[FF] YoonWon “The Humorous Love” Part 4

 

[FF] YoonWon “The Humorous Love” part 4

 

Title                : The Humorous Love

Author           : Umi Khasanah Elf

Main cast      : *Choi Siwon “Super Junior”

*Im Yoon Ah “SNSD”

*Chan Sung “2PM”

*SunHwa “Secret”

*Cho Kyuhyun “Super Junior”

*Kwon Yuri “SNSD”

Genre            : happy,sad,romance,comedy

Rating            : general

Note               : buat readers yang nggak suka sama ff ku, tolong nggak usah dibaca kalo emang nggak suka dan jangan coment kalo emang nggak suka sama ff saya.

 

Assalammualaikum…. Chinguuu oh chinnguuu..annyeong haseyoo…

Aku datang lagi membawa ff the humorous love, yeee kali aku bawa part 4, hehe~. Sebelumnya neomu neomu mianhae ya kalo part 4’a ini lama banget selesainya, jujur banget akhir-akhir ini tugas lagi super duper numpuk, jadi mian kalo aku lama ngelanjutin part 4’a. Terus aku mau mengucapkan gomawo sama semua readers yang udah setia membaca dan coment di ff ku ini.

FF ini menceritakan seorang Choi siwon yang merupakan aktor terkenal dan seorang Im Yoon Ah yang berambisi untuk menjadi seorang penulis terkenal. Cerita cinta mereka sangatlah unik, bisa dibilang lucu, kalo jauh kangen,tapi kalo deket mau’a berantem terus, haha~. Dari pada penasaran mending kita baca aja ff’a. Let’s Go!!!!

 

HAPPY READING……….    

*****

Siwon POV

‘apakah benar aku menyukainya?’ pikirku

Aku memutuskan untuk menginap dirumahnya malam ini, aku tidak mungkin meninggalkannya apalagi sekarang dia dalam keadaan sedang sakit.

“huft~ lelah sekali, hoaaaam haah ngantuk” ucapku sambil melepaskan jasku dan merebahkan tubuhku disofa milik yoona, untung saja sofa panjang dirumahnya ini ada dua jadi aku bisa tidur sebentar untuk menghilangkan rasa lelahku. Tanpa sadar aku langsung tertidur pulas.

Keesokan Harinya….

Sinar matahari mulai masuk menembus jendela ruang tamu yoona, aku merasakan sinar matahari yang mulai masuk langsung terbangun dari tidurku

“hoaaamm sudah pagii… ehmm” ucapku sambil bangun dan meregangkan otot-ototku. Terlihat yoona yang masih terlelap dalam tidurnya

“ternyata dia belum bangun,” ucapku lalu berjalan mendekatinya, kusentuh dahinya untuk memastikan apakah demamnya sudah turun atau belum

“ehm demamnya sudah turun, tapi kenapa dia belum bangun juga ya, haah. Baiklah aku akan membuatkannya sarapan terlebih dahulu sebelum ia bangun,” ucapku lalu beranjak bangun, tapi

“eehhhmm,” desahnya tiba-tiba

“huh dia sudah bangun?” pikirku

“ehmm dimana aku?” tanyanya, kenapa dia bertanya dimana, jelas-jelas dia sedang dirumahnya sendiri,

“kau sedang dirumahmu,” jawabku

“ooh, haaah kepalaku masih pusing sekali,” ucapnya sambil memegangi kepalanya

“tunggu sebentar aku akan mengambilkan obat dulu untukmu,” seruku lalu berlari menuju kotak obatnya, setelah mengambil obatnya aku langsung kembali

“ini, minumlah,” suruhku sambil memberikannya obat dan air putih

Yoona pun meminum obat yang kuberikan tadi, mudah-mudahan saja ia cepat sembuh.

“ehm gomawo siwon-ssii,” ucapnya sambil menaruh air putihnya

“ne, cheonma, obatnya masih utuh apa kau tidak menimumnya waktu itu?” tanyaku

“ne, aku belum meminumnya, aku lupa,” jawabnya sambil menyenderkan tubuhnya kesofa

“kau itu, sudah tau sakit kenapa tidak kau minum obatnya, kau tau kan gara-gara kau sakit sekarang aku jadi repot,” ucapku kesal

“mianhae, waktu itu aku belum terlalu sakit, kenapa kau menyalahkanku? Aku kan tidak menyuruhmu untuk menjagaku,” jawabnya

“terserah kau saja lah,” ucapku kesal, lalu berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan #emang wonppa bisa masak? Udah bisain aja,haha~#.

Aku membuka lemari esnya ada beberapa sayuran yang bisa kumasak untuk sup, aku mengambil wortel, bayam, kentang, dan bahan-bahan sup lainnya. setelah itu aku menyiapkan bumbu untuk memasak sup,

“kau mau masak apa?” Tanya yoona tiba-tiba

“eh? Ehm mungkin aku akan memasak sup,” jawabku

“biar kubantu, kau pasti tidak bisa masak,” balasnya lalu mengambil bahan-bahan supku tadi

“yak! Kau itu masih sakit, kau tidak boleh kelelahan, jika hanya masak sup aku bisa,” ujarku

“jinjja? Aku tidak tau kalau kau bisa masak?” tanyanya santai

aku berusaha menahan emosiku, karena sedari tadi yoona hampir membuat emosiku memuncak,

“kau kenapa?” tanyanya

“anni, sudahlah cepat sana kau tunggu dimeja makan saja, biar aku yang memasak,” suruhku sambil mendorong tubuhnya untuk keluar dari dapur.

Setelah ia benar-benar keluar dari dapur aku memulai kegiatan memasakku, kalau hanya masak sup aku bisa,

“ayo siwon, buatlah sup yang paling enak!” ucapku semangat.

Siwon POV end

Yoona POV

Tadinya aku mau membantu siwon, tapi dia bilang dia tidak mau dibantu dan malah menyuruhku menunggu dimeja makan.

“huuh dia itu menyebalkan sekali, padahal aku kan ingin masak juga,” kesalku

Aku memilih untuk menunggunya dihalaman belakangku, tempat ini merupakan tempat favoriteku, aku akan selalu merasa tenang jika berada disini. Saat sedang menikmati udara segar, aku jadi teringat siwon,

“apa dia sudah selesai masak? Hah biarlah tadi kan dia yang menyuruhku untuk tidak mengganggunya,” ucapku, aku sempat berpikir kenapa siwon, namja yang paling menyebalkan seperti itu, tiba-tiba bisa baik kepadaku. Padahal kan dia sangat sebal denganku.

“ehhmm dia itu, mencurigakan sekali,” pikirku karena melihatnya sangat baik padaku

“tapi  biarlah, dia kan begitu karena kemauannya sendiri bukan aku yang menyuruhnya,” ucapku lagi.

“Makanan siap!” teriak seseorang siapa lagi kalau bukan siwon

“huh? Cepat sekali dia memasakanya?” bingungku lalu berjalan masuk menuju meja makan. Aku melihatnya sedang menata makanannya diatas meja makan

“cepat kesini, kita sarapan bersama,” suruhnya dan aku hanya mengangguk

“makanlah yang banyak biar kau cepat sembuh, jadi biar aku bisa cepat keluar dari rumah ini,” ucapnya, aku langsung menatapnya tajam, apa yang dikatakannya barusan

“kenapa malah melihatku? cepat makan,” suruhnya lagi dan aku hanya mengendus kesal.

“otthokke? Enak tidak?” tanyanya saat aku mencoba sup buatannya

“mashita, ini enak, ehm ternyata artis sombong sepertimu bisa memasak juga ya,” ucapku seraya melanjutkan makanku

“mwo? Artis sombong?” tanyanya kaget

“ne, aktor sombong dan sok sibuk itulah dirimu, choi siwon,” jawabku sambil meletakkan sumpitku

“aiish kau itu! Yak! Aku sudah cukup baik denganmu, aku sudah menjagamu semalaman dan membuatkanmu sarapan, kenapa sekarang kau masih meledekku hah?” tanyany kesal

“aku kan tidak menyuruhmu baik padaku,” jawabku santai

“mwo? Terserah kau saja! Kau bersihkan sendiri piringmu dan gelasmu itu,” balasnya kesal lalu berjalan menuju dapur, setelah itu dia berjalan menuju ruang tamu dan mengambil jas dan kunci mobilnya

“kau mau kemana?” tanyaku beranjak dari bangkuku

“tentu saja pulang, untuk apa membantu yeoja sepertimu yang tidak tahu terimakasih,” jawabnya ketus lalu keluar dari rumahku

“apa-apaan dia itu? Kenapa dia malah marah padaku?” bingungku saat melihat mobilnya yang sudah pergi dari rumahku.

Setelah melihatnya pergi, aku kembali kemeja makan untuk melanjutkan sarapanku. Tapi, entah kenapa aku jadi tidak berselera untuk makan lagi, aku memutuskan untuk merapihkan meja makanku dan mencuci piring, tapi saat didapur aku melihat dapurku yang sudah bersih dan cucian piring juga sudah dibersihkan

“kenapa sudah bersih? Apa jangan-jangan ? siwooon ?” pikirku

“tapi benarkah dia yang membersihkannya? Haaah?” bingungku lalu mencuci piring bekas sarapanku tadi. Setelah selesai aku bergegas menuju kamarku yang ada dilantai dua, tapi lagi-lagi ternyata lantai atas juga sudah bersih

“haah sebenarnya ini ada apa sih?” kesalku lalu masuk kedalam kamar, Aku duduk didepan meja riasku, aku melihat diriku sendiri, sangat pucat,

“sepucat ini kah aku jika sedang sakit?” lemasku

Aku memutuskan untuk membersihkan badanku terlebih dahulu, agar aku bisa terlihat lebih segar lagi. Setelah selesai mandi, aku menuju kelemari pakaianku, aku mengambil sebuah kemeja perempuan berwarna putih dan celana jeans hitam. Lalu berjalan kemeja riasku, daritadi aku tiada henti-hentinya memikirkan perkataan siwon saat sarapan tadi

“tentu saja pulang, untuk apa membantu yeoja sepertimu yang tidak tahu terimakasih,”

Kata-kata itu masih teringat jelas dipikiranku, seburuk itukah aku sampai dibilang aku yeoja yang tidak tau terimakasih

“haah otthokke? Apa aku kerumah saja untuk mengucapkan terimakasih padanya? Haah baiklah, yang penting kata-kata itu tidak ada lagi pikiranku,” ucapku kesal lalu merapihkan rambutku. #disini yoona unnie udh tau rumahnya wonppa#

Yoona POV end

Author POV

Terlihat seorang namja yang baru saja turun dari mobilnya dan masuk kedalam sebuah rumah. Sesampainya didalam namja itu yang tak lain adalah siwon langsung melemparkan jasnya dan merebahkan tubuhnya kesebuah sofa empuk

“huft~” helanya sambil membuka kancing bajunya setengah (?), dia memejamkan matanya sejenak.

“sangat melelahkan” ucanya sambil membuka matanya, setelah itu beranjak kedapur dan mengambil air mineral lalu meminumnya

KRIIIIING KRIIIIIING KRIIIIIIING

Tiba-tiba saja telepon rumahnya berbunyi, dengan malas dia mengangkat telepon itu,

“ne, yeobaseyo?” tanyanya

“kau dimana siwon-ssii? Kenapa kau belum datang kelokasi syuting, kau tau kan sekarang jadwal syuting episode pertamamu, cepat datang kelokasi syuting sekarang juga!” kesal seseorang dari jalur lain dan membuat siwon mengendus kesal

“ne, aku akan segera kesana,” jawabnya pasrah, setelah itu meletakkan kembali gagang teleponnya itu.

“huuh dia itu tidak tau apa kalau aku baru sampai rumah dan sekarang langsung menyuruhku datang secepatnya,” kesalnya lalu berjalan kekamar mandi.

Setelah beberapa menit kemudian, siwon keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaiannya. Ia mengambil sebuah kemeja putih pria dan celana jeans hitam #ciee bajunya samaan kayak yoong unnie,cuiit,cuiit#. Setelah selesai, ia langsung beranjak keluar dari kamarnya dan turun menuju ruang tengah

TING TONG TING TONG

Langkahnya terhenti saat mendengar suara bel rumahnya berbunyi dengan segera ia menuju kearah pintu dan membuka pintunya, siwon Nampak kaget karena yang datang adalah Yoona,

“kauu..” kaget siwon

“wae? Ada yang salah denganku?” Tanya yoona yang melihat ekspresi siwon

“anii, tapi sedang apa kau disini?” Tanya siwon balik

“tentu saja aku mau kerumahmu, memangnya kenapa? Ada yang salah?” bingung yoona

“bukan begitu, tapi kenapa kau datang kerumahku? Kau tau kan aku harus segera berangkat kelokasi syuting,” jawab siwon masih panik

“mana aku tau kalau mau berangkat kelokasi syuting, lagipula aku kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih dan perlu kau ingat aku bukanlah yeoja yang tidak tau terimakasih, ingat itu!” jelas yoona kesal

“apa hanya itu yang ingin kau katakan? Hah membuang-buang waktuku saja,” balas siwon santai, lalu berjalan masuk kedalam rumahnya

“heiii tunggu,” ucap yoona yang akhirnya mengikuti siwon masuk kerumahnya

“ada apa lagi? Kau bilang hanya ingin mengucapkan terimakasih?” Tanya siwon menoleh kearah yoona

“ehhmm, ini sebagai ucapan terimakasihku,” jawab yoona sambil memberikan sebuah bingkisan

“apa ini?” bingung siwon

“nanti saja kau bukanya, yasudah aku mau pulang,” balas yoona sambil membalikkan badannya, namun..

TING TONG TING TONG

Tiba-tiba bel rumah siwon berbunyi lagi, yoona langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearah siwon

“siapa yang datang?” Tanya yoona pada siwon dan siwon hanya mengangkat bahunya dan berjalan menuju pintu.

Siwon pun membuka pintunya dan seketika ia langsung membulatkan matanya sempurna, yoona hanya memperhatikan siwon yang masih diam ditempatnya

“huh siapa sih yang datang??” pikir yoona, sementara siwon masih kaget karena yang  datang ternyata Manager Kang yang merupakan manager sendiri

“manager?” kaget siwon

“haah ternyata benar kau masih dirumah, cepat berangkat kelokasi syuting, kau tau semua orang termasuk sutradara sudah menunggumu,” jelas manager Kang langsung

“iya, tapiii..” jawab siwon terputus lalu menoleh kearah yoona

“tapi apa?” Tanya manager kang dan ikut menoleh kearah yoona dan seketika manager kang kaget karena melihat yoona

“siapa dia?” Tanya manager kang menyelidik

“dia…diaa…..” siwon bingung untuk menjawabnya

“siwon-ssi, siapa dia?” Tanya manager kang lagi

“dia… dia yeojachinguku,” jawab siwon langsung, entah apa yang terjadi tiba-tiba saja ia bisa mengatakan kata-kata itu, yoona yang mendengarnya langsung membulatkan matanya sempurna karena kaget dengan kata-kata siwon barusan.

“mwo? Yeojachingu?” Tanya manager kang lagi dan mulai masuk kedalam rumah siwon sambil berjalan menuju kearah yoona

Dengan sigap siwon langsung menghampiri yoona lebih dulu dan berdiri disamping gadis yang masih terdiam itu,

“sudahlah manager, bukankah tadi kau bilang kita sudah telat? Lebih baik sekarang cepar berangkat, lagipula yoona juga sudah mau pulang, benarkan chagii~?” jelas siwon lalu menengok kearah yoona dan yoona yang kaget langsung menoleh kearah siwon dengan tatapan mematikan

“heuh, baiklah kalau begitu, tapi aku akan tetap menantikan penjelasanmu nanti,” ucap manager kang sinis lalu membalikan badannya dan berjalan meninggalkan siwon dan yoona. Siwon menghela lega, sedangkan yoona hanya bisa menahan emosinya karena perkataan siwon tadi,

“YAK! Apa yang kau katakan?! Aku yeojachingumu? Hah kau sudah gila!” bentak yoona langsung sambil menginjak kaki siwon

“awwww… sakit… yak! Bisakah kau tidak menginjak kakiku? Awww.. sakiiit…” ucap siwon kesal sambil memegangi kakinya yang di injak oleh yoona

“itu balasan untuk kata-kata bodohmu tadi!” kesal yoona hendak pergi, namun ditahan oleh siwon

“kau mau kemana?” Tanya siwon

“lepaskan, tentu saja aku mau pulang!” jawab yoona ketus sambil melepaskan tangan siwon.

Author POV end

Yoona POV

Aku benar-benar kesal dengan pernyataan siwon barusan, bisa-bisanya dia mengatakan pada managernya kalau aku ini adalah yeojachingunya, sungguh membuatku kesal. Dengan perasaan kesal, aku langsung langsung melangkahkan kakiku untuk keluar dari rumahnya ini, namun saat sedang ingin beranjak dia menahanku

“kau mau kemana?” Tanyanya sambil mengenggam tanganku

“lepaskan, tentu saja aku mau pulang!” jawabku ketus sambil melepaskan tangannya

“kau gila? Diluar masih ada managerku, kau tidak boleh keluar sendiri, kau tidak maukan kalau sampai kita di introgasi?” tanyanya

“itu urusanmu, lagipula aku kesini hanya untuk mengucapkan terimakasih padamu, jadi kau mau di introgasi atau tidak, itu semua bukan urusanku!” jawabku kesal

“tapi sekarang ini masalahmu juga,” balasnya dan seketika aku menoleh kearahnya dengan tatapan kesal

“lagipula aku juga sudah terlanjur bilang pada managerku kalau kau itu adalah yeojachinguku, jadi kau sudah terlibat dalam masalah ini,” ujarnya santai sambil tersenyum remeh

“mwo? Hah kau itu! Sudahlah aku tidak mau tau, cepat katakan pada managermu itu kalau aku bukanlah kekasihmu!” balasku berjalan menuju arah pintu, namun langkahku terhenti saat melihat seseorang berdiri dihadapanku, ku naikkan wajahku untuk melihat orang itu,

“siwon-ssi, bisakah kau lebih cepat! Kita sudah ditunggu sutradara! Dan kau nona apa kau ikut bersama siwon?”

“mwo? Aku  tidakk…”

“ne, dia akan ikut, kajja chagiii~” ujar siwon yang kini sudah ada disampingku dan merangkul pundakku, aku hanya bisa mengendus kesal.

Rasanya ingin sekali untuk melepaskan tangannya dari pundakku ini, aku benar-benar tidak tau harus berkata apa lagi bahkan sampai menolaknya pun rasanya aku tidak bisa mengatakannya

‘haah kenapa malah jadi begini?’ batinku

Sesampainya dimobilnya, ia langsung membukakkan pintu untukku dan aku pun masuk kedalam mobilnya saja tanpa sedikit pun menoleh kearahnya. Perasaanku bercampur menjadi satu sekarang.

Selama dalam perjalanan tidak ada perbincangan sama sekali diantara kami, aku masih terus memandangi kearah luar jendel, entah apa yang sedang aku lihat yang jelas aku sama sekali tidak mau menatapnya, aku teringat harusnya aku pulang dan tidak ikut dengannya

“aku mau pulang!” ucapku langsung dan seketika dia langsung menoleh kearahku

“andwee, kau harus ikut denganku kelokasi syuting,” balasnya santai

“aku tidak mau tau, aku mau pulang dan aku tidak mau ikut denganmu!” ujarku marah, namun ia sama sekali tidak memperdulikanku dan ia terus menyetir hingga mobilnya kini sudah keluar dari komplek perumahan kami (?). Choi Siwon kau itu namja yang paling menyebalkan yang pernah kutemui.

Yoona POV end

Siwon POV

Aku hanya bisa memaksanya untuk tetap ikut denganku kelokasi syuting, aku melakukan ini bukan karena aku meyukainnya, tapi aku hanya tidak ingin kalau aku sampai di intorgasi habis-habisan oleh manager kang. Aku masih terus menyetir mobilku, kulirik sejenak yoona yang ada disampingku. Dia Nampak terlihat sangat kesal,

‘semarah itukah dia?’ pikirku

Setelah beberapa saat, akhirnya aku sampai dilokasi syuting. Aku turun dari mobilku, sebelumnya aku membukkan pintu untuk yoona terkebih dahulu. Setelah kami benar-benar turun dari mobil,

“satu yang perlu kau ingat, kau hanya berbicara jika ada yang menanyakan sesuatu padamu saja dan jika ada pertanyaan anaeh jangan kau jawab, aku melakukan ini agar kau tidak menjadi bulan-bulannaan paparazzi, arraseo?” suruhku padanya dan ia hanya mengangguk lemas.

Aku dan yoona berjalan menuju ke ruang make up, terlihat para kru dan beberapa pemain lain juga yang sudah ada disana,

“annyeong haseyoo, mian aku datang terlambat,” sapaku langsung

“ne, gwencana, yasudah kalau begitu cepat ganti baju dan aku akan make up kau terlebih dahulu,” suruh Yongra padaku dan aku hanya mengangguk

“kau tunggu aku disana saja,” suruhku pada yoona sambil menunjuk kearah sebuah bangku santai dan ia hanya mengangguk

‘apa yang terjadi dengannya?’ pikirku bingung melihat sikapnya yang tiba-tiba menjadi pendiam seperti itu.

Aku berjalan menuju tempat ganti, tapi saat sedang berjalan menuju ruang ganti aku bertemu dengan yuri,

“yuri?” kagetku

“siwon? Kau sudah datang?” tanyanya tak kalah kaget

“ne, wah aku tidak menyangka kalau kita akan bermain satu drama seperti ini,” jawabnya sambil tersenyum

“ne, aku juga, ehm kalau begitu aku mau ganti pakaian terlebih dahulu,” ucapku dan ia hanya mengangguk sambil tersenyum. Aku masuk kedalam ruang ganti pakaian, disini aku akan berperan sebagai Han Ji Sun, seorang namja munafik yang tidak mau mengakui kalau dia menyukai yeoja yang bernama Shin Ga Eun, yeoja cantik yang telah merebut hati seorang Han Ji Sun.

Saat sedang berganti pakaian, aku teringat yoona, apa dia baik-baik saja. Aku sangat khawatir Karena melihat sikapnya yang tiba-tiba saja menjadi dingin seperti itu. Dengan secepat kilat aku langsung keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju sebuah bangku santai, terlihat seorang yeoja yang tak lain yoona sedang terduduk dengan lemas sambil memandangi pemandangan tempat ini,

“apa yang sedang kau lakukan?” tanyaku membuatnya tersadar dari lamunannya

“kau? Aku sedang tidak apa-apa, syutingnya belum mulai?” tanyanya

“belum, mungkin sebentar lagi, oh iya kalau kau membutuhkan sesuatu bilang saja pada assistenku, Sunhyun-ah kemari,” panggilku kepada assistenku sunhyun

“ne,” jawabnya menghampiriku

“nah, yoona ini sunhyun dan kau sunhyun ini yoona, aku minta tolong padamu jika ia butuh sesuatu tolong bawakan ya,” suruhku pada sunhyun

“ne, kau tenang saja,” jawabnya seraya tersenyum, sedangkan yoona ia masih terus diam

“gwencana yoona-ssii? Apa kepala masih pusing? Kalau memang iya, aku akan antarkan pulang terlebih dahulu” tanyaku dan ia langsung menoleh kearahku

“gwencanayo, tidak usah repot-repot, aku tidak apa-apa,” jawabnya lemas dan aku hanya mengangguk mengerti

“siwon, syuting sebentar lagi dimulai, cepat kau…” seru seseorang yang ternyata yuri, dia Nampak kaget karena melihat yoona bersamaku

“yoona?” kagetnya

“yuri…” ucap yoona tak kalah kaget

“kenapa dia bisa ada disini?” Tanya yuri berjalan mendekati aku dan yoona

“oh, aku sengaja mengajaknya lagipula dia inikan calon penulis jadi dia harus rajin-rajin untuk melihat sebuah syuting secara langsung,” jawabku

“jinjja? Aku tidak tau kalau ada yang seperti itu,” bingungnya

“hahaha~ kau itu yuri lucu sekali, yasudahlah kajja kita kedepan, aku rasa syuting sebentar lagi akan mulai,” balasku

“yasudah aku tunggu kau diluar,” ucapnya dingin lalu berjalan keluar

“kalau begitu aku keluar dulu, ingat jika kau mau sesuatu suruh sunhyun untuk mengambilkannya dan anggap saja ini pengalamanmu ,” ucapku

“mwo? Pengamalamanku?” tanyanya bingung

“iya, lagipula aku juga tau kalau kau belum pernah melihat proses secara langsung,” ledekku

“aiiishh kau itu,” kesalnya lalu memalingkan wajahnya dariku, ia terlihat lucu. Kalau boleh jujur sepertinya aku mulai menyukainya

“kenapa kau malah memandangku? Kau bilang kau syuting? Sudah cepat sana keluar,” usirnya sambil mendorong tubuhku dan tanpa sadar saat mau keluar aku langsung mencium dahinya sesaat dan ia Nampak kaget

“aku keluar!” teriakku langsung dan meninggalkannya yang masih diam ditempatnya.

Siwon POV end

Author POV

Yoona masih diam ditempatnya, entah apa yang dia rasakan sekarang. Barusan siwon mencium keningnya, ia benar-benar kaget dengan sikap siwon tadi. Tanpa sadar ada yang memegang pundaknya

“nona gwencana?” Tanya seseorang yang tak lain adalah sunhyun

“eh? Gwencanayo.” Jawab yoona tersadar dari lamunannya

“apa ada yang perlu aku ambilkan untukmu?” Tanya sunhyun ramah

“anni, tidak perlu,” jawab yoona tersenyum

“baiklah, kalau kau butuh sesuatu panggil aku saja ya,” suruhnya dan yoona hanya mengangguk sambil tersenyum.

Berlama-lama didalam ruangan itu membuat yoona bosan dan berjalan menuju keluar dari ruangan itu. Terlihat para kru yang sedang memperhatikan jalannya proses syuting, yoona melihat kearah seorang namja yang tak lain adalah siwon sedang memainkannya perannya dengan sangat baik

“dia itu mahir sekali dalam berakting,” puji yoona saat melihat aksi siwon, namun tatapan yoona menjadi berubah saat adegan siwon memeluk yuri

“aiissh, apa yang terjadi? Tidak, tidak mungkin aku menyukainya, ingat yoona dia itu musuhmu, kau harus ingat itu,” ucap yoona seraya menyadarkan dirinya

Karena suasana yang sudah tidak enak menurut yoona, yoona pun memutuskan untuk pergi kesebuah taman yang letaknya tidak jauh dari lokasi syuting siwon. Ia melangkahkan kakinya menuju taman itu, taman itu sangat tenang hanya terdengar suara air yang berasal dari air mancur. Yoona duduk disebuah bangku panjang yang ada ditaman itu, ia merilekskan sedikit pikirannya

“hah gara-gara adegan tadi, aku jadi terus memikirnya ,” ucapnya sambil memegangi kepalanya.

Tapi, yang yoona pikirkan saat ini kenapa siwon berkata pada managernya kalau yoona adalah yeojachingunya, padahal siwon kan sangat sebal dengan yoona.

Drrrt drrrrt drrrrt

Tiba-tiba saja ponselnya bergetar dan dengan segera yoona langsung mengambil ponselnya, terlihat nama Kyuhyun dilayar handphonenya dan dengan segera yoona membuka pesan dari kyuhyun itu

From: Produser Cho Kyuhyun

Yoona-ssii besok bisakah kau kekantorku? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu,

Yoona bingung karena tumben sekali kyuhyun mengirim pesan kepadanya dan menyuruhnya untuk datang kekantornya

“mungkin dia mau membicarakan tentang naskahku,” pikirku dan segera membalas pesan dari kyuhyun

To : Produser Cho Kyuhyun

Ne, aku akan datang besok kekantormu…..

Send 

Yoona memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya dan ia kembali menikmati ketenangan ditaman itu, namun tiba-tiba ada yang memegang pundaknya dan dengan spontan yoona langsung menoleh kearah orang itu

“manager kang,” kaget yoona karena yang datang adalah manager kang yang merupakan manager siwon, dengan cepat yoona berdiri dari duduknya

“tidak usah kaget seperti itu, aku kesini hanya mau bertanya? Bolehkan aku bertanya?” Tanya manager kang

“ne, tentu, memangnya manager mau Tanya tentang apa?” Tanya  yoona

“ini masalah hubunganmu dengan siwon, apakah kau…..” pertanyaan manager kang terputus membuat yoona tersentak.

 

TBC

Huft~ selesai juga nih part 4’a, mian ya readers kalo part 4’a nggak nyambung, jujur authornya bingung dan sempet hilang inspirasi, hehe~. Semoga suka sama ceritanya ya….

Gomawo……..

Tinggalkan komentar

98 Komentar

  1. Rhiiyoonah

     /  April 22, 2014

    Yahh,,,gy seru2’a tbc…lnjt yaa

    Balas
  2. Hilyana Rahma

     /  Mei 20, 2014

    Wah,,,kayaknya yoona eonnie Dan siwon oppa udah mulai saling menyukai nih,,,cie…cie… Next»

    Balas
  3. kenapa tbc selalu gantung? :3

    Balas
  4. Kebiasaan, kalo lagi asik2nya pasti tbc.

    Huft, cie yg udah mulai ada rasa, cie2

    Balas
  5. Pura2 tp mau nih yoonwon ….
    Next chapter….

    Balas
  6. Dwi sivi fatmwati

     /  Januari 12, 2015

    yoona bkalan jujur gk nih, bkin pnasaran aja

    Balas
  7. oxygen123

     /  Januari 17, 2015

    Siwon ud mulai sadar kalau dia suka sama yoona…..duh …yoona masih terka” lagi ….

    Balas
  8. azzryia noer hayyati

     /  Agustus 1, 2015

    Aduhh tuh manager kang mw nanya apaan sih ma yoona kok serius bgt!!! Lanjuuuuutttt

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: