[2Shot] Simba x Deer (You Are My First Love and My Endless Love)/End

[2Shot] Simba x Deer (You Are My First Love and My Endless Love)

Genre: Friendship, Romance

Part: 2/End

Cast:

  • SUJU’s Siwon Choi – SNSD’s Yoona Im
  • Other Cast

“Beberapa menit lagi dia akan datang”, ycap Yoona girang seraya tersenyum menatap layar Iphone nya dengan tawa yang lebar kearah jendela kelasnya.

“Kenapa kau?”, tanya sahabat Yoona, Taeyeon menatapnya aneh.

“Tidak ada”, jawab Yoona seadanya masih senyum-senyum sendiri.

“Kau akan kencan dengan seseorang ya? Tak biasanya hari ini kau dandan begitu cantik, biasanya juga bajumu itu seperti preman. Tapi sekarang memakai dress warna biru, rambutmu dijepit pita senada, dan…”.

“Yah!! Sirik saja kau ini, sudahlah aku pergi duluan… sampai bertemu besok Taengo-ssi”, ucapnya mencium pipi Taeyeon dan tersenyum geli, Taeyeon hanya bisa bergidik jijik melihatnya.

Yoona pun berjalan menuruni tangga menuju lantai paling bawah dengan senyuman yang masih terpancar dari wajah cantiknya.

Saat hendak sampai didepan lobby kampusnya ia melihat sebuah mobil silver mewah yang baru terparkir dihalaman kampus. Mungkinkah itu dia? Gumam Yoona msih terfokus pada mobil itu berharap orang yang keluar dari dalamnya adalah orang yang saat ini tengah ia nanti.

Tiba-tiba seorang pria jangkung memakai kemeja abu serta kacamata hitam keluar dari mobil. “Itu benar Simbaaaaa…”, girang Yoona memeluk buku-bukunya gemas.

Siwon melepas kacamatanya lalu mendongak keatas menatap gedung kampus itu. “Sungguh kereeeen!!!”, gumam Yoona lagi-lagi terkagum-kagum. “yah apa yang aku lakukan? Aku tak boleh membuatnya menunggu terlalu lama”, ucapnya lalu segera berjalan menghampiri Siwon.

DEG! Bagaikan disambar petir, tiba2 langkahan kakinya terhenti cepat saat seorang yeoja keluar dari mobil Siwon. Yoona memperhatikan yeoja itu lekat, ‘Siapa dia? Sepertinya aku pernah melihatnya’.

Flash Back ->

(@ mol) “OPPA… PALLI!!”, seru seorang yeoja cantik memanggil Siwon dari kejauhan.

End of Flash Back

‘Wanita yang waktu itu? Benar, aku yakin pasti dia. Tapi sebenarnya ada hubungan apa antara mereka berdua. Mungkinkah?’.

“Gomawo oppa….”, ucap gadis itu langsung berjalan dengan lempengnya meninggalkan Siwon.

Siwon menarik tangannya, “Ya! Apa cukup hanya dengan berkata seperti itu saja?”.

Wanita itu berbalik lemas kearah Siwon “Jeongmal gomapta oppa telah mengantarkanku”, jawabnya sambil tersenyum kecut pada Siwon sambil mencubit pipinya.

Siwon tersenyum geli menatapnya, “AIGOOOO!!!”, ujarnya mengacak-acak rambut gadis itu.

Gadis itu hanya melotot kesal lalu pergi meninggalkan Siwon.

Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menempatkan kedua tangan di pinggangnya saat gadis itu mulai berlalu.

“Yoong?”, sapa Siwon saat melihat Yoona yang terngah berdiri mematung dengan tatapan kosong.

Yoona tersadar, “Heuh?? Kau sudah datang…”, tanyanya gugup dan terputus-putus.

Siwon tersenyum, “ayo kita pergi sekarang”, serunya langsung menyeret Yoona kedalam mobilnya.

Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai disebuah restoran mewah di Seoul, mereka lantas duduk di meja yang sudah dipesan khusus sebelumnya oleh Siwon. Tempat yang cukup romantis dan sangat cocok untuk kalangan pasangan kekasih.

‘mengapa dia membawaku ketempat seperti ini?’, runtuk Yoona masih sedikit kesal atas insiden tadi.

Mereka berdua masih saling diam, Siwon terus memperhatikan wajah Yoona yang sukses membuatnya salah tingkah, “Yah! Mengapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah denganku?”.

Siwon tersenyum nakal, “Ani, aku hanya aneh saja mengapa dari dulu sampai sekarang wajahmu tetap terlihat sangat cantik”.

“Tentu saja, cantikku memang alami”, jawab Yoona dingin.

Siwon tertawa geli.

Tiba-tiba seorang pelayan datang, “Selamat sore, ada yang ingin anda pesan?”, tanyanya menunduk sopan.

“Kau mau makan apa?”, tanya Siwon menyodori Yoona sebuah buku menu.

“Aku mau ini, ini, dan ini. Ini juga, minumnya jus stroberry saja”, ucap Yoona menunjuk-nunjuk makanan dengan beruntun.

Siwon melongo, “Yak Deer, makanmu masih saja banyak ya”.

“memangnya kenapa? Dan behenti memanggilku rusa ya simba”.

“Kau juga masih saja memanggilku kuda. Berarti kita impas kan?”.

“Terserahmu saja”, hela Yoona manyun.

“Haha kau ini begitu saja marah”, ujar Siwon mencubit gemas pipi Yoona. Yoona kesal lalu menggembungkan mulutnya sangat lucu. ‘Deer, kau tak banyak berubah. Ini yang amat kurindukan darimu’.

“Oya, saengil cukkae Deer Im Yoona”.

“Mwo? Kau masih ingat ulangtahunku?”.

“Tebtu saja, kau tak ingat? Dulu setiap tanggal 30 Mei aku selalu datang kerumahmu pagi-pagi sekali sambil membawakan kue kesukaanmu”, ucap Siwon.

“tapi tetap saja kau telat mengucapkannya Choi Siwon”.

“Ara, aku juga minta maaf karna tak bisa memberimu kado apa-apa”, sesal Siwon.

“Gwaenchana…”, singkat Yoona. ‘Bisa bertemu denganmu saja itu sudah menjadi kado terindah untukku’.

“Yoong..??”.

“Umm..??”.

“kau sudah mempunyai namjachingu?”, tanya Siwon ketus.

Yoona terdiam sejenak, “Ah? Aku? Tentu saja bel…”, belum menyelesaikan ucapannya tiba-tiba handphone Siwon berbunyi.

Dengan cepat ia meraih handphone dari saku kemejanya, “Aku terima telephone dulu ya”, lalu berjalan keluar restoran.

Yoona melihat dari kejauhan, “Dia itu benar-benar”.

Tak lama Siwon kembali menemui Yoona dengan terburu-buru, “Yoong, aku ada urusan penting. Sungguh minta maaf aku harus segera pergi sekarang, kau tak apa-apakan aku tinggal?”, tanyanya sedikit tak enak.

“Jika memang penting kau pergi saja”, jawab Yoona yang sebenarnya memang sedikit kecewa. ‘Kenapa hanya sebentar L’.

“Baiklah aku pergi ya…”, amitnya langsung berlari keluar lalu masuk kedalam mobilnya.

Yoona POV

Sebenarnya dia akan menemui siapa? Jujur aku sangat penasaran, mungkin jika aku mengikutinya aku akan mendapatkan jawabannya.

Yah! Apa yang ada didlaam pikiranmu Im Yoona? Urusan penting mungkin saja dia ada rapat dengan client.

Tapi aku penasaran…. L

Reflex aku langsung membawa tas ku dan berlari keluar restoran, saat sudah berada disimpangan jalan aku langsung menghentikan sebuah taxi.

“Ahjussi, ikuti mobil itu!”, perintahku pada supir itu.

Sudah lama aku menguntitnya, tapi mengapa ia pergi kearah kampusku?

Dan benar saja, ia memang pergi kesana. Tiba-tiba ia menghentikan mobilnya dihadapan seorang yeoja yang sudah bisa kupastikan dia adalah wanita yang kemarin ada di mol, dan orang yang Siwon antar tadi pagi, wanita itu langsung membuka pintu mobil dan masuk.

‘Apa ini yang kau maksud urusan penting? Menjemput wanita itu?ah salah, dia kekasihmu…’, ini sungguh membuatku sakit, tak terasa air mata ku sudah mulai bercucuran membasahi pipi. Sungguh lelaki jahat, mengapa ia datang disaat ia sudah mempunyai kekasih dan aku yang tengah jatuh cinta padanya? T.T mungkinkah ini yang orang katakan sebagai karma?

End of Yoona POV

Karna kejadian ini Yoona berusaha semampunya untuk menghindari Siwon, telephone darinya tak pernah ia angkat, smspun enggan ia balas.

Dan itu tentu saja membuat Siwon menjadi khawatir, apa ada yang salah? Atau ada sesuatu yang membuat Yoona marah padanya? Tapi apa? Siwon merasa ia tak pernah berbuat salah.

Hari ini Siwon memutuskan untuk menemui Yoona dikampusnya.

“Maaf, apa kau tahu mahasiswi bernama Im Yoona? Ia masuk jurusan seni”, tanyanya pada seorang yeoja.

“Aku tahu”, jawabnya mengangguk.

“Kau bisa tunjukkan kelasnya dimana?”.

Sekarang Siwon sudah berada didepan kelas Yoona, ia menerawang kearah jendela. Tapi sepertinya tak ada Yoona disana, benarkah ini kelasnya?

“Agassi, ini kelasnya Im Yoona benar?”, tanyanya pada seorang gadis berambut pirang bermaksud untuk memastikan.

“Iya, dia temanku. Kau siapa?”.

Yoona POV

Hari ini aku tak ada jadwal kelas, sungguh membosankan daritadi berdiam didalam kamar. Tapi apa lagi yang harus aku lakukan? Aku tak ada mood untuk keluar.

Hawari hajimate shunkan sugu get out of this place~

Choukoudesura minogasazo nikosamu The Great Escape~

Handphoneku berdering untuk kesekian kalinya, dan itu pasti dari orang yang sama. “Apa ia tak ada kerjaan selain menelphone dan mengirimi pesan padaku? Mengapa ia tak urusi saja yeojachingu nya”, runtukku sebal.

TINGTONG~bell rumahku tiba-tiba berbunyi, semua orang sedang keluar jadi aku terpaksa yang membukakan pintu.

CLEK~ kubuka pintu perlahan.

“Deer?”, tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggilku. Suara yang tak asing, apa mungkin dia?

Ya tuhan benar, “Neo? Mengapa kau bisa tahu rumahku?”, tanyaku mengernyit.

“Tadi aku kekampusmu , tapi temanmu bilang kau sedang tak ada jam kelas hari ini. Lalu kutanyakan alamatmu, dan aku langsung kesini”, jelasnya.

“Oh Begitukah? Kalau begitu masuklah”, ucapku sedikit malas.

“Ani, aku mau membawamu kesuatu tempat”, katanya langsung menarik tanganku kearah mobilnya.

“Tunggu, kau mau membawaku kemana?”, tanyaku masih menolak untuk masuk kedalam mobilnya.

“nanti kau akan tau”, tambahnya mendorongku kedalam.

“Iya tapi aku harus berganti pakaian dulu, kau ini kenapa sih?”, runtukku kesal.

“tak perlu, kita sudah tak punya banyak waktu”, jelasnya langsung menghidupkan mobil dan kami pergi.

Ia tetep kekeh, aku tak bisa berbuat apapun lagi selain menuruti perkataannya. -____________-

Beberapa menit kemudian ia menghentikan mobilnya ditempat yang cukup sepi. Dimana ini? Sepertinya aku belum pernah datang ke tempat.

“mengapa hanya diam? Ayo turun!!”, perintahnya.

Aku membuka pintu mobil dan keluar, “Sebenarnya kau membawa aku kemana? Jangan-jangan kau ingin menculikku”, umpatku.

Dia tertawa tanpa menjawab dan langsung menarik tanganku.

Kami berjalan bersama, dan tanganku masih digenggamnya erat.

“Yah Choi Siwon, sudah 30 anak tangga kita lewati. Mengapa tak sampai juga, sebenarnya kita akan pergi kemana?”, rengekku dengan nafas yang tersenggal-senggal.

“Sebentar lagi sampai… Palliyoo!!”, lagi-lagi ia menarik tanganku untuk tetap menyusuri tangga.

“Hah aku sudah lelah, seharusnya daritadi kau menggendongku”, ucapku ketus.

Tiba-tiba ia membelakangiku dan menaruh tubuhku cepat diatas punggungnya. Reflex aku langsung melingkarkan lenganku di lehernya. “Yah aku hanya bercanda Simba, turunkan saja aku”.

“Diamlah, kau tau aku ini sangat kuat”, canda nya sambil tetap berjalan.

Aku hanya diam masih memeluk lehernya. Sungguh aku merasakan kenyamanan yang sangat mendalam, Choi Siwon jika tau akan seperti ini jadinya dulu aku tidak akan membiarkan kamu pergi.

“Deer, jangan membuka dulu matamu ya”, ucapnya tiba-tiba.

Aku heran, “memangnya kenapa?”.

“Turuti saja perintahku Im Choding”.

“hah baiklah mr. Perfect Choi Siwon”, helaku sedikit sebal.

Tak lama setelah itu akhirnya ia menuruniku dari gendongannya, aku masih menutup mataku. Dia menuntunku dan berhenti. “Sekarang kau boleh membuka matamu”.

‘Sebenarnya ada apa sih?’, batinku yang kahirnya membuak perlaha mataku.

Dan begitu takjubnya aku saat kulihat cahaya berwarna-warni yang menghiasi langit hitam pada malam itu.

“Aurora”, ya itulah istilah nama benda itu.

“Selama ini aku tak pernah tau ternyata di Seoul ada tempat seperti ini”, ucapku masih terkagum-kagum melihat kuasa Tuhan yang menakjubkan ini.

Dia tersenyum, “Dulu aku sering kesini, bukit Minji yang membuatku merindukan kota Seoul yang indah. Akhirnya hari ini aku bisa datang lagi setelah 10 tahun”.

Aku memperhatikannya lekat, “lalu mengapa kau mengajakku?”.

“karna kau adalah orang special”, jelasnya tersenyum manis padaku.

Aku menatap lurus, “Bukankah ada orang yang lebih special dariku?”.

Ia mengerutkan kening tak mengerti, “maksudmu?”.

“Sudahlah lupakan, kita pulang saja. Hari sudah sangat malam, aku takut ibu khawatir”, ucapku membalikkan tubuh.

End of Yoona POV
tiba-tiba Siwon menarik tangan Yoona cepat, “Ya! Deer im Yoona, kita barusaja sampai. Aku masih ada yang ingin ditanyakan padamu”.

Yoona menyipitkan mata, “Ada apa?”.

“beberapa hari ini kau kenapa? Kutelephone tak kau angkat, ku kirimi pesan juga tak kau balas. Apa ada sesuatu yang membuatmu marah padaku?”, katanya menatap Yoona halus.

Yoona menghela nafasnya dan balik menatap dan tersenyum, “kau ini berkata apa Choi Siwon simba? Siapa yang marah padamu? Kau tahu seharian aku terus menyelesaikan skripsiku”, ujarnya sedikti berbohong.

“Begitu sibukkah kau sampai tak ada waktu untuk menjawab panggilanku sebentar saja? Kau pasti berbohong!”.

“memang apa pentingnya untukku menjawab panggilan dari orang tak penting sepertimu”, canda Yoona yang membuatnya berteriak kesal membuat Yoona tertawa puas.

“Choi Siwon-a kapan kau akan mengenalkan kekasihmu padaku hah?”.

“Kekasih? Apa yang kau katakan? Aku belum punya yeojachingu nona Im”.

“LIAR! Lalu siapa yeoja yang ada di mol? Kekasihmu ternyata satu kampus denganku kan, mengapa kau tak bilang tuan Choi?”.

Siwon masih terdiam dengan pikirannya sendiri.

“yang mana sih? Sungguh aku tak mengerti”, ujarnya mengerutkan kening.

Yoona mengendus, “Sudah ketahuan masih saja menyangkal, kau masih ingat saat kita bertemu di mol? Tiba-tiba ada seorang yeoja yang memanggilmu. Dan pada saat itu kita pergi makan bersama sebelumnya kau mengantarkan yeoja itu kekampus yang sama denganku lalu saat kita seedang makan kau juga tiba-tiba beralasan untuk pergi karena ada urusan penting, ternyata menjemput kekasihmu itukan? Mengapa tak bilang saja yang sejujurnya.

Siwon terdiam sejenak, “hah? Menjemput kekasihku? Mengapa kau bisa tahu? Kau membuntutiku yah?”, tanyanya dengan tatapan curiga.

Yoona salah tingkah, untuk apa aku membuntutimu? Seperti sudah tak ada kerjaan saja”, sangkalnya tapi tetap dengan raut muka yang sangat gugup.

“LIAR! Kalau tidak mengikutiku lalu mengapa kau bisa tahu hah? Cepat jujur”.

“jadi yeoja itu benar kekasihmu?”, tanya Yoona pelan.

“Haruskah aku menjawabnya?”, jawab Siwon dan Yoona mengangguk. “Rusa paboya, yeoja itu Choi Sooyoung, adikku”.

Yoona menoleh, “Mworago? Adikmu? JINJJAYO??”.

“masih tak percayakah? Apa kau cemburu?”.

“Apa katamu? Cemburu? Heuh gila, sudahlah Simba aku ingin pulang sekarang”, ucap Yoona membalikkan tubuhnya.

Siwon kembali menarik tangannya dan kini langsung menenggelamkan Yoona kedalam pelukan hangatnya. “Tunggu sebentar”. Yoona masih terdiam kaku.

“Dulu aku sudah berkali-kali menyatakan cinta pda seorang wanita yang amat ku cintai, tapi sudah beberapa kali juga ia menolakku. Dan sekarang aku ingin menyatakan cintaku lagi padanya, baiknya apa yang harus aku lakukan agar sekarang dia mau menerimaku sebagai pasangan hidupnya?”, tanya Siwon sambil mempererat pelukannya.

“Kumohon tanyakan padanya kapan ia akan membukakan hatinya untukku? Sudah beberapa tahun aku hidup diegara orang, bertemu dengan wanita-wanita yang mungkin banyak yang lebih cantik darinya. Tapi jujur aku tak bisa melupakannya, aku jugatak mengerti dengan diriku sendiri, mungkin wanita itu terlalu berarti untuk hidupku. Tolong sampaikan padanya aku sangat mencintainya”.

Tiba-tiba Yoona melepaskan dekapan Siwon, mereka saling bertatapan lekat, tatapan yang penuh cinta [?], Siwon mulai mendekatkan wajahnya kearah Yoona sambil menutup matanya, Yoona tetap diam tak bereaksi dan juga menutup matanya. Akhirnya bibir mereka bertemu, Siwon melumat bibir Yoona halus sambil melingkarkan tangannya di pinggang Yoona kuat membuat tubuh keduanya sangat lekat sedangkan Yoona membalasnya dan melingkarkan lengannya dileher Siwon

Ciuman pertama yang berakhir pada cinta pertama mereka.

Siwon melepaskan ciumannya, mereka saling bertatapan, hidung mereka bertemu. “Saranghae My Sweet Deer”.

Masih dalam posisi yang sama, “nado saranghar My Perfect Simba”, jawab Yoona.

Siwon tersenyum sambil mengelus wajah Yoona, Yoona membalas tersenyum dan meresapi apa yang tengah ia rasakan sekarang. Sentuhan yang sangat lembut dari kekasihnya itu membuat Yoona perlahan memejamkan matanya. Dan mereka kembali berciuman.

***The End***

Tinggalkan komentar

87 Komentar

  1. Rooommmannnntttiiiisssss

    Balas
  2. Erny

     /  Februari 7, 2014

    So sweeeettttt:)

    Balas
  3. ayu dian pratiwi

     /  Februari 14, 2014

    So sweet ceritanya

    Balas
  4. Aigoo so sweet!

    Balas
  5. good story n good moment

    Balas
  6. So sweet..
    ᵗʰᵃᶰᵏ ᵧₒᵤ ⌣̈ author..

    Balas
  7. Dwifumi

     /  Maret 29, 2014

    Aaaa romantissss so sweet .. kiss romantic . gak ada obatttt ….🙂
    Ternyata itu adik nya siwon … oh haha😀

    Balas
  8. aqila

     /  April 26, 2014

    Kyaa !! So sweet🙂

    Balas
  9. Sosweet bgt deh

    Balas
  10. any

     /  Mei 19, 2014

    Cinta yg manis. Aku suka yg sweet2 gini…

    Balas
  11. Mia

     /  Juli 4, 2014

    Keren banget so sweet abiez

    Balas
  12. wd.supriati

     /  Juli 6, 2014

    Huft, syukurlah ternyata tu yeoja adeknya wonppa
    Ciee,, ciee,, yoong eonni cemburu sama adek iparnya sendiri…. kkkkkkk~🙂

    Balas
  13. wah akhir.nya mereka bersama ..
    romantis ..

    Balas
  14. Akhirnya mereka pacaran jg ya
    duh romantisnya

    Balas
  15. Choi Han Ki

     /  September 29, 2014

    Wow co cwitt heheheh…🙂 yoona ada2 aja cemburu sama adiknya siwon tapi bukan salah yoona juga sih kan siwon gk ngenalin ke yoona jadi wajar yoona gk tau…

    Balas
  16. ayu

     /  Oktober 20, 2014

    mian gak comment di chap 1 cz penasaran sama chap end nya . jadi ngebut aja baca nya . . ending yg sweet

    Balas
  17. Omg akhirrnyyaa happy end

    Yoonwon jang

    Balas
  18. utycoyumy

     /  Desember 10, 2014

    kyaa… >< sosweet nmbanget sukses bikin senyum2 gak jelas

    Balas
  19. konflikny sederhana dan mudah dtebak-..-
    tapi tak apa malah aku suka bgt ma ini ff krn bikin ngakak:D YOONWON jg romantis bingit dsni

    Balas
  20. Oooohhh romantic sekali….

    Balas
  21. lucu juga liat yoona cemburu ke siwon gegara siwon jemput adeknya,,,wkwkwkwk seneng akhirnya hubungan yoonwon happy ending🙂

    Balas
  22. salut ma siwon n yoona .cimon bisa jadi cinta beberan….

    Balas
  23. Cinta pertama yg berakhir bhgia.sepuluh thn berpisah & brtm lg bnr2 romantis

    Balas
  24. Haha yoona ternyata salah paham n cemburu sama adiknya siwon..
    Tapi akhirnya mereka bersatu n romantis bgt…….

    Balas
  25. sahwa purem

     /  Agustus 5, 2016

    hahahaa……
    akhirnyaa……

    Balas
  26. melani

     /  September 9, 2016

    Romantis bgt.. di tunggu cerita yg lainnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: