[FF] Sister’s Of Mirror Part.3

Sister’s Of Mirror Part.3

 

Annyeong Ulan’s back!! Part 3 ney…siapa yang penasaran dengan part ini ?:D Semoga ceritanya makin dimengerti dan menghibur..terimakasih yang udah luangin waktu untuk baca dan comment ff saya..😀 dan usai baca ff ini wajib comment juga ya!! Soo..SELAMAT MEMBACA SEMUANYA!! ^_^

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Part. 3 )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq, Taecyeon 2PM,

Other Cast       : Kangin, Leeteuk , Minho SHINee, Taeyeon,Amber,Ect

 

 

“Maafkan aku Siwon oppa! Dunia kita berbeda! Mungkin hari ini adalah kencan pertama dan terakhir kita! Aku tak bisa terus-terusan didekatmu.aku adalah seorang wanita berbahaya dan akan mencelakaimu saja,Maafkan aku aku adalah seorang mafia…” ucap yoona lirih dalam hatinya yang lagi-lagi harus terluka. Tak terasa cairan hangat dan bening jatuh dari mata indahnya.

Yoona terus berjalan ditrotoar dengan keadaan sedikit mengenaskan.ia berjalan dengan lesu,menahan air mata dan sambil memegangi bahunya yang masih terasa sakit. Langit sore pun kian berubah menjadi langit malam dan semakin membuat yoona terpuruk akan keadaanya.

 

***

Flashback 5 tahun silam…

 

Tepat seminggu disaat kejadian ibu dan adik tirinya meninggalkanya dan juga ayahnya. Yoona semakin terpuruk. Ia benar-benar seakan sudah malas hidup. Tak mau bicara,makan,minum dan berpikir. Ia benar-benar merasa hidup seakan mempermainkan dirinya. Pertama ia harus kehilangan ibu kandungnya yang sangat ia sayangi secara tiba-tiba, lalu kehilangan Teman sekaligus orang yang ia cintai, dan sekarang orang yang baru bisa ia terima didalam kehidupannya juga dengan berani meninggalkannya.

Ayahnya pun sudah tak mampu berbuat apa-apa buat anak semata wayangnya itu. Padahal ia selalu dengan sabar memaksa yoona untuk makan dan minum atau mengajaknya bicara tapi semua tak ada hasilnya. Ayahnya juga merasa lelah. Ia benar-benar sudah tidak punya apapun selain yoona dan Rumahnya yang sebentar lagi akan disita bank karna hutangnya yang menunggak.

Dipagi hari dimusim salju diawal bulan desember. Cuaca dingin menyelimuti rumah yoona yang sepi dan tegang. Ayah yoona berjalan pelan kearah kamar anaknya sudah memakai mantel tebal dan syal dari bahan wol. Tangan kanannya membawa dua papan seluncur yang baru ia bersihkan semalam. Ia tahu anaknya itu suka sekali musim salju, bermain papan selunjur ditengan hujan salju. Dan ia berharap yoona akan senang dan mau hidup dengan semangat lagi.

-Tok..tok..tok-

Ayah yoona mengetuk pintu kamar yoona tiga kali sambil memanggilnya. “Yoona!!Yoona!!boleh Appa masuk?appa punya sesuatu..” ucap ayahnya dengan nada suara diusahakan gembira.

Hening tidak ada suara apapun yang terdengar dari dalam kamar.lama ayahnya menunggu akhirnya sang ayah masuk kekamar yoona yang tidak terkunci. Dan begitu pintu terbuka ayah yoona terkejut bukan main mendapati tubuh anaknya yeng tergeletak lemah diatas lantai yang dingin. Lekas sang ayah menjatuhkan papan seluncur dan berlari menghampiri tubuh yoona yang sangat pucat dan memeluknya. Tubuh yoona yang tak sadarkan diri begitu dingin. Tak dapat dikendalikan air mata ayah yoona jatuh perlahan dan menjadi deras menemani perasaanya yang kacau.

“Yoona..kau kenapa nak?bertahanlah sayang..bertahan appa mohon!” teriak sang ayah sambil mengguncang-gungcang tubuh yoona lalu menciumi keningnya.

Yoona belum sadar juga akhirnya ayahnya mencari baju hangat yoona dilemari dan memakaikannya lalu melilitkan syal yang tadi ia kenakan keleher yoona dan juga memakaikan sarung tangannya juga ketangan yoona. Lalu dengan sigap ia mengangkat tubuh yoona dan menggendongnya dipunggungnya. Pala yoona jatuh lemah dibahunya. Dengan gerak cepat sang ayah berlari keluar rumah, berlari ditengah hujan salju yang sangat dingin. Ia sudah tak peduli dengan apapun ia hanya ingin keselamatan anaknya saja. Karna ia sudah tak punya mobil lagi, maka ia melarikan yoona kepusat kesehatan yang berjarak 2km dari rumahnya dengan menggendong yoona.

Usai yoona diperiksa oleh dokter ternyata yoona terserang penyakit dehidrasi karana tidak makan dan minum. Ayahnya tetap tabah menunggu yoona sadar. Ia duduk dikursi disebelah kanan tubuh yoona yang tertidur damai. Tangannya diunfus, hidungnya dipakaikan kabel oksigen. Ayahnya tak kuasa menahan tangisnya lagi melihat kondisi yoona.

Tiga hari sudah yoona tak sadarkan diri,akhirnya pagi ini ia membuka mata dan kembali kedunianya yang normal. Matanya yang sayup-sayup memandang sang ayah yang duduk tertunduk ditangannya sambil tertidur. Yoona merasa miris melihat sang.ayah. ayahnya Nampak kurus dan lelah.rambut ayahnya yang hitam bahkan sudah ditumbuhi rambut putih. Yoona tau pasti ayahnya pasti banyak beban pikiran dan lelah. Air mata yoona pun menetes tak terkendali dan suara isak tangisnya pun terdengar hingga membangunkan ayahnya.

“Yoona! Kau sudah bangun sayang?” ucap sang ayah dengan senyum ketenangannya yang merekah.

“Sayang..jangan tinggalkan appa!ayoo nak kita hidup berdua dan melawan dunia!” ucap sang ayah sambil menggenggam tangan yoona yang tak terdapat selang infuse..

“Cepatlah sehat kita akan pindah ke Amerika dan mulai hidup baru.” Ucap sang ayah sambil meyakinkan yoona.

Yoona hanya terdiam tetap menangis. Tapi didalam hatinya ia berucap yakin sama persis seperti dimimpinya selama ia tak sadarkan diri. Bahwa ia harus semangat hidup dan menlindungi ayahnya dan harus hidup bahagia.di dalam mimpi selama tiga hari ia tidak sadarkan diri ia bertemu ibu kandungnya ditempat yang sangat indah dan sang ibu berpesan padanya, untuk selalu hidup dengan baik dan semua pasti akan berakhir bahagia setelah semua akan terungkap.

 

SEBULAN KEMUDIAN…

 

Yoona dan Ayahnya menginjakkan kakinya pertama kali di Amerika.tepat disebuh gedung mewah berlantai 30 tapi tampak begitu menyeramkan. Yang yoona tau saat itu gedung itu adalah kantor ayahnya yang baru karna ayahnya menjelaskan seperti itu padanya. Tapi saat yoona masuk kedalamnya dan hidup selama sebulan disana ia baru tau kalau ternyata ia dan ayahnya terjebak dalam ruang lingkup jaringan mafia bernama AGEN MIRROR.

Yoona pun sejak hari itu resmi menjadi murid pelatihan Mirror. Indentitas dirinya dan ayahnya dirubah. Namanya diganti menjadi Yoon Mischa dan ayahnya menjadi Leeteuk park. Selama itu yoona tetap bersekolah seperti pada umumnya tapi begitu ia tiba di drom Mirror dia mengikuti pelajaran lain yang sangat beda dari dunia luar. Ia di didik sangat keras agar kuat mentalnya. Ia selalu melakukan pemanasan lari 20x kitaran lapangan gedung.push-up,shit-up.berkuda,berenang,bela diri dan menembak. Semua ia pelajari dengan serius sebab kalau tidak ia akan dihukum dengan ribuan sebletan yang sangat sakit akan melukai betisnya.Yoona menjalani pelatihan itu selama tiga tahun sampai ia lulus dibangku sekolah menegah Akhir. Dan sejak itu juga ia resmi menjadi agen Mirror M-27. Sebenarnya itu adalah kode atau kata sandi tersembunyi untuk sebuah kelompok mafia mirror. M artinya Mirror dan 27 adalah bahwa yoona adalah kelompok nomor 27.dalam kelompok M-27 ada empat orang yaitu dia,Amber,Luna dan Key. Tugas mereka adalah mengikuti perintah dari senior mereka di agen M-12 yang terdiri dari Taecyeon,Jessica,Tiffany dan Max changmin. M-12 menyusun strategi dan mencari informasi secara tidak langsung tentang si target,lalu M-27 yang menjalankan strategi langsung dihadapan target secara sembunyi-sembunyi dan dalam strategi akhir biasaya mereka berkeja sama dalam satu kelompok untuk melumpuhkan target atau bahkan tak jarang membunuh target sampai mati tampa meninggalkan jejak yang dapat terlacak. Dalam dua tahun ini yoona telah berhasil melumpuhkan lima orang incaran Agen Mirror, biasanya orang-orang incaran agen mirror adalah orang-orang mafia juga yang berusaha mengayaingi Mirror,Mirror terkanal sipenguasa class judi internasional dikalangan mafia lain maka tidak jarang yang ingin menghancurkan Agen Mirror yang sudah berdiri cukup lama ini. Atau orang pengusaha besar yang hidup dengan kecurangan. Atau orang-orang yang berusaha mencari tahu keberadaan agen mirror.

Agen mirror ini sudah diketahui keadaannya tapi belum ada yang berhasil memecahkan keberadaan sebenarnya. Karna mereka semua berkeja dengan sangat rapi, menyamar dengan sangat jitu sehingga orang-orang tidak menaruh curiga kepada kelompok mafia mirror yang sebenarnya sedang berada di sekelilingan mereka. Dan kelompok mafia mirror yang sudah terbentuk hampir sepuluh tahun ini masih menjadi teka-teki bagi polisi intelijen internasional.khususnya America sendiri .

Dan dari situlah juga yoona merasa mempunyai keluarga baru.sehingga ia menguatkan dirinya dan mengikuti alur cerita hidupnya . dan menjadi seorang Mafia dari Agen Mirror bersama ayahnya.

Flashback End

~***~

 

“Mischa!!tunggu!” teriak seseorang dibalik tubuh yoona saat yoona akan masuk kedalam lift apaterment mewah yang terlihat normal tapi sesungguhnya adalah tempat tinggal para Mafia mirror.

Yoona menoleh dan mendapati Taecyeon yang bediri dihadapannya dan menatapnya dengan geram.Tampa babibu,Taecyeon menarik lengan yoona dan membawanya kedalam pintu tangga darurat. Taecyeon mendorong tubuh yoona dengan kasar hingga terpental kedinding.

Yoona masih bersikap biasa saja. Karna ia sudah paham akan terjadi hal seperti ini padanya. Karna ia tau orang yang tadi berusaha melukai siwon adalah Taecyeon. Dan berarti Taecyeon telah menagkap basah dirinya yang melakukan kesalahan.

“Apa yang kau lakukan hari ini dengan lelaki asing tadi?” Tanya Taecyeon dengan tatapan dan suara sinis.

Yoona tak menjawab hanya menundukan kepalanya saja. Tacyeon tampak makin geram dibuatnya.

“JAWAB AKU!” pikik Taecyeon tepat didepan wajah yoona.tangannya menggengam rahang yoona dan memaksa  yoona untuk memandangnya.

“Kau tau!kau telah melakukan kesalahan fatal hari ini!1. kau meninggalkan tugas menyamarmu 2. Target datang hari ini kecaffe dan kau tidak membatu Amber menjalankan strategi yang sudah disusun. 3. Kau pergi bersama lelaki asing! “ jelas Taecyeon makin dalam keadaan marah.

Yoona masih terdiam tak mau membantah ataupun meminta maaf.

Taecyeon makin menatap yoona dengan pandangan tak percaya.tiba-tiba tanganya yang tadi mencengkram rahang yoona jadi berubah mengelus dengan lembut wajah yoona dari kening,mata,pipi dan terakhir di bibir merah yoona.Taecyeon menyunggingkan senyum liciknya lalu tangannya yang kiri menarik rambut sebahu yoona yang keriting dengan keras sehingga mampu mendongakan kepala yoona kebelakang.dan wajah yoona berubah menahan sakit yang ia rasa.

“siapa lelaki itu??!!” Tanya Taecyeon berbisik ditelinga yoona.dan menimbulkan efek sensasi menggelitik geli perasaan yoona.”kalau kau tak mau menjawabnya aku sendiri yang akan mencari tau.dan kau tau jika aku yang mencari tau,apa yang akan terjadi dengan lelaki itu?” Tanya tacyeon serius.

“Jangan!!” pekik yoona sambil menahan sakit di kepalanya.”kumohon jangan ganggu dia dan jangan lukai dia senior..” ucap yoona dan airmatanya jatuh perlahan.

“Dia adalah seorang turis dari negaraku, korea.dan kami hanya jalan-jalan ke central park dan tidak lebih.akupun tak bercerita soal mirror sedikitpun kepadanya.jadi aku mohon hukum saja aku dan biarkan ia bebas aku janji tak akan mengulanginya lagi senior..Tolong jangan kau buatnya terluka sedikitpun!” ucap yoona sambil menangis. Tangan taecyeon melepas dari aktifitas menjambak rambut yoona. Yoona langsung terjatuh lemas dibawah kaki taecyeon dan menangis sejadi-jadinya meminta ampun.

Tiba-tiba suara tone dari ponsel yoona yang berada didalam tas berbunyi dan memecah keadaan.Taecyeon lekas merampas tas yoona dengan paksa dan mengambil ponsel yoona. Mata tacyeon langsung berubah makin geram begitu membaca nama dilayar ponsel yang terus menyala dan berdering.

“Mr.S ?? apakah itu dia?” Tanya Tacyeon menunjukan layar ponsel ke yoona.yoona hanya memanggut pelan. “angkatlah dan bicaralah aku ingin tahu.” Perintah Taecyeon lalu segera menekan tombol hijau dan menyerahkan ponsel ke yoona.

“Oppa.. Maaf aku sedang sangat sibuk bisa kau tidak menggangguku untuk sementara waktu?” ucap yoona dengan suara pelan dan menahan tangisnya.

Disebrang telpon siwon baru akan bicara, tapi ponsel telah direbut Taecyeon dan dibanting dengan keras katangga. Dan sukses membuat ponsel Yoona rusak terbelah berkeping-keping.Yoona lagi-lagi menangis. Taecyeon menarik kedua tangan yoona menyuruh yoona berdiri. Setelah yoona berdiri berhadapan dengan Taecyeon tiba-tiba taecyeon mencium bibirnya. Melumatnya dengan ganas.Yoona merontak-rontak dan memukuli dada tacyeon yang kekar.ia berusaha melepaskan diri dari ciuman panas Taecyeon. Tapi tenaganya terlalu lemah. Taecyeon terus mencium bibirnya dan bahkan memasukan lidahnya kemulut yoona dan menggigit bibir yoona hingga berdarah.lalu melepas ciuman itu.napas mereka berdua saling tidak beraturan dan engos-engosan karna ciuman yang sukup lama dan kasar sehingga sulit membuat mereka bernapas.

“Aku menyukaimu!!” ucap Taecyeon Tegas sambil menghapus darah yang keluar dari bibir mungil yoona. Yoona menatapnya tak percaya.dan menepis tangan taecyeon dengan keras.

-Brukk-

Tepat setelah Taecyeon mengucapkan kata-kata itu pintu tangga darurat terbuka dan munculah Jessica Max,Amber dan key. Yoona dan Taecyeon terperanjat kaget mendapati teman mereka dihadapan.

Jessica menatap tajam kerah Yoona dan Taecyeon bergantian.Yoona dan Taecyeon tertunduk lemas.Jessica segera menjetrikan jarinya dengan segera key dan max menseret tubuh Yoona keluar diikuti Amber yang Nampak panic. Tinggal dalam pintu tangga darurat Taecyeon dan Jessica berdiri berhadapan. Dengan keadaan yang menjadi dingin.

“Apa yang sedang kau lakukan disini bersamanya?” Tanya sica sinis.

Taecyeon tak menjawab sekarang posisinya berbalik dengan keadaan yoona tadi.

“Aku menyuruhmu mencarinya dan menyerahkan kepada ku dan kita akan menghukumnya sesuai asas mirror!tapi kau malah menyembunyikannya!” ketus sica.

“Aku hanya memberinya sedikit pelajaran dan menasehatinya.” Ucap Taecyeon membela diri,

“Ciihh..Begitukah?Rendahan sekali caramu mengajari dan menasehatinya seperti itu!Apa kau menyukainya?hah?” ucap sica seperti mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi tadi antara Taecyeon dan yoona.

Taecyeon tak berani memandang Jessica apalagi menjawab pertanyaan Jessica.

Sica mendorong bahu Taecyeon lalu keluar meninggalkan Taecyeon yang merasa kacau dengan perasaanya sendiri. Jessica berdiri dengan perasaan kalutnya didepan pintu tangga darurat.dan airmatanya menetes seketika. Perasaannya jadi sakit ia meletakkan telapak tangan kananknya di dada kirinya yang sakit.

“Bodoh!!Apa kau tak tau aku menyukaimu?arrrggghh!!!”  jerit Jessica dalam hati dan tangan kanannya mengepal dengan geram. “Yoon Mischa! Kau…harus membayar semua ini!” lanjut Jessica sambil menghapus airmatanya dengan kasar dan beranjak dari tempat itu.

“Aaaarrrgggghhh….!!!” Teriak Taecyeon frustasi dan memecahkan keheningannya Sendiri dalam tangga darurat. Ia tau pasti setelah ini akan terjadi hal buruk terhadap yoona karna ulahnya.ia sungguh menyesalinya. Apalagi ia tahu kalau Jessica menyukainya juga.

 

~***~

Yoona tersungkur lemah diruangan gelap dan dingin menusuk tulangnya. Tangannya bergemetar hebat karna efek kursi setrum yang tadi telah menyetrum tubuhnya dengan tegangan listrik 10volt, wajahnya penuh luka lebab karna ditampar Jessica dan tiffany bergantian dan berulang-ulang. Perutnya juga sakit karna di tending max dan Jessica bertubi-tubi. Bibirnya masih terasa perih karna ciuman kasar Taecyeon, kepalanya juga sakit karna berkali-kali dijambak dengan keras sampai rambutnya rontok. Yoona sudah tak mampu berdiri ia hanya terkurap dilantai dan menangis. Tenaganya seakan menghilang.

Sebenarnya inilah hukuman yang ditulis dalam Asas mirror. Siapapun yang berani melanggar tugas dan berkhianat akan menerima dengan sukarela kekerasan fisik dari seniornya atau rekannya. Sesuai kesepakatan. Dan penghukuman baru berhenti jika si pelanggar menerima ampunan dari si penghukum.

“Yoon Mischa!!!” Teriak Amber yang masuk tiba-tiba kedalam ruangan.

Mata yoona yang sudah redup karna menahan sakit dan banyak menangis masih mampu menangkap sosok Amber yang berlari menghampirinya dan berjongkok dihadapannya. Mulutnya mengap-mangap ingin berkata sesuatu pada Amber tapi tak ada satupun suara yang keluar dan terdengar.

“Sudahlah yoon! Ayoo..kita ke apartemenmu saja.aku akan mengobati lukamu.” Ucap amber sambil membantu yoona berdiri. Tapi begitu hampir berdiri Yoona dan amber terjatuh bersama.

Amber sudah tak mampu menahan tangisnya melihat temannya dalam keadaan sangat mengenaskan seperti ini. Amber menangis sambil merengkuh tubuh yoona dalam pelukannya.Yoona juga menangis sejadi-jadinya. Amber walaupun terkenal cewek paling tegas dan kuat di M-27. Sebenarnya adalah wanita yang sangat care dengan yoona apalagi mereka telah hidup dan berjuang bersama selama lima tahun. Mana mungkin Amber tak menangis dan merasakan hatinya sakit melihat sahabatnya menderita seperti ini sedangkan ia tak mampu menolongnya.

“Ya..tuhan kenapa kau ciptakan hidup yang sangat malang untuk anak ini?” ucap Amber sambil membelai rambut yoona.

Amber walau baru kenal yoona selama lima tahun tapi ia sudah sangat tahu bagaimana hidup yoona dulunya.karna ia adalah satu-satunya yang dipercaya yoona saat pertama kali yoona menjadi murid agen mirror. Amber masih menangis dan sekali lagi mengakat tubuh yoona berdiri dan memapahnya membatunya berjalan keluar dari ruangan penyiksaan itu.

“Maaf aku tidak bisa menolongmu..aku teman yang tak berguna!” ucap Amber sambil berjalan memapah yoona.

Yoona menggeleng-gelengkan kepala menandakan ia tidak setuju dengan ucapan amber tadi.Akhirnya mereka berhasil keluar dan membawa yoona ke apartement dan mengobati luka yoona.

 

~***~

Saat pagi menjelang siang terlihat dicaffe yang sama siwon sendirian sedang duduk dimeja yang dulu ia duduki saat pertama kali bertemu yoona.terlihat di atas meja ada tiga gelas exspresso yang sudah kosong serta sebuket buang matahari yang mulai layu. Dan untuk sekian kalinya ia mencoba menghungi nomor ponsel yoona tapi tetep nihil nomor ponsel yoona sudah tidak aktif.

Pasalnya dari semalam setelah pulang kencan dengan yoona dan menelpon yoona ia sangat mengkhawatirkan keadaan gadis itu karana secara tiba-tiba terdengar suara bantingan yang keras dan tiba-tiba juga pembicaraan mereka terputus. Siwon sangat takut akan sesuatu yang berbahaya sedang terjadi terhadap yoona.makanya ia sendiri akhirnya ingin memastikan bahwa yoona tak apa-apa dan berharap bertemu yoona hari ini di caffe.

“Mischa kau dimana?sedang apa?apa kau baik-baik saja?” Tanya siwon sambil memandang kosong tempat dulu yoona sering berdiri bersama pelayan lainnya.

“Besok aku sudah harus kembali ke Korea..aku hanya ingin bertemu dan melihat keadaanmu sekali lagi mischa.” Lanjut siwon,perasaannya pun makin galau.

Sebenarnya Siwon sudah jatuh cinta pada yoona saat pandangan pertama waktu itu tapi ia tidak mempunyai keberania untuk mengungkapkan perasaannya terhadap yoona dan lebih memilih mengulur waktu untuk mengenal yoona lebih dalam.

Langitpun sudah menjadi langit sore tapi belum juga ia bertemu yoona dan kata pelayan yang ia tanyai mereka tidak tau keberadaan mischa karna menurut mereka Mischa hanya pelayan sementara atau part time.

Siwon tertunduk lemah saat langit sudah gelap dan para pelayan caffe sudah mulai membereskan caffe dan ingin menutupnya. Dengan perasaan yang sangat tak tenang siwonpun dengan langkah berat akhirnya meninggalkan caffe tersebut dan berjalan pulang kehotel untuk mengemasi peralatannya juga untuk dibawa pulang kekorea.

“Kelak jika ada kehidupan selanjutnya aku ingin bertemu denganmu lagi dan ingin mengungkapkan sesuatu dari perasaanku yang belum sempat ku ungkapkan padamu!” ucap siwon lirih begitu ia melewati tempat dimana kemarin ia menunggu yoona dan menuri yoona disana. Dan siwon tersenyum sedih melihat dipohon itu tak ada sosok yoona yang berdiri seperti kemarin.

 

~***~

Tepat setahun satelah itu…

 

Yoona,Amber,Luna dan key berjalan didalam kolidor hotel tempat dimana meraka baru saja menyelesaikan tugas mereka melumpuhkan target mereka yang seorang pembunuh bayaran yang ingin menyusup agen Mirror. Mereka berempat berjalan santai dengan pakaian serba hitam dan kaca mata hitam.

“Apakah kau yakin bahwa kamera tersembunyi disana tadi telah kau remove?” Tanya luna pada key.

“Tentu seperti biasa” jawab key yakin.

“Lalu kau, dan Amber telah menyimpan barang bukti dan mengilangkan jejak?” Tanya luna ke yoona.

Yoona memanggutkan kepala dan menunjukan ibu jarinya tanda bahwa semuanya telah beres.

“Baiklah..tugas hari ini selesai ayoo kita pulang!” ucap luna tersenyum puas dan mereka segera berjalan kearah basement dan naik kedalam mobil. Key si pengemudi segera menjalankan mobilnya keluar dari arena lokasi.

Tepat saat mereka keluar, mereka tidak sadar sama sekali ada dua mobil yang ikut keluar dari basement dan mengekori mobil mereka. Sepanjang perjalanan dan mengikuti mereka hingga sampai di dorm Mirror yang terlihat seperti apartement mewah dari luar.

Yoona berjalan bersama Amber di lobi sambil berbincang-bincang seperti biasa. Tapi tiba-tiba yoona merasa suasana asing di sekitar lobi. Ia melihat orang-orang asing berkeliaran di lobi juga memakai baju hitam dan tidak sengaja yoona memergoki seseorang yang sedang berdiri didepan lift sambil membaca Koran seakan mencuri pandang padanya.

“aku merasa ada yang sedang mengawasi kita” ucap yoona berbisik pada amber.

“Benar aku juga merasa sesuatu yang janggal disini.” Ucap Amber lalu mengedarkan pandangannya ke orang-orang yang ia curigai disekitarnya.

DOOORRRR!!!

Tiba-tiba suara ledakan pestol yang terdengar dari lantai atas memecah kesunyian dan tiba-tiba keadaan kacaupun tiba! Semua agen mirror yang berada dilobi beraksi sambil mengeluarkan pistol yang tersembunyi dipakaian mereka. Yoona dan Amber langsung berdiri sambil saling memunggungi bak Charlies angel lalu mereka juga mengelurkan pstol yang tersembunyi di celana panjang mereka yang terbuat dari kulit.

Dan orang-orang yang mencurigakan tadi juga mengeluarkan pestol dan terlihatlah lambang di badan pestol itu bahwa orang-orang itu ada kepolisian intel terbesar di America. Ternyata agen mirror telah dikepung dan tertangkap basah keberadaannya.

Doorr!!

Satu tembakan diluncurkan agen mirror ke dada police  dan police lain melakukan tembakan keagen mirror dan sekejap suasana dilobi berubah menjadi seperti lapangan tembak. Yoona dan Amber segera berlari kelantai atas dan begitu mereka dilantai lima kedaan sama semua. Antara agen mirror dan police saling lembar tembakan dan terlibat dalam perkelahian hebat.. Tiba-tiba yoona teringat sang ayah..

“OMG..MY FATHER!!” pekik yoona sambil berlari lewat tangga darurat.karna pintu lift telah dimatikan dan di blok dan orang orang yang didalam lift pun jerjebak tak bisa keluar.

Suara tembakan sudah terdengar dimana-mana suara sirine dari mobil police yang terpakir melingkari gedung dan menggaris tali police sudah meraung-raung. Yoona dan Amber terus berlari sambil sesekali mereka bertemu police di tangga darurat terlibat perkelahian dan membaknya dengan tepat terus seperti itu.polisi pun menembak kearah yoona dan amber tapi meleset.

Yoona dan amber keluar dari dari tangga darurat dan disana terlihat sudah banyak korban berjatuhan dan bau darah sudah semerbak diruanagan berAC tersebut lantai kramik sudah tak berwarna putih tapi kini berubah menjadi berwarna merah.

“Berhenti kalian!” teriak seorang police yang memergoki  Yoona dan Amber yang sedang berlari menuju ruang apartement yoona.

Tapi baik yoona maupun amber mengacuhkan perintah itu mereka turus berlari dan Amber dengan sigap melesatkan peluru terakhir dari pestolnya kekepala police didepannya. Dan seketika kepala polisi itu mengelurakan darah segar. Yoona makin panik dan berlari tiba-tiba dan menghajar setiap police yang menghalangi langkahnya dengan jurus tendangan taekwondonya..

DOOORRR~~

Yoona mendengar suara tembakan dari belakang tubuhnya berbarengan dengan jeritan keras dari Amber, dan tepat saat ia menengok kebelakang Amber telah tersungkur jatuh karna lehernya yang tertembak. Yoona langsung menangis dan menghampiri temen terbaiknya.

“Amberr!!!” teriak Yoona dan dengan sekali hentakan yoona menembakan peluru dari pistolnya tepat mengenai dada police yang telah menembak amber.

“Yoon Mischa!! Larilah..selamatkan dirimu!jangan pedulikan aku! Cepat cari ayahmu!” ucap Amber sambil menahan sakit yang ia rasa.

“Tapi kau juga harus bertahan!kumohon!” ucap yoona  menangis dan memeluk tubuh amber yang sudah melemah. “Ini bukan kau Amber..mana Amber yang kuat? Kumohon bertahan!” Tanya yoona dalam tangisnya. Darah terus saja keluar dari leher Amber dan tangan yoona jadi penuh darah segar yang mengalir.

“Ja..ngan..pe..pe..du..li..kan..aku!” ucap Amber dengan susah payah tiba-tiba darahpun keluar dari mulut Amber dan mengenai baju yoona.

“Amber my best friend!!” teriak yoona panic begitu mulut Amber terus mengeluarkan darah.

“Thank you…ve..ry..mua..much..kau te..telah..me..nga..gap..ku sa..ha..bat..mu!hiduplah dengan ba..ba..ik..!” ucap Amber sudah payah dan tepat ia mengucapkan itu Amberpun sudah tak mampu menahan sakit yang ia rasa dan ia pun memejamkan matanya dan mendamaikan hidupnya sendiri.Amber meninggal.

“Tidakkk!!!!” Teriak yoona memecah keadaan yang mencekam itu. “Amber bangunlah..kenapa kau meninggalkan diriku amber?katanya kau ingin selalu menjadi sahabatku?mana janjimu? Kau sama saja dengan yang lainnya yang selalu meninggalkan dan menyakit hatiku Amber!” tangis yoona sambil mengguncang-guncang tubuh amber yang tar bernyawa.

“Yoona!!Lari nak!!”

Yoona menolehkan kepala dan berdiri melepas tubuh amber ia melihat sang ayah berlari kearahnya dan sambil menghindari peluru yang ditembaki police yang mengejarnya. Yoona pun berlari menghampirI ayahnya dan memeluk ayahnya. Lalu mereka lari berdua bergandengan tangan. Tapi tepat police menembakan peluru ke kaki kiri yoona. Dan  yoona merinti menahan sakit yang ia rasa.tapi ia terus berupaya lari dan melindungi ayahnya. Tapi entah bagaimana tiba tiba saat dua peluru segaligus terbang keatah mereka sang ayah berdiri didepan yoona melindungi tubuh yoona dan membiarkan dada dan perutnya terkena peluru tersebut.

“APPPAAA!!!” Teriak yoona histeris langsung berjongkok dihadapan ayahnya yang terjatuh lemas.dan sekujur tubuh ayahnya telah banyak mengeluarkan darah.

“Yoona..ma..maafkan appa, te..alah..membuatmu ..susah..nak..ja..nji..lah pada appa..bah..wa kau..a.kan selalu..hidup..sampai..na..nti..te..mui..lah..ibu..mu dan su..li.. nak.. “ ucap sang ayah dengan susah payah..lalu ia mengambil secarik kertas disaku jaketnya dan memberikan pada yoona.

“Itu..al..lamat..ru..mah..me..reke..ka, di..se.oul..!” ucap lagi ayahnya. Dan matanya mulai terasa berat.

“Ayah..aku tak perlu mereka!!aku hanya ingin kau hidup dan tak meninggalkaku!! Appa!!aku benci kau! Kau yang telah membuat hidupku sengsara tapi kenapa kau yang akhirnya juga meninggalkan aku appa!!!” teriak yoona histeris.dan tidak menyadari bahwa ayahnya telah menghebuskan napas terakhirnya.

“Appa!!! Aku harus bagaimana sekarang?jawab aku!!” teriak yoona sambil memaksa appanya menjawab kesedihannya. Dan mengguncang-guncang tubuh ayahnya.

“angkat tangan dan ikuti perintah kami!” cetus police yang sudah berdiri dihadapan yoona. Mau tak mau yoona mengangkat tangannya dan menyerahkan diri kepada polisi tersebut, pistol masih digenggaman tanganya dan dengan segerah ia menembakan kearah police tersebut tapi sayang peluru sudah habis.dan yoona pun melempar pestol itu dengan kesal.

Police tadi segera memborgol lengan yoona dan menyeret tubuh lemas yoona yang kaki kirinya kena luka tempak kelantai bawah dan dikumpuli oleh mafia mirror yang masih hidup tapi telah terluka tembak.yoona masih menangis dan menangis sampai ia dibawa ke kantor polisi dan dijatukan hukuman berat selama 6tahun. Karna statusnya yang sebagai warga asing dan korban anggota mirror makanya hanya 6 tahun penjara yang yoona terima dan setelah masa hukumannya selelsai ia akan dipulangkan kenegara aslinya.

 

Yoona didalam sel penjara memandang sedih menerawang kembali ingatan-ingatannya selama ini..ia memunculkan kembali wajah-wajah orang yang telah hidup bersamanya dan meninggalkannya.tapi tak ada sedikitpun dimata yoona untuk meneteskan airmata karna mungkin air matanya sudah kering.

Dan entah kenapa ingatannya yang dulu sempat ilang kini muncul di pikirannya dan memutar ulang kejadian 10 tahun lalu.

Sepuluh tahun lalu. Yoona tidak sengaja mendengar pembicaraan ibunya dengan seseorang ditelepon.

 

“Iya..jadi wanita bernama Taeyeon itu juga istri dari Park jungsoo?” Tanya ibunya dengan orang disebrang telpon.

“Berapa lama mereka telah menikah?” lanjut ibunya dengan suara terdengar serak. Yoona yang tidak terlalu mengerti pembicaraan ibunya itu hanya terdiam setia mengupingi.

“Apa?hampir lima tahun?” ibu yoona pun memekik kaget.

“Ah…tidak aku bukan siapa-siapa aku hanya Seohyun teman dari park jungsoo.” Lalu Ibu yoona menutup teleponnya dan menangis histeris.Yoona yang kala itu baru berusia 6 tahun hanya mengerti ibunya sedih setelah membicarakan ayahnya bersama orang lain ditelepon. Tapi tidak paham dengan apa yang dibicarakan tadi.

Dan semenjak itu ibu yoona jadi sering menangis dan sakit – sakitan. Ibu yoona yang memang mengidap penyakit lemah jantung akhirnya pingsan dikamar setalah melihat photo Taeyeon dan yoona juga sudah melihat photo taeyeon tapi sudah terobek menjadi serpihan kecil-kecil dan yoona berusaha menyatukan foto itu tapi tetap tidak bisa mengenali wajah siapa di photo robek itu. Dan besoknya ibunya  meninggal dunia.

Dan yoona juga mengingat kejadian dimalam hari dimana Taeyeon sedang bertengkah dengan park jungsoo/ayahnya. Karna kebangkrutan ayahnya. Saat itu sulli yang usai menangis bersamanya telah tidur lalu yoona beranjak keluar kamar dan mengupingi pembicaraan ayah dan ibu tirinya.

“Sudah lima tahun aku terus mengalah park jungsoo!!” teriak taeyeon dalam tangisnya. “Kau tak memperdulikan aku dan Sulli sedikitpun!kau hanya memikiran Seohyun dan Yoona!!”

“Aku tak bermaksud seperti itu sungguh!” terdengar suara ayahnya yang juga terdengar serak.

“Kau telah memberi banyak kebahagiaan terhadap Seohyun dan yoona,tapi tidak untukku dan Sulli!” lanjut taeyeon masih dalam tangis dan suara keras. “Sekarang setelah tiga tahun bersama kukira kau juga akan memberi kebahagian yang sama dengan yang dulu tak kudapatkan sebagai istri simpananmu!Sulli itu juga darah dagingmu!kenapa tak adil?”

“Aku sunnguh minta maaf bagaimana pun aku memang lelaki bodoh yang tak dapat adil kepada orang yang aku cintai! Seohyun ia sakit maka aku slalu memberi ketenangan untuknya.dan kau bukankah sepulang kerja aku selalu mengunjungimu dan Sulli?” ucap park jung soo.

“Sudahlah lupakan! Aku sudah tak tahan bersamamu! Sekarang kau telah bangkrut baru minta perhatiian dariku dulu kau kemana saja??!huh?!dan kalau kau mau tetap berkerja di Amerika pergilah ajak anakmu Yoona!aku akan tetap hidup bersama Sulli!” pekit Taeyeon. Lalu terdengar suara langkah kaki menuju pintu.yoona yang sedari tadi menguping lekas berlari dan mengumpat dibalik sofa dan menangis sambil menutup mulutnya agar tak keluar suara isak tangisnya.

Yoona tersenyum kecut mengingat semua itu baru muncul sekarang tapi ia bersyukur karna telah dapat memecahkan satu masalah kenapa Taeyeon dan sulli bisa tiba-tiba datang kehidupannya setelah dua bulan ibunya meninggal. Itu karna Taeyeon istiri kedua ayahnya dan Sulli adalah anak mereka.

“Hidup ini entah emang sudah takdirku atau bukan..? sebenarnya aku sudah tahu ini akan terjadi saat kematiian ibuku.. wanita bernama Taeyeon dan appakulah dalang penyebab semua ini! Aku akan memecahkan semua kejadian masalaluku dan merubah takdirku sendiri..Taeyeon kau adalah orang yang membunuh ibu ku dengan berselingkuh dengan ayahku.aku tau sulli itu adalah anak kau dan ayahku.tapi bodohnya aku pura-pura tidak tau..dan kenapa kau meninggalkan kami setelah apa yang telah kau dapati?huh?dan kau ayahku yang bodoh..kau telah sukses menyakiti ibu dan hatiku. Semoga kau dapat memohon ampun disurga sana pada eomma! Dan biarkan semua masalah dunia aku yang akan membukanya, sedang caraku sendiri!!”

Yoona memalingkan pandanganya kejeruji sel sebelahnya dan mendapati Jessica yang  terduduk lemas dengan wajah penuh lebab. Ia jadi ingat setahun lalu ketika ia disiksa Jessica saat itu. Dan Yoona tau kenapa Jessica sangat marah padanya itu karna ia menyukai Taecyeon tapi teacyeon malah menyukainya.

“Syukurlah..kau masih hidup senior! Aku tak pernah menyukai Taecyeon sedikitpun,dia bukan lelaki yang menarik.”

Ucap yoona sambil tersenyum kecut memandangi Jessica yang sangat mengenaskan.

“Aku ingin semua ini cepat berlalu!”

 

~TBC~~

Hee..eemm..kisah selanjutnya silakan tunggu part.4 yaaa… ^_^ semoga YonWon kita bertemu kenbali!!! Dan semoga part na gak panjang2 hehe..kayanya sih Cuma 8 part aja..jadi terus baca kisahnyanya ya…😀

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

146 Komentar

  1. any

     /  Mei 12, 2014

    Semakin tragis aja nasib yoona. Abang siwon kemana perginya. Tadi aku kira siwon itu salah satu polisi yg lagi grebek gengnya yoona. Ternyata bukan. 6 tahun lamaaaaaa….

    Balas
  2. ya ampun kasian bgt hidup yoona..
    smoga cpt lepas dr kesedihan n cpt mendapatkn kebahagiaan.

    Balas
  3. Evi

     /  Juli 12, 2014

    Menenggangkan tpi bkin aku nangis jga kasian yoona eonni😦

    Balas
  4. Evi

     /  Juli 12, 2014

    kasian yoona eonni😦

    Balas
  5. Jadi nangis aku bacanya, banyak sekali penderitaan yg di alami Yoona. Ini cerita benar2 bikin terhanyut saat kita membacanya, authornya punya inspirasi yg luar biasa

    Balas
  6. ini ff ngeri banget hueeeeee. tapi great thor!!

    Balas
  7. Cha'chaicha

     /  Oktober 20, 2014

    Jarang”kan yoona jdi mafia, yoonwon pasti ktmu lagi..

    Balas
  8. tiffany

     /  Desember 20, 2014

    Amber…omg

    Balas
  9. Waduuuh agak sulit ya ngebayangin yoona berkelahi dan baku tembak tp beneran ceritanya keren lain dr yg lain
    Penasaran apa yg akan yoona lakukan setelah pulang ke korea dan bgm siwon?bisakah mereka bersama?
    Lanjuuut

    Balas
  10. Mga ajh yoona trlpas dr ksdhan n ktrprukan.a slma in…

    Balas
  11. HanA

     /  Februari 4, 2015

    Kasihan sekali yoona eonni, dendamkah dia ke ibu tirix?

    Balas
  12. sdhifakhri

     /  Maret 21, 2015

    Kasihan bgt yoona

    Balas
  13. Aku nangis baca chapter ini. Kasihan waktu baca bagian Yoong Eonni disiksa dan waktu Amber kena tembak. Kasihan banget sih nasib Yoong Eonni. Jadi tu Sulli saudaraan to…

    Balas
  14. Zhahra

     /  Mei 11, 2015

    Kasihan yoona unni
    harus kehilangan orang” yang di cintainya
    wonpa udah balik ke korea….?
    Semoga aja mereka cepat bertemu lgi
    dan wonpa bisa membawa unni kluar dr dunia mafia yang kejam itu
    gag rela yoona unni di siksa kayak gitu

    Balas
  15. anna

     /  September 30, 2015

    sungguh mslang benar nasib yoona lalu bagai manakah kisah cintanya,apakah dia akan mendapat keadilan

    Balas
  16. paris

     /  November 17, 2015

    Kasihan banget yaaa tuhan yoona😦
    Dia harus kehilangan ayah dan sahbatnya, dan dia juga menderita.. trus dia juga harus menjauh dari siwon karena takut siwon celaka😦 semog kemudia hari yoona bisa hidup bahagia

    Balas
  17. Aduhh,siwon oppa balik ke seoul lagi😦 kasian yoona ga pnya siapa2 lg😦 smoga ibu tiriny yoona mau menerima yoona

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: