[FF] By My Self Chapter 3

Title : By Myself

 

Author: kkezzgw / Kezia Gabriella Winoto

 

Cast:

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast:

  • Jung Jessica (SNSD)
  • Lee Donghae ( Super Junior)
  • Kwon yuri(SNSD)
  • Yesung (Super Junior)
  • Tiffany Hwang  (SNSD)

Support Cast:

  • Seohyun (SNSD) a.k.a Im Seohyun
  • Choi Sooyoung (SNSD)
  • Kim Ryeowook (Super Junior)
  • Lee Hyukjae (Super Junior)
  • Lee Sungmin (Super Junior)
  • Park Jung Soo (Super Junior)

Genre: Sad, Romance, Tragedy

 

Length: Chapter

 

Rated: General

 

Facebook: http://www.facebook.com/keziagw

 

Twitter: https://twitter.com/#!/kkezzgw

 

A/N: MIAN YA KALO INI CHAPTER SEDIKIT BGT, AUTHOR LGI GAK ADA IDE, MIAN..DAN SCENENYA JUGA TERLALU SEDIKIT, MIAHAE, AUTHOR JANJI NEXT CHAPTER AUTHOR BANYAKIN JAUH LEBIH BANYAK..

 

YOONA POV

“LEE DONGHAE!” teriak seseorang dari arah belakang. Donghae pun segera menoleh kearah belakang,  “CHOI SIWON!” balas Donghae sambil berteriak.

 

Mendengar nama Siwon disebut, aku pun jelas sangat kaget dan langsung menoleh kearah suara itu, “Siwon oppa..” gumamku pelan melihat orang yang sedang berhadapan dengan Donghae sekarang. Entah kenapa aku merasa sangat canggung untuk melihatnya..Apakah karena perbuatan kami tadi malam?? Aishh Im Yoona, babo ya! Kenapa kau masih mengingat kejadian itu, aishh..

 

“Siwon!” kata Donghae sambil memeluk sahabatnya itu. “Wonnie, kau kenal dengannya?” tanya Yesung bingung melihat Siwon memeluk Donghae.

 

“Ne, dia sahabatku Yesung..” kata Donghae oppa.

 

“Dunia ini memang terlalu sempit, aku bahkan tak tahu kalau kita punya sahabat yang sama, lagi..” kata Yesung.

 

“Kau baru menyadarinya? Hha..” kata Siwon riang.

 

*DEG* Senyuman itu. Kyaa rasanya jantungku hampir copot melihatnya tersenyum seperti itu, ada apa denganku?

 

“Ahh Sica, mana anakmu?” tanyaku padanya karena sedari tadi aku tidak melihat anaknya.

 

“Ahh, anak – anakku tidak ikut, mereka masih terlalu kecil untuk diajak, jadi aku titipkan pada penitipan anak disana” kata Sica.

 

“Hmm..begitu..” kata Yuri sambil manggut – manggut.

 

“Jessica!” sapa Siwon pada Sica lalu menghampiri Sica.

 

“Siwon, kau datang juga?” tanya Sica pada Siwon yang sudah berhadapan dengannya.

 

“Ne, aku ingin menjemput 2 sahabatku, ani, maksudku sepasang suami – istri yang baru pulang ke Seoul.” Kata Siwon sambil tersenyum jahil.

 

Pipi Sica mulai memerah dan segera memukul bahu Siwon pelan, “Ya wonnie! Hentikan itu!” kata Sica dengan wajah malu dan memerah.

 

Huh, aishh Sica, kau kan sudah punya Donghae, masih saja dekat – dekat dengan namja lain. Argh.

 

“Oh ya, Bangapta wonnie..” riang Sica yang nyaris memeluk Siwon.

 

“Siwon, Sica sudah menjadi istriku, kau bisa mencari yeoja lain kan..” kesal Donghae melihat itu.

 

“Yeobo, ada apa denganmu? Siwon kan temanku! Kita dulu sudah sering melakukan ini kok.”

 

“Iya, simpan saja kenangan itu, tapi sekarang selain aku, tidak ada yang boleh menyentuhmu, tak terkecuali kau Wonnie!” kesal Donghae.

 

“Ya! Kau ini bicara apa?” tanya Siwon bingung melihat kelakuan Donghae.

 

“Yeobo, sebelum aku kenal denganmu aku sudah mengenal Siwon duluan..”

 

“Tapi yang jadi suamimu sekarang siapa? Aku atau dia?”

 

“Aishh jinjja, kau terlalu posesif..”

 

“Hari ini kau sudah memeluk 2 namja kan? Apa itu tidak cukup? Heuh?” kata Donghae ketus. Sica hanya diam dengan ekspresi datar.

 

“Lupakan, ayo kita pulang dan makan, aku sudah sangat lapar, Sica, kau harus selalu disampingku! Tak boleh terlalu berdekatan dengan Siwon, Arasso?” kata Donghae lalu menarik tangan Sica untuk berjalan duluan.

 

“Kenapa dengan anak itu?”tanya Siwon bingung melihat tingkah sahabatnya itu.

 

“Molla, kau kan tahu dia itu posesif, terlalu posesif,  kita harus menyusulnya, kajja..” kata Yesung lalu jalan beriringan dengan Siwon.

 

“Yeppa!” teriak yuri dari belakang, “Wae yul?” tanya Yesung.

 

“Kau denganku saja, jebal..” kata Yuri langsung menggandeng tangan Yesung.

 

“Kalau begitu aku jalan duluan..” kata Siwon.

 

“Hha..kajja..” Akhirnya Yesung pun berjalan beriringan dengan Yuri.

 

Aigoo, Yuri, kau selalu saja mementingkan namjachingu dari pada chingudeulmu asihh,”YA! KWON YURI! KAU MELUPAKANKU!” teriak Yoona.

 

“Mianhae Yoong, hhe..” kata Yuri dengan muka tanpa dosa dan segera menolehkan kepalanya ke depan lagi.

 

Aishh dasar Yuri menyebalkan! Aigoo..aku pun akhirnya berjalan sendirian sampai ke depan Incheon.

 

AUTHOR POV

 

Setelah sampai di depan Incheon Airport..

 

“Bagaimana kalau nanti malam kita bertemu?” ajak Donghae pada chingudeulnya.

 

“Aish, kenapa tidak sekarang saja sih?” protes Yuri.

 

“Aku lelah setelah melakukan perjalan selama lebih dari 12 jam kalian tahu..”

 

“Arasseo, nanti malam saja, kita pulang. Yeobo-ah, itu dia supir ummaku, kajja..Gomapta sudah mau menjemput kami, annyeong!” kata Donghae bersama Jessica lalu masuk kedalam mobil umma Donghae.

 

“Yeppa! Ayo kita pergi bersama, kajja!” ajak Yuri pada Yesung. “Arasseo, kajja!” kata Yesung sambil mencubit pipi Yuri dan berjalan bersama.

 

“YA! KWON YURI! KAU MENINGGALKAN KU LAGI! LALU AKU PULANG DENGAN SIAPA?” teriak Yoona pada sahabatnya itu.

 

“KAU BISA IKUT BERSAMA SIWON! AKU INGIN PERGI SEBENTAR DENGAN YEPPA, ARASSEO?” teriak Yuri.

 

“WONNIE, KAU ANTAR YOONA YA!” teriak Yesung.

 

“Huh, selalu mementingkan namjachingu” kata Yoona kesal melihat Yuri. Siwon menolehkan kepalanya kearah Yoona yang sedang menggerutu dengan tatapan datar. Yoona menoleh kearah Siwon, “Wae?” tanya Yoona dengan tatapan datar pada Siwon yang langsung mengalihkan pandangannya lurus ke depan.

 

“Aniyo, kajja kita ke mobilku” ajak Siwon lalu berjalan ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya yang diikuti oleh Yoona. Perlahan mobil itu pun berjalan dan berjalan menuju pintu keluar Incheon.

 

@MOBIL DONGHAE

 

“Ya! Yuri! Berikan aku nomor ponselmu, kau ini, setiap bulan pasti menggantinya” kesal Sica lewat telpon, lebih tepatnya menelponku ke nomor Yesung.

 

“Menurutku mengganti nomor ponsel mempercepat daya ingatku hhe^^” kata Yuri dengan muka innocent di sebrang sana yang membuat Sica risih.

 

“Yul, kau bilang Siwon tidak membawa pasangannya, memang dia sudah punya pacar?” tanya Sica pada Yuri, “Ne, hajiman,  hubungan mereka menggantung, Tiffany sering bolos kuliah sekarang, bahkan waktu ada acara pesta kampus dia tidak datang..”

 

“Tiffany..?” gumam Sica.

 

“YA! KWON YURI! CEPAT SELESAIKAN TELPONMU, PULSAKU SEKARAT KAU TAHU?” teriak Yesung di seberang sana.

 

“ARASSEO! Sica, nanti lagi ya, nanti malam saja, annyeong.” Lalu mematikan panggilan mereka.

 

“Yeobo-ah, nama yeojachingu Siwon siapa?” tanya Sica pada suaminya, “Tiffany, Tiffany Hwang..” kata Donghae sambil memainkan iPhonenya.

 

“Sepertinya mereka sudah putus.” Kata Sica dengan nada sangat serius yang membuat Donghaepenasaran. “Yeobo-ah, kau tahu darimana? Bahkan kau tidak pernah bertemu dengannya..” tanya Donghae penasaran.

 

“Tadi ketika aku ke toilet di Incheon..” kata Sica berusaha mengingat kejadian itu..

 

FLASHBACK ->

 

“Ahhh leganya, aishh jinjja, bagaimana bisa di pesawat aku tidak begini, tapi setelah turun dari pesawat langsung begini? Huft.” Gerutu Sica lalu keluar dari bilik toilet.

 

Dia pun berkaca sambil merapikan rambut dan make upnya di depan kaca toilet , lalu keluar dari toilet.

 

Celingak celinguk dia mencari Donghae, tapi orang yang di cari itu pun tak kunjung datang.

 

“Sica!” teriak seorang namja dari arah samping, Jessica pun segera menolehkan kepalanya ke kanan, “Hangeng!”

 

“Sudah lama kita tidak bertemu” kata Hangeng lalu memeluk Sica. Sica pun membalas pelukan Hangeng lalu melepaskannya, “Sedang apa kau disini?” tanya Jessica.

 

“Naega? Sedang menunggu yeojachinguku di toilet..” jawab Hangeng.

 

“Ahh kau sudah punya yeojachingu sekarang? Nuguya” tanya Sica penasaran, belum sempat Hangeng menjawab, seorang yeoja cantik dengan kaca mata hitamnya keluar dari toilet dan tersenyum ke arah Hangeng, “Chagi, palli! Kesini! Ada temanku!” teriak Hangeng dengan semangat kea rah yeoja itu dengan tersenyum manis.

 

Karena penasaran, Sica memutar badannya dan melihat seorang yeoja cantik yang berjalan kearah mereka. “Nah, Sica, ini yeojachinguku, chagi kenalkan ini temanku.”

 

“Annyeong haseyo, Tiffany Hwang imnida, bangapta.” Kata yeoja itu tersenyum ramah. “Jessica Jung imnida, bangapta” balas Sica dengan senyum manisnya.

 

“Ahh oppa, sepertinya ponselku tertinggal di toilet, aku kesana sebentar ya…” kata Tiffany berlalu kearah toilet.

“Dia masih saja ceroboh, seperti biasanya..” kata Hangeng terus tersenyum melihat yeojachingunya itu. “JUNG SOOYEON!” teriak seorang namja dengan keras, Sica lalu meonelh kea rah suara itu berasal saat ada yang memanggionya,“Yeobo-ah..” gumam Sica melihat Donghae berjalan kea rah dia dan Hangeng dengan tatapan kesal.

 

“Sedang apa kalian berduaan disini?” ketus Donghae melihat Sica bersama Hangeng. “Animida, dia temanku yeobo, kenalkan dia Hnageng..” kata Sica dengan gugup. “Donghae imnida, kau tak usah mengenalkan dirimu padaku karena aku sudah tahu kau Tan Hangeng, artis paling terkenal di tahun ini, okay? Sica, ayo ikut aku!” ketus Donghae lalu segera menarik tangan istrinya itu menjauh dari Hangeng.

 

Sica hanya bisa membisikkan sesuatu pada Hangeng dari arah jauh, sedangkan Hangeng hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Donghae.

 

Tak lama, Tiffany pun keluar dari toilet dan langsung menghampiri Hangeng, “Chagi, mana temanmu?” , “Ahh suaminya sudah membawanya pergi, itu orangnya” tunjuk Hangeng kea rah Donghae, lebih tepatnya punggungnya.

 

“Dia sudah menikah? Aku tidak menyangka..” kata Tiffany lalu segera memperhatikan Donghae, “Aku seperti mengenalnya..” gumam Tiffany melihat punggung namja yang sedang menarik – narik Jessica.

 

END of FLASHBACK

 

 

“Jinjjayo? Apa kau yakin itu Tiffany? Tiffany Hwang?” kata Donghae dengan nada bingung dan sedikit terbata.

 

“Ne, dia yang mengatakan sedniri, namanya Tiffany Hwang..”

 

“Aku tak menyangka, dia melakukan itu..” gumam Donghae.

 

“Yeobo, jangan beritahu Wonnie tentang ini, arasseo?”

 

“Arasseo..”

 

@MOBIL SIWON

 

Keheningan pun tak bisa dihilangkan diantara Siwon dan Yoona. Mereka diam. Hanya diam dan memikirkan sesuatu entah apa itu. Tak lama, Yoona pun memejamkan matanya karena terlalu lelah akibat tadi malam.

 

Tiba – tiba ponsel Siwon bergetar..

 

“Incoming Call: Lee Donghae”

 

“Donghae? Buat apa dia menelponku?”

 

 

“Yeoboseo? Wae?”

 

“Wonnie, tolong bacakan alamat restoran kesukaan Yoona padaku..Alamatnya selalu ada di ponsel Yoona, tolong bacakan..” Yang ternyata Sica.

 

Siwon pun menghentikan mobilnya di pinggir, “Ahh mereka itu, menganggu saja..” gerutu Siwon.

 

“Yoona, Sica memintaku untuk mengambil ponselmu, dimana ponselmu?” tanya Siwon pada Yoona.

 

“Yoona, irona, Sica ingin meminta alamat restoran kesukaanmu..” kata Siwon dengan keras sambil terus mendorong – dorong pelan bahu Yoona, sampai kepala Yoona berpindah arah dan menghadap kea rah Siwon.

 

Melihat  wajah Yoona, Siwon teringat akan sesuatu,”Dia mirip dengan..” karena penasaran, Siwon mendekatkan wajahnya kea rah Yooona. Lama kelamaan wajah Siwon semakin mendekat kearah wajah yeoja itu sambil terus memperhatikannya, Siwon menghentikan aktifitas itu setelah jaraknya dengan Yoona sekarang kurang dari 5 cm. “Kenapa dia begitu mirip dengan yeoja itu? Apakah dia yeoja itu??” gumam Siwon yang terus memperhatikan wajah innocent Yoona yang sedang tertidur.Dia terus memperhatikan wajah Yoona dengan tatapan lekat. Semakin lama semakin dekat.

 

Perlahan, mata lentik Yoona pun terbuka secara perlahan – lahan, dan dia sangat kaget melihat bibrinya sudah sangat dekat dengan Siwon. “Oppa, a-apa yang kau lakukan?” pekik Yoona dengan ekspresi gugup melihat itu. Siwon pun tersadar dan langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Yoona, “Mianhae, Yoona, hanya saja kau mengingatkanku dengan..”

 

“Incoming Call: Lee Donghae”

 

Tanpa pikir panjang, Siwon langsung mengangkat telpon dari Donghae untuk menghilangkan rasa gugupnya..

 

“Yeoboseo..”

 

“Wonnie, mana alamatnya, cepat bacakan padaku!”

 

“Okay, Restoran XXX di jalan XXX , puas?”

 

“Hhe..gomapta, aku mau makan disana! Sampai bertemu nanti malam! Annyeong!”

 

Siwon hanya diam lalu meletakan ponselnya kembail di kantung celananya, dia tidak berani menatap Yoona, dia merasa bersalah atas perbuatannya tadi, dia melirik Yoona sekilas, terlihat wajah Yoona masih sedikit shock sambil meminum sebotol air minum, berusaha menenangkan diri. Siwon akhirnya menyalakan mesin mobilnya lagi dan menjalankan mobilnya.

 

“Mianhae..” kata Siwon pelan.

 

“Gwenchanayo..” kata Yoona tak kalah pelan, lalu minum kembali.

 

“Kau, kau mengingatkanku dengan seorang yeoja, tadi malam..kau sangat mirip ketika kau sedang tertidur” kata Siwon pelan yang membuat Yoona tersedak.

 

“Uhuk..uhuk..(?) ye..o..ja?” kata Yoona yang masih terbatuk karena tersedak.

 

“Ne, seorang yeoja yang menolongku, dan tadi malam kami..ahh lupakan itu.” Kata Siwon berusaha tidak memberi tahu sembarangan orang.

 

“Hmm…” gumam Yoona lalu minum air lagi. “Baguslah dia tidak ingat, ini lebih baik..” kata Yoona dalam hati sambil meminum air putihnya.

 

Tak lama, akhirnya mereka sampai di rumah Yoona, “Gomapta, oppa..” lalu Yoona segera keluar dari mobil Siwon dan melambaikan tanganny. Dia pun segera masuk ke dalam rumah mewahnya.

 

Yoona pun segera naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamarnya, dia lalu menyenderkan tubuhnya di belakang pintu kamarnya dan tersungkur ke lantai, “Kau tidak boleh ingat masalah itu, Choi Siwon…Andwae, andwae…” Gumam Yoona masih dalam posisi semula.

 

Siwon menghentikan mobilnya saat lampu merah, tiba – tiba , bayangan tadi malam muncul kembali dalam pikirannya.

 

“Aish kenapa aku tidak bisa mengingat – ngingat wajahnya? Dan kenapa sepertinya wajah itu mirip sekali dengan Yoona? Tapi, yang aku ingat yeoja itu Fany…” tiba – tiba lamunannya pun terhenti karena suara klakson mobil dari arah belakang yang tak henti – hentinya. Siwon pun tersadar dan segera menjalankan mobilnya.

 

@RUMAH KELUARGA LEE

 

“AHH!!! MY HOME! AKU SANGAT MERINDUKANMU!” teriak Donghae ketika sudah sampai di rumah besarnya. Umma Donghae pun perlahan keluar dengan wajah ceria, lalu segera memeluk Donghae sambil menanggis, “Donghae-ah, akhirnya kau pulang, umma sangat merindukanmu..” kata umma dongahe sambil menangis terharu.

 

Perlahan umma donghae melepaskan pelukannya pada Donghae dan melihat Jessica dan langsung memeluknya juga, “Menantuku..” Sica hanya bisa menanggis terharu melihat ini semua. Dia tidak menyangka, Umma Donghae yang dulunya tidak menyukainya, sekarang memanggilnya dengan sebutan itu, tetesan air mata pun tak bisa dibendung lagi, Sica pun menanggis terharu sambil terus memeluk ibu mertuanya itu. Donghae hanya bisa tersenyum penuh arti melihat kejadian itu.

 

“Nah, ini kamar baru kalian, walaupun kalian hanya beberapa hari disini, tapi kalian juga harus mendapat fasilitas yang sangat layak, ruangan ini sudah umma ganti semua peralatannya, semua sudah umma perbaharui..” terang umma donghae sambil tersenyum senang.

 

“Umma, apa ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Donghae. “Tentu saja tidak, umma ingin membuat kalian berdua nyaman disini, terutama Jessica..” kata ummanya yang membuat Sica sekali lagi nyaris menitikkan air mata.

 

“Aigoo, hampir saja lupa, mana cucu – cucuku?” tanya umma donghae sambil celingak celinguk.

 

“Kami tidak membawanya, mereka masih terlalu kecil untuk dibawa, kami takut mereka kelelahan, jadi kami terpaksa menitipkannya di penitipan anak di sana..” terang Donghae pada Ummanya.

 

“Siapa saja nama mereka? Umma lupa..”

 

“Yang pertama namja, namanya Lee Yong Hae, yang kedua yeoja, namanya Lee Eun Jung.” Kata Sica.

 

“Aigoo, kenapa kalian tidak membawanya, umma ingin melihat ke – 2 cucuku dan mendengar secara langsung mereka memanggilku dengan sebutan ‘halmoni’ hha..” Donghae dan Jessica hanya bisa tertawa mendengarnya.

 

“Omo, umma hampir lupa, umma tahu kalian pasti sangat lelah dalam perjalanan, lebih baik kalian istirahat sebentar, arasseo?” kata umma donghae lalu keluar dari kamar mereka.

 

Jessica langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur, “Aku benar – benar lelah..aku mau tidur sekarang, supaya nanti malam tidak ngantuk..” Sica langsung memilih bantal dan guling lalu tidur di sisi kanan kasur mereka.

 

Donghae ikut tidur di samping Sica, “Ya, apa kau yakin itu memang Tiffany Hwang?” tanya Donghae sekali lagi pada Sica yang sudah mulai mengantuk.

 

“Ne…aku yakin sekali, ahh sudahlah, aku mengantuk, jangan ganggu aku lagi sampai nanti malam..” erang Sica.

 

Donghae hanya tersenyum lalu perlahan memejamkan matanya dan tertidur.

 

Malam harinya, mereka pun berkumpul di klub malam kesukaan mereka, disana mereka minum dan berpesta ria, pesta ini diadakan untuk menyambut kedatangan Donghae dan Jessica.

 

“Cheers…” ucap mereka ber-6 bersama. “Ahh..” desahan setelah minum itu pun keluar dari mulut mereka.

 

“Kita sudah lama tidak melakukan ini..” kenang Yuri pada YoonSic yang hanya mengangguk riang.

 

“Bagaimana? Minuman disini dan di Amerika, lebih enak mana?” tanya Yesung pada HaeSica.

 

“Tentu saja disini, karna aku minum bersama sahabat – sahabatku” kata Donghae yang dijawab dengan tawaan riang.

 

 

“Incoming call: Appa”

 

“Celaka, appaku menelpon” pekik Yoona melihat nama yang terpampang di layar ponselnya.

 

“Angkat saja..” jawab Yuri enteng. “Apa kau gila? Kau lupa dengan appaku yang dengan keras melarangku ke tempat seperti ini?”

 

“Kau angkat diluar saja, dan bilang kalau hari ini kau menginap di rumahku yang baru datang ke Korea” usul Sica pada Yoona. “Kau ini, ada saja alasan untuk berbohong, arasseo, aku akan bilang seperti itu..” kata Yoona lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke luar.

 

“Mau kemana dia?” tanya Siwon pada Yesung yang melihat Yoona yang berjalan ke arah pintu keluar, Yesung hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu.

 

“Yeoboseo? Appa..”

 

“Ne, Im Yoona, kau ada dimana sekarang? Kau tidak bisa lihat sekarang jam berapa?”

 

“Hmm…appa, umma Sica mengajakku untuk menginap di rumahnya, karna dia baru pulang dari New York, berhubung besok libur, bolehkah?”

 

“Kalau itu alasannya, baiklah, kali ini appa ijinkan, jangan tidur terlalu malam dan jangan makan yang aneh – aneh, dan jangan pergi ke KLUB MALAM, arasseo?”

 

“Arasseo, appa..”

 

“Bagus, kalau begitu, appa tutup telponnya ya …”

 

“Huft, hampir saja..” ucap Yoona lega dan masuk ke dalam klub itu lagi.

 

Saat Yoona ingin masuk ke klub itu, tiba – tiba ada seorang yeoja yang menumpahkan minumannya ke baju Yoona secara tidak sengaja, “Aww..” pekik Yoona sambil memegangi bajunya yang basah.

 

“Mianhaeyo agasshi, aku tidak sengaja, jeongmal mianhae..” ujar yeoja itu sambil membungkuk pada Yoona 3x.

 

“Gwenchana, ini bisa dibersihkan” ujarnya sambil tersenyum, lalu dia pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya yang terkena tumpahan minuman tadi.

 

 

 DI SISI LAIN..

 

Siwon terus memperhatikan pintu keluar, berharap yeoja yang diharapkannya akan segera masuk dan duduk di tempat mereka lagi (re:Yoona) , tapi ketika Yoona masuk, Siwon sedang asik mengobrol dengan Yuri.

 

Ketika dia memalingkan arah matanya kearah pintu, dia kaget melihat yeoja itu sedang dirangkul oleh namja yang juga sangat dia kenali. Matanya tak berhenti melotot geram melihat itu dan akhirnya dia berdiri dan menghampiri mereka.

 

“Fany, sedang apa kau bersama Hangeng disini?” tanya Siwon dengan mata melotot membuat Fany semakin kikuk.

 

“Aku dengannya…sedang..hmm..hmm…” Tiffany bingung mau menjawab apa, begitu pula Hangeng.

 

“Ikut aku!” teriak Siwon keras yang membuat semua orang di klub itu memandang kearahnya, dia langsung menyeret yeojachingunya itu entah kemana.

 

“Ohh..bukankah itu…” gumam Sica. “Tiffany, benarkan?” kata Donghae pada Sica.

“Ohh kenapa Tiffany bisa bersama Hangeng? Apa mereka..selingkuh?” tanya Yuri. Donghae dan Jessica hanya diam, berusaha untuk menjaga rahasia itu.

 

YOONA POV

 

“Aishh, jinjja, kenapa noda ini sangat susah untuk dibersihkan? Aigoo…” gerutuku yang masih mengucek – ngucek bagian bajunya yang terkena tumpahan alcohol tadi.

 

“Ahh akhirnya, hmm..walaupun tidak terlalu bersih, yang penting tidak sekotor yang tadi..” kataku lalu segera meninggalkan toilet itu.

 

Saat aku berjalan keluar toilet, aku melihat seorang namja yang sedang menarik seorang yeoja cantik dengan kasar dan membantingnnya ke tembok, “Siwon dan Tiffany..” gumamku pelan.

 

Aku memutuskan untuk bersembunyi dibelakang tembok. Aku penasaran, kenapa Siwon memperlakukan Tiffany seperti itu dengan sorot mata yang sangat tajam yang membuat Fany terlihat semakin takut dan gugup.

 

“Apa yang kau lakukan dengannya!!” teriak Siwon yang berhasil menimbulkan suara – suara gema disekitarnya, maklum, ini wilayah toilet, jadi sangat sepi, terletak diujung, terpencil, dan sedikit remang – remang. Aku yang mendengar teriakan itu rasanya ingin jantungan, kaget.

 

“Mianhae oppa..mianhae..” tangis Fany pecah begitu saja mendengar teriakan itu.

 

“Kenapa kau melakukan itu padaku? Heuh?” tanya Siwon lagi.

 

“Kau tahu kan, aku sangat mengidolakannya, aku bertemu dengannya, dan suatu hari, dia bilang kalau dia mencintaiku, tanpa pikir panjang aku langsung menerimanya..”

 

“Kalau begitu, kita akhiri hubungan kita..” jawab Siwon ketus lalu membalikkan tubuhnya, dan berjalan.

 

Akhiri hubungan kita? Ternyata benar dugaanku..

 

“Hajiman, aku masih…me..mencintaimu oppa..” kata Tiffany parau.

 

Siwon tertawa melecehkan dan berjalan mendekati Tiffany lagi, “Mwo? Bisa kau ulangi lagi kalimatmu, Nona Hwang?” kata Siwon datar lalu meninggalkan Tiffany lagi.

 

“Mianhae oppa..Tolong maafkan aku…” katanya lagi sambil menangis. Siwon yang bertambah kesal, “Mungkin tidak akan pernah..” katanya datar lalu berjalan meninggalkan Fany.

 

“APA KAU YAKIN KAU MENGAKHIRI HUBUNGAN KITA HANYA KARENA AKU SELINGKUH? HEUH?” teriak Tiffany yang langsung mengehentikan langkah Siwon.

Kenapa aku merasa ada yang tidak enak ya?

 

“Tentu saja..” kata Siwon lalu melanjutkan langkah pelannya.

 

Kali ini Tiffany mengeluarkan senyum liciknya, “Bukankah karena yeoja itu?” kata Tiffany dengan lantang yang membuat Siwon menghentikan langkahnya.

 

Siwon membalikkan badannya menghadap Tiffany, “Yeoja? Nugu yeoja?” kata Siwon bingung.

 

“Jangan pura – pura bodoh, Choi Siwon. Kau pikir aku tak tahu kau menyukai…IM YOONA!” kata Tiffany sambil menekan namaku.

 

Mendengar itu, aku jelas sangat kaget. Aku nyaris berteriak di tempat itu, tapi ku tutup mulutku dengan telapak tanganku, lalu memperhatikan mereka yang sekarang sedang bertatapan tajam.

 

Siwon semakin mempertajam tatapannya pada Tiffany, “Aniyo aku tidak menyukainya..” katanya cepat.

 

Mendengar itu, tiba – tiba, setetes air bening menetes dari pelupuk mataku. Tubuhku mendadak lemas. Hatiku rasanya sudah di cabik – cabik oleh kata – katanya. Tangisku pun pecah dalam diam, aku terlalu sakit mendengar kata – kata itu. Harusnya aku sadar akan hal itu sejak awal, dia hanya menganggapku “CHINGU” tidak lebih. Air mataku tak berhenti menetes.

 

Perlahan tapi pasti, aku melangkahkan kakiku menuju klub itu. Dengan tubuh yang lemas seketika, aku pun berlari sekuat tenaga sampai akhirnya aku samapi di meja chingudeulku, masih dengan linangan air mata.

 

“Yoong, waegurae?” tanya Sica khawatir.

 

“Yoona, gwenchanayo?” tanya Donghae yang tak kalah khawatir.

 

Aku berusaha tersenyum pada mereka, “Gwenchana, Sica sepertinya aku tidak bisa menginap di rumahmu, aku pergi duluan, annyeong..” ujarku tersenyum kecut lalu segera berlari keluar klub itu.

 

“Dia kenapa?” tanya Yuri khawatir.

 

“Sekarang dimana Siwon dan Tiffany?” tanya Yesung.

 

Dengan langkah cepat aku berlari menuju halte bus. Kulirik jam tanganku yang menunjukan pukul 09.00 KST. Walaupun ragu, tapi akutetap menunggu atau kendaraan yang lainnya untuk pulang kerumah.

 

Kata – kata Siwon terngiang – ngiang lagi di pikiranku, kembali, aku menangis di halte bus itu sendirian.

***To Be Countinued***

Tinggalkan komentar

280 Komentar

  1. wah…woonpa jahat
    yoo.g jngn sedih ya

    Balas
  2. jeje.pat

     /  Mei 23, 2015

    Won oppanya kejam 😭😭😭

    Balas
  3. YoonaChoi

     /  Mei 28, 2015

    Kasian yoona harus ngedenger kaya gtu, siwonnya jga aah knapa harus sama tifany..

    Balas
  4. dias puspita

     /  Juni 2, 2015

    *pooryoona* tpi itu cm alesan siwon aja deehhh
    Tiffany yaa bner2 udh tau dy yg salah knp nyari2 kesalahan orglain..
    Gmn nasib yoona..

    Balas
  5. Zhahra

     /  Juli 18, 2015

    Kenapa wonpa masih belum ingat juga siiih… Aish… Menyebalkan..
    Fany unni gag tau malu yaaah.. Udah selingkuh masih bilang cinta sama yoona unni…
    Kasihan banget yoona unni…
    Unni yang sabar ne…

    Balas
  6. Sari96

     /  Agustus 20, 2015

    Siwon aku pengen masukin kw kedalam karung.kesel kok ngk peka sih sisiwon

    Balas
  7. paris

     /  Desember 2, 2015

    Wah wah tiffany selingkuh dari siwon oppa, ,kasihan siwon oppa udah sama yoona aja oppa 🙂
    Yoona kecewa sama siwon, soalnyaa dia cuman menganggap d chingu 😦

    Balas
  8. Park ra chan

     /  Januari 1, 2016

    daebak next

    Balas
  9. Sebenarnya siwon itu suka sama yoona tp dia kyknya malu kali yaa kasian siwon dikhianati 😦

    Balas
  10. melani

     /  Februari 24, 2016

    Kenapa siwom gak jujur aja sama perasaannya kalo dia udah mulai suka sama yoona.. kasihan juga sama yoonanya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: