[FF] Ever Lasting Love (Chapter 3: What’s Wrong With You?)

FF Ever Lasting Love

Author: Resty Meidalita Utami/GEE

Genre: Romance

Rating: PG 15+

Chapter 3: What’s Wrong With You?

Choi Siwon―Im Yoona

* * *

Siwon mulai terjaga, perlahan-lahan matanya terbuka saat mendengar ponselnya berbunyi. Sigap ia meraih ponselnya, tertera nama Leeteuk hyung dilayar.

“Iya, ada apa hyung?”, ucapnya membuka pembicaraan dengan posisi masih tertidur. “Umm… aku sedang di apart… maksudku dirumah appa…. Ya sebentar lagi aku akan segera ke dorm…. De, arasoyo… umm, annyeong”.

Ia tutup flap lalu kembali menaruh ponselnya di meja samping sofa. Melihat kesekeliling begitu sepi, ia menghembuskan nafasnya berlebihan seraya menggeliat dan menguap. “Chagi…. Chagiyaa…”, panggilnya namun tak ada satu suarapun yang menjawab.

Ia pun mengubah posisinya menjadi duduk, menunduk dan terdiam sejenak karna masih terasa pusing akibat terlalu lama tidur.

Beberapa saat ia mendongakkan kepalanya, ruangan ini memang benar-benar sepi. “Kemana dia?”, gumamnya saat merasa ada sesuatu yang hilang.

Ia memutarkan kepala dan mendapatkan pintu kamar yang terbuka. Siwon bangkit dan tersenyum menyeringai, entah ide apa yang terlintas dipikirannya, ia berjalan secara mengendap-endap kearah pintu kamar itu.

“Bwaaahhh, kau sedang ap…..”, ucapannya terhenti. Wajahnya berubah heran, dikamar tak ada siapa-siapa. Ia menghela nafas sambil berkacak pinggang lalu memutarkan badan kembali kearah ruang tengah. “Chagi, sudahlah. Aku sedang tak ingin bermain, kau dimana?”.

Namun tetap saja tak ada jawaban. Ia menatap kearah jendela dengan tatapan bingung.

CLEK~ tak lama terdengar pintu apartement terbuka, dengan cekatan ia memutarkan kepalanya kearah pintu. “Dari mana saja?”, tanya Siwon langsung menghampiri.

Orang yang ditanya hanya menjawab dengan dingin, “Aku sedikit ada urusan”, jawab Yoona tanpa menoleh dan berjalan dengan lempeng kearah ruang tengah lalu duduk disofa depan televisi.

Siwon mengangkat alis dan menoleh heran, ia pun ikut berjalan mengikuti lalu duduk di samping Yoona.

“Apa ada sesuatu terjadi?”, tanya Siwon mengelus rambut Yoona namun segera dihempas olehnya.

“Tidak ada”, ujarnya pelan berusaha menghindar. “Sudah pukul 8, kau tak pergi ke dorm?”.

Siwon menghela nafasnya lalu berdiri, “Ah benar, barusaja Leeteuk hyung menghubungi dan menyuruhku untuk segera pulang”, ia mengambil mantel di kepala sofa. Namun Siwon merasa ada sesuatu yang aneh, ia menunduk dan menatap kearah Yoona yang masih terduduk di sofa. “Benar tidak apa-apa?”, tanyanya dengan nada khawatir.

Yoona mendongakkan kepala dan balas menoleh, “Wae? Aku tidak apa-apa. Lebih baik cepatlah pergi ke dorm, lagipula sebentar lagi eonnie ku akan datang”.

Siwon mengangguk paham dengan senyuman yang sulit diartikan, “Umm…baiklah, aku pergi”, pamitnya dengan ragu berjalan kearah pintu.

Didalam Yoona hanya bisa melihat kepergian kekasihnya itu dengan tatapan datar.

Ia menghembuskan nafasnya seraya menunduk lemas. Kemudian berjalan menuju kamarnya. Begitu sepi, itulah yang ia rasakan saat ini. Mendudukan diri disisi tempat tidur, tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.

Tangannya tergerak mengambil ponsel dimeja samping ranjang. Lalu dengan cepatnya segera ia lepaskan batre  dari ponselnya. Entah apa maksudnya, namun kini matanya mulai berkaca-kaca.

Ia rebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil menarik selimut untuk membaluti tubuhnya yang kedinginan. Perasaannya benar-benar tak karuan, ia mencoba menutup mata, namun sepertinya tetap tak bisa menghilangkan rasa cemas dalam pikirannya saat ini.

Tiba-tiba air mata yang bening keluar begitu saja dari pelupuk mata indahnya.

* * *

“Kau kenapa?”, tanya Siwon saat mendudukan diri di sofa lalu menyesap air minum.

Orang yang berada disampingnya menoleh dan langsung beranjak mengubah posisinya menghadap Siwon. “Besok pagi kita jadi pergi ke Hongkong?”, tanya Kyuhyun memasang wajah yang begitu ingin tahu.

Sebelum menjawab Siwon meneguk sejenak minumannya terlebih dahulu, “Hmm… kurasa tidak”, jawabnya datar.

Mendengar jawaban itu senyuman lebar langsung mengembang begitu saja di wajah Kyuhyun seakan mengatakan, ‘Bagus!’. Namun kebahagian singkatnya itu langsung pudar saat Siwon melanjutkan perkataannya, “Maksudku tidak pagi, tapi sore harinya”.

DUNG! Bagaikan terguling-guling dari gunung es Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya kesal, “Astaga itu sama saja”, ucapnya merebahkan kepala di sofa.

Siwon sedikit tersenyum evil karna merasa berhasil mengerjai si magnae satu ini, “Memangnya kenapa? terlihat begitu malas untuk pergi”.

“Ya hyung, selama 5 bulan ini aku tak pernah mendapatkan liburan. Setidaknya biarkan aku untuk libur dihari ulangtahun ibuku”, celotehnya frustasi.

“Ish, kenapa bilang padaku? Aku bukan menejer mu”, timpal Siwon datar. Kyuhyun tak menjawab dan malah memalingkan wajahnya dari Siwon masih dengan raut muka yang kesal. Siwon pun tertawa, ia menarik leher Kyuhyun dengan lengannya, “Sudah makan belum?”, ujarnya tepat ditelinga Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan hyung?”, ujarnya meronta-ronta sambil mencoba melepaskan lengan Siwon dari lehernya.

“Kutanyakan kau sudah makan belum?”, ulang Siwon lebih memperjelas perkataannya.

Kyuhyun menghela nafas sesaat, “Memangnya kenapa jika belum?”.

“Bagus”, Siwon bangkit dari duduknya, Kyuhyun memperhatikan dengan mata selidik. “Kalau begitu ayo kita keluar”.

“Untuk apa?”, tanya Kyuhyun dengan alis terangkat tak mengerti.

“Masih bertanya lagi”, Siwon berkacak pinggang seraya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melanjutkan, “Kau kira aku mengajak keluar untuk apa? Tentu saja mencari tempat makan”.

Senyuman tiba-tiba saja mengembang di bibir Kyuhyun dengan mata berbinar lalu berdiri cepat dan menghampiri Siwon, “Hyung akan mentraktirku? Waaa kenapa tak bilang daritadi”, ujarnya mendorong tubuh Siwon kearah pintu.

“Ya Ya Cho Kyuhyun, siapa yang bilang aku akan mentraktirmu? Aku hanya mengajakmu ma…”.

“Sudahlah hyung, tak usah segan padaku. Aku tak akan menuntutmu apa-apa, kau mengajakku kemanapun aku akan ikut”.

“Astaga bocah ini, jika makanmu banyak aku tak akan membayarnya”.

“Baiklah, aku hanya akan makan sedikit”.

“Shhh membual, kau selalu berkata seperti itu”.

* * *

“Jadi sudah mengerti ya, malam nanti kalian harus sudah bersiap-siap untuk pergi ke Pyeongsan?”, ucap Manager Song Kibum saat melakukan meeting bersama member Soshi. Yang lain hanya menanggapi dengan anggukan mengerti. Song Kibum―ia lantas bangkit dari duduknya lalu lanjut berkata, “Kalau begitu, Taeyeon, Yoona dan Seohyun, sekarang kita harus segera kembali ke tempat syuting CF kalian”.

Taeyeon dan Seohyun lantas berdiri sesaat mendapat perintah dari managernya itu. Lalu Yoona?

“Im Yoona, kau mendengarku?”, ucap ulang Song Kibum menoleh heran pada Yoona yang sedaritadi tetap diam dan terlihat melamun.

“Ah iya… kenapa?”, tanyanya dengan pikiran kabur percis seperti orang yang linglung. Ia menjadi pusat perhatian, semua orang menatapnya dengan alis terangkat. Yoona sendiri pun menjadi salah tingkah dibuatnya.

Song Kibum menghela nafasnya, “Bergegaslah untuk pergi ke tempat syuting”.

Yoona mengangkat dagunya pelan kearah Taeyeon dan Seohyun secara bergantian. Seohyun menggigit bawah bibirnya seperti menekankan pada Yoona agar segera berdiri.

“Hh… de, arasoyo”, ujarnya bangkit dari duduknya dengan raut wajah yang kikuk.

“Eonnie, apa yang terjadi denganmu?”, tanya Seohyun dengan nada khawatir saat mengambil tempat duduk tepat disamping kiri Yoona.

Mereka yang kala itu baru menyelesaikan take kedua syuting CF mereka, memutuskan untuk beristirahat sejenak ditempat costum.

“Apa? Tidak ada, aku baik-baik saja”, jawab Yoona yang membuat Seohyun semakin ragu. Ia terus menatap Yoona dengan begitu selidik membuat Yoona balik menatapnya dengan salah tingkah, “Ya Seo Joohyun, mengapa menatapku seperti itu? Sudah kukatakan tak terjadi apa-apa denganku”.

“Baiklah eonnie, jika kau tak ingin mengatakannya padaku sekarang, aku tak akan memaksamu”, timpal Seohyun memalingkan wajahnya dari Yoona.

Sedangkan Yoona membalasnya dengan helaan nafas berat, “Sudah kukatakan tak ada apa-apa. Sejak kapan kau berubah profesi menjadi tukang mengintrogasi orang seperti ini?”.

Tiba-tiba terdengar suara derap kaki yang semakin lantang terdengar. keduanya lantas memalingkan wajah mereka keawang pintu. Kim Taeyeon―wanita itu masuk menghampiri seraya memegang sebuah botol softdrink di lengan kanannya.

“Eonnie, sudah selesai?”, tanya Seohyun.

Taeyeon mengangguk dan mengambil tempat duduk berhadapan dengan keduanya lalu menyesap air.

“Im Yoona-ssi??”, teriak seorang staf dari arah pintu dilengkapi dengan earphone yang selalu melekat ditelinganya.

Yoona menoleh lalu menjawab, “De? Aku disini”.

“Sekarang bagianmu untuk syuting, sebaiknya segera bersiap-siap. Syutingnya akan dimulai sebentar lagi”.

“Ya baiklah”, jawabnya mengiyakan. Ia tatap kembali Seohyun dan Taeyeon secara bergantian, “Kalau begitu aku pergi dulu, sepertinya semua orang sudah menungguku”.

“Umm… Fighting eonnie”, ujar Seohyun menyemangati seraya mengempalkan tangannya saat melepas kepergian Yoona yang mulai berlalu.

Keheninganpun mulai terjadi diantara keduanya, namun hanya sesaat ketika Seohyun memulai kembali pembicaraan.

“Eonnie, kau merasa ada yang aneh dengan Yoona eonnie?”, tanyanya mencondongkan badan.

Taeyeon yang kala itu sedang membaca majalah fashion langsung mengangkat dagunya dan memalingkan wajah pada Seohyun dengan alis terangkat, “Maksudmu?”.

“Apa kau tak menyadari ada sesuatu hal yang berbeda darinya? Seperti tadi pagi dia tiba-tiba saja memecahkan gelas, tidak fokus saat meeting dan sekarang, tak banyak berbicara”.

Taeyeon terdiam sejenak namun segera menampiknya dengan menyinggungkan senyuman yang kaku, “Ish kau terlalu berlebihan, dia terlihat baik-baik saja. Bisa saja dia sedang tidak fit atau semacamnya”.

“Ini berbeda, biasanya jika dia sedang tak enak badan pasti akan meringik-ringik meminta waktu untuk istirahat. tapi sekarang, dia lebih banyak diam”, tambah Seohyun masih terkekeh dengan pendapatnya.

“Mungkin kau terlalu mengkhawatirkannya. Sudahlah, aku ingin kekamar kecil dulu”, ucapnya santai lalu berlalu meninggalkan Seohyun.

Member Soshi terlihat begitu sibuk di kantor SM seraya mendorong koper dan bawaan masing-masing kedalam bus.

“Bisakah kau tolong aku bawakan ini?”.

“Aish, kau tak lihat barangku sendiripun begitu banyak”.

“Kau tak melihat sepatu ku?”.

“Tadi kulihat ada dibelakang sofa”.

“Kibum oppa, jam berapa kita akan berangkat?”.

“Setengah jam lagi”.

“Cepatlah berdandannya, kau begitu lelet sekali”.

“Bisakah kau sabar sendikit? Ini juga sudah dipercepat”.

Mereka terlihat uring-uringan sendiri saat menyiapkan barang-barang mereka sebelum pergi.

Tak lama dua pria tampan berjalan menghampiri mereka di halaman depan lobby kantor, “Waaa, ada apa ini? Ribut sekali, kalian semua seperti akan pergi berdemo saja”, cetus Sungmin saat melihat kesibukan mereka semua.

“Sooyoung-ah, akan pergi kemana?”, tanya Ryeowook pada Sooyoung yang terlihat paling santai diantara yang lain karna sibuk memakan rotinya.

“Kami akan pergi ke Pyeongsan oppa”, jawabnya.

“Aaa, besok kami juga akan pergi ke Hongkong untuk 3 hari”, tambah Ryeowook.

Sooyoung menoleh cepat, “Hongkong? Jinjja?”, tanyanya dan Ryeowook hanya menjawabnya dengan anggukan singkat. “Uh enak sekali”.

“Ish bukan enak lagi ceritanya jika kami kesana untuk bekerja”, umpat Sungmin yang ikut bergabung tiba-tiba.

Sooyoung tertawa lalu mengangguk-anggukan kepalanya, “Ah benar juga”.

Tiba-tiba manager Lee Seunghwan datang menghampiri, namun kearah Sungmin dan Ryeowook. “Kalian berdua, lihat jam tidak? Sekarang sudah saatnya pergi”, ucapnya tegas.

“Araso hyung, lagipula kami akan segera pergi”, jawab Sungmin dengan nada yang malas. “Semuanya, oppa pergi dulu. Kalian berhati-hatilah saat diperjalanan”, ucapnya melambaikan tangan.

“Kalian akan pergi kemana oppa?”, tanya Tiffany menghentikan aktifitasnya sejenak.

“Apa lagi jika bukan siaran”, jawab Ryeowook seadanya. “Baiklah kami pergi”, mereka berdua pun berjalan menuju parkiran yang dibalas oleh lambaian tangan dari member Soshi.

———–* * *————-

Siwon berdiri didepan jendela sambil terus menatap layar ponselnya dengan perasaan yang tak tenang, dari kemarin orang yang ia nanti tak satu kalipun memberikan kabar. Siwon kirimi pesan ataupun mencoba untuk menghubungi malah nomor yang dituju sedang tak aktif. Ada apa sebenarnya? Tidak seperti biasanya dia seperti ini, pikir Siwon yang sedari tadi terus menggerutu didalam hati nya.

“Yah Neo babykyu, bisa tidak berhenti bermain game? Apa kau tak pusing menatap televisi terus daritadi, aku saja yang memperhatikannya jadi pusing sendiri”, celoteh Yesung dengan kesal.

Namun yang diomeli malah tak menghiraukannya sama sekali, matanya terus saja terfokuskan pada layar TV dan jari-jarinya dengan begitu lincahnya tak berhenti memencet deretan tombol di stick game.

Sungmin yang berada disamping Yesung menjadi tertawa, “Aigooo… sepertinya jika kaset-kaset game nya kita bakar baru akan membuat dia berhenti bermain game”, cetusnya.

“Jika kau melakukannya aku akan membunuhmu hyung”, gerutu Kyuhyun menimpalnya masih tak mengalihkan pandangan.

Mendengar pernyataan gilanya, Sungmin dan Yesung hanya bisa tergeleng-geleng dibuatnya.

“Jadwal perform kita bersama Soshi di GJM+ tidak jadi ya?”, ujar Donghae tiba-tiba datang dari arah dapur.

Yesung mengangguk mengiyakan, “Ya, kudengar seperti itu”, jawabnya ringan.

“Tentusaja tidak jadi, mereka pergi ke Pyeongsan kemarin malam”, ujar Sungmin menambahkan.

“Member Soshi maksud hyung?”, tanya Donghae duduk mendekat.

Sungmin menjawab dengan anggukan singkat.

Mendengar hal tersebut Siwon langsung membalikkan tubuhnya dan menghampiri, “Mworago? Mereka pergi ke Pyeongsan?”, pekiknya yang membuat Sungmin, Yesung, dan Donghae menjadi terheran.

“Ada apa dengan dirimu? Mengapa terlihat begitu kaget seperti itu?”, ucap Sungmin dengan tatapan aneh.

Siwon berkacak pinggang dan menghela nafasnya, dia akan pergi mengapa tak memberitahuku?, pikirnya begitu kesal. “Aish jeongmal”.

———-

“Hongkong? Berapa lama?”, tanya Yoona pada Sooyoung yang tepat disampingnya saat didalam bus.

“Entahlah, yang kutahu mereka akan pergi ke Hongkong besok”, jawabnya datar.

Yoona berdehem pelan, mengalihkan pandangannya kearah jendela dengan tatapan sendu. Menggigit bawah bibirnya dan bersender lemas dikepala kursi.

* * *

Siwon POV

Sudah seminggu ini aku tak bertemu dengan Yoona, selama satu minggu pula kami tak berkomunikasi sama sekali. Entah apa yang terjadi padanya, namun ponsel yang biasa kuhubungi tak pernah aktif.

Dan hari ini adalah hari kepulangan kami ke Seoul, begitu ingin cepat-cepat sampai. Setidaknya aku ingin segera meluapkan rasa rinduku saat melihat wajahnya nanti.

Tepat pukul 11 malam pesawat yang kami tumpangi berhasil mendarat di bandara Incheon.

Keadaan sudah tak memungkinkan untuk aku menemuinya sekarang, sepertinya harus kuurungkan niatku sejenak.

End of Siwon POV

“Siapa bilang kita tak akan kekantor hari ini? Kalian tahu Seunghwan hyung barusaja mengatakan padaku bahwa pukul 10 nanti kita ada meeting lagi. Dan sekarang entah akan membicarakan tentang schedule apa”, jelas Leeteuk disela-sela sarapan mereka pagi itu.

“Kurasa membicarakan tentang SBS Gayo Daejun, mereka benar akan membuat duet antara kita dengan Soshi”, ungkap Donghae membenarkan.

“Jinjja?”, ujar Siwon yang seperti biasa selalu berteriak secara tiba-tiba.

“De”, angguk Donghae meyakinkan.

Senyuman tiba-tiba saja tersinggung dibibir Siwon, berarti sekarang dia ada dikantor, pikirnya.

“Hyung‼”, Siwon berdiri yang membuat semua pasang mata teralihkan padanya. “Aku ada urusan dengan Kibum hyung, jadi akan pergi kekantor duluan. Jika nanti kalian sudah berada disana beritahu aku, ara?”, ucapnya berjalan mundur sambil menunjukkan telunjuk dengan gaya cool nya tersenyum dan mengedipkan sebelah mata.

Setelah berlalu semua masih terheran-heran menatap awang pintu dapur, “Ada apa dengan anak itu? Terlihat senang sekali”, gerutu Eunhyuk.

————

Siwon barusaja memasuki lobby kantor, matanya langsung tak berhenti berputar mencari seseorang.

‘JODOH!’, gadis yang ia nanti barusaja keluar dari lift bersama member Soshi lainnya.

Tanpa berpikir panjang lagi Siwon segera berjalan dengan langkah yang sedikit dipercepat kearah mereka.

“Oppa?”, teriak Sooyoung saat mendapati Siwon sekarang sudah berdiri tepat disampingnya. “Kalian sudah kembali?”.

Siwon mengangguk, “Ya, tadi malam kami pulang”, jelasnya menatap pada Sooyoung lalu mengalihkan pandangannya kearah Yoona yang berada dihadapannya dengan tatapan kaku.

Yoona pun tak kalah gugupnya kala itu, ia tak berani menatap wajah Siwon lalu menundukan kepalanya.

“Yoona-a”, panggil Siwon. Perkataannya itu lantas saja membuat Yoona semakin kaget.

Perlahan ia mendongakkan kepalanya dan berbalik menatap Siwon, “De? A…ada apa oppa?”.

“Bisa kau ikut aku sekarang?”.

‘Astaga, apa dia sudah gila?’, pikir Yoona dalam hati. “Memangnya kenapa?”. semua member Soshi menatap perbincangan keduanya.

“Kibum hyung akan membicarakan tentang jadwal pemotretan kita untuk minggu depan. Sebaiknya kita segera pergi, dia sudah menunggu kita terlalu lama”, jelas Siwon yang memang benar-benar pandai berakting.

Yoona terdiam sejenak, menatap secara bergantian pada rekannya yang sampai akhirnya pandangannya berakhir pada mata indah milik Siwon. “Umm…baiklah”, ujarnya mengiyakan. “Eonnie, aku pergi dulu”, pamitnya yang diangguki oleh mereka.

Keduanya pun berjalan beriringan.

Saat menyusuri koridor kantor, mata Siwon tak hentinya mengawasi belakang, depan dan sampingnya. “Kurasa sudah aman”, gumam Siwon sambil tangannya menggenggam erat tangan mungil Yoona.

Yoona kaget, ia menatap Siwon dengan pandangan terpekik. Perlahan ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Siwon, “Jangan sekarang”.

Siwon mengerti dan melanjutkan langkahan kaki mereka dengan datar. “Ponselmu rusak? Mengapa beberapa hari ini kau tak dapat dihubungi?”, tanya Siwon dengan pandangan lurus tanpa menoleh.

“Umm… ya. Tiba-tiba saja selalu error”, mereka berbincang tanpa menoleh satu sama lain.

“Kau begitu membuatku khawatir”.

“Maaf”.

“Baru akan dimaafkan jika kau pergi kencan denganku malam ini”.

“Aku tidak bisa”.

Siwon menghentikan langkahnya dan menatap pada Yoona yang membuat Yoona pun ikut berhenti berjalan.

“Kenapa?”.

“Aku…tentu saja ada jadwal menyanyi. Lagipula kita semua tengah sibuk akhir-akhir ini”, jawab Yoona sedikit memajukan bibirnya.

Siwon ikut memanyunkan bibirnya sambil mencondongkan tubuh, “Huh, sulit sekali mencari waktu yang tepat”, tiba-tiba saja ia mendaratkan kecupan singkat dibibir Yoona lalu kembali berjalan dengan lempeng.

Sementara itu Yoona masih berdiri mematung seraya memegang bibirnya kaku.

————–

Ruangan meeting sudah dipenuhi oleh beberapa anggota SJ dan Soshi bersama beberapa staf lainnya.

“Untuk dancing couple kali ini tidak akan dibebaskan, kami semua yang menentukan dan semua sudah diatur”, ungkap menejer Song Kibum yang duduk tepat di kursi utama.

Semua hanya mengangguk dan menuruti perintah.

“Akan kusebutkan satu-satu pasangannya, Taeyeon dan Donghae, Tiffany dan Ryeowook, Leeteuk dan Sunny, ……………………………………… Sooyoung dan Shindong, Siwon dan Yoona, terakhir Seohyun dan Kyuhyun”.

Mendengar jika mereka berdua akan dipasangkan sungguh saja membuat Siwon menyinggungkan senyuman kemenangan, namun berbeda halnya dengan Yoona.

“Tapi menejer Song, bukankah dalam acara itu aku menjadi MC?”, ucap Yoona tiba-tiba membuat semua orang menatapnya termasuk Siwon yang mulai merasa tak tenang,

“Ya memang benar, lalu apa?”, tanya Song Kibum meminta penjelasan lebih.

Yoona terdiam sejenak lalu melanjutkan, “Bukankah akan sangat merepotkan, duet menari ini akan dilakukan tepat saat pembukaan bukan? Padahal setelah itu aku harus segera membuka acara, jadi sebaiknya aku tak ikut saja”, jelas Yoona yang sepertinya mencari alasan.

Song Kibum berpikir sejenak, “Ya, benar juga. Kalau begitu selain kau yang pantas dipasangkan dengan Siwon sepertinya hanya Sooyoung yang tersisa, dia bisa mengimbangi tinggi badan Siwon”, ujarnya. “Dan kau Shindong….”.

Shindong memotongnya sigap, “Ya aku sudah tahu menejer Song, kau akan mengatakan jika aku tak akan diikut sertakan bukan? Ya, aku mengerti”, ucapnya pasrah.

Meeting pun diakhiri, namun sepertinya tidak membuat Siwon puas. Jujur dia sedikit kecewa dengan keputusan Yoona tadi, bukankah ini kesempatan yang baik untuk keduanya.

—————–

Siwon barusaja keluar dari tempat rekaman saat menangkap Yoona yang sedang berjalan seorang diri dikoridor. Siwon mengikutinya cepat dan menarik tangan untuk menahannya.

“Akan pergi kemana rusa jahat?”, candanya tersenyum.

“Ya Tuhan, kau mengagetkanku”, ujar Yoona menepuk dadanya. “Oppa, bercandanya nanti saja. Aku harus pergi dulu”.

Siwon menggelengkan kepalanya dan malah semakin menggenggam tangan Yoona dengan erat. “Aku tidak akan membiarkan mu pergi sebelum kau menjelaskan padaku mengapa kau menolak dipasangkan dengan pria yang tampan ini ha?”.

“Bukankah kau sudah tahu alasannya”.

“Tapi ini kesempatan kita untuk bersama didepan publik, ini benar-benar langka didapat kau tahu”.

“Ya, aku sendiri juga mengerti. Tapi aku tak ingin terlalu repot nantinya, kumohon kau mengerti”.

Siwon menghela nafasnya, “Baiklah, jika kau memang tak akan cemburu melihat kekasihnya melakukan tarian sexy dengan wanita lain”, ujarnya mencoba memanas-manasi.

“Aku tak akan berlebihan seperti itu”, jawab Yoona dengan polosnya membuat Siwon tertawa gemas sambil mengacak-acak rambut Yoona.

Tiba-tiba saja seseorang mendekat. Kim Taeyeon―wanita itu terlihat barusaja keluar dari ruangan Mr. Sooman. Ia sedikit kaget melihat Yoona dan Siwon tengah berduaan di koridor yang sepi, matanya terus memperhatikan keduanya.

Siwon membelakangi, jadi dia tak sadar bahwa Taeyeon berada dibelakangnya. Namun Yoona yang menyadari sedang diperhatikan langsung berkata, “Semua orang sudah menungguku, aku pergi dulu”, ucapnya gugup lalu berbalik dan berlari menjauh.

“kenapa dengannya?”, gerutu Siwon menatap kepergian kekasihnya itu.

* * *

Eunhyuk, Shindong, Siwon, dan Yesung terlihat sedang berdiam diri diruangan mereka.

“Siwon-ah, tumben sekali kau tak kemana-mana. Biasanya kau yang paling rajin keluar saat mendapatkan libur seperti ini”, ucap Eunhyuk.

Siwon menghela lemas sambil menatap layar ponselnya, “Hhh… aku tak ada mood keluar jika harus sendiri”.

“Jadi teman kencanmu sedang tak ingin diajak pergi? Haha kasian sekali simba kita ini”, tambah eunhyuk dengan nada meledek.

“Aiiiiiiisssh‼ sepertinya sebuah kepuasan tersendiri untukmu melihat oranglain menderita”, gerutu Siwon sambil keluar ruangan. Eunhyuk membalasnya hanya dengan tawa aligatornya.

Siwon berdiam didepan jendela gedung. Terlihat sebuah mobil terparkir dihalaman kantor. Matanya tak berhenti mengikuti setiap gerak mobil tersebut. Tak lama orang yang berada didalam mobipun keluar. Jessica dan Sunny―mereka menjingjing tas mereka lalu berjalan kearah pintu masuk gedung.

“Dia bilang tadi mereka akan perform malam ini, apa benar sudah selesai?”, gumam Siwon lalu berjalan kearah lift untuk turun kelantai bawah.

“Sica!”, panggil Siwon menghampiri Jessica yang sedang duduk dekat tempat resepsionist.

Jessica yang kala itu tengah memainkan ponselnya langsung mendongak, “De? Ada apa?”.

“Kalian darimana?”.

“Kami barusaja mengambil pesanan baju dari butik”, jelasnya.

Siwon mengerutkan keningnya samar, “Tidak pergi perform? Bukankah malam ini kalian ada jadwal menyanyi?”.

“Menyanyi? Tidak, lagipula member yang lain sudah berada di dorm”, tambahnya yang semakin membuat Siwon tak mengerti.

Siwon POV

“Hyung, aku pulang duluan ya…. Araso….ummm… anyyeong..”, ucapku lalu melepaskan ponsel yang tertempel ditelingaku saat tersambung dengan Yesung hyung yang masih berada di kantor.

Aku sudah berada didalam mobil yang terparkir di halaman, setelah berhasil kuparkirkan dan siap melaju tiba-tiba kakiku yang awalnya akan menanjap gas dan mulai menjalankan mobilku menjadi terhenti saat melihat Donghae dengan mobilnya yang berjarak sekitar beberapa meter dari mobilku bersama…..Yoona.

Ada apa ini? Setidaknya sudah cukup dengan mengetahui dia membohongiku. Begitu banyak perbedaan yang kurasakan darinya hari ini. Apa yang terjadi sebenarnya?

Kepegang setir mobil dengan erat, tatapanku masih tak teralihkan dari mereka.

***To Be Countinued***

chapter 3 datang^^ gimana? masih dijalur kenyambungan kan [?] haha

seperti biasa coment dan jempolnya ditunggu^^

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

232 Komentar

  1. Lee Cheonsa

     /  November 4, 2014

    Oh oh… Semua semakin rumit. Ini terlihat semakin menyakitkan dan akan semakin membuat mereka terluka😦

    Balas
  2. Any

     /  November 25, 2014

    Konfliknya udah mulai nih. tapi yg mergokin Yoona di chapt 2 itu sapa ya????blm terungkap…

    Balas
  3. hani

     /  November 29, 2014

    whaaat.. ada apa ini.?

    Balas
  4. Dwi Sivi

     /  Desember 8, 2014

    wonpa harus nabar nae.. aku tau sakitnya tuh dmana??
    atitnya tuh disini hehe
    #alay

    Balas
  5. mila

     /  Desember 18, 2014

    Aaahh makin greget….

    Balas
  6. perubahan yoona terjadi setelah bertemu dengan eonni nya,,, memangnya apa yang dibicarakan yoona dengan eonni nya?? kenapa juga yoona bisa sama donghae?? makin penasaran sama ceritanya,,, lanjut next chapter😀

    Balas
  7. Im Nanda

     /  Januari 2, 2015

    masih penasaran,, sebenar ny siapa wanita yang menemui Yoong Eonnie … sampai” membuat perubahan yg begitu drastis padanya??

    Balas
  8. swari kartika

     /  Januari 21, 2015

    Kasian wonppa dijauhi pelan2 sma yoona oennie.. tp yoona oennie jg kasian harus pura2 ngejauh.. gara2 taeyon oennie nih smuanya..

    Balas
  9. Atri

     /  Februari 15, 2015

    Wah3 ada yg cemburu nih, Yoon what’s wrong with you????
    Siwon oppa ma aku aja yah #ngarep …thor semangat terus yah nulisnya 👍👍👍

    Balas
  10. Nhiina

     /  Maret 2, 2015

    Yoong eonni , ada apa dganmu ? knpa kau bersikap sperti itu ? kasian kan wonppa .

    aiss , knpa jga kau dkat2 sma ikan mokpo itu ? huu ! .

    Balas
  11. Zhahra

     /  Maret 23, 2015

    Yaaaah kenapa yoona unni sikapnya berubah banget sma wonpa…
    Kan kasihan wonpa…
    Sabar ya wonpa…pasti yoona unni begitu ada alasannya…
    Pasti semua akan baik” saja kok…

    Balas
  12. Nhiina

     /  April 27, 2015

    oh god , knpa eonn jdi sperti ini . .
    pasti gara2 orang ituu .

    Balas
  13. kok yoona eoni jadi aneh. penasaran sama penyebabnya.

    Balas
  14. Choi Han Ki

     /  Mei 25, 2015

    Aishh yoona berusaha menghindari wonpa.. Kenapa gk jujur aja apa yg sedang terjadi.. Jadi makin rumit

    Balas
  15. Kim eun ah

     /  Juni 7, 2015

    Aku Masih bingung kenapa yoona nya jadi gitu??

    Balas
  16. irma

     /  Juli 14, 2015

    kerenn onie.

    next.

    Balas
  17. zama yunjae shipper

     /  Juli 16, 2015

    ah, aku ngenes ngeliat siwon. tapi penasaran sama kelanjutan nya.

    Balas
  18. ria

     /  Oktober 7, 2015

    Jd penasaran sp yg ketemu yoona dichap 2?
    Knp yoona jd berubah

    Balas
  19. rinie l

     /  Oktober 20, 2015

    Akan semakin rumit nich…lanjut aja dech….

    Balas
  20. paris

     /  November 5, 2015

    Kenapa yoona jadi dingin banget sama siwon oppa😦
    Dan kenapa yoona pas liat taeyeon kaya yang takut gitu, langsung gugup? Ada apa sebenernyaaa?

    Balas
  21. ayuuk171

     /  Februari 11, 2016

    siapa si ‘eonni’ di part 2 sihh yoona sekarang jadi menjauhi siwon
    member soshi?? asistennya?? kakaknya?? jahat bgt sampe nyuruh yoona jauhin siwon

    Balas
  22. susi

     /  Februari 17, 2016

    Ada apa dengan toona ko bosa tiba-tiba berubah..??
    Apa yang waktu itu datang adalah eonny nya apa yang mereka bicarakan ko sikap yoona langsung berubah gitu..😞
    Konfliknya udah mulai keliatan nih..
    Kira-kira kenapa yoona bohong sama siwon apa alasan dia dan ngapain dia sama donghae ko bisa semobil gituu..??

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: