[FF] Ever Lasting Love (Chapter 2: Always in My Side)

[FF] Ever Lasting Love

Chapter 2: Always in My Side

Choi Siwon-Im Yoona

♥-♥-♥-♥-♥

Siwon POV

CLEK~

Yoona terperanjat dan langsung melepaskan pelukan kami. Reflex membuatku menatapnya heran, “Ada apa?”.

Yoona menunjukkan bayangan dibawah pintu dengan bahunya, “Sepertinya seseorang berada diluar. Eottae?”, ucapnya dengan cemas.

Aish sial! Kuraih tangannya dan coba kutarik ia untuk bersembunyi di bawah meja diruangan itu.

Namun nihil, orang itu terlanjur membuka pintu.

“Siwon-ssi? Yoona-ssi? Kalian berdua sedang apa disini?”, tanya pria memakai seragam biru seraya menjingjing ember merah.

Kami berdua langsung berbalik kearahnya. “Ahjussi?! Oh Tuhan, kukira kau siapa”, umpatku yang awalnya mengira jika orang yang masuk tadi adalah menejer atau anak SM.

“Maaf mengagetkan, kalian sedang apa disini?”, tanya Pak Kang, tepatnya dia adalah seorang OB di kantor ini.

Yoona menatap ku dan Pak Kang secara bergantian dengan gugup. “Euh? Iya. Kalungku hilang ahjussi. Aku sedang mencarinya dibantu Siwon oppa”.

“Ah seperti itukah? Kalau begitu apa perlu saya bantu cari?”, tawarnya yang tentu dijawab cepat oleh gelengan kepala dari Yoona.

“Tidak usah ahjussi, masih ada aku yang membantu mencarinya”, lanjutku.

“Baiklah, jika terjadi apa-apa kalian jangan segan meminta bantuan. Saya keluar dulu”, pamitnya membungkukkan kepala lalu berlalu seraya membawa sebuah tongkat lap pel dan ember berukuran sedang.

“Hampir saja”, helaku bernafas lega sambil berkacak pinggang seraya menatap berlalunya pak Kang.

Hah, lututku ini sampai terasa lemas. Bagaimana jika orang yang masuk tadi adalah… aish! Pikiranku semakin kacau. Kami berdua memang berpacaran, lebih tepatnya ‘pacar rahasia’. Karna alasan tertentu kami merahasiakan ini. Hal yang paling dasar adalah agensi kami melarang semua anak didiknya untuk berpacaran. Aku pria biasa, maksudku jika seseorang sudah merasakan cinta kurasa tak seorangpun bisa mengelaknya.

Aku masih bisa menjalani karirku sampai sesukses sekarang, aku juga bisa membuat suatu hubungan yang langgeng, hanya kita sendirinya yang harus mampu menyesuaikan dengan keadaan. Aku akan tetap menjalani hubungan (gelap/dalam arti sembunyi-sembunyi) ini, asalkan tak ada seorangpun yang mengetahui tentangnya sampai waktu yang akan menjawab.

*  * *

Yoona POV

“Oh sudah sampai ya… Umm, aku baru akan pergi syuting CF… Aku berangkat sendiri, yang lain pergi menghadiri acara reality… Ya seperti biasa aku absen lagi… Baiklah, selama disana jaga kesehatanmu… hmm, ara… annyeong”.

Kulepaskan earphone yang tertempel di telingaku saat memutuskan panggilan dengan Siwon oppa yang kali ini ia sudah berada di pulau Yeonpyeong. Hmm, pria super sibuk. Walaupun ditempat umum kami tak bisa berinteraksi secara normal layaknya pasangan kekasih lain tapi jika tak bertemu dengannya dalam sehari benar-benar membuatku hampir gila.

Kusandarkan kepala disetir mobil dengan posisi menunduk saat lampu dijalanan menunjukkan warna merah.

Author POV

“Annyeong, maaf sekali aku sedikit telat”, ucap Yoona membungkukkan kepalanya ketika sampai ditempat syuting.

“Gwaenchanayo”, jawab sutradara Han ramah. “Kau nona Kim, tolong rias dia. Semuanya, syuting akan dimulai 15 menit lagi”, teriaknya dan melangkah pergi.

Sementara itu, Yoona ditemani oleh penata rias Kim masuk ke tenda tempat make up.

“Eonnie, hari ini berapa baju yang akan aku pakai?”, tanya Yoona sambil melihat-lihat pakaian yang tergantung digantungan baju itu.

“Sekitar tiga saja, lagipula syuting hari ini akan dilakukan di outdoor. Bersiap-siaplah untuk bekerja keras”, jelas nona Kim sedikit berbisik. Yoona hanya tersenyum menanggapinya. “Yoona-ssi duduklah”, ujarnya mempersilahkan Yoona duduk didepan sebuah cermin.

“Hmm..”, angguknya sambil mendudukan diri. Nona Kim mulai melakukan aksinya dengan memolesi wajah Yoona dengan bedak dan beberapa alat rias lainnya.

“Minho oppa (re. Lee Min Ho) sudah datang?”, tanya Yoona seraya menatap nona Kim dari cermin.

“Tentu saja, dia syuting lebih awal. Scene bersamamu mungkin setelah ini”, jelasnya dan Yoona mengangguk paham.

Tiba-tiba seorang staf membuka tirai tenda dan berkata, “Sudah selesai belum? Syuting akan dimulai sebentar lagi”, ujarnya terlihat terburu-buru.

“Iya, sekarang juga sudah selesai”, jawab nona Kim seraya merapikan olesan terakhir pada wajah Yoona.

* * *

Ditempat lain, Siwon yang tengah beradu diatas kapal laut terlihat begitu kewalahan. Sudah 8 jam lamanya ia harus berhadapan dengan teriknya matahari, melakukan beberapa adegan perkelahian semakin menguras tenaganya. Walau keadaannya sedang tidak fit, namun ia pun harus tetap bersikap profesional. Tanpanya, syuting tak akan berjalan sesuai rencana.

Scene hari ini selesai dengan baik ia lakukan.

Siwon bernafas lega, ia berjalan menuju tempat istirahat dengan nafas yang masih tersenggal-senggal. Sang penata rias begitu setia mengikutinya, ia berjongkok dan menghapus keringat yang sudah membanjiri leher dan wajah Siwon. Sambil dibersihkan, Siwon yang tengah duduk dikursi santai langsung meneguk softdrink dingin yang sudah disediakan. Ia bernafas berlebihan sambil memejamkan matanya dan bersandar.

Siwon POV

Beberapa hari ini aku tidur di sebuah penginapan tak jauh dari pantai, dan hari ini kembali aku harus melanjutkan syutingku. Adegan sekarang tak terlalu berat, dan baiknya hari ini adalah syuting terakhirku. Akhirnya aku dapat menyelesaikan drama ini tanpa kendala.

End of Siwon POV

“CUT!”, kembali sang sutradara film menghentikan adegan. Ya, itu adalah beberapa scene antara Siwon bersama Siyoung. Walau tak kenal sebelumnya, namun sejauh ini hubungan mereka cukup dekat dan sudah tak ada kecanggungan lagi diantara keduanya.

“Sudah bekerja keras, noona”, ujar Siwon tersenyum sambil mengbungkukkan kepalanya kearah Siyoung.

“Kau juga”, Siyoung balas menunduk dan tersenyum. “Ah, sudah waktunya makan siang”, ujarnya kembali sambil melirik matahari yang sudah berada diatas lalu mengalihkan pandangannya pada Siwon. “Kau mau makan bersamaku?”, tawarnya.

Sepertinya tak ada alasan untuk Siwon menolak, ia pun setuju. Dan mereka berdua pergi ke restoran seafood yang tak jauh dari tempat syuting.

“Besok kau akan kembali ke Seoul?”, tanya Siyoung disela-sela acara makan mereka.

Siwon menggangguk dan menelan makanan sejenak sebelum menjawab. “De, menejerku tiba-tiba menyuruhku untuk segera kembali dan mempercepat jadwalku disini. Sepertinya aku mempunyai job lain disana”, jawabnya lalu meraih air minum dan menyesapnya pelan.

“Jadi kau tak akan ikut berpesta untuk merayakan selesainya drama kita?”.

Siwon menggeleng singkat, “Kurasa tidak, schedule ku tak bisa dibatalkan”.

“Sepertinya akan begitu merepotkan ya jika sepertimu. Melakukan dua pekerjaan sekaligus”, kata Siyoung tertawa.

Siwon menghela nafas, “Ya, walaupun melelahkan tapi aku menyukai pekerjaan ini”. Siyoung hanya tersenyum paham.

Siwon POV

“Aku ke toilet dulu”, ujar Siyoung noona dan aku mengangguk mengiyakan. Ia bangkit lalu beranjak menuju toilet direstoran tersebut.

Aku bertopang dagu dengan sebelah tangan seraya menatap pemandangan sekitar pandai dari jendela yang tepat berada disisi kananku. Kembali aku teringat pada gadis yang sudah membuatku gila. Tanganku tergerak mengambil ponsel dari saku celanaku. Kurasa keadaannya sudah terasa aman.

Kutempelkan ponsel ditelinga lalu terdengar bunyi memanggil. Hal itu berlangsung sekitar 10 detik, namun orang dijalur sana masih belum mengangkat panggilanku. Sepertinya sekarang ia sedang sibuk.

Barusaja aku akan memutuskan sambungan telephone-nya tiba-tiba saja terdengar seruan.

“Oppa‼”.

Mendengarnya dengan reflex saja sebuah senyuman tersinggung dibibirku. “Deer, kau sedang apa? Aku mengganggumu tidak?”.

“Tidak, aku baru saja sampai. Sekarang akan bersiap-siap pergi ke kantor. Kau sendiri? Tak ada yang terjadi kan disana?”.

“Tak usah khawatir, aku baik-baik saja”, jawabku dan ia hanya berdehem pelan. Aku menghela nafas berat.

“Lelah ya? Istirahatlah yang cukup, dan jangan telat makan”.

Aku tersenyum, “Aigooo, berkata seperti itu kau membuatku ingin segera memelukmu”.

“Aish dasar. Oppa, jangan terlalu lama, cepat tutup telephone-nya”.

“Jadi kau tak ingin berlama-lama berbicara denganku?”, ujarku berpura-pura memasang nada marah.

“Bukan seperti itu”, ia menghentikan sejenak kata-katanya. “Jeongmal bogoshippo‼”.

Aku tertawa, “De, nado nado bogoshippoyooo”.

Kututup flap ponselku sambil tersinggung senyum gemas diwajahku, kembali aku tertegun sendiri lalu meneguk air.

“Baru menelphone siapa?”, tanya Siyoung noona dengan tatapan penasaran sambil kembali duduk di kursinya.

Aku menyela, “Tidak, dia hanya ibuku”, jawabku asal karna teralu kaget.

“Benarkah ibumu? Tadi terdengar romantis sekali”, lanjutnya lagi yang membuatku semakin kikuk. “Hey, jangan gugup seperti itu. Aku juga sering melakukan hal itu sepertimu”.

Aku mengangkat dagu dan berpaling pada Siyoung noona dengan kening berkerut samar. “Saling bertelphone sembunyi-sembunyi, janjian bertemu diam-diam, pacar rahasia, itu semua begitu lumrah dilakukan oleh seorang publik pigur yang tengah menjaga privasi nya”, lanjutnya.

“Aish noona, kau membuatku tak bisa berkata apa-apa”.

“Siapa wanita itu?”, ia mencondongkan sedikit tubuhnya dan menatapku dengan jeli.

“Umm… aku adalah seorang public pigure yang sedang menjaga privasinya”, kembali ku balikan kata-kata Siyoung noona dan lanjut berkata, “Jadi aku tak bisa memberitahumu”.

Siyoung noona bergidik dan tertawa geli, “Baiklah-baiklah, kali ini aku kalah Choi Siwon”.

*  *  *

Author POV

“Choi Siwon-ah, bangun tidak?”, ucap Yesung tepat ditelinga Siwon yang masih tertidur begitu lelapnya. “Ayolah Wonnie, kau bangun, pergi mandi, lalu kita sarapan bersama”, lanjutnya lagi masih tak berhenti merayu Siwon yang sampai saat ini pun tak tergerak sama sekali. “WON-AH!! CEPATLAH KAU BANGUN! Aih benar-benar!”, dengan kesalnya Yesung menghentak-hentakkan kaki dan mengacak-acak rambutnya frustasi.

Yesung menghentikan aksinya terlebih dahulu, ia mesti mengumpulkan kekuatan jelas untuk ini. “CHOI SIWON-AAAAAH!! HARUS BERAPA KALI KUKATAKAN? CEPATLAH BANGUUUUN!”, teriak Yesung untuk terakhir kalinya seraya melepaskan selimut secara paksa dari tubuh Siwon.

Siwon yang hanya berkaos polos berwarna biru dan boxer putih itu akhirnya tergerak secara perlahan dan mulai menggeliat walaupun dengan mata yang hampir tak bisa dibuka. “Err… hyung. Kau tahu aku baru sampai pukul 2 pagi. Jadi bisakah kau biarkan aku tidur lebih lama lagi, benar-benar pusing”, gumam Siwon pelan masih dalam posisi yang sama dan mata tertutup.

Yesung bangkit, “Bukan seperti itu, aku juga mengerti kau pasti lelah. Tapi daritadi Seunghwan hyung menelphone terus dan menyuruhmu untuk datang ke kantor”.

“Ada apa lagi?”, sepertinya Siwon masih belum bisa bangkit dan membuka matanya.

“Entahlah, jika kau tak ingin mendapat masalah sebaiknya turuti perkataanku”, ceramah Yesung lalu mulai berlalu.

“GILA…GILA…GILA…”, Siwon mengguling-gulingkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan bibir mengerut kesal. “Gggggaaah!”.

* * *

Siwon barusaja keluar dari ruangan Mr. Sooman. Sepertinya sesuatu hal yang penting telah dibicarakan. Ia melangkahkan kakinya menuju practice room.

“Oppa!”, terdengar seseorang memanggilnya. Ia pun berhenti melangkah lalu berbalik badan tepatnya kearah suara.

“De?”.

Wanita itu―Choi Sooyoung, berlari menghampirinya. “Sudah lama tak bertemu. Apa kabarmu oppa?”.

“Kyaaa, begitu rindukah kau padaku hah nyonya shikshin?”, ejek Siwon mengacak-acak rambut gadis itu.

Sooyoung berkacak pinggang sambil menghempaskan tangannya. “Yak! Oppa! Astaga, aku hanya bertanya. Kau selalu melebih-lebihkan sesuatu”, umpatnya kesal membuat Siwon hanya bisa tertawa melihat kelakuannya.

“Kabarku baik-baik saja”, ujar Siwon yang akhirnya menjawab dengan serius masih menahan sisa-sisa tawanya. “Kau sendiri? Tidakkah kau sudah selesai pemotretan bersama pria pujaanmu itu?”.

“Aish pria pujaan apa maksudmu? Sepanjang waktu aku melakukan pemotretan bersamanya membuatku hampir gila. Benar-benar tak menyangka seorang aktor terkenal dan tampan seperti dia ternyata mempunyai sifat yang begitu menjijikan. Hah untung saja penderitaan itu sudah berakhir”, celoteh Sooyoung panjang lebar.

“Omo, separah itukah?”. Lagi-lagi Sooyoung hanya menjawab dengan anggukan. “Umm, ngomong-ngomong member Soshi yang lain kemana? Daritadi aku tak melihat mereka”, ungkap Siwon mengalihkan pembicaraan.

“Taeyeon eonnie, Yoona dan Seohyun sedang pergi ke kantor KBS. Sunny eonnie ada siaran dan yang lain… entahlah”, jawab Sooyoung mengangkat bahunya.

‘Dia tak ada disini?’, pikir Siwon dalam hati. “Ah seperti itukah? Kalau begitu aku pergi menemui yang lain dulu di practice room”.

“De, araso”.

Siwon sedikit membuka pintu practice room dan mencondongkan tubuh untuk melihat orang yang berada disana, hanya ada beberapa anak SJ dan SHINee. Ia pun berbalik dan saat itu juga ia bertatap muka dengan Eunhyuk.

“Haish!! Hyung!!”, pekik Siwon menghentak kaget.

Eunhyuk tersenyum nyeringai, “Apa yang kau lakukan disini? Mengapa tak masuk?”.

Siwon diam sejenak lalu mengalihkan pembicaraan. “Hari ini kita tak ada jadwal apapun kan?”.

“Setelah ini kurasa tak ada, memangnya kenapa?”.

“Aku merasa sedikit tak enak badan, ingin pulang cepat”.

Eunhyuk menepuk sebelah pundak Siwon, “Jika begitu kau ijin pulang lebih awal saja pada Leeteuk hyung, dia ada dilantai atas”.

Siwon membuka pintu apartementnya, melepas jacket dan melemparnya kearah sofa. “Astaga, kepalaku ini”, ia memijit-mijit kecil pelepisnya.

Ia berjalan menuju dapur, mengambil beberapa air minum.

Setelah meminum obat Siwon merebahkan diri diatas tempat tidurnya, matanya memang dapat tertutup, tapi tetap tak bisa membuatnya istirahat dengan tenang. Rasa pusing dikepalanya begitu menyiksa.

Entah apa yang tiba-tiba membuat Siwon seperti memaksakan untuk bangkit dari tempat tidurnya, ia berdiri sambil berhadapan dengan jendela kamarnya yang menampakan keindahan pemandangan kota Seoul. Berdiam diri disini seorang diri tidak akan memperbaiki keadaan, pikirnya. Ia pun membalikkan tubuhnya dan berburu jacket dilemari besarnya. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan kini ia pun mulai morogoh laci di meja sudut kamarnya untuk mengambil kunci mobil dan keluar dari apartement.

* * *

“Yoong, ingat! Sebelum pukul 5 kau sudah sampai di resto”, ujar Taeyeon saat menghentikan lajuan mobilnya tepat didepan gedung apartement milik Yoona.

Yoona mengangguk seadanya sambil mencoba melepaskan sabuk pengamannya. “Arasoyo, lagipula aku hanya perlu mandi dan berganti pakaian saja”.

Taeyeon berdehem paham, Yoona pun membuka pintu mobil berwarna silver itu lalu keluar.

Ia membungkukkan badannya , tepatnya kearah jendela mobil Taeyeon yang sedikit terbuka lalu berujar, “Eonnie, hati-hati dijalan”, ucapnya sambil melambaikan tangan.

Taeyeon membalas lambaian tangan singkat, “Aku berangkat”, pamitnya. Yoona mengangguk mengiyakan. Mobilpun segera melaju dan mulai berlalu sampai akhirnya semakin tak terlihat.

Seperti biasa sebelum membuka pintu Yoona memencet deretan kode nomor pintunya. Saat pintu terbuka ia sedikit merasa ada yang janggal, ditempat penyimpanan sepatu terlihat sepasang sepatu yang sudah jelas itu sepatu pria. Ia mengernyitkan keningnya samar lalu berjalan menuju ruang tengah.

Televisi menyala, tapi tak ada seorangpun yang berada disana. Ia melihat setiap sudut ruangan diapartementnya, barang-barang berharga masih ada, pikirnya. Yoona mematikan televisi, sedikit tak tenang.

Tiba-tiba dari arah kamar mandi terdengar seseorang baru saja membuka pintu. Yoona segera membalikkan kepala kearahnya. “Oppa”, pekiknya saat melihat kekasihnya yang baru keluar kamar mandi. “Mengapa ada disini?”.

Siwon berjalan semakin dekat, ia lantas memeluk tubuh Yoona dengan mata sipit dan tubuh yang lemas. “Hah rindu sekali”, gumamnya pelan.

Yoona melepas pelukannya cepat, “Apa ini? Oh tuhan, kau kenapa lagi? Lihatlah wajahmu… kau pasti terlalu lelah. Apa yang kukatakan, sebaiknya waktu itu kau jangan dulu pergi, kesehatanmu saja masih belum pulih”, omel Yoona begitu khawatir.

Siwon tersenyum, “Ini hanya sakit biasa, aku akan sembuh secepatnya”.

Yoona menghela nafas sejenak lalu meraih ponsel dan menempelkannya ditelinga. “…Eonnie, maaf sekali aku tak bisa ikut, aku ada urusan mendadak… de, mianhae”, Yoona menutup flap ponselnya dan kembali menatap Siwon dengan mata dikerutkan.

“Kau akan pergi?”, tanya Siwon mencondongkan tubuhnya.

Yoona menggeleng lalu menarik tangan Siwon, “Sebaiknya kita cepat pergi ke Rumah Sakit”.

“Tidak tidak, tadi malam aku sudah periksa ke dokter”, ujar Siwon berusaha menahan Yoona lalu menambahkan, “Lagipula apa yang akan orang katakan nanti jika melihat Choi Siwon bersama Im Yoona pergi ke Rumah Sakit bersama”.

Yoona terdiam, mencairkan pikirannya terlebih dahulu. Yang dikatakan Siwon memang benar.

“Aku ingin istirahat”, ujar Siwon manja.

—–

Yoona memijit-mijit kecil pelipis Siwon yang sedang merebahkan kepalanya di paha Yoona. Walaupun Siwon selalu berusaha untuk bersikap biasa saja saat dihadapannya, Yoona tahu betul dalam saat-saat seperti ini kondisinya memang benar-benar lemah―ia sendiripun sering merasakannya. Dan memang inilah konsekuensi sebagai public pigure yang hampir tak ada waktu untuk beristirahat cukup.

“Kemarin…saat kau pulang, mengapa tak menelphone ku?”, tanya Yoona pelan seraya menunduk.

Siwon mendongakkan kepala dan menatap keatas, tepatnya kearah Yoona. “Mianhae, kemarin malam saat aku sampai di Seoul aku langsung tidur”, ujarnya mencubit halus dagu Yoona.

Ia terdiam sejenak, lalu berkata, “Fany eonnie… apa dia sengaja datang ke bandara untuk menjemputmu?”.

“Kau tahu itu?”, tanya Siwon yang hanya ditanggapi oleh deheman Yoona seakan menjawab iya. Wajahnya berubah murung, walau  berusaha menyembunyikan rasa cemburunya namun tetap saja wajah tak bisa berbohong.

“Aku sendiripun tahu kau sudah pulang darinya”, ucap Yoona yang semakin menunjukkan rasa kecewanya.

Siwon tersenyum kecil, inilah yang paling ia suka saat melihat kekasihnya tengah cemburu. “Kami bertemu dibandara secara kebetulan, sungguh. Aku sendiripun tak tahu apa yang ia lakukan disana. Lagipula kami hanya bertemu sebentar, setelah itu kami langsung berpisah. Aku benar langsung pulang ke dorm”.

Yoona hanya diam dan mengangguk seadanya, lagi-lagi Siwon dibuat gereget lalu memeluk pinggang Yoona dengan posisi tubuh masih terlentang seperti tadi. “Lain kali aku akan menelphone mu”.

“Oppa, aku ingin ke kamar dulu”, ucap Yoona sambil berusaha menyingkirkan kepala Siwon dari pahanya.

Siwon mengubah posisinya menjadi duduk dengan cepat lalu menatap Yoona, “Tidak boleh”, ujarnya dengan datar membuat Yoona tak bisa berbuat apa-apa.

Tiba-tiba saja tangan Siwon meraih tubuh Yoona lalu membopongnya dan merentangkan tubuhnya diatas sofa membuat Yoona meronta kaget. “Yah oppa apa yang kau lakukan?”.

Siwon hanya tersenyum lalu ikut merebahkan diri disamping Yoona dan memeluk tubuhnya. “Jika seperti ini aku baru bisa istirahat”, gumamnya dengan mata tertutup.

Yoona menatap geli sambil menyinggungkan senyuman.

* * *

Siwon masih tertidur dengan lelapnya masih memeluk tubuh Yoona, suasana begitu hening, hanya terdengar deru nafas Siwon yang begitu teratur. Yoona tahu jelas jika kekasihnya memang tengah kelelahan. Ia tak berani untuk mengusiknya sedikitpun atau membangunkannya.

Sepertinya akan bagus jika membuatkannya makan malam, pikir Yoona. Perlahan ia pun melepaskan lengan Siwon dengan begitu hati-hati agar tak membuat kekasihnya itu terbangun.

Sebelum itu Yoona berjongkok dan menatap wajah Siwon saat tertidur, begitu tampan. Merapikan rambutnya yang sedikit berantakan lalu mengambil selimut dari kamar dan menyimpannya diatas tubuh Siwon.

Wajahnya menyinggungkan senyuman lalu bangkit dan berjalan menuju dapur.

“Aish, sepertinya aku perlu belanja”, gumam Yoona saat melihat isi lemari es nya yang kosong. Ia berdiri dan berjalan kearah kamarnya untuk mengambil mantel abu-abu yang tergantung di sudut ruangan dan keluar apartement.

Ya, ternyata dia pergi berbelanja ke supermarket yang hanya berjarak 1 kilometer saja dari apartement nya. Ia begitu teliti dalam memilih makanan yang akan ia beli. Terus teringat akan keadaan Siwon, sepertinya ia memang harus membuatkan makanan yang sehat untuknya.

Semua sudah selesai ia beli, sebaiknya ia cepat-cepat kembali ke apartement nya sebelum Siwon bangun. Ia menghentikan sebuah taxi disimpangan jalan yang berhasil berhenti tepat dihadapannya.

—–

“Apa dia sudah bangun?”, gumam Yoona saat baru saja masuk kedalam apartemennya lalu melepas sepatu dan berganti dengan sandal rumah. Didalam terdengar masih begitu sepi. Ia masih ragu, sepertinya Siwon belum bangun. Ia pun melangkah menuju ruang tengah sambil membawa dua kantong belanjaan.

Baru saja berada diawang pintu menuju ruang tengahnya tiba-tiba langkahan kakinya terhenti dengan cepat, terlihat jelas jika lututnya bergetar dan jantungnya benar-benar berdetak tak terkendali. BLUK~ kantong belanjaannya jatuh dan berantakan seketika. Wajahnya memasang raut muka yang begitu kaget saat melihat seseorang yang sudah berdiri diruangannya itu dengan mata terbelalak.

“Eo…eo…eonnie?”.

***To Be Countinued***

Chapter dua nya segini dulu aja ya, maaf kalo kependekkan. Bener-bener udah dibikin gondok ama tugas yang bejibun.

Seperti biasa aku gak akan bosen-bosen buat minta comentnya dari reader semua. Setidaknya tinggalkan sepatah dua patah kata saja yang bisa membangkitkan semangat author buat lanjutin ff ini [?] haha

Untuk SILENT READER biar saya ingatkan lagi, sebaiknya kalian segera meninggalkan blog ini sebelum sesuatu menimpa anda dan seseorang akan datang dalam mimpi buruk kalian. *Evil laugh*

Tinggalkan komentar

244 Komentar

  1. Yaa,,ketauan ga ya yoona???smoga aja ngga🙂

    Balas
  2. ayuuk171

     /  Februari 11, 2016

    waaahhhh yoonwon ketauhan kah??? gawat gawat
    ‘eonni’ itu siapa?? moga” siwon tdi udah bangun duluan terus keluar

    Balas
  3. susi

     /  Februari 17, 2016

    Ada hubungan apa siwon dan fany apa bener mereka ga sengaja bertemu..
    Semoga saja seperti itu..😒
    Lagi sakit gitu malah pergi ke aprt yoona cieee yang minta disayang sama pacar..😊
    O’ooww itu siapa yang ada di apartmen yoona..😨
    Bukan fany kan..??

    Balas
  4. Gessy

     /  Juli 17, 2016

    anyeong nan gessy imnida… new reader… salam kenal author

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: