[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 1)

Annyeong reads aku kembali membawa FF baru, padahal yang Who is the beloved juga belum kelar😀 , untuk FF Who is the beloved chapter 5 terpaksa saya proteksi soalnya agak kecewa karena yang ninggalin jejak sedikit dari pada chapter 1 dan 2. Padahal aku udah publish 2 chapter sekaligus lho, tapi tak apalah semoga yang silent reads udah pada sadar sekarang. Dan sebagai gantinya aku bawa FF YoonWon baru, ini hasil imajinasi ku lho, dichapter ini belum ada YoonWon momentnya sih masih pembukaan. Tapi semoga para reads suka, yah sudahlah cukup sekian dari saya mian kalau FF nya jelek..

Happy Reading

 

[FF] You Are Miracle For Me (Chapter 1)

 

Title : You Are Miracle For Me

Author : Choi Hyun Mi a.k.a Nita Rahayu

Main Cast :      Choi Siwon (Super Junior)

Im Yoona Ah (SNSD)

Other Cast :     Know Yuri (SNSD)

Kim Ryeowook (Super Junior)

Jessica Jung (SNSD)

Nickhun (2PM)

BoA

Genre: Romance, Friendship (Tentukan sendiri)

Rating : General

 

Author POV

Seorang yeoja masih tertidur pulas di atas kasur berukuran kecil, jam weker yang terdapat di atas nakas sudah menunjukan pukul 8.30 pagi, tapi dia masih enggan untuk membuka mata indahnya. Sementara di luar udara pagi yang begitu seger mewarnai indahnya kota Seoul yang sibuk dengan orang maupun kendaraan yang berlalu lalang untuk beraktifitas. Kini waktu sudah menunjukan pukul 9.00, matahari semakin merangkak naik. Namun, yeoja tersebut juga belum terjaga dari tidur nyenyaknya. Ponselnya yang terletak di nakas sebelah tempat tidurnya sudah menandakan 13 panggilan tak terjawab dan 2 pesan yang belum di buka.

Drettt…drett….kembali ponselnya bergetar menandakan ini panggilan yang ke 14. Dengan mata yang masih tertutup rapat diraih ponselnya yang berwarna putih tersebut, tanpa melihat siapa yang memanggilnya dia langsung menekan tombol dilayar berwarna hijau.

“Eummm Yeoboseo” ucapnya masih dengan mata tertutup.

“IM YOONA…..KAU DIMANA INI SUDAH JAM BERAPA” pekik orang disebrang sana.

Yoona pun menjauhkan ponsel dari telinganya karena mendengar suara teriakan seorang yeoja yang menghubunginya, lalu Yoona melihat nama yang tertera di layar ponselnya. “Yuri” gumamnya pelan, lalu kembali menempelkan ponsel ketelingannya.

“Ini masih jam 6 Yuri, untuk apa kau menghubungi ku” ujar Yoona sedikit memelas.

“Jam 6 kau bilang, ini sudah jam 9 Im Yoona” pekik Yuri yang membuat Yoona terlonjak dari tidurnya. Lalu Yoona meraih jam weker yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya.

“Mati aku, aku kesiangan” ucap Yoona melihat jam weker sambil membulatkan mata.

Tanpa menunggu lagi Yoona pun menjatuhkan ponselnya di ranjang, lalu segera berlari ke kamar mandi.

“Im Yoona…Yoona” ujar Yuri memanggil Yoona. Tapi, Yoona sudah berlari ke kamar mandi.

 

“Ahh dasar bodoh, sudah ku bilang hari ini jangan terlambat” umpat Yuri sembari menatap layar ponselnya.

“Yoona belum datang juga” seru seseorang dari belakang Yuri.

“Dia terlambat lagi” ujar Yuri lalu duduk di kursi kerjanya.

“Ini sudah kesekian kalinya dia terlambat, sepertinya akan terjadi perang dunia lagi di sini” ucap nya yang tak lain adalah Kim Ryeowook teman Yoona dan juga Yuri.

“Kau benar Oppa, Yoona bodoh” pekik Yuri lalu mendengus kesal.

“Siapa yang bodoh” ujar seseorang yang membuat Yuri dan Ryeowook beranjak dari duduknya.

“No..nona” ucap Yuri gugup. Wanita tersebut pun menghampiri Yuri dan Ryewook yang berdiri dengan raut wajah takut.

“Mana Im Yoona?” ucapnya sambil melihat meja kerja Yoona yang masih kosong.

“D..di..dia” ucap Yuri terbata-bata.

“Dia kemana” ujar wanita tersebut menaikan volume suaranya.

“Im Yoona belum datang Nona” ucap Ryeowook tiba-tiba yang membuat Yuri menghela nafas berat.

“Apa kau bilang? Dia terlambat lagi?” ucapnya memandangi Ryeowook dengan seksama”

“Ne Nona” jawab Ryewook singkat lalu menundukan kepalanya.

“Im Yoona akan ku pecat kau” ujarnya lalu pergi dari hadapan Ryeowook dan Yuri.

“Kenapa Oppa bilang padanya kalau Yoona belum datang” ucap Yuri setelah kepergian wanita tersebut.

“Habis bilang apa lagi, Yoona memang belum datang” ujar Ryeowook polos.

“Ahh Yoona bodoh, tamatlah riwayat mu” umpat Yuri lalu kembali duduk di kursi.

 

Ditempat lain seorang namja bertubuh jangkung mengenakan t-shirt berwarna hitam dihapisi jakat kulit yang berwarna senada dan di padu padankan dengan topi dan kacamata berwarna hitam dan celana jeans yang berwarna senada berjalan tampak gagah keluar dari pintu kedatangan bandara Incheon Korea Selatan, para fans setianya sudah menunggu kedatangannya sejak dua jam yang lalu. Selama satu bulan menjalani syuting di Negara orang membuat para fans yang di sebut sebagai Siwonest ini merindukan idolanya yang tak lain adalah Choi Siwon, actor muda Korea yang sangat terkenal saat ini. bukan hanya terkenal karena ketampanannya, tapi juga keahliannya dalam berakting yang membuat semua yeoja ingin menjadi yeojachingunya.

Siwon menghentikan langkah kakinya, lalu membuka kacamatanya. Di lambaikannya tangan sambil tersenyum menyapa ramah para fansnya yang meneriaki namanya. Siwon pun mengambil ponsel yang ada disakunya, dan mengambil foto-foto para fansnya.

“Terimakasih telah mendukung ku” ucap Siwon. Lalu, disambut suara teriakan dari para fansnya yang kebanyakan wanita.

“Sudah saatnya kita pulang, ayo” seru seseorang yang tak lain adalah menager Siwon.

“Ne, ayo” ucap Siwon. Namun, sebelum Siwon beranjak pergi tak lupa dilambaikan tangannya sambil tersenyum ramah pada para fansnya.

 

Yoona POV

“Tamatlah riwatmu Im Yoona” ucap ku seraya masuk kedalam gedung tempatku bekerja. Aku adalah seorang wartawan yang bekerja di majalah hiburan ternama di Korea yaitu SJM, sudah banyak artis-artis Korea yang aku wawancarai, dunia hiburan selebriti memang tidak asing lagi bagiku. Karena hampir setiap hari, aku mencari berita mereka dan aku muat di majalah SJM.

Tapi sepertinya kali ini tamat riwayatku, aku kesiangan. Parahnya lagi ini bukan yang pertama tapi sudah yang kesekian kalinya.

“Nona Jessica pasti akan memarahi ku dengan ucapannya yang tak bisa di hentikan, dia pasti akan ngomel-ngomel lagi padaku, ah Im Yoona bodoh “umpatku di dalam lift menuju ruang kerjaku. Dengan berjalan mengambil seribu langkah aku menuju ruanganku, ku buka knop pintu dengan rasa takut. Seketika semua mata memandang kearahku, semua karyawan memandangi ku heran karena ini sudah jam 10.00 pagi, tapi aku baru datang ke kantor. Aku hanya bisa senyum-senyum gak jelas mencoba menghilangkan rasa malu ku.

“Bodoh kau” pekik seseorang sambil memukul kepalaku dari belakang,

“Aw sakit” rengek ku, lalu kubalikan badanku untuk melihatnya yang ternyata adalah Yuri rekan kerjaku sekaligus sahabat ku.

“Eh Yuri “ ucap ku saat melihatnya.

“Kau kemana saja, kau tidak tahu ini jam berapa” pekiknya keras.

“Aku kesiangan Yuri, semalam aku lembur” ucapku memelas.

“Temui Nona Jessica sekarang, dia sedang menunggu mu” ucapnya yang membuat aku membulatkan mata.

“Matilah aku” ucapku lemah lalu menundukan kepala.

“Cepat temui Nona Jessica sekarang, nanti dia semakin marah padamu” ujarnya sambil mendorong-dorong tubuh ku.

“Ya, baiklah” ucapku lemah lalu berjalan gontai ke ruangan Nona Jessica.

End Yoona POV

 

 

 

 

Siwon POV

Kepulangan ku dari Jepang di sambut oleh para fans ku dibandara, rasanya bahagia sekali ternyata mereka sangat mendukung ku dan tentu memberikan cinta untuk ku. Satu bulan berada di Jepang membuatku rindu pada Korea, meskipun jarak Korea Jepang tidak sejauh jarak Korea Amerika tapi tetap saja aku merindukan Negara kelahiranku dan juga para fans setiaku.

“Kau langsung istirahat yah, besok jangan lupa ada jadwal fashion show” ucap Nikhun yang tak lain adalah Manager ku. (Ga artisnya gak Managernya sama-sama cakep, dan punya ABS xD  #Abaikan)

“Tidak ada waktu istirahat untuk ku?” tanyaku padanya yang sibuk menyetir.

“Saat ini tidak ada jadwal yang kosong untuk mu” ujarnya singkat aku hanya mengangguk mengerti.

Seperti inilah aku setiap hari hanya berkutat pada pekerjaan, syuting sudah selesai tapi pekerjaan lain masih menumpuk seperti fashion show, pemotretan, membintangi CF, pementasan drama musical. Ahhh rasanya aku tak punya waktu untuk berkencang dengan seorang yeoja.

Kuhala nafasku berat lalu memalingkan pandanganku kearah jendela untuk melihat keindahan kota Seoul di pagi hari.

End of Siwon POV

 

Author POV

Kini Yoona sudah berhadapan dengan istri dari pemilik majalah SJM yaitu Jessica, Yoona hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil menunduk karena takut. Sementara Jessica menatap Yoona dengan tatapan tajam.

“Ini ambil” ujar Jessica yang membuat Yoona menengokan kepalanya.

“Apa Nona” ucap Yoona bingung.

“Ambil itu” ujar Jessica sambil menunjuk amplop yang ada dihadapan Yoona.

Dengan perasaan takut, Yoona pun mengambil amplop tersebut dan membukannya secara perlahan.

“Itu gajihmu untuk bulan ini” ujar Jessica kembali yang membuat Yoona semakin bingung.

“Maksud Nona”

“Kau di pecat” ketus Jessica yang membuat Yoona tertegun.

“Ini sudah kesekian kalinya kau terlambat, apa kau pikir perusahaan ini milik nenek moyang mu apa, aku tak butuh wartawan seperti mu” ketus Jessica lagi.

“Tapi Nona aku terlambat karena semalam aku lembur sampai jam 2” ucap Yoona membela diri.

“Aku tidak mau tahu, sekarang kau keluar dari ruangan ku” ketus Jessica lalu memalingkan pandangannya dari Yoona.

“Nona tolong beri aku kesempatan, aku janji apa pun yang kau suruh akan ku lakuakan” ujar Yoona memelas.

“Sudah berapa kali aku memberikan mu kesempatan, tidak ada kesempatan lagi” ucapnya tegas.

“Jebal Nona, beri aku kesempatan kalau aku di pecat nanti aku makan apa, aku juga harus membiayai adik ku yang sekolah” ujar Yoona yang membuat Jessica memalingkan kembali pandangannya pada Yoona.

“Tolong Nona beri aku kesempatan” ujar Yoona kembali.

“Baiklah, tapi ada syaratnya” ucap Jessica tiba-tiba yang membuat Yoona tersenyum sumringah.

“Aku akan memberikan tugas untuk mu, tapi tugas ini sedikit sulit” ucap Jessica menatap Yoona seksama.

“Tidak apa-apa Nona, katakan apa tugasnya aku pasti akan mengerjakannya” ucap Yoona semangat.

Jessica pun mengambil sebuah foto dari dalam laci meja kerjanya dan di taruhnya di hadapan Yoona.

“Kau tahu siapa dia” ujar Jessica sembari memperlihatkan sebuah foto pada Yoona.

“Bukan kah dia Choi Siwon, actor terkenal saat ini” ucap Yoona sambil memandangi foto Choi Siwon.

“Dan actor tersibuk saat ini” lanjut Jessica yang membuat Yoona memandangnya heran.

“Selama ini majalah kita belum pernah mewawancarainya sama sekali karena jadwalnya yang sangat padat, jadi tugasmu adalah mewawancarianya” ujar Jessica yang membuat Yoona tertegun.

“Sesibuk itukah dia Nona?” tanya Yoona.

“Kau bukan fans Choi Siwon” tanya Jessica balik.

“Aku bukan fans Choi Siwon Nona, jadi aku tidak tahu kalau dia sekarang adalah artis yang super sibuk” ucap Yoona lalu mengangguk-nganggukan kepalnya.

“Lalu siapa idola mu?” tanya Jessica kembali.

“SNSD, mereka artis favoritku Nona” ujar Yoona penuh semangat.

Jessica hanya bisa tersenyum melihat tingkah Yoona yang seperti anak kecil.

“Pokoknya aku tidak mau tahu, kau harus mewawancarainya aku beri waktu satu minggu. Arra?”

Ujar Jessica yang membuat Yoona mengangguk mengerti.

“Itu gampang Nona, serahkan saja padaku” ucap Yoona tersenyum senang.

“Ya sudah kembali bekerja”

“Ne Nona, tapi terima kasih telah memberi aku kesempatan” ucap Yoona lalu segera pergi dari ruangan Jessica.

Yoona keluar dari ruangan Jessica dengan mengembangan senyum di wajahnya.

“Aku pasti bisa mewawancarainya, ayo Im Yoona Fighting” ucapnya kerasa yang membuat orang-orang yang sedang berjalan menoleh kearahnya.

“Hehee, mianhae” ujar Yoona polos lalu berlari menuju ruangan kerjanya.

“Kau sudah kembali Yoong, apa Nona Jessica memarahimu” ucap Ryewook sambil menghampiri Yoona di meja kerjanya.

“Tentu saja tidak” ujar Yoona tersenyum sumringah.

“Maksud mu Yoong” seru Yuri sambil menghampiri Yoona. Yoona pun membalikan kursi yang di dudukinya untuk melihat kedua temannya yang berdiri di hadapannya dengan tatapan bingung.

“Aku di beri satu kesempatan lagi oleh Nona Jessica” pekik Yoona girang yang membuat Yuri dan Ryeowook saling menatap satu sama lain.

“Maksud mu?” tanya mereka bebarengan.

“Aku di beri satu kesempatan lagi, tapi kali ini aku harus mengerjakan tugas” ujar Yoona yang membuat kedua temannya itu semakin bingung.

“Maksud mu apa Yoong” tanya Yuri yang makin penasaran.

“Apa kalian berdua tahu Choi Siwon?” tanya Yoona sambil melihat kedua temannya itu secara bergantian.

“Tentu saja aku tahu, dia itu actor favorit ku” ujar Yuri lalu menyilangkan tangan di dada.

“Aku juga tahu, dia actor yang sedang terkenal bukan” seru Ryeowook.

“Yah, dan kalian tahu apa tugas ku?” ucap Yoona yang semakin membuat kedua temannya penasaran.

“Ya Im Yoona cepat katakan apa tugas mu” pekik Yuri yang mulai kesal.

Yoona sejenak menghela nafas lalu memandang kedua temannya itu secara bergantian yang sedang menunggu jawaban darinya.

“Nona Jessica menyuruhku untuk mewawancarainya” ucap Yoona santai.

“Mwoya???Jinjja” pekik Yuri kaget.

“Wae, ada yang salah?” tanya Yoona heran.

“Ahhh kenapa kau yang mendapat tugas itu, serahkan saja padaku Yoona kau tahu kan dia itu idolaku” rengek Yuri seperti anak kecil.

“Mana boleh, ini tugas khusus mewawancarai seorang actor yang sedang terkenal CHOI SIWON” ujar Yoona yang membuat Yuri mendengus kesal.

“Ayolah Yoona berikan pekerjaan itu padaku” rengek Yuri lagi.

“Sebenarnya aku ingin memberikan tugas ini padamu, tapi ini tugas khusus kalau aku tidak bisa mewawancarai Choi Siwon maka aku akan di pecat” ucap Yoona seketika ekspresi wajahnya berubah sedih.

“Jinjja, Nona Jessica keterlaluan sekali. Asalkan kau tahu Yoona untuk mewawancarai seorang Choi Siwon itu susah sekali, dia artis super duper sibuk” seru Ryewook lalu menyilangkan tangan di dada.

“Jinjja, jadi aku harus bagaimana?” ucap Yoona kaget.

“Seperinya sulit Yoona, aku saja selalu gagal untuk mewawancarainya secara pribadi dia itu memang artis super sibuk” ucap Ryeowook lalu di ikuti anggukan Yuri.

“Yuri kenapa kau mengidolakan dia?” tanya Yoona tiba-tiba pada Yuri.

“Im Yoona coba kau lihat, dia jago akting,dia juga model, menyanyi pun dia juga bisa apalagi dia tampan mempunyai tubuh yang berotot ahh dia idaman semua wanita Yoona” pekik Yuri sambil tersenyum lebar.

“Tapi aku tidak menyukainya, actor favoriku adalah Song Jong Ki emm dia itu sangat-sangat imut Know Yuri” ucap Yoona sambil mengingat-ngingat wajah idolanya Song Jong Ki.

“Aissshh kau ini minggir kau” ucap Yuri lalu menarik tangan Yoona untuk bangkit dari duduknya, setelah Yoona menyingkir Yuri pun duduk di kursi tersebut  lalu menyalakan computer milik Yoona dan mulai mengitik di keyboard computer untuk mencari foto-foto seseorang di internet. Dengan cepat Yuri memasukan nama “CHOI SIWON” di kotak pencarian, tak berapa lama sebuah halaman full yang menampilkan foto-foto dari Choi Siwon dengan berbagai pose.

“Coba kau lihat ini, memakai haengbok saja dia masih terlihat tampan dan ini, dia mengenakan baju santai tapi ketampanannya tidak hilang.

Yoona dan Ryeowook hanya menggut-manggut mendengarkan ocehan dari sahabatnya Yuri yang memuji-muji Choi Siwon. Sementara Yuri masih sibuk mencari foto-foto Choi Siwon di internet, sampai pada akhirnya Yuri menemukan sebuah foto yang membuatnya membulatkan mata.

“Yoona lihat ini coba lihat ini, tubuhnya begitu bagus Yoona dia mempunyai otot perut yang seksi ahh aku tak tahan melihatnya” ujar Yuri girang sementara Yoona dan Ryeowook masih mengamati foto Siwon tanpa mengenakan baju yang memperlihatkan perut nya yang six pex yang membuat semua yeoja yang melihatnya pasti akan berteriak.

“Sepertinya dia rajin olahraga, lihatlah tubuhnya bagus sekali” puji Ryeowook sambil terus mengamati foto Siwon dengan seksama.

“Yah kau benar Oppa, tubuh nya bagus” seru Yoona sambil mengangguk-nganggukan kepalanya.

“Aku juga kalah olehnya” lanjut Ryeowook yang membuat Yuri berbalik menghadapnya.

“Bagaimana Yoona benarkan yang aku bilang, dia itu sangat tampan semua wanita ingin menjadi pacarnya Yoona” ujar Yuri menyakinkan Yoona.

“Yah kau benar, tapi Song Jong Ki juga tak kalah tampan” ucap Yoona santai lalu pegi dari hadapan Yuri dan Ryeowook.

“Ishh dasar kau Im Yoona, bagaiman menurutmu Ryeowook Oppa, Choi Siwon tampan kan?” tanya Yuri pada Ryeowook.

“Emm iya, tapi aku tidak suka pria lagi pula idolaku Song Hye Kyo” ucap Ryeowook polos lalu pergi dari hadapan Yuri.

“Yakk kalian berdua, kenapa kalian tidak suka Choi Siwon. Dia itu idolaku, dia itu tampan” pekik Yuri yang kesal kerena kedua temannnya itu tak memperdulikannya.

 

Siwon POV

“Ahh segar sekali” ucapku setelah selesai membersihkan tubuhku.

“Kau sudah selesai mandi” tanya manager ku Nickhun yang sedang duduk di sofa sembari membaca-baca majalah.

“Yah” jawabku singkat lalu duduk berhadapan dengannya.

“Kau tak menemui pacarmu?” tanyaku sembari mengambil soft drink yang ada di meja.

“Victoria” ucap nya santai.

“Memang pacar mu ada berapa?” tanya ku heran tapi dia malah terkekeh geli.

“Dia sibuk dengan pekerjaannya, tapi aku sudah memberitahunya kalau aku sudah pulang ke Korea” ujarnya yang membuat aku mengangguk paham.

“Kapan kau punya pacar?” ucapnya tiba-tiba yang membuat aku tersedak.

“Hai kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

“Yah aku baik-baik saja” ucapku sambil berdehem untuk menetralkan kembali suaraku.

“Ah dasar payah kau ini, kalau aku membicarakan tentang pacar kau pasti seperti itu” ujarnya sambil meletakan majalah di atas meja.

“Bukan begitu, aku hanya ingin fokus bekerja saja masalah pacaran itu urusan nanti” ucapku yang membuat dia tersenyum.

“Gaya mu so sibuk sekali, aku juga yang lebih sibuk darimu sempat untuk pacaran” ujarnya terkekeh geli.

“Kau lupa aku ini seorang actor, sementara kau manager ku” ucapku meledeknya.

“Justru aku lebih sibuk darimu, aku harus mengurus jadwal syuting mu, CF mu, pemotretan, jumpa pers ahh rasanya kepala ku hampir pecah” umpatnya sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

“Tapi Victoria itu pengertian sekali, meskipun kau sering meninggalkannya tapi dia tidak pernah marah dia mengerti pekerjaamu” ucapku sambil menatapku.

“Kalau begitu carilah pacar seperti kekasiku, ingat Siwon aku bukan manager yang kolot yang tidak memperbolehkan artisnya untuk pacaran, kalau kau punya pacarkan enak, ada yang menghubungi mu setiap hari untuk menanyakan keadaan mu, ada yang memperhatikan mu dan ada yang menghibur mu di saat kamu sedang bosan” ujarnya yang membuat aku tertegun.

“Aku belum menemukan sosok yang tepat” ucapku lemas.

“Coba lihat dirimu Choi Siwon, kau itu tampan dan juga seorang artis, banyak sekali wanita yang ingin menjadi pacarmu kau tinggal memilihnya” ujarnya menatapku seksama.

“Aku tahu itu, tapi aku tidak mau terburu-buru aku ingin menemukan sosok yang bisa mengerti aku dan pekerjaanku” ucapku sambil menatapnya.

“Ahh baiklah aku menyerah, kalau begitu kau cari saja sosok yang tepat itu, aku mandi dulu” ucapnya seraya bangkit dari duduk dan berjalan kearah kamar mandi.

Aku hanya bisa diam melihat manager ku pergi dari hadapanku, sejenak aku terdiam  memikirkan ucapannya, memang selama ini aku belum sama sekali merasakan bagaimana rasanya pacaran atau berkencan dengan seorang wanita sebagaimana yang di lakukan seorang laki-laki seusiaku. Aku memang lebih mementingkan pekerjaan ku sampai aku mengabaikan kehidupan pribadi ku, tapi semua ini aku lakukan karena aku ingin membuktikan pada ayahku bahwa pekerjaan sebagai artis itu tidak salah. Pada awalnya ayahku memang tidak mengijinkan ku untuk terjun kedunia hiburan, dia ingin melihat aku mengurus perusaannya. Tapi tekad ku sudah bulat, aku ingin terjun ke dunia hiburan. Sampai akhirnya ayaku merestui ku tapi dengan satu syarat, karir ku harus sukses bukan hanya di Korea tapi dunia. Dan sejak saat itu aku bertekad untuk menjadi bintang dunia aku ingin menunjukan kemampuanku pada ayahku bahwa aku bisa.

End of Siwon POV

 

 

 

Yoona POV

Hari ini aku mulai menjalankan tugas ku untuk mewawancarai Choi Siwon, aku dengar sekarang dia sedang menjadi model untuk fashion show pakaian yang di rancang oleh desainer terkenal di Korea. Segera ku siapkan semua alat-lat yang akan ku butuhkan nanti, seperti catatan kecil berupa pertanyaan-pertanyaan yang akan aku tanyakan padanya, buku untuk mencatat isi wawancaraku, camara untuk mengambil gambarnya dan ponsel untuk merekam pembicaraan kami dan tak lupa kartu identitas.

“Semuanya sudah siap Im Yoona sekarang cepat pergi” ucapku sambil mengepalkan kedua tangaku.

“Kau mau berangkat sekarang Im Yoona” tanya Ryeowook Oppa.

“Ne oppa aku akan berangkat sekarang” ucapku tersenyum lebar.

“Yoona tolong minta tanda tanganya, dan juga kau foto dia pake ponselmu” ujar Yuri sembari cemberut.

“Ne..ne arraseo Yuri, aku pasti akan memintanya untuk mu” ucapku sambil menghampirinya.

“Ini kau pakai ini” ujar Ryeowook Oppa memberikan kunci motor padaku.

“Supaya kau lebih cepat” lanjut nya lagi,

“Ahh gomawo Oppa” lalu aku mengambil kunci motor Ryeowook Oppa.

“Yuri, Ryeowook oppa doakan aku” ucap seraya memeluk keduanya.

“Ne, semangatlah Yoona” ucap Yuri menyemangati ku.

“Baiklah kalau begitu aku pergi sekarang” ucapku lalu sedetik kemudian segera pergi keluar.

End of Yoona POV

 

Author POV

Siwon bersama model yang lain nya tengah bersipa-siap di ruang make up untuk penampilkan pakaian hasil rancangan desainer BoA. Kali ini ia di percaya untuk memakai pakaian yang terlihat sedikit transparan yang memperlihatkan tubuh atletisnya. Siwon mematut bayangannya di cermin sambil terus mengamati baju yang di kenakannya.

“Siwon-ssi coba lihatlah dirimu, aku yakin wanita yang melihat mu pasti akan berteriak histeris bajumu transparan sekali” seru BoA sambil menepuk pundak Siwon. Siwon hanya bisa tersenyum mendapat pujian dari perancang busananya langsung.

“Kau memang hebat sekali dalam merancang baju, sampai terpikir untuk membuat pakaian yang menggoda iman ini” ucap Siwon sedikit terkekeh.

“Aku sengaja karena aku ingin kau yang memakainya” ucap BoA yang membuat Siwon tersenyum kembali.

Fashion show di mulai, satu persatu model keluar berlenggak lenggok berjalan di atas cat work menampilkan baju hasil rancangan dari BoA, tepuk tangan semakin riuh saat seorang namja berjalan dengan penuh pesona yang mengenakan baju transparan yang membuat semua wanita yang melihatnya berteriak seketika karena secara live melihat tubuh atletisnya.

“Ahh permisi…permisi..” ucap seorang yeoja yang tak lain adalah Yoona lalu duduk di bangku ke dua.

“Ahh bukan kah dia Choi Siwon” ucap Yoona girang lalu segera memotretnya dengan camera yang tergantung di lehernya.

Jepret…jepret..jepret..jepret…

Yoona terus memotret Siwon yang berada di atas cat work, kini puluhan foto Siwon sudah memenuhi kameranya.

Acara sudah selesai semua model kini sudah berganti pakaian, tapi Siwon masih asik berbicang-bincang dengan BoA.

“Siwon-ssi terima kasih sudah membantuku” ucap BoA mengulurkan tangan pada Siwon.

“Ne sama-sama BoA-ssi” Siwon meraih uluran tangan BoA untuk berjabat tangan.

“Kalau begitu aku ke ruang ganti pakaian dulu” ucap Siwon lalu di angguki oleh BoA.

“Ah kau disini rupanya” seru Siwon yang melihat Nickhun sudah ada di ruang ganti pakaian.

“Emm aku menunggu mu, kau sudah selesai” tanya Nickhun yang sedang asik membaca majalah.

“Iya acaranya sudah selesai, mana baju ku yang tadi ku pakai” ucap Siwon sambil mengedarkan matanya kesekeliling ruangan.

“Ahh baju mu ketinggalan di mobil” seru Nickhun yang membuat Siwon menghela nafas.

“Cepat ambilkan bajuku” ujar Siwon sambil duduk di kursi.

“Ne..arra..arra” lalu Nickhun pun pergi untuk mengambil baju Siwon yang tertinggal di mobil.

“Ahh lelah sekali” ucap Siwon pelan.

“Kalau aku memakainya terlalu lama nanti bajunya kotor” ucap Siwon lalu membuka baju yang di kenakannya itu. Kini Siwon tidak mengenakan baju sama sekali, dia menyimpan baju transparan tersebut dengan hati-hati karena baju itu milik orang lain.

 

Im Yoona masih sibuk membuka-buka hasil foto yang di ambilnya tadi.

“Kalau Yuri melihat foto ini pasti dia akan berteriak histeris” ucapnya sambil terus melihat-lihat hasil jepretannya. Lalu dia tak sengaja di tabrak seorang namja yang tak lain adalah Nickhun.

Brukkkk…..

“Ahh maafka saja tuan” ucap Yoona meminta maaf.

“Tidak apa-apa Nona aku yang terlalu terburu-buru jalan” ucap Nickhun tersenyum.

“Nickhun-ssi kau mau kemana” seru seseorang dari belakang Nickhun.

“Ahh BoA-ssi aku ingin mengambil baju Siwon yang tertinggal di mobil” ujar Nickhun yang membuat Yoona membulatkan matanya.

“Bajunya tertinggal di mobil ya? Ucap BoA saat menghampiri Nickhun.

“Yah, kalau begitu aku pergi dulu yah aku takut dia marah” ujar Nickhun lalu pergi dari hadapan BoA dan Yoona.

BoA yang menyadari keberadaan Yoona hanya bisa tersenyum ramah padanya dan pergi berlalu meninggalkannya. Sejenak Yoona terdiam memikirkan sesuatu.

“Ini saatnya Yoona” ucapnya mantap lalu segera bergegas pergi mencari pintu ruangan yang bertulikan Choi Siwon.

“Mana yah, ah itu dia” ucap Yoona girang setelah berada di depan pintu yang bertuliskan Choi Siwon.

 

Siwon POV

“Sudah 10 menit aku menunggu kemana dia” umpatku kesal karena manager ku belum juga menampakan batang hidungnya. Karena kesal akhirnya aku pun membaca majalah yang ada di hadapanku, aku membuka satu persatu halaman majalah tersebut dengan keadaan tidak memakai baju, karena takut kotor akhirnya aku lepaskan baju yang tadi ku pakai.

Saat sedang asik membaca majalah terdengar suara pintu terbuka.

“Mati kau Nickhun kau membuat ku lama menunggu” umpatku kesal. Lalu aku beranjak dari duduku dan berbalik menghadapnya.

“Yak kau lama se….”

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”  aku tertegun melihat seorang yeoja yang ada dihadapanku dia berteriak keras lalu menutup mata dengan kedua telapak tangannya. Aku yang dari tadi terdiam langsung berteriak keras lalu menutupi badanku yang toples dengan kedua tangan ku.

“Hai siapa kau kenapa kau bisa masuk kesini” pekik ku keras,

“Maaf kan saya Tuan, saya hanya ingin bertemu dengan Choi Siwon” ucapnya masih menutup mata dengan kedua tangannya.

“Aku Choi Siwon kau mau apa” tanyaku menatapnya heran. Perlahan dia mulai menurunkan tangannya dan berusaha melihatku, namun dia membuang muka tidak mau melihatku.

“Siwon ini baju ….”tiba-tiba Nickhun datang membuka pintu tapi dia malah tertegun melihat wanita yang ada di hadapannya.

“Kau lama sekali , cepat mana bajuku” ucapku lalu dia melemparkan baju ke kearah ku. Dengan sigap ku tangkap lalu aku berbalik untuk memakai. Setelah selesai aku pun berbalik untuk melihat wanita itu dan Nickhun yang terlihat sangat bingung.

“Siapa wanita ini” tanya Nickhun sambil menunjuk wanita tersebut.

“Mana aku tahu tadi dia masuk tanpa mengetuk pintu dulu” jawabku sambil memperhatikan wanita itu.

“Nona kau siapa?” tanya Nickhun pada wanita itu yang langsung membuat wanita itu menoleh kearah Nickhun.

“Kau” pekik Nickhun tiba-tiba yang membuat aku mengerutkan dahi.

“Kau mengenalnya?”tanyaku heran.

“Anio, tadi aku tak sengaja menabraknya saat akan mengambil bajumu, Nona siapa kau ada apa kau kemari?” tanya Nickhun pada perempuan itu.

“Ah perkenalkan aku Im Yoona wartawan dari majalah SJM, aku ingin mewawancarai Choi Siwon” ujar wanita yang mengaku bernama Im Yoona sambil memperlihatkan kartu identitas yang tergantung di lehernya.

“Ahh jadi kau wartawan dari majalah SJM yang sangat terkenal itu” tanya Nickhun memastikan.

“Ne, begitulah dan saya ingin mewawancarai Choi Siwon” ucapnya sambil melihat ke arahku, aku berjalan mendekatinya.

“Apa hari ini ada wawancara pribadi?” tanya ku sambil menyenggol pundak Nickhun dengan pundak ku.

“Sepertinya tidak ada, hari ini kau langsung ke studio untuk photoshoot” ucap Nickhun yang membuat aku mengangguk mengerti.

“Nona kalau kau ingin mewawancaraiku kau harus buat janji dulu dengan managerku, arraseo” ucapku sambil menatapnya.

“Mwo, dia managermu? Apa tidak salah, sepertinya dia lebih tampan darimu” ucapnya yang membuat aku tersenyum tak percaya sementara Nickhun malah tertawa terbahak-bahak.

“Keluar kau” usirku pada wanita yang ada di hadapanku.

“Yah kenapa kau marah, itu memang kenyataan tadinya ku pikir tuan ini adalah artis” ucapnya sambil menunjuk Nickhun.

“Aku bilamg keluar sekarang, aku tidak mau di wawancarai oleh wartawan seperti mu, cepat keluar” pekik ku yang membuatnya mundur satu langkah.

“Euh kau sombong sekali, kenapa para wanita di luar sana mengidolakanmu. Tabiatmu buruk sekali” ucapnya sambil memandang ku remah.

“Terserah apa yang kau katakan tentang aku, sekarang cepat pergi” usir ku lagi.

“Tapi aku ingin mewawancaraimu” ujarnya yang membuat aku mendengus kesal.

“Kau sudah meremehkan ku jadi mana mau aku di wawancarai oleh wartawan sepertimu”

Ujarku lalu ku tarik tangannya untuk keluar.

“Yak apa yang kau lakukan” ucapnya sedikit berteriak.

“Pergi dari sini aku tidak mau melihatmu lagi, dasar tidak tahu sopan santun” ucapku setelah berhasil mengusirnya pergi. Lalu aku kembali ke dalam dan menutup pintu dengan kasar, kulihat Nickhun masih tertawa puas.

“Kau tidak boleh memperlakukannya seperti itu, ingat dia itu seorang wartawan apa kau tidak takut kalau dia menulis berita yang tidak-tidak menyangkut dirimu hah” ucanya yang membuat aku tertegun.

“Itu tidak akan terjadi” ucap ku ketus.

“Satu lagi, aku tidak mau di wawancarai olehnya” ucapku lalu kembali duduk di kursi.

“Sepertinya dia bukan orang yang gampang menyerah, siap-siap lah kau di ikuti olehnya” ucapnya kembali tersenyum geli. Aku hanya bisa menghela nafas berat mendengar semua ucapan managerku yang tak masuk akal.

End Siwon POV

 

Yoona POV

Siwon menarik tangan ku dengan paksa untuk keluar dari ruangannya, aku hanya bisa memandangi pintu yang bertuliskan “Choi Siwon” dengan tatapan kesal. Baru kali ini aku di perlakukan oleh seorang selebriti, apalagi dia seorang selebriti terkenal.

“Kau pikir aku akan menyerah, kita lihat saja nanti” umpatku lalu beranjak pergi.

Ku teguk soft drink  lalu menggebrak meja yang ada di hadapanku, aku benar-benar tak percaya baru kali ini aku di perlakukan tidak sopan oleh narasumberku sendiri. Lalu ku tolehkan pandangan ku pada layar televisi terlihat seorang namja yang tadi mengusirku memamerkan senyuman nya yang khas sambil meneguk botol soft drink, dia Choi Siwon yang menjadi model CF untuk minuman soft drink.

Aku hanya bisa mendengus kesal lalu kembali ku ambil soft drink yang ada di depanku, tapi sebelum aku meneguknya aku melihat botol kemasan soft drink yang percis dengan yang di iklan kan oleh Siwon.

“Kya menyebalkan sekali, kenapa minuman seenak ini kau yang harus membintangi iklanya” pekik ku lalu ku taruh soft drink yang baru sedikit aku minum itu dan beranjak berdiri menghampiri kerumunan murid SMA.

“Kalian sedang apa?” tanyaku pada sekerumunan anak SMA yang semuannya perempuan.

“Eoni coba lihat ini, ini Choi Siwon dia tampan kan” ucap salah seorang siswa sambil menunjukan poster Siwon padaku.

“Hah, iya” ucapku ketus.

“Kalau kalian tahu sifat aslinya yang buruk pasti kalian akan membencinya” umpatku dalam hati lalu pergi berlalu dari hadapan mereka.

Aku terus berjalan tak tahu tujuan ku harus kemana, aku masih memikirkan bagaimana caranya agar bisa mewawancarai Choi Siwon. Tapi saat sedang berjalan santai aku mendengar teriakan orang-orang memanggil nama Siwon lalu saat ku lihat ternyata mereka adalah segorombolan fans Choi Siwon yang sedang mengejar-ngejar sebuah mobil berwarna hitam yang sepertinya orang yang di dalam mobil itu adalah Siwon.

“Bodoh sekali mereka” ucap ku. Tapi seketika langkah ku kembali terhenti.

“Im Yoona kau ikuti saja dia” ucap ku lalu dengan segera aku menuju tempat motor ku terparkir.

End of Yoona POV

 

Author POV

Dengan mengendarai motor metik milik Ryeowook dan mengenakan helm berwarna pink Yoona mengikuti mobil yang ada di hadapannya yang tak lain adalah mobil Choi Siwon.

“Akan ku ikuti kemana pun kau pergi Choi Siwon, sekalipun itu ke ujung dunia” ucapnya tersenyum yakin.

“Ahh pekerjaan hari ini selesai juga” ucap Siwon lalu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.

“Yah Choi Siwon kau tadi lupa membuka gardengnnya” ujar Nickhun.

“Ahh aku lupa, coba tolong kau buka kan” ucap Siwon sambil memejamkan matanya.

“Ahh dasar kau ini” gerutu Nickhun sambil berjalan kearah jendela.

“Siwon cepat kemari, coba lihat itu” pekik Nickhun saat membuka gardeng jendela.

“Kenapa kau berteriak ada apa” umpat Siwon kesal lalu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Nickhun.

“Mungkin dia fans ku” lanjut Siwon.

“Dia wanita tadi” ujar Nickhun masih memandang ke luar.

“Mana mungkin dia ada di ….” Kata-kata Siwon terhenti saat melihat seorang yeoja yang tak lain adalah Yoona yang sedang menunggu di depan pintu gerbang rumah Siwon.

Yoona yang menyadari Siwon melihatnya, langsung mengangkat sebuah karton yang bertuliskan

“Choi Siwon maafkan saya, saya hanya ingin mewawancarimu sekarang”

Siwon hanya memandang keluar tak percaya.

“Apa aku bilang dia pasti akan mengikutimu” seru Nickhun yang membuat Siwon menoleh.

“Aku tidak mau diwawancara olehnya, jangan biarkan dia masuk” ketus Siwon lalu kembali berjalan kearah sofa.

“Apa kau tidak kasian padanya, wawancaranya mungkin hanya menghabiskan beberapa  menit” ujar Nickhun lalu duduk berhadapan dengan Siwon.

“Untuk apa aku kasian padanya, dia tidak punya sopan santun” ketus Siwon.

“Kau marah karena dia bilang aku lebih tampan dari mu” ujar Nickhun tertawa geli.

“Untuk apa aku marah kerena dia bilang seperti itu, masih banyak wanita yang bilang kalau aku ini tampan” ucap Siwon yang membuat tawa Nickhun menahan tawa.

“Tapi kalau dia tidak pergi bagaimana?” tanya Nickhun yang membuat Siwon menoleh ke arahnya

“Nanti juga dia pergi” ucap Siwon santai.

“Berani taruhan” tawar Nickhun.

“Maksudmu?” Siwon mengerutkan dahi tanda tak mengerti.

“Dia tidak akan pergi sebelum kau keluar, kita taruhan Choi Siwon” ucap Nickhun sambil menatap Siwon.

“Oke siapa takut” ujar Siwon santai lalu kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa.

 

Hari sudah menjelang malam, sementara Yoona masih berdiri di depan gerbang rumah Choi Siwon, sesekali dia memegang perutnya. Cacing-cacing diperutnya sudah berteriak meminta makanan.

“Aku tidak akan menyerah Choi Siwon, sebelum kau keluar aku tidak akan pergi” umpat Yoona sembil memandangi rumah Siwon yang sudah di terangi lampu.

 

 

To Be Countinued

Chapter 1 beres gimana pendapatnya? ayo yang udah baca jangan lupa ninggalin jejak, untuk sekedar memberikan semangat pada saya.

For admin Gee, gomawo udah mau publish FF gejeku ini..:)

 

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

186 Komentar

  1. Nur khayati

     /  Mei 24, 2015

    Baru prtama ketemu langsung brtengkar & Siw0n malah gk mau d wawancara i Y00na,.
    Siw0n cepat luluh d0ng hati.a, kasian Y00na nunggu d luar lama,-

    Balas
  2. Racheoll Dm

     /  Juni 9, 2015

    Rusuh…. First meet nya lucu banget, belom apa-apa aja udah ribut….🙂

    Balas
  3. Haha kenapa langsung bertengkar aja tuh.. perjuangannya yoona gigih bgt mpe nungguin di depan rumahnya..
    Keren ceritanya..

    Balas
  4. melani

     /  Desember 21, 2015

    Mereka Baru ketemu malah langsung berantem.. tapi keren n penasaran kyk gimana perjuangannya yoona biar bisa wawancara siwon..

    Balas
  5. park ra chan

     /  Desember 28, 2015

    Siwon mau dong di wawantara i yoona..
    Di tungu ya thor chapter selanjut nya hwaiting..

    Balas
  6. kusumaa11

     /  Februari 8, 2016

    Fighting yoona eonni!!!!!!!!! Jngn menyerah oke???? Ayo takhluk kan choi siwon!!!

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: