[FF] The Right Woman For Me (Chapter 2)

[FF] The Right Woman For Me (Chapter 2)

Title : The Right Woman For Me

Type : Sequel

Author : Nita Rahayu/Choi Hyun Mi

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Tiffany Hwang (SNSD)
  • Song Jieun (Secret)
  • Shin Min Ah/Choi Min Ah
  • Yesung (Super Junior)

Genre: Romance , Sad,

Rating : PG 15+

******

“Summan shwi eo do, hwajang anhaedo, neon areum dawo, nun busheo…….”

“Walaupun ketika kamu bernafas, walaupun dirimu tanpa make-up, kamu cantik dan mempesona……”

A-Day (Kyuhyun Part)

Author POV

“Dokter Im” Teriak seseorang memanggil Yoona dari kejauhan. Sang pemilik nama menoleh dan bibirnya tertarik melihat siapa yang memanggilnya.

“Dokter Cho, kau belum pulang?” serunya saat Kyuhyun sudah berada di depannya dengan nafas yang tersenggal-senggal. Sejenak Kyuhyun mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Yoona.

“Belum, apa kau mau pulang Dokter Im?” tanya Kyuhyun balik. Yoona mengangguk sebagai jawaban. “Bagaimana kalau aku mengantarkan mu pulang, ini kan sudah malam lagi pulang kau tidak bawa mobil kan?” tawar Kyuhyun sedikit ragu. Yoona terdiam mendengar tawaran dari laki-laki yang masih mengenakan jas putihnya itu. Tak lama Yoona membuka mulutnya.

“Apa tidak keberatan? Aku ingin ke panti asuhan dulu, aku harus menjemput Yoon Mi” jawab Yoona yang membuat Kyuhyun tersenyum.

“Tidak apa-apa, kebetulan sekali aku juga ingin bertemu dengan Yoon Mi. Kalau begitu tunggu aku Dokter Im, aku ambil tas dulu” segera Kyuhyun pergi dari hadapan Yoona dengan sedikit belari. Sementara Yoona tersenyum lalu duduk di kursi panjang.

******

Siwon membuka lemari pendingin lalu mengambil botol soft drink dan segera meminumnya dengan cepat untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Sejenak dia terdiam beberapa saat sambil matanya melihat tangan kanan nya yang terbalut perban. Kedua sudut bibirnya tertarik menampakan senyum manisnya yang di hiasi dengan lesung pipit di pipi.

“Dokter Im Yoona, berapa usianya?” gumamnya sambil terus menampakan senyum khasnya.

Setelah cukup lama melamun, Siwon menaruh botol soft drink di meja makan lalu di langkahkan kakinya menuju kamarnya. Siwon membuka pintu kamarnya dengan berat lalu berjalan ke arah nakas yang terdapat di sisi tempat tidurnya. Tak lama dia mengeluarkan sebuah kotak berwarna coklat lalu duduk di tepi ranjang.

Siwon mulai membuka kotak itu, yang terdapat sebuah album foto yang cukup besar. Tangan kekarnya perlahan mulai membuka lembar demi lembar album foto tersebut dengan wajah yang hampir tanpa ekspresi.

“Untuk apa aku menyimpan semua ini, semua ini sangat menyakitkan untuk ku” bisik nya pelan lalu menutup album foto itu sedikit kasar. Siwon kembali menaruh album foto yang berisikan fotonya saat-saat bersama Hara ke nakas dan segera membaringkan tubuhnya. Tangannya merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel, tak lama di tekannya menu kontak untuk mencari nama seseorang. Setelah menemukan nama yang akan di hubunginya segera dia menempelkan ponsel berwarna hitam itu pada ujung daun telingannya.

………..

………..

………..

“Yeoboseo” suara itu terdengar setelah Siwon menunggu cukup lama.

“Yeoboseo, Dokter Kim maaf mengganggu malam-malam” seru Siwon pada orang di sebrang sana.

“Siwon-ahh, tidak kebetulan aku sedang istirahat. Ada apa Siwon-ahh?”

“Dokter Kim. Tadi sore aku ke rumah sakit tapi anda tidak ada, saya dengar anda di alih tugaskan ke Mokpo”

“Ahh iya Siwon-ahh tapi hanya satu bulan, oh yah kau kerumah sakit? Apa kau membawa ibu mu ke rumah sakit?” tanya Dokter Kim Jong Won khawatir.

“Tidak, ibu ku baik-baik saja. Hanya saja tadi aku memeriksakan tangan ku yang terluka” jawab Siwon di sertai senyumannya.

“Benarkah, siapa yang merawat tangan mu?” tanya nya lagi.

“Dokter Im, maksud ku Im Yoona. Katanya untuk sementara waktu dia yang menggantikan tugas anda di rumah sakit” ujar Siwon mantap.

“Oh Dokter Im Yoona, yah baguslah tadinya ku pikir bukan Dokter Im yang menggantikan posisiku untuk sementara. Padalah dia sangat sibuk sekali” ucap Dokter Kim yang membuat Siwon menyernyitkan dahinya.

“Maksud anda apa Dokter Kim?” tanya Siwon

“Dokter Im Yoona itu…Siwon-ahh maaf nanti ku hubungi lagi, tiba-tiba ada pasien yang kritis aku harus segera ke ruanganya”

Klik….Dokter Kim mengakhiri sambungan secara sepihak.

Siwon masih tak mengerti dengan perkataan Dokter Kim yang menggantung itu.

Dokter Kim Jong Won adalah Dokter di rumah sakit yang sama dengan Yoona dan Kyuhyun, usianya sudah menginjak 33 tahun dan sudah memiliki seorang istri dan dua orang anak yang semuanya laki-laki. Dokter Kim atau Siwon kadang selalu menyebutnya Dokter Yesung, merupakan Dokter pribadi keluarga Choi. Sudah 3 tahun Dokter Kim menjadi Doker pribadi untuk keluarga Choi dan sudah hampir 5 bulan ini Dokter Kim yang merawat ibu Siwon. Maka tidak heran Siwon sangat akrab dengannya. Karena bagi Siwon, Dokter Kim sangat berjasa karena sudah membuat ibunya selamat dari maut. Walaupun sampai sekarang ibunya masih terbaring koma.

Siwon menaruh ponsel di dekat kepalanya lalu kembali pikirannya melayang pada sosok Dokter yang dia temuai hari ini.

“Sepertinya besok aku harus ke rumah sakit lagi” gumamnya lalu secara perlahan kelopak matanya menutup yang membuatnya terbawa ke alam mimpi.

******

Mobil yang di kendarai Kyuhyun berhenti tepat di pekarang panti asuhan yang cukup besar itu. Tak lama keluarlah dua sosok dari dalam mobil berwana merah itu. Yoona berjalan mendahui Kyuhyun karena tidak sabar bertemu dengan malaikat kecilnya, Kyuhyun tersenyum simpul melihat tingkah Yoona yang sudah sangat merindukan putri kecilnya itu. Lalu berjalan mengikuti Yoona yang sudah berada di ambang pintu.

Yoona menekan bel beberapa kali, tak lama keluarlah sosok Jieun dari dalam menyambut kedatangannya dengan senyuman.

“Annyeong Jieun, aku datang menjemput Yoon Mi” seru Yoona tiba-tiba.

“Aku sudah tahu, masuklah” perintah Jieun lalu Yoona dan Kyuhyun pun masuk kedalam.

“Yoon Mi sudah tidur, kalian berdua duduk lah. Aku ambil Yoon Mi dulu” perintah Jieun yang mendapat anggukan dari Kyuhyun dan Yoona.

Tak berapa lama menunggu, Jieun keluar dengan menggendong Yoon Mi yang sudah terlelap dalam tidurnya.

“Oh anak Eomma, maaf Eomma baru menjemput mu” Yoona bangkit dari duduknya lalu menghampiri putri kecilnya yang di gendong Jieun. Yoona mengambil Yoon Mi dari Jieun dan  mengelus pipi chubby anaknya itu dengan lembut.

“Jieun, apa hari ini Yoon Mi rewel? Maaf hari ini aku tak menjenguk Yoon Mi, karena di rumah sakit banyak pasien jadi aku tidak sempat kemari” ujar Yoona sembari menyandarkan kepala putri kecilnya itu di dada.

“Hari ini Yoon Mi tidak rewel, sudahlah Yoona tidak apa-apa aku mengerti kau sangat sibuk sekali” Jieun tersenyum lalu menyentuh pundak Yoona.

“Terima kasih Jieun…”

“Euhhhh” Yoon Mi menggeliat di dalam gendongan Yoona.

“Yoon Mi-ahh ini Eomma, kau bangun sayang” Yoona mengelus rambut Yoon Mi sayang melihat malaikat kecilnya itu terbangun dari tidur nyenyaknya.

“Yoon Mi ini ahjjusi, kau sudah bangun” Kyuhyun beranjak dari duduknya dan menghampiri Yoona.

“Dokter Im berikan Yoon Mi padaku, aku ingin menggendongnya” seru Kyuhyun antusias. Yoona tersenyum lalu memberikan Yoon Mi pada Kyuhyun.

“Uhhh Yoon Mi-ahh ahjjusi merindukan mu, sudah lama kita tidak bertemu. Apa Yoon Mi juga merindukan ahjjusi?” Kyuhyun mengajak bicara putri kecil Yoona yang baru berusia 3 bulan itu. Seakan mengerti dengan apa yang di katakan Kyuhyun, Yoon Mi tersenyum manis membuat Kyuhyun ikut juga tersenyum.

“Oh Yoon Mi-ahh kau cantik sekali, kau juga merindukan ahjjusi yah?” tanya Kyuhyun yang kembali membuat Yoon Mi tersenyum karena di ajak bicara.

“Yoon Mi, Yoon Mi rindu Kyuhyun ahjjusi?” seru Yoona tiba-tiba, yang kembali membuat Yoon Mi tersenyum pada ibunya itu. Yoona tersenyum lalu mencubit pipi anak semata wayangnya itu gemas. Yoon Mi memang baru berusia 3 bulan, jadi tidak heran anak seumurnya masih terlihat lucu apalagi ketika di ajak bicara selalu tersenyum manis.

“Sepertinya Yoon Mi bahagia sekali” ujar Jieun yang juga ikut tersenyum..

“Iya, mungkin Yoon Mi juga merindukan ku” ucap Yoona yang masih tersenyum bahagia.

“Dokter Im, ini sudah malam ayo kita pulang” seru Kyuhyun tiba-tiba yang mendapat anggukan dari Yoona.

“Jieun, aku pulang dulu yah. Terima kasih sudah menjaga Yoon Mi hari ini” ujar Yoona sembari berjalan menuju pintu.

“Ya, kau tidak usah sungkang Yoona. hati-hati di jalan nya” Jieun tersenyum manis pada sahabatnya itu.

Kyuhyun kembali menyerahkan Yoon Mi pada Yoona, kini Yoon Mi sudah kembali tertidur. Secara perlahan mobil merah Kyuhyun sudah meninggalkan pekarangan panti asuhan.

******

Yoona POV

Ku baringakn putri kecil ku di atas tempat tidur ku, sebelum aku pergi keluar kamar tak lupa ke kecup pipi chubby nya sekilas lalu melangkahkan kaki ke ruang tengah untuk menemui Dokter Cho yang sudah menunggu.

“Minumlah dulu” ujar ku sambil membawa nampan berisi dua gelas teh hijau yang masih panas.

“Terima kasih Dokter Im” jawabnya dengan senyum di wajahnya.

“Terima kasih Dokter Cho, kau sudah mau mengantarkan ku dan Yoon Mi pulang” ucapku membuka pembicaraan.

“Iya sama-sama, tapi bisakah kita merubah gaya bicara kita. Maksud ku, supaya lebih akrab panggil saja aku Kyuhyun Oppa” ujarnya sedikit ragu.

“Kyuhyun Oppa, sepertinya itu tidak buruk. Baiklah, tapi kalau di rumah sakit tetap panggil Dokter Cho kan?” tanya ku lalu tersenyum padanya.

“Baiklah, Yoona-ahh” jawabnya kami pun tertawa bersama-sama.

“Yoona-ahh, boleh aku tanya sesuatu pada mu?” ujarnya tiba-tiba kini aku merasa suasananya berubah menjadi serius.

“Tanya apa Kyuhyun Oppa?” heran ku sambil menatapnya.

“Emm 5 bulan sudah Dokter Lee meninggal, apa kau tidak merasa kesepian?” pertanyaan itu membuat aku tertegun. Setelah Kyuhyun Oppa bertanya seperti itu, entah kenapa rasanya mulutku susah untuk berkata dan rasanya hati ku sakit mendengar nya.

“Maaf, apa aku salah bicara Yoona-ahh. Aku benar-benar minta maaf” suara parau Kyuhyun Oppa menyadarkan ku dari lamunan. Aku berusaha tersenyum untuk membuatnya tidak merasa bersalah lalu perlahan ku buka mulut untuk menjawab pertanyaannya.

“Kesepian, iya aku memang kesepian karena merindukan sosok Min Ho Oppa dan rasanya sulit sekali untuk mencari seseorang yang bisa menggantikan sosok Min Ho Oppa di hati ku.”

End of Yoona POV

******

Kyuhyun POV

“Kesepian, iya aku memang kesepian karena merindukan sosok Min Ho Oppa dan rasanya sulit sekali untuk mencari seseorang yang bisa menggantikan sosok Min Ho Oppa di hati ku.”

Ulu hati ku sakit mendengar penuturan itu dari bibir mungilnya, sungguh aku merasa dada ini sesak dan tak bisa bernafas. Aku tersenyum getir mendengar ucapannya yang sungguh membuat hati ini sakit. Ternyata benar dugaan ku, Yoona masih belum bisa menggantikan sosok suaminya dengan laki-laki lain. Ku ambil gelas yang berisi teh hijau lalu meminumnya pelan untuk menyembunyikan kekecewaan yang tergambar di wajah ku.

“Kyuhyun Oppa kau tidak apa-apa?” suara lembutnya membuat ku terpaksa harus menyembunyikan kekecewaan di wajah ku dengan senyuman.

“Ya aku tidak apa-apa” jawab ku pelan.

Setelah pulang dari apartement Yoona, ku putuskan untuk kembali ke rumah sakit karena malam ini aku kebagian tugas menjaga seorang pasien yang sedang kritis. Tapi, langkah ku terhenti di depan pintu putih yang tergantung nama “Dokter Im”, ku balikan badan ku lalu melihat pintu ruangan Yoona dengan tatapan lirih. Sungguh, kata-katanya tadi membuat ku semakin takut mengutarakan perasaan ku padanya. Yoona, memang belum siap mencari ayah untuk Yoon Mi sekaligus suami baru baginya kerena dia begitu sangat mencintai Dokter Lee.

Lama aku berdiri mematung di depan pintu ruangannya, sampai pada akhirnya ku putuskan untuk memutar knop pintu dan perlahan masuk kedalam. Terlihat ruangannya yang sangat rapi, langkah kaki ku pelan sembari mataku mengelilingi ruangan yang cukup besar untuk pemeriksaan ini. Lalu mataku menangkap sebuah figura yang terdapat di mejanya. Perlahan ku ambil dan kembali seulas senyum kegetiran yang tertarik di kedua sudut bibir ku melihat foto dalam figura tersebut adalah foto pernikahannya dengan Dokter Lee.

“Rupanya kau sangat mencintainya” bisik ku pelan lalu kembali menaruh figura tersebut di tempat semula.

Tak lama kembali ku langkah kan kaki ku menuju pintu dan keluar dari ruangannya.

End of Kyuhyun POV

******

Yoona POV

Setelah Kyuhyun Oppa pergi entah kenapa aku merasa sangat kesepian, tak ada yang menemani ku mengobrol, mendengarkan curahan hati ku dan tak ada yang mengajak ku untuk bercanda. Setelah Min Ho Oppa pergi, aku memang selalu kesepian tidak ada sosok yang tidur bersama ku, makan bersama ku, menonton tv bersama ku dan yang lainnya. Dan setelah Min Ho Oppa pergi untuk selamanya meninggalkan ku, sosok Kyuhyun Oppa lah yang selalu berada di samping ku dia selalu mendengarkah keluh kesah ku dan aku selalu bercerita tentang semua kehidupan ku padanya. Kyuhyun Oppa,  aku memang sudah menganggapnya sebagai seorang kakak yang sangat ku sayangi. Kyuhyun Oppa juga menyayangi malaikat kecil ku Yoon Mi, bahkan semua perhatiannya di berikan pada Yoon Mi

Ku pandang wajah mungil putri kesayangan ku ini dengan seksama, senyum terukir di wajah ku melihatnya tumbuh dengan sehat. Pipinya yang chubby membuatku semakin gemas melihatnya, apalagi sekarang dia sudah mulai berinteraksi dengan orang yang mengajaknya bicara. Sungguh aku bahagia, tapi pertanyaan yang sering muncul di dalam benak ku adalah. Jika kelak Yoon Mi tumbuh dewasa, dia pasti akan menanyakan sosok ayahnya apa yang harus ku katakan padanya.

Rasanya tak tega jika aku harus menjawab bahwa ayahnya sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Tapi, hati ku masih sulit untuk menerima seseorang. Aku tak mau ada laki-laki lain di hati ku selain Min Ho Oppa, terlebih mana ada jaman sekarang laki-laki yang tertarik pada seorang janda yang sudah mempunyai anak, sungguh mustahil rasanya.

“Yoon Mi-ahh, mianhae karena setiap hari Eomma selalu meninggalkan mu. Tapi, Eomma janji Eomma akan meluangkan waktu supaya kita bisa bermain bersama, Yoon Mi tidak marah pada Eomma kan? Yoon Mi, kalau seandainya Appa ada di sini, dia pasti akan tersenyum bahagia melihat anak Eomma yang cantik ini” bisik ku pelan lalu mencium pipinya sekilas. Tak terasa kembali air mata ku keluar membasahi kedua pipi ku.

“Maafkan Eooma, Maafkan Eomma Yoon Mi”

End of Yoona POV

******

Author POV

Jam di dinding kamar Siwon masih menunjukan pukul 7.15 KST, tapi tak seperti biasanya Siwon sudah berkemas untuk pergi ke kantor. Sejenak Siwon melihat dirinya di cermin dan membenarkan letak dasinya yang sedikit tidak rapi. Lalu tak berapa lama Siwon melangkah kan kakinya keluar, dan berjalan ke arah dapur untuk sarapan.

“Tuan Muda, anda sudah bangun. Tadinya saya ingin membangunkan anda” seru Hong ahjumma sembari menarik kursi untuk Siwon.

“Hari ini aku harus berangkat pagi bi” jawab Siwon tersenyum hangat pada wanita paruh baya itu.

Hong ahjumma adalah pembantu di apartemen Siwon, sudah dua tahun lebih Hong ahjumma mengabdi untuk Siwon. Dan inilah kegiatan Hong ahjumma setiap pagi, yaitu menyiapkan sarapan untuk Siwon. Ataupun membangunkan Siwon yang kadang selalu terlambat bangun pagi.

“Apa hari ini ada rapat tuan?” tanya Hong ahjumma sembari menuangkan susu untuk Siwon.

“Iya, kemarin aku tidak ikut rapat karena harus pergi ke rumah sakit” Siwon menjelaskan alasannya yang membuat Hong ahjumma terkejut.

“Siapa yang sakit tuan? Apa Nyonya di bawa kerumah sakit?” panik Hong ahjumma sementara Siwon tersenyum mendengarnya.

“Bibi duduklah nanti ku ceritakan” seru Siwon lalu Hong ahjumma pun duduk berhadapan dengannya.

“Tuan Muda bagaimana keadaan Nyonya?” kembali Hong ahjumma bertanya kali ini raut wajahnya semakin panik.

“Keadaan Eomma baik-baik saja, dia tidak di bawa kerumah sakit” ujar Siwon lalu memakan rotinya yang sudah di lapisi selai kacang.

“Ahh syukurlah tuan, tapi untuk apa tuan ke rumah sakit?” tanya Hong ahjumma lagi.

“Kemarin tangan ku sedikit terluka jadi aku pergi kerumah sakit” ujar Siwon lalu tesenyum pada wanita paruh baya itu.

“Tapi sekarang tidak apa-apa kan tuan?” tanya Hong ahjumma lagi. Siwon menggelengkan kepala sebagai jawaban lalu kembali menyantap sarapannnya.

“Tuan Muda kemarin Nona Hara kemari, katanya dia ingin bertemu dengan mu” Suara lembut Hong ahjumma membuat laju roti yang akan masuk ke dalam mulut Siwon terhenti.

“Anda kenapa tuan muda?” Hong ahjumma cemas kerena raut wajah Siwon berubah seketika. Siwon berusaha menyunggingkan senyum terbaiknya.

“Bibi, hubungan ku dengan Hara sudah berakhir” suara berat Siwon membuat Hong ahjumma terkejut mendengarnya. Siwon tersenyum pada wanita paruh baya itu yang kini menatapnya dengan tatapan sendu,  lalu di raihnya tangan dingin Hong ahjumma dengan lembut.

“Bibi, jika Hara datang kemari. Tolong katakan aku tidak ada, sekalipun aku ada di rumah” ucap Siwon lembut lalu tersenyum hangat pada Hong ahjumma yang kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.

“Tuan muda, apakah anda di sakiti lagi?” tanya Hong ahjumma yang kali ini tak dapat membendung air matanya. Siwon tersenyum lalu mengangguk pelan.

“Bibi tidak usah khawatir dengan ke adaan ku, aku baik-baik saja” bohong Siwon berusaha menenangkan wanita paruh baya itu yang kini sedang menangisi nasibnya.

Hong ahjumma memang sudah mengenal siapa Choi Siwon, sekalipun mengenai kisah cintanya yang selalu gagal setiap akan melangsungkan pernikahan. Hong ahjumma begitu sangat menyayangi Siwon, dan sudah menganggap Siwon sebagai anaknya sendiri. Begitupun dengan Siwon, selama ibunya terbaring koma Siwon sama sekali tak merasakan kehangatan kasih sayang dari seorang ibu. Tapi, kehangatan itu bisa Siwon dapatkan dari seorang pembantu yang sangat ia hormati dan sayangi layaknya seorang ibu. Kadang Siwon melarang Hong ahjumma melakukan pekerjaan rumah yang terlalu berat, karena Siwon merasa prihatin dengan usia Hong ahjjuma yang sudah menginjak 60 tahun lebih. Tapi, Hong ahjumma tetap bersikukuh dengan prinsipnya yang harus melakukan semua pekerjaan rumah.

“Bibi aku pergi dulu kalau ada apa-apa hubungi saja aku” pamit Siwon ketika sudah keluar dari apartementnya.

“Berhati-hatilah Tuan muda” kembali Hong ahjumma menyunggingkan senyum hangatnya lalu membungkuk memberi hormat. Siwon tersenyum lalu sedikit menundukan kepalnya dan segera pergi melangkahkan kakinya.

“Kenapa nasib mu malang sekali” lirih Hong ahjjuma melihat kepergian Siwon.

******

Yoona sedang sibuk mendandani malaikat kecilnya Yoon Mi, dari tadi Yoona terus mengajak Yoon Mi bicara meskipun Yoon Mi hanya meresponya dengan senyum manisnya.

“Ahh anak Eomma sangat cantik sekali” seru Yoona lalu sedikit mencubit pipi Yoon Mi gemas, seakan mengerti apa yang di katakan ibunya Yoon Mi kembali menampakan senyum ceriannya yang membuat Yoona tersenyum bahagia.

“Hari ini Eomma akan menitipkan Yoon Mi lagi, Yoon Mi tak marah kan?” Yoona mengajak Yoon Mi bicara layaknya orang dewasa.

“Tapi Yoon Mi tenang saja, nanti siang Eomma akan kembali menjemputnya. Arraseo gadis cantik?” kali ini Yoona mencubit hidung Yoon Mi yang kembali membuat Yoon Mi tersenyum seakan senang dirinya di ajak bicara oleh sang ibu.

Tiba-tiba suara bel berbunyi, dengan segera Yoona menggendong Yoon Mi dan berjalan ke ruang tengah untuk membuka pintu. Di bukannya pintu dengan tangan kirinya.

“Oppa…” sambutnya pada laki-laki yang kini tengah tersenyum manis padanya.

“Yoona, Yoon Mi” serunya yang tak lain adalah Kyuhyun.

“Oppa ayo masuk” ajak Yoona lalu berjalan mendahui Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum lalu kakinya mulai melangkah ke dalam.

“Yoon Mi sudah mandi yah, sini ahjjusi mau menggendong mu” seru Kyuhyun lalu mengambil Yoon Mi dari gendongan ibunya.

“Uhh wangi sekali, Yoon Mi mau pergi kemana. Pagi-pagi begini sudah cantik” goda Kyuhyun pada anak berusia 3 bulan itu. seperti biasa Yoon Mi meresponya dengan senyum lebarnya.

“Oppa, tumben pagi-pagi sudah kemari ada apa?” tanya Yoona lalu duduk di sebalah Kyuhyun.

“Kita berangkat sama-sama ke rumah sakit Yoong?” jawab Kyuhyun tanpa menoleh pada Yoona.

Yah seperti itulah Kyuhyun, selalu mengacuhkan Yoona bila dia sedang asik mengajak Yoon Mi bermain. Yoona tahu betul, Kyuhyun sangat menyayangi akan semata wayangnya itu maka tidak heran, bila dia di acuhkan olehnya saat sedang bersama Yoon Mi.

“Ohh Yoon Mi, neoumu yeoppo. Semakin hari ahjjusi lihat Yoon Mi seperti ibumu” ujar Kyuhyun lalu ujung matanya sedikit menunjuk Yoona yang tersenyum mendengar ucapan laki-laki yang kini sedang asik mengajak ngobrol putri kecilnya.

“Oppa, tapi aku harus ke panti asuhan dulu aku ingin menitipkan Yoon Mi pada Jieun” ujar Yoona kembali namun kali ini Kyuhyun menoleh menatapnya.

“Arraseo, kalau begitu aku akan mengantar kan mu” singkat Kyuhyun lalu tersenyum pada Yoona.

Yoona terdiam lalu senyum tipis menghiasi bibir mungilnya, seperti biasa dia tak dapat menolak ajakan Kyuhyun. “Baikalah Oppa kalau begitu aku bersiap-siapa dulu” Yoona bangkit dari duduknya meninggalkan Kyuhyun yang sedang asik mengajak Yoon Mi bicara.

******

Siwon memarkirkan mobilnya di basement dan tak berapa lama membuka pintu mobilnya lalu keluar. “Choi Siwon” teriak seorang wanita tepat di belakangnya. Siwon menghentikan langkah kakinya lalu berbailk melihat sang pemilik suara.

“Tiffany” gumam Siwon saat melihat wanita yang memanggilnya adalah Tiffany. Tiffany tersenyum lalu berjalan mendekati Siwon.

“Hai senang bertemu dengan mu lagi” sapa Fany sedikit kikuk.

“Iya aku juga senang bertemu dengan mu, oh yah sedang apa kau di sini?” tanya Siwon pada gadis berambut coklat itu.

“Kebetulan aku ada rapat di kantor mu” jawab Fany lalu tersenyum.

“Rapat? Apa rapat tentang kerjasama untuk proyek yang ada di Jepang?” terka Siwon.

“Yah rapat itu, apa kau juga terlibat dalam proyek itu?” tanya Fany antusias.

Siwon mengangguk mantap “Iya aku juga terlibat dalam proyek itu” lalu kembali melangkahkan kakinya.

“Jinjayo?? Kalau begitu kita bisa bekerja sama Siwon” ucap Fany lalu berjalan beriringan dengan Siwon. Mereka pun berjalan memasuki kantor dan berbincang-bincang sepanjang perjalanan.

******

Kyuhyun menghentikan mobil merahnya di depan panti asuhan, tak lama Yoona keluar sambil menggendong Yoon Mi yang nampak ceria hari ini.

“Aigo Yoon Mi, kau cantik sekali” sambut Jieun sembari menghampiri Yoona. Yoon Mi langsung tersenyum mendengar pujian dari wanita berambut panjang itu.

“Jieun aku titipkan Yoon Mi lagi yah” ujar Yoona sedikit ragu.

“Sudahlah Yoong, kau jangan ragu seperti itu. Yoon Mi biar aku saja yang mengurusnya. Sini sayang sama ahjumma” dengan segera Jieun mengambil Yoon Mi dari gendongan Yoona.

“Yah sudah ini susunya, kalau Yoon Mi rewel telpon saja aku arra” ucap Yoona lalu memberikan tas perlengkapan bayi pada Jieun.

“Arraseo ibu Dokter cepat sana pergi, pasien anda sudah menunggu” ujar Jieun dengan nada canda.

“Iya iya, Yoon Mi Eomma pergi dulu yah. Yoon Mi jangan rewel, mengerti” Yoona mencium pipi anakanya itu cukup lama lalu segera berpamitan pada Jieun.

“Dadah Eomma…..” Jieun melambaikan tangan Yoon Mi saat mobil Kyuhyun sudah mulai pergi dari halaman panti asuhan.

“Cantik sekali keponakan ahjumma, ayo kita bermain lagi” seru Jieun. Seakan mengerti Yoon Mi kembali tersenyum, yang membuat Jieun gemas melihatnya

******

“Ahhh akhirnya selesai juga rapatnya” Siwon menjatuhkan tubuhnya di kursi lalu sedikit menggeliat untuk merenggangkan otot-ototnya yang sedikit kaku karena terlalu lama duduk.

“Iya Siwon, hampir 3 jam kita rapat rasanya melelahkan sekali” seru Tiffany lalu duduk berhadapan dengan Siwon.

“Kau pesan apa, biar aku yang teraktir” ujar Siwon lalu sedikit melonggarkan dasinya.

“Kau pesan apa, sama kan sajalah” jawab Tiffany singkat.

“Baiklah, pelayan lemon tea 2 yah” ucap Siwon sedikit berteriak pada seorang waiters.

Mata Tiffany seakan tidak mau lepas dari sosok tampan yang duduk di hadapannya kini, gemuruh cinta yang ia rasakan semakin bergelora di dalam hatinya. Jantungnya berdegup kencang melihat laki-laki yang amat dicintainya kini sedang duduk berhadapan dengannya. Siwon tersenyum menampakan senyum khasnya yang membuat Tiffany salah tingkah di buatnya.

“Siwon ku dengar kau akan segera menikah, apa itu benar?” tanya Fany menutupi rasa gugupnya. Siwon terdiam sejenak lalu berusaha tersenyum pada gadis yang kini memandangnya harap-harap cemas.

“Tadinya begitu, tapi pernikahan ku gagal” jawab Siwon pelan. Seketika raut wajah Fany berubah menjadi bahagia, mendapat sebuah kabar yang sangat ia nantikan selama ini

“Maksud mu, kau tidak jadi menikah?” tanya Fany pura-pura terkejut. Siwon tersenyum lalu menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

“Siwon maaf aku tidak tahu, aku kira hubungan mu dengan Hara baik-baik saja” seru Fany dengan nada pura-pura menyesal karena pertanyaan yang sudah ia lontarkan pada Siwon.

“Sudahlah, aku tidak apa-apa. Mungkin dia bukan jodoh ku, jodoh tak akan lari kemana. Jadi percayalah, semuanya sudah di takdirkan oleh Tuhan” ucap Siwon yang membuat Tiffany tersenyum mendengarnya.

Setelah Siwon mengatakan bahwa pernikahannya di batalkan, gadis berambut coklat itu merasa senang mendengarnya. Jelas, Tiffany memang sudah lama menyukai Siwon bahkan sejak pertama kali bertemu. Tapi, sayang perasaan Tiffany berbeda dengan perasaan Siwon. Selama ini Siwon hanya menganggap Tiffany sebagai teman biasa dan itu tidak lebih.

“Kesempatan ku masih terbuka lebar untuk merebut hati Choi Siwon” ucapnya dalam hati, pandangannya terus memancarkan cinta pada laki-laki yang kini tengah sibuk mengotak-ngatik Iphonenya.

******

Yoona turun dari mobil sedan berwarna hitam tepat di depan sebuah rumah mewah, tak lama seorang laki-laki paruh baya menyambut kedatangannnya.

“Dokter, silahkan masuk Nona sudah menunggu mu” sambut laki-laki paruh baya itu yang tak lain adalah kepala pelayan di rumah yang seperti istana itu. Yoona menyunggingkan senyum di bibirnya, lalu masuk ke dalam mengikuti langkah kepala pelayan tersebut.

“Mwo??? Eomma kritis?” pekik Siwon pada orang yang menghubunginnya di sebrang sana.

“Yah cepat kau kemari”

“De, arra aku segera kesana Noona”

Klik….

Siwon memutus sambungan secara sepihak, lalu berlari ke luar dari ruangannya.

Siwon berjalan dengan sedikit berlari memasuki rumahnya, terlihat sangat jelas dari raut wajahnya rasa khawatiran pada orang yang sangat ia cintai yang kini tengah terbaring koma. Siwon mempercepat jalannya saat menaiki tangga menuju kamar sang ibu.

“Noona, bagaimana ke adaan Eomma?” seru Siwon pada wanita yang sedang duduk di sofa sambil menekuk wajahnya ke bawah, yang tak lain adalah kakak kandungnnya Choi Min Ah.

“Siwon-ahh, kau datang” jawabnya dengan suara serak.

“Noona bagaimana ke adaan Eomma, Eomma baik-baik saja kan?” tanya Siwon kembali.

“Noona tidak tahu, Eooma masih di periksa Dokter” Min Ah merangkul pundak adik satu-satunya itu untuk menenangkannya.

“Siwon-ahh, kau tidak usah takut. Eomma akan baik-baik saja”

Kakak beradik itu terdiam meskipun di dalam diri mereka berkecamuk rasa khawatir dan takut akan kehilangan ibu tercinta mereka.

Klekk….

Terdengar suara pintu kamar Ny Choi terbuka yang membuat Siwon dan Min Ah menoleh ke arahnya, tak lama keluarlah seorang Dokter wanita yang lengkap dengan baju ala Dokternya. Siwon berdiri dan terkejut melihat siapa yang keluar dari dalam kamar ibunya.

“Dokter bagaimana ke adaan ibu saya, dia baik-baik saja kan?” Min Ah berdiri dari duduknya lalu menghampiri dokter tersebut yang tak lain adalah Yoona. Yoona tersenyum lalu memegang pundak Min Ah. “Ibu anda tidak apa-apa, tapi…..”

“Tapi apa Dokter?” tanya Min Ah,  kembali raut takut tergambar di wajah cantiknya.

“Ibu anda masih koma, tapi ke adaannya sekarang sudah membaik” Yoona tersenyum lalu menepuk-nepuk pundak Min Ah.

“Terima kasih Dokter, tapi boleh saya masuk kedalam”

“Tentu saja, Ny perlu di temani” jawab Yoona lalu melepas tangannya yang memegang pundak Min Ah.

“Siwon-ahh, bisa kau antarkan Dokter Im. Noona harus menjaga ibu” Min Ah membalikan badan pada Siwon yang masih berdiri melihat mereka berdua.

“De Noona, baiklah” jawab Siwon sedikit kikuk. Min Ah pun masuk ke dalam kamar ibunya meninggalkan dua orang yang masih berdiri di tempat semula.

“Tuan Choi? Bukankah anda Tuan Choi?” Yoona berjalan mendekati Siwon yang masih berdiri di tempat semula.

“Iya, aku Choi Siwon. Senang bertemu dengan mu lagi Dokter” jawab Siwon lalu tersenyum menampakan lesung pipinya.

“Kenapa anda bisa di sini? Apa anda, anak dari Ny Choi?” tanya Yoona heran melihat keberadaan Siwon. Siwon tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban.

“Dokter mari saya antar pulang” tutur Siwon yang terus mengembangkan senyum di wajahnya.

“Tunggu sebentar” Yoona membuka jas warna putihnya lalu melipatnya dan memasukknya ke dalam tas. “Ayo” Yoona tersenyum lalu berjalan mendahului Siwon menuruni tangga.

Kedua sudut bibir Siwon tertarik menampakan senyum khasnya, senyumanya kali ini semakin lebar lalu segera melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.

******

Tiffany meneguk coffenya dengan nikmat sambil menikmati angin yang berhembus menerpa kulit putihnya. Pikirannya melanglang buana entah kemana, yang pasti pertemuannya hari ini dengan Siwon membuatnya semakin semangat untuk mendapatkan hati laki-laki berparas tampan itu.

“Sekarang aku tidak punya saingan sama sekali, dan tidak akan ku sia-siakan kesempatan ini. Benar apa yang kau bilang Choi Siwon, jodoh tak akan lari kemana. Karena jodoh mu adalah aku” gumamnya tersenyum yakin lalu kembali meneguk coffe untuk membasahi tenggorokkannya.

******

Siwon menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, hembusan angin yang masuk melalui kaca jendela mobil yang tak tertutup membuat suasana menjadi begitu hening. Mata Siwon terus fokus pada jalanan, tapi dirinya tak tenang karena di sebelahnya duduk seorang wanita cantik yang pandangannya dari tadi hanya tertuju ke luar melalui kaca jendela mobil yang sedikit terbuka. Jantung Siwon berdegup kencang memompa darah ke seluruh tubuhnya, sebelumnya dia tak pernah seperti ini jika berhadapan dengan seorang wanita. Namun, wanita yang kini duduk di sebelahnya sukses membuatnya menjadi seorang laki-laki yang tak mempunyai keberanian bahkan untuk bicara sekalipun. Siwon mengatur nafasnya secara perlahan berusaha memerangi rasa gugup yang tiba-tiba menyerang dirinya.

“Tuan Choi apa tangan anda sudah membaik?” suara lembut Yoona menyadarkan Siwon dari lamunan panjangnya, Siwon seditik terkejut lalu menoleh ke arah Yoona.

“Iya tangan ku sudah membaik Dokter” jawab Siwon lalu tersenyum ke arah Yoona.

“Baguslah, aku takut terjadi infeksi di tangan mu” jawab Yoona lalu membalas senyuman Siwon. Siwon tersenyum mendengarnya lalu kembali fokus pada kemudinya, suasana hening pun kembali terjadi. Siwon masih mengumpulkan keberanian untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu, kembali dia menarik nafas untuk menenangkan dirinya. Akhirnya dengan usaha yang keras Siwon pun memberanikan diri membuka pembicaraan. “Oh yah Dokter Im, kenapa anda bisa datang kerumah ku?”

Yoona menolehkan kepalanya menatap Siwon yang pandangannya masih lurus ke depan. “Tadi aku di telpon Dokter Kim, katanya pasiennya sedang kritis jadi aku segera pergi setelah supir di rumah anda menjemputku di rumah sakit”

“Oh yah, sejauh mana anda mengenal Dokter Kim?” Sekilas Siwon menolehkan pandangannya pada Yoona.

“Dokter Kim itu salah satu Dokter senior ku di rumah sakit dan mungkin selama Dokter Kim berada di Mokpo saya yang akan merawat ibu anda” jawab Yoona yang membuat Siwon terkejut sekaligus senang mendengarnya.

“Benarkah, jadi selama Dokter Kim tidak ada anda yang akan merawat ibu saya?” tanya Siwon dengan wajah yang berseri-seri.

“Iya, tadi Dokter Kim sendiri yang minta. Tapi, aku sangat senang karena ini adalah pengalamam pertama ku merawat seorang pasien yang koma. Oh yah Tuan Choi boleh aku tanya sesuatu?” kali ini Yoona sedikit merubah posisi duduknya menghadap Siwon.

Siwon tersenyum lalu menolehkan kepalanya menatap Yoona. “Mau tanya apa Dokter?” jawab Siwon masih dengan mengembangkan senyumannya.

“Kenapa ibu anda bisa koma?” tanya Yoona yang sedikit membuat raut wajah Siwon berubah menjadi sedih. Siwon berusah tersenyum lalu menjawab pertanyaan dari Yoona. “Kalau seandainya tidak ada kecelakaan 5 bulan yang lalu, mungkin ibu ku tak akan terbaring koma” jawaban dari Siwon membuat Yoona tersentak.

“Mwo, kecelakaan 5 bulan yang lalu?” pekik Yoona terkejut mendengar pernyataan dari Siwon. Siwon tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.

“Kalau boleh aku tau kecelakaan apa  Tuan Choi?” tanya Yoona kali ini dengan raut wajah penasaran.

“Kecelakaan mobil” sahut Siwon yang kali ini juga sukses membuat Yoona terkejut.

“Mwo, kecelakaan mobil. Dimana kecelakaan mobilnya Tuan Choi?” Siwon mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan dari Yoona yang membingungkan nya.

“Memangnya ada apa Dokter Im, sepertinya anda sangat penasaran?” heran Siwon lalu sekilas menolehkan kepalanya ke arah Yoona.

“Ah aniyo, hanya saja 5 bulan yang lalu juga terjadi kecelakaan mobil yang menyebabkan ss……”

Drt…..dtr…

Ucapan Yoona terpotong saat ponselnya bergetar menandakan satu panggilan masuk. Tertera di layar ponselnya nama Song Jieun.

“Tunggu sebentar, aku angkat telpon dulu” ucap Yoona yang membuat Siwon mengangguk dan tersenyum tipis.

“Yeoboseo Jieun”

“………….”

“Mwo, baiklah aku segera ke sana”

Klik….Yoona menutup telpon dari sahabatnya itu dengan raut wajah cemas.

“Waeyo Dokter?” tanya Siwon heran melihat Yoona yang nampak cemas.

“Tuan Choi, turunkan aku di sini” suara Yoona yang berubah menjadi panik.

“Ada apa rumah sakit masih jauh Dokter?” heran Siwon, lalu mengerem mobilnya tiba-tiba.

“Aku harus ke panti asuhan terima kasih sudah mengantarkan ku, sekali lagi terima kasih” Yoona segera membuka pintu mobil dan berlari menyebrangi jalan. Siwon mengangkat alisnya satu, melihat tingkah Yoona yang berubah setelah mendapatkan panggilan telpon.

“Ada apa, tadi dia belum melanjutkan kata-katanya. Tadi dia bilang “menyebabkan?” Menyebabkan apa? Panti asuhan? Maksudnya?” Siwon bergumam bingung, lalu kembali menjalankan mobilnya.

Sepanjang perjalanan, senyum Siwon tak pernah lepas dari wajah tampannya. Senyum yang menandakan sebuah kebahagiaan yang ia rasakan. Siwon bersiul sembari matanya fokus melihat jalanan kota Seoul yang ramai dengan lalu lalang kendaraan.

“Sederhana, tapi mempesona dan cantik” gumannya pelan lalu Siwon tertawa sendiri di dalam.

******

Siulan dan senyum khasnya ia bawa sampai langkah kakinya memasuki gedung tempatnya bekerja. Semua karyawan yang melihatnya bertingkah tak seperti biasanya itu hanya bisa berbisik pelan sambil memandangnya dengan tatapan aneh. Sementara, orang yang di perhatikan sama sekali tak perduli dengan banyaknya pasang mata yang memperhatikannya.

Siwon kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya. Tapi saat membuka pintu, dia di kejutkan dengan kehadiran ayahnya yang sedang duduk santai di sofa sambil membaca Koran.

“Appa, sedang apa di sini?” tanya Siwon lalu duduk berhadapan dengan ayahnya. Tn Choi pun melipat Koran yang sedang di bacanya dan menaruhnya di atas meja.

“Apa rapatnya berjalan dengan lancar?”suara beratnya menggema di ruangan Siwon.

“Ne Appa, rapatnya berjalan sesuai dengan rencana” jawab Siwon dengan senyum yang belum hilang.

“Baguslah, Siwon-ahh ada yang ingin Appa bicarakan dengan mu. Ini masalah pernikahan mu” Seketika senyum Siwon lenyap mendengar penuturan ayahnya itu, lalu dia sedikit menundukan kepalanya.

“Ayah ingin pernikahan mu dengan Hara segera di langsungkan” ujar Tn Choi yang membuat Siwon mengangkat kepalnya terkejut. “Kenapa Siwon-ahh?” tanya Tn Choi heran.

“Appa, maksudnya…..” Siwon tak melanjutkan kata-katanya.

“Siwon-ahh Appa sudah terlalu tua untuk mengurus perusahaan ini, di tambah Eomma mu sedang terbaring koma. Appa hanya ingin kau segera menikah agar ada yang mengurusmu, Appa juga ingin segera menimang cucu dari mu” ucap Tn Choi lembut.

“Appa, bukan begitu tapi hubungan ku dengan Hara sudah berakhir” suara parau Siwon membuat Tn Choi membulatkan matanya. “Apa maksud mu Siwon-ah?” tanya Tn Choi kali ini sedikit menaikan volume suaranya.

“Appa aku tidak bisa menikahinya” ucap Siwon lalu memandang laki-laki paruh baya tersebut dengan wajah penyesalan.

“Kenapa Siwon-ahh, kenapa kau selalu seperti ini. Kenapa setiap kali kau akan menikah selalu gagal” kali ini suara Tn Choi berubah menjadi parau.

“Maaf Appa, tapi aku tidak bisa menikahinya. Aku sudah terlanjur sakit hati Appa” ucap Siwon lalu menundukan kepalanya.

Tn Choi menatap anaknya dengan ekspresi yang sulit di artikan, lalu menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya sedikt kasar. “Apa penyebabnya, kenapa kau bisa putus dengannya?”tanya Tn Choi sedikit tegas.

Siwon mendongak kan kepala menatap orang yang sangat di hormatinya itu. Mulutnya masih terkunci rapat belum menjawab pertanyaan yang membuat otaknya berpikir untuk merangkai kata-kata yang tepat menjawab pertanyaan dari ayahnya itu.

“Siwon-ahh jawab ayah?” tegas Tn Choi kembali.

“Karena aku tidak mencintainya Appa” tiba-tiba kata itu meluncur dari bibir Siwon yang membuat Tn Choi membulatkan matanya tak percaya.

“Appa, ijinkan aku mencari wanita yang tepat untuk mendampingi hidup ku. Aku berjanji akan segera menikah” ujar Siwon lalu menatap bola mata ayahnya dengan tatapan penuh harap.

“Mau sampai kapan? Apa mau sampai Ayah mu ini seperti ibu mu, terbaring koma di ranjang?” ujar Tn Choi sedikit kesal. “Apa hanya itu alasannya, ayah rasa setiap kali kau gagal menikah hanya itu yang kau ucapkan” tegas Tn Choi menahan amarahnya.

Siwon terdiam mendengar penuturan laki-laki bertubuh sedikit gemuk itu. Dia memang menyadari bahwa hanya itulah alasan yang salalu di katakan pada ayahnya bila pernikahannya gagal. Siwon tak pernah mengatakan sebenarnya, bahwa wanita yang di pilih Ayahnya selalu berselingkuh di belakangnya, dan Siwon juga tak pernah bilang bahwa wanita pilihan ayahnya itu tidaklah tulus mencintainya, melainkan mencintainya karena kekayaan yang Siwon miliki

“Apa kau sudah menemukan wanita yang tepat untuk mu?” tanya Tn Choi menyadarkan Siwon dari lamunan. Kembali Siwon terdiam mendengar pertanyaan yang membuat dirinya bingung.

“Siwon-ahh jawab pertanyaan ayah” suara berat Tn Choi membuat nyali Siwon semakin menciut dan bingung harus menjawab apa.

“Kalau begitu Ayah beri kesempatan untuk mu, segera carilah calon istri”

Siwon terperanjat mendengar penuturan dari ayahnya itu , dia memandang kedua bola mata Ayahnya dengan tatapan tak percaya.

“Appa” ucap Siwon terbata-bata.

“Setelah mendapatkan wanita yang tepat untuk mu, segera perkenalkan pada ayah”

Tn Choi pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Siwon yang masih duduk di tempat. Siwon tersenyum mendengar penuturan yang sangat ia harapkan selama ini dari ayahnya.

“Appa, aku rasa aku sudah menemukan wanita yang tepat untuk menjadi istri ku” bisik Siwon pelan lalu kembali tersenyum.

******

To Be Countinued

Ada yang komplen karena di part ini YoonWon momentnya kurang lagi???*author minta di jitak, nantang reads*😀

Seperti biasa kalau yang udah baca ni FF geje RCL ya, dan kalau banyak yang komentar lanjut deh chapter 3 nya…:D

Kamsahamnida…..:) #BOW

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

175 Komentar

  1. simoppa

     /  Februari 14, 2014

    lanjuttttt

    Balas
  2. puspa

     /  Februari 25, 2014

    ayo dong eonni, di lnjtin fart slnjtnya udh pnsran
    apa kecelakaan ny choi brhbngn dng kclkaaan min ho?

    Balas
  3. yuli

     /  Maret 6, 2014

    lanjutin dong kakak penasaran crita selanjutnya sama fany ya jangan jahat jaht donk

    Balas
  4. Mwooo. Wonppa kayaknya mulai suka sama yoongie

    Balas
  5. yeona

     /  Maret 29, 2014

    Ayo siwon oppa semangat.
    Yoona onni knpa ya kok panik bnget?
    Yoona onni harus bisa bahagia

    Balas
  6. any

     /  April 17, 2014

    Ayolah siwon cepet2 pdkt ke yoona. Aku udah g sabat baca ceritanya nih. Hahahaha

    Balas
  7. Rhiiyoonah

     /  April 22, 2014

    Jgn2 ad hbgan’a kclkaan Ny.Choi sma kclkaan’a lee min ho…bikin tmbah pnsaran aj.
    Yoona eonni knp panik yaa…??
    Bwt wonppa hwaithing yaa!biar bsa dket sma yoona eonni.

    Balas
  8. song hye kyo

     /  Mei 12, 2014

    wahhh Yoona nnt plih yg mna y…???

    Balas
  9. meniggalkan jejak lagi .
    Hihihihi😀

    Balas
  10. Keren. Next

    Balas
  11. ngfans deh sma ff ini. Aku suka dsini Yoona jdi dokter, Dokter itu pekerjaan yg sangat aku idam2kan

    Balas
  12. Micka yoon A

     /  September 9, 2014

    Kasian bgt hidupnya yoona eonnie ;-(

    Balas
  13. Choi Han Ki

     /  November 23, 2014

    Oh ternyata hubungsn siwon dan hara ada campir tangan ayahnya… Wah sebegitu cepatkah siwon suka ma yoona… Siwon blm tau ya status yoona

    Balas
  14. akhirny dlnjut jgaa hehe,,kecelakaan itu jgn2 buat suami yoong eonni mninggal??

    Balas
  15. Wahhhh.. crt.a mkin sru ajh ni…

    Balas
  16. ak mengerti kecelakaan eomma wonpa itu juga menyebabkan suami yoong eoni meninggal .. Owwwhh . . . .

    Lanjutt autorr penasaran #SEMANGATT . . .

    Balas
  17. kasian siwon oppa omma sampai koma
    next chapter unnie ff nya seru

    Balas
  18. maya Okseria

     /  Juli 20, 2015

    pertemuan kedua yoonwon. .

    ny. choi kecelakaan juga 5 bln, pas minho meninggal. .

    hahaha, siwon udh dpt calon istri nih. .

    Balas
  19. mia

     /  September 22, 2015

    pasti eonnie

    Balas
  20. paris

     /  Desember 3, 2015

    Apa kecelakaan ibu siwon juga ada sangkut pautnyaa sama kecelakaan suaminyaa yoona?
    Wow siwon oppa di suruh nyari calon istri, udah sama yoona aja hahhah

    Balas
  21. acha

     /  Desember 15, 2015

    Yoonwon momennya agk kurang thor 😂. Disini nmbah lgi penghalangnya yoonwon😄. Dan siwon blum tau kenyataan tentang yoona, klo dia tau bkln kyk gmna ya reaksinya ? Next thor !😄

    Balas
  22. park ra chan

     /  Desember 21, 2015

    Ayo min lanjutin…

    Balas
  23. diah fibri

     /  Januari 23, 2016

    ceritanya cinta segi empat … jd penasaran jgn2 kecelakaan yang dialami ibu siwon merupakan kecelakaan yg sm yg membuat suaminya yoona meninggal ? …. next ….

    Balas
  24. . Kya siwon oppa bkal sering ktmu yoong nich… ☺
    . App mngkin yg menyebabkan eomma siwon oppa koma terjadi berbarengan dgn tewas y suami yoongi??

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: