[3S] Time Machine Part 1/When Everything has Gone

ada FF baru bawaan author freelance  lagi nih, admin GEE langsung publish aja ya^^ happy reading!

[3S] Time Machine Part 1/When Everything has Gone

Title                 :   Time Machine

Author             :   Choi Yoon Ah /  Aprilia Sintha Fiwara

Type                :   Threeshoot [3S]

Genre              :   Sad, Romance

Rating             :   General

Main Cast        :

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast       :

  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Cho Kyu Hyun (Super Junior)
  • Stella Kim
  • Seo Ju Hyun (SNSD)
  • Supporting Cast

Author said: Anyeoonghaseyo…

Ini FF pertamaku, setelah menjelajah tiap sudut blog ini jadi ikut ikutan tertantang ini bikin FF juga. Buat pembukaan, aku bikin 3S dulu biar ga berat hehe..Mian ya kalo banyak typo sana sini atau salah kosakata bahasa Koreanya…aku juga masih dalam tahap belajat^^ Buat readers..butuh banget komentar baik saran maupun kritik, diutamakan saran biar kedepannya bisa bikin FF yang lebih baik dan bermutu (apa deh)

So..welcome to my imagination. This is it my first FF, Introducing Time Machine…Happy Reading^^

****************

Satu kesalahan satu penyesalan

Tiada yang begitu sempurna

Bahkan aku mencoba bahwa

Apa yang kulakukan, tak akan bisa meyembuhkan luka

Ingin ku kembali dengan mesin waktu

Jika ku akan bisa bertemu lagi

Aku tak akan meminta lebih

Sebelum memori itu pergi menjauh

Cukup berikan aku “time machine”

Untuk mengulang memori itu

Beri aku “time machine”

Untuk memulai kisah baru bersamamu…

**********

Flashback

Siwon POV

Seperti mimpi, biarlah aku tak mau bangun. Bayangan malaikat kecil merasuk ke seluruh sukma. Tak dapat kusangkal lagi, ruang hati ini bagaikan taman bunga yang sangat indah. Betapa bahagianya kau akan menjadi milikku selamanya, menempati singgasana hati ini. Im Yoona, aku benar-benar gugup.

“Yoboyeso?”

“hh..apa kau sibuk?” tanyaku pelan

“Ani, wae oppa?”

Ku hembuskan nafas mencoba untuk menetralisir jantungku yang berdetak cepat,

“Aku ingin mengajakmu pergi. Kau mau?”

“Mianhae oppa, aku lelah” jawabnya lirih

“De, gwaenchana. Istirahatlah dengan baik”

“Ne.” singkatnya

“Sampai jumpa, saranghae”

Ku rebahkan tubuhku diatas sofa putih. Sejak keputusan itu, mengapa kau begitu dingin padaku. Apa kau tak mencintaiku?

*******************

Yoona POV

Seluruh sesalku merasuk kalbu. Aku tak dapat berfikir, mengapa sikapku begitu dingin padanya. Kekeliruan yang membuatku ingin menjauhinya. Dia hanyalah kakak yang aku sayangi, bukan untuk merebut hati ini. Sulit rasanya untuk menerimanya sebagai pasangan hidup. Aku sangat mengharapkan dia selalu di sampingku, tapi aku tak dapat mengelak bahwa aku hanya mencintai pria lain, Lee Donghae. Bagiku ialah satu satunya pria yang dapat memiliki hatiku seutuhnya, aku hanya ingin berbagi kisah kehidupan disampingnya. Oh Tuhan, pernikahan ini terus membuat hatiku merintih.

“Yoboyeso?”

“Eonie, aku ingin bertemu. Aku sangat merindukanmu” rengek Seo Ju Hyun.

“hmm..Baru dua hari yang lalu kita bertemu kan? Aku lelah” ucapku

“Aku hanya ingin mengucap salam perpisahan dengan sahabatku. Sebentar lagi ia menjadi milik orang lain. Dan sepertinya ia benar benar melupakan sahabatnya yang tiap kali menjadi curahan hatinya” ketusnya

“Omo..baiklah aku akan menemuimu. Kau dimana?”

“Kkkekke.. kita bertemu di Cafetaria biasa”

“Arasseo…”

………………….

“Tak kusangka, sahabatku ini akan segera dipanggil ahjumma” ledek Seohyun.

“Ya! Aku masih muda, tak mau aku dipanggil ahjumma, Seororo manja..”timpalku yang membuat kami tertawa.

Seohyun mengeratkan tangannya ke jari-jariku. “Aku bahagia kau akan segera menikah dengan seorang pria yang sangat baik. Kau sangat beruntung eonnie” isaknya.

Terharu melihat sikap Seohyu, sekejap aku menarik tubuhnya dan berpelukan.

“Setelah kau menikah akan sulit bagiku untuk bertemu denganmu” tangis Seohyun.

“Tenanglah, aku akan menyempatkan waktu menemuimu”

Aku terhanyut dalam pikiranku, sebentar lagi aku akan meninggalkan sahabat terbaikku. Dialah tempat curahan hati setiap kali masalah datang menimpaku, tetapi untuk masalah pernikahan ini, aku berusaha merahasiakan darinya.

Sebuah pesan singkat masuk dari ponselku

From : My Fishy

Selamat, aku tak menyangka besok kau akan berubah status menjadi ny. Choi. Aku turut bahagia rusa kecilku akan menikah dengan namja yang begitu baik. Sebagai tanda perpisahan, aku ingin kau segan menemuiku di tempat pertama kali kita bertemu. Sampai jumpa ^^

Tak kuat ku bendung air mata ini. Tangisku pecah, membuat Seohyun menatap cemas padaku.

“Ada apa eonie?”

“Gwaenchana, aku hanya terharu. Gomawo sudah menjadi chingu terbaikku. Tapi sepertinya aku harus pergi, ada sesuatu yang harus ku urus”

“De, aku mengerti. Pergilah, hati hati eonie” aku hanya melambaikan tangan seraya tersenyum pada Seohyun.

********************

Donghae POV

“Kau sudah datang?” aroma parfum yang sangat ku kenali memberi tahu orang yang diam sedari tadi di sampingku, “Selamat ya”

Dia masih tenggelam dalam pikirannya, uluran tanganku sama sekali tak mendapat respon. Titik titik air membasahi lenganku. Hujankah?

“Oppa..” kulihat yeoja di depanku menatap sendu. Air matanya sudah membanjiri pipi indahnya. Tanpa disadari, ia memelukku.

“Oppa saranghae…” tangisannya semakin hebat, membuatku semakin erat memeluknya.

“Jangan menangis Yoong. Ini lah takdir kita” perlahan ia menjauhkan tubuhnya dariku.

“Apa kau tak mencintaiku lagi? Mengapa kau bicara seperti itu”

Otakku berpikir keras menjawab pertanyaan yang menusuk batin. Sungguh, aku sangat mencintaimu. Bahkan kurela menyerahkan hidupku hanya untukmu. Tapi apa daya, aku bukanlah pria yang baik untukmu. Keterbatasan yang membuatku bungkam membiarkan perasaan ini bergelanyut nyeri di hati.

“Saranghae Im Yoona, tapi maafkan aku tak bisa…” kali ini aku tak sanggup melihat tatapan matanya menyeringai masih dipenuhi air mata.

“Kau jahat. Membiarkan hatiku hancur berkeping keping dan berpaling ke orang lain. Aku tak bisa melakukan ini. Jika kau memang mencintaiku, jangan paksa aku untuk menikahi pria lain..” emosinya tumpah disertai tangisan yang semakin hebat.

“Bukan begitu, aku hanya ingin kau bahagia chagi. Aku tak bisa memberimu kebahagiaan selamanya”

“Bahagia? Apa kau pikir aku bahagia dengan pernikahan ini setelah kau membuatku sangat bergantung padamu dan berpaling pada orang yang tak kucintai. Kau pikir aku akan bahagia selamanya bersamanya. Oppa, kau benar benar…mm” belum sempat ia menyelesaikan ucapannya bibirku mendarat dan saling bertemu. Aku mengunci ujung bibirku, ia membalas ciumanku dan kurasakan air matanya membasahi pipiku.

“Aku hanyalah seorang pria dengan segala keterbatasan. Aku tak punya materi yang bisa membuatmu bahagia bila kau bersamaku. Tapi aku berjanji, cinta ini akan menjadi kekuatan besar untuk melewati kisah ini bersamamu. Baiklah jika kau yakin kau akan bahagia hidup bersamaku, aku akan menunggumu sampai kapanpun disini. Tapi aku tak memaksa kau untuk membatalkan pernikahan ini..”

*****************

Siwon POV

“Oppa!” seorang yeoja berlari mendekat dan langsung merangkul tubuhku, siapa ini?

Ia membuka kacamatanya, melihat matanya aku sudah langsung mengenalnya. “Stella, kapan kau datang hah? Kenapa tak memberi tahuku” kucubit hidungnya membuat wajahnya merah masam.

“Ya oppa! Sakit. Kau masih saja suka mencubit hidungku. Bagaimana jika aku tak cantik lagi” sebalnya sambil mengelus elus hidungnya yang mulai merah.

“Omo.. Bahkan kau terlihat lebih cantik dengan hidung merahmu kkeke..” ledekku sukses membuatnya kesal dan langsung mencubit perutku.

“Rasakan hey Kuda jelek”

“OK OK, forgive me. I’m sorry professor Kim” diikuti tawa kami.

……………………

“Mwo? Besok kau menikah! Kenapa tak memberi tahuku hey Kuda jelek” kesalnya

“Hmm.. Apa pentingnya aku memberi tahumu hah? Kkkeke” Stella mengeluarkan jurus cubitannya lagi kali ini lebih sakit, sukses membuatku menjerit.

“Huh, dasar! Kau sudah melupakanku?” kurasa emosinya tak main main yanng langsung kubalas dengan senyum terbaikku.

“Aigoo.. Jika kau marah kau terlihat seperti kepiting rebus. Kkkeke aku hanya bercanda nona Kim. Mianhae” ia menatapku kecut diikuti pukulan tangannya mendorong kepalaku sampai ia tertawa.

“Kau harus datang dan melihat sunbaemu ini melepas masa lajangnya”

***************

Yoona POV

Aku menatap cermin meratapi nasibku. Gaun pengantin yang begitu indah tak membuatku bangkit malah semakin membuat batinku sakit. Aku tak bisa menikah dengannya. Siwon oppa, aku hanya sebatas dongsaengnya. Aku sangat menyayanginya tapi tak terbesit hatiku untuk mencintainya. Tak bisa aku melukai hatinya dengan pernikahan palsu ini. Bayangan appaku semakin membuatku merintih tak bisa membatalkan pernikahan ini. Appa sangat percaya pada Siwon oppa, beliau hanya ingin aku menikah dengannya. Aku tak bisa menolak saat perjodohan, bagiku menerima hal konyol itu akan membahagiakan appa. Tapi mengapa terasa berat untuk menjalankan keputusanku. Kesalahan yang sangat menyakitkan, ingin sekali ku menjerit agar semua orang tahu perasaanku. Wajah Lee Donghae merasuk dipikiranku, teringat dengan kata kata terakhirnya tak bisa ku bendung air mata ini membanjiri wajahku. Ku tatap wajahku sendu, berpikir keras untuk melakukan sesuatu. Meski tak yakin, kuputuskan untuk pergi dari tempat ini. Appa maafkan anakmu, aku selalu membuatmu kecewa. Siwon oppa, semoga kau menemukan wanita yang lebih baik dariku. Jeongmal mianhae.

*********************

Sebagian ruangan gereja Chungdong  mulai tampak ramai. Senyum bahagia terkembang dari setiap hadirin yang datang. Mereka tak sabar menyaksikan pewaris tahta Hyundai Coorporation mengucap janji suci dengan seorang wanita yang sangat beruntung. Sebagian tamu yang diundang yang merupakan karyawan mendecak kagum dengan penampilan Choi Siwon pagi ini memakai tuxedo putih dengan wajah tampannya yang tak pernah pupus.

“Sungguh keajaiban Tuhan, ia begitu sangat tampan. Beruntung sekali wanita yang akan dinikahinya. Andai itu aku” desus beberapa karyawan.

Rasa gugup menderu di setiap sudut tubuh pria tampan itu. Ia tak sabar melihat kecantikan pengantin wanitanya, sesekali ia menghafal janji sakral yang akan diucapkannya, agar tak gugup.

“Selamat hyung. Kau namja yang sangat beruntung akan memiliki yeoja secantik Im Yoona” cerocos Kyuhyun.

“Hhh.. Apa aku tak cantik oppa. Dasar genit” Seohyun yang disampingnya tak kuasa menahan cemburu.

“Kkkeke.. meski kau tidak secantik Yoona, tapi cuma kau yang ada di hatiku baby” timpal Seohyun yang sukses membuat Seohyun tersipu. Siwon hanya tersenyum geli melihat tingkah laku sahabatnya.

“Oppa, jaga eonie baik baik ya. Kau harus berjanji untuk tetap disampingnya. Semoga pernikahanmu bahagia” ungkap Seohyun.

“De, gomawo. Kalian tahu, aku benar benar gugup saat ini”

“Memangnya kau saja yang gugup. Aku juga gugup tak sabar menunggu kau akan menjadi seorang ahjussi” mereka pun tertawa mendengar bualan si evil Kyu.

“Chukkae oppa..” sapa yeoja di tengah tengah mereka. Ia memakai dress biru yang membuatnya sangat cantik.

“Stella…” Kyuhyun dan Seohyun menatap heran dengan yeoja itu, “Oh kenalkan dia hoobaeku waktu di Amerika”

“Anyeoong…Stella Kim Imnida” sambil menundukkan setengah badannya.

“Chonun Cho Kyuhyun, ini pacarku Seo Ju Hyun”

“Anyeoong..” senyum Seohyun seraya menundukkan badan.

“Oppa dimanakah pengantin wanita itu, aku tak sabar ingin melihatnya” gumam Stella yang membuat Seohyun agak risih.

“Dia masih dirias. Kita tunggu saja” timpal Seohyun yang tiba tiba berubah ketus.

Siwon dan Kyuhyun hanya menatap heran keduanya. Siwon bergegas menuju depan altar, menemui orang tuanya dan tuan Im. Langkahnya terhenti ketika pastur Jaeson Ma, sahabatnya sendiri memberi senyum hangat padanya. Dialah pastur yang nanti akan menikahkannya dengan Im Yoona.

“Kau sangat tampan anakku” puji ny. Choi pada putra tunggalnya.

“Pasti, karena aku juga mempunyai umma yang begitu cantik” bisik Siwon, mendengar ucapannya tuan Choi mendengus membuat mereka geli dengan kecemburuan tuan Choi pada anaknya sendiri.

Bunyi ponsel tuan Im berdering di saat mereka bercengkrama, tuan Im menjauh sedikit. Siwon menoleh kearah tuan Im, entah perasaanya sungguh tidak enak.

“Yoboseyo”

“De, aku sudah di gereja. Apa putriku sudah siap?”

“Mwo? Putriku tidak ada sana..”

“Tak mungkin, kau periksa lagi, segera hubungi aku” tuan Im tertunduk lemas, sedari tadi Siwon menatapnya langsung menghampiri tuan Im yang hampir jatuh.

“Aboji, kau tak apa? Apa yang terjadi..” tuan Im membungkam mulutnya. Ia tak tega memberi tahu Siwon, yang sebenarnya Siwon tahu ada seseorang yang menghilang.

“Mianhae. Jeongmal jeongmal mianhae atas semua kesalahan putriku”

“Ada apa aboji, mengapa kau berkata seperti itu. Dia tak pernah membuat salah padaku” Siwon menyelidik tak mengerti apa yang tuan Im bicarakan.

“Im Yoona..anakku…kabur dari pernikahan ini” ucap tuan Im terbata bata. Sekejap sekujur tubuh Siwon lemas. Raut mukanya tak beraturan. Seluruh hadirin pun riuh setelah mendengar kabar tersebut lewat desas desus. Umma Siwon terjatuh pingsan dan langsung ditolong tuan Choi. Sesaat gereja tersebut menjadi huru hara. Siwon masih menunduk lemas, ia tak kuasa menahan sakit hatinya.

“Tolong carikan putriku untukku” ucap tuan Im menatap lirih.

Siwon mengerti akan maksudnya. Ia langsung menyerahkan tubuh tuan Im ke pelayannya. Dengan sigap, ia berlari keluar gereja meraih mobilnya.

“Hyung tunggu aku ikut” Kyuhyun mencoba mengejar dibelakangi Seohyun.

Im Yoona, mengapa kau melakukan ini padaku?

Yoona terus berlari masih menggunakan gaun pengantinnya. Ia tak peduli beberapa pasang mata menatapnya aneh. Ia mengarah ke taman jembatan gantung dekat sungai Han sambil terus mengalirkan air mata. Dipeluknya seseorang dari belakang setelah mengetahui yang ia cari.

***************

Donghae POV

“Aku yakin kau pasti datang chagi” ia masih menatap lurus ke depan setelah seseorang memeluknya dari belakang dengan isakannya. Cepat ia membalikkan badan, dan memeluk hangat yeoja yang tak lain Im Yoona, kekasihnya.

“Saranghae Im Yoona” ucapnya tak sadar bulir air mata menggenang di matanya. Yoona masih larut dalam pelukannnya. Donghae langsung meraih dagu Yoona dan menciumnya. Rembesan air mata mengalir membasahi wajah mereka. Mereka berciuman cukup lama, sampai Yoona tersadar melepaskan bibirnya. “Nado saranghae chagiya”

“Hatiku selalu bicara bahwa kau pasti datang. Terima kasih telah memilihku chagi. Aku berjanji akan membuat hidupmu bahagia di sampingku. Kita akan pergi ke Swiss dan hidup bahagia bersama” senyumya langsung membuat Yoona meraih tubuhnya dan menyenderkan kepalanya di pundak Donghae. Tangisannya mulai mereda, ia merasa nyaman dalam pelukan kekasihnya itu. Lama mereka terbuai dalam pelukan di sertai tiupan angin di pinggiran sungai Han membuat mereka mengeratkan pelukan supaya hangat.

Yoona menerawang jauh menatap seseorang yang sepertinya ia kenal. Wajahnya pucat pasi, namun enggan melepaskan pelukannya.

“Siwon oppa, kau kah itu?” lirihnya namun tak terdengar oleh Lee Donghae.

*********************

Stella POV

Aku masih shock melihat peristiwa itu. Siwon oppa malang benar nasibmu. Aku masih berpikir begitu teganya wanita itu mencampakkan Siwon oppa yang begitu baik. Pikirannya kabur, hatinya menyumpahi si pengantin wanita. Jika saja aku sebagai wanita itu, aku takkan melakukan ini oppa. Mengapa kau harus tersakiti oleh wanita seperti itu. Namun ia mencoba membuang pikiran buruknya dan bergegas mencari sunbaenya.

“Oppa, aku akan selalu ada untukmu”

*********************

Siwon POV

Sungguh, aku masih tak percaya apa yang ku lihat. Ternyata benar dugaanku, Yoona menemui kekasihnya di tempat mereka biasa bertemu dan memeluknya erat. Hatiku terasa begitu sakit, tak rela calon istriku pergi dari pernikahan dan pergi menemui kekasihnya. Aku bergerak maju untuk membawanya pergi namun langkahku terhenti melihatnya berciuman sangat lama dengan pria lain. Hatiku remuk melihatnya. Darahku mengalir menuju ke pembuluh paling atas, aku naik pitam tapi pikiranku menyadarkan betapa Yoona sangat nyaman di samping pria itu. Inilah alasan mengapa Yoona pergi meninggalkanku dan lebih memilih pria itu. Langkahku terhenti meratapi nasibku. Ingatanku kembali bahwa aku akan selalu membahagiakannya. Aku bergerak mundur tersadar sedari tadi Yoona melihatku. Ku hempaskan tubuhku di kursi mobil. Lama berpikir keras untuk menyadari semua yang terjadi. Sungguh betapa teganya aku memaksamu untuk menikahiku, sedangkan kau begitu mencintai pria lain. Maafkan aku Yoong, aku sangat jahat. Aku baru menyadari bahwa hatimu tersakiti dengan pernikahan ini. Semoga kau bahagia bersamanya. Aku berjanji akan terus membuatmu bahagia meski kau tak disampingku. Pikiranku kacau, aku pergi dari tempat itu dengan mengemudi begitu cepat.

************

Donghae membawa Yoona ke sebuah apartemen. Setelah mengganti pakaian, Yoona melangkah menemui kekasihnya. Ditatapnya Donghae yang sedari tadi senyum kepadanya. Tak bisa mengelak, senyum Donghae mampu menggetarkan hati Yoona dan semakin mencintai pria itu.

“Oppa, apa kau benar akan membawaku ke Swiss?”

Donghae mendekatkan wajahnya di depan Yoona. Mata mereka saling bertemu, “Aku akan membuatmu bahagia disana chagi” ucapnya mengusap pipi Yoona. Yoona tak kuasa menahan dan langsung memeluknya. Entah di pelukan namja ini, ia sangat begitu nyaman.

Krrrrrrrkkkkkk…..(suara perut Yoona)

“Ya Tuhan, kau lapar chagi?” tanya Donghae  melepaskan pelukannya, Yoona hanya menunduk.

“Sedari tadi kau tak makan?” Yoona menggelengkan kepalanya.

“Baik, tunggu sebentar aku akan mencari sesuatu untukmu” bangkit Donghae tapi lengannya ditarik Yoona, “Jangan pergi oppa, tetaplah disini”

Donghae tersenyum geli mengacak acak rambut Yoona, “Cuma sebentar chagi. Tak akan lama, kau tunggu disini saja” senyum Donghae kemudian pergi meninggalkan Yoona sendiri. Entah, Yoona merasa Donghae akan pergi ke tempat yang sangat jauh, meninggalkan ia sendiri.

………………

Sudah hampir satu jam Yoona menunggu, tapi batang hidung kekasihnya belum muncul juga. Ia begitu cemas dan berniat untuk menyusulnya, meski ia berpikir jika ia pergi besar kemungkinan ia akan bertemu orang yang mengenalinya dan membawanya pergi kembali ke appanya. Tapi firasat buruk itut erus bergelanyut hingga Yoona terus mencari ke beberapa mini market mencari kekasihnya. Tiba-tiba sebuah mobil Mercedes silver melaju kencang hampir menabraknya.

Sesaat ia merutuki pengendara mobil itu. Namun pandangannya teralih ketika Lamborghini hitam mendekat kearahnya. Sang pemilik mobil pun turun, membuatnya sangat terkejut. Siwon oppa?!

Yoona berlari menjauh dari Choi Siwon. Ia takut Siwon akan membawanya pergi dan memaksanya untuk menikahinya. Siwon tercengang dengan tingkah Yoona, ia berlari mengejar dan berhasil merangkul tubuhnya dari belakang.

“Jangan pergi.. aku hanya ingin bicara denganmu sebentar”

“Lepaskan aku oppa.. Aku tak mau begini. Maafkan aku, sungguh sama sekali aku tak mencintaimu” erang Yoona mencoba melepas pelukan Siwon yang begitu kuat.

“Tunggu sebentar saja. Biarkan begini, aku tak akan memaksamu menikah denganku. Aku tak bisa mengingkari janjiku untuk terus membuatmu bahagia. Aku rela kau menikah dengan pria lain asal kau bahagia. Tapi izinkan aku sebentar untuk memelukmu” ucap Siwon pilu.

Yoona tak kuat lagi dan membiarkan Siwon memeluknya lebih lama. Ia merasakan detak jantung pria itu bergemuruh cepat. Siwon melepaskan pelukannya, menatap wajah Yoona pilu.

“Jujur aku sangat mencintaimu, Yoong. Hatiku sakit ketika kau pergi meninggalkanku. Hanya kau wanita yang aku cintai..”

“Tapi aku tak…” Siwon langsung menempelkan jarinya ke bibir Yoona.

“Ssst…aku tahu kau tak mencintaiku. Menikah denganmu justru akan membuat hatimu sakit. Aku tak bisa merenggut kebahagiaanmu. Kau lebih mencintai Lee Donghae daripada aku. Itulah alasanmu pergi meninggalkan kami bukan?”

“Oppa maafkan aku..”

“Kau tidak perlu meminta maaf. Justru akulah yang seharusnya meminta maaf telah membuatmu tertekan dengan pernikahan ini. Ini tidak akan terjadi jika aku mampu menahan egoku untuk memilikimu. Yoong, aku ingin kau bahagia bersama pria yang kau cintai. Berjanjilah, kau akan terus bahagia bersamanya”

“De, aku janji oppa” Siwon tersenyum dan sekali lagi memeluk erat Yoona tapi tak lama.

Chuuu~~~ bibir Siwon mendarat di kening Yoona.

“Aku akan terus memegang janjiku untuk membuatmu bahagia. Pergilah dengannya, sampai jumpa”

Yoona menatap sendu kepergian Siwon yang terus melaju dengan mobilnya. Siwon oppa, maafkan aku. Kau benar benar tulus mencintaiku, aku harap kau juga bahagia. Kelak kau akan menemui wanita yang lebih baik dariku, aku percaya itu.

Yoona terus berjalan di pinggir jalan. Langkahnya gontai memikirkan pertemuan terakhirnya dengan Siwon yang telah ia anggap sebagai kakak yang paling baik. Pikirannya kembali tertuju pada kekasihnya. Donghae oppa, kau dimana? Mengapa aku begitu takut

“Chagi… Chagiya. Aku disini” seru Donghae berteriak di seberang jalan membawa beberapa bingkisan bunga. Senyum Yoona mengembang, ia sangat merindukan kekasihnya, entah apa yang ia rasakan.

“Tunggu aku disitu. Jangan pergi” ucap Donghae namun tak digubrisnya karena rasa rindunya begitu hebat.

“Oppaaaaa…” Yoona berlari menyebrang jalan. Sebuah minibus melaju cepat dari arah kiri kehilangan kontrol.

“Chagi awas…”

Dueer…!!!!!!

Yoona terjatuh ke kanan jalan. Tubuh Donghae terlempar jauh sedangkan minibus itu kehilangan kendali dan menabrak pohon.

Oppppaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!

Yoona berteriak melihat kejadian mengerikan di hadapannya. Ia berlari menuju tempat dimana tubuh Donghae terlempar.

“Oppa…oppa…Kau tidak apa apa. Bangunlah, aku akan membawamu ke rumah sakit” tangis Yoona pecah memeluk tubuh Donghae yang kini dipenuhi darah yang terus mengucur.

“Bertahanlah oppa..”

“Chagi…”

“Oppa.. Kau sadar? Bertahanlah oppa. Aku akan membawamu ke rumah sakit. Kau harus tetap bertahan” Yoona masih tak kuasa menahan tangis.

“Chagi, maafkan aku…tak bi…sa mem..buatmu..baha..gia. Hi..dup..baha..gialah..ber..sa..ma..Choi..Si..Won..aku per..caya padanya..Sarang..hae..aku..menci..taimu..Im..Yoon…Ah” ucap Donghae tersengal dan mengkhirinya dengan menutup mata.

“Opppaaaaaa!!! Sadarlah jangan begitu padaku. Jangan begitu, kau telah berjanji kita akan menikah di Swiss dan hidup bahagia selamanya. Bangunlah, jangan pergi..” Yoona menggoncang goncangkan tubuh Donghae. Tapi Donghae sudah tak bereaksi sama sekali, ia sudah meninggal dunia dan meninggalkannya selamanya..

“Oppppppa…Jangan tinggalkan aku…Kita akan hidup bahagia bersama..Oppa sadarlah..aku takut sendiri… Opppa….Opppaa..Opppaaaaaaaaa!!” jerit Yoona menggema di langit  langit setelah mengetahui namja yang dicintainya telah berhenti bernafas, meninggalkan kehidupannya di dunia.

“Opppa..Jangan tinggalkan aku..Aku mencintaimu” lirih Yoona yang sudah kehilangan suara seraya memeluk jasad Donghae erat.

TBC

Hmmm…gimana pendapatnya readers… mian kalo jelek & kependekan ya, jangan lupa komen ya, diutamakan saran biar ke depannya bisa lebih baik terutama masalah kosakata sama gaya bahasanya ^^ insya Allah part berikutnya lebih panjang.

Just Notice! Aku ga mau lanjutin kalo komennya dikit..jadi mohon lah kerjasamanya, banyakin komen OK..Gomawo^^

Tinggalkan komentar

151 Komentar

  1. ambarwati

     /  Agustus 13, 2016

    Ah yoona jahat kasian choi siwon.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: