[FF] The Right Woman For Me (Chapter 1)

Annyeong YoonWonited ku sayang? Author bawa judul FF baru lagi. Tadinya mau di post habis WITB selesai. Tapi karena masalah waktu yang sekarang mulai mendekati bulan ramadhan dan masuk sekolah jadi di post sekarang deh. Dan untuk FF WITB,  tenang mungkin beberapa chapter lagi. Tapi, gak tau sampai chapter berapa sih.😀 *author aneh*

Supaya dapat feelnya, author sarankan baca FF ini sambil dengerin lagunya SUPER JUNIOR A-Day. Karena arti dari lagu tersebut kurang lebih seperti ini: Ada seorang cowok yang akan tetap mencintai cewek itu walaupun udah tua dan gak cantik lagi.

Kebetulan author ngerasa arti dari lagu A-Day ada sedikit kesamaan dengan cerita FF ini, tapi gak tau deh gimana pendapat reads. FF ini menceritakan tentang cinta sejati. kesimpulannya  si cowok mencintai si cewek apa adanya dan tanpa syarat. Dan kebetulan sekali, di lagu A-Day author paling suka partnya Siwon. Suaranya itu lhoo sexy banget yang buat author malayang ke angkasa..hahaha *lebay*

Dari tadi banyak bacot ni author hahahahah langsung aja deh,,,

Happy Reading YoonWonited…………..

 

[FF] The Right Woman For Me (Chapter 1)

Title : The Right Woman For Me

Author : Nita Rahayu/Choi Hyun Mi

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Lee Junho (2PM)
  • Song Jieun (Secret)
  • Go Hara (Kara)
  • Yesung (Super Junior)
  • Lee Min Ho

Genre: Romance , Sad

Rating : PG 15+

 

******

“Sarang seuron nun useum neomchil ttae, neon areum dawo, nun busheo……….”

“Ketika senyuman dan sinar mata mu memancarkan cinta, kamu cantik dan mempesona….”

A-Day (Siwon Part)

 

Author POV

Angin musim gugur membuat daun-daun kering berjatuhan dari tangkainya dan menerbangkannya ke segala penjuru arah, langit mulai berubah menjadi warna jingga dan sang surya mulai meredup untuk beristirahat dari aktifitasnya. Angin semakin berhembus kencang daun-daun kering pun ikut terbang mengikuti arahnya, begitu pula dengan rambut seorang wanita bernama Im Yoona yang ikut tersibak karena tiupannya. Rambutnya yang terurai panjang, hitam dan lurus menerpa paras cantiknya yang terlihat pucat. Tangannya mulai menyingkirkan helai demi helai rambut yang menerpa wajahnya, dia tersenyum manis melihat pusara yang ada di hadapannya. Tak lama dia meletakan sebuket bunga lili di atas tempat peristirahatan manusia untuk selama-lamamnya itu. Setelah itu dipejamkan matanya untuk memanjatkan doa pada sang kuasa, dia terus memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin musim gugur yang membuatnya sangat tenang, di tambah suasana yang begitu sunyi yang membuatnya semakin khusu dalam memanjatkan doa. Hembusan angin dan detak jantungnya saja yang terdengar di tengah-tengah kesunyian pemakaman.

Cukup lama dia memejamkan matanya sambil berdoa, sampai pada akhirnya kembali Yoona membuka matanya. Seulas senyum kembali terpancar dari wajah pucatnya, namun kali ini senyum kegetiran.

“Kenapa kau pergi begitu cepat meninggalkan ku, mana janji mu? Janji mu untuk selalu berada di samping ku, kau pergi terlalu cepat”

Matanya mulai mengeluarkan cairan bening sambil melihat pusara yang ada di hadapannya dengan tatapan penuh kesedihan. Kakinya tak dapat lagi menopang tubuhnya sendiri sampai pada akhirnya dia harus terduduk lemas di depan pusara tersebut. Tangannya mulai meraba batu nisan yang bertuliskan “Lee Min Ho” dengan air mata yang terus mengalir dari mata indahnya.

“Bisakah aku menjalani hidup ini tanpa mu, kenapa kau begitu cepat pergi meninggalkan ku”

Kembali air matanya keluar membasahi kedua pipi putihnya yang terlihat pucat, dia tak dapat lagi menahan air mata yang selalu di sembunyikannya dari banyak orang. Pertahanannya runtuh sudah, air matanya tumpah seketika di depan pusara suaminya, Lee Min Ho.

******

Siwon membanting stir mobilnya dengan emosi yang sudah memuncak, dengan sekali hentakan dia keluar dari mobil sport miliknya dan membanting pintu mobil dengan kasar. Dia berjalan cepat sambil menahan emosi yang sudah tak dapat dikontrolnya lagi.

TING….

Pintu lift terbuka dengan mengambil langkah seribu Siwon segera kelur dari lift dan berjalan mencari sebuah apartemant. Setelah cukup lama Siwon berjalan, akhirnya langkahnya berhenti di depan pintu apartemant berwarna silver, dengan cekatan jari-jari Siwon mulai memencet  tombol untuk membuka pintu.

“Open”

Siwon segera menarik knop pintu dan masuk kedalam apartemant tersebut tanpa melepas sepatu. Hening, di ruang tengah dia tak menemukan siapa-siapa, dengan segera Siwon berjalan kearah kamar mandi. Namun hasil yang sama dia tak menemukan siapa-siapa. Siwon keluar dan kembali melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar. Ditempelkan daun telinganya ke pintu untuk mendengar suara dari dalam, Siwon mendengus kesal kerena ia tak mendengar suara apa pun. Siwon menarik nafas sejenak, lalu tak berapa lama dia membuka pintu kamar dan langkahnya terhenti saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.

“Siwon, apa yang kau lakukan disini”

Suara seorang wanita yang langsung bangun dari tidurnya saat melihat Siwon yang sudah berdiri dihadapannya dengan tatapan penuh kemarahan. Siwon memalingkan pandangannya ke lantai melihat pakaian yang berserakan.

“Jadi ini yang kau lakukan dibelakangku,  kau tidur dengan laki-laki lain”

Suara berat Siwon membuat wanita itu bergetar ketakutan sambil memegang selimut tebal berwarna putih yang menutupi tubuhnya yang tak ada selesai benang pun menempel.

“Siwon bisa ku jelaskan, aku mohon” lirih wanita itu lalu air matanya keluar membasahi kedua pipinya.

“Euhhh ada apa Chagiya, kenapa kau menangis” lenguhan dari laki-laki yang sedang tidur di sebelahnya membuat Siwon semakin terbakar api kemarahan.

Laki-laki itu bangkit dari tidurnya dan mengerjap-ngerjapkan matanya. Tapi, seketika matanya membulat sempurna saat melihat Siwon memandangnya dengan tatapan membunuh.

“Choi Siwon, apa yang kau lakuakan disini” pekiknya saat melihat Siwon yang berdiri dihadapannya.

“Hara, akhiri hubungan kita sampai disini. Dan anggap saja kita tidak pernah bertemu” Siwon melepas cincin putih yang melingkar dijari manisnya dan melemparkannya pada wanita tersebut yang tak lain adalah calon istrinya, Go Hara.

 

Siwon berbalik dan sedetik kemudian berjalan dengan cepat keluar dari kamar tersebut, Hara yang melihatnya langsung berlari mengejar Siwon.

“Kau mau kemana Chagiya” ujar laki-laki yang tidur bersamanya.

“Aku ingin mengejar Siwon, lepaskan tangan ku”

Dengan air mata yang terus mengalir dipipinya, Hara beranjak dari tempat tidur dan melilitkan selimut berwarna putih pada tubuhnya.

“Siwon tunggu aku, aku bisa jelaskan semuannya. Ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku mohon dengarkan penjelasan ku dulu” Hara mencegah kepergian Siwon dengan menarik tangannya.

“Lepaskan tanganmu” ucap Siwon dingin.

“Siwon”

“Anggap saja kita tidak pernah bertemu, dan pernikahan kita batalkan”

“Mwo dibatalkan, mana boleh lalu bagaimana dengan kedua orang tua kita”

“Lalu?” ucap Siwon lalu berbalik menghadapnya

“Kau ingin aku menikahi mu? Menikahi seorang perempuan yang sudah pernah tidur dengan laki-laki lain dan aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku tidak bodoh Hara. Sudah berapa kali aku melihat kau jalan dengan laki-laki itu, selama ini aku berusaha tidak mencurigai mu karena aku percaya padamu. Tapi, sekarang kepercayaan ku luntur, jadi kita akhiri sampai disini, jangan pernah muncul lagi dihadapan ku”

Dengan mata yang mulai berair Siwon membalikan tubuhnya dan pergi meninggalkan gadis yang ada di hadapannya itu. Hara hanya bisa melihat kepergian Siwon dengan linangan air mata dipipinya.

******

Waktu sudah menunjukan pukul 19.00 KST, Yoona berjalan dengan langkah pelan menuju sebuah panti asuhan. Angin malam mulai terasa menusuk tubuhnya, dia segera mengeratkan blezernya untuk menutupi rasa dingin yang menyerang tubuhnya.

Setelah berjalan cukup lama akhirnya Yoona sampai ditempat tujuan, panti asuhan tersebut sudah sangat sepi, jelas karena ini sudah malam dan tidak mungkin ada anak-anak yang bermain dihalaman. Dengan pelan Yoona membuka pintu kedatangan panti asuhan, tapi tak ada yang menyambutnya seorang pun. Dia kembali berjalan menuju ruang tengah, didapatinya sahabatnya Jieun tengah sibuk mengatur tempat tidur untuk anak-anak.

“Kau sedang sibuk?”

Yoona menepuk pundak sahabatnya itu yang langsung membuat Jieun menoleh ke arahnya.

“Yoona kau datang juga”

Jieun menyambut kedatangan sahabatnya itu dengan senyum hangatnya.

“Anak-anak belum tidur ya. Kau pasti lelah sekali” ujar Yoona merasa kasihan.

“Aku sudah terbiasa, oh yah kau mau menjemput Yoon Mi” seru Jieun yang mendapat anggukan dari Yoona.

“Yoon Mi sudah tidur, kau masuk saja ke kamar. Aku bereskan anak-anak dulu” ujar Jieun yang kembali mendapat anggukan dari Yoona.

Yoona kembali melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar, pintu kamar tertutup rapat. Dengan hati-hati Yoona membuka pintu kamar supaya tak membangunkan orang yang tidur didalamnya. Secara perlahan Yoona masuk kedalam, dan matanya menangkap malaikat kecilnya yang tidur sangat pulas di atas ranjang. Seulas senyum tertarik dibibir mungilnya, kembali Yoona melangkahkan kakiknya mendekati ranjang. Secara perlahan Yoona naik ke ranjang dan kembali senyumannya tertarik di kedua sudut bibirnya.

“Mianhae Eomma telat menjemputmu, tadi Eomma menjenguk Appa mu dulu, Yoon Mi rindu Appa?”

Yoona mengelus pipi Yoon Mi dengan penuh kasih sayang. Lee Yoon Mi, adalah anak semata wayangnya buah cintanya bersama Lee Min Ho. Malaikat kecilnya yang baru berusia 3 bulan itu setiap hari ia titipkan pada sahabatnya Jieun. Sebenarnya Yoona tak tega bila harus meninggalkan Yoon Mi apalagi usianya baru 3 bulan. Yoon Mi masih harus membutuhkan ASI eksklusif. Tapi karena pekerjaan Yoona sebagai seorang Dokter tidak memungkinkan untuk setiap saat berada di rumah mengurus Yoon Mi. Apa lagi status Yoona sebagai seorang single parent membuatnya harus berperan sebagai Ibu sekaligus Ayah.

Belum sempat suaminya melihat malaikat kecil mereka, Lee Min Ho harus pergi meninggalkan dunia yang fana ini akibat kecelakaan mobil yang merenggut nyawanya. Saat itu usia kandungan Yoona 7 bulan, dan dia harus mengalami sakit yang tak dapat terobati oleh apapun juga. Yoona berusaha tegar menerima semua takdir yang telah Tuhan berikan padanya, Yoona sempat terpuruk. Tapi, dia berusaha bangkit untuk tetap menjalani kehidupannya bersama dengan putri kecilnya Lee Yoon Mi yang sangat ia sayangi.

5 bulan sudah suami tercintanya pergi, tapi Yoona belum bisa melupakan kesedihan yang melanda dirinya. Meskipun Yoona selalu menutupi kesedihannya itu didepan rekan-rekan kerjanya ataupun Jieun, tapi sampai saat ini Yoona masih terlarut dalam kesedihannya.

Dengan masih mengembangkan senyum dibibirnya, Yoona mengelus pipi chubby Yoon Mi dengan penuh kasih sayang, Yoon Mi masih terlelap dalam tidur damainya.

Setelah lama melamun, Yoona segera menggendong Yoon Mi dan membawanya keluar kamar.

“Jieun, apa Yoon Mi hari ini tidak rewel?” ujar Yoona saat menemui sahabatnya itu di ruang tengah.

“Tidak, mungkin Yoon Mi tahu kalau ibunya sedang sibuk, jadi dia tidak rewal” ucap Jieun lalu menghampiri Yoona.

“Kau ini, aku benar-benar berterimakasih padamu. Kau sudah mau menjaga anak ku, kalau tidak ada kau aku tidak tahu harus menitipkan Yoon Mi pada siapa” ujar Yoona tersenyum lembut.

“Kau tidak usah sungkan, kita ini sudah seperti keluarga” ucap Jieun membalas senyum hangat Yoona.

“Yah sudah Jieun ini sudah malam, aku pulang dulu”

Yoona berjalan ke arah pintu sambil menggendong Yoon Mi yang masih terlelap tidur

“Boleh aku mengantar mu?” tawar Jieun saat sudah berada di ambang pintu.

“Tidak usah, kau jaga anak-anak saja. Aku bisa naik taxi, ya sudah aku pamit dulu”

“Ne hati-hati di jalan”

Perlahan Yoona mulai menghilang dari pandangan Jieun, setelah cukup lama berdiam diri diambang pintu. Jieun berbalik kedalam dan menutup pintu dengan lemas. Disandarkan tubuhnya pada pintu lalu menghela nafas berat.

“Aku benar-benar kasiahan padamu Yoong” gumam Jieun pelan lalu kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam.

******

Siwon membersihkan dirinya mencoba menghilangkan amarahnya yang sedang memuncak saat ini, air terus mengguyur ke seluruh tubuhnya yang terlihat sangat kekar  itu. Dipejamkan matanya merasakan air yang terus mengguyur tubuhnya dari kepala hingga ujung kaki. Tak berapa lama Siwon kembali membuka matanya, dikepalkan kedua tangannya dan…..

Bug……

Siwon meninju cermin yang ada didepannya, seketika darah segar keluar dari tangan kanannya itu.

“Baik, aku bisa melupakan mu”

Kembali Siwon memejamkan kedua matanya, merasakan dinginnya air yang mengguyur seluruh tubuhnya.

******

Yoona membaringkan Yoon Mi ditempat tidur miliknya, dari tadi Yoon Mi sama sekali tak terbangun dari tidur nyenyaknya. Yoona mengelus pipi chubby putri kecilnya itu dengan lembut supaya Yoon Mi tak terbangun.

“Yoon Mi-ahh, kalau Appa melihatmu pasti dia akan sangat bahagia”

Ucap Yoona pelan sambil terus mengelus pipi Yoon Mi dengan penuh kasih sayang.

Setelah kepergian Min Ho, Yoona memang harus mengurus putri kecilnya itu sendirian. Bahkan saat melahirkannya pun , Yoona harus berjuang sendiri tanpa di damping seorang suami sebagaimana mestinya. Ini bukan pertama kali bagi Yoona di tinggalkan sosok orang yang dicintainya, sebelumnya Yoona juga pernah ditinggalkan oleh kedua orang tuannya saat usiannya 8 tahun. Dan sejak saat itu, Yoona tinggal di panti asuhan yang saat ini diurus oleh sahabatnya Song Jieun. Jieun adalah anak dari pengurus panti asuhan itu, maka tidak heran dia sudah menganggap Yoona sebagai saudara kandungnya.

Menjadi single parent di usianya yang baru 24 tahun memanglah tidak mudah, meskipun predikatnya sebagai Dokter muda tapi Yoona sudah mempunyai seorang anak. Pada usia 22 tahun Yoona memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang dicintainya yaitu Lee Min Ho. Kebetulan Min Ho adalah seorang Dokter yang usianya 5 tahun lebih tua darinya. Pernikahan mereka sangat bahagia, keluarga Min Ho menerima dan menyayangi Yoona dengan sepenuh hati, apalagi saat mendengar bahwa Yoona tengah mengandung seorang anak membuat kedua orang tua Min Ho sangat bahagia mendengar berita tersebut. 2 tahun menjalani mahligai rumah tangga, dan tinggal menunggu kelahiran sang malaikat kecil kedunia, membuat Yoona dan Min Ho tak sabar menanti kelahiran anak pertama mereka. Hari-hari bahagia terus mereka lewatkan sepanjang hari menjadi pasangan suami istri yang saling melengkapi. Tapi, Tuhan berkehendak lain, Tuhan mengambil semua kebahagiaan yang Yoona rasakan. Saat usia kandungan Yoona 7 bulan, Min Ho harus pergi meninggalkannya untuk selamanya dan hal ini yang membuat Yoona terpukul dan terpuruk dalam kesedihan.

******

Dengan langkah berat Siwon melangkahkan kakinya memasuki gedung tempatnya bekerja. Para karyawan yang berpapasan dengannya tak lupa memberikan salam hormat pada anak Direktur Choi’s Group tersebut. Namun, Siwon tetap melangkahkan kakinya dengan tatapan datar tanpa menyapa balik karyawan yang menyapanya.

“Ada apa dengan Tuan muda, tidak biasanya dia seperti itu”

Bisik salah seorang karyawan pada temannya.

“Mana aku tahu, mungkin dia sedang putus cinta”

Jawabnya temannya asal.

“Hus jaga bicara mu, ayo kembali bekerja”

“Iya aku kan hanya bercanda, maaf”

******

Siwon terduduk lemas dimeja kerjanya dengan tatapan kosong, entah apa yang sedang dipikirkannya saat ini. Rasanya untuk membuka mulut saja sangat berat dilakukannya.

Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka, Siwon menolehkan pandangannya ke sumber suara.

“Siwon, bisa kita bicara sebentar” serunya saat sudah menutup pintu.

“Junho, kau rupanya. Masuklah”

Siwon bangkit dari duduknya dan menghampiri orang tersebut yang tak lain adalah temannya sekaligus salah satu karyawannya Lee Junho.

“Kau ingin bicara apa?”

Siwon memulai pembicaraan saat sudah berhadapan duduk disofa.

“Siwon, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menghancurkan hubungan mu dengan Hara. Aku hanya ingin….”

“Sudahlah Junho, justru aku harus berterimakasih padamu. Berkat kau aku jadi tahu siapa dia” Siwon memotong kata-kata Junho.

“Tapi bagaimana dengan pernikahan mu?” tanya Junho dengan nada kwatir.

“Aku batalkan, sudahlah kau jangan merasa bersalah seperti itu. Masih banyak wanita di luar sana yang lebih baik darinya”

Ujar Siwon tersenyum lembut pada temannya itu.

“Junho sepertinya hari ini aku tidak bisa mengikuti rapat. Bisa kau wakilkan aku, mungkin aku harus mencari udara segar dulu”

Siwon bangkit dari duduknya yang diikuti Junho.

“Baiklah, serahkan saja padaku”

Ucap Junho mantap, lalu sedetik kemudian keluar dari ruangan Siwon.

Siwon menghela nafas berat melihat kepergian Junho, lalu kembali menjatuhkan dirinya di sofa.

******

Yoona berjalan dengan terburu-buru memasuki rumah sakit, kali ini dia sedikit terlambat karena tadi harus mengurus Yoon Mi dan mengantarkannya ke panti asuhan. Yoona melangkahkan kaki menuju ruangannya dengan langkah terburu-buru. Setelah sampai dipintu ruangannya, Yoona segera masuk dan mengambil Jas putihnya yang tergantung. Tak lama Yoona keluar untuk memeriksa kondisi para pasiennya.

“Dokter Im” teriak seseorang yang membuat Yoona menoleh ke sumber suara.

“Dokter Cho”

“Kau baru datang” tanyanya yang tak lain adalah Cho Kyuhyun yang juga seorang Dokter.

“Iya, hari ini aku sedikit terlambat tadi harus mengantarkan Yoon Mi ke panti asuhan dulu”

Ucap Yoona yang membuat Kyuhyun mengangguk paham.

“Oh begitu yah, oh yah bagaiman keadaan Yoon Mii. sudah hampir satu minggu aku tak bertemu dengannya”tanya Kyuhyun.

“Yoon Mi baik-baik saja, malah berat badannya sekarang bertambah. Oh yah Dokter Cho aku pergi dulu yah, aku harus melihat keadaan pasien”

Tanpa menunggu persetujuan dari Kyuhyun, Yoona segera bergegas pergi menuju ruang perawatan. Kyuhyun tersenyum simpul melihat kepergian Yoona  dan tak lama melangkahkan kakinya menuju ruangan pasien.

******

Siwon POV

Kulangkahkan kaki ku  menuju tepi sungai Han yang sangat sunyi, ku lihat genangan air yang menyejukan membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa tenang. Semilir angin membuat air sungai Han seakan bergoyang mengikutinya, angin juga menerpa wajaku yang membuat ku terbuai dengan suasana seperti ini. Perasaanku benar-benar kacau saat ini, wanita yang selama ini ku cintai ternyata malah menusuk ku dari belakang. Padalah sebentar lagi adalah hari pernikahan ku dengannya, namun hari bahagia itu harus ku kubur dalam-dalam.

Mungkin hati ku sudah terbiasa menerima keadaan seperti ini, karena sebelumnya aku juga pernah di khianati oleh beberapa wanita. Tapi, kali aku benar-benar merasakan sakit hati. Kekasihku, calon istriku tidur dengan laki-laki lain, dan aku melihatnya sendiri hatiku benar-benar sakit melihatnya. Rasanya aku benar-benar lelah menghadapi hidup ini, ayah ku terus mendesak ku untuk segera menikah. Dia selalu mencarikan calon istri untuk ku, tapi dari semua pilihan ayah ku tak ada satu pun yang tulus mencintai ku. Mereka hanya mencintaiku dari kekayaan yang ku punya sekarang, sungguh miris rasanya. Bagi ku mendapatkan sosok wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupku sangatlah sulit.

End of Siwon POV

******

 

Author POV

“Keadaan mu membaik, tapi untuk beberapa hari ini kau harus tetap tinggal di rumah sakit, tak apa kan?”

Tanya Yoona setelah selesai memeriksa seorang pasiennya yang berumur 10 tahun.

“Dokter cantik, berapa usia mu?  Bisakah aku menikahi mu?” tanyanya polos yang membuat Yoona terkekeh geli.

“Kau ingin menikahi ku, kalau begitu cepat sembuhlah. Nanti kita menikah anak tampan” Yoona mengelus pipi anak kecil tersebut sembari tersenyum tulus padanya.

“Iya Dokter cantik, kalau begitu aku istirahat dulu sekarang” anak tersebut langsung membaringkan dirinya di ranjang. Yoona yang melihatnya hanya tersenyum senang, lalu kemudian keluar dari ruang perawatan.

“Eh Dokter Cho, sedang apa di sini?” tanya Yoona pada Kyuhyun yang sedang berdiri di depan pintu ruang perawatan. Kyuhyun langsung gelagapan mendengar pertanyaan dari Yoona.

“Aku..aku..aku ingin mengajak Dokter makan siang bersama, bagaimana?” tawar  Kyuhyun menyembunyikan gugupnya.

“Makan siang” Yoona melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.

“Ahh ini sudah jam 12 yah, tak terasa sekali. Ya sudah ayo” Yoona menyetujui penawaran Kyuhyun dan berjalan mendahuluinya.

Kyuhyun tersenyum bahagia karena tawarannya di sanggupi Yoona, tak menunggu lama segera Kyuhyun mengikuti langkah Yoona dengan masih mengembangkan senyum di wajahnya.

Cho Kyuhyun adalah Dokter dirumah sakit yang sama dengan Yoona, dia adalah Dokter specialis anak .Usianya dua tahun lebih tua dari Yoona. Bisa dibilang Kyuhyun adalah seniornya Yoona,  mereka juga kuliah di fakultas yang sama maka tidak heran mereka sudah mengenal satu sama lain. Selama ini Yoona menganggap Kyuhyun bukan hanya sekedar teman saja, tapi sebagai seorang kakak. Yoona menyukai sifat Kyuhyun yang sangat perhatian padanya dan juga pada Yoon Mi, maka tidak heran kadang-kadang Yoona selalu berkeluh kesah padanya.

Apabila Yoona sudah menganggap Kyuhyun sebagai kakaknya, berbeda dengan Kyuhyun. Sejak Kyuhyun mengenal Yoona dia sudah mulai tertarik padanya. Tapi, Kyuhyun tidak berani mengungkapkan isi hatinya itu. Sampai pada akhirnya, Yoona menikah dengan kakak kelasnya yaitu Lee Min Ho. Tapi, sejak Min Ho menginggalkan Yoona untuk selamanya, Kyuhyun mulai mendekati Yoona kembali. Meskipun, Kyuhyun masih sama seperti dulu belum bisa mengutarakan isi hatinya. Apalagi sekarang, ditambah Yoona baru kehilangan sosok yang dicintainya. Membuat Kyuhyun tau bagaimana perasaan Yoona yang belum bisa membuka hati untuk siapa pun.

******

Siwon memarkirkan mobilnya di halaman rumah sakit, tak lama ia membuka pintu mobilnya dan segera berjalan kedalam. Siwon pergi kerumah sakit untuk mengobati tangannya yang terus mengeluarkan darah akibat semalam dia meninju cermin.

“Suster apa Dokter Kim ada di ruangannya?” tanya Siwon pada Suster yang berpapasan dengannya.

“Apa anda pasiennya?”

“Iya saya pasien Dokter Yesung, ah maksud ku Dokter Kim Jong Won”

“Maaf Tuan, saat ini Dokter Kim sedang bertugas di Mokpo dan baru berangkat kemarin, ada yang bisa saya bantu?” tawar sang Suster.

“Oh begitu yah, begini Suster tangan ku terluka dan terus mengeluarkan darah. Bisa kau bantu aku” ujar Siwon lalu menunjukan tangan kanannya yang terbalut perban.

“Tentu saja, mari ikut aku Tuan”

Siwon mengikuti langkah Suster tersebut. Tak lama Suster tersebut berhenti disebuah ruangan Dokter.

“Dokter Kim sedang bertugas ke Mokpo, dan yang menggantikannya untuk sementara waktu adalah Dokter Im silahkan masuk Tuan” ujar Suster tersebut penuh hormat lalu membuka kan pintu untuk Siwon.

Siwon hanya menganggukan kepala lalu mengikuti langkah Suster itu.

“Dokter Im ada pasien yang ingin memeriksakan tangannya” ucap Suster tersebut yang membuat orang yang dipanggil yang tak lain adalah Yoona menoleh kearahnya.

“Silahkan masuk” sambut Yoona sembari mengembangkan senyumannya.

Suster tersebut pergi dari hadapan Yoona dan tak berapa lama Siwon mulai masuk.

“Apa anda pasiennya, silahkan duduklah” Yoona menyambut kedatangan Siwon dengan senyum hangatnya yang membuat Siwon terpukau melihatnya.

“Silahkan duduk” kembali Yoona mempersilahkan Siwon yang masih berdiri menatapnya.

“Ah ya” jawab Siwon gugup lalu duduk berhadapan dengan Yoona.

“Tangan anda terluka boleh saya lihat” seru Yoona sambil terus mengembangkan senyum dibibirnya. Siwon gelagapan lalu memperlihatkan tangan kanannya pada Yoona.

Mata Siwon dari tadi tak lepas memandangi Yoona yang ada di hadapannya. Kini tangan Yoona menyentuh tangannya , membuka perban dengan sangat hati-hati.

“Darahnya banyak sekali, ada serpihan kaca lagi. Pantas saja darahnya terus keluar”

Yoona masih fokus membersihkan darah yang mengalir dari tangan Siwon. Sementara Siwon terus memandang wajah Yoona yang tak jauh berada di depannya. Tiba-tiba mata Siwon menangkap papan nama (?) yang bertulis kan “Im Yoona”. Siwon kembali menatap wajah cantik Yoona dengan seksama, sementara sang pemilik wajah masih membersihkan luka di tangannya.

“Sakit tidak?” tanya Yoona saat menambah kan cairan bening pada luka ditangan Siwon.

Namun Siwon tak bergeming, masih menatap wajah Yoona dengan seksama.

“Tuan, anda tidak apa-apa?” Yoona mendongakkan kepala melihat Siwon yang masih menatapnya. Siwon kembali gelagapan dan berdehem untuk menenangkan dirinya.

“Yah Dokter, maaf tadi aku tidak mendengar mu” jawab Siwon gugup..

“Aku bilang sakit tidak, luka mu parah sekali. Didalamnya ada serpihan kaca” ucap Yoona lembut sembari menunjukan senyum hangatnya.

“Tidak, ini tidak sakit” Siwon berusaha menenangkan dirinya lalu kembali melihat Yoona yang tersenyum sambil membalut lukanya dengan perban.

“Sudah selesai, mungkin untuk beberapa hari kedepan anda harus menjaga tangan anda. Jangan sampai terbentur benda yang keras” Yoona memberikan nasihat pada Siwon sambil tangannya menulis di atas kertas. Siwon hanya mengangguk sambil terus memperhatikan Yoona.

“Maaf Tuan nama anda siapa?” Yoona mendongak kan kepalanya menatap Siwon.

“Choi Siwon” jawab Siwon sedikit pelan.

“Usia anda”tanya Yoona kembali.

“28 tahun”

“Oh baiklah, ini resep obatnya Tuan Choi. Karena ini luka luar jadi semua obatnya hanya berupa krim untuk menghilangkan luka dan menghentikan supaya darahnya tidak terus keluar”

Yoona memberikan secarik kertas pada Siwon, Siwon hanya mengangguk sebagai jawaban lalu mengambil kertas resep obat tersebut.

“Maaf Dokter, apa anda yang menggantikan tugas Dokter Kim?” tanya Siwon tiba-tiba.

“Iya, selama satu bulan Dokter Kim di tugaskan di salah satu rumah sakit Mokpo. Apa Tuan salah satu pasiennya?” tanya Yoona balik.

“Iya, aku salah satu pasiennya Dokter Kim” jawab Siwon sedikit gugup.

“Oh begitu yah, ya sudah semoga anda cepat sembuh” Yoona beranjak dari duduknya yang di ikuti Siwon

“Kalau begitu terima kasih Dokter” Siwon membungkukan badan pada Yoona.

“Memang seharusnya aku menolong seorang pasien, semoga anda cepat sembuah Tuan Choi” Yoona membalas membungkuk lalu tersenyum ramah pada Siwon.

******

Setelah menebus obat, Siwon pergi dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah sakit. Siwon masuk ke dalam mobil sport miliknya, sejenak Siwon memikirkan sesuatu. Dilihatnya tangan kanannya yang sudah terbalut perban sangat rapi.

Seulas senyum tertarik di kedua sudut bibirnya, Siwon tersenyum seakan dia telah mendapatkan energy baru. Tangan kirinya juga memeganag tangan kanannya yang tadi di pegang oleh Yoona.

“Senyuman itu. Senyuman yang belum pernah ku lihat dari wanita manapun, hati ku terasa damai melihatnya”

“Mata indah itu, mata yang belum pernah ku lihat dari wanita manapun, diri ku terasa tenang melihatnya.

 

 

To Be Countinued

Jebal author minta pendapatnya buat chapter ini. Kalau merasa chapter ini pendek, author sengaja soalnya pengen liat dulu responya dari para reads.

Terima kasih untuk para reads yang sudah membaca FF geje ku ini. Jangan lupa RCL yoh J

Dan untuk admin Gee juga terimakasih sudah mau posting FF geje ku yang satu ini..:)

Kamsahamnida…..

 

 

 

Tinggalkan komentar

217 Komentar

  1. paris

     /  Desember 3, 2015

    pasti siwon sakit hati banget, calon istrinyaa selingkuh.. apa lagi siwon ngeliat dia tidur sama cowok lain😦 sabar yah oppa
    Dan pas siwon ketemu yoona Kayanyaaa dia udah langsung suka hehe

    Balas
  2. acha

     /  Desember 15, 2015

    Yuhuu yoonwon udh ketemu tu.. Jdi ikutan senyam senyum kek bang won bacanya. Sweet moment !!😄😄 yoona ksian sklai bru aja dpt momongan udh ditinggal sma suaminya mr. Lee (kurng serek buat nyebutin nmanya) 😁✌ dan siwon gk jdi nikah (yeyey(?)) sma” patah hati ni ceritanya. But keknya kyuhyun bkln jdi tembok (?) diantra yoonwon ini !? Akhh next next thor 😄

    Balas
  3. NisNis

     /  Desember 21, 2015

    Bagus min senyum senyum sndiri aku bacanya ^^
    Lanjutin min. Ditunggu

    Balas
  4. park ra chan

     /  Desember 21, 2015

    Min di tunggu chapter 2 nya ya…
    Buruan..penasaran min

    Balas
  5. diah fibri

     /  Januari 23, 2016

    keren thor, bru baca part 1 udh suka sm jalan cerita …. sebenernya agk kecewa dengan ff yg sebelumnya , ceritanya bgus tp ga dibuat sampe selesai … mudh2an ff ini ditulis sampe selesai ….

    Balas
  6. . Kasian bgt siwon oppa yg hrz menelan pil pahit d khianatin ma calon istrinya sendiri… 😭
    . Ouqh ternyata yoong udd nikah n pnya bayi, dn hrz berjuang utk jd single parent… 😔
    . Kya y siwon oppa mulai suka ma yoongi… 😍

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: