[FF] Who Is The Beloved (Chapter 6)

[FF] Who Is The Beloved (Chapter 6)

Title : Who Is The Beloved

Author : Choi Hyun Mi a.k.a Nita Rahayu

Main Cast :      Choi Siwon (Super Junior)

Im Yoona Ah (SNSD)

Other Cast :     Lee Donghae (Super Junior)

Jessica Jung (SNSD)

Key (SHINEE)

Lee Taemin (SHINEE)

Genre: Romantic

Rating : General

 

“Matanya Selalu Memancarkan Ketulusan, Dan Kini Aku Baru Menyadarinya Bahwa Kau Benar-Benar Tulus Mencintaiku”

 

 

Author POV

“Aishh bagaimana ini aku bisa telat bertemu Key” gerutu Donghae sambil berjalan kearah mobilnya.

“Hyung kau mau pergi?” tanya Taemin yang baru keluar dari mobil Donghae.

“Iya mana kunci mobilnya, aku sudah terlambat” ucap Donghae terburu-buru.

“Ini kunci mobilnya, tapi kau tidak mau bertemu Jessica Noona dulu Hyung?” ujar Teamin yang membuat Donghae tertegun sejenak.

“Nanti saja, aku sudah terlambat” ucapnya lalu masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.

Sementara ditempat lain Key, dan Siwon sedang asik berbincang-bincang mengenai kerjasamanya. Namun, wanita yang berada disebelah mereka hanya bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

Saat sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba seseorang datang dengan terburu-buru.

“Key maaf aku terlambat, tadi ada pertemuan penting”ucapnya yang membuat Yoona seketika membulatkan mata saat melihat siapa yang baru datang.

“Anio Donghae Hyung, kami juga baru memulai pembicaraan, silahkan duduklah” ujar Key yang membuat Siwon tertegun.

Lalu secara perlahan Siwon membalikkan kepalanya dan melihat siapa orang yang berada di belakangnya. Mata mereka bertemu, Siwon dan Donghae tertegun melihat satu sama lain.

 

Siwon POV

“Key maaf aku terlambat, tadi ada pertemuan penting” tiba-tiba suara seseorang yang baru datang tepat dibelakang ku.

“Anio Donghae Hyung, kami juga baru memulai pembicaraan, silahkan duduklah”

Mwoo Donghae?? Apa aku tidak salah dengar. Apa jangan-jangan orang yang di maksud Key sebagai modelnya adalah dia. Lalu secara perlahan ku balikan kepala ku untuk melihatnya, dan benar saja laki-laki bernama Donghae sudah berada dibelakangku dengan mengembangkan senyuman. Namun, seketika senyumannya hilang setelah melihatku. Terjadi keheningan beberapa saat, aku masih tidak percaya Donghae bisa ada disini. Mungkin, dia juga tidak percaya melihatku berada disini, terlihat jelas dari ekspresi wajahnya.

“Donghae Hyung kenapa melamun ayo duduklah” ucap Key yang memecahkan keheningan.

“Ah ne baiklah” jawabnya yang sedikit ragu.

“Donghae Hyung kenalkan ini Choi Siwon pemilik Dapartement Stor yang akan mempromosikan pakaian rancanganku, dan ini Im Yoona dia adalah tunangan dari Siwon Hyung” Key memperkenalkan ku dan Yoona.

“Ne, senang bertemu kalian lagi” jawabnya dengan senyum yang seperti dipaksakan.

“Apa kau sudah mengenal mereka sebelumnya” tanya Key heran.

“Anio, maksudku aku sudah mengenal Yoona sejak lama, dia temanku. Tapi, Siwon-ssi aku tidak mengenalnya” jawabnya yang membuat aku tersenyum tak percaya.

“Jinjja, kau dan Yoona Noona adalah teman. Bagus kalau begitu” ucap Key yang membuat ku heran.

“Maksudmu apa Key, aku tidak mengerti?” tanyaku.

“Ahh begini Siwon Hyung aku membutuhkan dua orang model, laki-laki dan perempuan. Nah untuk model laki-laki aku akan menggunakan Donghae Hyung, dan untuk model perempuan karena aku belum mendapatkannya bagaiman kalau Yoona Noona saja” ucapnya yang membuat ku kaget.

“Apa kau bilang” tanya ku tak percaya.

“Yah Yoona Noona, bukankah Yoona Noona juga pernah berkecimpung di dunia model sewaktu kuliah dulu bukan?”

“Tapi itu dulu, sekarang Yoona sedang sibuk dengan pekerjaannya” ucapku yang membuat Key menatapku heran.

“Ayolah Hyung, bantu aku. Aku yakin dengan Yoona Noona menjadi modelnya Dapartemant Stor milikmu juga akan lebih terkenal. Kerena yang menjadi modelnya adalah tunanganmu” lanjutnya kembali.

“Tidak bisa cari saja model yang lain” ketus ku dingin.

“Siwon-ssi kau tidak boleh egois, belum menjadi suami saja kau sudah seperti ini. Apa lagi nanti kau menjadi suaminya, apa kau akan mengekang semua kegiatan istrimu” ujarnya menatapku sinis.

“Itu bukan urusanmu, Dongahe-ssi” ucap ku menatapnya tajam.

“Kau jangan seperti ini Siwon-ssi, aku rasa Yoona juga setuju” ucapnya santai, lalu melirik Yoona sekilas.

“Yah Siwon Hyung bantulah aku, Yoona Noona bantu aku yah” ucap Key memelas padaku dan Yoona.

Lalu aku mengalihkan pandanganku kearah Yoona, dia menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Yoona Noona bagaimana” tanya Key pada Yoona.

“Emm, itu terserah Siwon saja” jawaban yang membuat aku kecewa.

“Kenapa kau katakan itu, seharusnya kau katakan tidak mau” gumamku dalam hati menatapnya tajam.

“Jadi bagaiman Siwon-ssi apa kau mengijinkan Yoona? kalau kau tidak mengijinkannya, rasanya itu sangat kejam” ucap Donghae yang semakin meremehkanku.

“Baiklah kalau begitu” ketus ku datar.

“Gomawo, Siwon Hyung” ujar Key sambil tersenyum padaku. Aku hanya bisa membalas senyumannya dengan terpaksa.

“Baiklah kalau begitu pemotretan dimulai lusa. Donghae Hyung, Yoona Noona kalian bersiap-siaplah”

“Ahh sepertinya aku harus pulang dulu, aku harus mempersiapkannya dari sekarang. Siwon Hyung, Donghae Hyung dan Yoona Noona, aku pamit dulu. Sampai bertemu besok lusa” ucapnya lalu pergi berlalu.

“Hati-hati di jalan Key” ujar Donghae sambil tersenyum.

Key sudah tidak terlihat lagi dari pandanganku, kini kami tinggal bertiga. Terjadi keheningan beberapa saat sampai akhirnya suara Donghae memecahkannya.

“Ahh Siwon-ssi tidak kusangka kita bisa bekerja sama. Semoga kita bisa menjadi rekan kerja yang baik” ucapnya sambil menjulurkan tangan.

“Yah tidak ku sangka ternyata dunia ini begitu sempit, padalah masih banyak model yang lebih bagus dari mu Dongahe-ssi. Tapi, untuk rekan kerja yang baik. Maaf aku tidak berminat menjadi rekan kerjamu” ucapku tanpa menyambut tanganya untuk berjabat tangan.

“Yoona ayo kita pulang” lanjutku menarik tangan Yoona lalu pergi meninggalkannya.

End of Siwon POV

 

Yoona POV

Siwon menarik tanganku dan pergi meninggalkan Donghae Oppa. Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi? Kenapa Siwon juga tidak melarangku? Kenapa aku juga tidak katakan tidak mau, apa yang harus ku lakukan. Siwon sepertinya marah padaku, dia menggandeng tanganku begitu kuat.

Selama diperjalanan kami tak mengeluarkan suara, entah kenapa aku takut untuk memulai pembicaraan. Siwon juga fokus menyetir. “Apa dia marah kerena aku akan menjalani pemotretan dengan Donghae Oppa, tapi untuk apa dia marah, Siwon kan tidak mencintaiku” batinku sambil memperhatikannya yang fokus menyetir.

“Sudah sampai, turunlah” ucapnya yang menyadarkanku dari lamunan.

“Ahh iya, tapi sebentar ada sesuatu yang ingin ku katakan” ucapku memberaniakan diri.

“Apa” jawabnya tanpa menatapku.

“Aku bisa keluar jadi model untuk pemotretan nanti lusa” ucapku sedikit ragu.

“Tidak usaha, itu tidak perlu” jawabnya lalu menoleh menatapku.

“Kalau kau tidak suka tidak apa-apa, aku bisa bilang pada Key, sekarang juga” ucapku gugup.

“Aku percaya padamu” ujarnya yang membuatku heran.

“Maksudmu”

“Aku percaya padamu kau tidak akan kembali padanya, jadi apa hak ku untuk tidak suka. Donghae benar, aku tidak bisa mengekang keinginanmu” ujarnya yang membuat aku tak percaya.

“Kau yakin, Donghae Oppa itu….”

“Dia mantan kekasihmu, aku tahu itu dan aku sama sekali tidak keberatan” ucapnya memotong kata-kataku.

“Lagi pula sewaktu kuliah dulu kau pernah menjadi model bukan? Tapi kedua orang tua mu tak suka dan menyuruhmu untuk fokus kuliah” lanjutnya kembali yang membuat ku tertegun.

“Baiklah, sebaiknya sekarang kau masuk. Mandi, makan, dan tidur. Besok aku akan memjemputmu” ucapnya tersenyum padaku.

 

Aku terduduk didepan cermin rias, tak kusangka Siwon bisa mengatakan itu padaku.

“Aku percaya padamu kau tidak akan kembali padanya, jadi apa hak ku untuk tidak suka. Donghae benar, aku tidak bisa mengekang keinginanmu”

“Dia mantan kekasihmu, aku tahu itu dan aku sama sekali tidak keberatan”

“Siwon kenapa kau bicara seperti itu, aku semakin merasa bersalah padamu. Aku kira selama ini kau tak pernah memperdulikan perasaan ku, aku kira selama ini kau tak pernah menganggapku. Tapi, ternyata semua itu salah. Kini aku tahu, kau benar-benar tulus padaku. Saat aku melihat matamu, aku selalu melihat ketulusan. Maafkan aku Siwon, maafkan aku. Im Yoona akui lah kau mencintanya, yah kau mencintainya Yoona” ucapku menatap diriku sendiri di cemin. Lalu, tak terasa air mataku kembali terjatuh.

End of Yoona POV

 

 

Donghae POV

Ku hela nafas berat melihat kepergian mereka berdua, tak ku sangka aku bisa bekerjasama dengan seorang Choi Siwon sungguh tak pernah terpikirkan sebelumnya. Tapi aku tidak boleh menyerah, ini kesempatan ku untuk kembali mendapatkan Yoona, setidaknya Yoona harus tahu semua kesalahpahaman ini. Kesalahpahaman yang membuat Yoona membenciku, aku tahu ini salahku tak berani bicara yang sebenarnya. Kupikir aku bisa melupakannya,  tapi ternyata tidak ada yang bisa menggantikan sosoknya dihati ku. Meskipun Jessica sudah berada di sisiku, tapi sama sekali aku tak pernah mencintainya aku hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Lalu kembali ku duduk di kursi sambil mengusap wajahku, rasanya lelah sekali. Perasaan ku juga tak bisa tenang, selama satu minggu ini Jessica sulit dihubungi.

“Ada apa dengan mu Sica” ucapku pelan.

End of Donghae POV

 

Siwon POV

“Benar-benar tak habis pikir, kenapa aku bisa bekerja sama denganmu” ucapku seraya memegang kepalaku dengan kedua tangan.

Lalu ku buka dokumen-dokumen yang berada dimeja kerjaku. Semua pekerjaan sudah Lee Teuk Hyung yang kerjakan, aku menghela nafas berat lalu menyandarkan tubuhku dikursi. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruang kerjaku.

Tok..tok..tok..

“Masuklah” ucapku dengan suara berat.

“Maaf tuan muda, apa aku mengganggumu” ucapnya saat masuk.

“Tidak, ada ap…” kata-kataku terhenti saat kulihat siapa yang datang ternyata seorang yeoja bertubuh ramping yang datang keruanganku.

“Jessica” ucapku kaget.

“Apa aku mengganggu mu tuan muda?” tanya nya mengerutkan kening.

“Ahh tidak, kenapa kau bisa kemari?” ucapku seraya bangkit dari duduk.

“Ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu, tadi aku sudah minta izin sekertaris mu untuk masuk ke ruanganmu tuan muda” jawabnya tersenyum padaku.

“Ohh baiklah, silahkan duduk” ujarku mempersilahkannya duduk di sofa.

“Kau mau minum apa Jessica” tanya ku saat sudah duduk berhadapan dengannya.

“Tidak usah tuan muda” jawabnya singkat.

“Jessica jangan panggil aku tuan muda, panggil saja aku Siwon” ujar ku lalu mengembangkan senyum.

“Tapi ini lingkungan kantor, semua orang memanggilmu tuan muda” jawabnya yang membuat aku terkekeh geli.

“Tapi kau bukan karyawanku” ucapku yang membuatnya tersenyum lebar.

“Baiklah Siwon” ujarnya kembali tersenyum.

“Oh yah kau bilang ada sesuatu yang ingin kau bicarakan padaku” tanyaku menatapnya penasaran.

“Iya, begini Siwon maaf kalau aku lancang, aku ingin menanyakan bagaimana hubungan mu dengan Yoona” ujarnya yang membuatku tertegun.

“Hubunganku baik-baik saja” jawabku berusaha tersenyum.

“Apa kau tahu dulu Yoona adalah kekasih Donghae Oppa” tanyanya kembali.

“Aku tahu, aku sudah tahu sejak awal” ucapku mantap.

“Aku iri pada Yoona, dia dicintai oleh dua orang laki-laki yang sangat baik” ucapnya tiba-tiba.

“Maksudmu” tanyaku heran.

“Selama ini Dongahe Oppa tidak pernah mencintaiku, didalam hatinya hanya ada Yoona. aku memang bodoh tidak pernah tahu bagaiman selama ini perasaan Donghae Oppa padaku, aku malah memikirkan diriku sendiri” ucapnya lirih.

Aku hanya bisa diam mendengar apa yang Jessica katakan. Sepertinya memang benar, Donghae masih mencintai Yoona, dan sepertinya Yoona juga masih mencintai Donghae.

“Apa mereka masih saling mencintai” gumamku dalam hati.

“Maaf Siwon apa aku salah bicara” ucapnya mengagetkanku.

“Ahh anio” jawabku gugup. Aku sama sekali tidak tahu apa yang harus ku katakan pada Jessica. Mungkin posisi Jessica sama dengan ku saat ini, sama-sama merasakan sakit hati.

“Oh Tuhan kenapa jadi seperti ini” batin ku dalam hati.

End of Siwon POV

Author POV

Setelah Siwon mengantarkan Jessica pulang, Siwon pun pulang ke apartementnya. Direbahkan tubuhnya disofa panjang sambil memijit-mijit keningnya yang terasa pening. Kata-kata Jessica yang didengarnya tadi masih terngiang-ngiang di telinganya. Dia tak sanggup bila harus kehilangan sosok yang dicintainya lagi.

Semasa SMA dulu Siwon adalah sosok pria yang baik, ramah, sopan, dan penyayang. Namun dia mempunyai sifat buruk yaitu egois dan terlalu mengekang apa yang kekasihnya lakukan, sampai pada akhirnya dia harus kehilangan sang kekasih untuk selama-lamanya.

Flash Back…….

“Kenapa kau masuk kelas teater, itu tidak cocok denganmu. Keluar dan ambil kelas musik”

“Fany kau jangan les musik disana. Kebanyakan yang les disana adalah pria”

Sampai pada suatu hari…

“Siwon untuk beberapa hari ini aku akan pergi kepulau Jeju, ada pementasan musik disana” ucap Tiffany hati-hati pada kekasihnya, Siwon.

“Mwo pulau Jeju, barapa lama?” pekik Siwon terkejut.

“Hanya 2 hari, setelah itu aku akan kembali ke Seoul. Kau izinkan aku kan” ucap Tiffany sedikit memelas.

“Kan sudah ku bilang, ikuti pementasan musik yang ada di Busan” ucapnya sedikit tegas.

“Tapi aku ingin tampil dipementasan musik yang ada di Pulau Jeju Siwon” pinta Tiffany.

“Tidak bisa, aku sudah mendaftarkan mu dan besok kau harus pergi ke Busan” pekik Siwon lalu pergi meninggalkan Tiffany.

 

Dengan masih mengenakan seragam sekolah yang lengkap Siwon berjalan cepat memasuki sebuah rumah sakit. Perasaannya benar-benar kacau, tidak mungkin hal buruk menimpa kekasihnya Tiffany. Lalu setelah berjalan melewati lorong demi lorong rumah sakit, akhirnya Siwon berhenti disebuah ruang perawatan. Dengan cepat Siwon masuk kedalam ruang tersebut, dilihatnya beberapa pasien yang barbaring di atas ranjang dengan keadaan berlumuran darah. Sejenak langkahnya terhenti.

“Kau datang juga” ucap seseorang menyadarkan Siwon.

“Yunho dimana Tiffany dia baik-baik sajakan” ucap Siwon sambil memengang bahu sahabatnya, Yunho.

“Ikut aku” ucap Yunho pelan.

Siwon dan Yunho pun berhenti diranjang seorang pasien yang sudah tertutupi kain putih.

“Apa maksudnya ini”? tanya Siwon tak mengerti.

“Tiffany sudah meninggalkan kita semua, dia sudah meninggalkanmu” ucap Yunho lirih lalu cairan bening keluar dari matanya.

“Tidak mungkin, dia baik-baik saja” pekik Siwon tak percaya. Lalu membuka kain putih yang menutupi seluruh tubuh pasien yang ada di depannya. Seketika wajah Siwon berubah, matanya mulai berair. Dilihatnya orang yang dicintainya kini telah terbaring tanpa nyawa, darah segar yang belum dibersihkan memenuhi wajah kekasihnya.

“Mobil yang ditumpangi Tiffany mengalami kecelakaan saat akan pergi ke Busan” ucap Yunho disela-sela tangisnya.

“Dia meninggal seketika di tempat” lanjut Yunho sembari memegang bahu Siwon.

“Tidak..ini tidak mungkin, ini bukan Fany, Yunho katakan padaku ini bukan Fany, ini bukan Fany iya kan…ini bukan Tiffany……” Siwon histeris dia tak dapat menahan tangisnya lagi. Orang yang dicintainya kini telah terbujur kaku dihadapannya.

Setelah kejadian yang menimpa Tiffany, Siwon berubah menjadi sosok yang dingin, pendiam, tidak berprasaan, dan membenci dirinya sendiri. Lalu Siwon memutuskan untuk pindah ke Amerika dan melanjutkan sekolah di sana. Karena, baginya terlalu banyak kenangan yang ia dan Tiffany ciptakan di Korea. Setelah tujuh tahun tinggal di Amerika, Siwon kembali ke Korea. Dan mulai mengurus perusahaan milik ayahnya. Merasa prihatin atas sikap anaknya. Akhrinya, Tn Choi dan Ny Choi pun menjodohkan anaknya dengan anak rekan bisnisnya yang tak lain adalah Im Yoona.

Sikap dingin, pendim, tidak berprasaan, dan membenci dirinya sendiri pun mulai hilang sejak Siwon mengenal Yoona. Walaupun pada awalnya Siwon masih belum bisa menerima sosok Yoona sebagai pengganti Tiffany, tapi perlahan-lahan Siwon pun menerima kehadiran Yoona dan mulai berusaha bersikap baik pada Yoona.

End of Flash Back…….

“Maafkan aku Fany, kalau seandainya aku tidak menyuruhmu pergi ke Busan, mungkin saat ini kau masih ada disampingku. Kerena ke egoisan ku, karena aku terlalu mengekang mu, hidup mu harus berakhir. Tapi sekarang disamping ku sudah ada Yoona, aku mencintainya Fany, sama seperti aku dulu mencintaimu. Maafkan aku Fany, maafkan aku” lirih Siwon pelan, lalu secara perlahan air matanya kembali keluar membasahi kedua pipinya.

“Cukup kehilangan Tiffany, aku tak mau kehilangan Yoona” gumam Siwon pelan.

 

Yoona POV

“Telepon? Tidak? Telepon? Tidak? Ahh Choi Siwon kenapa kau tak menghubungiku duluan. Apa kau tidak tahu sekarang adalah hari pemotretan” ucapku sambil menatap layar ponsel.

“Nona, kau sudah siap, aku akan meriasmu sekarang” tiba-tiba suara seorang perempuan membuatku kaget.

“Ah ne, aku sudah siap” ujarku mantap.

Setelah beberapa saat, akhirnya riasan ku selesai juga. Kupatut bayangan ku di depan cermin rias.

“Cantik sekali bajunya” ucapku sembari memperhatikan diriku sendiri di depan cermin.

“Kau sangat cantik Nona, baju itu sangat cocok untukmu” ucap sang perias tiba-tiba.

“Jinjja, gaunnya memang cantik. Tapi benar aku cocok mengenakan ini” ujarku seraya berbalik menghadap sang perias.

“Tentu saja sangat cocok, kau cantik sekali mengenakannya” tiba-tiba suara seorang namja terdengar dari luar dan saat kulihat ternyata adalah Siwon. Dia masuk, dan berjalan ke arahku.

“Siwon” ucapku kaget melihat kedatangannya yang tiba-tiba.

“Apa?” jawabnya lalu berdiri dihadapanku.

“Kenapa kau baru datang” ucapku gugup karena Siwon memandangiku dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Kau cantik, sangat cantik” ucapnya tersenyum manis padaku.

“Benarkah, kau jangan bohong” ujarku berusaha menutupi kegugupan.

“Aku tidak bohong kau sangat cantik. Tapi sayangnya kau harus berfoto dengan mantan kekasihmu, itu membuat ku cemburu” ketus nya tiba-tiba membuatku kaget.

“Dan sebagai imbalannya, nanti malam kau harus pergi berkencan denganku” lanjutnya kembali yang membuat aku tertegun.

“Nona, pemotretan akan segera dimulai” ucap seseorang di belakangku.

“Sepertinya akan dimulai, cepat pergilah dan tepati janjimu” ujarnya yang membuatku mengerutkan  kening.

“Janji apa?” tanyaku bingung.

“Berkencang dengan ku” jawabnya sembari mencubit pipiku dan pergi berlalu meninggalkan ku.

Aku hanya bisa diam melihat tingkah Siwon yang lembut padaku, ku hela nafasku pelan, rasanya jantungku kembali berdetak hebat.

“Siwon kau membuatku gila” ucapku pelan, lalu beranjak pergi keluar untuk memulai pemotretan.

 

Donghae POV

Aku sedang menunggu Yoona keluar dari ruang ganti pakaian, hari ini adalah hari yang paling ku tunggu-tunggu, aku akan menjalani pemotretan dengannya rasanya benar-benar seperti mimpi. Seulas senyum tersimpul dibibirku, menandakan betapa bahagianya aku saat ini. Lalu ku tolehkan pandanganku ke depan, mata ku tertuju pada sesosok yeoja yang tengah berjalan kearah ku. Dia mengenakan gaun berwarna merah yang sangat cocok dikenakannya, rambutnya yang di gulung keatas menampakan leher jenjangnya yang indah, dan polesan make up yang sederhana tapi tak menghilangkan kecantikannya. Sejenak aku tertegun melihat sosok Yoona yang sudah berdiri tidak jauh dihadapanku, dia sedang asik berbincang-bincang dengan Key. Entah apa yang mereka bicarakan aku tak dapat mendengarnya, namun tiba-tiba seorang laki-laki merangkul pinggang Yoona dan tersenyum manis padanya.

“Rupanya datang juga dia” gumamku sambil menatap Siwon dengan seksama.

 

Aku dan Yoona melakukan pemotretan secara bergantian. Sampai pada akhirnya, ini waktu bagi kami untuk mengambil gambar sama-sama.

“Kalian berdua siap, coba lebih dekat lagi”pinta sang photographer pada kami.

Yoona terlihat tidak nyaman untuk berdekatan dengan ku. Pasalnya tak jauh dihadapannya, Siwon terus memperhatikannya dengan seksama, sesekali aku melihat Siwon melempar senyum pada Yoona, senyum yang menurutku sulit diartikan.

“Donghae bisa kau peluk pinggang Yoona” teriak sang photographer yang membuat Yoona memandangku.

“Baiklah” jawabku lalu perlahan kupeluk pinggang Yoona.  sekilas aku memandang kearah Siwon, terlihat ekspresinya yang berubah saat aku memeluk Yoona.

“Bisa lebih dekat lagi” pinta sang photographer kembali.

“Tentu saja” jawab ku singkat, lalu kembali ku peluk pinggang Yoona dengan erat.

“Yah bagus, sekarang kalian berhadapan, ya seperti itu dan coba lebih dekat lagi. Ah Donghae bisa kau peluk Yoona lagi. Ya seperti itu”

Bisa ku pastikan sekarang Siwon sedang memandangku dengan tatapan membunuh, aku tersenyum dalam hati melihat ekspresi wajah Siwon yang sangat cemburu. Tapi, ada apa dengan Yoona, sepertinya dari tadi dia menatapku dengan tatapan datar, bahkan tidak berekspresi sama sekali. “Bukankah Yoona masih mencintaiku” gumamku dalam hati sambil terus menatap Yoona.

End of Donghae POV

 

Author POV

Pemotretan sudah berjalan sekitar dua jam, Donghae dan Yoona sudah beberapa kali mengganti pakaian hasil rancangan Key, dan ini adalah baju yang terakhir. Donghae dan Yoona sibuk berpose di depan kamera sambil sesekali mendengarkan intruksi dari sang photographer karena pose mereka yang sedikit kaku.

Sementara tak jauh dari mereka, Siwon tengah sibuk memperhatikan keduannya. Dari mulai pemotretan hingga sekarang hampir selesai dia tak pernah beranjak, mata nya fokus memandang kearah Donghae dan Yoona dengan seksama. Sesekali Siwon tersenyum saat Yoona melihatnya, namun saat Donghae melihatnya ekspresi wajahnya berubah seketika menjadi ekspresi tak suka.

“Yah sudah selesai, hasilnya pasti akan sangat bagus” ucap sang photographer lega, kerena pemotretan yang terjadi kurang lebih dua jam akhirnya usai.

“Ahh aku sudah tidak sabar melihat hasilnya nanti” seru Key tiba-tiba.

“Donghae Hyung, Yoona Noona gomawo. Kalian sudah bekerja keras, dan juga sudah membantu ku” lanjut Key sambil melihat Donghae dan Yoona yang berdiri bersebelahan.

“Ne, jangan sungkan-sungkan Key” ucap Donghae tersenyum ramah. Namun, Yoona hanya tersenyum tak mengeluarkan sepatah katapun.

“Aahh Siwon Hyung kemarilah” teriak Key pada Siwon yang masih berdiri.

Lalu Siwon pun menghampiri mereka.

“Sudah selesai ya?” ujarnya saat tiba menghampiri mereka.

“Ne Hyung, untuk jadwal promosinya nanti kita bicarakan ya. Aku ingin lihat dulu hasil photo-photonya”

“Ya, aku mengerti. Kalau begitu ayo Yoona kita pulang” ajak Siwon sambil memegang tangan Yoona. Namun, saat Siwon menarik tangan kanan Yoona, Donghae dengan sigap memegang tangan kiri Yoona. Siwon pun tersentak dan menoleh kearah Donghae.

“Lepaskan tanganmu” ketus Siwon menatap Donghae kesal.

“Siwon-ssi, kau mau bawa pergi Yoona kemana? Dia baru saja selesai pemotretan, apa kau tak membiarkan Yoona istirahat dulu”ucapnya santai.

Sementara Yoona berusaha melepasakan pegangan tangan Donghae. Namun sayang tenaganya terlalu lemah.

“Aku bilang lepaskan tangan mu” ucap Siwon tegas.

Key yang merasa suasana menjadi tegang berusaha mencairkannya.

“Donghae Hyung, lepaskan tangan Yoona Noona” ucap Key sedikit berbisik. Namun Donghae sama sekali tak menggubrisnya, malah dia semakain erat memegang tangan Yoona.

“Lepaskan aku Oppa” pekik Yoona keras sambil melepaskan tangan Donghae yang memegang tangannya. Seketika semua mata menatap Yoona heran.

“Yoong ada apa dengan mu? Kenapa kau jadi seperti ini” ucap Donghae tegas.

Namun, Yoona hanya menghela nafas tak menjawab pertanyaan Donghae.

“Siwon ayo kita pergi” ucap Yoona sembari menarik tangan Siwon menjauh dari Donghae.

Donghae hanya bisa menatap kepergian Yoona dengan tatapan nanar.

“Donghae Hyung kau tidak apa-apa” seru Taemin yang baru datang.

“Aku lelah” jawab Donghae ketus lalu pergi.

“Ada apa dengan Donghae Hyung?” tanya Key heran.

“Entahlah Key-ssi akhir-akhir ini Donghae Hyung berubah” jawab Taemin lemas.

“Emm baiklah, sepertinya ini masalah pribadi jadi aku tak mau ikut campur. Sebaiknya kau kejar Donghae Hyung” ujar Key sambil memegang bahu Taemin.

“Ne Key-ssi”

Yoona POV

Setelah berganti pakaian Siwon mengajak ku pergi ke Sungai Han. Selama di dalam mobil aku masih berpikir, apakah yang aku lakuakn terhadap Donghae Oppa itu benar? Batinku dalam hati. Kulirik Siwon yang ada disebelahku, dia masih fokus menyetir aku tak tahu apa yang Siwon pikirkan. Apakah Siwon marah?

Siwon menghentikan mobilnya di tepi Sungai Han. Terjadi keheningan beberapa saat, kami masih sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai pada akhirnya kuputuskan untuk keluar dari dalam mobil. Aku berdiri menikmati hembusan angin sore yang menerpa wajahku. Sesekali ku hela nafas berat. “Im Yoona apa yang kau lakukan” batinku dalam hati.

“Bagaimana perasaamu hari ini?” suara Siwon menyadarkanku. Kutolehkan ke sumber suara Siwon sudah berdiri disamping ku.

“Maksudmu” tanyaku pelan.

“Bagaimana perasaan mu hari ini bersama Donghae?” lanjutnya kembali.

“Aku tidak tahu” jawabku pelan.

“Kenapa tidak tahu, kau pasti senang iyakan” ujarnya yang membuat aku kembali menatapnya.

“Kau bicara apa Siwon? ” tanyaku menatapnya heran.

“Kau masih mencintainya, iyakan” ucapannya yang membuat aku tertegun.

“Sekalipun tadi kau berusaha menjaga jarak dengannya, tapi matamu tidak bisa berbohong Yoona”ucapnya kembali.

“Jawab aku” lanjutnya kali ini menatapku.

“Seandainya aku masih mencintainya, apa kau akan melepaskan ku?” ujar ku menatap manik matanya.

End of Yoona POV

 

Siwon POV

Rasanya kesabaranku hampir habis, Donghae seperti sudah berada di atas angin. Ku kepalkan kedua tanganku menahan emosi yang hampir memuncak, lalu ku tolehkan pandangan ku pada Yoona yang berada diluar. Aku berusaha tetap tenang, aku tidak boleh menunjukan kemarahan ku pada Yoona. Lalu, secara perlahan ku buka pintu mobil dan berjalan mendekati Yoona yang masih berdiri di tepi Sungai Han.

“Bagaimana perasaamu hari ini?” tanya ku saat sudah berada disampingnya.

“Maksudmu” tanyanya pelan.

“Bagaimana perasaan mu hari ini bersama Donghae?” lanjutku kembali lebih jelas.

“Aku tidak tahu” jawabnya kembali pelan.

“Kenapa tidak tahu, kau pasti senang iyakan” ujarku yang membuat dia kembali menatapku.

“Kau bicara apa Siwon” tanyanya heran.

“Kau masih mencintainya, iyakan” ucapku datar.

“Sekalipun tadi kau berusaha menjaga jarak dengannya, tapi matamu tidak bisa berbohong Yoona”ucapku kembali berusaha tenang.

“Jawab aku” lanjutku kali ini ku tolehkan pandanganku untuk menatapnya.

“Seandainya aku masih mencintainya, apa kau akan melepaskan ku?” jawabnya yang membuat aku tertegun.

Apa yang harus ku katakan, tak ku sangka Yoona bicara seperti ini padaku. Sungguh rasanya dadaku ini terasa sesak sekali. Aku menatap manik matanya dengan tatapan tak percaya.

“Jawab aku Siwon” ucapnya kembali.

“Kau sungguh masih mencintainya?  Ahhhh aku benar-benar sudah gagal” ucapku tersenyum kecut.

“Jawab aku Siwon” ucapnya kembali, namun kali ini sedikit keras.

“Tadinya aku tidak akan melepaskanmu, apalagi untuk seorang laki-laki bernama Donghae. Tadinya ku pikir kau masih membencinya. Tapi, saat aku melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri, entah kenapa aku merasa kau masih mencintainya” ucapku tak berani menatapnya.

“Kejadian itu , apa maksudmu?”

“Saat aku melihat kau dan Donghae ditaman, kejadian itu cukup membuat hatiku sakit” ucapku lirih.

“Ditaman? Jadi malam itu kau…”

“Yah malam itu aku melihatnya, ku pikir malam itu akan menjadi malam terindah dalam hidupku. Tapi ternyata malam itu malam yang membuat aku merasakan sakit hati”

“Jadi karena itu kau pulang malam dan melukai tanganmu” ucapnya memegang lengan ku.

“Tangan ku tidak sakit. Tapi, hatiku yang sakit Yoona. padahal malam itu aku akan melamarmu” ucapku lirih.

End of Siwon POV

 

Yoona POV

“Tangan ku tidak sakit. Tapi, hatiku yang sakit Yoona. Padahal malam itu aku akan melamarmu” ucapnya lirih.

“Apa, kau bilang melamarku?” tanyaku tak percaya.

“Yah, melamarmu secara langsung dan mengutarakan perasaanku yang sebenarnya padamu” ucapnya lalu berbalik menatapku.

“Yoona perlu kau ketahui, hidupku banyak berubah kerenamu.  Aku pernah kehilangan seseorang yang aku cintai, aku sangat mencintainya, aku sangat memperhatikannya, sampai-sampai sikap perhatianku ini menjadi berlebihan. Karena aku sangat takut kehilangannya. Sampai pada akhirnya aku benar-benar kehilangannya untuk selama-lamanya. Kerena aku terlalu mencintainya, sampai-sampai aku tak pernah memperdulikan perasaannya, aku selalu bersikap egois kepadanya dan aku selalu mengekang keinginannya. Tapi, setelah dia pergi untuk selamanya aku sadar. Bahwa aku memperlakukanya salah” ucapnya sambil menatapku lekat.

“Jadi, ini alasannya kenapa kau memperlakukan ku dingin selama ini” Tanyaku.

“Iya, karena aku tidak mau kehilangan orang yang aku cintai untuk yang ke dua kalinya, makannya aku bingung bagaimana caranya aku harus memperlakukan mu” jawabnya lirih.

Aku tak dapat menahan air mataku lagi, ternyata Siwon memang tulus mencintaiku, kenapa selama ini aku begitu bodoh, aku tak mengerti perubahan sikap Siwon aku tak dapat membaca perasaannya.

“Tadinya aku tidak akan melepaskanmu untuk Donghae, karena aku sangat mencintaimu. Tapi, kali ini terserah kau saja, aku tidak akan memaksamu” ucapnya lirih lalu tersenyum padaku.

“M..maaf..maaf.,maafkan aku Siwon, maafkan aku” aku yang bodoh, aku tak bisa membaca perasaan mu, aku menyakiti perasaamu” ucapku sambil manangis.

“Kau tidak perlu minta maaf, kau tidak salah” ucapnya lalu mengusap air mata dipipiku.

“Siwon,.”

“Ya”

“Saranghae, Jeongmal saranghae”

Kembali tangis ku pecah aku tak dapat membendung air mata yang terus keluar dari mataku.

“Mwo” ucapnya menatapku kaget.

Ku tatap manik matanya lekat, mencari sebuah ketulusan dan kejujuran. Kembali tangisku pecah, Siwon memang tulus mencintaiku dan tidak membohongi ku.

“Berikan aku satu kesempatan lagi Siwon, aku sungguh mencintamu” ucapku di sela-sela tangisku.

“Nado saranghae Yoona” ucapnya pelan lalu Siwon merangkul tubuhku. Siwon mendekap tubuhku erat, tangisku semakin menjadi dalam dekapan Siwon, sebuah tangisan kelegaan dan kebahagiaan.

End of Yoona POV

 

Author POV

Siwon mendekap Yoona yang berbaring bersamanya di ranjang. Meskipun dalam ke adaan berbaring, mereka sama sekali tak memejamkan mata, malah mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Kau tidak mau pulang” ucap Siwon tiba-tiba..

“Aku ingin tidur disini”jawab Yoona pelan.

Siwon pun melonggarkan pelukannya dan menatap Yoona yang berada dihadapannya.

“Apa besok kau ada acara” ucap Siwon menatap Yoona lekat.

“Sepertinya ada, memangnya kenapa” tanya Yoona menatap Siwon heran.

“Kalau begitu cancel” jawab Siwon lembut.

“Kenapa di cancel” tanya Yoona kembali.

“Ada sesuatu yang ingin ku tunjukana padamu” ucap Siwon masih menatap Yoona lekat.

“Apa?” tanya Yoona heran.

“Itu kejutan, jadi persiapakan dirimu untuk besok”ucap Siwon menatap Yoona lekat.

Yoona terdiam beberapa saat, sampai pada akhirnya ia membuka mulut.

“Baiklah kalau begitu” jawabnya yang membuat Siwon tersenyum.

“Yoona” panggil Siwon pelan.

“Emmmm…. “Jawab Yoona.

“Saranghae, jeongmal saranghae Choi Yoona”

Yoona tersenyum lalu menjawab. “Nado saranghae Choi Siwon”

Perlahan Siwon kembali memeluk Yoona dan mendekatkan wajahnya pada Yoona.

Yoona yang mengerti apa yang akan Siwon lakukan perlahan menutup mata indahnya. Tak lama bibir Siwon menyapu bibir mungilnya. Yoona tak tinggal diam, di balasnya ciuman hangat yang Siwon berikan. Siwon semakin mempererat pelukannya dan semakin memperdalam ciumannya. Kini bibir mereka saling pagut satu sama lain, merasakan hembusan nafas masing-masing. Gemuruh cinta yang mereka rasakan selama ini tak dapat terelakan lagi, semuanya telah terjawab dengan pernyataan masing-masing dan sebuah ciuman yang membuktikan kebesaran cinta mereka.

 

 

 

To Be Countinued

Hayo gimana pendapatnya???? Yang udah baca jangan lupa ninggalin jejak ya, kalau gak mau next chapternya saya proteksi. Tapi semoga saja tidak ada silent reads J

Kamsahamnida…

Tinggalkan komentar

287 Komentar

  1. nurul isnaini

     /  Desember 8, 2014

    nangis bombay chapter ini.. nyesek pas yoona bilang ke siwon “seandainya aku masih mencintainya apa kau rela melepaskanku” .. aku emang selalu suka ff yoonwon tentang perjodohan.. ceritanya bagus bnget….

    Balas
  2. Akhirnya….seneng deh yoona sadar jg klo dia sbnrnya udah cinta sama siwon.
    Makin seru ya tp agak bingung nih blom baca chap 5,blom dpt pw nya
    Nita eonni minta pw nya dong
    Klo ngga buat riders yg udah dpt pw nya saya minta dong …
    Email aja ke meelamumtaz@yahoo.co.id

    Balas
  3. Seneng akhirnya mereka bersatu yooonwon sweet , suka waktu siwon cemburu am donghae , semoga hubungan mereka gak ad yg ganggu lagi wah siwon ap mau melamar yoona ya secara kemarin kan gagal, klo bener mau melamar pasti yoona bakal nerima kan mek skrg udah jadian seneng klo happy gini

    Balas
  4. Yeeeey Ga bingung lg deh baca chap ini,soalnya chap 5 nya udah bisa baca…
    senyum2 sendiri lg deh…

    Balas
  5. WindAngin

     /  Mei 14, 2015

    Yampuuun….
    Rencana lamaran yg mateng gagal malah sakit hati. Sekalinya yg tanpa rencana karena udah pasrah malah berasa tulusnya.
    Keren nih thor. Suka banget jalan ceritnya.

    Balas
  6. Akhirnya mereka love love
    Next

    Balas
  7. Ah…sngnya akhirnya mrk bersatu juga.walaupun aku ga tau cerita part sebelumnya krn di pw.

    Balas
  8. dhea im

     /  Juli 24, 2015

    AAAAKKHHH akhirnya yoonwon bersatu juga… huft lega rasanya, kyaknya donghae bner” harus menyerah nih hahaha udah aku bilang mending ama jessica aja jangan ganggu hubungan orang

    Balas
  9. Desiputu16

     /  Agustus 22, 2015

    Yey lega akhirnya yoona suka sma siwon, emang kalau suka harus bilang suka biar nanti gk menyesal

    Balas
  10. kayaknya yoonwon makin so sweet deh…aigooo donghae ganggu aja nih..

    Balas
  11. ria

     /  Oktober 5, 2015

    Akhirnya mrk berdua sadar sm2 cinta

    Balas
  12. nadila sari pramahesti

     /  November 11, 2015

    hwaaa yoonwon so sweet banget seneng juga akhirnya dua-duanya ngungkapin perasaan masing-masing ternyata saling cintaa hmmm .

    Balas
  13. YoongNna

     /  Desember 29, 2015

    Yeeeehhh akhrinya mereka brdua saling ngukapin persaanya kalau yoona dan siwon saling mencintai…

    Balas
  14. Park ra chan

     /  Desember 30, 2015

    Ah..
    So sweet…oPpa eonnie 👍👍👍

    Balas
  15. Karin

     /  Mei 22, 2016

    Ah yoonwon so sweet.. btw aku minta pasword pat 5 dong. Aku penasran pengen baca. Kirim ke kinaindradewi@gmail.com .thanks a lot

    Balas
  16. uhh so sweett

    Balas
  17. YB

     /  Agustus 2, 2016

    Huwaaa akhirnya😭💞

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: