[FF] Ever Lasting Love (Chapter 8: Im Sorry.. Saranghae)

Annyeonggg… kemana orang-orang di blog ini? sepi rasanya..

pada sibuk dengan UN atau persiapan buat nonton SS4INA nanti? haha

hari ini admin GEE mau ngupdate ell 8.. gatau ini nyambung apa engga ceritanya..

tanpa banyak bacot lagi.. selamat membaca^^

***

FF Ever Lasting Love

Chapter 8: Im Sorry… Saranghae

Author: Resty Meidalita Utami/GEE

Genre: Sad, Romance

Rating: PG 15+

Im Yoona―Choi Siwon

***

Dengan perasaan yang tak karuan Siwon membopong tubuh Yoona kearah mobilnya. Ia mendudukan tubuh Yoona di bangku depan dan sedetik kemudian ia menutup pintu dengan keras lalu berlari kearah kursi pengemudi. Beberapa saat mobilpun mulai melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Dibelakang para kru dan pemain berlari kehalaman, mereka menatap mobil Siwon yang sudah mulai berlalu. Semua orang begitu kaget, kejadian tadi begitu cepat. Mereka terlihat shock, tapi tetap tak ada yang lebih shock lagi dibandingkan Siwon. Kekhawatirannya semakin memuncak saat Yoona tak sadarkan diri.

Beberapa menit akhirnya ia sampai di rumah sakit. Ia menghubungi seorang perawat untuk segera meminta bantuan. Tapi pihak Rumah Sakit terlalu lamban membuat Siwon yang sudah kelewat tak sabar memutuskan untuk membopong Yoona sendiri sampai keruang perawatan.

Siwon bertopang keningnya dengan tangan seraya menunduk. Perasaannya sungguh kalut, ketakutan terus membayanginya, khawatir akan sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

“Choi Siwon”, terdengar seseorang memanggilnya membuat Siwon menoleh kearah suara. “Bagaimana keadaannya?”, tanya Leeteuk yang datang bebarengan bersama Donghae, Taeyeon, dan Sooyoung.

“Sedang ditangani”, jawab Siwon lemas.

Donghae menghampiri dan duduk di sebelah Siwon, ia merangkul pundak Siwon lalu berkata, “Semuanya akan baik-baik saja”, ujarnya seakan mencoba menenangkan. Namun tetap tak dapat menghilangkan rasa khawatir yang menyelimuti pikiran Siwon saat ini.

Tak lama dokter keluar bersamaan dengan seorang suster. Siwon langsung berdiri dan menghampiri dokter itu. “Ia baik-baik saja?”.

Sang dokter tersenyum, “Ya, keadaannya sudah membaik. Mungkin tadi ia masih kaget, namun hantamannya seperti mengenai tulang belikat sebelah kanannya cukup kuat, jadi membutuhkan cukup waktu agar dapat pulih kembali”.

“Aku ingin menemuinya”, ucap Taeyeon yang langsung menerobos masuk diikuti Sooyoung dan yang lainnya.

Didalam sana Yoona sudah terduduk diatas tempat tidur, wajahnya langsung menyinggungkan senyuman saat melihat Taeyeon dan Sooyoung.

“Gwaenchana?”, tanya Taeyeon duduk disamping Yoona. Yoona mengangguk, wajahnya menunjukkan seperti tak terjadi apa-apa.

“Kau baik-baik saja Yoong?”, tanya Leeteuk berjalan mendekat. “Apa terluka parah?”.

Yoona menggeleng, “Aniyo, kalian tak usah khawatir. Aku baik-baik saja”. Lagi-lagi ia tersenyum, lalu matanya memutar kearah pria yang terlihat segan untuk masuk kedalam.

Siwon berdehem pelan, ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantel. Terlihat susah untuk menatap langsung mata Yoona. “Hkm… Yah neo! Untuk apa kau menolongku tadi?”.

Semua orang memperhatikannya aneh. “Oppa! Bukannya berterimakasih”, kritik Sooyoung membela.

“Berterimakasih apa maksudmu, dia malah melukai dirinya sendiri. Bagaimana jika terjadi hal yang lebih serius, tulang patah, atau semacamnya. Huh, benar-benar membuat tak tenang”, Siwon mengelus-elus dadanya. “Seharusnya tadi kau cukup mendorongku dan…”.

Yoona menyela tiba-tiba, “Gwaenchana”, ujarnya menunduk. Siwon menatapnya lirih. “Hmm.. sekarang aku sudah tak apa, jadi lebih baik langsung ke lokasi saja”, tambah Yoona seraya bangkit berdiri.

“Kau yakin ingin kembali ke lokasi?”, tanya Donghae.

“Apa perlu aku dirawat? Ini hanya luka ringan, lagipula semuanya akan jadi tertunda jika kita tak segera kembali”, jawab Yoona semakin meyakinkan.

Merekapun akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit dan berangkat menuju Universitas, tempat lokasi mereka.

Sepulang syuting Yoona dibuat tak bisa tidur sama sekali. Siang tadi ia terus memaksakan untuk syuting, padahal sebelumnya dokter telah menyarankan agar tidak melakukan aktifitas apapun dulu. Tulang belikat bagian kanannya terasa sangat sakit.

Ia teringat akan kata-kata dokter siang tadi..

“Sebaiknya untuk beberapa minggu kedepan anda menjalani terapi untuk pemulihan”.

.

“Hyung, kau belum tidur?”, tanya Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi lalu tidur disebelah Siwon.

Siwon tak menjawab, matanya terus terbuka melihat langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Kembali ia teringat kejadian dimana Yoona menolongnya sampai akhirnya ia sendiri yang terluka.

“OPPA‼ AWAAAS‼”, teriak Yoona lalu mendorong tubuh Siwon sampai akhirnya mereka terjatuh secara bersamaan.

“Hhh..hhh…”, suara ringikkan pelan dari mulut Yoona terus saja terngiang-ngiang di telinga Siwon.

Tangan Siwon tergerak menyentuh dadanya, jantungnya berdetak begitu kencang. Tadi tangan Yoona menggenggam erat disini… di dadanya, mata Yoona sampai terpejam karna menahan sakit.

“Huh…‼”, Siwon mengubah posisinya menjadi duduk. keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya. Ini semua benar-benar tak bisa membuatnya tenang.

Siang ini setelah dilakukan beberapa take gambar semua orang dilokasi pergi menuju restoran untuk makan siang.

“Kyaaa, perutku sudah tak bisa menahan lapar”, hujat Sooyoung mengelus perutnya dengan mata yang terus terpasang menatap kearah makanan yang dihidangkan.

Disebelahnya Siwon tertawa, “Hh, dasar shikshin”.

Setelah membawa beberapa makanan mereka pun mulai mencari tempat duduk.

“Oh oppa, kita duduk bersama mereka saja”, ucap Sooyoung menarik tangan Siwon menuju tempat dimana Yoona dan Donghae tengah makan. “Annyeoooong”.

Keduanya langsung mendongakkan kepala.

“Kalian”, Donghae menyinggungkan senyumnya.

“Kita boleh duduk disini?”, tanya Sooyoung.

“Tentu saja”, jawab Donghae tanpa berpikir.

Siwon dan Sooyoung pun duduk. Saat makan keduanya begitu banyak bercanda. Sooyoung terus saja menjahili Siwon, membuat keduanya tertawa sepanjang waktu. Sementara gadis dihadapan mereka memasang wajah murung daritadi.

“Mm.. aku ke toilet dulu”, ujar Yoona tiba-tiba berdiri lalu berjalan menjauhi ketiganya, ia berjalan sedikit dipercepat.

Siwon terus menatapnya dari jauh, saat tengah berjalan dengan terburu-buru Yoona bertabrakkan dengan seorang pelayan.

“Ouw..”, Siwon tergerak seperti akan berdiri. Donghae menatapnya aneh.

“Ada apa?”.

Namun ia kembali duduk dan menggeleng. “Hh? Aniya..”. Donghae kembali melanjutkan memakan makanannya, sementara Siwon terus memasang matanya kearah Yoona. Setelah bertabrakkan dengan seorang pelayan tadi tangannya terus mengelus-elus pundak kanannya.

 

“Sepertinya aku harus melakukan terapi yang disarankan dokter”, gumam Yoona sambil berkaca dicermin toilet.

Kembali ia memegang punggung atas sebelah kanannya lalu sesekali memutar-mutarkan lengannya agar tak terlalu kaku. “Hhh.. sakit sekali”.

Syuting hari ini berakhir. Semua orang sudah bersiap-siap untuk pulang. Namun Yoona malah terlihat kebingungan, ia memegang erat ponselnya dan duduk di sudut ruangan costum sendirian.

“Yoong, apa yang sedang kau lakukan? Tak bersiap-siap untuk pulang?”, tanya Donghae seraya memakai kan mantel hijau ditubuhnya.

“Oppa?”, ucap Yoona pelan. Donghae menoleh sambil mengangkat alisnya seakan bertanya –ada-apa?-. “Kau bisa antarkan aku ke Rumah Sakit?”, lanjutnya.

“Rumah Sakit? Kau ingin apa kesana?”, ucap Donghae balik bertanya.

Siwon POV
Saat aku akan membawa ranselku di ruang kostum tiba-tiba aku mendengar sebuah suara. Mataku terus berputar mencari arah suara. Disana ada Yoona dan Donghae tengah berbincang di sudut ruangan–hanya berdua.

“Sebenarnya tulang punggungku kadang-kadang masih selalu terasa sakit. Untuk pemulihan dokter menyarankan ku untuk melakukan terapi. Kau bisa antar aku?”, pinta Yoona.

Kenapa kau meminta mengantarkan padanya? Kenapa tak kepadaku saja?

Pikiranku semakin kalut. Dengan satu hentakkan ku putar badanku dan pergi.

Saat keluar dari ambang pintu tiba-tiba Taeyeon memanggilku dan berlari mendekat.

“Waegeurae?”, tanyaku disusul dengan alis yang terangkat tak mengerti.

“Malam ini, kau tak akan kemana-mana?”, tanyanya tiba-tiba.

Aku menggeleng singkat. “Sepertinya tidak ada”.

“Bisa kita bicara sebentar?”.

Hari ini syuting hanya akan dilakukan beberapa scene saja karna untuk beberapa hari kedepan mereka akan mendapatkan cuti. Dan saat waktu syuting berakhir, Leeteuk, Siwon, Sooyoung, Taeyeon dan Yoona memutuskan untuk makan malam bersama. Mereka pergi kesebuah cafe yang tak jauh dari tempat lokasi. Donghae tak ikut karna ia harus pergi untuk mengisi sebuah acara reality bersama Eunhyuk.

Saat acara makan malam mereka—Leeteuk, Taeyeon, Siwon dan Sooyoung tertawa bersama saat tengah bermain kartu. Siapa yang kalah, ia akan mendapatkan corengan bedak dari yang lain. disini Leeteuk yang terlihat paling sial, sudah hampir 7 corengan ia dapatkan. Sementara Yoona memilih untuk menyaksikan saja, saat ditawari bermain ia hanya menggeleng tak mau.

Sampai keasikkannya bermain, mereka ber-empat sampai tak menyadari bahwa sedari tadi Yoona terus meneguk soju sampai satu botol penuh sudah ia habiskan. Mereka baru sadar saat Yoona sudah mulai mabuk.

“Astaga, anak ini. Kenapa begitu banyak minum”, ujar Leeteuk.

Yoona memang mabuk tak begitu parah, kepalanya hanya terasa sedikit pusing. “Hhh, aku ingin kembali ke apartementku duluan”, ucapnya bangkit seraya menggantungkan tas kecilnya.

Leeteuk mendongakkan kepalanya. “Malam-malam begini kau akan pulang dengan siapa?”.

“Aku bisa naik taxi”, jawab Yoona dengan enteng.

“Naik taxi? Jangan sembarangan, itu bahaya. Biar aku saja yang antar”, Leeteuk ikut berdiri. Saat akan pergi bebarengan dengan Yoona tiba-tiba saja Taeyeon berteriak.

“Tidak boleh~‼”.

Semua orang terdiam menatapnya aneh. Yang diperhatikan hanya balik menatap keempatnya secara bergantian dengan gugup. “Mm..maksudku biar Siwon oppa saja yang antar Yoona”.

“Naega? Kenapa aku?”, tanya Siwon menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya.

Leeteuk, Yoona dan Sooyoung memperhatikan keduanya dengan tatapan heran. Tiba-tiba Leeteuk tersenyum dan kembali duduk. “Ah baiklah, biar Siwon saja yang antar. Sepertinya disini ada yang minta aku antarkan pulang”, ketusnya dengan nada menyindir.

Taeyeon mendelikkan mata. Sepertinya ia sedikit tersinggung.

Yoona masih terdiam, mulut Siwon pun masih bungkam. Tiba-tiba Siwon memutarkan matanya kearah Taeyeon. Taeyeon menggerak-gerakkan kepalanya mengisyaratkan agar Siwon segera pergi mengantar Yoona.

“Kalau begitu aku…”, tak sempat menyelesaikan perkataannya tangan Yoona keburu ditarik keluar oleh Siwon.

“Kami pergi”, ujar Siwon tanpa basa-basi yang sekarang sudah berjalan keluar bersama Yoona yang ditariknya.

“HATI-HATI!”, teriak Leeteuk menatap punggung keduanya yang mulai menjauh.

Kini Siwon dan Yoona sudah berada di dalam mobil. Siwon tengah sibuk memasang sabuk pengamannya, raut mukanya masih seperti biasa (tampang jutek / acuh ga acuh).

Yoona yang disebelahnya menjadi serba salah. “Oppa, lebih baik tak usah mengantarku”.

Yang diajak bicara tak mengubrisnya sama sekali. Siwon menghidupnya mesin mobil dan melaju pergi.

Sepanjang perjalanan keduanya terlarut dalam keheningan, tak tahu bagaimana memulai pembicaraan.

Daritadi mata Yoona terus menoleh pada jendela mobil dengan pikiran yang kosong, ia sampai tak menyadari bahwa Siwon membawanya kearah yang bukan menuju apartementnya. Kurang lebih 15 menit Siwon pun menghentikan pacuan mobilnya itu sampai berhadapan dengan Han River.

Rem-an mobil yang menyadarkan Yoona. Ia menoleh kearah sekitar dengan bingung, lalu tatapannya berakhir ke wajah Siwon yang tengah menatap lurus dengan datar.

“Op..oppa? kenapa… berhenti disini?”.

Siwon masih terdiam, membuat Yoona menjadi salah tingkah.

“Oppa… aku harus…”.

Akhirnya Siwon membuka mulut, menyela perkataan Yoona. “Kenapa tak mengatakan jujur padaku?”.

Ucapan Siwon yang terasa mengambang itu membuat Yoona sedikit tersentak, detakan jantungnya berdetak hebat.

“Aku menunggu… aku menunggumu mengatakannya”, kali ini Siwon memutar kepalanya dan menatap face to face kearah Yoona. “Apa sebenarnya kau memang bodoh?”.

“Oppa, aku tak mengerti. Apa yang kau maksudkan?”.

Siwon tertunduk dan tersenyum kecut tak habis pikir. “Hh.. kau semakin membuatku muak”.

Hati Yoona semakin merasa tak tenang, pikirannya bergerumuh saat ini. “Oppa.. kau?”.

“Ya, aku sudah tahu semuanya. Tahu bahwa kau memutuskanku karna perintah dari Taeyeon, tahu bahwa kau berpura-pura mengatakan padaku jika kau berpacaran dengan Donghae, dan tahu bahwa kau telah membohongi dirimu sendiri. Oh bukan kau saja, tapi aku juga lebih terpuruk karna sikap tak jujurmu itu. Kau anggap aku apa? Sebuah robot yang bisa kau mainkan seenaknya? Ingat, aku masih mempunyai hati”.

“Siapa yang mengatakannya padamu?”.

“Heuh.. aku begitu menyedihkan bukan. mendengar kebenaran ini bukan dari mulutmu sendiri, tapi malah dari orang lain. kau tahu aku sudah menunggumu untuk mengatakan kejujuran. Tapi kenapa malah selalu kebohongan yang selalu aku dapatkan?”.

Ucapan Siwon barusan begitu membuat bibir Yoona kelu, ingin rasanya untuk menangis. Hatinya terasa dicabik-cabik tak henti. “Mianhae”. Mungkin hanya satu kata itulah yang dapat keluar dari mulutnya untuk saat ini.

“Kata maaf saja belum cukup. Kau benar-benar sudah keterlaluan”. Siwon keluar mobil lalu menutup pintu dengan keras dan berjalan menyusuri jalanan disekitar sungai Han.

Dada Yoona terasa sesak, kini ia sudah tak bisa menahan air matanya. Tangannya tergerak membuka pintu mobil lalu berteriak. “MIANHAE OPPA.. MIANHAE…”, ucapnya disertai tangis.

Sejenak Siwon menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang, namun sedetik kemudian ia melangkahkan kembali kakinya.

“AKU MELAKUKAN SEMUA ITU KARNA TAK INGIN MELIHAT BINTANG YANG PALING TERANG ITU TIBA-TIBA AKAN REDUP SEKETIKA DAN KEHILANGAN CAHAYANYA KARNA AKU. AKU TIDAK INGIN… KERJA KERASNYA MENJADI SIA-SIA HANYA KARNA WANITA SEPERTIKU. ITU SUDAH MENJADI JANJI HIDUPKU, AKU TAKKAN MEMBUAT BINTANG DENGAN SINAR YANG LUAR BIASA ITU MENJADI JATUH, IA HARUS TETAP BERADA DIATAS LANGIT DAN TERUS MEMPERLIHATKAN KEHEBATANNYA PADA SEMUA ORANG… PADA DUNIA. APAPUN YANG TERJADI AKU AKAN MELINDUNGINYA.. hhkks… ”, suara Yoona semakin pelan. Perlahan tubuhnya pun semakin terasa lemas. Ia duduk terkapar diatas aspal tak berdaya.

“Apa kau tahu karna sikapmu bintang itu malah menjadi kesepian? Untuk apa ia tetap berada diatas langit yang luas namun hanya seorang diri? Orang terdekatnya kini sudah berubah, tak ingin berkata jujur, melakukan sesuatu dengan seenaknya tanpa mengatakan terlebih dahulu padanya. Kenapa kau malah meninggalkan bintang itu sendirian? Apa Bintang itu memang orang yang tak berguna menurutmu?.. ya, mungkin memang sangat tak berguna”, suara Siwon masih terdengar sigap, namun matanya mulai berkaca-kaca saat ini.

“Mungkin.. hhks.. caraku yang salah. Maafkan aku… maaf…”.

Siwon menghela nafasnya sambil berkacak pinggang. Sedetik kemudian ia membalikkan tubuh dan berjalan mendekat kearah Yoona.

“Berhenti merendahkan dirimu..”, Siwon menarik tangan Yoona agar segera berdiri. Atas perlakuannya tangis Yoona semakin pecah. “BERDIRILAH!”, sentak Siwon.

Yoona menahan-nahan tangisnya. Dengan sekuat tenaga ia mencoba untuk berdiri. Keduanya saling bertatapan penuh haru.

“Hentikan sandiwaramu?”, tegas Siwon.

“Oppa?”.

“Tidakkah kau tahu betapa sakitnya hatiku akan sikap bodohmu itu? Hentikan semuanya!”.

Yoona masih menangis dengan suara pelan. Rasanya terlalu sulit untuk menghentikannya.

“Jangan berpura-pura tak ingat dengan janji kita dulu. Apa kau sudah lupa? Atau mungkin sengaja untuk melupakannya?”.

Yoona hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa menjawab. Ia takut jika ia membuka mulut tangisannya semakin tak terkendali.

“Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya. Apa kau mencintaiku?”, tanya Siwon dengan serius.

Namun Yoona tak juga menjawabnya, dan itu membuat Siwon tak tahan.

Tanpa basa basi ia membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah mobil hitamnya. Dengan main simpul sendiri sepertinya ia sudah mendapatkan jawabannya.

“AKU IM YOONA, SANGAT MENCINTAI CHOI SIWON!”.

Mendengar hal itu mata Siwon membulat. Yang awalnya akan membuka pintu mobil menjadi terhenti. Ia berbalik dan menatap kearah wanita yang penuh linangan air mata dipipinya.

Mereka saling terdiam. Saling menatapi kesedihan satu sama lain.

Perlahan Yoona mulai melangkahkan kakinya mendekat pada pria yang paling penting bagi hidupnya itu. Selangkah.. dua langkah.. tiga langkah.. sampai akhirnya jarak antara keduanya hanya beberapa senti saja.

Siwon hanya terdiam memperhatikannya. Saat sudah berhasil berhadapan dekat dengan Siwon, dengan keberanian yang ia kumpulkan habis-habis-an Yoona memegang kedua pipi Siwon dan menempelkan bibirnya dengan bibir milik Siwon. Keduanya langsung sekejap memejamkan mata.

Bukan hanya saliva mereka yang sudah bercampur jadi satu, namun air mata mereka pun ikut bersatu [?].

Dengan berat hati mereka harus menghentikan ciuman singkat itu setelah beberapa detik. Mata mereka tak pernah lepas menatapi orang tercinta masing-masing, perlahan tangan Siwon tergerak menyeka air mata Yoona dengan kedua tangannya. “Gadis bodoh”.

Yoona mengangkat kepalanya, secara singkat ia melingkarkan tangannya dileher Siwon. Menyenderkan bahu di pundak Siwon dan menangis sejadi-jadinya. “Mianhae. Aku sangat mencintaimu”, ucapnya disertai isak tangis.

Siwon membalas pelukannya semakin erat, ia biarkan Yoona tetap menangis dengan leluasa. Sembari menenangkan tangan Siwon menepuk-nepuk kecil punggung Yoona dengan lembut.

***

Siwon menghentkan mobilnya didepan sebuah gedung apartement. Ia menoleh kesamping, terlihat bidadarinya tengah tidur dengan damai. Seulas senyuman gemas tersinggung dibibir Siwon, ia melepas sabuk pengamannya lalu membuka pintu untuk keluar. Ia berlari kearah pintu satunya lagi dan membukanya, namun orang didalam sana sepertinya tak terusik sama sekali. “Sejak kapan ia tidur begitu lelap seperti ini”.

Siwon pun mulai mencari posisi untuk membopong tubuh Yoona, ia menutup pintu mobil dengan kakinya.

Saat tersadar Yoona sedikit kaget atas perlakuan Siwon, ia celingakcelinguk tak jelas lalu mendongak kearah Siwon. “Oppa, apa yang kau lakukan? Aku bisa berjalan sendiri”.

“Tadi kau tidur begitu lelap”.

“Tidak mungkin, oppa saja yang tidak membangunkanku. Ya! Ayolah turunkan aku”, pekik Yoona seraya melingkarkan tangannya dileher Siwon. Sekarang mereka sudah berada didepan lift.

TING~

Tak menunggu lama lift pun terbuka, Siwon melangkah kedalam. “Tekan tombolnya”, perintahnya sedikit mendekatkan tubuh Yoona dengan jejeran tombol yang berada didalam lift itu.

Yoona menurut, ia menekan tombol nomor 7 dimana kamar apartementnya berada.

“Oppa, berat kan? Cepat turunkan aku”, usik Yoona lagi.

“Berat apanya? Malah kau terlihat lebih kurus sekarang”. Siwon menatap lurus sambil tersenyum kecil. “Sudahlah, lama aku tak melakukan ini”.

Yoona hanya terdiam, ia ikut tersenyum. Entah betapa terasa tenang hatinya sekarang, semua sudah kembali. Tak boleh ia lakukan kesalahan untuk kedua kalinya. ‘Aku tak akan membuat pria ini marah lagi’, batinnya tersenyum manis kearah Siwon.

Merasa diperhatikan Siwon pun balik menoleh, “Kenapa kau menatapku seperti itu? Rindu padaku? Atau aku terlihat lebih tampan sekarang?”.

Keduanya tertawa, Yoona memukul kecil dada kekasihnya itu. “Jangan bercanda”.

Siwon menghentikan tawanya dan berubah menjadi wajah serius, melihatnya Yoona juga ikut terdiam kaku. Mereka saling menatap, wajah Siwon mulai mendekat kearah wajah Yoona, keduanya langsung memejamkan mata. Hampir bibir mereka bersentuhan tiba-tiba pintu lift keburu terbuka. Seorang pria tua bersama anak perempuannya yang berada didepan lift langsung melotot kaget melihat pemandangan lovey dovey barusan. Siwon dan Yoona pun lebih-lebih kagetnya, mereka berdua menjadi salah tingkah. Dengan sigap Yoona segera menutupi wajah keduanya. (satu tangan menutupi mulutnya sendiri sedangkan satu tangannya lagi menutupi mulut Siwon)

Buru-buru Siwon membawa Yoona keluar lift kemudian berjalan menuju apartementnya dengan langkah yang sedikit dipercepat. Ahjussi beserta anaknya itu masih memperhatikan gelagat keduanya.

“Kyaa kapan aku bisa seperti itu”, gumam sang gadis menatap penuh kagum kearah punggung Siwon yang dengan penuh kasih sayang membopong kekasihnya.

Sang ayah menatap geram kearah putrinya. “Park Min Ji! Awas jika kau seperti itu, kau masih anak ingusan. Tak perlu berpacar-pacaran”. Ujarnya seraya memasuki lift.

Sang putri hanya menghentak-hentakan kakinya dengan sebal. “Ayaaaah.. aku sudah 17 tahun!”.

“4-0-7-3-0-5”, ucap Siwon mengucapkan deretan password pintu apartement Yoona. Sementara Yoona yang masih dibopong Siwon sibuk menekan  tombolnya.

Pintupun berhasil dibuka. “Kau masih hafal benar”, ujar Yoona.

Siwon mulai berjalan kedalam, “Tentu saja, 4 adalah bulan lahirku, 7 tanggal lahirku, 30 tanggal lahirmu dan 5 adalah bulan lahirmu. 407305. Apa selama beberapa bulan putus denganku kau tak mengganti passwordnya?”.

“Bisakah tak membahas soal itu?”, ketus Yoona mulai menampakan wajah tak suka. Sedangkan Siwon hanya tersenyum geli melihat ekspresi wajahnya.

Perlahan Siwon mendudukan tubuh Yoona diatas sofa yang bertepatan didepan televisi.

“Aw!”, ringik Yoona saat tak sengaja lengan sofa mengenai punggungnya.

Siwon kaget, ia baru sadar bahwa punggung Yoona belum benar sembuh. Ia sungguh tak enak, karna menyelamatkannya punggung gadis ini yang menjadi korbannya. Siwon tertunduk seraya mengusap halus punggung kanan Yoona.

Terjadi keheningan untuk beberapa saat, namun segera dipecahkan oleh Yoona. Ia berbalik menatap Siwon dengan senyuman lebar yang sudah tersinggung dari bibirnya.

“Mwoyo oppa?”.

“Mianhae..”, ucap Siwon penuh sesal.

“Maaf untuk apa? Kau tidak melakukan kesalahan apapun”, jawab Yoona tetap dengan senyuman tanda bahwa semuanya baik-baik saja.

Siwon pun membawa Yoona kedalam dekapannya. Yoona sedikit kaget, ia membalas pelukannya seraya menepuk-nepuk punggungnya dan berkata. “Gwaenchana…”.

“Aku tak menyangka bisa mencintai wanita bodoh sepertimu”, ketus Siwon mempererat pelukannya.

“Aku begini karna mu Choi Siwon”.

***

Keesokkan harinya dua insan ini masih tertidur begitu damai, semalaman keduanya tidur di sofa sambil saling berpelukan.

Karna sinar matahari yang terasa hangat menyinari ruangan dari celah-celah jendela membuat Siwon terbangun. Ia membuka matanya dengan perlahan. Wajahnya langsung menyinggungkan senyuman saat melihat kekasihnya yang masih tertidur dalam dekapannya. Sangat cantik, pikirnya.

Merasa terusikkan gadis itu pun ikut terbangun, tubuhnya menggeliat kecil lalu mendongakkan kepalanya. Terlihat Siwon yang masih tersenyum manis padanya, Yoona pun membalas.

“Tidur mu nyenyak?”, tanya Siwon dan Yoona mengangguk mengiyakan sebagai jawaban.

“Ayo bangunlah”, ujar Yoona mencoba untuk bangkit.

Namun Siwon menahannya lalu berkata, “Sebentar lagi saja”, ujarnya semakin mempererat pelukannya.

“Aish oppa, ini sudah siang”.

“Lalu kenapa? Hari ini kita free kan. Ayolah sebentar lagi saja”.

Dengan satu hentakan Yoona berhasil melepaskan pelukan Siwon kemudian berdiri dan berlari kearah kamarnya. “Aku ingin ke kamar kecil dulu”.

“Ya! Awas kau”, teriak Siwon mengubah posisinya menjadi duduk lalu tersenyum geli seraya menggeleng-gelengkan kepala.

 

Seusai membasuh wajahnya dan menggosok gigi [?] Yoona berjalan keluar kamar. Terlihat diruang tengah sana sudah tak ada Siwon, sepertinya ia juga sedang berada dikamar mandi yang berada di dekat dapur.

Sembari menunggu Yoona pun memutuskan untuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Namun sebelum itu ia memeriksa ponselnya terlebih dahulu.

Dan benar saja, sudah beberapa pesan yang masuk. Tapi dari siapa saja? Number ID nya berbeda semua, pikir Yoona mengangkat alisnya heran. Sesaat membaca pesan satu persatu matanya langsung terbelalak, memasang wajah yang sedikit kaget.

Tak lama Siwon keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekat. Melihat mimik muka Yoona yang aneh Siwon pun bertanya. “Ada apa?”.

Tanpa menjawab Yoona hanya memperlihatkan layar ponselnya pada Siwon.

Siwon mengangkat alisnya menoleh heran, ia pun memalingkan wajahnya kelayar ponsel.

From: Leeteuk oppa

054678***

Aku tau kalian ada di apartement Yoona, jadi jangan pergi kemana-mana. Sebentar lagi kami akan segera tiba disana

“Mwoya?”, pekik Siwon menatap kaget kearah Yoona. “Apa maksudnya?”.

“Entahlah, dan bukan Teukkie oppa saja, tapi yang lain juga mengirimi pesan dengan teks yang sama persis”, ucap Yoona. “Oppa, periksa juga ponselmu”.

Setelah diperiksa ternyata Siwon juga mendapatkan pesan yang sama. “Jangan-jangan mereka…”. Pikiran mereka mulai tak enak sekarang.

Beberapa detik kemudian suara bel apartement keburu berbunyi. Keduanya saling menatap pasrah, “Kita terlambat”.

Ternyata benar saja dugaan mereka, sesaat membuka pintu para member SJ dan SoShi langsung mengkeroyoki keduanya [?].

“Jadi ini pasangan yang mempunyai hubungan khusus secara diam-diam?”, ujar Jessica dengan nada menyindir.

“Oh, pintar sekali ya mereka.. maksudku pintar berakting didepan kita semua”, timpal Eunhyuk.

Yoona dan Siwon dibuat semakin tak bisa berkutik.

“Ya kalian, tuan kuda dan nyonya rusa, sebelum kita melakukan hal yang lebih menakutkan lagi cepat katakan rahasia kalian yang sebenarnya”, ancam Shindong berjalan mendekat kearah Siwon dan Yoona. Sementara keduanya malah berjalan mundur sampai akhirnya terduduk di sofa. Posisi mereka kini membuat yang lain menjadi lebih enak untuk mengintrogasi keduanya.

Sungmin dan Kyuhyun membawa tongkat kastik, sementara yang lain mengelilingi YoonWon.

“Kalian harus menjawab pertanyaan kami dengan jujur. Jika tidak..”, Leeteuk mengalihkan pandangannya pada KyuMin yang sudah sigap dengan tongkat mereka.

Dengan pasrahnya Siwon dan Yoona mengangguk tanpa melawan.

“Jadi, apa benar kalian memiliki hubungan special yang lebih dari teman?”, tanya sang introgator [?], Park Jung Soo.

“Ye”.

“Tanggal berapa kalian berpacaran?”.

“7 Juli 2009”, YoonWon selalu menjawab setiap pertanyaan yang Leeteuk lontarkan secara bersamaan.

“MWORAGO???”, teriak SuGen serempak. Mereka semua memang sangat kaget, bukan tanpa alasan ternyata Yoona dan Siwon sudah berhubungan sampai begitu lama.

“Mana bisa kalian merahasiakan ini semua dari kami selama itu ha? Oh keterlaluan sekali”, runtuk Kyuhyun berkacak pinggang.

“Mianhae”, jawab keduanya penuh sesal.

“Kami tak akan memaafkan kalian berdua begitu saja sebelum kalian memenuhi permintaan kita semua”, ucap Sooyoung dengan mata liciknya.

Siwon dan Yoona berdiri berdampingan. Tangan Yoona terlingkar di lengan Siwon.

“Aku Choi Siwon..”.

“Dan aku Im Yoona..”

“Ingin meminta maaf kepada semua member SoShi dan Suju atas kesalahan kami dan ketidak keterbukaan kami berdua selama ini. Josonghamnida”, ujar keduanya memberi hormat dengan membungkukkan badan 90 derajat.

Mereka tetap dalam posisi seperti itu, sedangkan yang lain hanya terduduk menyaksikan pengakuan mereka berdua.

“Ya, itu cukup”, ucap Leeteuk. Mereka pun berdiri dengan posisi yang benar. “Ada yang masih ingin menghukum mereka?”.

Donghae berdiri kedepan seraya berteriak, “AKU”, dengan lantang. Mata Siwon menatap kearahnya dengan tak enak. Yoona pun tak kalah gugupnya. “Kalian mungkin tak tahu bahwa selama ini, tanpa sepengetahuanku mereka berdua telah melibatkanku dalam hubungan mereka. Pertama..”, mata Donghae teralihkan pada Yoona, “Kau nyonya Im, bisa-bisanya kau memitnahku dan mengaku-ngaku bahwa aku adalah orang ketiga diantara hubungan kalian. Karna kau, tuan yang berada disampingmu menjadi salah paham padaku”.

“Sudah ku katakan aku minta maaf”, ucap Yoona pelan sambil menunduk.

“Ada satu lagi, aku yang tak tahu apa-apa ini tiba-tiba saja saat syuting beberapa waktu lalu ada pria gila yang meninju ku hebat sampai babak belur”, lanjut Donghae menatap sinis pada Siwon.

Mendengar pernyataannya semua orang terkekeh geli dan tertawa.

“Waktu itu aku tak tahu, lagipula salahkan saja wanita pembuat skenario ini. Kita semua jadi salah paham”, ketus Siwon membela diri.

Yoona menoleh kesal, “Aku tahu, aku memang dalang dari semua masalah ini. Aku minta maaf”.

Melihat Yoona yang sudah mulai marah Siwon pun jadi salah tingkah, “Ya chagi, maksudku bukan begitu. Aku tahu kau melakukannya karna kau ingin melindungiku kan? Terimakasih, jeongmal gomapta”, ujarnya sambil memeluk Yoona.

Yang lain bergidik geli.

“Sebenarnya aku lah orang yang sudah membuat kesalah pahaman diantara kalian semua”, ucap Taeyeon tiba-tiba. Membuat semua orang menghentikan tawaan mereka dan memalingkan wajah pada Taeyeon yang mulai merasa tak mengerti dengan kata-katanya barusan.

“Eonnie, kau tak usah mengatakannya…”, sergah Yoona.

Namun segera disela oleh Taeyeon. “Semua orang harus tahu, lagipula Siwon oppa pun sudah mengetahui semuanya bukan”. Yoona tak berkutik, sepertinya Taeyeon memang benar-benar akan membeberkan semuanya.

“Pagi itu aku pergi ke apartement ini sendirian, bukan tanpa tujuan namun aku akan mengambil baju ku yang tertinggal disini. Saat itu pintu tak terkunci, dan tanpa basa-basi aku langsung masuk kedalam rumah. Sesampainya aku diruang tengah tiba-tiba aku melihat seorang pria tengah tertidur di sofa. Ku perhatikan ia dengan simak, ternyata.. pria itu adalah Siwon oppa. Tentu saja aku kaget, mana mungkin Siwon oppa hanya berkunjung sampai ia ketiduran begitu nyenyak. Tak lama Yoona baru datang, ia kaget saat melihatku. Setelah itu kami keluar, membicarakan soal ini, aku memintanya untuk menjelaskan semuanya. Karna terus di tekan olehku akhirnya Yoona mengaku bahwa ia sudah berpacaran dengan Siwon oppa. Aku sungguh kaget, kalian tahu sendiri, jika ini semua ketahuan oleh public atau management kita bisa-bisa mereka berdua dipecat tanpa ampun, atau sesuatu mungkin terjadi yang lebih buruk lagi pada grup kita. Maka dari itu saat itu juga aku memaksa Yoona untuk segera memutuskan hubungan mereka secara sepihak”, ungkap Taeyeon.

“OMO”.

“Mwoya?”.

“Taeyeon-ah, semuanya sudah berakhir. Yang kau lakukan sebenarnya ada baiknya juga”, ujar Siwon.

“Kau melakukan ini karna ingin melindungi kami semua”, tambah Yoona.

“Aku tak tahu bagaimana membayar semuanya, namun aku hanya bisa mengatakan minta maaf pada kalian berdua. Aku tahu caraku yang salah”, lanjut taeyeon lagi dengan nada sesal.

Disampingnya Leeteuk langsung merangkul pundak Taeyeon. “Sepertinya kekacauan ini diawali karna ketidak terbukaan kalian bertiga (Yoona, Siwon, Taeyeon). Jika kalian memberitahu kami dari awal aku yakin akan lebih mudah mencari jalan keluarnya. Kalian ingat, kita semua adalah keluarga. Cobalah lebih terbuka lagi, semuanya pasti akan baik-baik saja. Dan untuk masalah Siwon dan Yoona berpacaran, menurutku itu normal-normal saja. Maksudku walaupun kita seorang public pigure namun keinginan ingin mencintai atau dicintai itu pasti ada. Aku tak akan melarang kalian, selama management kita dan public tak mengetahui itu”.

Ketiganya tertegun.

Demi mencairkan suasana yang mulai beku itu tiba-tiba saja Eunhyuk mengangkat tangannya. “Sesi hukuman ini belum berakhir bukan? baiklah, aku akan menambahkan!”. Ia berdiri dan melipatkan kedua tangannya didada. Tiba-tiba bibirnya menyinggungkan senyuman evil seraya berkata. “Aku ingin melihat kalian… mmuah!”, ujarnya nakal seraya memanyunkan bibirnya.

Awalnya semua orang terkaget, namun akhirnya mereka pun tertawa.

“Ayo lakukanlah. Hukuman ini malah terdengar asyik”, tambah Yesung ikut-ikutan.

Pipi Siwon dan Yoona mulai memerah. “Yang benar saja, masa aku melakukan hal itu didepan kalian semua”, tutur Siwon mengibaskan tangan tanda menolak.

“Yak Choi Siwon, jangan banyak alasan. Hanya turuti perintah kami”, ancam Sungmin mulai mengeluarkan tongkat kastiknya.

“Ayo lakukan kisseu…”, tambah yang lainnya semakin membuat YoonWon tak dapat berkutik.

Karna tak ada pilihan lain, Siwon pun memberanikan diri memegang pundak Yoona agar berhadapan dengannya. Keduanya saling bertatapan malu, sedetik kemudian Siwon langsung mengecup bibir Yoona lembut, sedangkan Yoona hanya diam dan menutup matanya.

Sementara the evils of SoShi and SJ hanya menyaksikan dengan tawa geli melihat adegan romantis ini.

***To Be Countinued***

Akhirnya bisa ngeberesin part 8 nya sedikit cepet. Ga bete lagi kan? Udah pada ga lumutan nunggu lagi kan? Haha *kebiasaan dengerin curahan hati readers* :p Chapter ini pasti ga bikin galau dong, bosen ya mellow2-an mulu. Tapi apa konflik nya akan selesai sampe disini aja? Oh tentu enggak dong^^ nantikan chapter selanjutnya…

Saya sarankan ya, jika kalian tidak ingin FF ini di protect seperti chapter 5 tolong berhenti jadi silent readers. Selesai membaca saya harapkan kalian meninggalkan jejaknya. Dukungan kalian tentu sangat berpengaruh untuk semangat saya, hidup saya, dan jantung saya [?]. untuk readers yang selalu memberikan support nya, aku padamu banget lah [?]. maaf kalo ga bisa selalu buat kalian puas akan karya-karya alibaba saya.

Kritik dan sarannya saya akan terima dengan lapang dada^^

ga sabar nunggu film ini rilis T.T

Oh ya, finally.. SMTOWN sebentar lagi akan tour ke LA lagi. Moga banyak YoonWon moment lagi ya kayak taun 2010 kemaren..

Duduk sebelahan dipesawat..

Deketan mulu saat prescon..

Saling pukul-jambak waktu makan.. [?]

^^ uuu… uri sweet couple ever!

Besok oppadeul SJ udah pada nyampe di indo nih, jemput ke bandara yuk :p

Tinggalkan komentar

247 Komentar

  1. Choi Han Ki

     /  Mei 24, 2015

    Yg baru baikan sweet banget.. Akhirnya masalahnya kelar juga semua mengetahui dan menerimanya🙂

    Balas
  2. Deery00ng

     /  Agustus 18, 2015

    Hua . .
    DaebakKk,
    suka bgt,bner2 keren.
    Pilihan katanya pas n mudah dpahami
    hehe
    next unN,FIGHTING

    Balas
  3. ria

     /  Oktober 7, 2015

    Seneng liat yoonwon baikan,
    Taeyon akhirnya sdr jg

    Balas
  4. paris

     /  November 5, 2015

    Akhirnyaaa permasalahannya selesai juga dan yoonwon bersatu kembali, balikan lagi yeee seneng nyaaa🙂
    Di tunggu banget moment2 yoona sama siwonnyaa🙂

    Balas
  5. Jeun meli

     /  November 11, 2016

    wah keren n menarik

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: