[2S] Simba x Deer (You Are My First Love and My Endless Love)

[2Shot] Simba x Deer (You Are My First Love and My Endless Love)

Genre: Friendship, Romance

Cast:

  • SUJU’s Siwon Choi – SNSD’s Yoona Im
  • Other Cast

^*^*^*^*^*

“Wonnie, hentikan!! Jangan menggangguku terus”, keluh seorang anak perempuan bernama Im Yoona dengan kesal pada teman laki-lakinya yang selalu mengganggunya.

Bukannya menjauh anak laki-laki itu malah semakin mendekati Yoona lalu duduk bersebrangan dengannya. “Habisnya kau selalu menjauhiku, wae??”, tanya anak bernama lengkap Choi Siwon itu.

“Aku tak suka saja. Kau itu berisik dan selalu menggangguku”, timpal Yoona masih enggan bertatap muka dengan Siwon.

“Kau aneh, semua yeoja disini menyukaiku. Jelas aku ini memang tampan, kaya dan pintar. Tapi mengapa kau malah membenciku?”. Desisnya tertunduk. “Ayolah Yoong!!jadilah kekasihku!!”, tambahnya seraya mendogak dan menatap Yoona penuh harap [?].

Yoona mengernyit dan menatap aneh, “SHIREO!!”, tolaknya sigap dan berdiri.

“YA! WAE?!”, ucap Siwon menyusul berdiri dan mereka saling menatap tajam bak tatapan maut [?].

“Kita ini masih kecil, aku dilarang berpacaran oleh ibuku”, jelasnya.

“kalau begitu kau tak usah katakan saja pada ibumu jika kita berpacaran”, ketus Siwon dengan polosnya.

Yoona menghela nafasnya panjang, “Shireo! Kita masih berumur 11 tahun, belum cukup untuk berpacaran”.

“kalau begitu jika umur kita sudah 17tahun kau mau menjadi pacarku?”, tanya Siwon tersenyum jahil.

“Ah terserah kau saja. Aku tak suka padamu, aku benci padamu Choi Siwon. Eeeeerrrr!!!”,kesal Yoona sambil membawa ranselnya lalu keluar kelas dengan penuh amarah.

“Yeobeoya…kau mau pergi kemana?”, seru Siwon menghampiri istri khayalannya itu [?].

Begitulah kehidupan mereka, setiap hari Yoona selalu diganggu oleh bocah ingusan bernama Choi Siwon itu. Tentu saja, Yoona memang terbilang siswi yang cantik dan pintar di SD SM TOWN [?] makanya Siwon sampai tergila-gila dan sangat terobsesi utnu menjadi namjachingu Yoona. Entah cinta macam apa ini, mungkin cinta monyet? Atau apapun tapi Siwon tak pernah mendekati yeoja lain selain Yoona padahal ia juga namja tertaampan di SD itu. Banyak yeoja yang mengaguminya sampai-sampai setiap hari di lokernya selalu tersimpan banyak permen lollipop yang di beri oleh para penggemarnya.

Tapi anehnya Yoona malah membenci Siwon, jika bertemu dengannya Yoona akan berlari terbirit ketakutan seperti sedang dikejar-kejar oelh genderewo disiang bolong. Ia memang sedikit tak nyaman jika dekat-dekat dengan namja, siapapun itu. Makanya Yoona tak mempunyai banyak teman pria, yaaa selain si Wonnie yang memang selalu nguntitin dia kemana-mana.

Ketika pulang sekolah misalnya….

“Yoong suamimu datang”, ejek Soeun sahabat Yoona seraya menyenggolnya dengan jahil.

Yoona menoleh, “Siapa?”, tanyanya polos dengan tatapan heran. Soeun hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada serombongan namja bersepeda yang hendak pulang dan salahsatunya adaaaa…

“My Sweet Deer… annyeonghigaseyoooo”, sahut Siwon semangat disimpangan jalan masih mengayuh sepedanya dengan malambaikan sebelah tangannya kearah Yoona tanpa menoleh kearah jalan didepannya.

Yoona hanya menatap jijik lalu menggulurkan lidahnya sebal pada Siwon, sedangkan Siwon hanya tersenyum gemas melihatnya yag akhirnya…

BLUKKK~ karna ketoledorannya akhirnya sepeda yang dikendarainya oleng kearah semak-semak.

“HUWAAAAA~… EOMMAAA!!!”, teriak Siwon menangis sejadi-jadinya karna kesakitan sambil menggesek-gesekan matanya dengan kedua tangannya.

Semua siswa yang melihat kejadian itu langsung tertaw2a termasuk Yoona dan Seoun.

“hah anak sombog itu jatuh, rasakan saja”.

“Omooo… siwonnie. Apa dia tak kenapa-napa?”.

“Ck…dia lucu sekali”.

“Ish dia jelek jika sedang menangis”.

Itulah celotehan anak-anak melihat Siwon tergeletak tak berdaya sambil menangis konyol.

“Heuh paboya”, runtuk Yoona masih diam ditempat.

Siwon terus merengek kesakitan.

‘Dia kasian sekali…’, batin Yoona hendak melangkahkan kakinya berjalan menghmapiri Siwon.

“Choi Siwon, kau tidak apa-apa?”, sahut seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Park songsaengnim. Saat ditanya Siwon hanya diam seribu bahasa dan terus menangis. Tanpa berpikir panjang park songsaengnim langsung membopong Siwon ke ruang UKS.

Yoona yang melihatnya hanya menghela nafas panjang dan mengurungkan niatnya untuk menemui Siwon.

Keesokkan harinya ****

Pagi ini Yoona berangkat sendiri kesekolah, ia berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah menuju kelasnya seorang diri sambil menundukkan kepala dan kedua tangannya memegang erat tali ransel yang digantungkan dikedua pundaknya.

Ia terlihat sangat lucu, rambutnya terurai panjang dan dijepitkannya pita berwarna merah muda.

Tiba-tiba…

BWAAAH~”, seru seseorang sambil mengenakan topng power ranger berwarna merah bermaksud mengagetkannya.

Yoona menatap kesal sambil mengembungkan mulutnya, “NEO!!!”, gerutunya lalu berjalan dengan lempeng melewati orang jadi-jadian itu.

Dengan cepat orang itu segera membuka topengnya lalu berlari mendahului Yoonadan berdiri didepannya, “Wah baru mendengar suaraku saja kau sudah mengenalku ya”, ucap Siwon jahil.

Yoona lagi-lagi menatap kesal, “minggirlah!!”.

“Shireo! Cium dulu pipiku”, ketus Siwon yang akhirnya mendapat sebuah pukulan keras dari tangan kuat Yoona.

“Aish galak sekali kau yeobeo”, rengeknya mengelus pipi mulusnya yang semu merah karna tamparan tadi.

“Habisnya pagi-pagi kau sudah buat aku kesal”, desis Yoona membela diri. “Oya… bagaimana lukamu kemarin?”, tanyanya sedikit gengsi untuk menanyakan hal itu.

Siwon tersenyum renyah, “Aniya, melihatmu saja pagi ini membuatku jadi sehat kembali”, serunya sambil mengangkat kedua lengan nya untuk menunjukkan otot-otot yang sebesar buah pisang itu [?].

Yoona mengendus lalu berjalan meninggalkan Siwon. Dan Siwon pastinya mengikuti dari belakang.

Beberapa minggu kemudian sekolah heboh dengan berita kepindahan Siwon ke Jepang akhirnya terdengar oleh Yoona.

“Jinjja? Kau tak berbohingkan?”, pekik Yoona benar-benar shock.

“Untuk apa aku berbohong, tadi kulihat dia dan orantuanya baru saja keluar dari kantor kepsek.sepertinya habis berpamitan”, jelas Soeun simpul.

Tanpa berpikir panjang lagi Yoona langsung berlari keluar kelas, menyusuri koridor sekolah, menuruni tangga dengan kilatnya, dan tak membuang waktu lama akhirnya ia berhasil keluar sekolah.

Dilihatnya dari kejauhanSiwon yang berdiri berdampingan besama kedua orangtuanya. Tak lama sebuah mobil hitam berhenti tepat didepan mereka. Siwon masuk kedalam mobil itu, dan Yoona langsung berlari untuk menyusulnya. Namun nihil, mobil yang ditumpangi Siwon keburu berjalan, amun Yoona tetap berlari sekencang-kencangnya.

“SIWON-A BERHENTI!!! SIMBA JELEK, KUKATAKAN BERHENTIII!!”, teriak Yoona berusaha menghentikan lajuan mobil itu.

Didalam mobil, Siwon merasakan ikatan batin yang begitu kuat [?] ia membalikkan kepalanya kebelakang, dilihatnya Yoona yang berlari mengejar mobil seraya meneriaki namanya.

“Yeobeo??”. Pekik Siwon langsung membuka jendela mobilnya dan mengeluarkan kepalanya *cukup mati gaya yah gue*.

“SIMBA MENYEBALKAN, MENGAPA KAU TAK MEMBERITAHUKU DULU? KAU SUNGGUH MENYEBALKAN”.

“MIANHAE, KUMOHON KAU JANGAN MARAH, SUATU HARI NANTI AKU AKAN MENEMUIMU LAGI, KAU JANGAN BERPACARAN DENGAN SIAPAPUN ARA? SARANGHAE MW SWEET DEER”, ucap Siwon lantang sambil membentuk hati dengan kedua tangannya diatas kepala.

Yoona menghentikan langkahnya, nafasnya tersenggal-senggal karna kehabisan nafas. Lambat laun mobil itu mulai hilang dari tatapannya, tak terasa air mata mulai berjatuhan dari pelupuk mata indahnya. “namja bodoh”.

10 Tahun Kemudian ***

“Saengil Cukkahamnida…. Saengil Cukkahamnida…. Saranghaneun Uri Yoona…. Saengil Cukkahamnida….”, sambut ibu dan ayah dan Ji-eun (adik Yoona) saat ia barusaja menuruni tangga. Ia masih memakai piyama putih bercorak pink, pikirannya masih belum sadar 100% karna barusaja bangun.

“Eomma? Appa? Saengi?”, gumamnya sambil menyipitkan mata.

“Kenapa berdiri disana? Ayo cepat tiup lilinnya!”, seru ayah yang sedari tadi memegang kue tart lengkap dengan lilinnya.

Yoona memangguk mantap lalu segera meniup lilin berbentuk angka 21 itu sesuai dengan umurnya kini.

“Shuuuuut~”, lilinpun padam. Ketiganya langsung memberi tepuk tangan selamat.

“ini hadiah dari kita bertiga”, seru jieun menyodori kakanya itu sebuah kado besar.

Yoona meraihnya dengan semangat, “Gomawoyoooo…”.

“Omo! Putri ibu ternyata sudah dewasa. Kapan kau akan mengenalkan namjachingumu pada appa dan eomma hah?”, canda ibu tersenyum jahil pada putri pertamanya itu.

“Sudah kubilang aku belum punya kekasih”, jelas yoona simpul.

“Aku tahu, lagipula mana mungkin ada namja yang mau berpacaran dengan eonnie”, keus Jieun.

“YA! IM JI EUN! KAU INGIN MATI?”, erang Yoona kesal.

Reflex Jieun lari terbirit kearah ayah. “Sudahlah jangan bertengkar terus. Oya nanti malam teman-temanmu akan kesini kan?”, tanya ibu. Yoona mengangguk mengiyakan. “kalau begitu ayo kita belanja. Dan satu lagi, kartu ucapan selamat ulangtahun begitu banyak di kotak surat. Kau belum melihatnya kan?”, tambahnya.

“Ah iya aku lupa”, sahut Yoona seraya berjalan keluar menuju kotak surat yang ada didepan rumahnya.

Ia membuka perlahan kotak surat itu, “Waaa.. banyak sekali”, ucapnya terkagum-kagum. Satu persatu ia buka daan secaras ingkat dibacanya, “hah kenapa taka da yang special sih dengan kartu-kartu ini”.

Tiba-tiba terdengar seruan dari ibunya, “YOONA~ CEPATLAH MANDI! BUKANKAH KITA AKAN PERGI BELANJA”, teriak ibu dari dalam rumah.

Yoona tersentak, “AH ARAYO EOMMA”, jawabnya masuk kedalam rumah sambil membawa setumpukkan kartu ucapan.

@ supermarket ***

Disana Yoona dan ibu membeli berbagai macam makanan untuk acara nanti malam dirumahnya. “Eomma, sosisnya?”, tanya Yoona mengingatkan.

“Ah iya hampir saja lupa, ayo kita kesebelah sana”, ajak ibu dan mnyeret Yoona yang tengah mendorong roda belanjaan.

Sosispun didapan, mereka akhirnya sudah selesai berbelanja. Tinggal membayarnya dikasir.

Selesainya tiba-tiba mata ibu terarahkan pada sebuah spanduk bertuliskan PAKAIAN UNTUK WANITA DEWASA DISKON 50%.

“Omo chagi lihatlah! Hari ini sedang diskon pakaian, ayo kita berbelanja dulu”, ajak ibu oebuh antusias.

“Ya eomoni…lalu bagaimana dengan belanjaan ini”, tanya Yoona.

“Titipkan saja ditempat penitipan, palli…palli…”, ucap ibu menarik tangan Yoona menuju toko itu.

Disana ibu begitu semangat milih-milih pakaian yang memang gila shopping. Sedangkan Yoona hanya bisa tertunduk kesal sambil manyun dibangku yang terdapat diantara baju-baju itu tergantung.

“Kyaaaa… tau begini aku malas menemani ibu belanja”, runtuknya sebal.

Tiba-tiba ia merasa ingin ingin buang air kecil, Yoona berjalan sedikit terburu-buru menuju toilet di mol itu.

“Huah legaaa…”, helanya saat keluar dari toilet lalu kembali berjalan menuju tempat tadi. Dilihat dari kejauhan ibunya yang masih asyik berbelanja. “Aigo eomma!! Hari ulangtahunku mengapa begitu menyedihkan seperti ini”.

BLUK~ Tanpa sengaa ia bertubrukan dengan seorang pria jangkung putih yang akhirnya membuat barang-barang yang pria itu bawa jatuh berserakan dilantai.

“OMO!! Mianhae”, sahut Yoona tak enak seraya membantu membereskan kembali barang-barangnya.

“De, gwaenchan….”, ucapan pria itu terhenti cepat saat ia menoleh pada Yoona. Ia terdiam membisu layaknya patung.

Yoona merasa risih karna menyadari ia tengah diperhatikan oleh pria asing itu. ‘Kenapa dengan orang ini?’, batin Yoona masih enggan bertatap muka dengan pria itu.

Dengan sigap Yoona segera berdiri, “Sekali lagi aku minta maaf, hhh aku pergi dulu”, singkatnya dan barusaja melangkahkan kaki tiba-tiba pria itu menarik tangan Yoona.

“Tunggu!!”, serunya. Yoona merasa risih dibuatnya. Pria itu langsung berdiri didepan yoona dan menatapnya hati-hati.

“Neo, Im Yoona?”, tanya pria itu bermaksud untuk memastikan.

Yoona mengernyit, “Yah, kenapa tau namaku? NUGUSEYO?”, tanya baliknya gugup.

Senyuman lebar terpancar dari wajah tampan pria itu, “Akhirnya kita bertemu lagi”, sahutnya langsung memeluk erat pinggang ramping Yoona.

Yoona semakin heran dan dengan cepat segera melepaskan paksa pelukannya, “lancang sekali kau memelukku. Nuguseyo?”, tanya ulangnya.

“kau tak mengenalku?”, tanya pria itu yang hanya dijawab oleh gelengan kepala dari Yoona. “Simba, kau ingat? Mr. Perfect Choi siwon? Apa masih tak mengenalku?”.

DEG! Yoona terdiam kaku mendengar hal tersebut, orang yang telah meninggalkan kenangan-kenangan manis dihidupnya dulu kini telah berapa tepat dihadapannya.

“Deer? Gwaenchanna?”, tanya Siwon menatap khawatir seraya memegang pundak yoona.

Yoona tersadar, “Benarkah kau ini Choi…Siwon? Simba menyebalkan itu?”, tambahnya meyakinkan dengan tatapan yang sedikit aneh dan tak percaya.

“Omo hampir 10 tahun kita tak bertemu apa aku terlalu banyak berubah hah? Mengapa kau seperti melihat orang asing saja”, “, runtuknya.

“Bukan seperti itu, tapi dulu kau itu… begitu pendek, kurus, dan sekarang…??”, gumam Yoona termanga-manga menatap tubuh Siwon dari atas sampai bawah.

Siwon tertawa renyah, “Kenapa? Aku semakin tampankan sekarang?”, ujarnya bangga.

“neo! Masih saja seperti dulu”,celoteh Yoona.

Merekapun berbincang banyak, tentu saja selama 10 tahun belakangan ini akhirnya mereka bertemu kembali. Rasa rindu pun tak terelakkan diantara keduanya, benar-benar pertemuan yang manis.

“OPPA… PALLI!!”, seru seorang yeoja cantik memanggil Siwon dari kejauhan.

Mereka berdua langsung menoleh dengan kompaknya.

“DE, SEBENTAR”, jawab Siwon. “Yoong aku pergi dulu. Jangan lupa hubungi aku nanti”, tambahnya seraya memberi yoona kartu namanya dengan terburu-buru lalu segera menghampiri yeoja itu.

Yoona masih terdiam, menatap Siwon yang mulai berjalan menjauh sampai akhirnya hilang dari tatapannya.

“KAMI PULAANG”, seru ibu membuka pintu rumah dan masuk kedalam rumah diikuti Yoona.

Saat masuk dengan lempengnya yoona langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menyapa ayah dan adiknya yang sedang menonton TV di ruang tengah.

“Kenapa dengannya?”, tanya ayah pada ibu.

“Entahlah, sedari tadi ia terus diam. Mungkin karna kecapean”, jawab ibu simpul.

BLUK~ Yoona membanting pintu kamarnya lantas membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.

“Apa ini keajaiban? Dihari ulangtahunku aku bertemu denganmu lagi. Jujur aku begitu senang, kau harus tau aku begitu merindukanmu”, gumam Yoona mengoceh sendiri seraya melihat kearah langit-langit kamarnya sambil membayangkan moment saat Siwon memeluknya.

“Tapi siapa yeoja tadi? Jangan bilang jika dia itu pacarmu…”, celotehnya pada boneka teddy bear berwarna cream mudanya itu.

“Bukan, dia hanya temanku. Aku hanya mencintaimu Im Yoona”, uapnya seolah-oleh boneka itu yang mengatakannya.

“Ah aku tau itu…”, ia langsung memeluk bonekanya erat-erat.

Malampun tiba, pesta kecil-kecilan untuk merayakan ulanatahun Yoona pun dimulai. Teman-teman kampusnya mulai berdatangan kerumah. Walaupun tak terlalu mewah namun acaranya mulai meriah.

Keesokkan harinya ***

“Telephone? Tidak? Telephone? Tidak? Telephoen tidak yaaaa?? Aaaa bingung!!!”, gerutu Yoona seraya menatap terus kartu nama yang diberikan Siwon kemarin.

“Telephoen sajalah”, Yoona segera memencet tombol di handphone nya, namun tiba-tiba terhenti sejenak. “Ah tak jadilah, masa aku yang duluan”, ucapnya manyun dan tak tau harus berbuat apa.

“tapi bagaimana dia akan menghubungiku duluan, diakan tak tau number ku. Haaah ayo beranikan dirimu Im Yoona!”, ia pun menghubungi Siwon.

“De? Yeoneoseyo?”, ucap seseorang dijalur lain yang sukses membuat jantung Yoona semakin bergetar hebat.

“Hhh…hh…annyeong Siwon-a”.

“Annyeong… nuguseyo?”, tanya balik Siwon bingung.

“Aku Yoona, Im Yoona”.                  

“Ah kau! Mengapa baru menghubungiku? Semalaman aku menunggu telephone darimu”, ucapnya antusias.

“Mianhae… semalam dirumahku sedang ada acara, jadi sampai lupa untuk menghubungimu”.

“Geuraeyo? Aaah tak apa, nanti sore kau ada acara?”.

“Sepulang kuliah mungkin tidak. Memangnya ada apa?”.

“Aku ingin mengajakmu pergi. Ada waktu?”, tawar Siwon.

‘pergi kencan maksudmu Simba? Kyaaa tentu saja aku mau’, batin Yoona senyum-senyum sendiri. “Hmm…bagaimana ya? Baiklah akan kuusahakan”, ucapnya berpura-pura biasa saja.

“baguslah, kau pulang kuliah jam berapa? Biar nanti aku jemput”.

“Kira-kira pukul 4pm, tapi apa tak merepotkan? Kau katakan saja kemana kita akan pergi, biar nanti kita bertemu disana”.

“tak usah sungkan, aku akan lebih tak enak nanti. Jangan lupa send alamat kampusmu ya, sampai jumpa nanti”, ucap Siwon sambil memutuskan sambungan telephone nya.

“MWO?? PERGI BERSAMA?? KYAAAAAA…”, teriak Yoona kegirangan sambil loncat-loncat diatas tempat tidurnya.

***To Be Countinued***

Tinggalkan komentar

77 Komentar

  1. Kyaa yoong sma wonnie mau kencan? Jinja? Hahaha

    Balas
  2. any

     /  Mei 19, 2014

    Tau g sihh,,menurutku part. Masa kecil yoonwon itu romantis n lucu bgt. Menurutku lo ya…hehehe

    Balas
  3. wd.supriati

     /  Juli 5, 2014

    Dimass kecilnya YW, yg lucu tingkahnya wonppa karna selalu ngintilin (?) yoong eonni meskipun yoong eonni selalu cuek,,
    Dimasa dewasanya YW, yg lucu tingkahnya yoong eonni yg terkesan polos dan apa adanya🙂

    Baca dulu part 2nya yah,, pai pai🙂

    Balas
  4. tapi kira2 siapa ya tadi yang manggil siwon oppa .
    bagus thorr

    Balas
  5. Tertawa aku lihat tingkah Moment Yoonwon masa kecil, hahaha………
    Benar2 lucu ya
    dan takdir menemukan mereka
    apa mereka akan pacaran?

    Balas
  6. Choi Han Ki

     /  September 29, 2014

    Keyeeen udah 10 tahun berlalu akhirnya bertemu lagi, bahkan yoona benetan sampai gk punya pacar seperti ucapan siwon sebelum pergi yg nyuruh yoona jangan pacaran sama namja lain…😀

    Balas
  7. utycoyumy

     /  Desember 10, 2014

    daebak.. lucu banget sih si simba waktu kecil sampe panggil si deer dgn yeobo.. dan setelah 10 thn gak bersama akhirnya ketemu lagi.

    Balas
  8. Haha lucu banget bacany sambil ngakak2😀 gara kelakuan Siwon yg sok2’an wkt kecilny dan Yoona yg cuek bgt tp dwasa mlah brubah jd seneng ksiwon:D

    Balas
  9. Seruu ceritanya, udah 10 thn Ga bertemu siwon msh inget yoona. So sweet…

    Balas
  10. siwon dari kecil udah terobsesi jadi suaminya yoona,,,wkwkwkwk pake manggil yeobo segala padahal masih SD,,,hahaha setelah 10 tahun berpisah, siwon masih bisa dengan mudah ngenalin yoona >< walaupun sedikit jual mahal, tapi yoona tetep mau diajak siwon buat pergi bareng,,hoho

    Balas
  11. siwon lucu deh. nangis sambil manggil ibunya udah berani nembak yoona?

    Balas
  12. Aku sk thor.ceritanya ringan

    Balas
  13. Jd pengen ketawa bacanya, dulu yoona cuek n dingin bgt ke siwon tp stlh siwon pergi baru nyadar kalo siwon itu berarti buat dia.. wah mereka mau kencan ya..

    Balas
  14. sahwa purem

     /  Agustus 5, 2016

    lucuuuu cerita nya, menggemaskan…

    Balas
  15. melani

     /  September 9, 2016

    Siwon ternyata waktu kecil tingkahnya udah kayak oramg dewasa yg tau cinta aja bahkan manggil yoona dg sebutan yeobo.. penasaran kelanjutannya n siapa cewek yg sama siwon apa dia pacarnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: