[FF] Ever Lasting Love (Chapter 1: Secret)

[FF] Ever Lasting Love

Chapter 1: Our Secret

Genre: Romantic

Im Yoona―Choi Siwon

* * *

“Astaga, oppa. Kau baik-baik saja?”, ujar Sooyoung.

“Dia terlihat lelah sekali”, susul Tiffany dengan cemas.

Sungmin dan Kyuhyun membantu merebahkan tubuh Siwon di sofa. Semua orang mengerumuninya.

Wajahnya pucat dan penuh keringat, matanya semu merah akibat dari suhu tubuhnya yang tinggi.

“Dalam keadaan dia seperti ini mana bisa pergi ke pemotretan”, gumam menejer Kim Youngmin (SM). “Sungmin, Kyuhyun, kalian tolonglah bawa Siwon kembali ke dorm untuk istirahat”.

Sungmin berdiri, berkacak pinggang sambil menghela nafasnya sejenak masih menatap Siwon. “Jika di bawa ke dorm dia tidak bisa istirahat dengan baik. Hyung tahu sendiri kami semua begitu berisik, lebih baik dibawa ke apartementnya saja”, usulnya.

Melihat semua orang berkumpul dipusat ruangan kantor SM Ent, Yoona yang kala itu baru saja datang langsung menghampiri.

“Ya tuhan”, ucapnya pelan. Ia berdiri disamping Jessica. “Apa yang terjadi?”, tanyanya dengan mata terbelalak karna kaget.

“Deman tinggi, tadi hampir saja dia jatuh pingsan”, jelasnya tanpa menoleh pada Yoona masih terfokus pada Siwon yang sudah tergeletak tak berdaya. Lalu jessica memutarkan kepalanya dan menatap Yoona, “Hey kau darimana saja?”.

“Tadi aku menemui kakakku dulu”, jelasnya. Kembali ia menoleh pada Siwon, memasang wajah yang terlihat begitu khawatir tapi tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Seperti ada sesuatu yang menghalang, dalam situasi ini dia tak bisa berbuat apa-apa.

“Ya terserah kalian saja, pokoknya malam ini dia harus istirahat penuh. Semoga saja besok dia sudah baikan. Hah benar-benar frustasi, begitu banyak job yang dia tinggalkan hari ini”, umpat menejer Kim sambil berlalu.

“Oh tuhan, dalam keadaan Siwon hyung yang sudah seperti ini dia masih sempat saja memikirkan pekerjaan”, runtuk Kyuhyun menoleh sinis pada punggung menejer Kim yang hampir hilang dari tatapan.

“Sudahlah, lebih baik kita cepat bawa ia pulang sebelum demamnya semakin tinggi”, ucap Sungmin mencoba mencairkan suasana. Kyuhyun pun memapah Siwon keluar, sedangkan Sungmin pergi ke parkiran untuk menyiapkan mobil.

Dalam situasi seperti ini memang hanya mereka berdua yang bisa diandalkan, menejer Lee Seunghwan sedang tak ada, anggota SJ pun hanya ada mereka karna yang lain sedang mendatangi sebuah acara masing-masing.

Yoona POV

Pagi-pagi sekali aku sudah menyiapkan beberapa makanan sambil ku tata didalam sebuah tempat makanan berukuran sedang, sangat hati-hati sekali. Aku tak mau jika ada lecet sedikit didalamnya. Walaupun aku tak terlalu pandai memasak tapi kuharap dia akan menyukai makanan buatanku ini.

Dapur berada dilantai bawah dorm, kuusahakan ini tak terdengar bising dan tak mengganggu yang lainnya yang masih tertidur. Alasan lain pun aku tak ingin semua tahu jika aku tengah membuatkan makanan untuk seseorang. Ada alasan tertentu mengapa aku begini,  tak bisa kukatakan… itu semua perlu waktu.

Akhirnya aku selesai menyelesaikannya tanpa ada seorang pun yang terbangun. Cepat-cepat aku segera keluar dorm dan menutup pintu secara perlahan sambil menjingjing kotak makanan yang dilapisi oleh selembar kain berwarna merah polos. Tak lupa kupakai masker untuk menutupi sebagian wajahku disertai kacamata hitam agar tak terlalu dikenal orang banyak.

Hari ini butiran-butiran salju mulai turun dengan lebatnya dari atas langit, bak lautan kapas yang terhampar luas menutupi kota Seoul. Hembusan angin pagi ini benar-benar dingin, aku hanya bisa menggigil dan mengerutkan seluruh anggota tubuhku dengan lapisan kain tebal yang terpasang dibadanku. Setelah kuparkirkan mobil sedan merahku didepan sebuah gedung, kembali kujingjing kotak makanan tadi sambil keluar mobil.

Author POV

Sesampainya didepan sebuah apartement, Yoona membuka tempat untuk membuka pintu dan mulai memencet deretan kode nomor dengan cepat, sepertinya ia memang sudah hafal benar.

Tak menunggu lama pintupun dapat terbuka. Melihat suasana didalamnya benar-benar sepi, ia yakin pasti pengguni didalamnya masih tertidur. Yoona melepas sepatunya dan berganti dengan sandal rumah berwarna pink yang berada dijajaran sepatu dan sandal disamping pintu.

Didalam apartement yang berdekorasi minimalis itu Yoona menyimpan kotak makanan yang ia bawa diatas meja dekat televisi lalu kembali berjalan dan menghampiri sebuah pintu yang masih tertutup rapat.

Ia buka gagang pintu dengan perlahan agar tak mengganggu orang yang berada didalamnya. Terlihat seorang pria masih tertidur dengan selimut tebal berwarna putih yang membalut tubuhnya.

Yoona berjalan semakin mendekat, ia duduk disamping tempat tidur dan matanya terus tak berpaling dari sesosok pria yang berada dihadapannya. Ia pegang kening pria itu dengan punggung tangannya, terlihat jelas ia sedikit khawatir.

Setelah merasakan sesuatu yang menyentuhnya, Siwon mulai membuka matanya sedikit demi sedikit. Bibirnya menyinggungkan senyuman kecil sesaat ia melihat gadis yang berada disampingnya. “Kau sudah lama?”.

Yoona menggeleng, “Tidak, baru saja”, jawabnya singkat. “Bagaimana demamnya? Apa sudah membaik?”, lanjutnya mengalihkan pembicaraan.

Siwon tak langsung menjawab dan mengubah posisinya menjadi duduk terlebih dahulu. “Setidaknya sekarang sudah lebih baik dibanding kemarin”. Ia tersenyum, meyakinkan kekasihnya itu agar tak terlalu khawatir.

“Kalau begitu cepatlah cuci muka, aku sudah bawakan sarapan untukmu”, ujar Yoona bangkit dan menarik tangan Siwon agar bergegas bangun.

“Kau yang memasaknya?”.

Yoona menghela nafas sesaat, “Kali ini ku pastikan rasa masakan buatanku enak. Kau tahu sudah beberapa kali aku membuatnya berulang kali”.

“Benarkah?”, ulang Siwon masih dengan tatapan ragu.

“Tidak peduli rasa masakanku akan enak atau tidak, yang pasti jika kau tak mau memakannya aku akan membunuhmu Choi Siwon”.

Siwon melotot mendengar ucapan kekasihnya itu. “Omo, wanitaku benar-benar seperti monster”.

“Walaupun begitu kau tetap mencintaiku kan?”.

Siwon berkacak pinggang dan tertawa. Lalu ia condongkan badannya kearah Yoona yang masih berdiri santai.

Melihat perlakuan Siwon, Yoona langsung mengerutkan alisnya samar. Tiba-tiba sebuah kecupan manis mendarat dipipinya dengan lembut.

Pria itu, Choi Siwon―tersenyum menyeringai dan masuk kedalam kamar mandi tanpa basa-basi.

“Yah oppa, kau belum menggosok gigimu saja masih berani menciumku”, erang Yoona sambil memegang pipinya.

Siwon yang kala itu sudah berada didalam kamar mandi langsung berteriak, “Walaupun begitu kau tetap menyukainya kan?”, ucapnya menimpal ucapan Yoona.

Yoona hanya bisa tersenyum geli dan kembali berjalan keruang tengah lalu menyiapkan makanan untuk Siwon sarapan.

* * *

“Makanannya lumayan chagi, kau ada peningkatan”, ujar Siwon seraya melahap bubur ayam buatan kekasihnya itu tanpa menoleh.

“Bukan lumayan lagi ceritanya jika kau makan selahap itu. Ish oppa… makanlah pelan-pelan”, tutur Yoona yang tak dihiraukan oleh Siwon. “Sepertinya kau memang benar-benar sudah sembuh”.

“Kemarin aku tak bisa makan apapun, sekarang nafsu makan ku sudah kembali”, timpal Siwon mencari alasan. “Kau tak makan juga?”, tanyanya sambil menyodori Yoona kimchi.

Yoona menggeleng dan menolak, “Tidak, aku sudah makan tadi”.

Tiba-tiba terdengar sebuah bel berbunyi, keduanya langsung berpaling kearah pintu lalu saling bertatapan heran.  “Kau memanggil seseorang?”, tanya Yoona sambil mengerutkan kening.

Siwon menggeleng sigap. “Aniyo…”, ia pun bangkit dan berjalan kearah layar disamping pintu. Saat tombol ditekan keluar gambar seorang pria sekitar 30 tahun-an berdiri tegak didepan pintu. Siwon menoleh kebelakang tepatnya kearah Yoona sambil memekik, “Seunghwan hyung!? (Salah satu menejer SJ)”.

Yoona melotot kaget lalu berdiri. “Seunghwan oppa akan datang mengapa tak memberitahuku?”.

“Aku sendiripun tak tahu dia akan datang”, ia kembali melirik pada layar lalu menekan tombol berwarna hijau dan mendekatkan mulutnya kepengerah suara. “Tunggu sebentar hyung”. Ia berbalik dan menarik tangan Yoona untuk kembali keruang tengah. “Kau tunggu disini, biar aku temani Seunghwan hyung diluar. Araso?”, Siwon meraih jacket hitamnya yang tergantung dikepala sofa.

Yoona tak ada pilihan lain dan hanya bisa mengiyakan ucapan Siwon. “Jangan pergi terlalu lama, udara diluar begitu dingin, kau baru saja sembuh”, ujarnya yang diliputi kecemasan.

Siwon tersenyum seakan mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Ia pun pergi keluar apartement. Saat pintu terbuka seseorang langsung berkata. “Yah neo, membuka pintu saja lama sekali”, runtuk Seunghwan kesal.

Siwon keluar dengan pakaian yang terlihat sudah rapi. Memakai jacket, kacamata dan topi hitam yang terpasang dikepalanya. “Mianhae, tadi aku baru saja akan bergegas pergi. Ada apa hyung datang kesini?”, tanyanya mengalihkan pembicaraan seraya menutup pintu secara perlahan.

“Melihat keadaanmu, kudengar kemarin kau tak datang ketempat pemotretan karna sakit”.

Siwon mengangguk membenarkan, “De, makanya sekarang aku akan pergi kekantor (SM) untuk menyelesaikan job kemarin”.

Seunghwan mengangguk paham, “Aaah, kulihat sekarang keadaanmu juga sudah membaik. Tapi sebelum pergi makanlah dulu, aku tak mau kau sakit lagi nantinya”, ujarnya langsung mendorong Siwon untuk membuka pintu kembali.

Namun Siwon menahannya dan menggeleng cepat, “Tidak hyung, aku baru saja makan tadi”, jelasnya. Seunghwan masih memasang wajah ragu, tanpa menunggu pertanyaan Seunghwan kembali Siwon langsung mengeluarkan nafas tepat diwajah menejer yang paling muda diantara menejer SJ lainnya itu. “Tercium bau saus kimchi bukan?”, tambahnya untuk meyakinkan.

“Aiiiish”, Seunghwan mengibas-ngibaskan tangan didepan hidungnya. “Kau tak perlu melakukan hal seperti itu juga”.

Siwon menghentak-hentakkan kakinya, “Ayolah hyung, Mr. Teukie [?] sudah menungguku dikantor”, tanpa menunggu perintah Seunghwan, Siwon sudah bergegas pergi.

Didalam mobil, Siwon sibuk mengetik pesan dilayar ponselnya.

To: Rusa Cantik

Deer, oppa sepertinya akan lanjut pergi ke kantor saja, karna jika tidak seperti ini dia akan curiga nantinya. Jeongmal jeongmal mianhae tak bisa mengantarmu pulang

Setelah menekan tombol send, Siwon langsung menyimpan ponselnya kedalam saku jacket lalu mendongakkan kepalanya menatap kearah jalan raya yang sudah terselimuti oleh salju sambil menyenderkan kepalanya dikursi.

Sementara itu disampingnya, Lee Seunghwan masih fokus menyetir.

* * *

Setelah mengunci pintu apartement, Yoona keluar memakai masker dan kacamata seperti ia baru datang tadi. Tak lama ponselnya berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Ya, itu dari Siwon.

Ia hanya tersenyum dan segera memainkan jari-jarinya diatas layar ponsel putihnya.

To: Kuda Tampan

Ya aku mengerti, oppa tak usah mengkhawatirkan tentang hal itu. Lagipula aku membawa mobil sendiri. Ingat! Jangan bekerja terlalu keras dulu. Pikirkan kesehatanmu simba

(send)

(new message)

(open)

From: Kuda Tampan

Baiklah nyonya Choi Siwon, aku mengerti. menyetirlah dengan hati-hati. Kita bertemu di kantor nanti :* terimakasih untuk sarapannya sweety^^

Sesaat membacanya Yoona langsung menyunggingkan senyuman geli. Ia lantas melangkahkan kakinya menuju tempat mobilnya terparkir.

“Aku pulang”, ucap Yoona saat membuka pintu dorm dan melangkah masuk.

Terdengar suara derap kaki yang semakin mendekat. Kim Taeyeon, mata wanita itu terlihat bengkak seperti baru terjaga. Ia menoleh pada Yoona dengan mata disipitkan dan alis mengerut heran. “Pagi-pagi seperti ini kau dari mana?”.

Yoona mengganti sepatu dengan sandal nya, “Aku baru saja menemui temanku didepan”, ujarnya mengarang cerita.

“Makanan sudah siaaaap~”, teriak Sunny tepatnya dari arah dapur.

Prak~ Prak~ Prak~ “Aku dataaang‼!”, Sooyoung datang dari lantai atas menuruni tangga begitu bersemangat―dengan cepatnya berlari kearah dapur.

“Dasar paus rakus”, gerutu Taeyeon pelan yang hanya terdengar oleh Yoona lalu berganti menatapnya. “Kita sarapan?”.

Yoona menggeleng, “Eonnie duluan saja, aku kekamar dulu”, cepat-cepat Yoona naik kelantai atas.

Sedangkan Taeyeon menemui yang lain didapur.

7 gadis tengah makan begitu tertib dengan makanan penuh sayuran tertata diatas meja makan. Tapi lain halnya dengan…

“Ish, pizza ku mana sih? Ada yang lihat tidak?”, tanya Sooyoung seraya mengobrak-abrik dalam lemari didapur sampai lemari es.

“Bukankah semalam kau sudah memakannya?”, timpal Jessica yang sedikit pusing melihat Sooyoung daritadi tak bisa diam.

Sooyoung masih sibuk menggeledah dapur, “Tidak, aku menyisakannya dan kusimpan di….”, ia menghentikan ucapannya sesaat seakan tengah berpikir. Lalu membuka lemari tempat penyimpanan bumbu dapur paling atas. “Ini dia”. Matanya langsung berbinar sesaat melihat dua potong pizza yang berada dihadapannya. Seperti anjing yang kelaparan, ia langsung meraihnya sigap.

Tak lama tiba-tiba seorang pria bertubuh besar datang dan langsung berdiri disamping Sooyoung membuat ia kaget setengah mati. “Oh oppa‼”, pekiknya menepuk dada.

“Makanlah makanan yang sudah tersedia”, ujar Song Kibum seraya membawa pizza tadi lalu ia buang ke tempat sampah.

“Andwe andwe… yah oppa, kenapa tak membiarkanku memakannya sedikit saja”, rengeknya melingkarkan tangannya dilengan menejer nya itu.

“Tidak bisa, kau harus dibiasakan untuk menjaga berat badanmu. Ingat! Sebentar lagi konser tunggal…”, ceramahnya yang dibalas oleh mulut manyun Sooyoung. “Oya, Yoona dimana?”.

“Dia sedang…”, Taeyeon tak sempat menyelesaikan perkataannya saat seseorang yang dimaksud muncul dari awang pintu dapur.

“Aku disini”, sapa Yoona pada menejer Song Kibum.

Pandangan semua orang tertuju padanya, Yoona pun duduk dikursi meja makan diantara Hyoyeon dan Seohyun.

“Baiklah semua sudah berkumpul. Setelah ini kalian cepat-cepatlah bersiap-siap untuk rekaman dan latihan. Hari ini jadwal kalian tak terlalu padat, jadi banyak waktu untuk beristirahat”, jelas Kibum. “Pukul 9 semua harus sudah dikantor”, lanjutnya.

Semua mengangguk paham.

“Hyung”, sentak Siwon tiba-tiba―membuat Leeteuk yang tengah serius menatap layar laptop langsung tersentak kaget.

Ia menoleh pada Siwon yang tepat disampingnya dengan mata terbelalak, “Astaga! Kukira siapa”, helanya menenangkan diri lalu kembali mengalihkan pandangannya kearah laptop.

Siwon ikut menatap layar dan memperhatikan, “Apa yang sedang hyung lakukan?”.

“Ini urusan leader, anak buah tak usah banyak bertanya”, ujarnya datar membuat Siwon mendengus kesal.

Siwon berdiri dan merentangkan kedua tangannya sambil menggeliat, “Yang lain masih belum datang?”.

“Donghae, Eunhyuk dan Shindong sudah pergi ke kantor SBS, yang lain masih berada di dorm”, jelasnya lalu memutarkan kursinya kebelakang dan menatap Siwon. “Dan kau, tumben sekali pagi-pagi sudah datang? Biasanya kau paling telat”.

“Ish, aku telat kau ceramahi, dan sekarang aku datang pagi kau juga berkomentar”, runtuk Siwon frustasi.

Leeteuk tertawa, “Yah! aku hanya bertanya. Oya, bukankah kemarin kau demam? Mengapa sekarang terlihat sehat-sehat saja?”.

“Ini… aku sembuh karna… mendapatkan obat yang begitu manjur dari seseorang”, jawabnya seraya tersenyum kecil.

Leeteuk bergidik mendengarnya, “Aigooo, mendapatkan obat dari dokter cantik pun kau begitu berlebihan”, ujarnya menyimpulkan sendiri.

“Ya hyung, mengapa kau bisa tahu jika orang yang telah menyembuhkanku adalah orang yang begitu cantik? Maksudku, lebih tepatnya dia seperti bidadari”.

“Omona, Choi Siwon-ssi. Berhenti mendramatisir suasana, kau membuat perutku mual saja”, Leeteuk berdiri dan berjalan mengambil softdrink dari kulkas kecil disudut ruangan.

Siwon tersenyum geli lalu memutarkan kepalanya menatap keluar dari pintu yang terbuka. Terlihat beberapa orang tengah berlalu lalang dan salah satunya seorang gadis berambut hitam panjang tergerai, dengan baju terusan berwarna biru muda berjalan bersama beberapa rekannya.

Reflex saja, Siwon yang melihatnya langsung menyinggungkan senyuman manis sambil bergumam. “Itu dia bidadariku”, ujarnya pelan.

Leeetuk yang mendengarkan hanya sekilas langsung menelan air yang tadinya masih terdiam di dalam mulutnya kemudian bertanya. “Apa? Apa katamu?”.

Siwon mengeleng dan berpura-pura tak mengatakan apa-apa. “Tidak, bukan hal penting”, jawabnya tanpa menoleh pada Leeteuk dan berjalan keluar,

“Hhh aneh”, cetuk Leeteuk menggerutu sendiri.

Siwon berjalan pelan dibelakang member SNSD, lalu meraih ponselnya dan mulai melakukan aksinya dengan memencet deretan hurup diatas layar.

Beberapa detik kemudian, terdengar sebuah ponsel dari depan berbunyi. Yoona―pemilik ponsel itu yang berada dijajaran paling belakang bersama Seohyun langsung membuka pesan yang masuk.

From: Kuda tampan

Kau gadis yang memakai baju biru, siapa namamu? :p hahaha

Yoona mengerutkan keningnya samar, tiba-tiba sebuah pesan kembali masuk.

From: Kuda tampan

Aku ada dibelakangmu

Ia pun membalikkan kepalanya, dan nampak dengan jelas Siwon yang berjarak beberapa meter darinya sedang menjulurkan lidah lalu tersenyum.

Yoona balas tersenyum, “Dasar gila”, katanya tanpa suara.

“Nanti kita bertemu ditempat biasa”, balas Siwon, tepatnya sebuah bisikan jarak jauh [?].

Yoona mengangguk seakan menjawab ‘iya’, lalu kembali memutarkan kepalanya kedepan dan lanjut berjalan.

Ditempat latihan dance terdengar alunan music Beginning yang mengiringi tarian indah dari member Soshi. Keringat mulai keluar dari tubuh mereka, tapi tetap membuat penampilan yang sangat menarik dan tentu dipersiapkan sangat matang untuk Tour Asian Concert mereka beberapa bulan lagi.

“Ah, istirahatlah sebentar”, keluh Tiffany seraya mendudukan diri diatas lantai dan bersender ditembok.

Semua pun ikut berhenti latihan lalu mengambil air putih botolan di meja sudut ruangan, namun ada beberapa yang masih melanjutkan tariannya didepan sebuah cermin besar.

Setelah mengambil botol minuman, Yoona duduk didekat pintu dengan wajah yang terlihat lelah. Nafasnya masih tersenggal-senggal, dan keringat masih membasahi wajah, leher, dan tubuhnya.

‘Nanti kita bertemu ditempat biasa’

Dalam lamunannya ia kembali teringat kata-kata Siwon. Ia menyesap air terlebih dahulu lalu berdiri.

Terlihat semua orang sibuk tengah sibuk sendiri-sendiri. Ada yang sedang bercanda gurau dan bercengkrama, latihan vokal, dance, bahkan tiduran dilantai.

Yoona rasa sepertinya sekarang waktu yang tepat.

Diam-diam ia keluar dari ruangan itu dan berlalu.

Yoona berdiri didepan lift, beberapa detik kemudian pintu terbuka.

“Kau Yoong”, sapa seorang pria didalam.

Yoona mendongakkan kepalanya lalu tersenyum, “Oppa!”. Ia pun masuk kedalam.

“Ya! Waktunya latihan malah berkeliaran diluar, kau akan kemana?”, umpat Donghae.

“Aku tak berkeliaran, sekarang sedang istirahat. Tak akan kemana-mana, kau selalu saja ingin tahu”, timpal Yoona dengan mulut dikerutkan sebal.

Donghae tertawa lalu mencubit pipi Yoona, “Aigooo, dasar Im Choding jelek”.

“Yak!”, sentak Yoona yang akhirnya ikut tertawa.

Ting~ lift kembali terbuka, Donghae berjalan keluar. Sementara Yoona masih diam ditempat.

Donghae menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, “Kau tak keluar?”.

Yoona menggeleng, “Ini bukan lantai tujuanku [?]”, jawabnya.

“Aish, lalu kau akan pergi kemana?”.

“Bukan urusanmu”, Yoona mengembungkan mulutnya lalu menjulurkan lidah saat pintu lift mulai tertutup.

“Omona”, gumam Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.

Akhirnya Yoona sampai ditempat tujuan [?], ia berdiri menatap pemandangan kota Seoul dari jendela ruangan yang sedikit berantakan itu, mirip seperti sebuah gudang. Ia menyeka keringat dengan saputangan yang daritadi terlingkar dipangkal lehernya lalu mulai menghela nafas dengan berat.

Tiba-tiba tubuhnya bergidik cepat saat tangan seseorang melingkarkan lengannya dipinggang Yoona. Ia menoleh pada seorang pria yang kini sedang menyenderkan dagu di pundaknya. “Aish oppa, kau hampir membuat jantungku keluar”, ucap Yoona kaget bercampur lega.

Siwon tersenyum lalu balik menatapnya masih dengan posisi seperti tadi. “Baru selesai latihan ya?”.

Yoona menjawab dengan anggukan lalu memegang kedua tangan Siwon seperti ingin melepaskan pelukannya.

Namun tangan Siwon kembali tergerak dan semakin mempererat pelukannya, “Tunggulah beberapa saat”.

Yoona hanya terdiam dan menuruti perkataan kekasihnya itu. Sempat terjadi keheningan, keduanya terlarut dalam pikirannya masing-masing.

“Oppa, hari ini kau free? Di jam jam seperti ini biasanya kau sudah pergi”, ujar Yoona yang akhirnya membuka mulut.

“Iya, sekarang aku memang bersih tanpa job”, jawabnya tersenyum. “Tapi besok aku akan pergi lagi ke Pulau Yeonpyeong, lanjut syuting (Poseidon) chagi”, jawabnya merubah raut mukanya dengan wajah yang datar. “Tapi kau tak usah khawatir, kali ini aku pergi hanya untuk satu minggu”.

“Apapun itu walaupun hanya satu minggu tapi bagiku itu sudah seperti satu tahun”, gumam Yoona menghadap kedepan dengan tatapan kosong.

Siwon menghela nafasnya lalu membalikkan tubuh Yoona untuk berhadapan dengannya secara perlahan. Mereka terdiam sesaat dan hanya saling menatap satu sama lain. Perlahan tangan Siwon mulai menyentuh wajah Yoona dan mengelus-elus pipinya halus.

Kali ini Yoona tak bisa menahan dirinya lagi, ia melingkarkan kedua lengannya dileher Siwon dan memeluk nya sangat erat.

Siwon POV

Aku sedikit kaget dengar perlakuannya yang secara tiba-tiba. Tanpa menunggu perintahnya aku langsung balas memeluknya.

Kami berdua menjalin suatu hubungan bukanlah untuk waktu yang singkat. Awal kami di tawari bekerja bersama untuk sebuah produk pakaian, hubungan kami semakin dekat. Yang paling konyol adalah, suatu ketika saat ponselku tertinggal ditempat make up, Yoona yang kala itu tengah berada disana melihat wallpaper ponselku adalah photoku bersamanya saat photoshoot produk tersebut.

Hahaha memalukan bukan? Hari itu aku tertangkap basah, aku mulai menyukainya memang sejak pertama kali aku bertemu dengannya. Sebelum debut dengan boybandku, kami berdua pernah melakukan sebuah photoshoot bersama juga.

Aku akan mengungkapkan sesuatu, aku adalah tipe pria yang tidak mau ditolak. Ketakutan itu selalu muncul didalam pikiranku, itulah sebabnya aku tak mau mengunggapkan perasaanku langsung padanya. Tapi atas kejadian itu, Tuhan benar-benar mempermudahku. Tak kusangka ia menerimaku. Sebelumnya kukira dia akan menolakku mentah-mentah. Untung saja mimpi buruk itu tidak terjadi. Dia―Im Yoona, adalah milikku selamanya.

CLEK~

Yoona terperanjat dan langsung melepaskan pelukan mereka. Siwon menatap heran, “Ada apa?”.

Yoona menunjukkan bayangan dibawah pintu dengan bahunya, “Sepertinya seseorang berada diluar. Bagaimana ini? Bisa mati jika kita ketahuan”, ucapnya dengan cemas.

Siwon membelalakan mata, ia mencoba menarik Yoona untuk bersembunyi dibawah meja diruangan itu.

Namun nihil, orang itu terlanjur membuka pintu.

***To Be Countinued***

Akhirnya selesai juga chapter satunya, berharap banget kalian suka dan setia memberikan komentarnya. Kalau coment nya dikit, author ga akan lanjutin SUMPAH!

:p haha ga gitu juga sih, kalo emang FF ini punya cerita yang ga menarik sarannya akan aku terima. Mungkin nanti postingan ini bakal aku delete terus diganti ama FF lain [?]

(mudah-mudahan ga ampe gitu deh) author masih berharap YoonWonited sekalian pada suka, untuk chapter satu memang belum ada konfliknya, tapi dichapter selanjutnya aku pastiin reader bakalan mewek keselek-selek bacanya. #Lebekut – Lebay Banget tingkat Akut

Buat yang baca tapi ga ninggalin comentnya aku sumpahin gak akan pernah ketemu bias seumur hidup. Loh [?] #kidding dear^^

Yang ga bisa coment disini, ke Twitter (@MINOrity97) atau FB juga boleh^^

Tinggalkan komentar

275 Komentar

  1. Cha'chaicha

     /  September 13, 2014

    Knpa sembunyi”?

    Balas
  2. Shatia

     /  Oktober 17, 2014

    Lagi berduaan tiba” da yg buka pintu,,ketahuan deh,,sapa yah yg buka pintunya?

    Balas
  3. murni margaret

     /  Oktober 19, 2014

    chingu yang buka pintu siapa ya?

    Balas
  4. tiba tiba kangen ff ini, kangennnnn ff yoonwon sebenernya skrng udh jarang huhuhu malahan curcol#abaikan abaikan… pokok ya skrng aku lagi kangen sm ff ini jd aku ubek ubek cari ff ini trus bac lg dehhh dannn ttep kereeennnn senyum senyum sendiri sm cara siwon smsan sm yoona senyum senyum sama cara mereka nunjukin rasa sayangnyaaaaa…

    Balas
  5. Lee Cheonsa

     /  November 4, 2014

    Ah keromantisan mereka terganggu. Kira” siapa yang datang ??
    Akankah ketahuan ?

    Balas
  6. Lee Cheonsa

     /  November 4, 2014

    Ah keromantisan mereka terganggu. Kira” siapa yang datang ??
    Akankah ketahuan ?

    #penasaran

    Balas
  7. Any

     /  November 25, 2014

    Udah lama jadi reader di YWK tp baru tau ada FF ini. Ceritanya lumayan loo…bikin penasaran aja…

    Balas
  8. hani

     /  November 27, 2014

    aigoo.. yoonwon lucu 2x hampir kepergok.. tp kasian jg, ketemuannya cuma sbentar-bentar aja..

    Balas
  9. Dwi Sivi

     /  Desember 8, 2014

    ceritanya yonwon backstreet nih… aku pengen memang di dunia nyata mereka beginj…
    ffnya keren eon. ..

    Balas
  10. mila

     /  Desember 18, 2014

    Aku reader baru eonni….langsung jatuh hati sama FF ini begitu baca chap 1,serasa mengikuti kehidupan nyata yoonwoon.seruuuu …. Ketauan Ga ya…. Lanjut chap berikutnya….

    Balas
  11. jadi selama ini yooonwon backstreet juga dari member2 lainnya,,, siapa yang buka pintu?? makin penasaran ma kelanjutannya,,, lanjut next chapter😀

    Balas
  12. Im Nanda

     /  Januari 2, 2015

    omona … nuguseyo?? itu siapa yg buka pintu??

    Balas
  13. Atri

     /  Februari 14, 2015

    Aku resder baru salam kenal thor, mau ijin baca, boleh yah aku baru bc end nya ternyata suka jd pengen baca dari awal ❤❤❤

    Balas
  14. Nhiina

     /  Maret 2, 2015

    aissh , siapa sih yg ganggu moment romantisnya yw ,, huuu
    Next

    Balas
  15. Zhahra

     /  Maret 23, 2015

    Wooooh…woooh….backstreet ternyata….
    Cpa yg masuk coba…?ganggu moment yoonwon aja..he..he..he…
    Aku kasih 10 jempol deh buat unni yg dah buat ff keren ini…

    Balas
  16. Nhiina

     /  April 25, 2015

    ceritanya daebak . .

    aigoo , siapa yang udah menggangu keromantisan mereka ? ?

    Balas
  17. penasaran sama yang gangguin momen yoonwon nya..

    Balas
  18. Aku baru bc nih thor.jd komenku sdh tak berpengaruh lg.tp ffnya keren kok thor.itu mnrt aku ga tau sm reader lain

    Balas
  19. Choi Han Ki

     /  Mei 25, 2015

    Hahah lagi mesra2an ada yg gangguin aja tuh.. Siapa sih yg gangguin wkwkwkw

    Balas
  20. Kim eun ah

     /  Juni 7, 2015

    Wah sapa tuh yang datang? Penasaran

    Balas
  21. zama yunjae shipper

     /  Juli 16, 2015

    ah romantis nya bikin gw iri, tapi sayang ke ganggu. siapa yg buka pintunya?

    Balas
  22. Dwi swarnita

     /  Agustus 5, 2015

    Ini permulaan yang bagus thor.. .. saya harap ceritanya gak ngebosenin dehhh. Itu siapa yang bakal datang anak sm kah? 😮

    Balas
  23. Deery00ng

     /  Agustus 17, 2015

    Baca lagi dari awal takut lupa alurnya
    hehe
    yo0nwon daebakK

    Balas
  24. ria

     /  Oktober 6, 2015

    Ngarep yoonwon bnr2 jd pasangan didunia nyata

    Balas
  25. Wahh mereka gaboleh pacaran yaa😦 kiraa2 siapa yg buka pinttuu omonaaa.. Aku suka thor ff nya bikin penasaran..

    Balas
  26. rinie l

     /  Oktober 20, 2015

    Wah….wah….kira2 siapa yg bakal muncul ya….ff nya keren…jd membaca sambil menghayal….mudah2an riil d dunia nyata…..amiiiiiiiiiiin

    Balas
  27. paris

     /  November 3, 2015

    Momen siwon yoonanyaa sweet banget, suka banget, paling di nanti banget momen2nyaaa🙂 , siapa kah orang yang datang itu?

    Balas
  28. ayuuk171

     /  Februari 11, 2016

    waduuhhh siapa yg buka pintu ganggu aja wkwkwk
    wahh mereka pacaran diem” yaahh, yoonwon jjang
    sosweet bgt dah moment nya

    Balas
  29. susi

     /  Februari 17, 2016

    AKu suka banget bagian sooyoung yang langsung muncul saat denger makanan udah siap ampe pizza nya juga disebunyiin takut dimakan yang lain ya eon ??
    Tapi ujung-ujung nya dia malah ribut nyarinya lupa naro dimana..😄😄
    Astaga kalo soal makanan wanita yang satu ini bener-bener deh..😄😄
    Nyuna perhatian banget pacar sakit dibawain sarapan..😍😍
    Gimana siwon ga mau klepek-klepek coba kalo pacarnya bukan cuma cantik tapi perhatian banget juga..😍😍

    Balas
  30. sahwa purem

     /  Agustus 5, 2016

    yoona perhatian bgtz…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: