[2S] Crazy Little Thing Called LOVE Part 2/End

Title :  Crazy Little Thing Called LOVE

 

Author: kkezzgw / Kezia Gabriella Winoto

 

Main Cast:

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

 

Other Cast:

 

  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Tiffany Hwang (SNSD)
  • Jessica Jung (SNSD)

 

Support Cast:

 

  • Kim Hyoyeon, Lee Sunkyu, Choi Sooyoung (SNSD)
  • Kim Taeyeon, Seo Joo Hyun (SNSD)
  • Kim Ryeowook, Park Jungsu (Super Junior)
  • Choi Sulli a.k.a Sulli [f(x)]
  • Kwon Yuri (SNSD)
  • Member Super Junior
  • SMTOWN Family

 

Genre: Romance

 

Length: Chapter

 

Rated: General

 

Facebook: http://www.facebook.com/keziagw

 

Twitter: https://twitter.com/#!/kkezzgw

 

 

A/N: FF ini MURNI dari KATA – KATA SAYA, diambil dari kisah film “Crazy Little Thing Called Love” yang diperankan Mario Maurer dan Pimchanok di tahun 2010. Kalo mau dapet feelnya, disarankan buat nonton filmnya, pasti berasa bgt dech dijamin.

 

Kenapa aku pilih film ini? Karena AUTHOR FANATIK SAMA MARIO MAURER – BAIFERN!!😀

 

Oh iya, di chapter sebelumnya, mianhae karena banyk kesalahn ketik, karena wktu tu author lgi bener2 ngntuk, tpi dipaksain bwt bkin, tanggung…

Author juga sempet tersinggung karena ad yg ngmng author ni nge-plagiatin FF org, bener2 merasa tersinggung, jdi tolong ya, author ksh tw lgi, INI MURNI HASIL KARYA AUTHOR. BAHASA SEMUA PAKE BAHASA SENDIRI, TIDAK COPAS SAMA SEKALI.

 

Itu ajaaaa^&^

 

Ada 2 versi, yaitu HaeSica dan YoonWon^&^

HAESICA DI FB J

 

HAPPY READING^&^

READ, COMMENT, AND LIKE PLEASE J

 

 

 

I wanted to tell you, that you have been successful from the beginning you try …”

 (“Aku ingin memberitahumu, bahwa kau telah berhasil sejak awal kau mencoba…”)

“Love can win everything especially Fear”

(“Cinta bisa mengalahkan segalanya, termasuk rasa takut”)

“Why our time never match?”

(“Kenapa waktu kita tak pernah cocok?”)

“Can only hope you will know, that I’m the one here to Love you, I’m begging you please know it, Some Day..”

(“…hanya bisa berharap kau akan mengetahuinya… bahwa aku disini untuk mencintaimu, Aku memohon agar kau mengetahuinya…. suatu hari….”)

 

 

Siwon berjalan ke arah Kami sambil tersenyum, “Ah, aku hanya ingin bertanya kenapa kau masih ada disini. Tapi pertanyaanku sudah terjawab…”

 

Siwon menepuk bahu Donghae kemudian pergi. Aku menatap kepergiannya dengan tak percaya.

 

“Jadi jawabannya apa Yoona? Jika kau diam saja aku akan menganggap kau oke dengan itu”ujar Donghae.

 

Aku membeku. Kenapa? Kenapa Donghae? Kenapa bukan…SIWON? TT__TT

Eottokae? Apa yang harus kukatakan?

 

 

…“CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE” PART 2…

 

 

 

YOONA POV

 

 

“MWO?? DONGHAE?” seru Sooyoung cs dengan tak percaya. Aku mengangguk lesu.

“Bagaimana bisa?”tanya Sooyoung, “Lalu, Siwon hanya mengatakan itu?”

Aku mengangguk lagi.

“Lalu apa jawabanmu pada Donghae, Yoona?”tanya Soonkyu.

“Aku tak menjawab. Apa yang harus kulakukan Sooyoung..?”keluhku.

“Kau harus menunggu dan melihat. Donghae adalah sahabat baik Siwon, jika kau melakukan sesuatu tanpa pertimbangan maka Siwon pasti akan marah padamu…”

 

**

 

Aku sedang jalan-jalan di siang hari ketika motor Donghae berhenti di dekatku. Donghae mengajak ku untuk pergi bersamanya. Tadinya aku menolak, namun ketika Donghae mengatakan kalau hari ini adalah hari pertandingan pertama Siwon, Aku langsung ingin ikut.

 

“Yoona, ini air untukmu..” kata Donghae sambil menyerahkan botol minumnya padaku. Karena tak enak, aku menerimanya saja. Siwon semakin tampan, bahkan sekalipun sedang bertanding..

 

Di pertandingan Siwon yang kelelahan menghampiri bangkuku, “Apakah kau ada air?” tanya Siwon pada Donghae.

 

Donghae tak punya karena baru ia berikan padaku. “Ini kesempatan untukku..” gumamku dalam hati. Aku akhirnya memberi airku. Siwon meminum air pemberianku dan menyiram wajahnya. Aku melihatnya dengan terpesona.

 

“Dia memang sempurna..” gumamku masih terpesona. Tapi, Ryeowook songsaeng menyuruhnya buru – buru pergi untuk segera melanjutkan permainnanya. Pertandingan hari itu, Siwon menang.

 

Aku pulang bersama Siwon dan Donghae. Aku dibonceng oleh Donghae, sementara Siwon mengendarainya sendiri. Mereka mengendarai motor sambil saling mengobrol.

 

“Kau tahu Tuan Kancing? Aku ingin berada di belakang Siwon, di sepeda motornya…” kataku dalam hati.

 

**

 

Hari itu hari ulang tahun Sooyoung. Hyoyeon bertanya padanya hendak membeli cake apa pada hari ulang tahunnya.

“Vanilla Cake, Yoona sangat suka kue itu”ujar Sooyoung. Saat Sooyoung sedang asik memilih-milih kue, aku belum datang. Hyoyeon segera menelponku.

 

Aku sedang pergi ke danau bersama Siwon cs, “Aku sudah menelpon Sooyoung tadi pagi hajiman, ia tak mengangkat teleponnya, sampaikan ucapan selamat ulang tahunku padanya.. De, mianhaeyo karena aku takkan bisa pulang tepat waktu…”

 

Di danau, semua sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang asik bermain gitar, ada yang memanggang makanan. Aku duduk di meja makan sambil memandangi Siwon yang asik memotret pemandangan dari jembatan. Tak lama Donghae menghampiri sambil menghidangkan cumi-cumi hasil panggangannya, mau nggak mau aku berpaling dari Siwon. Wajah Donghae mendekati wajahku, aku benar – benar risih, “Aku akan kembali..” katanya. Saat aku kembali melihat ke arah jembatan, Siwon sudah tak ada.

“Aish,kau mengangguku, Donghae..huh!” gerutuku dalam hati.

Aku pergi ke jembatan dan duduk disana. Siwon datang, “Apa yang kau lakukan disini?”

 

“Aku rasa pemandangan disini indah”kataku. Sepertinya keputusanku untuk datang kesini memamng benar.

 

Sekarang aku dan Siwon hanya berdua, kami sama-sama terdiam. Aku akhirnya membuka percakapan sambil menawarkan cumi, “Kau mau makan cumi?”

 

Siwon menoleh, “Kau tak tahu cerita cumi ya?”

 

Aku menggeleng, “Aniyo, waegurae?”tanyaku bingung.

 

“Aku akan memberi tahumu,” Siwon pindah duduknya ke sampingku.

 

Dia mulai bercerita, “Pada suatu waktu, ada pasangan cumi. Mereka telah mengarungi lautan dan samudra yang luas hingga mereka bertemu dan saling jatuh cinta, akhirnya mereka menikah. Pada hari pernikahannya, pendeta cumi menyuruh mereka saling berpegangan tangan… jadi mereka saling berpegangan tangan…. memegang tangan… memegang tangan… memegang tangan…”

 

Siwon menempelkan jari-jarinya satu-satu. Aku tertawa geli melihatnya.

 

“Oppa, kau gila!”ujaku yang masih terkikik.Siwon tersenyum.

 

“Tapi lucu” tambahku lagi.“Yang mana? Yang cerita, atau yang cumi?”tanya Siwon.

 

“Yang cerita! Eh, ani, yang cumi! Umm… aku bingung…” ujarku. Jangan sampai dia curiga mendengar perkataanku tadi.

 

Ku lirik cumi panggang, “Aku jadi agak tak mau memakannya.”

 

“Aku juga tak makan cumi begitu lama karena cerita itu” tambah Siwon. Kami pun terdiam.

 

“Jadi…” aku bersuara, “Apakah kau pernah memegang tangan seseorang seperti cumi itu?”

 

“Pernah sekali” jawab Siwon sambil menatap ke danau, “Seorang gadis berwajah canggung hampir jatuh dari panggung, jadi aku memegang tangannya…”

 

Wajah canggung? Jatuh dari panggung? Apa jangan – jangan…

 

Belum selesai Siwon cerita, Donghae datang. Huh! Selalu saja dia penganggunya! -_-

 

“Ya! Yoona, Siwon, kau tidak mau memakan cumi ini? Ini enak lohh..” kata Donghae sambil langsung memakan cumi panggang.

 

Aku dan Siwon berteriak, “ANDWAE!”

 

“Wae? Ini enak..”ujar Donghae sambil terus mengunyah. Aku dan Siwon cuma bisa menghela nafas kesal.

 

Kami bertiga hendak pulang. Siwon dan Donghae berjalan di depan sementara aku mengikuti di belakang. Siwon dan Donghae berbicara serius.

 

“Aku bertanya padamu langsung. Apa kau suka pada Yoona?” tanya Donghae.

 

“Eh, kau akan bersamanya bukan? Kenapa kau bertanya padaku seperti itu?” tanya Siwon bingung.

 

Donghae menepuk bahu Siwon sambil tersenyum, “Ani. Aku hanya bertanya…”

 

“Kyaa…aw..aw..” pekikku. Aku terpeleset hingga kakiku terkilir. Siwon dan Donghae langsung berlari ke arahku. Donghae bertanya apa aku masih bisa berdiri, aku mengiyakan. Tapi ternyata aku tak sanggup, mau tak mau aku menerima tawaran Donghae. Sedangkan Siwon yang menggendong tasku.

 

“Tuan Kancing… hari ini Siwon membawakan tasku…” kataku dalam hati.

 

Pulangnya aku langsung ke rumah Sooyoung. Aku membawakan cake kecil. Saat pintu rumah Sooyoung dibuka, Aku sudah bersiap, “Saengil chukka…”

Namun yang keluar ternyata umma Sooyoung, “Sooyoung tak ada. Ia masih pergi bermain dengan Hyoyeon dan Soonkyu. Yoona tak bersama mereka?”

Aku menggeleng sambil tersenyum kecut.

“Telepon saja mereka” saran umma Sooyoung lalu menutup gerbangnya lagi. Aku akhirnya meniup lilin di cake itu sendiri.

 

Keesokan harinya Sooyoung, Hyoyeon, dan Soonkyu mengerjakan PR tanpa aku. Aku justru duduk bersama gengnya Siwon.

 

“Aku rindu hari-hari ketika kita mengerjakan PR bersama-sama”kata Hyoyeon.

 

“Seorang bidadari harusnya berada di surga, mana mungkin berada di neraka seperti kita”ucap Sooyoung sinis. Ia masih marah karena aku tak datang ke ulang tahunnya.

 

“Tenanglah Sooyoung, kau masih punya ulang tahun tahun depan” ucap Hyoyeon.

Sooyoung emosi, “Aku hanya punya tiga orang teman Hyoyeon! Jika aku jadi dia, aku takkan melakukan hal itu!”

 

Aku yang melihat chingudeulku sedang mengerjakan PR bersama menghampiri, “Ya! Kita kerjakan PR bersama-sama yuk!”

 

“Kenapa kau tak mengerjakannya bareng Siwon saja?!”ujar Sooyoung sinis langsung menutup bukunya dan segera pergi dari situ. Hyoyeon dan Soonkyu mengikutinya. Aku ditinggal sendiri.

 

**

Aku sedang duduk sendirian di depan kolam ketika Siwon datang.

 

“Donghae belum datang? Aku disuruh olehnya mengajari anak kelas 3,” tanya Siwon duduk disampingku.

 

Aku tersenyum, “Donghae oppa sedang mencari buku untuk proyek anak kelas 3”

 

Siwon ikut tersenyum, ia memandang lurus ke depan, “Hari itu ummaku masuk rumah sakit…”

 

Aku menoleh, “Kapan?”

 

“Hari dimana appaku gagal memasukkan bola itu ke ring. Aku lahir pada hari itu. Jadi appaku memberi hadiah pada hari kelahiranku… yaitu tak bermain basket lagi seumur hidupnya. Akulah yang membawa nasib buruk. Coba lihat, Provinsi ini tak pernah mencapai sejauh itu sejak hari itu…”

 

“Gwenchana?”tanyaku khawatir.

 

“Bagiku untuk dihina?”tanya Siwon balik, “Gwenchana. Aku sudah biasa. Sudah menjadi nama belakangku. Choi Siwon, yang appanya tak bisa memasukkan bola…”Aku menunduk menyesal.

 

Siwon tersenyum, “Tapi aku benar-benar tak apa. Aku seorang pemain basket.”

 

“Jadi kau mau terus bermain basket?”

 

“Aku tak tahu… untuk saat ini, aku lebih membutuhkan seseorang…”

 

Aku menoleh kaget. Seseorang? Ayo Siwon, cepat lanjutkan kalimatmu…

 

Tapi sebelum aku mendengar penjelasan Siwon lebih lanjut, Donghae datang dan memanggilku. Ia meminta bantuanku untuk mencari buku bersamanya. Sudah ku bilang, Donghae selalu menganggu! -_-

 

Aku pun terpaksa menerima tawarannya, “Siwon, aku pinjam sebentar ya..” kata Donghae yang hanya dijawab anggukan dan senyuman Siwon.

 

Akhirnya aku pun pergi bersama Donghae.

 

Malamnya Siwon dan chingudeulnya mengadakan piknik dan api unggun. Aku ikut. Aku membantu Siwon yang bertugas memasak. Donghae duduk di dekat api sambil mendengar Tiffany bernyanyi. Jessica memandanginya, jelas-jelas sekarang Jessica naksir pada Donghae. Aku dan Siwon membicarakan soal kejutan ulang tahun untuk Heechul, teman kami.

 

Tanpa sengaja tangan kami saling bersentuhan. Hatiku berdebar, aku mendekatkan diri lagi ke Donghae. Oh Tuhan…aku ingin bersamanya..

 

Kemudian acara kejutan untuk Heechul dimulai. Siwon dan Donghae mau perform cerita.

“Ini terjadi ketika kita kelas 5 SD…”Siwon memulai cerita.

Donghae ketawa, “Kita berdua jatuh cinta pada yeoja yang sama. Namanya Kwon Eun Hee *narsis*, kelas 4. Kita bersaing satu sama lain, berlatih menari agar salah satu dari kami bisa berdansa saat pesta sekolah. Tapi saat hari itu tiba, Siwon kita kena sakit cacar….”

Semua tertawa termasuk aku.

“Jadi hak berdansa dengannya jadi milikku, yeah…”lanjut Donghae.

Siwon menambahi, “Tapi pada akhirnya Donghae juga tak berdansa dengan Eun Hee. Jadi kita berdua sama-sama gagal…”

“Eitt” sela Donghae, “Itu karena Siwon mengancam kalau ia tak mau berteman lagi denganku. Setelah itu kita saling berjanji….”

“Bahwa kita takkan jatuh cinta pada yeoja yang sama lagi…”tambah Siwon.

 

DEG!~ Tawaku pupus sudah. Donghae jelas-jelas naksir padaku, itu berarti tak ada harapan untukku ditaksir oleh Siwon.

 

Siwon dan Donghae kemudian bernyanyi sambil menarikan tarian yang lucu, mengundang keceriaan. Donghae menarikku agar ikut menari bersama mereka. Yang lain juga berdiri dan ikut menari. Semuanya diliputi keceriaan. Namun di tengah tarian, Donghae yang rupanya sedang bahagia mengambil kesempatan mencuri pipiku. Aku terpaku. Yang lain masih menari, sementara kebahagiaanku sudah hilang.

 

Donghae mengantarku pulang. Saat aku hendak segera masuk ke rumahku, Donghae berkata,

“Yoona, besok aku akan datang ke sini lagi ya. Kita nonton pertandingan Siwon bersama-sama”

 

“Donghae oppa tak perlu menjemputku lagi”ujarku dingin.

 

“Wae? Kau ada acara?”

 

“Ani, maksudku tolong jangan terlibat denganku lagi…”

 

Donghae bangkit dari sepeda motornya, “Kau marah karena aku mencium pipimu? Bukankan kau yeojachinguku?”

 

Aku berbalik marah, “Donghae oppa, aku tak pernah menerima bahwa aku yeojachingumu”

 

“Lalu apa artinya semua selama ini?”

 

“Mianhae oppa, aku sudah mencintai seseorang…” jawabku.

 

“Nugu?” tanya Donghae. Donghae frustasi.

 

Aku hanya berbalik dan segera masuk rumah tak menjawab pertanyaannya.

“Nugu…Yoona..Nugu?! Yoona?? Yoona??”tanya Donghae. Ia terduduk lemas di sepeda motornya.

 

**

 

Donghae menemui Siwon untuk menceritakan semuanya, “Dari semua yeoja yang bersamaku, ini yang paling menyakitkan…. Aku mohon satu hal saja padamu Siwon… Tak peduli apa yang terjadi, kau tak akan memacari Yoona kan?”

 

Siwon mendengus kesal , “Apa kau berpikir alasan Yoona memutuskanmu adalah aku?”tanya Siwon.

 

“Ani. Hanya aku tak tahan, jika sahabat terbaikku berpacaran dengan yeoja yang kucintai…”

Siwon memandang keluar sambil menghela nafas, “Jika kau mengatakan seperti itu, aku bisa apa?”

 

“Tak apa-apa kan buatmu?”tanya Donghae.

 

“Hmm..” jawab Siwon. Mereka berdua kemudian saling menjabat tangan.

 

**

 

Hari-hari berikutnya dilaluiku seorang diri. Tak ada lagi chingdeul, tak ada lagi Donghae yang menjemputku ke sekolah dan Siwon juga seperti menghindariku. Ketika aku melihat Donghae yang digoda Jessica dengan trik ‘terkilir kaki’ aku juga tak bisa berbuat apa-apa. Aku memutuskan untuk fokus belajar agar mendapat ranking satu. Meski aku sering terbayang Siwon jika  melihat Tuan Kancing dan membuatku menangis sendirian.

 

Aku rindu Siwon, Sooyoung, Hyoyeon, Soonkyu, Donghae, Tiffany, Yesung, Kibum, Heechul, dan semuanya. Tapi, apa yang bisa ku perbuat??

 

**

 

Di rumahnya Siwon bermain basket dengan appanya yang sekarang tak takut lagi. “Donghae-ah, kau tahu tadi Manajer Seoul Basketball meneleponku…”kata appanya.

 

“Lalu?”tanya Donghae masih fokus ke bolanya.

 

“Dia bilang kalau dia akan menerimamu di Klub Seoul Basketball”

 

Donghae tak percaya, “Appa menipuku agar bisa merebut bola dariku ya…”

 

Appanya tertawa, “Untuk hal sepenting ini siapa yang berbohong. Setelah ini kau harus segera bersiap-siap. Mungkin setelah lulus ujian tahun ini, kau akan pergi belajar ke Seoul.”

Donghae senang sekali, ia menghampiri appanya dan memeluknya, “Aboji, GOMAWO…!”

 

Hari ujian tiba, aku menjalankan ujianku dengan serius. Aku ingin bertemu dengan appa yang di Amerika.

 

Di luar Taeyeon songsaeng sedang sangat sedih. Ryeowook songsaeng mendapat beasiswa untuk melanjutkan study ke luar. Taeyeon songsaeng meminta sesuatu pada Ryeowook songsaeng.

 

“Hmm?”tanya Ryeowook songsaeng.

 

Taeyeon songsaeng menunjuk ke arah hati Ryeowook songsaeng. Ryeowook songsaeng salah paham, ia malah memberikan peluit miliknya.

 

“Nah, itu dia guru yang baru..” Tak lama datang Guru olahraga baru yang akan menggantikan Ryeowook songsaeng. Ternyata guru yang baru lebih keren dan ganteng daripada Ryeowook songsaeng, “Hmm..Ryeowook songsaeng, lebih baik kau segera ke bandara, agar tidak ketinggalan pesawat, palli..palli” Taeyeon songsaeng langsung menghampiri Guru baru itu dan mengacuhkan Ryeowook songsaeng. Ryeowook songsaeng cuma bisa garuk-garuk kepala bingung.

 

“Ahhh…chonun Kim Taeyeon imnida, nuguseyo?” tanyanya ramah.

 

“Park Jungsu imnida, tapi kau bisa memanggilku Leeteuk..” katanya sambil tersenyum manis, membuat Taeyeon songsaeng jatuh hati.

 

**

 

Tahun pelajaran berikutnya…

 

Hari itu Sooyoung memutuskan tak akan melanjutkan sekolah yang sama dengan chingudeulnya. Ia akan memasuki sekolah kejuruan.

 

“Sooyoung-ah, kenapa kau pindah sekolah??” tanya Soonkyu sedih.

 

“Karena SMA disini menggunakan seragam pink..” kata Sooyoung yang membuat Hyoyeon dan Soonkyu tertawa.

 

Saat mereka asik mengobrol, Aku datang dan suasana langsung tak enak. Aku duduk dengan sedih di jarak yang tak jauh dari mereka. Aku memandangi wajah Sooyoung dan masih berharap Sooyoung akan memaafkanku. Rupanya hati Sooyoung masih belum luluh. Aku dengan sedih menyanyikan lagu yang dulu kami nyanyikan bersama nyanyikan bersama-sama.

 

A/N: http://www.youtube.com/watch?v=qU9BURpemDo

“Senin aku menunggu… Selasa aku masih menunggu dan melihat, melihat apakah kau baik-baik saja… Rabu kau masih tak ada disini, pagi hari atau kemudian, Kamis juga masih kosong…”

 

Soonkyu tak tahan, ia menghampiriku dan kami bernyanyi sama-sama sambil menangis.

 

“Jum’at, Sabtu atau Minggu, tiada hari tanpa merindukanmu… Tiada hari kau akan kembali…”

 

Hyoyeon ikut menangis meski ia masih ada disamping Sooyoung, sementara Sooyoung masih bertahan.

 

“…menjadi tua dalam hari-hari kita… hari dimana kau ada disampingku, hari dimana kau ada di dekatku, hari dimana kita saling berpegangan tangan…”

 

Aku mendekati Sooyoung, “…hari dimana aku mencintaimu, hari dimana aku berbicara denganmu, hari dimana kau mendengarkanku….”

 

Akhirnya Sooyoung menangis dan ikut bernyanyi, “…Berapa lama aku akan seperti ini aku tak tahu, Berapa bulan atau berapa tahun….”

 

Kami berempat saling berpelukan dan menangis bersama. (aslinya ini lagu ceria, tapi pas dinyanyikan ma mereka jadi kelihatan sedih…), “…berapa miliar kenangan masa lalu kita bersama, aku selalu merindukanmu…”

 

“Sooyoung, Yoona minta maaf”isaku.

 

Sooyoung menangis, “Kenapa kau menangis? Menyanyikan lagu seperti kita sedang berakting di opera sabun saja…”

 

“De…” kataku masih menangis, “Kenapa kita menangis? Kita tidak menangis, kita sedang tertawa…” kata Hyoyeon yang membuat mereka menangis bersama lagi.

 

Kami pun menyanyikan lagu nya bersama-sama dengan gerakan tangan.

 

**

 

Aku sedang menyapu dan beres-beres rumah ketika Sooyoung cs datang dan memberitahu kalau mereka bertemu dengan Taeyeon songsaeng di toko eskrim, “Dia mengatakan kalau dalam ujian…. Yoona mendapatkan…. “

 

“Aku mendapatkan apa? tanyaku tak sabar.

 

“Yoona..Yoona…dapat ranking 1…” kata mereka berakting sedih..

 

“Sudah kuduga..” kataku lemas. “Heuh? Ranking 1??”Aku terkejut. Aku melompat-lompat senang kemudian memeluk ummaku. Ummaku mengatakan sekarang aku sudah bisa bertemu dengan appa. Aku semakin senang. Sulli melihatnya iri.

 

“Yoona, aku dapat ranking 8, bolehkah?” tanya Sulli melas.

 

Aku tersenyum, “Tentu saja boleh…”

Sulli tersenyum senang, “…tapi setelah kau mendapatkan ranking 1 hha..” Sulli cemberut.

 

Saat itu tiba-tiba aku langsung memikirkan, “Siwon..” gumamku.

 

Di hari yang sama, Sulli kedatangan temannya. Dia mengantarkan foto namja yang Sulli taksir. Aku yang tertarik menghampirinya dan menggodanya.

 

“Wow…tampannya..” goda kami. “Itu pacar Luna..” kata Sulli bohong.

 

“Aniyo, aku tomboy, dia yang menyuruhku mengambil foto itu, namanya Lee Taemin..” kata Luna yang langsung mendapat death glare gratis dari Sulli.

 

“Yoona, jangan beritahu umma, jebal..” melas Sulli. Sulli tahu kalau ini adalah kesempatan untukku balas dendam karena dulu dia pernah mengadukan soal aku yang naksir Siwon. Tapi aku yang baik hati, cuma menggodanya dan menasihati agar dia tak cepat-cepat memikirkan soal pacaran karena belum dewasa.

 

“Bagaimana denganmu? Kau juga menyukai namja sebelum kau dewasa..wekk…!” kata Sulli kabur setelah berhasil mendapatkan foto Taemin dari genggaman tanganku.

 

Aku kemudian kumpul bersama chingudeulku. Sooyoung bertanya, “Yoona apakah Siwon sudah tahu?”

 

Aku menggeleng lemah. Soonkyu menatapku heran, “Kau sungguh hebat! Jatuh cinta pada orang yang sama 3 tahun lebih!”

 

“Kurasa kau perlu mengatakannya pada Siwon” timpal Hyoyeon, “Biar seluruh dunia mencatat bahwa ada seorang yeoja gila yang mencoba untuk menjadi cantik selama tiga tahun demi seorang namja. Meskipun namja itu tak tahu apa-apa.”

 

Sooyoung menasihatku, “Yoona, mungkin mulai sekarang kau takkan pernah melihatnya lagi. Kau masih akan diam saja?”

 

Aku melirik buku 9 Metode Cinta ku, “Aku sudah coba berbagai cara…”

 

“Jangan takut, kami selalu mendukungmu”ujar Sooyoung, “Benarkan?”

 

“De!”sahut Hyoyeon dan Soonkyu bersama, “Kau sangat cantik, rajin belajar juga baik hati kenapa dia bisa tak menyukaimu?”

 

Aku kesal, “Kalian benar-benar memujiku tidak sih?”

 

“Tentu saja, lebih baik kau pakai metode ke-10, ini dari Thailand, dan ini yang paling tulus…” kata Sooyoung sambil membacakannya.

 

Malamnya aku menghias setangkai bunga Mawar Putih, metode ke 10, dari Thailand, yang paling tulus.

 

**

 

Hari kelulusan tiba, Aku menunggu Siwon keluar dari kelasnya namun ternyata Siwon masih dikelilingi oleh chingudeulnya (PS: Siwon dan Yoona lulus bersama, sepertinya Yoona akselerasi). Aku harus menunggu sampai aku dan Siwon memiliki waktu hanya berdua saja. Aku mengikuti Siwon bersama chingudeulku. Sampai akhirnya Siwon pergi untuk memotret sendirian ke ruangan kolam renang.

 

“Ini waktu yang tepat…” aku didorong chingudeulku untuk mengambil kesempatan itu. Chingudeulku berjaga di luar ruangan.

 

Siwon memotret Kolam renang sebagai kenang-kenangan. Aku menghampirinya, Siwon pun memotretku.

 

“Yoona, kau belum menanda tangani kemejaku,” ujar Siwon.

 

“Siwon oppa, aku ingin mengatakan sesuatu” Aku menghela nafas mengumpulkan kekuatan.

 

Kemudian aku mulai mengatakan semuanya, “Jeongmal saranghae. Aku sudah mencintaimu selama lebih dari 3 tahun ini. Aku sudah melakukan segalanya, mengubah diriku dalam banyak hal demi kamu. Aku mendaftar klub penari klasik, melakukan drama panggung, menjadi pemimpin grup mayoret, lebih rajin belajar, semuanya karena kamu…. Tapi aku tahu sekarang, hal seharusnya kulakukan, dan harus sudah kulakukan sejak dulu bahwa… adalah memberitahumu… Yoona sarang Siwon oppa…”

 

Aku menghela nafas dan mengeluarkan air mata kelegaan. Aku menyerahkan mawar putih yang sudah ada kartu ucapan dan Tuan Kancing yang terikat di tangkainya pada Siwon yang tertegun sambil menatapku dalam.

 

Sesaat setelah aku menghapus air mataku karena lega, tanpa sengaja mataku melihat ke arah kantung kemeja Siwon. Tertulis disitu, “Tiffany sarang Siwon”. Aku terkejut.

 

“Tiffany eonnie dan Siwon oppa…?”tanyaku hampir tak bisa bersuara. Air mataku mengalir lagi. Dadaku terasa sesak, badanku terasa lemas seketika. Kukeluarkan lagi air mata kesedihan.

Siwon mengangguk dengan berat.

 

“Kapan?”tanya aku lagi dengan susah payah (author nangis pas bagian ini)

 

“Seminggu yang lalu…”jawab Siwon pelan.

 

Aku seperti orang lingung yang bingung untuk bertindak. Aku menangis tapi kemudian berusaha untuk tertawa, “Hahaha…. Tiffany eonnie dan Siwon oppa berpacaran… haha… kalian cocok… lucu…”

 

Siwon masih memandangiku dengan penuh perasaan bersalah. Aku sekuat tenaga menahan tangisku, aku menepuk bahu Siwon, “Semoga kalian bahagia…”

 

Aku yang sudah tak tahan ingin segera pergi dari situ, lupa kalau di sampingnya ada kolam. Aku berbelok dan langsung tercebur.

 

“Yoona!”seru Siwon.

 

Aku yang basah kuyup mencoba untuk terus tertawa, “Gwenchana…”

 

Siwon menawarkan bantuan untukku keluar dari kolam, tapi aku tak menyambutnya. Aku benar-benar berusaha tak terlihat menangis.

 

“Kalian cocok”ucapku sebelum berbalik pergi memunggungi Siwon.

 

“Yoona, gwenchanayo?”tanya Siwon cemas.

 

Aku menangis tapi memberi isyarat kalau aku baik-baik saja lewat jariku, “OK”

 

Siwon tak percaya, ia masih berusaha memanggilku, “Yoona!”

 

Di luar aku disambut chingudeulku yang terkejut melihatku basah kuyup. Aku langsung pergi tanpa ingin bertemu chingudeulku dulu. Soonkyu berusaha menyusulku namun ditahan Sooyoung. Mereka ikut menangis karena sudah bisa menebak apa yang terjadi.

 

Aku berjalan melewati Tiffany, Tiffany juga kaget melihatku basah kuyup.

 

“Yoona, waegurae? Gwenchana?” Tiffany menahanku dan bertanya apa yang terjadi. Aku tadinya ingin langsung pergi. Tapi kemudian aku kembali dan memeluk Tiffany erat-erat tanpa berkata apa-apa lalu langsung pergi dan membuat Tiffany terheran-heran.

AUTHOR POV

 

Siwon tiba di rumah setelah malam (sepertinya dia mampir dulu ke suatu tempat) dan terheran-heran melihat sebuah mobil sedan bagus terparkir di depan rumahnya. Di rumah ia langsung disambut oleh lemparan kaos dari appanya, “Selamat datang pemain junior Seoul Basketball!”

 

Rupanya di rumah sudah ada Manajer dan Pelatih tim Seoul Basketball. Siwon sudah di terima sebagai pemain junior mereka. Siwon yang senang memeluk ummanya.

 

“Siwon-ah, chukkae..” kata umma Siwon sambil tersenyum manis.

 

Kemudian ia membuka kulkas dan mengambil sesuatu yang sangat familiar…

Kotak cokelat pemberian Yoona yang duluuuuuu… banget *flashback ke part 1*, rupanya masih disimpan baik-baik oleh Siwon seperti Yoona yang masih menyimpan gelas pepsi pemberian Siwon. O.0 apa artinya tuh?

 

“Siapkan pakaianmu Siwon, malam ini kau harus berangkat bersama Sungmin ahjussi (pelatih Seoul Basketball), besok kau harus sudah ada di kamp pelatihan!”

 

“Hah?! Hari ini??!”seru Donghae terkejut.

 

“De, buat apa lagi ditunda?”tanya appanya balik.

 

SIWON POV

 

Aku segera berlari ke kamarku menaruh tas yang di dalamnya terselip bunga mawar putih pemberian Yoona. Aku mengambil sebuah buku di meja belajar. Buku album foto.

 

A/N: Mulai sekarang akan ada flashback adegan, dan kita akan melihat semuanya dari sudut pandang Siwon.

 

Aku membuka buku itu, buku itu penuh dengan foto Yoona yang kuhias begitu indah. Aku tersenyum sambil mengusap wajah Siwon yang difoto dengan lembut. Lembaran dibuka.

 

Ada halaman yang penuh dengan foto buku 9 Metode Cinta milik Yoona. Aku memotret buku itu di foto ketika Yoona meninggalkannya saat latihan drama.

 

Di bawah foto buku itu, ku tulis, “Buku ini lucu. Tapi membuatku tahu betapa kau telah mencoba”

 

(Flashback adegan saat Yoona mengambil buku itu dan menyeret-nyeret kakinya buat menutupi nomor telepon Siwon).

 

“Hati – hati ya..” ujarku sambil memperhatikannya. Sebenaranya aku sudah tahu, kalau Yoona menyeret – nyeret nomor telponku.

 

Di sampingnya lagi juga ada tulisan, “Aku ingin memberitahumu, bahwa kau telah berhasil sejak awal kau mencoba…”

 

Halaman berikutnya penuh dengan foto Yoona yang di sedang didandani oleh Tiffany.  Aku memotretnya diam – diam dengan mengalihkan arah pandangku ke arah lain, agar tidak ketawan aku memotretnya.

 

(Kemudian flashback adegan lagi saat Yoona tampil menjadi snow white yang cantik pertama kali. )

 

Saat itu aku terlihat tak tertarik dan hanya mengatakan, “Dia tampak sama, Snow White dengan kawat gigi.” Padahal, saat pergi aku tersenyum sangat senang sampai mengepalkan tanganku karena melihat perubahan Yoona yang bisa menjadi begitu cantik.

 

Kutulis, “Dia tampak sama, selalu imut setiap saat” itulah yang sebenarnya ingin kukatakan..

 

Aku tersenyum senang mengingat kejadian itu..

 

Halaman berikutnya penuh dengan foto tanganku sendiri. Aku memotret tanganku sendiri kemudian menulis, “Bersentuhan tangan untuk pertama kalinya. Tapi aku harus segera melepaskan tanganku karena orang lain akan curiga”

 

(Flashback adegan saat Yoona hampir jatuh dari panggung.)

 

Saat itu, aku berusaha menahan rasa grogiku, perasaan penuh bahagia muncul ketika aku mengenggam tangannya untuk pertama kalinya..

Di halaman berikut penuh dengan foto apel yang telah digigit, kutulis “Memberinya apel tapi ku gigit sedikit”. Sebelum pergi mengambil hadiah fotografi, Aku, akulah yang memberi Yoona  apel itu.

 

Kemudian aku membuka banyak halaman lagi, semuanya isinya foto Yoona yang sedang latihan mayoret, banyak sekali…Aku tersenyum lagi memandangi foto – foto Yoona…

 

“Kau menjadi semakin baik! Fighting Yoona!”

 

(Flashback saat Yoona mati-matian berlatih melempar tongkat siang dan malam, rupanya Siwon hampir setiap saat memperhatikannya.)

 

(Flashback saat Siwon berhasil memasukkan bola untuk pertama kalinya.)

 

Aku berusaha menyingkirkan trauma dan rasa takutku demi Yoona. Aku ingin agar Yoona juga tak takut pada tongkat mayoretnya. Dan, sepertinya itu berhasil. Yoona memandangi tongkatnya dengan senyum yang sangat yakin seakan mengatakan –aku pasti bisa-.

 

Kemudian aku memandangi foto Yoona yang menjadi pemimpin Mayoret.

 

“Cinta bisa mengalahkan segalanya, termasuk rasa takut”

 

Di halaman berikutnya ada foto pertumbuhan Pohon Mawar Putih yang sudah aku siapkan jauh-jauh hari sebelum hari valentine.

 

Di foto pertama kutulis, “Hari pertama.” Foto kedua, “Sangat sulit untuk tumbuh.” Foto kelima, “Tunas pertama.”

 

(Flashback saat Siwon memberikan mawar putih pada Yoona)

 

“Ini dari temanku” Setelah aku mengatakan itu dari temanku, Aku berbalik kemudian menyalahkan diriku sendiri yang tak bisa jujur.

 

Di bawah foto mawar putih yang telah tumbuh:

 

“Hari ini aku memberikan mawarnya pada Yoona, kukatakan itu dari temanku karena aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya”

 

(Kemudian langsung flashback adegan saat Donghae menembak Yoona.)

 

Aku memandang keatas dengan tatapan penuh kesedihan. Aku turun dari tangga dengan lemas. Aku hampir tak bisa berjalan lagi kemudian menyandarkan kepalaku ke dinding tangga.

 

Halaman berikutnya gambar Donghae dan Yoona dari bawah tangga.

“Hari ini aku melihat Donghae menembak Yoona. Kau tahu? aku sakit. Kenapa waktu kita tak pernah cocok?”

 

Aku menepuk bukuku dengan sedih. Lalu memandang keatas dengan tatapan sedih.Teringat saat aku berlari-lari agar bisa memotret Yoona yang jadi pemimpin mayoret.

Juga saat Donghae menggendong Yoona yang terkilir kakinya. Aku sempat memotret dan memasangnya di buku album itu.

 

“Aku juga, ingin kau naik ke punggungku.”

 

(Juga banyak adegan flashback yang lainnya, )

 

Setelah Yoona memberikanku air minumnya, aku berbalik badan dan tersenyum penuh semangat dan segera berlari lagi ke lapangan.

 

Saat aku dan Yoona di kolam renang. Aku sempat menyelesaikan kalimatku meski tak didengar oleh Yoona yang pergi dengan Donghae, “Yoona, maukah kau jadi kekasihku?”

 

Aku mulai merasa hatiku makin tersiksa dan sakit. Aku sedih, kenapa terlalu banyak rintangan antara aku dan Yoona. Aku mengelus keningku frustasi. Saat Donghae mencium pipi Yoona, ekspresiku berubah langsung, kaget dan pucat pasi.

 

Di rumahnya Yoona terus menangis. Tentu saja, ia telah mencintaiku lebih dari 3 tahun. Ia terus menangis sendirian di depan jendela kamarnya.

 

Tanpa sadar malam itu aku datang ke depan rumahnya. Aku datang untuk menaruh buku album yang aku buat untuk Yoona, agar tahu kalau selama ini aku juga telah mencintainya lebih dari 3 tahun. Sejak Yoona masih si itik buruk rupa, aku telah mencintainya apa adanya, aku memutuskan untuk mengetuk pintu rumah Yoona..tapi,,

 

“Aku memohon satu hal padamu Siwon apapun yang terjadi kau takkan memacari Yoona kan?”

 

Dengan langkah gontai aku pergi dari rumah Yoona, karena aku harus segera berangkat ke Seoul. Yoona yang masih menangis tak tahu kalau aku melintas di bawah jendela kamarnya.

 

A/N: http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=AG4Jl6QCmJ0

 

 

AUTHOR POV

 

END OF FLASHBACK ->

 

9 tahun kemudian……

Motor Siwon berhenti di sebuah perusahaan. Siwon masuk ke perusahaan tersebut sambil menggendong bayi yang ia bawa dari museum fotografinya, dilihatnya Tiffany melambai ke arahnya.

 

Tiffany menghampiri Siwon yang menyerahkan bayi itu pada Tiffany, “Mianhae sudah merepotkanmu”kata Tiffany.

Bayi itu ternyata bukan anak Siwon, melainkan anak Tiffany. Sepertinya Siwon sudah memutuskan Tiffany di malam setelah Yoona mengungkapkan perasaannya pada Siwon.

 

“Gwenchana, anakmu sudah seperti anakku…”kata Siwon.

 

Tiffany merengut “Seandainya Hangeng bisa menyayanginya seperti kamu…Dia terlalu sibuk..”

 

Siwom mengacak rambut Tiffany, “Ah, kau ngomong seperti itu lagi…”

 

Kemudian Siwon hendak pergi tapi ditahan oleh Tiffany, “Ya Siwon! Bagaimana tentang acara TV yang kau sebut? Apa kau akan hadir?”

 

Siwon tersenyum, “Aku tak tahu…”

 

Latar pun berpindah ke sebuah acara talk show di sebuah TV terkenal. Di situ Yoona duduk. Ia dihadirkan sebagai seorang desainer ternama yang karyanya terkenal di Amerika. Bahkan katalog modenya pun dimuat di majalah mode terkenal.

Sooyoung, Hyoyeon dan Soonkyu pun datang ke acara itu, mereka sudah dewasa, Hyoyeon bahkan memakai seragam polisi. Mereka melambaikan tangan ke Yoona yang dibalas oleh Yoona dengan riang.

Taeyeon songsaeng juga hadir. Taeyeon songsaeng rupanya sudah menikah dengan Guru Olahraga tampan yang baru itu, Leeteuk songsaeng. Tapi Leeteuk songsaeng sangat romantis terhadapa Taeyeon songsaeng, bahkan cenderung terlalu romantis hingga Taeyeon songsaeng terlihat risih. Sulli dan umma Sooyeon juga datang. Sulli sudah besar sekarang.

Kemudian talk show pun menyerempet ke masalah masa lalu Yoona, “Kamu memberitahu wartawan bahwa dulu saat kau masih muda, maaf, kau sama sekali tak cantik, tak modis, sama sekali beda dari yang sekarang. Lalu apa yang membuatmu berubah?”

 

“Itu karena saya jatuh cinta pada seseorang…”ucap Yoona sambil tersenyum.

 

“Jatuh cinta?”tanya Hostnya, “Bisakah kau menceritakan cerita itu?”

 

“De” kata Yoona memulai cerita, “Ia adalah senior saya. Seorang pemain basket. Sangat lucu. Pada saat itu saya berwajah jelek di kelas 1, maka saya mencoba memperbaiki diri, jika itu bisa membuat saya menjadi lebih cantik dan lebih baik, saya coba untuk lakukan. Saya juga mencoba belajar dengan lebih rajin agar dia mungkin menyukai saya”

 

“Lalu apakah akhirnya dia tahu perasaanmu?”

 

“Dia tahu, tapi kisah kami tak berakhir bahagia. Aku pergi belajar ke Amerika untuk tinggal bersama appa”

 

“Oh itu buruk sekali”ucap Hostnya.

 

“Tapi ketika saya kembali memikirkannya, dia seperti inspirasi untuk saya, dia membuat saya menggunakan cinta dengan cara yang lebih baik… dia seperti… kekuatan yang mendukung saya agar saya bisa menjadi lebih baik hingga menjadi Yoona yang sekarang…”

 

Host itu kemudian mengeluarkan sesuatu yang sangat Yoona kenal. Itu Album yang dibuat Siwon untuk Yoona, “Yoona-ssi, kau masih mengingat buku ini?”

 

Yoona terkejut, ia menerima buku itu kemudian mendekapnya erat, “Ingat. Iya saya ingat, bahkan sangat ingat…”

 

Host nya tertawa, “Kalau begitu mari kita sambut pemilik buku ini! Choi Siwon, Mantan Pemain Seoul Basketball!”

 

Yoona terkejut. Ia menoleh ke belakang. Chingudeul, umma, dan Sulli juga terkejut. Dari belakang panggung, Siwon muncul dengan membawa sebuket bunga dan menghampiri Yoona.

“Sekarang ia merubah karirnya menjadi fotografer profesional…”jelas Hostnya.

 

Yoona yang gugup tak tahu harus berbuat apa hanya bisa berdiri dan merapikan gaunnya. Siwon menyerahkan bunganya, “Saya ingin memberi ini untuk Yoona”

A/N: Mianhae author gk bs nemuin wonppa bawa bunga slaen yg ini-_-

 

Yoona masih gugup, ia menunjuk dirinya sendiri, “Naega??”

 

“Ini untuk Yoona…”ujar Siwon lagi.

 

Yoona mengelus tengkuknya grogi, ia menerima bunga itu sambil malu-malu.

A/N: ANGGEP AJA TU DRI WONPPA😛

 

Mereka berdua masih berdiri sampai hostnya harus menyuruh mereka duduk.

 

“Siwon-ssi, setelah lama tak bertemu Yoona, ada yang ingin kau katakan? tanya Host.

 

“Euh, saya ingin memberitahu Yoona bahwa…”Siwon mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, rupanya Tuan Kancing, “Kancing ini sebenarnya bukan milikku. Mungkin milik Jonghyun.”

 

“Owhh…” Yoona menerima kancing itu dengan hati pahit. Sementara Siwon malah tertawa geli. Yoona tersenyum malu.

 

“Lalu Bagaimana denganmu Yoona? Apa kau memiliki sesuatu untuk dikatakan?”tanya Host.

 

“Emm, saya ingin bertanya pada Siwon oppa…”kata Yoona takut-takut, “Apakah… Siwon oppa sudah menikah?”

 

Siwon terlihat ragu dan berat mengatakannya, “Ummm…. aku….”

 

Yoona menunggu dengan tegang. Tapi kemudian Siwon tersenyum.

 

“Aku menunggu seseorang pulang dari Amerika…”kata Siwon memandang Yoona penuh senyum.

 

Yoona tersenyum dan menangis bahagia. Kisah cintanya ternyata tak berakhir sedih. Mereka sama – sama masih saling menunggu selama lebih dari 12 tahun…

 

 

 

THE END

 

 A/N: Okay, sekarang kita lihat hasil pengamatan author ndiri ttg film aslinya….

 

1.Shone nepatin janji ama shbtny si Top bwt gk macarin Nam, tapi lgsung ngjk kawin kli xp

2.” Based on True Story” , berarti….O.0 pengen ktmu org aslinya

 

 

APAKAH BENAR ADA SEQUEL DARI FF INI?? HMM…KITA TUNGGU SAJA😀

 

 

RCL PLEASE.

 

Tinggalkan komentar

126 Komentar

  1. susi

     /  Februari 16, 2015

    Duh ya’ampun aku nangis bahagia di akhir cerita,,😂 Ternyata perasaan yoona terbalas..😂

    Balas
  2. ririnhairini

     /  April 2, 2015

    ahhh keren thor,, semoga bisa menjadi inspirasi untuk orang2 yg mengalami kisah serupa heheh

    Balas
  3. Kim eun ah

     /  April 10, 2015

    Banyak banget pelajaran yang bisa aku ambil dari ini cerita :’). Bagus thor aku terharu baca nih cerita

    Balas
  4. The most of perfect couple in the world forever, yoonwon..

    Balas
  5. Sari96

     /  Agustus 20, 2015

    Yeah happy ending. boleh ngk ikutan coba metodenya.

    Balas
  6. Juwinarti

     /  September 21, 2015

    Akhirnya yo0nwon bersama setelah sekian lama berjauhan,

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: