[FF] BTPF Chapter 11: Please Come Back To Me

[FF] BTPF Chapter 11: Please Come Back To Me

Main Cast:

  • Choi Siwon
  • Im Yoona

Genre: Family, Sad, Romance

Rating: PG 15+ (maybe)

Author: Resty Meidalita Utami

Twitter: @FLAMEResty <- (follow yah yang baik :p *gajebo)

^*^*^*^*^*

“Aigo sepertinya belanjaan yang kubawa ketinggalan ditempat tadi”, sertak Kibum tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Yoona menatap kesal, “Aish!! Neo!!”, gerutunya.

“Aku akan membawanya, kau duluan saja”, ucap Kibum langsung berlari menjauh.

Tiba-tiba handphone Yoona berbunyi, terpangpang nama Siwon dilayar.

“Yeobeoseyo??”, ucap Yoona saat mengangkat telephone nya.

Namun tak ada satu suarapun yang menjawab dijalur lain. “Yeobeoseyo?? Oppa?? Ada ap….”,

Ucapan Yoona terhenti cepat saat tiba-tiba ada orang yang menarik tangan Yoona dan menenggelamkannya kedalam pelukan orang itu.

‘Siapa ini?’.

“Nuguseyo??”, tanya Yoona mencoba melepaskan pelukannya, namun rasanya sulit untuk Yoona hempas. Pelukan orang itu malah semakin erat mendekap tubuhnya.

“Yah kau jangan main-main, cepat lepaskan aku!!”, ujar Yoona lagi berontak.

“Neo, mengapa tak memberitahuku”, ucapnya pelan.

Mendengar suara itu Yoona merasakan aliran darahnya yang begitu cepat. “Siwon oppa!!!”, hentaknya langsung berhasil melepaskan pelukannya.

Untuk beberapa saat mereka saling menatap sangat lekat. Itu memang benar Choi Siwon.

“Mianhae”, ucap Siwon langsung bersujud dihadapan Yoona.

Sontak Yoona kaget, “Yah oppa, apa yang kau lakukan?”, ucapnya langsung berjongkok dan membantu Siwon untuk berdiri.

“Siwon menahannya dan memegang kedua tangan Yoona. “Kau benarkah tengah hamil? Itu anakku?”.

“Maksudmu apa oppa? Siapa yang hamil?”.

“Kumohon jangan mengelak lagi”, Siwon langsung mengeluarkan sesuatu dari saku jacketnya. “Ini benar punyamu kan?”.

‘Test USG itu’, Yoona benar-benar tak bisa berkutik. “Berikan padaku”, ucap Yoona gugup langsung merampas kertas yang Siwon pegang tadi lalu dengan cepat langsung berlari dan pergi.

“YOONG!!”, teriak Siwon masih diam di tempat.

Tiba-tiba Kibum datang, ia begitu heran melihat Yoona yang dengan cepatnya berlari. Lalu menoleh pada Siwon dengan tatapan garang [?]. “Kau, masih beranikah menemuinya? Apa yang sudah kau lakukan padanya?”, ucapnya menarik kerah kemeja Siwon dengan nafsu.

“Tunggu!! Kau siapa?”.

“KYAAAA…”, BLUK~ kali ini Kibum mendaratkan sebuah pukulan hebat tepat di pipi kiri Siwon.

“Awww…”, Siwon merengik tak berdaya, darah segar mulai keluar dari wajahnya. “Ada apa denganmu?”.

“Kau Choi Siwon, aku katakan jangan pernah menemui Yoona lagi. Dan sebaiknya kau pergi sekarang sebelum kesabaranku habis!!!”.

Kibum POV

“Yoong, gwaenchana?”, tanyaku saat masuk kedalam kamarnya dan duduk tepat disampingnya.

Ia menggeleng tak berarti tanpa menjawab pertanyaanku.

“Aku sudah melihat, jika aku boleh tahu mengapa dia bisa ada disini?”.

Yoona menghela nafasnya sejenak, “Kibum-ah bagaimana ini, sepertinya dia sudah tahu jika aku sedang hamil”, jawabnya menunduk.

Terlihat jelas butiran air bening dari pelupuk matanya mulai turun. Hey dia menangis?.

Aku segera memeluknya sangat erat. “Eoteokkae Kibum-ah eottae??”, kali ini tangisannya semakin keras.

Aku membelai rambutnya halus, akan aku lakukan semuanya agar bisa menenangkannya. “Kau mengapa sedih? Bukankah itu bagus? Suamimu sekarang sudah tahu, jadi apa yang perlu disembunyikan lagi?”.

“Kau tak mengerti”.

“Maka dari itu, jika kau menceritakan semuanya padaku mungkin aku akan bisa memberikanmu jalan keluarnya. Sekarang apa masalahmu? Mengapa terlihat begitu banyak rahasia diantara kalian berdua?”.

Kali ini Yoona berani membuka mulut, ia menceritakan semuanya padaku bagaimana sebenarnya kehidupannya setelah menikah dengan Siwon. Tersakiti, itulah yang bisa ia rasakan. Kasih sayang dan kebahagian, itu semua ia tak dapatkan. Pilu memang, tapi memang itu kenyataanya.

Aku benar tak menyangka semua ini terjadi pada wanita yang paling kucintai. Sebenarnya siapa disini yang bodoh? Aku memang, seharusnya dulu aku menyatakan cintaku padanya dan mungkin kita bisa hidup bersama. Kita sudah menjadi sahabat sangat lama, tak dipungkiri mungkin dia juga mempunyai perasaan yang sama. Tuhan, bisakah kau mengulang waktu.

End of Kibum POV

“Kalian sedang apa?”, tanya halmoni tiba-tiba saat berdiri diambang pintu menatap keduanya yang tengah berbincang serius.

Yoona langsung berdiri dan tersenyum menghampiri halmoni, “Tidak halmoni, ayo kita lanjutkan memasak”, ujarnya menyeret halmoni kearah dapur.

TOKTOKTOK~ tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Mereka berdua saling bertatapan masih diam ditempat.

TOKTOKTOKTOK~ kali ini suara ketukan pintu itu semakin keras. “Hhh siapa sih yang datang pagi-pagi seperti ini?”, gerutu halmoni berjalan kearah pintu. Yoona mengikuti dari belakang.

CLEEEK~ saat pintu dibuka…

“Annyeong halmoni”, sapa seseorang dari balik pintu sambil membungkukkan kepalanya.

“Nugu?”, tanya halmoni yang memang sedikit asing dengan Siwon.

“Choneun Choi Siwon imnida, aku suami Yoona halmoni”, ucapnya memperkenalkan diri tiba-tiba.

Untuk beberapa saat Yoona dan Siwon saling bertatapan dingin.

“Aigoooo… jadi inikah suami nona?”, tanya halmoni begitu antusias sambil menoleh pada Yoona. “Ternyata tuan ini lebih tampan aslinya dibandingkan dengan di photo”.

Siwon tersenyum, “Gomapta”.

“Kalau begitu ayo masuklah, sudah menghabiskan perjalanan yang jauh pasti tuan lelah bukan?”, ucap halmoni menuntun Siwon kedalam rumah.

Sementara Yoona masih berdiri diambang pintu sambil menggigit bawah bibirnya. “Eoteokkae?”.

Saaat Siwon dan halmoni masuk kedalam mereka berpapasan dengan Kibum.

“Halmoni, siapa yang dat…”, ucapan Kibum terhenti cepat saat melihat namja yang tengah berjalan beriringan dengan halmoni.

“Orang ini, mengapa dia bisa ada disini?”, tanya Siwon mengalihkan pandangannya kearah halmoni.

“Oh jangan salah sangka dulu tuan, dia adalah sahabat nona dari Seoul”, jelas halmoni. Sedangkan Siwon dan Kibum saling bertatapan jijik. Setelah itu Siwon dan halmoni masuk keruang tengah.

Dan Kibum berjalan kearah teras menghampiri Yoona. “Yoong”, sahutnya.

Yoona berbalik kearahnya dan tertunduk lemas.

Kibum langsung duduk disampingnya, “Aku tak mau melihatmu seperti ini lagi. Aku merindukan Im Yoona yang ceria, tak pernah menangis seperti ini”.

“Jangan putus asa, masih ada orang yang peduli terhadapmu. Termasuk aku”, ia memeluk Yoona kembali.

Saat didalam rumah Yoona dan Siwon bertemu.

“Yoong”, seru Siwon menghampiri.

“Aku butuh sendiri”, dengan datarnya Yoona masuk kedalam kamar halmoni.

“Ada apa?”, tanya halmoni tiba-tiba menghampiri Siwon. “Apa terjadi sesuatu pada kalian?”.

“Tidak halmoni”, singkat Siwon sambil tersenyum. “Tapi sepertinya dia sedikit marah padaku karna aku telat datang menjemputnya”.

“Jeongmal? Kalau begitu beri pengertian padanya, cepatlah tuan masuk kedalam. Nenek akan keluar sebentar, kalian baik-baiklah”, ucap halmoni berusaha mengembalikkan keadaan.

Siwon mengangguk sigap, ia masuk kedalam kamar. Dilihatnya Yoona yang tengah duduk didepan meja rias.

Menyadari kedatangan Siwon, Yoona langsung berbalik kaget. “Oppa, untuk apa datang kemari? Sudah kubilang aku…”.

“Im Yoona dengar aku sebentar saja, aku datang kesini utnuk mendapatkan ungkapan yang jujur darimu”, ucap Siwon dengan tegas. “Kita perlu berbicara empat mata sekarang”.

“Sudah tak ada yang perlu dibicarakan lagi”, tiba-tiba Kibum datang dan menghampiri mereka berdua.

Siwon tak menghiraukan ucapan Kibum, ia masih tetap serius menatap Yoona. “Siapa ayah dari anak itu sebenarnya?”.

‘Mengapa dia bertanya seperti itu? Apa dia pikir aku pernah tidur bersama pria lain selain dengannya?’. Hati Yoona benar-benar rapuh mendengarnya. “Ini bukan urusanmu”.

“Tentu ini urusanku, posisiku sekarang masih suami sah mu Im Yoona”.

“Sejak kapan oppa begitu peduli terhadapku?”, ketus Yoona yang sukses membuat Siwon tak berkutik. Sudahlah lupakan semua tentang ini dan pergi!”.

“JAWAB AKU IM YOONA! SIAPA AYAH ANAKMU SEBENARNYA??”, tanya Siwon dengan nada tinggi.

Yoona sedikit terhentak mendengarnya, Kibum yang melihat Yoona terlihat ketakutan langsung menggenggam tangannya. “Beraninya kau menyentak dia seperti itu?”.

“Kau lagi, sebenarnya kau ini siapa? Senang sekali kau mencampuri urusan kami berdua. Sekarang bisakah kau keluar dan tinggalkan kami?”, ucap Siwon yang mulai jera.

“kau belum tahu aku? Aku Kim Kibum kekasih dari Im Yoona. Ah salah, sebenarnya lebih dari itu. Aku adalah ayah dari anak yang tengah dikandung oleh mantan istrimu”, jelas Kibum.

Yoona sedikit kaget dengan pernyataan Kibum barusan.

“Jangan berbual, hentikan omong kosongmu ini. Dan mantan istri katamu? Kami belum sah bercerai”.

“Sekarang mungkin belum, tapi beberapa hari lagi? Itu sama saja Choi Siwon-ssi”. Timpal Kibum, “sekarang kau sudah mendapatkan jawabannya, aku adalah pria yang bertanggung jawab atas kehamilan Yoona”.

“Apa katamu?”, ucap Siwon. “jangan bercanda Kim Kibum!!”.

“Untuk apa aku bercanda? Sekarang kuminta kau jangan mengganggu ‘kekasihku’ dan merebutnya lagi Choi Siwon”. Kibum langsung menyeret Yoona keluar dari ruangan itu.

Hati Siwon benar-benar rapuh bagaikan ditusuk oleh ribuan jarum, walaupun ia belum tahu kebenaran yang sebenarnya.

Hari itu juga ia memutuskan untuk pergi menginggalkan Busan dan kembali ke Seoul didampingi oleh asistennya. Bukan karna apa-apa, namun sepertinya ia ingin segera menyelesaikan proses perceraiannya dengan Yoona.

“Wonnie, aku tak mengira ternyata seserius itu kalian untuk bercerai”, pekik Taeyeon.

“Memangnya kenapa? Dalam urusan rumah tangga hal seperti ini sudah biasa”, jawab Siwon dengan santainya.

“Kau ini benar-benar, aku sudah tahu yang menyebabkan semua ini pasti karna ulahmu yang selalu mendekati wanita sialan itu (Fany shipper aku minta maaf)”.

“Noona, bisakah kau berhenti berbicara?”, erang Siwon berdiri lalu meninggalkan Taeyeon begitu saja. ‘Aku juga begitu menyayangkan ini semua terjadi’, batinnya dan tanpa sadar air mata mulai jatuh.

Siang itu saat didalam ruangannya Siwon mendapatkan sebuah telephone jika tuan Im barusaja masuk ke Rumah Sakit karna penyakit jantungnya kambuh lagi.

Dengan segera ia langsung pergi ke Rumah Sakit Seoul, jujur Siwon memang sedikit merasa bersalah. Bisa saja ayah mertuanya itu begitu memikirkan masalah mereka berdua.

“Abojji, bagaimana keadaanmu?”, tanya Siwon saat bertemu dengan tuan Im yang tengah berbaring diatas tempat tidur dengan selang infus ditangan kirinya.

Ia lantas duduk disamping ranjang taun Im. “Kau tak berhasil membawa kembali putriku?”.

“Dengan berat hati aku harus mengatakan ini, abojji. Sepertinya masalah diantara kami semakin rumit”, jelas Siwon tertunduk.

“Aku sudah mengira itu semua”.

“Abojji, maafkan aku karna aku tak bisa menjadi menantu yang baik untukmu”, sesal Siwon. Tuan Im masih terdiam. “Cepatlah sembuh abojji”.

^*^*^*^*^*

“Yoong, kau yakin dengan pilihanmu?”, tanya Kibum menatap pada Yoona.

Ia menghela nafasnya sejenak, “Aku sudah bilang mungkin ini memang sudah jalan takdirku. Seharusnya aku minta maaf padamu karna sudah membuatmu terlibat dalam masalah ini”.

“Aku berbuat seperti ini memang bukan semata untuk itu”, jawab Kibum menggantungkan ucapannya.

Yoona mengernyit heran, “Maksudmu?”.

Tak sempat menjawab tiba-tiba telephone Yoona berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk

“Apa? Ayahku sakit?”, tanya Yoona membelalakan matanya.

“Baiklah aku akan segera kembali ke Seoul. Terimakasih telah memberitahuku pelayan Lee”.

Mendengar informasi itu Yoona dengan cekatnya langsung pergi ke Seoul diantar oleh Kibum.

Keesokkan paginya mereka baru bisa sampai ke Seoul, Yoona langsung pergi ke Rumah Sakit dan menemui tuan Im, sedangkan Kibum harus pergi ke kampus karna ada sesuatu hal yang harus dikerjakan.

“Appa, kenapa bisa sampai seperti ini?”, tanya Yoona langsung memeluk ayahnya itu.

“Bagaimana liburanmu? Kau sudah bertemu dengan nenek Jang chagi?”.

“Appa, dalam keadaan seperti ini kau masih sempat saja menanyakan itu. Bagaimana keadaanmu sekarang? Tidak kambuh terlalu parah kan?”.

“Tidak, kau jangan terlalu cemas seperti itu”, jawab tuan Im. “Hey, dari Busan kau tidak tidurkah? Kantung matamu besar sekali”.

“Parah saja jika aku bisa tidur nyenyak, semalaman aku terus memikirkanmu. Appa, kumohon jangan sakit lagi”, kembali Yoona memeluk tuan Im.

“Selama ada dirimu appa akan baik-baik saja”, jawabnya membalas pelukan Yoona.

Setelah beberapa lama tuan Im akhirnya tertidur, Yoona masih setia menemaninya.

Tiba-tiba ada seseorang yang membukakan pintu. “Yoona-a”, serunya.

Yoona membalikkan tubuh menoleh kearah suara, “Bum-ah, untuk apa datang kesini?”.

“Tentu saja menemuimu”, jawabnya tersenyum manis. “Oya, aku bawakan buah untuk ayahmu”, tambahnya menyodori Yoona sebuah parsel buah lengkap.

“Dia sedang tertidur sekarang”.

“Ara, lebih baik kita pergi ke cafetaria saja. Aku tahu kau pasti belum makan”.

“Aku tak ada mood untuk makan sekarang Bum-ah”, jawab Yoona menolak halus.

Kibum tiba-tiba merangkulnya, “Ingatlah, didalam perutmu kini ada seorang bayi”.

Yoona menatapnya dan akhirnya setuju untuk pergi makan bersama Kibum. Mereka pergi ke cafetaria di Rumah Sakit itu.

^*^*^*^*^*

Siwon baru saja keluar dari lift, dilihatnya diluar ayahnya yang tengah berbincang dengan asisten pribadinya yang sekilas ia dapat menguping apa yang mereka bicarakan.

“Asisten Jung, kau bisa meng-cancel dulu meeting nya? Aku ingin menemui pak Im Sang Woo di Rumah Sakit”, ucap tuan Choi.

“Arayo Presdir”, jawabnya mengangguk mengerti.

Tiba-tiba Siwon datang menghampiri, “Abojji, kau akan ke Rumah Sakit?”, tanyanya.

Tuan Choi mengangguk dengan tanda tanya besar dan menoleh pada Siwon seakan bertanya –memangnya-ada-apa-.

“Aku ingin ikut”, ketusnya sigap.

Tuan Choi mengernyit, “Kau serius?”.

“Tentu saja. Palliyo abojji”, serunya langsung menarik tangan tuan Choi utnuk segera menaiki lift.

Dan mereka akhirnya pergi ke Rumah Sakit bersama.

Sesampainya disana keduanya langsung menuju ruangan tuan Im. Namun saat sudah sampai didepan pintu…

“Aigooo… karangan bunganya sepertinya ketinggalan”, runtuk tuan Choi tiba-tiba.

Siwon menoleh, “Biar aku yang ambilkan, abojji duluan masuk saja”, ucapnya lalu kembali menuju parkiran.

Melihat lagat Siwon sekarang ini membuat tuan Choi sedikit tak percaya, “Sejak kapan dia berubah seperti itu?”.

>>>>>>

“Cepatlah Yoong, habiskan makanmu”, titah Kibum yang duduk tepat bersebrangan dengan Yoona.

“Huh, sudah cukup. Perutku benar-benaar sudah kenyang sekarang”, hela Yoona menyenderkan kepalanya di kursi.

“Baru makan sedikit saja kau sudah angkat tangan seperti itu”, ujar Kibum tertawa kecil. Lalu ia merubah raut mukanya. “Yoong, saat aku mencari informasi tadi ternyata perceraianmu akan ditunda”.

“Benarkah? Kenapa?”.

“Mollaso, tapi kuminta kau jangan terlalu memikirkan hal itu”, ucap Kibum menggenggam tangan Yoona.

Yoona hanya terdiam kaku, terlihat jelas ia mulai tak nyaman dengan ini dan melepaskan halus tangan Kibum.

Terjadi keheningan diantara mereka, seperti biasa Kibum lah yang memulai pembicaraan.

“Yoong, kau pernah terpikir untuk memberitahu Siwon jika anak ini sebenarnya anaknya?”, tanya Kibum terlihat serius.

“Sepertinya tidak. Aku tak ingin menghancurkan kehidupannya untuk kedua kalinya, Choi Siwon sudah mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku. Tapi aku akan tetap membesarkan anak ini walaupun tanpa sesosok ayah”.

“Mengapa kau ini terlalu baik? Kumohon mulai sekarang kau jangan memperdulikannya lagi”, ujar Kibum lalu memeluknya. “Aku tahu dirimu, aku yakin kau akan kuat menjalaninya karna masih ada aku yang akan menemanimu. Yoong, aku bersedia untuk menjadi ayah anakmu”.

Sontak Yoona kaget, “Ah Bum-ah apa yang kau lakukan?”, kini pelukan Kibum semakin erat membuat dada Yoona sesak. “Kibum-a lepaskan!!”, ucapnya melepaskan pelukan Kibum paksa.

“Tinggalkan dia, dan buat hidupmu yang baru dan lebih bahagia. Aku bersedia menjadi pendamping hidupmu Im Yoona”.

“Mian, tapi walaupun aku jadi bercerai dengannya mungkin aku belum bisa membuka hatiku untuk orang lain”, jelas Yoona pelan.

“Bodoh! Kau benar mencintai pria sialan itu?”, erang Kibum.

“Ani bukan seperti itu”, Yoona langsung berdiri.

“Kalau tidak mengapa kau tak mau menerimaku?”, tanya Kibum namun Yoona masih enggan untuk menjawab. “Sekarang jawab aku, kau benar tak mencintai pria itukan?”.

“Kau salah, aku sangat mencintainya, dari dulu sampai sekarang perasaanku masih tak berubah padanya”, ketus Yoona sambil menangis membuat Kibum sedikit kaget mendengar pernyataannya. “Maka dari itu, sulit untukku bisa menerimamu. Mianhae…”. Yoona berlari meninggalkan Kibum.

Tanpa sepengetahuan mereka ternyata Siwon menguping apa yang mereka bicarakan tadi. Sungguh lututnya terasa sangat lemas begitu mendengar pernyataan yang keluar langsung dari mulut Yoona. Kini ia merasa sudah menjadi lelaki yang paling tak berguna didunia ini, telah menyampakan wanita yang begitu menyayanginya dan kini? Apa dia juga akan meninggalkan Yoona yang sudah jelas sedang mengandung anaknya sendiri.

>>>>>>

Saat akan membuka pintu ruangan ayahnya Yoona berpapasan dengan tuan Choi. Mata Yoona begitu bengkak membuat tuan Choi khawatir.

“Yoona-yang, gwaenchanayo?”, tanyanya memegang pundak Yoona.

Yoona menggeleng cepat, “Aku tidak apa-apa… hhh apa kabar abojji”, tanyanya berusaha tenang walau raut mukanya tak bisa berbohong.

“Tak boleh seperti itu, jika kau ada masalah ceritalah. Mungkin abojji bisa membantu”.

“Aniyo… tak usah khawatir abojji. Sungguh aku tak kenapa-kenapa”.

Tuan Choi menghela, “Ya sudah kalau seperti itu. Abojji pamit pergi, kau baik-baiklah. Semoga ayahmu lekas sembuh”.

“De gomapta. Apa perlu aku antar kedepan?”, tawarnya.

“Tidak usah, lebih baik kau temani ayahmu”, jawab tuan Choi tersenyum. “Yoona-yang, sampai kapanpun aku akan tetap menganggapmu sebagai putri menantuku, jadi kumohon kau jangan sungkan untuk meminta bantuan”.

Yoona mengangguk kaku, tuan Choi pun mulai berlalu dari hadapannya. Dan lagi-lagi Yoona menitikkan air matanya.

>>>>>>

Hari itu entah apa yang membuat Kibum tiba-tiba datang ke perusahaan Choi. Ia lantas menanyakan pada salah seorang pegawai dibagian resepsionist untuk menanyakan ruangan Siwon.

“Maaf ada urusan apa?”.

“Ada hal yang sangat penting yang harus kita bicarakan. Ini menyangkut keluarganya”, jawab Kibum sigap.

Kibum pun diantar oleh salah seorang pegawai disana, saat akan masuk kedalam ruangan Siwon tiba-tiba orang yang dicari barusaja membuka pintu untuk keluar.

“Neo? Mengapa bisa ada disini?”, pekiknya sedikit kaget.

“Aku butuh bicara denganmu Choi Siwon-ssi”, jawabnya dengan tatapan tak enak [?]

“Masuk kedalam”, ucap Siwon sambil berjalan menuju ruangannya.

Kibum mengikutinya lalu menutup pintu rapat-rapat.

Siwon menoleh kebelakang tepatnya kearah Kibum, “Ada apa?”, tanyanya sambil melonggarkan tali dasinya.

“Sebelum itu, bolehkah aku memukulmu tiga kali saja”, dengan cepat Kibum menonjok perut Siwon dua kali dan terakhir kempalan tangan kuatnya berakhir diwajah Siwon mebuat bibirnya sedikit mengeluarkan darah dan pipinya bengkak membiru.

“Ish…”, Siwon terjatuh kebawah sambil memegang perih mukanya.

Kibum menduduki tubuh Siwon, “Ini hanya sedikit balasan atas perbuatanmu pada wanita yang amat kucintai Choi Siwon”, erangnya yang mulai mengeluarkan keringat.

Terjadi suasana yang cukup menegangkan. Mereka saling bertatapan tajam dengan nafas yang tersenggal-sengal masih dalam posisi yang seperti tadi.

“Mulai sekarang aku akan mengiklaskannya padamu, tapi jika sekali lagi kau menyakitinya nyawamu tak akan selamat ditanganku Choi Siwon”, ucap Kibum lalu berdiri dan keluar dari ruangan Siwon sambil membanting pintu dengan keras.

>>>>>>>

Yoona tengah duduk sambil melihat ayahnya yang tengah tertidur tepat didepannya dengan tatapan lirih.

Tiba-tiba rasa mual mulai terasa, dengan segera ia berlari kearah toilet diruangan itu.

“Uwoooo~”, sudah berkali-kali ia memuntahkan ludahnya. Kali ini rasa mualnya semakin parah. Ia baru tersadar, setelah menge-check hasil USG ia tak pernah berkonsultasi dengan dokter kandungan lagi.

Karna kebetulan sekarang ia sedang berada di Rumah Sakit, ia pun pergi menuju pemeriksaan bagian kehamilan.

“Agassi, ku sarankan kau jangan terlalu banyak pikiran. Istirahatlah dengan cukup, karna walaupun hanya masalah sepele saja itu akan berpengaruh sekali pada perkembangan janin anda”, jelas Dokter Kim.

“Arayo. Sekarang ini aku memang sedkit banyak masalah. Tapi aku akan berusaha untuk tetap menjaga kandungan saya”, jawab Yoona.

Dokter Kim tersenyum sambil mengangguk pasti.

Siwon POV

Sekarang aku sudah mengetahui semuanya, ‘Im Yoona maafkan aku’, hanya itulah yang bisa kusesali sekarang ini.

Aku memutuskan untuk menemuinya langsung di Rumah Sakit, namun saat sudah sampai dilorong kamar ayahnya ia terlihat seperti keluar, entah akan pergi kemana. Aku mengikutinya dari belakang.

Bagian kandungan? Benar dia masuk kesana, dari ventilasi jendela yang sedikit terbuka aku menguping pembicaraan mereka. Tak sadar air mataku sudah turun membasahi kedua pipiku. Sadis memang, itulah aku. Membuat istriku begitu malang seperti ini.

Ia keluar dari ruangan itu, dan lagi-lagi aku menguntitnya. Ia terlihat pergi ke taman Rumah Sakit. Sepertinya ingin mencari angin segar. Ia duduk disebuah bangku dibawah pohon yang rindang. Dengan memberanikan diri aku duduk disampingnya tanpa menatap wajahnya, jujur aku masih belum kuat.

“Oppa, apa yang kau lakuakn disini?”, terlihat jelas ia sedikit kaget dengan kedatanganku.

“Sekarang aku butuh penjelasan langsung dari mulutmu Im Yoona”.

“Penjelasan apa lagi? Bukankah aku sudah menjawab semua yang kau tanyakan?”.

“Aku butuh jawaban yang jujur, bukan sebuah kebohongan”, tuturku. “Aku sudah tahu semuanya, tak berguna lagi jika kau terus membohongiku”.

Ia menoleh padaku perlahan, “Jadi kau benar sudah mengetahui semuanya?”.

End of Siwon POV

“Jawablah! Dan katakan janin yang tengah kau kandung itu benar anakku kan?”.

Yoona mendongakkan kepala, “Aku bisa jelaskan, oppa kau tak usah memikirkan hal yang lain. Aku tak akan minta kau untuk bertanggung jawab dan aku tak akan membuatmu hidup menderita lagi karna hidup denganku. Hiduplah dengan orang yang benar kau cintai dan…”.

Ucapannya terhenti saat tiba-tiba mulut Siwon melumat habir bibir mungil Yoona dan tangannya memeluk tubuh erat.

Yoona kaget dan membulatkan matanya sempurna.

Siwon melepaskan ciumannya dan masih memeluk tubuh Yoona, “Ayo kita batalkan perceraian dan kita hidup bersama”.

“Oppa, apa yang kau katakan? Sungguh aku tak butuh belas kasihanmu, semua ini hanya kesalahan saja. Sudahlah jangan bahas ini”.

“Kau kira aku lelaki macam apa yang akan membiarkan wanita yang tengah mengandung anakku sendiri? Yoong, secepatnya ayo kita bereskan semuanya”.

“Tidak, kita harus tetap menjalani perceraiannya”, ucap Yoona masih terkekeh dengankeputusannya.

“Kau gilakah? Lalu bagaimana dengan anak kita jika saat ia lahir orangtuanya sudah berpisah? Apa kau tak ingin anakmu mempunyai keluarga yang sempurna?”.

‘Lebih baik aku menjadi single parent daripada aku harus hidup bersama lelaki yang tak mencintaiku’, batin Yoona. “Kita tak mungkin memaksakan hidup bersama jika kita tak saling mencintai”.

“Sungguh kau tak mencintaiku?”, tanya Siwon menatapnya lekat.

Yoona hanya diam tak menjawab.

Untuk kesekian kalinya Siwon mendekap erat tubuh Yoona, “Dulu kau pernah mengatakan jika cinta itu bisa datang karna terbiasa. Ku kira kau mengataan benar, karna buktinya sekarang aku mengalaminya sendiri…seperti padamu”.

Mendengarnya reflex Yoona langsung menangis, “Kumohon jangan berbohong lagi, aku tahu kau mencintai orang lain”.

“Mungkin itu dulu, tapi sekarang semuanya sudah berubah karna ketulusan hatimu. Selama ini mungkin aku tak menyadari bahwa sebenarnya wanita yang kucintai adalah orang yang sedang berada dihadapanku sekarang. Lupakanlah semua yang sudah terjadi dan kita…. hidup bersama selamanya bersama calon anak kita”, ucap Siwon lembut menyeka air mata Yoona di pipinya.

Lalu ia mengecup halus kening Yoona, hidungnya lalu pipi kirinya dan melontarkan sebuah bisikan tepat ditelinganya. “Hari ini, ayo kita bereskan semua kekeliruan yang sudah terjadi, kumohon beri aku kesempatan untuk bisa menjadi seorang suami yang baik untukmu…istriku, Im Yoona”.

Tangannya terlepas dan mereka berdua saling menatap. Perlahan wajah Siwon mulai mendekat kearahnya. Yoona hanya terdiam dan pasrah dengan apa yang akan terjadi. Kini bibir mereka berhasil bertemu, Siwon memiringkan sedikit kepalanya dan mengemut habis bibir Yoona dengan lembut. Kali ini Yoona tak diam, ia membalas ciuman dari suaminya itu.

***To Be Countinued***

Chingudeul gimana so sweet kan chapter yang ini :p kekek semoga ga garing deh

Maaf buat yang udah lama nunggu, cuma mau ngasih tahu aja aku udah beberapa kali ngerobak-ketik balik part ini, berasanya ga nyambung gitu tiap mau nge post -______-

Semoga suka yah, FF ini sebentar lagi bakalan end nih, mungkin part selanjutnya atau part 13 yang bakal jadi chapter terakhir. Masih mau nunggu kan? Walaupun author yang satu ini leletnya tingkat akut lebih dari kuya yang lagi nyebrang sedotan [?] gimana dong, pada ngerti lah aku kan pelajar SMA yang lagi riweuhnya sama tugas-tugas sekolah yang bejibun abis *curcol*

Oh iya minta saran buat anak YoonWon lebih lucunya Kyungsan (HelloBaby) apa Ye-eun (OML) yah? Atau buat yang gatau mereka mending cewe apa cowo? Tolong bantu, soalnya dari kemaren aku terus galau karna ini [?] *Lebenya

Udahan dulu bacotannya, please aku gamau ada lagi silent reader, kalian tau ga? Makin banyak yang coment tuh makin memacu para author buat lanjutin FF mereka, jadi minta bantuannya. Coment anda sangat berarti bagi saya [?] yang ga bisa coment disini, coment-an di FB atau twitter pribadiku, aku terima dengan senang hati^^

 

Tinggalkan komentar

121 Komentar

  1. rinabere

     /  Juni 4, 2014

    so sweet Bgt…
    anaknya namja aja

    Balas
  2. aaa so sweet ❤ tegang banget awalnya :/

    Balas
  3. Shatia

     /  Oktober 6, 2014

    Akhirnya mereka rujuk kembali, senangnya, penantian Yoona untuk mendapatkan hati Siwon tercapai..

    Balas
  4. ndashof

     /  Oktober 25, 2014

    huah…siwon oppa,,kata2 mu pd yoong eonni sungguhlah manis… 😛 SO SWEET…
    yeay..akhirnya YoonWon bersatu… 😀 seneng deh aku… 😀
    smoga d chapt selnjutnya bnyak YoonWon moment nya… 😀
    lnjut bca 😉

    Balas
  5. ayhu

     /  November 9, 2014

    Akhirx Siwon ngaku klo dia cinta ma Yoona,
    Trus bgmn nasib Fany?

    Balas
  6. ravi

     /  Desember 20, 2014

    yeayyy.. akhirnya siwon tau kebenarannya..
    next chap!!

    Balas
  7. So sweet akhirnya mereka bisa mengatasi kekeliruan ini 😥 terharu!

    Izin baca next chapter,

    Balas
  8. Alhamdulillah mereka akhirnya bersatu thanks buat kibum yg udah bisa bikin yoonwon bersatu walaupun gak secara langsung, semoga yoonwon happy selalu

    Balas
  9. Aku menangis mendengar perkataannya wonppa.. Oh God. Seriously!! Wonppa!! Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?! Hah???

    Hehehe
    Next

    Balas
  10. Niez

     /  April 12, 2015

    Huwa……akhir na…kesalahpahaman terselesaikan jg,,, dan akhir na yoonwon ngaku saling cinta….so sweet bgt dah….hoho…

    Balas
  11. amalia an

     /  Mei 2, 2015

    aaaaaaa akhirnya siwon menyadari rasa cintanya kpda yoona. daan mereka mau memulai dari awal untuk memperbaiki pernikahan mereka.

    Balas
  12. alya

     /  Agustus 22, 2015

    ya moga endingx yambah bagus so bwat anakx cwok aja

    Balas
  13. Woahh yaampun akhirnya won oppa, akuu terharuuu:’)

    Balas
  14. paris

     /  November 2, 2015

    Ah akhirnyaaaa siwon tau juga kalau yoona hamil anaknyaaa 🙂
    Tadi nyaaa aku sebel sama s kibum2 itu 😦
    Mudah2an yoonwon selalu diberi kebahagiaan trus 🙂

    Balas
  15. park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Keren min…lanjutkan…

    Balas
  1. Being To Perfect Family | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: