[FF] Who Is The Beloved (Chapter 7)

[FF] Who Is The Beloved (Chapter 7)

Title : Who Is The Beloved

Author : Choi Hyun Mi a.k.a Nita Rahayu

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoona Ah (SNSD)

Other Cast :

  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Jessica Jung (SNSD)
  • Sunny (SNSD)
  • Lee Sungmin (Super Junior)
  • Key (SHINee)

Genre: Romantic

Rating : General

 

“Ya Tuhan aku berjanji akan menjaganya dan membahagiakannya, tak akan ku birkan dia menangis lagi”

 

Author POV

Siwon dan Yoona masih telelap dalam tidur damainya, meskipun mentari pagi sudah masuk kedalam kamar. Namun keduanya masih enggan untuk membuka mata, tak berapa lama Yoona mulai terjaga dari tidur nyenyaknya. Di kerjap-kerjapkan mata indahnya sambil mengumpulkan raganya yang masih melayang, lalu dia menggeliat kecil didalam dekapan Siwon yang masih terlelap tidur. Perlahan Yoona melepaskan tangan kekar Siwon yang memeluk pinggangnya dengan hati-hati agar sang pemilik tangan tak terbangun dari tidur pulasnya. Yoona pun merubah posisi menjadi duduk dan kembali merenggangkan otot-otonya yang terasa kaku, sejenak dia menghela nafas lalu beranjak dari tempat tidur. Yoona berjalan kearah jendela kamar dan perlahan membuka gardeng kamar yang berwarna coklat, seketika seluruh sinar matahari masuk kedalam ruangan kamar. Lalu Yoona mendekat dan melihat keindahan kota Seoul dipagi hari. Orang-orang berlalu lalang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, dan kendaraan yang ramai semakin membuat kota Seoul terlihat sangat sibuk di pagi hari yang cerah.

“Kau sudah bangun” tiba-tiba suara Siwon terdengar sambil memeluknya dari belakang.

“Selamat pagi” sambut Yoona lembut.

“Ucapan selamat paginya kurang” ujar Siwon lembut.

“Apa maksudmu” tanya Yoona heran lalu mendongakkan kepala menatap Siwon.

“Morning kiss” Siwon lalu mencium bibir Yoona.

Cukup lama Siwon mencium bibir Yoona sampai pada akhirnya Siwon melepaskannya.

“Selamat pagi Chagiya” ucap Siwon lembut sembari tersenyum manis pada Yoona.

Namun Yoona hanya bisa menatap Siwon sambil membulatkan matanya tak percaya.

“Mulai sekarang kau harus terbiasa dengan ini” ujar Siwon lalu mencubit pipi Yoona gemas.

Yoona hanya mengangguk lalu tersenyum dan kembali membalikan pandangannya kearah jendela melihat keindahan kota Seoul.

“Siapkan dirimu hari ini” ucap Siwon sembari menempelkan dagunya pada bahu Yoona.

“Sebenarnya apa yang ingin kau tunjukan padaku” tanya Yoona penasaran.

“Kan sudah ku bilang, itu kejutan arraseo Nona 100 ribu Won” jawab Siwon terkekeh geli.

“Yah jangan memanggilku seperti itu” pekik Yoona pura-pura marah.

“Ne..ne arraseo Chagiya” ujar Siwon lalu mencium pipi Yoona sekilas.

“Kya…kau mencium ku lagi..kau belum sikat gigi Choi Siwon”  pekik Yoona melepaskan tangan Siwon yang memeluknya lalu berbalik menghadapnya.

“Berarti kalau aku sudah sikat gigi aku boleh mencium mu lagi” goda Siwon sambil pergi dengan sedikit berlari.

“Tuan menyebalkan….” Pekik Yoona lalu berlari mengerjar Siwon.

 

Donghae POV

Kulangkahkan kakiku menuju sebuah apartement hari ini aku akan menemui Jessica. Sudah lebih dari satu minggu aku sama sekali tak bertemu atau pun berkomunikasi dengannya Dengan perasaan sedikit ragu ku tekan bel apartement Jessica, sebenarnya aku bisa saja masuk tanpa menekan bel karena aku tahu passwordnya. Tapi, rasanya kali ini berbeda entah kenapa aku merasa bersalah padanya. Walaupun aku tak tahu apa kesalahan ku.

Tak lama menunggu akhirnya pintu pun terbuka, sebuah senyuman menyambutku. Namun saat matanya melihat ku, tiba-tiba senyuman itu hilang seketika.

“Ha..hallo Sica” sapaku gugup.

Namun Jessica sama sekali tak merespon ku dia malah menatapku dengan tatapan datar.

“Kau tidak mengijinkanku masuk” tanyaku mencoba menenangkan diri.

“Ada apa datang kemari?” ucapnya tiba-tiba menatapku tajam.

“Sica, ada yang ingin ku bicarakan denganmu. Tak enak kalau kita bicara di sini” ujarku memegang bahunya. Namun dengan sigap Jessica melepaskan tanganku.

“Kita bicara di luar saja” ucapnya dingin.

“Di luar” tanyaku bingung.

“Ikut aku” lanjutnya lagi lalu menutup pintu dengan kasar dan berjalan mendahuluiku.

Kini aku dan Jessica berada di sebuah café yang tak jauh dari apartement Jessica, aku dan dia duduk berhadapan. Dari tadi Jessica sama sekali tak menatapku, Jessica terkesan membuang muka dan tidak mau melihatku.

“Jessica kenapa waktu itu kau tak memberi tahu ku kalau kau akan pulang ke Korea” ujarku memulai pembicaraan.

“Bukankah aku berangkat ke Maldives tidak memberi tahu mu dulu” ketusnya dingin.

“Apa yang terjadi dengan mu Sica, kau marah padaku? Kau juga sulit di hubungi” tanyaku menatap matanya menunggu jawaban.

“Seharusnya kau senang Oppa, karena aku tidak akan mengganggu mu lagi” jawabnya ketus.

“Maksud mu Sica” tanya ku heran.

“Ayah ku selalu bilang bahwa akting Lee Donghae sangat hebat, ternyata memang benar apa kata ayah ku. Akting mu sangat hebat Tuan Lee Donghae” ucapnya sambil menatapku tajam.

“Sica aku tidak mengerti apa maksudmu”

“Sebaiknya hentikan aktingmu itu Donghae Oppa, kerena aku sudah tahu selama ini kau membohongi ku. Aku sudah melihat dan mendengarnya saat di Maldives” ucapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Apa kau bilang? Maldives? Apa kejadian di taman?” tanyaku sedikt ragu.

“Kenapa kau bohongi aku Donghae Oppa, seharusnya kau bilang kalau kau masih mencintainya. Kalau kau bilang dari dulu mungkin aku akan menjauh dari mu” kini Jessica mulai menangis.

“Sica, jadi kau sudah tau?” tanya ku lirih.

“Aku sudah tahu semuanya Oppa, kenapa Oppa tega membohongi ku. Oppa juga tega membohongi Yoona, sekarang Yoona jadi membenciku Oppa. Dia menganggap aku sudah merebutmu, dia menganggap aku sebagai penghianat” ujarnya sambil menahan tangisnya.

“Mianhae Sica, aku juga tidak tahu kenapa aku harus melakukan ini. Kalau aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya padamu, aku takut kau sakit sakit” ucapku lalu memegang tangannya.

“Tapi hatiku lebih sakit sekarang Oppa, Oppa sudah tega membohongi ku, Oppa juga sudah membuat Yoona membenciku. Asalkan Oppa tahu, dengan sikap mu ini bukan hanya aku yang tersakiti tapi juga Yoona, apalagi Siwon” ucapnya lalu menundukkan kepalanya sambil menangis tersedu-sedu.

“Mianhae Sica, mianhae” hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku aku tidak tahu apa yang harus ku katakan lagi pada Jessica.

“Kita akhiri sampai di sini Oppa, aku benar-benar tidak menyangka kau berani membohongi ku. Mungkin aku juga yang bodoh, karena aku terlalu memikirkan perasaan ku sendiri, aku juga menyangka kau hanya mencintai ku. Tapi, ternyata dihati mu hanya ada Yoona seorang”ucapnya di sela-sela isakannya.

Aku benar-benar merasa bersalah pada Jessica, entah apa yang harus ku katakan lagi padanya. Aku hanya bisa mengucapkan kata maaf sebagai rasa penyesalanku. Sungguh aku begitu bodoh, aku tak punya keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya pada saat itu.

End of Donghae POV

 

Jessica POV

Aku berjalan dengan gontai memasuki apartemant ku, hatiku benar-benar sakit. Ternyata selama ini orang yang ku cintai membohongi ku. Aku terduduk lemah disofa sambil terus menangis, betapa bodohnya aku yang menganggap Donghae Oppa mencintaiku.

“Yoona kau harus tahu, aku tidak merebut Donghae Oppa darimu” ucapku lirih sambil terus menagis.

End of Jessica POV

 

Siwon POV

Hari ini aku akan memberikan sebuah kejutan lagi pada Yoona sekalian aku akan mengajaknya pergi berkencang. Aku duduk di sofa sambil menunggu Yoona yang belum keluar juga dari kamar ku.

“Lama sekali dia” gumamku lalu melihat jam yang melingkar di tangan ku.

“Sudah lama menunggu yah” tiba-tiba suara seorang yeoja terdengar di belakangku.

Ku tolehkan kepalaku untuk melihatnya, dan seulas senyum terpancar diwajahku. Melihat Yoona yang tampil dengan sangat cantik.

“Wae, bajunya tidak cocok aku pakai ya?” tanya nya yang membuatku terkekeh geli.

“Aku yang memilih baju itu, jadi mana mungkin tidak cocok untuk mu” ujarku seraya menghampirinya.

“Aku sudah siap, ayo kita pergi” ucapnya sedikit manja.

“Baiklah, ayo” jawabku lalu menggandeng tangannya.

“Siwon, kau sudah tahu kalau Taeyeon Eonni sekarang sedang hamil?” ucap Yoona tiba-tiba saat kami sudah berada di dalam mobil.

“Mwo, Taeyeon hamil aku sama sekali tidak tahu” pekik ku sambil terus fokus menyetir.

“Ishhh kau ini bagaimana, Taeyeon Eonni kan kakak sepupumu. Masa kau tidak tahu” ucapnya heran.

“Aku tidak tahu, beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan Lee Teuk Hyung, tapi dia tidak bilang apa-apa, kau tahu dari mana?” tanyaku lalu menoleh sekilas ke arahnya.

“Aku tahu dari Sunny Eonni” jawabnya santai.

“Sunny, yeoja chingu kakak mu itu?” tanyaku lagi.

“Emmm, kau tahu tidak mereka akan segera menikah” ucapnya yang membuatku kaget.

“Mwo, menikah bukannya kau dulu yang akan menikah. Lagi pula mereka baru pacaran beberapa bulan” ujarku tak percaya.

“Jelas saja mereka cepat menikah, mereka saja selalu terlihat romantis dan saling mencintai” ketusnya yang membuat aku tersenyum.

“Lalu bagaiman dengan pernikahan kita” tanyaku lagi.

“Mana aku tahu, itu semua orang tua kita yang mengurusnya”

“Kalau begitu kita menikah saja secepatnya” ujarku sambil tersenyum padanya.

“Kau tidak sabar sekali” jawabnya menatapku aneh.

“Tentu saja aku tidak sabar, aku juga ingin mempunyai anak seperti Lee Teuk Hyung” ucapku yang membuatnya tertegun.

“Wae, kau juga mau kan?” tanya ku santai.

“Permasalah itu kita bicarakan setelah menikah saja” ucapnya pelan lalu menundukan kepalanya.

Aku hanya bisa tersenyum geli mendengar jawabannya yang malu-malu.

End of Siwon POV

 

Author POV

Seorang yeoja bertubuh ramping dan tinggi baru saja turun dari  pesawat dengan dikawal beberapa asistennya, dia berjalan menampkan pesonannya. Semua pasang mata menatapnya dengan tatapan takjub melihat seorang wanita yang mengenakan dress berwarna merah di atas lutut yang menampakan lekuk tubuhnya yang indah, dan mengenakan mantel bulu berwarna hitam serta kacamata yang berwarna senada membuatnya tampak cantik.

Sejenak dia menghentikan langkah kakinya.

“Apa kau sudah menemukan alamat Choi Siwon?” ucap yeoja tersebut sambil berbalik menatap asistennya.

“Sudah Nona, ini alamatnya” jawab sang asisten lalu memberikan secarik kertas pada sang yeoja.

Yeoja tersebut mengambil kertas yang diberikan asistennya itu, kembali seulas senyuman terpancar di bibirnya.

“Aku merindukan mu Choi Siwon, tunggu aku” gumamnya tersenyum penuh arti.

 

 

 

 

Yoona POV

Siwon menghentikan pacuan mobilnya di depan rumah mewah bergaya eropa, aku terdiam sejenak lalu melihat rumah mewah dan besar tersebut dari kaca jendela mobil, sejenak aku berpikir. “Ini rumah apa istana?” gumamku dalam hati.

“Hai Nona Im ayo cepat turun, mau sampai kapan kau melamun” seru Siwon mengetuk kaca jendela.

“Ah ne”

Lalu Siwon pun membuka kan pintu mobil untuk ku.

“Rumah siapa ini?” tanyaku menatapnya penuh tanya.

“Nanti kau juga tau, ayo masuk” ucap Siwon lalu menarik tanganku.

Siwon membawaku masuk kedalam rumah mewah tersebut, saat membuka pintu beberapa pelayan rumah sudah menyambut kedatangan kami. Mereka memberi salam sambil membungkuk memberi hormat. Aku yang masih bingung dengan keadaan seperti ini hanya bisa kembali memberi salam lalu berusaha tersenyum ramah pada para pelayan. Lalu kembali Siwon menarik tangan ku dan aku hanya mengikuti setiap langkahnya.

“Coba kau lihat dulu setiap ruangan-ruangannya” Siwon menghentikan langkah kakinya dan berbalik melihatku.

“Memangnya kau mau kemana?” tanyaku heran.

“Ada urusan yang sangat penting, nanti aku kembali lagi” ujarnya lalu pergi meninggalkan ku.

Beberapa saat aku terdiam memandangi rumah yang begitu besar dan mewah ini, lalu dengan langkah sedikit pelan ku langkahkan kakiku untuk melihat ruangan-ruangan yang ada di dalam rumah ini. Aku memasuki sebuah ruangan yang sepertinya ruang tamu, disana terdapat tiga sofa berwarna coklat yang ukurannya besar, lalu ada sebuah televisi layar datar berukuran besar yang aku yakin itu televisi keluaran terbaru. Kembali kulangkahkan kaki ku menuju sebuah ruangan, sekarang aku sudah berada di ruangan dapur. Terlihat sangat bersih, rapi, dan sangat besar untuk ukuran sebuah dapur. Lalu kulangkahkan kaki ku menaiki tangga, setelah sampai dilantai dua aku berjalan kearah balkon. Seketika aku di suguhkan dengan pemandangan kota Seoul yang begitu indah, ya memang rumah ini terletak di pusat kota Seoul.

“Indah sekali” gumamku sambil tersenyum.

Tak berapa lama akupun kembali kedalam dan memasuki sebuah ruangan, semerbak wangi bunga mawar seketika menyentuh hidung ku, ternyata aku memasuki sebuah kamar. Kamarnya sangat luas, terdapat ranjang yang ukurannya king size yang di hiasi dengan sprai berwarna merah bercorak coklat, tidak hanya itu saja terdapat dua buah sofa berukuran sedang dan sebuah televisi layar datar yang sangat besar, dan yang membuatku takjub juga terdapat bioskop pribadi. Tak ketinggalan lemari pakaian berukuran besar terdapat di kamar ini.

“Wahh besar sekali kamarnya” gumamku sambil duduk di pinggir tempat tidur.

“Ini kamar mu” ucap seseorang tiba-tiba di belakangku. Aku pun menoleh untuk melihatnya.

“Siwon” ujar ku kaget.

“Kau suka kamar ini?” tanyanya lalu duduk disampingku.

“Tapi maksudmu apa tadi, ini kamarku?” tanyaku menatapnya heran.

“Tentu saja ini kamar mu, ahh tidak lebih tepatnya lagi ini kamar kita” jawabnya sedikit berbisik.

“Mwo kamar kita, memangnya ini rumah siapa?” tanyaku masih heran.

“Tentu saja ini rumah ku, mana mungkin aku membawamu ke rumah orang lain” ucapnya terkekeh geli.

“Jadi ini rumahmu, kenapa tidak bilang dari tadi” ujarku memukul lengannya pelan.

“Bukan kejutan namanya kalau aku bilang dari tadi” ucapnya masih terkekeh geli.

“Tapi untuk apa kau membawaku kemari?” tanyaku masih bingung.

“Sebentar lagi kan kita menikah, jadi kita akan tinggal di sini” jawabnya sambil menatapku.

“Kapan kau membelinya?” tanyaku lagi.

“Sejak kita bertunangan?” jawabnya lalu tersenyum.

“Ohh begitu ya,tapi rumah sebesar ini hanya kita berdua saja yang menempatinya?” tanyaku lagi.

“Tentu saja tidak” ucapnya tersenyum nakal.

“Maksudmu” tanyaku penasaran. Tapi, Siwon tidak menjawabnya dia malah menatapku dengan lekat perlahan di mulai mendekatkan badannya ke arahku,  aku yang gugup hanya bisa mundur sampai akhirnya aku tertidur di ranjang. Kini Siwon berada di atas ku, dia masih menatap ku lekat, lalu seulas terpancar diwajahnya.

“Makannya cepat kita menikah, agar rumah ini menjadi ramai” ujarnya lembut.

“Menjadi ramai” ucapku gugup.

“Eum,,,ramai karena suara tangisan bayi, jadi kapan kita menikah. Aku ingin seperti Lee Teuk Hyung, dipanggil Appa” ujarnya tersenyum lembut padaku.

Aku hanya bisa menatapnya kaget, tak dapat mengucapkan sepatah katapun. Sementara Siwon masih tersenyum manis padaku. Perlahan Siwon mulai mendekatkan wajahnya ke arahku, hembusan nafas hangatnya menyapu wajahnya, kututup mataku perlahan karena aku tahu apa yang akan Siwon lakukan.

Tok..tok..tok..

Terdengar suara ketukan suara pintu seketika aku membuka mataku kaget dan Siwon yang juga terlihat kaget.

Tok..tok..tok..

Kembali terdengar suara ketukan pintu.

“Sebaiknya kau buka dulu pintunya” ucapku sambil mendorong dadanya.

“Ahhh mengganggu saja” umpat Siwon lalu kembali duduk.

“Cepat sana buka pintunya” ucapku lalu duduk disampingnya.

“Tapi yang barusan harus di lanjutkan” ucapnya lalu menoleh menatapku.

“Lain kali saja, cepat buka pintunya” ujarku sedikit berteriak.

“Kau berani melawanku” tanyanya menatapku dengan seksama.

“Aishh kau ini keras kepala sekali, iya iya tapi cepat buka pintunya” ujarku pura-pura marah.

“Aku pegang janjimu, awas kalau kau bohong” Siwon tersenyum penuh kemenangan, lalu beranjak untuk membuka pintu.

End Yoona POV

 

Author POV

“Sunny kau cantik sekali mengenakan gaun pengantin itu” puji Ny Im pada calon menantunya Sunny.

Tinggal menghitung hari lagi Sungmin dan Sunny akan melangsungkan pernikahan mereka, terlihat mereka berdua sangat sibuk sekali mulai dari memilih gaun pengantin, dokorasi gedung yang akan di pakai untuk resepsi, menyebar undangan, sampai memilih souvenir. Sungmin dan Sunny memang tidak mau siapa pun mengurus keperluan untuk hari pernikahannya nanti, mereka ingin hari yang sangat bersejarah bagi mereka di siapkan oleh mereka sendiri.

“Benarkah Eomma” ujar Sunny tersenyum.

“Tentu saja, kau sangat cantik Sunny. Eoma tidak sabar ingin melihat Yoona mengenakan gaun pengantin” Ny Im menampakan senyum hangatnya.

“Kalau begitu kapan Yoona menikah Eomma, Yoona dan Siwon sudah bertunangan lama bukan?” tanya Sunny menatap calon ibu mertuanya.

“Eomma sedang mempersiapkannya, ahh rasanya Eomma tidak sabar ingin segera menimang cucu dari mu dan juga dari Yoona”  ucap Ny Im sambil tersenyum lembut pada Sunny.

“Kalau begitu suruh mereka untuk cepat-cepat menikah Eomma” ujar Sunny antusias.

“Itu tidak bisa” suara seorang namja terdengar dari belakang.

“Sungmin Oppa” ucap Sunny kaget.

“Yoona boleh menikah kalau aku sudah menikah, iya kan Eomma” ujar Sungmin pada Ny Im manja.

“Aishhh kau ini, sebentar lagi kau menjadi seorang suami. Tapi masih saja bermanja-manja pada ibu, kau tidak malu apa pada calon istrimu” ujar Ny Im sambil memukul lengan Sungmin pelan.

“Eomma walaupun aku sudah menjadi seorang suami aku kan tetap anakmu” ucap Sungmin manja.

“Euhh dasar anak manja” ujar Ny Im.

“Yoona juga manja” ucap Sungmin tak mau kalah.

“Ah ya sudahlah, Eomma pulang dulu. Nanti kau antarkan Sunny pulang ya”

“Ne Eoma, hati-hati dijalannya” ucap Sungmin tersenyum pada ibunya.

“Ne arraseo, Sunny Eomma pamit dulu yah” ucap Ny Im berpamitan pada Sunny.

“Ne Eomma hati-hati dijalan ya” ujar Sunny tersenyum manis pada Ny Im.

Ny Im sudah berlalu dari hadapan Sungmin dan Sunny, kini mereka hanya tinggal berdua.

“Wah Chagiya, kau cantik sekali” puji Sungmin saat melihat calon istrinya, Sunny.

“Kau baru menyadarinya” ucap Sunny cemberut.

“Ya Chagiya jangan marah, kau memang sangat cantik” goda Sungmin.

“Tanpa Oppa katakan aku tahu” ketus Sunny lalu pergi dari hadapan Sungmin. Sungmin yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.

Di tempat lain Donghae terlihat gelisah menunggu kedatang seseorang, dilihatnya beberapa kali jam yang melingkar di tangan kirinya.

“Sudah lama menunggu” suara berat laki-laki paruh baya membuat Donghae menoleh.

“Appa datang juga” sambut Donghae pada ayahnya.

“Kau ingin bicara apa” ucap Tn Lee to the point.

“Appa, hubunganku dengan Jessica sudah berakhir” ucap Donghae mantap.

“Apa kau bilang” pekik Tn Lee tak percaya.

“Appa, aku tak mau menyakiti perasaan Jessica. Aku sama sekali tidak mencintainya, aku hanya mencintai Yoona Appa” ujar Donghae menatap ayahnya.

“Omong kosong apa lagi ini, kenapa kau terus memikirkan wanita itu” tegas ayah Donghae tak percaya.

“Appa, aku sudah berusaha melupakannya, tapi tetap saja tidak bisa. Aku masih mencintainya” ucap Donghae lirih.

“Apa yang harus ayah katakan pada sutradara Jung, mau taruh dimana muka ayah” pekik Tn Lee  menahan emosinya.

“Jessica sudah tahu perasaan ku yang sebenarnya Appa, dan dia juga mengerti” ucap Donghae manyakinkan ayahnya.

“Apa kau bilang” pekik Tn Lee kaget.

“Appa, aku sangat menyayangimu aku juga sangat menghormatimu, jadi tolong Appa, hormati keputusan ku. Aku ingin kembali pada Yoona Appa” ujar Dongahe sambil memegang tangan ayahnya.

“Bagaimana kau bisa kembali padanya, sebentar lagi dia menikah” tanya Tn Lee.

“Aku akan berusaha untuk menyakinkannya Appa, kalau aku masih mencintai nya” kembali Donghae menyakinkan ayahnya.

Tn Lee hanya bisa menghela nafas berat lalu menudukkan kepalanya.

“Baiklah, maafkan Appa. Appa sudah memaksa perasaan mu” ucap Tn Lee pelan.

“Appa” ucap Donghae tak percaya.

“Maafkan Appa Donghae,  tidak seharusnya Appa memaksamu” Tn Lee menatap anaknya itu dengan suara parau.

“Appa, aku menyayangimu. Terima kasih Appa” Donghae tersenyum lalu memeluk ayahnya.

 

Siwon POV

Aku tengah berada di balkon atas sambil menikmati pemandangan kota Seoul yang begitu indah di sore hari. Hari ini aku kembali memberi kejutan pada Yoona yaitu memperlihatkan rumah yang akan kita tempati setelah menikah nanti, seulas senyum tepancar dari wajahku mengisyaratkan sungguh bahagianya aku saat ini. “Ya Tuhan aku berjanji akan menjaganya dan membahagiakannya, tak akan ku biarkan dia menangis lagi” gumamku dalam hati.

“Rupanya kau di sini” ucap seseorang sambil memelukku dari belakang.

“Dari tadi aku disini” ujarku sambil menolehkan kepalaku untuk melihat Yoona.

“Ada apa?” lanjutku.

“Anio, aku pikir kau sudah pulang” ujarnya polos.

“Mana mungkin aku meninggalkan mu” ucapku lalu berbalik menghadapnya.

“Siwon” ucapnya lembut.

“Ne”

“Gomawo, jeongmal gomawo” tiba-tiba Yoona memeluk ku.

“Gomawo, karena kau sudah menjagaku, dan kau juga sudah membahagiakanku” ujarnya lebut sembari menyandarkan kepalanya di dadaku.

“Ini belum seberapa, masih banyak yang akan ku tunjukan padamu” ucapku lalu membalas pelukan erat.

“Memangnya apalagi, sudah banyak yang kau tunjukan padaku?” tanyanya sambil melepas pelukan ku.

“Jangan panggil aku Choi Siwon kalau aku tidak bisa memberikan mu banyak kajutan” jawabku sambil tersenyum.

“Ne arraseo Choi Siwon” balasnya lembut.

“Rupanya kau pintar juga Nona 100 ribu Won” ucapku sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“Ya jangan panggil aku panggil aku seperti itu” ujarnya lalu mengembungkan pipinya.

Aku terkekeh geli melihat ekspresi wajahnya, lalu kembali ku bawa Yoona kedalam dekapanku.

Aku dan Yoona duduk di kursi panjang sambil menikmati pemandangan kota Seoul yang sangat indah dari balkon rumah, hari menjelang malam. Sang surya segera berhenti dari aktivitasnya menyinari dunia ini. Kami masih terlarut dalam pikiran masing-masing, Yoona menyandarkan kepalanya dibahuku dan tangannya melingkar di pinggangku begitupun aku.

“Kau suka rumah ini?” suara ku memecahkan keheningan.

“Ne, tapi rumah ini terlalu besar untuk kita tinggali” jawab Yoona pelan.

“Kan sudah ku bilang nanti kalau kita menikah rumah ini akan ramai suara tangisan bayi” ujar ku lalu membelai rambutnya sayang.

“Memangnya kau ingin punya anak berapa?” tanya nya polos.

Aku terkekeh geli mendengar pertanyaannya, sementara Yoona malah menatap ku heran.

“Kalau kau ingin punya anak berapa?” tanyaku balik.

“Dua, satu laki-laki dan satu perempuan” Yoona mengacukan jari-jarinya.

“Kalau begitu aku ingin empat, dua laki-laki dan dua perempuan jadi kau bersiap-siaplah” ucapku sambil menatapnya dengan senyum lebar.

“Empat, emmm kita lihat saja nanti” ucapnya tersenyum manis padaku.

“Choi Yoona saranghae” ucapku lembut.

“Nado saranghae Choi Siwon” ujarnya lembut lalu mengembangkan senyuman manisnya.

Ku eratkan tanganku yang memeluk pinggangnya, ku dekatkan wajahku pada paras cantiknya, jantung ku berdetak hebat. Gemuruh cinta yang ku rasakan pada gadis yang ada dihadapanku ini tak dapat terelakan lagi, ku cium bibir mungilnya lembut. Nafasnya terasa sangat hangat menerpa wajahku,  kurasakan tangannya kini beranjak naik menyentuh leherku bibir mungilnya juga menyapu lembut bibirku Yoona membalas ciumanku akupun semakin erat memeluk tubuhnya kini dengan kedua tanganku.

Cukup lama kami dalam keadaan seperti ini, akhirnya kami melepaskan ciumannya, Yoona menatap manik mataku lekat sambil tersenyum manis padaku, lalu kurengkuh tubuhnya kedalam dekapanku.

“Setelah Sungmin Hyung menikah, aku akan segera menikahi mu” ucapku lalu mengecup puncak kepalanya.

“Ne, Choi Siwon” ujar nya lembut.

End of Siwon POV

Author POV

Donghae kambali pulang ke apartementnya pertemuannya dengan sang ayah membuatnya sangat lega. Kini ayahnya telah mengetahui perasaannya yang sebenarnya, bahwa selama ini Donghae masih mencintai sosok yeoja bernama Im Yoona meskipun selama ini Jessica, yeoja yang sangat mencintainya, perhatian padanya dan tentunya menyayanginya. Tapi, Donghae hanya menganggap Jessica sebagai seorang teman dan itu tidak lebih.

“Maafkan aku Sica, tapi aku masih mencintainya” gumam Donghae pelan.

Drettt…drett..drettt…suara ponsel menyadarkan Donghae.

Donghae mengambil ponselnya yang tergeletak di meja.

“Key ada apa dia menghubungiku” ucap Donghae pelan saat melihat layar ponsel.

“Yeoboseo” jawab Donghae.

“Yeoboseo, Donghae Hyung apa aku menggangu mu” jawab Key di sebrang sana.

“Anio, ada apa menghubungiku”

“Donghae Hyung, besok malam datanglah ke pesta ulang tahunku, bisa kan?”

“Tentu saja aku bisa, jam berapa”

“Jam7 malam Hyung, aku tunggu yah”

“Yah baiklah”

“Ya sudah aku tutup telponnya ya sampai berjumpa besok malam”

“Ne annyeong”

Klik sambungan telpon pun terputus.

 

Siwon baru saja sampai mengantarkan Yoona pulang.

“Masuklah dulu” ujar Yoona sembari melepaskan sabuk pengaman.

“Ini sudah malam, jadi lain kali saja” jawab Siwon lalu tersenyum pada Yoona.

“Ya sudah kalau begitu, hati-hati dijalannya”

“Ehh tunngu dulu”  Siwon menahan kepergian Yoona.

“Ada apa” tanya Yoona heran.

“Mandi makan dan tidurlah, mengerti Ny Choi” ucap Siwon yang membuat Yoona mengangguk mantap.

“Dan satu lagi” Siwon menggantung kata-katanya.

“Apa lagi”

Siwon mulai mendekatkan tubuhnya kearah Yoona, sampai akhirnya jarak mereka kini hanya beberapa senti saja. Yoona menahan nafas, sambil menatap Siwon dengan tatapan aneh. Sementara Siwon menatap Yoona sangat lekat. Lama mereka dalam keadaan seperti ini, akhirnya Siwon mencium kening Yoona lembut. Yoona tersenyum tipis mendapat perlakuan dari tunangannya itu. Cukup lama Siwon mencium kening Yoona, sampai akhirnya ia melepaskannya. Siwon tersenyum manis pada Yoona

“Jangan lupa mimpikan aku” ucap Siwon lembut.

“Ne, aku tahu” jawab Yoona gugup.

“Kau masih gugup ya, bagaimana kalau kita menikah nanti” ujar Siwon tersenyum nakal.

“Itu urusan nanti” ujar Yoona mencoba tenang.

“Dan bagaimana malam pertama nanti yah, sepertinya kau harus siapkan dari sekarang, bukannya kita ingin punya empat anak?” ujar Siwon yang membuat Yoona bergidik takut.

Seketika tawa Siwon pecah melihat ekspresi wajah Yoona yang memerah karena malu. Yoona hanya bisa manarik nafas untuk menahan rasa malunya.

“Oh yah besok malam kita di undang Key ke pesta ulang tahunnya, aku akan menjemput mu” ujar Siwon masih di sela-sela tawanya.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Hati di jalan-jalan” Yoona lalu membuka pintu mobil.

Yoona masih berdiri di tempat semula, sementara mobil Siwon sudah pergi dari pekarangan rumahnya. Dia masih berdiri mematung dengan pikirannya ya yang melayang entah kemana.

“Aisshh Choi Siwon dia membuatku merinding ternyata pikirannya sudah melayang sampai kearah sana” ucap Yoona pelan lalu berbalik masuk kedalam rumah.

******

Orang-orang sudah berkumpul di hotel tempat pesat ulang tahun Key, Key dengan ramah menyapa satu persatu tamu undangannya. Dengan memakai pakaian yang sangat modis Key terlihat sangat tampan di tambah senyuman yang terus terpancar dari wajahnya.

“Donghae Hyung” Key menepuk pundak Donghae dari belakang.

“Oh kau rupanya” ucap Donghae setelah membalikan badannya.

“Hyung sudah lama datang?” tanya Key.

“Aku baru saja kemari, aku pikir aku akan telat. Ternyata pestanya belum di mulai” ujar Donghae tersenyum.

“Sebentar lagi Hyung, aku masih menunggu teman-temanku yang belum datang” ucap Key lalu Donghae pun menganguk mengerti.

“Oh yah selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur dan karir mu semakin sukses” ucap Donghae sembari mengulurkan tangan.

“Gomawo Hyung” Key lalu menyambut tangan Donghae untuk berjabat tangan.

“Ahh itu dia mereka” seru Key melihat orang yang sedang berjalan kearahnya. Donghae pun membalikan badannya, saat yang di lihatnya ternyata adalah Siwon dan Yoona. Mereka berjalan bergandengan tangan, semua mata tertuju pada keduanya yang tampak begitu serasi.

“Mianhae Key kami telat tadi aku harus menunggu Yoona dulu” ucap Siwon ketika sudah berada dihadapan Key.

“Gwaenchanayo Hyung lagi pula pesta belum di mulai, ahh Yoona Noona kau tampak cantik sekali” puji Key pada Yoona.

“Jinjja, bukan karena aku memakai baju rancangan mu kan?” ujar Yoona tersenyum geli.

“Kau memang sudah cantik Noona, di tambah kau memakai baju rancangan ku kau tambah cantik saja” ucap Key yang membuat Siwon dan Yoona tertawa. Sementara Donghae masih diam seribu bahasa.

“Donghae-ssi rupanya kau juga ada di sini” seru Siwon pada Donghae. Donghae yang mendengarnya hanya tersenyum kecut.

“Dari tadi aku disini Siwon-ssi, kau tak menyadarinya atau pura-pura tak menyadarinya” ketus Donghae yang membuat Key heran.

“Aku pura-pura tidak menyadarinya” ucap Siwon santai.

Key yang merasa suasana menjadi dingin segera menetralkannya.

“Ahh sebaiknya kita mulai saja pestanya, mari ikut aku” ajak Key pada Siwon Donghae dan Yoona. Namun, saat mereka akan melangkahkah kan kaki, terdengar suara teriakan seorang yeoja dari belakang Siwon dan Yoona.

“Choi Siwon” teriak seorang yeoja yang membuat mereka berempat tertegun lalu membalikan badan ke sumber suara.

Yeoja tersebut tersenyum manis pada mereka berempat lebih tepatnya lagi pada Siwon. Yoona dan Donghae menatap yeoja tersebut dengan tatapan heran. Sementara Siwon dan Key, malah terkejut melihat yeoja yang ada dihadapan mereka. Perlahan yeoja tersebut melangkahkan kakinya mendekati mereka berempat, sampai pada akhirnya dia berhadapan dengan Siwon. Siwon masih menatap yeoja tersebut kaget.

“Choi Siwon Jeongmal Bogoshipoyo” ucap yeoja tersebut lalu memeluk Siwon erat.

Yoona yang melihatnya langsung membulatkan mata, sementara Donghae dan Key terkejut melihat kejadian yang ada dihadapan mereka.

 

To Be Countinued

 

Bagaimana chapter ini? Puas dengan YoonWon momentnya?? Hehe mianhae ya kalau ceritanya makin geje. Ayo buat semua reads yang udah baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberikan tanggapan supaya untuk next chapternya segera di posting, kalau FF ini selesai saya sudah siapkan FF YoonWon yang lainnya, dan untuk chapter 8 mianhae mungkin saya akan minta admin Gee untuk memproteksinya. Untuk menghindari silent reads yang masih berkeliaran(?). LOL…

Untuk mendapatkan PWnya?? Sms saja ke nomer ku, dengan syarat harus meninggalkan jejak di chapter-chapter sebelumnya dan mencantumkan nama atau uname kalian di WordPress saat kirim sms.

Special For Admin Gee : Terima kasih, udah mau posting FF geje ku ini😀

 

Kamsahamnida 🙂

Tinggalkan komentar

299 Komentar

  1. Any

     /  Agustus 15, 2014

    Yoonwon dichapt ini romantis bgt ehhhmmm. Tapi ditutup dgn kemunculan seseorang yg bikin penasaran. Tapi untungnya udah dpt pw jd g mengira2 spt kmrin. Author, terima kasih pwnya…

    Balas
  2. Senang bgt y lihat momen Yoonwon, jadi iri deh. Yoonwon sekarang sudah jadian bagaimana dgn Dong Hae dan Jessica?
    Sepertinya ada kejutan yg luar biasa ni

    Balas
  3. mutiaraananda

     /  Agustus 26, 2014

    So sweet yoonwon

    Balas
  4. Dimana ada kbahgian orng dan dsitulah ada pgnggunya😦
    By the way siwon oppa mau anak 4 ebuset gempor dah tuh yoona eoniee nya hahahaa gpp lah kan siwon orang kaya hehe

    Balas
  5. Anggun YoonAddict SY

     /  September 5, 2014

    Jadi penasaran ni sama cwek yang manggil wonppa

    Balas
  6. siapa ya sebener.nya perempuan yang manggil siwon ??

    Balas
  7. Dwi Sivi Fatmawati

     /  Oktober 20, 2014

    wah wah wah siapa ni cwe yg berani peluk wonpa, aku udh pnsaran sma ni cwe krna udh ad di part sebelumnya

    Balas
  8. Cha'chaicha

     /  Oktober 31, 2014

    Aish ku kira pengganggu’y cuma donghae aja, ternyata masih ada lgi, ku harap bkn cinta masa lalu’y wonppa…

    Balas
  9. bagus ceritanya

    Balas
  10. Ai juariah

     /  November 3, 2014

    Duh…baru aza akan bahagia sekarang ad yg mengusiknya lagi siapa sih wanita itu?lanjut….

    Balas
  11. Dedewjasmin

     /  November 19, 2014

    Wah seneng nya lihat yoonwon romantis bngt.ciapa yah itu cewek pengganggu?

    Balas
  12. nurul isnaini

     /  Desember 8, 2014

    senyum senyum sendiri bacanya.. yoonwon moment bertebaran.. beruntung bnget yoona pnya calon suami kyak siwon:))… semoga yoonwon bisa jdi real couple.. amien

    Balas
  13. Waduuuh siapa lg tuh???? Yeee nambah lg nih pengganggu…
    Makin seru dan menegangkan…

    Balas
  14. Ya ya ya ad cewe main peluk aj kurang ajar tuh gak tau ap di sebelah ad tunanganx jangan jangan itu stella ya, nah siapa lagi tu stella mantan suwon kah, aduh belum selesai masalah donghae nambah lagi stella kykx bakal rumit nih masalah nya,pasti bkl banyak cekcok ni yoonwon mudahan jangan lah

    Balas
  15. Mulai…..pengganggu bertebaran…bersiaplah menahan napas di chap berikutnya…

    Balas
  16. Ah siapapa yeoja genit itu kok main peluk-pelukan

    Balas
  17. Makin pnsrn sj.siapa ya wanita tadi?

    Balas
  18. siapa lagi yeoja itu!! sdh happy muncul lagi mslh baru… hhhmmm

    Balas
  19. dhea im

     /  Juli 24, 2015

    waduh waduhh siapa lgi inihhh??? yoonwon udah mulai so sweet gtu malah tiba” ada cwek dateng maen langsung peluk wonppa… siapa itu thor?? bakal di uji lgi nihh kyaknya cinta uri yoonwon

    Balas
  20. jessica natasya

     /  Agustus 4, 2015

    Aigooo seru bgt, mkn lm mkn rmantis. Daebakkk

    Balas
  21. Desiputu16

     /  Agustus 22, 2015

    Yak siapa itu? Jangan peluk choi siwon, karna dia udah ada ada yg punya,,,,
    siapa itu? Jngan smpai perempuan itu mau merebut siwon dri yoona..
    Gk rela

    Balas
  22. ckck yoonwon makin romantis deh….aigoo nuguya??

    Balas
  23. ria

     /  Oktober 5, 2015

    Haduh baru aza akur,
    Ada gangguan lg dech…

    Balas
  24. nadila sari pramahesti

     /  November 11, 2015

    seneng deh liatnya mereka romantis banget. akhirnya siwon mau nikahin yoona udh beli rumah lagi hmm

    Balas
  25. Itu siapa yg dtang tuh.Kyaknya tambah seru nih. Suka deh yoonwon nya romantis bangetttt.

    Balas
  26. YoongNna

     /  Desember 29, 2015

    Aduuuuhhh siapa permpuan yg peluk siwon yaaa..
    Suka bgt part niii apalgi bnyak momen yoonwonnya…

    Balas
  27. Park ra chan

     /  Desember 30, 2015

    Siapa yeoja itu.jvn bikin yoona nangis

    Balas
  28. YB

     /  Agustus 2, 2016

    Wonppa emang kaya banget😀😀😀

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: