[FF] Ever Lasting Love (Chapter 6: Destiny)

FF Ever Lasting Love

Author: Resty Meidalita Utami/GEE

Genre: Romance

Rating: PG 15+

Chapter 6: Destiny

Choi Siwon-Im Yoona

***

Yoona POV

Selama 4 hari ini aku masih harus bekerja dan menyelesaikan CF untuk sebuah produk kosmetik di Jepang. Benar-benar ingin segera menyelesaikan semuanya dan kembali ke Seoul. Tapi sepertinya tidak bisa, masih ada 3 hari waktuku disini.

“Yoona-ssi, bisa kita lanjutkan syutingnya?”, tanya sang sutradara.

Aku tersenyum memaksakan sambil bangkit dari dudukku lalu menganggukkan kepala. “De, agaseumnida”.

End of Yoona POV

(SUJU’s Dorm)

“SM akan segera merilis drama”, ucap Leeteuk duduk dengan kaki terlentang di sofa ruang tengah dorm. “Dan kali ini kurasa serius”.

“Bukan untuk mencari sensasi lagi saja kan?”, timpal Kyuhyun datar lalu menyesap air minum yang sedaritadi berada digenggamannya.

“Aku juga sudah mendengar berita itu dari Seunghwan hyung, ia bilang jika Mr. Sooman sudah menyewa produser untuk itu. Jadi, jika sudah seperti ini kurasa memang benar”, Donghae datang dari arah dapur seraya membawa sepiring roti bakar lalu duduk disamping Eunhyuk.

Eunhyuk langsung menyerbu roti bawaan Donghae, “Yak! Jangan memakannya. Jika mau buatlah sendiri”, erang Donghae menjauhkan piring dari Eunhyuk.

“Aish pelit sekali”, cibir Eunhyuk mengerutkan bibirnya kesal.

Siwon barusaja turun dari lantai atas bersama Sungmin yang masih memakai piyama seraya membawa guling.

“Apa? Drama?”, teriak Siwon yang juga langsung gabung bersama mereka.

Leeteuk mengangguk, “De, mereka akan mengkonfirmasi masalah ini besok. Kira-kira siapa yang akan jadi pemeran utamanya?”.

“Tentu saja tak akan jauh-jauh, pasti aku yang akan dijadikan sebagai pemeran utama”, ujar Eunhyuk terlihat sangat percaya diri.

“Jika kau yang akan jadi pemainnya aku yakin drama itu tak akan laku”, imbuh Yesung dengan nada meledek membuat Eunhyuk melotot dan mengerucutkan bibirnya tak terima.

Sementara itu yang lain hanya tertawa.

“Yak, jangan bersantai-santai seperti ini. Sekarang ayo bersiap-siap! Sudah waktunya untuk pergi ke kantor MBC”, perintah Leeteuk seraya bangkit dan berjalan ke lantai atas.

 (SoShi’s Dorm)

“Aish malas sekali. Apa tak bisa kita istirahat sebentar?”, ujar Fany seraya duduk dengan lemas disofa.

“Jangan banyak berkomentar, manager Song sudah menunggu kita”, balas Taeyeon seraya menggantungkan tas coklat dilengannya.

“Eonnie, memangnya ada meeting apa? Mendadak sekali”, umpat Seohyun.

“Kalian masih ingat saat SM ribut akan merilis drama?”, tanyanya dan semua mengangguk. “Hari ini mereka akan segera mengkonfirmasikan semuanya”, jelas Taeyeon kembali.

“Mwoyo? Drama yang ramai diperbincangkan waktu itu? Kali ini untuk girlband kita kah?”, imbuh Sooyoung langsung menyimpulkan sendiri.

“Aku tak tahu, informasinya juga masih begitu mengambang. Mereka akan menjelaskannya lebih lanjut di meeting hari ini”. Semua hanya mengangguk paham. “Maka dari itu, ayo cepatlah bersiap-siap. Kenapa kalian semua daritadi begitu lelet sekali? Apa perlu aku memukuli kalian satu-satu?”, teriaknya mulai mengamcam.

Mendengar suara yang menakutkan itu lantas saja membuat semua menjadi lari menuju kamar masing-masing.

***

Ruangan utama kini sudah dipenuhi oleh para member bawahan agensi SM Entertainment, dimulai dari DBSK, CSJH, SUJU, SNSD, SHINee, f(x), EXO, BoA dan Kangta. Ruangan yang besar dan dilengkapi dengan multimedia ini ternyata sedang disiapkan untuk dilakukan sebuah meeting. Bahkan kali ini para petinggi SM sudah duduk dibarisan paling depan.

Seperti biasa Lee Seunghwan, salah satu manager Super Junior yang paling muda diantara manager yang lain ini selalu menjadi pembaca acara. Pembukaan ia lakukan dengan sangat baik.

“Sungguh kabar gembira untuk kita semua, agensi kita SM Entertainment akhirnya dapat segera memproduksi sebuah drama lagi. Ada yang special, namun tak akan langsung kuumbarkan semuanya. Dan sengaja… dalam pemilihan pemain kita tak menentukan melalui casting terlebih dahulu karna kita tahu kalian semua pasti bisa berakting. Jadi untuk yang tiba-tiba terpilih, kuatkan mental kalian ya”, candanya membuat semua orang tertawa.

“Jadi itu semua benar?”.

“Series? Oh ternyata”.

“Aku kira SM akan membuat drama movie biasa”.

“Jadi penasaran siapa yang akan bermain dalam drama itu”.

“Coba lihat, apa yang akan mereka lakukan kali ini”.

Itulah bisikan beberapa orang, dalam keadaan formal seperti ini mereka tentu dilarang untuk berbicara keras.

“Baiklah, kembali ke topik awal, pertama-tama aku akan memberitahu judul drama ini. Walau tanpa kusebutkan sambil menyanyi tapi akan terdengar begitu merdu”, ia menarik nafas terlebih dahulu. “Hkm… ‘SYMPHONY’… ya, itulah judul drama series kita. SyMphony, kalian menemukan angka S dan M nya bukan?”. Lagi-lagi celetukkannya membuat semua tertawa.

Kembali Lee Seunghwan melanjutkan kata-katanya, “Dan hari ini kalian akan mengetahui prolog dan sinopsis drama Symphony ini. Untuk menjelaskan lebih rinci lagi lebih baik langsung saja kita panggil penulisnya. Choi Jieun-ssi, silahkan kemari”, ujarnya mempersilahkan.

“Jadi pembuat skenarionya sudah ada? Ternyata SM sudah mempersiapkan semua ini jauh-jauh hari, hebat sekali ya, bahkan kita saja tak pernah mendengar tentang hal ini sama sekali”, ucap Kyuhyun pada orang disebelahnya. Tak kian menjawab Kyuhyun pun menoleh pada orang tersebut. “Astaga Choi Siwon hyung! Saat-saat seperti ini kau malah tidur”, dengusnya tak habis pikir menoleh heran pada Siwon yang tengah tidur dengan lelap.

Seorang wanita dengan tinggi badan rata-rata itu mulai berjalan ke tempat yang dimaksud. Wajahnya terus mengembangkan senyuman menandakan bahwa ia memang ramah.

“Umm… annyeonghasimnikka”, salamnya terlebih dahulu seraya membungkukkan badan. “Berdiri didepan banyak bintang-bintang kelas atas seperti kalian semua membuatku sangat gugup, sungguh sebuah penghargaan untukku”. Perkataan wanita sekitar 20 tahun-an ini cukup bisa mencairkan suasana. Semua orang tertawa sambil bertepuk tangan.

“Ya, biar langsung ku mulai saja. Sebelum ku ceritakan prolognya lebih baik kita melihat video ini terlebih dahulu”.

Tiba-tiba lampu ruangan langsung padam, layar besar didepan memunculkan video beberapa orang tengah melakukan sebuah orkestra musik yang terdengar begitu indah. Orkestra yang sangat megah yang didalamnya terdapat para musisi hebat.

Beberapa detik kemudian layar memunculkan seorang pria  dan wanita yang terlihat bingung karna di hadapkan dengan dua pilihan. Si pria tak tahu apa yang harus ia pilih, mungkinkah mengambil sebuah microphone atau sepasang cincin. Lain lagi dengan sang wanita yang harus memilih diantara gaun berwarna biru yang terlihat glamour atau… gaun pernikahan berwarna putih. (video 1). → PAUSE

“Dua orang bernama Cheo Kang Joo dan Kim Bo Hwa yang kira-kira sudah berumur lebih dari 30 tahun ini adalah seorang solois yang begitu terkenal. Menyanyi sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Tapi suatu hari mereka berpikir, popularitas dan karier bukanlah hal yang utama yang harus mereka kejar sekarang, tapi… membangun hidup yang baru. Pernikahan dan Panggung Menyanyi, itulah dua pilihan yang membayangi hidup keduanya”.

“Cerita ini benar-benar menyindir kita”, gumam Leeteuk kearah Taeyeon.

Taeyeon menatap aneh, “Apa maksudmu?”.

Selesai menjelaskan video pertama, author Jieun kembali memutarkan video lain.

Seorang pria yang tengah memperhatikan seorang gadis yang sedang bermain biola sambil memejamkan  matanya, pada tangan sang pria terdapat sebuah bunga mawar putih yang indah. Ia menatap kagum pada sang wanita, matanya tak berkedip menatapnya dari luar jendela. (video 2) → PAUSE

“Jung San Woo, seorang anak president sekolah musik (Star Museum University) ini mengagumi seorang wanita misterius bernama Lee Young Jin. Tak banyak yang tahu semua tentang Young Jin, wanita yang ahli bermain biola ini memang sungguh pendiam. Tak ada satu mahasiswa/i yang dekat dengannya. Bakatnya yang luar biasa tak bisa ia perlihatkan pada semua orang karna ‘tak adanya kepercayaan diri’. Yang tahu tentang itu hanya Sanwoo, dan hanya Sanwoo lah yang dapat mengubah hidup Youngjin”.

“Oh Tuhan, romantis sekali”.

Kembali video dialihkan pada seorang wanita yang tengah menangis seraya menggenggam erat kalung liontin berbentuk hati, tiba-tiba ia merasakan seseorang berjalan menghampiri, ia alihkan kepalanya. Air matanya pecah kembali, bukan karna sedih, tapi bahagia melihat pria yang tengah ia tunggu sekarang sudah berada didepannya sambil tersenyum padanya. (video 3) → PAUSE

“Han Jae Mi dan Song Hye Mi adalah sepasang kekasih yang sama-sama menekuni dunia entertainment, mereka adalah mahasiswa di Star Museum University. Namun takdir mereka begitu berbeda, Jae Mi dengan gampangnya di rekrut oleh agensi besar dan akan dijadikan sebagai penyanyi. Namun Hye Mi, yang hanya mempunyai keahlian dalam menari tak cukup membuatnya dapat lulus dengan baik dari sekolah. Dia gagal!. Sedangkan Jae Mi pergi ke Eropa untuk melakukan masa trainee dan debut disana. Hubungan keduanya yang dipisahkan oleh jarak membuat Hye Mi harus rela menunggu Jae Mi kembali demi kesuksesan kekasihnya tersebut”.

Tak lama, layar memperlihatkan orang-orang berbeda lagi. Kali ini seorang siswi berparas cantik yang tengah duduk diantara dua siswa laki-laki. Sang wanita menatap kagum sambil menyinggungkan senyuman pada pria yang sedang serius membaca buku tentang musik disebelah kanannya, pria yang terlihat angkuh. Sedangkan pria yang satu lagi menampakkan raut wajah yang kesal karna sedari tadi wanita itu tak kian menoleh padanya. (video 4) → PAUSE

“Han Sang Bum, seorang siswa di Star Museum High School bersuara emas. Sangat bertalenta menjadi penyanyi. Namun kemampuan dan bakat yang ia punya tak dapat membuat gadis yang ia suka balik menyukainya. Gadis itu, Seo Min Ji malah menyukai pria dingin bernama Yoo Jin Ho. Jin Ho adalah pria populer, wajah yang tampan dan keahliannya dalam menyanyi rap cukup membuatnya dikagumi oleh banyak gadis. Karna itulah mulai terjadi perang dingin antara Han Bum dan Jin Ho”.

Sebagai penutupan, layar menunjukkan sebuah gambar bertuliskan ‘Symphony’.

Semua orang bertepuk tangan, seperti biasa, karya-karya Choi Jieun memang selalu membuat para penikmatnya menjadi terkagum-kagum.

“Cerita yang bagus, drama ini akan jadi sangat luar biasa”, ujar Changmin.

“Dia hebat sekali, dalam menceritakan sinopsis dengan seperti ini membuatku jadi mengerti akan ceritanya”, ucap Onew.

Lampu ruangan kembali menyala. Choi Jieun didampingi oleh Lee Seunghwan masih berada didepan. “Aku harap cerita yang kubuat ini tak membuat kalian semua kecewa. Sebagai penulis skenario untuk drama ini aku akan bekerja keras”, ucapnya untuk terakhir kali dengan sigap seraya membungkukkan kepala.

“Terimakasih untuk waktunya Jieun-ssi”, balas manager Lee Seunghwan menyertai berlalunya. “Bagaimana? Setelah melihat prolognya kalian pasti masih bertanya-tanya siapa yang akan bermain dalam drama ini?”.

“Ya tentu saja”.

“Ayo manager Lee, beritahu kami semua sekarang”.

Lee Seunghwan tertawa, semuanya memang sudah terlihat tak sabar. “Baiklah, tapi lebih baik Soo Man Sosaengnim saja yang mengatakannya. Silahkan tuan”, ujarnya membungkuk mempersilahkan.

Dengan penuh kharisma [?] Lee Soo Man sebagai president SM Entertainment mulai berjalan menuju tempat yang dipersilahkan. Sebelum memulai pembicaraan sebuah senyuman tersinggung diwajahnya. “Sebelumnya aku akan memberikan ucapan selamat pada kalian semua”.

Kata-katanya yang menganggantung membuat semua orang terheran-heran tak mengerti. tanpa disuruh Lee Sooman kembali melanjutkan kata-katanya. “Pemain drama produksi SM Entertainment berjudul Symphony ini akan dimainkan oleh kalian semua”.

“Mwo?”.

“Jinjja?”.

“Apa dia berkata serius?”.

“Ya memang benar”, kali ini Lee Soo Man menjawab semakin meyakinkan. “Kalian semua memang akan diikut sertakan dalam pembuatan drama ini. Inilah yang membuat berbeda dari drama-drama yang di produksi oleh SM terdahulu, drama Symphony murni karya agensi kita. Pemain didalamnya tak ada satupun aktor atau aktris dari agensi lain. maka dari itu, aku benar-benar meminta kerjasama yang baik dari kalian semua. Mari kita hasilkan karya yang luar biasa”.

Menakjubkan, idenya kali ini membuat semua anak didiknya menjadi terkagum-kagum, bahkan merasa bangga. Jika seperti ini bintang-bintang dari SM Entertaiment akan semakin bersinar.

“Namun tetap saja, dari sebuah drama pasti selalu ada yang menjadi pemeran utamanya. Ada 9 orang, mereka sudah kami pilih. Dari berbagai pihak kami putuskan bahwa 9 orang ini yang terpilih..”.

Tiba-tiba layar besar kembali menunjukkan sebuah gambar….

Siwon POV

Selama meeting mataku benar-benar tak bisa diajak kerjasama, rasa kantukku tak tertahankan. Lebih baik aku tidur dengan tenang…

Kusilangkan kedua tanganku didepan dada dan mencari posisi duduk yang nyaman untuk tidur.

“Oh Tuhan, Siwonnie!! Lihat ituuuu….”, teriak Eunhyuk hyung tiba-tiba.

Aish, dia benar-benar selalu menganggu ketenanganku. “Ada apa hyung?”, umpatku memaksakan membuka mata.

Kulihat semua orang terlihat begitu heboh, ada apa ini?

“Lihatlah, namamu tertulis disana hyung!”, tambah Kyuhyun menunjuk-nukjuk kearah depan.

Kuangkat alisku menatapnya heran, perlahan ku putar kepalaku kearah yang ia maksud.

Tunggu tunggu… apa itu? Kenapa namaku…..??

Lagi-lagi kutatap Kyuhyun dengan wajah dongo ku [?], “Ap…apa maksudnya?”.

“Cukkaeyo Siwon hyung, aku sudah mengiranya”, ucap Ryeowook.

“Walaupun sedikit tak rela karna kau yang dapat peran itu tapi aku akan tetap memberikan ucapan selamat untukmu”, kali ini Leeteuk hyung pun menimpalku.

“SIWONNIE! HWAITING!”, susul Donghae hyung.

“Waaah, kau perlu mentraktir kita untuk merayakan ini”, sekarang Sungmin hyung pun ikut-ikutan.

“Apa sebenarnya yang kalian katakan?”, pekikku yang semakin tak mengerti dengan celotehan mereka semua. “Selamat untuk apa? Peran apa? Aku benar-benar tak mengerti”.

Kali ini balik mereka yang menatapku aneh.

Krik..krik…

Kutatap mereka satu persatu, tiba-tiba Kyuhyun memberikan sebuah isyarat padaku dengan menggerakan kepalanya sambil mengedipkan mata. Tentu aku tak mengerti, “Apa?”, bisikku kearahnya.

Ia terlihat kesal, lalu dia tarik tanganku. “Selama meeting tadi dia tidur terus, sepertinya dia perlu ke kamar kecil dulu”, ujarnya membawaku keluar.

“Tidur? Oh pantas saja”, umpat Yesung hyung berkacak pinggang.

“Dia ini ada-ada saja”, tambah Leeteuk hyung.

“Hyung, apa kau gila? Ini adalah rapat penting, tapi sepanjang waktu kau malah tidur. Apa kau tak tahu kau sudah banyak ketinggalan informasi tadi? Oh Tuhan…”, bibirnya terus tak diam memarahiku sepanjang kita menuju toilet.

Kusela saja untuk membela diri, “Sebegitu pentingkah? Lagipula kau masih bisa memberitahuku kan apa-apa saja yang disampaikan dalam meeting tadi. Mengapa begitu repot sekali”.

“Bukannya seperti itu tapi…”.

“Ah sudahlah, daripada kau berceloteh tak penting lebih baik jelaskan padaku apa maksud yang mereka katakan tadi”, pintaku saat kami sudah berada di toilet.

Ia menghela nafas berlebihan, “Drama Symphony, kau adalah salah satu main castnya”.

***

“Aku mengerti manager… ya, aku sudah menerima naskahnya…. Tentu saja, besok aku akan datang tepat waktu… umm… tidak akan manager, kau bisa pegang janjiku… de, agaseumnida… selamat malam”.

Kututup flap ponselku sambil mengerucutkan bibir, “Apa ini, bukankah tadi baru ada konfirmasinya? Kenapa sudah akan dilakukan pemotretan lagi?”, cibirku masih menatap ponselku.

“Ada apa hyung?”, tanya Kyuhyun yang tengah berbaring diatas tempat tidur.

“Besok aku disuruh melakukan pemotretan untuk promosi drama, manager Lee bilang seperti itu tadi”.

“Lalu apa masalahnya?”, tanyanya enteng.

“Tidak ada, namun aku tak habis pikir saja, mengapa SM memilihku untuk bermain dalam drama itu? Bukankah barusaja aku menyelesaikan dramaku”.

Ia mengubah posisinya menjadi duduk, “Seharusnya kau bersyukur karna kau masih terpakai. Pikirkanlah bagaimana rasanya menjadi diriku”.

“Hh bahasamu ini”. Aku meloncat kearah tempat tidur dan berbaring seraya membaca naskah yang kuterima tadi setelah meeting. “Tadi peranku sebagai siapa?”.

“Peranmu sendiri kau tak ingat? Hh dasar”.

“Ah, Han Jae Mi”, ku buka lembar per lembar dan mencari peran yang kumaksud.

(baca kembali prolog bagian video ke 3)

Setelah kubaca sinopsis serta karakternya memang cocok untukku, sepertinya tak akan ada masalah. Hajiman..

“Kyu, dalam drama nanti aku akan bermain bersama siapa saja?”, tanyaku.

Krik…

Phuuusss..

Tak ada jawaban, kulirik kearahnya. “Aish, sudah tidur ternyata”, kulempari kepalanya dengan bantal.

***

Yoona POV

Baru saja kemarin malam aku tiba di Seoul, dan pagi ini kembali aku dapat schedule yang begitu padat. Pukul 7 aku sudah membenahi diri dan siap berangkat.

“Yoong, kau tak sarapan dulu?”, tanya Jessica eonnie saat aku tengah memakai sepatu.

“Tidak, manager Song sudah menyuruhku datang cepat. Aku sarapan di kantor saja”, jawabku tanpa menoleh padanya.

“Jangan seperti itu, akhir-akhir ini kau selalu telat makan. Maag mu akan kambuh lagi nanti”, tambah Jessica dengan nada khawatir.

“Tak usah khawatir eonnie, aku bisa menjaga diri”, jawabku simpul.

End of Yoona POV

Taeyeon berjalan menuju ruang tengah dari arah dapur.

“Jangan seperti itu, akhir-akhir ini kau selalu telat makan. Maag mu akan kambuh lagi nanti”, ucap Jessica membuat Taeyeon menoleh padanya.

“Tak usah khawatir eonnie, aku bisa menjaga diriku”, balas Yoona yang masih sibuk membenarkan sepatunya.

Taeyeon memperhatikan, tangannya tergerak mengambil sebuah kotak makanan dari meja makan.

“Sica, kau berikan ini pada Yoona. Biarkan ia sarapan di mobil”, ucapnya dengan lembut sambil menyodori kotak makanan tadi pada Jessica.

“Hmm, ara”. Ia mengambilnya lalu berjalan kearah Yoona yang sudah hampir akan membuka pintu dorm.

“Yoong, ambil ini”.

Yoona menghentikan langkahnya sejenak dan menatap pada Sica dengan ragu. Sekali lagi Sica semakin memperjelas kata-katanya. “Ini sarapan untukmu. Aku tidak mau tahu kau harus menghabiskan ini saat dalam perjalanan nanti”.

Yoona tersenyum, ia raih kotak makanan yang Sica sodori. “Gomapta eonnie”. Sedetik kemudian ia membalikkan tubuhnya dan berlalu.

@ SM TOWN OFFICE
“YOONA-YA!”, teriak seseorang. Membuat Yoona yang baru saja memasuki lobby kantor langsung menoleh kearah suara.

Ia mendapati manager Song tengah melambaikan tangan kearahnya. Yoona pun berjalan menghampiri.

“Akhirnya kau datang. Ayo langsung kestudio saja, semua sudah menunggumu”, ujarnya menuntun pundakku.

Namun kuhentikan dulu langkahnya, “Oppa, mengapa begitu mendadak seperti ini? Sampai saat ini aku belum mengetahui peranku menjadi apa, bahkan alur ceritanya pun aku tak tahu”.

Manager Song Kibum tersenyum, “Masalah itu gampang, setelah pemotretan aku akan memberitahumu. Sekarang ayolah jangan membuang-buang waktu lagi, lakukan pemotretan dengan baik ya”.

“Siapa saja yang akan jadi lawan mainku?”.

“Kau akan tahu segera”.

Song Kibum mengantarkan Yoona sampai ke studio pemotretan, disana- orang-orang sudah terlihat sangat sibuk.

“Eonnie!!”, teriak Soojung saat menyadari Yoona yang sudah datang.

Yoona menoleh, bibirnya melebar tersenyum. Ia menghampiri Soojung yang tengah bercengkrama dengan BoA dan Dana.

“Eonnie? Soojung? Jadi kalian yang akan membintangi drama ini bersamaku?”, ucapnya begitu bersemangat.

“Kudengar kau baru pulang dari Jepang, pasti sangat kaget mengetahui ini”, ujar BoA.

Yoona mengangguk, “Tentu saja, apalagi aku yang awalnya tak tahu apa-apa tiba-tiba kedapatan berita seperti ini”.

Yoona memutarkan kepalanya, terlihat Kangta, Yunho, Minho, dan Baekhyun yang tengah sibuk memakai costum mereka.

“Mereka juga akan bermain bersama kita?”.

“Ya, geurae”, jawab Dana. “Apa kau benar-benar belum tahu semuanya”.

“Manager Song tak memberitahuku”, jelasnya.

“Hah, mulai hari ini aku akan menghabiskan semua waktuku lagi di lokasi syuting”, umpat Soojung.

“Sepertinya kita juga akan jarang dalam satu lokasi, karna scene kita berbeda-beda bukan”, imbuh Dana.

Yoona menatap heran, “Mengapa bisa seperti itu?”.

“IM YOONA-SSI, BAGIANMU UNTUK DIRIAS”, teriak sang penata rias tiba-tiba dari awang pintu ruangan costum.

Dengan kemeja berwarna putih Siwon merapikan rambutnya didepan cermin panjang diatas westafel berjajaran. Ia terlihat sangat tampan, sekali lagi ia rapikan rambutnya.

Sepertinya ia memang sudah siap. Ia keluar dari toilet dan berjalan ketempat studio dengan percaya diri.

Setibanya ternyata pemotretan sudah dimulai. Bahkan BoA dan Kangta sudah beraksi didepan kamera.

Ia melangkah dan berdiri diantara Minho dan Yunho.

“Kau sudah selesai?”, tanya Yunho saat menyadari keberadaan Siwon.

Siwon hanya mengangguk sebagai jawaban. Ketiganya berdiri bersampingan seraya memperhatikan pasangan BoA dan Kangta.

Tiba-tiba seorang staff kembali menghampiri, “Yunho-ssi, peranmu sebagai Jung San Woo bukan?”, tanyanya kearah Yunho.

Yunho menoleh lalu mengangguk, “De, itu aku”.

“Kalau begitu mari ke studio dua”, ujar sang staff lagi.

“Ah baiklah”.

“Tapi kau bisa panggilkan pemain wanitanya juga. Daritadi aku tak melihat Lee Young Jin”.

“Dana? Hmm, biarkan aku yang mencarinya”.

Sang staff menepuk pundak Yunho, “Gomapseumnida. Kami langsung tunggu di studio dua saja”.

Lagi-lagi Yunho hanya mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya.

“Wonnie, Minho-ah, aku pergi duluan”, pamitnya sambil berlalu.

Siwon POV

Hhh kali ini aku sudah seperti dianak tirikan, kenapa giliranku tak datang juga. Bahkan Minho, Baekhyun dan Soojung saja sudah mendahului. Tapi tunggu, aku baru sadar, jika BoA noona bersama Kangta hyung, Dana noona bersama Yunho hyung, Soojung bersama Minho dan Baekhyun lalu lawan mainku siapa?

Salah ku sendiri juga kenapa tak mencari tahu…

Aku duduk ditemani penata rias yang setia menemaniku.

Tak lama terdengar sebuah teriakan, “HAN JAE MI DAN SONG HYE MI, SILAHKAN KE STUDIO SATU”.

Ku hela nafasku, “Huh akhirnya”.

Sesampainya di studio satu aku langsung disambut oleh photografer Park, “Siwon-ssi, tunggu beberapa saat. Lawan mainmu masih sedang di make up, tolong maklumi wanita”.

Kusinggungkan senyuman kecil sambil memasukkan kedua tanganku kedalam saku celana.

5 menit kami menunggu tiba-tiba…

“Maaf menunggu lama”.

DEG!

Mataku terbelalak, sungguh aku tak berani menoleh. Aku tak mungkin salah, aku memang mengenal suara ini…

.

Yoona POV
“Palli, palli, semua orang sudah menunggumu Yoona-ssi”, perintah asisten photografer.

“Araso, aku sudah siap”, jawabku seraya berlari kecil menuju studio.

Hh semuanya memang sudah standby, aku jadi tak enak.

“Maaf menunggu lama”, sesalku membungkukkan kepala. Photografer Park hanya tersenyum seakan mengatakan ‘tak masalah’.

Tanpa membuang-buang waktu lagi tuan park berdiri sambil mengambil kameranya, “Baiklah, Yoona-ssi sudah datang. Lebih baik kita mulai saja pemotretan ini”.

Kuanggukan kepalaku sambil berjalan menuju tempat yang sudah disediakan, namun langkahku terhenti cepat saat seseorang bertubuh jangkung membalikkan badannya. Mata kami bertemu.

Reflex bibirku terasa kelu. Oh Tuhan, kumohon jangan sekarang.

***

***

***

End of Yoona POV

Siwon dan Yoona berdiri kaku, keduanya masih saling pandang dengan tatapan yang sulit diartikan. Sangat jelas keduanya memang tak menyangka sama sekali jika akan disatukan dalam satu pekerjaan lagi seperti inii. Gugup, kaget, dan tak percaya sudah bercampur aduk dalam pikiran mereka.

“Ayolah Jaemi dan Hyemi, kita mulai sekarang”, perintah tuan Park menoleh heran pada keduanya.

Siwon memalingkan wajahnya dari Yoona dengan dingin lalu tersenyum pada tuan Park. “Agaseumnida”, jawabnya sambil berjalan mendekati Yoona.

Yoona menunduk sejenak lalu ikut mendekat pada Siwon. Ia tersenyum kearah kamera dengan kikuk. Jujur saja, jantungnya benar-benar berdetak tiga kali lebih cepat daripada kecepatan normal.

“Aku tak menyangka kita… akan bermain dalam drama yang sama”, ucap Yoona setengah gagap yang mungkin hanya terdengar oleh Siwon.

“Ya, kau benar. Disaat kita sudah tak menginginkan ini terjadi takdir malah berkata lain”, jawab Siwon tersenyum kecut. “Sudahlah tak usah dipikirkan, aku tahu kau tak ingin dekat lagi denganku. Akan kupastikan kita hanya dekat dalam pekerjaan ini saja”, bisik Siwon tepat ditelinga Yoona sambil menepuk-nepuk punggungnya.

Yoona terdiam, perasaannya tak karuan sekarang. Ingin rasanya untuk berteriak dan menangis sekencang-kencangnya. Apakah ia harus tetap diam melihat mantan kekasihnya masih salah paham.

“Siwon-ssi, bisa kau memegang pinggang Yoona lebih erat lagi?”, pinta tuan Park.

Keduanya menoleh secara bersamaan. “Euh? Araso”, jawab Siwon. Walau berusaha untuk menutupi ekspresi gugupnya tapi tetap saja jelas terlihat.

Begitupun dengan Yoona, daritadi senyuman dan setiap pose yang ia keluarkan begitu kaku. Tak sebebas seperti biasanya. Namun tetap saja, sebagai artis mereka harus profesional. Sebisa mungkin mereka harus melupakan sejenak kehidupan pribadi mereka.

“Baiklah sudah selesai…”, ucap sang photografer saat melakukan jepretan terakhir. “Kerja yang hebat”, tambahnya lagi seraya bersalaman dengan keduanya.

Selesai melakukan pemotretan, para pemain drama Symphony akan mengadakan makan malam seraya mendiskusikan kegiatan mereka untuk syuting perdana esok hari.

Setelah berganti pakaian, Yoona dan Siwon bersama staff lain dari studio satu berjalan beriringan menuju cafe yang dimaksud. Sedari tadi Yoona tak membuka mulutnya, ia hanya diam seperti ada sesuatu yang menjanggalnya. Diam-diam Siwon memperhatikan setiap gerak-gerik Yoona.

“Itu mereka sudah datang”, teriak Minho menyambut kedatangan keduanya.

Keduanya langsung memisahkan diri. Yoona duduk disamping BoA sementara Siwon duduk diantara Minho dan Dana.

“Kalian sudah daritadi?”, tanya Siwon saat melihat sudah banyak makanan tertata rapi diatas meja panjang.

“Ya, kalian berdua yang paling telat”, umpat Soojung.

“Kalian harus memaklumi, sebagai pemeran utama pasti paling banyak melakukan photoshoot untuk promosi drama kita”, tambah Yunho dengan nada menyindir.

“Berhentilah mencelaku”, ujar Siwon dengan wajah kusut membuat semua orang tertawa puas. “Sutradara Kim belum datang?”.

Kangta menggeleng,”Belum, mungkin sebentar lagi. Tadi mereka bilang dia sedang dalam perjalanan”, jelasnya.

Siwon mengangguk paham lalu menyesap coffea nya.

Sementara itu Yoona yang duduk paling pinggir tetap saja diam. Matanya menatap kedepan dengan kosong, tentu BoA yang berada tepat disampingnya menjadi khawatir.

“Yoong, gwaenchana?”, bisiknya pelan seraya memegang bahu Yoona.

Yoona menatap sekilas, “Ani, aku tak apa-apa”, jawabnya tersenyum kaku.

Tak lama Sutradara Kim Tae Soo pun tiba. Syuting esok hari akan dilakukan di 3 tempat berbeda. Kangta dan BoA akan syuting di kantor baru SM. Minho, Baekhyun dan Soojung ditempatkan di sebuah sekolah musik menengah atas didaerah Incheon. sedangkan Yunho, Siwon, Dana dan Yoona di sebuah Universitas Seni terbesar di Seoul.

Seraya merapatkan tentang kegiatan mereka untuk syuting besok para pemain Symphony bersama sang sutradara beserta asistennya menyantap hidangan yang sudah tersedia.

Setiap candaan dan kekonyolan mereka membuat suasana menjadi terlihat akrab. Sutradara Kim memang type orang yang sangat friendly, itulah yang membuat setiap artis yang bekerja dengannya menyukai dirinya.

Namun Yoona tetap saja terdiam seorang diri, sekarang ini ia malah terbayang-bayangi oleh seseorang. Pikirannya kabur dan tak bisa fokus.

Flash Back

“Kau dapat schedule main drama lagi? Kali ini dengan siapa?”, tanya Siwon menoleh sinis.

Yoona memukul lengannya, “Aish oppa, jangan menatapku seperti itu. Memangnya kenapa jika aku dapat tawaran main drama lagi hah?”.

“Lawan mainmu siapa?”.

“Setidaknya dia lebih tampan darimu”.

“IM YOONA, AKU BERTANYA SERIUS”, kali ini Siwon semakin dibuat kesal.

Yoona tertawa renyah, “Umm… kukatakan tidak yaa..”, ujarnya seraya mencubit kedua pipi Siwon. Siwon balik menatapnya dengan wajah memelas. Yoona tertawa kembali, “Baiklah akan kuberitahu. Dia.. kau juga mengenalnya. Geunsuk oppa!”.

Mata Siwon terbelalak, “Mwoyo? Jang Geunsuk hyung?”, tanyanya lagi. Yoona membenarkan sambil mengangguk pasti. Siwon bernafas lega, “Hah, aku tenang jika seperti itu”. Yoona menatap Siwon selidik seolah bertanya –kenapa?-. “Aku tahu Geunsuk hyung bukan type mu”, candanya.

“Siapa bilang? Mana mungkin aku tak suka aktor tampan seperti dia”.

“Hey Im Yoona, pria tampan didunia ini memang banyak. Tapi aku tahu, pria yang kau idam-idamkan hanya aku seorang”, ujar Siwon dengan bangganya.

“Oh sungguh, kekasihku ini benar-benar ge-er sekali”, Yoona kembali mencubit kedua pipi Siwon.

Mereka saling berpandangan, perlahan Yoona mulai melepaskan tangannya. “Oppa, kapan ya kita bermain drama bersama”.

Siwon tergerak mengubah posisi duduk Yoona agar kepalanya bersender didadanya. “Suatu hari saat-saat itu akan datang. Percayalah”, ucapnya sambil mengelus-elus kepala Yoona lembut.

Ia tersenyum, “Ya, aku percaya”, jawab Yoona seraya melingkarkan lengannya ditubuh Siwon dan memeluknya erat.

Siwon membalas pelukannya lalu mencium puncak kepala Yoona.

End of Flash Back

Yoona POV

Mengapa Tuhan baru mengabulkan keinginan ini disaat kita sudah tak bersama?

***

Inginku kesana..

Inginmu ketempat lain..

Mauku seperti ini..

Maumu seperti itu..

Sikapku tetap sama..

Dan dirimu tidak..

Jalan pikiran kita berbeda..

Tapi, apa yang bisa kita lakukan jika takdir berkata lain?

Jika takdir memang menginginkan kita tetap bersama?

 

-Symphony Poster-

***To Be Countineud***

Di chapter 6 ini YoonWon moment nya dikit banget ya… mianhae!

FF nya mau di kusut-kusutin dulu.. tapi ga akan sekusut sinetron putri yang sengaja ditukar atau cinta dedemitri kok :p

Maaf juga kalo semakin ngaco..

Komentarnya seperti biasa akan selalu ditunggu, seneng rasanya kalo reader udah banyak yang coment, apalagi coment yang panjang2 xD haha membuat motivasi ke akunya.

Thanks a lot good readers.. :*

Lagi-lagi ada silent reader disini, bener-bener ga ada ampun buat kalian. *nampangin muka serem* #gabisa ‘aku terlalu imut’… [?] #tabokbolakbalik

Sengaja chapter ini ga di protect… tapi untuk chapter 7 akan di protect lagi. So United, siap-siap buat sms-an sama saya ya :p huahaha

Eh ada berita baru, SM juga mau bikin film! Aduh om Sooman, bener-bener sehati dah ama gue..

Lets Pray Together Guys… moga adegan YoonWon nya banyak disitu…

Tapi diliat dari video promosinya kayak bukan movie biasa ya, semacem nyeritain biografi nya anak-anak SM aja. Tapi apapun itu yang aku mau hanya YoonWon‼!

Tinggalkan komentar

226 Komentar

  1. Kak author aku minta nmr ponselnya ya.

    Balas
  2. hahaha mereka kageettt bangett pasti dtng dtng ke lokasi dsruh jd couple, padahal posisinya mereka bukan couple coba duluuu pasti sesi fotonya bakalan romantis abis deh ga kaku kyk gniii, ayolag yoona minta balikan ya sm siwonnnnnn..

    Balas
  3. Any

     /  November 25, 2014

    Ngebayangin Yoonwon ketemu pas dilokasi phootoshot uhhh pasti shok berat dgn aura2 ketegangan merindu hehehe…keren ceritanya.

    Balas
  4. Dwi Sivi

     /  Desember 8, 2014

    heuh kpan yoonwon bersatu lagi.. disaat yoonwon bersama kyak gni malah jadi kaku… aku yg bca sedih cmpur kesel nih.. krna mereka begitu

    Balas
  5. kayaknya yoonwon seperti dipermainkan oleh takdir, disaat yoonwon udah pisah eh…ada aja yang buat mereka harus tampil bersama,,, makin penasaran ma ceritanya,,, lanjut next chapter😀

    Balas
  6. Im Nanda

     /  Januari 2, 2015

    semoga Yoona Eoonie dan Siwon Oppa bersatu lagi.

    Balas
  7. Zhahra

     /  Maret 23, 2015

    Waaaaah….yoonwon main drama bersama….
    Aku langsung baca chap 6 nya..
    Soalnya chap 5 di protect…
    Tpi gag apa” kapan” aku bakal minta ya unni…
    Seneng banget yoonwon main drama bersama yaaaaaaah…walaupun cuma di fanfic tpi gag pa”..
    Namun selalu berharap akan terjadi di kehidupan nyata…
    Kalau akau jadi sutradara…mungkin akau bakalan ngajak yoonwon main drama bersama…he…he..he..

    Balas
  8. kasian banget yoona eoni pasti sakit banget rasanya. mian thor aku komen langsung part 6 soalnya part 5 nya belum ketemu.r

    Balas
  9. Choi Han Ki

     /  Mei 25, 2015

    Kenapa sikap dingin diantara keduanya lebih kentara ke siwon ya.. Apa siwon saking sakit hatinya sama yoona yg mutusin hub tanpa sebab.. sekarang malah suruh main drama bareng, udah pasti canggung…

    Balas
  10. Sptnya qu lupa bc part5 jd aqu ga tau klu yoonwon dah putus, nanti mundur lagi.mkn mnrk nih thor walaupun komenku ga pgrh lg krn sdh end aku baru baca

    Balas
  11. Deery00ng

     /  Agustus 17, 2015

    Keren . .
    DaebakK
    SUKA unN,feelnya dapet bgt
    yo0nwon smpek segitunya . .
    Huhu

    Balas
  12. ria

     /  Oktober 7, 2015

    Yoonwon ditemukan lg,
    Asyik

    Balas
  13. paris

     /  November 5, 2015

    Miris banget sih kisah cinta mereka😦
    Di saat mereka dapat peran barengan, mereka udah ngga bersama lagi😦
    Semoga mereka cepet balikan lagi😦

    Balas
  14. Haduhh mereka udah puts yaa??moment yoonwonnya dikit dong😦 smoga siwon ga cepat melupakan yoona ya😦

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: