[FF] YoonWon The Humorous Love (Part 3)

 

[FF] YoonWon “The Humorous Love” part 3

 

 

Title      : The Humorous Love

Author : Umi Khasanah Elf

Main cast : *Choi Siwon “Super Junior”

*Im Yoon Ah “SNSD”

*Chan Sung “2PM”

*SunHwa “Secret”

*Cho Kyuhyun “Super Junior”

*Kwon Yuri “SNSD”

Genre : happy,sad,romance,comedy

Rating : general

 

Assalammualaikum…. Chinguuu oh chinnguuu..annyeong haseyoo…

 

Senangnya hatiku part 3 udah muncul, haha~. Sesuai permintaan readers, aku akan panjangin part 3 ini , nggak tau deh ini udah panjang apa belom dan mian kalo part 3’a kurang memuaskan.

FF ini menceritakan seorang Choi siwon yang merupakan aktor terkenal dan seorang Im Yoon Ah yang berambisi untuk menjadi seorang penulis terkenal. Cerita cinta mereka sangatlah unik, bisa dibilang lucu, kalo jauh kangen,tapi kalo deket mau’a berantem terus, haha~. Dari pada penasaran mending kita baca aja ff’a. Let’s Go!!!!

 

HAPPY READING……….

Yoona POV

Aku masih tidak percaya untuk apa dia mengajakku ketempat ini dan entah apa yang terjadi makin lama, ia makin lekat menatapku dan makin mendekat kearahku, aku berjalan mundur untuk menghindarinya. Tapi, gagal dibelakangku ada batu besar dan dia kini semakin dekat

‘ya tuhan apa yang dia lakukan?’ panikku

“jadi bagaimana kau bisa melakukannya?” tanyanya tajam

“mwo? Melakukan apa?” tanyaku bingung

“iya, bagaimana kau bisa bertemu dengan produser cho?” tanyanya lagi

“hah? jadi kau menarikku kesini hanya untuk menanyakan pertanyaan seperti itu?” Tanyaku kesal sambil mendorong tubuhnya

“wae? Aku tidak mungkin menanyakannya disana,” jawabnya santai

“nde? Haaaah kau itu benar-benar namja menyebalkan! Lagipula memangnya salah jika aku berhasil menemui produser cho?” tanyaku lagi

“tentu saja, biasanya kan kau selalu meminta bantuanku dan mustahil sekali jika penulis tingkat 1 sepertimu bisa bertemu dengan produser cho,” jawabnya sambil menunjuk kearahku

“kau! Bukankah dulu kau yang bilang jika aku ingin menjadi penulis terkenal, aku harus berusaha sendiri dan tidak meminta bantuan orang lain!” balasku

“kapan aku pernah mengatakannya?” tanyanya santai

“YAAAK! Sudahlah aku tidak mau bicara lagi denganmu, bicara denganmu hanya akan membuat kantung kesabaranku habis!” ucapku kesal lalu meninggalkannya

“heiii, tapi kau harus tetap ingat janjimu!” ucapnya melewatiku

“janji? Janji apa? Aku sama sekali tidak punya janji denganmu!” teriakku, sedangkan ia sama sekali tidak memperdulikanku

“aissshhhhh! Dia itu! Awas kau!” ucapku kesal.

Aku berjalan masuk kedalam gedung lagi, aku benar-benar kesal dengan choi siwon, bukan dia itu adalah namja yang paling menyebalkan seumur hidupku. Aku berjalan sambil menghentak-hentakkan kakiku

“yoona, ada apa denganmu?” Tanya seseorang tiba-tiba

“eh? Produser? Ehm maksudku kyuhyun, aku tidak apa-apa,” jawabku sambil tersenyum bohong

“kau yakin?” tanyanya lagi

“ne,kau tenang saja,sudahlah kajja kita masuk” balasku, lalu menarik tangannya.

Aku dan kyuhyun berjalan masuk kedalam ruangan yang menurutku mustahil jika aku datang kesini dan bertemu dengan orang-orang  penting dunia perfilman seperti ini tanpa bantuan dari kyuhyun

“ayo kita duduk disana,” ajak kyuhyun dan aku hanya mengangguk sambil tersenyum

Ku lihat beberapa orang sudah lebih dulu ada dimeja itu dan aku rasa mereka semua itu adalah sutradara-sutradara terkenal yang ada dikorea.

“wah, kau baru datang kyuhyun-ssii? Siapa yeoja ini? Kekasihmu?” Tanya seorang najma berbadan tinggi

“annii, dia Yoona calon penulis terkenal yang waktu itu aku ceritakan,” jawab kyuhyun, sedangkan aku hanya bisa tersneyum kaku. Bagaimana tidak, aku benar-benar gugup, karena saat ini aku berada diantara orang-orang penting seperti ini

“wah jadi kau yang bernama Yoona, perkenalkan aku Sutradara Kim, senang bertemu denganmu,” ucap namja tinggi yang bernama sutradara Kim itu

“ah ye, aku Im Yoon Ah,senang bertemu denganmu juga sutradara,” jawabku tersenyum

“baiklah aku rasa perkenalannya sudah cukup, ayo yoona kita duduk,” sela kyuhyun tiba-tiba

“ne,” jawabku singkat.

Yoona POV end

Siwon POV

Aku masih benar-benar belum percaya, bagaimana bisa yeoja tingkat 1 seperti dia bisa bertemu dengan produser cho, benar-benar sulit dipercaya

“haaah, dia itu! Bagaimana bisa?” ucapku tiba-tiba

“kau tidak apa-apa siwon-ssii?” Tanya yuri yang melihat aku bicara sendiri tadi

“ah annii, hanya saja aku sedang memikirkan seseorang,” jawabku linglung

“kau memikirkan yeoja tadi ya?” Tanya yuri lagi yang berhasil membuatku kaget

“nde? Maksudmu yoona, yeoja tingkat 1 itu? Huh, untuk apa aku memikirkannya, tidak, aku sama sekali tidak memikirkannya,” elakku

“oh, aku kira kau sedang memikirkannya,” balas yuri datar

“aku tidak mungkin memikirkan yeoja itu,” balasku kepadanya dan dia hanya tersenyum.

Aku dan yuri sampai didalam tempat makan bersama, aku melihat beberapa kru sudah berkumpul disinin. Benar-benar banyak sekali yang datang, ku edarkan mataku kesekeliling tempat ini, hingga mataku menangkap seseorang yang berada diantara kerumunan para sutradara dan dia

“Yoona!” kagetku

“ada apa siwon-ssii?” Tanya yuri yang kaget mendengarku tadi

“tidak, tidak ada apa-apa, sudahlah kajja kita duduk disana,” ajakku berusaha mengalihkan pandangannya dan ia hanya mengangguk kaku

Aku memutuskan untuk duduk disalah satu meja yang berada dekat dengan panggung, untung saja meja ini berbentuk bundar besar jadi bisa muat beberapa bangku.

“siwoonn!” panggil seseorang dari belakang

“donghae!” kagetku

“kau ada disini juga?” tanyanya

“ne, kau sendiri? Kau juga diundang ?” tanyaku

“ne, aku juga diundang, hahaha~, tidak disangka ya kita bisa bertemu disini,” balasnya sambil tertawa

“siapa dia? Kekasihmu?” tanyaku sambil melirik kearah yeoja yang ada disampingnya

“ah ye, dia Jessica tunanganku,” jelas donghae

“annyeong Jung Jessica imnida, senang bertemu denganmu,” ucapnya memperkenalkan diri

“ne, choi siwon imnida, senang bertemu denganmu juga, jadi sudah sejak kapan? Kenapa kau tidak memberitahuku?” tanyaku

“sudah 5 tahun, mian aku tidak mengundangmu waktu itu, lagipula itu hanya pertemuan keluarga saja,” jawab donghae

“ya ya baiklah, aku akan tunggu tanggal pernikahanmu” balasku tersenyum

“wah ada yuri juga,” ucap donghae yang melihat yuri

“ah ye,” jawab yuri singkat

“wah siwon, jadi kau sekarang dengannya?” goda donghae

“yaak! jangan menyebar gossip, aku dan yuri hanya berteman!” omelku

“benar yang dikatakan siwon, aku dan siwon hanya berteman,” tambah yuri

“hahaha~ aku hanya bercanda, kalian ini kenapa menganggap serius,” canda donghae dan berhasil membuatku aku dan yuri malu

“sudahlah ayo duduk, acaranya akan segera dimulai” ujarku dan kami pun duduk satu meja.

Siwon POV end

Author POV

Yoona yang duduk satu meja dengan para sutradara terlihat sangat canggung, sedangkan siwon yang satu meja dengan yuri,donghae,dan Jessica terlihat asyik mengobrol. Tiba-tiba saja Presdir Jung orang penting yang mempunyai jabatan tertinggi kini sudah berada diatas panggung

“annyeong semua, sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada kalian semua yang sudah bersedia hadir pada acara hari ini,” jelasnya sambil menyapa semua orang

“pertama-pertama, aku hanya ingin menyampaikan bahwa acara hari ini diadakan hanya untuk mempererat tali persaudaran antar para produser,sutradara,kru-kru yang terlibat dan tentunya bintang-bintang ternama kita yang sudah berkerja keras pada setiap syuting kita ini” jelasnya lagi dan semua yang hadir hanya mengangguk mengerti

“untuk selanjutnya, kita hanya akan makan bersama disini dan saya berharap hadirin semua yang ada disini bisa senang hadir disini, satu lagi disini saya juga akan memperkenalkan calon penulis-penulis berbakat, jadi mohon perhatiannya,” tambah Predir Jung

“baiklah, hanya itu yang mungkin bisa saya sampaikan dan saya ucapkan terimakasih” ucap Presdir Jung terakhir kalinya dan beliau pun turun dari panggung, semua hadirin kini bertepuk tangan.

Yoona yang pada saat itu hanya bisa terus diam, dia sama sekali belum terbiasa berbicara dengan orang-orang yang baru dikenalnya, apalagi yang diajaknya bicaranya itu adalah orang-orang penting seperti ini. Kyuhyun yang melihat yoona diam lalu mengajaknya mengobrol

“kau Nampak canggung yoona-ssii?” Tanya kyuhyun

“nde? Ah mungkin, aku hanya belum terbiasa saja,” jawab yoona kaku

“aku yakin kau pasti akan terbiasa, percayalah,” ucap kyuhyun memberi semangat kepada yoona

“gomawo, mungkin jika tanpa bantuanmu, aku juga tidak akan bisa berada disini,” balas yoona tersenyum

“ne, cheoma, oh iya hari ini juga akan ditentukan siapa aktor dan aktris yang akan bermain didalam naskahmu itu,” jelas kyuhyun

“jinjaayoo? Ah aku tidak menyangka kalau akan secepat ini, padahal rasanya baru tadi aku senang karena naskahku bisa diterima baik oleh produser dan tiba-tiba saja sekarang sudah mau ditentukan siapa yang akan bermain dinaskahku nanti,” ucap yoona tersenyum kearah kyuhyun

Yoona masih terus asyik mengobrol dengan kyuhyun, bahkan sekarang ia juga sudah mulai berbincang-bincang dengan para sutradara yang ada disekitarnya itu. Sementara siwon yang berada tidak jauh dari meja yoona, masih terus memperhatikan yoona. Yuri yang berada disampingnya menyadari kalau siwon sedari tadi memperhatikan yoona langsung menyadarkannya

“siwon, kau sedang melihat siapa?” Tanya yuri pura-pura tidak tahu

Sedangkan, siwon masih terus memperhatikan yoona dan tidak menuggubris pertanyaan yuri

“siwon?” Tanya yuri lagi sambil menepuk pundak siwon dan kali ini berhasil

“ah ye, ada apa?” Tanya siwon Nampak seperti orang bingung

“hahaha~ kau lucu sekali siwon!” ucap donghae tertawa

“mwo? Apa maksudmu?” Tanya siwon yang masih Nampak bingung

“kau tadi melamun siwon-ssii? Aku perhatikan sepertinya kau sedang melihat seseorang sedari tadi,” jawab yuri dan berhasil membuat siwon salah tingkah, ia takut jika yuri mengetahuinya, kalau dia sedang memperhatikan yoona

“heii, yuri dia itu memang seperti itu, suka melamun,” celetuk donghae

“yak, donghae kau itu kenapa malah mengejekku! Aiiisssh!” kesal siwon

“sudahlah jangan bertengkar, kau yakin siwon-ssiii?” Tanya yuri lagi dan siwon hanya bisa mengangguk. sementar Jessica yang melihat orang-orang yang ada disekelilingnya itu hanya bisa tersenyum.

Akhirnya mereka pun melanjutkan acara makan mereka.

Author POV end

Yuri POV

Aku terus memperhatikan siwon yang kelihatannya sedari tadi sepertinya sedang memperhatikan yoona. Aku yang menyadari itu langsung bertanya kepadanya

“siwon, kau sedang melihat siapa?” Tanyaku pura-pura tidak tahu

Sedangkan, siwon masih terus memperhatikan yoona dan tidak menuggubris pertanyaanku

“siwon?” Tanyaku lagi sambil menepuk pundak siwon dan kali ini berhasil

“ah ye, ada apa?” Tanya siwon Nampak seperti orang bingung

“hahaha~ kau lucu sekali siwon!” ucap donghae tertawa

“mwo? Apa maksudmu?” Tanya siwon yang masih Nampak bingung

“kau tadi melamun siwon-ssii? Aku perhatikan sepertinya kau sedang melihat seseorang sedari tadi,” jawabku dan berhasil membuat siwon salah tingkah, mungkin dia sudah tau kalau dari tadi dia memperhatikan yoona

“heii, yuri dia itu memang seperti itu, suka melamun,” celetuk donghae

“yak, donghae kau itu kenapa malah mengejekku! Aiiisssh!” kesal siwon

“sudahlah jangan bertengkar, kau yakin siwon-ssiii?” Tanyaku lagi dan siwon hanya bisa mengangguk.

Kami pun melanjutkan makan kami, tapi entah kenapa aku merasa ingin kekamar mandi

“ehmm aku ingin kekamar mandi sebentar, kau mau ikut sica?” tanyaku pada Jessica

“ah ye, baiklah” jawabnya singkat

“jangan lama-lama ya chagii~ dan kau yuri jaga tunanganku,” ucap donghae

“memangnya aku mau memakan tunangamu apa, dasar aneh! Sudahlah kajja sica,” ucapku dan Jessica hanya mengangguk

Aku dan sica berjalan keluar menuju Toilet, kulangkahkan kakiku yang akhirnya sampai ditoilet

“aku duluan ya yuri-ssiii,” ucap Jessica yang lebih dulu masuk kedalam toilet dan aku hanya mengangguk,

Aku berjalan menuju westaflle dan membasuh wajahku untuk sekedar menyegarkannya. Aku masih terus memikirkan yeoja itu, yeoja yang datang bersama kyuhyun dan entah kenapa rasanya hatiku ini sangat sakit saat kyuhyun datang bersamanya.

“haaaah, apa yang harus aku lakukan sekarang?” ucapku lalu membasuh wajahku lagi

Setelah selesai aku memutuskan untuk menunggu sica diluar

“sica, aku tunggu diluar ya!” teriakku dari luar

“ne!” balasnya singkat

Namun, saat sedang ingin berjalan keluar, aku tidak sengaja menabrak seseorang

“ah mianhae agghasshiii, aku sama sekalu tidak melihatmu tadi,” ucapku meminta maaf

“ne,gwencana, aku tidak apa-apa harusnya aku yang meminta maaf,” balasny lalu ia mendongkakan kepalanya, aku tidak menyangkan kalau dia adalah yoona

“yoona?” kagetku

“ah yuri?” balasnya tak kalah kaget

‘bagaimana bisa aku bertemu dengannya disaat seperti ini,’ batinku

“mianhae yuri-ssii, tadi aku sama sekali tidak melihatmu,” ucapnya sambil membungkuk

“gwencana, tidak usah seperti itu,” jawabku datar

“aku sudah selesai, eh?” kaget sica saat keluar dari toilet

“ehmm kau sudah selesai, ya sudah kajja kita kembali, aku tidak ingin donghae nanti berkicau karena kita terlalu lama, aku duluan yoona-sii,” pamitku dan ia hanya menunduk.

Aku benar-benar tidak percaya kenapa aku harus bertemu dengannya dan kenapa juga aku harus kesal jika bertemu dengannya. Aku melihat siwon dan donghae masih mengobrol asyik dimeja kami, lalu aku dan sica menghampirinya.

“mian kami terlalu lama,” ucapku saat sudah sampai dimeja

“ah kalian sudah kembali, gwencana yuri-sii” balas donghae, sedangkan aku hanya tersenyum kecut kearahnya.

Aku kembali duduk disamping siwon, ia Nampak sibuk dengan ponselnya, hah kenapa dunia ini sempit sekali. Rasanya ingin sekali aku berpindah tempat duduk dan duduk bersamanya, tapi aku rasa itu tidak mungkin. Aku masih terus memikirkan semua masalahku dengannya, hingga aku tersadar saat donghae mengajaknya ngobrol

“jadi sudah berapa lama kau mengenal siwon, yuri?” Tanya donghae

“ah, aku dan siwon waktu itu tidak sengaja menjadi model sebuah iklan,” jawabku

“oh begitu, tapi kelihatannya kalian itu cepat sekali akrab ya?” Tanya donghae dengan nada menggoda

“aiiishhh donghae-ssii, aku kan sudah bilang jangan menyebar gossip!” omel siwon tiba-tiba

“kenapa kau marah siwon-ssii? Aku kan bertanya pada yuri, bukan padamu,” balas donghae santai, sedangkan siwon hanya mengendus kesal, lalu mengalihkan pandangannya lagi keponsel

“hahaha~ kami akrab hanya sekedar dalam hubungan pekerjaan saja kok,” jawab yuri sambil tersenyum

“wah sayang sekali, padahal kalau dilihat-lihat kalian itu cocok,” ucap donghae dan membuat siwon menoleh kearah donghae sambil menunjukkan evilnya #jiaah wonppa ketularan kyuhyun nih#

“heii Jessica, kenapa kau mau menjadi kekasih orang ini?” Tanya siwon pada Jessica

“nde? Ehmm itu..” jawab Jessica terputus

“karena dia mencintaiku!” kesal donghae

Aku yang melihat mereka berdebat hanya bisa tertawa kecil, mereka itu benar-benar terlihat seperti anak kecil. Aku yang saat itu juga tidak sengaja mengedarkan mataku dan melihat kearah meja kyuhyun dan yoona. Aku melihat mereka berdua,

‘mereka terlihat sangat akrab?’ pikirku

Yuri POV end

Yoona POV

Aku benar-benar bersalah tadi, karena telah menabrak yuri. Sungguh walaupun aku baru mengenalnya sekarang, entah kenapa akibat kejadian tadi aku merasa bersalah

“huft~ tenangkan dirimu Im Yoon Ah,” ucapku sambil menghela nafas panjang, lalu kunyalakan kran air untuk membasuh wajahku

“hmm tenangkan dirimu sejenak, tarik nafas, buang huft~” ucapku sambil terus menghela nafas.

Setelah selesai, aku keluar dari toilet dan berjalan menuju ruangan tempat acara itu lagi. Aku melangkahkan kakiku dengan lemas, hingga pada akhirnya aku sampai juga dibangkuku tadi. Saat sudah berhasil duduk, kyuhyun langsung menoleh kearahku

“kau baik-baik saja kan yoona-ssii?” Tanya kyuhyun khawatir

“ne, aku baik-baik saja,” jawabku lemas

“kau yakin? Kau terlihat sedikit pucat? Bagaimana jika kau pulang saja?” Tanya kyuhyun lagi

“annioo, gwencana kyuhyun-ssii, lagipula aku tidak sakit kok,” jawabku berusaha meyakinkannya

“baiklah, tapi jika kau merasa lemas bilang saja ya,” ucapku kyuhyun seraya tersenyum dan membalasnya dengan anggukan.

Kalau boleh jujur, sebenarnya aku merasa sangat bosan berada disini, entah kenapa aku yang biasanya cerewet dan banyak bicara, saat disini rasanya mulutku terkunci dan aku juga tidak tahu harus membicarakan apa. Aku hanya bicara jika ada bertanya kepadaku saja.

Ingin sekali pindah, tapi itu tidak mungkin, ku alihkan wajahku untuk melihat sekitar, hingga aku menangkap sosok namja yang wajahnya sudah tidak asing lagi dimataku. Ya siapa lagi kalau bukan siwon, huh dia terlihat asyik sekali mengobrol dengan teman-temannya.

‘huh dia terlihat bahagia sekali,’ batinku saat melihat siwon asyik mengobrol dengan teman-temannya termasuk dengan yuri

“aiissh! Untuk apa aku memikirkannya!” sadarku tiba-tiba, masih menoleh kearah siwon, tapi tiba-tiba siwon menoleh kearahku. Dengan spontan aku langsung pura-pura mengedarkan mataku agar tidak ketahuan kalau aku sedang memperhatikannya. Jika sampai ketahuan, habislah aku.

‘haaah yoona kau itu pabbo sekali! Mudah-mudahan saja ia tidak menyadarinya,’ batinku. aku melirik sedikit kearahnya, dan aku rasa kini ia sudah tidak memperhatikanku lagi.

~~~~~

Aku ingin sekali pulang, aku sudah tidak tahan berada disini dan badanku juga sudah tidak mengizinkanku untuk masih berada disini. Kepalaku kini benar-benar terasa pusing, atau jangan-jangan aku ini benar-benar sakit.

“yoona-ssii, gwencana?” Tanya kyuhyun khawatir

“molla, kepalaku benar-benar terasa pusing sekali,” jawabku lemas

“yasudah kalau begitu kita pulang saja, sutradara kim aku titipkan semuanya padamu ya, aku rasa yoona sakit jadi aku harus mengantarkannya pulang” ucap kyuhyun pada sutradara kim

“kau tenang saja untuk itu, yasudah cepat bawa dia pulang, aku rasa dia benar-benar sakit,” balas sutradara kim dan dibalas anggukan oleh kyuhyun.

Aku berjalan sambil dibantu oleh kyuhyun, aku benar-benar tidak kuat berjalan.

“harusnya kau tadi langsung katakan yoona-sii, kalau kau sedang sakit, jadi tadi aku kan bisa langsung mengantarkanmu pulang” ucap kyuhyun sambil memegang pundakku

“mian, mianhae, aku hanya tidak mau merepotkanmu saja,” balasku dan ia hanya tersenyum. Kami akhirnya sampai ditempat parkir dan kami berjalan menuju mobil kyuhyun. Sesampainya dimobil, kyuhyun langsung membukakan pintu untukku. Tapi, saat ingin menaiki mobilnya tiba-tiba ada yang menahanku, dan kyuhyun langsung menoleh kearah orang itu

“biar aku saja yang mengantarkannya pulang,” ucap seorang namja tiba-tiba, aku tidak bisa melihat wajahnya jelas, karena aku masih terlalu pusing.

Yoona POV end

Siwon POV

Saat sedang asyik mengobrol dengan donghae,yuri,dan Jessica, aku tidak sengaja melihat kearah yoona, betapa kagetnya aku, ternyata dia juga sedang menoleh kearahku atau jangan-jangan dia itu memang sedang memperhatikanku?

‘hmmm Im Yoona kali kau ketahuan sedang mempperhatikanku, haha~. Ehm habislah kau,’ batin siwon sambil senyam-senyum (?).

Aku pura-pura tidak menyadarinya, tapi aku rasa kini ia salah tingkah karena ketahuan kalau dia itu sedang memperhatikanku dan mungkin sekarang dia mengutuk dirinya sendiri.

“haha~ kena kau nona Im!” tiba-tiba saja kata-kata itu terlontar dari mulutku, hingga membuat semua orang yang ada disekelilingku menoleh kearahku

“hmmm nona Im? Siapa nona Im?” Tanya donghae dengan nada menyelidik

“dia bukan siapa-siapa!” elakku

“hmm aku perhatikan sedari tadi kau itu terlihat aneh siwon-ssii, kau itu sebenarnya kenapa?” Tanya donghae lagi

“aku? Aku tidak apa-apa, memangnya ada yang aneh denganku?” tanyaku bingung

“ehhmm mungkin semua,” jawab donghae santai

“yak! Jangan membuatku kesal! Sudahlah aku mau ketoilet dulu,” ucapku kesal, lalu berjalan keluar menuju toilet.

Namun, saat sedang berjalan menuju ketoilet, tiba-tiba saja mataku langsung terpusat pada seorang namja dan yeoja yang sedang berjalan keluar juga. Setelah aku lihat lebih jelas lagi, ternyata mereka Kyuhyun dan Yoona.

“mau kemana mereka?” pikirku

Aku pun memutuskan untuk mengikuti mereka, mereka berjalan menuju tempat parkir. Sebenarnya mereka itu mau kemana, aku lihat mereka berjalan kesebuah mobil sport. Dengan cepat aku langsung menghampiri mereka dan langsung menarik tangan yoona

“biar aku saja yang mengantarkannya” ucapku sambil menarik tangan yoona

“siwon? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya kyuhyun kaget

“ehmm biar aku saja yang mengantarkan yoona pulang,” entah kenapa tiba-tiba kata-kata itu terlontar dari mulutku

“nde? Hmm sudahlah siwon kau tidak perlu khawatir, aku hanya mau mengantarkan yoona pulang, tiba-tiba saja dia sakit,” jawab kyuhyun

“mwo? Sakit?” Tanyaku sedikit bingung, ku alihkan wajahku untuk melihat yoona, ternyata benar dia benar-benar terlihat pucat sekali

“kau sakit yoona-ssiii?” tanyaku dan dia hanya diam saja

“yasudah produser tenang saja, yoona biar aku saja yang mengantarkannya pulang, lagipula rumahku dan rumahnya tidak terlalu jauh,” bohongku

“kau yakin?” Tanya kyuhyun

“ne, yasudah kalau begitu, aku pergi dulu, annyeong” pamitku sambil menggandeng yoona, sedangkan kyuhyun hanya bisa menatapku bingung.

Aku berjalan menuju mobilku sambil terus memegangi yoona, tubuhnya benar-benar terasa lemas. Aku sama sekali tidak tahu kalau seorang Yoona yang aku kenal sangat cerewet dan sangat menyebalkan, ternyata bisa menjadi lemas seperti ini. Aku masih terus memperhatikannya sampai akhirnya kami sampai dimobilku, aku langsung membukakan pintu mobilku dan membantunya untuk masuk kedalam mobil. Setelah itu, aku juga masuk kedalam mobil, lalu memasang sabuk pengamanku dan aku pun mulai menyalakan mesin mobilku dan pergi meninggalkan tempat itu.

Selama didalam perjalanan yoona masih setengah sadar,

“ehmm dimana aku?” tanyanya parau

“kau berada didalam mobilku,” jawab siwon sambil terus menatap kearah depan

“ehm siapa kau? Eh..?” tanyanya kaget sambil mengerjap-ngerjapkan matanya kearahku

“ehmm aku…aku.. siwon.” Jawabku tanpa menoleh kearahnya

“siwon? Kenapa aku bisa ada disini? Bukankah tadi Kyuhyun yang mengantarkanku?” Tanya yoona lagi dan membuat bingung untuk menjawabnya

“oh itu.. masalah itu..ehm..ah ye, tadi tiba-tiba saja produser cho tidak bisa mengantarkanmu, jadi dia menyuruhku untuk mengantarkanmu” jawabku bohong

“begitukah? Aahh kepalaku pusing sekali,” ucapnya

“apa kau meminum wine tadi?” tanyaku lagi, karena aku takut dia pusing karena dia  minum wine, aku tau kalau dia tidak bisa untuk minimum-minuman seperti itu.

“apa kau tadi minum wine?” tanyaku lagi

“nde? Ah ye, tadi aku minum sedikit kok,” jawab yoona parau

“walaupun sedikit, kau harus tau, kau itu kan tidak bisa minum-minuman seperti itu,” jawabku kini sambil menoleh kearahnya

“iya aku tau, tapi kau tau kan disana tidak ada minuman lain selain minuman itu,” jawab yoona jelas kali ini

“yasudah terserah kau saja,” balasku kesal

“kau sendiri, kenapa kau mau mengantarkanku pulang?” tanyanya kali ini

“aku? Ehmm… aku kan sudah bilang tadi, aku mengantarkanmu karena perintah produser cho,” jawabku membela diri

“tapi ini kedua kalinya kau membantuku,” balasnya

“haah sudahlah jangan membahas itu lagi, lagipula memangnya salah jika aku membantumu,” jawabku

“annii, hanya saja aku jadi sedikit merasa aneh,” balasnya, sedangkan aku hanya tertegun mendengarkan ucapannya tadi

‘dia benar juga, kenapa aku jadi sering membantunya sekarang? Haaah aku rasa kini pikiranku mulai kacau,’ batinku.

Siwon POV end

Author POV

Akhirnya kami pun sampai dirumahnya, jujur ini pertama kalinya siwon datang kerumah yoona. Sebelumnya siwon memang sudah tau rumah yoona, hanya saja siwon sama sekali tidak tertarik datang kerumah yoona. dimatikan mesin mobilnya, melepas sabuk pengamannya dan keluar untuk membukakan pintu bagian sebelah kanannnya. Dia buka pintu mobilnya itu, lalu siwon membantu yoona untuk keluar dari mobilnya.

“kau masih pusing?” Tanya siwon saat sedang berjalan menuju pintu rumahnya itu

“ne,sedikit” jawab yoona

Sesampainya didepan pintu rumahnya, ia langsung membuka pintu rumahnya itu, dan tanpa disadari, tiba-tiba saja ia pingsan dan reflek siwon langsung menangkap tubuh yoona agar tidak jatuh

“Omona! Yoona-ssii!” pekik siwon sambil menangkap tubuh yoona #ciee wonppa sigap banget nangkep yoona unnienya#

“yoona-ssii? Gwencannaa? Aigoo!” panic siwon

Dengan sigap siwon langsung membopong tubuh yoona masuk kedalam rumah dan menidurkannya disofa yang ada diruang tengah rumah yoona. Siwon langsung berlari menuju dapur untuk mengambil air es, setelah itu ia membawanya untuk mengompress yoona.

Dengan cepat siwon langsung menghampiri yoona yang masih belum sadar, disentuhnya dahi yoona

“aigoo panas sekali,” ucap siwon saat menyentuh dahi yoona

Setelah itu, siwon langsung menempelkan kain basah yang sudah dicelupkannya kedalam air es itu. Siwon masih terus menunggu yoona sadar, tapi rasanya yoona bena-benar sakit,

“hmm kenapa dia belum sadar juga? Apa aku menginap saja disini?” pikiran siwon kini dipenuhi oleh yoona, entah kenapa dia khawatir sekali saat yoona tiba-tiba pingsan tadi. Ia teringat dengan obat demam yang waktu itu ia belikan untuk yoona, dia langsung berjalan menuju kotak obat milik yoona, ia membukanya dan ia menemukan obatnya itu

“masih utuh, apa jangan-jangan dia belum meminumnnya? Huh dia itu, sudah tau sedang sakit, kenapa ia tidak meminum obatnya,” ucap siwon sambil menghela nafas.

Setelah mengambil obat itu, siwon berjalan menuju ruang tengah lagi, ia berjalan sambil membawa obatnya tadi. Lalu ia duduk disofa kecil disamping yoona, ia terus memperhatikan yoona, ia benar-benar tertegun melihat yoona yang masih terlelap dan belum sadar dan tanpa sadar tangan siwon memegang pipi yoona

“ehmm masih panas, kenapa ia terlihat lebih cantik saat sedang tidur seperti ini?” ucap siwon sambil mengelus pipi yoona lembut,

“yak! Apa yang terjadi denganmu siwon-ssii? Apa jangan-jangan aku menyukainya? Haaaah annnii, dia ini musuhku, aku tidak mungkin menyukainya,” ucap siwon sambil menampar-nampar kecil pipinya. Sebenarnya, kalau boleh jujur, akhir-akhir ini siwon banyak memikirkan yoona

“atau mungkin aku benar-benar menyukaimu yoona?” pikir siwon.

 

TBC

Yeee part 3 udah ada!! Sebelumnya mau minta maaf ya sama semua readers, soalnya aku lama bikin part 3’a,hehe~. Maklum minggu-minggu ini lagi banyak banget tugas, jadi baru sempet ngelanjutin part 3’a. semoga readers suka sama part 3’a ya….. Gomawo………

Iklan
Tinggalkan komentar

97 Komentar

  1. Rhiiyoonah

     /  April 22, 2014

    Jgn2 yuri ska wonppa lagi??
    Ciee..wonppa mulai cinta yoona eonni…swit swit *siul2gkjelas*
    next..

    Balas
  2. Hilyana Rahma

     /  Mei 20, 2014

    Cie….cie….siwon oppa perhatian banget sama YooNa eonnienya,,,apa jangan jangan siwon oppa mulai suka sama YooNa eonnienya,,,???

    Balas
  3. cie udah mulai care niih xD

    Balas
  4. Yeee mulai tumbuh tuh benih2 cinta,lanjuuut

    Balas
  5. Dwi sivi fatmwati

     /  Januari 12, 2015

    semoga aja wonpa beneran suka sma yoona eonni, tpi aku binggung yuri itu sukanya sma sapa,tpi pekiraan aku sih sukanya sma kyupa

    Balas
  6. oxygen123

     /  Januari 17, 2015

    Iya untuk pertanyaan siwon di bagian terakhir #ciecie….wkwkwk

    Balas
  7. azzryia noer hayyati

     /  Agustus 1, 2015

    Duuhhh wonppa mulai perhatian nih ma yoona, trus jg mw jagain yoona yg lg sakit…….kereeeeennn

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: