[FF] Wife for My Husband (Chapter 1)

Title : Wife for My Husband


Author: kkezzgw / Kezia Gabriella Winoto

 

Facebook: http://www.facebook.com/keziagw

 

Twitter: https://twitter.com/#!/kkezzgw

 

Cast:

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast

  • Tiffany Hwang (SNSD)
  • Kim Kibum (Super Junior)
  • Krystal Jung ( fx)
  • Choi Minho ( SHINee)
  • Taeyeon & Leeteuk
  • Choi Sulli ( fx )
  • Kwon Yuri (SNSD)

Genre: Sad, Tragedy

 

Length:  Chapter

 

Rated: PG-13

 

Author’s Note: ANNYEONG! BALIK LAGI SAMA AUTHOR YANG SATU INI😛 KALI INI BAWA FF SOAL RUMAH TANGGA LGI^^ DAN CHAPTER LAGI *YEY!!* KALO PART INI BERASA BACA FF SIFANY, MIANHAE, KARENA INI PEMBUKA😀 OH IYA, TOLONG RCL, KARNA CHAPTER SELANJUTNYA ATAU CHAPTER 3 AKAN DI PASSWORD, WAE? KARNA ADA NC-21!! YEY! SAPA YG MAU? AH AH AH😛

OH IYA, PRINCESS HOURS UDAH MAU JADI^^ DAN YANG PLG KLIAN TUNGGU, BY MYSELF CHAPTER 5, AUTHOR USHIIN MINGGU INI^^

NO BACOD AGAIN, BACA YA INI FF! OKAY2? *MAKSA LOE THOR-_- | BODO-_-*

HAPPY READING, RCL PLEASE^^

——————————————————————————————————————————-

AUTHOR POV

“Dokter, bagaimana keadaan istri dan bayi saya?” tanya seorang namja dengan tatapan gelisah pada seorang dokter dihadapannya. Dokter itu menggeleng sambil mendesah, “Mianhae, janin yang ada dalam kandungannya…gugur…” kata dokter itu.

Namja itu membenturkan kepalanya ke meja seraya mengleus keningnya frustasi, “Kenapa hal ini bisa terjadi..” katanya sambil menangis.

“Tuan, ada satu hal lagi yang belum saya katakan..” kata dokter itu, ragu. Namja itu mengusap air matanya, “Ada apa lagi, Dok?” tanyanya parau.

“Hmm…benturan yang terjadi pada istri tuan sangat keras, sehingga membuat rahimnya rusak…dan setelah mengalami pemeriksaan, istri tuan dinyatakan…mandul…” kata dokter itu lagi.

“AHH!!!!!!!” teriak namja itu keras sambil menangis.

“Tabahkan hatimu tuan, pasti semua akan ada jalan keluarnya..” kata dokter itu berusaha menenangkan namja yang sekarang sudah menangis deras. “Bagaimana caranya aku memberitahunya tentang ini, dok?” kata namja itu parau, yang diketahui bernama Choi Siwon.

**

“Masuklah, dia sudah sadar sejak tadi….” kata Choi Taeyeon pada adiknya Choi Siwon. “Apa aku harus memberitahunya? Noona, Hyung, Eomma, Appa?” tanya Siwon pada keluarganya. “Kau harus tetap memberitahunya Siwon, bagaimana pun dia harus tahu tentang ini…” kata Mr.Choi pada anak bungsunya itu. “Siwon, kau harus tabah…” kata Park Jung Su, suami Taeyeon.

Siwon hanya mengangguk sambil tersenyum kecut lalu segera membuka pintu kamar istrinya. Terlihat sang istri sedang membaca majalah tentang ibu hamil yang sengaja dia pinjam pada suster di rumah sakit itu.

Melihat kejadian itu, rasanya Siwon ingin menangis, dan dengan langkah ragu, Siwon mendekati istrinya yang masih konsentrasi dengan majalah.

“Ahh yeobo-ah, darimana saja kau? Aku sudah menunggumu sejak lama…” katanya yang masih ceria. “Fany-ah, ada yang ingin kubicarakan padamu..” kata Siwon yang masih menahan tangis.

Melihat gelagat suaminya yang aneh, Tiffany mengerutkan dahi tanda tak mengerti, “Waeyo?” tanyanya bingung.

“Sebenarnya…kau…” kata Siwon telihat ragu.

**

“ANDWAE!!!! ANDWAE!!!! Itu tidak mungkin terjadi!! ANDWAE!!!!!!!!!! HIKS..” histeris Tiffany Hwang, istri Siwon, mendengar kabar buruk itu.

“Chagi, kau harus tenang…” kata Siwon sambil menangis.

“Hiks..aku sudah tidak berguna lagi yeobo, aku mandul, yeobo! AKU MANDUL! HIKS!” jerit Tiffany.

“Uljima chagi, uljima…” kata Siwon lalu segera memeluk istrinya yang masih berteriak – teriak histeris yang masih belum bisa menerima takdir yang mereka terima.

**

FLASHBACK….

“Ny Choi, kau harus menjaga kandunganmu ini dengan baik, karena kau masih hamil muda, dan janin yang ada dikandunganmu bisa terganggu jika kau terlalu lelah..” kata Dokter Kim.

Tiffany tersenyum manis dan mengangguk, “Arayo, Dokter Kim, gomawo sudah menyempatkan diri datang ke sini..” kata Tiffany.

“Ne, gomawoyo, dokter…” kata Siwon.

Dokter Kim tersenyum ramah, “Gwaenchana, 2 minggu lagi, kalian bisa memeriksakan kandungan Ny.Choi lagi..” katanya lalu berlalu dari kamar SiFany.

Ya, Tiffany Hwang yang sekarang menjadi istri dari Choi Siwon itu sedang mengandung 4 minggu, mendengar berita bahagia ini, seluruh keluarga dari kedua belah pihak turut bahagia dan mengucapkan selamat…

“Yeobo, ayo kita jalan – jalan…”  kata Tiffany manja pada suaminya, Choi Siwon.

Siwon menggeleng, “Andwae, kau harus istirahat dirumah..” Tiffany cemberut, “Jebalyo yeobo-ah…” kata Tiffany sambil tersenyum manis yang membuat Siwon pasrah, ya, Siwon memang selalu kalah oleh istrinya itu jika dia sudah tersenyum seperti itu di hadapannya.

Siwon mendesah, “Arayo, kau ini, selalu saja melakukan hal itu jika aku tidak mau menuruti permintaanmu, kajja..”

Tiffany tersenyum penuh kemenangan, “Gomawo, Yeobo-ah…” kata Tiffany lalu mencium pipi suaminya kilat dan langsung berjalan menuju kamar mandi.

“Yak! Kau ini! Seharusnya aku duluan yang melakukannya!” protes Siwon.

@Festival Seoul

“Yeobo, bagaimana kalau anak kita memakai topi ini? Pasti terlihat manis..” kata Tiffany sambil menunjukkan topi berwarna pink muda dengan bunga matahari diatasnya ke hadapan Siwon, Siwon tersenyum menanggapinya, “Jika kau suka, beli saja…” katanya. Tiffany mengangguk dan berjalan menuju kasir dan membeli topi itu.

“Kajja…” kata Tiffany lalu menarik tangan Siwon lagi.

Sepanjang perjalanan, SiFany terus bergandengan tangan sambil bercakap – cakap dengan tawa gembira, Siwon selalu menggoda Tiffany dengan kata – kata puitisnya yang membuat Tiffany malu dan Siwon akan meledeknya jika pipi Tiffany memerah.

Tiba – tiba Tiffany berhenti berjalan, “Wae chagi?” tanya Siwon bingung. Tiffany menoleh kearah Siwon lalu menunjuk kedai es krim di sebrang jalan, “Yeobo-ah, aku mau…” rengek Tiffany seperti anak kecil, Siwon yang gemas langsung menarik hidung Tiffany yang membuat Tiffany meringis, “Appo…”

“Arasseo, aku akan mebelikannya, tapi janji? Jangan kemana – mana dan duduk di bangku halte itu, ara?” Tiffany pun mengangguk dan segera berlari menuju bangku yang Siwon maksud, Siwon tersenyum dan langsung berlari kesebrang jalan dan mengantri di kedai es krim, Tiffany tersenyum tipis melihatnya.

‘Urin kyumo-do chego skill-do chego mwodeunji chego animyeon andwae Super Junior-neun wonrae maen jaman ppajin ireum hamyeo himsen tori SuperMan’

Ponsel Siwon berbunyi, Tiffany yang dititipkan oleh Siwon langsung mengambil ponsel dari sakunya dan melihat siapa yang menelpon, “Unknown Number?” gumam Tiffany bingung.

“Sepertinya aku harus memberikan telpon ini..” katanya lalu segera bangkit dan berlari menyebrangi jalan yang lumayan panjang itu.

Tiba – tiba, ada sebuah motor dengan kecepatan diatas rata – rata melaju dari sisi kanan Tiffany, motor itu memiliki kecepatan yang terlalu tinggi sehingga tidak bisa mengendalikan motornya untuk mengerem, Tiffany yang berlari melihat kearah kananya dan langsung membulatkan matanya sempurna, “AAAAA!!!!” teriaknya keras, dan…

BRUK~

Motor itu tepat menabrak perut mulus Tiffany, hingga Tiffany pun terjatuh tak sadarkan diri, pengendara motor itu kaget dan langsung tancap gas meninggalkan tubuh Tiffany ayng tergeletak sekarat di atas aspal, banyak orang berusaha menghentikan motor itu, tapi mereka gagal. Mereka langsung berlari kearah Tiffany dan mengelilinginya.

Siwon yang baru keluar dari kedai es krim sambil mengenggam es krim vanilla itu bingung melihat banyak orang berlari – lari mendekati segerombolan orang yang datang mengelilingi Tiffany, tiba – tiba perasaanya tidak enak dan langsung berlari mendekati orang – orang yang sedang menggerombol itu. Siwon menerobos orang orang yang ada di dekatnya, dan saat dia melihat siapa yeoja yang terkapar itu, dia langsung menjatuhkan kedua es krimnya ke aspal dan menangis, “TIFFANY!!!” teriaknya kencang. Siwon langsung berlutut dan memeluk istrinya itu dengan tangis yang semakin pecah, “CEPAT PANGGILKAN AMBULAN! CEPAT!!” teriaknya pada semua orang disana yang membuat mereka semua sibuk mencari nomor telpon ambulan.

Tak bebrapa lama kemudian, datanglah ambulan yang langsung membawa tubuh Tiffany ke rumah sakit terdekat.

End of Flashback

Siwon dan Tiffany meninggalkan ruang rawat yang sempat ditinggali Tiffany selama 3 minggu itu dengan langkah gontai. Terlihat lingkaran hitam disekeliling mata Tiffany membuat Siwon segera merangkul tubuh istrinya yang sudah melemah itu. Tiffany perlahan menangis lagi, badannya bergetar, cairan bening itu kembali keluar dari mata indahnya, Siwon sangat sedih melihat kejadian yang terus menerus terjadi semenjak kejadian itu…

“Yeobo…mianhae..hikss…” isak Tiffany lagi di dalam mobil.

“Untuk apa minta maaf, yeobo? Ini bukan kesalahanmu…” kata Siwon yang masih focus menyetir.

“Bukankah kau bilang ingin memiliki 2 anak? Namja dan yeoja? Aku tidak akan bisa memberikan permintaanmu itu yeobo…hikss..” kata Tiffany masih terus menangis.

“Fany-ah, sudahlah jangan bahas tentang itu lagi, aku lebih bahagia bersamamu, tanpa dikaruniai buah hati pun, aku sudah sangat senang bisa menjadi suami untukmu..” kata Siwon masih menenangkan Tiffany yang terus menangis.

“Yeobo-ah, bagaimana kalau..kau mencari istri lagi?” kata Tiffany asal ceplos yang membuat Siwon langsung memberhentikan mobilnya.“Mwo? Istri lagi? Apa maksudmu Tiffany Hwang?” tanya Siwon bingung.“Aku hanya ingin impianmu terwujud, walaupun bukan dari rahimku, oppa…” lirih Tiffany sambil menatap Siwon.“Andwae, aku tak akan pernah melakukan hal itu, Fany..” tegas Siwon pada Tiffany yang hanya menunduk dan menangis lagi.

Siwon dan Tiffany pun pulang kerumah raksaksa mereka, Mereka menaiki tangga satu per satu dengan lesu, sampai mata indah Tiffany menangkap sebuah ruangan di samping kamar tidur SiFany. Tiffany yang tadi sudah bisa menghentikan tangisnya, kembali menangis melihat kamar itu, ya, itu kamar yang sudah SiFany siapkan untuk anak mereka kelak…

“Yeobo, jangan menangis terus, kalau kau menangis terus, kecantikanmu tidak terlihat, uljima…” kata Siwon yang bertambah sedih melihat kondisi istrinya yang benar – benar rapuh sekarang.

Tiffany menoleh kearah Siwon lalu menatap lekat mata mata nampyeonnya itu, “Yeobo….aku gagal yeobo….” Kata Tiffany dengan suara parau, Tiffany dengan tangisannya perlahan mendekati kamar yang mereka siapkan untuk anak mereka itu, Siwon mengikuti Tiffany dari belakang…

KLEK~

Tiffany membuka knop pintu ruangan itu, dan terlihatlah sebuah ruangan minimalis yang sudah di desain dengan sangat – sangat indah oleh SiFany, dengan cat berwarna pink muda, ditambah hiasan – hiasan kecil yang menambah cantik ruangan itu, Tiffany semakin terlarut dalam kesedihan hingga akhirnya dia terjatuh ke lantai sambil menangis tanpa henti, Siwon yang melihat kejadian itu langsung berlari kearah Tiffany..

“Chagi, jangan siksa dirimu seperti ini terus…” kata Siwon hampir menangis. Tiffany terus menangis tanpa henti, Akhirnya Siwon menggendongnnya ke kamar mereka, karena tubuh Tiffany semakin lama semakin lemah karena tidak bisa berhenti menangis sejak dia tahu dia mandul. Dia pun pingsan.

@Gakjung Restaurant

“IM YOONA!! APA APAAN KAU INI!!!” teriak seorang ahjumma gendut yang berjalan kearah seorang yeoja bernama Im Yoona dengan tatapan garang yang membuat Yoona meringis ketakutan melihatnya.

“MEJA NO 5 MEMESAN TEH MANIS, BUKAN TEH GARAM!!” geramnya sambil membawa buku menu dan meleparnya kearah Yoona.

“COBA KAU LIHAT DAFTAR MENU ITU, APA ADA TEH GARAM DI RESTORAN INI?” katanya lagi yang membuat Yoona ketakutan, “A…ani..aniyo..” katanya terbata karena terlalu takut.

“DAN MEJA NO 8 MEMESAN KIMCHI ASAM, BUKAN PEDAS! KAU INI BAGAIMANA?” tanyanya lagi, Yoona benar benar ketakutan sekarang, dia lirik kearah depan, Sooyoung sedang tertawa melihatnya, “DASAR KAU,CHOI SOOYOUNG!” dalam hati Yoona geram sambil menatap tajam Sooyoung.

“KAU, KUPECAT!” kata ahjumma itu tepat di depan muka Yoona, mendengar itu Yoona langsung membulatkan matanya dengan sempurna, “MWO?”

“Ne, kau kupecat, ini gaji terakhirmu..” kata ahjumma itu lalu menyerahkan amplop berwarna putih kearah Yoona dan langsung berlalu meninggalkannya, “Nyonya, tolong jangan pecat aku, bagaimana dengan appaku yang sedang sakit?” melas Yoona pada ahjumma itu sambil berlutut.

Ahjumma itu menyeringai, “Itu bukan urusanku, lagipula, apa kau ingin bertanggung jawab jika semua pelangganku pergi, heuh? Keluar atau aku panggil bodyguardku untuk mengeluarkanmu.” Kata ahjumma itu lalu segera meninggalkan Yoona yang menahan tangisnya sekarang.

Yoona menangis sekarang, bagaimana dengan appanya yang sekarang semakin parah? “Tuhan, bagaimana dengan appa? Bagaimana jika terjadi sesuatu hal padanya?” Yoona menghapus airmatanya dan berjalan kearah lokernya, disana terlihat Sooyoung yang sedang mentertawainya, “Akhirnya kau pergi dari hidupku..” katanya lalu tertawa.

Yoona menyeringai lalu menghampirinya dengan tatapan tajam, dia seperti ketakutan dan lama – lama menghindari Yoona yang semakin mendekat kearahnya dengan tatapan mematikan, sampai akhirnya Sooyoung terperangkap di ujung ruangan, Yoona memandang Sooyoung remeh, dan menatap tajam Sooyoung yang membuat Sooyoung bergidik ketakutan.

“Karma berjalan, Choi Sooyoung..” kata Yoona masih dengan tatapan tajam lalu menyeringai, dia menatap Sooyoung sekilas lalu segera berjalan kearah pintu keluar sambil membawa semua barang – barangnya.

Sedangkan Sooyoung masih terpaku di tempat dengan kejadian yang dia alami barusan..

@Sifany’s House

“Bagaimana dok keadaanya?” tanya Siwon cemas, dokter Lee menggeleng, “Tuan Choi, tolong ingatkan istri anda agar tidak terlalu memikirkan masalahnya, karena penyakit bisa datang kapan saja jika tubuh kita lemah seperti Nyonya Choi sekarang…” katanya lagi.

Siwon pun mengangguk paham dan dokter Lee segera meninggalkan ruangan mereka. Siwon melirik Tiffany yang sudah sadar dari pingsannya. Tiffany sedang memandang jendela kamar mereka dengan tatapan kosong, dia sepertinya ingin menangis lagi. Siwon mendekati Tiffany, lalu duduk di sampingnya.

Siwon mencium kening Tiffany lembut, sedangkan Tiffany masih memandang jendela kamar dengan tatapan kosong, “Fany-ah…” gumam Siwon.

Tiffany menoleh tanpa bersuara, “Jangan menangis lagi…” gumam Siwon sedih. Tiffany tak meresponnya, “Aku akan selalu mencintaimu…” kata Siwon lagi, dan lagi – lagi Tiffany tidak memberi respon.

Siwon menitikkan air mata melihatnya, dia rindu Tiffany yang ceria, semangat, manis, dan selalu ada di sampingnya, “Fany-ah, jangan siksa dirimu terus..” kata Siwon sambil menitikkan air mata yang tepat mengenai telapak tangan Tiffany.

TOKTOKTOK~

Seorang ahjumma berusia sekitar 50 tahunan itu masuk kedalam kamar SiFany dan memberi hormat pada mereka, “Tuan, Nyonya, Mrs. Choi datang…” katanya. Siwon pun mengangguk mengerti dan ahjumma itu pun keluar dari kamarnya.

“Fany-ah, aku akan menemui eomma dulu..” kata Siwon lalu mencium kening Tiffany lembut dan meninggalkan ruangan mereka.

Siwon menuruni tangga dan dilihatnya Mrs. Choi Krystal sedang duduk sambil meminum teh.

“Chagi, ada yang ingin eomma bicarakan padamu..” katanya pada Siwon. “Hanya berdua, ayo kita keatas..” katanya lalu menarik anak laki – lakinya itu menuju lantai atas,

@Ruang keluarga, Lt 2

“Apa yang ingin eomma bicarakan sampai kita hanya berdua seperti ini?” tanya Siwon bingung.

Mrs. Choi menarik nafas dengan berat, “Menikahlah lagi..” kata Mrs. Choi yang membuat Siwon kaget, “Eomma, apa yang sedang kau bicarakan..?” tanya Siwon.

“Bukankah kau tahu, dari dulu sampai sekarang, Eomma ingin sekali punya cucu darimu, karena kaulah satu – satunya penerus di keluarga ini, tapi lihat sekarang? Istrimu yang bernama Tiffany Hwang itu tidak bisa mengandung lagi, bukankah Eomma sejak awal tidak merestui hubungan kalian? Lihat ini! Semua kacau!” kata Mrs. Choi.

Siwon memandang mata Eommanya, “Eomma..apa kau mau di duakkan oleh appa?” tanya Siwon yang membuat Mrs. Choi diam.

“Eomma tidak mau kan? Jadi tolong jangan menyuruhku untuk menduakkan Tiffany..” kata Siwon lagi.

“Hajiman, Choi Siwon, dia tidak bisa memberikan keturunan untukmu, untuk keluarga kita, UNTUK KELURGA CHOI! SEDANGKAN, DIANTARA KELURGA KITA, HANYA KAU SATU – SATUNYA PENERUS! TAENI, KEPONAKANMU, BERMARGA PARK TAENI, BUKAN CHOI TAENI!” kata Mrs. Choi.

Siwon terdiam memikirkannya, “Kita bisa mengadopsi seorang anak..” katanya lagi.

“Aku ingin darah dagingmu! Eomma tidak perduli ibunya siapa, yang penting ayahnya adalah kau!” kata Mrs. Choi lagi.

“Kau pilih, CERAIKAN TIFFANY ATAU KAU MENIKAH LAGI!” bentak Mrs. Choi yang membuat Siwon semakin membisu.

Sedangkan, seorang yeoja manis berambut coklat menahan tangisnya yang sejak tadi sudah pecah, ya, dia adalah Tiffany Hwang, dia mendengar sendiri mertuanya mengatakan hal yang sangat menyakitkan itu, dia merasa bukan lagi seorang wanita yang berguna. Ya, kata – kata Mrs. Choi memang benar, keluarga mereka butuh penerus, jika Siwon tidak menikah lagi, keturunan keluarga dari Choi Minho akan berhenti sampai disini, ya, dia harus mencarikan calon istri yang pantas untuk Choi Siwon menurutnya.

“Choi Siwon?” kata Mrs. Choi menahan emosi.

Siwon menatap lekat mata eommanya, “Eomma…aku tidak mau menceraikan Tiffany, tapi jika satu – satunya cara agar aku tidak menceraikannya hanya dengan menikahi wanita lain, aku siap…”

Choi Krystal tersenyum, “Bahkan Eomma sudah menyiapkan calonnya…”

“Eomma, tidak perlu repot mencarikan calon istri untuk Siwon, biar aku saja..” kata seorang yeoja tiba – tiba yang membuat mereka kaget.

“Fany-ah, jangan dengarkan kata – kata eomma..” kata  Siwon khawatir melihat Tiffany yang sudah menangis deras.

Choi Krsytal menyeringai, dia pun bangkit berdiri, “Arayo, jika itu permintaanmu, aku terima siapa pun yang akan menjadi penggantimu, asal dia bisa memberikan KETURUNAN untuk keluarga ini..” kata Krystal yang membuat dada Tiffany terasa sesak.

Siwon yang sudah tidak tahan lagi, “EOMMA! CUKUP!” bentak Siwon pada Eommanya sendiri. Krystal kaget menerima perlakuan itu, “Choi Siwon? Kau berani membentak Eomammu sendiri?” tanya Krsytal bingung.

“Ne! Karena eomma sudah keterlaluan pada istriku!” katanya lalu segera menghampiri Tiffany dan merangkulnya, “Eomma sudah bilang apa, dia memang membawa energy negative untukmu, Yak! Tiffany Hwang, sebelum kau semakin merusak hidup anakku, lebih baik cepat carikan calon penggantimu! Kau sudah merusak sifatnya, jiwanya, dan bahkan keturunannya? Kejamnya kau!”

“EOMMA!” bentak Siwon lagi, karena dia tahu Tiffany bisa pingsan mendengarnya.

“Cepat carikan calon penganti untukmu, atau Eomma yang carikan, Tiffany…” kata Mrs.Choi dan segera meninggalkan SiFany dalam ruangan itu. Seketika itu juga Tiffany ambruk dan pingsan dalam pelukan Siwon, Siwon yang panic langsung menggendong Tiffany ala bridal syle menuju kamar mereka, dan membaringkan Tiffany diranjang.

“Fany, maafkan Eommaku..” kata Siwon lalu segera meninggalkan Tiffany, dia tidak tahan melihatnya.

@Pom Bensin LeeMon

“Pak Ham, ada apa mencariku?” tanya seorang yeoja pada seorang namja bermuka sangar yang sedang menatapnya tajam, yang membuat yeoka tadi bergidik ketakutan melihatnya.

BRAK~

Yoona, yeoja tadi, langsung berteriak karena kaget melihat perlakuan tuan Ham padanya, “Wa..waeyo, sangjanim..” katanya ketakutan.

“Masih berani kau datang ke tempat ini? HA?” tanyanya garang.“Apa ada masalah dengan…ku?” tanya Yoona gugup.

“LIHAT SURAT ITU, LIHAT!!!!” katanya garang, dengan cepat Yoona langsung membaca sura itu. Mata indahnya membulat dengan sempurna saat itu juga. “Sa…sang..sangjanim, itu bukan aku…aku tidak melakukan apapun..” kata Yoona ketakutan.

“MWOYA? BUKAN KAU? LIHAT! LIHAT PAKAI MATAMU! LIHAT!” katanya yang membuat Yoona menunduk.

“Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan, kau, KUPECAT!” kata Pak Ham yang membuat Yoona langsung mendongakkan kepalanya kaget, “Sangjanim, jebalyo, jangan pecat aku….” Kata Yoona memelas sambil berlutut di hadapan bosnya.

“Andwae, tidak ada kesempatan apapun, lihat! Pihak Pom Bensin harus mengganti uang sebanyak 350.000 Won karena masalah ini! Cepat kemasi barangmu dan keluar dari tempat ini!” katanya garang. Yoona menunduk lesu lalu segera mengambil amplop diatas meja, ya itu gaji terakhirnya. Yoona membungkuk pamit dan meninggalkan ruangan itu dengan lesu.

“Aku sudah di pecat di 2 tempat kerjaku secara bersamaan hari ini, apa yang harus kulakukan untuk mengobati biaya berobat Appa?” katanya lesu lalu segera meninggalkan tempat kerjanya.

@SiFany’s House

Dilihatnya Tiffany yang sedang duduk murung di balkon kamar mereka, Siwon mendesah berat, dia merindukan Tiffany yang dulu, sangat sangat merindukannya. Bahkan, Tiffany yang dulu tegar, sekarang sangat rapuh, dia mudah sekali mnangis dan pingsan, ini semua karena kecelakaan itu. Siwon pun menghampiri Tiffany, “Yeobo..” Tiffany langsung menolehkan pandangannya ke wajah Siwon, “Jangan dengarkan kata – kata Eomma..” kata Siwon lagi.

Tiffany dan memandang Siwon lekat, “Yeobo…kau ingin aku tidak seperti ini lagi?” tanya Tiffany dengan suara parau.

Mendengar itu, Siwon langsung mengangguk mantap, “Tentu saja..” katanya. Tiffany tersenyum, “Maukah kau mengabulkan permintaanku?” tanyanya lagi. Siwon mengangguk, “Aku akan melakukan apapun asal kau kembali seperti dulu..” kata Siwon.

Tiffany tersenyum mendengarnya,  “Janji?” tanyanya. Siwon mengangguk mantap.

“Kalau begitu, menikahlah lagi…” kata Tiffany yang membuat Siwon langsung berhenti tersenyum, “Fany, apa yang kau bicarakan? Aku tidak akan pernah melakukannya…”

“Kalau begitu, ayo kita bercerai..” kata kata terakhir dari Tiffany langsung membuatnya terbatuk karena terlalu kaget, “FANY! APA YANG KAU BICARAKAN? SUDAH KUBILANG, JANGAN DENGARKAN EOMMA!” bentak Siwon pada Tiffany yang sudah menangis.

“INI BUKAN PERMASALAHAN EOMMA ATAU APAPUN! AKU SUDAH MEMIKIRKAN INI SEJAK LAMA! APA OPPA LUPA DENGAN PERKATAANKU 3 MINGGU YANG LALU? SETELAH AKU KELUAR DARI RUMAH SAKIT? AKU SUDAH MENYARANKANMU UNTUK MENIKAH LAGI!” kata Tiffany keras sambil menangis.

“OPPA TAHU BETAPA TERSIKSANYA AKU SETELAH TAHU AKU MANDUL? BETAPA TERSIKSANYA AKU SAAT TAHU AKU BUKAN WANITA SEMPURNA LAGI? APA OPPA TAHU, AKU SANGAT INGIN EOMMA DAN APPA MENIMANG BUAH HATI KITA, TAPI…HIKS…ITU HANYA IMPIAN, HANYA IMPIANKU YANG TAK AKAN PERNAH TERKABUL!” kata Tiffany sambil menangis kencang.

“KALAU OPPA TIDAK MAU MENIKAH LAGI, LEBIH BAIK KITA BERCERAI! AKU INGIN KELUARGA CHOI MEMPUNYAI KETURUNAN LAGI, AKU TIDAK MAU KELUARGA CHOI HANYA SAMPAI DISINI, TIDAK MAU! OPPA, MENIKAHLAH LAGI…JEBALYO…HIKSSS…HIKSSS….” Kata Tiffany lalu segera ambruk sambil menangis meraung – raung, “Oppa….kau terlalu kejam padaku jika kau tidak mau menikah dengan yeoja lain…hiks…hikss..” kata Tiffany sambil menangis keras.

Siwon membeku di tempat, haruskah dia menikah lagi? Menikah dengan yeoja yang sama sekali tidak dia cintai? Tapi, jika dia tidak mau melakukan hal itu, apakah sama saja dia menyiksa Tiffany 2x? Siwon terus memikirkan hal ini….perlahan, Siwon mendekati Tiffany yang masih menangis sambil terduduk di lantai, Siwon merangkul Tiffany lalu mendesah dengan sangat, sangat berat dan berkata, “A..ara…arasseo, a..k..aku akan me…me…me…ni…kkah…la..la..gi…” kata Siwon dengan sangat sangat berat.

“Gomawo, oppa…hikss…” kata Tiffany sambil menangis dalam pelukkan Siwon, “Uljima….uljima..” kata Siwon sambil mengelus rambut Tiffany lembut.

“Haruskah..aku..melakukan itu?” gumam Siwon dalam hati.

**

New York, Amerika Serikat, 2012

“Hahaha…Okay, thank you for your information….anytime” kata seorang namja tampan lalu segera menutup sambungan telponnya dengan orang di sebrang sana.

“Hei, kau akan kembali ke Korea?” tanya seorang yeoja berbadan tegap sambil meminum segelas anggur di sebelahnya.

Sedangkan, namja tadi hanya mengangguk mantap, “Tentu saja, aku sangat merindukannya,..” katanya sambil meneguk bir di sebelahnya.

“Kapan kau akan kesana?” tanya yeoja itu lagi. “Molla, mungkin tak lama lagi, kau tenang saja..kita masih bisa bermain bersama…” yeoja itu mengangguk. Sedangkan namja tadi tersenyum yang membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona.

**

Seoul

Yoona berjalan dengan lesu sambil menendang apapun yang ada di sekitarnya, dia terlalu kesal hari ini, kenapa masalah yang dia hadapi hari ini terlalu banyak? Di pecat, baju robek, sepatu kotor terkena sampah, bahkan wajahnya pun terkena lemparan kue oleh anak – anak usil di sekitar rumahnya.

“HUH! SIAL SEKALI HARI INI!” gerutu Yoona sambil berjalan menuju rumahnya, atau lebih tepatnya rumah kontrakkannya.

“Keluar dari rumah ini, sekarang!!!!!!!!!!” bentak Ahjumma itu sambil melipat tangannya di dadanya.

Yoona yang mendengarnya langsung kaget sendiri, suara itu berasal dari rumah kontrakannya, kenapa tiba – tiba perasaan buruk menghinggapinya? “OMO!” pekik Yoona keras. “Hari ini kan….sudah 7 bulan aku menunggak uang sewa…aishh jinjja, uang itu baru saja kubelikan untuk obat appa, aishh kenapa hari ini sial sekali?” geram Yoona lalu segera berlari masuk kedalam kontrakannya.

Mata   Yoona membulat sempurna saat semua barang – barangnya sudah dipindahkan keluar, dan appanya diseret – seret oleh beberapa pria berbadan tegap, “LEPASKAN APPAKU!” teriak Yoona langsung berlari kearah appanya.

“Song Ahjumma, jebalyo, tolong berikan kami kesempatan sekali lagi, aku akan segera membayar uang sewa ini…” pinta Yoona yang sedang memohon pada Ahjumma pemilik rumah itu.

“Tidak bisa, kalian sudah 7 bulan menunggak, apa – apaan ini? Kalian kira ini panti asuhan? Naga! Naga!” usir ahjumma itu.

“Ahjumma, tolong mengerti kondisi kami, appaku sedang sakit…tolonglah kami, ahjumma…”

“Tidak bisa Agasshi, NAGA! NAGA!” usir ahjumma itu dengan bantuan bodyguardnya.

Tanpa memerlukan waktu yang lama, kedua ayah dan anak itu sudah berada di luar rumah, “Ahjumma, bantu kami, jebalyo…” pinta Yoona lagi.

Dengan cepat ahjumma itu menutup pintu rumah itu. Yeoja yang tak lain adalah Im Yoona pun menghembuskan nafas panjang dan mulai menangis, “Hikss…appa, mianhae…hikss…” kata Yoona sedih.

Mr.Im hanya tersenyum lalu mengelus pipi mulus anaknya, “Uljima, mungkin kita akan menemukan tempat yang lebih baik, kajja..” ajak Mr. Im pada anak tunggalnya itu.

Yoona pun berdiri lalu membopong tubuh lemah appanya, “Uhukk..uhukk…uhukk…uhuk…”

“Appa, waegurae? Gwenchana?” tanya Yoona khawatir melihat appanya yang sekarang mulai batuk – batuk lagi..

“Uhuk..gwen…chana..uhuk..uhuk..kajja..” ajak Mr.Im lagi. Yoona pun memapah Mr. Im kea rah bangku taman lalu segera mengambilkan air dan obat untuk appanya.

“Sudah membaik, appa?” tanya Yoona cemas. Mr. Im mengangguk dan tersenyum lembut, “Appa, kita tidur di mana malam ini?” tanya Yoona bingung.

“Appa tidur dimana saja juga jadi hha..” katanya tertawa yang membuat Yoona ikut tertawa, “Oh iya, Yoong, kenapa kamu pulang cepat sekali hari ini?” tanya Appa yang langsung membuat Yoona diam.

TIN TIN TIN TIN~

Tiba – tiba sebuah mobil sport berwarna merah cabai berhenti di depan Mr. Im dan Yoona yang terang membuat mereka kaget, tiba – tiba, seorang yeoja cantik dengan mata yang indah muncul di balik jendela yang perlahan – lahan terbuka itu, “Nona, boleh kita bicara?” tanya yeoja itu pada Yoona. Yoona menoleh kebelakang, tidak ada orang, yang dia maksud…..”Naega?” tanya Yoona sambil menunjuk dirinya sendiri. Yeoja itu tertawa, “Ne, tentu saja kamu nona, bolehkan?” tanyanya sambil tersenyum ramah.

Yoona menaikkan alisnya tanda bingung, dia tidak mengenal yeoja ini, bertemu pun baru sekarang, ada urusan apa dengannya, “Sebelum itu, kita antar dulu appamu ke hotel, otte?” tanyanya masih dengan senyum ramahnya.

Yoona dan Mr. Im saling melihat satu sama lain, Yeoja itu tertawa lalu keluar dari mobilnya, dia terlihat sangat anggun, “Kajja..” katanya. Yoona dan Mr. Im hanya mengangguk mengerti dan masuk ke dalam mobil yeoja itu.

Selama perjalanan mereka hanya saling diam, tentu saja, bertemu saja mungkin baru sekarang, tiba- tiba berbincang – bincang, bukankah itu cukup aneh? Mereka pun sampai di sebuah hotel kelas atas di Seoul, “Agasshi, kenapa kita berhenti disini?” bingung Yoona.

“Tentu saja akan menurunkan appamu disini, kajja ahjussi, ikut denganku, aku akan mengurus kamar kalian untuk hari ini..” katanya. Mr. Im hanya mengangguk dan menuruti yeoja yang dia kira sangat – sangat baik hati ini…

“Sebenarnya, siapa dia? Bahkan aku baru melihatnya sekarang..” gumam Yoona melihat yeoja itu dan appanya sedang memasuki hotel.

Tak berapa lama, yeoja itu keluar dari hotel dan langsung masuk ke dalam mobilnya, “Kajja..” katanya tersenyum ramah lalu segera menyalakan mobilnya.

Sepanjang perjalanan, terjadi keheningan diantara mereka, Yoona sibuk dengan belasan bahkan mungkin ratusan pertanyaan yang siap dia tanyakan pada yeoja itu…

@Cafe

“Pelayan, kami pesan 2 cappucino dan 2 waffle dilapisi selai stroberi ya..” kata yeoja itu lalu segera menyerahkan daftar menu itu kepada pelayan yang langsung menunduk dan meninggalkan mereka.

“Hmm…agasshi, nuguseyo? Bahkan aku tidak mengenalmu sama sekali..” kata Yoona yang akhirnya berhasil menanyakan pertanyaan itu.

Yeoja itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya, “Chonun Tiffany Hwang imnida..” kata Tiffany ramah. Yoona membalasnya, “Im Yoona imnida..” kata Yoona.

“Jadi namamu Im Yoona…Oh iya ini nomor telponku” kata Tiffany yang membuat Yoona tersenyum simpul lalu mengambil kertas itu.

“Lalu, apa tujuanmu membawaku kesini?” tanya Yoona. Tiffany mengenggam tangan Yoona, “Yoona-sshi, maukah kau membantuku?” tanya Tiffany. Yoona mengangguk, “Jika aku bisa, pasti akan kubantu, apa yang harus kubantu, agasshi?” tanya Yoona.

Tiffany mengembuskan nafas perlahan, “Maukah kau menikah dengan suamiku?” tanya Tiffany yang sontak membuat Yoona benar – benar kaget, “MWO? MENIKAH? DENGAN SUAMIMU?” tanya Yoona masih tak percaya. Tiffany mengangguk mantap.

“Agasshi, kau pikir kau ini siapa? Kita saja baru kenal sekarang, bagaimana bisa tiba – tiba agasshi memintaku menjadi istri suamimu? Bahkan aku saja tidak tahu siapa dan yang mana suami mu” kesal Yoona.

Tiffany menunduk lesu dan perlahan menangis, “A…aku…mandul…” isak Tiffany. Yoona kaget mendengar pernyataan Tiffany, “A…agasshi..”

“Aku merasa tidak berguna lagi, ibu mertuaku memang sangat membenciku dari awal, dan ternyata sampai sekarang dia masih saja membenciku, dia bilang kami harus bercerai jika aku tidak menemukan calon pengganti untukku atau calon istrinya akan dipilih olehnya, aku tidak rela, aku mau yang menggantikanku adalah orang yang kupilih, dan aku memilihmu..” kata Tiffany yang membuat Yoona masih tak percaya.

“Aku sudah melihat gerak – gerikmu dari siang, entah kenapa, aku rasa hanya kaulah yang bisa menggantikanku…” kata Tiffany masih terisak. “Aku tahu, ktia belum saling kenal, aku belum mengenal suamiku, bahkan kita belum mengenal satu sama lain, tapi entah kenapa, aku terus saja memperhatikanmu tadi, aku tidak tahu sifatmu seperti apa, tapi, entah kenapa, hanya kau yang bisa kupercaya untuk menggantikanku…”

“Lalu setelah menikah dengan suami agasshi, apa yang harus kulakukan?” tanya Yoona.

“Kau harus menghasilkan keturunan dengannya..”

“MWO!?!? Maksudmu..aku…dan…dia…melakukkanya??” kata Yoona masih tak percaya dengan omongan Tiffany, “Mana ada seorang istri rela mengetahui suaminya melakukan hubungan itu dengan wanita lain..” kata Yoona masih tak percaya.

“Ini semua demi mempertahankan hubunganku dengannya, aku sangat mencintainya, aku ingin keluarga Choi mempunyai penerus walaupun bukan dari rahimku…” kata Tiffany lagi.

“Lalu, jika aku membantumu, apa yang akan terjadi pada anak yang kulahirkan kelak?” tanya Yoona. “Dia akan menjadi hak kami…” kata Tiffany yang membuat Yoona marah, “MAKSUDMU, KAU HANYA MEMANFAATKANKU? MAAF NONA, KAU SALAH MEMILIH ORANG..” kata Yoona tegas lalu segera mengambil tas.

“Sekalipun, bayarannya diatas 1 juta won? Appamu mendapat tempat tinggal pribadi, dan segala fasilitas mewah, apa kau yakin ingin menolaknya?” tanya Tiffany yang langsung membuat kaki Yoona berhenti melangkah.

1 juta won? Rumah pribadi? Oh come’on, siapa yang bisa menolaknya?

“Gomawoyo agasshi..” kata Yoona menolak dan langsung pergi meninggalkan Tiffany yang kembali tertunduk lemas.

Dengan emosi Yoona meninggalkan café itu, “Dia pikir aku siapa? Berani sekali berkata seperti itu..” kata Yoona emosi dan langsung berlari ke halte bus terdekat.

@407 ROOM

Yoona tiba di kamar hotel yang disewakan oleh Tiffany untuk membawa appanya pergi dari tempat ini, sangat memalukkan jika dia menolak tawaran Tiffany tapi dia masih memakai tempat ini…

“Appa!” teriak Yoona mencari sosok yang dia cari. “Appa, ini Yoona…appa, kau dimana?” tanya Yoona masih berkeliling mencari Mr. Im di ruangan hotel ayng cukup besar ini.

“APPA!!” teriak Yoona keras mendapati Mr. Im yang tergeletak di dapur, Yoona langsung berlari dan segera meraih ponsel di sakunya, mencari sederet angka, “Yoboseo, ambulan…”

“Dokter, bagaimana keadaan appa?” tanya Yoona sambil menangis. Dokter Lee menggelengkan kepalanya, “Agasshi, penyakit Mr. Im sudah sangat parah, dia harus mendapatkan perawatan yang jauh lebih baik dari sekarang dalam waktu minggu ini, kalau tidak, nyawanya bisa tak terselamatkan..” kata dokter Lee yang membuat Yoona menangis sejadi – jadinya.

Tiba – tiba, pikiran Yoona melayang ke kejadian tadi siang, “Im Yoona, jangan gila, ini soal keperawananmu, harga dirimu, hidupmu…andwae, andwae…” kata Yoona masih terus berusaha menolak tawaran tiffany.

Menjelang larut malam, keadaan Mr. Im semakin buruk, Yoona terus menangis tanpa henti mendengarnya, tapi pikirannya tak berhenti untuk menerima tawaran Tiffany, bagaimana tidak? 1 juta won? Bahkan dengan uang sebanyak itu appanya bisa sembuh, “Eottokae? Apa aku menerimanya?”

Yoona terus memikirkan itu sekarang, tapi dia masih berusaha keras untuk menolaknya, tiba – tiba seorang dokter mendekati Yoona dengan gelisah, “Agasshi, apa bisa kita mulai perawatannya? Kondisi tuan Im semakin lemah sekarang..”

“Arayo dokter, aku akan segera melunasi semuanya…” kata Yoona dengan isakannya.

“Im Yoona, jangan egois, kali ini pikirkan kondisi appamu yang sudah merawatmu sampai sekarang, tolong jangan egois, lebih baik, kau terima tawaran itu..” kata hati Yoona yang membuat Yoona, “Arasseo, aku akan menerima tawaran itu, aku tidak perduli lagi dengan semuanya, yang ku khawatrikan adalah appa, ya, aku harus segera menghubungi Tiffany..” tekad Yoona sudah bulat. Dia langsung mengambil ponsel dan kertas yang tadi di berikan oleh Tiffany.

Yoona menekan sederet nomor, memencet tombol ‘CALL’ dan meletakkan ponselnya di telinga kanannya.

@SIFANY’S ROOM

Tiffany yang masih terus saja menangis, mendengar suara ponselnya berbunyi, dan saat dia melihat layar ponsel itu, dia merasa asing dengan nomor ini…

“Yoboseyo?”

“Yoboseyo, apakah ini Tiffany-sshi?”

“Nde, ini benar saya, nuguseyo?”

“Im Yoona, yang tadi siang….”

“Im Yoona…IM YOONA? WAEYO?”

“Aku menerima tawaranmu…”

Mendengar itu, Tiffany rasanya ingin melompat dari tempat tidurnya sekarang, “Jinjjayo, kau menerima tawaranku?”

“Nde, bisakah kita bertemu sekarang?”

“Hmm…arayo, dimana?”

“Di rumah sakit XXX”

“Rumah sakit?”

“Ne, rumah sakit….”

“Owh, arasseo, aku akan kesana secepatnya, annyeong..^^”

“Terimakasih Tuhan, kau memang benar – benar memilihnya..” kata Tiffany riang dan langsung menghapus air matanya dan mengambil kunci mobilnya.

Siwon yang baru selesai mandi bingung melihat Tiffany yang sedang sibuk memakai mantel, “Yeobo, mau kemana malam – malam? Nanti sakit, loh..” tegur Siwon pada istrinya.

“Ingin menemui penggantiku..” kata Tiffany lalu segera berlalu.

“Penggantinya?”

@Rumah Sakit

“Tiffany-sshi, aku disini..” kata Yoona melambaikan tangannya kearah Tiffany yang langsung tersenyum dan menghampirinya.

“Yoona-sshi, benarkah kau menerima tawaranku?” tanya Tiffany lagi, Yoona mengangguk mantap. Tiffany tersenyum bahagia dan langsung memeluk Yoona, “Gomawoyo, Yoona-sshi..” katanya.

Tiffany melepaskan pelukkannya setelah melihat mata Yoona membengkak, “Yoona-sshi, wae gurae?” tanya Tiffany khawatir.

“Appaku sedang kristis di dalam…hiks…hiks…” isak Yoona.

“Tiffany-sshi, bolehkah pembayarannya dilakukan sekarang? Untuk membayar pengobatan appaku?” tanya Yoona. Tiffany pun agak kaget mendengarnya, sedetik kemudian dia memahaminya, “Kau menerima tawaran ini karena appamu?” Yoona mengangguk. “Arayo, aku akan segera melunasinya..” kata Tiffany lalu berjalan mendekati loket pembayran.

**

Yoona bisa tersenyum sekarang, bagaimana tidak? Appanya yang biasanya hanya mendapat perawatan seadanya, sekarang benar – benar mendapatkan perawatan yang terbaik, ya, ini semua berkat bantuan Tiffany. Tapi, mulai hari ini, dia akan menjalani hidupnya sebagai pengganti Tiffany…

“Yoona-sshi, ada yang ingin ku bicarakan padamu..” kata Tiffany.

“Karena kau benar – benar sudah menerima tawaranku, besok kau akan bertemu dengan suami dan ibu mertuaku, disana, ibu mertuaku akan membacakan sebuah peraturan untukmu..” kata Tiffany lagi. Yoona mengangguk paham.

Tiffany tersenyum, “Kalau begitu, aku pulang dulu, annyeong…” kata Tiffany lagi. Yoona tersenyum, “Hati – hati, agasshi…” katanya lagi.

“Tolong panggil aku Eonnie, ara?” , “Ne, Fany eonnie..” kata

@407 ROOM *jodoh ya ama ini angka? :P* *thorr balik thorrr…* *iye2-_-*

Yoona masuk ke dalam ruangan dimana appanya dirawat, dengan langkah gontai, dia mendekat kearah Mr. Im dan dengan cepat mengenggam tangan Mr. Im dengan erat, “Appa..hiksss…” Yoona menangis melihat takdirnya sendiri. Kenapa Tuhan sangat tidak adil untuk orang sepertinya? Kenapa banyak orang jauh lebih bahagia daripadanya? Apa dia kurang berbakti pada orang tuanya sendiri? Yoona sendiri tidak tahu akan hal itu.

“Appa…” isak Yoona, “Besok…aku..akan menemui keluarga…keluarga baru…Appa jangan sedih kutinggal satu hari, ini tidak akan lama….aku melakukan semua ini demi biaya berobatmu…kau tenang saja, kau pasti sembuh…” kata Yoona masih mengenggam tangan Appanya.

“Ini hanya sementara, Im Yoona, aku dan suaminya menikah tanpa rasa cinta, tanpa pengenalan, jadi…tenang saja, setelah aku melahirkan bayi untuk mereka, aku akan pergi bersama uang yang melimpah, untuk menyembuhkan appa…” kata Yoona menguatkan hatinya.

“Tuhan, kalau memang takdirku seperti ini, aku siap menerimanya..asal appaku sembuh…” gumam Yoona pelan.

@SiFany’s House

“Apakah kau sudah menemukan calon ibu untuk cucuku?” ketus Choi Krystal yang ternyata sudah duduk di ruang tamu membuat Tiffany yang baru datang kaget.

“Eomma…” gumam Tiffany. “Cepat duduk…” titahnya. Tiffany mengangguk dan duduk di samping Siwon yang duduk sambil memainkan tangannya.

“Eomma, apa ini tidak berlebihan? Mereka bisa mengadopsi anak, bukan?” kata Taeyeon pada Eommanya. “Aku ingin cucu dari darah daging appamu, Choi Taeyeon..” Taeyeon langsung diam mendengarnya.

Malam ini, Keluarga Choi sengaja berkumpul di rumah SiFany untuk membahas masalah istri baru Siwon, “Tiffany, apa kau sudah menemukannya?” tanya Krystal.

Tiffany hanya diam tak menjawab, “Jika kau belum menemukannya, Eomma sudah menyiapkannya…” kata Krystal yang membuat satu keluarga itu kaget, “Krystal! Kau ini bicara apa?” kata Choi Minho, appa Siwon.

“Aku? Bicara apa? Bicara soal keturunan keluarga kita!”

“Tapi, tidak perlu memakai cara seperti ini!” ketus Minho keras.

“Eomma, aku tidak mau melakukannya, aku hanya mencintai Tiffany, aku tidak mau menduakkannya!” ketus Siwon dingin dengan tatapan tajam.

“Eomma tak perlu repot – repot mencarikan calonnya, aku sudah menemukannya..” kata Tiffany yang membuat kelurga Choi benar – benar kaget sekarang, terutama Siwon, “Yeobo, kau jangan bercanda…” kata Siwon.

Tiffany menggeleng lemah, “Ani, aku serius, aku sudah menemukannya, besok dia akan datang kesini, aku menyuruhnya untuk datang besok untuk bertemu kalian semua…Oppa, dia cantik dan baik hati..pasti….pasti..kau menyukainya..” kata Tiffany, berat hati.

Siwon mendesah berat mendengarnya, sedangkan Krystal tersenyum penuh kemenangan mendengarnya, ya, dia memang tidak menyukai Tiffany sejak dulu.

“Jam berapa dia akan datang?” tanya Krystal.

“Jam 10.00 KST, Eomma..” kata Tiffany lagi.

“Baiklah, aku akan datang…” kata Krystal lalu berdiri dan meninggalkan semua yang ada disana, “Yak! Yeobo!” teriak Minho lalu mengejar istrinya.

“Fany-ah, maafkan Eomma ya, kau tahu kan dia memang begitu orangnya?” kata Taeyeon. Tiffany tersenyum, “Gwaenchana, eonnie, gomawoyo..”

“Kami pamit dulu, Siwon, Fany..bye..” pamit Leeteuk dan pergi meninggalkan rumah SiFany bersama Taeyeon.

Setelah mereka pulang, Siwon mengalihkan pandangannya kearah Tiffany yang sedang memandang lurus dengan tatapan datar, Siwon menghela nafas dengan berat, “Yeobo, apa..kau yakin…aku..harus melakukan hal itu?” tanya Siwon memastikan lagi.

“Oppa ingin kita bercerai?” ketus Tiffany membalas pertanyaan Siwon.

“Tapi aku hanya mencintaimu, Fany-ah…” gumam Siwon. Tiffany memandang lekat suaminya itu, “Nado oppa, hajiman, kita harus melakukan ini…sudah, lebih baik persiapkan dirimu dengan baik untuk menemui calon istrimu besok..” kata Tiffany dan dengan cepat berlari ke arah tangga.

“Aku tahu…kau juga tak menginginkannya, Fany-ah…”

**

Keesokan harinya……

Pagi – pagi sekali Tiffany sudah bangun dan mempersiapkan dirinya, ya, hari ini, keluarga suaminya akan bertemu dengan calon istri kedua Siwon…Sejujurnya, Tiffany sangat terpukul tentang ini, tapi, dia bisa berbuat apa? Toh…pernikahan Siwon dengan Yoona hanya berjalan satu tahun, dan Siwon akan kembali menjadi miliknya kembali setelah satu tahun, atau lebih tepatnya, kembali menjadi miliknya tunggal..

“Tiffany Hwang, kau tenang saja, Choi Siwon hanya milikmu, aku tidak akan pernah melepaskannya, dia menikah dengan Yoona tanpa dasar cinta, kita hanya perlu rahimnya…” gumam Tiffany sambil menyisir rambut halusnya.

Siwon yang sudah berganti pakaian dengan rapih mendekati Tiffany, “Yeobo, kau benar – benar yakin aku harus melakukannya?” tanya Siwon lagi.

Tiffany meletakkan sisirnya dan menoleh kearah Siwon, “Bukankah aku sudah mengatakannya berulang kali? Lagipula….pernikahan ini hanya sementara…”

“Lalu kau mau pergi kemana sekarang?” tanya Siwon. “Menjemput calon istrimu..” katanya cepat lalu segera berlalu meninggalkan Siwon di kamar mereka, sendiri.

Siwon menatap kepergian Tiffany dengan nanar, “Apa takdir sudah berkata lain tentang kehidupanku?” gumam Siwon.

@407 Room

Yoona sudah siap dengan semuanya. Yeoja yang sekarang memakai dress berwarna hitam itu masuk ke dalam mobil berwarna merah cabai, “Tiffany-sshi, annyeong…” sapanya.

“Sudah kubilang panggil aku eonnie…” ketusnya. Yoona tersenyum, “Arayo, Fany eonnie…” katanya.

Sepanjang perjalanan, berbeda dengan kemarin, mereka terlihat sangat akrab, walaupun mereka baru mengenal satu sama lain secara baik kemarin, tapi entah kenapa, mereka sekarang sedang sibuk tertawa, ya, semoga saja, awal yang baik ini akan terjadi sampai akhir, karena tidak ada yng bisa menjamin hubungan mereka memburuk setelah Yoona menikah dengan Siwon😀

Tak terasa perjalanan 15 menit mereka tempuh, dan sampailah mereka di sebuah restoran bintang lima yang terkenal di Seoul, YoonFany turun dari mobil Tiffany dan berjalan beririnagn masuk ke dalam restaurant.

“Dimana ruangan yang dipesan untuk keluarga Choi Minho?” tanya Tiffany pada pelayan disana.

“Oh, di lantai 2, di ruangan VIP nona..mari saya antar…” YoonFany pun mengikuti pelayan itu sampai di depan sebuah ruangan yang terlihat besar dan mewah. “Gomawoyo..” kata Tiffany.

“Kajja Yoona..” ajak Tiffany. Yoona mengikuti Tiffany masuk ke dalam sana, sejujurnya dia terlalu gugup untuk masuk kesana, bagaimana tidak? Dia akan bertemu dengan sebuah keluarga konglongmerat dan akan segera menikah dengan salah satu putranya, bahkan mereka tidak saling kenal, “Santai Im Yoona…” kata Yoona dalam hati.

Tiffany pun membuka knop pintu ruangan mewah itu, mereka lalu masuk ke dalam sana, semua yang ada disana memperhatikan mereka yang baru datang, “Annyeong Eomma, Appa, Eonnie, Oppa…” kata Tiffany seraya membungkuk. Yoona hanya mengikutinya saja.

Disana sudah ada Choi Minho & Choi Krystal, Taeyeon dan Leeteuk, Sulli, dan tentu saja Choi Siwon, calon suami Yoona sekaligus suami Tiffany.

“Silahkan duduk…” kata 2 prang pelayan di ruangan itu lalu menarik 2 kursi di samping Siwon. Tiffany mendekati bangku disebelah Siwon, dan Yoona di sebelah Sulli, saat mereka ingin duduk, “Tiffany, apa yang kau lakukan?” tanya Krystal.

YoonFany pun bingung, mereka kenapa? “Waeyo, eomma?” tanya Tiffany bingung.

Krystal tersenyum menyeringai, “Bukankah yeoja yang kau bawa sekarang adalah calon istri Siwon, lalu mengapa kau tak mempersilahkannya duduk disampingnya?” kata Krystal yang membuat mereka kaget, dada Tiffany terasa sesak sekarang, ya, Yoona adalah penggantinya, jadi, kursi pun harus digantikkan olehnya..

“Eomma!” pekik Siwon keras. “Yeobo..!” tegur Minho. Krystal melirik Minho, “Wae? Bukankah ini salah satau cara pendekatan? Bagaimana pun, dia akan menjadi menantu kita, yeobo…” kata Krystal. Minho hanya menghembuskan nafas mendengarnya.

“Tunggu apa lagi? Cepat pindah posisi!” titah Krystal pada YoonFany. Yoona melirik Tiffany dengan rasa bersalah, tapi Tiffany berusaha tersenyum dan menyuruh Yoona duduk disebelah Siwon. Siwon melirik Yoona dengan tatapan sinis saat Yoona duduk disampingnya.

Krystal tersenyum, “Annyeong haseyo, chagi. Siapa namamu?” tanya Krystal pada Yoona. Yoona hanya tersenyum menanggapinya, “Chonun Im Yoona imnida, bangapta ahjumma…” katanya. Krystal tersenyum mendengarnya, begitu pun dengan keluarga Choi, kecuali, tentu saja Choi Siwon.

“Chagi? Bahkan Eomma belum pernah memanggilku begitu..apa eomma menyukai Yoona?” kata Tiffany dalam hati.

“Apakah kau sudah mengenal Choi Siwon sebelumnya?” tanya Mr. Choi, Yoona menoleh kearah Siwon dengan tatapan bingung, sedangkan Siwon membuang mukanya langsung, ‘Hmm..ani…aku belum mengenalnya sama sekali…ahjussi…” kata Yoona singkat.

Setelah berkenalan panjang lebar dengan Yoona, inilah inti dari pertemuan mereka hari ini, “Yoona, apa kau sudah siap menikah dengan Siwon 2 minggu lagi?” tanya Krystal yang membuat Siwon tersedak. “Eomma! Kita bahkan belum kenal satu sama lain, melihatnya saja baru hari ini, bagaimana mungkin 2 minggu lami kami menikah?” tanya Siwon dengan nada yang sangat ketus.

“Kau bisa mulai pendekatan dengannya sekarang juga, eomma tidak mau tahu, 2 minggu lagi kalian sudah harus menikah…Lgipula, Eomma sudah tidak sabar menimang cucu darimu, Choi Siwon” kata Krystal tak kalah ketus. Yoona hanya diam memperhatikan mereka yang memang sedari tadi terus bersitegang.

“Yoona, bagaimana? Apa kau setuju?” tanya Krystal. Siwon langsung melirik Yoona, “Semua terserah ahjumma yang mengaturnya…” tutur Yoona yang membuat Siwon menghela nafas berat, Krystal tersenyum bahagia, “Kalau begitu baguslah, yeobo, ayo kita muali persiapkan..” Minho pun mengangguk.

TaeTeuk hanya tersenyum, Sulli menatap Yoona kesal, Tiffany sibuk dengan pemikirannya sendiri, Krystal tersenyum penuh kemenangan, Minho hanya tersenyum, sedangkan Siwon hanya menggerutu sejak tadi, Yoona hanya diam.

“Yoona, sebelum itu, Eomma akan membacakan peraturannya, otte?” kata Krystal. Yoona pun mengangguk.

Krystal tersenyum lalu menyerahkan kertas itu kehadapan Tiffany, “Heuh?” bingung Tiffany. “Tolong Fany-ah, bacakan untuk kami semua…” Tiffany bingung, tapi dia tetap mengambil kertas itu dan mulai membacakannya.

Tiffany berdehem, “Pertama, dalam 2 minggu ini, kau dan Siwon harus terus…..bersama, yang kedua, kau akan tidur di kamar tamu di samping kamar Siwon dan aku sebelum menikah, dan setelah menikah, setiap 5 hari sekali kau tidur di….di…di kamar kami bersama Siwon, yang ketiga setelah menikah kau harus membantuku menyiapkan sarapan Siwon, dan keempat….”

Tiffany terus membacakan setiap peraturan itu dengan nada kecewa, dadanya terasa sesak membaca setiap peraturan ini, bagaimana tidak? Semua peraturan ini adalah kewajiban seorang istri unruk melayani suaminya, tapi sekarang? Tugas itu dialihkan kepada orang lain, Tuhan, apa sebenci itukah Krystal padanya?

“….dan yang terakhir, setelah menikah selama 1 minggu berturut – turut kau akan tidur bersama Siwon, dan aku akan tidur di kamar yang ditempati Yoona sebelum menikah…” ya, akhirnya Tiffany berhasil membacakan semua peraturan itu, seluruh keluarga Choi dibuar bingung oleh peraturan – peraturan itu, terutama Yoona.

Pertemuan yang memakan waktu selama 2 jam itu akhirnya selesai juga, keluarga Choi satu persatu keluar dari ruangan itu, “Yoona, kau pulang dengan siapa?” tanya Choi Krystal pada Yoona. “Hmm..dengan Tiffany eonnie, benarkan eonnie?” tanya Yoona pada Tiffany yang tersenyum tipis.

“Kau sudah dengar kan peraturan tadi? Sekarang, kau pulang dengan Siwon..” kata Krystal yang membuat YoonWonFany kaget.

“Cepat, Yoona-ah…” katanya lagi. “Hmm..nde..nde ahjumma…” katanya lalu mengikuti Siwon yang sudah berjalan meninggalkan ruangan itu karena terlalu kesal.

Siwon berjalan kearah pintu keluar restaurant dengan kesal, dan dengan cepat dia menhampiri mobilnya, tak sengaja dia melihat kearah belakang dan di dapatilah Yoona yang sedang mengikutinya, Siwon memandangnya sinis lalu berkacak pinggang, “Apa yang kau lakukan disini…?” ketusnya.

Yoona langsung berhenti dan menatap Siwon takut, “Aku…aku hanya menjalankan perintah ahjumma…” katanya cepat.

Siwon berdecak kesal dan masuk kedalam mobilnya, sedangkan Yoona hanya diam di tempat sambil memainkan kukunya, perlahan kaca mobil Siwon terbuka, “Yak! Cepat masuk!” bentak Siwon pada Yoona, “Hmm..ne..ne..” kata Yoona gugup dan langsung membuka knop pintu belakang mobil Siwon. Yoona duduk di kursi belakang mobil Siwon, Siwon menghembuskan nafasnya kesal lalu menoleh kebelakang, “Kau pikir aku supirmu? Cepat pindah ke depan…” ketusnya. Yoona hanya menurutinya dan keluar dari mobil Siwon. Dia membuka knop pintu mobil depan Siwon dan duduk disampingnya. Perlahan mobil Siwon meninggalkan parkiran restaurant itu dan menjadi salah satu pengendara di jalanan ramai Seoul.

Tanpa mereka sadari, sepasang bola mata indah menatap kepergian mobil Siwon dengan tatapan cemburu, ya, Tiffany sengaja melihat semua itu, dadanya terasa sesak, apakah dia rela Yoona menikah dengan Siwon? Tidak! Tapi mau bagaimana lagi? Ini sudah takdirnya.

Tiffany masuk kedalam mobilnya dengan api cemburu yang menyelubunginya sekarang, dia memukul stri mobilnya dan menatap tajam kearah depan, “Yoona, kau hanya akan menggantikanku selama 1 tahun, aku tidak akan membiarkanmu merebut Choi Siwon, tidak akan! Dia hanya milikku! Dia suamiku! AHHH!!!!” jerit Tiffany frustasi.

“Yeobo-ah, apa kau yakin dengan yeoja itu?” tanya Choi Minho di dalam mobil, Krystal menoleh, “Apa maksudmu?”

“Kita belum mengenalnya, bahkan Siwon pun juga belum mengenalnya, apa kau yakin akan menikahkan mereka 2 minggu lagi?” tanya Choi Minho.

Krystal melirik Minho kesal, “Kau ini, jika kita tidak segera menikahkannya dengan Yoona, itu artinya semakin lama kita menunda kehadiran cucu kita…”

“Apa kau menyukai Yoona?” tanya Minho.

“Ani..tentu saja tidak..” ketus Krsytal.

“Lalu kenapa kau menerimanya, yeobo?” tanya Minho bingung.

“Karena aku membutuhkan rahimnya, aku menyukai rahimnya, bukan orangnya…Lagi pula dia cantik..”

“Lalu, apa kau yakin ingin menikahkan mereka dengan mengundang banyak orang? Bukankah itu membuka aib keluarga kita?” tanya Minho lagi.

“Yeobo-ah, aku tahu kau sudah tua, tapi berfikirlah, aku juga tidak akan mungkin melakukan itu, kita hanya menikahkan mereka secara surat…”

“Lalu bagaimana jika orang tahu dia istri kedua Siwon? Bukankah itu merusak nama baik kita?” tanya Minho.

Krystal menyeringai, “Bahkan dia tidak akan bisa keluar dari rumah, yeobo-ah, kau tenang saja..” kata Krystal yang membuat Minho kaget, “Mwo?”

TO BE CONTINUE

JANGAN BILANG INI FF SIFANY! INI FF YOONWON!

KENAPA PART INI BANYAK SIFANY? INGAT! LIHAT JUDUL? YAUDH, BRRTI HRUSNY NGRTI DONK, INI KN HANYA PERMULAAN ;D

Gimana pendapat kalian ama ini FF? mwehehehe ANEH? JELEK? GARING? GAJE? KONYOL? ATAU APAAA?? T_T JUJUR! *NANGIS DIPELUKKAN SIWON* *DITABOK BOLAK BALIK AMA YOONA*

Mianhae kalo bnyk typo and ceritany gk nymbung, karna author juju raja, stlh selesai nulis ini FF lgsung bikin BY MYSELF :p

Oh iya, harap RCL ya, karna apa? CHAPTER 3 AKAN DI PW, SOALNYA NC😛

BY MYSELF PART 5 AUTHOR USHIIN MINGGU INI, OTTE?😀

MIANHAE MENUNGGU LAMA, BANYAK READER YANG UDH NNYIN SOAL BM 5 HHE, MIANHAE SKLI LGI, AUTHOR LGI KBNYKN IDE BWT FF LAEN MWEHEHE..

Tinggalkan komentar

649 Komentar

  1. ita407

     /  Desember 20, 2015

    annyeong slam kenal saya reader baru, izin baca ff dsini ne,,

    aq suka bgt cerita nie g ngebosenin, feel ny jg dpet, jd tmbah penasaran sama klnjutanny, good job🙂

    Balas
  2. Kyuna

     /  Januari 16, 2016

    Annyeong authornim^.^,sebelumnya aku mau izin nih baca ni ff,aku udh baca ff ini tapi dgn cast kyuhyun,berhubung belom ada lanjutannya jadi aku penasaran sama ff ini tapi dgn cast yang berbeda …
    Hmm,berhubung ff ini chapnya 4 nya di pw,gimana tuh thor biar bisa dapet pwnya…
    Gomawo:D

    Balas
  3. Anyeong kezia,,🙂
    Oea, ff ini menarik ceritanya, udah beberapa hari gk baca ff, sekarang baca lagi, eeh ketemu ff kamu, awalnya tadi ngira yoona yang mandul dan siwon harus nikah lagi sama orang lain, eh ternyata malah sebaliknya..
    Ywd, segitu dulu aja ya koment nya,,
    Boleh izin baca lagi ya, karena ceritanya bikin penasaran🙂

    Balas
  4. ambarwati

     /  Februari 20, 2016

    Ah kasihan yoona diperalat… 😱😱😨 kasian.. Penasaran sama next cap nya

    Balas
  5. Hy🙂 kezia, aku reader baru izin baca ya thor,
    Penasaran bngt sma cerita selanjutnya, annyeong^^

    Balas
  6. haii thor aku pembaca baru , baru nemuin ff ini, ceritanya bikin seru ? kasihan juga tiffany mandul😦 aku baca next partnya , udah penasaran

    Balas
  7. hai thor ^^ aku readers baru nih:D salam kenal ya thor ^^

    ceritanya seru, feel nya dapet dan aku tunggu yoonwon moment chapt selanjutnya.. ^^

    Balas
  8. fanyaa

     /  April 24, 2016

    Ff WFMH itu salah satu ff favourite saya… Alurnya bagus bgt… Walaupun dah sering baca, tp gk prnh bosen… Fighting author

    Balas
  9. Yoona90

     /  Mei 1, 2016

    Duh ribet.. Pasti keren nich klanjutannya..

    Salam kenal ya aku reader baru…

    Balas
  10. Tina Han

     /  Mei 6, 2016

    hallo, sbnrnya aku baru mau baca ff ini stlah bca ff yg second version dg main cast yg berbeda… brhbung aku jga pensaran pngen baca ff yg pertama, jadi deh aku baca ini, seru jga yoonwon, duh bikin greget😀
    yosh, let’s to read….

    Balas
  11. baru nemu ff ini
    baru part awalnya aja udah penasaran
    next chapter ^-^

    Balas
  12. sahwa purem

     /  Agustus 6, 2016

    seruu crta nya,,
    bikin penasaran wku bca gmna endingnya..

    Balas
  13. Hi aku new reader , ijin baca ff nya yah author dan salam kenal.
    Sian fanynya mandul, yoonanya dijadiin istri kedua buat ngandung anak siwon 😢

    Balas
  14. Ditasiwonest'clouds

     /  September 20, 2016

    annyeong aku reader baru disini izin baca thor. Kenapa harus yoona eonni yang jadi istri ke 2 tapi tak apa aku berharap meskipun jadi istri ke 2 akhirnya happ ending

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: