[OS] Wish You’re My Love

Wish You’re my Love

 

Cast :

Yoona

Siwon

Donghae

Snsd member

Leeteuk

Kyuhyun

Boa

Author:

Dinda Febby Pertiwi @dindafebbyy

Genre:

Romance+sad

Rating:

            Cerita ini sebenernya terinspirasi dari sebuah film. Walau pembuatannya udah lama, tapi diundur gara- gara persiapan snmptn dan perpisahan kelas. Semoga kalian suka ya, walau rada maksa. Jangan lupa comment ya. Selamat membaca

 

 “Yoona, cepat bangun!!!” terdengar teriakan umma dari bawah yang membuatku terbangun.

“Iya, sebentar lagi.” Jawab ku sambil menutup tubuhku dengan selimut.

“Cepat bangun, atau umma akan menyiram mu?” teriaknya lagi.

“Baik, aku bangun sekarang.”

 

Ah, menyebalkan sekali umma. Selalu mengancam akan menyiramku.

Oh ya, namaku Park Yoona, umurku sekarang 21 tahun. Aku sekarang sedang menunggu wisudaku ku. Dan yang tadi adalah umma ku, dia Park Taeyeon. Umma ku seorang ibu rumah tangga. Appa ku bernama Park Jungsu, appa ku adalah manager di sebuah hotel. Aku juga mempunyai eonni, dia Park Yuri yang sekrang menjadi Kim Yuri. dia sudah menikah dan tinggal di London bersama suaminya Kim Jongwoon yang biasa di panggil Yesung oppa.

            Setelah siap aku langsung menuju ruang makan. Disana orangtua ku sudah menunggu.

 

“Selamat pagi semua!” sapa ku pada semua sambil duduk di kursi ku.

“Pagi” sapa orang tua ku.

“Lama sekali sih Yoong!” tambah umma.

“Maaf tadi aku mencari buku dulu.”

“Sudah-sudah. Sekarang kita makan saja.”potong Appa

“Hari ini aku akan pergi ke kampus, lalu akan ke rumah Sica. Mungkin akan pulang malam.”

“Baiklah, hati- hati saja.” Kata app

“Kalau begitu aku pergi dulu ya, bye.” Kata ku sambil mencium pipi orangtua ku

“Hati- hati, Yoong.”

“Ne, umma.”

@kampus

“Yoong, hari ini jadi kan kamu ke rumah ku?”

“Ne, yang lain bagaimana?

“Katanya mereka juga bakal datang.”

“Oh ok deh. Kita masuk kelas yu, nanti telat.”

“Ne.”

 

@Jessica Home

“Yoong, kapan kau punya pacar?” teriak Fanny

“Ya… untuk apa kau mengurusi kisah percintaan ku?” kata ku sambil melemparkan bantal ke arahnya

“Kita kan ingin tau cowok seperti apa yang bisa mendapatkan princess kita ini. Bener gak sih, girls?”

“Iya dong, pasti beruntung banget tuh cowok.” Tambah Sooyoung

“Omongannya gak penting. Udah ayo latihan lagi.”

“Iya, cerewet.”

“Tapi eonni, memang cowok idaman eonni gimana sih?” Seohyun yang dari tadi tutup mulut, tiba- tiba menodong ku dengan pertanyaan yang aneh.

“Harus dijawab ya?”

“Iya dong.”

“Emmmm…. Fisik no 2, yang penting dia bisa buat eonni bahagia, seneng, gak bosen kalau ada di deket dia. Sayang sama eonni, bisa nerima eonni apa ada nya. Dan kalau eonni liat matanya, hati eonni langsung bergetar.”

“Ciee…. Katanya mau latihan.” Kata Jessica

“Iya”

 

1 jam kemudian

 

“Girls, kaya aku pulang ya. Biasa umma ku sudah sms in.”

“Ok, hati- hati ya.”

“Bye”

 

@home

“Umma, aku pulang!”

“Yoong sini dulu deh.”

“Ada apa umma?”

“Tadi eonni mu menelphone.”

“Oh ya? Apa kata nya? Aku sangat kangen sekali dengan dengan eonni dan Yesung oppa.” Kata ku senang

“Umma dan eonni mu berencana akan menjodoh kan mu dengan direktur teman eonni mu, dia orang yang baik dan mapan. Kau mau kan?”

 

Mendengar penjelasan umma, aku hanya bisa diam terkejut

“Yoong? Kau mau kan?”

“Apa? Aku tidak mau, umma pikir aku hidup dijaman dulu apa?”

“Pokok nya kamu tidak bisa menolak, lusa dia akan kesini.” Kata umma sambil meninggal kan ku duduk sendiri.

“Umma egois…” teriak ku sambil berlari masuk ke kamar

 

            Kenapa umma dan eonni begitu egois? Mereka sama sekali tidak memikirkan perasaan ku. Seenak nya saja akan menjodoh kan ku dengan orang yang sama sekali aku belum kenal.

 

Tok… tok… tok…

“Yoong, ini appa.”

“Appa?”kata ku langsung membukakan pintu dan langsung memeluknya

“Kau kenapa? Ayo kita bicara di dalam kamar mu saja.”

“Appa, apa benar umma dan eonni akan menjodoh kan ku?”

“Ne, appa baru dengar tadi dari umma.”

“Appa, aku tak mau dijodoh kan.”

“Appa tau itu, tapi mau bagaimana lagi, kau tau sifat umma mu itu kan? Sudah dengar kan saja apa kata umma. Mungkin itu yang terbaik buat mu.”

“Ne, appa.”

“Kalau begitu appa istirahat dulu ya.” Aku menjawab dengan anggukan

 

            Langsung saja aku mengambil handphone ku lalu mengetik pesan dan send all ke sahabat- sahabat ku

 

 

Girls, aku akan dijodohkan dengan umma dan eonniku . Lusa dia datang, bantu aku mengerjainya ya 😀

 

            Tak lama kemudian beberapa sms masuk ke handphone ku. Mereka semua terkejut dan mereka bersedia membantu ku untuk mengerjainya.

 

Lusa……

 

“Yoong, ayo cepat bangun. Lalu cepat mandi dan berdandan yang cantik.” Kata umma sambil berlalu pergi ke dapur

“Hemm…”

            Akhirnya aku turuti apa kata umma, mandi lalu berdandan. Aku memilih memakai rok putih dan keatasa berwarna kuning.

Setelah itu, aku langsung menemui umma di dapur yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.

“Umma.” Panggil ku sambil menyenderkan kepala ku dibahunya

“Ada apa?”

“Aku lapar.”

“Kalau begitu ayo bantu umma.”

“Baiklah.”

            Umma ku sangat hobi memasak, walau pun di rumah ada yang membantu umma selalu memasak sendiri.

“Mana appa, umma?”

“Oh, apa mu sedang ke bandara menjemput calon suami mu.”

“Hah? Calon suami?”

“Jangan bilang kau lupa.”

“Ani, kita kan tidak akan langsung menikah. Pasti harus ada pendekatan dulu umma.”

“Ne, baiklah.”

“Memang appa tidak bekerja?”

“Dia izin hari ini, hari ini kan hari istimewa.”

“Lebay banget sih, umma.”

“Biar lah. Bawa ini ke meja makan.”

“Ok.”

“Anyeonghaseo, Yoong.”

“Anyeonghaseo, appa.”

“Mana umma mu?”

“Di dapur.”

“Baiklah appa ke dapur dulu.”

“Kangen ya?”

“Kau tau saja.”

            Aduh appa dan umma ini walau sudah punya 2 anak yang sudah dewasa seperti pengantin baru saja, selalu mesra. Lebih baik aku merapikan meja makan untuk sarapan.

“Udah selesai. Sekarang tinggal minum.”

            Saat aku akan kembali ke dapur, aku menginjak sesuatu dan aku akan jatuh.

“Umma…”

            Tapi setelah aku berteriak sambil menutup mata, aku merasa ada yang menahan tubuh ku saat akan jatuh. Perlahan aku membuka mataku dan saat itu juga aku melihat mata seorang pria yang tiba- tiba jatung ku berdegup kencang. Cukup lama kami dalam posisi seperti itu sampai…

“Ada apa sih Yoong? Teriak- teriak melulu. Omo..”

            Setelah melihat umma datang, aku dan lelaki itu membenarkan posisi kami.

“Omo, kalian kenapa?”

“Tadi aku akan jatuh, tapi keburu ditangkap oleh dia, jadi sekarang tidak apa- apa.” Jawab ku dingin

“Oh..Apa kah ini Mr. Lee?”

“Ne, panggil saja saya Siwon.”

“Oh baiklah. Mari silahkan duduk, kita sarapan bersama ya.”

“Ne, kamsahamnida.”

            Hah? Laki- laki ini yang akan dijodohkan dengan ku? Memang secra fisik sih ok. tapi aku tidak boleh terpengaruh dengan fisik nya.

            Setelah sarapan umma menyuruh ku mengantarnya ke kamar tamu yang ada di sebelah kamar ku. Setelah mengantar nya aku segera saja keluar. Tapi dia menarik tangan ku, yang jelas saja membuat aku kaget dan berbalik kearahnya.

“Tunggu. Kita belum berkenalan kan. Aku Lee Siwon.” Kata nya sambil mengulurkan tangan nya

“Aku Park Yoona.”

“Yoona… nama yang bagus. Apa kah kamu bisa mengantar kan aku jalan- jalan besok?”

“Bagaimana ya? Aku sibuk.”

“Please.”

“Baiklah, nanti setelah urusanku selesai aku akan mengantarkan mu.”

“Kamsahamnida. Baiklah sana keluar, aku mau istirahat dulu.”

            Hah? Kurang ajar sekali laki- laki ini, tadi minta tolong tapi sekrang kata- kata nya tidak sopan sekali. Fisik ok, tapi kelakuan minus. Lebiih baik aku pergi bertemu teman- temanku.

            Setelah meninggalkan kamar laki- laki aneh itu aku berpamitan kepada umma dan appa di kamarnya.

“Umma appa, aku pergi dulu ya.”

“Mau kemana, Yoong?” tanya appa

“Mau bertemu teman- teman dulu.”

“Jangan lama- lama, nanti Siwon mencari mu.” Kata umma teriak dari dalam kamar mandi

“Ne, aku tau.”

“Hati- hati.”

“Ne, appa.”

@kampus

“Yoong, gimana tampangnya?” tanya Tiffany

“Ganteng sih, tapi kelakuan nya itu nyebelin banget tau.”

“Ya udah sabar, besok kita ke café yu.” Ajak Sooyoung

“Ayo.” Jawab yang lain serempak

“Aduh aku gak bisa deh kaya nya, soalnya aku mau nemenin laki- laki nyebelin itu.”

“Cie, mau nge-date.” Ceplos Sunny

“Enak aja.”

“Gimana kalau besok kamu ke café bareng dia, sakalian ngenalin ke kita juga.” Kata Hyehyon

“Ide bagus, ok deh besok aku bawa dia ke sana. Aku pulang dulu ya.”

“Kok cepet banget sih.” Kata Jessica

“Nanti keburu sore. Udah ah, bye.”

“Bye.” Kata yang lain serempak

@home

“Umma, aku pulang.”

“Yaa… Yoong lama sekali kau ini.”

“Ini cuma sebentar umma.”

“Ayo cepat semperin Siwon di kamarnya, terus mandi sana.”

“Ne.”

Besok…

            Dengan malas aku melangkahkan kaki ku ke kamar laki- laki aneh itu. Dan langsung membuka pintu nya.

“Siwon shi, huaaa……..” saat aku akan memanggil nya, aku syok melihat dia hanya menggunakan handuk. Buru- buru aku tutup pintu kamarnya.

            Aduh, yoona pabo. Sekarang bagaimana aku akan bertemu dia. Lebih baik aku ketuk saja pintunya. Dan sebelum aku mengetuk pintu kamarnya, dia sudah membuka pintu duluan. Langsung saja aku menundukan kepala ku.

“Ada apa?”

“Em, aku hanya ingin tanya kita akan pergi jam berapa?”

“Oh, jam 3 saja.”

“Oh baiklah, kalau begitu aku siap- siap dulu.” Saat aku akan berbalik dia memanggil ku

“Yoona shi.”

“Ne?”

“Lain kali kalau mau masuk ke kamar orang, ketuk pintu dulu.”

“Ah, ne. permisi.”

            Dengan cepat ku langkah kan kaki ku ke dalam kamar. Aduh pabo….. Ah slow aja deh, lagi pula dia gak ngunci pintunya juga kan. Lebih baik mandi lalu siap- siap buat pergi.

            Setelah siap, lalu aku segera lantai bawah. Siapa tau, siwon shi sudah siap,

“Umma, siwon shi mana?”

“Mana umma tau, mungkin dikamarnya.”

            Buru- buru aku pergi ke kamarnya, tapi menegetuk pintu dulu.

Tok.. Tok..

“Siwon shi, kau sudah siap belum?”

“Oh ne, aku sudah siap. Sebentar lagi aku kebawah.”

“Ne.”

            Euh, orang ini membuat aku cape saja. Lebih baik aku kerjai saja dia nanti. Sialan….. dengan sabar aku menunggu Siwon di mobil dan dia tidak muncul juga. Setela 10 menit akhirnya datang juga.

“Mian Yoona, tadi ada urusan sebentar.”

“Ne, mau kemana?”

“Emm, kemana saja. Terserah kamu.”

“Baiklah, akan aku kenal kan kau dengan teman- teman ku.”

“Ok, ayo berangkat.”

            Saat sampai di café, aku dan Siwon segera menghampiri meja dimana teman- teman ku sedang duduk.

“Hai, girls.” Sapa ku pada semua

“Hai Yoong.” Jawab yang lain

“Siapa itu, Yoong?” tanya Sica dengan tatapan jahil

“Oh iya, girls ini siwon. Siwon ini Sooyoung, Tiffany, Sunny, Hyehyon, Jessica dan Seohyun.”

“Hai.”

“Hai.” Jawab ke 6 teman ku yang seperti nya terpanah dengan tampang Siwon, kecuali Seohyun.

“Siwon shi, kau mau pesan apa?” kata Sunny manja

“Em, cappuccino dan waffle saja.”

“Aku dan Tiffany penenin dulu ya.”

“Ya Sunny, kau tidak tanya aku?”

“Kau kan sering kesini pesan saja sendiri.”

“Menyebalkan. Kyuhyun oppa!” panggil ku pada pelayan café itu yang memang teman ku yang magang disana

“Ada apa Yoong?”

“Aku mau pesan yang seperti biasa ya.”

“Ok, Seohyun tidak pesan?”

“Em, aku sama seperti eonni saja.” Jawab Seohyun sambil tersenyum pada Kyuhyun

“Ok, tunggu ya.” Kyu pun segera pergi

“Seo, sepertinya kau menyukai Kyu ya?”

“Ah, tidak eonni.”

“Jangan bohong padaku.”

“Iya, eonni. Kau memang tau segalanya tentang ku. Bagaimana dengan eonni dan dia?”

“Dia siapa?”

“Itu..” sambil menunjuk Siwon yang sedang asik ngobrol dengan teman- teman ku.

“Apa- apaan kau ini, tidak ada pertanyaan yang lebih bermutu?”

“Ani. Eonni, apa dia bisa membuat jantung mu berdetak kencang?”

“Hah? Ani.. ani…” kata ku menghindari pandangan mata Seohyun. Memang sih Siwon bisa membuat jantuk ku berdetak lebih kencang, tapi kalau inget kelakuannya rasanya langsung hilang.

“Permisi, ini pesanan kalian.”

“Oh, kamsahamnida oppa.” Kata ku dan Seohyun hanya membalas dengan senyum

“Sebenernya mereka semua itu kenapa sih?”

“Memangnya kenapa sih, eonni? Cemburu?”

“Mwo? Ani .. ani…”

            Setelah cukup lama kita mengobrol di café, akhirnya kita semua pulang. Setelah berpamitan pada teman- teman ku, Siwon langsung masuk ke mobil. Dan sekarang dia yang menyetir.

“Kau mau langsung pulang?” tanya ku

“Ne, besok kau ajak aku berkeliling Seoul ya.”

“Hah?”

“Wae?”

“Em, besok aku ada urusan.”

“Oh, kalau begitu besok aku akan mengantar mu lalu kita jalan- jalan.”

“Tapi…”

“Sudahlah, tidak usah sungkan.”

“Baiklah, kalau itu mau mu.”

            Sesampai dirumah kami langsung masuk ke kamar masing- masing. Aduh, teman- teman ku kenapa sih? Rencana nya kan mau ngerjain Siwon, eh malah mereka asik ngobrol. Topeng banget sih hidup tuh cowo. Saat aku akan tidur, tiba- tiba handphone ku berbunyi.

“Siapa yang telephone? Seohyun? Ada apa?”

“Eonni, kau harus cerita apa yang sebenarnya terjadi.”

“Apa maksudmu?”

“Tentang kau dan Siwon oppa.”

“Memang apa yang terjadi?”

“Tadi saat kita ngobrol, aku tau kau bohong.”

“Bohong? Ani.”

“Cepat katakana eonnie.”

“Ya sudah memang apa yang akan kau tanyakan?”

“Benarkan Siwon oppa bisa membuat jantungmu berdetak lebih kencang?”

“Apa maksudmu?”

“Sudah jawab saja yes or no. jadi jawabannya?”

“Em, yes. Tapi setelah tau sifatnya, males banget.”

“Ah lupakan sifatnya. Apa yang ada di pikiran mu pertama kali melihat dia?”

“Em, tampan.”

“Apa yang kau rasakan saat dia dan eonni- eonni lain mengobrol?”

“Aku tidak suka melihatnya, karena dia terlihat so ganteng.”

“Baiklah. Ini artinya kau menyukai dia.”

“Hah? Enak saja kau ngomong.”

“Ya sudah kalau tidak percaya. Yang pasti kalau eonni suka dia katakana saja. Aku mau tidur dulu ya, bye eonni.”

“Bye.”

Anak ini kalau ngomong seenaknya saja. Lebih baik tidur aja deh biar besok gak kesiangan.

***     

Sinar matahari mulai masuk kedalam kamarku, perlahan ku buka mataku. Aku melihat seseorang memandang ku, wajah itu seperti wajah siwon. Aduh, kenapa dia ada dimana- mana sampai di kamarku juga ada. Cukup lama aku memandangnya. Tidak lama kemudian aku tersadar.

“Ya…. Ngapain kau disini? Berbalik sana.” Teriaku sambil menutup tubuh ku dengan selimut, karena aku tidur menggunakan tank top.

“Untuk apa?”

“Cepat saja berbalik.” Akhirnya dia menuruti kata- kataku, segera saja aku ambil sweter yang ada di dekat kasurku.

“Sudah?” tanya nya

“Ya… kau ini lancang sekali masuk kamar ku disaat aku sedang tidur.”

“Pintunya saja tidak dikunci, lagi pula kau juga pernah masuk kamarku saat aku hanya memakai handuk saja kan?” sial dia mengungkit itu lagi

“Em, itu beda ceritanya. Aku kan tidak sengaja. Untuk apa kau kesini?”

“Aku hanya ingin membangunkan mu.”

“Oh ok, kalau begitu keluar sana aku akan siap- siap.” Kata ku sambil mendorong tubuhnya keluar dari kamarku.

“Jangan lama- lama.” Teriaknya dari luar

            Sial laki- laki itu benar- benar membuatku muak. Seenaknya saja masuk kekamar seorang gadis. Dasar babo. Lebih baik aku mandi saja. Setelah selesai mandi dan berdandan aku langsung ke ruang makan. Aku lihat disana cuma ada Siwon saja.

“Jung ahjuma, dimana umma dan appa?”

“Nyonya tadi pergi ke busan. Tuan pergi pagi- pagi sekali, katanya ada pekerjaan.”

“Oh, kamsahamnida.”

“Permisi, nona.”

            Setelah mendengar penjelasan Jung ahjuma, aku langsung duduk di kursi ku, dan itu langsung berhadapan dengan laki- laki aneh itu. Dan dia terus melihat ku.

“Ada apa?” tanya ku ketus

“Ani.”

“Ya sudah makan saja sarapan mu.”

“Ne.”

            Setelah selesai sarapan aku dan siwon pun pergi jalan- jalan menemani Siwon berkeliling Seoul, lalu kami pergi ke supermarket. Disana aku belanja seperti biasa, sebelum aku pergi kesana.

“Kau belanja banyak sekali. Untuk apa ini semua?” tanya Siwon sambil mendorong trolly belanjaan ku.

“Sudah jangan banyak tanya.”

            Setelah selesai belanja, aku menyuruh Siwon mengemudi menuju tempat tujuan ku yang memang keluar dari kota Seoul. Tentunya dengan petunjuk ku kalau tidak, mungkin kita sudah tersesat. Dan akhirnya kita sampai di tempat tujuan.

“Ini tempat nya? Tanya Siwon pada ku

“Ne. Ayo turun.”

            Aku dan Siwon pun mengeluarkan belanjaan dari bagasi mobil. Lalu semua belanjaan itu Siwon yang membawanya kedalam.

“Noona! Eonni!” terdengar teriakan anak- anak dari jauh sambil berlarian kearahku.

“Hai, apa kabar kalian semua?” tanya ku sambil memeluk mereka semua

“Kami baik- baik saja. Ayo kita masuk.”

“Ne, kalian duluan saja.”

“Ne.” jawab mereka serempak lalu segera masuk kedalam rumah panti.

“Ayo masuk Siwon shi.” Ajak ku pada Siwon yang dari tadi diam saja

“Ah, ne. Kau sering kesini?”

“Ne, kalau ada waktu luang aku pasti pergi kesini. Ayo masuk, nanti belanjaan ini taro disana saja.”

“Ayo aku kenal kan kau pada kepala panti disini.”

“Ayo.”

            Saat akan masuk ke ruang kerja kepala panti, tiba- tiba Song ahjuma keluar dari kantornya.

“Ah, anyonghaseo ahjuma.” Kata ku padanya

“Oh Yoona, anyonghaseo. Sudah lama?”

“Belum, aku baru saja datang. Ahjuma, kenal kan ini teman ku Siwon. Siwon ini kepala panti disini, namanya Song ahjuma.”

“Anyonghaseo, Siwon imnida.”

“Anyonghaseo. Ayo kita pergi melihat anak- anak.”

            Akhirnya kami bertiga pergi ketempat anak- anak sedang bermain.

“Anyonghaseo.” Sapa kami bertiga

“Anyonghaseo.” Jawab mereka semua sambil tersenyum

“Adik- adik ayo kita main diluar.” Ajak ku pada mere

“Ayo…” teriak mereka sambil berdiri

“Noona!”

“Ne, ada apa Soojin?”

“Noona, apa namja itu namjachingu noona?” mendengaer pertanyaan itu dari anak beerumur 4 tahun membuat ku terkejut. Langsung saja aku melihat kearah Siwon. Dan sepertinya dia biasa saja, hanya tersenyum menanggapi pertanyaan itu.

“A.. ani. Ini Siwon oppa. Dia teman noona.”

“Anyonghaseo, Siwon imnida.”

“Anyonghaseo.”

“Sudah ayo kita main.” Ajak ku menhilangkan kecanggungan antara aku dan Siwon shi

            Saat kami sedang asik main, Song ahjuma memanggilku.

“Yoona! Kemari.”

“Ne.”

“Yoona, apa Siwon itu namja chingu mu?”

“Ani, ahjuma. Memangnya kenapa?”

“Sepertinya kalian cocok.”

“Emm, ahjuma. Sebenarnya Siwon adalah lelaki yang akan dijodohkan denganku.” Kataku sambil tertunduk.

“Mwo?”

“Ne, dia aku akan dijodohkan dengan dia.”

“Oh begitu, tapi sepertinya kalian cocok. Kalian sama- sama suka anak kecil.”

“Tapi, sifat dia itu sangat menyebalkan. Sangat bertolak belakang denganku, ahjuma.”

“Ahjuma yakin, kalian pasti akan bersatu.”

“Ah, ahjuma ini ngomong yang enggak- enggak saja.”

            Mendengar perkataan Song ahjuma aku jadi malu sendiri.

“Noona!” terdengar panggilan dari Soojin yang sedang digendong oleh Siwon. Sepintas ku lihat wajah Siwon, sepertinya dia juga sangat senang. Jauh berbeda dengan Siwon yang selama ini aku kenal.

     

            Setelah cukup lama kami disini, kami berdua akhirnya berpamitan pada semuanya.

“Kita mau kemana lagi?” tanyaku pada Siwon saat kami sudah ada didalam mobil

“Kita jalan- jalan melihat kota Seoul.” Jawabnya mantap

“Baiklah, kita pergi ke tempat dimana banyak orang mengunjunginya.”

“Ok.”

            Selama perjalanan tidak ada kata- kata yang keluar dari mulut kami berdua selain saat aku menunjukan jalan padanya. Sampai saat Siwon mengeluarkan kata- kata dari mulutnya.

“Yoona!”

“Panggil saja aku Yoong.”

“Ok. Yoong, kalau kau akan datang kepanti lagi ajak aku ya.”

“Kenapa aku harus mengajakmu?”

“Karena aku suka disana. Bisa bertemu dengan anak- anak kecil sangat aku sukai.”

“Ternyata, seorang Siwon yang menyebalkan bisa menyukai anak kecil juga.”

“Apa katamu?”

“Ani. Ok, kalau aku berkunjung kesana aku akan mengajakmu lagi.”

“Kamsahamnida, Yoong.” Jawabnya sambil mencubit pipiku

“Awww… sakit tau.”

“Tapi kau tetap manis kok.”

“Apa- apan kau ini? Bicara mu ngawur.” Jawabku sambil membuang mukaku kearah jendela mobil.

            Dasar namja babo, beraninya dia menggodaku. Memangnya aku ini yeoja seperti apa yang mudah dia rayu.

“Ya Yoong, kau jangan marah. Ini kearah mana?”

“Terserah kau saja mau kemana.” Jawabku dingin

“Ya, jangan main- main. Aku tidak tau jalan. Ini dimana?”

“Manaku tau.”

“Yoong, aku tidak tau jalan.” Setelah mendengar nada bicaranya yang panik lalu ku lihat disekelilingku. Aku juga bingung tidak tau dimana kita. Mungkin karena ini sudah cukup malam.

“Aduh aku bingung ini dimana.”

“Yoong, kau jangan main- main.”

“Benar aku tidak tau ini di daerah mana. Kalau ini tidak malam pasti aku tau, tapi ini sudah gelap. Bagaimana ini Siwon shi?”

“Manaku tahu. Aku kan sudah lama tidak ke korea. Mana aku tau.”

“Kita coba telephone umma atau appa.” Kataku langsung mengambil handphone ditas. Tapi sayang nya handphone ku lowbate.

“Lowbate.”kataku pada Siwon

“Pakai handphone ku.”kata Siwon sambil meraba setiap kantong dicelananya.

“Aduh mana handphone ku? Jangan- jangan ketinggalan

“Gimana ini?”

“Ya apa boleh buat, kayanya kita tidur dimobil saja sampai besok.”

“Ok.”

“Kau tidur dibelakang saja, pakai ini.” Katanya sambil melemparkan jacketnya padaku. Akupun menuruti apa yang dia katakan.

            Cukup lama aku berusaha untuk tidur tapi susah sekali rasanya. Apa Siwon sudah tidur ya?

“Siwon shi.”

“Hem?”

“Apa kau sudah tidur?”

“Belum.”

“Wae?”

“Mana bisa aku tidur nyenyak kalau aku tidur satu mobil dengan wanita yang aku sukai.”

“What?”

“Wae? Apa salah kalau aku suka padamu?”

“Ani. Tapi, kita kan baru kenal 3 hari.”

“Kau pernah dengar cinta pada pandangan pertama kan?”

“Ne.”

“Ya, mungkin itu yang aku rasakan.”

“Siwon shi, boleh kah aku memanggilmu oppa?”

“Tentu saja, kenapa tidak.”

            Setelah percakapan itu, Siwon pergi keluar.

“Kau mau kemana?”

“Keluar, pengap disini.”

“Aku ikut.” Teriak ku sambil keluar dari mobil

            Aku dan Siwon duduk disebuah batang pohon yang dijadikan tempat duduk. Kami hanya saling diam. Dan tiba- tiba…

“Yoong, apa kau menyukaiku?”

“Hah? Bicara apa kau ini?”

“Aku serius. Apa kau mau jadi yeoja chingu ku?” mendengar pertanyaannya aku bingung akan jawab apa. Aku memang suka dengannnya, tapi… tiba- tiba aku ingat kata- kata Seohyun. Dengan memantapkan hati, aku akan katakana yang sebenarnya.

“Yoong? Bagaimana?”

“Em, ne aku mau.”

“Kau yakin?” tanyanya tak percaya. Aku hanya bisa menganggukan kepala.

“Kalau begitu kita resmi jadian?”

“Ne.”

“Saranghae, Yoong.” Katanya sambil merangkul ku

“Nado saranghae, oppa.”

            Cukup lama kami berpelukan, lalu Siwon oppa melepaskan pelukannya. Dan tiba- tiba dia mengangkat daguku lalu perlahan dia dekatkan bibirnya kearah bibirku, segera saja aku memejam kan mataku. Dan akhirnya Siwon oppa menempelkan bibirnya ke bibirku. Awalnya aku terkejut, tapi akhirnya aku pun membalas ciuman dari nya. Tidak begitu lama kami berciuman, akhirnya kami memutuskan untuk tidur dengan posisi yang sama seperti tadi.

***

            Cahaya matahari pagi masuk kedalam mobil, membangunkan ku dari tidur. Perlahan ku buka mataku lalu aku duduk. Aku lihat ke kursi depan, Siwon oppa tidak ada di tempat. Mungkin dia sudah bangun. Aku pun segera keluar dari mobil dan mencari oppa.

“Siwon oppa!” teriak ku berkali- kali tapi dia tidak muncul- muncul juga. Daripada bosen aku memilih duduk di batang pohon yang tadi malam aku duduki. Ternyata disini  pemandangannya bagus juga ya, udara nya pun segar.

            Cukup lama aku menunggu Siwon oppa disini, sampai akhirnya ada seseorang yang memanggilku.

“Yoong!” terdengar suara Siwon oppa memanggil namaku

“Oppa! Kemana saja?”

“Mian, tadi aku beli ini.” Kata nya sambil mengeluarkan banyak makanan dari kantong keresek.

“Kenapa tidak nanti saja saat kita pulang?” kataku sambil membuka roti

“Aku tak mungkin membiarkan bidadari ku kelaparan.” Jawab nya lalu mencubit pipiku

“Aw sakit.”

“Ya sudah, ayo kita makan.”

“Ne.” kata ku semangat

            Selesai makan, kita langsung melanjutkan perjalanan ke seoul. Dijalan Siwon oppa berhenti di sebuah toko perhiasa. Lalu diam membeli kalung couple untuk ku dan dia.

“Yoong, kau suka yang mana?”tanyanya

“Yang ini saja oppa.” Kataku sambil menunjuk dua buah kalung dengan liontin berbentuk love yang bisa dipisahkan dengan butiran- butiran berlian yang satu berwarna pink dan satu lagi berwarna biru.

“Bagus juga, maaf apa disini bisa mengukir nama?” tanya Siwon oppa pada pelayan toko itu.

“Ne, disini bisa. Kalungnya akan diukir nama apa?”

“Em, yang warna pink dengan tulisan Siwon dan satu lagi Yoona.” Katanya sambil melirik ku

“Baiklah, tunggu sebentar.” Kata pelayan toko itu, lalu meninggalkan kami.

“Oppa, apa kalung itu tidak terlalu mahal?” tanya ku setengah berbisik padanya.

“Kalau kau suka, kenapa enggak.”jawabnya sambil berbisik juga padaku lalu tersenyum. Mendengar kata- katanya aku senang sekali, ternyata namja chingu ku benar- benar sayang padaku.

“Tuan, ini kaluang anda.” Kata pelayan itu sambil memberikan kotak yang berisi kalung itu pada Siwon oppa.

“Ne, ini uangnya. Kamsahamnida.”

“Ne, kamsahamnida.” Aku dan Siwon oppa pun masuk kembali ke mobil

“Chagi, sini aku pakaikan.” Katanya sambil menarik tanganku. Aku pun menuruti apa yang dia katakan.

“Nah sekarang giliran oppa. Sini aku pasangkan.” Dia pun mebalikan badannya.

“Sudah selesai.” Kataku

“Chagi, semoga ini bisa mengingatkan kalau kau adalah milik ku.” Katanya sambil mencium bibirku kilat.

“Ne, pasti aku ingat. Kamsahamnida, oppa.” Dan sekarang aku yang mencium bibirnya kilat.

“Ok, sekarang kita pulang.”

“Ok.”

Dan akhirnya kita sampai dirumah.

“Umma!! Kami pulang.” Teriak ku. Dan umma melihat aku dan Siwon oppa yang sedang berpegangan tangan dengan tatapan dingin.

“Lepaskan tanggan anakku.” Teriak umma pada Siwon oppa. Dan sentak saja itu membuat kita terkejut dan langsung melepaskan pegangan kami.

“Umma ada apa?”tanyaku. umma tidak menjawab. Dna tiba- tiba saja dia melemparkan sebuah paspor tepat didepan Siwon oppa. Kami bingung dengan apa yang terjadi.

“Kau, seorang penipu berani- beraninya kau menipu kami. Kau membawa putri ku sampai tidak pulang.”

“Ahjumma, apa yang anda katakan? Aku tidak megerti.” Kata Siwon oppa bingung.

“Berani nya kau mengaku sebagai Mr. Lee.”

“Tapi, aku memang Lee.” Kata Siwon oopa masih dengan tampang bingungnya

“Kau Lee Siwon. Bukan Lee Donghae yang akan dijodohkan dengan putriku.” Teriak Umma dan itu membuat ku terkejut.

            Apa? Jadi Siwon oppa bukan lelaki yang akan dijodohkan denganku. Tapi aku sudah menyukainya. Dan dia pun sebaliknya.

“Tadi eonni mu menelphone. Lee Donghae tidak dapat datang ke Seoul, jadi dia mengirimkan Lee Siwon untuk mengurus pekerjaannya di Seoul. Sekrang kau Lee Siwon, pergi kau dari rumah ku.” Mendengar kata- kata umma, tiba- tiba airmata ku mulai jatuh.

            Dengan perintah umma, ku lihat Siwon oppa masuk kedalam kamarnya lalu keluar dengan ransel di pundaknya.

“Ahjumma, mian selama ini aku merepotkan mu. Terima kasih atas semuanya. Aku titip salam untuh Ahjussi.” Katanya sambil membungkuk. Lalu oppa jalan menghampiriku.

“Yoong, mian aku telah menyukai. Sampai jumpa.” Mendengar kata- kata itu aku langsung berlari masuk kekamarku sambil menangis.

“Oppa!!!!!!!” teriak ku sambil menangis didalam kamar.

            Tuhan, kenapa ini semua terjadi? Disaat aku mulai menyukainya datang masalah ini?

            Aku terus menagis dikamar, tiba- tiba terdengar ketukan pintu,

“Yoong? Ini appa.” Kata appa, langsung saja aku membukakan pintu dan langsung memeluknya.

“Appa, kenapa ini terjadi?” tanyaku sambil memeluknya

“Sudah ayo kita bicara di dalam kamarmu.” Kata appa menyuruhku masuk. Dan kami duduk berhadapan.

“Hiks.. Hiks… Appa, aku sudah mulai meyukainya. Tapi kenapa ini terjadi?”

“Appa tau itu, tapi ini memang takdir. Kita tidak bisa merubah takdir itu.” Kata appa, sambil membelai rambutku

“Tapi, umma jahat sekali pada ku dan Siwon oppa. Apa salah jika kita bersama?”

“Appa juga tidak mengerti apa yang ada di pikiran umma mu. Tadi appa sudah bicara dengan umma mu, tapi dia tetap ingin menjodohkan mu dengan Lee Donghae. Appa keluar dulu ya.” Aku hanya menganggukan kepala. Aku pun berjalan kea rah balkon dikamarku, lalu aku duduk dikursi yang ada disana.

“Oppa, aku merindukan mu.” Kataku pelan sambil menggenggam kalung dari Siwon oopa.

            Cukup lama aku ermenung di balkon, lalu aku merasakan rasa lelah dan kantuk. Akhirnya aku masuk ke dalam kamar lalu ku rebahkan tubuhku diatas kasur dan lama kelamaan aku pun tertidur.

***

“Yoona, ayo bangun. Lalu sarapan.” Teriakan umma membangunkan ku dari tidur lelap. Setelah bangun lalu aku mandi, setelah selesai dandan aku langsung saja ke meja makan. Aku lihat sepertinya appa sudah pergi, memang akhir- akhir ini dia sibuk sekali.

“Yoona, ayo makan yang banyak. Besok Lee Donghae dan umma nya akan datang kesini.” Mendengar kata- kata umma aku terdiam, tidak ada kata- kata yang keluar dari mulutku

“Yoona, kau dengarkan apa yang umma kata kan?”

“Ne. Aku mau pergi dulu.” Kataku langsung pergi

“Yaa, kau ini tidak ada sopannya pada orang tua.” Teriak umma

@Seohyun home

            Kulihat wajah sahabat- sahabat ku, setelah aku ceritakan apa yang terjadi.

“Sekarang kau akan bagaimana?” tanya Hyehyon

“Aku sudah tidak peduli lagi dengan hidupku. Terserah umma ku saja.” Jawab ku malas

“Mana bisa seperti itu, kau harus bangkit.” Teriak Sooyoung

“Ne, kau harus bisa memperjuangkan cinta mu dan Siwon oppa.” Kata Sunny tak kalah bersemangat.

“Kalian seperti tidak tau umma ku saja.”

“Benar juga, umma Yoona kan benar- benar keras kepala.” Kata Fanny putus asa

“Ya sudah eonni, kalau kau jodoh dengan Siwon oppa pasti kalian akan bersatu.” Kata Seohyun sambil memeluk ku.

            Mendengar kata- kata Soehyun, sedikit ada percikan cahaya di hatiku.

“Ne, kamsahamnida.” Kataku sambil memeluk teman- temanku.

            Dirumah Seohyun kami banyak bercerita, sampai- sampai aku tertidur.

“Yoong, bangun.” Terdengar suara lembut membangunkan ku.

“Hem.” Kataku masih menutup mata

“Ayo bangun chagi.” Katanya berbisik ditelinga ku, jelas saja membuatku langsung membuka mata lalu duduk, aku langsung melihat lelaki yang sedang duduk di pinggirku.

“Oppa.” Kataku langsung memeluknya menahan tangis.

“Sudah, jangan menangis. Aku kan ada disini.” Katanya menenagkanku

“Oppa, aku merindukanmu.”

“Aku juga merindukanmu, young.”

“Sekarang kau tinggal dimana? Apa kau makan dengan baik?” tanyaku

“Sekarang aku tinggal di rumah yang disediakan oleh perusahaan. Ne, jangan menghawatirkanku.”

“Oppa, apa kita masih bisa bertemu seperti ini?” kini aku merubah posisi ada di pangkauannya.

“Aku tidak tau, mudah- mudahan kita akan selalu bersama.” Katanya sambil membelai wajahku

“Amin. Oppa, kenapa bisa ada disini?”

“Tadi teman- teman mu meminta aku datang kesini. Setelah aku disini mereka pergi semua.”

“Oh, jinjja?”

“Ne.”

“Oppa, besok…” aku ragu untuk bercerita padanya

“Besok kenapa?”

“Em, besok, Lee Donghae katanya akan datang.” Mendengar kata- kataku Siwon oppa terlihat terkejut.

“Oh ya? Wah akhirnya hyung bisa datang juga ke Seoul.”

“Kau tidak sedih?”

“Buat apa aku sedih?”

“Kau lupa ya, aku kan akan di jodohkan dengan dia.”

“Em ani, dengar Yoong. Kalau kita berjodoh, pasti kita akan slalu bersama.” Kataya sambil mencium keningku.

“Ne, aku mengerti oppa.”

The boys.. The boys.. The boys…

“Ini umma. Ne, umma. Ne, aku pulang sekarang.” Kata ku menjawab telpon dari umma lalu menutupnya.

“Kau harus pulang ya?” tanya oppa kecewa

“Ne, oppa tau kan umma ku. Oppa tidak apa- apa kan kalau aku pulang?” kataku sambil merapikan barang- barangku.

“Tentusaja tidak apa- apa. Hati- hati ya, aku juga mau pulang.”

“Ne, ayo kita kedepan bareng.” Sesampai didepan rumah Seohyun, aku dan Siwon oppa berpisah. Rasanya berat kalau aku harus berpisah dengan Siwon oppa.

            Sesampai dirumah umma mengingatkan ku kalau besok Donghae sii akan datang. Setelah itu aku pun masuk kamar lalu tidur.

***

            Pagi- pagi sekali aku sudah dibangun kan oleh umma, karena Donghae sii dan ummanya akan datang. Dan appa pun harus mengambil izin lagi karena dipaksa oleh umma.

“Appa, kenapa kau bisa betah menikah dengan umma yang egois itu?” tanyaku pada appa sambil membereskan meja.

“Molla, yang jelas appa sangat mencintai umma mu.”

“Iya deh.”

“Aduh kalian ngapain sih disini? Ayo cepet kedepan, sebentar lagi Donghae akan datang.”

“Ne.” jawab aku dan appa serempak. Kami pun berjalan menuju ruang tamu. Dan akhirnya tamu yang tidak diharapkan oleh ku datang.

“Anyonghaseo, Boa imnida. Saya ibu dari donghae.”

“Anyonghaseo, Donghae imnida.”

“Anyonghaseo, park jungsu imnida. Saya adalah appa Yoona. Ini Taeyeon umma Yoona dan ini Yoona. Ayo silahkan duduk.” Stelah dipersilahkan duduk meraka pun akhirnya duduk. Setelah cukup lama mengobrol, dan aku tidak tau apa yang mereka bicarakan karena pikiran ku masih teringat Siwon oppa.

“Yoona.. yoona..”

“Em, ne?”panggilan ibu membuyarkan lamunanku.

“Tolong antarkan, mereka ke kamarnya. Donghae di kamar sebelahmu dan Mrs. Lee di kamar bawah.”

“Ne.”

            Kamar sebelahku? Dulu itu kamar Siwon oppa, lelaki yang aku cintai. Sekarang akan menjadi kamar lelaki yang akan dijodohkan denganku.

“Ahjumma, ini kamarmu. Selamat istirahat.” Kataku sambil tersenyum

“Ne, kamsahamnida.” Katanya lalu masuk ke kamarnya. Setelah itu aku sampai dikamar Siwon oppa dulu, yang tepatnya kamar Donghae.

“Ini kamarmu, kamar mandinya ada di sana. Kalau ada apa- apa katakana saja padaku.”

“Ne. Em, kita belum berkenalan.”

“Oh iya, Yoona imnida.” Kata ku sambil mengulurkan tanganku

“Donghae imnida.” Katanya sambil membalas jabatan tanganku. Setelah itu dia tersenyum, dan secra tiba- tiba aku teringat Siwon oppa tersenyum untuk pertama kali nya padaku.

“Yoona ssii.”donghae menyadarkan ku dari lamunan

“Ah ne, aku permisi dulu.” Kataku langsung pergi ke kamarku. Dan kembali menagis lagi mengingat Siwon oppa.

Tok.. tok..tok…

“Siapa?” tanyaku sambil menghapus air mataku

“Ini umma.” Langsung saja aku membukakan pintu.

“Ada apa, umma?” tanyaku malas

“Jangan lupa, nanti sore ajak Donghae jalan- jalan ya.”

“Ne. sekarang aku tidur dulu.”

“Jangan lupa ya.”

“Ne.” jawabku dingin lalu masuk kekamar. Lalu ku rebahkan tubuhku dikasur untuk istirahat sampai akhirnya aku tertidur.

***

“Yoong, ayo bangun. Kan kau akan pergi dengan Donghae.” Suara umma terngiang ditelingga ku

“Iya umma, bentar lagi ya.” Kata ku sambil menari kelimut

“Ayo bangun sekarang.” Paksa umma sambil menarik selimutku lalu melipatnya.

“Ne.” jawabku terpaksa. Lalu aku langsung ke kamar mandi. Setelah siap aku langsung pergi kebawah.

“Ayo Donghae ssii, kita pergi.” Kataku pada Donghae yang dari tadi sibuk membaca. Dia tidak menjawabnya hanya tersenyum lalu berdiri.

“Kajja.”kataku sambil menarik tangan nya.

            Seharian itu aku mengajaknya berkeliling Seoul, sampai pada malamnya, aku kenalkan dia pada sahabat- sahabatku.

“Girls, kenalin ini Donghae ssii. Donghae ssii ini semua sahabtku.

“Hai.”kata Donghae ssii

“Hai.” Jawab sahabat- sahabatku. Dan pastinya, mereka terpesona dengan tampangnya Donghae kecuali Seohyun. Sama seperti dengan Siwon oppa, mereka mencari perhatian padanya. Sedangkan aku, mengobrol saja dengan Seohyun.

“Eonni, sepertinya dia baik.”

“Ne, dia baik. Tapi, hati ku tidak bisa menerima ini. Dia hanya cocok sebagai sahabat saja.” Jawabku sambil mengaduk- aduk cappuccino ku.

Setelah cukup lama,kami akhirnya pulang.

“Teman- temanmu menyenangkan ya.” Katanya yang duduk di sampingku

“Ne, mereka semua sangat menyenangkan. Aku sangat senag kalau dekat dengan mereka. Lain kali kalau aku akan bertemu dengan mereka, akan aku ajak lagi kau. Bagaimana?”

“Boleh, aku mau.”

***

            Hari ini, adalah hari special bagiku. Karena hari ini adalah hari dimana aku wisuda. Pagi hari semua sudah sibuk, termasuk Donghae dan ummanya. Karena mereka juga ikut ke acara wisuda. Sampai akhirnya dikampus lalu kami langsung ke aula. Tapi, aku masuk ke backstage karena aku dan sahabat- sahabatku akan ikut mengisi acara.

            Sampai saatnya aku dan yang lain tampil. Kami semua menyanyikan 3 lagu secara medley. Pertama lagu How Graet is Your Love?, kedua Mistake dan Tears. Sejujurnya saat menyanyikan lagu- lagu itu aku berusaha menahan air mataku. Tapi, entah mengapa mereka tidak bisa ditahan. Tapi, aku berusaha menyanyi walau hasilnya buruk. Saat aku bernyayi dan hampir kehilangan suaraku akibat menangis untung saja sahabat- sahabat ku membantu menutupi itu. Dan akhirnya selesai juga kita bernyanyi.

“Mian, ini gagal gara- gara aku.” Kataku sambil menagis di backstage

“Ani, ini tidak gagal.” Kata Hyehyon

“Ne, ini sangat indah.” Kata tiffany menghibur.

“Ini buruk sekali. Gomawo, tadi kalian mau membantuku.” Kataku menangis dipeluka Seohyun.

“Ini tidak buruk. Ini bagus. Penonton melihatnya bagus, karena kau bisa menghayati lagu itu.” Kata Jessica menjelaskan

“Benar sekali, ayo jangan sedih lagi. Hari ini kan kita wisuda.” Kata Sooyoung menhibur.

“Ne, ayo Yoong senyum lagi.” Kata Sunny tak kalah semangat.

“Ne, gomawo.” Kataku sambil tersenyum. Sampai tiba- tiba…

“Yoona, apa yang kau lakukan tadi?” tanya umma tiba- tiba masuk ke stage

“Umma?”

“Apa kau masih memikirkan laki- laki penipu itu?” tanya umma setengah teriak

“Taeyeon cukup.” Teriak appa juga tiba- tiba datang ke backstage. Dan teman- teman ku juga langsung meninggalkan kami bertiga.

“Yeobo?” umma terkejut, karena selama ini appa tidak pernah memanggil nama umma, selai karena dia marah.

“Kau marah karena Yoona mencintai Siwon?” tanya appa. Mendengar itu aku terkejut dan mulai menagis lagi.

“Kau marah? Yang seharusnya marah itu Yoona, karena selama ini kau selalu mengatur hidupnya. Selama ini aku hanya bisa setuju saja, karena aku berfikir apa yang kau pilih untuknya itu yang terbaik. Tapi, sekarang aku tau. Yang terbaik untuk Yoona itu berasal dari hatinya, bukan dari hati mu.” Mendengar itu umma langsung keluar dari backstage.

“Appa.” Aku berlari memeluk appa

“Yoona, kau baik- baik saja kan?”

“Ne, appa. Kamsahamnida.” Kataku sambil menangis dipelukan appa.

“Yoong, kalau kau tidak suka dengan perjodohan ini kau bilang saja.”

“Ani, appa. Aku tetap akan ikut permainan umma. Mudah- mudahan ini yang terbaik appa.”

“Ne, bilang saja sama appa kalau ada apa- apa.”

“Ne.”

            Setelah acara selesai kami semua pulang kerumah. terlihat appa dan umma masih saling diam. Saat malam hari, yang lain sudah tertidur. Aku masuk ke kamar umma dan appa.

“Umma.. appa.”

“Yoona? Ada apa?” tanya appa

“Boleh aku tidur disini?” tanyaku

“Sini masuk.” Kata appa

“Kau kan sudah wisuda, masa masih mau tidur dengan kami.” Kata umma

“Biar saja umma, aku kangen.” Kataku

“Ya sudah tidur disini.” Kata umma bergeser agar aku bisa tidur diantara umma dan appa.

“Kalian sudah baikan?” tanyaku tiba- tiba. Dan tidak ada jawaban dari mereka.

“Kenapa kalian begini? Aku kan sudah rela kalau aku harus dijodohkan. Ayo dong kalian jangan marahan seperti ini. Ayo appa minta maaf.”

“Ne. Yeobo, mianheo.” Kata appa

“Ne, mian.”

“Nah kalau begitu jangan marahan lagi ya.”

“Ne.” jawab mereka serempak

            Setelah mereka berbaikan, kami cerita tentang jaman aku kecil. Sampai akhirnya kau tertidur.

***

            Sore hari umma, donghae dan Lee ahjumma asik nongkrong di taman belakang. Mereka asik mengobrol dan minum teh. Aku pun ikut bergabung dengan mereka. Kami banyak mengobrol. Sampai akhirnya ada yang menyapa kami semua.

“Selamat pagi semua!” sapa seseorang yang mengejutkan kami semua. Tapi aku males melihatnya, karena aku sedang sibuk membuat teh untuk ku.

“Hai, ayo sini bergabung.” Ajak Donghae

            Siapa orang itu sampai donghae mengajaknya bergabung?tapi, aku tidak asing dengan suara ini.

“Anyonghaseo, semua.” Katanya yang berdiri dibelakangku

“Anyonghaseo.” Jawab yang lain. Dan aku masih asik meminum teh ku.

“Anyong, Yoong.” Sapa pria itu berbisik pada ku, dan dia sekarang tepat duduk di sebelah kiri ku, lantas aku langsung melihat ke arahnya. Aku sangat terkejut melihat orang ini.

“A.. A.. Ayong.” Jawab ku terbata- bata.

“Kau kenapa?” tanya Donghae melihatku

“Ah ani, ini teh ku terlalu panas.” Jawabku.

“Ini, Siwon. Dia adalah tangan kanan kami. Nah Siwon ini Yoona dan ini Mrs. Park” Kata Mrs. Lee mengenalkan Siwon oppa

“Anyonghaseo. Siwon imnida.”

“Anyonghaseo.” Jawab aku dan umma. Umma nampaknya tidak suka dengan kedatangan Siwon oppa.

“Kau mau minum teh?” tanyaku padanya

“Ne, boleh.” Jawabnya smabil tersenyum padaku. Senyuman yang sangat aku rindukan.

“Ini.”

“ Kamsahamnida.”

“Oh iya, besok Yoona ulang tahun. Bagaimana kalau kita mengadakan pesta? Pesta kecil- kecilan saja.” usul umma

“Ne, boleh juga. Kita undang teman- temannya juga.” Kata Donghae antusias

“Ok, kalau begitu kita buat pesta nya malam saja. Jadi biar paginya kita siap- siap.” Usul Mrs. Lee

“Ok.” jawab yang lain kecuali aku dan Siwon oppa hanya tersenyum mendengarnya.

“Siwon, kau bantu aku belanja ya.” Kata Donghae

“Mwo? Aku? Aku kan harus kerja.” Katanya

“Kau kan kerja di perusahaan ku. Ini perintah ku, lagian tidak akan ada yang berani memecatmu juga kan?”

“Aduh bagaimana ya? Aku sibuk.” Kata Siwon oppa berdiri lalu berlalu

“Ya… mau kemana kau Siwon?” teriak Donghae lalu menyusul Siwon oppa. Melihatnya aku hanya tersenyum.

“Aduh mereka itu selalu saja begitu. Adu mulut, dan pasti di akhirnya Siwon akan mengalah untuk Donghae. Sangat kekanak- kanakan.” Kata Mrs Lee

“Ah itu biasa, Yoona juga suka seperti itu. Walau sudah besar mereka tetap anak kecil ya. Hahaha “ kata umma

“Benar hahaha”

“Aku permisi mau masuk dulu ya.” Kataku

“Ne.”jawab Umma dan mrs. Lee

            Setelah berpamitan pada mereka, aku masuk ke kamarku. Aku terduduk di balkon kamarku. Kulihat Siwon oppa dan Donghae sedang berbicara sambil bercanda. Entah apa yang mereka bicarakan.

“Aku rindu senyum itu, oppa.” Kataku pelan.

            Setelah melihat mereka, aku pun berniat untuk mandi. Setelah mandi, aku keluar kamar mandi memakai baju handukku sambil mengeringkan rambutku. Dan tiba- tiba ada yang masuk, dan bodohnya aku belum menyalakan lampu karena diluar sudah gelap.

“Siapa itu?” tanyaku. Tidak ada jawaban, aku sedikit takut. Aku berjalan pelan mencari saklar lampu kamarku.

“Ini aku Yoong.” Kata seseorang lalu mencium pipi ku.

“Oppa?”

“Ne, ini aku. Jangan nyalakan lampunya, nanti umma mu lihat.”

“Ne. Oppa, aku rindu padamu.” Kataku sambil memeluknya

“Memangnya aku tidak?” katanya lalu tersenyum sambil memeluk ku

“Kenapa kau bisa disini?” tanyaku

“Aku disuruh kesini oleh Donghae. Tentu saja aku terima, aku kan bisa bertemu dengan mu.”

            Tiba- tiba, Siwon oppa mencium bibirku awalnya aku terkejut. Tapi, aku pun membalas ciumannya itu. Ciumannya mulai ganas, aku lingakarkan tanganku di leher jenjangnya. Sedangkan tangannya yang tadi memegang daguku mulai sedikit demi sedikit turun membuka tali kimono yang ku pakai. Aku terkejut dengan yang ia lakukan. Tangannya melingkar di dalam kimonoku, tepatnya di pingang ku. Dan tiba- tiba ada yang mengetuk pintu.

Tok.. tok…

“Yoona? Kau ada di dalam?” teriakan ibu, jelas saja membuat aku dan oppa berhenti berciuman. Dan kami hanya saling pandang.

“Oppa, ayo kita masuk ke kamar mandi.” Bisikku sambil membetulkan tali kimono ku. Dan langsung saja kita masuk ke kamar mandi lalu aku kunci pintunya dan ku nyalakan juga shower.

“Yoona?” teriak umma yang sepertinya sudah masuk ke kamarku

“Ne?” jawabku. Tapi Siwon oppa malah jail memelukku.

“Kau sedang apa?”

“Aku sedang mandi, umma.”

“Oh, nanti kalau sudah selesai turun kebawah lalu kita makan malam.”

“Ne.” setelah mendengar pintu kamarku tertutup, aku langsung memarahi Siwon oppa.

“Kau ini kenapa sih? Tadi ka nada umma. Kau ketahuan bagaimana?” kataku membentaknya

“Kan kita dikamar mandi, tidak mungkin ketahuan.” Jawab nya santai

“Bisa- bisanya oppa menjawab sesantai itu.”kataku. dia malah membuka kemejanya

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku heran

“Aku mau mandi.” Jawabnya sambil membuka bajunya

Yak, kenapa mandi disini?”

“Aku kepanasan, Yoong.”

“Aku keluar dulu.” Kataku keluar

“Kau tidak ingin mandi denganku?” tanya nya jahil

“Tidak usah, lagi pula oppa pengen aku sakit masuk angin?” kataku langsung keluar dari kamar mandi. Cukup lama aku menunggu oppa mandi. Lebih baik aku pakai baju saja. Aku pun berjalan menuju lemari dan memilih baju. Saat akan memakai baju.

“Yoona!! Kau mandi lama sekali sih.” Teriak umma dari luar. Buru- buru saja aku masuk ke kamar mandi.

“Ssstttt…” kataku pada Siwon oppa, dia hanya mengangguk.

“Yoona, sudah belum?”

“Belum umma, aku kan harus luluran dulu lalu mau keramas.”

“Euh, anak gadis ku ini lama sekali kalau mandi.” Kata umma sambil keluar dari kamarku.

“Untung saja.” Kataku.

“Kamu kenapa sih?” tanya Siwon oppa

“Kau ini gak tau ya aku hampir mati.” Kata ku langsung melihat Siwon oppa yang dari tadi masih menggunakan handuk.

“Oppa… pakai baju mu cepat.” Kataku sambil menutup mataku

“Ya.. kenapa begitu? Bukannya kau pernah melihat aku seperti ini?” tanya nya

“Aduh jangan bahas itu, cepat pakai.”

“Kau juga belum pakai baju.” Kata Siwon oppa mengagetkan ku. Dan saat aku sadar, aku hanya memakai dalaman saja. Sedangkan kimononya aku pegang.

“Huaaa… balikan badanmu. Tadi aku akan pakai baju, tapi umma keburu datang.” Kataku sambil menutupi tubuhku dengan kimono.

“Oh.” Katanya santai dan akan membuka handuknya

“Kau mau ngapain?” tanyaku

“Aku mau pakai baju, kan tadi kau menyuruhku.”

“Ya, tapi gak usah didepanku juga.” Bukannya mendengrkan omonganku dia malah benar- benar membuka handuknya.

“Yaaa…” teriakku

“Tenang saja aku sudah pakai boxer.” Katanya sambil melempar handuknya padaku. Mendengar itu aku cukup tenang. Tapi, aku masih tidah mau membuka mataku.

“Sudah buka matamu.”katanya. perlahan ku buka mataku. Dan akhirnya dia sudah memakai full bajunya.

“Sekarang aku mau pakai baju. Tutup matamu, oppa.” Kata ku

“Harus ya?” tanya nya

“Kau ini oppa. Cepat tutup.”

“Ne. aku hitung sampai 20 ya.” katanya lalu menutup mata.

“20?”

“Cepat atau aku akan membuka mata. 1 2 3 4 5..” mendegar Siwon oppa sudah mulai menghitung aku buru- buru memakai bajuku.

“ 15 16 17 18 19 20. Sudah selesai.” Katanya lalu membuka mata

“Jangan buka oppa. Aku belum selsai.” Kataku

“Ini perjanjian.” Katanya lalu dia jalan menuju kearahku. Lalu oppa kembali mencium ku sambil mengancing kan bajuku.

“Sudah selesai kan?” katanya

“N..ne.” kataku kaget

“Ayo bantu aku mengeringkan rambutku. Nanti kalau mereka melihat aku dengan rambut basah, nanti mereka curiga.”

“Ne, sini.” Kataku sambil menarik tangannya. Sudah selesai mengeringkan rambutnya, Siwon oppa langsung keluar dari kamarku. Dan aku keluar setelah 10 menit dia pergi. Agar yang lain tidak curiga.

            Selama makan malam Siwon oppa terus memandangku dan tentu saja itu membuat umma tidak suka. Aku tidak berani memandang nya, karena nanti umma akan marah besar padaku. Selesai makan, Siwon oppa pulang. Dan kami semua masuk ke kamar masing- masing. Saat aku akan tidur tiba- tiba Donghae mengetuk pintu kamarku. Langsung saja aku buka pintu.

“Yoona, apa kamu sudah tidur?” tanyanya

“Belum, ada apa?

“Em, besok di ulang tahun mu kau ingin kado apa dariku?”

“Hah? Aku tidak ingin apa- apa, itu bisa merepotkanmu.”

“Tidak apa- apa, apa pun yang kamu mau aku kasih.”

“Em, terserah kau saja deh.”

“Ok, kalau begitu. Kau tidur sana. Good night.”

“Ne.”

            Baik sekali dia, ingin memberiku kado. Tidur saja ah.

b-bring the boys out…

            aduh siapa ini, tengah malam mengganggu sekali.

“Yoboseyo.”kataku

“Yoboseyo, chagi.” Jawab seseorang

“Mwo? Chagi? Siwon oppa?” kataku pelan

“Ne, ini aku.”

“Oppa, bagaimana bisa kau tahu no telephone ku?”

“Aku tahu dari teman- teman mu.”

“Sejak kapan kau tau no ku?”

“Saat aku di usir dari rumahmu.”

“Ya… kenapa kau baru menghubungi ku sekarang?”

“Mian, aku hanya ingin kau merasa kangen denganku. Hehe..”

“Ne, aku maafkan.”

“Chagi, Seangil chuke.”

“Mwo? Memang sekarang sudah hari ulang tahunku?”

“Coba lihat di jam weker mu.”akupun melihat jam yang ada di meja sebelah kasurku

“Ne, sakarag sudah hari ultahku. Kamsahamnida oppa.”

“Apa aku orang pertama yang mengucapkan?”

“Ne, kau yang pertama.”

“Ok, kalau begitu kau tidur lagi saja. Mimpi indah.”

“Ne, mimpi indah juga oppa.”

            Mendapat telephone pertama kalinya dari Siwon oppa dihari ultahku memang sangat indah.

***

            Hari ini adalah hari ulang tahunku, hari special untuk ku. Hari ini aku bangun lebih pagi untuk membereskan kamarku yang sudah berantakan. Dan setelah itu aku akan membantu yang lain menyiapkan pesta ulang tahunku. Aku buka handphone ku, cukup banyak sms yang masuk.

“Selamat pagi semua.” Sapa ku pada semua yang ada di meja makan

“Pagi.” Jawab mereka.

“Happy birthday ya anakku.” Kata appa sambil menciumku

“Happy birthday, sayang.” Kata umma juga menciumku

“Happy birthday, Yoona.” Kata Lee ahjumma sambil memelukku

“Yoona, happy birthday ya.” Kata Donghae mengulurkan tangannya

“Kamsahamnida semuanya, ayo kita makan. Aku sudah kelaparan.”

            Saat kami makan, tiba- tiba appa bertanya padaku.

“Yoona, apa kegiatan mu hari ini?”

“Em, aku hanya akan membereskan kamarku.” Kataku menjelaskan

“Jangan lupa, beri tahu teman- teman mu hari ini datang jam 7.”

“Ne, nanti aku sms.”

            Selesai makan, aku langsung pergi kekamar lalu membereskan barang- barang yang masih dipakai dan membuang yang sudah tidak terpakai. Cukup lama aku beres- beres. Setelah aku istirahat sebentar lalu aku sms teman- teman dekat ku, aku langsung ke bawah lalu membantu persiapan pesta. Setelah persiapan beres, aku langsung pergi ke kamar dan bersiap- siap. Setelah siap aku segera pergi ke ruang tengah untuk menemui teman- temanku. Disana semua sudah kumpul.

“Hai!”

“Hai, Yoong! Chuke.” Teriak mereka berbarengan

“Ne, kamsahamnida.”

“Yoong!” seorang lelaki memanggilku dari belakang

“Ne?” kataku sambil membalikan badan dan aku lihat Siwon oppa berdiri di depanku

“Ini untuk mu.” Kata nya sambil memberikan sebuah tas besar

“Apa ini oppa?” tanyaku heran

“Buka saja.” Katanyanya. Lalu aku langsyng membuka tas itu, dan ternyata itu adalah sebuah gitar berwarna pink.

“Ini untukku?”

“Bukan itu untuk ahjushi.”

“Mwo?”

“Tentu itu untuk mu babo.”

“Gomawo, oppa. Ini bagus sekali.” Kataku berterima kasih dan dia hanyan mengangguk.

“Ayo anak- anak kita kumpul.” Teriak appa

            Kita pun mendekat ke tempat dimana appa berdiri. Disana sudah ada umma, donghae ssi dan mrs. Lee. Kami semua menikmati pesta dengan gembira. Sampai akhirnya Tiffany memintaku bernyayi.

“Yoong, ayo dong kamu nyanyi buat kita.” katanya

“Mwo?”

“Ne, yoona ayo nyanyi.” Teriak Sooyoung semangat

“Ok.” kataku pasrah sambil mengambil gitar pemberian Siwon oppa. Lalu duduk diantara Donghae ssi dan Siwon oppa.

“Seo, iringi gitarku ya. Kita nyanyikan lagu yang biasa saja.”

“Ne, onnie.” Katanya lalu duduk di depan piano

nan ajig jejarijyo
Yeojeonhi geudae gyeoteseo

Hemaeida jichyeoseo
oneuldo geudaer maemdolda
Haru tto haru heulleo heulleoseo
Yeogikkaji ongeojyo


almyeonse apeun nae mam almyeonseodo
utneun geudaega nar deo apeuge hajyo

Saat aku menyanyi aku lihat Siwon oppa terkejut dengan lagu yang aku nyanyikan. Mungkin dia tahu aku menyanyikan lagu ini untuknya. Sampai akhirnya lagu selesai dimainkan oleh aku dan Seohyun. Semua orang bertepuk tangan.

“Itu bagus sekali, Yoona.”

“Gomawo, Donghae ssii.”

“Itu bagus.” Kata Siwon oppa sambiltersenyum

“Gomawo.”

“Anak- anak ini minumannya.” Kata umma sambil menyodorkan nampan pada satu persatu temanku, Donghae ssi lalu aku. Dan saat Siwon oppa akan mengambil minum, umma malah melewatnya yang ada di sebelahku. Terlihat raut kecewa di wajahnya, aku pun menyodorkan minumku untuknya.

“Ini.” Kata ku sambil tersenyum

“Gomawo.” Jawabnya tersenyum lalu meminum minumannya.

Setelah mengobrol, aku dan Hyeyeon pergi kedapur untuk menyiapkan cemilan.

“Yoona, jangan lupa bawa piring yang diatas meja itu.”

“Ne.”

“Anyong.” Sapa seseorang di belakang kami.

“Ya, Siwon oppa. Kau mengagetkan ku saja.” Kata Hyehyeon

“Hahaha mian. Kalian sedang apa?” tanyanya

“Kita sedang menyiapkan cemilan. Aku kedepan bawa ini dulu ya. Bye ” kata Hyehyeon sambil menutup pintu dapur

“Oppa, bantu aku.”

“Ne, princess.”

“Apa kau tadi menyanyikan itu untuk ku?”

“Emmm… Ne. wae?”

“Ani. Aku rindu pada mu.” Katanya sambil memeluk ku dari belakang.”

“Ya, jangan seperti ini. Nanti ada yang lihat. Lagian kemarin kita ketemu kan.”

“Sebentar saja. Liat aku Yoong.”

“Ne.” saat aku melihatnya, dia langsung saja mencium bibirku. Aku sangat terkejut, tapi aku juga merindukannya. Aku pun membalas ciumannya, sampai saat terdengar ada seseorang yang berjalan menuju dapur. Aku pun langsung melepaskan cium an ku

“Wea?’ tanya Siwon oppa heran

“Ada yang datang.” Dan saat aku selesai bicara, umma masuk ke dapur.

“Apa yang kalian lakukan?” tanya umma

“Kami hanya menyiapkan cemilan.” Kataku

“Siwon sana pergi keluar.”

“Ne, ahjumma.”

            Setelah Siwon oppa pergi, umma mendekat kearahku.

“Jangan macam- macam kau Yoona.”

“Ne, umma.” Kataku lalu pergi menemu yang lain

            Saat aku dan yang lain asik mengobrol, tiba- tiba Mrs. Lee dan umma datang menghampiri kita.

“Mohon perhatiannya.” Kata umma

“Ada apa, ahjumma?” tanya Sunny

“Aku dan Mrs. Lee sudah sepakat kalau hari minggu ini acara pertunangan antara Donghae dan Yoona akan dilaksanakan.” Kata umma sambil tersenyum

“Mwo?” jawab kita semua termasuk appa yang tadi sedang mengobrol dengan Siwon oopa dan Donghae ssi.

“Ne, hari minggu.” Kata Mrs. Lee

“Apa itu tidak terlalu cepat, umma?” kata Donghae ssii

“Ani, itu sudah pas sayang.”

“Yeobo, kau yakin?” tanya appa

“Ne, kami yakin.” Jawab umma mantap.

            Hah? Hari minggu? Berarti 3 hari lagi?

“Yoona? Kamu baik- baik saja?” tanya Tiffany

“Ne.” kataku berusaha tegar, sebenarnya kau ingin sekali menagis. Aku lirik Siwon oppa di sebrangku. Dia hanya tersenyum lalu memberikan isarat agar aku tidak menagis. Dan aku menganggukan kepala tanda aku mengerti yang dia maksud.

            Setelah pesta selesai aku langsung masuk kamar lalu tidur.

***

            Esok harinya aku hanya bisa pasrah dibawa umma dan mrs Lee fitting baju dan lain sebagainya. Selama 2 hari ini kami sibuk mempersiapkan segala hal untuk pertunangan ini. Eonni ku dan suaminya pun datang ke soeul. Dan selama 3 hari juga aku tidak bertemu dengan Siwon oppa, berhubungan lewat HP juga tidak. Dan nnati malam adalah perunangan itu. Aku lebih senagng diam dikamar dari pada harus pusing mempersiapkan semuanya.

“Hai Yoong.” Sapa teman- teman ku masuk ke kamar.

“Hai.” Jawab ku

“Kau baik- baik saja kan?” tanya Jessica

“Ne.”

“Kau sudah siap untuk nanti malam?” kata Sooyoung

“Sepertinya begitu.”

“Yoong, apa Siwon oppa sudah menghubungi mu?” tanya Tiffany tiba- tiba

“Belum, mungkin dia lupa pada ku.”

“Ini untuk mu. Kami kebawah dulu pergi bantu- bantu.” Kata Seohyun sambil menyerahkan kertas kecil lalu mereka semua pergi.

            Ku buka kertas itu, tertulis di situ sebuah alamat. Dan dibawahnya di tulis “Itu alamat Siwon oppa. Coba kunjungi dia.”

“Mwo? Teman- teman gomawo.” Kataku, lalu aku siap- siap pergi ke alamat itu. Lalu izin pada umma.

“Umma, aku pergi sebentar ya. Aku tidak akan lama.”

“Ne, jangan lupa hari ini kau tunangan.”

“Ne.”

            Langsung saja aku gas mobilku menuju alamt yang ada di kertas tadi, tepatnya sebuah apartement. Sesampai disana aku langsung menuju kamar yang ada di lantai 10 itu. Aku menekan bel itu berkali- kali.

“Aduh siapa sih? Mengganggu tidurku saja.” Katanya sambil membuka pintu.

“Anyong, oppa.”

“Yoona?” katanya kaget sambil mengucek makatanya

“Jangan mengucek mata seperti itu, nanti matamu rusak.” Kataku sambil tersenyum.

“Ayo masuk.” Katanya. Aku pun duduk di ruang tamu, ku lihat sekeliling ruangan itu sangat rapi.

“Aku ambil minum dulu.”

“Ne.”

            Setelah cukup lama Siwon oopa di dapur, akhirnya dia datang sambil membawa segelas orange juice.

“Ini minum lah.”

“Ne, gomawo.” Kataku lalu meminum sedikit juice itu.

“Ada apa kau kesini, Yoong?” tanyanya dingin

“Kau tidak rindu padaku?” tanya ku balik

“Tentu saja ku merindukanmu.”

“Lalu kenapa kau tidak menemuiku?”

“Kau lupa ya? Kau kan akan tunangan, mana mungkin aku merebut tunangan orang lain, apalagi dia adalah sahabatku sekaligus bos ku.”

“OK. berarti kau sudah tidak mencintaiku lagi.”

“Aku tidak bilang begitu.”

“Tapi dengan sikapmu yang seperti ini, kau sudah menjelaskan kalau kau sudah tidak mencintaiku lagi. Ya sudah oppa, jangan pernah ganggu aku lagi. Aku akan bahagia dengan Donghae ssi.” Kataku lalu pergi dari sana. Airmataku saudah tidak dapat ku tahan lagi, aku berlari sambil menangis.

“Yoong!” terdengar suara Siwon oppa memanggilku, tapi tidak ku gubris panggilan itu.

            Saat di bestment langgsung aku masuk ke mobil dan menangis sejadi- jadinya di dalam mobil. Cukup lama aku menangis, sampai saat nya aku mulai tenang lalu ku gas mobil ku menuju rumah. Karena waktu sudaj menunjukan pukul 3 sore.

            Sesampai dirumah, aku langsung mandi lalu di dandani. Dan waktu sudah menunjukan pukul 6 sore.

“Yoong, kau cantik sekali.” Kata Yesung oppa suami Yuri eonnie, tiba- tiba muncul di kamarku..

“Tentu saja dia kan adikku.” Kata Yuri eonni yang dari tadi duduk di ranjang.

“Tapi, aku merasa Yoona lebih cantik darimu.” Katany sambil tertawa.

“Yaaa… oppa kau jahat.” Kata Yuri eonni sambil cemberut

“Sudah jangan marah, walau Yoona lebih cantik darimu. Tapi, yang aku cintai tetap Yuri seorang.” Katanya sambil mencium kening Yuri eonnie.

“Bener ya, oppa.”

“Ne.”

“Ya… orang- orang bodoh jangan kalian mesra- mesraan di kamarku.” Kataku

“Kau ini sirik saja. Yu oppa kita keluar.” Kata Yuri eonni.

“Bye, Yoona.” Kata Yesung oppa

            Memang benar aku sedikit cemburu dengan mereka. Mereka bisa mengungkapkan rasa cinta mereka sesuka hati mereka. Sedangkan aku? Aku hanya bisa memendam perasaan ini pada lelaki yang aku cintai.

“Yoona, ayo kita pergi.” Teriak umma dari bawah. Aku pun menarik nafas lalu aku pergi kebawah. Aku lihat dibawah semua suadah kumpul. Aku dan Donghae ssi pergi semobil, hanya kami berdua.

            Didalam mobil kita lebih banyak diam. Sampai Donghae ssi membuka mulutnya.

“Yoona, apa kau sudah siap?” tanya nya

“Emm? Ne, aku siap.” Kataku sambil tersenyum kearahnya

“Tenang saja, aku akan menjagamu.” Katanya lalu memegang tanganku. Aku kaget dengan yang dia lakukan.

“Ne, gomawo.”

            Tak lama kemudian, akhirnya kita sampai di hotel tempat kita akan bertunangan. Dan acara pun dimulai, sampai akhirnya Donghae oppa memakai kan cincin ke jari manisku. Lalu aku harus memakikan cincin juga ke jarinya. Aku sedikit ragu, tapi umma berbisik padaku.

“Cepat pakaikan yoona.” Dan kahirnya cicin itu pun sudah melingkar dijari Donghae ssii.

            Setelah itu, banyak tamu yang mengucapkan selamat. Dan sampai saat seseorang menghampiri aku dan Donghae.

“Selamat ya, boss.” Kata nya sambil memeluk Donghae

“Kau ini, ne. kamsahamnida.”

“Yoong, selamat, ya.” Katanya

“Ne, kamsahamnida.” Kataku sambil menunduk. Lalu dia pergi berjalan menuju pintu keluar.

            Tega sekali Siwon oppa meninggalkanku. Dia pergi tanpa memnadangku. Aku pun tidak tahan dengan semua ini. Aku ingin kita selalu bersama, tiba- tiba airmata ku jatuh dan terus mengalir. Akhirnya sambil menagis aku beranikan diri untuk berdiri dan perlahan aku mulai berjalan mendekat ke arah Siwon oppa lalu aku memeluknya dari belakang. Aku tidak peduli orang- orang memandangku. Aku meraba lehernya dari belakang, aku pun menarik kalung yang dipakai. Lalu aku menjatuhkan diri, karena kau sudah tidak kuat lagi. Siwon oppa masih dalam posisi yang sama.

            Dan tiba- tiba, Donghae jalan menuju ke arahku. Di membantu aku berdiri yang masih dalam keadaan menagis, lalu dia melihat kalung yang ada di tanganku. Lalu dia membalikan liontin itu, dia terkejut melihat tulisan dibalik liontin itu. Lalu dia tiba- tiba melihat kalung yang aku pakai dan membalikan liontinya, dia juga terkejut.

            Dan akhirnya, aku dibawa ke area kolam renag oleh umma dan eonni.

“Yoona! Apa kau itu bodoh? Kau tau kana pa yang kau lakukan?” kata eonnie

“Ternyata ketakutan ku selama ini benar. Kau masih berhubungan dengan nya.” Kata umma

“Kau, sudah mempermalukan keluarga kita. Kau mengerti itu?” kata eonni penuh amarah.

PLAK…

            Umma menaparku, sampai aku terjatuh dilantai. Dan tiba- tiba appa datang.

“Taeyeon, apa yang kau lakukan?” teriak appa lalu membantuku bangun.

“Yeobo.”

“Kau sudah keterlaluan, kau selalu berkehendak sesuka hati mu untuk Yoona. Aku tau kau sayang sekali pada Yoona, tapi cara ini salah. Kau mengerti.” Kata appa yang memeluk ku

“Aku hanya ingin yang terbaik untuknya. Aku tidak mau Yoona menikah dengan orang seperti dia.” Kata umma. Belum sempat appa membalas tiba- tiba Mrs. Lee, Donghae ssii dan Siwon oppa datang.

“Mrs. Park, anak mu Yoona tidak salah memilih. Anak mu telah memilih sebuah berlian yang berharga.” Katanya sambil megelus pipi Siwon oppa yang dari tadi menunduk.

“Ne ahjummah, Yoona sangat pandai memilih laki- laki. Siwon orang yang baik. Aku juga tidak ingin menikah dengan wanita yang tidak mencintai ku.”

            Mendengar perkataan mereka, umma kaget. Sampai tiba- tiba, umma menghampiri Siwon oppa lalu memeluknya.

“Mian, maafkan aku.” Kata umma menangis sambil memeluk Siwon oppa.

“Ani, aku yang harusnya meminta maaf. Maafkan aku, ahjumma.”

“Aku yang salah.” Melihat mereka seperti itu aku pun langsung memeluk mereka berdua.

“Umma, mian aku mencintainya.” Kata ku

“Ne, gwencana. Umma merestui kalian.”

            Setelah itu aku pun pergi menghampiri Donghae.

“Mian, Donghae ssii.”

“Untuk apa?” tanyanya

“Aku telah menyakitimu.” Kataku

“Aku baik- baik saja. Sudah lupakan saja.”

“Kamsahamnida.” Kataku lalu memeluknya.

“Sudah jangan peluk aku terus, nanti ada yang marah.” Katanya. Aku pun tersenyum, lalu berlari memeluk Siwon oppa.

“Saranghae.” bisiknya

“Nado saranghae, oppa.”

“Semuanya, ayo kita masuk. Apa kalian tidak kedinginan?” teriak Yesung oppa.

“Ne.” jawab kami serempak.

            Kita semua pun masuk kembali ke dalam hotel, dan acaranya di ubah menjadi acara pertunangan ku dan Siwon oppa. Saat makan malam, kami semua berkumpul di satu meja.

“Yeobo, mianhe.” Kata appa lalu mencium kening umma

“Mwo? Ani, harusnya aku yang minta maaf. Yeobo, maafkan aku. Maffkan keogoisan ku selama ini.” Kata umma dan appa hanya mengangguk.

“Donghae ssi, bolehkah aku memaggil mu oppa?”

“Ne, tentu saja.”

“Oppa, kalau kau kesepian kau boleh menemui kami.”

“Tentu saja, aku akan selalu menemu kalian.”

“Oh iya hyung, kalau kau sangat.. sangat… kesepian mungkin salah satu teman Yoona bisa menemani mu.” Kata Siwon oppa

“Baiklah, kira- kira siapa ya?” tanyanya pada Siwon oppa

“Ya.. jangan ngobrol terus ayo makan.” Kataku kepada 2 namja itu

4 bulan kemudian

“Oppa!!!” teriaku

“Ne, ada apa teriak- teriak?”

“Tau tidak?”

“Ani, mana aku tau kalau kau tidak member tahu padaku.”

“Iya juga ya, sini deh.” kataku menariknya keatas kasur.

“Wae?”

“Lihat.” Kataku sambil memberikan HP ku padanya

“Mwo? Apa ini benar?”

“Ne. aku tidak percaya oppa.”

“Sama aku juga. Akhirnya sudah 4 bulan lamanya Donghae hyung akan menyusul kita juga.”

“Ne, dan yang aku heran sejak kapan dia berhubungan dengan Jessica?”

“Aku tidak tau.”

“Senang ya, oppa. Akhirnya semua yang kita harapkan terwujud.” Kataku sambil bersandar di bahunya.

“Ne. tapi aku rasa belum.”

“Apa lagi emang?”

“Em apa ya?”

“Itu.” Katanya sambil menunjuk kearah perutku

“Itu, dengan berjalannya waktu juga bisa.” Kataku

“Kalau begitu, ayo kita usaha.”

“Ani, aku cape. Aku tidur dulu ya.” Kataku lalu menarik selimut ku

“Ya, Yoong. Kau dingin sekali. Kalau sekarang tidak, besok ya.” Katanya mengoyang- goyangkan tubuhku.

“Ne.” jawabku

“Ok, Good night.” Katanya lalu mencium bibirku kilat.

“Good night.” Balas ku.

The End_

Iklan
Tinggalkan komentar

118 Komentar

  1. aat yoonwon

     /  Maret 2, 2014

    Mudah2n yoonwon real

    Balas
  2. Amanda

     /  April 17, 2014

    Kereen..haha 😀

    Balas
  3. Singkatt bagt..jujur q kurang pham ma jln critanya, tp bagus kok

    Balas
  4. Mia

     /  Juli 4, 2014

    Sungguh mengharukan jadi pengen nangis

    Balas
  5. Imfloe

     /  September 6, 2014

    Sedikit menjurus ke nc sih ._.
    But lumayanlah meski banyak typo eheheeh

    Balas
  6. Ku pikir tadi Yoonwon bakal gk bersatu ternyata bersatu
    senang ya

    Balas
  7. park ra chan

     /  Desember 25, 2015

    Akhir nya…
    Taeyon sangat keras kepala

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: