[FF] DESTINY (Chapter 4/END)

DESTINY PART 4

(AUTHOR FREELANCE)

TAKDIR..

MEMANG TAK DAPAT ADA YANG MENENTANG..

TUHAN BERKUASA..

BERKUASA ATAS APA SAJA..

CINTA MANUSIA..

PIKIRAN MANUSIA..

HATI MANUSIA..

JALAN HIDUP MANUSIA..

DAN LAINNYA..

Yoona pov.

Puluhan peluru peluru kecil nan tajam menghantam dadaku, sesak, tak tahu harus melakukan apa, sungguh aku benci kenyataan kenyataan yang menyakiti aku dan hidupku, kenyataan yang tak sepantasnya datang dengan suasana tak bersahabat, tak dapat kucegah tak dapat kutahan inilah takdir, takdir yang digariskan tuhan untuku.

Aku keluar ruangan dengan para oppa dan unnieku, lemas, bibirku kelu takdapat berbicara mengungkapkan satu atapun.

Dadaku sesak benar2 sesak, mereka dengan gesit membawaku keruanganku.. sesak.. benar benar seperti ingin pergi pergi meninggalkan dunia ini selamanya.

Author pov.

Seorang gadis cantik menggunakan dress putih selutut duduk terpaku didepan sebuah batu nisan bertuliskan ‘JUNG JESSICA’ . dia memandang nisan itu tulus dengan senyum yang mengembang, dia taruh bunga lili diatas liang lahat itu. Dia memejamkan mata dan mulai memanjatkan doa untuk penghuni liang itu dengan tulus.

Setelah berapa lama dipun membuka matanya dan dia pun bangkit tiba tiba dia melihat seseorang lelaki jangkung berdiri didepannya dengan jas berwibawanya.

Lelaki itu tampak berkaca kaca. Sang gadis lemas seketika saat lelaki itu mendekatkan diri padanya, lelaki yang sangat iya cintai hidup dan mati.

Siwon pov.

Aku keluar dari mobilku disuatu tempat yang cukup sunyi.. kuhirup dalam dalam udara sejuk itu aku pun berjalan menuju tempat jessica berbaring.

Aku menuju kesana kulihat seorang gadis sedang berdoa dengan khusyuk disana, aku taksanggup berkata apa apa,hanya terpaku melihatnya, ah dia im yoon ah..

Tuhan aku tak sanggup menemuinya sungguh aku malu sekali.

Flashback.

Hari ini adalah hari dimana yoona dn jessica menjalani operasi tranfusi sum sum belakang, aku sangat berdebar.

Yoona yang sejak hari dimana jessica berkata akan mendonorkan mata dan sum sum tulang belakangnya belum sadar, sama sekali, tapi kondisinya berangsur membaik walau belum sadar.

Jessica,operasi ini sangat berbahaya bagi nyawanya, tapi aku tak dapat melakukan apapun, ini perintahnya.

Operasi pun dilaksanakan, aku berusaha melakukan yang terbaik menyelamatkan 2 nyawa yang kusayangi, dimana diantaranya sangat kucintai hidup dan mati.

Operasi itu berjalan mulus, hingga..

Jessica benar benar dengan kondisi drop, denyut jantungnya melemah setelah dipindahkannya sum sum dirinya. Yoona telah berhasil mencapai kondisi stabil sedangkan  jessica?

Denyut jantungnya melemah, nafasnya pun tak terdeteksi. Tim dokter segera memberikan pertolongannya tapi sia sia jessica menutup matanya dengan damai, meninggalkan dunia ini selamanya, tapi meman apadaya ini adalah batas kemampuankami sebagai para dokter, dan mungkin tuhan menghendaki jessica berada disisinya kini. Dia pasti tenang di alam san,  kuyakin karena dia telah menjalankan setiap keinginannya.

1 minggu kemudian.

Hari ini adalah operasi untuk mata yoona, oleh para dokter  aku tak ikut, tak sanggup sungguh kali ini aku tak sanggup, aku tak sanggup untuk dia melihatku sekarang aku terlalu malu dan merasa bersalah aku pun pergi menuju US. Sejenak menenagkan diri sambil berdoa berlinang air mata untuknya.

End of flashback.

Kakiku melangkah, sungguh diluar kuasaku, sosok yang begitu aku rindukan, sosok yang hebat tak pernah aku lupakan.

Dimembuka matanya yang sedari tadi tertutup memanjatkan doa, lalu dia bangkit dia melihatku, mataku berkaca kaca hatiku remuk entah apa yang harus aku lakukan.

Mata kami bertemu, matanya bertemu dengan mataku yang sedang berkaca kaca menahan air mata ini. Aku mendekat kini kami berhadapan jarak diantara kami 1 meter.

“yoong..” tak kuasa air mataku menetes aku menghapus semua jarak antara aku dengannya. Kupeluk dirinya rasa rindu meluap dari dalam diriku, dirinya masih mematung, tak membalas dan menolak pelukanku.

Tas coklat digenggamannya pun jatuh, kurasakan dia seperti menangis, tepatnya menahan tangis di sebelah kupingku.

Yoona pov.

Dia memeluk tubuhku erat, aku tak mampu berbuat apapun, saraf2 tubuhku tak menerima perintah sama sekali dari otak. Hanya diam tak berkutik. Aku menahan air mata ini supaya tidak turun, tapi apa daya sungguh diluar kuasaku airmata ini mengalir menyebabkan jas hitamnya sedikit basah.

“yoong…” kata itu terucap dengan segenap kerinduan dan rasa cinta yang tak terhingga.

“yoong.. aku merindukanmu, sangat, maafkan aku yoong, aku mencintaimu” katanya lirih penuh pernyesalan dan cinta. Seketika tangisnya meledak, lelaki ini menangis dengan hebatnya, kurasakan dadanya berdenyut tak karuan.

Bagaimana denganku? Tangisku bertambah deras taksadar aku membalas pelukannya dan melingkatkan tanganku dipunggungnya.

Lama kami berpelukan…. aku pun tersadar dan mendorong tubuh kekarnya untuk melepaskan pelukan..

Dia memandangku, aku hanya tertunduk dengan mata sembapku, air mataku tak hentinya menangis..

“ikutlah denganku yoong..” katanya sambil merangkul pundaku.

Aku masih menunduk, sepertinya dia membawaku kesebuah taman dia berdiri didepanku dan memegang tanganku erat. Air matanya menetes dikedua tangan kami.

“yoong, aku sangat mencintaimu maafkan segala kesalahanku..” katanya memandangku. Aku jujur tak kuasa memadang matanya.

Aku hanya diamm tak memberikan jawaban. Lidahku kelu, bingung, berjuta rasa berkecambuk didadaku.

Siwon pov.

Dia hanya terdiam mematung tak menjawab pertanyaanku, air mataku sedari tadi mengalir, kulihat begitu juga dengannya. Dia hanya memandang kebawah sedari tadi.

Kuangkat lembut dagunya menggunakan tanganku supaya ia melihatku.

“yoona, tolong jawab apa kau mencintaiku?” tanyaku terbata bata  pipiku basah mataku sembab tak berbeda dengannya.

Dia memejamkan mata dan menarik nafas kulihat air matanya mengalir dan tiba tiba melepaskan tanganku dari dagunya. Aku sungguh putus asa sungguh, kurasa dia tak memberi jawban positif terhadapku.

Guyuran air dari langit seolah melengkapi perasaanku kini, yang mungkin memberi 2 petanda, baik atau burukah? Hanya tuhan yang tahu..

Lututku lemas lututku tertekuk, aku berlutut didepan yoona sekarang wajahku menunduk, yoona kelihatan kaget dengan kelakuanku.

Tiba tiba yoona merendah atau lebih tepatnya berlutut seperti aku (jongkok  tapi gitulah ya.. kekeke…). aku tak kalah kagetnya mataku memandangnya dia masih menunduk.

“oppa bangunlah..” katanya lirih.

Aku masih menunduk kelu. Kelu untuk menjawab..

“ BANGUNLAH OPPAA!!! Bertanggung jawablah dengan semua yang telah kau lakukan” dia menghentakku  dengan begitu keras, aku tak pernah mendenganya seperti ini.

‘bertanggung jawab?’

Aku mengangkat wajahku dan melihatnya ku genggam lengannya kini dia pun melihatku.

“im yoon ah..” lirihku.

“oppaa…” kami berpelukan
kami berpelukan diantara derasnya hujan air mata kami luluh bersama air hujan, hujan menyamarkan air mata kami. Kami berdua dua insan yang sedang berlutut sambil perpelukan dibawah hujan, adalah kami CHOI SIWON dan IM YOON AH.

Tangis kami menyampur menjadi 1 didalam pelukan kami.

“maaf kan aku yoona maafkan aku..” kataku.

Yoona hanya mengangguk.

“terimakasih oppa telah merawatku” katanya lirih.

Aku melepaskan pelukan, wajah kami memandang lekat, aku membibingnya untuk berdiri. Ku peluk pinggang kecilnya, diapun melingkarkan tangannya dileherku . wajahku mendekat padanya dan dia memejamkan matanya. Bibirku berhasil mendarat mulus dibibir indahnya, asal tahu saja ini ciuman pertama bagi kami, ciuman pertama bagi ku dan bagi yoona. Jdi jangan salahkan kami ini sangat singkat karena langsunglah kami terkena virus gugup. Kami saling memandang, dia tersenyum kecil kearahku aku pun membalasnya, aku mendekap erat kembali tubuh indah yoona kami berpelukan ditengah hujan.

Author pov.

16 bulan kemudian..

Tempat itu menjadi ramai, banyak orang berpakaian serba putih dan hitam (jas) memasuki bangunan megah itu.

“ah.. oppa chukae.. “ kata seorang gadis remaja kepada sorang tinggi tegap yang sedang termenung disebuah sofa dengan jas putihnya yang menawan.

“ yakk. Sulli kau mmbuat oppamu kaget” kata orang itu yang tak lain siwon.

“yak.. kau oppa, sudah banyak tamu yang datang ayo cepat keluar!!” geretnya.

“aissh.. sulli, mana eomma dan appamu?” tanya siwon.

“mereka sudah ditempat, kau ini bagai mana mau menikah malah dikamar terus” gerutu sulli sambil terus menarik lengan siwon.

“kau kenapa baru datang, aku pikir kau tak datang,”

“umm.. supraise..” cengir sulli.

Ditempat. Tepatnya backstage altar.

“ayanyeonghaseyo.. ahjjuma ahjjusi” siwon menyapa om dan tantenya itu.

“anyanyeong choi siwon, ah cuckae”kata lee ahjjuma.

“hai choi siwon,  apakah kau sudah siap untuk hari ini?” tanya lee ahjjusi.

“huh.. appa, lihat saja wajahnya pucat pasi seperti itu aku ragu” celetuk sulli.

“yak kau nona lee sulli, mm.. saya tentu sangat siap ahjjusi” kata siwon.

Tiba tiba donghae dan stella menghampiri mereka, stella atau stella kim sudah menjadi istri dari kyuhyun 1 tahun yang lalu, mereka adalah cinta masalalu yang bersemi kembali. (ngawur!!). sedangkan donghae sudah bertunangan dengan tiffany hwang yg berdarah korea-amrik yang sedang menyelesaikan studynya diparis.

“yak.. choi siwon cepat bersiap.. eh ahjjuma ahjjusi anyanyeong..” donghae baru menyadari kehadiran om dan tante siwon.

“ne, hyung..”

Mereka semua pun menempatkan diri, donghae duduk di sebelah kiri sulli sebelah kanan sulli adalah kursi stella. Sebelah kanan stella kosong itu tempat untuk suaminya im kyuhyun sedangkan sampingnya lagi orang tua suli.

Siwon dengan gagah berdiri ditempatnya..

Siwon pov.

Tuhan.. tuhan,, tolong hambamu ini, selamatkanlah jantung hamba ya tuhan,biarkanlah dia tetap bersarang ditempatnya jangan biarkan dia loncat.

Huh.. aku sungguh sangat gugup, aku berdiri didepan altar dengan tegap, huh.. keringat dingin mengucur deras dibalik jas yang kukenakan.

Seorang gadis cantik memasuki gedung putih ini bersama seorang namja tampan, dia menggunakan dress panjang yang putih nan bersih, rambut coklatnya dibiarkan terurai indah dengan memperlihatkan bagian kiri mukanya. Dia berjalan sangat anggun dengan hitungan yang teratur.

Dia lah gandis yang hampir membuat jantungku loncat dari tempatnya. Im yoon ah.. gadis yang kucintai, dan kyuhyun hyung seorang dengan figur kakak yang hebat.

Kyuhyun hyung menyerahkan tangan yoona padaku tangannya berad diatasku kami saling menggenggam erat, sekilas kami tersenyum satu sama lain.

Author pov.

“choi siwon, dihadapan tuhan apakah kau berjanji menjadi suami bagi im yoon ah, akan menemaninya dalam suka dan duka?”

“ne, aku berjanji akan menjadi suami yang baik”

“im yoon ah, dihadapan tuhan apakah kau berjanji menjadi istri bagi choi siwon, dan menemaninya baik suka dan duka”

“ne, aku berjanji”

“sekarang dihadapan tuhan kalian resmi menjadi suami istri. Selamat, jika berkenan silahkan berciuman jika berkenan” senyum sang pastor.

Mendadak gereja menjadi riuh… para hadirin yang datang yang cenderung berasal dari orang orang terkenal artis pengusaha maupun politisi, mengingat status mereka berdua yang cukup terkenal dibidangnya.

Siwon mendekatkan wajahnya pada yoona terdengar teriakan.

“lakukan seperti hyungmu ini kemarin choi siwon!!” teriak kyuhyun.

Secepat kilat stella mencubit pinggang kyuhyun.

Wajah siwon dan yoona semakin mendekat mendekat wajah keduanya kini memerah, jantung berdetak tak bertaturan, akhirnya bibir siwon mendarat dengan mulus dibibir yoona, hanya sebuah kecupan singkat tapi sekejap kilat tepuk tangan menyeruak didalam gereja.

Wajah yoona memerah begitupun dengan siwon, mereka menyebar senyum manisnya didepan tamu dan keluarga.

7 tahun kemudian.

“appa, aku sudah siap, kajja” teriak hana/ choi hana sambil berlari.

“ah ne, mana eommamu?” tanya siwon.

“eomma, sedang dikamar mandi appa” terang hana.

“sedang apa?” tenya siwon.

“mola..” hana sambil mengangkat bahu.

“kajja..” tiba tiba yoona muncul.

“yeobo, kau cantik sekali..” bisik siwon ditelinga yoona.

“aishh.. oppa.. lihatlah disini ada hana.” Katanya sambil melirik hana digandengan kiri siwon yang asik bermain bonekanya.

“eomma appa, palli, kita masih harus menuju rumah minho oppa..” rengek hana.

“huh.. anak appa tak sabaran sekali kajja.. “ kata siwon menggendong anak yang baru berusia 3 tahun itu.

Mereka pun menuju rumah kyuhyun dan stella untuk berpiknik bersama.

Siwon menyetir yoona duduk disampingnya memangku hana.

“eomma, kita kepantai kan?” tanya hana.

“tentu, memang kenapa?” tanya yoona heran.

“eomma harus ikut berenang!!” pinta hana.

“hana-ya, kita bukan untuk renang sayang kita akan mengadakan pesta kecil disana, lagi pula kita akan sampai disana malam sayang” jelas siwon.

“aishh.. jinjja appa, aku ingin renang, ayolah appa” rengek hana manja.

“anak eomma, kita renang pagi paginya arraseo?”jelas yoona.

“ne, arra, arra. Appa tak usah diajak eomma” melet hana pada appanya.

“appa akan menggelitikmu sampai dirumah kyuhyun ahjjusi” ancam siwon sambil tangan kananya memggelitik leher hana.

“yakk.. appa, geli.. mian, mian” hana menyerah.

Kyuhyun home.

“hyung.. ayo cepatlah..” teriak siwon dari dalam mobil.

Hana dan yoona sudah pindah ke jok belakang.

Kyuhyun pun berlari menuju mobil dan duduk didepan sedangkan stella dan minho bersama yoona dan hana.

“kajja..”

Ditengah perjalanan.

“anyway, besok ulang tahun pernikahan kalian ya?” tanya kyuhyun.

“ne, hyung” jawab siwon. Yoona pun memerah.

“ah, chuckae, yang ke 8?” tanya kyuhyun.

“aishh.. oppa, ini yang ke 7” sergah yoona.

“benarkah..” katanya bingung sendiri.

“chuckae yoona-ya, siwon.. tetaplah langgeng” kata stella tersenyum.

“gomawo eonni, tapi eonni sepertinya minho ingin adik, betul tidak minho?” tanya yoona jahil.

“yaak.. ahjjuma memangnya tak tau sebentar lagi aku akan mempunyai adik, jangan khawatir..” kata minho santai.

Wajah stella memerah sedangkan kyuhyun hanya senyum senyum sendiri.

Yoona siwon masih penasaran..

“kau tahu dari mana cho minho?” tanya siwon penasaran.

“dari dokter.. kemarin minho mengantar eomma kerumah sakit dan dokter berkata seperti itu pada minho. Bukankah itu bagus?”

“ahh.. chuckae noona, hyung.. haha hyung kau hebat” jahil sewon sambil menyenggol lengan kyu dengan sikutnya.

Sedangkan stella dibelakangnya merah padam menahan malu, yoona hanya cekikikan, sulli bahkan ikut mendengarkan dan masih mencerna obrolan tadi.

“yakk.. woonnie…” sergah kyuhyun.

“eomma, aku ingin adik..” teriak sulli kemudian.

Yoona terkaget kaget dengan ucapan anaknya itu.

“tenang choi sulli tidak akan lama kau akan mempunyai adik” kata siwon sambil erkedip sebelah mata pada yoona lewat spion.

Wajah yoona pun memerah. Oppa dan eonninya tak henti2 nya meledek mereka.

4 jam kemudian mereka sampai dihotel.

“ ayo, bangun kita sudah sampai” kata siwon.

Kyuhyun turun dari mobil dan membangunkan istrinya.

Siwon pun begitu, dia menggendong hana yang masih tertidur lelap.

“kita kekamar masing masing lalu jam 8 kita berkumpul dikafe ya..” terang hyuhyun.

“ne, hyung,..”

“yeobo, kamarnya lumayan.” Kata siwon saat masuk kamar. Dia meletakan hana yang terlelap dikasur.

“senjanya sangat cantik..” kata yoona berdiri disebelah siwon yang sedang memandang luar jendela.

Siwonpun menengok. Lalu mempersempit jarak keduanya dia merangkul pinggang istrinya.

“tak kerasa ya yeobo sudah 7 tahun kita menjadi suami istri.” Katanya tulus.

Yoona hanya mengangguk dan memejamkan matanya didada bidang suaminya itu.

“ terimakasih yeobo, kau telah mewarnai hidupku, terimakasih telah mau menjadi pusat kebahagiaan hidupku,  mencintaiku dengan setulus hatimu, membuatku menjadi lelaki paling beruntung dijagat raya, terimakasih yeobo, jepngmal saranghae im yoon ah eh choi yoona” ucap siwon lembut.

“ yeobo-ya kau tau aku tak pandai dalam berkata kata satu yang aku yakin dan aku ketahui untuk aku katakan hanya padamu tak ada yang lain adalah. nado jeongmal saranghae choi siwon” dengan lembut dan tersenyum kecil lalu memeluk suaminya itu.

The end.

Tinggalkan komentar

134 Komentar

  1. evi

     /  April 11, 2014

    wah happy ending
    semangat nulis ff yang lain yah eonni

    Balas
  2. any

     /  April 18, 2014

    Thor bagus banget ceritanya. Happy ending lagi. Dan terima kasih banyak karna tidak diproteksi. Ditunggu karya selanjutnya. Semangat thor….

    Balas
  3. Caroline

     /  April 24, 2014

    wah ujung2nya happy ending^^ bagus banget ceritanya eonni^^ ditunggu yahh ff yang lainnya^^

    Balas
  4. nina

     /  Mei 1, 2014

    happy ending..

    Balas
  5. Anah sanggy sonelf

     /  Mei 27, 2014

    Aq agak bingung, di chapter 1 minho itu pacarny yuri skarang jdi anaknya kyuhyun, trus kyuhyun ko nikahny sma stella bukn seohyun
    Tapi ttp keren ko eon

    Balas
  6. Bgg mau comen apa. Tp ckup satu kata AMAzING

    Balas
  7. Fitriawandi

     /  Juli 28, 2014

    Happy ending. Yoonwon udah nikah dan punya anak

    Balas
  8. anisya putri karina

     /  Agustus 15, 2014

    gatau harus bilang apa thor…

    Balas
  9. tiffany

     /  Desember 21, 2014

    yeyeyyy finally happy ending…

    Balas
  10. Choi Han Ki

     /  Februari 18, 2015

    Wah haappy ending 🙂 walaupun awalnya siwon sempat kabur (?) Tapi akhitnya bersama

    Balas
  11. ahhh chukkae… akhirnya happy ending juga. terima kasih jessica eunni sudah mau donorin mata dan sum-sum tulangnya .. dan wonpa kamu udag mau bertanggung jawab

    Balas
  12. Susi

     /  Mei 8, 2015

    Ahhh happy ending…😍
    Tenks jessica kalo bukan karna dia sudah pasti yoonwon ga bakalan bersatu..😊

    Balas
  13. yeaauy. good job
    tp mnrt aku alurnya rada kecepetan ya

    Balas
  1. Destiny | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: