[FF] Destiny (Chapter 1)

DESTINY

PART 1

MAIN CAST : IM YOON AH

                        CHOI SIWONj

SUPPORT CAST:  JUNG JESSICA

                               LEE DONGHAE

                               KWON YURI AS IM YURI

                               CHO KYUHYUN AS IM KYUHYUN

AND OTHER.

AUTHOR: SEKAR.

GENRE: ROMANCE, FAMILY.

Assalamualaikum semua…

Perkenalkan nama saya sekar, ini ff pertama saya, eh bukan yang pertama denk, atau lebih tepatnya ff pertama saya yang bisa saya selesaikan sampai tamat, huh.. ff ini sedikit banyak agak gaje, apalagi kalau nyangkut keluarga kaluarganya yoonwon di ff ini.. mian, mian semua, saya memang ngenes.. haha.. langsung aja deh.. dont forget rcl..

Dont copy dont bash,..

>>>>>>>>>>>>DESTINY>>>>>>>>>>>>

CAKRAWALA KEHIDUPAN SUDAH MENGGARISKAN SEMUANYA..

SEJAUH APAPUN MENGHILANG..

SELAMA APAPUN HARUS MENUNGGU..

AKAN SELALU KEMBALI PADA CAKRAWALA.

GARIS YANG SUDAH DIBUAT TUHAN..

MEMPERSATUKAN..

ATAU MEMISAHKAN..

ITULAH TAKDIR.. ITULAH  JODOH..

Author pov.

“ YA!!!! IM YOONA??!! kau apakan wajahku???” teriak yuri dari lantai 2.

Karena mendengar adiknya teriak kyuhyun masuk kamar adiknya yang bernama im yuri itu

“WUAHAHAHA… kau tau im yuri wajahmu seperti badut..” tawa kyuhyun dengan evilnya, dia sampai terlihat memegang perut kesakitan karena tertawa terus.

“ya kau oppa, malah menertawaiku, dimana im yoon ah? Aku ingin menghajarnya” tantang yuri celingukan mencari adiknya.

“itu salahmu bodoh kau tau sekarang pukul berapa??? Sekarang itu pukul 10.30, dan kau dan aku seharusnya menjemput donghae hyung bersama yoona , eh kau malah tak bangun bangun, jadi yoona mendandanimmu seperti itu, “ucap kyuhyun menahantawanya.

Dari mana yuri tau kalo yang mendandaninya itu yoona?? Itu sudah kebiasaan mereka berdua tapi kali ini bisa dibilang luar binasa.. (wkwkwk…)

“omo??!! Aku lupa oppa, mengapa kalian tidak membangunkanku?” tanya yuri setelah mengingat.

“kami sudah berusaha membangunkanmu memang seharusnya pake toa” kyupa lalu berlalu.

Hari ini hari libur dan seharusnya mereka bertiga menjemput donghae, donghae ada acara di seuol selama 2 bulan. Donghae adalah sepupu dari mereka bertiga anaknya kakaknya appa mereka yang tinggal di swiss, dia adalah seorang pengusaha muda., yoona adalah salah satu desainer muda berbakat diseoul, dia memiliki butik yang cukup berkelas diseuol. sedangkan yuri dia bekerja diperusahaan appanya yang bercabang dikorea, sedangkan kyuhyun, dia mendirikan sebuah perusahaan game, sesuai dengan hobinya. Sedangkan appa mereka sudah meninggal 4 tahun lalu. Appa dan  eomma mereka bercerai saat yoona masih di smp.

“oppa, unnie kamu pulang” teriak yoona ceria dari bibir pintu rumah mereka.

“ wahh… hyung….” kyuhyun langsung berlari menuju hyungnya dan memeluknya.

“bagaimana keadaam mu kyunie?” tanya donghae.

“baik dan sehat..” jawabnya antusias.

“IM YOON AH” sebuah teriakan menakutkan bersumber dari bibir yuri.

“wah gawat..” yoona yang langsung paham langsung lari menghindar dari kakaknya.

Yuri berniat mengejar yoona. Tetapi yoona terselamatkan karena berlindung pada oppanya, hae oppa.

“anyanyeong, im yuri” sapa hae..

“anyanyeong oppa” yuri seraya tersenyum dan menghapus niat membunuh yoona.

Mereka pun duduk dan berbincang bincang.

“ kalian sudah punya namja atau yeoja chingu?” tanya hae tiba tiba.

“ kyuhyun oppa dengan seohyun, yuri unnie dengan minho oppa dan aku…” yoona tidak melanjutkan.

“deengan choi siwon” teriak kyuhyun tiba tiba.

“ ya oppa, …” yoona mencubit paha kyu.

“mereka baru jadian kemarin..” jawab yuri menggerling, yoona hanya menatap bergidik takut.

“kau bagaimana hyung” tanya si kyuhyun dengan memakan pilusnya.

“belum…” jawab donghae lemas.

“jinjja yo oppa?? Aku tak percaya” kaget yuri langsung duduk disebelah donghae.

“oppa, memang tak punya yeoja chingu tapi dia menaksir seseorang” jail yoona sambil menggerling.

“ya, kau im yoona, jangan becorkan!!” donghae sedikit malu.

“jinjja?? Siapa itu yoong?” tanya yuri.

“jessica unnie” ucap yoona sambil berlalu.

“YAK!!! Kau im yoona” kesal donghae karena diledek oleh yuri.

Dikafe….

Yoona pov

Huh.. sudah satu jam aku menunggu namjachinguku dikafe ini, dia menyuruhku datang tepat waktu dia sendiri yang telat, huh kau menyebalkan choi siwon.

Oia, choi siwon dia adaalah namjachinguku sudah 4 tahun kami berpacaran sejak aku lulus sma kami sudah berpacaran,. Dia adalah sunbanimku pindahan dari new york. Tetapi unnie dan oppa ku baru mengetahui 1 bulan yang lalu. Dia anak dari pengusaha sukses yang memiliki ‘hyundai medica’ merupakan salahsatu rumah sakit  terbesar dikorea. selisih umurku dengannya adalah 3 th, dia cenderung bersikap dingin pada siapa saja tapi jika ditempat itu hanya aku dan nya, dia bertingkah layaknya anak kecil, aku suka menahan tawa ketika dia sok serius pada para karyawannya.. huh dasar choi siwon.. kami juga jarang bertemu karena kesibukan kami masing masing, susah sekali menemukan waktu yan pas untuk bertemu. meski kerap pertengkaran2 kecil terjadi diantara kami, tapi kami tetap harmonis dan menambah mesra hubungan kami.dia adalah seorang dokter.

“changi…” tiba tiba kumerasakan ada yang mengelus rambutku dari belakang.

“oppa..”aku pun menoleh, omo seperti biasa aku selalu terpesona dengan senyumnya.

“maaf sudah menungguku lama..”ucapnya seraya duduk didepanku.

“tak apa oppa..” ucapku dengan menghapus semua rasa kecewaku.

“kita pesan makan ya..” ucapnya memanggil pelayan.

Disela sela makan kami dia memulai pembicaraan…

“yoong, ada yang harus aku katakan padamu..”katanya.

“katakan lah oppa” jawabku tanpa berpaling dari makanan.

“aku akan tinggal di paris selama 5 tahun” ucapnya.

Gleek.. ckc… aku keselak makananku sendiri..

“changi gwechana?” katanya sambil mengambilkan minum untukku.

“ekh… ekh.. apa yang kau katakan oppa?” tanyaku ulang..

“hhh.. aku akan meninggalkan korea selama 5 tahun”ucapnya lemas.

Tak sedar air mataku menetes kulepas sendok dan pisauku..

“lalu, kau akan meniggalkanku, begitu saja… kau tahu oppa lima tahun bukan waktu yang singkat oppa” kataku menatapnya dengan berkaca kaca.

“yoong, aku mengerti itu, tapi mohon lah mengerti keadaanku”katanya berkaca kaca smbil meraih tanganku.

Aku segera menepisnya..

“ kau, menyuruhku mengerti keaadaanmu lalu kapan kau mengerti keadaanku, choi siwon.. jika kau sudah tak mencintaiku pergilah..” kataku dengan air mata yang deras  mengucur dari mataku  aku pun berlari  meninggalkannya.

Siwon pov.

“aku akan meninggalkan korea selama 5 tahun” kataku dengan sejuta penyesalannya…

Ku lihat dirinya meneteskan air matanya.

“lalu, kau akan meniggalkanku, begitu saja… kau tahu oppa lima tahun bukan waktu yang singkat oppa” katanya menatapku dengan berkaca kaca.

“yoong, aku mengerti itu, tapi mohon lah mengerti keadaanku”kataku berkaca kaca smbil meraih tangannya.

dia segera menepisku..

“ kau, menyuruhku mengerti keaadaanmu lalu kapan kau mengerti keadaanku, choi siwon.. jika kau sudah tak mencintaiku pergilah..” katanya dengan air mata yang deras  mengucur dari matanya  dia pun berlari  meninggalkanku.

“yoona, tolong yoong…”aku berusaha mengejar gadis cantik, yang menggunakan dress pendek berwarna coklat muda dan rambut coklatnya yang terurai indah.

“yoong tunggu aku..” aku mengejarnya tapi percuma dia sudah menaiki mobilnya dan pergi dari tempat ku berada.

“aku tak yakin setelah ini kita akan bertemu yoong.” Desahku menatapnya miris.

Yoona pov.

Aku sangat sangat marah padanya.. dengan begitu mudah mengatakan harus pergi, selama 5 tahun.. jinjja yo choi siwon, kau sangat jahat..

Kupukul pukul stir mobilku karena depresi..

Ciittt..  ku tepikan mobilku secara tiba tiba..

“yak.. choi siwon kau jahat… kau lebih mementingkan pekerjaanmu dari orang yang kau cintai, aku jadi ragu choi siwon, ragu jika kau benar benar mencintaiku” ucapku terisak didalam mobil dengan berteriak.

Tess.. tiba tiba ada yang menetes dari wajahku.. bukan air mata melainkan cairan kental merah.

Hidungku berdarah lagi. Kuambil tisu didekat prosneleng dan mengusap darah itu. Semakin deras dan kepalaku tak terelakan lagi sakitnya, haruskah aku menanggung ini sndirian, choi siwon kau jahat!!!

Aku mengacak ngacak rambutku frustasi, kemarin aku mengecek keadaanku di rumah sakit seuol dikarenakan kepalaku sering sakit dan hidungku. Dan.. dan aku positif mengidap penyakit kangker darah atau leukimia stadium 1. Tuhan cobaan apa lagi ini…

Aku masuk kedalam butikku dengan langkah gontai.

“agassi, kita mendapat pesanan baju pengantin, tadi orang itu bilang supaya agashi yang menangani desainnya.” Ujar salah satu karyawanku.

“ne, memangnya mereka mau tema apa?” tanyaku tetap memijat kepalaku.

“gold.” Katanya.

“arra, akan kutangani besok, kau jaga butik aku ingin pulang” kataku aku pun pulang.

“grhh,,, banyak sekali pesanan nya, aku muak mengerjakan desainnya untuk sekarang” kataku sambil menutup diri dengan selimut.

Siwon pov.

Esoknya.

Kukirim sms kepada yoona.

To: my deer.

Sayang, aku akan terbang 30 menit lagi, mianhae telah menyakitimu, tapi ketahuilah sayang, aku tak akan berhenti mencintaimu, tunggu aku, kau yakin dengan jodohkan jangan khawatir sayang jika memang kita jodoh saranghae.

Yoona maaafkan aku, aku tak apat mengelak perintah appa, maafkan aku yoona, jeongmal mianhae.

Flashback.

“appa, appa tak boleh seenaknya mengatur hidupku, aku sudah dewasa appa,. Biarkanlah aku menentukan jalan hidupku” aku marah sekali ketika mengetahui appa menetap diparis selama 5 tahun.

Dan parahnya lagi aku dijodohkan oleh sahabat kecilku, aku memang mencintainya tapi itu dulu tidak sekarang, sekarang aku sudah mempunyai wanita yang sangat berharga im yoon ah, dan sudah tak mencintai teman kecilku lagi.

“appa tidak mau tahu 3 hari lagi kau harus berangkat ke paris” kata appaku tegas.

“hajiman, appa…” tolakku tapi ddipotong oleh appa.

“jika kau tak nurut appa akan celakakan yoona” ancam appaku.

Appa meninggalkanku sendiri diruang keluarga. Yoona adalah satu2nya alasanku menolak, dan appa malah membuat yoona sebagai senjatanya, aku tak dapat berkutik.

Teman kecilku kini sedang berusaha melawan penyakitnya, dia sakit otak stadium 3. Aku tak tega padanya, minggu lalu dia memintaku datang padanya dia bilang dia mencintaiku, dan appanya adalah salah satu teman appaku. Ya habislah aku.

Siwon pov end.

Yoona pov.

Aku terbangun karena terik matahari memasiku kamarku, mengganggu indahnya mimpiku seolah mereka ingin membuatku terbangun dan menjalani kembali realita hidup yang pahit.

Aku meraba raba kasurku, mencari iphone ku, kulihat ada sms dari seseorang.

From: my prince

Sayang, aku akan terbang 30 menit lagi, mianhae telah menyakitimu, tapi ketahuilah sayang, aku tak akan berhenti mencintaimu, tunggu aku, kau yakin dengan jodohkan jangan khawatir sayang jika memang kita jodoh saranghae.

Tess..

Tiba tiba cairan bening itu mengalir dari pipiku, tegakah dia padaku, benarkah dia mencintaiku?. Kalau memang benar mengapa dia meninggalkanku?? Mengapa?

Kreek.. tiba tiba seseorang membuka pintu kamarku.

“yoong kau kenapa?” tanya unnieku yuri.

Aku tak menjawab unnie ku, dibawah pesan itu terdapat tulisan 20 menit ago. Aku langsung berlari mangambil kunci mobil dan meninggalkan unnie ku sendirian. (mian, yuri unnie)

Dengan cepat aku segera menuju bandara, setidaknya aku masih sempat melihatnya dan mendengar kata cinta darinya.. lalu lintas dijantung kota seuol cukup ramai sehingga membuatku tak leluasa mengendarai mobil.

Grrhh… waktuku semakin sempit, yak!! Tinggal 2 menit, oh tuhan tolong aku, jarak masih harus ku tempuh selama 5 menit…

Huh.. akhirnya aku sampai juga dibandara, kuparkirkan mobilku diparkiran bandara aku langsung berlari menuju dalam bandara, dimana kau choi siwon…

“yoona….” tiba tiba ada seseorang memanggilku.

Ku balikan badanku dengan masih mengatur nafas karena lari lari, ku melihat seseorang yang memanggilku. Seorang namja stylist menggunakan mantel coklat senada dengan mantelku, seorang namja yang sangat kukenal, baik buruknya, yang kucintai selama ini dialah choi siwon.

Aku langsung berlari dia pun begitu kami berdua berpelukan.

Siwon pov.

Keberangkatan pesawatku 5 menit lagi, tapi aku sangat gusar,aku merasa sangat berdosa pada yoona, yoona maafkan aku.

Mataku mengitari seisi bandara entah mencari apa, mencari sesuatu yang berharga mungkin. Tiba tiba mataku terhenti pada yeoja berrambut coklat kemerahan yang terurai indah, memakai mini dress biru yang dipadu mantel coklat sepaha sedang mengatur nafas karena lelah berlari. Dia.. dia im yoon ah.

“yoona..” panggilku.

Dia menengok padaku. Kulihat matanya berkaca kaca.

Dia berlari kearahku dan aku pun begitu.

Kami saling berpelukan..

“oppa jangan pergi.. jebal” katanya sambil terisak dalam pelukanku.

“yoona..” aku sungguh tak kuat, hatiku menjerit, tak kuat, ingin rasanya pergi dengannya sekarang juga, tapi.. appaku pasti tidak akan tinggal diam dia pasti akaan menyakiti yoona.

“jangan pergi tolong.. hiks..” ucapnya semakin terisak.

Tes tes.. ai mataku menetes tak sanggup rasanya menjalani semua ini.

“sarangheyo, yoona…” kataku sambil melepaskan pelukanku dan memegang lengannya dan menatapnya lekat2.

“percayalah yoona, walau raga kita terpisah aku akan tetap mencintaimu, “ kataku menatap nya.

“tapi, tapi kenapa kau melarangku menghubungimu??”

Flashback.

1 hari sebelum aku berkata padanya soal kepergianku.

Istirahat makan siang..

“yoona jangan hubungi aku dengan apapun jika kita terpisah jauh nantinya” kataku saat berada di taman bersamanya.

“kenapa oppa?” tanyanya sembari menatapku.

“ kalau kita jodoh tuhan pasti akan mempertemukan kita” jawabku

End flashback

“jangan beri jawaban soal asumsi jodohmu lagi oppa!!” katanya menaikan nada bicara.

“sarangheyo…”

“pesawat dg no.penerbangan kr034 tujuan paris akan segera diberangkatkan” pengumuman itu terdengar lewat mikrofon.

Aku meninggalkanya tanpa sepatah katapun, dia terpaku dg tak henti hetinya menitikan air mata, ku melepaskan tanganku dari lengannya membawa tasku dan pergi meninggalkannya, ditengah jalan aku berbalik melihatnya, seraya merintih “sarangheyo, jeongmal…”

LOVE JUDGE

Yoona pov

Aku terpaku terpaku dengan semua yang telah terjadi, masa indahku dulu serasa hancur berkeping keping jika bisa aku merangkainya kembali pasti aku lakukan tapi apa dayaku, ini benar benar hancur.. lebur..

Aku masih berdiri rapuh menatap kepergiannya…

“sarangheyo.” kata terakirnya untukku.

Bisakah oppa?

Bisakah aku melalui semua tanpamu..

Tess airmataku menetes, dengan sisa kekuatanku kini aku berlari menuju mobilku, dengan terisak terisak hebat..

Aku memasuki mobilku.. kupukul pukul stir didepanku..

“mengapa semua ini harus padaku, hah? Mengapa.. jawab aku tuhan.. mengapa, sungguh tak adil.. adakah keadian cinta dalam hidupku tuhan” teriaku sambil terisak.

Aku mengendarai mobilku sungguh tidak terkendali.. tak peduli kena tilang atau aku harus mati. Takpeduli semua yang bersngkutan dengan kehidupan. Tidak peduli pada semua yang bersangkutan dengan cinta. Entah harus aku arahkan kemana hidupku kini. Sebuah peta kehidupanku telah hilang begitu saja..

Sebuah kendaraan melaju tepat didepan ku, untuk menghindari sebuah kecelakaan aku membanting stir kearah kiri dan naas kecelakaan besar tak terhindarkan, sebuah truck minyak bumi berbenturan dengan kendaraanku.. aku terlempar bersama mobil ferari merahku..

Au… kepalaku sakit sekali.. uh cahaya diruangan ini sungguh menyilaukan, membuat mataku sakit. Sangat sakit..

“yoona..” sebuah suara lembut perempuan memanggilku, memulihkan keadaanku.

“hh.. “ desahku.

Kubuka mataku perlahan terlihatlah dua oppaku dan unnieku yang sedang berlinang air mata.

“dimana?” tanyaku reflek.

“rumah sakit..” jawab hae oppa.

Dug.. rumah sakit, oh aku melupakan kecelakaan itu..

“kenapa kau tidak mengatakan sebenarnya pada kami yoong..” ucap kyuhyun lembut seraya memegang tanganku lembut, oppaku ini tersenyum sangat manis (not evil!!!) sangat terlihat dia khawatir padaku, walaupun dia oppa yang jail tetapi aku percaya dia sangat sayang padaku dan unnie.

Deg.. apa maksud pertanyaannya, tentang siwon oppa?, atau jangan2 .. kangker.

“e..” ucapku tergagap.

Belum sempat aku menjawab ada seseorang ahjjusi memasuki kamarku dengan ngos ngosan, dia appaku.

“appa” pekikku sangat senang.

“yoona..” dia lalu memeluku.

Appa memeluku dan menanyakan keadaanku, aku sungguh rindu pada appa, aku tinggal dikorea bertujuan melanjutkan keturunan dikorea karena halmoniku adalah orag korea sedangkan ibuku (almh) asal amerika.

“hmm.. yoona, apakah kau sakit? Sakit leukimia?” tanya appaku tiba2.

Ya tuhan aku harus berkata apa, aku tak ingin membuat mereka sedih karena kenyataan ini. Mataku berkaca kaca.

“yoona jujurlah pada kami..” ucap yuri unnie lembut seraya meraih tangan kiriku.

“mian, aku tak jujur pada kalian…” kataku dangan air mata yang menetes.

TBC.

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

139 Komentar

  1. Caroline

     /  April 24, 2014

    kesian yoona ditinggal siwon oppa:( sakit pula:( lanjut deh chapter 2^^
    daebbak eonni!^^

    Balas
  2. nina

     /  Mei 1, 2014

    ahh,,,awalnya lucu, mkin keujung kok sdih crtanya,,,yoona sakit trz dtnggal siwon prgi lgi….hiks

    Balas
  3. rinie l

     /  Mei 18, 2014

    Sedih…hiks hiks….next ya

    Balas
  4. Anah sanggy sonelf

     /  Mei 27, 2014

    Sedihnya jdi yoona hrus d’tinggal wonppa & harus mnghdapi penyakitny lgi
    bagus eon

    Balas
  5. Fitriawandi

     /  Juli 28, 2014

    Kasihan yoona eonni udah sakit parah sekarang ditinggal wonppa pergi

    Balas
  6. Aduh kenapa jadi galau gini kesannya, apalagi lihat hubungan Yoonwon benar2 di bikin nangis………

    Balas
  7. tiffany

     /  Desember 21, 2014

    Sepertinya ceritanya sedih nih…moga happy ending

    Balas
  8. azzryia noer hayyati

     /  Maret 4, 2015

    Sumpah nyesel aq bru baca…..sediiiihhh bgt sih ceritanya….lanjuuut

    Balas
  9. Aigoo…aku jadi nangis kan…kasihan Yoona Eonni…ditinggal WonPa. Appanya WonPa jahat banget sih!

    Balas
  10. belum – belum sudah sedih 😦
    knp wonpa harus ninggalin yoona eonni sii… kasian lo yoona eonni? sudah sakit malah ditinggal.

    Balas
  11. Susi

     /  Mei 8, 2015

    Yoona sakit dan siwon ninggalin dia,
    Apa mereka akan bertemu lagi,,
    Ayah macam apa sebenernya ayah siwon, kenapa dia sampe tega mengancam keselamatan yoona hanya karna pengen ngejodohin siwon, siwon dia ninggalin yoona untuk di jodohin sama teman masa kecil nya yang sakit, coba aja dia tau kalo yoona sebenernya juga sakit dia pasti nyessel banget nantinya,..

    Balas
  12. sdhifakhri

     /  Mei 11, 2015

    Yoona cepat sembuh dan semoga siwon kembali ke seoul.

    Balas
  13. miafardan@gmail.com

     /  Juni 25, 2015

    kasuan bgt eonnie ku

    Balas
  14. selvarospiyanti

     /  Desember 29, 2015

    Sediihhh, yoona hrus dtinggal wonppa dtmbah dia skrng skit leukeumia 😦

    Balas
  1. Destiny | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: