[FF] SISTER’S Of Mirror (Part 4)

SISTER’S Of  Mirror Part.4

 

Annyeong ulan’s…Ulan’s back..Ulan’s back..menbawa kelanjutan kisah Yoonwon yang sangat amat dramtis dan mengharu biru serta berliku-liku *alah* hehe.. yaudah ah..pasti udah pada gak sabaran denga kelanjutan kisahnya silakan dibaca ya..jangan lupa komentarnya ya..!! 🙂

 

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Part. 4 )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17                                                               

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq

Other Cast       : Kangin, Minho SHINee, Taeyeon,SooyoungEct

 

Enam Tahun Kemudian…

 

Seorang gadis cantik berambut panjang yang tergerai indah mengenakan celana Jeans panjang warna hitam dengan atasan kaos warna abu-abu lengan panjang,ditelingan terselip earphone yang sedang melantunkan lagu favoritenya.berjalan dengan gontai sambil menyeret kopernya yang lumayan besar baru saja keluar dari pintu terminal kedatangan luar negeri.Gadis itu mengitari pemandangannya memandang setiap perubahan yang ada dari bandara internasion Incheon korea.

“Selamat datang Im Yoon Ah..ini adalah tempatmu.” Ucap gadis itu seraya menyunggingkan senyum sinisnya.

Yoona hari itu baru tiba dikorea setalah eman tahun menghabiskan waktunya didalam sel penjara bersama anggota agen mirror yang masih hidup. Setelah mengalami hari-hari sulitnya dalam hukuman di sel penjara yoona pun akhirnya bebas dan langsung dipulangkan kenegara aslinya dan dilarang berkunjung ke Amerika selama Lima tahun. Taecyeon dan Jessica masih hidup dan mereka berdua masih dipenjara karna status hukuman mereka lebih berat dan status mereka pula sebagai warga Negara newyork jadi mendapat hukuman selama sepuluh tahun.

Yoona memberhentikan Taxi yang melintas dihadapannya dan masuk kedalam taxi dan supir taxi masukan koper yoona kebagasi. Setelah itu langsung menjalankan taxi meninggalkan bandara.

“Aggashii kau ingin kemana?” Tanya supir taxi ramah.

Yoona terdiam sesaat. Ia bingung harus jawab apa,sedang ini adalah pertama kali ia kembali kekorea dan menginjakan kakinya di Incheon. Ia benar-benar tidak tahu harus kemana. Apalagi memang tidak mempunyai seseorang yang ia kenal disini.

“Mianhae Ajjusi aku baru datang dari Amerika, dan aku sendiri disini.. apakah kau tahu tempat sewa rumah atau kamar yang murah di daerah seoul?” Tanya yoona sambil menunjukan wajah memelasnya.

“Heemm..Kalau diSeoul agak susah mencari tempat yang murah.tapi apa kau mau tinggal bersama ku dan istriku di rumah kami?kebetulan kami punya kamar kosong satu. Jika kau mau kami akan mengewakannya padamu dengan harga murah.” Jawab supir taxi antusias.

“Ah benarkah? Kamsahamnida..kalau begitu aku mau Ajjusi.aku sungguh tidak tahu harus kemana.” Jawab yoona riang dan hatinya sedikit legah.

Maka supir taxi itu membawa Yoona pulang kerumahnya.

 

~ *** ~

 

Yoona berdiri diambang pintu kamarnya dan mendapati rumah yang ia tumpangi semetara itu sudah dalam keadaan sepi.Yoona mengikat rambutnya lalu berjalan keluar rumah dan masuk kedalam kedai makanan yang terletak disamping rumah sedeharna itu.Seorang Ajjuma tersenyum hangat menyambut kedatangan yoona. Ia sedang sibuk mengelap meja makan.ajjuma itu adalah istri supir taxi yang baik hati kemarin.

“Ajjuma..apakah kau membuka usaha ini sedirian?” Tanya yoona menghampiri.

“oh..Yoona sudah bangun?Iya..suamiku menjadi supir taxi dan aku melayani di kedai kecil ini.” Jawab ajjuma dengan lembut.

“Sini biar aku saja yang mengelap mejanya.” Ucap Yoona lalu merebut kain lap yang dipegang ajjuma. Ajjuma hanya tersenyum.

“Hemm..dari kemarin aku tinggal bersama kalian.aku perhatikan kalian hanya berdua,dimana anak-anakmu?” Tanya yoona sambil mengelap meja.

“aku hanya mempunyai satu anak wanita. Tapi aku sudah lima tahun tak bertemu dengannya. Ia kabur dari rumah meninggalkan kami. Karna ia malu harus hidup susah bersama kami.” Ucap ajjuma itu dengan suara pelan dan Nampak sedih.

Yoona terkejut mendengar itu, dan segera memberhentikan kegiatannya. “Mianhae ajjuma.aku tidak bermaksud..”

“Tidak apa-apa..” potong ajjuma menerima maaf yoona karna sudah lancang membuat ajjuma sedih dengan pertanyaannya. “Lalu kau sendiri, dimana keluargamu?”

Sekarang giliran yoona yang menampakan wajah sedihnya “ibuku meninggal saat aku berusia sepuluh tahun,lalu appaku meninggal di Amerika enam tahun lalu.”

“Jadi kau hidup sendiri?” Tanya Ajjuma Nampak khawatir dengan keadaan yoona yang menyedihkan.

Yoona memanggutkan kepalanya lalu melanjutkan mengelap meja lagi.dan ajjuma nampaknya juga tidak mau bertanya lebih lagi dari yoona karna ia takut salah bicara lagi dan membuat yoona sedih. Lalu ajjuma kedapur dan memasak masakan yang akan dijual.

Tiba-tiba yoona teringat dengan sesuatu yang harus ia tanyakan dengan ajjuma dan inilah tujuannya ke Seoul. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan selembar kertas.ternyata kertas itu adalah kertas yang terakhir kali ayahnya berikan padanya sebelum ia meninggal,kertas itu berisi alamat kediaman Taeyeon,ibu tirinya dulu.ia masih sempat mengantongi dan menyimpannya dengan baik saat ia dibawa ketahanan America.

“Oh..ajjuma maaf aku mengganggumu! Aku ingin Tanya sesuatu boleh.” Tanya yoona memberhentikan kegiatan ajjuma yang sibuk memotong lobak.

“Apa Yoona?tanyakanlah..” jawab ajjuma ramah.

“Ini apakah tau alamat ini dimana?” Tanya yoona sambil menunjukan kertas itu.

“Hemm..Kim Family seol A67.. Ini aku tahu,alamat ini tidak terlalu jauh dari sini.”

“Ah..benarkah?? bisa jelaskan padaku?”

“Iya..dari sini kau keluar kejalan raya lalu naik Bus di halte depan,dan berhenti di perumahan Seoul Blok A.. dank kau carilah nomor 67 dengan kepala rumah tuan Kim Kang-in..” jelas Ajjuma dan Yoona hanya manggut manggut mengerti.dan yoona mengantungkan kembali kertas tadi.lalu membantu ajjuma dalam pekerjaannya.

 

~***~

Yoona berdiri tegak didepan rumah yang cukup mewah dan besar berlantai dua. Matanya melihat nama pengenal di pagar dan tulisan dikertas berkali-kali untuk memastikan bahwa ini benar tempat yang ia cari. Seketika mata yoona menampakan kesedihan menatap rumah mewah dihadapannya.

“Nampaknya kalian hidup bahagia.” Ucap yoona ditujukan kepada Taeyeon dan sulli.

Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari balik pagar besar yang hampir menutupi bangunan rumah itu. Yoona buru-buru berlari ke seberang dan mengumpat dibalik tembok disana. Tepat saat yoona mengumpat seseorang keluar dari rumah itu dengan berpakaian rapih sabil tersenyum ceria. Wanita itu adalah Taeyeon dan yoona amat sangat mengenalinya karna Taeyeon nanpak masih sama seperti dua belas tahun lalu. Dan setelah itu keluar anak laki-laki dan perempuan yang terlihat seumuran dari dalam rumah.

“Ya Sulli ikat tali sepatumu dengan benar.” Ucap taeyeon dengan lantang mengingati Anak perempuannya yang tadi baru saja keluar.

“Iyaa eomma.” Ucap anak yang perempuan yang bernama sulli lalu berjongkok membenarkan tali sepatunya.

“Ya!!Minho oppa,jangan mengacak-acak rambut indahku!” sulli mengomeli lelaki yang berdiri disampingnya yang telah mengacak-acak rambutnya dan cowok itu hanya tersenyum menggoda.

“Kalian masih pagi sudah bertingkah.sudahlah jalan kuliah,nanti telat “ perintah taeyeon kepada kedua anaknya.

“Okke eomma kami berangkat.” Ucap minho lalu mengecup pipi kanan taeyeon.

“Dahh..eomma!” suli pun mencium pipi kiri taeyeon lalu mereka melangkahkan kaki bersama meninggalakan taeyeon yang masih berdiri didepan rumah dan menatap kepergian anaknya yang pergi kuliah berjalan kaki.

Ditempat Yoona bersembunyi dan mengintai terlihat yoona menahan tangisnya. Melihat kebahagian yang baru saja ia lihat.

“Sulli, kau telah dewasa dan tumbuh cantik.kau juga Nampak bahagia” ucap yoona sambil menatap sulli yang berjalan bersama kakak laki-lakinya memunggungi yoona.

Yoona menatap kembali kediaman keluarga kim dan taeyeon sudah tidak ada disana dengan segera yoona kembali kesana dan memasukkan sesuatu kedalam kotak surat keluarga kim lalu segera pergi meninggalkan tempat itu.

 

~***~

 

Yoona berkeliling kota seoul mencoba mengenali dan menghampalkan setiap tempat yang ada disitu. Lalu mencatatnya di booknote miliknya. Tiba-tiba ia menangkap sebuah agen koran yang sedang ia lewati dan melihat ada tulisan yang menarik perhatiian. Bahwa dibutuhkan jasa seorang pengantar Koran setiap pagi. Yoona tersenyum lebar dan segera masuk kedalam agen itu. Ia ingin melamar kerja disana untuk mencari uang tambahan untuk hidupnya yang tidak jelas di Seoul.

“Annyeonghaseyo..” ucap yoona kepada seseorang lelaki cukup tua yang duduk didepan mesin Tik nya.

“Ne..Annyeonghaseyo,ada yang bisa saya bantu?” Tanya  lelaki tua itu menghampiri yoona.

“Paman,aku melihat iklan yang paman buat didepan, benarkah paman membutuhkan jasa untuk mengantar Koran dipagi hari?”

“Iya..benar”

“Syukurlah kalau  begitu..apakah aku boleh melamar diriku dalam pekerjaan itu?”

Lelaki tua itu tak langsung menjawab malah memandang yoona dari ujung kepala sampai ujung kaki.nanpak keraguan melihat sosok yoona seorang wanita cantik dan bertubuh kurus. “Apa kau yakin?ini kerjaan yang gampang tapi perlu ketelitian dan kekuatan fisik.”

Yoona tersenyum ramah pada lelaki tua itu. “Tenang saja,itu kau bisa percayakan padaku. Tapi masalahnya aku benar-benar butuh uang dan aku baru tinggal di Seoul jadi kau bisa ajarkan aku dulu mengenai jalanan sini.”

“Ah..baiklah.itu masalah gampang,silakan isi formulir pendaftaranmu dulu. Besok pagi-pagi sekali kau datang aku akan jelaskan daerah mana saja pelanggan kami,dank kau akan mengantarnya ke tempat-tempat yang aku tunjuk.” Lelaki tua itu menyerahkan selembar kertas dan pulpen kepada yoona, yoona langsung menerimanya dan menuliskan biodatanya.

“Tarimakasih paman.besok aku pasti datang untuk berkerja.” Ucap yoona yakin dan gembira.lalu keluar dari agen Koran itu.

Yoona terus berjalan dengan perasaan riang kali ini karna ia berhasil mendapatkan pekerjaan. “Syukurlah,setidaknya aku bisa menhasilkan uang sendiri untuk membayar sewa kamar, uang jaminan yang kudapat hanya sedikit dan tidak tidak akan mencukupi hidup setahun disini.Ayoo..Park Im Yoon Ah…Fighthing!!”

Langkah yoona semakin lama semakin jauh meninggalkan tempat itu dan menuju kembali ke rumah sementaranya.

 

~***~

 

Sebuah mobil hitam berhenti didepan rumah kediaman keluarga kim. Sulli keluar dari pintu depan,dan Minho keluar dari pintu belakang. Si pengemudi mobil tidak turun hanya membuka jendela mobil dan berbicara pada sulli dari dalam.

“Siwon oppa!terimakasih atas tumpangannya,maaf merepotkan mu.ini bener-benar karna Minho oppa yang merusak mobilnya. “ seru Sulli pada minho lelaki yang memakai stelan jas hitam yang hanya tersenyum dari dalam mobil.

“Kenapa aku yang disalahkan?dasar kau!” cetus Minho sambil menjitak kepala Sulli.

“Aiisshh,menyebalkan.!” Sulli meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya. “Oh..iya siwon oppa,kau sungguh tak mau mampir dulu?”

“Tidak.aku masih banyak perkerjaan. Istirahatlah,sampai ketemu nanti.” Ucap siwon ramah.

Sulli hanya memanggut mengerti dan melambaikan tangan pada siwon.Siwon menutup jendela mobilnya dan melajukan mobilnya menjauh dari rumah sulli.

“Aku masih tidak percaya dengan ini. Kenapa lelaki seperti dia bisa akan dijodohkan dengan wanita sepertimu?” ucap minho sinis ditujukan untuk Sulli.

“Ya!oppa! apa kau bilang?maksudmu aku wanita yang seperti apa memangnya?” Tanya sulli marah,

“Kau wanita cengeng,pemarah dan tak bisa apa-apa!”

-Plakkk-

Suli menabuk lengan minho dengan kasar. Dan melototi minho dengan penuh kebencian. “Lagi pula. Itu kan karna orang tua kita dan mereka yang menginginkan aku untuk siwon oppa. Aku saja yang dijodohkan biasa-biasa saja kenapa jadi kau yang ribet?”

Minho tak lagi menanggapi ucapan sulli dan langsung membuka pintu anak gerbang lalu masuk kedalam rumah meninggalkan sulli.sulli hanya berdiri kesal melihat tingkah kakak tirinya itu. Baru sulli ingin ikut melangkah masuk kedalam rumah tadi pandangannya tiba-tiba saja berhenti di kotak surat yang agak sedikit terbuka. Sulli langsung mendekatinya dan membuka pintu kotak surat itu dan terdapat satu buah surat didalmanya.

“Surat untuk siapa?kenapa tidak ada nama pengirim dan ditujukan pada siapa?aneh sekali.” Ucap Sulli sambil meneliti amplop surat berwarna putih. Surat itu surat dari yoona yang ia letakan tadi pagi saat ia datang kerumah ini.

Sulli segera masuk kedalam rumah sambil membawa surat itu dan berniat membacanya didalam rumah.

Begitu tiba didalam rumah Taeyeon menghampiri suli “Surat untuk siapa yang kau bawa itu?

Sulli menoleh pada Taeyeon “ ah ini? Tidak tau untuk siapa tidak ada nama pengirim dan untuk siapa?”

“Aneh sekali..coba kau baca?”

Sulli langsung membuka amplop surat dan mengambil kertas yang terlipat didalamnya. Diatas kertas itu terdapat tulisan bertinta merah dan sulli lekas membacanya.

“aku senang saat mengetahui ternyata kalian hidup sangat bahagia. Pasti sangat senang hidup dalam kedamaian. Aku hanya ingin bertanya bagaimana seandainya aku akan membuat hidup kalian susah dan tak damai lagi? Apa yang akan kalian lakukan? Heh..itu sepertinya seru. Taeyeon dan Sulli..aku hanya ingin kau meresakan sakitnya kehilangan sesuatu yang berharga!”

Usai Sulli membacakan surat itu suasana menjadi tegang sulli dan taeyeon berpandangan dengan tidak mengerti maksud dari surat itu.

“Apa ini? Siapa yang mengirimkan surat ancaman seperti itu?” Tanya taseyeon tidak suka. Lalu merebut surat dari tangan sulli dan meremasnya.

“Omma,jangan itu biar jadi bahan bukti. Jika sampai  itu memang benar-benar terror untuk kita. Maka itu bisa jadi bahan bukti.”

Taeyeon melepas kembali kertas itu dan memberi ke sulli. Sulli lekas menyimpan didalam tasnya. Sebenarnya surat itu cukup membuat mereka takut karna selama ini belum pernah mendapat surat kaleng yang berisi terror.

Taeyeon menerka-nerka siapa pengirim surat itu apakah mantan suaminya park Jung soo yang mengirimnya. Kenapa ia baru menerornya sekarang sedangkan mereka sudah tak saling bertemu dan berkomunikasi selama hampir dua belas tahun.

Taeyeon memegangi kepalanya yang sedikit pusing lalu meninggalkan suli sendiriin yang masih penasaran tentang surat itu.

 

~***~

 

Siwon keluar dari mobilnya sambil menenteng jas hitam dilengannya masuk kedalam kantornya. Siwon sudah lima tahun berkeja sebagai intelijen Negara korea selatan dalam devisi National Intelligence Service.

Ia masuk keruangannya yang tak cukup besar namun rapih dan membuka berkar-berkas yang menumpuk dimeja kerjanya. Ia duduk dipinggir meja lalu membaca isi berkas dengan wajah serius. Setelah satu berkas telah dibaca ia mengganti berkas lain.

“Ternyata sekarang mulai banyak mafia dan teroris beredar.heemm…lumayan menarik pekerjaan ini.” Ucap siwon sambil matanya tak lepas dari berkas yang berisi laporan-laporan tentang mafia dan teroris yang dicurigai dapat menimbulkan kerugiian bagi negaranya. Dan maka harus segera dibasmi keberadaanya.

Siwon berpindah tempat duduk dari atas meja ke kursi empuknya. Dan merapikan berkas yang tadi sempat ia baca-baca. Ia memandang bingkai foto yang terpajang diatas meja kerjanya. Dalam bingkai itu terlihat foto dirinya bersama Sulli calon tunangannya. Foto itu diambil oleh ibunya yang menjodohkan dia dengan Sulli putri dari temannya sekolah yaitu kangin. Lalu siwon membuka laci rahasianya dan munculnya selembar foto berukuran 3R yang agak terlihat sangat kusam di atas buku catatan miliknya, foto seorang wanita yang sangat ia rindukan. Sudah tujuh tahun tak bertemu dia adalah Mischa (Yoona). Gadis Korea yang tinggal di Amerika yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Mischa itu cinta pertamanya. Maka sulit baginya untuk melupakan begitu saja apalagi kini keberadaan Mischa masih menjadi misteri baginya.

Siwon bergantiian memandangi foto Sulli dan Mischa(Yoona) bergantiian dan tiba-tiba saja ia jadi ingat kejadian dua tahun lalu. Saat awal mula ia kenal Sulli.dan berusaha melupakan Mischa.

 

Flashback

 

Semenjak  kepulangannya dari liburan di New York Amerika. Sikap Siwon jadi aneh. Dan sedikit murung. Pasalnya itu  kali pertamanya ia kenal wanita dan kencan dengan wanita serta merasakan sensasi yang berbeda dari lubuk hatinya yang paling terdalam. Hampir setiap hari ia mencoba menghubungi Mischa. Tapi nomor ponsel mischa selalu saja tidak aktif dan hampir setiap malam ia bermimpi tentang Mischa yang sedang dalam bahaya. Dan hampir tiap malam juga ia jadi tidak dapat tidur nyenyak karna memikirkan wanita yang ia cintai. Ia benar-benar takut akan sesuatu hal buruk akan terjadi padanya.

Saat itu siwon memang sudah sekolah kepolisian, dan waktu liburnya sangat dikit karna harus menjalani rentetan praktek fisik serta praktek lapangan yang sangat berat dan penuh tanggung jawab jadi tidak bisa seenaknya ia pergi meninggalkan latihannya.

Dan saat ia benar-benar sudah dinyatakan lulus dan bahkan karna ia adalah salah satu peserta latihan kepolisian terbaik dan terdisiplin serta paling cermat menganalisa maka ia diberi kepercayaan untuk berkerja sebagai intelijen Negara. Dan tentu siwon yang sangat senang atas keberhasilannya itu.

Dan 3tahun lalu kebetulan ia bertugas ke New York untuk menyelidiki dan belajar tentang organisasi mafia terbesar di Amerika yaitu Agen Mirror. Yang empat tahun lalu berhasil dikepung dan dilumpuhkan oleh kepolisian dan intelijen America serikat.

Dan kesempatan itu tak disia-siakan olehnya untuk mencari keberadaan Mischa. Tapi hasilnya nihil ternyata orang yang bernama Mischa sangat banyak di New York. Sehingga ia tidak berhasil bertemu dengan Mischa. Akhirnya lagi-lagi ia pulang kenegaranya dengan kehampaan sama persis seperti saat empat tahun lalu ia kembali dari New York dan kehilangan Mischa.

Dan dari situlah sang Ibu merasa khawatir tentang keadaan putranya yang mencintai seorang gadis tapi gadis itu tidak jelas keberadaannya masih hidup atau sudah matipun ia tidak tahu pasti. Maka itu tepat saat usia putranya menginjak 27tahun ia mengajak siwon kerumah temannya dan mengenalkan dengan putri dari temannya yang masih berusia 18 tahun.

Awalnya jelas siwon sangat menolak dikenalkan oleh gadis 18tahun bernama sulli itu. Gadis itu sangat kekanak-kanakan dan manja. Ia bukan tipe dari siwon. Tapi ibunya terus memaksa dan beralasan beda usia yang jauh bukan masalah,dan sebaiknya siwon melalukan pendekatan dulu terhadap sulli. Baru jika cocok maka kalian baru menikah.

Akhirnya siwonpun mau menerima ide konyol ibunya itu. Dan mendekati sulli. Dan ternyata sulli tak seburuk yang ia kira hingga akhirnya ia sudah terbiasa dengan sulli dan sesuai perjanjian tepat usia sulli 20 tahun dan ia 29 tahun maka mereka harus bertunangan sambil menunggu Sulli menyelesaikan kuliahnya dan baru menikah setelah itu.

 

Flashback End

“Tinggal lima bulan lagi hari pertungan itu tiba. Kenapa cepat sekali waktu berlalu.” Ucap siwon dengan pandangan lirih ke foto Sulli.

Lalu pandangannya beralih ke foto Yoona di tangannya. “Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja dan masihkah kau mengingatku?aku sangat merindukanmu Mischa!”

Lalu siwon menutup meletakan kembali lembar foto yoona yang dulu sempat ia ambil diam-diam saat di Central park, kedalam laci dan mengkunci laci rahasia itu lagi. niatnya untuk membuat laporan diurungkan dan pikirannya jadi kacau sekarang ini entah kenapa padahal kemarin-kemarin ia sudah yakin untuk bertunangan dengan sulli kenapa sekarang ada sebersit keraguaan dihatinya soal pertunangan ini dan membuatnya kembali mengingat sosok Misterius Mischa cinta pertamanya.

Siwon melonggarkan dasi yang terikat dilehernya dan melepas dua kancing kemejanya yg seakan mencekiknya dan menambah sesak nafas. Siwon bersender di kursinya dan memejamkan matanya berusaha menenangkan pikiranya sejenak.

 

~**~

Yoona keluar dari agen Koran sambil menenteng sepeda.lalu ia menaiki sepeda keranjang yang didalam keranjangnya terdapan banyak gulungan Koran hari ini yang harus ia antar ketempat langganan yang sudah menunggu untuk membaca berita terbaru hari ini.

Hari ini sudah hari ketujuh ia bekerja sebagi pengantar Koran dan melakukan aktifitas yang ia anggap normal.

Yoona berhenti disebuah rumah sederhana namum Nampak indah dipandang. Yoona turun dari sepedanya lalu mengambil satu gulung Koran dan menuju pintu pager yang sedikit terbuka. Tiba-tiba anjing berbulu coklat putih berbadan lumayan gemuk berlari menghampiranya. Yoona terseyum melihat anjing itu.

“Haii..apa kabar,kau tahu ya aku sudah datang?” Tanya yoona pada anjing itu seakan-akan anjing itu mengerti apa yang ia ucapkan.

Anjing itu mendekat kepada yoona dan bersikap manja terhadap yoona. Yoona berjongkok membelai sayang bulu anjing itu. Yoona membuka tas selempangnya dan mengambil kornet didalanya lalu membuka bungkusnya.

“Apa kau sudah sarapan?aku bawa ini.kau mau?” Tanya yoona lalu memberikan kornet itu keanjing yang sangat manja padanya. Anjing itu  menjilati kornet yang diberi yoona lalu melahapnya dengan perlahan. “Oh..manis sekali.kau suka ya?besok aku akan bawakan lagi.tapi hari ini kita cukup sampai disini ya?aku harus mengantar Koran.” Ucap yoona tak lepas dari senyum bahagianya melihat anjing lucu itu dan mengelus-elus bulu anjing itu.

Yoona berdiri dan melemparan Koran kedalam pagar dan berdadah ria sama anjing yang sibuk memakan kornet pemberiaanya. Lalu ia menaiki sepedanya dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan senang.

Tak lama Yoona berbelok meninggalkan rumah itu, si pemilik anjing pun keluar mencari anjingnya. Lelaki berbadan kekar itu keluar memakai cenala selutut dan kaos berwarna putih yang Nampak basah berkat keringatnya yang bercucuran usia melakukan olangraga didalam rumahnya. Lelaki itu adalah siwon.

“Mopy..ternyata kau disini ya??heeii apa yang sedang kau makan?” Tanya siwon lalu berjongkok memperhatikan sesuatu yang sedang dimakan anjing kesayangannya.

Siwon mengambil sedikit kornet itu dan mengamatinya lalu menciumnya. “Hemm..Kornet?siapa yang memberikan ini?” Tanya siwon bingung.

Si anjing itu tiba-tiba menjilat tangan siwon yang terdapat sisa kornet.siwon tersnyum ternyata anjingnya sangat suka kornet itu. Tapi ia masih Nampak bingung siapa yang memberikannya? Sudah lima hari ini ia memergoki Mopy selalu keluar rumah pagi hari dan setelah itu menggong-gong bahagia.

Mopy menjilati kaki siwon lalu menggonggong dan melompat-lompat kegirangan. “Nampaknya akhir-akhir ini kau Nampak bahagia. Kau habis bertemu siapa huh? Anjing wanita cantik ya?wahh..kau sudah dewasa ya sekarang.” Ucap siwon terkekeh sendiri membayangkan mopy anjingnya yang lucu ini ternyata setiap pagi berkencan dan berbagi makanan bersama dengan anjing wanita.

Mopy berjalan deluan masuk kedalam rumah ia berputar-putar di depan Koran yang tergeletak di rumput. Dan menggonggong memberitahu pada siwon. Siwon menghampirnya dan mengambil Koran itu.” Oh..Koran korannya sudah diantar ya?”  kata siwon lalu berlalu dari situ mopy masih mengikutinya dan menggonggong berusaha merebut Koran itu. Seakan-akan mopy ingin memberitahukan pada siwon bahwa si pengantar Koran itulah yang memberinya makan. Tapi sayang siwon tidak mengerti dan malah masuk kedalam kamar dan menutup pintu meninggalkan mopy yang masih menggonggong.

 

~***~

 

Yoona kini berada tepat didepan rumah Taeyeon. Ia memandang rumah itu dengan tatapan kosong. Lalu ia mengeluarkan amplop surat dari dalam tas selempangnya. Dan memasukkan amplop surat itu kedalam kotak surat milik keluarga Kim.

Inilah pekerjaan yoona disetiap pagi mengantar Koran ia masih sempat menjalankan misinya untuk meneror Taeyeon dan Sulli. Setiap pagi usai ia melewati rumah kelurga Kim dan menaru surat yang isinya sama setiap harinya yang ia tulis dengan tinta warna merah. Sebenarnya ia tidak berusaha menakut-nakuti atau membahayakan Taeyeon ataupun Sulli ia hanya ingin mereka tau bagaimana rasa hidup dalam ketidak jelasan dan penuh ancaman seperti hidupnya dulu saat di Amerika.

Yoona melanjutkan lagi mengenjot sepedanya untuk mengantar Koran yang masih tersisi di  ranjangnya ke sekitar rumah di komplek ini. Belum lama yoona menjauh dari rumah Kim. Sulli keluar dari rumah sambil mendorong pagar. Lalu sulli dengan perasaan was-was menuju kotak surat itu dan memeriksa isinya dan lagi-lagi ini adalah hari ketujuh dimana ia menemukan kembali amplop surat yang sama dengan biasanya yang berisi perkataanya yang sulit dimengeri dan mengerikan. Wajah Sulli jadi memucat, ia celingak-celinguk melihat keadaan di sekitarmya ia takut ada yang sedang memata-matainya. Tapi ternyata keadaan disekitarnya sangat sepi.

Mobil sedan warna hitam keluar dari dalam rumah kelurga kim yang ternyata didalamnya ada Minho yang menyetir. Ia membuka kaca mobil dan memplakson mobilnya dua kali. Sehingga mengagetkan Sulli yang sedang sibuk dalam pikirannya sendiri.

“Heii..ayoo masuk!sedang apa kau?nanti kita kesiangan bodoh!” teriak Minho dari dalam mobilnya.

Sulli memandangi Minho dengan wajah takutnya lalu dengan segera ia memasukan amplop surat itu kedalam tasnya dan diselipkan dibuku kuliahnya. Ia memang belum memberitahu Minho ataupun ayahnya tentang surat ini sesuai permintaan ibunya untuk merahasiakan surat berisi ancaman itu dari siapapun.

“Ahh..iya tunggu sebentar.” Sulli segerah berlari kecil dan masuk kedalam mobil.

Jantungnya deg-degan luar biasa. Ia sekarang benar-benar merasa takut. Bagaimana kalau isi surat itu yang mengatakan akan merebut kebahagian miliknya dan ibunya benar-benar akan jadi kenyataan? Ia benar-benar takut jika hal itu sampai terjadi. Karna ia sudah sangat suka dan nyaman dalam posisinya selama hampir dua belas tahun ini.

“Kau baik-baik saja?apa kau sakit?” pertanyaan Minho lagi-lagi mengejutkan Sulli. Sulli memandang Minho dan tersenyum terpaksa.

“Tidak.aku baik-baik saja,kenapa oppa bawel sekali?ayoo berengkat!” seru Sulli berusaha melupakan pemikiran-pemikiran yang hanya akan memperburuk perasaannya.

Minho pun akhirnya diam dan segera melesatkan mobilnya yang baru benar di servis menuju kampus mereka.

 

~**~

 

Yoona masuk kedalam kedai makan sederhana milik ajjuma dan ajjushi yang telah baik menolongnya memberinya tempat tinggal. Keadaan dikedai kecil itu lumayan ramai karna sudah masuk jam makan siang. Yoona melihat ajjuma kerepotan melayani pesanan pembelinya yang rata-rata para pekerja lelaki. Yoona segera menghampiri ajjuma dan berniat membatu ajjum.

“Sini biar aku saja yang membawanya kemeja. Ajjuma siapakan pesanan saja!” ucap yoona ramah sambil mengambil nampan ke berisi dua mangkuk sup kerang dan nasi. Ajjuma hanya ternseyum dan membiarkan Yoona membantunya.

“Siapa yang pesan sup kerang nasi?” teriak Yoona  sambil menenteng nampan diantara jalan sempit yang ramai pembeli.

“Aku nona..!” seru laki-laki tua di bangku sebelas pojok.

Yoona tersenyum dan mengantarkan mangkok itu dengan sikap sopan. Dan terus melakukan seperti itu dengan pembeli-pembeli yang ia sajikan pesannya. Sampai akhirnya jam makan siang selesai dan keadaan kedai yang sempit itu menjadi kosong.

Yoona mengelap keringat yang bercucuran dari dahinya dengan punggung tanganya. Dan melanjutkan mencuci tumpukan piring kotor lagi. Ajjuma yang sedang menyampu lantai sambil membersihkan meja tersenyum memandang yoona. Anak itu sangat baik hati, tidak pernah mengeluh lelah terhadapnya selama ia tinggal sepuluh hari dengannya, ia merasa kalau yoona itu adalah titipan dari Tuhan untuk menggantikan sosok putri yang kabur sudah lima tahun ini.

Ajjuma selesai bersih-bersih dan yoona juga sudah selesai mencuci piring. Ajjuma duduk di kursi kayo dan melambaikan tangannya kepada yoona yang memang sedang melihatnya juga.

“Kemarilah!istirahat dan makan dulu.!” Seru Ajjuma sambil menunjukan sup rumput laut kesukaan yoona diatas meja.

Yoona tersenyum dan segera melepas celemek dan sarung tangannya dan diletakan pada tempat penyimpanan. Yoona segera berjalan menghampiri ajjuma dan duduk dikursi berhadapan dengan Ajjuma.

“Wahh..ini terlihat enak sekali.ayo kita makan ajjuma!” ucap yoona lalu mengambil magkuk nasinya dan sendok serta menuang sedikit kuah sup kedalam mangkuk nasi.

“Iya makanlah.bibi temanin. Oya..apa kau tidak lelah? Sejak pagi kau sibuk mengantar Koran-koran kerumah-rumah orang, lalu sepulang mengantar Koran kau membersihkan rumahku dan membantuku melayani pelanggan. Apa kau tidak lelah?” Tanya ajjuma sambil memandangi yoona yang sedang makan dengan lahap.

Yoona menghentikan aktifitas makannya dan beralih pandangannya ke ajjuma dihadapannya. “ kenapa aku harus lelah jika aku masih punya banyak tenaga untuk melakukan semua itu? Lagi pula kau tidak usah pikirkan aku bibi. Aku ini kuat. Perkerjaan seperti ini belum seberapah dibandingkan pekerjaanku dulu.”

“Memangnya dulu kau bekerja apa di Amerika? “ Tanya ajjuma penasaran.

Yoona terdiam sebentar mengingat apa pekerjaanya dulu sebagai seorang mafia dari Bandar Narkoba,Judi dan pembunuh bayaran terbesar di Amerika. “Hemm..dulu aku bekerja berpindah-pindah tempat dan seperti kuli. Jadi sangat berat dan lelah.” Jawab yoona asal. Lalu melanjutkan makannya lagi.

Ajjuma pun akhirnya diam dan memulai makan, ia tahu ia tidak akan bertanya banyak lagi soal yoona. Ia takut yoona akan salah paham dan justru akan menyakiti hati yoona yang terlihat rapuh dimatanya. Bagaimana tidak rapuh? Tiba-tiba saja gadis ini muncul dikeluarganya dalam keadaan sebatang kara dan tidak mengerti soal Seoul sama sekali. Tapi sepuluh hari ini memang belum cukup untuk mengenal yoona lebih dalam lagi.

 

~**~

Siwon sedang menyamar sebagai orang biasa bersama dua temannya di yaitu Sungmin dan Kyuhyun disekitar perumah warga sederhana. Mereka bertiga berjalan kaki mencari tempat persembunyian sindikat pedagang minuman keras illegal. Sesuai isi berkas dinyatakan bahwa sindikat itu tinggal dan menyimpan minuman keras tidak sah atau tidak diperboleh dijual belikan di korea itu di dalam rumahnya di daerah ini.

Mereka benar-benar terlihat seperti tiga anak muda yang baru pulang kuliah dan berjalan bersama menuju pulang. Dan siapa yang tau kalau ternyata ia adalah seorang intelijen Negara yang sedang menyamar dalam misinya?

Mereka bertiga melewati kedai rumah makan milik ajjuma tempat yoona tinggal. Temannya si Kyuhyun yang selalu tidak bisa menahan lapar melihat rumah makan lantas mengusulkan untuk makan dikedai itu.

“Heii..bagaimana kalau kita mencarinya lanjut nanti saja? Aku sudah sangat lapar. Kebetulan ini ka nada rumah makan? Makan dulu lah sebentar.” Ucap Kyuhyun sambil memasang tampang memelasnya.

“Yahh! Rumahnya belum ketemu tapi kau sudah memikirkan perutmu saja!” protes Sungmin dengan tegas.

“Sudahlah. Tidak apa kita istirahat sebentar dan makan. Aku yakin kau juga lapar. Setelah ini baru kita lanjutkan kembali pencariannya.” Ucap Siwon menengahi dan berjalan deluan masuk kedalai kedai kecil itu.

“Selamat datang!mau makan apa?” seru wanita tengah baya menyapa mereka bertiga dengan ramah.

Siwon kyuhyun dan sungmin segera mengambil duduk di kursi dan meja makan yang disediakan disitu. Ternyata Yoona sudah tidak ada didalam kedai dan telah kembali kedalam rumah untuk beristirahat dikamar karna keadaan kedai sudah tidak ramai maka ia disuruh ajjuma tidak usah membantunya lagi. Posisi duduk siwon sekarang tepat diman kursi yang tadi yoona duduki untuk makan.

“1 Sup rumput laut, 2 sup kerang dan 3 the hijau ya bu!” seru siwon memesan makanan mereka.

Dan dengan segera ajjuma membuatkan pesanan yang disebutkan tadi. Dan begitu pesanan sudah jadi ia mengantarkan pesanan itu kemeja 3 pembelinya yang terlihat baru dan masih asing. Dan dengan segera ketiga pembelinya itu melahap habis pesanan mereka. Dan setelah selesai makan mereka membayarnya dan meninggalkan kedai itu untuk melanjutan pekerjaan mereka.

 

~**~

Belum lama ketiga pria itu keluar dari dalam kedai yoona keluar juga dari pagar rumah untuk membeli sesuatu di toko pinggir jalan. Sebelum ia melangkahkan kakinya ia menengok kearah berlawanan dengan jalan tujuannya. Dan pandangannya menangkap punggung 3 pria yang berjalan membelakanginya. Yoona menaikkan kedua alisnya melihat tiga pria itu. Ia tidak tahu sama sekali kalau salah satu pria itu adalah Siwon orang yang ia kenal dimasa lalunya.

“Mereka seperti orang asing! Mau apa berjalan disini?” ucap yoona tanpa sadar telah berbicara sendiri. Lalu ia seakan menepis dan tidak mau peduli dengan orang itu maka melanjutkan jalannya ketujuan utamanya yaitu ketoko pinggir jalan untuk membeli pembalut.

Maka baik yoona maupun siwon yang sebenarnya takdir diantara mereka berdua untuk bertemu sudah sangat dekat tapi mereka berdua sama-sama tidak menyadari dan seakan-akan memperlambat proses pertemuan mereka. Dengan tempat yang sama tapi mereka terus berjalan berlawanan arah saling memunggungi dan tidak mau menengok kebelakang sama sekali.

 

~**~

~TBC…~

 

Maafkan aku!!hehe ceritanya bersambung dulu ya.. dan aku pastikan dipart selanjutnya yoonwon benar-benar dapat bertemu.dan menjawab segala kegeregatan dan emosi kalian membaca FF ku ini.. Silakan komentar ya luapkan aja perasaan kalian membaca ff ini. Semoga ga membuat galau.. See U next Time di Part.5 READERS!!! ^_^

Tinggalkan komentar

138 Komentar

  1. Any

     /  Mei 12, 2014

    hadeuhh… bacanya sampe melotot eh geser aku geser ada TBC dibawahnya. sebelll. makin bagus thor. kapan yoonwon ketemuan. yoona punya sisi jahat juga utk bals dendam. trus kalo tau siwon tunangan sulli gimana y yoona???

    Balas
  2. knp wonpa gk nengok k belakang sich…biar cpt ktmu gt, gk sabar dgn yoonwon moment’y.
    lanjut..

    Balas
  3. Aduh kenapa Yoonwon tak bertemu ya, padahal tinggal sedikit lgi mereka berjumpa? Jadi benar2 gregetan bacanya

    Balas
  4. konflik yg sesungguhnya muncul niih :3

    Balas
  5. tiffany

     /  Desember 20, 2014

    Namanya agak aneh sih? Park Im yoona…tp gpp…tetep daebak

    Balas
  6. Untuk kesekian kalinya aku blg ini FF kereeen…
    Bikin gemes,gregetan dan sedih, knp susah banget sih siwon ktemu yoona??
    Tp siwon jd intelijen negara dan yoona mantan mafia? Blom lg siwon mau tunangan sama sulli?
    Hubungan yg rumit

    Balas
  7. HanA

     /  Februari 4, 2015

    q jdi pnsrn, bgaimn klo mrk ktmu ya!

    Balas
  8. sdhifakhri

     /  Maret 21, 2015

    Kenapa gak dipertemuin sekarang? Padahal tadi udah ada kesempatan buat mereka ketemu. Makin penasaran sama chap selanjutnya.

    Balas
  9. What??? Sulli tunangannya WonPa??? WonPa kenapa gak tengok kebelakang aja sih? Kan ada Yoong Eonni. Jengkel ah rasanya waktu ada tulisan TBC. Keren Thor ceritanya ! 😉

    Balas
  10. Zhahra

     /  Mei 11, 2015

    Lama banget wonpa sma yoona unni ketemunya
    gag sabar banget, jadi geregetan aku ini….
    Part selanjutnya harus ketemu pokonya ya unn
    waaah, ternyata wonpa mau di jodohkan sma sulli
    gag boleh pokonya, wonpa itu milik yoona unni

    Balas
  11. anna

     /  September 30, 2015

    kalo boleh jujur aku jadi benci dengan suli meski pun dia adik kandung yoona tapi aku benci dia hidup dengan kemewahan dan kebahagian cinta dari laki2 yang di cintai kk nya dia tidak tau rasanya hidup susah

    Balas
  12. paris

     /  November 17, 2015

    Ah gemes bange itu yoona sama siwon ngga ketemu 😦 kehidupan ibu tiri sama adik tirinyaaa yoona bahagia banget, sedang kan yoona selama ini menderita 😦 dan ternyata siwon itu mau di jodohin sama adik tirinyaaa yoona

    Balas
  13. Apakah mereka akan brtmu??? Smoga saja iya,,yoona ingin balas dendam kpd ibu tirinya kah?aduhh..yoona udh trpngaruh ama pkrjaan dulunya

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: