[FF] My Lovely Genie Part 1/ Special Deer’s Party

My Lovely Genie Part 1/ Special Deer’s Party

 

Author            :   Choi Yoon Ah /  Aprilia Sintha Fiwara

Type               :   Sequel

Chapter          :    1

Genre              :   Romance

Rating             :   PG 15

Main Cast       :

  • Im Yoona
  • Choi Siwon

Other Cast      :

  • Jang Geun Suk
  • Prince Manager
  • Kwon Yuri
  • Kim Hyoyeon
  • Jung Woo
  • Cha Seung Won
  • Kim Jong Won

 

Anyeoong haseyo, kembali dengan ku. Aku mau membawakan FF lagi nih. FF ini merupakan sequel dari FF Oneshootku yang pertama Paris Love Celebrate.

Untuk Part ini, special buat Yoona’s Birthday jadi aku bikin lebih panjang

Langsung aja deh, silakan dinikmati^^

 

 

Yoona POV

CUT! seru photographer Jung Woo mengakhiri pengambilan gambar hari ini. Tepukan tangan berkelebat di  studio photoshoot, syuting hari ini berjalan sukses.

“Jeongmal gamsahamnida telah bekerja keras” sambut sang photographer.

“Ne, Chon mane malseumnida. Boleh aku melihat hasil gambarnya Jung Woo ssi?” balas Yoona mendekat.

“Arraseo, chakkaman”. Dengan sabar Yoona menunggu Jung Woo ssi memilih-milih hasil pemotretannya tadi. Jung Woo ssi menyeleksi beberapa gambar yang sekiranya memuaskan untuk diperlihatkan pada Yoona. Perlahan Yoona meraih Canon EOS 40D dari tangan Jung Woo ssi. Dilihatnya sedikit demi sedikit gambar dirinya, hasil pemotretan tadi. Ia mengamati anglenya di setiap gambar, tak ada masalah semuanya memuaskan.

“Geureyo? Kau puas Yoona ssi?” tanya Jung Woo ssi.

“Ne, ini bagus. Aku puas melihatnya Jung Woo ssi. Gamsahamnida” senyum Yoona menyerahkan kembali camera milik photographer kondang itu.

“Chon maneyo. Silakan, sekarang bisa beristirahat”

“Ara.. Kalau boleh bertanya kapan model prianya giliran mengambil gambar?” tanya Yoona.

“Aku tidak tahu kapan waktunya. Sementara jadwalnya sangat padat. Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak CEO. Tapi kuharap secepatnya dia bisa photoshoot mengingat musim Summer sebentar lagi tiba” terang Jung Woo ssi.

“Apakah ada sesi kita photoshoot bersama?”

“Sepertinya tidak. Terlalu memakan banyak waktu sementara jadwal kalian sepadat itu. Sulit rasanya mempertemukan kalian berdua untuk take secara bersama. Kali ini cukup membutuhkan rekayasa gambar agar terlihat nyata seperti foto berdua” jelas Jung Woo ssi membuat raut Yoona sedikit mendung. Jung Woo ssi agak heran dengan ekpresi Yoona, ia menangkap gurat kekecewaan dari yeoja yang kini didepannya.

“Apa kau sedih? Wajahmu terlihat sedikit berbeda?” selidik Jung Woo ssi. Yoona tersadar, secepatnya ia merubah ekspresinya supaya ahjussi itu tidak menaruh curiga. “Anii, aku tak kecewa tak bisa mengambil gambar dengan Siwon oppa. Aku hanya memikirkan agar pemotretan ini segera berakhir sebelum musim summer tiba” jawab Yoona dengan gugup. Ia berusaha menyembunyikan segera rasa kecewa yang ada di hatinya.

“Siwon oppa? Sepertinya kalian dekat satu sama lain” Jung Woo ssi kembali menyelidik. Yoona seperti disulut percikan kembang api. Ia kaget karena Jung Woo ssi kembali memberikan pertanyaan seperti ingin mengorek info tentang hubungannya dengan Choi Siwon. Dibuangnya rasa gugup agar raut mukanya terlihat seperti biasa. “Kami berada dalam agensi yang sama. Dia adalah sunbae-ku. Kami sering kali bertemu jadi bukan hal yang tabu jika aku memanggilnya oppa. Aku juga bisa saja memanggilmu Jung Woo oppa hehe” terang Yoona mencoba menghilangkan kecurigaannya.

“Haha aku juga sudah tahu sejak lama. Aku hanya melihat, di gambar kalian seperti pasangan. Aku berpikir mungkin saja kalian memiliki hubungan yang lebih intim. Ah itu hanya pemikiranku saja, tapi kuharap yang kupikirkan itu benar-benar nyata Yoona ssi hehe jangan kau anggap serius” balas Jung Woo ssi. Yoona hanya tersenyum tipis mendengar penuturan Jung Woo ssi.

*MLG*

Kali ini kami diminta kembali menjadi couple model brand sebuah pakaian ternama, SPAO, untuk edisi musim panas. Tak seperti pada edisi-edisi Summer sebelumnya. Untuk beberapa edisi yang lalu pun, kami masih dijadikan Royal Couple SPAO. Tapi kami mengambil gambar secara individual. Semua yang dilihat mata publik bahwa kami terlihat berfoto bersama hanyalah rekayasa gambar semata. Rasanya rindu sekali bisa curi-curi menampilkan kemesraan kami di depan kamera dan menunjukkan pada semua orang bahwa kami memang benar-benar sepasang insan yang dilanda asmara.

End of Yoona POV

*MLG*

Siwon POV

Akhirnya pagi ini bisa kembali ke Korea dengan selamat. Hanya beberapa minggu membanting tulang di negara tetangga, tapi membuatku benar-benar merindukan tanah Korea. Usai Super Show 4 di Tokyo Dome yang lalu, aku langsung bertolak kembali ke Hongkong untuk meneruskan kembali jadwal syuting drama terbaruku. Kala itu aku sedikit dilanda cedera pada tulang punggung. Meski agak sakit, aku bekerja keras semaksimalkan mungkin agar hasilnya memuaskan. Untung saja tidak ada kendala sedikit pun saat pengambilan gambar. Aku hanya bertekad untuk menyelesaikan ini secepat mungkin agar aku bisa secepatnya kembali ke Korea. Hampir satu bulan aku tak bertemu dengan yeojachinguku. Hanya bisa melihatnya  di layar televisi atau streaming di internet, membuatku tak sabar untuk memeluknya.

“Hyung, apa kita langsung pergi ke kantor pusat?” tanyaku pada Prince Manager yang setia mengawalku kemana pun aku pergi bekerja.

“Apa tak masalah? Sepertinya kau memerlukan istirahat, kita bisa kesana besok pagi. Sebaiknya kau pulihkan dulu tenagamu” jawab Prince Manager dengan bijaknya.

“Kau benar. Aku juga merasakan sedikit lelah pada punggungku. Aku rindu tidur seharian”

“Punggungmu masih bermasalah?” tanya Prince Manager cemas.

“Sedikit, ini hanya efek jetlag. Hanya membutuhkan tidur panjang aku bisa fit kembali, tak usah khawatir”

“Ah ne, aku tahu yang kau inginkan. Istirahatlah yang cukup. Besok kita bertemu kembali di kantor pusat. Sampai jumpa”

“Ne, hati-hati hyung”

Selepas kepergian Kim Jung Hoon hyung, aku langsung memegang kendali mobilku. Tadinya berniat untuk langsung kembali ke rumah, tapi hati ini sepertinya meminta yang lain. Aku langsung mengambil arah menuju jalanan Toegyero menuju kawasan apartemen kelas atas di pusat kota Seoul. Pemandangan Seoul pagi ini cukup indah. Ribuan burung beterbangan menghiasi langit-langit menyambut datangnya musim panas, ditambah jalanan kota Seoul yang pagi ini nampak begitu sepi, tak seperti biasanya. Kupacu kemudi mobilku agak dipercepat. Jujur, aku sudah tak sabar ingin merengkuh aroma khas dari balik punggungnya. Ah, Im Yoona lama tak bertemu membuatku mati rasa.

Kupinggirkan mobilku di lorong parkiran. Kuraih kacamata hitam plus Basque cap untuk mempersemu penampilanku agar tak mudah dikenali. Baru saja aku turun dari mobil, ponselku berbunyi sebuah pesan masuk dari Park Jung Soo. “Kau sudah kembali ke Korea? Ku harap kau bisa mampir ke dorm. Kami membuat sebuah pesta. Kami disini menginginkan kau bisa bergabung. Secepatnya kami tunggu Siwon ssi”. Membaca isi pesannya, membuatku sedikit gusar. Pesta apa yang mereka buat? Hh kuabaikan saja ajakan Leeteuk hyung. Ini juga tidak harus datang, yang penting aku harus menemui Yoona terlebih dahulu. Jantung ini semakin sesak merindukan dirinya.

Kulangkahkan kaki ini menusuri tiap lorong apartemen. Lantai 10 nomor 307, kini aku tepat berdiri di depan ruangan ini. Kutekan bel beberapa kali, tapi tak ada respon dari penghuninya. Karena sudah tak sabar, ku tekan beberapa tombol kode pintu ruangan ini. Ku mainkan jemariku di deretan kode seingatku. Berulang kali kumasukkan kodenya, tapi yang terlihat di monitor pintu, INPUT ERROR. Tiga kali kumasukkan dengan kode yang sama, tetap saja pintu tak bisa terbuka. Sepertinya Yoona sudah mengubah kode pintu ruangan ini. Sedikit frustasi memang, tapi akal ku tak  berhenti bekerja. Kuraih ponselku, kupilih salah satu dari beberapa kontak dan kutekan CALL. Kupasangkan ponsel di ujung telinga. Kutunggu sampai seseorang yang disana mengangkat dan berbicara. Tapi yang terdengar hanya suara wanita operator, jelas sekali berbeda dengan suara yeojachingku. Berulang kali kucoba, tapi tetap mendapat respon yang sama. Rasa frustasiku bertambah, entah mungkin karena akumulasi rindu yang terbuncah dari lubuk hati. Kukirim sebuah pesan singkat untuknya, kemudian pergi meninggalkan ruangan ini. Kecewa, benar langkahku gontai tak bersemangat.

End of Siwon POV

*MLG*

Yoona POV

Aku kembali ke dorm. Biasanya sepulang syuting, aku langsung kembali ke apartemen, tapi pagi ini sepertinya aku membutuhkan kegaduhan member lain untuk menghilangkan rasa penat. Sedari tadi setengah bagian kepalaku terasa berat sekali. Sudah beberapa biji kuteguk obat penghilang Migrain namun sama sekali tak berpengaruh.

“Aku pulaang..” salamku setiba di ruangan dorm. Ruangan terlihat begitu sepi, kemana mereka? Aku memasuki ruang tengah dimana biasa kita berkumpul. Kulihat Yuri eonie tengah sibuk menonton TV. Ternyata ia menyadari kedatanganku, “Ah Yoong.. Kau pulang kesini?” sambutnya dengan senyum. Rongga mulutnya sibuk mengunyah manisan buah kesukaannya. Di sampingnya terlihat Jessica eonie tengah tertidur dengan posisi sedikit tertelungkup. Bagaimanapun posisinya, ia sangat menarik dalam hal tidur.

“Cuma berdua?” tanyaku pada Yuri eonie yang masih fokus menonton sebuah variety show.

“Hyoyeon eonie sedang memasak, Sooyoung baru saja pergi, yang lain sudah pergi sejak tadi pagi. Ah kau tumben sekali, biasanya langsung pulang ke apartemenmu”

“Aku merindukan kalian, aku ke dapur dulu” jawabku dan berlalu meninggalkan Yuri eonie. Aku memasuki dapur, kulihat Hyoyeon eonie tengah sibuk memotong sayuran. “Bisa kubantu?”

“Yoong.. Kapan datang? Kemari” sapanya kemudian ku dekati dirinya yang kini berkutat dengan peralatan memasak. “Kau mau memasak apa eon?” kuambil pisau dan kupotong lobak menjadi beberapa bagian menggantikan pekerjaannya. “Sup Dimsum pedas.. Sangat enak bila dimakan pagi ini“

“Hmm, sepertinya enak. Aku rindu masakanmu eon” tuturku sembari sibuk mengiris cabai merah.

“Kau akan kembali ke lokasi syuting setelah ini?” tanya Hyoyeon eonie.

“Anii, aku akan beristirahat disini sebentar, baru berangkat lagi ke lokasi syuting. Kau sendiri, siang ini akan pergi eon?”

“Melanjutkan syuting Invicible Youth. Aku harus mengisi tenaga terlebih dahulu pagi ini” tambahnya.

“Kejadian melempar garam, kau tidak apa-apa dengan hukuman itu? Aku pikir itu terlalu keterlaluan”

“Ah, aku tidak masalah dengan itu. Sempat dongkol, karena sebagian garam itu masuk ke dalam mulutku. Untung saja tidak mengenai mataku. Kurasa PH-nya akan segera mengganti hukuman itu karena sudah banyak kritikan tak suka dengan hukuman garam” Hyoyeon mengambil lobak yang sudah kupotong dan memasukkannya ke dalam panci. “Kau sendiri, masih sibuk dengan syutingmu?”

“Tinggal 2 episode lagi. Kuharap selesai secepatnya. Aw..” tanpa sengaja ujung jariku teriris saat mengiris bawang yang terlalu tipis.

“Yoong, kau tidak apa-apa?” Segera Hyoyeon eonie mengambil tissue dari rak lemari dan menggulungkan di ujung jariku yang teriris. “Tunggu sebentar aku akan mengambil obat merah”. Dia pun berlalu menuju ruang tengah. Kutiup pelan ujung jari ini menghilangkan rasa nyeri. Hyoyeon eonie kembali membawa kotak P3K. Diambilnya sebuah obat merah dan meneteskan beberapa cairan merah itu ke bagian yang terluka. “Pakai ini agar tidak infeksi. Ia memberi sebuah plaster sesudah membersihkan lukaku”

“Gomawo..” Aku menempelkan benda yang ia berikan di ujung jariku. Hanya kehilangan sedikit darah, mengapa kepalaku begitu pusing. Sepertinya aku harus istirahat. “Eonie, aku ke kamar dulu. Kepalaku terasa pusing”

“Arra, istirahatlah. Kau terlihat begitu kelelahan. Jika membutuhkan sesuatu kau bisa memanggil yang lain”

“Ne, gomawo” aku pergi meninggalkan ia sendiri. Di ruang tengah kini hanya terlihat Jessica eonie yang masih tertidur. Yuri eonie, ah entah kemana mungkin ia pergi berolahraga. Aku langsung menuju kamarku. Kurebahkan tubuhku di atas ranjang seraya memijit kecil bagian kepalaku yang pusing. Untuk beberapa waktu aku tak bisa menghentikan rasa lelahku, hingga akhirnya aku pun tertidur.

End of Yoona POV

*MLG*

Siwon POV

Super Show 4 Encore.

Olympic Stadium kini telah berubah menjadi Blue Saphire Ocean. Dari back stage aku bisa melihat lightstick Blue Saphire memancar indah. Mataku membidik pada 2 orang usia lanjut yang sangat familiar. Appa, eoma ah mereka juga datang untuk menonton konser kami. Sebuah kejutan besar, mereka tak memberi tahuku sebelumnya.

“Appa Eoma kalian datang juga. Gamsahamnida” kupeluk keduanya dengan hormat. Keduanya jelas sekali tersenyum padaku. Aku begitu senang luar biasa. Tak seperti pada konser sebelumnya, mereka jarang sekali memiliki waktu untuk menonton Super Show. Tapi kali ini, aku sangat berterima kasih karena mereka sudah mau menyempatkan waktunya untuk datang.

“Kalian tak memberi tahu dulu. Kalau tahu sebelumnya, aku akan meminta Kin Jung Hoon hyung untuk menjemput kalian” tuturku.

“Kami sengaja memberi kejutan untukmu. Lihat apa yang kami bawa” eoma menunjukkan  Cheering Towel bertuliskan We L♥ve Super Juni♥r Siw♥n. Keduanya juga membawa lighstick Blue Saphire dan memakai bando bertuliskan Siwon Choi. Ini benar-benar kejutan yang sangat luar biasa membuatku amat terharu.

“Terima Kasih atas dukungannya Appa Eoma. Akan kutunjukkan dengan penampilan terbaikku. ” Kucium kening Eoma dengan lembut. Aroma khasnya yang masih terasa sejak aku kecil. Mungkin karena cemburu appa sengaja berdehem mencari perhatian, “Ehem ehem apa orang tuamu hanya Eoma mu?” tuturnya jealous.

“Appamu juga menginginkan yang sama” goda Eoma melirikkan ujung matanya. Aku tahu maksudnya, segera aku mencium kening appaku juga namun lebih singkat “ Gamsahamnida appa”

“Sebentar sekali. Ah Kau ini..” rungut Appa dengan lucunya.

“Mianhamnida appa. Aku hanya  mencium mesra dengan wanita kkeke” balasku menggoda.

“Lalu apa yang kau lakukan tiap kali konser dengan member lain hah?”

“Ah itu hanya fans service. Tidak mungkin aku memiliki ketertarikan pada mereka kkeke” candaku.

“Choi Siwon!! Kau sudah ditunggu di ruang make up. Cepatlah berganti kostum. Ah, paman bibi, anyeoong haseyo..” seru Prince Manager lantas menunduk menyadari kehadiran appa dan eomaku.

“Arraseo..Ah, appa eoma. Aku ke dalam dulu” pamitku.

“Ne, kami juga akan segera ke kursi kami. Siwon Choi hwaiting!!” seru keduanya kemudian berlalu menuju kursi penonton bagian VVIP.

Aku menuju ruang make up dan berganti kostum untuk perform yang pertama. Setelah selesai, seperti biasa semua member berkumpul disertai beberapa crew yang bertugas. Ritual yang tak pernah dilupakan, kami semua berdoa supaya konser ini berjalan sukses tanpa kendala. Usai berdoa seperti biasa kami meneriakkan chants kita supaya lebih bersemangat, “Super Junior oeyo!!”.

Konser dibuka dengan Opening VCR dilanjutkan penampilan lagu Superman. Meski di lagu ini aku tak mendapat bagian solo, aku merasakan bahwa lagu ini memiliki aura yang kuat membuatku untuk terus dan terus menampilkan yang terbaik. Penampilan silih berganti, hingga waktunya untuk solo perform. Aku menunggu di ruang make up sembari dibersihkan mukaku dari keringat yang mengalir. Masih mengenakan singlet hitam, Yesung hyung memanggilku entah untuk tujuan apa.

“Siwon ssi. Kemari, lihatlah siapa yang datang” ujar Kim Jong Won alias Yesung hyung. Kudekati seorang namja memakai singlet yang serupa. Ia memakai kacamata dan wajahnya sangat familiar. Kuperhatikan kumisnya, “Ah..Dok Go Jin. Seungwon oppa!!” teriakku langsung memeluknya. Ia membalas dekapanku sembari memberi senyuman khas Dok Go Jin. Kumisnya yang sexy, sungguh ia sangat tampan dan terlihat lebih muda. “Lama tak bertemu denganmu Siwon ssi” ucapnya.

“Ah, benar terakhir bertemu kapan ya haha” tawaku renyah.

“Ya silakan reunian. Tapi sebelumnya mari berfoto bersama karena setelah ini aku akan tampil” seru Yesung hyung. Kami bertiga pun berfoto bersama dibantu oleh salah satu crew yang mengambil gambar menggunakan kamera ponsel Yesung hyung. “Gamsahamnida, baiklah aku perform dulu. Silakan kalian memulai reunisasi” ujarnya tawa kemudian pergi ke stage untuk solo perform.

Selepasnya pergi, aku dan Seungwon oppa saling berbagi cerita setelah lama tak bersua. Kami menceritakan pengalaman masing-masing terutama masalah acting pada drama kami. Disini aku bercerita tentang pengalamanku sebagai actor utama di beberapa drama yang kubintangi. Berbagi cerita dengannya, menambah ilmu dan pengetahuanku bagaimana cara meningkatkan kemampuan aktingku dan menjadi actor yang baik.

Kini waktunya untuk tampil solo. Seperti biasa aku menyanyikan lagu rohani “Your Grace Is Enough” diiringi alunan gitar sahabatku, Brian Joo. Malam ini terasa sungguh happy. Feel ku terasa enteng di setiap perform, terlebih di saat aku menyatu dengan penonton. Aku merasakan kekuatan besar yang membuatku terus memberikan fans service yang terbaik. Kulihat dari kejauhan Appa dan Eoma selalu mengamati setiap penampilanku. Mereka ikut bernyanyi saat aku solo perform. Andai yeojachinguku disini, ah semakin sempurna malam ini. Tunggu, semenjak pulang ke Korea aku belum mendapat kabar darinya. Mengapa tiba-tiba perasaan ini jadi tak enak.

Aku meraih iPhone ku mencari deretan kontak dan menghubungi seseorang. Masih seperti kemarin, ponselnya tidak aktif. Ada apa denganmu Yoong? Entah aku merasa suntuk jika belum mengetahui kabarnya. Konser hari ini selesai, aku harus secepatnya mengetahui ada apa yang terjadi dengannya sampai mematikan ponsel untuk beberapa hari. Seperti biasa, aku berselancar di microblogging. Kulihat topic kali ini begitu ramai, Kim Sun Ah noona meminta maaf tak bisa menontonku di konser ini karena syuting dramanya. Segera kubalas lewat tweet ku dengan mengucapkan terima kasih dan memberi dukungan untuk drama terbarunya. Baru saja mau log out, sempat kulihat trending topic yang memikat hati ini. Terkejut, shock dan macam-macam perasaanku saat membaca hashtag #getwellsoonYoona di jajaran trending topic Worldwide nomor 6. Astaga Yoong, apa yang kutakutkan terjadi, ada apa denganmu? Sedikit aku membaca info dari seorang netizen. Yoona terjatuh saat pengambilan gambar episode-episode terakhir Love Rain, kuharap ia baik-baik saja. Cemas, gusar, panik, kalut, dan entah apa lagi semuanya berkumpul di hati ini. Yoong, kita harus segera bertemu, aku tahu dimana aku harus menemuimu..

End of Siwon POV

*MLG*

“Kau yakin akan tetap melanjutkan syuting siang ini?” gumam Jang Geun Suk pada Yoona. Gadis itu masih berkutat pada script seraya mengangguk menanggapi pertanyaaanya.

“Kau terjatuh kemarin. Kulihat kau belum begitu sembuh, wajahmu sangat pucat Yoona ssi” tambah Jang Geun Suk menasihati.

“Aku tidak apa-apa Geun Suk oppa. Percayalah, aku hanya ingin menyelesaikan adegan ini. Tinggal beberapa episode lagi, aku tak mau menunda-nunda waktu” balas Yoona lalu tersenyum mencoba menghilangkan kekhawatirannya.

“Untuk adegan di episode ini, kita bisa menundanya sehari. Kau bisa beristirahat siang ini tanpa harus melakukan syuting. Jangan kau paksakan kondisi fisikmu itu Yoona ssi. Aku tahu kau masih memiliki segudang jadwal yang lain. Istirahat lebih baik” imbuh Jang Geun Suk sedari tadi memberi saran namun tetap dibantah oleh Im Yoona. Gadis itu bersikukuh untuk melanjutkan syuting adegan selanjutnya meski kondisi fisiknya masih melemah.

“Ini adalah adegan yang berbahaya. Kita akan berlari-lari di tengah hujan. Aku tak mau kau mengambil resiko meneruskan syuting adegan ini melihat kondisimu belum fit” tambahnya satu lagi. Yoona tertawa meringis membalasnya, “Haha oppa. Bukankah kau sudah lama menjadi actor. Kau pasti telah bekerjasama dengan artis lain bukan? Jika di posisiku, mereka juga akan bertindak seperti aku. Lagi pula, aku sudah terbiasa seperti ini. Aku hanya ingin menunjukkan profesionalitas kerja. Jika waktunya kutunda-tunda jadwal lainku akan semakin terbengkalai membuatku tambah sulit untuk mencari waktu istirahat hehe”

Jang Geun Suk hanya tersenyum menanggapi omongan Yoona. Ia tak mau memaksa, ia sendiri tahu tentang profesionalitas kerja. Dalam kondisi apapun, seorang artIs harus menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai kontrak. Jika di posisi Yoona, ia juga pasti akan melakukan tindakan yang serupa. Jang Geun Suk salut pada Yoona. Meski wanita, ia memiliki fisik yang kuat. Konsekuensi seorang bintang. Ia pun berdiri dan mengulurkan tangannya pada Yoona, “Kita harus menyelesaikan secepatnya dengan baik. Mari bekerja keras, Yoona ssi hwaiting!!”. Yoona meraih uluran tangan Jang Geun Suk dan keduanya berdiri. Mereka telah siap melanjutkan syuting adegan berikutnya, adegan romantic di bawah hujan.

Semua property telah disiapkan. Tangki air, payung, handuk, selimut hangat dan beberapa lainnya yang siap digunakan dalam syuting adegan ini. “Camera. Rolling. Action” seru sang sutradara mengawali pengambilan gambar.

Adegan demi adegan terus berlanjut. Yoona menghayati penuh peran yang ia mainkan. Ia bermain secara maksimal sehingga belum ada suara cut! dari mulut sang sutradra. Tiba saatnya adegan inti, semua crew sudah siap dengan segala propertinya. Disini Yoona memerankan Ha Na yang tengah berlari menangis karena kecewa pada apa yang dilakukan Seo Joon (Jang Geun Suk) mencium bibir gadis lain, Lee Mi Ho (Park Seu Yong). Seo Joon berlari mengejar Ha Na untuk menjelaskan kesalah pahaman itu. Tapi Ha Na terus berlari mengabaikan Seo Joon yang terus membuntutinya. Gerimis yang tak diundang pun turun mengganggu adegan kejar-kejaran mereka. Ha Na terus berlari tak peduli dengan air yang turun dari langit semakin deras. Seo Joon belum bisa meraih Ha Na. Meski kekuatan larinya lebih cepat dari Ha Na, tapi Ha Na masih saja mampu menghindar dari Seo Joon. Ha Na terpeleset jatuh. Tak sengaja kakinya mengenai sebuah batu. Kakinya mulai nyeri namun tetap ia paksakan untuk berlari. Sayang karena keadaan yang demikian Seo Joon berhasil meraih tangannya dan merengkuh tubuhnya dengan cepat. Seo Joon memeluk Ha Na dengan erat namun Ha Na berusaha sekuat tenaga untuk menghempasnya. Tak jauh dari lokasi syuting, seorang namja harap-harap cemas dengan serius mengamati setiap adegan yang berlangsung. Ia hanya mampu melihat dari balik mobilnya. Ingin sekali ia menghalau gadis yang tengah bergelut dengan peran itu dan membawanya pergi.

Ha Na terus berontak melepas dekapan Seo Joon. Ia berteriak dan memukuli punggung lelaki yang memeluknya. Seo Joon tak tahan dengan sikap Ha Na, akhirnya ia melepas dekapannya yang erat. Seo Joon memegang wajah Ha Na dan menatapnya dalam-dalam. Namun Ha Na mengalihkan matanya untuk berpaling. Seo Joon terus memaksa agar Ha Na melihat matanya. Karena usaha Seo Joon yang keras, Ha Na mau menatap mata lekat Seo Joon. Ia tak menemukan sama sekali kebohongan dari mata Seo Joon. Ia tak mengerti namun ia bisa memahami bahwa Seo Joon memang benar-benar tak membohongi dirinya. Seo Joon pun akhirnya menjelaskan dan meminta maaf atas kejadian tadi pada Ha Na. Meski agak berat Ha Na akhirnya bisa memaafkan kesalahan Seo Joon. Disini mata mereka saling menatap lekat. Mereka mendekatkan wajah keduanya dalam jarak yang sangat dekat. Ha Na mulai menutup matanya, Seo Joon tengah bersiap mencari bibir Ha Na untuk dicium. Tampak lelaki yang di dalam mobil mulai gusar melihat acting adegan tersebut. Hatinya panas melihat yeojachingunya tengah siap untuk diciumi pria lain. Meski sebagai profesionalitas kerja, ia tak sanggup menahan api cemburu yang kini tengah membakar sekujur tubuhnya.

Bibir Seo Joon hampir menemui ujung bibir Ha Na. Namun belum sempat kedua bibir itu bertemu, tiba-tiba Ha Na terjatuh pingsan. Seo Joon langsung menahan tubuhnya agar tak terjatuh ke tanah. Adegan ini diluar scenario, sehingga sutradara dengan cepat meneriakkan CUT!

Siwon yang sedari tadi mengamati adegan Ha Na terkaget bukan main. Ia melihat dengan mata kepala sendiri yeoja itu jatuh pingsan dalam dekapan Jang Geun Suk. Melihatnya membuat Siwon tak bisa berdiam diri, refleksnya langsung berlari turun dari mobil dan menghampiri kerumunan yang ada. “Yooong!!!” Siwon langsung masuk dalam kerumunan itu tak peduli semua orang heran akan kedatangannya. Ia langsung mengambil alih dekapan Jang Geun Suk dan menggendongnya ke tempat medis, “Biarkan aku yang menggendong”. Jang Geun Suk yang masih bingung karena kedatangannya yang tiba-tiba. Dengan begitu saja menurut menyerahkan tubuh Im Yoona untuk dibopong Choi Siwon. Ia dan para crew yang disana melongo melihat Choi Siwon begitu paniknya membopong Im Yoona ke tempat medis. Ada apa hubungannya dengan Im Yoona?

*MLG*

Siwon masih cemas memegangi tangan Im Yoona yang belum tersadar. Sementara Jang Geun Suk bertopang dagu melihat tingkahnya pada yeoja itu. Ia memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada namja itu. Ia tiba-tiba muncul di lokasi syuting seperti Superhero yang tanpa diundang muncul menolong orang yang akan celaka. Siwon belum menyadari sedari tadi banyak orang yang memerhatikannya. Pikirannya masih tertuju pada Im Yoona yang belum tersadar. “Yoong bangunlah” Ia mencoba mendekatkan telapak tangan Yoona ke bibirnya namun diurungkannya cepat. Ia tak bisa melakukan ini di depan mereka. Siwon menyadari betul pasti banyak pertanyaan yang siap diajukan padanya karena tindakannya yang seperti ini pada Yoona. Siwon hanya bisa mengelus lembut punggung telapak Yoona sembari berbisik, “Yoong bangunlah..Aku disini”. Jang Geun Suk dan beberapa crew disana mendelik mendegar perkataan Siwon. Mereka semakin bertambah curiga dengan Choi Siwon. Hubungan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua?

Yoona mulai tersadar. Ia membuka matanya pelan. Dilihatnya wajah seorang pria yang sangat ia kenal dan teramat dirindukan. “Siwon oppaa..” lirihnya. Ingin segera memeluknya, namun ia tersadar bahwa ini bukan berada di tempat yang tepat. Banyak pasang mata yang kini memerhatikan dirinya juga kekasihnya itu. Yoona memijiti kepalanya yang pening tapi sudah mulai baikan. Dengan cepat Siwon mengambil segelas air putih di samping ranjang medis dan berniat menyuapinya. Tapi tindakannya ditahan Yoona. Gadis itu langsung meraih gelas tersebut dan meminumnya sendiri. Jang Geun Suk dan yang lain saling bertopang dagu menyaksikan tingkah laku kedua manusia ini.

“Kau baik-baik saja Yoona?” tanya Jang Geun Suk mewakili yang lain. Yoona sedikit merapikan rambutnya lalu tersenyum menyambut mereka, “Ne, hanya pusing sedikit” gumamnya.

“Syuting dihentikan untuk beberapa waktu. Sebaiknya kau istirahatlah terlebih dahulu. Pulihkan tenagamu” imbuh sutradara.

“Benar apa yang dikatakan sutradara. Jangan terlalu memforsir tenagamu Yoona ssi” tambah Jang Geun Suk. Ia juga mencuri pandang pada Siwon yang sedari tadi bungkam.

“Mereka benar, lebih baik kau beristirahat” sambung Choi Siwon. Yoona mendengus pelan mengumpulkan udara jernih masuk ke pernafasannya, “Ne, terima kasih atas perhatian kalian”. “Ya, Siwon oppa sejak kapan disini?” tanya Yoona berpura-pura agar yang lain tak curiga. Ia memainkan alisnya agar Siwon mengerti apa yang ia maksud.

“Ah ne, kebetulan tadi aku lewat jalanan ini. Aku baru ingat, kau dan member lain pernah meminta sesuatu dari China dimana aku syuting drama saat ini. Karena kebetulan membawa dan lewat sini, aku mampir sebentar ke lokasi syutingmu untuk memberikan sekaligus menitipkannya pada member lain. Aku juga ingin memberikan dukungan untuk dramamu karena kita sunbae dan hoobae dalam satu lablemates” jawab Siwon dibuat-buat. Nadanya santai namun perasaannya teramat gugup.

“Aku pikir kalian memiliki hubungan yang special” celetuk Jang Geun Suk.

“Ah, kami memang akrab satu sama lain karena kita dalam agensi yang sama. Dia sudah aku anggap sebagai adikku. Jadi aku perlu datang mendukung, karena kami semua saling mendukung jika salah satu dari keluarga kami ada yang mendapat peran dalam sebuah drama. Bukan hanya drama tapi semuanya hehe, bukan begitu Im Yoona?” tutur Siwon. Yoona mengangguk senyum meyakinkan mereka yang menaruh curiga,

“Ne. Siwon oppa benar. Kami selalu mendukung satu sama lain. Bukan hanya Siwon oppa, member Super Junior lain juga mendukungku. Tadinya mereka akan datang juga ke lokasi syuting, tapi sepertinya mereka belum memiliki waktu. Dan Siwon oppa pun hanya kebetulan lewat sini” imbuh Yoona.

Jang Geun Suk dan yang lain mencerna setiap yang dituturkan pasangan ini. Jika memang mereka ada hubungan, pasti bicaranya tak sesantai ini. Tapi sekalipun mereka memiliki hubungan yang special, ini bukanlah kapasitas mereka untuk mengurusi hubungan keduanya.

“Ya, aku pikir juga begitu. Siwon ssi, terima kasih telah datang mendukung drama kami. Kuharap dramamu di China juga sukses. Terima kasih juga telah menolong Yoona ssi tadi” ujar Jang Geun Suk. “Ne, terima kasih telah datang..” tambah sutradara. Siwon membalasnya tersenyum menunduk, “Semoga drama kalian sukses”

“Syuting hari ini selesai. Kita bisa memulai kembali besok siang. Yoona istirahatlah dengan baik, kuharap kau bisa pulih secepatnya” ungkap sutradara.

“Ne sajangnim, terima kasih. Aku akan berusaha pulih secepatnya”

“OK. Sekarang kita bisa kembali ke tempat masing-masing. Kita bertemu kembali besok siang. Sampai jumpa” seru sutradara pada semuanya. Mereka pun pergi meninggalkan ketiga manusia yang masih dalam ruang medis.

“Siwon ssi, kau bisa mengantar pulang Yoona ssi?” pinta Jang Geun Suk yang jelas saja tanpa ditawar pun ia pasti yang mengantar Yoona pulang.

“Ne, aku akan mengantarnya” senyum Siwon seraya melirik Yoona. Jang Geun Suk memerhatikan gerak-gerik Siwon. Sebenarnya ia curiga pada keduanya, tapi bukan urusannya untuk menanyakan hubungan antar keduanya. “Baiklah, aku pamit terlebih dahulu. Yoona ssi, aku pulang dulu. Beristirahatlah dengan baik, lekas pulih kuharap besok kita syuting kondisimu sudah membaik”

“Bangapta atas perhatiannya Geun Suk oppa. Hati-hati” balas Yoona diikuti Jang Geun Suk yang kemudian pergi masuk dalam mobilnya pulang terlebih dulu. Dalam mobilnya, Jang Geun Suk tersenyum sendiri memikirkan mereka, “Kalian seperti kucing saja. Malu-malu tapi mau hehe” ujarnya kemudian menyalakan mesin mobilnya dan berlalu.

Siwon yang masih di tempat melirik wajah Yoona. Ia memainkan alisnya pada yeojachingunya itu. Yoona tak mengerti yang ia maksud, “Wae?”

“Aku merindukanmu. Aku kangen yang satu ini” Siwon menggoda Yoona dengan memegang ujung bibirnya. Yoona mengerti yang ia maksud, lantas ia berteriak “Ya oppa! Tapi bukan disini..”

“Aku sudah tak tahan” goda Siwon lagi.

“Ini tempat berbahaya, kajja kita pulang” Yoona mendengus kesal melihat namjachingunya yang kelewat manja.

“Baiklah kalau begitu..” Siwon langsung merangkul tubuh Yoona dan menggendongnya. “Oppa apa yang kau lakukan. Turunkan aku, masih banyak media disini”

“Tapi kau baru saja pingsan” gumam Siwon manja.

“Aku bisa jalan sendiri..” Yoona pun berlalu meninggalkan Siwon. “Ya chagi, aku hanya bercanda. Jangan marah padaku” Siwon menyusul Yoona yang terlebih dulu masuk mobil.

Sepanjang perjalanan mereka saling diam. Siwon senyam-senyum melihat yeojachingunya yang cemberut. Ia tahu betul sebenarnya ia juga merindukan dirinya. “Kau marah padaku chagi? Kkeke” celoteh Siwon mulai menggoda. Yoona sedari tadi menatap jendela luar, tak mau menatap wajahnya. Merasa dikacangi, Siwon pun berpura-pura mengancam,” Kau tak mau memelukku, ya sudah selamanya kita tak akan berpelukan”. Yoona yang sedari tadi cuek, akhirnya mau menatap wajah kekasihnya itu, “Oppa bukannya tak mau. Hanya saja kita melakukan di tempat yang tepat” ujarnya masih menggerutu.

“Aku tahu, jadi kita akan melakukannya dimana? Aku sudah tidak tahan merindukan punggungmu” oceh Siwon tersenyum jail. Yoona mendengus kesal tak menjawab pertanyaanya.

“Im Choding, kalau kau cemberut aku semakin tidak tahan ingin mencium bibirmu kkeke”

“Ya oppa, fokuslah mengemudi..” seru Yoona kesal, padahal ia sendiri pun lebih merindukan pria yang kini sedang menggodanya.

“Siap tuan putri, tapi sebagai imbalannya. Kau harus melakukan apa yang ku mau” goda Siwon memainkan alisnya tersenyum licik. Yoona mendengus mengeluarkan rolling eyes dan memalingkan mukanya kembali menatap jendela.

*MLG*

At Apartemen Yoona

Dua insan manusia masih menyatu dalam pelukan yang erat. Keduanya merindukan betul momen seperti ini. Sang pria memejamkan mata merengkuh erat tubuh wanitanya. Sampai mereka puas, baru keduanya melepaskan pelukan dan duduk berdekatan di atas sofa.

Siwon memegangi wajah Yoona, ia merapikan rambut Yoona yang menutupi paras cantiknya. Ditatapnya lekat yeoja tersebut, keduanya masuk dalam lingkaran yang sama. Gejolak asmara yang lama tak bersua itu kini tumbuh kembali. Kedua jantung manusia itu saling berdegup kencang. Nafas keduanya mulai tak wajar. Siwon mendekatkan bibirnya dan menyentuh ranum merah yang tertanam indah di bibir Yoona. Siwon mencium pelan tanpa nafsu. Lidahnya berkelana mencari pasangannya. Saliva mereka saling membasahi ujung bibir yang masih bertemu. Yoona yang juga merindukan, dengan suka rela membuka permainan lidah kekasihnya itu. Mereka melakukannya dengan pelan tapi berirama. Hawa nafsu yang berlebihan mereka buang jauh-jauh. Hati mereka seakan bersatu sedemikian lidah mereka kini saling bertemu. Siwon menghentikan permainannya, namun bibirnya masih tertahan. Ia menjauhkan wajahnya pelan diikuti deru nafas yang memburu. Dua manusia yang sedari tadi berpejam kini mulai membuka mata. “ I miss you chagiya” bisik Siwon. “ I miss you too oppa” balas Yoona. Kemudian Siwon menarik kepala Yoona dan dibenamkannya di atas pundak.

“Apa kau sakit karena merindukan aku?” tanya Siwon.

“Aku tak bisa berkata-kata selain iya. Siwon oppa, jujur aku sangat khawatir saat mendengar kabarmu yang cedera waktu itu. Aku selalu memikirkan tentang dirimu. Tidurku pun jadi tak nyenyak. Aku sangat cemas akan keadaanmu” gumam Yoona masih terbenam di pundakku. Aku melirik wajahnya kemudian tersenyum, “Terima kasih telah khawatir tentang keadaanku. Aku memang cedera sedikit di bagian punggung tapi hatiku lebih sakit karena sudah lama ingin bertemu denganmu, terlebih saat kau pingsan tadi. Kau tahu? Tadi aku sangat panic setengah mati. Mengapa kau ikut-ikutan sakit chagi?”

“Ah oppa, Punggungmu sudah membaik?” Yoona bangkit dari pelukan dan memerikasa punggungku.

“Ne, ini tak masalah. Kau pegang ini. Rasakan, dia lebih sakit dibanding punggungku. Aku lebih mencemaskan hal ini. Kau tahu, ini karena dirimu Yoong” ku pegang tangannya dan menuntun telapak tangannya menyentuh dadaku, tepatnya di bagian jantung.

“Aku juga merasakan yang sama oppa. Aku sangat khawatir dengan keadaanmu” jawab Yoona. Kurangkul tubuhnya dan menenggelamkannya erat, “Aku tahu. Kita sama-sama saling rindu. Tapi kau harus jaga kondisimu Yoong. Aku tak mau kau sakit bahkan seperti tadi. Jujur melihatmu pingsan, jantungku seperti teriris. Seluruh ragaku lemas. Biar aku saja yang sakit, kau tak boleh ikut-ikutan menanggungnya”

“Aku tak bisa menahannya oppa. Aku terlalu khawatir dengan keadaanmu”

“Sekarang kau bisa lihat sendiri keadaanku seperti apa bukan? Tak ada masalah denganku. Yang penting aku disisimu saat ini. Aku tak mau tahu kau harus cepat sembuh Yoong” tuturku membelai rambutnya pelan. Yoona tak menjawab, ia malah semakin erat memelukku. Kepalanya menyentuh dadaku, kurengkuh tubuhnya semakin dalam. Kucium puncak kepalanya, terasa aroma rambutnya yang khas menenangkan hati ini. Lama kami dalam keadaan seperti ini, kulihat Yoona sudah memejamkan mata di atas dadaku. Aku tahu dia pasti kelelahan. Aku tak mau melepaskan pelukannya, hanya saja menenggelamkan kami di atas sofa. Kami pun tertidur pulas dalam pelukan.

*MLG*

Berkat Choi Siwon, keadaan Yoona sudah mulai membaik. Kepalanya yang pusing sudah terobati karena pertemuannya dengan orang terkasih yang sangat ia rindukan. Siang ini, ia kembali melanjutkan adegan syuting yang kemarin sempat terhenti. Yoona memainkan peran dengan baik tanpa kendala. Adegan di bawah hujan sudah terlewati dengan baik. Syuting hari ini berjalan sukses. Sutradara mengakhiri pengambilan gambar dengan tepukan tangan diikuti semua crew. Mereka saling menyalami para pemeran yang terkait. Sutradara, Jang Geun Suk, Park Seu Yong dan yang lain menyalami Im Yoona. Mereka mengucapkan selamat atas keadaan Yoona yang telah membaik dan proses syuting yang berjalan lancar karenanya. Yoona berterima kasih kembali karena dukungan mereka yang membuatnya untuk berakting dengan baik.

Sebelum pulang, sutradara mengumpulkan semuanya. Mereka berkumpul mengerumuni Yoona di tengah sendiri. Yoona kebingungan dengan apa yang dilakukan semua crew terhadapnya. Pikirannya sempat tidak enak, namun terbuang begitu saja saat tiba-tiba Jang Geun Suk membawakan sebuah Black Tiramisu Tart berukuran besar dengan lilin yang tertanam diatasnya menyala indah. Mereka semua ternyata telah menyiapkan sureprice party untuk ulang tahun Yoona. 30 Mei 2012, hari ini adalah hari lahirnya yang ke 22 tahun. Semuanya bertepuk tangan menyanyikan lagu ucapan selamat ulang tahun untuknya. Gadis itu terkejut bukan main dengan sureprice party yang mereka berikan. Ia sangat terharu dan berterima kasih sekali karena seluruh rekan kerjanya telah begitu peduli mempersiapkan pesta ulang tahunnya.

Jang Geun Suk mendekatkan kue itu ke depan Yoona. Sebelum meniup lilin, Yoona memejamkan mata untuk make wish. Setelahnya, ia meniup habis semua liln yang menyala. Semuanya segera bertepuk tangan. Mereka meminta Yoona untuk memberi potongan pertama kepada salah satu orang terspecial. Yoona memberikan potongan pertama pada sang sutradara. Jang Geun Suk yang sedari tadi mengharap potongan pertama kue itu seketika menjadi dongkol. Dengan sengaja ia mencolekkan lumuran topping di wajah Yoona membuat wajah gadis itu belepotan sangat lucu. Semua crew juga ikut-ikutan dengan apa yang dilakukan Jang Geun Suk, dengan girangnya mereka melemparkan dan melumuri topping di seluruh tubuh Yoona. Im Yoona tak mau begitu saja pasrah dizalimi semuanya. Ia membalas mereka dengan melempar semua topping yang tersisa pada setiap mangsa (?) yang ia temui. Terciptalah kegaduhan disana. Mereka semua sangat senang menikmati pesta ini. Terlebih Yoona, meski sekujur tubuhnya kotor dan lengket ia sangat terharu luar biasa bahagia karena sureprice party yang mereka berikan sangat indah.

*MLG*

Hari belum begitu sore. Masih sekitar pukul 5 pm. Yoona telah membersihkan tubuhnya dan berganti baju. Bau Tiramisu dan lumuran topping  yang lengket sudah terlepas dari tubuhnya. Ia berniat untuk pulang. Sebelumnya ia menunggu telepon dari namjachingunya berharap akan menjemputnya dan memberikan sureprice party yang tak kalah indah. Setengah jam berlalu, tapi tak ada tanda-tanda kedatangan Choi Siwon. Senja mulai beranjak. Krisan sang Surya mulai menyelimuti bumi Seoul sore ini. Akhirnya ia putuskan untuk kembali ke dorm sendiri.

Baru saja ia melangkahkan satu kaki ke dalam mobilnya, seorang anak kecil menghampiri dirinya menyerahkan sebuah surat kecil dan balon merah berbentuk hati. Di balik surat itu tertulis, “Happy Birthday Im Yoona, saranghae”. Yoona membuka surat tersebut dan membaca isinya. Hanya tertulis pesan singkat yang harus ia turuti, IKUTI ANAK KECIL YANG ADA DI DEPANMU. Yoona melirik anak kecil tadi yang tengah tersenyum memperlihatkan gigi ompong padanya. Ia membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis dan mengambil balon yang ia beri.

“Kemana aku harus pergi?” tanya Yoona pada anak kecil itu. Bocah lelaki berumur sekitar 10 tahunan itu masuk ke dalam mobil Yoona dan duduk seenaknya saja. Ia tersenyum pada Yoona sembari berkata, “Kau dalam kendaliku noona hehe”

Yoona tersenyum dengan sikap konyol bocah lelaki yang di depannya. Ia turuti saja perkataan lelaki yang masih berumuran jagung itu.

“Siapa namamu?” tanya Yoona selagi menyetir mobil.

“Binggo..” senyumnya meringis memperlihatkan lagi gigi ompongnya. “Binggo?” Yoona menaikkan ujung alisnya.

“Ne, kau bisa panggil aku Binggo noona cantik” ocehnya.

“Baiklah Binggo, lalu kemana kita akan pergi?” balas Yoona melirik bocah lelaki yang mau dipanggil Binggo itu.

“N Tower !”

“N Tower? Maksudmu Namsan Tower?”

“Ne, turuti saja apa perintahku noona”. Yoona terdiam menanggapi bocah kecil itu. Ia tersenyum merespon ucapan Binggo. Ia paling suka menanggapi anak kecil yang masih polos. “Baiklah Binggo kita menuju Namsan Tower, bersiaplah. Pasang sabuk pengamanmu erat-erat^^”

At Namsan Tower

Tak ada apa-apa disini. Seperti biasa, hanya terlihat beberapa pasangan muda-mudi yang menulis harapan cinta di N Tower. Sebenarnya apa yang akan dilakukan anak kecil ini, ujarnya dalam hati.

“Noona ikuti aku” Binggo menuntun tangan Yoona ke tempat yang lebih atas. Disini memang tampak lebih sepi, tapi apa yang kulihat tak sama persis dengan yang di bawah. Disini lebih banyak anak kecil membawa balon dibandingkan pasangan kekasih yang terlihat, bahkan tak ada sama sekali. “Sekarang kau bisa buka maskermu noona” perintah Binggo. Sedari dari tadi Yoona memang memakai masker dan topi supaya tak mudah dikenali. Ia menuruti perintah Binggo dan berjalan menuju beberapa kelompok anak kecil yang merupakan teman-teman Binggo. Kumpulan anak kecil itu menyambutnya senang dan memberikan balon hati berbagai warna, sama seperti Binggo. Mereka serempak menyanyikan sebuah lyric lagu dari Bruno Mars.

When I see your face.. There’s not a thing that I would change

Cause you’re amazing.. Just the way you are

And when you smile.. The whole world stops and stares awhile

Cause girl, you’re amazing.. Just the way you are

Yoona tersenyum meraih balon-balon yang mereka beri. Tak lama beberapa kemudian seorang namja muncul menyanyikan lagu yang sama dengan membawa gitar dari arah belakang. Di depannya beberapa anak kecil membawa Mocca Mozart yang diatasnya dipenuhi topping, potongan cherry, strawberry, leci dan sebagainya. Kue itu semakin indah karena diatasnya terpasang lilin berbentuk angka 22 yang menyala terang. Siwon dan anak-anak itu semakin mendekat menghampiri. Siwon tak berhenti menyanyikan lagu Just The Way You Are milik Bruno Mars yang diiringi alunan gitar akustik yang ia mainkan sendiri.

Setelah kami berhadapan dengan jarak yang semakin dekat, Siwon dan semua anak kecil itu bernyanyi meneruskan lagu Just The Way You Are. Setelah berhenti, Siwon menyerahkan gitar itu pada salah satu anak dan mengambil alih memegang kue tadi. Kembali Siwon dan seluruh anak-anak tadi menyanyikan lagu selamat ulang tahun pada Im Yoona. Mereka bertepuk tangan bahagia menampilkan wajah kepolosannya.

“Saengil chukae Im Yoona.. Saengil chukae Im Yoona, Saengil chukae Im Yoona. Saengil chukaaeeee Im Yoona..”

“Im Yoona saranghaeyo..” Siwon menyodorkan kue ke depan yeojachingunya. Yoona terpukau bahagia dengan kejutan namjachingunya yang sangat luar biasa indah. Ia masih menutupi mulutnya karena bahagianya yang tak terkira. Air matanya mulai menetes dan ia usap perlahan “Gomawoyo oppa, saranghaeyo..” ucapnya.

“Kau tak mau meniup lilinmu?” ujar Siwon menggoda dengan senyumannya yang sangat manis. Yoona memejamkan mata sejenak, ia berdoa kepada Tuhan mengaharapkan sesuatu. Doanya yang sangat khidmat, membuat Siwon tersenyum mengamati. Sesudah itu Yoona meniup lilin 22 yang menyala. Tepukan tangan dari semuanya membuat Yoona bertambah senang. Siwon menaruh kue itu di sebuah kursi, tanpa ditunggu Yoona langsung memeluk namjachingu yang paling ia cintai itu. Ia tenggelam haru di pelukan hangat Choi Siwon. Namja itu tersenyum hangat menyambut pelukan kekasihnya yang kini tengah menangis bahagia dalam pelukannya. Tepukan tangan dari anak-anak menyadarkan keduanya yang dilanda gelora asmara itu. “Ini adalah adegan orang dewasa, kalian tak boleh melihat” seru Siwon. Semua anak-anak mencibir Siwon, Yoona tertawa geli melihatnya.

“Baiklah, aku telah menyiapkan makan besar untuk kalian. Kemari..” Siwon mengajak anak-anak ke sebuah meja besar yang ia siapkan berupa sejumlah makanan lezat. Semua anak menyerbu dengan rakus mengambil makanan itu. “Jangan berebut..” seru Siwon. Yoona yang di belakangnya, tersenyum senang.

“Mereka adalah anak-anak dari panti asuhan Donguk. Aku ingin berbagi kebahagian dengan mereka tepat di hari ulang tahunmu” tutur Siwon sebelum Yoona bertanya. Mata Yoona mulai berkaca-kaca. Ia sangat terharu dengan sureprice yang Siwon berikan. Siwon merengkuh pundak Yoona menidurkan kepala gadis itu di atas pundaknya. Air mata Yoona mulai mengalir di pipi terangnya. “Jangan menangis. Mari kita temani mereka” Yoona mengangguk pelan. Siwon menuntunnya untuk mengambil makanan dan berpesta dengan anak-anak tadi. Canda tawa, gurauan yang keluar dari setiap anak itu membuatnya semakin terharu bahagia. Hari ini terasa begitu sangat sempurna baginya. Ia tak kuasa menahan tangis bahagianya.

“Jadi kapan kau kembali ke China oppa?” tanya Yoona menidurkan kepalanya di pundak Siwon. Keduanya mengamati anak-anak yang tengah bermain berkejaran. Mereka sangat senang terlebih krisan surya mulai beranjak menutupi sebagian kota. Siwon tak menjawab pertanyaan Yoona. “Oppa, kapan kau kembali ke China” tanyanya sekali lagi.

“Besok siang” jawab Siwon singkat melirik wajahnya. Mendengar itu jelas sekali raut tidak senang terpancar dari wajah Yoona. “Mengapa begitu cepat?”

“Untuk itu aku menyiapkan semua ini. Aku ingin memberi kenangan terindah sebelum aku bertolak lagi ke China. Apa kau senang dengan semua ini?”

“Semua tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Aku sangat bahagia menerima semua ini. Terima kasih oppa” jawab Yoona penuh haru.

“Apa kau masih mencintaiku?”

“Ya oppa, mengapa kau bertanya seperti itu?” heran Yoona.

“Kau telah mencium pria lain dengan mesra. Mungkin disitu ada rasa bahwa kau mencintainya, bukan begitu?” tanya Siwon. Yoona menatap heran namjachingunya, mengapa ia bertanya demikian. “Kau sendiri juga pernah mencium wanita lain. Jujur aku juga sangat cemburu, tapi saat aku berciuman dengan pria lain. Tak pernah ada rasa aku mencintai pria itu”

“Jadi rasa cinta itu hanya untukku?” Yoona mengangguk pelan “Ne,”

“Terima kasih chagi. Aku akan selalu mengingatmu meski aku jauh. Permintaanku hanya satu, ukirkan namaku di hatimu. Meski mungkin beberapa tahun lagi kita berjodoh atau tidak, tolong simpan namaku baik-baik bahwa aku pernah mengisi sebagian kehidupanmu”

“Ne oppa, aku juga tak pernah tahu kau jodohku atau bukan. Aku hanya berpikir aku hanya bisa bertahan hidup jika kau ada disampingku, cukup itu saja”

“Berjanjilah untuk saat ini, kau hanya mencintai aku. Untuk seterusnya biarlah Tuhan yang berbicara. Aku yakin jika kita berjodoh, kita akan dipertemukan kembali dalam waktu yang indah”

“Ne oppa, aku akan selalu mencintaimu saat ini dan untuk seterusnya”

“Saranghae Im Yoona” “Saranghae Siwon oppa”. Keduanya saling berciuman di bawah sinar rembulan yang mulai merangkak. Kedua ujung bibir yang saling bertemu itu menguatkan kekuatan cinta mereka. Alunan asmara itu membenamkan rasa percaya satu sama lain. Jika mereka berjodoh, Tuhan pasti akan mempertemukannya. Mereka percaya betul atas kuasa-Nya. Rembesan air mata mengalir di pipi Yoona membasahi juga di wajah Siwon. Dengan lembut Siwon menyapu bibir Yoona yang merah manis itu.

Uuuuuu…. Seru serempak anak-anak kecil sedari tadi menyaksikan pertunjukan dewasa dari dua insan yang sedang mabuk asamara itu. Keduanya tersadar dengan cepat melepaskan bibir masing-masing. Yoona terkaget bukan main, sementara anak-anak dengan jahil menertawakan keduanya.

“Ya, sudah kubilang ini pertunjukan dewasa. Dasar anak-anak nakal” seru Siwon lalu menyerang anak-anak. Bocah-bocah itu berlari berhamburan menghindari kejaran Choi Siwon. Yoona tersenyum bahagia melihat Siwon saling bekejaran dengan anak-anak yang masih polos itu. Ia tak mampu berdiam diri sampai akhirnya ikut bermain mengejar bocah-bocah itu dengan riang. Siwon menggendong salah satu bocah lelaki yang ia tangkap. Bocah lelaki itu menangis ketakutan dalam gendongan Siwon. Yoona dan anak-anak yang lain tertawa geli melihat bocah kecil bertubuh gendut itu menangis cengeng di gendongan Choi Siwon. “Bocah gendut, apa aku seperti monster?” seru Siwon berpura-pura galak.

“Huwaaaaaa…” tangisan bocah gendut itu semakin menjadi-jadi membuat semuanya tertawa terpingkal-pingkal.

To Be Continued

Jangan lupa comment ya. Bisa aja FF ini ntar aku protect, jadi mohon kerjasamanya

Visit juga my blog

http://foreveryoonwon.wordpress.com

Ada banyak FF project ku disana, Gomawo ^^

Iklan
Tinggalkan komentar

122 Komentar

  1. Semoga tuhan mengikatkan benang merah itu dijari mereka…

    Balas
  2. Semoga ygyoonwon katakan bnr2 jd kenyataan.tp kok blm ada part2 nya thor? Sptnya ini sdh lm

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: