[FF] Sister’s Of Mirror (Chapter 1)

Sister’s Of Mirror

 

Annyeong…:) Ulan choi’s Here..kali ini aku gak mempersembahkan FF oneshotku dulu ya..(itu terakhir udah d’post “LongTime no see”). Kali ini aku akan ngepost FF sequel ya..^_^ dan genre na pun agak sedikit berbeda dari FF ku yg sebelum-sebelumnya yg pernah d’post disini.Ya walau masih dalam belajar nulis ff ada adegan actionnya semoga gak jelek2 bgt lah..dan aku juga belum tau ff na bakal ending di part berapa,tp pasti aku usahain ada endingnya koq..jadi wajib baca dan coment yaa!!! Agar aku tau respon baliknya kaya gimana dan biar nambah semangat nulis juga.. J okee..Alkisah kita mulai di TKP..!!😀

 

 

Judul                : Sister’s of Mirror

Type                 : Sequel ( Part. 1 )

Author             : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre               : Romance,Tragedy,Action,Sad,ect

Ratting             : PG – 17

Main Cast        : Yoona SNSD, Siwon SUJU, Sulli F(X), Yunho Tvxq, Taecyeon 2PM,

Other Cast       : Kangin, Leeteuk , Minho SHINee, Taeyeon,Amber,Ect

 

 

Seorang gadis cantik berusia sepuluh tahun berdiri mematung bersama sang ayah disebelahnya, Sedang menatap pilu pusara makam sang ibu yang tanahnya masih basah dan bertaburan bunga-bunga yang juga masih segar. Wajah gadis itu memang terlihat sangat sedih tapi tak setetes pun air mata yang jatuh dari mata indahnya yang terlihat redup. Sang ayah menggenggam kedua bahu putrinya seakan memberikan kekuatan untuk anaknya yang baru saja ditinggal pergi ibunya untuk selama- lamanya.

“Yoona, Sudahlah ayo kita pulang.” Ucap sang ayah kepada anaknya sambil membelai sayang rambut Yoona, Nama gadis itu.

Tak ada jawaban yang keluar dari mulut yoona.

Ayahnya melihat keadaan sekitar pemakaman yang sudah sepi hanya tinggal mereka berdua. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang menepuk lengan lelaki itu. Lantas ayah Yoona menoleh untuk mencari tahu siapa yang menepuk lengannya. Ternyata di sebelahnya telah berdiri seorang anak laki-laki sepantaran dengan putrinya. Ia adalah anak tetangga, yang usianya hanya beda lima tahun dari Yoona, Ia adalah satu-satunya teman bermain yang Yoona miliki.

“Yunho..Kau belum pulang?” Tanya ayah yoona.

“Belum Om..Hemm,Om pulang saja deluan dan istirahat pasti om sangat lelah. Yoona,biar aku saja yang menemaninya disini.” Ucap anak lelaki yang bernama Yunho itu terdengan dewasa. Dan menampilkan nimik wajahnya yang meyakinkan.

Sejenak ayahnya memandang Yoona dan berpikir. Mungkin saat ini dia bukanlah orang yang tepat untuk menenangi putrinya yang pasti sangat terpukul atas kepergian ibunya. Mungkin Yoona butuh orang lain yang bisa menenanginya dan menemaninya melupakan masalah yang dihadapinya saat ini. Ayahnya menepuk bahu Yoona pelan dan berkata. “Yoona, Ayah pulang dulu ya..kalau kamu masih mau disini, ada Yunho yang menemanimu nak..”

Lagi- lagi tak ada jawaban satu pun yang terucap dari bibir mungil yoona. Yang ada hanya tatapan redup dan penuh dendam yang terpancar dari mata indahnya. Akhirnya ayahnya pun melangkah dengan pasti meninggalkan putrinya bersama Yunho dimakan istrinya.

Selepas Ayah Yoona pergi, Keadaan jadi semakin Sepi mencengkam untuk beberapa menit yang telah terlewati. Baik Yoona maupun Yunho hanya berdiri mematung dengan pikirannya masing-masing yang sulit ditebak.

Satu Jam pun berlalu…

Akhirnya Yunho yang sudah merasa pegal berdiri mengambil tindakan sendiri. Ia meraih tangan kanan dingin yoona yang mengepal dan menggenggam kuat telapak tangan yoona.

“Yoong?” ucap Yunho akhirnya memecah kesunyian diantara mereka.

“Aku tau ini berat untukmu tapi, kau tak seharusnya bersikap sedingin ini. Apa kau tak memikirkan ibumu yang sudah hidup damai disurga sana?ibumu pasti sangat sedih melihat anak yang disayanginya dalam keadaan mengenaskan seperti ini. Yoong jadilah anak yang kuat dan tegar. Ini bukan dirimu! Mana Yoona yang selalu ceria?tertawa dengan mulut aligatornya? Mana yoona yang punya semangat hidup menggebu-gebu?”

Sekilas mata Yunho seperti hampa dan menerawang mengingat-ingat masa-masa ia bersama yoona yang seperti iya ucapkan tadi. Tapi Sejak seminggu yang lalu hingga hari ini yoona terasa telah berubah. Entah alasan apa? Tapi Yoona jadi terlihat cepat murung, sedih dan jadi banyak ngelamun.

“Yoong? Aku merindukan Im Yoon Ah ku yang dulu!” Jerit Yunho Frustasi melihat sikap temanya yang masih sama mematung tanpa berkata-kata.

Yoona mengangkat kepalanya dan menatap wajah Yunho yang tanpak memerah karna perasaan emosinya yang tercampur sedih yang coba ia tahan. Yunho merusaha keras menyunggingkan bibirnya membentuk senyum yang menangkan. Dan ia tatap mata Yoona lekat-lekat dan dia temukanlah ada kesedihan yang amat disembunyikan didalam sana. Yunho tak dapat berbuat apa-apa lagi, ia menarik tangan yoona dan mendekap tubuh kecil yoona kedalam pelukannya ia memeluk yoona dengan sangat erat sambil sesekali ia mengusap-usap bahunya dengan sayang. Yoona memang tak membalas pelukannya tapi Yunho tahu ia berhasil mengambil perhatiian yoona dari dunianya. Yoona menangis didalam pelukan yoonho ia menumpahkan segala beban yang terasa amat berat dipikulnya seorang diri. Tapi ia bingung harus berbuat apa.Yunho tak berbicara apapun ia hanya memberikan waktu buat yoona menangis meluapkan masalah yang sedang melanda hatinya.

“Eootokke??eottoke oppa??aku harus bagaimana oppa?aku benar-benar bingung dan tidak tahu oppa.aku ingin cerita padamu tapi aku takut oppa..aku benar-benar bingung oppa!” Jerit yoona sambil menangis dipelukan Yunho.

“Tenanglah,tenangkan dirimu..Kalau kau belum siap menceritakan semua tidak masalah aku tidak memaksa. Tapi kau jangan merasa takut.karna oppa selalu disini disampingmu bersamamu dan melindungimu yoona.” Ucap Yunho menenangkan hati yoona.

Yoona akhirnya mengangkat kepala dan menatap wajah yunho yang memberikan ia senyuman tulus dan menenangkan hatinya. Dan akhirnya Yoona pun membalas senyuman yunho dan berusaha bahwa ia akan baik-baik saja.

Setelah cukup lama Yunho berhasil menenangkan hati yoona merekapun akhirnya pulang. Pergi meninggalkan pemakaman yang sepi dan dingin. Yunho menggandeng tangan yoona meninggalkan tempat itu. Yoona sedikit menoleh kebelakang melihat makan sang ibu untuk terakhir kalinya.

“Eomma, Aku tidak tau dan tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dan aku bingung harus berbuat apa setelah ini. Eomma berikanlah aku kekuatan dan lindungilah aku eomma.dan hiduplah bahagia disurga sana.” Ucap yoona lirih didalam hatinya.

~***~

Dua bulan pun berlalu. Yoona kembali ke kehidupannya yang normal. Siang ini ia berada ditaman belakang sedang berlatih ilmu beladiri Taekwondo bersama Yunho. Terlihat disana yoona yang memakai dobok Taekwondo berwarna putih dan sabuk pinggang atau Geup berwarna biru berstrip Merah. Sedang menendang target dengan teknik gerakan dasar poomse yang digenggam Yunho yang juga memakai baju dobok taekwondo tapi dengan Geup berwarna Merah strip dua.

“Illjang..!!” Teriak Yunho memberi aba-aba dan Yoona segera menendang satu kali target dengan pasti.

“hiiaahh..aahh!”

“Yeejang!!” Teriak Yunho lagi.

“hiaakkk!!” dan Yoona segara melakukan tendangan dengan kaki kanan dan kirinya bergantian kearah target.

“Sahjang..Twie Yeop Chagi!!” Teriak Yunho sekali lagi.

Dengan teriakan semangat Yoona melakukan tendangan samping yang dilakukan sambil melompat kearah  ketarget sebanyak lima kali berturut-turut.

“ Keuman..!!” ucap Yunho akhirnya menyelesaikan latihan mereka.

Yoona menundukan kepala dan tubuhnya memberi hormat “Kamsahamnida Sabeum oppa!”

“Ne..Hubae! istirahatlah,latihan hari ini cukup.”

Yunho berjalan membereskan semua perlengkapan latihan mereka memasukan kedalam tas khusus berukuran besar. Yunho mengambil sebotol air minum dan melemparkan kearah Yoona. Dengan sigap Yoona menangkapnya. Dan segera membuka tutup botol lalu meminumnya.

“Ahh..Aishidawa,segar sekali!” ucapnya sambil tersenyum begitu usai meminum air yang mengguyur tenggorokannya yang kering.

“Sekarang cara permainanmu sudah banyak kemajuan ya? Kelak kau pasti akan segera mendapat geup merah dan tentu aku akan berganti geup hitam dong.” Ucap Yunho bangga lalu mengambil posisi duduk disebelah kiri yoona.

Yoona menyerahkan botol air yang tadi ia minum ke Yunho dan sekarang Yunho yang meminum air itu.

“Oh iya..kata Sabeum Nim, Tiga bulan lagi aka nada turnamen tingkat nasional di Seoul. Kau mau turun tanding tidak?” Yunho membuka pembicaraan baru.

“Tanding?wahh..di Seoul ya?? Aku kan belum pernah ke Seoul oppa. Aku mau!!” Seru Yoona antusias.

“yah kau kan putri mahkota provinsi Gangwon jadi tak pernah ke ibukota negaranya sendiri. Iyakan?”  cetus Yunho yang sambil tertawa meledeki Yoona.

“Ya..!! Oppa!! Aku sedang meledek ku ya? Awas kau ya..Baru ke Seoul dua kali saja sombong!” ucap yoona tak mau kalah.

“Ne..!! bukan dua kali tapi tiga kali tau!!” Ralat Yunho.

“Sama saja.. kau kan juga pangeran Yunho dari provinsi Gangwon. Jangan berpimpi keluar dari kekuasaan mu yang mulia. Rakyatmu di Gangwon akan menderita yang mulia.” Ledek Yoona sambil bertingkah seakan-akan ia adalah seorang selir disebuah drama saeguk.

“Aiisshh..kau ini..!!” Yunho menjitak pelan kepala Yoona.

Disaat mereka sedang duduk istirahat sambil melempar ledekan tiba-tiba dari kejauhan terlihat mobil ayah Yoona memasuki pekarangan rumah. Lantas Yoona dan Yunho memberhentikan aktifvitas yang sedang mereka lakukan. Dan berganti menjadi memandangi mobil ayah yoona. Terlihat ayah yoona keluar dari dalam mobil lalu juga di pintu belakang keluar seorang wanita kira-kira seusia ibu yoona yang sudah meninggal,keluar dari mobil sambil menuntun anak kecil perempuan berusia lima tahun.

Yoona memandang heran arah sana. Dan menebak-nebak siapa orang asing yang dibawa ayahnya. Disaat yoona sedang melihati orang itu ayah yoona melambaikan tangan kearah yoona.

“Yoona..!! Yoona..Kemarilah..!! teriak ayah Yoona dari tempatnya berdiri.

Yoona memandangi Yunho dan berkata “ seperti kehidupan baru Im Yoona akan segera dimulai!” lalu yoona tersenyum kecut.

“Hadapilah. Aku akan selalu dipihak mu!” balas Yunho sambil tersenyum dan membelai puncak kepala yoona.

“Ya sudah oppa.terima kasih atas latihan hari ini.aku pulang dulu.” Ucap Yoona lalu beranjak dan meninggalkan Yunho disana sendirian.

***

“Mwo??!! Jadi appa akan menikah dengan wanita itu?” pekik yoona histeris dihadapan ayahnya.

Ayahnya baru saja mengenalkan yoona dengan wanita asing dan putrinya yang juga asing bagi yoona mereka datang dari Seoul. Lalu sekarang ayahnya mengajaknya bicara empat mata disalam kamar  yoona dan memberitahukan bahwa orang asing itu akan menjadi keluarga dengannya. Dugaan yoona benar bahwa kehidupannya yang baru akan segera dimulai. Sebelumnya dia memang sudah mencium akan sesuatu ini akan terjadi tapi ia berusaha mengabaikannya tapi tidak untuk saat ini. Ia memang benar-benar harus menghadapinya.

“Apakah kalau aku bilang tidak setuju,lantas appa akan tidak jadi menikah dengannya?” jawab yoona disertai pertanyaan retoris ke ayahnya.

“Tante Taeyeon adalah orang yang baik Yoona, dan apakah kau tidak kasihan dengan Sulli?ia masih lima tahun tapi sudah ditinggal appa nya? Apakah bukan lebih baik jika kita hidup bersama dan bahagia?” ucap ayah Yoona berusaha meyakinkan Yoona.

“Tapi eomma baru saja pergi dua bulan yang lalu appa!!” ucap Yoona seraya mengingatkan ayahnya bahwa seharusnya mereka masih harus dalam keadaan berkabung.

“Tapi kita ini masih hidup jadi masih punya banyak kebahagian.bukan keterpurukan!lagi pula appa yakin eomma akan bahagia jika melihat kita bahagia.” Ujar ayah yoona terus meyakinkan.

Yoona terdiam mana menerawang kearah bingkai foto yang terletak dimeja belajarnya didalam bingkai itu terdapat foto dirinya bersama appa dan eomma nya yang tersenyum bahagia menatap kekamera. Wajahnya langsung berubah sedih. Dadanya langsung terasa sesak. Matanya terasa panas. Ia sudah bingung harus berbuat apa. Akhirnya Yoona memutuskan menghindar untuk sementara waktu

“Berikan aku waktu untuk berpikir!” ucap yoona pelan tapi terdengar tajam ditelinga ayahnya.

Yoona berlari keluar dari kamarnya.begitu ia keluar ia berhadapan dengan wanita yang bernama taeyeon dan wanita itu memandangnya dan tersenyum pada yoona. Yoona memandang wanita asing itu yang tapi entah mengapa ia seperti pernah melihat wanita itu. Tapi entah dimana?. Yoona segera menepis perasaan anehnya itu ia melanjutkan larinya dan begitu sampai pintu depan rumah Sulli anak wanita bernama Taeyeon itu mencegatnya dan tersenyum polos padanya dan terpaksa Yoona menghentikan langkahnya. Ayahnya dibelangkangnya memandangi yoona yang sedang berhadapan dengan sulli.

“Eonni..kau mau main ular tangga bersama ku?” Tanya anak kecil itu yang tak tau keadaan darurat sekarang ini.

Yoona tak menjawab.

“Eonni, mau tidak bermain bersamaku?” ulang Sulli sekali lagi.

“Aku sedang sibuk lain kali saja mainnya!” jawab Yoona ketus lalu sedikit mendorong sulli dan berlari keluar rumah.

Ayahnya berteriak-teriak memanggil nama Yoona tapi tak dihirauan Yoona.Yoona terus berlari masih mengenakan celana taekwondo tapi bajunya sudah memakai kaos oblong warna pink.Ayahnya ingin mengejar yoona tapi ditahan oleh taeyeon. Dan akhirnya terpaksa Ayahnya hanya menunggu dirumah dan member waktu untuk putrid satu-satunya itu merenung dan berpikir sendirian.

Begitu sampai disebuah ladang sawah yang tak jauh dari rumahnya yoona berhentikan langkahnya dan menangis sejadi-jadinya disana. Hatinya benar-benar risau saat ini. Yoona benar-benar tak habis pikir kenapa ayahnya dengan cepat bisa melupan ibunya dan memintanya menerima dua orang asing sekaligus dalam kehidupannya. Tapi sebenarnya jauh di dalam dasar hati masih ada satu rahasia yang masih menjadi teka-teki yang selalu membebani dirinya semenjak ibunya meninggal dan sekarang teka-teki itu bertambah dengan ia melihat wajah Taeyeon yang asik tapi Nampak familiar diingatannya yang samar-samar.tapi entah apa dan dimana pikirannya benar-benar tidak berjalan agar ia bisa segera menjawab teka-teki itu.

Yoona terduduk lemas ditanah basah pinggir sawah masih menangis tersendu-sendu. Langit pun sudah berubah warna menjadi jingga langit sore.ternyata sudah lima jam yoona duduk sendiri disini. Yoona menghapus matanya dan berusah tegar.lalu ia ingat kata-kata yunho yang menyuruhnya tegar dan harus berani menghadapi hidup barunya. lantas yoona segera berdiri dan meninggalkan lading sawah yang sunyi hanya ada suara jangkrik yang mulai beradu suara. Ia mengambil langkah pasti. Yaitu menerima kehidupan baru yang akan ia jalani.

~***~

Tiga tahun pun berlalu..

Sekarang usia Yoona tepat 13 tahun, dan selama tiga tahun juga ia hidup tentram bersama keluarga barunya. Ya sangat tentram dan damai. Bahkan iya sudah bisa menerima Taeyeon sebagai ibunya sendiri dan Sulli sebagai adiknya sendiri.

Yoona duduk diatas Ayunan yang terbuat dari kayu sebagai alasnya lalu tambang besar sebagai pengangganya dan diikatkan di ranting pohon yang besar dan rindang. Ia memandang kearah Sulli yang duduk tidak jauh didepannya sedang menggambar yoona yang lagi naik ayunan.

“Sudah selesai belum?” Tanya yoona lembut.

“Belum.sebentar lagi eon..” jawab Sulli sambil masih serius menggambar yoona menjadi sebuat sketsa lukisan.

“Ahh..Sudah selesai coba lihat ini!” seru Sulli genbira dan menyuruh Yoona melihat hasil karyanya.

Yoona turun dari Ayunan. Dan bejalan menghampiri Sulli lalu mengampil papan penyangga kertas yang terdapat gambar sketsa diri yoona yang sedang berayun.Yoona tersenyum melhat hasil karya Sulli yang bagus. Rupanya ia tahu bahwa adik tirinya itu mempunyai bakat menjadi seorang pelukis.

“Bagus sekali gambarmu!eonni saja gambar rumah malah jadi rumah yang seram.” Puji yoona.

“Itukan karna eonni ku sangat cantik jadi gambarku jadi seperti itu.” Ucap sulli merendahkan diri.

“Lalu kapan kau akan menggambar oppa?! Kau kan sudah janji.” Suru suara laki-laki yang tiba-tiba saja mengejitkan kaka beradik ini. Yoona dan Sulli kompak menoleh ke sumber suara.

“Yunho oppa!” ucap Yoona dan Sulli bersamaan.

“Kompak sekali kalian!” ledek Yunho lalu berjalan menghampiri Yoona dan Sulli.

Yoona dan Sulli memandangi sosok Yunho yang sekarang sudah Nampak dewasa karna usianya sekarang sudah 18 tahun.Yunho Nampak begitu tinggi dan tampan. Senyum Yunho juga Nampak begitu manis. Wanita mana yang tak luluh hatinya melihat visual Yunho yang tumbuh menjadi lekaki nyaris sempurna.

“Oh..oppa, apa kau ingin aku gambar juga sekarang?” Tanya Sulli lalu menghampiri Yunho dan menggandeng lengan yunho bergelayutan manja disana.

“Emm..lama tidak? Kalau lama oppa gak mau!”

“Sebentar hanya dua puluh menit saja.ayolah oppa!” rengek sulli. Akhirnya Yunho menuruti dan duduk berhadapan dengan Sulli di bangku taman. Dan sulli mengganti lembar yang tadi terdapat gambar diri Yoona dengan kertas yang baru dan bersih.

Yoona hanya memandangi mereka berdua. Terbesit perasaan aneh yang menyelimuti perasaan Yoona saat ini.entah apa dan kenapa ia risih melihat sulli yang terus-terusan bersikap manja terhadap Yunho. Ia merasa Sulli telah merebut perhatian Yunho terhadapnya. Yoona melangkah mengambil kertas yang terdapat gambar dirinya yang terabaikan begitu sama di tanah. Lalu setelah memungut kertas itu Yoona melangkah pergi meninggalkan Sulli dan Yunho berdua. Yunho memandang kepergian yoona dengan perasaan yang sulit diartikan.

~***~

Bulan kekacauan pun tiba!!!

“Yoona bisa kita bicara sebentar?” Tanya yunho begitu ia melihat yoona sendirian di ladang sawah, dan menghampiri yoona.

“Bicara apa?” Tanya Yoona tanpa menoleh.

“Heem..aku akan kuliah…” ucap Yunho dengan suara yang terdengar ragu.

“Iya..kuliah saja.kau kan memang sudah lulus SMA kan oppa” sahut yoona biasa. Lalu yoona membalikan tubuhnya dan memandang Yunho yang Nampak kacau.

Yoona dan Yunho bertukar pandang menatap mata satu sama lain.lalu ada perasaan aneh lagi-lagi yang memaksa masuk dihati mereka. Hati mereka jadi berdebar-debar raga mereka jadi kaku.bibir mereka jadi keluh.

“Aku akan Kuliah di jepang Yoona.” Ucap Yunho akhirnya

Yoona mematung dan merasa petir yang sangat dasyat baru saja menghantamnya dengan kasar.

“Kami sekeluarga akan pindah kejepang. Dan aku harus kuliah disana bukan disini lagi.” Ucap yunho tak yakin.

Yoona masih terdiam matanya terasa panas.dadanya terasa sakit.kepalanya terasa pusing dan mulutnya susah terbuka.

“Yoona?” panggil Yunho pelan.Yoona tak menjawab. “Jeongmal Mianhae.” Yunho meraih tangan yoona dan menunduk minta maaf.

Pertahan diri Yoona jebol.ia tak dapat lagi membendung perasaannya yang kacau. Air matanya jatuh diiringi rasa sakit didadanya.

“Maafkan oppa yoona,oppa harus pergi meninggalkan mu dan tak dapat menjaga mu lagi..oppa..”

Belum selesai yunho bicara yoona telah memotongnya.” Apakah oppa lelah menjagaku selama ini?huh?kenapa oppa akan pergi meninggalkan ku juga?cukup hanya eomma saja!kenapa oppa juga?” Jerit yoona disela isak tangisnya sambil berjinjit mencengkram kerah kemeja yunho.

“Yoong aku tidak bermaksud seperti itu..aku hanya..” Yunho berusaha menjelaskan dan membela diri dari kekacauan ini tapi gadis itu terlanjur emosi.

“Cukup oppa!Pergilah! Aku benci oppa!!” teriak Yoona lalu berlari sambil menangis meninggalkan Yunho.

Yunho kalut dengan perasaannya sendiri ia tak tau harus berbuat apa lagi. Ia benar-benar dalam posisi serba salah. Ia mematung dan memandang yoona orang yang sangat ia sayangi lebih dari seorang teman atau adik.tapi ia mencintai yoona layaknya pria ke wanita. Tapi yoona terus berlari dari kejauahan dan hilang dari penglihatan Yunho,dan Yunho pun menangis.

“Kelak jika kita bertemu lagi dikekehidupan mendatang.aku akan berkata jujur soal peraanku terhadapu.Im yoon Ah.” Ucap Yunho lirih dalam hatinya yang remuk,hancur berkeping-keping.

2 Minggu pun berlalu…

Hidup Yoona makin kacau. Semenjak Yunho pergi ia benar-benar merasa kehilangan,sendiri dan sepi. Tidak ada lagi seseorang lelaki yang menghiburnya,meledekinya dan membuatnya jatuh cinta. Yoona benar-benar tidak menyangka bahwa akan seperti ini hidupnya. Tapi kekacuan ta berhenti disitu. Ayahnya mulai berubah menjadi orang bodoh! Dan ibu tirinya sudah mulai jarang pulang kerumah. Ayah Yoona sebulan yang lalu mengalami kebangkrutan perusahaanya penanam sahampun melepas kerja sama begitu saja. Bahkan rumah yoona terancam disita untung membayar hutang. Lalu satu minggu setelah kepergian Yunho ayah Yoona bertengkar hebat dengan ibunya. Saat tu Yoona dan Sulli yang belum tidur hanya bisa menangis dari kamar mendengar kedua orang tua mereka terus berteriak melepar kata-kata kasar satu sama lain. Yang yoona tau  ibu tirinya tidak bisa menerima keadaan ayah yoona yang sekarang, dan ayah yoona sudah tak punya apa-apa lagi sehingga tak dapat berbuat apa-apa lagi.dan setelah pertengkaran itu Taeyeon ibu tiri yoona jarang pulang kerumah dan meninggalkan suami dan anaknya begitu saja.

Yoona berdiri lesu didepan pintu rumah menatap ayahnya yang daritadi terus memaksa Sulli makan. Sejak kemarin Sulli mogok makan ia terus menangis menanyakan keberadaan ibunya.ia sangat kangen ibunya. Sebenarnya selera makan yoona juga sudah tidak ada sejak dua minggu lalu.tapi sekarang ini ibu masih kuat dan bertahan hidup demi ayahnya satu-satunya orang yang ia punya saat ini. Entah kenapa pirasatnya mengatakan bahwa Teayeon dan Sulli akan meninggalkanya makanya ia hanya berharap ayahnya tak akan pernah meninggalkannya walaupun sebenarnya ia benci sekali dengan ayahnya. Semenjak ayahnya menikah dengan Taeyeon tiga tahun lalu ia merasa ayahnya seperti orang asing yang berpura-pura tetap menjadi ayahnya yang dulu.

Lamunan yoona teralihkan begitu menyadari di pekarangan rumahnya sebuah mobil BMW warna hitam masuk lalu berhenti tepat didepan ayahnya dan sulli. Yoona terus mengamati. Dan tiba-tiba keluarlah Taeyeon dengan seseorang lelaki berbadan cukup besar. Berjalan menghampiri Sulli dan ayahnya. Terlihat disana Sulli menangis bahagia karna akhirnya ia melihat ibunya lagi ia langsung berlari kedalam pelukan Taeyeon.Yoona tidak ikut menghampiri ia hanya terus memandang dan menajamkan pendengarannya.

Ayah Yoona berdiri tegak menatap istrinya dan seorang pria yang bersama istrinya tersebut.

“Park Jung Soo.kita cerai!” ucap Taeyeon tegas ditujukan kepada ayah yoona sambil melempar amplop coklat yang berisi surat pengajuan cerai. Yoona membelalakan matanya tapi tidak terlalu terkejut. Ayah Yoona tak mampu berkata apa-apa hanya mampu memandang istrinya dengan pandangan nanar.

“Dia adalah Kangin. Kelak dia yang akan menghidupi dan menjagaku juga Sulli.” Lanjut Taeyeon sambil menggandeng tangan Kangin lelaki berbadan besar itu.

“Hiduplah dengan normal.jaga dirimu dan Yoona dengan baik.” Ucap Taeyeon lalu menuntun sulli dan mengajak sulli masuk kedalam mobil.

Sulli Nampak kebingungan ia celingukan menatap Taeyeon,yoona dan ayahnya juga lelaki bernama kangin bergantian.

“Eomma, maksudmu apa? Kita akan kemana?” Tanya sulli lalu mulai menangis ketakutan.

“Ayo sulli kita akan pindah rumah,biarkan Eonni dan appa mu tetap disini.ini rumah mereka.” Jawab taeyeon sambil terus menyeret langkah Sulii.

“Aku gak mau!!aku gak mau pisah dengan eonni dan appa. Aku mau kita tetap disini eomma..!!” jerit Sulli dalam tangisnya tapi Taeyeon terus memaksa anaknya masuk mobil. Dan begitu sulli berhasil dipaksa masuk ia juga masuk. Dan kangin masuk kedalam mobil dan menyalakan mobilnya dan memutar bali.

Didalam mobil dikursi belakang sulli terus merontak dan menangis minta keluar..”Yoona eonni!!! Apppaaa!!! Tolong aku!! Eonni…!!” teriak Sulli sambil menggendor gedor kaca mobil.

Kaki tangan yoona bergetar hebat melihat kejadian itu. Mobil kangin pun keluar dari pekarangan rumah yoona. Dengan gerakan cepat yoona berlari dan mengejar mobil itu.

“Sulli-ah!!! Eommma!!! Berhenti tunggu aku!!” teriak Yoona sambil berlari.

Sulli yang melihat Yoona berlari lantas membuka jendela mobil dan mengeluarkan kepalanya .” Eonni!!!yoona eonni!!”

Malangnya kaki yoona tersandung batu dan terjatuh.sehingga ia tak dapat bangun lagi dan mengejar mobil yang terus membawa sulli dan ibu tirinya pergi entah kemana. Yoona menangis sejadi-jadinya. Badannya bergetar hebat. Ini adalah kali ketiga ia kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya.

Ayahnya yang rupanya sejak tadi ikut berlari mengejarnya langsung memeluk putri kesayangannya dan menangis bersama.

“Maafkan appa..tolong maafkan appa!” ucap Ayah Yoona dengan suara seraknya.

“Huaahh..aaa..huaahh..Kenapa harus aku,appa??!!” jerit yoona dalam tangis dan dipelukan ayahnya.

Ayahnya sekarang bebar-benar menyesal. Atas apa yang telah ia perbuat selama ini dan ia merasa telah sukses membuat putri kesayangnya sengsara.ia benar-benar merasa seperti pencundang saat ini. Ia terus memeluk yoona dan meraung dalam tangisnya.

~***~

TBC…!!!

 

Akhirnya selesailah part.1 ini..🙂 kalo ada yang bertanya-tanya kenapa siwon gak ada? Tenang aku memang sengaja mempertemukan yoona dan siwon nanti saja,Maybe di part 2😛 heemm klo ada yang bilang kenapa ceritanya sedih? Ya liat dong genrenya..Romance,sad and tragedy..hehhe..beda bgt kan sama ff aku yang sebelum-sebelumnya disini yang rata-rata romance,comedy.atau sad tapi gak sedih-sedih bgt (?) hehe.. yaudah ahh..apus dulu tuh air mata toh aku juga nulis ini sambil berderai air mata #plak *eh..serius lohh!* yaudah silakan TINGGALKAN KOMENTAR ANADA WAHAI PARA PEMBACA YANG BAIK HATI #capslockjebol.. mian ya kalau banyak typo soalnya Cuma sekali edit😀 Biasanya 2x penyaringan (?) yaudah klo yang penasaran sama lanjutannya silakan tinggalkan komentar,kritik dan saran anda yang membangun..cukup sekian dan terimakasih😀

Tinggalkan komentar

168 Komentar

  1. sdhifakhri

     /  Maret 21, 2015

    Kasian yoona , ditinggalin terus sama orang” yg disayangi.

    Balas
  2. Malang sekali nasibnya Yoong Eonni😥 Aku terharu bacanya. Eommanya Sulli jahat banget sih misahin Yoong Eonni sama Sulli
    Bagus Thor

    Balas
  3. Zhahra

     /  Mei 11, 2015

    Huuuuuuuuuuaaaaaah,
    baru baca part 1 aja udah nyesek kyak gini aku unn
    ksihan banget yoona unni harus kehilangan orang” yang ia cintai
    tpi kenapa wonpa blum kluar juga ya
    daebak unn

    Balas
  4. dias puspita

     /  Juli 22, 2015

    A ampuun kasian yoona…

    Balas
  5. anna

     /  September 30, 2015

    baru nemu ceritanya seru, suka..
    tapi rasa ganjil aja Ketika ff korea yang biasanya pakai ajushi tiba2 pakai Om dan Pakai tante, over all ceritanya seru

    Balas
  6. paris

     /  November 14, 2015

    Kasihan banget yoona, udah di tinggal yunho sekarang sama Eomma dan adik tirinyaa😦

    Balas
  7. Nyesek bgt ceritanya. Saat yoona unni udh syg sma sulli tp malah dipisahkan. Gk tw diribgt taeyon unni tp ada yg msh ngeganjel kn ayahnya yoona unni bermarga park tp yoona unni kok bermarga im ya???

    Balas
  8. Seruu bgt ceritanyaa ^^ kirain aku td yunho kakanya yoona gataunya temen toh🙂 kasihann yoona orang yg dia syng pada ninggalin dia😥 mngkin nnti kehadiran siwon opp membuat yoona trsnyum kmbali🙂

    Balas
  9. NisNis

     /  Desember 21, 2015

    Haduh yoona kasihan banget…
    stay strong ya unnie
    bagus crtanya unnie.. good luck

    Balas
  10. diah fibri

     /  Januari 24, 2016

    mudh2an ff ini smpe selesai ceritanya …. next ….

    Balas
  11. Ceritanya kayanya dramatis huhu harus siapin banyak tisu nihh..kira2 siwon nnti perannya apa yaa?izin baca yaa thor

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: