FF BTPF Chapter 10: I think I started to Love You

“Oppa serius, kapan kau akan menceraikan yeoja itu?”, Tanya Fany yang sukses membuatku tersendak. “Wae? Jangan bilang jika kau mulai menyukainya”.

“Tentu tidak, kau ini sebenarnya berkata apa?”.

“Kalau begitu tepati janjimu. Kau tau aku sudah hamper gila menunggumu berpisah dengannya. Jika seperti ini terus bukan aku saja yang kaan tersakiti tapi dia juga(Yoona)”.

Aku berpikir sejenak yang dikatakan Fanny memang benar. Dia itu terlalu baik, aku tak pantas bersamanya. Mungkin ini memang sudah saatnya. “Baiklah baiklah… besok aku akan mengurusi gugatannya”.

♥♥♥♥♥♥♥♥

Yoona POV

Entah kenapa hari ini aku merasa sangat tak enak badan. Mual, pusing, benar2 sudah tak ada energi lagi.

Aku berkaca dicermin bedak riasku, wajahku benar2 pucat. Sebaiknya pergi ke Rumah Sakit, aku takut ada apa2.

“Agassi, kau tak seharusnya datang kesini”, ucap dokter Kim nampak serius.

“Krenapa? Apa aku mempunyai penyakit yang parah?”, tanyaku mulai khawatir.

Dokter Kim tiba2 tersenyum membuatku mengerutkan kening tak mengerti, “Tidak, namun bisa kuanjurkan sebaiknya kau datang ke dokter kandungan”.

Mworago? Apa yang dia katakan sebenarnya? Aku hamil? Tidak mungkin, pasti ada kesalahan.

Untuk memastikan aku datang kedokter kandungan. Dan ternyata hasilnya benar. Aku positive hamil 3minggu. Ya tuhan mengapa secepat ini😥 eoteokkae? Haruskah aku memberitahu Siwon oppa atau tidak.

Saat pulang Siwon oppa sudah berada dirumah, dia duduk diruang tengah. Lalu menatap kearahku saat sudah merasakan kedatanganku.

“Yoong?”. Panggilnya. Aku menoleh tak berarti. “Ada yang ingin aku katakan padamu”, lanjutnya.

Ada apa ini? Mengapa ia terlihat sangat serius. “Ada apa?”, tanyaku saat sudah duduk berhadapan dengannya.

“Sesuai kesepakatan kita dulu, aku akan mengakhiri semuanya”, ia menarik nafas sejenak. “Ayo kita bercertaio”.

Mwo? Bercerai? Aku meremas hasil USG tadi disamping pahaku. Sungguh rasanya ingin sekali aku menangis dan berteriak sekencang2nya. Mengapa tuhan memberikan cobaan yang tak hentinya datang padaku.

“Yoong jadi bagaimana?”, tanya ulang Siwon oppa menatap lekat pdaku.

Aku mendongakkan kepala berusaha tak merasakan apapun. “semuanya aku serahkan saja padamu oppa”, jawabku datar lalu masuk kedlaam kamarku.

Begitu masuk aku langsung mengunci pintu kamar rapat2, tak terasa air mata mulai bercucuran dari kelopak mataku dengan derasnya.

“Haruskah aku melahirkan anak ini tanpa seorang ayah?”, gumamku lirih sambil mengelus pelan perutku.

Author POV

Malam itu Siwon barusaha pulang kerja, saat membukakan pintu rumah terlihat begitu sepi.

“Yoong?”, ia berkali2 memanggil nama Yoona namun orang yang dicari tak kunjung keluar.

“Kemana dia?”, gerutunya sambil melemparkan diri dikursi kerjanya sambil menutup matanya. Nampak begitu lelah, ia melonggarkan sedikit tali dasinya.

Saat membukakan sedikit matanya ia mendapati sebuah surat berwarna putih yang tergeletak dimeja kerjanya. Dengan cepat Siwon meraih dan membukanya.

Siwon oppa…

Hari ini aku pergi ke Busan untuk menemui halmoni, mungkin akan sampai beberapa hari. Namun kupastikan aku akan datang tepat waktu kepengadilan selasa nanti. Benar2 minta maaf karna tak meminta ijin dulu padamu. Kuharap oppa bisa mengerti.

Im Yoona

♥♥♥♥♥♥♥♥

Yoona POV

Menapaki jalanan kecil seorang diri, tempat yang masih asri, udara yang begitu segar, sungguh bisa membuatku menghilangkan semua masalah yanga da.

Kini aku sudah berada didepan sebuah rumah tua dengan dekorasi rumah jaman dulu. Benar2 tak ada yang berubah.

Aku membuka pintu kayunya perlahan, lalu kulihat seorang nenek yang tengah menyirami bunga2nya.

“Halmoni”, sapaku.

Halmoni menoleh kearahku, “Neo? Im Yoona?”, ucapnya sedikit menyipitkan mata.

Aku tersenyum, ternyata dia masih ingat padaku. Walaupun ia bukanlah nenek kandungku dan kami tak ada ikatan darah sama sekali namun hubungan kita sangatlah dekat semenjak ia pernah bekerja sebagai pelayan rumah tangga dirumahku dulu.

“Begitu merindukanmu halmoni”, ucapku memeluknya sangat erat.

“Nado”, jawab halmoni. “Nona kau datang sendiri?”, tanyanya sambil melepaskan pelukan kami.

Aku terdiam sejenak dan menganggukkan sedikit kepala.

“Suami nona tak ikut?”.

“Tidak”, aku lagi2 hanya bisa menggelengkan kepala.

“Ah sepertinya suami nona itu memang sangat sibuk”, ucapnya terkagum membuatku tersenyum seadanya. “kalau begitu masuklah, nona pasti lelah bukan”, ucapnya sambil merangkulku untuk masuk kedalam rumah.

“Appa, aku sudah sampai di Busan”.

“De, appa juga jaga keesehatan dan minum obat yang teratur”.

“Aku mengerti. Saranghae abojji”.

Saat aku memutuskan telephoneku dengan ayah tioba2 handphoneku kembali bergetar menandakan sebuah sms masuk.

(Chat @ SMS)

Seohyun: “Yoona-a kemana saja kau? Setelah menyandang status sebagai nyonya Choi kau akan melupakan sagabatmu inikah? Aish benar2.

Yoona: Yah Seohyun-a jeongmal bogoshippo. Apa kabarmu? Maaf jika lama tak menghubungimu

Seohyun: entahlah. Kalau begitu ayo kita bertemu

Yoona: untuk sekarang aku tak bisa, sedang berada di Busan

Seohyun: Busan? Berlibur dengan suamimu?

Yoona: Tidak aku kesini sendiri. Kau kemarilah, ada banyak yang ingin aku ceritakan padamu

Seohyun: ada apa? Umm sekarang aku sedang banyak kegiatan. Kita bertemu saat kau sudah kembali ke Seoul saja

Yoona: ahh baiklah. Sampai jumpa :*

“Nona jangan bermain handphone terus. Ayo cepatlah makan, mumpung masih hangat”, ucap halmoni tiba2 menyajikan makanan yang sudah tertata rapi diatas meja makan.

Aku tersenyum lalu mengangguk dan mulai menyantap makanan dengan lahap membuat nenek tertawa.

Malam ini aku tidur berdampingan dengan nenek, kami cerita banyak hal.

“nenek, saat kau punya anak bagaimana rasanya?”, tanyaku pelan. Namun nenek tak kunjung menjawab.

Aku bangun untuk melihat kearahnya dan ternyata benar dia sudah tertidur. Aku tersenyum kecil lalu menyelimuti semua tubuhnya.

Aku kembali merebahkan badan, sungguh sangat sepi. Menatap langit2 rumah dengan tatapan kosong.

“Yoong Pulanglah!!”.

Tunggu, siapa itu? Aku mengubah lali posisi tidurku menjadi duduk. “OPPA??”, pekikku begitu kaget saat melihat Siwon oppa yang tengah berhadapan denganku.

Dia tersenyum sangat manis,”Pulanglah!”, tambahnya.

Aku masih terdiam tak percaya, ‘Aku taukau akan menyusulku’, batinku dalam hati sambil mencoba meraih pipinya.

Namun tiba2 ia tak nampak lagi, rupanya langsung hilang begitu cepat dari hadapanku.

“Bodoh semua ini hanya halusinasiku saja.

Aku oergi keteras rumah lalu menangis seseguk2nya.

“mengapa aku terus memikirkanmu?”.

Pagi harinya…

Setelah pergi berbelanja bersama halmoni kami memasak bersama, “Nenek, bagaimana rasa masakanku?”, tanyaku sambil menyuapinya.

“Umm… enak sekali. Masakan nona tak kalah dengan masakan di hotel2 berbintang 5”, pujinya.

“Geurae?”, tanyaku memastikan dan ia mengangguk mantap. Kami tertawa bersama.

Tiba2 terdengar sebuha ketukan pintu

Siapa yang datang?”, tanya halmoni sambil akan berjalan kearah pintu.

Namun aku menahannya, “Halmoni, biar aku saja yang membukakan”.

Saat kubuka pintu ternyata sahabatku yang datang, Kibum.

“Omo Bum-ah mengapa bisa ada disini?”, tanyaku kaget sambil membulatkan mata dengan sempurna.

“Yoona-ah? Neo?”, pekiknya yang tak kalah kaget denganku.

“Yak! Sedang apa kau disini?”, ujarku sedikit sinis

“Aigo gayamu ini, aku sedang ada kegiatan dari kampus utnuk meneliti desa ini. Kau sendiri?”, tanya baliknya.

“Ini rumah kerabatku, aku sedang berlibur”, jawabku seadanya.

Dia tertawa, “Mwo? Rumah kerabatmu? Waaa kebetulan sekali, kau tau aku sedang mencari penginapan disekitar sini”.

“Yah kim Kibum!! Jangan bilang kau akan….”, pirasatku mulai tak enak.

“Sudahlah, kau tau aku sudah terlalu pusing untuk ini”, ucapnya santai langsung nyelonong masuk kedalam rumah.

“Apa yang dia lakukan sebenarnya?”, gerutuku heran sambil mengikutinya kedalam.

Author POV

“Permisiiii!!!”, teriak Kibum kearah rumah halmoni

Tak lama halmoni keluar, “De? Nuguseyo?”, tanyanya terheran saat melihat Kibum yang nampak asing baginya.

“Annyeonghaseyo halmoni, Kim Kibum imnida”, ucapnya lamngsung memperkenalkan diri.

Halmoni masih terdiam, saat Yoona datang dan berdiri disamping Kibum ia menatap Yoona seakan bertanya –siapa-orang-ini?-.

“Dia temanku dari Seoul nek”, jelas Yoona.

“Oh teman nonakah? Kalau begitu persilahkan dia masuk”, sambut halmoni sambil masuk kedalam rumah.

Kibum dan Yoona msih berdiri diluar, “Kau benar2 akan tinggal disini untuk beberpaa hari?”, tanya Yoona nampak serius.

“Yah! Jika tidak lalu aku akan tinggal dimana lagi? Kau tau benar2 susah untuk mencari penginapan disini. Lagipula ini kan ruymah kerabatmu dasn aku sahabatmu”.

“Ish terserah kau saja, tapi tidak gratis yah”, umpat Yoona.

“Iya iya aku jugatau diri”, runtuk Kibum menganggukkan kepalanya frustasi.

*

“Oh jadi maksudnya Kibum-ssi akan menginap untuk beberapa hari disini?”, ujar halmoni.

Kibum mengangguk, “De, habis sangat susah untuk mencari penginapan didaerah sini. Jangan khawatir halmoni aku akan membayar biaya penginapannya”.

“Ya kalau itu tentu wajib”, canda halmoni membuat ketiganya tertawa.

“Kalau begitu Kibum-ssi kau istirahatlah. Maaf kamarnya memang sedikit acak2an”.

“Tidak apa2. Baiklah aku masuk dulu”, Kibum menundukkan kepalanya sopan lalu menatap kearah Yoona dan tiba2 mengedipkan sebelah matanyadengan senyuman genit.

Sedangkan Yoona hanya menggidik jijik melihatnya.

Siwon POV

“Ada apa kau tiba3 menyuruh kami berkumpul disini?”, tanya appa.

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan. Umm… sebelumnya aku ingin minta maaf pada kalian bertiga, aku dan Yoona sudah memutuskan, kita berdua akan berpisah”, jelasku.

Terl;ihat jelas ketiganya begitu kaget, marah dan takpercaya.

“Mworago? Berpisah? Bukankah selama ini kehidupan kalian baik2 saja? Ada apa sebenarnya?”, tanya ibu beruntun.

“Ada banyak hal yang tak kalian ketahui”.

“Apa maksudmu Choi Siwon?”, hentak ayah mertuaku sambil memukul meja dan berdiri.

Aku bersujud dihadapannya, “Josonghabnida abojji”.

“Siwon-a jangan seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi?”, tanya appaku terlihat sangat marah.

Aku masih tertiunduk dan diam, eomma mulai menangis. Ya aku tau mungkin ia tak menyangka semuanya akan terjadi.

Kuberanikan untuk berdiri, jujur saja aku sangat sulit untuk melakukan ini, “Abojji, eommoni, dan ayah mertua, ini sudah keputusan kami berdua. Kumohon kalian bisa mngerti”, ucapku lalu pergi keluar ruangan, dan tanpa sadar air mataku sudah turun dari pelupuk mataku.

Beberapa saat kemudian aku sampai dirumah, kubuka pintu perlahan, begiotu sepi. Kututup pintu kembali lalu masuk kedalam kamarku.

Im Yoona! Im Yoona!mengapa ia terus datang kedalam pikiranku? Sampai sekarang aku masih tak tau bagaimana perasaanku padanya? Selalu mengkhawatirkannya, sebenarnya perasaan apa yang tengah kurasakan sekarang ini?

Aku masuk kedalam kamarnya (re. Yoona), jujur ini pertama kalinya aku masuk kesini. Aku mendudukan diri dikursi meja kerjanya,lalu mengotakatik komputer. Tak ada yang aneh.

Kemudian aku melihat sebnuiah laci dibawahnya, laliu kubuka perlahan. SEEEEERKH~ “Apa ini?”, gumamku mengerutkan kening saat melihat banyak pigura photo yang ia simpan didalamnya.

Dengan segera aku meraihnya, dan saat kulihat ternyata itu adalah photo2 kami saat berlibur dipulau Jeju kemarin. Aku tersenyum, kami memang terlihat sangat serasi.

Dari tumpukan pigura2 itu tiba2 ada sebuah amplop berwarna cream tua yang jatuh, aku membungkukkan badan untuk mengambilnya.

“Test kehamilan? Usg? Milik siapa ini?”. Dengan penasaran aku mulai membaca kata demi kata. Setelai selesai dengan reflexk seluruh badanku terasa lemas.

“Sebenarnya apa yang telah kau perbuat Choi Siwon?”.

End of Siwon POV

♥♥♥♥♥♥♥♥

Malam yang dingin dan sepi Yoona masih tak dapat memejamkan kedua matanya. Rasa mual yang tak henti, sedari tadi ia terus saja berbolakbalik toilet.

“Hufh aku tak menyangka orang yang sedang hamil itu akan seperti ini”, helanya sambil mengelus mulutnya yang basah.

Yoona kembali kekamar. Tiba2 suara handphonenya berbunyi, terpangpang dengan jelas nama Choi Siwon yang keluar dari layar.

Saat akan menganggkat tiba2 tangannya tak tergerak lagi, ia memurungkan bniatnya untuk menerima telephone dari Siwon.

Dia keluar dan berdiam diteras rumah seorang diri.

Tak lama lagi2 handphonennya berbunyi, dan kini bukan sebuah telephone namun sebuah pesan suara.

“Im Yoona, mengapa telephoneku selalu tak kau angkat? Ada hal penting yang ingin aku katakan, bisakah saat ini kau kembali ke Seoul?

‘Hal penting apa’, Yoona tak ambil pusing dan kembali tertegun memeluk kedua kakinya.

“Yoong, kau belum tidur?”, tanya seseorang yang ,memang dari suaranya bisa dipastikan jika dia adalah Kibum.

Ia duduk disebelah Yoona, “hah udaranya segar sekali”, ia meregangkan otot2 kakunya. “Yoong kau kepana?” apa ada masalah?”, ytanya Kibum meonoleh kearah Yoona.

“Tidak ada apa2”, sangkal Yoona menggelengkan kepalanya.

“kau ada masalahkah dengan suamimu?”.

“Apa? Aku? Tentu tidak, mengapa kau berkata seperti itu?”, sangkal Yoona lagi sedikit salah tinggah.

“Jangan berbohong, cepat katakan ada apa? Bukankah aku juga sahabatmu?”.

Yoona menatap lirih, “Bukan seperti itu tapi…”.

“Kau pergi kesini tanpa suamimu kau kira aku tak curiga?jika tidak terjadi apa2 mana mungkin dia akan membiarkanmu pergi sendiri. Palli Yoona katakan semuanya”.

“Aku tengah mengandung anaknya”, ucapnya menggantung sambil tertunduk.

“Pabo! Akan mendapatkan anak mengapa kau sedih seperti itu?”.

“Dia akan menceraikanku Kibnum-a”, ucap Yoona mendongakkan kepalanya sambil menangis.

“Mworago? Mengapa bisa? Sungguh lelaki brengsek dalam keadaaan istrinya yang tengah mengandung anaknya mengapa ia ingin bercerai? Aku tak akan tinggal diam Yoong, ayo kembali ke Seoul!!”, erangnya menarik tangan Yoona.

Namun Yoona menghempasnya, “Jangan, dia belum jika aku sedang hamil”.

Lagi2 Kibukm mengernyitkan keningnya heran, “kenapa kau tak memberitahunya?dan kenapa dia menceraikanmu? Bukankah kehidupan kalian selama ini baik2 saja?”.

“Ceritanya sangat panjang, aku tak bisa mengatakannya padamu…”, ucap Yoona kembali menangis. Kibum memeluknya.

‘Aku tau semuanya pasti akan berakhir seperti ini’, ucap Kibum dlam hati.

Yoona pov

Pagi2 sekali aku sudah berada dipasar bersama Kibum untuk berbelanja bhan makanan.

“Akhirnya semua sudah didapat. Kajja Bum-a Kita pulang”, ujarku sambil membawa kantong belanjaan.

“Eits~”, tiba2 tangannya menarik tanganku. Aku berbalik dan menoleh kearahnya seakanberkata –ada-apa?-. “Aku ingin membeli sesuatu”, tambahnya.

“Membeli apa lagi? Semuanya suydah selesai dibelikan?”.

“Umm… sepertinya jajanan disini enak2. Kita mampir kesana dulu yuk!”, ajaknya mnyeretku kearah sebuah jajanan dipinggir jalan.

“Aish! Bukankah nenek sedang menunggu kita”.

“Ayolah sebentar saja”, ucapnya memohon layaknya anak kecil.

Aku bergidik dan mngiyakan saja. Ish sejak kapan dia berubah seperti itu?

Setelah membeli jajanan dipinggir2 jalan disekitar pasar kami kembali berjalan beriringan menuju rumah halmoni.

“Aigo sepertinya belanjaan yang kubawa ketinggalan ditempat tadi”, sertak Kibum tiba2 menghentikan langkahnya.

“aku menoleh kesal, “Aish!! Neo!!”, gerutuku.

“Aku akan membawanya, kau duluan saja”, ucapnya langsung berlari menjauh.

Tiba2 handphoneku berbunyi, terpangpang nama Siwon oppa dilayar.

“yeobeoseyo?” ucapku saat mengangkat telephonennya.

Namun tak ada satu suarapun yang menjawab dijalur lain. “Yeobeoseyo?? Oppa?? Apa ap….”.

Ucapanku terhenti cepat saat tiba2 ada orang yang menarik tanganku dan menenggelamkanku kedalampelukannya. Siapa ini? Aku rasa aku mengenal wanginya….

“Nuguseyo??”, tanyaku mencoba melepaskan pelukannya, namun rasanya sulit untuk aku hempas. Pelukan orang ini malah semakin erat mendekat tubuhku.

***To Be Countinued***

Tinggalkan komentar

100 Komentar

  1. Jnp cepet bgt tbc , pasti siwon yg dtg kira kira mereka bkl cerai kah,secara siwon kan dah tau yoonaa hamil, kesian kibum nya klo gitu knp gak bikini siwon cemburu dulu kan seru

    Balas
  2. Pasti itu wonppa! Iya!! Pasti!! Pasti.. Oh syukurlah oppa. Kuharap kau segera berbaikan dgn yoona… Jebalyoo oppa…

    Next.

    Balas
  3. Niez

     /  April 12, 2015

    Akhir na….siwon taw klo yoona hamil… Yeye….. Ayo siwon kejar yoona lagi,,, dih…ada kibum lagi, tp gpp…biar siwon berjuang dlu dptn yoona….kkkk…..

    Balas
  4. amalia an

     /  Mei 2, 2015

    yoona hamil disaat akan bercerai?? aduuuuuh kasian banget dia.
    tpi siapa sih yg narik yoona dan memeluknya?

    Balas
  5. azzryia noer hayyati

     /  Mei 13, 2015

    Aduh kibum lg usaha deketin yoona ya??? Siwon oppa kan yg td meluk yoona??? Waaahh makin seru aja ya yoona lg hamil jgn smpe cerai ma siwon oppa ya thor!!!!

    Balas
  6. Siwon oppa…pasti.permisi thor.mau lanjut dulu

    Balas
  7. paris

     /  November 2, 2015

    Apa itu siwon yang menyusul yoona?
    yoona hamil dan siwon oppa ngga tau😦
    Itu apa lagi ada kibum, ngga ada tiffany ada kibum ih itu orang2 penghalang dari antara yoona siwon yah😦

    Balas
  8. park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Knp to continue…

    Balas
  9. melani

     /  Juli 18, 2016

    Berharap mereka setelah ini balikan karna siwon udah tau kalo yoona lagi hamil..

    Balas
  1. Being To Perfect Family | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: