhirnya Wonppa bertemu jg dgn Yoona, momentnya sangat mendebarkan. Lalu kenapa Yun Ho baru muncul?
    Sepertinya bakal ada cinta segi tiga kali

    Balas
  6. i’m feeling bad right now for the next chapter..

    Balas
  7. Cha'chaicha

     /  Oktober 20, 2014

    Konflik cinta dimulai, he

    Balas
  8. tiffany

     /  Desember 20, 2014

    Triangle love…wow..I like it

    Balas
  9. Akhirnya yoonwon ketemu jg,cinta deh sama mopy krn mopy mereka ketemu. Tp yoona jg ketemu yunho cinta pertamanya, gmn ya?
    Makin gregetan dan penasaran. Lanjut yuuu

    Balas
  10. Akhirnya yoona ktmu jgc ma siwon n yunho..kra” yoona msih pny prsaan gc y ma yunho ..

    Balas
  11. HanA

     /  Februari 5, 2015

    YoonA eonni!, sehabis pertemuan dgn siwon, lanjut ke yunho, sie,sieeee

    Balas
  12. sdhifakhri

     /  Maret 21, 2015

    Yoona bertemu dua orang sekaligus di part ini.

    Balas
  13. Yeay… akhirnya YoonWon ketemu lagi…! Yoong Eonni ketemu sama 2 namja ganteng nih …😀 Kayaknya WonPa makin suka sama Yoong Eonni nih…

    Balas
  14. Zhahra

     /  Mei 11, 2015

    Udah bahagia akhirnya yoonwon bertemu lgi
    ehh…ternyata yoona unni ketemu juga sma yunho oppa,
    waaah gmna ini, wonpa sma yunho oppa sama” suka sma yoona unni
    tpi pasti yoona unni bakalan milih wonpa donkz

    Balas
  15. anna

     /  September 30, 2015

    siapa yang akan di pilih siwon ataubyunho

    Balas
  16. anna

     /  September 30, 2015

    siapa yang akan di pilih siwon atau yunho

    Balas
  17. paris

     /  November 17, 2015

    Ternyata ibu yang di tolong yoona itu Eomma nyaa siwon, dan akhirnya yoona sama siwon ketemu juga🙂
    Dan yoona jug ketemu sama yunho

    Balas
  18. Kayanya ada cinta segitiga yaa!waah..makin seru aja critanya^^

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: