[FF] Ever Lasting Love (Chapter 4: It Hurts)

Chapter 4: It Hurts

Genre: Romantic, Sad

Im Yoona―Choi Siwon

♥-♥-♥-♥-♥

Flash Back

Yoona menyesap air minum dengan penuh ketegangan, lehernya sampai dibasahi keringat dingin. Sekarang ia tengah berada disebuah restoran mewah yang ruangannya memang cukup sepi bersama….

“Sudah berapa lama kalian berhubungan?”.

Itulah suara yang terdengar, saat itu suasananya memang begitu mencekam. Termasuk bagi Yoona, sampai saat ini ia masih tak berani untuk membuka mulut.

“aku bertanya padamu, sebenarnya hubungan kalian sudah terjalin berapa lama?”. Kim Taeyeon―wanita itu semakin memperjelas setiap kata-katanya dengan nada serius. Ya, kali ini ia memang sedang tak main-main.

Yoona menelan ludahnya sekejap, “Eonnie, sudah kukatakan aku… aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa. Hanya sebatas rekan kerja dan…”.

Taeyeon menyelanya cepat, “Kau kira dengan melihatnya berada didalam apartementmu dengan keadaan sedang tertidur seperti tadi tak membuatku curiga? Im Yoona aku bertanya serius padamu, jadi bisakah kau juga menjawab nya dengan jujur?”, ucap Taeyeon semakin mencekam keadaan Yoona sekarang.

Ia tak tahu lagi harus menjawab apa, tangannya hanya bisa mengengganggam erat gelas yang tepat berada dihadapannya.

Taeyeon tersenyum kecut. “Aku mengerti arti dari diammu itu Yoona”. Ia menghela nafas sejenak dan melanjutkan kata-katanya, kali ini dengan nada yang lebih pelan. “Akhiri hubungan kalian”.

Yoona mendongakkan kepalanya dengan mata terbelalak dan perasaan yang masih kaget, “Eo…eonnie??”.

“Apa kurang jelas? Aku bilang akhiri hubungan kalian”.

Lagi-lagi Yoona tak berani untuk mengeluarkan kata-kata, ia hanya bisa menunduk dan tanpa sadar air matanya mulai turun begitu saja membasahi pipi halusnya.

“Ini sulit untukku… eonnie, aku minta pengertian darimu. Jujur, kami memutuskan menjalin hubungan ini bukan dengan pemikiran yang sempit, dan ini sudah terjalin bukan untuk waktu yang singkat. Tapi apa pernah kami terlibat skandal? Setidaknya selama ini tak pernah terdengar sama sekali soal hubungan khusus kami di publik, lagipula kami masih tahu aturan didalam agensi kita, selama ini kami berusaha agar tak diketahui oleh siapapun. Aku… aku mencintainya eonnie, aku tak bisa”, jawab Yoona masih tak bisa menghentikan air matanya.

“Oh sungguh, apa kalian tak memikirkan masa depan karir kalian nantinya jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi?”.

“Aku sudah katakan padamu, selama ini kami berusaha untuk menyembunyikan ini semua. Kupastikan ini tak akan diketahui oleh publik. Sekarang kuminta padamu untuk menutupinya, eonnie aku mengandalkanmu sekarang”.

Taeyeon menghela nafasnya berat, “Dengarkan aku baik-baik, untuk sekarang hubungan kalian memang belum terungkap oleh publik, tapi siapa yang akan tahu jika suatu hari tiba-tiba itu dapat terbongkar? Ingat para wartawan dan paparazzi sudah terlalu berhamburan di negara ini, jangan berlaku sembarangan. Kalian berdua adalah publik pigure, satu skandal yang sederhana saja pun bisa sangat mempengaruhi pada karir kalian, terlebih pada grup kita”, ujarnya dan kembali melanjutkan. “Jika semua terbongkar bukan kau dan dia saja yang akan mendapatkan akibatnya, tapi grup kita, grup mereka, dan juga agensi kita sendiri, semuanya akan terlibat. Jangan memikirkan dirimu sendiri, dan kumohon, turuti perkataanku Im Yoona”.

End of Flash Back

“Yoong, bagaimana? Bajunya sudah kau ambil?”, tanya Sunny tiba-tiba menepuk punggung Yoona.

Membuat Yoona menjadi tersadar dari lamunannya dan memutarkan kepala, “De? Ya! sudah, barusaja ku simpan di bagasi mobil”.

Tak lama Jessica datang seraya membawa setumpukan gaun lainnya, “Kalian berdua, bisa bantu aku bawakan”. Mereka pun membantu meraih sebagian gaun yang Jessica bawa. “bagaimana menurut kalian? Lebih bagus daripada model yang kemarin bukan?”.

Sunny dan Yoona memperhatikannya sesaat lalu mengangguk, “Ya, warnanya juga elegant”.

“Sudah selesai?”, tiba-tiba Donghae datang dari arah kasir.

“Umm… tinggal mengambil satu bahan lagi”, jelas Yoona yang dibalas anggukan paham dari Donghae.

Disela-sela keheningan mereka yang terlalu sibuk memeriksa setiap baju, Donghae pun mulai membuka mulut, “Sica‼”, ujarnya membuat Jessica menoleh padanya dengan alis dikerutkan seakan berkata, ‘Ada apa?’.

“Untuk kembali ke kantor, kau naik mobilku saja”, tawarnya tiba-tiba.

Jessica terlihat salah tingkah, ia menatap dua temannya secara bergantian seperti meminta petunjuk [?] apa yang seharusnya ia jawab. “Euh? Aku…. Umm… maaf oppa, sepertinya aku pergi bersama Sunny saja”, ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sunny.

Terlihat Donghae sedikit kecewa dengan jawabannya.

“Kajja‼”, ujar Jessica kembali sambil melingkarkan tangannya dilengan Sunny. “Yoong, kau saja yang temani Donghae oppa. Kami berdua pergi duluan”. Jessica terus saja menarik tangan Sunny, seperti ingin cepat-cepat untuk keluar dari butik tersebut.

“Ya!Ya! Eonnie, lalu bagaimana dengan ini?”, teriak Yoona yang hanya bisa menatap keduanya yang mulai menjauh.

“Semuanya kupercayakan padamu. Annyeong”, balas Jessica untuk terakhir kalinya yang sekarang sudah mulai berlalu.

“Aish jinjja”, kelas Yoona menghela nafasnya dengan berlebihan.

—————

Sekitar 30 menit lamanya menempuh perjalanan dari butik menuju kantor, akhirnya Donghae menghentikan lajuan mobilnya dihalaman.

Sebelum keluar Donghae melepaskan sabuk pengamannya terlebih dahulu. Setelah berhasil ia menoleh pada Yoona yang sepertinya masih kesulitan melepaskan sabuk pengaman miliknya.

“Aish oppa, susah sekali”, ujarnya masih mencoba melepaskan kuncian sabuk tersebut.

“Biar aku saja”, Donghae menyela dan ia coba untuk lepaskan. Namun sabuk tersebut memang sedikit macet, kurang lebih 5 menit untuk dapat melepaskannya.

“Ish, ada ya mobil seorang artis papan atas sabuk pengamannya sampai macet seperti ini”, cetus Yoona dengan nada meledek.

Donghae mendongakkan kepalanya dengan tatapan mendelik, “Ini karna kau yang memakainya, jangan salahkan aku”.

“Haha karna kejadian tadi sepertinya membuatmu sedikit sensitif seperti itu. Oppa, lain kali seharusnya kau sedikit lebih berani lagi”.

Donghae menggetok kening Yoona, “Bisakah kau tak membahasnya? astaga”.

Yoona merasa tak terima, bibirnya manyun dan kedua tangannya mengelus-ules kening mulusnya. “Araso, tapi apa perlu kau melakukan itu”, gerutunya sambil balas memukul lengan Donghae.

Donghae pun tertawa, “Aaaaa cepatlah keluar, sebelum kau memberikan aura tak enak pada mobilku”, ketusnya saat sudah berada diluar mobil.

“Mworagoyo? Akan ku bunuh kau oppa”, balas Yoona lalu membuka pintu mobil dan ikut keluar. “Oppa, akan pergi kemana? Bantu aku membawa baju-baju itu dul….”, tak sempat melanjutkan perkataannya tiba-tiba saja sebuah mobil hitam melewati mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi dengan suara mobil yang begitu menderung. Yoona menoleh sejenak dengan tatapan kaget, “Omo, mengagetkan saja”, gusarnya sambil mengelus dada lalu kembali melanjutkan. “Apa lagi? Bantu aku membawanya”. Ucap Yoona saat membuka bagasi belakang mobil.

“Tak tahukah aku sedang marah padamu?”.

“Bercandanya sudah selesai‼”.

* * *

Pagi ini para anggota SJ terlihat sudah berkumpul di meja makan. Bahkan Sungmin yang paling sulit dibangunkan pun sudah terjaga. Tapi ada satu, Choi Siwon―pria itu masih belum terlihat.

“Fishy, coba kau bangunkan Siwon. Sudah siang begini dia masih saja belum turun”, celoteh Leeteuk disaat ia tengah menyiapkan makanan dibantu Ryeowook.

“Hmm…araso”, singkat Donghae sambil berlalu keluar dapur menuju lantai atas, tepatnya kearah kamar Siwon.

Secara perlahan Donghae membuka pintu kamarnya sambil sesekali menerawang kedalam, terlihat seorang pria bertubuh kekar tengah duduk disisi tempat tidur menghadap ke jendela. Donghae masuk kedalamnya secara menyelinap.

“Bwaaah‼ sedang apa kau? Terlihat seperti orang sengsara seperti itu, apa yang kau lakukan disini? Mengapa tak segera turun?”, tanyanya beruntun.

Yang ditanya hanya diam cuek tanpa menoleh.

“Aish bocah ini. Ya! Sarapan sudah siap, kau tak turun?”, tanya ulang Donghae lagi.

Akhirnya Siwon pun menoleh dan menjawab, “Aku akan kebawah sebentar lagi”, jawabnya datar sambil berjalan menuju kamar mandi yang berada diluar kamar.

“Kenapa dengan orang itu?”.

Siwon POV
Kesal dan marah, itulah yang sedang kurasakan saat ini. Bukan karna masalah semalam, aku tak bodoh, aku tak akan marah padanya karna masalah sepele seperti itu. Tapi setidaknya ia mengabariku, bukan aku mencoba untuk bersikap menjadi kekasih yang protective, walau tidak selalu bisa bertemu tapi kita biasa memberitahukan semua kegiatan kita atau sekedar memberikan kabar setiap waktu.

Dan sekarang apa sebenarnya yang terjadi? Perubahannya, sikapnya, benar-benar berbeda. Ia marah padaku? Tapi karna apa? Bukankah selama ini aku selalu mencoba untuk menjadi kekasih yang baik untuknya.

Aku benar-benar tak tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikirannya saat ini, mungkinkah ia sudah tak mencintaiku lagi?

Aku menyusuri koridor kantor bersama Leeteuk hyung menuju ruangan rekaman.

“Siwon-a, benar kau tak apa-apa? Pagi ini wajahmu itu terlihat begitu berantakan”, ucap Leeteuk hyung menatapku khawatir.

Aku tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala, “Walaupun aku kelelahan setidaknya ketampanan ku ini tak pernah hilang”, candaku yang disusul oleh bidigkan jijik dari Leeteuk hyung.

Aku membalas dengan tawaan renyah.

“Hah untung saja jadwal pemotretan bisa diundur”, hela seseorang dari awang toilet dan berjalan menuju koridor dimana aku dan Leeteuk hyung berada.

“De, banyak waktu untuk beristirahat”, ucap orang disebelahnya sambil merentangkan tangan lalu kemudian matanya terarahkan padaku.

Wajahnya berubah menjadi kaget seketika dan terdiam kaku.

“Ish, Yoong. Kenapa berhenti?”, tanya Sooyoung berbalik kebelakang sambil menoleh pada Yoona.

Yoona menggeleng cepat, “euh? Tidak apa-apa”.

“Gg, mereka? OPPA!”, teriak Sooyoung berjalan menghampiri kami berdua seraya menarik tangan Yoona. Entah kenapa, tapi terlihat jelas jika ia begitu kikuk saat bertatap muka denganku? Apa ia sudah mulai merasa bersalah padaku?

“Kalian akan pergi kemana?”, tanya Leeteuk hyung menyambut kedatangan mereka.

“Kami akan pergi makan siang di cafetaria, kalian mau ikut?”, tawar Sooyoung.

Tampaknya Yoona masih belum berani untuk membuka mulut.

“Benarkah? Waa ide bagus, kami juga belum makan siang. Kalau begitu….”, ucapan Leeteuk hyung segera kusela dengan cepat.

“Maaf aku tak ikut, aku sedang tak nafsu makan”, ujarku spontan dan datar sambil meninggalkan ketiganya.

Semoga dengan sikapku seperti ini dia akan lebih menghargaiku. Sikapnya yang kini berubah sungguh membuatku hampir frustasi. Ya, aku yakin setelah ini dia akan minta maaf padaku.

End of Siwon POV

Siwon memalingkan wajahnya kebelakang dan berlalu pergi sambil menyimpulkan senyuman kecut.

‘Dia marahkah padaku? Tidak…Ini awal yang baik, ya… seterusnya ia harus seperti ini’, batin Yoona dalam hatinya melihat kepergian Siwon yang mulai pergi menjauhinya.

“Kenapa dengannya?”, tanya Sooyoung ikut menatap kepergian Siwon dengan alis terangkat.

Leeteuk mengangkat pundaknya, “Entahlah, hari ini dia terlihat sangat aneh”.

* * *

Yoona yang barusaja keluar dari toilet langsung dibuat kaget oleh Seohyun yang berpapasan dengannya secara tiba-tiba. “Eonnie, kau dipanggil oleh manager Song”, ujarnya sambil menyilangkan kakinya seperti sedang menahan pipis.

“Ada apa”, tanya Yoona santai sambil mengeringkan wajahnya dengan sapu tangan warna biru miliknya.

“Entahlah, kalau tidak salah ia akan membicarakan jadwal pemotretan mu dengan… aaaah aku sudah tidak kuat”, Seohyun tak sempat menyelesaikan pembicaraannya karna sesuatu yang sudah tak tertahankan [?].

Yoona menatap dengan heran, ia megangkat kedua pundaknya sambil menghela nafas yang berlebihan lalu berjalan menuju ruangan manager Song sesuai perintah.

Lima menit kemudian ia sudah sampai didepan pintu ruangan manager Song, ia pegang gagang pintu lalu membukanya secara perlahan. “Annyeong..”.

Sapanya pelan membuat semua orang yang berada didalamnya langsung mengalihkan pandangan padanya.

“Kau Yoona-ssi, ayo masuk”, sambut manager Song Kibum sambil mempersilahkan ia untuk duduk berhadapan dengan Siwon.

Mata keduanya akhirnya bertemu, namun bukan sebuah tatapan manis atau manja seperti biasanya, namun tatapan yang begitu dingin dan kaku.

“Ayo duduklah”, perintah manager Song Kibum kembali saat melihat Yoona yang masih berdiri mematung didepan pintu.

Yoona berpaling pada manager Song, “De?”. Ia pun mendudukan diri di kursi yang sudah tersedia masih dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia terus berusaha memalingkan wajahnya dari wajah Siwon.

Suasana heningpun terjadi, manager Song dan manager Lee saling menatap keduanya bergantian dengan tatapan aneh, tak biasanya mereka seperti ini.

Manager Song pun berdehem membuat ketiganya berpaling padanya. “Baiklah, meeting singkat kita lebih baik segera dipercepat. SPAO kembali akan meluncurkan pakaian baru untuk musim dingin ini, dan mereka kembali meminta untuk kalian yang menjadi model mereka. Tapi sepertinya kita akan mengubah sedikit jadwal photoshoot kali ini, kalian akan tetap menjadi model utama namun melakukan photoshoot secara terpisah”.

“Maksud manager?”, tanya ulang Siwon yang belum bisa mencerna apa yang dikatakan oleh manager Song.

Kali ini manager Lee Seunghwan yang menjelaskan, “Jadwal yang dijanjikan oleh pihak dari sana bentrok dengan jadwal syuting CF mu. Jadi Yoona-ssi, tetap akan melakukan photoshoot sesuai jadwal sedangkan kau Siwon akan sedikit diundur”.

“Tapi jika jadwalku diundur kenapa Yoona juga tidak? Bukankah itu akan lebih baik?”, ujar Siwon terlihat terkekeh.

“Awalnya aku juga berpikiran yang sama denganmu, tapi Yoona…”, saat manager Song menghentikan perkataannya, Siwon melirik kearah Yoona dengan tatapan bingung.

“Ada apa?”.

Yoona terdiam sejenak yang akhirnya membuka mulut, “Kurasa akan begitu menyusahkanku jika harus menunggu jadwal syuting mu selesai, lagipula manager Song bilang schedule ku sedang padat, jadi aku ingin segera menyelesaikan photoshoot ku dengan cepat”.

‘Ish… ada apa ini?’, gerutu Siwon dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

Yoona keluar dari ruangan rapat diikuti Siwon yang tiba-tiba menahannya dengan menarik tangan Yoona dan membawanya pergi.

“Oppa, kau akan membawaku kemana?”, tanya Yoona sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Siwon.

Siwon pun akhirnya menghentikan langkahnya ditengah-tengah koridor perusahaan yang cukup sepi. keheningan mulai terjadi diantara keduanya. Siwon hanya menatap wajah Yoona dengan perasaan tak menentu.

Perlahan tangannya mulai meraih kedua tangan Yoona dengan lembut lalu berkata, “Chagi, tak ada yang terjadi denganmu kan?”.

Mendengarnya Yoona hanya bisa mengerutkan kening tak mengerti, “Oppa, ada apa?”.

Tanpa menjawab tiba-tiba saja Siwon memeluk tubuh Yoona dengan begitu erat, hatinya kali ini benar-benar sedang diliputi oleh kecemasan.

Yoona masih terdiam dan sedikit kaget atas perlakuan Siwon tersebut, “Oppa…”, pekiknya yang langsung saja disela oleh Siwon.

“Bisa diam sebentar? Aku sedang tidak tenang”, ucapnya sambil mengelus-elus kepala Yoona sambil memejamkan mata dan menyenderkan dagunya dipundak gadisnya itu.

Beberapa saat Siwon pun melepaskan pelukannya, namun masih dengan posisi mereka yang begitu dekat.

Yoona hanya bisa menampakan wajahnya yang kaku membuat Siwon menjadi tersenyum kecil, “Benar-benar merindukanmu, kumohon ijinkan aku untuk melakukan ini”, perlahan Siwon semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Yoona dengan lembut.

Yoona masih terdiam, matanya yang terbuka perlahan menjadi tertutup dan semakin merasakan hangatnya sentuhan yang begitu ia rindukan dari kekasihnya itu.

‘Jangan melakukan ini lagi’, tiba-tiba-Yoona terbangun dari alam bawah sadarnya, matanya terbuka dengan cepat sambil menghempaskan tubuh Siwon agar menjauh darinya. “Tolong jaga sikapmu, kita sedang berada dikantor sekarang”, ujarnya sambil melangkahkan kakinya untuk segera pergi dengan langkah yang semakin dipercepat.

Sementara itu Siwon masih diam ditempat dan hanya bisa melihat kepergian Yoona dengan tatapan lirih.

* * *

Tepat pukul 8.00 waktu setempat semua anak didik dari agensi SMEnt baru saja melakukan sebuah meeting penting. Dengan teratur mereka mulai keluar dari ruangan rapat yang berada di lantai 3.

“Semuanya langsung ke mobil saja ya. Tak ada yang boleh kemana-mana. Saat di dorm kita harus latihan”, jelas sang leader Leeteuk ketika mereka semua tengah berjalan beriringan.

Semua mengangguk paham.

Tak lama tiba-tiba saja Donghae menghentikan langkahnya lalu berteriak, “YOONG!”.

Gadis yang dipanggil yang saat itu tengah bercengkrama dengan rekannya langsung berpaling dengan alis terangkat.

“Hyung, aku kesana dulu sebentar. Kalian tunggu saja aku diparkiran”, lanjut Donghae lalu berlari menghampiri Yoona.

Siwon yang melihat pemandangan itu terang saja membuat rasa cemburunya datang kembali. Dan yang paling tak ia sangka pria yang membuatnya kesal adalah sahabatnya sendiri. Ah tidak, bahkan hubungan mereka lebih dari keluarga.

Disini mungkin Siwon tak akan menyalahkan Donghae, ia juga sadar bahwa memang selama ini Donghae tak mengetahui apapun tentang hubungannya dengan Yoona. Tapi kenapa gadis itu akhir-akhir ini malah selalu terlihat semakin dekat dengan Donghae sedangkan padanya selalu menjauh. Tidakkah ia mengerti perasaanku bagaimana sekarang? Pikir Siwon menatap dengan acuh tak acuh kearah Yoona dan Donghae yang entah sedang membicarakan tentang perihal apa.

Senyum renyah yang selalu mengembang dari wajah Yoona saat berbincang dengan Donghae membuat hati Siwon bak ditusuk dengan berpuluh-puluh bahkan beribu-ribu jarum yang sangat runcing. Ia semakin dibuat tak mengerti, kekesalannya kali ini benar-benar sudah memuncak.

Ia membuang muka dari keduanya lalu berlalu dengan langkah yang penuh amarah.

Yoona POV

“YOONG!”, terdengar seseorang memanggilku.

Aku mengalihkan pandanganku kearah suara. Shhh fishy satu itu hampir saja membuatku gila.

Aku menarik lengan Jessica eonnie yang saat itu tepat berada disampingku. “Eonnie, gara-garamu aku jadi selalu diganggui oleh bocah itu. Tidakkah sekali saja kau ladeni dia? Karna kalian aku yang menjadi korban”, runtukku.

Sica eonnie menatapku dengan delikan, “Sudah ku katakan acuhkan saja dia. Aish, sudah mau kesini saja”. Sica eonnie langsung melepaskan tanganku lalu pergi menjauh saat Donghae oppa mulai berjalan menghampiri.

“Ada apa lagi?”, ujarku yang langsung menyambarnya.

Ia mengerucutkan bibir, “Astaga, bisakah kau sedikit sopan pada oppamu ini hah?”.

“Ya oppa, jika kau terus seperti itu kali ini aku tak akan membantumu lagi”, ancamku tak ingin kalah.

“Ya baiklah, begitu saja marah”.

Haha ia memang selalu takluk olehku [?].

“Lalu apa yang oppa inginkan sekarang?”.

“Tidak ada apa-apa, aku hanya menanyakan… dia mengganti nomor ponsel ya? Aku susah menghubunginya dari kemarin”. Pertanyaannya yang polos bak orang yang tak mempunyai dosa membuatku ingin terjatuh sekarang juga.

End of Yoona POV

* * *

Pagi itu Yoona baru saja selesai membersihkan diri. Ia keluar kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk putih lalu berdiri dimeja rias. Terlihat dari bayangan cermin, seseorang dibelakang masih tertidur dengan sangat pulas diatas ranjang.

“Yah Seobaby, irona palli. Kau tak lihat diluar sudah siang”, celoteh Yoona saat sudah mulai menyisir rambut panjangnya.

Namun orang yang dibelakang sana tak mengubris sama sekali. Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya.

Drrrtttt… ddrrrrrttt…

Tak lama seseorang memanggil, dengan sigap Yoona meraih iPhone putihnya yang berada tepat dimeja rias didepannya.

Tapi ia sedikit ragu setelah mengetahui siapa yang memanggilnya. Choi Siwon―itulah nama yang tertera dilayar ponselnya.

“Yeobeoseyo?”.

“Yoong, aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Bisakah siang ini kita bertemu di cafe biasa?”. Ucapnya langsung to the point. Bahkan sebelum ia berkata halo.

Yang diajak bicara belum menjawab apapun, Yoona tak tahu apa yang sebaiknya ia jawab.

“Kau dengar aku? Yoong..??”, ulang Siwon dijalur lain

Yoona berdehem sejenak. “De, aku dengar”, jawabnya benar-benar singkat.

“Lalu? Kau mau menerima tawaranku? Pukul 1 siang, kau bisa kan menemuiku?”.

Setelah berpikir sejenak Yoona pun mengiyakan. “Umm… baiklah”. Jawab Yoona akhirnya, walaupun masih sedikit agak ragu.

Siwon POV

Kusenderkan badanku di kursi sambil menatap kosong kedepan. Ruangannya memang sedikit tertutup. Ya, aku sengaja untuk memilih aman.

Sudah kurang lebih setengah jam aku menunggu, akhirnya seseorang membukakan pintu.

Kudongakkan kepala menoleh kearahnya, ia balas menatapku tanpa ekspesi apapun. Perlahan ia mulai melangkahkan kakinya lalu duduk tepat bersebrangan denganku.

Awalnya kita saling diam. Entah kenapa tiba-tiba saja perasaanku berubah menjadi gugup.

“Kau… ingin mengatakan apa padaku?”, tanyanya memulai pembicaraan.

“Euh? Aniya, tentang itu kita bahas nanti saja. Kau ingin pesan apa?”, kucoba untuk lebih mencairkan suasana agar tak terlalu kaku.

“Aku tak ada waktu untuk membuang waktu seperti ini lagi, kau menyuruhku kesini untuk mengatakan sesuatu. Jadi katakan saja sekarang”.

Kata-katanya itu yang membuatku benar-benar kaget, baru kali ini ia berkata begitu sinis padaku.

Aku tersenyum, “Ya. Baiklah. Aku akan langsung ke intinya saja”.

Dia tak bereaksi dan hanya menatapku dengan dingin.

Kuhela nafasku sejenak lalu berkata, “Kau marah padaku?”.

Yoona terlihat bingung, ia mengerutkan keningnya. “Marah untuk apa?”.

Kali ini aku mulai menatapnya dengan serius. “Akhir-akhir ini kau seperti banyak menghindariku. Bukan itu saja, setiap aku mencoba menghubungimu pasti tak selalu kau angkat. Ada apa sebenarnya? Aku benar-benar khawatir karna ini”.

Ia tak menjawab dan malah menunduk.

“Im Yoona, jelaskan padaku kenapa sebenarnya. Jika aku memang membuatmu marah dan kesal aku minta maaf. Tapi kumohon, jangan menghindariku seperti ini lagi, kau tahu aku sangat sakit”.

“Kau tak membuat kesalahan apapun”, ia menyela dengan sigap.

Aku menatapnya dengan sendu, “Lalu kenapa? jangan membuatku salah paham seperti ini. Coba jelaskan padaku”.

“Aku merasa sudah lelah”.

“Lelah?”.

“Ya, lelah”, ia mengantungkan kata-katanya dan mulai menatap mataku kembali. “Karna kau hidupku jadi tak bebas”.

Kuangkat alis, apa sebenarnya yang ia katakan. “Maksudmu apa? Tak bebas apanya?”.

“Kurasa hubungan ini sudah tak baik. Jujur, aku merasa kau sudah menjadi penghalang bagi karirku. Aku tak dapat melakukan apapun dengan leluasa. Karna aku merasakan kau selalu mengawasiku setiap saat. Yang paling bodoh adalah, aku harus berbohong kepada semua orang untuk menutupi hubungan rahasia ini. Karnanya hidupku jadi tak tenang karna terbayang-bayang oleh semua kebohongan kita”.

“tapi bukankah dulu kita sudah membuat kesepakatan, lagipula apa pernah ada masalah karna hubungan kita? Sekarang ini masih baik-baik saja. Dan kenapa kau baru mengatakan nya sekarang?”.

“Itu karna aku tak punya keberanian, dan kali ini kesabaranku benar-benar sudah berada dipuncaknya. Aku ingin segera mengakhiri ini…. Lagipula apa kau tak merasa sedih menjadi kekasih yang tak pernah kuanggap seklipun didepan semua orang”.

“Tidak, aku tak masalah sedikitpun”.

“Kau tidak tapi aku‼”.

Aku menoleh padanya, matanya mulai berkaca-kaca. Tapi hatiku kali ini juga tak kalah sakitnya.

“Jadi kau ingin mengakhiri hubungan ini?”, walaupun berat tapi akhirnya ku keluarkan juga kata-kata ini.

“Aku tahu kau mengerti maksudku”.

Aku menunduk dan tersenyum kecut. Begitu entengnya ia berkata seperti itu.

“Apa kau yakin kau ingin memutuskan ku karna masalah itu?”.

“Apa perlu aku mengatakan yang lebih menyakitkan untukmu?”, ia benar-benar sedang menantangku.

“Kurasa sepertinya bukan karna itu, yang sebenarnya adalah sekarang kau sudah menemukan pria lain yang kau cintai bukan?”, lagi-lagi ku keluarkan senyum sinis ini.

Ia terdiam, entah tak mengerti atau memang berpura-pura tak mencerna kata-kataku.

“Sebaiknya kau langsung katakan saja, jangan banyak omong kosong. Kau tak mencintaiku lagi dan sudah menemukan yang baru. Jangan menganggapku anak kecil, aku tak bisa kau bohongi. Dan aku juga akan menghargai keputusanmu, jika memang kau menganggap Lee Donghae lebih baik daripada Choi Siwon”.

“Mwo…mwoyo? Mengapa kau malah membawa-bawa Donghae oppa? Ini sama sekali tak ada sangkut paut dengannya”.

“Jangan menyangkal, jawaban yang jujur yang kubutuhkan sekarang. Kau kira aku tak memperhatikan kalian berdua. Malam itu aku melihat kau tengah berdua-duaan didalam mobilnya, dan Donghae yang semakin sering menemuimu akhir-akhir ini. Katakan saja yang jujur jika kau memang sudah bosan padaku. Dibohongi itu lebih menyakitkan kau tahu”.

Ia terlihat begitu kaget, matanya sedikit terbelalak. Entah apa yang tengah ia pikirkan sekarang.

“Jangan bungkam seperti ini, cepat katakan sesuatu”.

Yoona tersenyum seperti dipaksakan. “Sepertinya aku tak perlu menjelaskan lagi tentang itu. Aku merasa lega kau sudah mengetahui semuanya. Aku memang wanita seperti itu”.

Kata-katanya yang sangat tajam masih membekas, aku tak mengira ia akan melakukan hal yang berani seperti ini. Pikiranku benar-benar sudah diluar kendali. Aku hampir mabuk berat karna minuman yang terus masuk kedalam tubuhku. Kau, wanita yang sudah menghilangkan semuanya.

End of Siwon POV

* * *

Sejujurnya aku tak tega melakukan ini.

Aku minta maaf

Maaf

Maafkan aku

Aku tahu dengan sikapku padamu seperti ini akan sangat membuatmu sakit.

Tapi tidakkah kau mengerti,

aku disini juga merasakan hal yang sama.

Bahkan membuat orang tersayang sendiri menjadi sedih sangatlah lebih menyakitkan.

Tak peduli apa reaksimu nanti,

tak peduli suatu hari penilaianmu terhadapku akan berbeda,

namun yang kutahu pasti, kau akan tetap menjadi orang yang menempati singgasana hati ini.

***To Be Countinued***

Mianhae… udah sangat telat ya publish ni FF (sedih sih yang coment dikit banget). Dan maaf juga kalo aku bikin chapter ini begitu sangat dan super duper ‘SAD’. [?] *perpaduan kata yang sangat efektif* -_______-.

Tapi jangan langsung pada kabur aja, next chapter author pastikan akan semakin seru dan akan menguji adrenalin kalian [?] haha *apabetlahya*.

Eh tapi kali ini aku mau bikin perjanjian boleh? Kalo chapter ini yang coment kurang dari 50 gak akan author lanjutin nih, tapi kalo udah lebih baru deh dilanjut :p. Sesuju kan? Author kan pengen di hargai juga😦 untuk silent reader udah cukup ya, jangan dateng ke blog ini lagi. Kita udah putus untuk selama-lamanya [?].

Untuk my loyal reader, aku tunggu komentar dan sarannya^^

FINALLY! ADMIN GEE MINTA PERHATIANNYA‼!

BUAT YANG MERASA UNITED TULEN [?] WAJIB NGISI BIO NYA DI PAGE YoonWonited Zone YA! ADMIN GEE TUNGGU. MARI SALING BERKENALAN DENGAN UNITED LAIN DISANA^^

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

292 Komentar

  1. Cha'chaicha

     /  September 13, 2014

    Ko chapter ini galau sekali…uuu

    Balas
  2. sumpahhhh nyesekkkk bgd bgd bgd baca chpter ini, yoona kenapa sih ga ngmng ajh ke siwon yg sbenarnya terjadiiii ayolahhhh jngn buattt siwon oppa menderita lama lamaaaaa…huhuhu sedih bgd liat yoona tersiksa ugh dasarrr taengg ga kasihan apa sama yoona…hikz hikz

    Balas
  3. Lee Cheonsa

     /  November 4, 2014

    Oh yoona-ya kau membuat siwon salah paham… Tidakkah ini semakin mrlenyakitkan. Kau tak lelah ???

    Balas
  4. Lee Cheonsa

     /  November 4, 2014

    Oh yoona-ya kau membuat siwon salah paham… Tidakkah ini semakin mrlenyakitkan. Kau tak lelah ???😦

    Balas
  5. Any

     /  November 25, 2014

    Mak Jleb…Nyesss…Sakitnya tuh disini Yooong…gitu kali ya ungkapan yg cocok buat Siwon krn diputusin Yoona…

    Balas
  6. Dwi Sivi

     /  Desember 8, 2014

    heuh makin sedih aja nih ceritannya… aku baru tau ternyata yg di panggil eonni waktu itu adalah kim taeyeon.. knapa tae eonni gk ngertiin aja sih.. kasian kan yoonwon menderita

    Balas
  7. mila

     /  Desember 18, 2014

    Hiks….hiks….sakiit…..ga bs comment apa2 selain huuwaaaa……

    Balas
  8. jadi bener yang nyuruh yoona menjauhi siwon itu taeyeon >< mana siwon salah paham lagi dengan kedekatan yoona sama donghae,,, lanjut next chapter😀

    Balas
  9. swari kartika

     /  Januari 21, 2015

    Kt wonppa mnjadi yg dibohongi itu menyakitkan.. bener bgt knp yoona oennie gak jujur aj.. kan bisa dihadapi berdua.. drpd kyk gitu sama2 terluka.. wonnpa galau bgt kyknya.

    Balas
  10. Nhiina

     /  Maret 2, 2015

    Huaa , Tissue mana tissu *disodorinwonppa*
    sumpah , gue nangis nhii .
    Ternyata taeng eonni yg nyuruh yoong wat mutusin wonppa ? aiss ! taeng eonni jahat !
    yoong eonni ? tolng dipikirkan lagi neh ?

    nyesek bget !

    Balas
  11. Zhahra

     /  Maret 23, 2015

    Huuuuuahhh….unniii…..knpa jdi gini…?
    Yoona unni jahat banget siih…
    Kenapa….??
    Apa kurangnya wonpa…
    Kami akan selalu mendukung hubunganmu dengan wonpa kok…
    Jdi please donk yoona unni…jangan bersikap gitu..

    Balas
  12. Nhiina

     /  April 27, 2015

    huaa , nyeseek bget nhi chapter . .
    eonn , pikirkan baik2 . .
    jdi klian skrang udah bnar² break ?
    aisss . . ini gara² taeng eonn . .

    Balas
  13. yah kok putus sih thor. tapi bakalan balikan kan???mian thor ngarep banget.

    Balas
  14. Kim eun ah

     /  Juni 7, 2015

    Yah taeyeon eonnie jahat gak bisa ngertiin yoona eonnie

    Balas
  15. zama yunjae shipper

     /  Juli 16, 2015

    ya, cerita nya bikin gw nangis.

    Balas
  16. Deery00ng

     /  Agustus 17, 2015

    Ngenes bgt . .
    Akhirnya yo0nwon sama2 trsakiti deh
    gak tega

    Balas
  17. ria

     /  Oktober 7, 2015

    Sakit dech,,
    Chap ini bkn nyesek

    Balas
  18. paris

     /  November 5, 2015

    Ah bikin galau bikin sedih😦
    Yoona sama siwon nyaaa kok putus😦

    Balas
  19. Yakk ko putus sihh😦 #nangisdipojokan kenapa gara2 taeyeon itu ya?bilang suruhnputus >_<

    Balas
  20. ayuuk171

     /  Februari 11, 2016

    HUAAAAAA sumpah nyesek pengen nangis kenapa mereka harus putus… mana siwon salah paham lgi ama yoona-donghae… makin runyam kan, seandainya taeyeon gak masuk apartemennya yoona saat itu pasti gak bakal kek gini…T_T T_T

    Balas
  21. susi

     /  Februari 17, 2016

    Tuh kan bener seduai dugaan aku yang dateng itu bukan eonny nya yoona tapi taeyeon ya’ampun taeyeon eonny ko tega banget sih segitu nya sama yoona emang ga bisa ya dukung siwon dan yoona..
    Aku filing sih kalo dia yang ada di apartemen yoona waktu itu karna dianya yang keliatan cuek gitu sama yoona dan ga ngubris perkataan seo yang bilamg kalo ada yang aneh sama yoona…
    Huuuff aku ga suka sama sikap yoona yang kaya gini dia jiga biarin siwon nya salah paham..
    Aku yakin setelah ini dia pasti akan menyesal…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: