[FF] By My Self Chapter: 2

A/N!: ADA BAGIAN YANG MENYEREMPET SEDIKIT KE NC^&^

 

Title : By Myself

 

Author: kkezzgw / Kezia Gabriella Winoto

 

Cast:

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Other Cast:

  • Jung Jessica (SNSD)
  • Lee Donghae ( Super Junior)
  • Kwon yuri(SNSD)
  • Yesung (Super Junior)
  • Tiffany Hwang  (SNSD)

Support Cast:

  • Seohyun (SNSD) a.k.a Im Seohyun
  • Choi Sooyoung (SNSD)
  • Kim Ryeowook (Super Junior)
  • Lee Hyukjae (Super Junior)
  • Lee Sungmin (Super Junior)
  • Park Jung Soo (Super Junior)

Genre: Sad, Romance, Tragedy

 

Length: Chapter

 

Rated: General

 

Facebook: http://www.facebook.com/keziagw

 

Twitter: https://twitter.com/#!/kkezzgw

 

A/N!: ADA BAGIAN YANG MENYEREMPET SEDIKIT KE NC^&^

 

 

@Kantin Seoul University

 

“Jinjja, kenapa liburan hanya 2 hari, aihh -_-“ gerutu Leeteuk didepan teman – temannya.

 

“Kau benar, kau tahu? Selama 2 hari itu, kerjaanku hanya membujuk Hyoyeon untuk memaafkanku, menyebalkan.” Gerutu Eunhyuk.

 

“Kita sama Hyuk, ck!” gerutu Sungmin tak mau kalah.

 

Yesung dan Siwon yang melihatnya hanya bisa tertawa, “Wae? Apa ada yang lucu? -__-“ Tanya Sungmin pada YeWon. “Ne, apa yang lucu? Ha?” ujar si tua (?) Leeteuk.

 

“Ani..aku hanya geli melihat tingkah kalian, makanya jangan genit liat yeoja cantik hha..” kata Yesung sambil terkikik.

 

“Ya, Kim Joong Won, kau kan mantan namjachingu taeyeon, bagaimana cara mengatasinya? Sampai sekarang dia belum   memaafkanku..” keluh Leetuk.

 

“Molla, selama aku berpacaran dengann Taeng, aku belum pernah bertengkar dengannya” kata Yesung datar.

 

“Yeppa! Kubilang apa? Jangan membahas soal hubunganmu dengan Taeng lagi! Apa kau lupa?” kata Yuri yang tiba – tiba muncul diikuti dengan Yoona.

 

“Kau lagi , kau lagi, arghh..” kata Eunhyuk saat melihat Yuri yang hanya memperagakan gaya orang mau muntah. Yesung yang melihatnya hanya bisa geleng – geleng kepala.

 

Siwon langsung berhenti tertawa ketika melihat Yoona datang, dan segera menenangkan dirinya, Yoona pun begitu.

“Annyeong Yoona-sshi, bangapta!” seru Eunhyuk tersenyum genit.

 

“EUNHYUK, JANGAN GANGGU YOONA LAGI DONG!” sindir Yuri dengan suara keras yang membuat seluruh anak – anak kampus memperhatikan Eunhyuk.

 

Eunhyuk yang kikuk langsung membentak Yuri, “Hei Yul, apa yang kau lakukan? Aish jinjja!” gerutu Eunhyuk yang langsung menunduk untuk menahan malu. Eunhyuk yang berusaha menahan malu, langsung mengalihkan perhatian dengan bertanya pada Yoona.

 

“Yoona, lusa yang lalu kau pulang dengan siapa?” Tanya Eunhyuk penasaran.

 

“Hmm..Siwon oppa yang mengantarku pulang, wae?” Tanya Yoona yang sontak membuat Siwon diam gugup.

 

“Mwo? Siwon? Sejak kapan dia mengijinkan orang lain naik mobilnya? Hei wonnie, kau bilang tidak ada yang boleh naik mobilmu selain yeojachingumu, tapi kenapa Yoona boleh? Yang jelas – jelas hanya temanmu?” Tanya Eunhyuk dengan nada menggoda yang membuat pipi Siwon merah.

 

“Kau benar hyuk jae, ya wonnie! Palli! Jawab! Kau sendiri kan yang bicara seperti itu?” kata Sungmin dengan nada menggoda yang membuat Siwon semakin kikuk.

 

“Wahhh jangan – jangan…KAU SUKA YOONA YA??” kata Leeteuk menggoda.

 

“Lalu bagaimana dengan Fany? Wahh wonnie mau selingkuh..” kata Sungmin.

 

Siwon yang terus digoda akhirnya angkat bicara, “Ya! Waktu itu Yesung yang menyuruhku untuk mengantar Yoona, ya aku nurut saja.” Kata Siwon membela diri.

 

“Tapi kenapa kau mau? Waktu itu juga aku menyuruhmu mengantar Sunny, tapi kau tidak mau, ayolah wonnie kau mengaku saja..” kata Sungmin terus menggoda.

 

Yoona pun akhirnya angkat bicara juga, “Oppa, Siwon oppa benar, waktu itu Yesung oppa yang menyuruhnya mengantarku karena waktu itu aku tidak membawa mobil pribadi, dan hmm..hmm..aku juga yang memaksa Siwon oppa untuk mengantarku karena aku takut naik bus sendirian, jadi ini semua kemauanku..” kata Yoona berbohong.

 

“Sejak kapan aku menolak Yoona untuk naik mobilku?” kata Siwon dalam hati..,”Ne, apa yang Yoona bilang itu benar.” Kata Siwon berbohong.

 

“Oh..” kata Leeteuk, Eunhyuk, dan Sungmin bersamaan.

 

“Yasudah, ayo kita masuk kelas,  pelajaran setelah ini Kangin songsaeng kalian tahu, aku tak mau telat. Chagi, aku masuk kelas dulu ya, bye!” kata Yesung.

 

“Bye oppa…” balas Yuri sambil tersenyum ramah.

 

“Kajja Yul, kita masuk kelas” kata Yoona pada Yuri yang hanya mengangguk dan mengikuti Yoona.

 

*SKIP WAKTU BELAJAR*

 

                                                                   ~By Myself-YoonWon~

 

Jam istirahat tibalah lagi, semua mahasiswa/i disini sibuk dengan urusannya masing – masing..Yoona yang sudah ditinggal Yuri akhirnya memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sebentar..

 

“Ahh…disini lebih baik..Lebih baik aku mencari buku kimia untuk praktek besok..” ujar Yoona lalu segera masuk kedalam perpustakaan besar milik kampusnya itu.

 

Yoona pun segera menuju lorong – lorong tempat buku – buku di perpustakaan itu diletakkan, sambil memilih – milih buku, akhirnya dia menemukan buku yang tepat. Ketika ingin meninggalkan lorong itu, Yoona tiba – tiba berhenti dan menengok ke arah lorong buku tentang tokoh sejarah..

 

“Wahh Walt Disney! Sudah lama aku mencari buku ini!” ucap Yoona riang lalu segera mengambil buku itu dan menyerahkannya ke loket peminjaman buku.

 

“Agasshi, kau meminjam lebih dari 2 buku, itu tidak boleh, tolong kembalikan salah satunya.” Perintah petugas loket itu tegas.

 

“Hajiman, aku sedang butuh ke-3 buku itu, jebal songsaenim, ijinkan aku kali ini saja, jebal..” kata Yoona memelas.

 

“Agasshi, mianhae, saya tidak bisa membantumu kali ini, silahkan tinggalkan salah satu bukumu atau lebih baik tidak usah meminjam semuanya.” Tegas petugas loket itu dan segera melanjutkan pekerjaanya lagi.

 

Yoona pun bingung harus memilih buku yang mana, 1 buku tentang kimia , 1 tentang asap untuk prakek besok, dan 1 lagi adalah buku Walt Disney, tokoh dunia kesukaanya. Akhirnya dengan berat hati dia harus meninggalkan buku Walt Disney itu, “Songsaenim, ini buku yang aku mau.” Kata Yoona berat.

 

“Arasso, berikan bukunya padaku, saya data dulu.” Yoona pun mengangguk, setelah dia mendapat buku itu dia segera keluar dari perpustakaan, “Aishh kenapa besok harus ada praktek? Aishh..” gerutu Yoona sambil memanyunkan bibir mungilnya.

 

Tiba – tiba, ada seseorang memberikan buku pada yoona dari arah samping, Yoona pun menoleh kesamping, “Oppa..” kaget Yoona ketika melihat SIWON disampingnya yang sedang menyerahkan buku Walt Disney sambil tersenyum.

 

“Wae? Apa aku terlihat seperti hantu sampai kau memasang ekspresi seperti itu..Ini bukunya..” kata Siwon bingung melihat ekspresi yoona yang langsung berubah.

 

“Ani, aku memang gampang kaget, oppa baca saja dulu, kan oppa yang pinjam bukan aku..” tolak Yoona lalu memberikan buku itu lagi ke tangan Siwon.

 

Mendengar itu Siwon tertawa, “Ya Im Yoona, sejak kapan aku suka membaca buku? Apalagi membaca buku – buku seperti ini hha..Aku sengaja meminjamkan ini untuk membantumu.” Terang Siwon pada yeoja di depannya yang sudah memasang tampang gugup.

 

“Gomapta oppa..” kata Yoona yang mau mengambil buku itu dari tangan Siwon, “Wonppa!!” teriak seorang yeoja dari belakang, Siwon dan Yoona pun menengok kea rah suara itu berasal, “Fany?” gumam Siwon yang melihat Tiffany berlari – lari ke arah mereka.

 

“Oppa, bangapta. Aku sangat merindukanmu..” kata Fany yang sudah ada disamping Siwon sambil melingkarkan tangannya di lengan Siwon, Siwon pun tersenyum manis lalu mencubit pipi Fany.  Yoona yang melihatnya hanya diam.

“Kenapa kau tidak datang ke pesta waktu itu, hmm?” Tanya Siwon lembut.

 

“Ehh…hmm…hmm…ahh tiba – tiba saudaraku dari Amerika datang dan mengajakku pergi ke acara pernikahan anaknya, karena itu selama 4 hari ini aku absen.” Terang Fany dengan ekspresi gugup.

 

“Kau ke Amerika? Ohh ara..” kata Siwon.

 

Yoona hanya diam mematung sambil memperhatikan buku yang dipegang Siwon, Fany tanpa sengaja melihat buku yang di pegang Siwon dan segera merebutnya yang sontak membuat Yoona dan Siwon kaget.

 

“Wahhh Walt Disney, oppa apa kau sengaja meminjamkan ini untukku? Kebetulan aku baru sempat membaca yang Albert Einstein dan Thomas Alva Edison, gomapta oppa sudah meminjamkannya untukku, saranghae..” riang Tiffany yang hanya dijawab anggukan dan senyuman dari Siwon.

 

Yoona kaget, “Saranghae? Apa Fany yeojachingu Siwon?” kata Yoona dalam hati.

 

“Nuguseyo?” Tanya Tiffany tiba – tiba pada Yoona, “Ahh chonun Im Yoona imnida, saya…teman Siwon.” , “Annyeong, Hwang Miyoung imnida, tapi kau bisa memanggilku Tiffany, itu nama panggilanku, bangapta.” Ujar Tiffany sambil tersenyum.

 

“Kenapa kalian hanya berduaan disini??” Tanya Tiffany.

 

“Hmm..kami kebeteulan bertemu di perpustakaan hhe..” jawab Yoona.

 

“Ne, itu benar Fany..” kata Siwon meyakinkan.

 

“Tumben sekali oppa pergi ke perpustakaan, selama 2 tahun kuliah disini, ini baru kedua kalinya kau ke perpustakaan..”

 

                                                                   ~By Myself-YoonWon~

 

Karena merasa tidak enak, Yoona pun permisi pergi, dan segera menuju ke taman, tempat dia biasa menenangkan diri…Dia pun duduk di bangku taman belakang kampusnya dan mengingat beberapa kenangan..

 

“Jadi dia sudah punya yeojachingu? Hmm…” murung Yoona.

 

“DORR!!! Yoong! Sedang apa kau?” tiba – tiba datanglah Yuri , mengaggetkan Yoona.

 

“Ohh..Ya Tuhan, Yul, kau membuatku kaget saja..” keluh Yoona sambil mengelus – ngelus dadanya.

 

“Mianhae hhe..” kata Yuri dengan muka innocent.

 

“Tumben tidak bersama Yesung oppa, wae? Kalian tidak bertengkar kan?” Tanya Yoona.

 

“Tentu saja tidak, kalau aku bertengkar dengannya, aku pasti datang kesini dengan linangan air mata, aku kesini karena Yeppa mau mengerjakan tugasnya bersama chingudeulnya..” terang Yuri.

 

“Ohh begitukah? Baguslah..” kata Yoona.

 

“Waegurae? Kau terlihat murung, gwenchana?” Tanya Yuri khawatir.

 

“Gwenchana, aku hanya mengantuk” alasan Yoona. “Masa mengantuk mukanya kayak gini? Ayolah ceritakan padaku..” , “Tidak ada apa – apa yang harus kuceritakan padamu yul..”

 

“Apa soal namja? Hmm…aku tidak pernah melihat ekspresimu seperti ini, ayo ceritakan, tentang namja kan?? Aku kan sahabatmu, aku bisa melihat dari tatapan matamu, masa kau mau main rahasia – rahasiaan dengan sahabatmu sendiri, padahal aku saja tidak pernah menyembunyikan sesuatu darimu..” bujuk yuri yang terus memaksa Yoona berbicara.

Yoona merenungkan kata – kata Yuri itu, “Benar juga apa yang Yuri bicarakan, dia sahabatku, mungkin sudah saatnya dia tahu rahasia ini..” kata Yoona dalam hati.

 

“Hmm..sebenarnya..aku…”

 

Tiba – tiba ponsel Yoona bergetar, Yoona pun langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.

 

“Incoming Call: Sica AURORA”

 

“Yul, Sica menelpon!” riang Yoona.

 

“Gurae? Palli angkat!” semangat Yuri.

 

“Yeoboseyo? Sicaaa!!!”

 

“Ahh rusa! Aku sangat merindukanmu..Apa yang sedang kau lakukan? Ohh tidak – tidak, pasti kau sedang kuliah kan?”

“Ne kau benar, Sica, disini juga ada Yul..”

 

“Jinjjayo? YUL!!! ANNYEONG!!

 

“SICA..ANNYEONG! KANGEN!!”

 

“Kapan kau akan kembali ke Korea?” Tanya Yoona

 

“Aku tidak tahu, tanyakan pada namjaku sana, dia yang selalu melarangku..”

 

“Nugu?”

 

“LEE DONGHAE..Hhe..”

 

“Jadi kalian jadi menikah?”

 

“Tentu saja, tidak mungkin kami belum menikah, kau tahu, selama 2 tahun menikah dengannya kita sudah punya 2 anak!”

 

“MWO?? 2??”

 

“Ne, 2 hhe^^”

 

“Apakah setiap tahun anakmu akan bertambah Sica? Hha..” canda Yuri.

 

“Kau ini, mudah – mudahan tidak..”

 

“Bagaimana caranya kau bisa menikah dengan ikan itu? Bukankah appa dan umma tidak setuju dengan hubungan kalian?”

 

“YoonYul, apa kalian lupa temanku dari Amerika yang waktu itu membantuku untuk melarikan diri dari rumah sakit?  Waktu itu aku dibantu 2 pasangan temanku , seorang dokter, dan 2 perawat, apa kalian lupa apa yang aku ceritakan?”

“Aku ingat itu, maksudnya rencana kalian berhasil?”

 

“Tentu saja berhasil..Buktinya sekarang aku sudah menjadi Nyonya Lee hhe..”

 

“Kukira kau tinggal di Amerika tidak bersama Donghae -__-“

 

“Apapun yang Jessica laukukan pasti selalu…(YEOBO!! TEMANI AKU TIDUR!!)” kata – kata Jessica terpotong oleh teriakan Donghae.

 

“Aishh, bagaimana kau tidak punya banyak anak? Siang – siang begini malah buat anak..”

 

“Yul, ingat, disana siang, dan disini malam..-_-“

 

“Oh iya mian aku lupa hhe..”

 

“Dari dulu kau (YEOBO!!) (ARASSO!!) YoonYul, aku tidur dulu ya, nanti aku akan menelponmu lagi dilain waktu, annyeong!”

 

“Annyeong!”

 

“Wahh..Jessica benar – benar nekad..” kagum Yuri.

 

“Ya, sama seperti kau.” Sindir Yoona pada Yuri.

 

“Ya! Im Yoona, lihat saja kau pasti akan berbuat nekad suatu saat nanti, mungkin senekad Jessica..” ancam Yuri.

“Mwo? Ya! Aku tidak akan mungkin melakukan hal senekad Jessica itu, mustahil..” elak Yoona.

 

“Aishh kita lihat saja, btw, ayo lanjutkan perkataanmu tadi..” tagih Yuri.

 

KRINGG!! KRINGG!!!

 

“Save by the bell” kata Yoona dalam hati., “Sudahlah aku akan memberi tahumu setelah pulang kuliah, arasso? Palli, setelah ini pelajaran BoA Songsaeng!” kata – kata Yoona membuat Yuri kaget dan langsung berlari sekencang mungkin, yap, karena BoA songsaeng adalah guru yang paling ditakuti Yuri.

 

                                                                   ~By Myself-YoonWon~

 

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT

 

Selesai menelpon YoonYul, Sica pun masuk kedalam kamarnya, disana sudah ada Donghae yang sedang membaca majalah, Sica pun berjalan mendekati kasur dan duduk di ujung kasur, Sica kesal melihat Donghae..

 

“Ya! Kau bilang kau mau tidur, tapi kenapa malah membaca majalah?” kata Jessica kesal.

 

“Kan sudah kubilang tadi, aku menunggumu..”

 

“Lupakanlah, ayo kita tidur sekarang..” lalu dia segera naik kea tar kasur mereka dan menyelimuti tubuhnya.

 

“Yeobo, aku merindukan Seoul dan chingudeul-ku..” kata Jessica pada Donghae yang masih focus dengan majalahnya.

 

“Kau kira aku tidak, tapi pekerjaanku tidak bisa ditinggal Sica..” kata Donghae pelan..

 

“Huh! Selalu membahas pekerjaan, kau kan bisa cuti..”

 

“Tidak semudah itu membuat cuti di kantor kau tahu..” kata Donghae membela diri.

 

“Lagian, kita itu sudah punya perusahaan sendiri, tapi kenapa kau masih saja bekerja di tempat lain? Menyebalkan” kata Jessica kesal sambil menimpuk suaminya itu dengan bantal disampingnya.

 

“Lagian salah sendiri, kau yang meminta untuk melarikan diri ke Amerika dan mencari kerja disini, setelah aku mendapatkan pekerjaan dan berhasil membuat perusahaan sendiri, kau malah marah – marah” kata Donghae sambil membuat ekspresi yang lucu membuat Jessica ingin tertawa.

 

“Jangan memasang tampang seperti itu yeobo, kau itu jelek!” ledek Sica sambil menjulurkan lidahnya kearah Donghae.

 

“Kalau aku jelek, kenapa kau bisa mencintaiku sampai nekad kabur?” sindir Donghae tak mau kalah.

 

“Yang pertama kali menyatakan cintanya siapa? Nugu? Na ttoneun?” kata Jessica tak mau kalah.

 

“Okay, itu memang aku, tapi siapa yang punya rencana untuk kabur? Na ttoneun?” kata Donghae sambil tersnyum penuh kemanangan.

 

“Aissh lupakanlah, aku mau tidur, oh iya, aku tidak mau tahu, dalam waktu dekat ini, kita harus kembali ke Seoul!” ancam Jessica pada Donghae.

 

“Kan aku sudah bilang padamu yeobo, tidak bisa..”

 

“Aku tidak mau tahu, harus!” paksa Jessica.

 

“Kau ini, ngotot sekali, kalau kau mau aku cuit, temui sangjanim-ku sana..”

 

“Arasso, besok aku akan menemuinya!”

 

“Ya! Aishh jinjja, kau ini sangat keras kepala…” keluh Donghae pada istrinya.

 

“Kau pilih aku atau kau yang menemui sangjanimmu sendiri?”

 

Donghae mencoba mengganti topik pembicaraan, “Ahh! Aku mengantuk, aku tidur dulu ya yeobo..” kata Donghae sambil pura – pura menguap.

 

“Ohh…kau mau mengetest tingkat keberanianku? Aku kenal dengan istri sangjanimmu, sekarang aku Tanya lagi, aku atau kau yang meminta ijin” ancam Sica.

 

“Dangshin! Aishh! Arasso, akan ku usahakan.!” Kata Donghae dengan nada terpaksa.

 

Mendengar itu, Sica langsung segar dan bangkit,”GURAE? AHHH GOMAPTA YEOBO!” riang Sica lalu mencium pipi Donghae dan segera tidur.

 

“Kau mencari kesempatan dalam kesempitan ya Nyonya Lee, apa hanya pipi yang bisa kau berikan, kah?” kata Donghae dengan nada menggoda

 

“ITU SUDAH CUKUP YEOBO! AKU MAU TIDUR” teriak Jessica dibalik selimut.

 

Donghae hanya tertawa kecil lalu segera mematikan lampu kamar mereka dan tidur.

 

 

                                                                   ~By Myself-YoonWon~

 

 

SEOUL, SOUTH KOREA

 

MALAM HARI….

 

@Rumah Keluarga CHOI

 

“KYAAAAA!!! HIKZZ..HIKZZZZ…HANPPA! TEGANYA KAU PADAKU! WUHAAA HIKZZ..HIKZZ..KYAAA! KYAA! KYAA! NEOMU NEOREUL MIWOHAEYO! HIKZZ…!“ teriak Sooyoung sampai satu rumah mendengar teriakannya itu.

 

Siwon yang geram langsung menuju kamar saeng’nya itu, “Nona Choi, bisa tolong kecilkan suaramu? BERISIK!” kata Siwon sambil menekan kata “BERISIK”.

 

“Oppa, kesinilah, aku butuh pertolonganmu jebal, kesini..palli!” perintah Sooyoung yang sedang duduk di depan layar .

 

“Ahh aku mau tidur, tolong kecilkan suaramu!” perintah Siwon lagi lalu membalikkan badannya ingin keluar dari kamar saengnya itu.

 

“Oppa, jebal, bantu aku kali ini…jebal..” melas (?) Sooyoung pada Siwon.

 

Tadinya Siwon mau menolak, tapi karena kasihan dengan adiknya itu dia akhirnya menghampiri Sooyoung, “Waegurae?” Tanya Siwon menghampiri Sooyoung.

 

Sooyoung pun yang masih terisak segera meng-klik salah satu tab di internetnya.

 

“Lihat oppa..” tunjuk Sooyoung pada artikel yang sedak dibukanya.

 

Siwon yang melihatnya geram, “Mwo!? Hangeng? Apa urusannya denganku? Nona Choi, jangan main – main denganku, aku mengantuk kau tahu..” Siwon yang kesal segera membalikkan badannya dan berjalan menuju ambang pintu kamar Sooyoung.

 

“Aku memintamu membantuku karena Hangeng mencium seorang yeoja yang dikabarkan satu kampus denganmu, jebal bantu aku, barangkali kau mengenal yeoja itu..” pinta Sooyoung sambil terisak.

 

Siwon yang kasian dengan Sooyoung, akhirnya kembali lagi ke depan iMac Sooyoung, “Mana foto yeoja itu?” Tanya Siwon yang hanya dijawab dengan telunjuk Sooyoung yang menunjuk ke salah satu foto di artikel itu.

 

“Ini yeojanya?” Sooyoung hanya mengangguk.

 

Siwon pun mulai memperhatikan yeoja itu…

 

Siwon terus memperhatikannya dengan seksama, setelah beberapa lama, dia tiba – tiba kaget, “Oppa, apa kau mengenal yeoja ini? Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana yaa?” Tanya Sooyung.

 

“Kapan..foto..ini..disebarkan?” Tanya Siwon terbata yang membuat Sooyoung sedikit bingung.

 

“Wae oppa?” Tanya Sooyoung bingung sambil mengangkat salah satu alisnya.

 

“Ani,cepat beritahu padaku, kau mau kubantu tidak?” kata Siwon sedikit memaksa

 

“Ya! Oppa! Apa kau tidak punya mata? Artikel ini tercatat di post tanggal Tuesday, February 14th, 2012. Apa mata oppa sekarang sudah pindah ke dengkul ya?” gerutu Sooyoung pada Siwon.

 

“Selasa tanggal 14 Februari..itu kan hari pesta topeng..” gumam Siwon berfikir keras sedangkan Sooyoung terus terisak.

 

“14 Februari 2012..” gumam Siwon dan memikirkan sesuatu..

 

FLASHBACK ->

 

From: My Killer Mushroom

“Oppa, hari ini kau tidak usah menjemputku, oppa berangkat duluan saja, nanti aku akan menyusul, kita bertemu disana..Okay?”

“Fany kau..” Tanya Siwon heran mendengar suara – suara dari tempat Fany berada.

 

“Hmmm…hmm..ahh..ahhh..” desah Fany.

 

“Fany, dangsin eun eodi ibnikka??” tanya Siwon khawatir, tapi tiba – tiba telpon itu diakhiri sepihak dari pihak Tiffany.

 

“Suara diskotik..” gumam Siwon pelan, tapi tiba – tiba lampu di acara pesta topeng itu mati.

 

 

“Kenapa kau tidak datang ke pesta waktu itu, hmm?” Tanya Siwon lembut.

 

“Ehh…hmm…hmm…ahh tiba – tiba saudaraku dari Amerika datang dan mengajakku pergi ke acara pernikahan anaknya, karena itu selama 4 hari ini aku absen.”

 

END of Flashback <-

 

Tiba – tiba Siwon menyadari sesuatu dan segera meninggalkan ruangan Sooyoung dengan tatapan penuh amarah.

 

“Ya! Oppa! Siapa yeoja itu! Oppa! YAK!” kesal Sooyoung lalu menanggis kembali.

 

Siwon segera mengambil jaket dan kunci mobil, lalu meninggalkan rumahnya, “Siwon-ah! Apa yang kau lakukan? Kau mau pergi kemana? Ini sudah malam! Ya! Choi Siwon!” teriak umma Siwon yang tidak ditanggapi oleh Siwon yang langsung membuka pintu mobilnya dan keluar dari rumah mewahnya itu.

 

“Tiffany, kau…benar – benar tega padaku!” geram Siwon yang terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas 160 km/jam, lalu dia mencoba menghubungi Tiffany.

 

“Annyeong Tiffany imnida, mianhae, aku sedang sibuk sekarang, telponnya nanti lagi ya..annyeong.” kata operator.

 

“AISH!” teriak Siwon di dalam mobil sambil memanting setir mobilnya kesuatu tempat, dia pun berhenti di sebuah klub malam, lalu duduk di salah satu bangku bar dan minum disana.

 

DI SISI LAIN…

 

“Ahhh Yuri, lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, aishh jinjja, bisa habis aku sampai rumah kena omelan appa, ck!” gerutu Yoona sambil terus menyetir mobilnya.

 

Tiba – tiba, handphonenya bordering, dia pun segera mengambil handphonenya lalu melihat ada pesan singkat..

 

“FROM: Yuri LELET”                                          

                                                   

“Yoong hhe..mian ya aku minta tolong padamu lagi, hmm..bisa kau minta tolong pada Siwon untuk membawakanku flashdisk-ku yang dia pinjam kemarin? Minta dia untuk membawanya besok, pulsaku tidak cukup untuk menelpon, jadi kau minta bantuanmu..hhe..jebal..gomawo..”

“Aishh yeoja ini, apa dia tidak tahu apa sekarang aku sedang tegang memikirkan muka appa ketika aku sampai dirumah ck!” gerutu Yoona lagi dan segera menekan nomor ponsel Siwon.

 

DI  LAIN TEMPAT..

 

“Tuan, bar ini sudah hampir tutup, kau bisa pulang sekarang..” kata petugas di bar itu yang berusaha untuk membangunkan Siwon yang mabuk.

 

“Ya! Tuan! Irona!” bentak petugas yang lain.

 

“Ahhh jinjja, bagaimana ada orang seperti ini..menyebalkan!” gerutu petugas yang lainnya.

 

Tiba – tiba ponsel Siwon bergetar,

 

“Incoming Call: “Im Yoona”

 

“Ya! Ada yang menelponnya! Palli, angkat telpon itu!” perintah salah satu petugas.

 

“Arasso..” jawab petugas yang lain lalu segera mengangkat telpon dari orang disebrang sana.

 

“Annyeong oppa, mian menganggumu malam – malam, tadi Yuri menyruhmu untuk membawa flashdisknya besok karena dia..”

 

“Agasshi, nuguseyo?”

 

“Naega? Teman Siwon..NUGUSEYO?”

 

“Aku petugas bar…”

 

“Ahjussi, mana Siwon oppa?” Tanya Yoona yang sudah sampai di bar tempat Siwon berada, terlihat dia sangat khawatir.

 

“Kau yang tadi di telpon ya? Mari ikut aku..” ajak petugas itu yang langsung diikuti oleh Yoona.

 

“Oppa, irona! Irona!” teriak Yoona sambil mengoncang – goncangkan tubuh kekar Siwon.

 

“Ahjussi, bisa tolong bantu aku mengangkatnya ke mobilku? Dia terlalu berat unutkku angkat sendiri.” Kata Yoona.

 

Siwon pun digotong oleh beberapa penjaga bar itu kedalam mobil Yoona, Yoona langsung mengendarai mobilnya, “Hmm..Aku harus membawanya kemana? Rumahnya saja aku tidak tahu..hmm..” lalu Yoona berhenti di pinggir jalan dan merogoh jaket Siwon, “Ahh ini dia ponselnya..” riang Yoona.

 

“Di password? Aigoo…aku harus mengantarnya kemana?” bingugn Yoona sambil menggigit bibir bawahnya.

 

 

“Apakah tidak ada kamar VIP yang tersisa?” Tanya Yoona pada resepsionis di hotel itu.

 

“Mianhae agasshi, hanya sisa yang standard” kata Resepsionis itu sopan.

 

“Arasso, berapa  harganya?” Tanya Yoona sambil mengeluarkan dompetnya.

 

Ketika sampai dikamar, Yoona pun segera membaringkan Siwon di atas tempat tidur, membantunya melepaskan jaket dan alas kakinya, dan menyelimutinya. Lalu Yoona duduk di pinggir kasur sambil memandang Siwon lekat..

“Aku tahu ini mustahil, karena kita belum terlalu dekat, hajiman, Oppa, nan nega joh-a..” kata Yoona pelan lalu segera beranjak dari sana.

 

Tiba – tiba, Siwon memegang tangan Yoona yang sudah siap untuk pergi dari ruangan itu, “Fany-ah, jangan tinggalkan aku..” kata Siwon pelan.

 

Mendengar itu, Yoona menarik nafas dengan berat, dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Siwon, “Mianhae, saya bukan Fany, jadi tolong lepaskan saya..” tegas Yoona yang tetap berusaha melepaskan tangannya.

 

“Jangan berbohong padaku, aku tahu ini kau Fany..” kata Siwon seperti sedang menggumam.

 

Yoona menahan tangisnya, “Apakah Tiffany sangat berharga di matanya?” isak Yoona dalam diam.

“Aku benar – benar bukan Fany, jadi tolong lepaskan aku.” Tegas Yoona lagi sambil berusaha melepaskan genggaman Siwon yang kuat.

 

“Kau benar bukan Fany? Lalu kau siapa?” tanya Siwon yang masih dalam keadaan mabuk dan terus mengenggam tangan Yoona kuat, lebih tepatnya lebih kuat lagi.

 

Yoona hanya diam sambil terus menanggis, “Nuguseyo?” tanya Siwon lagi.

 

Karena sudah tak tahan, Yoona pun berhasil melepaskan tangannya dari genggaman Siwon dan berjalan kearah pintu dengan pelan, karena dia pikir Siwon tak akan bisa menangkapnya mengingat keadaan Siwon yang sekarang mabuk berat.

 

Tapi, pikiran Yoona salah total, Siwon mulai berdiri lalu segera memeluk pinggang mungil Yoona yang jelas membuatnya kaget.

 

“Siwon, tolong lepaskan aku, jebal..” kata Yoona dengan suara parau, karena masih terus menangis.

 

Siwon yang masih dalam keadaan mabuk berat, menidurkan mereka dengan kasar dengan posisi Yoona di bawah. Sekarang, jarak mereka tidak lebih dari 5 cm. “Jangan menangis lagi..” kata Siwon yang mulai mendekatkan wajahnya dan mencium bibri mungil Yoona pelan tanpa menuntut. Melumatnya bibir mungil yeoja itu dengan lembut membuat Yoona dengan tak sengaja membalas ciuman nikmat Siwon.

 

Lama mereka melakukan itu sampai Yoona tersadar dan langsung mendorong tubuh kekar Siwon, “Aku rasa aku harus pergi sebelum aku menginginkan yang lebih dari ini..”

 

Tapi tangan kekar Siwon menarik tangannya lagi hingga Yoona terjatuh lagi di ranjang. Siwon kembali menerjang Yoona dengan ciuman panasnya. Ciuman Siwon semakin bertubi-tubi dibibir Yoona, membuat gadis itu sedikit gelagapan untuk bernafas. Siwon pun meringankan ciumannya agar Yoona bisa sedikit bernafas. Yoona pun membuka sedikit mulutnya. Siwon tidak menyia – nyiakan kesempatan ini, lidah Siwon menerobos mulut Yoona, sekarang mereka sedang sibuk berperang lidah dan bertukar saliva. Yoona pun pasrah dan akhirnya menerima dengan senang hati semua perlakuan Siwon yang membuatnya terjatuh terlentang dibawah tubuh Siwon. Siwon menarik kaus yang dikenakan Yoona itu tanpa basa-basi. Mengantisipasi agar Yoona menghentikan permainannya ditengah jalan kemudian melarikan diri begitu saja. Yoona merasa pikiran dan tubuhnya benar-benar tak bisa menolak lagi apa yang dilakukan Siwon padanya. Gadis itu terpejam menikmati semua sentuhan Siwon yang berakibat fatal pada system kerja dirinya.

 

                                  AKHIRNYA, HUBUNGAN TERLARANG ITU TERJADILAH..

 

                                                                   ~By Myself-YoonWon~

 

Sudah jam 04.00 KST, tapi 2 insan yang berlawanan jenis ini masih berada di alam mimpi. Sang yeoja pun membuka matanya perlahan sambil mengumpulkan sisa nyawanya yang masih ada di alam mimpi, Yoona mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat. Kepalanya sangat pusing dan badannya seperti habis dipukuli . “Dimana ini?” gumam Yoona sambil melihat kesekelilingnya, “Ini bukan kamarku..” kata Yoona bingung.

 

“Ha!” kaget Yoona melihat seorang pria berbadan kekar yang tertidur pulas disampingnya. Yoona nyaris berteriak tapi dia tahan dengan menutup mulutnya, dia mengedip – ngedipkan matanya sesekali, lalu melihat tubuhnya yang full naked dengan hanya dibalut oleh selimut putih dan badannya yang “terhubung” dengan namja disebelahnya, CHOI SIWON.

“Andwe, aku pasti hanya mimpi, ya ini pasti hanya mimpi, Im Yoona ayo sadar!” sambil menampar pipi kanannya sendiri, tapi terasa sakit.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi semalam??” kata Yoona sambil menggigit bawah bibirnya sendiri sambil ketakutan. Dengan gerakan lamban tanpa suara, dia beranjak dari kasur dan memakai pakaian dalam dan bajunya yang tercecer dilantai dan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka, setelah bersiap – siap, Yoona pun memakai sepatu, dan segera meninggalkan kamar hotel itu, sebelum Siwon bangun.

                               

Siwon POV

 

Aku perlahan membuka mataku yang terasa sangat berat ini secara perlahan, dan menghirup udara di ruangan ini. Hei. Tungu, ini bukan dikamarku! Dimana ini? Kulihat sekelilingku berebentuk seperti hotel yang tidak berkelas.

Tapi, hei! Kenapa aku full naked? Apa yang terjadi semalam!? Aku langsung bangkit dari tempat tidurku, dan melihat seisi kamarku berantakan, kubuka selimut putih yang membalutku tubuhku, “Darah? Apa yang kulakukan tadi malam?” tanpa membuang waktu lagi aku segera mengambil pakaian dalam dan bajuku yang tercecer dilantai dan mandi, aku pun meninggalkan kamar hotel dengan penuh rasa penasaran.

 

AUTHOR POV

 

 

“Agasshi, apa kau ingat wanita yang semalam mengantarku ke sini?” tanya Siwon serius di depan meja resepsionis itu.

 

“Mianhae, semalam bukan waktuku untuk bekerja, itu resepsionis jam kerja malam, mianhae tuan..”

 

“Arasso, gomapta sudah membantu..” Siwon pun segera meninggalkan hotel itu dan memanggil taxi.

 

“Siapa yeoja itu?  tidak bisa mengingat wajahnya sama sekali, bahkan suaranya pun lupa seperti apa, aku harus cari tahu siapa yeoja itu..”

 

Tiba – tiba ponsel Siwon bergetar..

 

“Incoming Call: ???”

 

“Siapa ini?” tanya Siwon bingung.

 

“Atau jangan – jangan…YEOJA ITU!” dengan semangat Siwon pun segera mengangkat telpon itu, berharap apa yang dia pikirkan memang benar..

 

“Yeoboseyo? Nuguseyo?”

 

“Ahh Siwon, apa kau lupa padaku??”

 

 

@Seoul University

 

“Mwo? Dia tidak masuk?” Tanya Yuri pada Yesung yang hanya mengangguk pasti.

 

“WAE? KENAPA DIA TIDAK MASUK? AHH JINJJA, LAIN KALI AKU TAK AKAN MEMINJAMKAN APAPUN KEPADANYA, AISHHHH..” kesal Yuri karena Siwon tidak datang, lebih tepatnya flashdisknya.

 

“Mungkin dia sakit..” jawab Yesung asal.

 

Yuri tetap cemberut, “Yoong, apa tadi malam kau sudah menelponnya??” Tanya Yuri yang berhasil membuat Yoona sadar dari lamunannya.

 

“Ahh.…n.n-n..ee..” jawab Yoona gugup.

 

“Hari ini kau terlihat sangat murung, sedih, dan lesu, sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Yuri bingung melihat sikap Yoona yang tidak biasanya.

 

Belum sempat Yoona menjawab, tiba – tiba, ponselnya bergetar, Yoona mpun langsung mengambil ponselnya dari kantong celananya…

 

 “Incoming Call: Sica AURORA”

 

“Yul, Sica menelponku lagi..!” riang Yoona.

 

“Aishh kenapa dia tidak pernah menelponku, selalu menelponmu, apa dia kira aku tidak punya ponsel?”

 

“Dalam 1 bulan saja nomor ponselmu bisa kau ganti sampai 7 kali, bagaimana Sica mau menelponmu?” Yuri hanya cemberut mendengarnya.

 

“Yeoboseyo, Sica, annyeong!!” riang Yoona.

 

“Annyeong Yoong, ya! Aku punya kabar gembira untukmu dan Yuri!”

 

“Apa itu?”

 

@Incheon Airport

 

“Jinjjayo? Sica bilang dia akan datang sekarang?” Tanya Yuri dengan ekspresi gembira.

 

“Ne, dia menelponku tadi untuk memberi tahu kejutan itu, makanya jangan ngambek terus..” ledek Yoona.

 

“Arasso..Hei! Itu pesawat jurusan New York – Seoul sudah tiba, kajja!” ajak Yuri girang.

 

“Dimana Sica?” Tanya Yoona, Yuri hanya menagngkat bahunya tanda tak tahu..

 

“KWON YURI! IM YOONA!” teriak seorang yeoja dari jauh.

 

YoonYul pun menengok kearah suara itu, “JUNG SOOYOEON DISINI!” ujar yeoja yang bernama JESSICA JUNG itu.

 

“SICA!!!” teriak YoonYul bersama lalu segera berlari kearah Jessica berdiri. Mereka pun bertemu dan langsung berpelukan. Rasa rindu mereka terbayar sudah..

 

“SICA!!! KITA BENAR – BENAR MERINDUKANMU!” kata Yuri terharu.

 

“AKU JUGA! AHHH CHINGUDEULKU..NEOMU SARANGHAE..” kata Sica yang tidak kalah terharunya.

 

Mereka pun terus berpelukkan, “Yesung..apa kabarmu?” tanya Donghae lalu memeluk Yesung, “Sudah sangat lama kita tidak bertemu..” , “Kau benar Hae, bagaimana kabarmu disana?” tanya Yesung. “Baik.” Kata Donghae tersenyum. Mereka pun hanya memperhatikan YOONYULSIC yang sedang asik berpelukan dan nanggis bersama.

 

 

“LEE DONGHAE!” teriak seseorang dari arah belakang. Donghae pun segera menoleh kearah belakang,  “CHOI SIWON!” balas Donghae sambil berteriak.

 

Mendengar nama Siwon disebut, Yoona pun langsung melirik kearah Donghae, “Siwon oppa..” gumam Yoona pelan melihat orang yang sedang berhadapan dengan Donghae. Entah kenapa dia merasa canggung untuk melihat Siwon, apakah karena perbuatan mereka tadi malam??

 

 

TO BE CONTINUE

 

A/N: Gimana part 2’nya??😀

Haesica shipper -> saya udah kasih HaeSicanya, gimana??😀

Mian ya kalo FF ini GAJE.

TaengKyu Seo much for reading^&^

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

255 Komentar

  1. Han Eun Sub

     /  Maret 24, 2015

    Yoona kasihan cintanya bertepuk sebelah tangan

    Balas
  2. Ai juariah

     /  Maret 29, 2015

    Aduh…kasihan bgt yoona,yg harus nerima perlakuan itu dr siwon,apalagi siwon tak ingat,gimana nanti yoona hamil?

    Balas
  3. Yah…kasihan Yoong Eonni cintanya bertepuk sebelah tangan😦 terus kalo WonPa gak inget gimana tuh. Kalo Yoong Eonni hamil gimana tuh. Jahat WonPa nih😦

    Balas
  4. tiaraputri

     /  April 4, 2015

    couplenya saya suka semuaa aaaa😀 kalo yoona hamil gimana yal? keluarga nya appanya omg-,- semoga yoona cepet jujur+siwonoppa mau tanggungjawab*,*

    Balas
  5. Kasian sama yoongie😦
    OMG ! Mereka melakukannya … Semoga wonppa mau tanggung jawab , kalo ngga awas aja .
    Itu tiffany selingkuh sama hanggeng ya ? Wah bagus tuh , wonppa cepet putusin tuh yeoja terus nikahin yoona hehe😀

    Balas
  6. Kim eun ah

     /  April 11, 2015

    Kasian banget yoona nya T_T gimana kalo dia sampe hamil?wah oppa awas aja ya kalo gak tanggung jawab

    Balas
  7. bagus. bgt..
    Gimn nexsnya ya

    Balas
  8. dias puspita

     /  Juni 2, 2015

    Woooaaahh knp yoona »ĸƏƁŲƦ®®®» Ɯωυυυƻƻ
    ..Kaan jadinya siwon gag tau…
    Ituu sii fany selingkuh yaaa…
    Next2 apa yoona bakal hamil??

    Balas
  9. Zhahra

     /  Juli 18, 2015

    Astaga… Astaga… Mereka melakukan itu…
    Yaaah tapi kenapa yoona unni langsung pergi seperti itu…
    Wonpa harus tanggung jawab…
    Fany unni itu selingkuh oppa

    Balas
  10. Sari96

     /  Agustus 20, 2015

    Mau2 saya juga haesica ship.tapi2 thor kasiennya yoong oenni di tepuk sebelah jari ma siwon.

    Balas
  11. paris

     /  Desember 2, 2015

    Wow siwon ngga tau kalau perempuan yang dia tiduri itu yoona?!
    Apa yang bakalan terjadi selanjutnyaa antara siwon sama yoona?

    Balas
  12. park ra chan

     /  Januari 1, 2016

    Fany ketauan

    Balas
  13. Park ra chan

     /  Januari 1, 2016

    Fany ketauan…daebak

    Balas
  14. Yahh gimana kalo yoona hamil nntii??aduhh…kasian yoona

    Balas
  15. melani

     /  Februari 24, 2016

    Waduh kenapa mereka ngelakuin itu n lebih lagi siwon gak tau siapa cewek yg udah ngelakuin itu sama dia.. makin penasaran sama kelanjutannya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: