[FF] Destiny (Chapter 3)

DESTINY

PART3

 [AUTHOR FREELANCE]

APAKAH DUNIA INI AKAN BERAKHIR..

TUHAN AKU LELAH.. LELAH SEKALI MENGHADAPI SEMUA..

KINI TAK ADA SECERCAH CAHAYAPUN DIHIDUPKU..

GELAP.. SUNYI,,

TUHAN ADAKAH KEADILAN BAGIKU?

BAGI HIDUPKU..

Yoona pov.

Aku termenung dibelakang vila keluargaku dijeju ini. Tak ingin diganggu. Hanya bungkam.. diotakku hanya muncul pertanyaan. ‘bagaimana dan bagaimana?’, bagai mana aku melanjutkan hidupku. aku tak bisa begini terus.. tuhan berilah secercah harapan padaku.

Kini aku dijeju.. aku meminta kepada appa, onnie dan oppaku supaya aku tinggal disini saja.. sendiri.. tapi kini aku bersama seorang dokter..

Flash back.

“yoona.. apa kau yakin biar unnie menemanimu..”kata yuri unnie saat menyiapkan bajuku.

“gwechana unnie.. aku akan berusaha mandiri..”jawabku mantap.

“yoong..” yuri unnie pun memelukku.

End flashback.

Aku tinggal bersama seorang dokter disini. Entahlah aku tak tahu namanya. Dia tak peernah bersuara dan sangat calm down, ya.. itu memang syarat supaya dapat menjadi dokterku.

Choi siwon.. jessica unnie.. tiba tiba ingatan itu terbesit direnunganku. Kabar yang terakhir aku dengar, jess unnie koma dua minggu yang lalu tepatnya sehari sesudah aku kecelakaan. Aku menyayangimu unnie lekaslah sembuh… desahku..

Siwon pov.

Kini aku berada ditaman belakang villa keluarga yoona.. menemani yoona yang sedang termenung.. aku memandangi wajah pucatnya, dan tatapan kosong matanya.. tuhan aku merasa bersalah sekali..

Ya.. aku memang dokter yang merawat yoona, aku sudah menemaninya semenjak 5 hari yang lalu..

Flashback.

“siwon, apakah kau sanggup menerima segala syarat dan konsekuensi menemani yoona dijeju?” tanya donghae hyung serius.

“ne, aku berjanji..” jawabku.

“oke, kau berangkat besok pagi”katanya dingin.

End flasback.

Jessica.. bagaimana dengan jessica, dia masih sibuk melawan komanya, memperjuangkan hidupnya, terbaring lemah diranjang rumah sakit. Walau aku disini kini.. aku tetap memantaunya, aku memindahkanya kerumah sakitku. Bedasarkan laporan yang aku peroleh keadaannya stabil, tidak membaik juga memburuk.

Yeoja yangkucintai kini menderita karena ku. Dia kini buta dengan darah berleukimia(?) mengalir disekujur tubuhnya. Tapi aku bangga padanya sangat bangga, sesekali dilamunannya itu dia tersenyum, entah hal indah apa yang berada diotaknya.

“dokter aku ingin masuk.”katanya.

Aku membantunya membantunya memasuki rumah.

Kau tahu aku sangat dekat dengannya. Tapi aku tak pernah sekalipun mengeluarkan suaraku untuknya. Hanya dialah yang meminta tolong ini itu padaku, ini semua untuk menyelamatkan penyamaranku, yaa jika yoona tau ini aku dia pasti tak akan mau dan mengusirku. Dan anehnya lagi dia sangatlah tidak peka terhadap diriku, dia sama sekali tidak mencurigaiku sebagai ‘choi siwon’ tetapi dalam konteks lain dia layaknya orang tuna netra sangatlah peka. Entah ini berkah atau apa untukku..

Skippp>>>>

Tiga minggu kemudian..

“dokter tolong antarkan aku jalan jalan disekitar danau”pintanya.

Aku hanya tersenyum aku menuntunnya, aku menggenggam tangannya dan memegang pundaknya. Aku menuntunnya dengan sangat hati hati, dia masih belajar menggunakan tongkat penunjuk arahnya, lama sekali ya.. ah tidak apalah, aku senang berdekatan dengan yoona seperti ini.

Yoona pov.

Sudah 5 minggu ini aku tinggal dijeju dengan dokterku. Dia sangatlah baik, seorang namja yang lembut penyabar dan calm down. Aku sama tak pernah sekalipun mendengar dia brbicara sepatah katapun, namun aku tak mempersalahkan itu.

Dia sangatlah baik, aku merasa nyaman dengannya, dia menjagaku seperti menjaga sebuah mutiara yang sangat berharga, aku Cuma penasaran dengan namanya pernah suatu saat aku menanyakan namanya tapi dia malah memegang tanganu dan mengusap lembut kepalaku.. sungguh membingungkan dokterku ini..

Siwon pov.

Aku mengantarnya duduk dibangku danau itu.. ada berberapa pasangan kekasih ada yang sedang berfoto ria ada juga yang hanya jalan jalan. Selain itu ada juga berberapa warga desa itu yang sedang bersantai, banyak juga anak kecil berlarian. Sungguh pemandangan yang menyenangkan…

Kulihat wanita disampingku sedang menatap lurus kedepan. Wajah putih sedikit pucatnya itu justru mempercantik dirinya, seulas senyum itu masih tertahankan sejak tadi, aku masih menggenggam tangannya. Tuhan jangan hapus senyuman indah itu..

Dia bersandar, tiba tiba dia menarik tanganku kananku kebelakangnya, dan seolah olah aku sedang merangkulnya.. oh tuhan im yoon ah, tahu kah kau jantungku hampir copot..

Tangan kiriku masih menggenggam tangan kirinya..

Tiba tiba dia meletakan kepalanya diantara pundak dan dadaku (bingung deskripsinya).

“maaf dokter aku hanya ingin menenangkan hati sejenak” katanya sambil memejamkan mata.

Yoona pov.

Entah apa yang membuatku ingin merasakan kenyamanan dalam diri dokterku ini, aku merasa nyaman padanya.. kusandarkan kepalaku kepundaknya, tangan kirinya memegang lengan kananku, dan tangan kirinya menggenggam tanganku.

“maaf dokter aku hanya ingin menenangkaan hati”kataku seraya memejamkan matanya. Tangannya lembut mengusap usap tangannya menandakan ia tak apa apa.

Entah aku menganggapnya apa, kurasa ada kenyamanan dalam dirinya, srasa sudah lama kenal tapi aku sungguh tak tau siapa dia.

Siwon pov.

Yoona bersandar dipundakku, aku sungguh nyamam, sangat nyaman, oh tuhan yoona.. aku cinta padamu..

Lalu akupun menyandarkan kepalaku diatas kepalanya..

Aku menutup mataku sejenak dan mengambil nafas panjang..

Saat aku membuka mata tiba tiba..

“ahjjuma, ahjjusi, maukah?” seorang anak lelaki lucu berada didepanku.

Yoona pun menegakkan sandarannya..

“apa? Sayanng..”katanya lembut pada anak kecil itu.

“apakah ahjjuma tidak dapat melihat?” tanyanya polos.

Aku tertegun sejenak karena kepolosan bocah itu..

“iya sayang, ada apa?” tanya yoona tetap dengan senyum ramahnya.

“untuk ahjjuma dan ahjjusi..” katanya menyerahkan dua tangkai mawar mereka. Aku hanya tersenyum melihatnya.

Yoona sepertinya sangat behagia..

“untukmu dokter..” katanya menyerahkan bunga itu padaku. Walau kesembarang tempat dia menunjukannya untuku.

Tanpa menjawab aku menerimanya sambil mengelus tangannya sejenak.. menandakan terimakasih..

Skipp>>>>

Pagi yang indah.. udara jeju yang sangat bersahabat membuatku merasakan kedamaian tiada tara.. apalagi sekarang aku bersamanya, walaupun dia tak mengetahui ini adalah aku..

Kringg..

Tiba tiba iphoneku berbunyi memecahkan semua renunganku.. ternyata dari dokter kim dia adalah utusanku  sekaligus sahabatku yang mengurus jessica diseuol…

Akupun pergi dari tempat itu mencari tempat aman untuk menerima telfon ini.. aku memang menghindari yoona saat aku harus mengeluarkan suaraku, dan kini dia sedang mandi dibantu park ahjjuma…

“yoboseyo..”

“yoboseyo siwon, jessica dalam keadaan kritis kini, tolong kau kembali aku sungguh taak sanggup choi siwon.. palli” ucapnya panik.

“mwo??!!” aku sangat kaget mendengar ini.

“tunggu aku..” ucapku.. lalu menutup telfon.

Aku segera menyari kontak di hpku dengan nama kyuhyun hyung. Aku pun menghubunginya..

Tiiiitt……

Aish mengapa tak bisa..

Aku pun segera menghubungi… ah siapa??.. ah ne, donghae hyung..

“yoboseyo..”sapanya dijalur sana.

“yoboseyo hyung.. aku minta bantuanmu segera hyung, aku mohon” kataku tersenggal.

“waeyo wonnie?”tanyanya.

“kini jessica sedang koma dan aku harus turun tangan, lalu aku harus bagaimana sekarang hyung?” tanyaku.

“maksudmu..?”tanyanya datar.

“oh.. bawa saja yoona ke seuol.. aku akan menelponnya,, kau tenang sajalah..” katanya akhirnya mengerti.

“ah.. gomawo hyung..” ucapku menghembuskan nafas.

“doookter..” panggil yoona.

Aku pun menghampirinya dng memegang bahunya diapun menoleh.

“dokter ayo kita segera pergi keseuol,, ayo dokter, sahabatku koma kini” katanya panik.

‘omo donghae hyung!!!! Mengapa memberitahu seperti itu pada yoona’ desahku.

“waeyo dokter?” tanyanya.

Akupun mengelus lengannya tanda mengiyakan.

“ppalli dokter..” katanya..

Skipp>>>

Kini aku dan yoona sudah terduduk dibangku pesawat. Dia terus memandang kosong kedepan aku mulai khawatir wajahnya puncat sekali.

Yoona pov.

Kringgg…

Tiba tiba iphoneku berbunyi.

“nuguya ahjjuma?” tanyaku saat park ahjjuma membantuku menyisi rambutku.

“tuan donghae nona” katanya memberikan hpku ketelingaku.

“yoong, yoboseyo..”

“yoboseyo oppa? Waeyo?” tanyaku.

“kau ingat jessica jung ssi?”

“ne, ada apa dengannya oppa?” tanyaku gusar.

“aku sudah menghubungi doktermu, segeralah kembali keadaannya kritis kini” ucapnya.

“jinnja yo? Arraso oppa.” Aku menutup telfonnya.

Air mataku menetes..jessica unnie.. baik baiklah unnie aku menyayangimu, akan selalu menyayangimu apapun yang terjadi.. saranghae..

Aku pun keluar kamar menyampaikannya pada dokkter.

“dookter..”panggilku.

Tiba tiba seseorang menyentuh lenganku. Ah ku tahu itu dia, aku pun membalikan badan.

“dokter ayo kita segera pergi keseuol,, ayo dokter, sahabatku koma kini” kataku panik.

Author pov.

Siwon dan yoona pun segera menuju bandara dan harus membeli tiket mendadak tapi akhirnya mereka mendapatkannya.

Dan pesawatpun terbang..

Saat dipesawat mereka duduk bersebelahan..

Siwon hanya terdiam melihati wajah yoona..

Yoona menatap kosong kedapan, entah tengah merasakan apa, mungkin merenung apa yang telah terjadi..

Tiba tiba ..

Tess… mengalirlah darah segar dari hidungnya..

Aku dengan sigap menyekanya.. dia bersandar dikursi pesawat.. sepertinya penyakitnya kambuh..

Aku dengan cekatan membasuh, dan memberinya obat.. tapi dia memegang kepalanya dan merintih..

“aaauuww…” rintihnya memegang kepala. Air matanya mengalir melalui sudut matanya.

Dan.. gusinya pun berdarah.. aku sangat gusar.. bibir pucatnya berhias darah segar..

“yoong? Gwechana? Bertahanlah sarangheyo” kata kata itupun meluncur dari mulutku begitu tak terkendali. Sudah kulupa akan penyamaranku.

Yoona pov.

Aku sungguh sedih, dengan semua ini semua keadaan yang memaksa orang disekitarku untuk menangis, berilah kekuatan pada jessica unnie tuhan, jika harus ada yang sakit biarlah aku sakit… jangan biarkan dia menangis..

Ditengah renunganku dipesawat tiba tiba..

Tess… kurasakan sesuatu menetes diatas tanganku..

Cairan yang sepertinya berasal dari hidungku..

Dokterku dengan sigap pun menyeka darah itu dihidungku.. kepalaku berdenyut hebat, akupun menyandarkan kepalaku pada kursi pesawat itu.. sungguh sakit tak terelakkan sangat sakit..

Taklama setelah itu darah juga mengalir melalui gusi2ku.. sangat pusing sangat sakit, tuhan bawalah daku menghadapmu.. aku lelah tuhan..

“aaauww..”erangku saat mencapai puncak kesakitan ini. Kesadaranku menipis, seakan mati rasa dengan semua ini..

“yoong gwechana? Sarangheyo..” samar kudengar suara itu disisa sisa kesadaranku, disertai kehangatan yang begitu aku rindukan,.Choi siwon.

Author pov.

Setelah sampai diseuol siwon dengan cekatan segera membopong tubuh yoona menuju ambulance rumah sakitnya, dibantu berberapa karyawan bandara, dirinya berlari terpogoh pogoh sambil menggendong yoona ditengah keramaian.

Sontak itu menjadi perhatian seluruh pengunjung bandara, siwon mendapatkan berbagai macam tatapan dari orang orang, tatapan kagum sampai tatapan bingung.

Siwon dengan cekatan memasukan yoona kedalam ambulance, dengan kecepatan diatas rata rata ambulance itu melaju dibawah intruksi sang supir.

Setelah sampai dedepan pintu rumahsakit dia seolah olah disambut oleh karyawannya, sekitar 5 suster dan dua dokter menunggunya. Salah satu dari dokter itu adalah dokter kim.

Mereka langsung menyerbu ambulance ku..

“choi siwon jessica kritis dia tak henti hentinya memanggil namamu, ikuti aku sekarang” kata dokterkim.

“kau gila kim sang joon, lihat yoona sedang membutuhkan pertolonganku, kau pergi keruangan sica, yoona adalah pasienku dia tanggung jawabku, pergi kini!!!” hentak siwon pada sahabatnya.

Dokter kim yang tahu akan keadaan lalu pergi, dia sama sekali tak memasukan kehati hentakan dari sahabatnya dia mengerti sehabatnya sedang termakan emosi..

Dokterkim berjalan kearah ruangan sica, yang tidak jauh dari tempatnya bersama siwon tadi, banyak orang yang menyaksikan adegan dokter menghentak dokter tadi sehingga memandang dokter kim dengan tatapan aneh..

Hanya 1 menit waktu yang iya butuhkan untuk berlari menuju ruangan sica memang sangat dekat dengan tadi…

(ini bukan ICU!!!!)

Sebelum dokter kim masuk susternya sudah keluar..

“hoss.. hoss.. ada apa suster?” tanyanya ngos ngosan.

“noona jessica sudah sadar”

Dokte kim sangat kaget tapi dia pun tersenyum.

“jessica ssi”dokter kim masuk jessica hanyalah menoleh.

Dokter kim mendekati.

“choi siwon sudah datang dok?” tanyanya.

Dokter kim hanya mengangguk.

“terimakasih dokter..”

“kerena telah merawatku”

Jessica pov.

Aku telah berbaring sangat lama diatas kasur ini, menjelajahi alam yang berada diantara alam fana dan akhirat. Menanti sesuatu yang sebenarnya sudah pasti namun lama sekali.

Selama itu aku merasakan ada seseorang yang tengah merawatku, walau aku koma masih ada sedikit sisa kesadaran yang peka terhadap dunia sekitarku.

Aku merindukan seseorang, choi siwon..tiba tiba dia hadir di sisa sisa kesadaranku, aku meronta ronta, memanggil namanya, sungguh diluar kendaliku..

Sreet.. tiba tiba cahaya terang menyapu indah mataku yang lama terpejam, kesadaranku meningkat.. tiba tiba ada seseorang suster mendekatiku dan mengecek keadaanku.

“noona kau sudah sadar.” Katanya gembira.

“biar ku beri tahu dokter kim”

“dokter kim?” tanyaku.

“dia,dokter kim sang joon. yang merawat noona 6 minggu terakhir ini.” Katanya sambil terus mengecek.

Dokter kim??, bukan choi siwon??. Siwon oppa.. ah.. bagai mana keadaan yoona, dimana ia sekarang.

“kau gila kim sang joon, lihat yoona sedang membutuhkan pertolonganku, kau pergi keruangan sica, yoona adalah pasienku dia tanggung jawabku, pergi kini!!!” hentak seserorang samar ditelingaku.

Aku terdiam sejenak, berusaha membuka kamus otaku suara yang sangat kukenal kurasa.. ah.. siwon oppa.. siwon oppa disini. Dia seperti membentak seseorang, kim sang joon, bukannya dokterku? Dan yoona? Apa maksudnya, ah syukurlah yoona disini..

Ah yatuhan, aku lupa yuri unnie pernah menjenguku saat itu minggu ke 3 dan keadaanku membaik dan dia pun menceritakan semuanya. Entah setelah itu keadaanku semakin memburuk hingga kini..

Suster itu keluarlalu masuk lagi bersama seorang namja yang kuketahui dia adalah kim sang joon dokterku.

“jessica ssi”dokter kim masuk aku hanyalah menoleh.

Dokter kim mendekati.

“choi siwon sudah datang dok?” tanyaku.

Dokter kim hanya mengangguk.

“terimakasih dokter..”

“kerena telah merawatku”

Tiba tiba dadaku sesak kepalaku pusing.. dan duniaku menjadi hitam kelam seketika.

Siwon pov.

Emosiku sungguh tak terkendali, khawatir, gugup dan merasa bersalah, sehingga diluar kendaliku aku membentak sahabatku, mian kim sang joon.

Dengan cepat ku dorong tempat tidur yoona (ala rumah sakit) dan memasukannya kedalam ruangan penolong. Kulakukan semaksimal mungkin memasangkan berbagai selang ketubuhnya, memasangkan masker oksigen, menyuntikan obat yang diyakini dapat membuat kondisinya lebih baik.. fighting yoona.. sarangheyo.

Author pov.

Setelah 2 jam berada diruangan tindakan siwon keluar dengan muka lusuhnya. Dia disambut anggota keluarga yoona, siwon yang menyuruh salah satu perawat menghubungi mereka.

“choi siwon bagaimana keadaannya?” tanya yuri berurai air mata.

Semua menunggu jawaban pasti dari siwon. Kedua oppa yoona berdiri mematung dengan tatapan penuh tanda tanya pada siwon, sedangkan yuri berdiri dengan berurai air mata dan tangan kirinya memegang lengan kanan siwon.

Siwon menarik nafas panjang.

“ dia koma, kita tunggu sampai 6 jam kemudian ada perubahan atau tidak , mau tak mau untuk menyelmatkan nyawanya kita harus segera mencari donor tulang sum sum belakang” katanya panjang lebar disertai tetesan air mata.

Yuri duduk kembali kekursinya dengan tatapan kosong dan mata yang sembab.

Mereka semua masuk kedalam ruangan yoona, mendoakan yoona supaya selamat.

1 jam..

2 jam..

3 jam..

4 jam..

5 jam..

Yoona pov.

Kepalaku terasa sangat sakit, tuhan tolong hentikan penderitaanku ini, jemputlah aku jika memang kehendakmu aku siap..

Depp..  tiba tiba kini aku berada di sebuah tempat yang indah serba putih, dengan udara super segar, pemandangan danau menghiburku, sungguh menyenangkan sekali.

Cahaya masuk tanpa dihalangi apapun kedalam mataku, sungguh menyenangkan,.

Tapi dimana aku?..  surga kah?.. tiba tiba pertanyaan muncul dalam otaku, aku pun beranjak pergi mencari tahu..

“yoona..”tiba tiba seseorang memanggilku.

Aku membalikan tubuhku..

“eomma??” pekikku kaget.

Aku langsung berlari mendekapnya.. eommaku yang telah berada disurga saat usiaku 8 tahun.

“anak eomma sedang apa disini?” tanya eommaku meranggangkan pelukan.

“entahlah eomma aku tak tahu, eomma kita dimana?” tanyaku kekanak kanakan.

“mmm..kembalilah sayang, jalani hidupmu, eomma akan selalu mendoakan mu. Eomma mencintaimu” katanya menjauh.

“eomma tolong jangan pergi, temani yoona eomma”

“maaf sayang” eomma begitu saja meninggalkanku. Masuk kedalam taman yang sangat indah. Aku ingin berlari mengejarnya tetapi kakiku mati rasa tak bisa digerakan. Ya tuhan kali ini saja biarkanlah aku ikut dengan eomma pasti sangat menyenangkan.. batinku sambil menitikan air mata.

Auww… tiba tiba kepalku terasa sakit, seolah olah ada yang menarikku, menarikku pergi dari suasana ini kembali ke.. entahlah…

Author pov.

Ruangan itu dipenuhi oleh orang orang bermata sembab, terlihat sekali mereka sangat sedih..

Krek..

Tiba tiba seseorang membuka pintu memecah keheningan..

“ bagaimana keadaan jessica ssi?” tanya kyuhyun.

“ dokter kim bilang, dia sempat saar namun kini dia kembali koma, tak sadarkan diri” katanya, yang tak lain siwon.

“hh…” yuri menghela nafas.

“dia belum ada tanda tanda menunjukan kesadaran” kata donghae lemas.

Siwon mendekat.

Memegang telapak tangan gadis itu.

“ dia sangat syok mendengar berita tentang jessica, ditambah penyakitnya kambuh, kita hanya bisa berdoa kepada tuhan” kata siwon bijaksana.

Yoona pov.

Aku tertarik tertarik jauh, tertarik keluar menuju jurang mimpiku, tertari keluar mendekati bibir pintu kesadaranku. Tuhan haruskah aku kembali kesadaran yang membuatku menderita itu..

“ dia sangat syok mendengar berita tentang jessica, ditambah penyakitnya kambuh, kita hanya bisa berdoa kepada tuhan” kata seseorang ditengah aku mengumpulkan kesadaran dan kekuatanku untuk menjamah dunia nyata ini.

Aku sudah terjaga, tai mungkin orang2 disekitarku tak memperhatikanku.. tuhan aku kenal suara itu itu siwon oppa.

“choi siwon bagaimanapuun terimakasih untuk ini” ucap seseorang.

Ah.. dia yuri unnie.

“dia seperti ini karenaku, “

Apa maksudnya merawatku?

Sekuat tenaga ku gerakan otot otot mataku, walaupun ku tahu itu tak bisa mengumpulkan cahaya sedikitun tetapi setidaknya mereka tahu aku sudah terbangun.

“yoong..” sekitar 3 suara menyambutku gembira.

Mereka memegang kedua tanganku.

Author pov.

Yoona meraba raba sebelah kirinya,dia menggerakan tangannya sembarangan seolah merasakan sesuatu..

Disitulah siwon berada.. siwon dengan gesit menghindar,tapi jas dokternya berhasil yoona gapai..

Semua terdiam..

“kau? Kau siwon oppa kan?” tanyanya dengan menarik jas itu mendekatinya.

Semua membisu.

“auww..” yoona berusaha duduk dikasur itu. Kyuhyun segera membantunya. Siwon hanya mematung.

Dia mendekatkan siwon kepadanya.

“katakan, kau siwon oppa? Kau choi siwon?” tanyanya penuh emosi.

“mianheyo..” kata siwon berkaca kaca.

“hh.. kau jahat choi siwon.. kau boleh menyakitiku tapi jangan menyakiti orang orang yang kucintai, jessica unnie. Hah.. walaupun aku buta kini aku dapat membaca keadaan yang terjadi berapa waktu yang lalu.. kau jahat choi siwon..” emosi yoona benar benar terkuras, disela sela perkataannya isak tangis terdengar hebat dari mulut manisnya. Dia memukul mukul sembarang ke arah siwon. Tapi malah mengenai pipi siwon.. seolah olah menampar.

Yoona melepaskan tangannya dari siwon dan menatap kosong kedepan..

Bruk.. tiba tiba seseorang membuka pintu dengan brutal..

Semua orang sontak menengok kecuali yoona.

“hoss, hoss,, choi siwon.. jessica ,jessica ssi..” kata dokter yang tak lain dokter kim itu.

Yoona spotan menoleh.

“ada apa dengannya?” katanya.

“dia dia..” kata2 dokter kim terpotong.

“dia kritis?” tebak siwon dokter kim mengangguk.

Sontak mereka berlari kearah ruangan jessica.

Dibelakangnya kyuhyun,yuri, donghae dan yoona dengan kursi rodanya yang didorong oleh donghae.

Siwon masuk kedalam kamar jessica.. dia mendekati jessica mengecek denyut nadi, tensi dan nafas jessica.

Semuanya masuk mereka mendekati ranjang jessica. Siwon yoona berhadaan, disamping yoona ada yuri, disampingnya lagi ada kyuhyun sampingnya lagi donghae tepatnya didepan jessica. Dokterkim disamping siwon.

“unnie..” tangis yoona pecah dan mencari tangan jessica. Dia menemukannya.

Jessica membuka matanya, dengan sisa sisa nafas, waktu dan kekuatannya.

“yoong..” katanya lembut menoleh kekirinya tepatnya kearah yoona.

“unnie.. hiks..” tangis yoona.

Jessica pun menoleh kearah swon.

“oppa, siwon oppa, aku minta tolong padamu, jagalah adik tercantiku im yoon ah, jagalah dia dengan jiwa dan ragamu cintailah dia, jangan biarkan dia terluka lagi, aku mohon. Aku cinta padanya padamu pada kalian” kata jessica bijak menengok kearah siwon.. dengan setetes air mata air mata sisa kekuatannya.

Kaki siwon bergetar hebat, pertahanannya runtuh, rasa bersalah sedih semua menyelimutinya. Dia berlutut kakinya sendiri tak mampu menopang tubuhnya dan seluruh rasa bersalahnya, matanya ya menatap kosong kedepan dengan berkaca kaca.. dan akhirnya menetes.

“jaangan bersedih oppa, jika kau bersedih aku tak yakin kau dapat membuat yoona bahagia”

Jessica meraik tangan siwon yang masih memegang ranjang, siwon pun mengangkat kepalanya dan bangkit, setelah itu jessica meraih tangan yoona.

Jessica dengan hati yang tulus menyatukan dua tangan orang yang saling mencintai itu.

Yoona terkejut dengan apa yang jessica lakukan dia meneteskan air mata.

“ kembalilah seperti sedia kala..” katanya tersenyum.

“dan kau yoona, kembalikanlah hidupmu yang pernah pudar, gunakanlah mataku untuk membantumu, menjalani hidup kembali.. buatlah unnie nyaman disana kelak karena melihatmu bahagia” kata jessica tulus disertai suara tangis menjadi jadi yoona.

“unnie apa yang kau katakan, percayalah kau akan terus bersama kami” isak yoona.

“ceklah darahku apakah cocok untuk menjadi donor sum sum tulang belakang yoona, aku akan bertahan untuk itu.” Kata jessica memejamkan matanya.

Yoona lemas seketika lidahnya kelu. Mereka ber 4 (yoona’s family) keluar ruangan sedangkan para dokter melakukan tugasnya.

Saat diluar tiba tiba dada yoona terasa sesak..

Tbc..

Untuk Chapter 4/End akan di publish besok..^^

Tinggalkan komentar

121 Komentar

  1. Susi

     /  Mei 8, 2015

    Siwon jadi dokter yoona syukur deh setidaknya anggaplah dengan itu dia bisa menebus semuanya…

    Jessica ternyata emang sayang banget sama yoona sampe rela memberikan mata dan sum sum tulang belakangnya, tapi apa dia masih kuat…??

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: