[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 4)

[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 4)

 

Title : You Are Miracle For Me

Author : Choi Hyun Mi a.k.a Nita Rahayu

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Kwon Yuri (SNSD)
  • Kim Ryeowook (Super Junior)
  • Nickhun (2PM)
  • EunHyuk (Super Junior)
  • Jessica Jung (SNSD)
  • Choi Min Ho/Im Min Ho (SHINee)
  • Ham Eunjung (T-Ara)
  • Uee (After School)
  • Kangta

Genre: Comedy, Friendship.

Rating : General

 

Author POV

“Wanita misterius yang tertangkap berciuman dengan actor Choi Siwon ternyata adalah seorang wartawan di majalah hiburan ternama, yang di ketahui bernama Im Yoona”

“Siwon menyalamatkan seorang gadis yang di duga bernama Im Yoona dari kerumunan fansnya yang tidak menerima bahwa Siwon terlibat skandal dengannya”

“Sepertinya actor Choi Siwon selama ini menyembunyikan hubungan asmaranya dengan seorang wanita yang berprofesi sebagai wartawan, sungguh mengejutkan”

“Aku akan membawamu pergi” ujar Siwon namun Yoona sama sekali tak bergeming, matanya terus mengeluarkan cairan bening. Tiba-tiba Siwon menggendong tubuh Yoona ala bridal style dan berjalan melewati para fansnya yang membulatkan matanya sempurna. Yuri, Ryeowook, Jessica dan juga semua wartawan yang berada di dalam gedung melihatnya terkejut, saat Siwon membawa Yoona pergi dengan menggendongnya ala bridal style.

Yoona terlonjak kaget membulatkan matanya sambil memandang Siwon.

“A-apa yang kau lakukan, cepat turunkan aku” suara parau Yoona membuat Siwon menghentikan langkah kakinya. Siwon terdiam sejenak lalu mamandang wajah Yoona.

“Jangan banyak bicara” ujar Siwon lalu kembali melangkahkan kakinya.

Yoona terdiam di buatnya melihat tingkah Siwon yang sangat berbeda dari biasanya ini. Perasaan benar-banar tak karuan entah harus sedih apa senang, debaran jantungnya seakan berdetak tak biasanya tanpa Yoona sadari dari tadi tangannya menempel pada dada laki-laki yang sekarang menggendong nya ini. segera Yoona menjauhkan tangannya. Wangi tubuh Siwon yang menggelitik indra penciumannya membuat Yoona semakin terlarut memandanginya.

Siwon menghentikan langkahnya di depan mobilnya dan segera menurunkan Yoona.

“Masuklah” perintah Siwon padanya.

“Kau mau membawaku kemana?” tanya Yoona masih dengan air mata di pipinya.

“Ke apartemant ku masuklah”

Tanpa menunggu persetujuan dari Yoona, Siwon segera mendorong tubuh Yoona ke dalam mobilnya. Tak lama mobil merahnya meluncur meninggalkan halaman kantor SJM.

Skandal Siwon semakin meluas kemana-mana, di tambah dengan beredarnya foto-foto hasil jepretan paparazzi saat Siwon menyalamatkan Yoona dari amukan fansnya. Yang langsung di upload di salah satu website ternama. Kini media cetak atau pun elektronik hangat memperbincangkan skandal yang melibatkan actor ternama itu. Netizen banyak yang memberikan komentar positif tak sedikit juga yang berkomentar negatif. Ini semakin di perparah lagi karena setelah identitas Yoona di ketahui, kantor tempatnya bekerja setiap hari ramai di kunjungi para fans Siwon dan wartawan dari majalah ataupun televisi.

 

Yoona masih tertunduk menangis sementara Siwon fokus mengemudi. Sesekali Siwon melihat Yoona yang duduk disebelahnya dengan raut wajah bersalah.

“Turunkan aku” Yoona mendongak kan kepala menatap Siwon dengan tatapan kesal.

“Apa kau bilang, yang benar saja apa kau tidak takut di serbu fans ku lagi” ucap Siwon sambil terus fokus menyetir.

“Lalu kenapa kau lakukan itu padaku, kenapa kau libatkan aku dalam skandal mu. Kalau kau ingin terkenal karena skadal, cari saja wanita lain. Kenapa harus aku” volume suara Yoona semakin keras membuat Siwon menutup telingannya satu.

“Oke..oke, ini semua kesalahan ku. Tapi, kau juga yang memulainya kalau kau tidak bicara seperti itu mungkin aku tidak akan melakukannya”ujar Siwon tanpa melihat Yoona.

“Dasar, pandai sekali kau berakting. Aku tidak mau tahu, bersihkan nama ku secepatnya, kalau tidak…”

“Kalau tidak apa?” Siwon memotong kata-kata Yoona.

“Kalau tidak, aku akan memakan mu hidup-hidup” pekik Yoona kesal.

“Ahh banyak bicara kau, sudah aku akan membawa mu ke apartement ku. Sebaiknya kau bersihkan dulu badan mu itu, nanti baru marah-marah lagi” ujar Siwon sambil terus fokus menyetir.

 

Ryeowook, Yuri dan Jessica masih berdiri di tempat yang sama. Mereka bertiga terdiam cukup lama setelah menyaksikan apa yang telah mereka lihat.

“Benar kah itu Siwon, gagah sekali dia” Yuri bergumam pelan namun terdengar oleh Jessica dan Ryeowook.

“Kau benar Yuri, kenapa tiba-tiba Siwon ada disini ya?” Ryeowook meresponnya sambil memikirkan sesuatu.

“Mungkin Siwon tahu kalau Yoona dalam bahaya” sambung Jessica yang membuat Yuri dan Ryeowook mengangguk mantap.

“Hai kalian berdua, cepat kembali berkerja malah enak-enakan melamun di sini” tiba-tiba suara Jessica berubah menjadi keras.

Yuri dan Ryeowook saling pandang satu sama lain, tak lama mereka berdua segera berlari.

“Dasar” dengus Jessica sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

“Huh akhirnya aku bisa lolos dari omelannya itu” Yuri menghela nafas lega lalu duduk di meja kerjanya.

“Yuri, coba kau hubungi Yoona apa dia baik-baik saja” seru Ryeowook dari belakang.

“Yah Oppa”

Dengan lemas Yuri mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya, jari-jarinya menekan kontak mencari nama yang akan di hubunginya. Setelah berhasil menemukannya, Yuri menekan tombol berwana hijau dan segera menempelkan ponsel ke telingannya.

Tak berapa lama Yuri mendengus kesal menatap layar ponselnya.

“Kenapa Yul, bagaimana keadaan Yoona?” seru Ryeowook lalu menghampirinya.

“Ponselnya tak aktif Oppa, mungkin sekarang dia sedang bersama Siwon” ucap Yuri lemas lalu menundukan kepalanya.

“Yah sudah, nanti akan coba ku hubungi” ujar Ryeowook lalu duduk di samping Yuri.

“Beruntung sekali dia bisa di gendong Choi Siwon. Aku seperti melihat adegan di dalam sebuah  drama. Benar-benar romantis” gerutu Yuri pelan.

“Kau ini, dasar korban drama” ceplos Ryeowook lalu fokus pada laptopnya

“Ishhh” dengus Yuri sambil memajukan bibirnya.

 

Yoona menghapus sisa-sisa air mata di pipinya sambil duduk di sofa milik Siwon. Tak berapa lama Siwon menghampirinya dan duduk berhadapan dengannya.

“Ini, kau mandilah, bersihkan badan mu”

Siwon memberikan handuk berwarna putih pada Yoona.

“Dan ini, ini baju ku. Emmm aku pernah memakainya sekali, tapi karena ukurannya terlalu kecil jadi ku simpan saja di lemari. Kau pakailah ini, baju mu kotor sekali”

Lanjut Siwon sembari memberikan T-shirt berwarna biru tua. Yoona mengalihkan pandangannya menatap Siwon masih dengan tatapan kesal.

“Wae, kau tidak suka?” tanya Siwon ragu.

“Mana celananya, kau ingin aku memakai baju saja” ketus Yoona memantap Siwon sinis.

“Ah, oh aku lupa, tunggu sebentar” Siwon segera berlari ke kamarnya. Tak berapa lama dia kembali menghampiri Yoona dan menyerahkan celana panjang berwarna hitam.

“Ini pakailah” Siwon menyerahkan celana tersebut pada Yoona.

“Celana apa itu?” tanya Yoona sambil memperhatikannya dengan seksama.

“Ini celana olah ragaku, aku tidak punya celana lagi. Yah walaupun ukuran sedikit besar, tapi setidaknya bisa…” Siwon menggantung kata-katanya.

“Bisa apa?” ketus Yoona menatap Siwon tajam.

“Bisa, yah bisa kau pakai lah. Memangnya apa lagi sudah sana cepat mandi”

Ucap Siwon lalu mengambil remot tv. Yoona bangkit dari duduknya dan segera berjalan ke arah kamar mandi.

 

Yoona POV

Mimpi apa aku semalam bisa-bisanya aku diperlakukan seperti itu oleh anak-anak SMA, benar-benar menyebalkan. Ini gara-gara Siwon kalau dia tidak melakukan itu padaku mungkin hidup ku akan tenang-tenang saja saat ini. ku patut diriku di cermin sambil membersihkan wajahku yang penuh dengan tepung, dan tomat serta rambutku yang bau amis telur. Setelah selesai membasuh wajahku segara ku lepas seluruh pakaian dan membersihkan tubuhku.

End of Yoona POV

 

Siwon POV

Setelah Yoona menghilang dari pandangan ku, ku putuskan untuk menonton televisi sebagai penghilang rasa jenuh. Saat sedang asyik menonton televisi, tiba-tiba terdengar suara pintu kamarku terbuka tak berapa lama suara langkah kaki pun mengiringinya.

“Siwon kau tidak punya sisir” tiba-tiba suara seseorang menyadarkan ku. Ku tolehkan pandangan ku ke sumber suara, dan terdapatlah Yoona yang sedang berdiri sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Aku terkejut melihatnya dalam ke adaan seperti itu, baju dan celana yang dikenakannya terlalu besar untuk di pakainya dan rambutnya yang basah serta tergerai panjang membuat ku dengan seksama melihatnya.

“Hai kau punya sisir tidak?” pekik nya tiba-tiba yang membuat ku jadi salah tingkah.

“Sisir, kau cari saja di kamar ku” ujarku menyembunyikan rasa gugup yang tiba-tiba saja menyerang diri ku.

“Kau ini kenapa sih” ucapnya lalu duduk di sofa kosong di sebelahku.

Dia masih melakukan hal yang sama yaitu mengeringkan rambutnya dengan handuk, mataku seakan tak bisa lemas untuk melihatnya. Tiba-tiba mataku menangkap luka di keningnya, dengan segera aku berpindah duduk ke sampingnya.

“Hai apa yang kau lakukan” Yoona keget karena aku duduk tiba-tiba di sebelahnya.

“Aku tidak akan melakuka apa-apa padamu, hanya saja kening mu terluka kau tunggu di sini aku ambil kotak P3K dulu” ujar ku lalu segera pergi meninggalkannya.

End of Siwon POV

 

Author POV

Yoona menaikan alisnya satu melihat tingkah Siwon yang sangat perhatian padanya tak barapa lama ,kembali dia melakukan aktifitasnya lagi mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk,

“Kemarilah, kening mu terluka biar ku obati” seru Siwon lalu duduk bersebelahan dengan wanita yang sibuk mengeringkan rambutnya. Yoona menolehkan kepalanya mendengar suara Siwon dan menghentikan aktifitasnya.

“Sini biar aku saja, tak usah kau bantu” ketus Yoona lalu mengambil kotak P3K dari tangan Siwon.

“Kau ini keras kepala sekali, sudah ku bilang biar aku saja yang mengobatinya” ujar Siwon lalu mengambil kotak P3K dari tangan Yoona.

Yoona terlihat semakin kesal lalu kembali mengambil kotak P3K tersebut dengan kasar.

“Kau yang keras kepala, apa kepala mu terbuat dari batu. Sudah ku bilang aku bisa mengobatinya sendiri”

Siwon mendengus kesal lalu kembali mengambil kotak P3K dari tangan Yoona.

“Kau yang keras kepala, kening mu terluka karena ulah fans ku jadi aku harus tanggung jawab” ketus Siwon yang membuat Yoona terdiam.

“Pejamkan matamu” perintah Siwon yang membuat Yoona sedikit bergeser dari duduknya.

“Kau tidak usah takut, aku tidak akan mencium mu lagi” ujar Siwon lalu membuka kotak P3K. Yoona terdiam mendengarnya lalu perlahan menutup matanya.

Pertama Siwon membersihkan darah di kening Yoona dengan air hangat, tak berapa lama Siwon meneteskan cairan bening dan membuat Yoona merintih kesakitan.

“Aww…”

“Perih ya”? tanya Siwon polos.

“Dasar bodoh kau, tentu saja perih” ketus Yoona sambil terus memejamkan matanya.

Siwon mendelikan matanya kesal “Gadis ini” umpat Siwon dalam hati.

“Hai sudah belum” tanya Yoona.

“Tunggu sebentar lagi” ketus Siwon.

Siwon mengambil plaster dari kotak P3K dan perlahan mencondongkan badannya pada gadis yang masih menutup matanya itu, kini jarak mereka semakin dekat, Siwon menempelkan plaster itu pada kening Yoona dengan hati-hati. Siwon tersenyum lega setelah berhasil menempelkan plester pada kening Yoona, tapi Yoona tak bergeming dia masih menutup matanya. Siwon di buat bingung olehnya, “Apa dia tidur?” gumamnya dalam hati.

Kesempatan ini di jadikan Siwon untuk memandang wajah cantik Yoona lebih dekat, matanya seakan tak mau lepas memandang setiap lekuk wajah Yoona yang sempurnya. Pertama mata Siwon menangkap kening Yoona yang terdapat plaster, kedua matanya menangkap mata indah Yoona yang masih tertutup, pipi, hidung hingga bibir. Siwon memandang bibir merah merona Yoona dengan seksama, lalu di telannya ludah untuk sedikit menghilangkan gugupnya.

“Oh Choi Siwon kau memang sudah gila” runtuknya dalam hati.

“Sudah selesainya” suara pelan Yoona membuat Siwon terperanjat dan segera menjauh dari Yoona.

“Kau kenapa?” heran Yoona melihat tingkah Siwon.

“Aku tidak apa-apa, kau tidur?” tanya Siwon mengalihkan pembicaraan.

“Aku tertidur sebentar, rasanya seluruh tubuh ku remuk sekali” ucap Yoona lalu mengangkat kedua kakinya ke atas sofa dan memeluknya.

“Kau lapar tidak?” seru Siwon yang membuat Yoona terperanjat.

“Makan, ahhh kebetulan aku lapar sekali. Palli, kita makan” seru Yoona kegirangan.

“Ya sudah ayo ikut aku” ajak Siwon lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur. Yoona segera mengikutinya dari belakang.

Brakkkk……….

Presdir Kangta membanting foto-foto Choi Siwon yang sedang menyelamatkan Yoona dari amukan para fansnya, amarahnya semakin memuncak saat Siwon bersikap seolah-olah Yoona adalah kekasihnya.

“Jadi wanita itu Im Yoona? Dia seorang wartawan?” suara beratnya membuat Nickhun selaku manager Siwon menganggukan kepalanya lalu menunduk karena takut.

“Nickhun, kau bisa tidak menjadi seorang manager. Kenapa Siwon bisa terlibat skadal memalukan seperti ini” tegasnya yang membuat Nivkhn semakin menenggelamkan kepalanya karena takut.

“Presdir, aku juga tidak tahu kenapa Siwon melakukan hal seceroboh ini” ucap Nickhun pelan.

“Kau ini bagaimana, seharusnya kau tahu karir Siwon saat ini sedang di puncak, semua orang bahkan selebriti sekalipun memujinya karena selam ini dia tidak pernah terlibat skandal dengan wanita mana pun. Dan sekarang, dia terlibat skandal dengan seorang wartawan memalukan sekali” tegas Presdir Kangta kesal.

Nickhun hanya diam mendengar ocehan dari laki-laki berkacamata yang duduk tegap di hadapannya saat ini.

“Choi Siwon kau yang membuat skandal aku yang jadi kena getahnya, kau tahu saat ini aku seperti sedang berhadapan dengan seorang monster yang siap memakan ku hidup-hidup” gerutu Nickhun dalam hati.

“Nickhun” tiba-tiba suara berat Presdir Kangta membuatnya mengangkat kepala terlonjak kaget.

Presdir Kangta menghela nafas berat “Tidak artisnya tidak managernya, kalian berdua sama saja. Hubungi Siwon, suruh dia menghadap ku dan satu lagi wanita yang bernama Im Yoona itu, dia juga harus menghadap ku” ujar Presdir Kangta yang membuat Nickhun mengangguk mengerti.

“Baiklah Presdir, kalau begitu saya permisi dulu” Nickhun beranjak dari duduknya sebelum pergi dia membungkuk memberi salam lalu keluar dari ruangan Presdir Kangta.

“Huhh, lega sekali. Akhirnya aku bisa keluar dari ruanagn panas itu” ucap Nickhun sambil memegang dadanya.

“Tunggu, tadi Presdir bilang aku dan Siwon sama saja? Apa dia tidak menyadari juga kalau kita sama-sama tampan, uhhh apa mungkin dia gengsi bilang seperti itu?” ucap Nickhun pelan lalu melangkahkan kakinya tapi tak sengaja ia bertemu dengan Yui.

“Yui” sapa Nickhun pada gadis semampai itu.

“Siwon mana, aku ingin bertemu dengannya?” tanya Yui langsung pada tujuannya menghampiri Nickhun.

“Siwon?? Emmm oh Siwon tadi Presdir bilang untuk beberapa hari kedepan Siwon dilarang keluar rumah untuk menghindari paparazzi yang berkeliaran” bohong Nickhun.

“Benarkah? Tapi bukannya masalah nya semakin rumit. Apa Presdir tidak marah pada Siwon?” tanya Yui heran.

Nickhun terdiam sejenak lalu menjawabnya sambil tersenyum manis *kebayang banget senyuman Nickhun, melting author. *dijewer Siwon xD Abaikan*

“Mana mungkin Presdir marah pada Siwon, Siwon kan artis yang membuat agensi ini terkenal dan juga Siwon lah yang berpenghasilan paling tinggi dari semua artis di agensi ini” ujar Nickhun yang membuat Yui terdiam mendengar penuturannya.

“Ya sudah Yui aku pulang dulu yah annyeong” Kembali Nickhun menampakan senyum manisnya lalu berjalan meninggalkan Yui yang memandangnya heran.

“Benarkah Presdir tidak marah, mustahil sekali rasanya. Siwon kan terlibat skandal dengan seorang wartawan, bukannya ini berita sangat memalukan sekali?” Yui berbicara sendiri seperti orang kebingungan.

“Baiklah, aku ingin tahu siapa Im Yoona itu. Secantik apa dia, sampai-sampai Siwon harus menciumnya segala” Yui tersenyum licik lalu kembali melangkahkan kakinya.

—-

EunHyuk mengajak rekan kerjanya berpesta untuk merayakam keberhasilannya yang telah membuat Siwon terlibat dalam skandal yang ia sudah nanti-nantikan sejak lama. Satu persatu EunHyuk menuangkan soju pada gelas kecil untuk  rekan kerjanya.

“Ayo kalian minumlah sepuasnya aku yang akan menteraktir kalian” seru EunHyuk tapi tak mendapat respon dari teman-temannya.

“EunHyuk, apa kau yang pertama kali menyebarkan berita tentang skandal Choi Siwon?”tanya salah seorang temannya.

“Ahh itu, tentu saja apa kalian tidak lihat siapa yang menulis beritanya hah? Sudah jelas di bawahnya tercantum Lee – Hyuk – Jae” EunHyuk mengeja namanya lalu tersenyum memamerkan gusi giginya.

“Apa kau tidak takut di bunuh Choi Siwon?” tanya salah seorang temannya yang membuat EunHyuk tertawa terbahak-bahak.

“Hahahaha, mana mungkin dia berani membunuh orang. Asalkan kalian tahu, sudah tiga tahun aku mengikutinya jadi aku sudah tahu siapa Choi Siwon. Dia itu laki-laki yang sangat-sangat-sangat religius, walaupun kadang aku kesal dengan tingkahnya yang so cool itu” ujar EunHyuk lalu meminum sojunya .

“Bilang saja kau iri kerena dia itu tampan, sementara kau. Tak ada satu wanita pun yang mengejarmu euhh mengkwatirkan sekali” cetus salah seorang temannya. Tapi EunHyuk malah kembali tertawa.

“Hahahaha, yang iri itu kau. Sampai sekarang pun tugas mu hanya meliput anak-anak TK saja. Lihatlah aku, aku sudah berhasil membuat berita skandal selebriti dan sekarang berita yang ku ciptakan menjadi perbincangan dikalangan semua orang. Bukanya aku hebat hah?” ledek EunHyuk sembari tersenyum lebar memperlihatkan gusi giginya, teman-temannya hanya melihatnya aneh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

Yoona POV

Kini aku dan Siwon sudah duduk berhadapan di meja makan, siap untuk menyantap makanan. Tapi yang membuat ku heran di meja makan yang cukup besar ini hanya ada sepanci kecil ramen yang baru Siwon masak dan dua gelas air putih. Aku memandanggnya yang duduk di sebrang dengan tatapan heran.

“Kenapa memandang ku seperti itu, ayo makan” ujarnya lalu meneguk segelas air putih yang ada di depannya.

“Jangan bilang, kalau ramen ini kita berdua yang akan memakannya?” tanya ku sambil terus memandangnya heran.

“Kau makan saja sendiri aku tidak lapar” ujarnya lalu membuang muka tak mau melihat ku.

“Kau yakin, kenapa kau tak memasak 2 ramen sekaligus?”

“Itu ramen terakhir, aku lupa belum belanja”

“Terus minumnya hanya air putih?” tanya ku lagi.

“Sudah ku bilang aku belum belanja, jadi hanya ada ramen dan minuman pun sudah habis, hanya ada air putih.” jawabnya sedikit kesal.

“Banar-banar mengkhawatirkan” ketus ku yang membuatnya memandang ku tajam.

“Apa kau bilang? Mengkhawatirkan?” Siwon menaikan volume suaranya.

“Yah sangat-sangat mengkhawatirkan, percuma saja punya dapur sebesar ini, punya lemari pendingin yang sebesar lemari pakaian. Tapi, hanya terdapat ramen dan air putih. Katanya kau seorang selebriti, tapi makanan tidak punya.” Ujarku lalu mengambil sumpit siap memakan ramen.

“Banyak bicara kau itu, sudah cepat makan” ketus Siwon lalu kembali meneguk segelas air putih.

End of Yoona POV

 

Author POV

Hening, tiba-tiba suasana menjadi hening. Hanya suara Yoona yang terdengar sedang mendinginkan ramen yang panas dengan mulutnya. Siwon yang duduk di depannya dari tadi memperhatikannya, sambil tangannya memegang perutnya yang terus berbunyi.

“Kau yakin tidak mau makan?” tawar Yoona.

Siwon menggelengkan kepala sebagai jawabannya, lalu kembali meneguk segelas air putih.

Burukbbbukkk….*jelek banget suaranya:D di timbug Siwon*

Yoona menghentikan laju sumpit yang akan masuk ke dalam mulutnya saat mendengar suara aneh itu.

“Suara apa itu?” tanya Yoona pada Siwon.

“Mana aku tahu” jawab Siwon gelapan.

Burukbbbukkk…..kembali suara itu terdengar membuat Yoona menaruh sumpitnya. Siwon menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal lalu menundukan kepalanya.

“Ini makan, sudah tau lapar. Masih saja mengelak” cetus Yoona menyodorkan panci ramen pada Siwon.

Tanpa menunggu lama Siwon segera mengambil tutup panci dan memakan ramennya dengan lahap. Yoona memandangnay dengan tatapan heran.

“Kalau kau lapar seharusnya kau bilang dari tadi” ucap Yoona masih memandang Siwon heran.

“Seharusnya kau mengerti aku sangat lapar” jawab Siwon dengan mulut yang penuh dengan ramen.

Yoona menghela nafas lalu beranjak dari duduknya.

“Rakus sekali kau, wibawa mu jadi hilang” ledek Yoona lalu pergi meninggalkan Siwon.

“Ishhh awas kau Im Yoona” umpat Siwon kesal lalu kembali memakan ramennya.

Nickhun berjalan santai menuju apartement Siwon, tak lama di hentikan langkah kakinya tepat di depan pintu apartement. Ditekannya deretan angka untuk membuka pintu, pintu pun terbuka segera di langkah kan kakinya masuk kedalam.

“Siwon, kau ada”ucapnya sedikit berteriak.

“Hai Nona, kau disini?” ujar Nickhun terkejut saat melihat seorang yeoja sedang duduk santai di sofa.

“Nickhun-ssi” ujar Yoona terkejut melihat kedatangan Nickhun tiba-tiba.

“Kau baik-baik saja Nona?” tanya Nickhun lalu duduk di samping Yoona.

“Aku-aku …..”

“Hai kenapa kau baru datang?” seru Siwon memotong kata-kata Yoona.

“Siwon, Nona Im tidak apa-apa kan setelah tadi di serang fans mu?” tanya Nickhun khawatir.

“Kau lihat saja sendiri dia baik-baik saja.. Untung dia masih hidup” ketus Siwon lalu duduk di sofa.

“Mwo? Masih hidup? Jadi kau berharap aku mati di serang fans gila mu itu?” pekik Yoona memandang Siwon tajam.

“Iya iya aku salah bicara, begitu saja marah. Hai Nickhun dari mana saja kau. Lama sekali”

Ucap Siwon mengalihkan pembicaraan.

“Setelah bertemu dengan Victoria, Presdir tiba-tiba memanggilku. Kau tahu, dia marah besar padaku saat melihat foto-foto mu yang sedang menyelamatkan Nona Im dari para fans mu itu. Ahhh tadi rasanya aku sedang menghadapi seorang monster yang siap memakan ku hidup-hidup” ujar Nickhun lalu menyandarkan tubuhnya pada sofa.

“Foto-foto nya sudah menyebar, jadi apa yang harus ku lakukan?” raut wajah Siwon terlihat sangat panik.

“Sudah tau banyak paparazzi yang mengikuti mu, masalahnya semakin rumit dan hari ini kau harus bertemu dengan Presdir” ujar Nickhun santai.

“Hari ini, yang benar saja?”

“Jadi kau mau aku yang menghadapi Presdir judes itu, kau yang membuat skandal kenapa aku yang harus kena getahnya”

“Tapi kan kau menagerku kenapa kau tidak mau membantu ku”

“Membantu mu kau bilang? Enak saja, siapa suruh kau buat skandal”

“Hai kalian berdua, bisa tidak diam. Berisik sekali” seru Yoona tiba-tiba menghentikan adu mulut antara dua pria yang ada di depannya.

“Sudahlah aku pulang dulu” ujar Yoona lalu akan beranjak dari duduknya.

“Diam kau disana”  serempak Siwon dan Nickhun.

Yoona memandang keduanya bergantian dengan tatapan bingung.

“Apa lagi, sudah cukup aku dianiyaya fans nya Siwon apa kalian juga akan menganiyayaku” tanya Yoona menatap kedua laki-laki yang duduk di depannya itu secara bergantian.

“Nona kau juga harus ikut menghadap Presdir” ujar Nickhun yang membuat Siwon menoleh padanya sambil membulatkan mata.

“Apa kau bilang? Gadis ini harus ikut menghadap Presdir, apa kau sudah gila kau mau dia di makannya hidup-hidup?”tanya Siwon tak percaya.

“Sudah ku bilang ini semakin rumit Siwon, sudahlah Nona aku belikan kau baju dulu yah setelah ini kita pergi menghadap Presdir. Dan kau…” Nickhun menunjuk Siwon dengan telunjuknya.

“Cepatlah bersiap-siap, setelah Nona Im ganti pakaian kita langsung pergi, arra”

Tak lama Nickhun segera melangkahkan kakinya meninggalkan dua insan manusia yang menatap kepergiannya dengan raut wajah yang berbeda. Setelah Nickhun hilang dari pandangan keduannya, Yoona mendelikkan matanya menatap Siwon tajam.

“Kau, mati kau” Yoona menekan kata-katanya lalu pergi meninggalkan Siwon.

“Ahhh kenapa jadi serumit ini” Siwon mengacak-ngacak rambutnya prustasi.

 

Yoona POV

Ku langkahkan kaki ku menuju dapur untuk mengambil ponsel ku yang tertinggal, segera ku ambil ponsel ku yang tergeletak di atas meja makan dan mengaktifkannya. Tertera di layar ponselku 13 pesan dari Ryeowook Oppa dan 9 pesan suara dari Yuri. Ku baca satu persatu-satu pesan dari Ryeowook Oppa dan setelah itu ku dengarkan pesan suara dari Yuri.

“Mereka ternyata mengkhawatirkan ku” bisik ku pelan lalu ku tekan deretan angka untuk menghubungi Yuri. Tapi, tiba-tiba tertera di layar ku nama Im Min Ho.

“Min Ho, untuk apa dia menghubungi ku” gumam ku heran lalu segera ku tekan tombol hijau.

“Yeoboseo Min Ho-ahh ada apa?”

“Noona, maaf aku mengganggu waktu kerja mu. Tapi ini penting sekali” ujar adik ku Min Ho di sebrang sana.

“Ada apa? Kenapa suara mu seperti itu?” tanya ku panik.

“Noona Appa dibawa ke rumah sakit, penyakitnya kambuh lagi” serunya yang mulai terdengar isakan tangis.

“Apa kau bilang Appa dibawa ke rumah sakit? Lalu sekarang bagaimana keadaannya?”

“Appa kritis Noona, Dokter bilang apa harus segera di operasi dan itu membutuhkan uang yang banyak” isakan tangis adik ku semakin terdengar.

“Noona mengerti, kau tenang saja. Beberapa hari lagi Noona pulang ke Busan” jawab ku menahan tangis.

“Tapi Appa harus segera di operasi Noona, pasti uang yang di butuhkan sangat banyak  hiks…hiks…”

“Sudahlah Min Ho kau jangan cengeng, nanti Noona pulang akan membawa uang banyak. Jaga kesehatan mu dan jaga Eomma arraseo”

Klik… ku tutup sambungan secara sepihak.

Ku dudukan tubuh ku lemas di kursi mendengar berita dari adik ku Min Ho.

“Dapat uang dari mana aku, tidak mungkin aku meminjam pada Nona Jessica, Yuri apalagi Ryeowook Oppa” runtuk ku lemas lalu ku tundukan kepala ku dalam-dalam.

End of Yoona POV

 

Author POV

Ryeowook menyantap makan siangnya dengan lahap sementara gadis yang duduk di depannya malah mengetuk-ngetuk meja dengan sumpitnya. Ryeowook yang menyadari sedari tadi Yuri hanya melamun langsung membuyarkannya.

“Hai Yul kau kenapa ayo cepat makan. Nanti makanannya dingin”

“Oppa, aku khawatir dengan keadaan Yoona” jawab Yuri lemas.

“Yoona masih susah di hubungi?”

Yuri menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

“Boleh aku ikut makan” suara seorang wanita membuyarkan lamunan Yuri.

“Eunjung” ujar Ryewook manatap wanita yang ada di depannya.

Eunjung tersenyum tanggung lalu menarik kursi dan duduk di sebelah Yuri.

“Mau apa kau kemari?” tanya Yuri sinis.

“Makan dengan kalian, biasanya kan meja ini di isi oleh 3 tiga orang, tapi karena sekarang teman kalian yang bernama Im Yoona sedang menghadapi masalah besar jadi aku makan disini saja yaujarnya lalu tersenyum yang seperti di paksakan.

“Ihhh Oppa, aku pergi dulu tiba-tiba selera makan ku jadi hilang” Yuri beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Ryeowook dan Eunjung.

Ryeowook mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal lalu tersenyum tanggung pada wanita yang sekarang menatapnya tajam.

“Kau juga mau pergi?” tanya Eunjung masih dengan menatap Ryeowook tajam.

Kembali Ryeowook tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan sedetik kemudia pergi berlari meninggalkan Eunjung yang terlihat sudah sangat kesal.

“Kalian berdua dan Yoona adalah 3 sekawan aneh” pekik Eunjung kesal lalu menyantap makanannya dengan emosi.

 

Siwon POV

Saat menegangkan pun terjadi, perasaan ku benar-benar kalut saat ini. Di satu sisi apa yang harus ku katakan pada Presdir Kangta yang saat ini memandang kami dengan tatapan membunuhnya, tapi di sisi lain perasaan ku juga kalut karena wanita yang duduk di sebelahku Yoona dari tadi hanya menundukannya kepalanya. Aku tidak tahu apa sekarang dia merasakan ketakutan yang sama seperti ku atau tidak.

“Benar kau yang bernama Im Yoona?” suara beratnya menggelegar di ruangan yang sangat mengerikan ini.

Ku tolehkan kepala ku menatap Yoona yang duduk di sebelah ku, terlihat dia sedang mengumpulkan keberanian untuk mendongakan kepala.

“Benar kau yang bernama Im Yoona?” kembali suara berat itu membuat ku semakin takut terjadi sesuatu pada Yoona.

Kulihat dia mulai mendongakan kepalanya lalu matanya berhadapan dengan mata Presdir Kangta.

“De Presdir saya Im Yoona” aku terkejut mendengar nada suaranya yang begitu sangat tenang.

“Jadi kau wanita yang ada dalam foto itu? Kau adalah seorang wartawan?” ku lihat saat ini Presdir Kangta melihat Yoona dengan seksama.

“De Presdir” kembali nada suaranya yang begitu tenang. Ku tatap wajahnya yang jujur saja sangat sulit untuk ku artikan, aku tidak tahu dia tidak takut atau pura-pura penutupi rasa takutnya.

Terjadi keheningan beberapa saat. Ku lihat managerku Nickhun yang duduk di sampingku, dia terlihat sangat tegang. Lalu kembali ku lihat Yoona, tapi raut wajahnya masih sama seperti tadi tidak menampakan ketakutan sedikit pun.

“Ehemmmm” Presdir berdehem membuatku semakin takut apa yang akan dia lakukan pada Yoona.

“Siwon bilang kalian berdua memang melakukan itu, apa itu benar?”

“De Presdir itu benar”

“Siapa yang memulainya?” Pertanyaan itu membuat Yoona sedikit terkejut dan eksperesinya berubah menjadi tegang.

“Apa kau tahu saat ini Choi Siwon adalah actor terkenal?”

“De saya tahu Presdir”

“Kalau begitu dengan adanya skandal ini popularis seorang Choi Siwon bisa saja turun bahkan lenyap dari dunia hiburan Korea, apa kau tahu itu Nona?” tanya Presdir Kangta terus mengintrogasi Yoona.

“De saya tahu Presdir”

“Maka dari itu aku selaku Presdir dari agensi ini tidak mau tahu, segera bersihkan nama Choi Siwon dari skandal memalukan ini. Karena aku tidak mau menanggung kerugian akibat semua ini” tegasnya yang membuat ku dan Nickhun membulatkan mata.

“Presdir, biar aku saja yang menyelesaikan semua ini. jangan libatkan Yoona, dia tidak tahu apa-apa” ujarku menatap wajah kesalnya.

“Apa kau bilang?” dia mendelikan mata menatap ku tajam.

“Apa kau bilang? jadwal mu untuk satu tahun kedepan sangat padat Choi Siwon. Di tambah sebentar lagi kau akan menjalani syuting drama terbaru mu, coba kau pikirkan apa kau mau popularitas mu hilang kerena skandal memalukan ini, dan kalau sampai itu terjadi aku yang akan mengalami kerugian” tegasnya yang membuat ku tertegun.

“Popularitas ku hilang?? Apa yang harus ku lakukan sekarang? Kalau sampai itu terjadi ayah ku pasti akan marah besar dan akan menyeret ku untuk mengurus perusahaan. Aku tidak mau itu terjadi, aku masih ingin membuktikan kalau pekerjaan sebagai seorang artis tidak lah salah. Tapi, bagaimana dengan Yoona aku juga tidak mau dia terserat dalam masalah yang ku buat. Ahhh kau bodoh Choi Siwon, kenapa hal ini sampai terjadi” runtuk ku dalam hati.

“Ini, jumlahnya mungkin cukup besar untuk mu Nona. Aku harap dengan uang ini kau bisa membersihkan nama Choi Siwon seperti semula” Predir Kangta mengeluarkan amplop berwarna coklat dan menaruhnya di meja yang membuat kami bertiga memandangnya heran.

“Presdir maksud anda apa?” tanya Nickhun tiba-tiba.

“Aku akan mengadakan jumpa pers dan Nona Im kau juga harus ikut, kau harus bilang pada semua wartawan bahwa kejadian itu bukanlah salah Siwon. Tapi kau yang memaksa Siwon untuk mencium mu dan katakan kau yang menggoda Siwon duluan, mengerti?” aku terkejut setengah mati mendengar kata-kata Presdir lalu ku tolehkan kepala ku manatap Yoona, dari raut wajahnya Yoona terlihat kaget dengan perkataan dari laki-laki yang sekarang tersenyum penuh kemenangan.

End of Siwon POV

 

Yoona POV

“Aku akan mengadakan jumpa pers dan Nona Im kau juga harus ikut, kau harus bilang pada semua wartawan bahwa kejadian itu bukanlah salah Siwon. Tapi kau yang memaksa Siwon untuk mencium mu dan katakan kau yang menggoda Siwon duluan, mengerti?”

Seketika aku membulatkan mata terkejut mendengar pernyataan dari laki-laki yang menatap ku dengan senyum liciknya. Ku telan ludah beberapa kali berusaha berpikir jernih. Lalu ku tolehkan pandangan ku menatap amplop warna coklat yang tergeletak di depan ku yang aku yakini itu berisi uang.

“Tidak Im Yoona, kau tidak boleh mengambilnya, ingat harga diri mu. Ini semua kesalahan Siwon jadi untuk apa kau yang bertanggung jawab” bisik diriku pelan. Tapi tiba-tiba pikiran ku tertuju pada seseorang yang amat sangat ku sayangi “Ayah” dia sekarang sedang terbaring di rumah sakit, ayah harus di operasi sementara dari mana aku harus mendapatkan uang.

“Im Yoona buang ke egoisan diri mu itu, jangan sia-siakan kesempatan ini. Ambil uang itu untuk membiayai operasi ayah mu. Ingat Im Yoona, saat ini ayah mu sedang berada di ambang pintu kematian” kata-kata itu terucap dari dalam hati ku.

Sekarang aku benar-benar bingung mana yang harus aku pilih. Jika aku mengikuti diri ku, lalu bagaimana dengan Ayah. Tapi, jika aku mengikuti kata hati ku, mau di taruh dimana harga diri ku ini. Bisa-bisa semua orang membenci ku dan menganggap ku wanita murahan.

Ku tutup kedua mataku untuk mencari sebuah jawaban yang tepat.

“Ya Tuhan semoga pilihan ku ini tepat” Doa ku dalam hati.

 

To Be Countinued

Mianhae kalau ceritanya makin  geje.. *BOW*

Tapi bagi reads yang sudah terlanjur membaca, saya harap kalian meninggalakan jejak..😀

 

Kamsahamnida….

Tinggalkan komentar

177 Komentar

  1. yeona

     /  Januari 12, 2014

    andwe.. kasihan yoona onni.. siwon oppa bertindak dong !!

    Balas
  2. Andweeee, Yoongie unnie,kasihan.
    Daebakk!^o^

    Balas
  3. Yoona choi

     /  April 23, 2014

    Ksian banget yoona…

    Balas
  4. Hilyana Rahma

     /  Mei 20, 2014

    Andwe,,!kok masalahnya jadi serumit ini sih,! Kasian Yoong eonnienya,,,,
    Next

    Balas
  5. wulandari

     /  Juni 24, 2014

    Pilihan yg sulit,,
    tetap semangat eonnie cari ide2 buat bikin cerita yoonwon,,
    di tunggu

    Balas
  6. Oh My God o.O

    Balas
  7. Yoona di selamatkan jg oleh Si won, yg lucunya lg pas wktu makan mie ramen. Wajah Si Won benar2 kelihatan lucu ya, haha…
    Lalu bagaimana dgn Yoona apakah dia akan mengambil keputusan itu apalagi saat ini dia butuh uang untuk operasi ayahnya, benar2 di buat bingung. Jadi Gregetan ni

    Balas
  8. Micka yoon A

     /  Agustus 11, 2014

    Hemm kasian bgt uri yoongie ;-(

    Balas
  9. ampun decch presdir kangta jahat bgt.. ky’y di pikran uang dan uang.. kasian yoona… yg sabar ya yoona..
    wonpa ayo dunk slamat kn yoona jgn diam sj.

    Balas
  10. Lanjut baca ah..penasaran n suKa dengan ceritanya

    Balas
  11. rara

     /  Oktober 1, 2014

    Kasian bgt yoona eonni..😦

    Seru, keren ffnya.

    Balas
  12. Sungguh detik” yg menegangkan,,,
    Moga jha Yoona eonni g’ slh pilih

    Balas
  13. Cha'chaicha

     /  November 11, 2014

    Makin rumit..

    Balas
  14. Ani,jgn diambil uangnya eon nanti fansnya siwon oppa ngamuk2 lg😦
    Part ini aku suka ada moment yoonwonnya😀

    Balas
  15. nadud

     /  Desember 9, 2014

    satu kata untuk yoona eonni
    fighting😀

    Balas
  16. Aduuuh kasian yoona gara2siwon nih…

    Balas
  17. diah Cho

     /  Januari 3, 2015

    Bagus eon makin seru aja suka sama ffnyya eon

    Balas
  18. dedewjasmin

     /  Januari 21, 2015

    Aduh tambah ribet aj ni masalah…tp kasian yoona?apa yg akan yoona pilih,,,,semoga siwon bisa bantu yoona dan tidak diam aj…

    Balas
  19. marsiah

     /  April 5, 2015

    Presdir kangta egois banget jadi sebel,siwon oppa lakuin sesuatu untuk nolong yoona.

    Balas
  20. Susi

     /  April 19, 2015

    Kenapa jadi semakin pelik gini sih,
    Yaampun pasti yoona bakalan ngambil uang itu karna terpaksa untuk menyelamatkan ayah nya…😣😢

    Balas
  21. Nur khayati

     /  Mei 24, 2015

    Presdir Kangta ny0g0k Y00na dgn uang,?
    Y00na bakal milih mana nih, d 1 sisi harus mentingin Appanya dgn k0nsekuensi harga diri.a yg bakal hilang, d sisi lain kalau dia n0lak uang itu gimana n0l0ng Appa.a yg lg k0ma,,
    Pikir matang2 Y00na,,.

    Balas
  22. Kasihan yoona dia ada di posisi yg sulit..
    Penasaran sama kelanjutannya karna makin seru n masalahnya makin rumit..

    Balas
  23. park ra chan

     /  Desember 28, 2015

    Kasian yoona eonnie….
    Thor di tunggu ya chapter 5 a jgn di protect….hwaiting…

    Balas
  24. melani

     /  Januari 3, 2016

    Kasihan yoona dia berada di situasi yg sulit n pilihan yg sulit.. kalo dia milih ngambil uangnya sama aja harga dirinya yg di pertaruhkan tapi kalo gak ayahnya mau operasi n butuh uang yg banyak..
    Semoga dia milih pilihan yg tepat n siwon bisa nolongin dia..

    Balas
  25. bagus bgt lanjut dong . . . . di tunggu y🙂

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: