[FF] Ever Lasting Love (Chapter 7: Jealousy)

[FF] Ever Lasting Love (Chapter 7: Jealousy)

Chapter 7: Jealousy

Author: Resty Meidalita Utami/GEE

Genre: Romance

Rating: PG 15+

 Choi Siwon-Im Yoona

***

 

Berita tentang datangnya drama Symphony ini sedikit mengejutkan para Korean-pop Lovers maupun pecinta Korean-drama. Dalam berbagai website drama ini sudah menjadi hot topic dimana-mana. Rumor-rumor tentang drama yang akan diproduksi SM memang sudah terdengar jauh-jauh hari, namun para pemain nya yang diluar dugaan. Para netizen berkata…

“Ini benar-benar mengejutkan. Ku kira tak akan ada member CSJH, Kangta, maupun Boa. Ini sungguh daebak”.

“SM mengambil para center.. lihatlah, ini akan jadi yang terhebat”.

“Dana bersama Yunho? Kurasa mereka cocok^^ tapi kenapa Yoona harus dengan Siwon?? YoonHae lebih baik”.

“Terlihat dari posternya..

Siwon-Yoona

Boa-Kangta

Yunho-Dana

Minho-Soojung-Baekhyun

Benar-benar penasaran akan ceritanya seperti apa.. cepatlah rilisss‼”.

“SM memilih the face of groups, ada saja ide mereka”.

“Kurasa drama ini tak akan jauh-jauh layaknya cerita Dream High”.

***

Syuting perdana pun tiba. Dana masih sibuk mempersiapkan dirinya seraya di bantu oleh sang penata rias, nona Jang. Dan Siwon terlihat tengah duduk dengan santai sambil membaca skrip nya, sedangkan Yunho sudah melakukan scene nya yang pertama dibagian ruang President Sekolah.

Semuanya memang terlihat sibuk dengan pekerjaan dan tugas masing-masing. Semua peralatan serta orang-orang yang telah dipersiapkan untuk dijadikan sebagai piguran sudah berkumpul didaerah lobby Universitas.

“Nona Jung, apa kau melihat Yoona?”, teriak asisten sutradara pada seorang staff perempuan berambut sepundak.

“De? Tadi kulihat dia sedang berada…”, ia tolehkan kepalanya kearah ruang costum. Namun orang yang dimaksud ternyata tak berada disitu. “Umm… dia… aku akan mencarinya dulu tuan”, tambahnya seraya membungkukkan badannya lalu berlalu pergi.

Sang asisten sutradara berkacak pinggang, “Oh astaga. Cepatlah temui dia, syuting akan segera dimulai”.

“Baik”.

Sedari tadi Siwon terus memperhatikan perbincangan keduanya, terlihat ada sesuatu dalam benaknya. Namun kembali ia bersikap acuh lalu melanjutkan membaca skrip bagiannya.

Yoona berdiri didepan cermin dengan wajah yang begitu gugup. Ia meremas-remas tangannya sambil menggigit bawah bibirnya.

Eoteokkae?

Eoteokkae?

Eoteokkae?

Itulah yang selalu terngiang-ngiang dalam pikirannya.

Ia menghidupkan air keran lalu membasuh wajahnya. Kembali ia menatap dirinya dibayangan cermin, kini wajahnya hampir pucat, perlahan-lahan ia menghela nafasnya mencoba menenangkan diri.

‘Tidak, aku tak boleh lemah dihadapannya. Kau harus kuat Im Yoona’, batinnya menyemangati dirinya sendiri.

Ia mengangguk pasti lalu berjalan keluar toilet.

“Yoona-ssi!”, teriak seseorang. Yoona menoleh, orang itu mulai berlari menghampirinya.

“Eonnie?”, Yoona menatap heran. “Mwoya?”.

Sebelum menjawab wanita mengatur nafasnya terlebih dahulu, “Hhh… syuting akan segera dimulai. Sebaiknya kita segera kelokasi”, ujarnya menarik tangan Yoona.

Yoona hanya menuruti apa katanya.

“Apa? Tidak tidak… kami semua masih siap-siap karna pemain wanitanya belum…”, saat matanya mendapati sosok Yoona yang baru datang sang sutradara menghentikan sejenak celotehannya pada ponsel yang sedaritadi tertempel ditelinganya lalu kembali melanjutkan, “… Ah, dia sudah datang. Kita tutup dulu telephone-nya”. Ia menutup flap ponselnya dengan satu hentakan lalu berjalan menghampiri Yoona.

“Yoona-ssi, anda darimana saja?”, tanyanya.

“Maafkan aku, tadi aku ke toilet sebentar”, sesalnya.

“Bagaimana mungkin kau tak tepat waktu seperti itu”, ketus Siwon berjalan melewati keduanya.

Yoona dan sang sutradara masih terdiam, Siwon membalikkan tubuhnya dan lanjut berkata. “Sutradara? Bisakah dimulai sekarang saja?”.

“Ah tentu. Semuanya ayo bersiap-siap untuk melakukan scene pertama”.

Yoona POV

Gila… aku hampir GILA SEKARANG‼. Tenangkan jiwamu Yoona, jika seperti ini terus kau tak akan mungkin bisa menyelesaikan semuanya. Oh ingin kabur saja rasanya…

CUT! Teriak sutradara. Ya benar aku salah lagi. “Yoona-ssi, ekspresimu itu sangat kaku. Bisakah kau anggap Siwon sebagai kekasihmu?”, kritiknya untuk kesekian kali.

“Ne, maafkan saya”, kutundukkan kepala dengan nada sesal.

Sorot mata Siwon oppa menangkapku dengan sinis, “Sejak kapan kau tak bersikap profesional seperti ini? Beraktinglah secara natural”, bisiknya tepat ditelingaku.

“Maafkan aku”, jawabku dengan suara kecil dan menatapnya bak orang bodoh.

“Oke oke, kita ulang lagi”, teriak sang sutradara dan kita melanjutkan pengambilan gambar kembali.

End of Yoona POV

[SKIP]

Sore ini 3 scene sudah diselesaikan dengan baik. Tinggal 4 scene lagi, dan syuting hari ini akan berakhir. Siwon, Yoona dan beberapa staff tengah istirahat dan makan bersama di cafe yang tepat bersampingan dengan tempat lokasi.

Sesuai dengan yang sudah dijadwalkan, pada episode perdana bagian Hyemi dan Jaemi akan ada pemain tambahan atau comeo. Yaitu Kyuhyun dan Donghae. Sekarang merekapun sudah tiba.

“Annyeonghaseyo…”, sapa Donghae.

“Annyeong Donghae-ssi, Kyuhyun-ssi”, balas beberapa staff.

“Waaa, baru datang langsung disuguhi banyak makanan seperti ini”, tambah Kyuhyun yang dengan datarnya langsung duduk disamping Siwon dan merebut jatah makanannya.

“Yak! Kau ini selalu seenaknya saja”, balas Siwon memukul lengan Kyuhyun.

“Yoong?”, sapa Donghae kearah Yoona sambil melambaikan tangannya.

“Oppa”, ucap Yoona balas tersenyum.

Memperhatikan keduanya wajah Siwon berubah kesal. Ia cemburu? Ya tentu.

“Wonnie, makananmu terlihat enak. Aku minta”, ucap Donghae ikut-ikutan dan duduk disamping Siwon lainnya.

“Astaga, kalian berdua benar-benar menganggu acara makan siangku saja. Lebih baik ambil makanan sendiri”, sikut Siwon lalu mengambil piring miliknya dan pindah untuk menghindari keduanya.

Kyuhyun dan Donghae hanya termanga melihatnya membuat semua orang tertawa.

Tiga hari ini Donghae dan Kyuhyun terus mengikuti syuting Symphony bersama Yoona dan Siwon karna akan dijadikan sebagai comeo dalam 2 episode. Saat syuting berlangsung Donghae dan Yoona selalu terlihat bersama. Misalnya saat makan, istirahat, menunggu take syuting, dan tak jarang Donghae pun mengantarkan Yoona pulang sampai dorm.

“Syuting hari ini selesai. Kalian bekerja dengan baik”, ucap Sutradara Kim. “Kyuhyun-ssi, ini adalah syuting terakhirmu. Kerja yang hebat”.

“Ini tidak adil sekali, mengapa bagianku sedikit sedangkan si ikan cupang ini masih ikut syuting”, runtuk Kyuhyun mendelikkan mata kearah Donghae.

“Ya evil, panggil aku hyung! Tidak sopan sekali, kau jangan marah padaku, salahkan saja bakat aktingmu yang masih payah itu”, gertak Donghae tak ingin kalah membuat orang-orang disekitar tertawa.

“Sudah selesai semua bukan?”, tanya Donghae lalu mengarahkan matanya pada Yoona yang tengah membereskan barang-barangnya kedalam tas. “Yoong, kau pulang bersamaku lagi ya!”, ucapnya seraya mengedipkan sebelah mata.

Yoona berhembus pasrah, “Araso”, singkatnya lalu menggantungkan tas kecilya itu ke lengan kanannya.

Pandangan mata Siwon terus menatap sinis kearah keduanya. Ia membalikkan badannya kemudian menarik tangan Kyuhyun. “Kyunnie.. kita jangan langsung pulang ke dorm saja ya. Lebih baik pergi jalan-jalan dan menikmati udara malam yang sejuk ini”.

“Shireo! Kecuali kau mengajakku membeli kaset game sepuasnya”, jawab Kyuhyun datar.

“Ah baiklah, akan kuturuti semua keinginanmu”, timpal Siwon lagi seraya merangkul pundak Kyuhyun dan mereka mulai berjalan beriringan.

Donghae menatap keduanya, “Ya!Ya! pergi jalan-jalan tanpa mengajakku? Oh sungguh keterlaluan”.

“Lebih baik kau nikmati acara kencanmu”, ketus Siwon dingin tanpa menoleh padanya.

“Ya, jangan ganggu kami berdua”, teriak Kyuhyun ikut-ikutan. “Hyung, aku bilang sepuasnya ya. Kau harus membelikanku banyak kaset game”, lanjutnya berbisik pada Siwon.

“Kau benar-benar cerewet sekali”, timpal Siwon berbalik sinis.

Yoona POV

“Ya!Ya! pergi jalan-jalan tanpa mengajakku? Oh sungguh keterlaluan”, ujar Donghae oppa

“Lebih baik kau nikmati acara kencanmu”, ketus Siwon oppa dingin tanpa berbalik kearah kami.

“Ya, jangan ganggu kami berdua”, susul Kyuhyun oppa. Mereka terus berjalan menjauhi kami sampai akhirnya hilang dari tatapan.

Donghae oppa menghela nafasnya berat, “Sungguh kekanak-kanakkan”, gerutunya. “Yoong, kita pulang sekarang saja”. Ia melangkahkan kakinya menuju parkiran.

“Kau tak ikut dengan mereka? Oppa pergi saja, biar aku pulang sendiri”, ucapku.

“Daripada aku bermain-main tak jelas dengan mereka lebih baik aku menemui ice princess ku. Sudahlah, kita pergi saja”.

End of Yoona POV

Kurang lebih setengah jam menempuh perjalanan akhirnya Donghae menghentikan lajuan mobilnya didepan gedung dorm SoShi.

“Dia sudah tidur belum?”, tanya Donghae tiba-tiba.

Yoona yang baru akan melepaskan sabuk pengamannya berhenti sejenak lalu berbalik menatap Donghae. “Mana aku tahu. Oppa kusarankan daripada seperti ini terus lebih baik kau berbicara baik-baik padanya”.

“Bagaimana caranya? Bertatap muka denganku saja sepertinya ia tak mau”.

“Mengapa bertanya padaku, ya kau pikirkan sendiri”, timpal Yoona.

Donghae menghela nafas panjang, “Ah sudahlah lupakan, kau Im Choding cerewet lebih baik turun dari mobilku dan masuk kedalam”.

Yoona menatap sinis, “Hh siapa juga yang ingin berlama-lama denganmu”, ujarnya sambil membuka pintu mobil dan keluar lalu menutup pintu kembali dengan satu hentakan. Saat baru beberapa melangkah tiba-tiba Donghae berteriak.

“Eh..eeeh.. tunggu!”.

Yoona menghentikan langkahnya dan membalikkan badan. “Ada apa lagi?”.

Sebelum menjawab Donghae menelan ludahnya sesaat. “Hkm… nanti setelah kau.. sampai.. beritahu aku dia sudah tidur atau belum”.

“Oh tuhan, baiklah-baiklah”, sedetik kemudian Yoona membalikkan tubuhnya lagi dan berjalan masuk. “Kenapa tak dia sendiri saja yang menanyakan?”, gerutunya.

 

KLEEEK!

Pintu dorm terbuka, hanya terdengar suara televisi. Yoona melepaskan sepatunya dan berganti dengan sandal rumah. Saat tiba diruang tengah ia melihat Sunny dan Hyoyeon yang terlihat asyik menyaksikan tayangan di televisi.

“Eonnie, kalian belum tidur?”, sapa Yoona lalu menghampiri mereka dan duduk di sofa.

Mereka mengalihkan pandangannya dengan serempak. “Kau sudah pulang?”, tanya Hyeoyeon. “Bagaimana syutingnya? Berjalan dengan baik?”.

Yoona mengangguk sebagai jawaban dan mendudukan diri didekatnya.

“Kau sudah makan? Wajahmu sungguh pucat”, Sunny pun berujar.

“Hmm.. mungkin hanya kecapean saja”, singkatnya lalu Yoona pun beranjak, “Aku kekamar dulu”, ijinnya dan pergi kelantai atas.

Sesuai perintah Donghae tadi, sebelum ia pergi kekamarnya ia memeriksa kamar Jessica terlebih dahulu. ia buka knop pintu secara perlahan. Didalam terlihat Tiffany yang sedang membersihkan wajahnya didepan cermin.

“Oh Yoong, ada apa?”, tanyanya sedikit kaget.

Yoona yang masih berdiri diambang pintu menggeleng singkat. “Aniya, aku sedang mencari Sica eonnie. Dimana dia?”.

“Dia belum pulang, bilangnya akan pergi ke rumah orangtuanya. Waeyo?”.

“Tidak hanya bertanya saja”. Sedetik kemudian ia pun menutup kembali pintu kamar dan segera merogoh tas kecilnya untuk mengambil ponsel.

“Oppa, sebaiknya kau jemput dia…”, ujarnya pada orang di jalur lain.

***

Taeyeon memutarkan bola matanya saat berada didalam kamar yang hanya diterangi oleh satu lampu kecil. Diatas tempat tidur sana terlihat Seohyun yang sudah berbaring nyenyak. Sekarang memang sudah larut malam, tapi entah kenapa sampai saat ini Taeyeon begitu susah untuk mengistirahatkan dirinya dengan nyaman. Kegundahan hatinya sungguh membuat tak tenang. Ia mendesah pelan seraya menatap kerlap-kerlip lampu dikota sana dari jendela kamar.

Cukup lama ia dalam posisi seperti itu, sampai akhirnya ia membalikkan tubuh dan berjalan kearah meja rias kemudian terduduk, menatap dirinya dari banyangan cermin.

Flash Back

Disaat Taeyeon tengah tidur dengan nyaman tiba-tiba matanya terbuka perlahan saat mendengar sebuah isak tangis dibelakang. Memang suara itu sangat pelan, tapi dalam keadaan hening seperti ini tentu Taeyeon dapat mendengarnya dengan jelas. Taeyeon terdiam, ia tahu benar siapa yang menangis. Rasa bersalah tiba-tiba datang membuatnya semakin tak tahu harus melakukan apa.

End of Flash Back

‘Aku tak tahu ini benar atau salah, tapi aku hanya berusaha untuk melindungimu… aku, aku berjanji akan menjagamu sebagai adikku’.

Mata Taeyeon terarahkan pada sebuah laci bertingkat. Ia rentangkan tangannya dan membuka laci barisan kedua. Disana terdapat sebuah buku agenda kecil berwarna hitam. Ia meraihnya dan mulai membuka tiap halaman.

Dihalaman pertama terpangpang sebuah photo sang pemilik. Tangan Taeyeon semakin tergerak membaca halaman selanjutnya.

Waktunya rekaman untuk album terbaru. Fighting‼

Kami mendapatkan penghargaan. Terimakasih tuhan^^

Hari ini ada pemotretan lagi, waktunya bertemu dengan pangeran kuda ku…😀

Huh! Kapan kami bisa kencan dengan bebas -_-

Dia sakit, besok harus bangun pagi. Dan mulai mencari resep makanan untuknya^^

Kejadian yang konyol. Astaga kami hampir ketahuan.

Tanpa sepengetahuan orang banyak ternyata Yoona selalu menuliskan setiap kegiatannya diagenda tersebut. Taeyeon sendiri baru mengetahui tentang hal ini beberapa hari yang lalu setelah sikap Yoona yang lambat laun mulai berubah. Mungkin memang Yoona tak pernah memperlihatkan kepedihan yang ia rasakan pada semua orang, tetapi masih ada orang yang tak bisa itu tipu.

Sudah cukup banyak lembaran yang Taeyeon baca, namun tiba-tiba saja matanya mengeluarkan sebuah cairan bening yang membasahi kertas berisikan untaian puisi indah diakhir halaman dengan keadaan kertas yang agak kusut. Tangannya berubah bergetar kecil, dadanya terasa sesak. Ia menutup mulutnya dan mencoba menahan agar tak menangis berlarut-larut.

Beberapa detik kemudian seseorang mengetuk-ngetuk pintu kamar. Agenda milik Yoona yang taeyeon pegang menjadi jatuh kebawah. Dengan cekatan Taeyeon segera meraihnya kemudian menyimpan agenda tersebut ditempat yang seperti sedia kala. Ia hapus air matanya cepat-cepat dan mulai berjalan kearah pintu.

“Kau.. sudah datang?”, ujarnya.

Wanita dibalik pintu, Im Yoona—merasa heran melihat mata Taeyeon sedikit bengkak. “Eonnie, kau habis menangis?”, tanyanya dengan nada khawatir.

“Mwoya? Menangis? Tentu tidak, kau tahu aku sedang flu. Makanya jadi susah tidur”, jawab Taeyeon mengarang cerita dan berbalik berjalan menuju tempat tidur.

“Sudah malam, kau cepatlah tidur”, lanjutnya lagi saat sudah berebah diranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal berwarna putih.

Yoona hanya terdiam dan membereskan barang-barangnya terlebih dahulu.

“Kau sudah makan?”, tiba-tiba Taeyeon bangkit kembali dari tidurnya.

Yoona menoleh sejenak, “Euh? Belum, aku belum sempat”, jawabnya enteng.

“Makanlah dulu, kau barusaja bekerja. Pasti sangat lelah”.

“Tidak, aku tak lapar”.

Sekarang Taeyeon turun dari tempat tidur dan menarik tangan Yoona. “Jangan banyak alasan, cepatlah makan. Biar aku yang temani”.

***

Taeyeon duduk sambil bertopang dagu memperhatikan Yoona yang tengah melahap makan malamnya. Suasananya memang sangat hening, semua orang kini sudah tertidur.

“Besok aku, Sooyoung dan Leeteuk oppa akan ikut syuting bersama kalian Yoong”, ucap Taeyeon mulai memecahkan keheningan diantara mereka.

Yoona terhenti sejenak dan berdongak kepala kearahnya. “Jinjja? Menjadi comeo dibagian kami?”.

Taeyeon mengangguk, “Ya, selama 5 episode. Cukup lama bukan”.

Yoona tersenyum sumringah. “Senang mendengarnya. Aku jadi tak terlalu kesepian”.

“Eum…”, Taeyeon menghentikan tawanya dan berubah memasang wajah serius. “Satu lokasi bersama dia.. kalian bagaimana?”, tanyanya mengambang.

Yoona mendongak kearahnya dan berdehem sejenak. Tak lama seseorang datang menghampiri.

“Oh kalian berdua belum tidur”, ujar Sica tiba-tiba datang dari awang pintu membuat keduanya yang tengah berbincang serius mengalihkan pandangan mereka kearahnya. Kemudian Sica lanjut duduk disamping Yoona.

“Kau dari mana saja?”, tanya Taeyeon.

“Dari rumah ibuku. Besok mereka akan pergi ke Swiss”, jelasnya. Taeyeon dan Yoona mengangguk paham.

Kemudian mata Taeyeon mendelangah kearah jendela. “Mobil siapa itu? Kau diantar seseorang?”.

“Mwoya? Ani.. memang mobil siapa? Itu taxi”, jawab Sica berubah gugup. Keduanya menatap aneh kearahnya. “Aku keatas dulu”. Ia mempercepat langkahnya lalu pergi meninggalkan dapur.

Taeyeon masih memperhatikannya aneh, sementara Yoona yang sudah merasa Taeyeon mulai curiga langsung merangkul pundaknya. “Eonnie, aku sudah selesai. Lebih baik kita pergi tidur juga”.

***

Pagi ini di dorm SoShi sudah terlihat ramai. Semua orang yang biasa nya masih tertidur sekarang sudah terjaga karna schedule yang sudah menanti.

“Tiffany dan Sunny, kalian syuting di kantor SM Ent bersama BoA dan Kangta. Jessica, kau berangkat ke Incheon dan syuting bersama Minho, Baekhyun dan adikmu. Umm…. Sementara Taeyeon dan Sooyoung syuting di Universitas bersama Yoona dan Siwon. Oke, siapkan semuanya. Yang lain ingat, kalian harus segera bergegas ke kantor KBS. Bis didepan sudah siap. Palli..palli..”, ucap manager Song mulai mengabsen.

Disaat semuanya tengah sibuk mempersiapkan diri tiba-tiba bel dorm berbunyi. Mananger Song pun bergegas membukakan pintu.

“Oh Leeteuk, kau sudah datang”, sapanya saat melihat Leeteuk lah yang datang.

Leeteuk mengangguk. “Ye, mereka sudah siap berangkat kah?”.

“Chamkanman.. akan ku panggil mereka dulu”. Saat menager Song berbalik Leeteuk menahannya.

“Manager Song, katakan pada mereka aku menunggu didepan”, ujarnya dan manager Song mengangguk paham.

Taeyeon, Sooyoung dan Yoona berjalan beriringan menyusuri koridor gedung dorm mereka menuju dimana Leeteuk memparkirkan mobilnya.

“Ya! Ayolah, kita sudah telat”, teriak Leeteuk dari arah jendela mobilnya yang terbuka.

“Sungguh tidak sabaran sekali”, timpal Taeyeon seraya membuka pintu mobil depan disamping kursi pengemudi. Sementara Sooyoung dan Yoona menyusul duduk di kursi belakang. Beberapa detik kemudian mobil pun mulai melaju.

Saat dalam perjalanan..

“Siwon oppa kemana? Dia tak berangkat bersama kita oppa?”, tanya Sooyoung mencondongkan sedikit tubuhnya kedepan.

“Ani, dia syuting lebih awal. Jadi pagi-pagi sekali sudah berada disana bersama Donghae”, jelas Leeteuk tanpa memindahkan pandangannya dari jalanan.

“Oh”, Sooyoung lanjut bersender dikursi. Ia menatap heran pada Yoona yang daritadi terus diam dan menatap kearah jendela. “Yoongie, melamun saja. Ada apa?”, tanyanya mengsikut lengan Yoona pelan.

Yoona terhentak dan balik menatapnya. “Wae?”.

“Pagi-pagi sudah melamun, nanti kesambet”, canda Sooyoung dan Yoona hanya tersenyum kecil.

Diam-diam Taeyeon memperhatikan obrolan keduanya dari kaca spion diatas.

[SKIP]

“Kau jangan egois. Bukan pria macam dirimu yang ia butuhkan sekarang”, sinis Donghae kearah Siwon.

“Apa hak mu bisa berpendapat seperti itu? Aku mencintanya, dan dia juga mencintaiku. Jangan sekali-kali mencoba memisahkan kami”, balas Siwon.

“Cinta? Hh.. lucu sekali. Membuatnya menjadi menderita, apa itu yang kau maksud cinta?”, jawab Donghae menyinggungkan senyuman masam.

Siwon menghela nafasnya lalu berdiri dan menghadap kearah Donghae lebih dekat lagi. “Kau berkata seperti itu karna sebenarnya kau ingin merebut nya dariku kan?”.

“Jika memang benar lalu kau mau apa? Setidaknya jika bersamaku hidupnya akan lebih baik. Aku sangat mencintainya, dan sedetik pun aku tak akan membuatnya menangis dan menderita. Ingat itu”.

Donghae dan Siwon saling bertatapan dingin dengan tatapan yang penuh kebencian. Tapi disini Siwon lah yang paling terlihat sangat menjiwai, bukan dibuat-buat, ekspresinya keluar begitu alami. Mendengar Donghae berkata seperti itu membuatnya ingat akan seseorang.

“CUT!”, teriak seseorang. Sutradara Kim menghentikan scene ke 3. Bibirnya mengembangkan senyuman lebar tanda kepuasan. “Bagus. Sekarang istirahatlah dulu”.

Para Kru pun mulai menghentikan aktifitas mereka. Seperti hal nya Donghae dan Siwon. Keduanya duduk di kursi santai seraya membersihkan wajah mereka dibantu penata rias yang sudah dibanjiri oleh keringat.

“Siwon-ssi, Donghae-ssi, setelah ini kita pindah lokasi di halaman Universitas”, jelas seorang staff seraya membawa naskah drama. Keduanya mengangguk mengerti.

“Wonnie, kau ingin minum?”, tawar Donghae melirik Siwon yang duduk tepat disampingnya. Namun orang yang dipanggil malah tak terhiraukan sama sekali. “Wonnie..”, ucap ulangnya dan kali ini seraya memegang lengannya pelan.

Dengan sedikit tersentak Siwon baru memalingkan pandangannya, “Euh? Mwoyo?”.

“Kau ingin minum?”, ulang Donghae menyosorinya botol air mineral.

Tanpa menjawab Siwon hanya merentangkan tangannya untuk meraih botol itu, “Gomapta”. Ia menyesap air dengan cepat. Kembali matanya menatap bingung dan kosong, lalu.. “Hyung, aku ke kamar kecil dulu”, tambahnya sambil bangkit dan berjalan pergi.

Baru beberapa melangkah tiba-tiba seseorang memanggilnya. “CHOI SIWON!”. (suara laki-laki)

“SIWON OPPA!”. (suara perempuan)

Ia membalikkan tubuhnya mengarah kearah suara. “Yah, kalian ada disini?”, tanya Siwon langsung tersenyum kecil.

“Tentu, aku akan bermain drama bersamamu. Senang sekali oppa”, ujar Sooyoung girang.

“Ya Choi Sooyoung, kau melupakan kami”, timpal Leeteuk tak terima seraya merangkul pundak Taeyeon. Taeyeon hanya tersenyum kaku.

Sementara gadis yang berada disisi kanan Taeyeon hanya terdiam. Tak lama seorang kru berlari menghampirinya. “Yoona-ssi, silahkan untuk keruang make up”, perintahnya.

“De, algeseumnida”, jawabnya membungkukkan sedikit kepala. Kemudian ia menggigit bawah bibirnya. “Umm.. aku pergi duluan”, pamitnya tanpa basa basi dan terlihat sangat murung lalu berjalan seorang diri.

Mata Siwon tak teralihkan sedikitpun darinya, wajahnya terlihat datar. Namun segera disadarkan oleh hentakan dari Sooyoung. “Oppa!”.

“Euh? Mwoyo?”.

Melihat gelagat Siwon yang aneh Taeyeon pun ikut memperhatikannya.

“Kita langsung ke lokasi saja”, ujar Leeteuk meredam kekakuan diantara ketiganya.

***

Adegan kali ini melibatkan Jaemi, Hyemi, dan Seungjo (Lee Donghae). Disana diceritakan bahwa Seungjo berhasil membuat Hyemi menjadi marah besar pada Jaemi saat ia mengatakan bahwa Jaemi akan pergi ke luar negeri demi kelangsungan karirnya yang tinggal satu langkah saja itu dan lebih memilih untuk meninggalkannya, wanita yang selalu berada disampingnya selama ini. Karna kata-kata Seungjo lah yang membuat Hyemi merasa bahwa Jaemi terlalu egois, dalam keterpurukan Hyemi saat ini akibat ia tak dapat lulus dari Universitas Jaemi malah akan meninggalkannya.

“Kau pergilah jika itu yang kau inginkan. Aku memang bukanlah orang yang terlalu penting untukmu”, ujar Hyemi dengan mata mulai berkaca-kaca. Ia membalikkan tubuhnya sambil mendelikkan mata kearah Jaemi dan berlalu. Seungjo tersenyum licik dan ikut mengikuti Hyemi.

(Siwon POV: Aku tak rela kau membawa pergi wanitaku)

Dengan senyuman tadi sepertinya Jaemi begitu tak terima. Ia menarik lengan Seungjo disusul kerah kemejanya dan meninju keras wajah Seungjo. Hyemi yang melihat kejadian itu langsung berteriak kaget. Namun apa yang bisa ia lakukan, ia pun tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan perkelahian antara keduanya.

“Apa yang kau inginkan sebenarnya Lee Seung Jo?”, ujar Jaemi terus memukuli nya.

“Arght! Persetan kau Han Jaemi, hentikan!”, rengek Seungjo terjatuh tak berdaya.

“Ah… Kumohon hentikan..

Hhh…

Choi Siwon..

Aaaarg.. Berhenti..”.

Menatap adegan keduanya yang terlihat janggal sutradara Kim langsung menghentikan pengambilan gambar. “CUT! CUT!”, teriaknya dibantu sebuah toa kecil.

Namun hal itu tetap saja tak membuat Siwon berhenti memukuli Donghae. Yoona yang sudah kelewat kaget langsung menghampiri keduanya dan berusaha memisahkan, begitu juga para kru.

“Oppa, apa yang kau lakukan?”.

Mendengar ucapan Yoona yang seperti membela Donghae, amarah Siwon pun semakin menjadi-jadi. Ia melayangkan kempalan tangannya yang mendarat dengan mulus dimata kiri Donghae.

DEG!

Semua orang terdiam shock termasuk Siwon yang tiba-tiba tersadar. Wajahnya berubah gugup dan kaku, kempalan tangannya perlahan mulai ia turunkan, seluruh tubuhnya terasa lemas setelah mendengar Donghae mulai meringik kesakitan diatas tanah. Sebenarnya apa yang ia lakukan barusan?

Mendengar keadaan lokasi syuting yang mulai riuh Leeteuk, Taeyeon dan Sooyoung pun berlari menghampiri.

“Ada apa ini?”, seru Leeteuk heran.

Donghae sudah mulai ditangani dan dibawa ke ruangan khusus, sementara Siwon? Entahlah, sepertinya ia sudah kehilangan akal sehatnya. Ia terduduk lemas, jantungnya berdetak hebat, rasa sesal mulai timbul. Ia menutup wajah dengan kedua tangannya.

Sekarang ini Siwon sudah mendapat pertanyaan-pertanyaan dari beberapa orang termasuk sang sutradara. Mengapa bisa ia melakukan adegan perkelahian dengan asli. “Itu semua diluar kendaliku. Aku minta maaf”, jawab Siwon tertunduk dan terlihat frustasi.

“Apa dia mempunyai dendam terpendam kepada Donghae”.

“Hhh kau benar, tadi dia memukulinya begitu lama”.

“Aku jadi penasaran, sebenarnya ada masalah apa antara mereka berdua”.

“Jika kulihat hubungan mereka cukup baik dan dekat. Tapi kenapa bisa sampai seperti ini. Ouh.. tak bisa dipercaya”.

Itulah bisikkan beberapa orang.

Merasa penat Siwon pun bangkit dan berjalan menuju ruangan Donghae. Kini ia sudah berada didepan pintu, namun perasaan ragu masih menyelimutinya. Hampir meraih knop pintu seseorang dari dalam keburu membukakan pintu. Lee Donghae, pria itu terheran menatapnya. “Ada apa?”, tanyanya sedikit sinis.

Donghae memang patut marah, disini ia tak tahu sama sekali masalahnya.

“Hyung”, ujar Siwon. “Aku, minta maaf… Gwaencahana?”.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu?”, tanya Donghae seraya mengompres pipinya yang bengkak. “Apa aku membuatmu marah? Gila saja, tadi kau melakukan adegan perkelahian itu secara nyata. Kau tahu sebegitu kagetnya aku tadi”.

Siwon menelan ludahnya dan menghela nafas beberapa saat. “Aku tak tahu berapa kali harus aku mengatakan kata maaf padamu. Sungguh, itu semua benar-benar diluar kendaliku.. aku… aku sungguh minta maaf hyung”. Siwon semakin menunjukkan rasa sesalnya. “Kau bisa pukul balik aku jika kau mau”.

Donghae tertawa, “Sudahlah, mungkin kau terlalu menjiwai karaktermu. Jika seperti ini kau terlihat begitu menyedihkan Choi Siwon”, ia menepuk pundak Siwon dan tersenyum kecil menandakan tak apa-apa lalu berjalan meninggalkan Siwon.

Siwon masih terdiam dan hanya menatap punggung Donghae yang semakin menjauh. Ia menundukkan kepalanya lalu menghela lemas.

***

“Sutradara.. apa harus kita hentikan saja dulu syuting hari ini?”, tanya seorang staf pria bertubuh besar.

Sutradara Kim berpikir sejenak, kemudian ia dongakkan kepalanya. “Hhh..ya. sepertinya tak akan bagus jika terus dilanjutkan. Kau beritahu saja pada para pemain jika syuting akan dilanjutkan esok hari”. Sang staff mengangguk mengerti, namun tiba-tiba matanya menangkap seseorang yang mulai berjalan mendekat kearah mereka.

“Sutradara”, ujar sang staff pelan memberikan isyarat membuat Sutradara Kim membalikkan tubuhnya kebelakang.

“Ah Choi Siwon”, sapa Sutradara Kim.

Siwon datang dengan wajah murung, ia berhadapan dengan sutradara lalu membungkukkan kepalanya. “Josonghamnida sutradara, aku sudah mengacaukan semuanya”.

Ia masih membungkukkan kepalanya, membuat sutradara Kim menjadi salah tingkah. “Choi Siwon, sudahlah. Itu hanya masalah kecil saja”, ujarnya seraya membantu Siwon agar kembali berdiri dengan benar. “Tak usah kau khawatirkan, malah aku patut berterimakasih. Syutingmu tadi benar-benar bagus, siapkan untuk syuting besok, kau harus menjaga stamina mu. Ara?”.

Siwon tersenyum kaku. Sutradara Kim berjalan meninggalkannya. Tak lama seseorang menepuk pundak Siwon, “Gwaenchana?”.

Siwon menoleh, “Hyung?”, ia menoleh kearah Leeteuk yang tengah tersenyum padanya.

“Mereka bilang syuting hari ini akan di hentikan, lebih baik kita kembali ke dorm. sepertinya kau dan Donghae perlu istirahat”, ucap Leeteuk merangkul pundak Siwon mengajaknya untuk pulang.

Dalam perjalanan mereka menuju lobby, mata Siwon mendapati Donghae dan Yoona yang tengah berbincang serius di lorong.

“Oppa, aku sungguh minta maaf”, ucap Yoona dengan nada menyesal.

Donghae tersenyum, “Sudah ku katakan aku tak masalah dengan itu”, jawabnya mengacak-acak rambut Yoona. “Aku pergi duluan, kau hati-hatilah”.

Sebelum berjalan pergi Yoona berkata, “Terimakasih banyak oppa. Terimakasih”. Entah apa yang tengah mereka bicarakan, yang pasti itu semua membuat Siwon sangat penasaran.

Siwon menghentikan langkahnya, hatinya memang sungguh sakit. Ia masih belum bisa menerima kenyataan ini, sebenarnya ia belum siap.

“Wonnie, ayolah”, teriak Leeteuk dari awang pintu menyadarkannya.

Siwon POV

BODOH! JEONGMAL MINCHEO! CHOI SIWON PABOYA, AISH JEONGMAL!!!

Hari ini kau sudah melakukan hal yang sangat memalukan, kenapa bisa kau sampai? Aaaaah… tuhan!

Kau memang wanita jahat, sembuhkan aku dalam keterpurukan ini. Cepat lakukan semua yang kau bisa, buat aku agar bisa benar-benar melupakanmu. Kali ini hatiku sudah terlalu sakit, siapa yang akan menyembuhkanku sekarang? Aku tak punya seseorang yang ada disampingku lagi, aku sendiri. Ku mohon hentikan semua ini.

End of Siwon POV

Tangis Siwon pecah, ia terdiam di atap dorm seraya memegang dadanya. Air mata itu tak kian berhenti keluar, ia meratapi kesedihannya dimalam yang sepi seorang diri. “Apa yang harus aku lakukan?”, ujarnya terisak sambil perlahan tubuhnya terjongkok ke bawah. Tubuhnya benar-benar terasa lemas, bahkan untuk membopong tubuhnya sendiri ia tak mampu.

___

Syuting kembali berjalan dengan lancar. Namun hanya satu adegan yang butuh mengulang-ngulang kembali adegan. Yaitu adegan dimana Jaemi harus mencium bibir Hyemi.

Sutradara Kim merasa menyerah, keduanya selalu kaku saat melakukan adegan tersebut. Akhirnya Sutradara menyuruh keduanya cukup hanya mendekatkan wajah mereka tanpa melakukan adegan ciuman sebenarnya. Biar posisi kamera yang akan sedikit bermain dengan itu. (jadi saat pengambilan gambar akan terlihat Siwon dan Yoona seperti sedang berciuman, padahal bibir mereka tak bersentuhan samasekali)

Mereka setuju, dan sekarang wajah keduanya hanya berjarak beberapa inci. Kegugupan tentu masih tak terelakan, ditambah Siwon yang harus memegang lengan Yoona. Tubuh mereka hambir bersentuhan. Detak jantung terasa berdetak lebih cepat dibatas normal.

Hana..dul..set..

“CUT!”.

Mendengar kata-kata itu jelas saja membuat Yoona dan Siwon menghela lega. Keduanya langsung memisahkan diri.

Siwon berjalan sedikit gontai tanpa arah dan memperhatikan jalan didepannya. Beberapa kali ia meneguk botol softdrink digenggamannya. Tiba-tiba kakinya menabrak sesuatu.

“Kau harus lebih dekat dengannya. Untuk beberapa episode lagi kau harus melakukan adegan itu dengan sungguhan”, ujar sutradara Kim.

“Aku mengerti. maaf membuatmu kurang puas”, sesal Yoona membungkukkan kepalanya dan berlalu pergi.

Yoona terduduk di kursi santai lalu bertopang dagu dengan sebelah tangannya. Ia hanya memperhatikan orang-orang lokasi yang terlihat begitu sibuk sendiri-sendiri.

Tiba-tiba ia mendapati seorang pria dengan wajah tak karuan. Mata Yoona terus mengikuti kemana pria itu pergi. Tak lama pria disana menabrak sebuah tiang lampu yang  cukup tinggi.

Melihat tiang tersebut mulai bergerak-gerak seperti akan jatuh membuat Yoona sungguh panik. Ia berdiri dan berlari kearahnya.

“OPPA‼ AWAAAS‼”, teriaknya membuat pria itu, Choi Siwon berbalik.

Tanpa berpikir ulang Yoona mendorong tubuh Siwon agar terhindar dari tiang tersebut yang beberapa detik lagi akan segera jatuh.

BLUK~

!!!

Siwon dan Yoona terjatuh secara bersamaan dengan posisi Yoona yang berada diatas tubuh Siwon. Tiba-tiba suara ringikkan pelan keluar dari mulut Yoona. Tangannya menggenggam erat kemeja Siwon, ia tengah menahan sakit. Hantaman hebat dari tiang lampu itu, tepat mengenai punggungnya.

“IM YOONA??”. O.O

***

(Note: Puisi yang Taeyeon baca didalam agenda milik Yoona)

 

Aku tidak tahu
Saat kita memutuskan untuk melepaskan ikatan yang sudah berlanjut lama

Sungguh membuat hidupku tak terarah

Ikatan yang sudah terlanjur mengikat aku dan kau begitu lama itu harus dilepaskan begitu saja

Dan malah jadi meninggalkan bekas

Itu yang semakin membuatku sakit

Kenapa luka itu sampai sekarang sulit dihilangkan

Aku mulai putus asa
Benci akan hidupku sendiri
Aku tak tahu bagaimana caranya agar bisa mengeluarkan bayanganmu dari pikiranku

Aku bodoh.
Aku sendiri yang memutuskan untuk melepaskan ikatan itu tapi malah aku sendiri yang tak bisa berhenti menangis

Meyakinkan diri untuk mencoba kuat tapi aku tak punya daya untuk itu

Aku lemah… sebenarnya aku lemah tanpa mu

Seiring berjalannya waktu aku mulai menyadari

Aku memang membutuhkan cintamu… aku benar-benar masih membutuhkan segalanya darimu


Aku tidak pernah dapat memulai hari lain atau memulai lembaran baru

Aku hanya akan mencintaimu… tidak untuk orang lain
Karna setiap hari.. setiap malam..
Aku tetap di sini menunggumu
Sungguh, aku tidak akan pergi

Menjemput kebahagian bersamamu itulah yang kunanti
aku berjanji, Aku tidak akan meninggalkan mu

Jika kau tetap ingin pergi.. pergilah!

Jika memang kebahagiaanmu bukan pada diriku

Karna sesungguhnya aku hanya seorang yang sangat bodoh

Namun sampai kapanpun aku tak akan berhenti menantimu

Aku masih berharap kau segan untuk kembali padaku
Kembali padaku..
Kapan saja..

Jika hari itu datang aku akan memeluk mu dengan erat
Aku berjanji

Karna aku hanya mencintaimu

Aku tidak pernah bisa bernapas tanpa cintamu
Aku selalu berharap kau kembali padaku
Namamu masih terukir dihati ini walau dengan air mata

 

Sungguh aku memang orang yang sangat bodoh

Meratapi kesedihan disaat kau pergi

Sekarang aku semakin yakin, bahwa aku hanya bisa mencintaimu

 

Saranghae, Choi Siwon

 

***To Be Countinued***

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

209 Komentar

  1. imaniarimoi

     /  November 6, 2013

    Aaaaaarrrggghhhhhhhhhh (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)
    Lanjjuutttttt!!!
    Yoonwon jjang!!!!

    Balas
  2. tia risjat

     /  Desember 10, 2013

    omo.. yoona rela mengorbankan dirinya untuk siwon.
    kenapa taeyon ga ngasih izin aja ke yoona dan ngejelasin semuanya ke siwon biar semuanya jelas…..

    Balas
  3. Sri yanti

     /  Desember 28, 2013

    Siwon kasian bnget,yoona unni kenapa ga jujur aja ama wonpa…,

    Balas
  4. aza

     /  Januari 1, 2014

    kisah cinta yg rumit😦 cpt dong ng baik;an

    Balas
  5. Uwahhhhh!!!! , sedih bgt. Jdi terharu unnie. Keren bgt deh ^^

    Balas
  6. Riwoon

     /  Januari 23, 2014

    Wahhhhh….bener2 menguras emosi baca part ini… Siwon jgn slah paham lagi sma yoona… And puisi yoona benar2 seidh bgt..smpe air mata keluar bacanya… Amazing eonnie

    Balas
  7. Erny

     /  Januari 24, 2014

    Oh so sad.. Yoongie berani mengorbankan dirinya untk menyelamatkan wonppa..taeng eonni,ayolah..restui mereka..ne?

    Balas
  8. Omo!!! YoonWon jjang!
    Kisah cinta yang penuh kerumitan dan perjuang!!! Daebak!!!!!!^o^

    Balas
  9. Kasian yoonwon..
    tae unnie jg kayaknya dah kasian ma yoona moga tae unnie ngerestuin yoonwon..untu bersama
    Kekeke..

    Balas
  10. Ternyata yoona masih menyayangi ssiwon..

    Balas
  11. any

     /  April 1, 2014

    Saking masih cintanya m siwon, yoona rela terluka untuknya. So sweettttt . . .

    Balas
  12. akhirnya terbongkar jg, dalang nya ternyata taeyeon eonnie….

    Balas
  13. ayu

     /  Juli 31, 2014

    mian chap 6 nya blm comment soalnya jaringan error . gimana nasib yoona ya next

    Balas
  14. Akhyla307

     /  Agustus 6, 2014

    OMO!😮 semoga mereka berdua baik2 aja trmasuk yoona🙂 aduh kata”nya itu loh T.T

    Balas
  15. Daebakk! Sampai nangis bacanya.

    Balas
  16. Cha'chaicha

     /  September 13, 2014

    Menyedihkan sekali kisah cinta mereka, yoona eonni semoga gpp..

    Balas
  17. Keren.feelnya dpt banget

    Balas
  18. omoooo puisinya yoona bener bener buattt terharuuuuuu aku smpe nangis bacanya sedihh bangetttt, ditambah adegan sebelumnya yoona nyelamatin siwon ughhhh sedihhhh bgd..hahaha adegan pukul pukulan siwon sm donghae dsni siwon bnr bnr lg cemburu berat ke donghae wajarrrr kl dia mukulnya beneran kshan sm donghae harussss kena pukul siwon sabar ya oppa

    Balas
  19. Any

     /  November 25, 2014

    Dari awal chapt ini sangat2 menyesakkan bikin sedih tp berubah bikin ngakak konyol pas adegan Siwon mukuli Donghae, g tau knp sangat lucu menurutku sampe ngakak bacanya, tapi diakhir chapt sukses bikin bengok shok krn tindakan Yoona…

    Balas
  20. Dwi Sivi

     /  Desember 8, 2014

    ommmoooo kasiannya yoona eonni pastisakit kena tiang karena nyelametin wonpa yg sbar aja ya.. aku akan slalu mendukungmu ..
    kira2 taeng eonni tersentuh gk ya sma curhatan yoona eonni itu.. aku yg bca bca aja tersentuh.. semoga saja begitu..

    Balas
  21. kasian juga sama donghae yang harus jadi korban kekesalan siwon gara2 cemburu sama yoona,,,hoho moga aja setelah baca puisi itu taeyeon jadi ngerti sama hubungan yoonwon,,, nah lho,, gara2 nyelamatin siwon, yoona jadi ketiban sama tiang listri >< moga aja cederanya gak serius,,,

    Balas
  22. Im Nanda

     /  Januari 2, 2015

    nangis baca coretan lembaran milik Yoong Eonnie… semoga mereka segera bersatu dan Yoong Eonnie baik” saja

    Balas
  23. Zhahra

     /  Maret 23, 2015

    Hiks…hikss..hikss..
    Puisi yoona unni bagus banget…
    Taeyeon unni jangan egois donkz…
    Kebahagiaan yoona unni kan sama wonpa…
    Jdi jangan pisahin mereka..

    Balas
  24. Choi Han Ki

     /  Mei 24, 2015

    Yaampun yw kalo masih saling suka kenapa harus berakhir.. Itu semoga yoona gpp setelah kejatuhan tiang…

    Balas
  25. Mudah2an yoona ga knp napa

    Balas
  26. Deery00ng

     /  Agustus 18, 2015

    Nangis lagi bacanya
    duh,meski dah baca ttep aja mewek
    huhu
    yo0nwon ftw !!!

    Balas
  27. ria

     /  Oktober 7, 2015

    Kasian yoonwon hrs menahan perasaan msng2

    Balas
  28. paris

     /  November 5, 2015

    Saking cemburunyaaa siwon sama yoona dan donghae dia jadi kebawa suasana, memukulin donghae beneran,
    Wah yoona nolongin siwon? Apa yang bakalan terjadi selanjutnyaa? Apa yoona ngga apaapa?

    Balas
  29. Huhu terharu bgt author bisa aja buat aku nangis😥 mereka masih sama2 mencintai,semoga kalian cepat bersatu kembali

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: