[OS] I’m Always Wait Your Promise

 

[OS] I’m always wait your promise

Title             : I’m always wait your promise

Author        : Umi Khasanah Elf

Main cast   : *Choi Siwon “Super Junior”

*Im Yoon Ah “SNSD”

Supporting : *Lee Donghae “Super Junior”

*Jessica Jung “SNSD”

*Taecyeon “2PM”

*UEE (yui) “After School”

*Choi Sulli “F(x)”

*Choi Minho “SHINee”

*Lee Taemin “SHINee”

*Krystal “F(x)”

Genre            : romance

Rating            : General

 

Assalamualaikum……annyeong haseyooo semuaaa……

 

Aku datang lagi membawa ff YoonWon,hahaha~. FF ini aku bikin khusus buat anniversery’a Yoona Unnie. Dan anggap aja ini sebagai ff permintaan maafku, karena terlalu lama menyelesaikan ff The Humorous Love part 4, hehe~. Semoga suka sama ceritanya.

FF ini menceritakan hubungan Siwon dan Yoona harus kandas ditengah jalan, karena siwon harus pergi atau lebih tepatnya pindah ke Italia untuk melanjutkkan bisnisnya ayahnya. Kira-kira yoona unnie bisa bertahan ngga yah? Trus kira-kira siwon oppa masih suka nggak yah sama yoona unni?? Dari pada penasaran mending langsung kita baca ff’a. Let’s Go!!!!!!!!!!

 

HAPPY READING…….

 

Author POV

Hari demi hari dijalani oleh seorang Im Yoon Ah atau yang lebih sering disapa yoona ini dengan sendiri. Dulu jauh sebelum orang yang dicintainya harus memutuskan hubungan mereka karena kepindahannya. Jujur kalau yoona mau bertahan dia pasti bisa menjalani hubungan jarak jauh  dengannya. Ya dialah Choi siwon orang yang sangat dicintai yoona, bahkan sampai sekarang, walaupun mereka sudah putus. Mereka terpaksa putus karena kepindahan siwon ke Italia untuk melanjutkan bisnis ayahnya selama 6 tahun. Sebernarnya yoona ingin menolaknya, tapi apa daya dia sama sekali tidak bisa melakukan apapun. Jembatan sungai Han adalah saksi berakhirnya kisah cinta mereka, yoona selalu menangis apabila ada disana dan mengingat kejadian yang paling ia takuti.

Flashback~

30 mei  2011, tepat pada saat ulang tahun yoona. Pada hari itu siwon mengajak yoona untuk bertemu dijembatan sungai Han. Yoona sangat senang karena ia yakin siwon pasti akan memberikannya hadiah. Yoona pun berjalan menuju jembatan,hingga akhirnya ia sampai di jembatan sungai Han. Yoona melihat seorang namja tinggi yang sepertinya sudah menunggunya, tanpa pikir panjang yoona langsung menghampiri namja itu yang tak lain adalan siwon kekasih yoona.

“oppaaaa!” panggil yoona dan yang dipanggil hanya menengok sambil tersenyum

“yoona! Kau baru datang?” Tanya siwon dan yoona hanya mengangguk

“ngomong-ngomong kenapa kau mengajakku kesini?” Tanya yoona

“annii,aku hanya ingin mengenang masa-masa indah kita dulu yang pernah terjadi disini, hmm rasanya benar-benar ingin kembali ke masa lalu,” ucap siwon sambil memandang keindahan sungai han

“ne,kau benar andai saja waktu itu bisa terulang” tambah yoona

“tapi aku rasa itu tidak akan terjadi lagi,” ucap siwon yang membuat yoona kaget

“mwo? Apa maksudmu tidak akan pernah terjadi lagi?” Tanya yoona kaget

“ya itu semua tidak akan pernah terjadi lagi, Karena mulai hari ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucap siwon yang berhasil membuat yoona makin bingung

“mengatakan apa?” Tanya yoona bingung

“aku ingin mengatakan kalau mulai hari ini kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun,” ucap siwon memalingkan wajahnya

“mwo? Maksudmu kita puu..tuu…s?” Tanya yoona

“ne,dan aku mohon mulai sekarang kau tidak perlu menghubungi aku lagi,” tambah siwon lagi

“tapi kenapa siwon-ssi? apakah aku mempunyai salah?” Tanya yoona yang mulai menangis

Dengan menarik napas panjang siwon pun mengatakannya “aku harus pindah ke Italia untuk membantu appa dalam menjalankan bisnisnya dan mungkin bisa sampai 6 tahun aku akan berada disana,” jelas siwon

“6 tahun? Tapi bukankah kita bisa menjalani hubungan jarak jauh?” Tanya yoona lagi dan kali ini airmatanya benar-benar jatuh

Siwon menghapus airmata yang ada dipipi yoona dan membelai pipi orang yang sangat dicintainya itu dengan lembut

“mianhae yoona, aku tidak bisa melakukan hubungan jarak jauh seperti itu, aku tau ini sangat menyakitkan untukmu  begitupun dengan aku dan aku yakin sekarang kau pasti akan menganggap aku ini adalah namja yang paling jahat, tapi sungguh aku sangat mencintaimu yoona,” ucap siwon lagi

“hiks hiks hiks tapi kenapa kita harus berpisah? Jika aku mau, aku akan menunggumu sampai kembali,hiks hiks,” ucap yoona sambil menangis.

Siwon pun memeluk yoona dengan penuh kasih sayang, ia benar-benar merasakan kesedihan kekasihnya ini, sungguh jika ia harus memilih pekerjaan atau yoona, ia akan lebih memilih yoona, wanita yang sudah selama 5 tahun menghiasi hatinya ini. Siwon membelai rambut yoona lembut dan mencium puncak kepala yoona, sedangkan yoona masih terus menangis didalam pelukan siwon. Setelah beberapa saat siwon melepaskan pelukannya itu dan ditatapnya yoona, lalu dengan lembut siwon mengecup dahi yoona.

“jangan menangis lagi, aku yakin walaupun kita harus berpisah,tetapi cinta diantara kita tidak akan pernah hilang,” pinta siwon

“dan satu lagi,berjanjilah padaku kalau kau akan terus menjalani hidup sebagaimana biasanya,aku tidak ingin kau berubah hanya karena ini, kau janji?” pinta siwon sambil tersenyum dan yoona hanya mengangguk. untuk kedua kalinya siwon memeluk yoona lagi.

“ya sudah ini sudah malam sudah waktunya untuk pulang, akan aku antar kau pulang,” ujar siwon,namun yoona menahannya

“kapan kau akan berangkat?” Tanya yoona

“besok aku akan berangkat, sulli dan minho juga akan ikut,” jawab siwon dan yoona hanya mengangguk

“baiklah sudah saatnya kita pulang,aku tidak ingin jika nanti kau akan dimarahi appa mu,” ucap siwon dan lagi yoona hanya bisa mengangguk.

Flashback~ end

Setiapa kali mengingat kejadian itu yoona hanya bisa menangis, karena sejujurnya sampai sekarang yoona masih sangat mencintai siwon dan berjanji akan menunggu siwon kembali.

Author POV end

Yoona POV

Enam tahun sudah aku menjalani hidup tanpa seorang kekasih, karena sampai saat ini aku masih belum mau membuka pintu hatiku untuk orang lain selain siwon oppa. Aku sangat merindukannya dan ingin sekali memeluknya, pelukan hangat siwon oppa. Namun, walaupun begitu aku tetap menjalani hidupku sebagaimana mestinya, ini semua karena permintaan siwon oppa dan aku sudah berjanji untuk menepatinya.

TOK TOK TOK

“yoona-ssii apa kau sudah selesai? Cepat lah sedikit, nanti kita bisa terlambat!” seru seorang namja dari luar kamarku

“ne, oppa! Aku akan keluar,” balasku lalu mengambil tas kuliahku dan berjalan menuju pintu. Kubuka pintu kamarku dan melihat taecyeon oppa, kakakku yang tampan dan sangat baik hati,

“kau itu lama sekali sih, kau tau kan ini jam berapa?” omelnya padaku

“hehe~ mianhae oppa,” jawabku sambil tersenyum kuda

“yasudah kalau begitu ayo berangkat, aku tidak mau kalau sampai terlambat lagi,” ucapnya dan berjalan didepanku, sedangkan aku berjalan dibelakangnya

“appa sudah berangkat?” Tanyaku pada taecyeon oppa

“ne, appa sudah berangkat dari tadi,” jawab taecyeon oppa masih terus berjalan

“ooohhh..”

Aku dan taecyeon pun berjalan menuju keluar rumah dan berjalan menuju mobil sport milik taecyeon oppa. Taecyeon oppa adalah oppa yang sangat baik hati dan ia sangat sayang padaku, aku beruntung bisa mempunyai oppa seperti dia. Sesampainya dimobil, taecyeon oppa memasang sabuk pengamannya dan bersiap menyalakan mesin mobilnya

“tidak ada yang tertinggal kan? Aku tidak mau kalau harus mengantarkanmu pulang untuk mengambil suatu barang,” tanyanya

“ne, oppa tenang saja tidak ada yang tertinggal kok,” jawabku tersenyum dan taecyeon oppa hanya mengangguk lalu menyalakan mesin mobilnya.

Didalam perjalan aku sibuk membaca buku catatanku, karena nanti akan ada ulangan. Sedangkan, taecyeon oppa masih fokus pada jalanan,

“bagaimana hubunganmu dengan donghae?” tanyanya tiba-tiba, membuatku tersentak dan langsung menoleh kearahnya

“mwo..?” tanyaku kaget

“iya, bukankah donghae menyukaimu? Aku kira dia sudah menembakmu, ternyata belum,” balas taecyeon oppa

“oppa itu bicara apa sih, aku dan donghae oppa hanya berteman saja kok,” ucapku tersenyum sambil menutup bukuku

“ya ya ya terserah kau saja, tapi aku rasa dia itu menyukaimu yoona,” balas taecyeon oppa meledekku, sedangkan aku hanya mengendus kesal.

Donghae oppa adalah teman satu kampusku, dia juga satu jurusan denganku yaitu jurusan seni. Aku dan donghae oppa sangat dekat, bahkan aku merasa kalau donghae oppa sudah seperti oppaku sendiri. Tapi, aku kaget dengan pernyataan taecyeon oppa barusan kalau donghae oppa menyukaiku,

‘benarkah donghae oppa menyukaiku?’ batinku.

Akhirnya aku dan taecyeon oppa pun sampai dikampus, aku langsung keluar dari mobil taecyeon oppa

“oh iya, nanti kau pulang naik taksi atau minta jemput supir Han saja ya, hari ini aku ada latihan basket jadi aku tidak bisa mengantarkanmu pulang, tidak apa-apakan?” jelas taecyeon oppa

“gwencana oppa, lagipula aku ini sudah besar, oppa tidak perlu khawatir,” jawabku tersenyum

“haha~ ternyata dongsaengku ini sudah besar ya,” goda taecyeon oppa padaku sambil mengacak-ngacak rambutku

“yak! Oppa! Rambutku berantakan!” kesalku lalu merapikan poniku

“oppa!” panggil seseorang yang tak lain adalah Yui (UEE) unnie, yeojachingu taecyeon oppa

“aah, chagii-yaaa!” balas taecyeon oppa dan Yui unnie menghampiri taecyeon oppa

“annyeong yoona-ssii,” sapa Yui unnie padaku

“annyeong unnie,” balasku sambil tersenyum

“yasudah kalau begitu, yoona, aku dan Yui masuk duluan ya, annyeong,” ucap taecyeon oppa dan aku hanya membalasnya dengan anggukan.

Iri? Tentu saja aku iri melihat oppaku dengan yeojachigunya sangat dekat dan mereka benar-benar terlihat sangat cocok, andai saja siwon oppa ada disini mungkin aku juga bisa seperti taecyeon oppa.

Aku pun melangkahkan kakiku masuk menujun kelasku, aku berjalan sendiri dan tiba-tiba ada yang menutup mataku

“yak! Oppa jangan main-main,” kesalku sambil melepaskan tangannya dari mataku

“yah ketauan,” sesal donghae oppa sambil melepaskan tangannya dari mataku

“makannya cari cara lain donk oppa kalau mau ngagetin aku,hehe~!” ucapku sambil meledeknya

“yak! Im Yoona jangan meledekku,” kesalnya dan aku hanya tertawa melihat tingkahnya

“jangan mentertawakanku, sudah kajja kita kekelas,” ajaknya sambil menarik tanganku.

Yoona POV end

Siwon POV

Pukul 07.00 pm waktu Italy, kini aku sudah berada didalam mobilku untuk berangkat kekantor. Aku berdecak kesal Karena melihat jalanan kota yang Nampak macet,

“tumben sekali macet seperti ini,” ucapku sambil menatap banyaknya mobil yang mengantri untuk lewat. Saat sedang menunggu kemacetan aku tidak sengaja menyenggol hiasan mobilku dan hiasan itu terbuka

“huh kenapa harus jatuh,” kesalku sambil mengambil hiasan itu, tanpa aku sadari, aku langsung melihat sebuah photo kecil yang berada didalam hiasan itu. Sebuah photo seorang gadis cantik yang tersenyum manis dan disebelahnya photo seorang pria yang tersenyum manis sambil menunjukkan kedua lesung pipitnya

“yoona?” lirihku lalu mengambil photo gadis itu yang tak lain adalah photo yoona, yeoja yang amat sangat aku cintai

“yoona, neomu bogoshi, haah bagaimana kabarmu saat ini?” tanyaku sambil memandangi photonya dan tanpa disadari sudah waktunya untuk berjalan Karena jalanan sudah tidak macet lagi, aku menaruh photo yoona kedalam hiasan itu lagi dan mulai menjalankan mobilku.

Akhirnya aku sampai dikantorku, ini adalah perusahaan yang dimana selama enam tahun ini menjadi tanggungjawabku. Aku sudah berjanji pada appa untuk melanjutkan perusahaannya ini, aku berjalan masuk kedalam gedung kantorku dan saat memasuki gedung itu semua karyawan memberi hormat padaku dengan membungkuk,

“hyuuung!” panggil seseorang yang suaranya sudah tidak asing lagi ditelingaku ya siapa lagi kalau buka minho adik laki-lakiku yang kini juga bekerja diperusahaan appa

“minho, kau sudah datang?” tanyaku

“ne, tentu saja hyung, lagipula aku ini kan tidak pernah terlambat, haha~” jawab minho sambil tertawa

“kau itu,” kesalku Karena ia mempunyai pede yang sangat tinggi

“oh iya hyung, hari ini kau akan ada rapat dengan Kim Group’s dan Style Group’s, semua proposal untuk rapat sudah aku persiapkan jadi nanti hyung tinggal presentasi saja,” jelas minho

“ne, aku tau dan gomawo sudah mau membantuku,” ucapku tersenyum

“cheonma hyung, itu kan sudah tugasku,” balas minho.

Aku dan minho berjalan menuju keruanganku, sesampainya ditempat itu, minho langsung berjalan menuju ruangannya yang ada disebelah ruanganku dan aku pun masuk kedalam ruanganku. Kulangkahkan kakiku menuju meja kerjaku, ku taruh tas kerja yang kubawa dan mulai membuka proposal yang nanti akan aku prensentasikan untuk rapat dengan Kim Group’s dan Style Group’s.

“ehm, kenapa banyak sekali yang harus aku prensantasikan?” pikirku sambil membaca kertas proposal itu

“ehm sudahlah, yakin saja kalau kau bisa,” ucapku berusaha semangat

TOK TOK TOK

Terdengar bunyi ketukan pintu ruanganku

“sajangnim, ini aku Suzy,” seru suzy sekertarisku dari luar ruanganku

“ne, masuklah” suruhku dan seketika masuklah seorang yeoja yang tak lain adalah suzy

“sajangnim, ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani,” ucap suzy dan aku hanya mengangguk sambil menandatangi berkas-berkas itu

“oh iya, kapan rapat dengan Kim Group’s dimulai?” tanyaku

“jam 09.45 sajangnim dan untuk rapat dengan Style Group’s jam 13.00, oh iya sajangnim tadi manager choi (re.minho) bilang nanti sajangnim harus survei kelokasi tempat pembangunan kantor cabang,” jelas suzy

“ehm baiklah, aku minta kau untuk menyiapkan semua berkas-berkasnya,” suruhku dan ia hanya mengangguk lalu keluar dari ruanganku.

Hari ini jadwalku benar-benar padat, mungkin hari ini aku akan lembur, Karena hari ini aku harus survey ketempat pembangunan kantor cabang perusahaan appa,

“haaah mungkin hari ini akan melelahkan,” ucapku sambil merentangkan tanganku.

~~

Akhirnya semua rapat selesai juga, untung semua berjalan lancar, termasuk rapat dengan Style Group’s, sebuah perusahaan terbesar yang ada di Italy ini. Sekarang sudah pukul 13.30, sudah waktunya untuk makan siang,

“oppaa….” Panggil seseorang tiba-tiba sambil masuk kedalam ruanganku

“sulli?” kagetku Karena ternyata dia sulli adik perempuanku

“oppa, apa kau mau makan siang?” Tanyanya langsung sambil menghampiriku

“ne, aku mau makan siang, memangnya kenapa? Lalu kapan kau datang?” Tanyaku

“ehm baru saja aku datang, tadinya aku mau mengajak minho oppa, tapi sepertinya dia sedang sibuk, jadi aku mengajak oppa saja, aku boleh ikut kan oppa? Nanti aku traktir ice cream, otthoke?” tanyanya

“haha~, kau itu lucu sekali sulli-ssii, yasudah kalau begitu kajja,” jawabku seraya tersenyum dan seketika wajahnya langsung tersenyum. Ya sulli adalah adik perempuanku, dia masih sekolah, walaupun begitu dia sudah sangat dewasa dan mandiri.

Sebelum aku dan sulli pergi makan siang, aku menghampiri minho terlebih dahulu. Ia terlihat sangat sibuk

“kau tidak pergi makan siang minho-ssii?” tanyaku menghampirinya

“hyung? Aah tidak berkas-berkas untuk survey nanti belum selesai, jadi aku rasa aku harus menyelesainkannya terlebih dahulu,” jelasnya

“jangan terlalu lelah, lebih baik kau makan siang terlebih dahulu, masalah berkas itu kan kau bisa menyuruh suzy untuk menyelesaikannya,” ucapku

“ah hyung benar juga, baiklah kalau begitu akyo kita pergi makan siang terlebih dahulu,” ucapnya riang seraya berdiri dan meninggalkanku, aku hanya tertawa melihat tingkat dongseang laki-lakiku itu.

Aku keluar dari ruangan minho, sebelum makan siang aku menghampiri suzy dulu untuk menyuruhnya menyelesaikan berkas-berkas untuk survey nanti,

“suzy-ya, tolong kau selesaikan berkas-berkas untuk survey nanti ya, aku dan minho mau makan siang terlebih dahulu,” jelasku

“ne sajangnim, akan saya selesai kan nanti,” balasnya dan aku hanya tersenyum lalu keluar menyusul minho dan sulli,

“oppa sudah belum? Aku sudah lapar,” ucap sulli sambil menghampiriku

“ne, oh iya mana minho?” Tanyaku pada sulli

“oh, dia sudah duluan tadi, katanya dia sangat lapar, sudahlah oppa ayo,” rengeknya padaku dan aku mengangguk lalu berjalan menuju restaurant yang ada didekat kantorku.

Siwon POV end

Author POV

Pukul 03.00 KST

Seorang yeoja cantik sedang duduk disebuah bangku panjang ditaman, dia sedang asyik membaca buku

“yoona!” panggil seseorang dan yang mempunyai nama itu menoleh kearah sumber suara

“donghae oppa!” seru yoona saat melihat donghae

“ternyata kau disini, kau tau kan sedari tadi aku mencari kemana-mana,” ucapnya seraya duduk disebelah yoona

“hehe~ mianhae oppa, aku tidak tau kalau oppa mencariku,” jawab yoona tersenyum

“yasudahlah, oh iya kenapa kau belum pulang? Biasanya kau sudah pulang dengan taecyeon hyung?” Tanya donghae

“oh, taecyeon oppa tidak bisa mengantarkanku pulang, dia hari ini ada jadwal latihan basket dengan timnya,” jawab yoona sambil memasukkan bukunya kedalan tas

“jinjjaa? Wah ternyata taecyeon hyung dan timnya benar-benar bersungguh-sungguh mengikuti perlombaan itu ya,” ucap donghae

“ne, itu kan sudah menjadi hobinya,” balas yoona

“lalu kau pulang dengan siapa?” Tanya donghae dan yoona pun menoleh kearah donghae

“ehhm molla~, mungkin aku akan naik taksi, Karena seperti supir Han tidak bisa menjemputku,” jawab yoona

“bagaimana kalau kau pulang denganku?” tawar donghae semangat karena inilah yang paling ditunggu oleh donghae yaitu mengantarkan yoona pulang, donghae sudah lama menyukai yoona, tapi dia belum berani menyatakan persaannya. Apalagi kalau ingat cerita taecyeon yang mengatakan kalau yoona masih mencintai mantan pacarnya membuat donghae sedikit menyerah.

“ehm boleh, baiklah kalau begitu kajja kita pulang,” terima yoona sambil menarik tangan donghae, donghae yang menyadari yoona memegang tangannya, ia merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia rasakan

“oppa, kenapa diam, kajja tadi oppa bilang mau mengantarkanku pulang?” Tanya yoona menyadarkan donghae dari lamunannya

“ah ye, kajja kita pulang,” balas donghae lalu naik keatas motor sportnya lalu yoona duduk dibelakang

“ini jangan lupa pakai helm,” suruh donghae, yoona hanya mengangguk lalu mengambil helm itu.

Mereka pun pulang bersama, didalam perjalanan donghae hanya menggas motornya dalam batas kecepatan rata-rata. Ia hanya mau membuat yoona nyaman bersamanya.

Sementara itu….

Siwon yang masih asyik makan siang bersama kedua dongsaengnya yaitu minho dan sulli, asyik berbincang dan bercanda. Mereka semua terlihat sangat akrab satu sama lain,

“oh iya, oppa kemarin yoona unnie menelfonku,” ucap sulli tiba-tiba dan siwon yang mendengarnya langsung tersentak dan meletakkan sendoknya, minho yang menyadari keadaan seperti ini, langsung bergerak

“yak sulli! Lihat apa yang kau buat siwon hyung jadi tersentak kan?” omel minho pada adiknya sulli, minho sudah mengetahui kalau siwon sudah putus dengan yoona, sedangkan sulli belum

“memangnya kenapa? Aku kan hanya bilang, lagipula yoona unnie itu kan kekasih siwon oppa, jadi aku berhak memberitahunya pada siwon oppa,” balas sulli

“aiisssh kau itu…” baru saja hendak mengomeli sulli lagi, minho langsung ditahan oleh siwon

“sudahlah, tidak apa-apa minho-ssii, lagipula sulli kan belum mengetahuinya,” ujar siwon, sulli yang mendengarnya langsung menaikkan satu alisnya dan menatap siwon

“apa maksud oppa aku belum mengetahuinya?” Tanya sulli bingung

“ehm, masalah aku dan yoona, aku dan yoona sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi,” jelas siwon membuat sulli tersentak

“mwo? Maksud oppa, oppa sudah putus dengan yoona unnie?” Tanya sulli yang masih kaget

“ne, sudah sejak kepindahan kita ke Italy,” jawab siwon

“tapi bagaimana bisa oppa?” Tanya sulli lagi

“yak! Sulli-ya sudah tidak usah bertanya itu lagi, sudah cepat habiskan makananmu itu dan setelah itu aku akan mengantarkanmu pulang,” sergah minho langsung dan langsung menarik tangan sulli lalu meninggalkan siwon

“haaah yoona kenapa kau masih berteman baik dengan adikku,” ucap siwon sambil memegangi kepalanya. Sekarang kenangan bersama yoona teringat lagi oleh siwon, terutama kenangan saat ulang tahun yoona dimana pada waktu itu siwon berjanji akan selalu bersama yoona dan berjanji akan menjaga yoona, kenangan itu membuat siwon sakit, karena sekarang siwon sudah mengingkari janjinya. Siwon pun hanya bisa menundukkan kepalanya saat mengingat kejadian itu.

@Seoul Street (ngasal abiss)

Donghae dan yoona masih dalam perjalanan pulang, namun saat ditengah perjalanan tiba-tiba saja donghae menghentikan motornya di jembatan sungai han,

“kenapa kita berhenti disini?” Tanya yoona bingung

“turunlah, aku mau menikmati pemandangan sungai Han terlebih dahulu,” jawab donghae seraya turun dari motornya dan yoona hanya bisa mengikutinya.

Mereka berhanti tepat ditengah jembatan Sungai Han, disana keduanya sama-sama terhanyut dengan pikirannya masing-masing.

‘apa aku harus mengatakannya pada yoona sekarang?’ batin donghae sambil terus memandangi yoona, yoona yang menyadarinya langsung menoleh kearah donghae

“oppa, aku mau ice cream?” ucap yoona tiba-tiba membuat donghae terbangun dari lamunannya

“nde?” Tanya donghae yang masih bingung

“aku mau ice cream strawberry oppa,” ucap yoona lagi

“haha~ kau itu seperti anak kecil ya, yasudah aku akan belikan kau ice cream, tunggu disini,” ucap donghae dan yoona hanya mengangguk.

Author POV end

Donghae POV

Aku sangat senang karena akhirnya aku bisa mengajaknya kesebuah tempat yang sangat ia sukai, aku terus memperhatikannya, rasanya mata ini sulit untuk melepaskan pandanganku dari wajahnya. Aku masih terus memegang tanganku yang ia pegang tadi.

“oppa aku mau ice cream?” ucanya tiba-tiba dan membuatku tersadar dari lamunanku

“nde?” tanyaku bingung

“aku mau ice cream strawberry oppa,” ucap yoona lagi

“haha~ kau itu seperti anak kecil ya, yasudah kalau begitu aku akan belikan kau ice cream, tunggu disini,” jawabku lalu pergi meninggalkannya untuk membelikannya ice cream.

Aku sangat suka tingkah manjanya tadi, sungguh ia benar-benar cantik kalau seperti itu. Aku berjalan menuju ke arah penjual ice cream

“ajjusshii aku pesan ice cream rasa strawberry dua ya,” pesanku pada penjual ice cream

“ne,tuan tunggu sebentar,” jawabnya dan aku hanya mengangguk

aku masih memikirkan haruskah aku mengatakannya sekarang, tapi itu tidak mungkin, aku takut yoona menolakku, apalagi jika aku terus teringat dengan kata-kata taecyeon hyung.

“secinta itukah yoona pada namja yang bernama siwon?” pikirku kesal

“ehm besok ulang tahunnya, apa aku harus mengataknnya tepat pada hari ulang tahunnya, akkhh aku bingung” pikirku lagi

“ini tuan ice cream strawberrynya,” seru penjual ice cream itu

“ah ye, ini uangnya, gomawo ajjushhii,” ucapku seraya membayar ice cream yang aku beli

“ne, cheonma~,” balas penjual itu.

Aku pun berjalan menuju tempat yoona tadi, tapi langkahku terhenti saat melihat yoona tidak ada ditempat tadi,

“kemana dia?” pikirku lalu memutuskan untuk mencarinya

“yoona kau dimana?” teriakku sambil mengelili taman yang ada disekitar pinggiran sungai Han. Namun, yoona tetap tidak ada,

“yoona-ssii kau dimana?” pikirku terus sambil membawa ice cream yang tadi aku beli

“oppa aku disini~!” seru seseorang tiba-tiba yang tak lain adalah yoona, aku merasa lega saat melihatnya, aku kira dia hilang

“kau itu darimana saja huh? Kau tau aku mencari tadi, sampai aku mengira kalau kau hilang,” ucapku sedikit kesal

“mianhae oppa, tadi oppa membeli ice creamnya lama sekali, jadi aku bosan dan berjalan-jalan ditaman ini,” jawabnya lirih, aku jadi tidak enak tadi sudah memarahinya

“sudahlah jangan begitu, ini ice cream strawberrymu,” balasku sambil memberikan ice cream tadi

“gomawo oppa,” ucapnya seraya menunjukkan wajah cerianya lagi, aku pun tersenyum melihatnya.

Donghae POV end

Yoona POV

Aku bosan menunggu donghae oppa disini, dia lama sekali membeli ice creamnya. Aku memutuskan untuk berkeliling ditaman sejenak sambil menikmmati keindahan sungai han. Tapi, langkahku terhenti saat melihat sebuah tempat yang paling mengesankan bagiku,

“siwon oppa,” ucapku lirih tiba-tiba, karena tempat itu adalah tempat dimana siwon oppa berjanji akan selalu bersamaku dan menjagaku sampai kapanpun

Flashback~

Hari ini hari ulang tahunku, tapi siwon oppa sama sekali belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku dan ia malah menyuruhku pergi ketaman didekat sungai Han. Aku berjalan dengan santai, aku menikmati hembusan angin malam yang sangat sejuk ini, aku berjalan menuju sebuah taman yang nampaknya sangat gelap

“kenapa disini gelap sekali?” bingungku, aku pun membalikkan badanku dan saat aku membalikkan badanku, tiba-tiba saja ada lilin yang sengaja disusun membentuk Love dan ditengahnya ada tulisan namaku,

“saengil chukkaehamnida…saengil chukkaehamnida, saengil chukka My Deer, saengil chukkaehamnida….” Terdengar suara seorang namja yang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Aku tau itu suara siwon oppa,

“oppa,” panggil yoona

“selamat ulang tahun deer, semoga kau selalu menjadi bintang penerang dihatiku,” ucapny seraya tersenyum menatapku

“gomawo oppa,” balasku senang

“ne, cheonma~. Sekarang kau tiup lilin ini dan ucapkan harapanmu” suruhnya dan aku mangangguk

Tuhan, aku mohon jangan pisahkan aku dengan siwon oppa, namja yang sudah mengisi hatiku selama ini. Dan buatlah dia agar selalu mencintaiku dan menjagaku……

Setelah itu aku langsung meniup lilin itu, kutatap siwon oppa yang kini sedang tersenyum kearahku dan aku pun membalasnya dengan senyuman indah.

“sekarang kau harus memotong kuenya,” suruhnya lagi, aku pun memotong kue itu dan langsung memberikannya pada siwon oppa

“ini, potongan pertama untuk orang yang paling special,” ujarku sambil memberikan kue yang tadi aku potong untuknya

“gomawo,” balasnya lalu mengambil kue itu

“oppa, apa kau sudah mempersiapkan ini semua untukku?” tanyaku

“ne, aku sengaja mempersiapkan ini semua untukmu,” jawabnya sambil mengenggam tanganku

“gomawo oppa,” ucapku lirih

“ne, oh iya aku sudah mempersiapkan makan malam untuk kita, kajja,” ujarnya tiba-tiba sambil menarik tanganku

Aku pun mengikuti siwon oppa, sampai kami sampai disebuah tempat dimana tempat itu didesaign sangat romantic

“kau suka?” tanyanya

“nde? Ah ye, aku sangat suka oppa, ini semua sangat indah,” jawabku sambil melihat lampu-lampu malam yang indah

“kajja, aku sudah siapkan makan malam special untuk kita,” ajaknya lalu aku pun duduk disebuah meja makan yang sangat cantik,

Tiba-tiba saja tangan siwon oppa bertepuk dan seketika muncul suara alunan music yang sangat indah dan kembang api yang indah menambah suasana romantic disini,

“aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu Im Yoon Ah,” ucapnya sambil mencium ujung tanganku, lalu ia mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku jasnya,

“untukmu,” serunya sambil menyerahkan kotak itu

“apa ini oppa?” tanyaku

“buka saja,” suruhnya

Saat aku membukanya, ternyata berisi sebuah kalung yang sangat indah dengan tulisan Hangul namaku dan siwon oppa, aku benar-benar tidak menyangka kalau siwon oppa akan memberikanku hadiah seperti ini,

“bagaimana kau suka?” tanyanya

“ne, aku sangat menyukainya, gomawo oppa,” jawabku terharu

“sini biar aku pakaikan,” ucapnya lalu memakaikan kalung itu dileherku

“kau Nampak cantik dengan kalung itu,” ujarnya saat melihatku mengenakan kalung itu dan dengan spontan aku langsung memeluknya dengan erat

“saranghae oppa,” ucapku

“nado, saranghae chagii~,” balasnya lalu melepaskan pelukanku

“aku akan berjanji padamu aku akan selalu berada disampingmu dan selalu menjagamu, karena aku mencintaimu,” jelas siwon oppa padaku, aku benar-benar terharu dengan pernyataan siwon oppa barusan dan dengan seketika aku langsung memeluknya lagi.

Flashback end~

Rasanya ingin sekali memutar waktu lagi, aku ingin sekali merasakan pelukan hangatnya dan mendengarkan lagi janjinya yang akan selalu disampingku dan selalu menjagaku,

“yoona-ssii kau dimana?” teriak seseorang tiba-tiba

“donghae oppa?” kagetku, pasti saat ini dia sedang mencariku, aku langsung berlari kesumber suara

“oppa aku disini!” seruku dan aku melihat donghae oppa yang tengah membawa ice cream yang tadi ia beli

“kau itu darimana saja huh? Kau tau aku mencari tadi, sampai aku mengira kalau kau hilang,” ucapnya sedikit kesal

“mianhae oppa, tadi oppa membeli ice creamnya lama sekali, jadi aku bosan dan berjalan-jalan ditaman ini,” jawabku lirih sambil menatapnya

“sudahlah jangan begitu, ini ice cream strawberrymu,” balasnya sambil memberikan ice creamnya tadi

“gomawo oppa,” ucapku seraya menunjukkan wajah ceriaku lagi.

Setelah selesai memakan ice cream dan waktu yang hampir menjelang sore hari, aku dan donghae oppa memutuskan untuk pulang. Didalam perjalan seperti tadi, donghe oppa menjalankan motornya dengan kecepatan rata-rata. Jujur saja aku paling takut kalau harus dibonceng (?) motor seperti ini.

Sesampainya dirumah, aku langsung turun dari motornya dan tidak lupa untuk mengucapakan terima kasih pada donghae oppa,

“gomawo oppa, sudah mengantarkanku pulang dan gomawo untuk ice creamnya tadi,hehe~,” ucapku

“ne, cheonma~, sudah sana cepat masuk aku takut kau diomeli taecyeon hyung gara-gara pulang telat,” balasnya dan aku hanya mengangguk seraya tersenyum, aku pun membalikan tubuhku, namun tiba-tiba ia menarik tanganku lagi

“wae oppa?” kagetku

“anni, hanya ingin mengatakan mimpi yang indah,” ucapnya dan aku hanya tertawa kecil melihatnya dan seketika donghae pun mulai berlalu dari pandanganku.

Kulangkahkan kakiku masuk kedalam rumah, terlihat juga mobil taecyeon oppa yang sudah terparkir dibagasi rumah, tanda kalau dia sudah pulang. Aku membuka pintu rumahku

“aku pulang!” seruku sambil menutup pintu lagi

“kau darimana saja haah? Kenapa jam segini kau baru pulang?” Tanya taecyeon oppa tiba-tiba

“mianhae oppa, tadi aku pergi sebentar dengan donghae oppa, mian tadi aku tidak memberitahu oppa terlebih dahulu,” sesalku sambil menundukkan kepalaku

“hmmm, yasudah cepat sana masuk, oh iya apa kau sudah makan malam?” Tanya taecyeon oppa

“aku tidak lapar oppa, sudah ya aku mau kekamar dulu,” jawabku langsung naik ketangga menuju kamarku, sesampainya dikamar kututup pintu kamarku dan menguncinya, setelah itu kurebahkan badanku dikasur empukku ini.

Aku teringat dengan tempat itu lagi, tempat dimana siwon oppa mengucapkan janjinya,

‘bagaimana kabarnya sekarang?’ batinku sambil memejamkan mataku.

Besok adalah hari ulang tahunku, aku tidak tahu apakah siwon oppa akan mengucapkan selamat ulangtahun atau tidak padaku. Walaupun ditahun-tahun sebelumnya, ia sama sekali tidak mengucapkannya, tapi aku berharap semoga kali ini dia mengucapkannya untukku.

Yoona POV end

Siwon POV

Setelah selesai makan siang aku langsung kembali kekantor, saat sedang berjalan aku tidak sengaja menabrak seseorang

BRUUKKK

“ah mianhae aggashhiii, mianhae kau tidak apa-apa?” tanyaku sambil membantunya untuk merapikan buku-bukunya

“eh? Kau orang korea?” tanyanya bingung karena aku tadi berbicara menggunakan bahasa korea,

“ne, apa aggashhii juga dari korea?” tanyaku balik dan ia pun berdiri

“ne, Jessica Jung imnida, aku juga orang korea,” jawabnya memperkenalkan diri

“oh, Choi Siwon imnida, senang bisa berkenalan denganmu,” balasku

“jadi kau choi siwon? Direktur muda dari Choi’s Group?” tanyanya lagi

“ne, benar,” jawabku tersenyum

“ah aku dari Style Group’s, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini,” ucapnya senang

“jinjjja? Wah ternyata kau dari Style Group’s,” balasku tidak kalah tersenyum

“ne, yasudah kalau begitu aku permisi dulu, senang bisa bekerja sama dengan perusahaanmu,” ucapnya seraya pamit

“ne, terima kasih juga karena sudah mempercayakan pada perusahaan kami,” balasku lagi dan ia hanya tersenyum lalu berjalan meninggalkanku.

Setelah itu aku berjalan menuju ruanganku yang berada dilantai 4, aku menaiki lift dan setelah sampai kulangkahkan kakiku menuju ruanganku. Aku langsung masuk kedalam ruanganku, kurebahkan tubuhku dikursi kerjaku, kurenggankan sedikit dasiku dan tiba-tiba terdengar ketukan pintu

TOK TOK TOK

“masuk,” suruhku dan masuk seoranga namja yang tak lain minho

“wae?” tanyaku langsung

“HYUUUUUUNGGGG!” teriaknya tiba-tiba

“YAK! Kau itu kenapa berteriak-teriak seperti itu?” kesalku sambil menutup kupingku

“barusan aku bertemu dengan appa, appa bilang besok kita akan kembali kekorea hyung!” riangnya dan seketika aku membelakkan mataku dengan apa yang dikatakan minho barusan

“jinjjayooo? Kau tidak bohongkan?” tanyaku sedikit kaget bercampur senang

“untuk apa aku bohong hyung, kalau hyung tidak percaya Tanya saja sana sendiri, yeee aku bisa bertemu dengan Yeojachingu lagi,Krystal-ssiii neomu bogoshippooo!” teriaknya lagi

“sudahlah kalau kau mau teriak-teriak diluar sana.” Omelku dan ia hanya tetap tersenyum-senyum seraya keluar dari ruanganku

“apakah benar? Tapi bukankah proyek baru appa belum selesai,” pikirku lalu kuputuskan untuk menemuinya

TOK TOK TOK

Kuketuk pintu ruangannya

“masuk!” teriak appa dari dalam dan aku pun masuk kedalam ruangannya

“appa” panggilku dan ia tersenyum melihatku

“ah siwon-ssii masuklah, duduklah,” suruh appa dan aku hanya mengangguk lalu duduk dihadapannya

“apa kau sudah mendengar berita dari minho?” Tanya appa langsung

“nde? Ah ye, tapi benarkah besok kami akan kembali kekorea? Bukankah proyek baru apa belum selesai?” tanyaku beruntun dan appa hanya tersenyum kearahku

“kau sudah terlalu banyak membantu appa dan appa rasa itu sudah cukup dan untuk masalah proyek baru appa sudah menyerahkan pada Manager Kwon, jadi kau tenang saja,” jelas appa dan seketika aku langsung tersenyum mendengar penjelasan appa barusan

“apa appa yakin dengan Manager Kwon, aku masih betah tinggal disini appa, aku masih bisa membantu appa juga,” ucapku dan appa tersenyu lagi

“kau tidak perlu khawatir, yang terpenting tugasmu selama 6 tahun ini bisa kau kerjakan semuanya dengan baik dan appa benar-benar tidak menyangka kalau kau bisa menyelesakan dengan baik,” ucap appa lagi

“gomawo appa, baiklah kalau begitu aku permisi dulu,” pamitku dan beranjak dari tempat dudukku

“oh iya, besok kau dan adik-adikmu akan berangkat pukul 07.00 pagi, jadi jangan sampai telat, arraseo?” jelas appa

“ne, arra,” jawabku dan keluar dari ruangannya.

Aku melangkahkan kakiku dilorong gedung ini, aku berhenti didepan jendela gedung ini, aku melihat keindahan kota Roma dari jendela ini. Mungkin ini menjadi hari terakhirku disini, aku tidak tahu seperti waktu 6 tahun terasa sangat cepat dan tidak terasa besok aku sudah harus kembali kenegara asalku korea. Kupejamkan mataku sejenak dan aku teringat sesuatu, besok tanggal 30 mei dan itu adalah

“yoona!” ucapku tiba-tiba teringat kalau besok adalah hari ulang tahunnya, aku tidak menyangka akan secepat ini, kulangkahkan kakiku segera menuju ruanganku dan bergegas merapikan semua berkas-berkas dan pulang untuk merapikan pakaianku karena besok aku akan segera berangkat kekorea.

~~

Sesampainya dirumah, kuparkirkan langsung mobilku dibagasi dan langsung keluar dari mobilku. Kubuka pintu rumahku dan terlihat minho sedang asyik menonton televise

“kenapa ia tidak beres-beres?” pikirku lalu berjalan menuju kearahnya

“minho-ssii, mana sulli?” tanyaku sambil mencari sulli

“oh dia, sedang sibuk dengan kopernya,” jawab minho santai

“ehhm, kau tidak beres-beres?” tanyaku yang melihatnya sangat santai

“hyung tidak lihat koper-koper disana?” tanyanya sambil menunjuk kearah 3 buah koper besar

“aigooo, banyak sekali barang-barangmu, kau itu namja atau yeoja?” tanyaku sedikit tercengang melihat kopernya

“tentu saja aku ini namja hyung, lagipula itu belum seberapa, hyung lihat saja sana si sulli, kopernya lebih banyak dibandingkan koperku,” ucapnya sambil menengok kearah kamar sulli, aku hanya bisa menghela nafasku dan berjalan menuju kamar sulli

“sulli-yaa? Apa kau sudah selesai?” tanyaku sambil mengetuk pintu kamarnya

“ne, oppa sedikit lagi,” jawabnya, aku pun masuk kedalam kamarnya dan aku tercengang melihat koper sulli yang amat sangat banyak,belum lagi ditambah tas-tas tambahan yang ia bawa

“omona, sulli kau itu banyak sekali bawaanmu?” tanyaku masih terus melihat barang-barang bawaannya

“hehe, habis kita kan besok akan kembali, jadi aku harus membawa semua barang-barangku dan sebenarnya tidak semua koper berisi pakaianku, ada juga koper yang berisi buah tangan untuk Taemin oppa,” jelasnya sambil menunjuk sebuah koper besar

“mana mungkin taemin mau menerima buah tanganmu itu yang sangat banyak?” tanyaku lagi

“tentu saja dia mau, dia itu kan namjachinguku oppa, oppa sudah beres-beres?” tanyanya balik

“belum, nanti aku akan beres-beres yasudah kalau begitu ingat besok kita berangkat pukul 07.00 pagi jadi jangan sampai telat, arraseo?” jelasku sambil memegang rambutnya

“ne, arra!” jawabnya semangat.

Aku keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamarku, ku lepaskan jasku dan sepatuku, rasanya benar-benar sangat melelahkan. Kulirik koper-koper yang sudah disiapkan oleh Grace ajjhumma. Kuambil semua pakaianku mulai dari baju, kaos, celana, jas, jaket, dan semua yang ada dilemariku. Lalu kumasukkan kedalam koper besarku, aku juga membawa beberapa barang-barangku yang ada disini yang sebelumnya juga aku bawa dari korea. Setelah semuanya selesai ku rebahkan tubuhku sejenak pada sofa yang ada dikamarku

“huh, melelahkan,” ucapku, aku teringat dengan adik-adikku yang membawakan souvenir untuk masing-masing kekasihnya. Sedangkan, aku tidak akan membawa souvenir apapun.

Aku memutuskan untuk membasuh tubuhku sejenak dan setelah mandi aku berganti dengan piyama tidur. Aku sengaja tidur lebih awal agar besok tidak terlambat bangun.

Siwon POV end

SKIIIIPPPPPP…

Author POV

30 Mei ….

Terlihat seorang namja yang tengah sibuk memilih bunga ditoko bunga, ia Nampak bingung untuk memilih bunga yang akan dia beli, hingga akhirnya ia memilih sebuah bunga

“ajjhumma, aku pilih bunga yang ini saja ya,” seru namja yang tak lain adalah donghae, ia sengaja membeli bunga untuk ia berikan kepada yoona sebagai hadiah ulang tahun yoona

“baik tuan, tunggu sebentar,” jawab ajjhumma itu, donghae memilih sebuah bunga mawar berwarna merah karena ia yakin kalau yoona pasti akan menyukainya

“ini tuan bunga anda,” ucap ajjhumma itu sambil menyerahkan sebuket bunga mawar kepada donghae dan donghae pun tersenyum lalu mengambil bunga itu

“khamsahamnida ajjhumma,” ucap donghae setelah membayar bunga itu dan ia pun langsung menaiki moto sportnya dan beranjak kerumah yoona

“tunggu aku yoona,” ucapnya lagi dan langsung menjalankan motornya.

@yoona House

Terlihat seorang yeoja yang masih terlelap dalam tidurnya, lalu masuklah seorang namja kedalam kamarnya dan berusaha untuk membangung yeoja yang tak lain adalah yoona

“yoona, cepat bangun kau sudah ditunggu oleh appa dibawah,” ucap seorang namja yang tak lain adalah Taecyeon

“ehhmmm,” yoona hanya menggeliat dalam tidurnya, sedangkan taecyeon hanya berdecak kesal dan cepat taecyeon langsung menarik selimut yoona

“YAKKK! IM YOON AH CEPAT BANGUN!” teriak taecyeon langsung dan membuat yoona langsung terlonjak dari tidurnya, taecyeon yang melihatnya hanya tersenyum puas karena akhirnya ia dapat membangunkan dongsaengnya itu

“haaah oppa, kau itu apa-apaan sih! Kenapa berteriak seperti itu!” kesal yoona

“habis, kau dari tadi kau ku bangunkan tapi tidak bangun-bangun,” jawab taecyeon santai

“tapi tidak usah berteriak seperti itu,” ketus yoona

Plakkk

Taecyeon memukul pelan kepala yoona,

“yak! Oppa! Appo! Awww..” protes yoona dan taecyeon hanya membalasnya dengan senyuman kemenangan

“sudah jangan banyak protes, cepat turun kau sudah ditunggu appa,” suruh taecyeon lalu keluar dari kamar yoona

“haaah taecyeon oppa kau sangat menyebalkan!” teriak yoona dari dalam kamarnya, dengan malas ia beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandinya.

Setelah beberapa saat ia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaiannya, ia mengambil kemeja berwarna Pink dan celan jeans hitam panjang. Setelah selesai merias diri, yoona pun keluar dari kamarnya menuju meja makan, tapi ada yang mengganjal, yoona pu segera turun dan melihat kemeja makan

“SAENGIL CHUKKAEHAMNIDAAAA YOONA!” teriak semua orang tiba-tiba termasuk appanya dan taecyeon beserta Yui, yoona membulatkan matanya sempurna melihat kejadian ini

“saengil chukkae yoona-ssii!” ucap yuri sahabat yoona

“ne, gomawo yuri , aku benar-benar tidak menyangka kalau kalian semua akan memberikan kejutan seperti ini padaku,” balasku tersenyum senang

“sebenarnya ini semua rencan taecyeon oppa dan Im ajjhussii,” balas yuri sambil melirik kearah taecyeon dan Im ajjhusii, yoona pun hanya tersenyum melihatnya.

Akhirnya mereka pun mengadakan pesta kecil dirumah yoona, yoona Nampak senang dengan kejutan yang diberikan Im ajjhussii, taecyeon dan teman-temannya. Namun, sedari tadi yoona Nampak seperti mencari seseorang

“kau mencari donghae?” Tanya taecyeon tiba-tiba

“nde? Ah aniio, aku tidak…” ucapannya terputus

“aku sudah tau kau pasti mencarinya, cepat kau datang kejembatan sungai Han, dia sedang menunggumu disana,,” suruh taecyeon, yoona mengangkat sebelah alisnya lalu sedetik kemudian dia langsung masuk kedalam mobilnya dan beranjak pergi kejembatan sungai Han.

Sesampainya disana, yoona langsung turun dari mobilnya dan mencari sosok donghae, yoona berjalan ketengah jembatan, tapi ia belum melihat sosok donghae sama sekali,

“kemana donghae oppa?” pikir yoona

“kau mencariku?” Tanya seseorang tiba-tiba dan yoona pun membalikkan badannya dan melihat sosok donghae yang sudah ada dibelakangnya

“oppa” panggil yoona

“ini untukmu,” ujar donghae sambil memberikan sebuket bunga mawar merah untuk yoona,

“gomawo oppa,” ucap yoona lalu mengambil bunga itu

“ehmm yoona ada yang ingin aku bicarakan denganmu…” ucap donghae tiba-tiba dan membuat yoona bingung

“mwo oppa?”  Tanya yoona penasaran

“aku…aku.. aku mencintaimu yoona,” jawab donghae gugup dan yoona hanya bisa terbelak kaget mendengar kata-kata donghae barusan

“oppa…bilang apa barusan?” Tanya yoona kaget

“aku mencintaimu yoona, maukah kau menjadi pacarku?” Tanya donghae sambil menggenggam tangan yoona, yoona yang menyadari itu dengan cepat melepaskan tangannya dari genggaman donghae

“sebelumnya mian oppa, tapi aku tidak bisa menerimamu, aku…” belum sempat melanjutkan ucapannya donghae langsung memotongnya

“apa ini semua karena siwon? Untuk apa kau masih menunggu orang yang mungkin sekarang tidak akan kembali?” Tanya donghae kesal

“mian, mianhae, aku masih belum bisa melupakannya,” jawab yoona mulai terisak

“hah! Aku tidak menyangka kau masih saja mencintai orang yang sudah mengkhianati janjinya!” kesal donghae lalu pergi meninggalkan yoona yang masih menangis.

~~

@Incheon Internasional Airport 12.00 KST

Akhirnya siwon, minho, dan sulli sampai dikorea dengan selamat. Siwon masih sibuk menyelesaikan paspornya, sedangkan minho dan sulli menunggunya ditempat kedatangan internasional

“aku jadi tidak sabar ingin cepat-cepat bertemu dengan taemin oppa, aaah neomu bogoshipo!” ucap sulli senang

“ne, aku juga, aku tidak sabar ingin bertemu dengan krystal, kira-kira dia merindukanku tidak ya?” pikir minho

Sulli dan minho masih asyik dalam pemikirannya masing-masing, mereka memikirkan pasangannya masing-masing, sementara siwon masih sibuk mengurusi paspor mereka

“permisi, aku mau mengurus paspor kepindahanku,” selak seorang yeoja tiba-tiba

“yak nona! Bisa kau mengantri ?” kesal siwon, karena yeoja tadi menyelaknya

“ah mianhae, aku sangat buru-buru karena…” ucapan yeoja itu terputus

“Jessica?” kaget siwon Karena ternyata yeoja itu adalah Jessica

“siwon?” kaget Jessica juga

“kau juga datang kekorea?” Tanya siwon lagi

“ne, pekerjaanku diItaly sudah selesai, kau sendiri?” Tanya Jessica

“ne, aku juga, aku pulang bersama kedua adikku,” jelas siwon

“oh begitu, Kau naik apa nanti?” Tanya Jessica

“aku dijemput supirku, kau sendiri?” Tanya siwon balik

“aku juga dijemput supirku, yasudah kalau begitu aku duluan ya, annyeong..” pamit Jessica dan siwon hanya mengangguk sambil menatap Jessica yang mulai menghilang dari pandangannya.

Setelah selesai mengurus paspor, siwon pun menyusul minho dan sulli yang sedang menunggunya,

“oppa sudah selesai? Kenapa lama sekali?” Tanya sulli langsung menghampiri siwon

“ne, tadi oppa bertemu dengan teman oppa, jadi kami mengobrol sebentar,” jawab siwon tersenyum

“jinjja? Ah yasudahlah kajja kita pulang,” riang sulli langsung menarikku, sementara minho masih asyik dengan I-Phonenya

Supir Han sudah siap didepan mobilnya dan langsung membantu kami untuk memasukkan koper kami kedalam mobil, siwon duduk disamping supir Han, sedangkan minho dan sulli duduk dibelakang. Supir Han mulai menjalankan mobilnya, disepanjang jalan mata siwon sama sekali tidak lepas dari pemandangan indah kota Seoul yang amat sangat ia rindukan. Sementara , minho dan sulli masih asyik dengan I-Phonenya masing-masing

“kyaaaa! Taemin oppa mengajakku bertemu diTaman dekat jembatan sungai Han!” teriak sulli tiba-tiba

“yak kau itu! Kenapa berteriak-teriak?” kesal minho yang ada disampingnya

“supir Han tolong antarkan aku keJembatan sungai Han terlebih dulu ya, aku mau bertemu dengan taemin oppa dulu,” pinta sulli

“aiish kau itu, kita kan baru sampai!” kesal minho

“sudah tidak apa-apa tuan, baiklah saya akan mengantarkan nona terlebih dahulu,” jawab supir Han dan seketika sulli menengok kearah minho dengan tatapan penuh kemenangan dan minho hanya bisa berdecak kesal melihatnya. Siwon melihat tingkah kedua adiknya hanya bisa tertawa.

Mereka pun sampai di Jembatan sungai Han, sulli turun lebih dulu disusul minho dan siwon,

“oppa aku mau kesana dulu ya, taemin oppa sudah menungguku, annyeong..” pamit sulli langsung dan meninggalkan siwon dan minho

“aiishh anak itu,!” kesal minho

“sudahlah minho, biarkan saja, mungkin dia sangat rindu dengan taemin” sergah siwon

“huft~, hyung apa kau tidak merindukan yoona noona?” Tanya minho dan seketika siwon menoleh kearah minho

“ehm tidak, aku tidak merindukannya, lagipula dia bukan lagi yeojachinguku” bohong siwon

“hyung tidak perlu membohongi diri sendiri, aku tau hyung masih mencintai yoona noona,” ujar minho

“sudahlah jangan bahas masalah itu dulu, kau sendiri? Kau tidak bertemu dengan krystal?” Tanya siwon dan minho hanya menggeleng lalu mengalihkan pandangannya kearah I-Phonenya lagi.

Setelah beberapa saat siwon merasa sangat bosan dan memutuskan untuk berkeliling sejenak

“hyung kau mau kemana?” Tanya minho yang melihat siwon pergi

“aku mau keliling sebentar, kau tunggu saja disana!” teriak siwon dan minho hanya berdecak kesal.

Author POV end

Siwon POV

Aku melangkahkan kakiku ditempat yang paling indah ini, sungai Han adalah saksi dari semua kisah cintaku dengan Yoona. Andai saja yoona ada disini dan aku masih teringat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya ingin sekali mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Aku masih terus berjalan-jalan hingga mataku menemukan sosok yeoja yang wajahnya tak asing lagi dimataku.

“Yoona,” lirihku, ku dekatkan lagi langkahku dan kini aku sudah tepat berada dibelakangnya

“siwon oppa neomu bogoshipo, neomu bogoshipo, hiks hiks…” ucapnya menangis, aku yang tidak tahan dengan ini semua langsung kutarik ia kedalam pelukanku. Dia Nampak kaget karena tiba-tiba aku memeluknya,

“nuguya?” tanyanya berusaha melepaskan pelukanku

“biarkan seperti ini,” pintaku sambil mengeratkan pelukanku

“siwon oppa?” tanyanya kaget, aku pun melepaskan pelukanku dan menatapnya

“ne, ini aku,” jawabku seraya menghapus airmata dipipinya

“oppa neomu bogoshipooo!” ucapnya langsung memelukku dan aku pun membalas pelukannya

“nado bogoshipo, mian aku telah membuatmu kecewa,” lirihku sambil mencium ujung kepalanya

“annio, aku sudah berjanji akan terus menunggu oppa sampai kembali” jawabnya lalu mengeratkan pelukannya dan untuk beberapa saat kami pun melepaskan pelukan kami dan aku menatapnya

“saengil chukkaehamnida My Deer, kali ini aku berjanji akan selalu disampingmu dan menjagamu,” ucapku dan seketika tersenyum

“I’m always wait your promise oppa..” balasnya dan aku pun mencium bibirnya kilat

“gomawo chagii~, saranghae Im Yoon Ah…” ucapku

“nado saranghae Oppa….” Balasnya dan untuk kesikian kalinya aku memeluknya lagi.

Aku akan berjanji akan terus menjagamu Yoona dan akan selalu mencintaimu walaupun aku harus melepaskanmu,

‘SARANGHAE MY DEER, IM YOON AH!’ .

Siwon POV end

‘Sementara itu…’

Donghae menggas motor sportnya dengan kecepatan tinggi, ia benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya saat ini, ia sydah terlanjur kecewa dengan penolakan yoona. Padahal selama ini ia sudah menunggu kurang lebih 5 tahun untuk bisa menjadi kekasih yoona, ia terus menggas motornya dengan kecepatan diatas rata-rata dan ditengah jalan tiba-tiba saja donghae hampir menabrak seorang yeoja

“AAAAAAA….” Teriak yeoja itu

CIIIIIT

Donghae menghentikan motornya dan langsung turun dari motornya

“nona gwencana?” Tanya donghae khawatir dan seketika donghae yeoja itu

“yak! Kau itu tidak punya mata apa? Hah?” kesal yeoja itu

“Jessica ?” kaget donghae

“eh? Donghae?” kaget Jessica

“kau kapan kau kembali? Kenapa tidak memberi tahuku?” Tanya donghae langsung

“aku baru saja sampai, hehe mian tidak memberi tahumu,” jawab Jessica

“yasudah kalau begitu kajja aku antar kau pulang,” tawar donghae dan Jessica menerimanya dengan senang hati lalu donghae pun mengantarkan Jessica pulang. Ternyata Jessica dulu adalah mantan pacar donghae, sejujurnya donghae masih menyukai Jessica, begitu pula sebaliknya.

 

END

Gimana readers seru nggak ceritanya? ini ff Oneshoot kedua aku lho,hehe~. Jujur aku nggak tau ini ff nyambung apa nggak, tapi mudah-mudahan aja nyambung ya #amiinn# dan buat Gee, gomawo udah ngeshare ff ku ini. Mudah-mudahan semuanya suka sama ceritanyaa….jangan lupa coment ya…

Gomawo…..

 

Tinggalkan komentar

88 Komentar

  1. Vhiiee Raflatahugs Sejatiie

     /  Juni 6, 2012

    romantis deh nie ceritanya ..
    keren😀

    Balas
  2. nah loe….. jessica kog mendadak ikut haeppa???? bukanx td mw dijemput supir hehe…
    moment yoonwonx dikit bgt thor..

    Balas
  3. JJ

     /  Juni 22, 2012

    lucu bngetz crt_a,,,,,,,,,,,,,

    Balas
  4. E_sparkyu

     /  Juni 22, 2012

    horeeee happy ending
    yoong unnie keren setia nunggu won oppa slma 6 th
    ada haesica jga.. tp dikit n gantung
    ok daebak buat author

    Balas
  5. phian

     /  Juli 5, 2012

    yeee….hore
    akhirnya……

    Balas
  6. Everlasting Friends

     /  Juli 13, 2012

    sik asik … akhirnya happy ending juga!!!

    Balas
  7. devira

     /  Agustus 14, 2012

    akhrnya yoonwon bersatu lg🙂

    Balas
  8. vinny

     /  Agustus 16, 2012

    bagus

    Balas
  9. vinny

     /  Agustus 16, 2012

    bagus😀

    Balas
  10. deka

     /  September 11, 2012

    aku suka ko eon keren..
    lanjut ya

    Balas
  11. siska

     /  Oktober 3, 2012

    bagus

    Balas
  12. deka

     /  Oktober 20, 2012

    like this

    Balas
  13. Waaahhh… Kerenn. Walupun jarak memisahkan YoonWon, Hati mereka teuteup satu ya … >.< #Lebayyyy dah…😀
    So sweet … nado saranghae Oppa…🙂

    Balas
  14. Novi Andriani

     /  Januari 25, 2013

    kenapa gak dilanutkan aja cerita YoonWon nya?

    Balas
  15. Desbbuing

     /  Maret 20, 2013

    haaa dari pict nya aja aku suka, apalagi ff nya ^^ wuaaaah so sweet banget yah mereka nunggu ampe 6th..

    Balas
  16. merry-ssi

     /  April 25, 2013

    tHor endiNgnya agaK aneh
    MIan….
    TpI alUrnya keren kq tHor
    Qu suKa
    GOmawo
    tIada pNyesalan penantIan yOona ssi akhirny bsa bersatU ma woNpa…
    FightIng

    Balas
  17. IDA

     /  Juni 6, 2013

    terakhirnya kayak dipaksakan -momen haesica- *menurutku

    Balas
  18. aat yoonwon

     /  Juni 18, 2013

    Penantian yang tidak sia-sia

    Balas
  19. miyoon

     /  Juli 9, 2013

    #Demo sequel sequel ayo sequel thorr ;D

    Balas
  20. Nisa prian

     /  Agustus 1, 2013

    Daebak thor…
    Buat ff oneshoot lgi ne…

    Balas
  21. berta307

     /  September 17, 2013

    akhirnya yoonwon bersatu,, moment yoonwon’y sdkit bgt chingu, tp tetep sk sm ff kmu kok ..

    Balas
  22. Merisa Hermina putri

     /  November 28, 2013

    Yeeeeee akhirnya hahahahah , keren thor

    Balas
  23. lutfie

     /  Desember 12, 2013

    ‘jdi inget kisah pribadi, aQ salut 5yoona krn aQ tw gmna rsa’y nggU bda’y yoona hppy ending, andai ja kishQ kya’ unnie Oups! jdi curhat. g’ymbung bgt Eah! tp keren thor “ilike”

    Balas
  24. sari

     /  Februari 7, 2014

    Happy ending..♥

    Balas
  25. tia risjat

     /  Februari 15, 2014

    pengen juga punya seseorang yang selalu bisa pegang promisenya..

    Balas
  26. Rada kecepeten sh, tp g pp kok. Yg penting yoonwon bersatu

    Balas
  27. Mia

     /  Juli 5, 2014

    Keren banget ceritaxa ea meskipun ceritaxa menggantung

    Balas
  28. Anggun YoonAddict SY

     /  Oktober 28, 2014

    Kasian banget yoongie di tinggal wonppa ;'( ;'( ;'(

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: