[FF] Destiny (Chapter 2)

DESTINY

PART 2

(FREELANCE)

4 tahun kemudian.

Yoona pov

4 tahun sudah ku melalui kehidupan yang berat,melawan leukimiaku dengan berbagai cara,. Menjalani kemoterapi, menyuntikan berbagai macam zat kimia ketubuh ini dan itu sangat menyakitkan. hingga mengajak leukimia  itu berdamai tapi dia malah menyiksaku dia semakin menggrogoti tubuhku, dia seperti menghabisi semua darahku.

Dia memakan segala yang berharga dariku, itu sangat menyakitkan entah dipandang dari segi kesehatan fisikku dia menyiksaku berlebih dari segi perasaan dia sangat sangat menyiksaku. Walaupun kangker ini mengrogoti tubuhku tapi aku enggan menyerah butikku kini semakin maju berkat bantuan dari unnie dan kedua oppaku itu. Oia donghae oppa juga memutuskan untuk menetap diseuol

Dan tentunya hal itu semakin berat karena ketidak adaan seseorang, choi siwon. Oppa dan unnieku sudah mengetahuinya, tetapi aku memohon pada mereka untuk tidak memberitahu appa, karena aku yakin suatu saat dia akan kembali, kembali masuk kedalam hidupku dan membuat hidupku bahagia..

Semua indah pada waktunya..

Tok.. tok.. tok..

Tiba tiba seseorang mengetuk pintu ruang kerjaku. Ternyata dia karyawanku..

“aggashi,ada client yang ingin bertemu dengan anda”

“silahkan”

Sepasang pasangan masuk dia adalah clienku. Park jung so dan kim taeyeon, kim taeyeon adalah sunbaenimku di sma.

“ anyanyeong, yoona” sapa taeyeon onnie

“ anyanyeong, unnie, ah oppa” sapa ku balik

Mereka tersenyum.

“umm.. calon pengantin baru ni.. khm..” ledekku.

“yak. Kau im yoona” taeng onnie dengan wajah memerahnya.

“ ngomong2 kau belum punya calon yoong?” ucap park jung so atau lee teuk oppa yang berhasil membuatku tersentak kaget.

“setauku kau dulu berpacaran dg choi siwon?” tanya taeng unnie, aku memang belum memberitahu siapapun kecuali unnie dan oppa2ku.

“hmm.. oppseo unnie oppa.. semua akan indah pada waktunya” kataku dengan memaksakan senyum.

“that’s right” kata mereka berdua bersama.

Skip>>>>>

Huh lelahnya ku hembuskan badanku kekasur, huft.. kepalaku serasa berdenyut denyut tiba2..

Kring,.. iphoneku berbunyi.

“jessica unnie?” kagetku dia adalah sunbaenim dan temanku saat aku smp, segera kuangkat telfon itu.

“yeoboseyo, yoona?” suara dari seberang sana.

“yeoboseyo, unnie,” ucapku dengan riang.

“bagai mana kabarmu?”

“baik unnie, unnie bagaimana, apakah unnie baikan?” tanyaku jess unnie sudah menderita saat kami masih aku kelas 2 sma, lalu dia pergi keparis untuk pengobatan dan menetap disana. Dia belum tau keadaanku.

“entahlah yoong, tetapi aku hebat bukan masih bertahan sampai sekarang” nadanya menyombongkan diri.

Kau memang hebat unnie, melawan kangker bukanlah halnya mudah tetapi kau sudah melawan kangker tu selama 8 th.

“syukurlah unnie” ucapku menahan air mata.

“kau tahu aku besok pulang keseuol, kita ketemuan di kafe story pukul 7 malam arraseo?”

“wah.. unnie arra.. arra, aku pasti datang” ucapku semangat.

“aku ingin memperkenalkan namja chinguku padamu yoong” ucapnya malu malu.

“jinjja, aku pasti datang unnie”

“sudah dulu ya, muah..”

“sip unnie..” tutupku.

Setelah menerima telfon itu kepalaku berdenyut hebat, hidungku mengeluarkan darah sontak aku langsung berlari menuju wstafel kamar mandi dikamarku. Darah mengucur hebat dari gusi dan hidungku. Aku sudah terbiasa mengalami itu. Aku sudah berusaha banyak aku menjalani kemoterapi dan menjalani penyuntikan2 zat kimia. Dan kini aku masih menjalaninya, aku lelah dan hanya berdoa semoga tuhan melindungiku. Tuhan tenyata masih memberikan nikmat berlebih, dia masih merawat rambutku.

Kuambil obat peringan rasa sakit, entah berapa banyak ku tenggak obat itu yang terpenting sakitnya berkurang. Setelah sakit ini berkurang aku tertidur diranjangku dengan pakaian yang sama.

Cahaya matahari pagi menerangi kamarku lewat jendela disebelah timur.. aku terbangun, dari tidurku.. kulihat unnieku sedang duduk disampingku sambil membaca novel..

“selamat pagi yoona..” sapanya.

“pagi unnie, unnie, apa yang kau lakukan?” tanyaku.

“hari ini kau libur bukan? aku, hae oppa dan kyuhyun oppa ingin mengajakmu pergi ke pantai kau setuju?” tanyanya.

Wisata? Pantai? Ide bagus.

“setuju unnie, aku siap siap sekarang, unnie pergilah dari kamarku..” usirku.

Satu jam kemudia kami telas siap dan akan segera merangkat.

Aku menggunakan mini drss dress biru tipis tanpa lengan, rambut diikat,topi pantai putih dan kaca mata hitam. Sedangkan yuri unnie menggunakan hot pants dan kaos pink tak ketinggalan kacamata hitam dan topinya.

Jika oppa oppaku masing2 menggunakan celana pendek berwarna biru dan kaos.

Perjalanan kami tempuh dengan sangat menyenangkan, pasalnya setiap hari kami jarang berkumpul seperti ini.

Setelah bersenang senang dipantai kami memutuskan untuk makan siang disebuah restoran.

“kau pesan apa yoong?” tanya yuri unnie.

“ sama denganmu eon..” jawabku yang masih tefokus dengan game baru milik perusahaan kyuhyun.

“yak, oppa, yoona stop bermain game itu kita makan sekarang” teriak yuri unnie.

“huh.. unnie, arraseo..” kami pun terpaksa meninggalkan permainan game kami.

“aduh aku ingin ketoilet.” Kataku aku memang ingin BAK.

“arraseo, cepat pergi sebelum kau kencing disini..” ledek hae oppa.

“ah, jinjja oppa, yak” akhirnya aku berlari menuju toilet.

Saat keluar dari toilet aku melihat lihat suasana luar resto dari dinding kaca resto sambil berjalan…

Tiba tiba mataku menemukan sesuatu yang tak asing, lelaki yang sangat berharga bersama dengan seorang yeoja yang sepertinya tidak asing.. yang aku tunggu2.. ya siwon oppa..

Sontak aku lalu keluar, suasana diluar lumayan sesak itu menciutkan jalanku untuk mengejarnya , walaupun aku sudah mengejar dengan susah payah tetap saja tak kudapantkan..

Aku kembali dengan gontai menuju meja unnie dan oppaku.

“gwechana?” tanya kyu pa.

“gwechana oppa” kataku menenangkan, tidak mungkin tadi tidak mungkin siwon oppa. Aku pun meyakinkan diriku bahwa aku hanya salah liat.

Skip>>>>>

Setelah pulang dari pantai aku beristirahat dan sekarang bersiap siap untuk bertemu dengan teman lamaku.

Aku menggunakan dress biru selutut tanpa lengan dan membiarkan rambutku terurai indah, like this…

 

(kira2 kaya gitu, Cuma diceritanya malam)

Aku sampai dikafe lebih dulu dari jessica unnie, segera kulepaskan mantelku dan mengikuti pelayan menuju kursi yang telah dipesan jess unnie

Tak lama kemudian seorang yang aku tunggu datang.

“yoona..”

“jess unnie” kami berpelukan karena sangat rindu satu sama lain.

“yah.. unnie, kau tampak sangat cantik..” pujiku.

“yoong, apa lagi dirimu sangatlah cantik…” pujinys balik.

Kami berdua pun duduk.

“kau pucat sekali yoong..” katanya melihat perubahan diriku diifoto yang ku kirim 4 th yang lalu.

“mm.. unnie, aku terkena leukimia, stadium 2” kataku menunduk.

“hah? Apa yang kau katakan yoona.. jangan bercanda” katanya dengan nada sedikit sesak.

Aku menggeleng.

“tidak aku tidak bercanda unnie..”  kataku dia meneteskan air mata, mataku pun berkaca kaca.

“umm.. dimana namjachingu mu unnie?” tanyaku.

“umm.. dia sedang memesan makanan, umm.. changi..” panggilnya pada seseorang namja jangkung bermantel hitam.

Dia yang mendengar pun berbalik, aku terus memerhatikannya, sepertinya aku.. aku mengenalnya..

Omo!! Benarkah??? Siwon oppa.. aku sangat terkejut, dadaku berubah menjadi sesak sangat sesak, aku langsung memalingkan wajahku darinya, benarkah tuhan??.. dadaku sesak bibirku terkunci, serasa darah ku berhenti kini, serasa tak ada lagi harapan.. terasa sudah berakhir semua kehidupan didunia ini untukku.

Dia melangkah terus mendekat padaku, tuhan tolong cabut nyawaku sekarang.. tolong, dadaku sesak..

“changi perkenalkan ini temanku, dia bernama yoona, im yoon ah” kata jessica unnie memperkenalkanku, aku masih belum bergeming, sepertinya dia belum melihat wajahku, karena aku menunduk. Dan dia berada dibelakangku.

“anyanyeong, choi siwon imnida.” Katanya memperkenalkan diri, sembarimengajaku berjabat tangan. Sembari merubah posisinya menjadi didepanku.

Aku mengangkat kepalaku, sungguh tak sanggup, tuhan aku tak kuat..

Aku mengangkat kepalaku, melihat wajah tampannya yang sangat aku rindukan, tapi ini berbeda dia namjachingu dari sahabatku, bahkan mereka telah bertunangan..

“anyanyeong, im yoon ah imnida” kataku sambil menjabat tangannya. Dia terlihat terkejut sangat terkejut, segera aku melepaskan tanganku dan mengalihkan pandangan darinya mataku berkaca kaca.

“apa kalian sudah kenal sebelumnya?” tanya jess unnie, siwon oppa masih mematung ditempatnya.

“ani, unnie.. aku izin ketoilet ya eun..”izinku..

Siwon pov

“changi..” tunanganku memaggilku.

Dia jessica, wanita yang dijodohkan denganku, kini kami kembali kekorea karena dia berkata rindu korea, selain itu karena aku harus mengurus rumah sakit peninggalan appaku, appaku meninggal 5 bulan yang lalu, aku mempunyai . semua mengingatkanku pada yoona.

Aku pun melangkah mendekat pdanya. Hari ini dia mengajaku bertemu dg teman lamanya.

“changi perkenalkan ini temanku, dia bernama yoona, im yoon ah” katanya.

Deg im yoon ah? Mungkinkah? Dadaku terasa sesak, kekiku bergetar hebat.

Aku pun segera melangkah untuk berada didepan wanita ini. Dia menundukan wajahnya.

“anyanyeong, choi siwon imnida.” Kataku memperkenalkan diri,.

Dia mengangkat kepalanya.. dug, benar dia adalah yoona, wanita yang sangat aku cintai, apa yang harus aku lakukan?.

“anyanyeong, im yoon ah imnida” katanya sambil menjabat tanganku.

Jantungku berdebar hebat saat aku menjabat tangannya ingin sekali aku memeluknya tapi itu tak mungkin. Aku harus menjaga perasaan sica.

Dia segera melepas tanganku, kulihat matanya berkaca kaca, sungguh setuja tara salahku padanya, yoona sarangheyo.

“apa kalian sudah kenal sebelumnya?” tanya jessica, aku masih mematung ditempatku ditempatnya.

“ani, unnie.. aku izin ketoilet ya eun..”izinnya.

‘yoona’ rintihku dalam hati.

“duduklah oppa..” suruh jessica.

“ne” jawabku parau.

Yoona pov.

Aku berlari menuju toilet. Darah dari hidungku sudah mengalir dengan kencangnya. Aku berhenti diwastafel kamar mandi itu, aku langsung membasuh darah dihidungku, dengan tak henti hetinya menitikan air mata.

‘ya, kau choi siwon, kau berjanji kau akan selalu mencintaiku,  dan kembali padaku setelah kau dari paris, tapi apa janjimu hanya sebuah janji palsu aku membencimuu choi siwon’ erangku dalam hati.

Kepalaku sakit sangat sakit, tak tahan aku menenggak sebagian obat penahan rasa sakitku, tapi entah kali ini rasanya sangat sakit. Aku tergeletak di depan wastafel toilet itu.  Serasa duniaku terbang, hancur, lebur tak terkendali. Semua yang ada dihadapanku kini hanya bayang bayang. Tak ada orang ditoilet. Kucoba bangkit, akhirnya aku bisa, pusingku mereda, aku mengelap semua darah dan apapun itu dan menyiapkan diri bertemu dengan siwon oppa.

Fighting yoona..

Siwon pov.

Aku duduk disebelah jessica (meja bundar buat ber3) , kami menunggu makanan datang, terjadi hening diantara kami, jessica cantik dan baik tapi aku tak dapat membalas cintanya, mianhae jung jessica ssi.

Aku termenung, memikirkan yoona, apa yanng harus aku lakukan, andai aku dapat mengulang waktu dan berpikir rasional pasti ini semua tidak akan terjadi..

“kau tau oppa, dia berkata padaku bahwa dia sakit,.. leukimia” seketika lamunanku buyar karena perkataan jessica.

Aku terbelalak kaget, leukimia? , aku tak tau harus berkata apa kini..

“leukimia stadium 2” katanya dengan menghembuskan nafas berat.

“dia sama sepertiku, mungkin waktunya takkan banyak, tapi mungkin lebih banyak waktunya dariku” dia menghembuskan nafas berat.

“ jangan berkata seperti itu, tuhan itu baik” kataku parau.

Rasa bersalah didada ini semakin meluap luap, kurasakan mataku berkaca kaca..

Dan tes.. air mataku menetes, segera kuhapus syukurlah sica tak melihat.

‘yoong, saranghae’ batinku sambil memegang dada ini.

Yoona pov.

Kuhampiri meja mereka, hidangan sudah tertata di meja.

“unnie,choi siwon ssi maaf telah membuat kalian menunggu” kataku lalu duduk.

“gwechana, yoong, ayo kita makan” tawar jess unnie.

Siwon pov.

“unnie, choi siwon ssi maaf telah membuat kalian menunggu” katanya lalu duduk.

‘choi siwon ssi?’ batinku.

Aku sangat sakit aku merindukannya memanggilku dengan oppa.

Yoona pov.

Kami pun makan, aku sama sekali taka berselera, sifatku berubah menjadi dingin menyikapi situasi seperti ini, sungguh diluar kendali.

“yoong,aku ingin bertanya, sesuatu” kata jess unnie.

“wae?” tanyaku balik, berusaha tak menganggap kehadiran siwon oppa.

“ sejak kapan kau mempunyai leukimia?” tanyanya.

“4 tahun yang lalu, sejak aku kehilangan calon tunanganku” kataku menekan kalimat calon tunanganku.

Sontak siwon oppa, tersedak.. jessica unnie pun mengambilkan minum untuknya. Aku tak memperdulikan itu, aku hanya terfokus menahan air mataku. Aku akan melupakannnya, aku akan membencinya dan tak menganggapnya. Sungguh keputusan diluar kendaliku..

“gwechana, oppa?” tanya jess unnie pada siwon oppa.

“gwechana jess..” katanya meyakinkan.

“ mengapa kau bisa tersedak seperti itu, apa karena kau sangat terkejut atau apa?” tanyaku menatapnya tajam.

Semua kini terdiam, jess unnie terheran heran dg kami.

“ani, aku kurang hati hati” elaknya.

Aku hanya tersenyum kecut.

Kring.. tiba tiba hpku berbunyi dari kyu oppa, aku ingin segera pergi dari sini, aha dapat ide..

“yoong, kau kemanakan katu berobatmu?” tanyanya dari seberang sana.

“ hello, mr. Lucky, oh my god iam forget, hah?, oh yes, yes, iam going now, iam so sorry.” Lalu aku menutupnya.

“yak im yoon ah..” teriak oppaku terputus.

“o.. umm.. unnie, siwon-ssi aku pamit dulu ya, maaf aku lupa dengan clientku, mianhae, anyeong” aku lalu pergi dan menuju mobil ferari silver ku.

Kumemandang kosong kedepan, tak terasa air mataku menetes begitu saja, kupukul stir didepanku..

“huh.. mengapa begini… mengapa harus terjadi, hah, kau choi siwon, kau mengingkari janjimu, dan kau tau siapa dia jessica dia itu sahabatku.. hiks” jeritku tersedu sedu.

“KAU JAHAT CHOI SIWON!!!” jeritku.

Aku mengemudikan mobilku sudah diluar kendali, diriku pun diluar kendali.. aku menghabiskan 2 botol beer yang tersimpan dibawah jok mobilku..

Mobilku terolang oleng karena, kurasakan kini kepalaku berdenyut hebat..

Dan.. brukk.. tubuhku terbanting, kesana kemari, menggelundung turun, dangan segenap kekuatan dan kesadaran aku mencoba keluar dari mobil naas ini. Dan aku berhasil keluar,.. kini sepertinya aku sungguh taak kuat kurasakan perih diwajahku, dan.. DUARR.. kudengar ledakan hebat dan sedikit cahaya merah meriap riap.. tuhan ini semua kehendakmu, aku hanya berdoa yang terbaik.

Siwon pov.

Aku masih terkejut dengan kejadian tadi malam, apa yang harus aku katakan pada yoona?, aku sangat mencintainya.. ya tuhan yoona, saranghae..

Aku masih termenung dalam pikiranku tiba tiba seseorang menelfonku.

“yeoboseyo, oppa?” suara jessica diseberang sana.

“yeoboseyo,jess. Wae?” tanyaku.

“yoona.. yoona, kecelakaan oppa” katanya tiba tiba dengan tersedu sedu.

“jessica, kumohon jangan bercanda” kataku sambil mengambil mantel dan kunci mobil.

“oppa, aku tak bercanda, tolong kau kesini, seuol international hospital.” Katanya tersedu sedu.

Ku matikan telfonku, aku lalu tancap gas ke rumah sakit dengan kecepatan diatas rata rata. Aku merasa sangat khawatir. Dia menderita leukimia lalu tadi malam kecelakaan. Aku sangat kawatir. Aku sangat mengerti ini, berapa ini dapat menjadi sangat fatal baginya,, dan nyawanya. dadaku sesak hatiku tercabik cabik.. yoona jangan tinggalkan aku aku mencintaimu, saranghae..

Saat dirumah sakit aku lalu lari menuju ruang ICU. Didepan kamar ICU kulihat jessica, seorang yeoja, dan 2 orang namja sedang menunggu penuh kecemasan dan mereka menangis..

Saat aku sampai dihadapan mereka, yeoja itu menolehku sepertinyaa sedang mengingat ingat dengan mata sembapnya.. omo!!! Dia kakak yoona, dan itu oppa oppa yoona, unnienya dan salah satu diantara oppa yoona yang ada disitu pernah dikenalkannya padaku, tapi untuk hyung yang satu ini aku tak kenal.

Aku kikuk disitu..

“oppa, duduklah..” kata jessica lalu aku duduk disamping jessica.

“maaf jessica ssi dia itu siapa mu?” tanya yuri nonna pada sica, aku sudah mengingat namanya.

“oh, dia kekasihku unnie”

Mata yuri nonna langsung melotot.

“bukan kah kau choi siwon??, kekasih yoona yang meninggalkanya begitu saja tanpa kabar dan berjanji kembali??!!” kata nonna itu dengan nada tinggi dan lalu berdiri. Itu menarik perhatian oppa-oppa yoona.

“apa, maksud unnie?” tanya jessica.

Aku hanya menunduk.

“kau?? Kau benarkan choi siwon?” katanya menaikan nada menunjukku dan  mengacuhkan jessica.

“yuri, ada apa?” tanya kyuhyun hyung (hyung?? wkwkw..)

“oppa.. apa kau mengingat lelaki ini?” tanya yuri nona menunjukku.

Kyuhyun hyung memandang wajahku sembari menekuk kakinya.

“yak!! Kau choi siwon..” pekiknya.

Author pov.

“dan kau tau oppa dia kekasih dari jessica ssi” kata yuri  sengit. “aku tak mengira, choi siwon, kau tak tau betapa sakitnya yoona?, kau memang kembali, tapi dengan kekasih baru??, sahabat dimasalalu yoona?” kata yuri dengan nada dipenuhi amarah.

Tiba tiba kyuhyun memegang rah baju siwon emosinya tak terkendali..

Dan bukk.. dia meninju siwon sampai siwon tergeletak dilantai, jessica menolongnya dan membantu siwon duduk kembali..

“stop kyu, stop apa yang kau lakukan..” cegah donghae.

“hyung.. aku takan membiarkan seseorang yang telah membuat adiku menderita itu, hidup hyung” katanya sambil menarik diri dari tahanan donghae.

“stop, kyuhyun stop.. kau hanya memperburuk suasana kau mengerti?” donghae melepaskan tangannya, setelah emosi kyuhyun mereda.

“stooopp.. sebenarnya apa yang terjadi, apa yang terjadi oppa?” jessica berdiri dan tangisnya pecah.

“kau ingin tau apa yang terjaadi jessica ssi?. Dia, choi siwon adalah lelaki berengsek (maap) yang telah meninggalkan dan membuat yoona menderita dalam hidupnya.. berhati hati lah dengannya”kata yuri.

“benarkah oppa?” tanya jessica.

Siwon tak kunjung memberi jawaban tetapi..

“ne..” dengan nada sejuta penyesalan.

“kau jahat oppa, hiks..” kata jessica sambil berlari keluar.

“jessica.. tunggu.. mianhae jessicaaaaa” teriak siwon lalu mengejar jessica.

Jessica pun pulang naik taxi dengan berderai air mata

In the taxi..

“hiks.. aku memang sahabat yang jahat bisa bisanya aku menghancurkan kehidupan yoona.. kau bodoh  jessica kenapa kau bisa tidak tahu tentang hal ini” erang jessica didalam taxi.

Jessica sampai dirumahnya yang megah itu dengan mata sembap. Dia masuk kamarya dengan langkah gontai.. tiba tiba dia meresakan dunia seperti berputar terbalik balik.. dan brukk semuanya gelap bagi jessica.

“ya tuhan, nona..” kata kim ahjuma kaget. Lalu dia membawa jessica kerumah sakit dan tidak lupa mengabari siwon.

Siwon pun membawa jessica menuju rumah sakit yang sama dengan yoona. Bukan kerumah sakitnya karena rumah sakit dimana yoona dirawat lebih dekat. Jessica ditindak lanjuti diruang gawat darurat icu.

Saat dokter keluar..

“dok bagaimana keadaanya?” tanya siwon pada dokter.

“dia, koma, kami tdak dapat memastikan berapa lama dia akan begini..  kita hanya bisa berdoa” kata dokter itu sambil menghembuskan nafas. Lalu berlalu.

Siwon pun memasuki ruangan jessica. Dan duduk dikursi sebelah ranjang jessica.

“mianhae, jessica, aku melukaimu.. maafkan aku..” kata siwon mengeluarkan air mata.

Ibu sica 3 bulan yang lalu meninggal karena sakit tbc. Dan kini jessica sebatang kara.

Kreek..

Seseorang membuka pintu..

Siwon menoleh dan ternyata yuri..

“nonna..” kaget siwon.

Yuri hanya melirik siwon sekejap. Lalu melangkah mendekati jessica.

“jessica ssi.. gwechana?, bertahanlah, kau masih muda, kau harus bergembira lebih lama lagi…” katanya seraya mengelus punggung tangan jessica.

“sebenarnya dia sakit apa?”

“kangker otak nonna”

“hhh… siwon ssi ikut aku keluar, ada yang perlu aku bicarakan.”

“nee..” merekapun keluar menuju salah satu kafe dirumah sakit.

Itu pukul 07.00 malam..

“khmm.. mianata siwon ssi, telah membentakmu tadi pagi,” kata yuri.

“gwechana nonna, sebenarnya ada apa nonna mengajakku kesini?” tanyanya.

“kau tahu aku sangat marah padamu??.. kamu tau ini bukan tanpa alasan kan?, tapi supaya tidak terjadi kesalah pahaman, sebenarya mengapa dulu kau tinggalkan yoona??. Aku yakin Bukan karena ekonomi pastinya choi siwon ssi” tanya yuri to the point..

Siwon menghela nafas dan bersiap siap menjawab.

“dia, jessica sahabat kecilku, aku berhutang banyak padanya, bukan ekonomi tapi nyawa, salah satu ginjalnya berada ditubuhku kini. Itu terjadi saat kami smp”

“lalu kau piir dengan berpacaran atau menikah dengannya dapat membalas budi choi siwon ssi??, itu tindakan irasional kau tahu?” yuri mulai menekan kata demi kata yang dia ucapkan.

“mianhae, dia mencintaiku.. aku harus berbuat apa?. Aku menyayanginya, walau itu lebih dari sahabat, tapi aku ta ingin dia menderita,aku berusaha menyembuhkannya, tapi aku tak mampu, hanya ini yang aku bisa lakukan hingga… hh.. mungkin disisa sisa hidupnya.” Siwon mulai beraca kaca.

“lalu, kau membuat yoona menderita diakhir hidupnya?” yuri sudah mulai termakan emosi. Dia memajukan badan.

“saat itu aku sungguh tidak tahu… itu semua kesalahanku.. mianata…”

“mianata, mianhae… hanya kata itu yang dapat kau ucapkan choi siwon?”

“huh… aku mengajakmu kemari untuk meminta pertanggung jawabanmu.. kau harus membalas apa yang kau lakukan pada yoona.. cintailah dia, bahagiakan dia..”kata yuri akhirnya.

Siwon terbelalak.

“maaf, nonna memberikan kesempatan kedua untukku?” tanya siwon.

“nee.. hajiman.. yoona kemungkinan besar, akan mengalami kebutaan karena kecelakaan itu.. “yuri berkaca kaca.

“ottokhe?” siwon bersandar pada bangkunya dan memegang kepalanya frustasi.

“ini semua salahku..” tak sadar air mata siwon mengalir.

’yoong, saranghae, aku akan ada untukmu. Hari ini, esok dan selamanya’ batin siwon.

“jangan menangis choi siwon.. ku pikir yoona akan sulit menerimamu.. jika kau mencintainya berusahalah, jika tidak, mohon tinggalkan dia..” lalu yuri berlalu.

3 hari kemudian

Yoonapov.

Au.. kepalaku sangat sakit, kubuka mataku tapi mengapa semuanya gelap, tak ada satu pun cahaya masuk.

“yoong kau sudah sadar” kata seorang yeoja, aku sangat mengenal suaranya.

Kucoba bangkit namun ditahan olehnya.

“jangan bangun dulu yoong… kyu oppa.. yoona sudah sadar..” teriaknya memanggil seseorang. Ah ne.. kyuhyun oppa.

“unnie?” panggilku sambil meraba raba.

“ne yoong?” katanya seperti menahan tangis.

“yoong kau sudah sadar.. oh.. oppa senang sekali..” seseorang datang lalu mengelus kepalaku.

“oppa?” panggilku.

“ne, yoong..”

“mengapa semuanya gelap.. nyalakan lampunya oppa, unnie..”tanyaku.

Semuanya diam.

“mengapa diam? Katakan oppa, unnie..”kataku mulai merengek.

“ini sangat terang sayang..”kata unnieku akhirnya.

Apa maksudnya? Apa maksudnya? Ini terang? Bukankah ini gelap? Jangan jangan?

“oppa.. unnie.. cepat katakan ini kenapa?” kataku mulai resah ingin menagis.

Hening semua terdiam..

Tbc..

 

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

121 Komentar

  1. Susi

     /  Mei 8, 2015

    Siwon kembali dan sekarang dengan tunangannya yang ta lain adalah sahabat yoona,, Sekarang apalagi, yang akan menimpa yoona bahkan sekarang dia mengalami kebutaan..😭

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: