[FF] YoonWon “The Humorous Love” part 5

[FF] YoonWon “The Humorous Love” part 5

 

 

Title                : The Humorous Love

Author           : Umi Khasanah Elf

Main cast     : *Choi Siwon “Super Junior”

                         *Im Yoon Ah “SNSD”

                         *Chan Sung “2PM”

                         *SunHwa “Secret”

                         *Cho Kyuhyun “Super Junior”

                         *Kwon Yuri “SNSD”

Genre            : happy,sad,romance,comedy

Rating            : general

Note               : buat readers yang nggak suka sama ff ku, tolong nggak usah dibaca kalo emang nggak suka dan jangan coment kalo emang nggak suka sama ff saya.

 

Assalammualaikum…. Chinguuu oh chinnguuu..annyeong haseyoo…

Annyeong all, sebelumnya neomu mianhae ya kalo part 5 ini udah nunggak sebulan lebih, coz aku baru selesai UKK dan baru aja nerima rapot, jadi baru bisa ngelanjutin ff The Humorous part 5’a. dan aku juga mau minta maaf kalo part 5’a ini rada nggak nyambung.

Let’s Goooo !!!!!

 

HAPPY READIIIINGGG……

Yoona POV

Setelah membalas sms dari kyuhyun, aku memasukkan kembali ponselku kedalam saku, namun tiba-tiba ada yang memegang pundakku dan dengan spontan aku langsung menoleh kearah orang itu

“manager kang,” kagetku karena yang datang adalah manager kang yang merupakan manager siwon, dengan cepat aku berdiri dari dudukku

“tidak usah kaget seperti itu, aku kesini hanya mau bertanya? Bolehkan aku bertanya?” Tanya manager kang

“ne, tentu, memangnya manager mau Tanya tentang apa?” Tanyaku gugup

“ini masalah hubunganmu dengan siwon, apakah kau…..” pertanyaan manager kang terputus membuatku tersentak.

“apakah kau sungguh-sungguh mencintai siwon?” Tanya manager kang yang membuatku benar-benar membulatkan mataku

‘aigooo, kenapa dia menyakan hal seperti ini, haahh ottokhee?’ bingungku sambil menggit bibir bawahku

“yoona-ssii? Yoona-sii kau tidak apa-apa?” Tanya manager kang sambil memegang pundakku

“ah nde? Ah ye…gwencana..” jawabku gugup

“jadi apa jawabanmu ?” Tanya manager kang lagi

“ehmm, ehhmmm,…. Tentu saja aku mencintainya manager, mana mungkin kalau aku tidak mencintainya aku bisa menjadi kekasihnya,” jawabku, entah apa yang ada dipikiranku hingga melontarkan kata-kata bodoh seperti itu

‘yak Im Yoon Ah pabbo!’ batinku

“jinjja? Lalu sudah berapa lama kalian berpacaran?” tanyanya lagi

“ehm itu, aku dan siwon sudah berpacaran selama…ehm selama 3 tahun, ne 3 tahun manager,” jawabku bohong

“sudah selama itukah hubungan kalian? Tapi kenapa aku baru mengetahuinya?” bingungnya sambil mengangkat satu alisnya

“masalah itu, siwon bilang dia tidak kalau aku sampai dikejar-kejar oleh paparazzi manager, jadi dia lebih memilih untuk merahasiakan hubungan kami,” jawabku lagi, ah manager neomu mianhae aku berbohong padamu

“baiklah kalau begitu, aku sama sekali tidak melarang siwon berpacaran dengan siapapun, asalkan dia bisa menjaga hubungannya dengan baik aku akan menyetujuinya, dan kau nona Yoona aku mohon bantuanmu untuk menjaga siwon, karena ia sangat kesepian jadi aku harap kau selalu bisa bersamanya,” jelas manager kang

Aku hanya mengangguk mengerti dan akhirnya manager kang pun meninggalkanku. Aku merasa lega, karena akhirnya dapat terbebas dari manager kang. Mungkin aku masih tidak enak karena tadi aku telah banyak berbohong kepadanya, tapi mau bagaimana lagi, aku tidak mau kalau sampai manager kang mengetahui semuanya.

“huft~ aku benar-benar tidak habis fikir, kenapa aku bisa mengatakan hal-hal bodoh seperti tadi, haaaah” ucapku sedikit menyesal

“tapi, tadi manager kang bilang siwon sangat kesepian? Bukankah dia selalu dikelilingi banyak fansnya? Lalu kenapa manager kang bilang dia sangat kesepian?” bingungku saat mengingat kata-kata manager kang.

“jadi kau disini,” seru seseorang tiba-tiba

“kau..kenapa bisa ada disini?” kagetku karena yang datang adalah siwon si aktor sok sibuk, dia hanya diam sambil terus berjalan mendekatiku.

Yoona POV end

Siwon POV

Aku sama sekali tidak melihatnya, kemana dia? Padahal tadi aku sudah bilang untuk menungguku diruang ganti saja,

“haaah yeoja itu memang selalu membuatku repot!” kesalku lalu berjalan keluar

“sunhyun-ah, apa kau melihat yoona?” tanyaku pada sunhyun

“ah, tadi dia sepertinya keluar, dia bilang dia bosan disini terus lalu dia keluar,” jawab sunhyun,

“apa kau tahu dimana dia sekarang?” tanyaku lagi dan sunhyun hanya mengangkat kedua bahunya.

Dengan terpaksa aku berjalan mencarinya. Kulangkahkan kakiku menuju taman yang ada didepan lokasi syutingku, aku melihat seorang yeoja yang sedang berbicara dengan seorang namja

“hmm yoona? Manager kang?” kagetku karena ternyata mereka adalah yoona dan manager kang

“apa yang sedang mereka lakukan?” bingungku karena sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu, aku menunggu didepan taman sampai akhirnya manager kang beranjak pergi. Dengan segera aku langsung berjalan menuju kearah yoona

“jadi kau disini,” seruku saat sudah berada didekat bangkunya

“kau….kenapa aku bisa ada disini?” tanyanya yang Nampak kaget dengan kedatanganku, namun aku sama sekali tidak menjawab pertanyaannya dan malah berjalan mendekatinya, lalu duduk disampingnya

“kau tahu aku tadi mencarimu, aku kan sudah bilang kau harus menunggu diruang ganti saja, kenapa harus keluar seperti ini?” tanyaku sedikit kesal

“mianhae, habis aku bosan, kau tahu kan menunggu seseorang yang tak jelas sepertimu sangat membuatku bosan,” jawabnya membela diri

“bosan kau bilang? Bukankah nanti saat kau sudah menjadi seorang penulis terkenal kau juga harus menunggu proses syuting sampai selesai? Kenapa kau bisa mengatakan kalau kau bosan?” tanyaku beruntun

“tentu saja aku bosan dan kau tahu, setidaknya ada satu orang yang aku kenal agar aku bisa berbincang dengannya,” jawabnya tak mau kalah

“bukankah kau sudah kukenalkan dengan sunhyun? Kau kan bisa mengobrol dengannya?” tanyaku lagi yang kali ini sambil menatapnya

“dia tadi sangat sibuk, aku tidak mungkin menganggunya,” balasnya lagi

“haah terserah kau saja, lalu tadi apa yang kau bicarakan dengan manager kang?” tanyaku langsung dan membuatnya sedikit kaget dengan pertanyaanku barusan

“darimana kau tahu?” tanyanya kaget

“tadi aku melihatnya sedang berbicara denganmu,” balasku dingin

“aku tidak membicarakan apa-apa dengannya,” jawabnya

“jangan bohong! Aku tau kau membicarakan sesuatu dengan manager kang tadi, jadi cepat beritahu aku?” suruhku

“sudah kubilang aku sama sekali tidak membicarakan apa-apa dengan manager kang, sudahlah aku mau pulang! Aku lelah disini terus-menerus!” kesalnya lalu beranjak pergi, dengan segera aku langsung menarik tangannya dan memeluknya. Aku mendekapnya dengan amat sangat erat,

“apaa..yang kau lakukan siwon-sii..?” tanyanya gugup sambil mendorong tubuhku, aku tidak memperdulikannya dan terus memeluknya

“biarkan seperti ini,” suruhku dan akhirnya ia diam, untuk beberapa saat aku benar-benar merasa tenang saat memeluknya,

‘ya tuhan, apakah benar aku menyukainya?’ batinku masih memeluknya

Untuk beberapa saat, akhirnya aku melepaskan pelukanku dan menatapnya. Ia Nampak sedikti kaget dengan perlakuanku barusan

“ini sudah malam, lebih baik kita pulang, aku akan menunggumu diruang ganti,” ucapnya seraya berjalan meninggalkanku dan aku hanya tersenyum mendengarkan kata-katanya barusan.

Aku rasa kini aku benar-benar menyukainya, tapi entah kenapa aku masih belum yakin dengan perasaanku atau mungkin ini hanya perasaan sesaat. Entahlah yang penting untuk sementara waktu dia ada padaku. Walaupun hanya sebagai kekasih palsu.

~~

Kulangkahkan kakiku menuju ruang ganti, dengan malas aku mengambil tissue yang ada dimeja rias untuk mengelap keringatku. Ini malam hari, tapi kenapa rasanya panas sekali tidak seperti biasanya.

“siwon-sii? Kau sudah mau pulang?” Tanya seseorang tiba-tiba dari belakang

“ah yuri, aku kira siapa, ne aku akan segera pulang, lagipula kelihatannya yoona juga sudah Nampak lelah. Jadi, aku harus segera membawanya pulang,” jawabku seraya tersenyum, lalu melirik yoona yang sedang terduduk menungguku

“oh begitu, tadinya aku mau mengajakmu untuk makan malam bersama, tapi baiklah kalau kau tidak bisa, mungkin besok kita bisa makan malam bersama,” sesal yuri yang membuatku sedikit tersentak

“mwo? Mengajakku makan malam? Ah kenapa kau tidak bilang daritadi?” Tanyaku sedikit tersentak

“mian aku lupa memberi tahumu, tapi sepertinya kau harus mengantarkan seseorang, jadi bagaimana kalau besok saja kita makan malam bersama, ottokhee?” Tanya yuri

“baiklah kalau begitu, aku menerimanya,” jawabku seraya tersenyum

“tapi, besok kau tidak datang bersama yoona lagikan?” tanyanya sambil memegang tanganku

“nde? Oh, masalah itu, mollaso~ aku juga tidak tahu, tapi kita lihat saja besok. Yasudah kalau begitu aku pamit ya yuri-siii, annyeoong..” pamitku seraya membungkuk dan tersenyum kearahnya, diapun sebaliknya.

Yuri POV

Tadinya aku mau mengajak siwon untuk makan malam, tapi ternyata ia tidak bisa. Mungkin alasannya karena yoona, ya siapa lagi kalau bukan yoona. Dari awal aku sudah curiga dengan mereka berdua, jujur saat ini mungkin bisa dikatakan kalau aku menyukai siwon. Apalagi setelah insiden dipesta makan malam, mungkin karena itu aku menyukainya. Tapi, kenapa sekarang ia malah lebih dekat dengan yoona, walaupun siwon bilang dia dan yoona hanya berteman, bahkan siwon bilang kalau yoona itu adalah musuh bebuyutannya (?).

“huft~, yeoja itu tidak puaskah telah merebut kyuhyun dariku? Sekarang dia malah mendekati siwon, haah lihat saja aku tidak akan membiarkanmu Im Yoona, lihat saja siapa yang akan mendapatkan hati seorang choi siwon,” ucapku sambil menatap yeoja itu dari kejauhan dengan tajam.

Yuri POV end

Author POV

Seorang yeoja yang tengah duduk disebuah bangku santai, wajahnya terlihat Nampak kesal dan ia terus menghentak-hentakkan kakinya ketanah

“kenapa malah melamun?” Tanya seorang namja bertubuh kekar yang berjalan menghampirinya dan yeoja itu yang tak lain yoona langsung menengok kearah sumber suara, ia terlihat Nampak kesal

“aku tidak sedang melamun tuan choi, kau tau ini sudah pukul berapa? Aku besok pagi-pagi sekali sudah harus pergi kekantor Produser Cho!” kesal yoona bangkit dari duduknya

“kekantor Produser Cho? Untuk apa?” Tanya siwon bingung

“tentu saja untuk membicarakan tentang naskahku!” jawab yoona lagi

“sepagi itu kah?” Tanya siwon lagi dan itu membuat yoona kesal

“sudahlah aku lelah bicara denganmu, aku mau pulang!” teriak yoona lalu berjalan meninggalkan siwon, dengan sigap siwon memegang tangan yoona untuk menahannya pergi

“kau harus pulang bersamaku,” suruh siwon dan yoona bisa diam seribu bahasa, setelah itu siwon mengambil kunci mobilnya dan menarik yoona keluar dari ruangan itu.

Mereka berjalan berdamping dengan keadaan siwon masih menggenggam tangan yoona, pemandangan ini sontak membuat semua kru termasuk sang sutradara kaget

“mwoya? Jadi yeoja itu adalah yeojachingu siwon?” pekik salah satu kru tiba-tiba dan ikuti oleh kru lainnya.

Sementara itu siwon sama sekali tidak memperdulikan perkataan orang-orang yang ada disana dan manager kang yang melihat keadaan ini hanya geleng-geleng seraya tersenyum. Yuri yang juga melihat kejadian ini hanya bisa terdiam. Namun, saat sudah berada didepan lokasi syutingnya tiba-tiba siwon berbalik badan dengan masih memegang tangan yoona

“semuanya aku mohon perhatiannya, disini aku Choi Siwon hanya ingin mengatakan bahwa aku sudah mempunyai yeojachingu, dan dialah yeojachinguku Im Yoon Ah, mianhamnida kalau aku tidak memberi tahu kalian semua dan aku harap kalian semua tidak salah paham dengannya” ucap siwon tiba-tiba sontak membuat yoona kaget bukan main dan membulatkan matanya sempurna,

“jadi benar dia itu yeojachigumu siwon-sii?” Tanya sang sutradara

“ne sutradara, mianhae kalau selama ini aku tidak memberi tahukannya pada kalian semua,” jawab siwon seraya membungkuk, sementara yoona hanya bisa diam seribu kata

“waaahh chukkae siwon-sii, akhirnya kau mempunyai kekasih juga, kalau begini kan kau pasti tidak akan digosipkan dengan artis lain,” seru seorang kru yang memberikan ucapan selamat kepada siwon dan yoona diikuti oleh kru lainnya yang memberikan selamat pada siwon dan yoona.

“anak itu benar-benar berani sekali, ckckck” ucap manager kang sambil geleng-geleng melihat keadaan yang ada dihadapannya, sementara yuri yang mendengarkan pernyataan siwon barusan hanya bisa diam dan tidak bergerak sama sekali

“jadi…benar, dia itu kekasihmu choi siwon?” kagetnya dengan suara gugup

“yuri gwencana?” Tanya seseorang dari belakang

“nde? Ah… sunhyun unnie, gwencanayo, aku tidak apa-apa, oh iya aku mau kedalam dulu.” Pamit yuri seraya pergi meninggalkan sunhyun. Sunhyun yang melihatnya hanya bisa mengangkat bahu.

“aku rasa kini semuanya sudah tau tentang hubungan specialku dengan wanita cantik yang ada disampingku saat ini,” ujar siwon tersenyum kearah semua orang

“waah siwon-sii kau sungguh beruntung mendapatkan yeoja cantik itu,” puji seorang kru dan siwon hanya membalasnya dengan senyum, sementara yoona yang ada disampingnya sama sekali tidak tahu harus berbuat apa.

Setelah selesai mempublikasikan hubungannya dengan yoona didepan semua kru dan sutradaranya, siwon pamit untuk pulang, siwon membungkuk seraya tersenyum kearah semua orang. Lalu, siwon menarik tangan yoona untuk pulang

‘tangannya terasa dingin?’ pikir siwon karena saat ini tangan yoona terasa dingin

“kau baik-baik saja?” Tanya siwon dengan penuh kehati-hatian, namun yoona tidak menjawabnya dan malah diam menatap yang ada didepannya

“aku rasa kau benar-benar sudah lelah, ayo masuk,” suruh siwon dan lagi-lagi yoona hanya diam seraya masuk kedalam mobilnya.

Didalam perjalanan sama sekali tidak ada pembicaraan, tidak pada saat mereka berangkat. Saat berangkat mereka sudah seperti Tom&Jerry yaitu bertengkar. Namun, ini berbeda sekali mereka sama-sama fokus dengan pikirannya masing-masing.

~~

Sesampainya dirumah yoona, siwon langsung turun untuk membukakan pintu untuk yoona. Setelah itu yoona pun turun, ia turun dengan masih dengan sikap yang dingin.

“yoona-ah, gwencana?” Tanya siwon khawatir, yoona pun menoleh kearah siwon

“gwencana, pulanglah ini sudah malam, gomawo sudah mengantarkanku,” ucap yoona datar lalu membalikan badannya

“tunggu!” teriak siwon dan yoona pun menghentikan langkahnya

“besok, aku akan mengantarkanmu kekantor produser cho dan besok kau harus menemaniku syuting lagi!” teriak siwon lagi, yoona hanya bisa menghela nafas panjang lalu masuk kedalam rumahnya.

“apa yang terjadi padanya? Apa dia marah?” bingung siwon sambil menggaruk rambutnya, dan akhirnya siwon memutuskan untuk pulang karena besok dia masih ada jadwal syuting ditambah besok pagi-pagi sekali dia harus menjemput yoona.

Author POV end

Yoona POV

Pikiranku kini benar-benar kacau, aku sama sekali tidak tahu apa yang harus kukatakan. Kenapa masalahnya malah jadi tambah rumit seperti ini. Kulangkahkan kakiku memasuki rumah dengan gontai, kuhempaskan tubuhku kesofa empuk milikku. Kulirik jam dinding rumahku yang sudah menunjukkan pukul 11.00 malam, lalu menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya.

Drrt drrt drrt drrt

Kurasakan ponsel bergetar, segera kubuka ponselku. Ada satu pesan masuk dan itu dari siwon, siwon? Huh untuk apa dia mengirim pesan kepadaku?

From : Aktor Pabbo

Yak~ Im Yoon Ah! Kau itu tadi kenapa? Kau sakit ? atau jangan-jangan kau marah padaku?

Aku hanya tersenyum kecut membaca pesan darinya, dengan segera aku membalas pesan darinya itu

To : Aktor Pabbo

Anniyo~

Send

aku sengaja membalas pesan darinya itu dengan singkat. Setelah membalas pesan darinya, aku langsung meletakkan ponselku dimeja tamu. Aku bangkit dari dudukku, lalu berjalan menuju dapur, entah kenapa sedari tadi aku sangat kehausan, padahal tadi aku sama sekali tidak banyak bicara. Kuambil botol airmineral dari Kulkasku, menuangnya kedalam gelas lalu meminumnya.

“haaahhh, huft~ benar-benar hari yang melelahkan” helaku sambil meniup kecil poniku. Kubawa minumanku itu kehalaman belakang rumahku, disini benar-benar sejuk membuat rasa lelahku hilang dengan seketika. Aku duduk sambil menikmati kesejukan udara dimalam hari.

Saat sedang menikmati udara segar disini, aku jadi teringat dengan kata-kata siwon saat dilokasi syuting tadi. Aku masih belum percaya dengan kata-katanya tadi, entah apa yang dia lakukan tadi yang jelas aku hanya bisa memilih diam.

“kenapa dia mengatakan hal tadi? Haaah Choi Siwon, kau benar-benar membuatku gila!” ucapku sedikit kesal lalu kuteguk air mineralku lagi untuk menghilangkan kekesalanku.

“hah iya aku baru ingat, besok aku harus kekantor produser cho, aah aigoo, aku harus segera tidur,” ucapku sedikit panic, lalu dengan cepat aku masuk kedalam.

Kuberlari menuju kamarku, sesampainya dikamar aku langsung berganti pakaian menggukan celana pink pendek dan kaos putih. Setelah itu, aku langsung melompat ketempat tidurku

“lupakan semua yang terjadi hari ini dan sambutlah hari esok yang sudah menunggu,” ucapku sambil memejamkan mataku, ya itulah kata-kataku jika aku mau tidur. Aku tidak pernah lupa untuk mengucapkan kata-kata itu sebelum tidur.

Yoona POV end

Siwon POV

Sesampainya dirumah, kuparkirkan langsung mobilku di Garasi. Kulangkahkan kakiku masuk kedalam rumahku, benar-benar Nampak sepi. Dengan cepat aku berjalan menuju kamarku, sekarang sudah jam 10.30 malam, secepat inikah malam ini. Aku mengganti pakaianku tadi dengan celana training hitam dan kaos putih polos, lalu aku berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka. Ku basuh wajahku dengan air yang mengalir dari kran beberapa kali untuk menghilangkan lelahku.

“huft~ ternyata hari ini benar-benar melelahkan, padahal tadi aku syuting tidak terlalu lama,” ucapku seraya menatap wajahku dicermin westafle. Setelah selesai membasuh muka, aku langsung berjalan menuju tempat tidurku yang berukuran king size ini. Mungkin aneh, tempat tidur yang sebesar ini hanya satu orang yang menidurinya.

Kuperhatikan langit-langit kamarku yang gelap, aku sama sekali masih terpikirkan yoona. Karena, sejak dari lokasi syuting tadi ia sama sekali tidak berbicara denganku.

“ehm dia itu kenapa? Kenapa dia tiba-tiba jadi dingin seperti itu? Biasakan dia itu sangat cerewet? Tapi kenapa tadi ia berbeda sekali,” ucapku sambil menatap langit-langit kamarku, untuk beberapa saat akhirnya aku pun tertidur.

~~

KRIIIIIING KRIIIIIIING KRIIIIIIIING

“haaah berisik sekali jam itu!” kesalku karena mendengar suara jam bekkerku yang berbunyi dengan kerasnya

Kulirik jarum jam yang ada di jam bekkerku itu, dan jarum jam itu menunjukkan jam 07.00 pagi

“OMONA ! AKU TELAT!” teriakku saat melihat jam bekkerku, dengan secepat kilat aku langsung melompat dari ranjangku dan berlari menuju kamar mandi.

Setelah selesai, aku langsung berjalan menuju lemari pakaian, ku ambil celana jeans hitam dan kemeja berwarna abu-abu, lalu mengambil jacket kulit berwarna hitam. Setelah selesai berpakaian, aku lantas keluar dari kamar. Sampai dibawah aku melihat bibi kim sedang menyiapkan sarapan untukku

“bibi Kim kau sudah datang?” tanyaku saat sudah sampai dimeja makan

“oh tuan, ne, hari ini saya sengaja datang lebih awal,” jawab bibi kim

“oh begitu,” balasku singkat sambil memakan sandwhich buatan bibi kim dan tidak lupa aku meminum susu

“tuan tumben sekali sudah mau berangkat?” Tanya bibi kim

“ah ye, hari ini aku harus menjempu seseorang” jawabku tersenyum

Setelah selesai sarapan, aku langsung berpamitan pada bibi kim. Kulangkahkan kakiku menuju garasi, hari ini aku sengaja memilih untuk mengendarai motor sportku. Ku nyalakan mesin motorku, tidak lupa ku mengenakan helm dan membawa helm lainnya untuk seseorang. Kujalankan motorku dengan kecepatan sedang, hingga akhirnya aku sampai disebuah rumah bernomor 407. Dengan cepat aku turun dari motorku dan berjalan menuju rumah bernomor 407 itu. Kutekan bel rumahnya untuk beberapa saat, sampai ada yang membukkan pintu . kulihat sesosok yeoja cantik yang mengenakan busana casual sedang berdiri dihadapanku saat ini.

“waeyo?” Tanyanya tiba-tiba, ya dialah Yoona, pagi ini aku berjanji untuk menjemputnya dan mengantarnya kekantor Produser Cho

“anio, kau sudah siap untuk berangkat?” Tanyaku dengan mengeluarkan senyuman manisku

“ne, tunggu aku mau mengambil tasku” jawabny seraya masuk kedalam rumahnya

“wajahnya masih sama saja, masih datar,” ucapku yang melihat ekspresinya tadi

“kajja kita berangkat,” ucapnya sedikit menyadarkanku dari lamunanku tadi.

Dia berjalan mendahuluiku, kulihat ia yang tiba-tiba berhenti dan menengok kekanan kiri, seolah-olah sedang mencari sesuatu

“mobilmu mana?” tanyanya sedikit bingung, karena yang dilihatnya saat ini bukanlah mobil, melainkan motor sport berwarna merah

“hari ini kita tidak naik mobil, tapi kita akan naik motorku ini,” jawabku seraya naik keatas motor dan menyodorkan helm kearahnya

“naik motor?” tanyanya masih bingung

“ne, aku sudah lama tidak mengendarai motor sportku ini, jadi hari ini aku memilih untuk naik motor” jawabku lagi

“kau yakin? Bagaimana kalau ada yang mengenali kita?” tanyanya lagi

“jangan khawatir, kita kan memakai ini,” jawabku sambil memegang helm

“huft~,baiklah kalau begitu,” ucapnya pasrah lalu mengambil helm yang tadi kuberikan padanya dan ia pun naik keatas motorku

“pegangan saja kalau kau takut (jiaah oppa, nyari kesempatan dalam kesempitan aja nih),” ucapku  dan bisa kulihat wajahnya yang terlihat memerah itu. Kunyalakan langsung motorku dan langsung berjalan meninggalkan rumah yoona.

Siwon POV end

Author POV

Siwon menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, tapi sepertinya yoona masih terlihat takut dan memegang pinggang siwon dengan eratnya. Siwon yang merasakan seperti ini hanya tersenyum senang. Saat sedang dalam perjalanan tiba-tiba motor siwon berhenti disebuah caffe,

“eh kenapa berhenti disini?” Tanya yoona kaget

“kau pasti belum sarapankan? Kajja kita sarapan terlebih dahulu,” ajak siwon sambil turun dari motornya dan diikuti oleh yoona.

Mereka masuk kedalam caffe itu, dengan santainya siwon masuk kedalam caffe itu dengan keadaan mengenggam tangan yoona. Yoona yang merasa diperhatikan oleh orang-orang yang ada disekitarnya, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman siwon, siwon yang menyadarinya langsung menoleh kearah yoona

“wae?” Tanya siwon dengan santainya

“kau itu, ini ditempat umum,” ucap yoona sedikit berbisik

“lalu?” Tanya siwon lagi

“aiissh, bagaimana kalau orang-orang mengetahui kita?” Tanya yoona dengan kesal

“tenang saja, aku tau orang-orang disini,” jawab siwon lalu memesan beberapa makanan

“annyeong haseyoo tuan, mau pesan apa?” Tanya seorang pelayan

“aku pesan waffle strawberry satu dan sandwhich satu, minumannya aku pesan jus strawberry dan cappuccino ya,” ucap siwon

“ne, baiklah, silahkan tunggu,” balas pelayan itu dan siwon hanya mengangguk.

Siwon memilih tempat dipojok dan dekat dengan jendela, ia duduk berhadapan dengan yoona. Namun, saat baru saja duduk tiba-tiba ada segerombolan anak muda yang berteriak-teriak

“huaaaa lihat ! bukankah itu Choi Siwon!” teriak salah satu diantara mereka membuat semua orang kini menoleh kearah siwon dan yoona. Yoona yang menyadari keadaan ini hanya bisa menundukkan kepalanya. Beberapa karyawan yang menyadari keadaan ini dengan segera menghalang gerombolan anak muda itu. Siwon yang melihat keadaan ini hanya tersenyum

“kau! Kenapa kau malah tersenyum?” kesal yoona, karena siwon terlihat sangat santai

“lalu aku harus bagaimana?” tanyanya

“aigoo kau itu!” kesal yoona yang hanya bisa pasrah.

Akhirnya dengan sikap sigap para pelayan yang ada dicaffe itu, segerombolan anak muda itu menghentikan aksinya(?). Yoona akhirnya bisa bernafas lega mengetahui kerumunan itu sudah berakhir

“kau nampaknya tegang sekali?” Tanya siwon yang terdengar meledek

“bagaiamana aku tidak tegang? Kau tidak lihat mereka mau menghampirimu, dan gawat kalau mereka sampai mengetahuiku!” kesal yoona

“itu sudah biasa, kau memangnya tidak lihat tadi, seluruh pelayan disini dengan sigap menghalangi mereka,” jawab siwon santai sambil menyilangkan tangannya didadanya

“bagaimana kalau mereka tidak sigap?” Tanya yoona lagi

“buktinya mereka sigap,” jawab siwon santai, yoona hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya.

Akhirnya seorang pelayan datang mengantarkan pesanan siwon tadi, ia meletakkan waffle, sandwhich, jus strawberry, dan cappuccino dimeja siwon dan yoona

“silahkan menikmati,” ucap pelayan itu, yoona menoleh kearah pelayan itu,

“sunhwa?” kaget yoona karena ternyata pelayan itu adalah sunhwa

“yoona?” sunhwa juga tidak kalah kagetnya dengan yoona, siwon pun yang melihat kejadian ini Nampak bingung

“kau menengalnya yoona?” Tanya siwon

“ne, dia sunhwa, kau pasti sunhwa bukan?” Tanya yoona sambil memegang tangan sunhwa

“mian nona, sepertinya anda salah orang, saya permisi,” ucap pelayan itu meninggalkan siwon dan yoona, namun yoona menahan tangan pelayan itu

“anni, aku tidak mungkin salah orang kau pasti sunhwa,” ucap yoona beranjak , dengan cepat siwon menahan yoona

“sudahlah yoona-sii, mungkin benar kau salah orang,” sela siwon

“saya permisi tuan, nona” ucap pelayan itu seraya pergi meninggalkan meja siwon dan yoona

“aku tidak mungkin salah orang, dia pasti sunhwa, sahabatku” ucap yoona lagi

“sudahlah jangan pikirkan itu lagi, cepat habiskan sarapanmu dan aku akan segera mengantarkanmu kekantor Produser Cho,” ujar siwon dan yoona hanya bisa mengangguk pasrah.

Author POV end

Yoona POV

Aku yakin sekali kalau tadi itu adalah sunhwa, sunhwa sahabatnku. Tapi, kenapa dia bilang kalau dia bukan sunhwa, ah atau mungkin aku memang salah orang? Entahlah yang jelas aku yakin kalau tadi itu adalah sunhwa.

Drrt drrt drrrt

Tiba-tiba saja ponselku bergetar, dengan segera kuraih ponselku yang ada didalam tasku dan melihatnya. Ada satu pesan masuk dan itu dari produser cho, dengan segera aku membukanya

From         : Produser Cho

Apa kau sudah berangkat yoona?

Aku baru teringat kalau aku harus segera berangkat kekantor produser cho, dengan cepat aku membalas pesan dari produser cho

To     : Produser Cho

Ne, aku sedang dalam perjalanan, mian membuat kau menunggu lama? Sebentar lagi aku akan sampai~

Send

Setelah membalas pesannya, aku lantas memasukkan kembali ponselku kedalam tas.

“siapa yang sms?” Tanya siwon tiba-tiba

“nde? Ah, ini pesan dari produser cho,” jawabku, dan seketika ia menghentikan aktifitas makannya lalu menatapku

“produser cho?” tanyanya menatapku

“ne, waeyo?” tanyaku balik

“ehm anni, kalau begitu cepat habiskan sarapanmu dan aku akan segera mengantarkanmu kesana,” jawab siwon lalu melahap sandwhichnya lagi, aku yang melihatnya hanya bisa mengangkat satu alisku.

Akhirnya kami pun selesai makan, siwon jalan mendahuluiku untuk membayar makanan yang kami pesan tadi dikasir. Aku menunggunya diluar, untuk beberapa saat dia pun keluar dari caffe,

“sudah kau bayar?” Tanya ku

“ne, kajja kita berangkat,” ujarnya memberikan helm kepadaku.

Seperti saat berangkat tadi, siwon tidak menggas motornya pada kecepatan rata-rata. Tapi, entah kenapa aku masih saja takut jika harus diboncengi naik motor seperti ini. Aku memeluk pinggang siwon dengan sangat erat. Ada rasa nyaman saat aku memeluknya, entah perasaan apa ini, yang jelas sejak kejadian kemarin aku merasa ada yang aneh pada perasaanku

‘aku menyukainya? Aku menyukai seorang Choi Siwon? Anni, yak yoona ingat dia itu musuhmu, kau tidak mungkin menyukainya! Ahh mungkin saja ini hanya perasaan sesaat’ batinku.

~~

Akhirnya aku sampai dikantor produser cho, aku langsung turun dari motor siwonn.

“gomawo sudah mengantarkanku~” ucapku sambil memberikan helm yang tadi kupakai

“ne, itu bukan masalah,” balasnya tersenyum kearahku, senyumannya itu selalu membuat jantungku berdetak kencang. Aku yang langsung menyadari ini, lantas membalikan badan dan berjalan meninggalkannya

“hampir saja,” helaku, namun saat baru saja melangkah siwon memanggilku

“tunggu!” teriaknya dan seketika aku menghentikan langkahku. Aku menoleh kebelakang, kulihat dia yang sudah berjalan mendekatiku.

“kau lupa sesuatu?” ucapnya dan membuatku menaikkan satu alisku, dengan cepat dia langsung mencium keningku dan aku hanya bisa membulatkan mataku sempurna. Dia mencium keningku lagi?

“apa yang kau lakukan?” kagetku

“aku hanya melakukan apa yang dilakukan pasangan kekasih,” jawabnya santai

“kau! Aiiishh!” kesalku lalu segera membalikan tubuh

“ingat! Nanti kau harus tetap menemaniku syuting, dan nanti jika pertemuanmu dengan produser cho sudah selesai, kau harus segera kelokasi syutingku! Arraseo?” teriaknya, aku sama sekali tidak memperdulikannya dan tetap berjalan masuk kedalam kantor produser cho.

Yoona POV end

Siwon POV

Setelah mengantarkan yoona, kujalankan motorku menuju lokasi syuting. Sesampainya disana aku langsung memakirkan motorku. Kulihat para kru yang sudah sibuk menyiapkan barang-barang untuk keperluan syuting.

“siwon-sii! Ternyata kau datang juga? Kau darimana saja?” Tanya Yongra padaku

“eh noona, mian aku terlambat, tadi aku bangun kesiangan,” jawabku sambil tersenyum

“kau itu! Sudah cepat sana masuk! Oh iya tadi manager kang bilang kau disuruh menemuinya,” ujar Yongra

“menemuiku? Untuk apa?” tanyaku

“molla~, aku juga tidak tahu,” jawab Yongra dan aku hanya mengagguk mengerti.

Dengan cepat kumelangkahkan kakiku kedalam ruang ganti, kulirik beberapa pemain yang ikut terlibat dalam drama ini sedang sibuk dirias.

“kau sudah datang siwon?” Tanya yuri saat melihat kedatanganku

“ne, tadi aku bangun kesiangan,” jawabku tersenyum kuda

“ehm, oh iya nanti malam kita jadi makan malam bersama kan?” Tanya yuri langsung

“oh itu, ehm ye baiklah” jawabku dan seketika ia langsung tersenyum manis kearahku

“baikalah kalau begitu, nanti malam jangan sampai lupa” ucapnya senang lalu keluar dari ruang ganti.

Setelah yuri keluar, aku langsung menaruh tasku dibangku meja yang sudah disediakan dan mendudukkan diriku dibangku santai. Ku pijit-pijit kecil kepalaku, ini masih pagi tapi kenapa kepala rasanya pusing sekali. Saat sedang seperti ini, aku baru ingat tadi aku harus menemui manager kang. Dengan malas aku beranjak dari dudukku dan berjalan menuju ketempat manager kang.

“annyeoong manager” sapaku sambil menghampirinya yang tengah duduk sambil memegangi sebuah photo

“akhirnya kau datang juga, cepat kemari , ada yang ingin aku tunjukkan padamu,” suruh manager kang dan aku hanya mengangguk lalu duduk berhadapan dengannya

“lihatlah ini,” suruhnya sambil memberikan beberapa lembar photo kepadaku

“apa ini manager?” Tanyaku sedikit bingung

“kau lihat saja sendiri,” suruhnya lagi dan aku hanya mengangguk lalu melihat photo itu. Aku membulatkan mataku sempurna saat melihat gambar yang ada diphoto itu

“manager..ige mwoya..???” ucapku sedikit kaget dan mananger kang hanya bisa menghela nafas panjang

‘ya tuhan apa yang harus aku lakukan?’ pikirku sambil memegangi photo itu.

 

TBC

Yeee akhirnya selesai juga part 5’a,huft~. Gimana readers ceritanya nyambung nggak? Mian ya kalau part 5’a ini kurang memuaskan. Jangan lupa RCL’a ya.

Gomawo semua………….

Iklan
Tinggalkan komentar

126 Komentar

  1. Hilyana Rahma

     /  Mei 20, 2014

    Gambar apa ya?? Penasaran banget……..
    Next,,,

    Balas
  2. thor, lo seneng banget sih buat tbc yang ngegantung?-.-

    Balas
  3. Jiiiaaahh makin deket nih yoonwon. Foto apa tuh yg diliat siwon?

    Balas
  4. Dwi sivi fatmwati

     /  Januari 12, 2015

    aduh foto apa itu, jgn bilang foto pas tdi di cafe atau di lokasi syuting

    Balas
  5. oxygen123

     /  Januari 17, 2015

    Yoona ud smakin menerima siwon eaaaa

    Balas
  6. Kim eun ah

     /  April 25, 2015

    Wah itu foto apaan? Penasaran nih , Yey makin deket aja nih yoonwon nya semoga aja beneran jadian 😀

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: