FFBTPF Chapter 12/End: We are a Perfect Family

[FF] BTPF Chapter 12/ End:

Main Cast:

  • Choi Siwon
  • Im Yoona

Genre: Family, Sad, Romance

Rating: PG 15+

Author: Resty Meidalita Utami / GEE

≫≫≫≫≫

“Sungguh kau tak mencintaiku?”, tanya Siwon menatapnya lekat.

Yoona hanya diam tak menjawab.

Untuk kesekian kalinya Siwon mendekap erat tubuh Yoona, “Dulu kau pernah mengatakan jika cinta itu bisa datang karna terbiasa. Ku kira kau mengatakan benar, karna buktinya sekarang aku mengalaminya sendiri…seperti padamu”.

Mendengarnya reflex Yoona langsung menangis, “Kumohon jangan berbohong lagi, aku tahu kau mencintai orang lain”.

“Mungkin itu dulu, tapi sekarang semuanya sudah berubah karna ketulusan hatimu. Selama ini mungkin aku tak menyadari bahwa sebenarnya wanita yang kucintai adalah orang yang sedang berada dihadapanku sekarang. Lupakanlah semua yang sudah terjadi dan kita…. hidup bersama selamanya bersama calon anak kita”, ucap Siwon lembut menyeka air mata Yoona di pipinya.

Lalu ia mengecup halus kening Yoona, hidungnya lalu pipi kirinya dan melontarkan sebuah bisikan tepat ditelinganya. “Hari ini, ayo kita bereskan semua kekeliruan yang sudah terjadi, kumohon beri aku kesempatan untuk bisa menjadi seorang suami yang baik untukmu…istriku, Im Yoona”.

Tangannya terlepas dan mereka berdua saling menatap. Perlahan wajah Siwon mulai mendekat kearahnya. Yoona hanya terdiam dan pasrah dengan apa yang akan terjadi. Kini bibir mereka berhasil bertemu, Siwon memiringkan sedikit kepalanya dan mengemut habis bibir Yoona dengan lembut. Kali ini Yoona tak diam, ia membalas ciuman dari suaminya itu.

Beberapa saat mereka pun mengakhiri ciuman mereka, Siwon menyenderkan keningnya didahi Yoona disaat keduanya tengah mengambil nafas. Kemudian Yoona pun memeluk Siwon dengan melingkarkan lengannya di leher Siwon,tak tinggal diam Siwon pun membalas pelukan Yoona dengan memeluk pinggangnya. Pelukan mereka semakin lama semakin erat seperti tak ingin kehilangansatu sama lain.

** ** **

Mendengar pernyataan Siwon dan Yoona bahwa mereka akan membatalkan perceraian tentu di sambut sangat gembira oleh kedua pihak keluarga. Harapan atas perjodohan mereka dulu akhirnya berjalan baik. Kebahagiaan keluarga Choi dan Im pun bertambah saat mengetahui jika Yoona sedang mengandung seorang bayi.

Dan di malam awal musim dingin ini tuan Im akhirnya diperbolehkan untuk pulang, walaupun masih harus mendapatkan perawatan dirumah.

Kala itu Siwon dengan hati-hati mendorong kursi roda yang dinaiki oleh tuan Im menuju kamarnya diikuti Yoona dan beberapa pelayan rumah.

Tuan Im menghela nafasnya saat sudah berhasil membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya yang nyaman dibantu Siwon dan dua perawat dari Rumah Sakit yang sengaja didatangkan untuk menjaga tuan Im selama dirumah.

“Abojji, apa kau perlu sesuatu?”, tanya Siwon pelan.

Tuan Im menggeleng singkat, “Tidak, lebih baik kalian tidurlah. Sekarang sudah malam”.

Siwon mengangguk sambil tersenyum.

Yoona berjalan menghampiri dan duduk disamping tempat tidur, “Appa, istirahatlah dengan baik”, ucapnya dan mengecup pipi kiri tuan Im lalu menyelimuti seluruh badannya dengan selimut putih yang tebal.

Saat tuan Im memejamkan matanya dan mulai terjadi keheningan Siwon pun merangkul Yoona sambil keduanya berjalan keluar kamar.

“Kau lelah?”, tanya Siwon khawatir melihat Yoona yang sedikit pucat.

“Tidak, hanya saja aku merasa kedinginan”, jelas Yoona menunduk.

“Baiklah, sebaiknya kita juga segera tidur”, ucap Siwon lagi. Namun Yoona masih diam. “Wae? Kita tidak akan tidur beda kamar lagi sekarang”, ketusnya yang membuat keduanya menjadi tertawa mengingat tingkah mereka dulu.

Ketika didalam kamar Siwon tak hentinya membuat lelucon agar Yoona yang tengah mengalami insomnia semalam ini [?] menjadi tertawa.

“Hah oppa, kumohon hentikan. Perutku sampai sakit”, keluh Yoona masih mendekup mulutnya yang tak bisa berhenti tertawa.

Siwon mengerutkan keningnya saat ada yang sedikit menjanggal dengan kata-kata Yoona barusan, “Bisa kau ulangi kata-katamu tadi?”, tanyanya dengan tatapan seperti mengintrogasi.

Reflex Yoona langsung menghentikan aktifitas tertawanya. “Yah oppa ada apa? Mengapa menatapku seperti itu?”, tanya balik Yoona sambil memundurkan kepalanya gugup.

Namun Siwon malah semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona yang membuat Yoona semakin tak bisa berkutik.

“Oppa… ada apaaa?”.

Siwon pun mengubah posisinya menjadi duduk dan menghela nafasnya dengan raut wajah sedikit marah. “Heuh… kita sudah sah menikahpun kau masih memanggilku dengan sebutan ‘oppa’?”, ujarnya tanpa menoleh pada Yoona.

Awalnya Yoona hanya diam, tapi ia pun mulai tak enak melihat Siwon yang sepertinya marah padanya. Ia duduk tepat disamping Siwon. “Maafkan aku”.

Namun Siwon masih enggan menjawab, “Maaf, aku belum terbiasa memanggilmu dengan sebutan baru”, ucap Yoona gugup. “Kumohon jangan marah”. Kali ini Yoona semakin tak tahu apa yang harus ia lakukan, ini barulah pertama kalinya Siwon seperti ini.

Disaat Yoona tengah kebingungan menghadari dirinya, ternyata diam-diam Siwon tertawa (tanpa suara) ketika ia memalingkan wajahnya dari Yoona. Ia tak menyangka ternyata istrinya begitu polos seperti itu.

“Oppa… maksudku. Aaaah eottae??”, kali ini Yoona semakin dibuat kikuk. Karna tak ingin membuat Siwon terlalu lama marah padanya akhirnya ia pun memberanikan diri.

Dengan cepat ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut lalu berkata, “Aku mengantuk yeobeoya‼”, ucapnya saat wajahnya sudah tertutup rapi oleh selimut.

Siwon sedikit kaget, “Yah kau mengatakan apa tadi? Aku tak mendengarnya”, tanyanya sambil menerkam tubuh Yoona [?].

“Aku tak akan mengulanginya lagi”, ucap Yoona yang sedikit samar dalam posisi seperti tadi.

“Aish‼ baiklah jika maumu seperti itu”, Siwon mulai menggelitiki tubuh Yoona yang sukses membuatnya menggeliat karna geli.

“Aaah baiklah aku menyerah yeobeo”, Siwon pun mulai menghentikan aktifitasnya dan mereka saling bertatapan. Wajah Yoona sedikit memerah.

“Aku ingin mendengarnya lagi”, desah Siwon manja.

“Yeo-beo-ya‼ Suamiku yang paling tampan diseluruh belahan dunia Choi Siwon”.

“Aigooooo… naneun yeobeo jinjja kyeoptaaa”, ucap Siwon sambil mencubit kedua pipi Yoona gemas lalu mendaratkan bibirnya dibibir Yoona.

Keesokkan harinya***

Yoona yang tengah membenahi kamarnya sedikit tersentak saat iPhone nya berbunyi, dengan cekatan ia meraih dan mengangkatnya.

“Iya yeobeo ada apa?”.

“Sayang, hari ini aku sedang tak sibuk. Mumpung sekarang aku ada waktu luang bagaimana jika kita pergi berbelanja peralatan bayi?”, tanya Siwon dijalur lain.

“Guerae? Ah ide bagus yeobeo”, jawab Yoona sedikit tertawa.

“Baiklah, sekarang aku sedang dalam perjalanan kerumah. Sesampainya aku disana kau sudah siap ya”.

“Nde‼”, jawabnya lagi semangat lalu memutuskan sambungan telephone-nya bersama Siwon sambil tersenyum.

“Appa, aku akan pergi sebentar bersama Siwon oppa”, ijin Yoona saat masuk kedalam kamar tuan Im yang sedang berbaring diatas tempat tidurnya. “Tak apa kan aku tinggal?”, lanjutnya.

Tuan Im tersenyum, “Tentu saja tak apa. Masih banyak orang yang menjaga appa disini, memangnya kalian ingin pergi kemana?”.

“Pergi berbelanja untuk membeli peralatan calon cucu appa”.

“Oh begitukah? Baiklah kau pergilah, tapi apa suamimu sudah pulang bekerja?”.

“Dia sedang tak sibuk hari ini, sebentar lagi dia akan menjemputku”, jelas Yoona.

TIDIIIT~ tiba-tiba terdengar suara klakson mobil. Yoona menerawang kearah jendela, dilihatnya mobil suaminya yang sudah terparkir rapi didepan gerbang rumah tuan Im. “Appa, sepertinya Siwon oppa sudah datang. Aku pergi dulu ya”, pamitnya seraya mencium pipi kanan tuan Im.

“Suster Park, jaga appa baik-baik ya”, ujarnya lagi pada perawat appanya. Suster Park mengangguk mengerti, lalu ia pun segera keluar dan menghampiri suaminya yang sudah menunggunya.

Siwon yang sudah menyadari kedatangan Yoona langsung keluar mobil dan membantu istrinya itu membukakan pintu mobil. “Silahkan masuk tuan putri”.

Melihat perlakuan Siwon membuat Yoona tertawa geli melihatnya, ia pun masuk kedalam. Tak lupa Siwon menutup pintu lalu ia kembali masuk dan duduk dikursi pengemudi. Mesinpun dinyalakan dan mereka mulai berlalu.

Flash Back →

Siwon dan Tiffany terlihat berbincang serius dengan duduk berjajar disebuah bangku.

“Jarang sekali kau mengajakku bertemu ditempat seperti ini, ada apa oppa?”, tanya Fany memulai pembicaraan.

“Aku ingin kita mengakhiri hubungan kita”, ketus Siwon nampak serius.

Fany menoleh dengan tatapan sedikit kaget, “Apa maksudmu oppa?”.

“Aku dan istriku…. akan rujuk kembali”.

Fany tertawa berharap semua yang ia dengar hanya sebuah bualan semata, “Kau jangan bercanda, ini tidak lucu”.

“Aku berkata serius, sekarang aku tak bisa kembali padamu karna… Yoona, tengah mengandung anakku”.

Fany terdiam sejenak, “Kau memilihnya hanya karna dia hamil?”.

“Bukan karna itu saja, tapi hatiku sudah berubah padamu. Aku mencintai istriku sepenuh hati,”, ungkap Siwon. “Maafkan aku, kuharap kau bisa mengerti. Kita tak seharusnya seperti dulu, aku yakin kau akan menemukan pria yang lebih pantas dan baik dibandingkan aku”.

Siwonpun beranjak dan pergi, sementara itu Fany masih terdiam sambil menangis.

End of Flash Back

Seperti biasa hari ini Fany pergi kesebuah mol untuk membeli beberapa dress dan beberapa baju lainnya yang sudah ia pesan.

“Agassi, gaun ini begitu cocok ditubuh anda”, puji seorang pelayan ketika melihat Fany barusaja mencoba gaun yang akan ia beli.

Ia hanya tersenyum dan memutar-mutarkan tubuhnya didepan sebuah cermin besar.

Sementara itu***

“Yeobeo, sepertinya kau juga butuh membeli baju baru”, ucap Siwon.

Yoona menggeleng, “Tidak usah, kau sudah begitu banyak membelikanku baju. Didalam lemari saja masih banyak yang belum aku pakai”.

“Semakin hari perutmu akan semakin membesar, pakaian yang sekarang pasti tidak akan muat dipakai nanti. Ayo menurut saja”, paksanya sambil menarik tangan Yoona menuju sebuah butik khusus wanita.

Sesampainya disana Siwon begitu semangat memilih-milihkan pakaian yang cocok untuk dipakai istrinya, sedangkan Yoona hanya terdiam saja dan mengiayakan apa yang sudah suaminya itu pilihkan.

“Yeobeo, sepertinya pakaian ini sangat cocok jika kau yang memakainya. Ayo coba”, ucap Siwon antusias.

Yoona mengangguk sesaat, “Baiklah”. Lalu segera pergi keruangan ganti.

DEG~ rasanya jantung Yoona terhenti ketika melihat seorang yeoja yang tengah berdiri dihadapannya.

Wanita itu mengalihkan pandangannya dari cermin dan menoleh pada Yoona. Saat mendapati adanya Yoona pun wanita itu tak kalah kagetnya.

“Yeobeo, bagaimana cukup tidak?”, ucap seseorang menghampiri mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Siwon. Namun raut mukanya berubah kilat saat melihat. “Fany?”.

Jika dulu Siwon akan sangat terkesima melihat Fany memakai pakaian seperti itu, namun perasaannya sekarang sudah berbeda.

“Annyeong oppa”, sapa Fany terlihat gugup. “Oppa sedang melakukan apa disini?”, tambahnya.

“Aku sedang mengantar Yoona (tidak yeobeo) berbelanja”, jawab Siwon yang tak kalah gagapnya [?].

“O begitukah”, ketus Fany menatap dingin kearah Yoona.

Terjadi keheningan untuk beberapa saat, namun Yoona mampu memecahkannya. “Oppa (tidak yeobeo) aku pergi ke toilet sebentar”, ucap Yoona pada Siwon dengan kaku. “Eonnie, aku permisi dulu”, tambahnya menundukkan sedikit kepala kearah Fany.

Yoona pun mulai berlalu dari hadapan mereka berdua, terjadi kembali keheningan yang semakin mencekam. Benar-benar membuat kikuk keduanya.

“Agassi, untuk baju ini apa anda ingin mencobanya terlebih dahulu”, ucap sang pelayan kearah Fany seraya menyodorinya sebuah gaun indah berwarna merah.

“Tidak usah, aku akan langsung membayarnya saja”, jawab Fany. “Oppa, aku pergi dulu”, tambahnya dingin pada Siwon lalu pergi kearah kasir pembayaran.

Fany benar-benar tak menyangka ia akan bertemu dengan mereka berdua hari ini, perasaannya masih tak karuan, ia pun pergi ke toilet untuk sedikit menenangkan.

Ia basuh wajahnya dengan air lalu berkaca dicermin panjang. Ia hela nafasnya untuk beberapa saat. Setelah semuanya sudah bisa terkendali ia pun mengelap wajahnya dengan tisu dan kembali menggangtungkan tas dilengan kirinya.

AAARGT~ namun langkahan kakinya terhenti cepat saat mendengar seseorang tengah berteriak dari dalam toilet. Fany mulai khawatir dengan orang yang didalamnya. Ia buka pintu satu persatu, namun ketika ia membuka pintu toilet ketiga ternyata…

“Yoona-ssi, gwaenchanayo?”, tanyanya langsung menyergap Yoona yang sudah terduduk diatas lantai sambil memegang perih perutnya.

Yoona tak menjawab dan terus merengek kesakitan.tanpa berpikir panjang lagi Fany segera menyusul Siwon dan memberitahukannya.

“Sebenarnya apa yang terjadi padanya?”, tanya Siwon sambil menghampiri Yoona dengan panik.

Fany menggeleng, “Aku juga tidak tahu, saat kulihat tadi dia sudah tergeletak dibawah”.

Siwon pun segera membopong Yoona dan berlari kearah mobilnya untuk membawanya ke Rumah Sakit tanpa menghiraukan adanya Fany.

Fany yang melihat kejadian tadi pun menyadari bahwa Siwon kini bukanlah miliknya lagi, kekhawatiran Siwon bukanlah padanya lagi, dan cintanya bukanlah untuknya lagi.

** ** **

“Dok, sebenarnya apa yang terjadi pada istri saya?”, tanya Siwon saat dokter telah selesai memeriksa Yoona.

“Tidak terjadi hal yang fatal, kandungannya masih baik-baik saja, istri anda hanya mengalami kram perut saja. Tapi untuk sekarang sebaiknya ia jangan kelelahan dulu”, jelas dokter.

Siwon menghela lega lalu segera menghampiri Yoona, “Yeobeo, kau baik-baik saja?”, tanyanya langsung duduk disamping Yoona.

Yoona hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu dengan erat Siwon memeluk tubuh Yoona. “Hhh kau membuatku kaget saja. Kau tahu begitu takutnya aku tadi”.

“Aku sudah tidak apa-apa”, Yoona membalas pelukannya. “Yeobeo, aku ingin pulang”.

Siwon pun melepaskan pelukan mereka, “Baiklah”, ujarnya tersenyum.

Sesampainya mereka dirumah, Yoona langsung tertidur dengan lelap dikamarnya. Siwon memandangi terus-menerus wajah Yoona, tangannya tak diam dan terus mengitari setiap lekuk wajah cantik istrinya itu.

Tak lama iPhone nya berbunyi, ia segera meraihnya dari meja yang tepat berada disamping tempat tidur. Terpangpang nama Tiffany dilayar, awalnya ia kurang yakin untuk mengangkatnya, namun tidak. Dia tidak boleh menjadi lelaki pecundang.

“De, yeobeoseyo?”, ucapnya membuka percakapan.

“Oppa….besok aku…aku akan pergi…”.

** ** **

“Yeobeo, dihari libur seperti ini mengapa kau masih kekantor?”, tanya Yoona sambil memakaikan dasi dikemeja Siwon.

“Ada sesuatu hal, aku tak akan lama yeobeo. Aku janji akan pulang cepat”, ucap Siwon mencoba memberi pengertian pada Yoona.

“Araso… kau hati-hatilah”, ucap Yoona saat sudah memakaikan tuxedo hitam ditubuh kekar Siwon lalu menyodorinya tas kerja.

Sebelum pergi Siwon pun memberikan kecupan sesaat dibibir Yoona, “Aku berangkat yeobeo”. Siwon pun masuk ekdlam mobil, Yoona melambaikan tangannya melepas kepergian Siwon.

Mobil terus melaju dengan cepatnya, tapi mengapa ia tak pergi kearah kantornya?

Ternyata hari itu Siwon mengantar Fany ke Bandara.

“Fany, jaga diri baik-baik saat disana. Aku akan tetap mendukungmu, semoga karirmu semakin sukses”, ujar Siwon menepuk pundak Fany.

“Tentu saja aku akan sukses, kau kira karna sekarang kau tak jadi kekasihku hidupku akan berantakan?”, candanya membuat Siwon tertawa. “Kau juga baik-baik oppa, jangan lupa beritahuku jika anakmu sudah lahir”.

Siwon mengangguk, lalu Fany mulai mendorong kopernya dan berjalan menuju pesawat. Ya, setelah berpisah dengan Siwon ia memutuskan untuk pindah memulai karir di Taiwan, negara asalnya. Awalnya ia memang sedikit stress dan mulai putus asa karna ini, namun ia tetap bertekad sekarang ia masih muda, perjalan hidupnya masih panjang, ia tak mungkin menghancurkan masa dengannya sendiri hanya karna satu laki-laki. Memang tak mudah, tapi ia akan tetap berusaha. Kejadian yang sudah didapatkannya ia ambil sebagai pelajaran yang sangat berharga.

Dan Siwon, ia memang sengaja untuk mengantarkan kepergiannya menuju Taiwan. Ini bisa dikatakan sebagai perpisahan mereka, tanda bahwa mulai sekarang keduanya akan hidup secara masing-masing.

Siwon POV

Setelah mengantar Fany ke Bandara aku langsung pergi menuju rumah ayah mertuaku, saat masih dalam perjalanan tiba-tiba Yoona menelphone ku. Dari suaranya terdengar sangat panik, ayah mertuaku kritis. Sebentar lagi ia akan di operasi. Tak segan aku langsung meng-gas [?] mobilku diatas rata-rata dan membalikkan arah menuju Rumah Sakit.

Beberapa lama akhirnya aku sampai, aku langsung mencari istriku. Kulihat ia tengah duduk didepan ruang operasi sambil menangis.

“Yeobeo”, sahutku sambil duduk disampingnya. Ia menoleh lalu memelukku, aku membalas pelukannya dan terus berusaha untuk membuatnya tenang. “Semuanya akan baik-baik saja”.

Beberapa jam kemudian dokter bersama para perawatnya pun mulai keluar dari ruang operasi, aku dan Yoona langsung berdiri dan menghampiri dokter untuk meminta informasi.

“Bagaimana dok? Ayahku baik-baik saja kan?”, tanya Yoona dengan mata yang berkaca-kaca.

Sesaat dokter itu terdiam lalu menggelengkan kepalanya, “Dengan berat hati kami harus mengatakan ini, tuan Im Sang Woo telah meninggal dunia”.

Reflex Yoona langsung menangis, dan aku hanya bisa memeluknya kembali.

Keesokkan harinya setelah upacara pemakaman ayah mertuaku selesai dilakukan aku menuntun istriku yang sudah terasa lemas karna sedari tadi air matanya terus turun kearah mobil kami yang didalamnya, supir Jung sudah duduk sigap dikursi pengemudi untuk membawa kami pulang.

Aku mendudukan Yoona di bangku belakang, namun sebelum aku juga masuk mobil aku menghampiri keluargaku terlebih dahulu. “Aku keluar sebentar yeobeo”, ucapku, dan  ia hanya diam karna masih termenung dengan pemikirannya sendiri.

“Wonnie, bagaimana istrimu?”, tanya eomma saat aku baru saja menghamprii mereka.

Aku hanya terdiam menandakan kalau keadaan sekarang masih tidak baik. Eomma dan appa berdehem mengerti, “Siwon-yang, kau harus jaga baik-baik istrimu. Ia tengah mengandung seorang bayi sekarang, jangan sampai membuatnya terlalu banyak pikiran”, ucap appa.

Aku mengangguk mengerti, tak lama Taeyeon noona dan Leeteuk hyung menghampiri kami, Leetuk hyung menepuk bahuku, “Kau yang tabah ya, aku turut berduka cita”.

“Terimakasih hyung”.

“Wonnie, Yoona dimana?”, tanya noona terlihat khawatir.

“Ia sudah ada didalam mobil”, jelasku. “Appa, eomma, hyung, noona, aku sudah terlalu lama membuatnya menunggu. Kami pamit pulang sekarang”, ucapku membungkukkan sedikit kepala dan kembali berjalan menuju mobil.

Saat kubuka pintu mobil lagi-lagi kulihat Yoona masih melamun seorang diri, aku duduk disampingnya dan kututup pintu mobil. “Pak, ayo jalan”, perintahku pada supir Jung.

Ketika mobil mulai melaju keheningan masih terjadi, jujur aku tak tega melihat keadaan istriku yang seperti ini. Kuraih pinggangnya dan membuat kepalanya menyender didadaku. Perlahan kuseka air matanya dan kuelus-elus pipinya. “Kau harus mengikhlaskan kepergiannya. Masih ada aku yang akan selalu berada disampingmu yeobeo”, kucium kepalanya dan kupeluk ia semakin erat.

** ** **

Beberapa bulan kemudian kami menjalani aktivitas seperti biasa, kini Yoona tak terbayang-banyangi lagi oleh kepergian ayah mertuaku. Sekarang kami fokus pada seorang bayi didalam perut istriku ini yang sudah genap 7 bulan.

Yoona duduk dipangkuanku sambil disuapi ice cream strawberry kesukaannya.

“Tuan putri sudah kenyang? Ayo kita pergi tidur sekarang”, ucapku membopongnya. “Aaeugh, sekarang berat badanmu bertambah dua kali lipat yeobeo”.

“Enak saja”, ia mencubit pipiku dan memanyunkan sedikit mulutnya. Aigoooo istriku ini mengapa lucu sekali, aku tak tahan dengan ini. Sayang ia sedang hamil :p kekek [?]

End of Siwon POV

Yoona tak bisa tidur malam ini, ia menoleh kesamping kirinya. Dilihat suaminya sudah tertidur sangat pulas.

Ia semakin mendekat pada Siwon, lalu meraba-raba wajahnya dimulai dari dahi, kelopak mata, pipi, hidung dan bibir.

Siwon yang menyadari Yoona belum tidur langsung melayangkan tangannya ke pinggang Yoona dan memeluknya erat agar semakin mendekat padanya.

“Yeobeo”, panggil Yoona.

Siwon hanya berdehem seakan berkata –ada-apa?- masih memejamkan matanya.

“Aku tak bisa tidur”.

“Peluk saja aku”.

“Tetap saja!!!”, jawab Yoona dengan suara merengek.

Siwon pun membuka matanya, “Lalu kau ingin apa?”.

“Ayo kita pergi jalan-jalan!”.

“Ini sudah malam yeobeo, aku lelah”, tolak Siwon memejamkan mata kembali.

Yoona kesal lalu beranjak dari tidurnya, “Baiklah kalau kau tak mau aku pergi sendiri saja”, ia berjalan keluar kamar dengan sedikit menghentak.

Dan Siwon masih tenang-tenang saja dan melanjutkan tidurnya karna ia pikir istrinya itu tak akan berani keluar rumah sendiri

Sementara itu dimalam yang hening Yoona mendudukan diri diayunan sepanjang kurang lebih 1m dihalaman rumahnya. Terlihat binaran-binaran air bening dari kolam dihadapannya.

Ia masih tertegun seorang diri sambil menatap langit dengan bintang-bintang yang berserakan.

“Yah chagi, mengapa tak memakai jacket. Udaranya sangat dingin, lebih baik kita kembali ke kamar”, ucap Siwon tiba-tiba sambil membuntel [?] tubuhnya dengan selimut besar dan rambutnya yang sedikit acak-acakkan.

“Shireo, jika kau mengantuk tidur saja”, jawab Yoona santai.

“Tidak boleh seperti itu”, Siwon pun duduk disamping Yoona. “Kemarilah!”. Siwon memeluk Yoona dari belakang lalu membalut tubuh keduanya dengan selimut yang Siwon bawa tadi.

(Back sound: CSJH-My Everything)

“Chagi”, sahut Yoona lembut.

“Ne?”, jawabnya singkat sambil menyenderkan kepalanya dikepala Yoona.

“Kau yakin tak ingin mengecheck jenis kelamin calon anak kita?”.

“Tentu saja, aku ingin membuatnya sebagai kejutan nanti”, jelas Siwon.

Yoona menghela, “Huh, akan jadi seperti apa ya jika nanti anak kita sudah lahir”, ujarnya dengan pemikiran sendiri.

“Jika perempuan pasti akan sangat cantik dan manis, tapi jika laki-laki akan menjadi pria sempurna seperti ayahnya”, ketus Siwon tersenyum jahil seraya mengusap-usap perut istrinya.

Yoona ikut tertawa sambil menggidik geli, “Ya baiklah, aku akui itu”. Siwon pun mempererat pelukannya sambil mencium pipi kiri Yoona.

Tak lama keduanya mulai terjaga, mereka terlihat begitu damai. Senyuman kecil terpancar dari wajah keduanya saat tertidur, menandakan bahwa sekarang ini mereka hidup sangat bahagia.

3 Tahun Kemudian***

“YEOBEOYAAAA‼”, teriak Taeyeon dari dalam kamar membuat Leeteuk yang tengah berada diruang tengah menemani Hyejin sarapan langsung bangkit.

“Hyejin, kau lanjutkanlah sarapan. Appa menemui eomma mu dulu”, ujar Leeteuk mengusap kepala putrinya yang sedang duduk manis dimeja makan.

Leeteuk pun pergi menemui istrinya ke kamar, “De, ada apa yeobeo?”, ucapnya dengan lemas.

“Kemarilah!”, ajak Taeyeon menarik tangan Leeteuk kearah tempat tidur yang diatasnya terdapat seorang bayi perempuan yang sedaritadi tak hentinya menangis. “Hyerin sepertinya demam lagi, apa perlu kita bawa ke dokter lagi?”, tanyanya dengan sedikit khawatir.

Leeteuk segera meraih tubuh putri kedua mereka, Hyerin, “Jika sekarang kedokter aku tak bisa mengantar kalian nanti. Lebih baik kita panggil dokter saja untuk datang kesini”.

Taeyeon pun mengangguk mengerti.

Tak lama terdengar sebuah decitan langkah kaki yang semakin mendekat, “Appaaaaa…. Ayo kita berangkat. Aku takut datang terlambat kesekolah”, keluh Hyejin yang berdiri diambang pintu sambil memanyunkan bibirnya.

Leeteuk dan Taeyeon tersenyum, “Baiklah kita berangkat sekarang”, ucap Leeteuk. “Yeobeo, aku pergi dulu. Dan sepertinya nanti akan sedikit sibuk karna ada proyek baru bersama adikmu, jadi tak apa ya jika aku pulang terlambat?”.

Taeyeon mengangguk, “Iya, kalian hati-hati. Hyejin, nanti pulangnya dijemput pak Lee saja ya. Eomma harus menjaga adikmu”.

“Baiklah”, jawab Hyejin pelan dengan wajah sedikit kecewa.

“Kajjaaaaaa jinnie-yang‼”, ujar Leeteuk menuntun tangan Hyejin keluar rumah.

** ** **

Kyuhyun dan Seohyun tengah duduk bersampingan disofa ruang tengah apartement Sehyun. Kyuhyun begitu serius memainkan permainan di iPad nya, sedangkan kekasihnya Seohyun duduk begitu manis sambil matanya terfokus pada layar TV saat tengah menayangkan sebuah infotaiment.

‘Artis berdarah Taiwan Hwang Tiffany dikabarkan tengah dekat dengan  aktor Tan Hangeng, lawan mainnya didrama seri yang ia lakoni. Berita ini beredar cepat ketika keduanya terlihat sedang menghabiskan waktu bersama disebuah cafe didaerah macau. Sontar beredar kabar mereka memang sudah menjalin hubungan sejak lama dan…..’

Tiba-tiba Kyuhyun mematikan TV, Seohyun menoleh heran. “Oppa‼”, desisnya kesal.

“Hyunnie, daritadi kita terus berdiam dirumah. Ayolah kita pergi keluar, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan”.

“Memangnya membicarakan soal apa? Bicarakan saja disini?”.

“Jika dikatakan disini akan jadi tak enak nantinya”, ulang Kyuhyun.

“Memangnya ada apa? Tak enak oleh siapa? Disini hanya ada kita berdua”, ucap Seohyun polos.

“Yak!! Seohyunnie‼”, desah Kyuhyun sedikit kesal.

“Terserahmu saja, aku sedang malas keluar hari ini”.

Kyuhyun pun menghela nafasnya, “Chagi, aku ingin menunjukkan ini padamu”, ucapnya langsung menyodori Seohyun sebuah kotak cincin.

Seohyun mengernyit, “Apa ini?”, tanyanya berpura-pura.

“Aku akan melamarmu Seo Joohyun”, ketus Kyuhyun membuat Seohyun tak bisa berkutik karna gugup sekaligus kaget. “kau mau menikah denganku?”.

Seohyun pun memukul lengan Kyuhyun, “Aish jinjja, oppa mengapa saat kau melamarku benar-benar tidak romantis”.

“Itu salahmu sendiri mengapa tak ingin aku ajak pergi”, ujarnya membela diri. Kyuhyun mulai terlihat serius, “Kau mau menikah denganku?”.

Seohyun terdiam sejenak sampai akhirnya ia pun menganggukkan kepalanya pelan. Anggukan yang mengartikan jawaban Seohyun itu pun membuat Kyuhyun melengkungkan senyuman bahagia diwajahnya.

Kyuhyun langsung memeluk tubuh Seohyun erat.

** ** **

Yoona barusaja terjaga dari alam mimpinya. Ia tolehkan kepalanya kesamping, terlihat suaminya masih tertidur begitu lelap. Senyuman kecilpun terlengkung dari bibirnya, ia raba wajah Siwon lembut, terlihat begitu tampan.

Dengan berat hati Yoona pun menepis tangan Siwon yang memeluk pinggangnya dengan hati-hati agar tak mengganggu tidurnya, lalu bangkit dari tempat tidur dan keluar kamar.

Setelah itu ia berjalan menghampiri pintu disebelah kamarnya, membukanya dengan perlahan. Ia tersenyum saat melihat putranya yang masih tertidur begitu damai diatas tempat tidurnya. Ia tertegun untuk beberapa saat, lalu menutup pintu kembali.

Yoona POV

Setelah membenahi diri aku lanjut memasak untuk sarapan keluarga kecilku seorang diri tanpa dibantu pembantu rumahku, bibi Jang. Ia tengah pergi berbelanja pagi ini.

Aku yang tengah memotong wortel dibuat kaget saat tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang. “Selamat pagi yeobeo..”, sapa suamiku sambil bersandar dibahuku dengan malas.

“Kau masih mengantuk? Tidurlah kembali, kemarin kau pulang begitu malam. Hari ini kan hari libur”, ucapku menoleh padanya.

Ia mempererat pelukannya, “Aaaakh tidak. Hari ini aku akan menghabiskan waktu bersama istriku tercinta”, ia mendaratkan sebuah kecupan singkat dipipi kiriku. “Hari ini kau memasak apa?”.

“Sup ayam”, aku menyuapinya sesendok sup buatanku. “Bagaimana? Enak tidak?”, tanyaku seusai ia mencobanya.

Mukanya mengerut masam seketika, apa masakannya tak enak. “Kenapa yeobeo??”.

“Ah! Enak sekali”, tuturnya dan mengubah raut mukanya.

Aku tersenyum lega, “Kalau begitu…..”, aku menyeretnya untuk duduk dikursi meja makan. “aku akan menyiapkan sarapannya”, lanjutku.

Siwon tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Dengan begitu semangat kuraih piring dan menaruh nasi putih keatasnya dan memberikannya pada suamiku. Aku duduk berhadapan dengannya sambil menatapnya yang barusaja akan menyantap makanan didepannya.

Tak lama terdengar suara tangisan, aku dan Siwon saling menatap dan tanpa berpikir panjang aku langsung bangkit lalu segera berjalan menuju kamar putraku.

“Eh, anak ibu  sudah bangun!!”, ujarku saat membuka pintu kamarnya. Ia masih menangis dan menguling-gulingkan diri diatas tempat tidur. Kuraih tubuhnya dan mengelus-elus punggungnya digendonganku. “Shuuut!! Sudah jangan menangis”, kucium kepalanya sambil berjalan keluar kamar.

Author POV

“Yah, kenapa jagoan ayah ini?”, tanya Siwon saat istri dan putranya mulai mendekat.

Namun Kyungsan tetap menangis, “Kyaaaa ayo ayah gendong‼”, Siwon pun meraih tubuh Kyungsan dari gendongan Yoona dan membawanya keluar agar putranya itu berhenti menangis.

“Kyungsan, lihatlah ikannya banyak sekali ya”, ujar Siwon. Kyungsan langsung berhenti menangis ketika melihat beberapa ikat koi yang tengah berlalu lalang disekitar kolam dihalaman rumah mereka.

“Nah kalau seperti ini jagoan ayah terlihat semakin tampan kan”, ucap Siwon lagi sambil menyeka air mata dari pipi halus Kyungsan.

“Kyungsan‼! Ayo minum susu dulu”, ucap Yoona saat menghampiri keduanya. Ia langsung menyodori Kyungsan sebuah botol susu.

Namun Kyungsan menepisnya, “Tidak mau”.

“Ayo minum sedikit saja, anak ibu harus sehat. Kyungsan tidak mau sakit kan?”, bujuk Yoona lagi.

Namun tetap saja tak berhasil, Kyungsan malah menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Jika Kyungsan tidak mau minum susu nanti tak akan ayah ajak pergi jalan-jalan”, ujar Siwon.

“Pergi ketempat yang banyak mainannya?”, celoteh Kyungsan sedikit tak jelas.

Siwon mengangguk sigap, “Iya, disana Kyungsan bisa naik apa saja yang Kyungsan mau. Pesawat terbang, kereta gantung, kincir raksasa, bertemu dengan boneka-boneka besar (dibaca badut), mobil-mobilan dan masih banyak lagi”.

Kyungsan memperhatikan ayahnya dengan seksama, “Kyungsan mau minum susu”, ujarnya tiba-tiba meminta botol susu dari Yoona.

Yoona dan Siwon pun langsung tertawa melihat gelagat anaknya yang begitu lucu itu.

Dihari ini merekapun memutuskan untuk membawa pergi Kyungsan jalan-jalan ditempat rekreasi favorite nya. Disana Kyungsan benar-benar semangat menaiki berbagai permainan dari permainan satu ke yang lainnya, Yoona dan Siwon sampai kewalahan sendiri.

Setelah puas bermain Kyungsan pun meminta Siwon untuk membelikannya ice cream coklat kesukaannya. Tentu Siwon tak bisa menolak, ia pun membelikannya ice cream. Kyungsan benar-benar lahap menjilat ice creamnya sampai mulutnya belepotan.

Sampai saat malam sudah tiba merekapun memutuskan untuk pulang, ketika dalam perjalanan Kyungsan sudah tertidur dengan lelapnya dipangkuan Yoona, sedangkan Siwon tetap terfokus pada jalanan dihadapannya.

setengah jam kemudian mereka pun sampai, Siwon langsung keluar dari mobil terlebih dahulu kemudian membantu membukakan pintu disebelahnya. Terlihat Kyungsan yang semakin nyenyak dalam pangkuan Yoona. Dengan sigap Siwon pun meraih tubuh Kyungsan.

“Kyaaaa… jagoan ayah ini nyenyak sekali tidurnya”, Siwon pun memangku tubuh Kyungsan sampai kedalam kamarnya diikuti Yoona.

Setelah selesai membaringkan tubuh Kyungsan diatas tempat tidurnya dengan tenang ,Siwon dan Yoona pun pergi dan berjalan menuju kamar mereka.

Keduanya tidur bersampingan saat sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur. Yoona tidur dilengan Siwon yang Siwon telantangkan sambil melihat kearah langit-langit. Mereka belum dapat memejamkan mata.

“Sepi sekali ya rumah ini”, gumam Yoona pelan.

Siwon menoleh, “Kau ingin rumah kita tak sepi lagi?”.

Yoona mengernyit, “Maksudmu?”.

Tiba-tiba Siwon tersenyum meringai membuat Yoona sedikit tak enak hati. “Ayo kita membuat adik untuk Kyungsan”, ujar Siwon menutup keduanya dengan selimut.

Namun aktifitas mereka terhenti cepat ketika terdengar sebuah suara dari arah pintu. ‘BLUKKKK~’. “EOMMAAAAAAAA”, teriak Kyungsan tiba-tiba dari arah pintu sambil berlari terbirit menghampiri keduanya.

Siwon mendengus, “Siaaaal, malam ini gagal lagi”, gumamnya frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.

“Kyaaaa anak eomma mengapa bangun lagi?”, tanya Yoona sambil menggendong Kyungsan.

“Aku ingin tidur disini bersama eomma dan appa”, jawab Kyungsan manja.

Siwon pun meraih tubuh Kyungsan dari gendongan Yoona. “Baiklah, kalau begitu ayo tidur kembali”.

Malam ini Kyungsan tidur begitu damai diantara Siwon dan Yoona yang memeluk tubuhnya.

Yoona yang lembut, Siwon yang perhatian, dan Kyungsan yang telihat lucu namun cerewet membuat keluarga ini terlihat harmonis dan begitu sempurna. Mereka hidup saling melengkapi. THIS IS A REAL PERFECT FAMILY‼

*** The End***

Bagaimana dengan chapter endingnya? Kalian suka?

Bener-bener ditunggu pendapat kalian tentang cerita ini, jangan ada silent reader lagi ya. Setelah baca tinggalkan coment anda^^ terimakasih

(maaf kalo banyak kekurangannya, maklum ni FF seharian kemaren baru aku buatnya ampe begadang jam 1 pagi)

HARGAILAH AUTHOR INI, BERIKAN IA JEMPOL DAN COMENT YANG BEJIBUN‼‼ :*

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

204 Komentar

  1. siska atde

     /  Desember 27, 2014

    Woha endingnya:)
    Bener bener perfect family,semoga jadi kenyatan….amin
    Siwon yoona jjang!!

    Balas
  2. echii

     /  Januari 23, 2015

    Daebak yess ff nya ! Kereenn🙂

    Balas
  3. agny kara

     /  Januari 25, 2015

    K’luarga yang harmonis…..
    siwon akhirnya pisah dengan tiffany..
    buat ff yoonwon lagi yah…..

    Balas
  4. AHhhh kerenn banget sumpahh ‘-‘ so keluarga yg bener harmonis maaf baru coment yg endingnya ajaa

    Balas
  5. Arraseo eonnieya.. I give you both of my thumbs!! Hahaha

    FF ini sgt membuatku terhayut dgn ceritanya. Ga nyesel baca ff ini, lagi. Haha..

    Eonnie, teruslah berkarya utk yoonwon..
    Kamsahamnida.

    Balas
  6. Niez

     /  April 19, 2015

    Akhir na happy ending…kkkk….bnr2 perfect family,, seokyu bnr2 lucu bikin ngakak…seohyun diajak kluar ga mau, tp pas dlamar kyu malah marah2 dblg kyu ga romantis, salah siapa coba…hahah….

    Balas
  7. amalia an

     /  Mei 2, 2015

    waaw…endingx Benar2 sweet, perfect family yoonwon.

    Balas
  8. cerita nya bgus eonnie….. happy ending crtanya👍👍👍👍
    ..Eonnie, teruslah berkarya utk yoonwon💑💋..Kamsahamnida😌.👍👍👍❤❤❤

    Balas
  9. Debby

     /  Juni 23, 2015

    kerennnn teruslah berkarir chingu 👍👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌
    Happy Ending Huaaaaaa keren

    Balas
  10. Debby

     /  Juni 23, 2015

    kerennnn teruslah berkarir chingu 👍👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌
    Happy End

    Balas
  11. Endingnya keren…

    Balas
  12. Wahh happy ending bangett, semoga cepet2 ada adek kyungsan yaah hahaha. Ff ini harusanya dijadiin drama ajaaa wkwk

    Balas
  13. paris

     /  November 3, 2015

    Yoonwon hidup bahagia🙂 senengnyaa sama momen2 mereka sweet banget, dan seneng ngeliat mereka bahagia dan berakhir happy ending🙂

    Balas
  14. park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Kyungsang kau menganggu a

    Balas
  15. yess…….happy ending..keren…..
    kyunsang gangguin si daddy aj tuh…hahahaha
    gagal maning tu….hahahaha

    Balas
  16. sahwa purem

     /  Agustus 3, 2016

    happy endiingg,,,,,,,,,,,,,
    kren cerita nya….
    kurang panjang malaaahhh…heeeeheee

    Balas
  1. Being To Perfect Family | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: