(FF) Sister’s Of Mirror ~ Chapter.2

(FF) Sister’s Of Mirror ~ Chapter.2

 

Annyeonghaseyo..akhirnya part.2 na aku post 🙂 hehe,sebenarnya udah jadi bareng part.1 tapi aku sengaja buat minta di post na berlainan waktu.ehh..tenang disini ada siwon oppa kita!! ^_^ Yaudah yang udah pada kepo sama kelanjutannya..SELAMAT MEMBACA dan JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR…Terima kasih!!

 

 

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Chap. 2 )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq, Taecyeon 2PM,

Other Cast       : Kangin, Leeteuk , Minho SHINee, Taeyeon,Amber,Ect

 

 

 

Lima tahun Kemudian…

 

Yoona berdiri diatas atap gedung setinggi 30 lantai. Rambutnya yang sebahu dan keriting ia biarkan saja bergoyang tertiup angin malam yang dingin dan sangat menusuk tulangnya.ia hanya memakai celana 15cm dari atas lutut dan memakai kaos lengan pendek berwarna abu-abu. Matanya menatap hamparan luas kota New York dimalam hari. Dari tempatnya berdiri gedung-gedung pencakar langit tampak seperti menantangnya. Dan cahaya kecil yang ditimbulkan dari lampu rumah-rumah serta kendaraan dibawah sana seakan menjauhinya.

Yoona tersenyum kecut memandang semua itu. Ia benar-benar tidak menyangka setelah kekacauan yang ia alami ditanah kelahirannya lima tahun lalu, justru membawanya ke Negara asing ini Amerika Serikat lebih tepatnya di kota New York kini ia berpijar.

“Yoon Mischa apa yang sedang kau lakukan disitu?” Tanya seseorang wanita sebaya dengannya menghampiri yoona.

Yoona menoleh dan melemparkan senyum kepada wanita tersebut. Wanita berambut bondol itu lebih Nampak terlihat seperti lelaki tampan daripada wanita cantik. Yoon Mischa adalah nama Amerika Yoona sejak lima tahun lalu ia disini. Namanya bukanlah Im yoon Ah lagi.

“Amber…!Aku hanya sedang menghirup udara segar. Kemarilah!”

Amber pun berdiri disebalah yoona dan menatap aneh yoona. Lalu ia memberikan yoona jaket kulit sampai selutut yang sedari tadi ia pegang.

“Pakailah udaranya sangat dingin.”

“Thank you…” Yoona lekas memakai jaket itu dan sekarang penampilannya sama dengan Amber.

“Yoon, apakah kau lelah dan takut menjalani pekerjaan mu sekarang ini?” Tanya Amber sambil terus memandang wajah yoona .tapi yoona tak memandang sama sekali kewajah Amber ia hanya memandang langit malam yang sangat kelam baginya.

“Dulu aku memang merasa takut dan lelah. Tapi entah kenapa sekarang aku biasa saja melakukan semua itu. Mungkin ini adalah takdirku.dan sekarang usia sudah 18 tahun,seperti ini,apa yang perlu ku takutkan?” Jawab yoona sambil tersenyum pahit.

Amber pun tersenyum pahit lalu ikut menatap langit yang ditatap yoona. Lalu Amber diam-diam menatap yoona kembali dengan tatapan mata yang memancarkan kepiluhan yang mendalam.

“Heii..What are you doing there?? Quick entry!!”

Tiba-tiba saja suara  perempuan berambut panjang dan pirang mengejutkan yoona dan Amber. Amber dan yoona berbalik badan dan menatap takut wanita yang tengah berdiri dihadapannya dengan pandangan yang menyala-nyala.

“I’m So Sory Jessica’s Senior..we’re just enjoying the evening..” sahut Amber memberi penjelasan kepada wanita bernama Jessica itu.

“Cepat masuk!kalian akan kena bahaya kalau ketahuan Josh GM kalian berada disini.” Ucap Jessica masih dengan wajahnya yang jutek.lalu ia berjalan deluan Yoona dan Amber mengikuti dibelakang. Dan mereka turun kedalam gedung tersebut.

~***~

Yoona Keluar bersama Amber dari kamar khusus. Mereka memakai Seragam pelayan caffe. Baju berbentuk dress berwarna hitam putih serta bandana pita dikepala mereka seperti pelayan-pelayan bangsawan.(lebih tepatnya kaya pelayan di rumah Go jun pyo-BBF)

“Bukankah penyamaran kita selama seminggu kedepan ini sangat keren?” ujar Amber sambil tersenyum kepada yoona.

“ Iya..! bahkan kau terlihat seperti wanita.” Canda yoona.

“What??! Memangnya selama ini kau pikir aku adalah pria?” cetus Amber lalu menampakan wajah marahnya.

“I’m Just kidding!” Goda Yoona sambil merangkul bahu amber.

“Ok, Just enough Mischa! Tugas mu adalah menjadi pelayan didepan sana dan aku didapur. Itu sangat tidak adil. Cepatlah kau keluar nampaknya caffe ini tidak pernah sepi pengunjung.” Perintah Amber seraya mendorong tubuh yoona keluar caffe.

Yoona celingak celinguk bingung harus mulai pekerjaannya dari mana. Lalu ia melihat pelayan-pelayan lain yang membawa nampan pulpen dan buku menu. Yoona tersenyum lalu mengambil hal yang sama dengan pelayan yang lain dan ikut berdiri ramah berjejer dengan pelayan lain menunggu pembeli memanggil dan memesan sesuatu.

Disisi lain. Tiga pria berpakaian jas sangat rapi baru tiba dicaffe tersebut lalu mengambil tempat duduk diluar caffe yang bernuansa green garden yang sangat asri dan sejuk. Tiga pria itu terus berbincang dan sesekali tertawa ringan.

“Jadi kalian ingin memesan apa?” Tanya pria yang mempunyai badan cukup berotot daripada dua pria yang bersama mereka.

“Panggilkan lah waitress yang cantik itu dulu baru kita bisa menentukan ingin pesan apa?”  kata pria berambut blonde dan berkacamata sambil menunjuk kederetan pramusaji yang berjejer disamping kanan-kiri pintu masuk caffe.

“Baiklah..” ucap pria itu.” Hello, Waitresses come here, our place!” seru pria itu sambil melambaikan tanganya kearah Yoona.

Yoona yang mendapati dirinya seperti dipanggil malah celingak-celinguk memastikan bahwa memang dirinyalah yang dipanggil pria itu. Tapi karna disitu memang hanya dirinya dan waitress pria maka tidak mungkin teman disebelahnya. Maka yoona melangkahkan kakinya menuju meja ketiga pria itu tak lupa mengembangkan senyum terbaiknya yang sangat manis.

“Can I help you, sir?” Tanya yoona begitu tiba didepan meja tiga pria itu.

“Oh my God! You’re so Beautiful girl! “ Seru salah satu pria sambil tersenyum evil kearah yoona.

Yoona hanya membalasnya dengan senyuman kecut.

“Kenapa ada wanita secantik ini ya? Heem wajahmu seperti wanita Asia? Where you come from? “ Tanya lelaki berambut blonde dan berkacamata.

“My name is Mischa,I’m from Korean and I’m sorry.sir..what you want to order?” jawab Yoona to the poin dan menampilkan sikap juteknya.

“Woow..You from Korean?Kami bertiga juga dari korea.kami sedang berlibur disini!” ucap lelaki yang tadi menggoda yoona antusia.

Sedangkan lelaki bertubuh kekar itu hanya diam melihat tingkah kedua temannya yang memang genit itu. Begitu yoona tahu bahwa tiga pria itu dari korea terbesit perasaan sedih dihati yoona. Ia sungguh rindu negaranya itu terlebih Dongwon kampung halamanya.

“Perkenalkan, I’m Kyuhyun” ucap lelaki yang paling genit tadi.”And He is Eunhyuk” sambung kyuhyun memperkenalkan temannya yang berambut blonde dan berkacamata itu. “than He is Siwon” ucap kyuhyun sambil menepuk punggung pria bertubuh kekar tadi.

Yoona memandang mereka satu persatu dan terkahir pandangannya berhenti di lelaki bernama siwon pandangan mereka bertemu siwon tersenyum kecil ke yoona dan yoona yang mendapati senyum manis pria itu entah kenapa tiba-tiba dunianya seakan berhenti dan dadanya seakan sesak. Mata lekai itu memancarkan ketenangan dan senyum lelaki itu begitu tulus. Terakhir kali ia mendapati pemandangan seperti itu adalah dari Yunho temannya masa kecil dan juga cinta pertamanya yang tak kesampaian.

“Hemm..We want to order,” ucap Eunhyuk mengejutkan yoona yang melamun menatap siwon.

“Oh..okey..” ucap yoona gemetar dan segera meberikan buku menu kepada eunhyuk.

“One Exspresso,two hot chocolate, and three pancake starawberry,please!” ucap Siwon. Dengan sigap yoona mencatat apa yang dikatakan siwon barusan.

Yoona segera mengambil buku menu itu lagi. “Ok,please wait few minutes.” Yoona segera berlalu dari tiga pria tersebut dan masuk  kedalam caffe sambil tersenyum-senyum menuju dapur.

“Amber..!! come here!” teriak yoona dengan gembira

Amber yang baru saja selesai membuat milk shake lantas menghampiri yoona. “what’s wrong with you? Look happy at all?” Tanya Amber yang aneh melihat tingkah yoona yang Nampak senang.

“Tidak ada apa-apa. Tolong buatkan pesanan ini segera ya!” jawab yoona berusaha menyembunyikan senyumnya. Lalu ia menyodorkan kertas yang tertuliskan pesanan tiga pria tadi.

“Aneh sekali!ya sudahlah tunggu sebentar!” Amber pun berlalu masuk kedapur minta dibuatkan menu itu kepada seorang chef caffe tersebut.

Lima menit kemudian Amber muncul membawa pesanan tadi dan memberikannya kepada yoona. “Ini sudah selesai”

“Thank you!” ucap yoona. Sambil tersenyum lebar lalu beranjak kemeja tiga pria tadi.

“Ini pesanan kalian. Selamat menikmati.” Yoona meletakan pesanan itu dengan rapi dan menunduk mempersilakan pelanggannya menikmati makanan yang disajikan. Yoona pun segera beranjak pergi.

“Tunggu sebentar!” jegat kyuhyun menarik lengan yoona. Yoona pun menoleh

“Ini ambilah.” Kyuhyun menyerahkan selembar kertas berwarna biru yang dilipat empat kepada yoona.Yoona Nampak bingung menerimanya dan ia pun akhirnya menerima dan mengantongi kertas itu di seragamnya. Dan berlalu dari tiga pria itu dan tersenyum senang.

“Apa yang kau kasih tadi hah?” Tanya siwon menyelidiki Kyuhyun.

“Ah..bukan apa-apa hanya tips!” jawab kyuhyun sambil cengengesan yang mencurigakan.

“Ah..siwon nampaknya kau tertarik dengan wanita tadi.dan wanita tadi juga sepertinya terpana denganmu.maka kami hanya sedang berusaha saja. “ ucap eunhyuk semakin membuat siwon penasaran.

“Kalian tidak sedang merencanakan sesuatu kan?” Tanya siwon sambil menatap dua temannya.

“Tenang sajalah..” ucap Kyuhyun dan Eunhyuk bersamaan.

Siwon pun jadi kesal dan meneguk expressonya yang masih panas. Lalu meludahinya keluar dari mulutnya. “Aihh.. kenapa panas sekali!” ucap siwon marah-marah.

“hahaha..baru bertemu wanita cantik saja sampai seperti itu kau!” ledek kyuhyun. Dan diikuti tawa dari eunhyuk.

Siwon hanya terdiam pura-pura tak peduli.

~***~

Langit siang dikota New York sudah berganti dengan langit malam.Yoona dan Amber keluar dari Caffe sudah tidak memakai seragam caffe. Sekarang mereka sudah memakai celana jeans panjang tanktop hitam dan dilapisi cardigan berwarna hitam juga. Mereka berdiri didepan caffe menunggu jemputan mereka tiba.

Bersilang sepuluh menit kemudian akhirnya mobil  sport berwarna  hitam mulus berhenti di depan mereka dan seseorang yang memakai celana jeans hitam kaos lengan panjang hitam keluar dari dalam mobil dan melempar senyum ke Amber dan Yoona yang menatap kedatangannya.

“Damn! Kenapa lama sekali Taecyeon’s Senior menjeput kami?” cetus Amber lalu langsung menuntun Yoona mendekati Taecyeon lelaki yang berdiri disamping mobilnya.

“I’m so sorry,I come late old baby!” ucap Taecyeon  sambil menyeringai.

“Sudahlah.ayo kita ke dorm aku capek sekali!badanku terasa remuk semua!” ucap Amber dan segera membuka pintu mobil belakang.

“Oh..wait!” Taecyeon menahan tangan Amber. “Bisakah Yoona duduk dikursi depan bersama ku?”

Amber dan Yoona menatap Taecyeon dengan pandangan aneh. “No! Yoona dibelakang bersamaku sudahlah sana masuk!dan jalankan mobilnya!” perintah Amber sambil melototi Taecyeon.

“Kau!!” gantian Taecyeon yang melototi Amber. Lalu pandangannya beralih ke Yoona dan seketika ia memberikan senyum terbaiknya kepada yoona yang hanya dia saja dari tadi. “Oh!okelah naiklah, aku seperti supir kalian saja!” ucap taecyeon lalu langsung  masuk kedalam stir mobil disisi kiri dan menutup pintunya. Yoona dan Amber juga masuk kedalam mobil itu.dan mobilpun melaju cepat di tengah jalan raya kota New York yang tampak lengah.

***

Yoona membuka pintu Apartementnya dan mendapati ayahnya yang sedang duduk didepan televisi yang menyala tapi matanya tidak sama sekali memandang acara yang sedang berlangsung. Yoona segera menutup pintu dan menghampiri ayahnya.

Yoona menepuk bahu ayahnya menyadarkan ayahnya dari lamunannya. “Apa yang sedang Appa,pikirkan?” Tanya yoona.

Ayahnya menatap wajah anaknya dan tersenyum lembut.”Tidak terlalu penting!hanya saja ayah tidak menyangka sekarang kau sudah dewasa dan tumbuh secantik ini dan masih setia disamping ayahmu ini.” Ucap ayah yoona tampa menghilangkan senyum lembutnya.

“Ayah..apa yang kau katakan?Aku pasti selalu disamping mu dan begitu juga denganmu kan?hanya kau yang aku punya ayah!” ucap yoona terdengar lirih dan memeluk ayahnya dengan sayang.Ayahnya pun langsung membalas pelukan anaknya.

“Besok ayah akan bertugas dengan M-14 lainya.ada tugas baru yang harus segera kami tuntaskan!kau selama ayah bertugas jagalah diri baik-baik.” Ucap ayahnya lalu melepas pelukannya dengan yoona. Wajahnya berubah sedih seketika.

“Iya aku pasti akan jaga diri baik-baik! Tapi kau harus janji padaku akan pulang dengan keadaan sehatkan?” Tanya yoona juga dengan wajah sedihnya.

“Pasti Honey!” jawab ayahnya terdengar yakin dan melegahkan sedikit hati yoona.

“Baguslah! Ayah aku mau kekamar dulu dan mandi aku lelah sekali.” Yoona pun berdiri dan meninggalkan ayahnya diruang TV.

Ayahnya memandang kepergiian yoona dari belakang dengan tatapan sangat sedih. “Maafkan ayahmu Yoona, Ayah tidak berguna dan selalu membuatmu susah dan ikut terjerumus kedunia yang tak harusnya kau jalani.” Ucap ayahnya lirih dan pelan menyayat hatinya sendiri.

***

Yoona baru selesai mandi keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama berwarna biru dan rambut yang dibungkus dengan handuk berwarna putih. Lalu seakan mengingat sesuatu Yoona segera beranjak mengambil tas selempangnya yang tadi ia pakai diatas kasur. Dan mencari-cari sesuatu. Dan begitu menemui kertas berwarna biru terlipat empat senyum yoona merekah dan segerah mengambil kertas itu. Dan membaca tulisannya.

Sepertinya kau tertarik dengan temanku ini adalah no.hp temenku siwon 08128520XXXX segeralah hubungi dirinya!dan selamat mengenal satu sama lain! Good Luck!

Yoona tersenyum membaca isi surat itu. Ternyata kedua temen siwon tadi berusaha menjodohkan  dirinya dengan temannya yang bernama Siwon. Lalu entah kenapa dia segera meraih ponselnya yang terletak di atas kasur dan menekan tombol nomor ponsel siwon dan mengiriminya sebuah pesan teks kepada siwon.

Good Evening? Apakah aku mengganggu mu? Aku Mischa waiters di caffe tadi siang.aku mendapatkan nomor mu dari temanmu tadi

Yoona menunggu balasan sms dengan sangat cemas dan dua menit kemudian sms balasanmu ia terima.

Uh..ini kau? 🙂 aku sudah curiga dengan kelakuan temanku tadi. Tidak kau tidak mengganguku.apakah kau sudah pulang kerja?

Yoona tersenyum membaca balasan dari Siwon.ia benar-benar tidak menyangka bahwa siwon akan bersikap seantusias ini terhadapnya.lalu yoona pun mengetik sms balasan kembali buat siwon.

Iya aku sudah pulang kerja. Sungguh aku tidak mengganggumu? Kau sedang apa?

Sms balasan dari siwonpun tiba.

Aku sedang sms dengan mu tentu saja. 🙂

Lalu Yoona membalas lagi,dan siwonpun terus membalas sms yoona juga. Terus seperti itu hingga membicarakan  sesuatu yang bagi mereka itu sangat nyaman dan menyenangkan. Hingga sampai di antara mereka lelah dan terlelap.baru kegiatan sms itu terhenti.

~***~

Cuaca dimusim Semi kota New York siang ini Nampak sejuk dan bersahabat. Sehingga banyak orang yang senang dan melakukan rencana apapun hari ini tidak terkecuali dengan Yoona. Ia sedang berdiri  menganakan baju casual di sertai jaket kulit warna coklat sepanjang lutut menunggu seseorang di bawah pohon rindang dipinggir jalan kota. Tidak lama ia menunggu akhirnya mobil Jaguar selver berhenti didepannya. Dan seseorang membuka jendela mobilnya dan nampaklah didalam mobil itu Siwon yang memakai kaca mata hitam tengah tersenyum kepadanya. Dan membukakan pintu penumpang untuk yoona dan yoona segera masuk kedalam mobil tak lupa melempar senyum manis kesiwon.

Ya..hari ini adalah hari keempat Yoona dan siwon terus saling dekat setelah pertemuan di caffe tempo hari lalu berlanjut lewat sms dan telpon. Lalu hari ini mereka memutuskan untuk bertemu dan jalan-jalan di kota new York. Yang mengajak jalan tentu saja siwon deluan karna dengan alasan ia ingin tau tempat yang menyenangkan kota New York dengan dipandu yoona yang ia tahu sudah lima tahun disini. Dan ditambah dua hari lagi ia akan segera pulang ke korea. Karna masa liburan kuliahnya segera berakhir. Maka dari itupun yoona menyetujuinya dan bahkan sampai bolos dari kerjanya hari ini.

Yoona dan siwon Nampak saling menikmati kebersaman mereka didalam mobil menuju tempat yang akan ia datangi siang ini. Dan hanya butuh waktu 15 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di Central Park New York. Yaitu pusat paru-paru kota New York tempat ini adalah yang paling terkenal di New York dan paling menjadi tempat tujuan para turis asing. Di Central pasrk ini terdapat pemandangan yang sangat menyuguhkan kehindahan buatan tapi terlihat sangat alami dipandang. Luas taman ini adalah sekitar 3,41 km2 dan terletak ditengah kota,di taman ini pengunjung disuguhi  berbagai macam-macam  Landscape dan  fasilitas lain seperti danau-danau alamiah,kolam-kolam ikan buatan,hutan-hutan kecil sebagai lokasi out door acara keluarga,kolam renang,kebun binatang arena ice sketing, dan outdoramphitheaters yang hanya dibuka musim panas saja.

“Waww..Amazing! ini sebenarnya tempat apa? Taman kota atau surga?” ucapa Siwon takjub dengan wajah mata berseri-seri dibalik kaca mata hitamnya.

Yoona yang juga memakai kaca mata hitam juga ikut tersenyum melihat kegembiraan siwon. “Tapi jujur saja sudah lima tahun aku disini tapi ini adalah kali keduanya aku kesini.” Ucap yoona jujur.

“Oh ya??kenapa,apakah kau terlalu sibuk?”

“Ya begitulah!” jawab Yoona singkat.

“Oh..iya Mischa,semalam kitakan sedang bahas usia kenapa kau tak membalasnya?” Tanya siwon memindah pembicaraan mereka.

Yoona terdiam dan mengingat kejadian semalam.” Oh,itu..aku sudah tidur ,Usiaku 18 tahun sekarang beda 4 tahun dengan usiamu.”

“Ah..sungguh? seharusnya kau memanggilku oppa! Kitakan sama-sama orang korea.kau harus ,memangglku oppa mulai sekarang!” ucap siwon serius sambil menatap yoona

Yoona malah terkekeh.” Mwo? Oppa?heheh…kau bercanda?” ledek yoona sambil menepuk bahu siwon lalu berjalan pelan meninggalkan siwon yang terkejut.lalu siwon dengan langkah kaki panjangnya segera mensejajarkan langkah mereka.

“Ya! Mischa! Aku serius! Panggillah aku dengan sebutan. Siwon oppa!” ucap siwon sambil menyenggol bahu yoona dengan lengan besarnya.

“Tidak mau..” ucap yoona sambil menggelengkan kepala. Lalu siwon terdiam dan memberhentikan langkah yoona dan menatap yoona dengan tajam dibalik kaca mata hitamnya tapi yoona tau kalau siwon sedang menatapnya seperti itu.ia lekas tersenyum dan berkata. “Ne..Siwon oppa!”

Siwon terkejut dan langsung wajahnya bersemu, hatinya bergetar dan senyumnya merekah. “Ucapkan sekali lagi.” Mintanya pada Yoona.”

“Ah…kau tidak dengar?ya sudah..tidak ada pengulangan” jawab yoona meledek dan berjalan lagi meninggalkan siwon.Siwon pun tertawa dan mengejarnya.

“Suaramu terdengar kyeoptta saat mengucapka siwon oppa!” ucap siwon menggoda yoona. Yoona hanya tersenyum dan pipinya pun merona karna malu dipuji siwon.

***

“Oppa,yakin kita akan menaiki ini?kenapa tidak menonton pertunjukan konser saja di philharmonic.itu lebih santai” Tanya yoona terlihat takut dan tidak yakin menatap dirinya dan siwon yang sudah memakai baju pelampung berwarna orange dan membawa dayung kecil berwarna sama. Siwon mengajak yoona naik rowboats couple atau perahu dayung yang hanya bisa dinaiki 2-4 orang saja.

“Kenapa?kau takut ternggelam ke danau,kau tak bisa berenag?” Tanya siwon meledek.

“Ahh..bukan itu,aku sangat jago berenang oppa! hanya saja..heemm..ayolah kita naik.” Yoona tidak mau berlama –lama dan menunjukan kecemasannya sehingga siwon kemungkinan akan terus meledeki dirinya.

“Ayoo kalau gitu.” Ajak siwon. siwon lalu meraih tangan yoona membantu yoona menaiki perahu yang terbuat dati kayu dilapisi pelastik berwarna putih.

Setelah Yoona naik keperahu yang bergoyang goyang di atas air siwon pun akhirnya naik dan duduk diperahu itu dan berhadapan dengan yoona. Si penjaga perahu pun akhirnya melepas pengikat perahu dipinggir danau dan perahu pun didayung siwon kearah tengah danau. Yoona yang ada disisi perahu yang berhadapan dengan siwon disisi lain Nampak kebingungan. Siwon terus mendayuh dan yoona ikut mendayung tapi dengan asal-asalan.

“Ya! Mischa apa yang kau lakukan?” teriak siwon yang melihat yoona mendayung dengan lemas dan tak seirama dengan dayungannya sehingga menimbulkan perahu bergerak tidak jelas dan terasa berat siwon mendayung.

Yoona tersenyum kikuk memamerkan deretan giginya yang putih bersih. “Siwon oppa, Mianhae..aku harus jujur padamu saat ini..aku benar-benar tidak bisa mendayung perahu.” Jawab yoona sambil menunduk menyesal.

“What? Kenapa tidak bilang dari tadi?kita sudah hampir sampai ditengah danau sekarang!” ucap siwon pura-pura terkejut.

“Kau kan tadi terus meledekku. Jadi aku gengsi dan akhirnya menerima ajakanmu yang bodoh ini!” teriak yoona membela diri.

“Hhahahha..oke tak masalah!aku bercanda. Angkatlah dayungmu!biar aku saja yang mendayung perahu ini.tanaga ku kan dua kali lipat dari punyamu!” ucap siwon bangga.

Yoona put tersenyum kecut lalu segera mengangkat dayungnya dan menaruhnya di dalam boats. Dan kini yoona hanya duduk dengan tenang diatas perahu sambil melipat kainya dan membatu siwon menjaga keseimbangan perahu yang terus berjalan diatas air danau berwarna biru kehijau-hijauan. Yoona dan siwon pun yang duduk berhadapan jadi saling memandang dan bertukar senyuman malu-malu.

“Yahh..kenapa terus menatapku?” Tanya siwon mengejutkan yoona.

“Tidak kenapa-kenapa..kau juga menatapku terus.apakah aku sangat cantik?” jawab yoona sekaligus melempar balik umpan ke siwon.

“Percaya diri sekali gadis ini!” jawab siwon tidak jujur lalu mencipratkan air danau yang ia dayung ke wajah yoona.hingga kacamatanya terciprat air.

“Yahh..awas kau!!” yoona membuka kaca matanya dan menaru di kepalanya.”aku akan membalasnya!lihat ini!” yoona mu tak mau kalah membalas mencipratkan air kewajah siwon sambil tertawa gembira. Dan akhirnya mereka malah main cipratan air diatas perahu ditengah danau.

~***~

Di tempat Lain terlihat Amber mundar mandir diluar Caffe memakai seragam caffenya. Wajahnya sangat terlihat panic.dan sedikit keringat dingin menetes di dahinya,berkali-kali juga ia menggigit bibir bawahnya.

“Stupid kau  Mischa! Kau dimana? Kau akan mati Mischa!” ucapnya dalam hati. Ternyata Amber sedang mengkhawatirnya teman kerjanya yaitu Yoona.

-Beeebb-

Bunyi suara earphone tablet kecil dan hitam yang menempel ditelinganya seperti tindikan itu berbunyi dan makin membuat Amber takut.

“M-27 here…” ucap Amber pelan mulutnya ditutup buku menu.

“M-Amber..kau ada di lokasi terkait?” Tanya suara seseorang wanita terdengar dari earphone tablet Amber tepat ditelinga.suara itu seakan menusuk gendang telinganya.

“Yes Sicca senior saya di lokasi.” Jawab amber berusaha tenang.

“Bagus!Lima menit lagi target akan tiba  dilokasi.kau tetaplah berdiri ditempat rencana dan setalah target tiba lakukanlah stage one.diperkiraan target akan datang bersama dua orang rekannya.tolong kau pastikan apa yang sedang mereka lakukan.” Jelas Jessica dari suara tablet.

“Baik.laksanakan!” jawab Amber pelan tapi tegas.

“Tunggu apakah Mishca masih berada di stage 2?” Tanya Jessica dan tepat langsung membuat amber glagapan dan bingung harus berbuat apa.

“Tentu!” jawab amber pelan

“Tapi.apakah ia tidak mengenakan tablet?kenapa sinyal tabletnya terputus?” Tanya Jessica menyelidik.

“Itu..itu..” Amber Nampak ketakutan dan keringatnya makin keluar.

“Apakah ia tak ada dilokasi?dimana ia sekarang jawab aku!” suara Jessica terdengar marah dan jelas teriakannya menyakiti telinga Amber.

“I’m sorry aku I don’t know miss,dia tidak berangkat kesini sejak pagi aku tak melihatnya!” ucap Amber dengan nada suara bergetar.

“DAMN!!STUPID!” marah Jessica lalu langsung mematikan pembicaraan.

Tak lama amber melamun dan takut akan sesuatu terjadi dengan yoona ia berusah menghubungi handphone Yoona tapi nihil handphone yoona tidak aktif.dalam keadaan masih sangat takut dari tempatnya berdiri ia melihat targetnya sudah tiba dan duduk dikursi pentujuk dengan segerah Amber mengambil gambar targetnya dengan diam-diam dan professional lalu segera menghampirinya dan menanyakan pesanan.tugas itu seharusnya milik yoona tapi karna yoona tak ada maka ia menjalankan rencana itu sendiri.

~***~

Disisi lain Yoona dan siwon sedang menikmati menunggang kuda putih bersama. Yoona duduk dipunggung kuda dan siwon menjaga nya dibelakang tubuh yoona sambil mengendalikan jalan kuda tersebut.

“Aku tidak menyangka kau pandai berkuda.aku kagum melihat keahlian mu tadi dalam menunggang kuda.” Ucap siwon tepat ditelinga yoona memuji yoona.

Yoona tersenyum risih karna sekarang ini jaraknya dengan siwon begitu dekat bahkan sama sekali tidak ada jarak pemisah diantara punggungnya dengan dada bidang milik siwon.

“Yah..selama tiga tahun lalu aku mempelajari menunggang kuda bersama temanku.” Jawab yoona pelan dan matanya menerawang mengingat kata teman. Dan ia baru ingat tentang Amber serta tugasnya hari ini. Pikiranya pun langsung terpecah belah dengan hal yang ia ingat sebelum ia ditugaskan menyamar sebagai pelayan disebuah caffe bersama Amber selama seminggu.karna menurut prediksi tugasnya target mereka bisa saja datang kecaffe tersebut dalam antara seminggu itu dan mereka ditugaskan untuk menyelidiki dan mengamati mencari untuk tetang target tersebut.

“Tidak mungkin aku sampai melupakan ini!semoga orang itu tidak muncul hari ini.” Ucap yoona cemas.

Siwon yang berbicara sejak tadi merasa dicueki yoona akhirnya menepuk bahu yoona dan menyadarkan yoona dalam kecemasannya.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya siwon.

“Ah..bisakah setelah ini kita pulang?aku ada satu hal mendadak yang harus aku kerjakan.” Tanya yoona tampa menoleh menatap wajah siwon,

“Oh..begitukah?baiklah kita sudahi kencan hari ini lagu pula sudah jam 5 sore.mari kita pulang.” Jawab siwon lalu mengendalikan kuda putih itu ke tempatnya semula.

“Kencan?jadi ini kita kencan?” Tanya yoona sambil menoleh kewajah siwon dan siwon tersenyum malu karna sudah salah bicara.

“Heemm..iya anggaplah seperti itu!sudahlah tak usah dibahas lagi!” ucap siwon lalu menyentuh pipi yoona menyuruh yoona mengalihkan pandangan darinya.

Dan merekapun langsung keluar dari arena Central park,naik mobil siwon dan siwonpun lekas mengantar yoona ketempat tadi ia menjemput yoona.sesuai permintaan Yoona.

Yoona Keluar dari mobil Siwon dan menutup pintu mobilnya lalu siwonpun membuka pintu dan berdiri didepannya menatap yoona dengan senyum terbaiknya.

“Mischa..Thank you very mach.You make be Happy Today!” ucap Siwon tulus.

Yoona membalas senyum tulus siwon “ Oh.tidak masalah aku juga senang bersama mu hari ini.ni tidak akan pernah aku lupakan.”

“Ah..yoona apakah setelah ini besok sisa dua hariku disini,apakah aku masih bisa bertemu denganmu walau hanya sesaat?” Tanya siwon dengan maksud tersembunyi.

“Kenapa tidak?kau datang dan pesan makanan di caffe itu maka akan bertemu denganku.!” Jawab yoona yang masih berdiri berhadapan.

Dari kejauhan mereka berbicara Yoona dan Siwon sama sekali tidak menyadari ada seseorang didalam mobil sport hitam sedang mengamati mereka dengan pandangan menyala-nyala tidak suka dengan kedekatan mereka. Orang itu bahkan tersenyum licik melihat yoona dan siwon yang terus berbicara sangat akrab.

“Jadi Yoona jika kau kembali kekorea.hubungilah aku!” ucap siwon mengingati yoona.

Yoona baru akan menjawab tiba-tiba matanya menangkap sosok mobil sport hitam dengan nomor seri yang sudah melekat denganya.perasaanya pun kacau. Dan tepat lima detik kemudian mobil itu berjalan dengan kecepatan kencang kearah siwon berdiri dipinggir jalan. Dengan sigap yoona melopat dengan panik menghampiri siwon dan memeluk siwon lalu memutar tubuhnya sehingga dirinyalah yang berada di pinggir jalan dan seketika lengan kanannya yang melindungi siwon terasa sangat sakit karana dihamtam dengan keras oleh mobil hitam yang melaju sangat kencang itu.

“Auuwwhh..” Yoona merinti kesakitan masih memeluk siwon.

Siwon yang masih terkejut dengan kejadian tadi langsung melepas pelukannya dari yoona dan mengkhawatirkan keadaan yoona.

“Kau tidak apa-apa?maafkan aku..karna aku kau jadi celaka!” ucap siwon sangat panic.

“Tidak apa-apa hanya sakit sedikit tidak terlalu serius. Sudahlah itu tadi hanya kecelakaan ringan.lain kali hati-hati.pulanglah aku baik-baik saja.” Ucap yoona berusaha tegar walau sebenarnya lengan kanannya hampir mati rasa.

“Mishca..aku.”

“SUDAHLAH!” Teriak yoona lalu mendorong siwon masuk kedalam jaguarnya.”Hati-hati dijalan!” ucap yoona menyutuh siwon yang Nampak masih bingung menjalankan mobilnya.begitu mobil siwon meninggalkannya. Yoona menatap lirih kepergian mobil siwon.dan hatinya terasa sakit tubuhnya bergetar hebat. Tapi ia memaksakan langkahnya yang lemah dan pikirannyapun melayang-layang akan kejadian tadi.

“Maafkan aku Siwon oppa! Dunia kita berbeda! Mungkin hari ini adalah kencan pertama dan terakhir kita! Aku tak bisa terus-terusan didekatmu.aku adalah seorang wanita berbahaya dan akan mencelakaimu saja,Maafkan aku aku adalah seorang mafia…” ucap yoona lirih dalam hatinya yang lagi-lagi harus terluka. Tak terasa cairan hangat dan bening jatuh dari mata indahnya.

_TBC_

Gomawo\\ sudah menunggu kelanjutan FF ini..maaf ya dibersambungin dlu dan yang setia akan menunggu kelanjutannya diwajibkan MENULIS Commentnya ya!! ^_^

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

160 Komentar

  1. dias puspita

     /  Juli 22, 2015

    Yoona gabung di gangster to ini??
    Ishhh,,gag nyangka..

    Balas
  2. anna

     /  September 30, 2015

    kasian sekali yoona sedih aku jadinya

    Balas
  3. paris

     /  November 16, 2015

    Yoona eonni terpesona pada pandangan pertama sama siwon hehe,
    Wow jadi yoona itu seorang mafia?

    Balas
  4. Knp yoona?dia orng jahatkah?wahh makin pnsrn sja..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: