[FF] Ever Lasting Love (Chapter 9: Still Together and Always…)

Chapter 9: Still Together and Always Together

Author: Resty Meidalita Utami/GEE

Genre: Sad, Romance

Rating: PG 15+

***

Yoong, malam ini SoShi akan pergi ke Gaon Chart Kpop Award juga?

Ye oppa, namun hanya aku dan Taeyeon eonnie saja. Apa kalian sudah berangkat?

Sedang bersiap-siap. Sebentar lagi kita berangkat. Kau sendiri?

Dalam perjalanan. Baiklah, hati-hati oppa. Kita bertemu disana.

Algaeyo my sweet deer^^

***

Siwon POV

Setengah jam menempuh perjalanan akhirnya kami tiba di tempat acara. Dan sedaritadi juga wajahku terlihat begitu cerah [?], itu yang member lain katakan. Haha, memang benar, moodku terasa sangat baik hari ini. Mungkin karna sebentar lagi akan segera bertemu dengan… heee.. aku yakin tak ku sebutkan orangnya pun kalian akan mengerti maksudku.

Disana kami langsung disambut oleh para ELF dan puluhan wartawan. Aku bersama member SJ lainnya berjalan menyusuri red carpet seraya menyapa para fans. Setelah itu kami melakukan pengambilan photo seperti biasa.

Selesainya kami kembali berjalan menuju tempat dimana Gaon Chart Kpop Award berlangsung. Namun sebelum itu ku putuskan untuk menyalami para fans terlebih dahulu dan..

“Aaakkk..”.

Teriak para fans saat tiba-tiba pagar besi [?] pembatas hampir jatuh, mereka sangat berdesak-desakan sekali. ku ikut menahannya karna takut mengenai fans, namun karnanya tanganku malah ditarik-tarik oleh mereka. Dan para penjaga tentu membantuku untuk melepaskannya.

“Berhati-hatilah”, ujarku seraya tersenyum dan kembali berjalan menyusul rekan-rekanku. ‘Oh Tanganku’, gumamku merintih kecil saat baru menyadari ada bekas cakaran dari fans tadi.

“Kau tak apa?”, tanya Leeteuk hyung merangkulku.

Kugelengkan kepala, tentu itu hanya cakaran biasa. “Ne, gwaenchana..”.

End of Siwon POV

Acara sudah dimulai beberapa menit yang lalu dan para member SJ yang barusaja datang langsung menyapa para rekan artis yang juga datang keacara tersebut lalu duduk ditempat yang sudah disediakan.

Dan Siwon langsung mengedarkan matanya kearah sekitar. Saat sorot pandangnya berhenti pada seorang wanita dengan dress warna putih, bibirnya langsung tersenyum. Orang itu, Im Yoona, membalas tersenyum sambil melambaikan tangannya.

Siwon tak berhenti tersenyum, jauh duduk disana Yoona berkata tanpa suara, “Sudah duduk‼”.

Tepat disamping Siwon, Donghae menarik tuxedo nya. “Yak, kenapa berdiri terus? Cepatlah duduk”, perintahnya.

Siwon menoleh kesal sambil mendudukan diri, “Arayo!”.

Acara sudah berlangsung lumayan lama, dan tentu beberapa penghargaan sudah di anugerahkan kepada para pemenang. Sementara SJ masih harus menunggu giliran mereka. Perform menyanyi mereka saja berada pada bagian penutupan. Yang paling istimewa memang selalu diterbelakangkan [?].

Karna beberapa pemenang sudah disebutkan, kursi yang diperuntukkan untuk para artis pun sudah mulai kosong.

Beberapa segmen lagi bagian Taeyeon yang akan membacakan nominasi. “Yoong, aku harus bersiap-siap sekarang”, ujarnya akan berdiri.

“Eonnie, kau akan meninggalkanku sendirian?”, ucapnya manja.

“Aku harus segera ke belakang panggung sekarang”, jelas Taeyeon memberi pengertian. Namun Yoona masih memasang wajah kecewa. “Aish baiklah, lebih baik kau duduk dekat kursi oppadeul SJ saja. Kau ingin bertemu dengan simbamu kan?”, tambahnya dengan nada meledek.

Yoona menggerutu, “Eonnie!”.

“Ah sudahlah, ayo aku antar”, ujar Taeyeon menyudahi seraya menarik tangan Yoona dan mereka berjalan menuju kursi depan.

“Annyeong oppa..”, sapa Taeyeon pelan. Yang tentu sukses membuat pandangan para member SJ teralihkan padanya.

“Taeyeon? Yoona?”, balik sapa Shindong.

‘Yoona?’, Siwon yang saat itu masih menatap kedepan langsung membalikkan kepalanya. “Deer!”.

“Aku pergi dulu, kita bertemu setelah acara nanti”, ucap Taeyeon yang tanpa basa-basi langsung berjalan kearah belakang panggung.

Yoona mengangguk pelan.

Mata Siwon dan Yoona bertemu dan saling tukar senyuman.

“Oh my! Aku seperti menonton sebuah drama saja”, gumam Donghae.

Siwon tak ambil pusing, ia berdiri dan berkata. “Duduklah disini”, tawar Siwon langsung menawarinya untuk Yoona duduk dikursi kosong dekat Shindong.

Yoona pun duduk disana. Sementara Siwon masih berdiri dan memberi isyarat pada Shindong untuk pindah.

“Apa?”, tanya Shindong pura-pura tak mengerti.

“Hyung ayolah berganti tempat duduk denganku”, pintu Siwon.

Yoona memegang lengan Siwon dan mendongakkan kepala. “Jangan oppa, kau tetap duduk disana”.

“Yah, waeyo?”.

“Oppa memang selalu tak mengerti dengan apa yang aku maksudkan”, omel Yoona kesal.

“Dengarkan itu Choi Siwon”, ucap Shindong cekikikan.

Siwon pun ikut tertawa, “Lihatlah, begitu takutnya kekasihku ini”, ujarnya terkekeh dan akhirnya duduk kembali di tempatnya semula. Mereka duduk sejajar, Siwon berada tepat didepan Yoona.

“Kau tenang sekarang. Dia ada didekatmu”, bisik Donghae sementara Siwon tetap terkekeh.

Tiba-tiba ia berbalik kebelakang lalu melontarkan sesuatu pada Yoona. “Chagi, nanti pulang bersama ya”, tuturnya dengan nada jahil.

Yoona berkerut kening sambil sedikit cemberut. “Aniy…”.

Namun sedetik kemudian Yoona langsung memalingkan wajah dari Siwon dan tersenyum gugup.

Sedangkan Siwon yang barusaja memutarkan kepalanya kedepan langsung melotot kaget saat melihat camera. Senyumannya tadi langsung pudar seketika dan bersender dikepala kursi.

“Oh tuhan”.

Donghae mendelik kearahnya. Ia pun menyadari adanya kamera yang tengah meng-shoot kearah mereka.

“Hhh.. hampir saja”, gumamnya lagi-lagi.

Saat kamera berpindah kearah lain Donghae langsung tertawa cekikikan. “Hyung, kau lihat tadi wajahnya begitu kaget saat melihat kamera?”, gusar Donghae pada Leeteuk yang berada tepat disisi kirinya.

Leeteuk menoleh tak mengerti. “Siapa?”.

“Simba satu ini”, jelasnya menyenggol lengan Siwon masih terus tertawa.

“Puas kau menertawaiku”, ujar Siwon dengan nada marah.

***

Pagi ini para pemain Symphony kembali disibukkan dengan rutinitas mereka. Ada yang berbeda dengan syuting hari ini, biasanya para pemain (Kangta, BoA, Yunho, Dana, Siwon, Yoona, Minho, Krystal dan Baekhyun) melakukan syuting di tempat yang berbeda, kali ini mereka akan dipersatukan dalam satu scene dan lokasi yang sama.

Tinggal beberapa episode lagi mereka akan segera menyelesaikan syuting murni produksi SMEnt ini. Drama ini juga sudah mulai tayang di sebuah stasiun TV swasta di Korea. Cukup mendapatkan apresiasi yang sangat baik, ratingnya terbilang tinggi, bahkan mungkin diluar dugaan. Hal inilah yang membuat tim produksi lebih memperpanjang lagi durasi episode. Yang awalnya akan dibuat sampai 15 episode saja malah berubah menjadi 20 episode. Hal ini tentu saja membuat para pemainnya semakin dipadatkan dengan schedule syuting, belum mereka masih harus menyelesaikan pekerjaan lain seperti perform bersama grup masing-masing.

Namun mereka semua melakukannya tanpa beban, malah karna ini mereka jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama.

Seperti halnya….

Pasangan ini ≫

Selama syuting berlangsung dimana ada Siwon, pasti disana ada Yoona. Sudah seperti perangko yang tak pernah lepas dari amplopnya. Bukan tanpa alasan lagi, keduanya juga sepasang kekasih didrama ini. Semakin mendukung saja sepertinya ^^.

Namun kebersamaan mereka selama ini membuat para wartawan dan paparazzi menjadi terasa janggal akan hubungan mereka. Seperti hal nya saat Yoona dan Siwon barusaja menghabiskan makan malam di sebuah restoran yang tak jauh dari lokasi. Saat akan menuju parkiran untuk pulang seorang paparazzi berhasil mengabadikan photo keduanya.

Photo itu tersebar di internet dengan cepat, rumor-rumor bahwa mereka telah menjadi sepasang kekasih pun semakin ramai di perbincangkan.

Karna ini tentu saja membuat Yoona dan Siwon semakin di buru oleh para wartawan. Yoona selalu menolak dan bungkam jika ditanyakan soal itu, sedangkan Siwon hanya menjawab..

“Apa salah jika aku pergi makan bersama lawan mainku? Lagipula disana kami tak berdua, ada pemain lain juga berada disana”, jawabnya tetap berusaha tenang.

“Lalu mengapa kalian terlihat pulang bersama saat itu?”, tanya seorang wartawan wanita.

“Bukan pulang bersama, tapi Yoona yang memaksaku untuk ikut denganku, ia tak membawa mobil sendiri.. hehe”, jawab Siwon malah cekikikan.

“Hubungan kalian sebenarnya seperti apa Siwon-ssi?”.

“Tentu saja sangat dekat, kalian tahu sendiri aku bekerja bersama dengannya bukan kali ini saja. Lagipula kami berada di agensy yang sama. Kami semua sudah seperti keluarga karna kami SM Family”.

“Bukan itu yang kami tanyakan, apakah kalian mempunyai hubungan khusus?”.

Pertanyaan terakhir itu tak Siwon jawab. Ia berpura-pura tengah terburu-buru, beberapa bodyguard membantunya untuk pergi dari kerumunan wartawan menuju mobilnya.

***

“Choi Siwon”, sapa seseorang saat Siwon barusaja memasuki lobby kantor SM.

Siwon mengalihkan pandangannya kearah suara. Terlihat didepan lift sana manager Lee Seunghwan tengah tersenyum padanya. Siwon melambaikan tangan singkat dan berjalan menghampiri.

“Oh aku hampir gila hyung”, gerutu Siwon menghela nafasnya.

“Kau diikuti wartawan lagi?”, tebaknya yang sudah mengerti.

Siwon mengangguk tanpa menjawab.

“Makanya, jangan membuat masalah”.

“Siapa yang membuat masalah, mereka saja yang terlalu melebih-lebihkan”, gerutu Siwon membela diri.

Manager Lee tertawa, “Itulah konsekuensinya menjadi seorang public pigure”.

“Aku tahu”.

TING~ pintu lift pun terbuka, kedua nya langsung masuk kedalam dan berdiri bersampingan.

“Setelah rekaman kau segera ke lokasi syuting. Hari ini adalah syuting terakhir kalian, pasti setelah itu akan ada pesta. Jaga kesehatanmu, esok hari jadwalmu begitu padat”, celoteh manager Lee.

Siwon tak menjawab, ia hanya menghela nafas dengan berlebihan seraya memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana dengan tatapan kedepan.

Menanggapi skandal Siwon dan Yoona, pihak agensy tak terlalu mempermasalahkan tentang hal itu. Masalahnya tak ada bukti yang menguatkan bahwa mereka benar-benar berpacaran. Seiring berjalannya waktu berita tentang skandal merekapun lambat laun tak terdengar ramai lagi.

***

Yoona tertegun seraya menundukkan kepala, tangannya memegang sebuah kalung emas putih berbentuk hati, air matanya tak berhenti mengalir membasahi pipi halusnya. Ia duduk disebuah halte bis seorang diri, hari itu hujan turun lumayan lebat. Udara cukup dingin, tapi ia tak memperdulikan itu sama sekali.

Tiba-tiba pikirannya kabur, ia teringat kembali akan kenangan dulu.. saat..

“Kau yakin mengijinkanku untuk pergi?”.

Tanpa berpikir ulang Yoona menganggukkan kepalanya pasti. “Selama ini aku yang terlalu egois, aku menyadari itu. Dari dulu kau sudah sangat bekerja keras agar dapat menjadi seorang bintang, aku adalah kekasihmu, sudah sepantasnya aku mendukungmu penuh. Walau nanti kita akan terpisahkan oleh jarak namun…”, ia memegang dadanya lalu lanjut berkata, “hati ini akan selalu mengingatmu.. dan ku harap, hatimu juga begitu..”, Yoona menunduk, air matanya sudah tak mampu ia bendung lagi. Walau berusaha untuk tersenyum tapi tetap saja, air mata itu tetap tak bisa tertahan.

Siwon menatap iba, tangannya tergerak untuk merengkuh kedua pundak Yoona. “Hyemi-ya.. Tunggu aku. Terimakasih.. aku sangat mencintaimu”, ujarnya mengecup lembut puncak kepala Yoona. Sementara disaat itu tangis Yoona semakin pecah.

“Kau dimana sekarang?”.

“Akankah kau masih ingat padaku?”.

“Mana janjimu?”.

“Jangan membuatku menjadi orang bodoh yang selalu menunggu ketidak pastian”.

“Kapan kau kembali?”.

Bibir Yoona tak berhenti menggerutu, ia tak peduli dengan orang yang melihatnya akan beranggapan bahwa ia seperti orang gila yang tengah berbicara sendiri.

Hari semakin gelap, hujan tak berhenti turun. Yoona masih berada dihalte itu, kali ini pikirannya benar-benar kosong, kantung matanya membengkak dan matanya memerah akibat terlalu lama menangis. Seluruh badannya bergetar kecil karna terlalu lelah. Namun tangannya masih setia memegang kalung yang sedetikpun tak pernah ia lepaskan itu.

Perlahan Yoona melengguh, tubuhnya sudah benar-benar terasa lemah. Wajahnya pucat, bibirnya kering, ia sudah seperti orang yang kehilangan semangat hidup.

Tiba-tiba kepalanya terasa pusing begitu hebat, semua yang ia lihat menjadi dua bayangan yang tak beraturan, tubuhnya kehilangan keseimbangan sampai akhirnya ia hampir terjatuh kebawah. Hampir… hampir terjatuh… seseorang keburu menahan tubuhnya.

Yoona masih dalam keadaan sadar tas sadar, ia menatap kearah orang itu dengan mata disipitkan. Remang-remang ia memperhatikan orang tersebut dengan jeli.

“Hyemi-ya”, ujarnya.

Suara itu?? Ia kenal benar suara ini.. “Oppa? Jaemi oppa? Apa… ini kau?”.

“Ya, aku Jaemi. Han Jaemi”, jawabnya semakin menekankan kata-katanya untuk meyakinkan.

Yoona terdiam, matanya mulai berkaca-kaca kembali. Tangannya menyentuh dan menelusuri setiap lekuk wajah Siwon. Air matanya jatuh, ia tersenyum tanda bahagia. “Akhirnya kau kembali. Kau tak berbohong, kau menepati janjimu”.

Siwon tak tahan melihat keadaan Yoona sekarang, ia membawa Yoona kedalam dekapannya. Sangat erat, ia ikut menangis karna ini. “Maafkan aku karna baru sekarang menemuimu.. maaf. Maafkan aku”.

Yoona menggeleng, “Tidak, asalkan kau kembali padaku aku sudah sangat bahagia”.

Siwon semakin mempererat pelukannya, Yoona pun membalasnya.

Lama mereka dalam posisi seperti itu, sampai akhirnya Siwon meregangkan pelukannya. Keduanya saling berhadapan.

Siwon menggerakan tangannya untuk menyeka air mata Yoona yang sudah membanjir di pipinya. Ia seka dengan lembut, sampai akhirnya ia menghentikan sejenak masih dengan tangan yang berada dipipi Yoona. Perlahan dan perlahan, ia semakin mendekatkan wajahnya. Hembusan nafas Siwon semakin terasa sangat hangat oleh Yoona. Keduanya memejamkan mata, hampir bibir mereka bersentuhan tiba-tiba Yoona tertawa. Siwon segera melepaskan tangannya dan ikut tertawa seraya berdiri lalu loncat-loncat.

“CUT!”, teriak sang sutradara. Melihat kejadian itu semua orang jadi ikut-ikutan tertawa. Yoona menutupi mulutnya dengan tangannya masih tak berhenti tertawa.

“Hey, ada apa dengan kalian? Ayo..ayo.. ulangi lagi. Semuanya standby”.
Siwon dan Yoona kembali ke posisi semula sambil menghilangkan sisa-sisa tawa mereka dan kembali serius.

“ROLLING! ACTION!”.

Siwon memegang pipi Yoona lagi dan menariknya dengan pelan semakin mendekat. Ia memiringkan sedikit kepalanya, matanya terpejam. Yoona ikut melakukan hal yang sama. Beberapa detik kemudian bibir mereka berhasil bertemu. Siwon mengemut bibir mungil Yoona dengan lembut, Yoona pun membalasnya. Namun baru beberapa detik saja tiba-tiba keduanya tertawa secara bersamaan seraya menghentikan ciuman mereka.

“CUT!CUT!”, lagi-lagi teriak sang sutradara berteriak tanda ketidak puasan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ya! Ayolah kalian ini, adegan ciuman terakhir harus dilakukan dengan sangat baik”.

Keduanya berbalik menghadap sang sutradara seraya membungkukkan kepala.

“Yah Im Yoona, kenapa kau tertawa terus hah?”, ujar Siwon dengan tawa renyah.

“Kau juga melakukan hal yang sama Choi Siwon”, timpal Yoona memukul kecil lengan Siwon.

Entah sudah beberapa kali pengambilan gambar dilakukan, dan hasilnya selalu sama. Sutradara hampir kewalahan sendiri dibuatnya.

Disaat Yoona tengah di make up oleh penata rias, Siwon berjalan kearah sutradara dan membisiki ia sesuatu.

“Kau yakin dengan itu akan berhasil?”, tanya sang sutradara.

“Kupastikan iya”, jawab Siwon tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya.

Siwon dan Yoona berjalan kembali ke tempat tadi. Sebelum memulai Siwon membisiki Yoona sesuatu. “Hey ayolah, kita sudah sering melakukan ciuman”, jahilnya.

“Aish”, Yoona berdelik kesal. “Mollayo.. aku gugup”.

“Akan ku bantu agar kau tak gugup”. Dengan begitu cekatan Siwon menarik Yoona untuk mendekat kearahnya dan segera mencium bibir Yoona tanpa henti. Ciuman yang terbilang cukuuuppp…. panas. Awalnya Yoona kaget, matanya membulat, namun akhirnya ia pun memejamkan matanya dan membalas ciuman Siwon.

Siwon semakin merapatkan tubuh keduanya, ia memegang pinggang Yoona dengan begitu erat. Begitupun Yoona, tangannya terus bermain dileher jenjang Siwon.

Para kru sampai terpaku melihatnya. Sedangkan sang sutradara tersenyum kearah layar kecil dihadapannya. Pengambilan gambar kali ini sedikit berbeda, ini karna intruksi dari Siwon tadi. Take gambar dilakukan secara diam-diam. Itu membuat adegan tersebut menjadi terlihat lebih alami dan tak dibuat-buat.

Sekitar beberapa detik kemudian…

“CUT!”. Sutradara tiba-tiba berdiri dan bertepuk tangan. Para kru dan staf ikut bertepuk tangan, mereka langsung menyinggungkan senyuman kelegaan. Karna itu artinya, satu beban mereka sudah berhasil mereka selesaikan dengan hasil yang sangat memuaskan.

Siwon dan Yoona masih berhadapan dekat, dua tangan Siwon masih memeluk pinggang Yoona dan memegang pipinya, bahkan lengan Yoona pun masih terlingkar di leher Siwon. Keduanya saling menatap dan sedetik kemudian mereka saling tukar senyuman.

“Kerja yang hebat nyonya Im”, ujar Siwon seraya mengeluarkan killer smile nya.

“Kau juga telah bekerja keras tuan Choi”, jawab Yoona memamerkan senyum termanisnya.

Beberapa kru memandang kearah keduanya, “Yah! Yah! Adegan sudah selesai, kalian masih anteng saling nempel saja”.

PABOYA!

Keduanya tersadar dan langsung saling menjaga jarak. Awalnya sangat terasa kikuk, tp akhirnya segera mencair saat tiba-tiba mereka tertawa kembali.

***

Disebuah ruangan yang cukup tertutup Siwon tengah membantu Yoona untuk membersihkan wajahnya.

“Oppa, biar aku saja”, ucap Yoona berusaha merampas tisu basah yang Siwon pakai untuk membersihkan wajahnya,

Namun Siwon segera menjauhkan tangannya dan menahan tangan Yoona. “Diam, aku ingin melakukannya. Sebentar saja, tutup matamu dan diam”, perintahnya tegas.

Yoona menghela tanda pasrah dan menutup matanya.

Dengan telaten Siwon membersihkan wajahnya dari ulasan make up tanpa sisa. Tiba-tiba alisnya terkerut heran,  beberapa kali tangannya tergerak dibawah mata Yoona. “Chagi, kantung matamu bengkak”.

Yoona membuka matanya, “Wae? Aku? Apa sangat bengkak? Terlihat jelas sekali?”, tanyanya beruntun seraya membawa cermin kecil lalu berkaca.

“Pasti karna kurang istirahat. Setelah syuting ini selesai luangkan waktumu untuk istirahat yang cukup, dan lihatlah! Tubuhmu semakin kurus saja, kau membuatku begitu khawatir”.

“Lama kelamaan oppa seperti appa saja”, umpat Yoona.

Siwon mendengus kesal lalu mengacak-acak rambut Yoona. “Aku berkata serius. Makanlah yang banyak dan berolah raga yang teratur”.

“Arayo”, jawab Yoona berusaha merapikan rambutnya kembali. “Ya oppa, cepatlah keluar, setelah ini kita semua akan makan bersama bukan?”.

Siwon menoleh jam tangannya. “Ah ne, sebentar lagi kita pergi. Kalau begitu oppa tunggu diluar”, ia berdiri dan Yoona mengangguk mengiyakan.

Malam ini para pemain Symphony dan orang-orang dibelakang layar mengadakan pesta kecil untuk merayakan hari syuting terakhir mereka hari ini. Suasana yang cukup hangat, proses syuting yang dilakukan dalam waktu yang bukan sebentar itu membuat keakraban mereka sudah seperti keluarga.

***

 “Siwon hyung, apa perlu kita ke rumah sakit saja? Demam mu cukup tinggi”, ucap Kyuhyun saat membantu mengompres kening Siwon yang tengah tertidur tak berdaya.

“Aniyo, dengan istirahat saja pasti aku langsung sembuh”.

“Aish, terserah kau saja”, gerutu Kyuhyun lalu berjalan keluar kamar. Namun ia menghentkan langkahnya sejenak dan berbalik, “Hyung, sebentar lagi aku pergi. Orang-orang sudah keluar semua, apa tak apa-apa jika aku tinggal?”.

“Kau pergilah, akan lebih baik jika kau tak ada”, jawab Siwon tanpa menoleh.

“Apa kau bilang? Astaga, baiklah aku pergi”, ia berjalan keluar seraya berkacak pinggang karna kesal.

Sementara itu Siwon semakin merapatkan tubuhnya dengan selimut.

Tak jauh beda dengan Yoona, ia pun tengah mengerutkan tubuhnya dilapisi selimut tebal diatas tempat tidur. Akhir-akhir ini ia memang terlalu sibuk bekerja sampai-sampai tak ada waktu untuk beristirahat dengan cukup. Akibatnya kesehatannya menurun. Dua hari ini ia terkena demam yang tak kunjung sembuh.

“Yoongie, obatmu sudah kau minum?”, tanya Taeyeon duduk disamping tempat tidur.

Yoona mengangguk sebagai jawaban. Lalu Taeyeon memegang kening Yoona, “Panasnya sudah turun, apa yang kau rasakan sekarang?”.

“Kepalaku masih terasa pusing eonnie”, keluh Yoona dengan suara pelan.

“Ah ada apa denganmu ini?”, Taeyeon memandang khawatir. “Kau akan pergi ke apartement mu siang ini?”, tanyanya dan Yoona lagi-lagi hanya mengangguk. “Yah, itu lebih baik. Disana kau istirahatlah yang cukup. Bagaimana ini, dua hari lagi adalah hari ulangtahun mu. Tapi sekarang kau malah sakit”.

“Aku lebih suka jika seperti ini, kapan lagi aku merayakan ulangtahun dirumahku sendiri”.

“Dasar kau ini. Yasudah, sembari menunggu Yoonhee eonnie (re. Kakak Yoona [author ngarang]) kau tidurlah terlebih dahulu. beberapa jam lagi mungkin dia sudah menjemputmu”.

“Araso”. Yoona pun merebahkan diri kembali, Taeyeon membantunya untuk menyelimuti tubuhnya lalu pergi keluar kamar dan menutup pintu.

***

“HA…CHHHH”, Siwon menggerak-gerakkan hidungnya yang terasa gatal akibat flu. “HA..CHHH‼!”.

Ia tengah menonton televisi bersama Donghae diruang tengah dorm. “Kau sakit, kekasihmu juga sakit. Kalian berdua ini dari hal kecil saja selalu kompak”, gerutu Donghae pelan sambil menopang kepalanya dengan tangan tanpa mengalihkan pandangan dari televisi.

Siwon menoleh heran. “Apa yang kau katakan? Maksudmu Yoona juga sakit?”.

Donghae balik menoleh lalu tertawa. “Astaga, kau kekasihnya. Apa kau tak tahu tentang hal ini? Dia tak memberitahumu?”.

Siwon hanya diam lalu beranjak kearah kamarnya.

Ia mengambil ponsel yang berada dilaci samping tempat tidur dan segera mencari number Yoona di kontak ponselnya. Beberapa saat ia menempelkan ponselnya ditelinga dan menunggu seseorang dijalur sana mengangkat panggilannya.

“Yeobeoseyo”.

Mendengar orang yang dimaksud telah mengangkatnya ia bernafas lega. “Chagiya..”.

“Waegeurae oppa?”, tanya Yoona dengan suara lemas.

“Kudengar kau sakit?”.

“Hh…ya. Hanya demam biasa oppa”.

“Kenapa tak memberitahuku?”.

“Mm… aku tak ingin membuatmu khawatir… mianhae”.

“Dengan kau seperti ini malah membuatku semakin khawatir… HACHHHH‼”, ditengah perbincangannya lagi-lagi Siwon bersin.

“Oppa? Kau baik-baik saja?”, tanya Yoona dengan nada khawatir.

“Ah? Ne. Kalau begitu sudah dulu, cepatlah sembuh ara? Nanti aku akan menjengukmu”.

“Araso..”.

“Saranghae..”.

“Nado^^”.

Siwon memutuskan sambungan telephone-nya kemudian berjalan menuju kamar sang leader. Ia membuka pintu dengan perlahan, terlihat Leeteuk yang tengah membersihkan kameranya.

Menyadari seseorang membuka pintu Leeteuk pun berbalik kebelakang. “Oh Wonnie, ada apa?”.

Siwon berjalan semakin mendekat lalu duduk di ujung tempat tidur. “Hyung, besok jadwal kita apa saja?”.

Leeteuk terdiam sejenak sambil mengingat-ngingat. “Besok kita ada perform di Jinan…”.

“Hanya itu saja?”.

Leeteuk menangguk, “Ya. Tapi bukankah setelah itu kau ada jadwal syuting CF disana? Setelah perform kau pasti langsung ke lokasi”.

“Ah benar juga.. lalu kalian?”.

“Ya jika kita langsung kembali ke Seoul, lagipula jam 4 aku ada acara di KBS. Yang lain juga pasti begitu”.

Siwon mendesah pasrah. ‘Besok bukan waktu yang tepat’, pikirnya dalam hati.

***

“Noona, bagaimana ini?”.

“Bagaimana apanya?”.

“Hari ini aku masih di Jinan dan Rabu malam baru kembali ke Seoul. Apa dia akan marah? Aku sudah berjanji padanya akan datang”.

“Hmm.. biar kupikirkan. Hajiman, kau tak usah khawatir. Menurutku ini malah lebih bagus, kau tenang saja, aku berjanji akan membantumu”.

“Jeongmal noona?”.

“Ye, jeongmal jinjja. Kau serahkan saja padaku, semuanya akan beres”.

***

Malam itu Yoona tengah tertidur begitu pulas dalam keadaan ruangan kamar tanpa sinar lampu. Namun keadaan malam yang awalnya sunyi itu tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang memecahkan keheningan. Cukup lama, walau Yoona berusaha mengabaikannya karna rasa kantuk yang tak bisa ia hilangkan itu tetap saja tak membuat orang dibalik pintu sana berhenti mengetuk-ngetuk pintu kamarnya. Lama kelamaan suara ketukan pintu itu malah terasa semakin keras. Tentu membuat Yoona merasakan sakit yang mengguncang kepalanya. Ditengah malam seperti ini tentu yang Yoona inginkan hanyalah ketenangan untuk tidur dan beristirahat.

Walau sulit namun dengan perlahan Yoona pun mencoba untuk membuka matanya dengan perlahan. Ia memegang kepalanya lalu mengacak-acak rambutnya frustasi. Siapa orang menyebalkan diluar sana itu?

Yoona berjalan dengan sedikit gontai kearah pintu. Sebelum membukanya ia menyalakan terlebih dahulu lampu kamarnya agar mendapat penerangan.

CLEK~

DOR~ DOR~

“SAENGIL CUKKAHAMNIDA.. SAENGIL CUKKAHAMNIDA.. SARANGHANEUN URI YOONA.. SAENGIL CUKKAHAMNIDA..”.

Kerumunan orang sudah berada didepan kamar Yoona sambil menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuknya. Salah seorang dari mereka yaitu Yesung memegang kue tart berwarna merah muda disertai lilin.

Yoona yang saat itu masih setengah sadar merasa percaya tidak percaya. Apa ini nyata atau jangan-jangan hanya mimpi? Pikirannya berputar, nyatanya ia memang tak ingat sama sekali akan hari ulangtahunnya.

“Kalian semua??”.

Melihat Yoona yang terlihat masih bingung membuat semua orang menjadi tertawa. Sudah beberapa hari ini Yoona tak tidur di dorm SoShi melainkan di apartement nya ditemani sang kakak, Yoonhee. Ini karna keadaan Yoona yang belum sembuh total. Maka dari itu member SoShi dan SJ sengaja datang ke apartement Yoona tepat pukul 12.00 waktu setempat.

Kini mereka berkumpul diruang tengah..

“Kalian semua begitu memaksakan datang kesini. Maaf merepotkan dan terimakasih”, ucap Yoona masih tak percaya.

“Hey, apa yang kau katakan sebenarnya? Kau ulangtahun tentu kita semua harus merayakannya bersama”, ujar Leeteuk semangat.

“Ya, sebenarnya akan jauh lebih menyenangkan lagi jika kau tak sakit seperti ini. Tadinya aku ada niat ingin melemparmu ke kolam dihalaman kantor tepat pukul jam 12”, canda Kyuhyun yang mendapat pukulan dari Yoona.

“kau cepatlah sembuh Yoong, sudah lama rasanya kau absen”, susul Sooyoung.

“Aku akan segera kembali, aku sudah mulai membaik sekarang”, jawab Yoona mencoba terlihat biasa-biasa saja. Ia tersenyum lalu kemudian ia baru sadar bahwa seseorang tak berada disana.

Matanya tak berhenti berputar menyusuri setiap orang yang berada disekelilingnya. Benar, tak ada, pikirnya kecewa. Kemana dia?

“Waeyo Yoong? Mencari pangeranmu?”, tanya Jessica yang sudah bisa menebak.

Yoona menoleh gugup. “Euh? Eonnie ini berkata apa…”, jawabnya tertunduk.

“Ia masih berada di Jinan karna ada syuting CF. Sepertinya ia tak bisa ikut merayakan ulangtahunmu”, susul Eunhyuk.

“Oh”, singkat Yoona mengangguk seakan mengerti.

Yoona POV
Aku terduduk dibangku kamarku seraya menatap ponsel yang sedari tadi tak juga mengeluarkan suaranya tanda pesan atau panggilan masuk.

Keterlaluan sekali pria itu, sampai sekarang ia belum mengucapkan selamat ulangtahun untukku. Apa dia benar-benar sibuk? Atau memang sudah lupa?

Ah biarkan saja, Im Yoona kau harus berpikiran positif. Ia pasti tengah syuting sekarang, mana ada waktu untuk menghubungiku. Jangan bersikap kekanak-kanakan, kau harus bersikap lebih dewasa lagi sekarang.

Kuanggukan kepalaku seraya tersenyum lalu bangkit untuk membenahi diri.

Hari ini aku dibebaskan satu hari tak bekerja, senang sekali rasanya bisa meluangkan banyak waktu untuk bersantai dan bersenang-senang.

Tapi sebenarnya semua ini tak berguna jika tak ada dia  -_- apa yang harus aku lakukan sekarang? Pergi menonton? Berbelanja? Atau kesalon? Hufh‼ sudah kubilang semuanya tak akan menyenangkan jika dilakukan sendiri. Tak mungkin aku meminta member SoShi untuk menemaniku, mereka juga pasti sedang sibuk dengan masing-masing schedule. Yoonhee eonnie pun hari ini pergi ke kantor. Appa? Ia tentu bersama eonnie >.<

Baiklah-baiklah, mungkin aku bisa tertidur sepanjang hari.

Author POV

Didalam rumah Yoona malah terlihat uring-uringan sendiri. Saat memutuskan untuk tidur matanya malah tak bisa tertutup nyaman sama sekali, jujur terasa sangat membosankan dihari ulangtahunnya kali ini.

Ia pun beranjak keluar kamar dan duduk di sofa dengan televisi. Tiba-tiba suara perutnya memanggilnya, ya baru sadar ia belum makan dari tadi pagi. Karna sedang malas memasak akhirnya ia pun memesan pizza. Setidaknya itu lebih praktis dibandingkan ia harus berlelah-lelah dahulu memasak.

Sembari menunggu pesanannya datang ia pun menidurkan diri disofa seraya menonton sebuah acara reality di televisi.

Beberapa saat kemudian ponselnya berbunyi. Ia sudah sangat semangat, apa itu panggilan dari kekasihnya?

Wajahnya langsung cerah, namun saat melihat orang yang sebenarnya memanggilnya adalah Yoonhee wajahnya pun berubah cemberut.

“De, waegeurae eonnie?”.

“Appa ingin makan malam denganmu, pukul 6 nanti kau pergi ke cafe *** ne?  Eonnie dan appa tunggu”.

“Arayo”, jawabnya lemas.

“jangan sampai terlambat”.

“Aku mengerti”, ujar Yoona seraya menutup telephone dengan satu hentakan.

(anggep latarnya pas malem2)

Yoona merasa bosan sendiri harus berdiam di rumah, ia pun memutuskan untuk datang lebih awal ke cafe *** sesuai perintah kakaknya. Ia sudah mendapatkan tempat duduk dan berdiam disamping jendela.

Menunggu dan menunggu.. 15 menit lagi waktu menunjukkan pukul 6, pasti sebentar lagi appa dan eonnienya tiba.

Namun sepertinya dugaannya salah, sudah lebih dari setengah jam ia menunggu, tapi mereka belum terlihat juga sampai sekarang. Ia mencoba untuk menghubungi Yoonhee, namun telephone-nya malah tidak aktif, tak jauh berbeda dengan appanya.

Ia pun semakin dibuat kesal, sebenarnya ada apa dengan semua orang hari ini?

Yoonhee POV

“Appa, hanya sebentar saja. Ponselmu jangan di aktifkan sebelum aku suruh”, ujar ku.

Appa sepertinya masih bingung dan tak mengerti, “Memangnya ada apa? Kau aneh sekali chagi”.

“Jika ku ceritakan pun appa tak akan mengerti. turuti saja perintahku ne?”.

“Araso.. araso.. kau memang paling bisa mengerjai appa mu sendiri”, gerutu appa yang disusul oleh tawa dari mulutku. Appa memang selalu mengalah pada dua putrinya.

End of Yoonhee POV

“Baiklah, kesabaranku sudah habis”, Yoona menggantungkan tas kecilnya dan berdiri dengan wajah yang mulai kusut, lalu berjalan keluar dari cafe tersebut.

Langkah demi langkah semakin mengantarkannya ke tempat dimana mobil merahnya terparkir. Ia rogoh tas kecilnya untuk mengambil kunci mobil. Disaat ia tengah mencari kunci mobilnya tiba-tiba saja beberapa pria dengan wajah yang tak terlihat karna ditutupi oleh penutup muka datang menghampiri.

Mata Yoona membulat seketika, namun ia masih enggan untuk mengalihkan pandangan pada mereka.

Keempat orang itu masih tetap berdiri mengelilingi Yoona. Lama kelamaan tentu Yoona semakin dibuat risih dan ketakutan, akhirnya ia membuka mulut. “Si…siapa kalian?”, tanyanya dengan suara yang sedikit bergetar.

Salah satu diantara mereka tak ada yang menjawab sama sekali. Saking gugupnya Yoona pun masih belum bisa menemukan kunci mobilnya.

‘APPA’, jantung Yoona berdetak hebat, ingin rasanya untuk segera melarikan diri.

Tanpa diduga dua orang dari mereka langsung memegang kedua lengan Yoona.

“Apa yang kalian lakukan? SESEORANG‼ TOLONG A..”, Yoona yang mulai teriak itu akhirnya langsung terdiam saat salah seorang dari mereka menutup mulut Yoona.

Keempatnya membawa Yoona pergi entah kemana, Yoona sendiripun tak tahu kearah mana pria-pria itu membawanya. Ia terlalu takut, bahkan untuk membuka matanya sekalipun. Jujur ini kali pertamanya hal ini terjadi padanya. Yoona benar-benar ketakutan, takut akan sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

Beberapa saat kemudian keempat orang itu menghentikan langkah mereka. Mata Yoona berputar melihat keadaan sekitar. Suasana yang begitu mencekam. Sepi, gelap dan hening. Salah seorang mendorong tubuh Yoona untuk masuk kedalam sebuah ruangan dan langsung menutup pintu dan menguncinya, saat itu juga Yoona menjerit ketakutan.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN? CEPAT BUKAKAN PINTUNYA, ATAU AKU AKAN MELAPORKAN KALIAN KEPOLISI‼”, ancam Yoona sambil mengedor-ngedor pintu tanpa henti.

Terang saja ia ketakutan, keadaan ruangan itu bahkan tak ada penerangan sama sekali.

“KUMOHON BUKA PINTUNYA‼”, nafasnya tersenggal-senggal. Keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya. Jantungnya.. benar- benar berdetak tak terkendali.

Lama kelamaan tubuhnya mulai terasa lemas, ia terduduk terkapar diatas lantai dan bersender pada pintu. Ia tak berhenti mengedor-ngedor pintu walau dengan tenaganya yang semakin melemah.

“Hahahaha…”.

Kening Yoona terkerut saat mendengar seseorang tertawa. Kepalanya berputar kearah belakang. Terlihat dengan samar bayangan seorang pria tengah terduduk disana.

“Siapa lagi ini?”, pikir Yoona salam hati. Ia menggenggam rok dress nya dengan erat. Mulutnya masih bungkam. Apa lagi yang akan terjadi padanya kali ini?

Dalam durasi yang cukup cepat [?] beberapa sinar lampu langsung menyala, ruangan ini ternyata sudah didekorasi begitu indah.

“Surprise‼”, ujar seseorang dengan senyuman yang begitu manis. Ya, dia Choi Siwon. Ia terlihat begitu tampan dengan kemeja biru dengan tuxedo berwarna abu-abu.

Yoona malah bungkam, wajahnya bahkan terlihat datar sekarang.

Siwon menjadi salah tingkah sendiri dibuatnya. Ia pun berusaha tetap tenang. “Happy Birthday My Beloved Deer”, ujarnya lagi seraya melentangkan tangannya berharap Yoona akan berlari kearahnya dan memeluknya.

Namun Yoona tetap diam, ia tak mengeluarkan satu katapun. Siwon tertawa, ia tahu Yoona pasti masih kaget. “Mianhae.. aku ingin memberikan kejutan untukmu”, ujarnya lalu mulai melangkahkan kaki.

“Jangan mendekatiku!”, ketus Yoona tiba-tiba.

Siwon menghentikan langkahnya. Yoona terlihat serius, namun Siwon malah mengabaikan kata-katanya dan tetap berjalan mendekati Yoona.

“Sudah kukatakan jangan mendekat”, teriak Yoona sambil menangis.

Siwon melongo, ia juga ikut kaget. Ia segera mendekat pada Yoona dan berjongkok lalu memeluk tubuhnya. “Kenapa menangis?”.

“Apa harus kau bertanya alasan apa yang membuatku menangis hah?”, tangis Yoona semakin pecah. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Siwon semakin dibuat khawatir, ia semakin mempererat pelukannya membuat kepala Yoona bersender didadanya. “Aku keterlaluan ya? Kau masih kaget? Mianhae..”, ujar Siwon tak enak seraya mengelus-elus kepala Yoona.

Yoona tak menjawab dan tetap menangis, sampai tersedu-sedu. Siwon tak tahu lagi harus melakukan apa, ia hanya mencoba menenangkannya dengan mengelus-elus lengannya masih memeluknya erat.

“Sudahlah, jangan menangis”, Siwon menyeka air mata Yoona lembut. “Malam ini harusnya kita bersenang-senang, sudahlah maafkan aku”.

Lama mereka dalam posisi seperti itu, lama kelamaan tangis Yoona pun berhenti.

“Jahat”.

“Mianhae”.

Siwon merapikan rambut Yoona yang sedikit tak rapi. Ia pun melepaskan pelukannya, “Tunggu sebentar”, Siwon berdiri lalu berjalan kearah meja, ia mengambil kue tart dengan ukuran sedang beserta lilinya dan membawanya ketempat Yoona.

Siwon duduk bersampingan dengan Yoona lalu menghadapnya. “Happy Birthday”, ucapnya mengeluarkan senyum termanisnya.

Sejenak Yoona terdiam lalu akhirnya mulai membuka mulut. “Mana nyanyian selamat ulangtahun untukku?”, pintanya datar.

Siwon terkekeh, lalu mengabulkan permintaan kekasihnya. “Saengil cukkahamnida, saengil cukkahamnida.. saranghaneun nae yeojachingu.. saengil cukkahamnida..”.

Wajah Yoona masih terlihat datar tanpa ekspresi. Ia meniup lilinnya dan kembali diam. Siwon pun ikutan kikuk, ia memegang lehernya dan menghela nafas.

“Ayolah chagi, jangan marah lagi”.

“Diam”, singkat Yoona, ia menggerakkan tangannya kearah kue yang berada disampingnya lalu mencolek krim kue nya dan ia colekkan kembali kearah pipi Siwon.

Siwon tak melawan, ia biarkan Yoona melakukan apapun yang ia inginkan. Walaupun masih merasa tak mengerti apa maksudnya.

Tanpa diduga tiba-tiba Yoona mengecup pipi Siwon singkat. Siwon kaget, ia menatap kekasihnya itu lekat-lekat. “Paboya”, ujar Yoona.

Siwon pun tersenyum, ia mencondongkan tubuhnya dan memegang leher Yoona agar mendekat padanya. Dengan cepat Siwon menempelkan bibirnya pada bibir milik Yoona.

Bibir mereka saling terpaut—

Saliva yang kini sudah bersatu—

Ciuman yang terasa hangat—

Dan lembut—

Tak bisa dipungkiri Yoona memang merindukan sentuhan dan ciuman ini yang lama tak ia rasakan kembali—

***

“Chagi.. aku sudah tak kuat lagi. Perutku benar-benar terasa kenyang sekali”, ujar Siwon dengan mulut yang masih penuh dengan kue. Yoona menyuruhnya untuk menghabiskan semua kue yang ada sebagai hukuman.

“Tak ada alasan, kau harus menghabiskan semuanya tanpa sisa”, timpal Yoona menyilangkan tangannya didepan dada

“Hah, baiklah. Apapun akan kulakukan untukmu”, Siwon kembali melahap kue walau perutnya yang mulai terasa sakit.

Lama mereka berada disana.. Siwon pun akhirnya mengajak Yoona untuk pulang.

“Chagi, kita pulang sekarang ne?”, ajaknya menarik tangan Yoona agar segera berdiri.

“Kado untukku mana? Jangan-jangan kau melupakannya”, ujar Yoona mulai cemberut.

“Aniya, aku tak lupa. Kadonya ada dirumah, makanya lebih baik kita pulang sekarang”.

“Araso..”, jawab Yoona membalas genggaman tangan Siwon dan mereka berjalan beriringan keluar restoran tersebut.

***

Seorang pelayan sambil membawa pel disertai ember masuk keruangan yang masih berantakan dengan beberapa balon dan hiasan ruangan lainnya. Ia mulai membersihkan ruangan tersebut.

Namun disaat ia tengah membersihkan meja, tiba-tiba matanya terarahkan pada sebuah iPhone putih yang tergeletak di atas kursi. Pelayan itu mengambilnya.

Saat ia menghidupkan iPhone itu tiba-tiba matanya membulat sempurna saat melihat photo wallpaper disana. “Ini iPhone milik…??”.

———————————————————————————–

———————————————————————————–

———————————————————————————–

“Kau tak akan menyangka apa yang kutemukan hari ini?”.

“Apa? Apa yang kau temukan?”.

“Kau berjanji tak akan mengatakannya pada siapapun?”.

“Tentu tidak akan. Ayo cepat katakan”.

“Ini”.

“Milik siapa ini?”.

“Kau lihatlah sendiri!”.

“Oh kau? Bagaimana bisa?”.

“Ini akan jadi skandal yang paling mengejutkan semua orang”.

***To Be Countinued***

gimana gimana update-an ELL nya? memuaskan ga? ._.  maaf ya kalo jelek, di next chapter diusahain lebih baik lagi..

sebenernya ini udah kelar sari beberapa hari yang lalu, tapi karna pulsa modem masih abis jadi terpaksa buru wifi disekolah ._. *malah curhat*

pada RCL ya Nited baik :3 masih ada siders author protect lagi loh :p

Tinggalkan komentar

189 Komentar

  1. Dwi Sivi

     /  Desember 8, 2014

    waduh jangan2 hp wonpa yg ketinggalan… bakalan jadi skandal besar nih.. gk sbar bcanya

    Balas
  2. kejutan dari siwon berasa garing gara2 yoona sempet ngambek,,,wkwkwkwk astaga, itu hpnya siwon?? tuh ob ember banget,,, makin penasaran sama ceritanya,,, lanjut next chapter 😀

    Balas
  3. Im Nanda

     /  Januari 2, 2015

    o my god… aduhh gimana nih??
    klo ketauan??
    tapi klo ketauan gpp jg kan jd bisa go public hhehe

    Balas
  4. Choi Han Ki

     /  Mei 24, 2015

    Itu iphone siwon atau yoona ya yg ketinggalan.. Pasti bakalan menyebar dah berita kedekatan yw.. Udah seneng2 abis ultah dan dapet kejutan sebertinya nantinya bakal ngadepin problem tentang hub mereka

    Balas
  5. Ketahuaaaaan…apa yg akan terjd ya lanjuuut bacaaaaa

    Balas
  6. Deery00ng

     /  Agustus 18, 2015

    Huh . .
    Tu pelayan bkal jadi awal konflik yo0nwon lagi . .
    Huhuhu
    next unN . .

    Balas
  7. ria

     /  Oktober 7, 2015

    Haduh ketahuan nich

    Balas
  8. paris

     /  November 5, 2015

    Siwon oppa ngasih kejutannyaaa agak2 horor hehe,
    Hp siapa yang ketinggalan, ?

    Balas
  9. Yaah hp siapa yang ketinggalan? Haduhh penasaran deh ama kelanjutannya next thorr

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: