[3S] Time Machine Part 2/I’m Yours

Annyeong yeoreobuuuunnnn….

admin GEE mau update FF dari author freelance lagi nih. maaf buat authornya, aku baru sempet publish sekarang.

buat readers… selamat membaca^^

***

[3S] Time Machine Part 2/I’m Yours

 

Title                 :   Time Machine

Author             :   Choi Yoon Ah /  Aprilia Sintha Fiwara

Type                :   Threeshoot [3S]

Genre              :   Sad, Romance

Rating             :   General

Main Cast        :

  • Im Yoona (Girls Generation)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast       :

  • Stella Kim
  • Seo Ju Hyun (Girls Generation)
  • Hangeng
  • Cho Kyu Hyun (Super Junior)
  • Lee Donghae (Super Junior)

 

Bila mentari sulit bangkit dari perambahannya

Sama seperti diriku yang tak sanggup lagi memancarkan sinar kebahagiaan

Bila rembulan telah jauh dari keindahan

Sama seperti kisahku yang terus menjerumus dalam kesedihan

Bila waktu terus berpacu

Sulit bagiku untuk mengembalikan

Aku hanya ingin time machine

Mengembalikan semua yang telah pergi

 

ð    Yoona terus berjalan memikirkan pertemuan terakhirnya dengan Choi Siwon.

“Chagiya aku disini..tunggu disitu jangan pergi”

Duer! Donghae terlempar jauh usai menyelamatkan Yoona dari tabrakan maut. Naas, nyawanya tak sempat di selamatkan. Ia meninggal dunia dengan tragis di hadapan kekasihnya, Im Yoona.

 

 

Yoona POV

 

Hari kepulanganku ke Korea setelah dua tahun tinggal di Jepang. Sejak peristiwa tragis itu, appa membawaku ke Jepang untuk menghilangkan semua kenangan buruk dua tahun yang lalu. Meski usahanya keras, bagaimanapun sampai saat ini memori kelam itu terus menghantui pikiranku. Tapi setidaknya kondisiku mulai membaik setelah beberapa waktu yang lalu aku bagaikan orang yang hilang kewarasan.

“Selamat datang kembali nona Im” sambut bibi Min. Wanita paruh baya itu sudah 10 tahun melayani keluargaku. Sejak eomma bercerai dan memilih meninggalkan kami, ia lah yang melayaniku layaknya seorang ibu. Sosoknya selalu kurindukan. Ia tak pernah pamrih dan selalu ramah melayani kami.

“Kelihatannya perjalananmu sangat melelahkan nona. Tunggu, aku akan buatkan teh hijau untukmu” tawarnya penuh ramah.

“Ahjumma, berhentilah memanggilku nona. Panggil saja namaku langsung”

“Ah tidak apa, sudah terbiasa. Sangat risih bila memanggil namamu langsung. Tunggu, aku akan ke dapur” jelasnya tersenyum dan beranjak ke dapur.

“Ne, gomawo”

Aku memasuki ruang kamarku yang dulu. Tak sedikitpun ada yang berubah, malah terlihat lebih rapi. Pasti bibi Min yang merawatnya. Ku pasang kedua bola mataku tertuju pada sebuah bingkai foto. Hmm foto masa kecilku bersama Siwon Oppa. Senyum itu, sangat kurindukan,

“Siwon oppa, kau terlihat lucu” gumamku tersenyum.

“Permisi nona, ini tehnya” bibi Min meletakkan teh hijau di samping ranjangku.

“Gomawo ahjumma” bibi Min hanya membalas senyum kemudian pergi meninggalkan ku sendiri.

Aku melirik kembali foto tadi, beberapa memoriku yang dulu bersama Siwon oppa terputar kembali di otakku. Dari awal kita bertemu di Busan saat acara keluarga, bermain bersama, di saat ia terus melindungiku saat aku diganggu teman-teman ku yang jahil, di saat aku menangis dia selalu di sampingku, hingga memori pernikahan yang membuatku menyesal telah menyakiti hatinya. Tak jauh dari itu, detik detik saat aku kehilangan namja yang sangat kucintai pun pergi meninggalkanku untuk selamanya, dengan peristiwa tragis di depan mataku sendiri. Aku tak mampu mengingatnya, batinku terus terasa sakit setiap kali mengingatnya. Tak kuasa ku bendung air mata yang terus terkuras. Dunia ini serasa panggung kesedihan di setiap kisah hidupku. Aku tak sanggup, mengapa semuanya pergi meninggalkanku dalam kesedihan? Tuhan beri aku kekuatan untuk dapat terus menopang kehidupan.

Yoona POV end

************

Stella POV

“Seohyun ah!” sapa Stella saat bertemu Seohyun di sebuah toko buku.

“Stella..Lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?

“Baik, kau sendiri bagaimana. Apa masih berhubungan dengan Kyuhyun ssi?”

“Ne, seminggu yang lalu kami baru saja bertunangan^^” terang Seohyun berbinar sembari memamerkan cincin di jari manisnya.

“Chukae, semoga tak lama lagi kalian mengucap janji suci di depan altar”

“Ne, gomawo. Kau sendiri, siapa namjachingumu?” Tanya Seohyun menggoda.

“Ani..aku belum terpikirkan memiliki pacar. Aku masih ingin menitik karir”

“Huh, kau ini jamgan lama-lama. Nanti keburu stock pria tampan habis. Apa kau mau menikah di usia lanjut?”

“Tenang saja, aku percaya takdir pasti jodohku akan menemuiku secepatnya^^”

“Hhh jangan terlalu yakin. Kau ini cantik, pintar dan elegan. Jika masih menunggu jodohmu yang tak kunjung datang, aku yakin kau pasti menikah disaat umurmu layak dipanggil ahjumma kkekke” ledek Seohyun mengeluarkan evil-nya, dia sudah tertular virus evil Kyu tingkat akut.

“Hehe berhentilah meledekku, Seohyun”

Kau salah Seo. Aku akan terus menunggu sampai hatinya terbuka untukku, aku percaya.

Stella POV end

************

Siwon POV

“Ne hyung. Kau dimana? Ini masih jam istirahat, bagaimana kalau kita bertemu?”

“OK. Aku segera kesana, tunggu aku” kututup sambungan telepon dan bergegas meninggalkan kantor menemui Hangeng hyung.

Sepanjang perjalanan, sengaja kubuka atap mobilku agar bisa menikmati udara Seoul yang siang ini tak begitu panas. Terasa sejuk sekali saat mobilku melintas di pinggiran sungai Han. Beberapa burung bertaburan menambah citra keindahan sungai Han semakin sempurna. Sesekali aku memandang alirannya yang tenang. Pandanganku tak lepas pada sebuah jembatan gantung yang menyimpan suatu memori. Sesosok wanita terlihat menatap jauh disana, tidak biasanya seorang wanita menikmati keindahan sungai Han dari sana kecuali seseorang yang mungkin saja aku kenal. Ku pastikan bahwa wanita itu bukanlah seseorang yang ku kenal, namun terasa sangsi dan ternyata benar. Dia Im Yoona, sejak kapan ia datang?

Siwon POV end

**************

Author POV

29 November 2012. Dua tahun sudah Yoona tak mengunjungi tempat itu. Tempat yang menyimpan beberapa memori indah saat saat terakhir, dimana seorang pria selalu memberikan curahan hati dan kenyamanan hatinya. Tempat dimana seseorang yang dicintainya mengucap kalimat manis dan menjanjikannya hidup bahagia bersamanya di Swiss. Kenangan itu selalu muncul dan menusuk pembuluh pembuluh sarafnya yang tak terbatas. Sampai ia merasa sakit merasakan semua kenangan manis yang berujung pahit dan membuat hidupnya serasa diambang batas kewajaran. Baginya, sulit untuk mampu bertahan hidup setelah melepas kepergian pria yang sangat dicintainya sampai saat ini. Bayangan kekasihnya selalu muncul menjadikan intuisinya kacau setengah gila.

“Chagiya, rusa kecilku aku disini” bayangan Lee Donghae terasa muncul di hadapannya. Senyumnya begitu manis meski terlihat pucat. Ia merlentangkan tangannya seakan minta dipeluk. Saat itu, Yoona kehilangan kesadaran. Ia merasa ingin memeluk sosok semu itu yang sebenarnya muncul dari pikiran kacaunya.

“Oppa..” ia mendekat mendekati bayangan hasil pikiran tidak warasnya. Hampir saja ia menerjang pembatas jembatan yang bisa saja membuatnya jatuh tenggelam ke dalam sungai Han.

“Yoong hentikan! Jangan lakukan itu” seseorang menariknya dari belakang hingga keduanya terjatuh ke belakang.

“Lepaskan, aku ingin memeluk kekasihku. Aku merindukannya” erang Yoona berusaha melepas dekapan pria itu yang teramat kuat.

“Sadarlah Yoong. Dia sudah pergi. Jangan seperti ini, dia tidak akan bisa tenang di alam sana jika kau masih seperti ini” lirih pria itu yang tak lain adalah Choi Siwon.

“Tidak. Dia tak mati, dia masih hidup. Kita sepakat akan menikah di Swiss. Tolong lepaskan, jangan halangi aku!!”

“Aku mohon sadarlah Yoong. Jangan terus kau sakiti dirimu seperti ini. Melihatmu begini banyak sekali orang yang terluka. Ini bukan Yoona yang dulu, Yoona tak pernah menagis bahkan putus asa. Ia selalu ceria meski masalah besar menimpanya. Sadarlah, masih banyak orang yang mencintaimu Yoong, termasuk aku” balas Siwon mulai meninggikan suaranya.

Yoona terus berusaha melepas dekapannya yang kelewat kuat. Usahanya tak berhasil hingga ia pasrah dalam pelukan namja yang bernama Choi Siwon itu.

“Aku sangat mencintainya..” air matanya pecah tak dapat terbendung. Ia menyenderkan kepalanya di dada namja itu. Terasa detak jantung namja itu bergemuruh cepat tak beraturan.

Siwon menghembuskan nafas dalam sesaat, “Kembalilah seperti Yoona yang dulu. Aku merindukan Im Yoona yang kuat. Im Yoona yang tak cengeng, ceria, yang selalu di sampingku bila masalah menerpanya. Tolong bangkitlah dari kesedihan yang membuatmu jauh dari kami” Siwon mulai terisak.

Yoona menyadari akan hal itu, sejak kehilangan Lee Donghae ia seperti kehilangan jati diri. Sikapnya berubah 180 derajat. Ia selalu menganggap hari harinya dipenuhi kesedihan yang sulit untuk diartikan. Sikapnya yang hampir kehilangan kewarasan. Ia menyadari betul perubahan yang ada pada dirinya.

Siwon mengangkat wajah Yoona dan mendekatkan wajahnya bertatapan hanya terlampau beberapa cm. Mereka saling menatap sendu, sampai Yoona menutupkan kedua matanya. Sesuatu yang lembut menyapu bibir halusnya. Siwon menyapu bibir Yoona lembut. Yoona tak mampu berdiam diri hingga ia membalas ciuman tersebut sampai beberapa waktu yang cukup lama. Ciuman yang begitu hangat mengalirkan air matanya menempel di sebagian wajah Choi Siwon. Mereka menghentikan permainan cinta itu namun bibirnya masih menyatu. Siwon menjauhkan wajahnya dan menatap penuh sendu. Detik, menit, jam, hari sampai tahun seakan akan berhenti berputar kembali ke masa lalu. Yoona sangat merasakan kenyamanan yang sempat hilang. Ia sebetulnya sangat merindukan kasih sayang seorang Choi Siwon. Pelukan hangatnya mampu memberikan efek begitu dahsyat dalam kehidupannya.

“Aku terus memegang janjiku untuk terus melindungi dan membuatmu bahagia. Tak pernah terbesit hatiku untuk mengingkari itu. Aku mewakili hatiku sampai saat ini, aku tetap mencintaimu. Saranghae Im Yoona” bisiknya lirih.

Sulit rasanya Yoona mencerna jawaban pikirannya sendiri. Lidahnya terasa kelu tak kuasa untuk mengeluarkan sepatah katapun. Yang ada hanya isak tangisnya yang kian menderu. Namun dalam hatinya, ia mencari sesuatu jawaban untuk mengatakan, nado saranghae Siwon oppa.

**********

Stella POV

Hari-hariku benar-benar terasa sepi. Menjadi salah satu dosen di Donguk University, tentu membuatku menyita sebagian waktu di lingkungan kampus. Aku merindukan sesuatu, ya ledekan seseorang yang menyebalkan namun mampu membuatku tersenyum. Namja bodoh, mengapa kau tak menghubungiku, apa kau sama sekali tak merindukanku? Setidaknya suaraku, dulu saat di Harvard tiap hari kau mengoceh menanyakan hal yang tidak begitu jelas atau hanya ingin meledekku. Oh Siwon oppa, kau tahu betapa sangat aku merindukanmu. Kuberanikan diri untuk menghubunginya. Babo! Seharusnya namja itu dulu bukan, yang seharusnya terlebih dulu menghubungi?

“Yoboyeso”

“Ya hey kuda jelek! Lama tak mendengar suaramu”

“Mwo? Kepiting rebus? Kkkeke apa kau merindukanku?” dengan pedenya ia berkata seperti itu.

“Huh, begitu sombongnya dirimu sampai tak sempat menghubungiku”

“Ani mianhae. Akhir akhir ini aku begitu sibuk dengan proyek baru perusahaanku” jelasnya yang sama sekali tak ku gubris alasannya.

“Bagaimana jika kita bertemu?” Bagus! Dia tanggap sekali mengerti apa yang kupikirkan.

“Mwo? Arasseo..”

“Baik, kita bertemu saat jam makan siang nanti. Kau saja yang memilih tempat”

“Ne, bagaimana jika di restoran Italia. Nanti aku kirim alamatnya” pintaku.

“Hmmm.. arasseo. Anyeoong kepiting rebus”

Ucapan terakhirnya mengena di telingaku. Ledekan yang sangat kurindukan, membuatku senyum senyum tidak jelas tak beraturan.

Stella POV end

****************

Yoona POV

“Seo..” yeoja itu menoleh ke arahku.

“Nuguya? Yoona eonie? Ya benarkah kau Yoona eonie…aa aku sangat merindukanmu” Seohyun langsung memelukku erat.

“Lama tak bertemu. Aku sangat merindukanmu eon”

“Ne, begitu juga diriku. Kau tampak banyak berubah” kupandangi sekujur tubuhnya dari ujung kaki sampai puncak kepalanya yang memang banyak mengalami perubahan. “Kau terlihat keren sekarang” ungkapku yang membuatnya terkekeh.

“Kkkeke kau bisa saja eon. Aduh, kau tampak begitu kurus eon. Sepertinya kau harus menjaga kondisi kesehatanmu”

“De, gomawo”

“Hey, apa itu? Cincin pernikahan? Kau sudah menikah?” tanyaku menunjuk cincin permata melingkar indah di jari manisnya.

“Ani..aku belum menikah. Cuma sebentar lagi mau menikah^^” bisiknya di telingaku.

“Wah chukae. Siapa namja itu? Yonghwa, Lee Jong Ki, Kibum atau Kim Heechul?” serbuku menyelidik.

“Bukan mereka. Kau pasti mengenalnya eon” ucapnya malu malu kodok ala Keroro.

“Ah nuguya? Cepat katakan”

“Ne, baiklah. Dia..Cho Kyuhyun” jawabnya cengar cengir.

“Omo..si evil itu? Aku tak menyangka. Kkkekke chukae”

“Ya meski dia evil, Cuma dia yang bisa menaklukan hatiku eon” balasnya membela diri.

“Ne, aku tahu. Kapan kau menikah?”

“Minggu depan” singkatnya.

“Mwo? Secepat itukah”

“Ne” jawabnya mengangguk, “Kau harus datang di pernikahanku”

“Mianhae, tapi aku tak bisa”

“Jika kau melakukan itu. Aku tak segan menyeretmu datang ke pernikahanku eon” gumamya mengeluarkan keevilan.

“Omo..Kau tertular evil Kyu. Menakutkan sekali kkekke baiklah pasti aku datang” Senyum imut Seohyun mengembang gratisan.

Yoona POV end

*************

Stella POV

“Hey kau terlihat lebih cantik” puji Siwon oppa seraya terkekeh.

“Tentu saja” ungkapku bangga, “Kau sombong sekali sama sekali tak memberi kabar”

“Ani, aku sibuk. Tak sempat memberi tahu. Tapi sekarang kau puas kan seorang pria tampan berada di hadapanmu”

“Cih! Kau masih sangat pede Kuda jelek, kkekke” kami pun tertawa.

“Siwon ah!” seorang namja tanggung memanggilnya dan mendekat ke arah kami.

“Hangeng hyung? Wah kau kah itu?” mereka berpelukan, sepertinya mereka sudah lama berteman.

Aku menatap wajah namja itu. Deg! Mengapa ini, jantungku berdetak hebat. Senyumnya begitu menawan, sangat mengena.

“Oh Stella, kenalkan ini sahabatku Hangeng Hyung”

“Anyeoong Stella Kim Imnida”

“De chonun Hangeng Imnida”

Kami pun mengobrol, entah sangat begitu aneh. Mengapa aku begitu gugup berada di dekatnya. Apa ini yang dinamai cinta pada pandangan pertama? Ah tak mungkin, aku hanya mencintai Siwon oppa. Tapi mengapa hatiku selalu bergetar melihatnya tersenyum, benar benar membingungkan.

Stella POV end

***************

Siwon POV

Hari ini libur. Aku rasa ingin sekali menghabiskan waktu liburku bersama sesosok yang sangat kurindukan. Ya Im Yoona, bagaimana jika aku mengajaknya pergi.

Setelah bersiap, aku langsung meluncur ke mobilku pergi ke tempat Yoona. Sebelumnya aku mampir ke sebuah toko untuk membeli sesuatu. Tak lupa aku juga membawa buket bunga mawar putih kesukaanya. Nampak senyumku tersimpul merencanakan sesuatu.

“Anyeoong bibi Min, Im Yoona nya ada?” sapa ku pada bibi Min yang membukakan pintu.

“De. Dia di kamarnya, masuk saja tuan” senyumnya menyambut.

“De, gomawo” langkahku menuju beberapa ruangan rumah bergaya western itu. Bibi Min mengantarku ke depan kamar Yoona.

“Dimana tuan Im ahjumma?”

“Oh tuan Im masih di Jepang” jelasnya

“Biar aku saja yang membangunkan bi” ucapku lalu masuk ke kamar Yoona.

Aku memasuki kamarnya. Terlihat sesosok gadis masih tertidur, oh Tuhan bahkan tidur pun ia masih terlihat sangat cantik. Aku menatap seluruh ruangan kamarnya, ku pandangi beberapa bingkai foto yang terpasang. Terlihat bingkai foto berbentuk lambang hati berisi foto Lee Donghae, ya aku tahu ia masih mencintainya. Tapi tak jauh dari itu, aku menemukan beberapa fotoku jauh lebih banyak dengan bingkai yang serupa. Dari foto masa kecilku bersamanya sampai foto individuku, terpampang tulisan “Saranghae” di bawah bingkai. Jelas saja membuatku senyum merona. Aku mendekat sosok tubuh yang kucintai, ku perhatikan setiap guratan wajahnya. Ia tampak manis. Entah sesaat aku tak bisa menahan perasaanku hingga aku tak mampu menahan untuk mencium bibirnya selagi ia tidur. Aku membisikkan kata di telinganya, “Bangunlah tuan putri”. Tak lama kemudian kedua bola mata indah menyambutku. Ia tampak begitu kaget melihatku di hadapannya, “Selamat pagi tuan putri” senyumku mengembang disambut olehnya yang masih bingung belum sadar.

“Oppa, sudah lama disini?”

“Ani, baru sebentar. Bersiaplah, aku akan mengajakmu ke suatu tempat” bisikku.

“Kemana?”

“Rahasia. Aku akan menunggumu di bawah” usilku membuat ia memanyunkan ujung bibirnya.

“Kkkeke kau terlihat lucu”

……………………

“Oppa” ia masih tak percaya dengan tempat ini.

“Ya, kau masih ingat?”

“De, tentu saja” senyumnya terkembang. Aku merasa dia sudah mampu melupakan kenagan pahitnya.

“Sudah lama kita tak kesini. Aku merindukan udara segar ini. Kemarilah” aku menariknya untuk menikmati udara sejuk di bawah pohon maple yang cukup rindang. Tempat inilah yang menjadi saksi hidup kami melewati hari-hari bersama tempo dulu. Pemandangannya masih terlihat asri seperti dulu. Aku selalu membawa Yoona kesini jika ia mempunyai masalah dan ia selalu mengutarakannya padaku. Kini aku membawanya kesini untuk mengutarakan beberapa pesan hatiku yang sudah lama ku pendam.

“Yoong ini untukmu” aku memberikan buket mawar putih padanya. Ia mencium aroma bunga tersebut tak lama kemudian senyum indahnya terpancar di hadapanku.

“Gomawo oppa ini sangat indah”

Aku meraih tangannya. Ku tundukkan tubuhku, lututku menyangga di atas tanah dan kutatap wajah cantiknya. Aku mengelus punggung telapak tangannya dan menciumnya. Ia tampak begitu kaget dengan perlakuanku.

“Yoong. Kau tahu sudah lama aku mencintaimu. Tak bisa seterusnya ku pendam rasa ini yang terus membunuh perasaanku. Mungkin dulu sebuah kesalahan ketika aku melamarmu, tapi kini aku memberanikan diri untuk mengulang kesekian kali. Tiap hari aku berharap kau bisa membukakan hatimu untukku, menerimaku sebagai pria yang kau cintai. Aku tahu tak begitu mudah hatimu melakukan itu. Bahkan sampai saat ini, kau pasti masih teringat dengan bayangan itu. Tapi ketahuilah Yoong, aku tidak akan pernah pupus mencintaimu. Aku ingin kita mengulang kembali ke masa di saat kita bersama dan memulainya dengan kehidupan baru. Aku ingin selalu berada disampingmu. Jadi, maukah kau menjadi pasangan hidupku?”

Yoona membisu cukup lama, ia menatapku dengan wajah sendu. Air matanya kini kembali membasahi wajah indahnya,

“Oppa, kau begitu baik bagiku. Aku tak pernah mengenal pria sepertimu selain dirimu. Kau tak pernah lelah memberiku kasih sayang, meski berulang kali aku menyakiti hatimu. Aku menyesal telah berulang kali membuat hatimu hancur. Bahkan aku sama sekali tak menyadari ketulusan cintamu, menyakitimu di saat waktu yang paling membahagiakanmu. Aku sangat berterima kasih telah begitu banyak mendapat cintamu. Mungkin ini sebuah takdir jika kau akan selalu ada untukku. Tapi…” ia menggantungkan kalimatnya beberapa saat membuatku cemas.

“Tapi apa Yoong, kau tak mencintaiku?”

“Tidak. Tapi sulit bagiku untuk melupakan kenangan pahit di masa lalu. Tuhan berkata lain, ia telah mengirimkan seseorang yang selalu tabah menuntunku keluar dari jurang kesedihan hingga akhirnya aku sadar semua yang terjadi memang sudah menjadi takdir. Sudah lama aku menyimpan perasaan ini, namun sulit sekali aku mengartikan. Aku tak tahu apa yang kurasakan, aku tak bisa berbohong bahwa sesungguhnya aku juga sangat mencintaimu Oppa”

“Jadi kau mau mengulang kembali pernikahan yang tertunda itu?”

“Ne” Yoona mengagguk, tak lama kemudian ia menangis. Kucium ujung tangannya dan melingkarkan sebuah cincin di jari manisnya.

“Saranghae Yoong”

“Nado Saranghae” aku menatap wajahnya lekat. Tak lama bibirku mendarat menyapu bibir tipisnya. Ia membalas ciumanku, lidah kami bertemu sampai saliva kami bercampur jadi satu. Lama kami dalam posisi seperti itu, lebih lama dari sebelumnya. Tak ada niatku untuk melepaskannya, biarlah aku sangat merindukan sesosok ini.

Siwon POV end

*************

Usai mengucap janji, SeoKyu menatap hadirin yang datang. Mereka masing-masing tampak memegang buket bunga. Mereka siap untuk melemparkan ke kerumunan beberapa tamu yang datang, “Baiklah saatnya acara melempar bunga. Siapakah pasangan yang beruntung yang akan segera menyusul melanjutkan pernikahan. Ya dan ini saatnya, ha na dul set”

Hap! Dua orang berlainan jenis berhasil menangkap buket bunga tersebut, “Ya siapakah pasangan itu silakan tampil ke depan” ucap seorang MC membuat seluruh hadirin riuh ingin mengetahui siapa pasangan yang selanjutnya.

“Ya mereka adalah Hangeng ssi dan Stella ah. Selamat, semoga kalian berjodoh ^^”

Stella masih setengah sadar mendengarnya. Ia masih tak percaya namja yang menangkap buket bunga satunya adalah Hangeng oppa. Mengapa dia, seharusnya Siwon oppa. Tapi sangsinya lenyap ketika Hangeng mengeluarkan jurus senyumnya yang membuatnya kikuk mati kutu. Seokyu tersenyum renyah melihat pasangan baru yang tak lain sahabat mereka, “Selamat, semoga kalian berjodoh^^”. Begitu juga dengan Yoonwon yang sedari tadi asyik berduaan mendekati pasangan itu, “Hyung, jaga baik baik nona kepiting rebus^^” ledek Siwon.

“Ya oppa, berhenti meledekku” tak lama kami pun tertawa.

***************

Stella POV

Siwon oppa? Benar itu Siwon oppa. Dia mau pergi kemana. Aku terus menatapnya melihat ia barusan keluar dari toko bunga membawa sebuah buket mawar putih.

“Siwon oppa!”

“Ah kau nona kepiting rebus. Sedang apa kau disini” tanyanya.

“Ah aku hanya lewat dan bertemu dirimu. Kau sendiri sedang apa, untuk siapa buket mawar putih itu?” selidikku.

“Ini? Untuk gadis yang sangat kucintai..” senyumnya memancar membuat jantungku berdetak cepat.

“Nuguya? Siapa gadis itu?”

“Im Yoona^^”

Hatiku merasa hancur berkeping-keping mendengar ucapannya. Lututku bergetar serasa akan runtuh menopang badanku. Tak sadar Siwon oppa sudah berlalu.

“Tunggu oppa” aku memeluknya dari belakang, “Saranghae”

Siwon oppa terkejut dan membalikkan badan melepas pelukanku.

“Mwo? Apa yang kau bilang?”

“Saranghae oppa” Siwon oppa memegang dahiku dengan punggung telapak tangannya.

“Hey nona kepiting rebus apa kau sedang bercanda?”

“Tidak oppa. Aku serius, sudah lama aku mencintaimu. Bukan menganggapmu sebagai sunbaeku, tapi namja yang sangat kucintai. Sudah lama ku pendam rasa ini sejak kau dulu bersamaku di Harvard. Selama ini aku terus menahan perasaanku untuk mengatakan ini. Aku sangat mencintaimu oppa”

“Ani, mianhae. Tapi kau sudah aku anggap sebagai adikku. Aku sangat menyayangimu sebagai hoobaeku, tak lebih. Hatiku sudah lama terpaut pada wanita lain jauh sebelum aku mengenalmu. Aku tak bisa berpaling darinya, lagi pula aku sama sekali tak mencintaimu Stella” terang Siwon oppa.

Hatiku semakin perih mendengar ucapannya, “Mengapa kau lebih mencintai wanita yang pernah meninggalkanmu di saat pernikahan itu. Tidakkah kau membuka hati untukku, menjadi wanita yang paling kau cintai?”

“Tidak, mianhae Stella hanya Yoona satu satunya wanita yang ada di hatiku. Mianhae jika aku telah menyakitimu. Aku tak bisa memutuskan kehendakku untuk berpaling ke hatimu. Jeongmal jeongmal mianhae” Siwon oppa memelukku kemudian meninggalkanku pergi dengan hatiku yang telah remuk.

Stella POVend

*************

 

Siwon POV

Aku tidak berpikir bahwa selama ini Stella mencintaiku. Tak bisa hatiku menerimanya sebagai kekasih, bagiku hanya Yoona lah satu satunya wanita di hatiku. Mianhae Stella..

……………………

Malam ini, keluargaku mengajak makan malam keluarga tuan Im untuk membicarakan pernikahanku dengan Yoona. Kulihat ekspresi orang tuaku dan tuan Im sangat bahagia mendengar kami akan menikah setelah beberapa waktu yang lalu hal yang paling mereka inginkan batal.

Aku melirik Yoona yang tengah menikmati hidangan makan malam. Sesekali ku kedipkan matanya menggoda wanita yang kini terlihat cantik luar biasa. Ia hanya tersenyum geli merespon tingkahku.

Setelah makan malam, aku mengajaknya pergi ke kolam renang belakang restoran hotel. Sesekali aku merangkul pinggangnya saat kami berjalan jalan. Lagi lagi ia hanya tersenyum menerima kekonyolanku. “Kau sangat cantik tuan putri” bisikku di ujung telinganya.

“Kau juga terlihat sangat tampan pangeran Simba^^” aku pun geli mendengar ucapannya. Lama kami bercengkrama dalam keromantisan. Bagaikan penguasa kerajaan cinta malam ini, kuhabiskan waktuku bersama Yoona.

“Jadi kita sepakat, kalian akan menikah bulan depan?” Tanya appa pada kami yang duduk bersampingan. Aku melirik Yoona untuk meminta jawaban, ia hanya tersenyum mengedipkan mata tanda setuju.

“Baiklah, kami setuju” ucapku membuat semua yang disana tersenyum bahagia.

“Sebentar lagi kau akan jadi milikku. Jangan kabur lagi ya” bisikku ke telinga Yoona. Ia menatapku kaku, namun senyum indahnya terpancar mengisyaratkan persetujuan “Aku tidak akan pernah melepasmu lagi untuk kesekian kali. I’m Yours”

Siwon POVend

**************

Yoona POV

Aku pergi mengunjugi makam Donghae oppa ditemani Siwon oppa. Kami menaburkan bunga lily di pusara bertuliskan “Lee Donghae’ itu,

“Oppa, aku datang membawa kabar bahagia. Besok aku akan menikah dengan Siwon oppa. Kau tahu betapa bahagianya hatiku. Aku tak ingin melepaskannya sekali lagi. Kau benar, ia lah satu satunya namja yang paling tulus mencintaiku apa adanya. Meski aku tidak menyangsikan besarnya ketulusan cintamu. Terima kasih oppa telah membuatku kembali padanya, semoga kau tenang berada di sana. Aku selalu mendoakanmu semoga kau mendapat tempat yang paling indah di sisi-Nya. Doakan kami juga semoga kami pun turut bahagia selamanya. Aku mencintaimu, mantan kekasihku….hiks”

“Yoong, kau menangis?” Siwon oppa merangkul pundakku dan menyederkan kepalaku di dada bidangnya.

“Ani, aku hanya menangis terharu. Aku sangat bahagia oppa” isakku. Siwon oppa melekatkan pelukannya ke tubuhku, hingga aku meraih puncak kehangatan di pelukannya. Ia mengusap ujung kepalaku dan menciumnya.

“Aku akan selalu ada untukmu”

……………………………

Hari yang paling ku tunggu. Aku masih di depan cermin, menatap gaun putih yang membungkus sebagian tubuhku.

“Kau sangat cantik noona” puji Hwang ahjumma selesai meriasku.

“Gomawo” aku membalasnya dengan senyum. Aku kembali menatap cermin, memikirkan kejadian dua tahun yang lalu. Dimana aku melakukan suatu kebodohan yang tak pernah terfikirkan. Aku tak mau mengulanginya, beribu ribu penyesalan selalu merasuk pikiranku mengingat kebodohan itu. Kini, aku mantapkan keputusanku, kali ini benar benar yakin. Aku sangat mencintai Siwon oppa, sekali lagi sangat mencintainya. Sekarang saatnya aku membuka lembar baru kisahku hidup bahagia bersamanya. Guratan senyum terpancar dari ujung mulutku. Sejenak aku merasakan kebahagiaan hati yang tak terkira, namun ada sesuatu yang mengganjal. Entah, mengapa aku begitu cemas.

Sebuah pesan singkat masuk,

From: Prince Simba

Apa kau sudah siap tuan putri? Sebentar lagi kita akan menikah. Sedari tadi aku mengulang janji suci, aku benar benar gugup. Aku akan menjemputmu, jangan kabur lagi ya^^ Saranghae

Aku tersenyum geli membaca pesan singkatnya. Oppa, kau ada ada saja. Kembali aku menatap cermin sembari menunggu Siwon oppa menjemputku.

 

Ima Time Machine

Ni norikonde

Anata ni ai ni iku

Koto ga dekitanara

(Time Machine – Girls Generation)

Bunyi ponselku berdering,

“Yoboseyo”

“De appa, aku masih di ruang rias. Ada apa?”

Terdengar suara appa menangis dari jalur lain.

“Appa ada apa, mengapa kau menangis?” tanyaku penasaran.

“Tabahkan hatimu putriku. Siwon ah….” Isak tuan Im menggantungkan kalimatnya.

“Siwon oppa? Ada apa dengannya” tanyaku cemas.

“Siwon ngggg”

Deg! Ponselku terjatuh ke lantai. Aku menatap cermin dan air mata mengalir tiba-tiba dan semakin deras. Hatiku sangat perih, dunia terasa begitu gelap. Aku kehilangan kesadaran.

“Noona Im” teriak Hwang ahjumma ketika berusaha menopang tubuhku terjatuh pingsan.

 

To Be Countinued

 

Author said: Part 2 selesai. Gimana readers ceritanya, bikin galau atau kurang galau nih?? Tinggal 1 part lagi. Makasih banyak buat yang kemarin udah ninggalin jejak ya, gomawo atas saran dan kritiknya. Part 2 ini udah aku perjelas POVnya sama ceritanya udah aku bikin lebih panjang. Ya aku percaya, FF ini jauh dari kata bagus jadi sekali lagi aku opened banget buat para readers ngasih saran dan kritik buat FF ini. Finally, gomawo ya udah baca. Komen yang banyak kalo dibawah 70, ga akan aku lanjutin kkekke^^

 

 

 

Iklan
Tinggalkan komentar

133 Komentar

  1. Yach……… Kenapa ceritanya jadi begini?
    Malah bergantian di saat mereka sudah mulai mencintai eh pernikahannya batal lgi
    benar2 di bikin gregetan ni

    Balas
  2. Choi Han Ki

     /  Oktober 30, 2014

    Apa yg terjadi sama siwon ??

    Balas
  3. Cha'chaicha

     /  November 7, 2014

    Yah knpa lagi ini..

    Balas
  4. jujur, aku benci sama yg namanya genre sad, dan kalo ada yg meninggal2 gini. seriously ✌tapi tanggung kalo ga ngelanjutin ke part selanjutnya

    Balas
  5. Aaaahhh jgn bilang siwon nya jg meninggal….iiiihh Ga mau,Ga rela ….

    Balas
  6. waaaah siwon oppa kenapa 😥

    Balas
  7. sdhifakhri

     /  Mei 11, 2015

    Siwon kenapa? Kecelakaan kah?

    Balas
  8. susi

     /  Juni 8, 2015

    Apa yang terjadi pada siwon jangan bilang kalo dia meninggal..😭
    Masa pernikahan mereka batal lagi,
    Baru aja mereka berdua merasa bahagia masa udah ada lagi cobaan dan rintangan yang memisahkan mereka berdua lagi..ANDWEEEE😭

    Balas
  9. Baru saja tersenyum dan apalagi ini.semoga wonpa tdk kecelakaan atau skrg dia yg kabur.asal tebak

    Balas
  10. Park Liana

     /  Juli 1, 2015

    siwon kenapa ???? jangan bilang kecelakaan andweee!

    Balas
  11. Siwon kenapa tuh jangan sampe terjadi kejadian yg gak mengenakkan n jangan sampe pernikahan mereka batal untuk yg kedua kalinya..

    Balas
  12. ambarwati

     /  Agustus 13, 2016

    Siwon kenapa,, jangan meninggal juga chai siwon

    Balas
  1. Time Machine | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: