FF BTPF Chapter 9: you want us to divorce?

Being To Perfect Family

Chapter 9:

suara kicauan burung dan teriknya matahari yang masuk dari ventilasi kamarku membuat mataku terbuka. Kulihat kesekelilingku sudah tak ada siapa2. Aku lantas turun kebawah, ternyata disana sudah ada Siwon oppa dan appa yang tengah asyik bermain catur bersama dibangku halaman.

Aku menghmapiri mereka, “Aigoo…pagi2 seperti ini kau kalian sudah main catur sih?’.

“Yak! Menantuku kau ternyata hebat, sepertinya aku akan kalah lagi”, ketus appa tanpa menghiraukanku dan tetap focus kepapan catur. Keduanya begitu serius bermain, aku jadi di cuekkin -_-.

“nona mertua anda menelphone”, seru bibi Lee berlari menghmapiriku seraya memegang gagang telephone.

“Aku meraih dan mengangkatnya, pandangan appa dan Siwon oppa teralihkan padaku.

“Yeobeoseyo eomma?” ada apa?’.

“Mworago? Taeyeon eonnie?” ucapku terbelalak.

“Ada apa dengan noona?”, Tanya Siwon oppa bangkit dari duduknya dan menoleh padaku tajam menunggu jawaban.

“Dia…dia akan melahirkan”.

Tanpa berfikir panjang lagi aku dan Siwon oppa langsung bergegas ke Rumah Sakit Seoul, kecepatan mobl diatas rata2.

Dan akhirnya tanpa membuang waktu yang lama kami sampai di Rumah Sakit, disana sudah ada ibu mertuaku yang terlihat sangat cemas.

“Bagaimana? Apa bayiya sudah lahir?”, Tanya Siwon oppa ketika dating dengan nafas yang tersenggal2 menghmapiri ibu diikuti olehku.

“Belum, kakakmu diprediksi akan melahirkan besok. Namun keadaannya begitu buruk, ia terus menyebut nama menantu Leeteuk, ibu takut terjadi apa2 pada janinnya”.

“Maaf ibu, kalau boleh aku tau Leeteuk oppa akan kembali kapan?”, tanyaku langsung dduk disebelahnya.

“Belum tau pasti, tapi ibu sudah memberitahunya. Semoga saja ia akan dating menemani kelahiran anaknya”, jelas ibu mertua pelan dan kami mengangguk.

End of Yoona POV

Yoona menghampiri Taeyeo diruangannya, dilihat ia sedang berbaring lemas dengan perut yang besar.

“Eonnie, gwaenchanayo?”, sahut Yoona pelan saat duduk disamping tempat tidurnya.

Dia menoleh, “Ah kau? Sejak kapan ada disini?”.

“Baru saja”, singkat Yoona.

“Bersama Siwon?”, tanyanya dan Yona hanya mengangguk.

“Noona menyebalkaaaaaaaann…..”, tiba2 terdengar seruan yang masuk kedalam, mereka berdua mengalihkan pandangan kearah pintu.

“Yak! Adik kuwalat! Masih saja memanggilku seperti itu”, erang Taeyeon.

Siwon tertawa, “haha noona, aku tak menyangka beberapa jam lagi kau akan menjadi seorang ibu, padahal tingkahmu saja masih seperti nak kecil”.

“Mworago??”, potong Taeyeon yang langsung tak terima dengan perkataan adik satu2nya itu.

“Siwon oppaaaa… dengan keadaan eonnie eperti ini kau masih saja membuatnya kesal”, bela Yoona.

“Kya Yoong, aku hanya ingin membuatnya tak terllu tegang saja. Noona, semangat ya”, ucap Siwon tiba2 mengempalkan tangannya dan tersenyum jahil.

Yoona dan Taeyeon saling menatap heran, sedangkan Siwon berjalan kerah pintu untuk keluar. Namun tiba2…

“Hyung??”, pekik Siwon sedikit teriak ketika melihat seorang namja yang berada dihadapannya sekarang.

“Siapa yang dating Wonnie??”, tanya Taeyeon sedikit mendongakkan kepalanya menatap lekat2 kearah pintu.

Tiba2 pria itu menampakkan wajahnya dan tersenyum sangat manis sambil membawa bunga yang terlihat masih segar. “Yeobeo kau baik2 sajakah?”, Tanya Park Jungsoo.

Yoona memundurkan langkahnya agar Leeteuk lebih leluasa mendekati istrinya dan diam2 ia keluar ruangan mengikuti Siwon.

“Yeobeoya? Neo? Sudah kembali?”, Tanya Taeyeon sedikit gelagapan.

Leeteuk tertawa sambil mengelap muka dan leher Taeyeon yang sudah dibasahi oelh keringat dingin. “Aku kan sudah berjanji padamu akan menemanimu saat melahirkan. Terimakasih telah menunggu”, ucapnya sambil menggenggam sebelah tangan Taeyeon lalu mengecuk keningnya.

Taeyeon tersenyum, namun seketika raut mukanya berubah cepat. Genggaman tangannya semakin erat, “Ini sudah waktunyaaaaa… AKU SUDAH TAK KUAAAAAT!!!”, erang Taeyeon berteriak kesakitan saat perutnya itu mulai bereaksi.

Leetuk kaget, ia melihat dibawah tubuh Taeyeon sudah tersebar darah segar.

“DOKTEEEERRR!! ISTRIKU AKAN MELAHIRKAAAN!!!”.

Teriakan Leeteuk membuat tim medis langsung masuk kedalam dan mulai menangai semuanya.

Siwon POV

Hufh lega jika sudah seperti ini, akhirnya Leeteuk hyung dating. Sekarang tinggal menunggu calon keponakan pertamaku lahir.

“Oppa aku keluar dulu ya”, seru Yoona tiba2.

Aku menoleh sambil mengerutkan kening, “Mau kemana?”, tanyaku.

“Membali makanan, daritadi pagi oppa belum makankan?”.

Perhatian sekali, “Kita pergi bersama saja”, ucapku reflex langsung meraih tangannya.

Selesai makan di cafeteria RS kami langsung kembali keruangan Taeyeon noona.

“Oppa, ada apa ini?”, Tanya Yoona dengan tatapan heran saat melihat banyak suster yang lalu lalang dari ruangan noona.

Tanpa menjawab aku langsung masuk, kulihat Leeteuk hyung yang tengah mengusap2 rambut noona yang masih tergeletak lemas.

Tapi tunggu, mengapa perutnya sudah tak besar lagi.

“Noona, bayimu sudah lahir?”, tanyaku sedikit membelalakan mata.

“Yah!! Darimana saja kalian?”, ketus noona.

“Pasangan yang baru pulang berbulan madu ya tentu ingin berduaan terus”, ledek Leeteuk hyung tersenyum jahil yang sukses membuat wajah kami menjadi matang sempurna.

“Aish!! Ngomong2 bayinya mana?”, tanyaku.

“Sedang dimandikan dulu”, jelas Leeteuk hyung.

“Bayinya perempuan atau laki2?”, Tanya Yoona.

“perempuan, namanya Park Hye Jin :D”, ungkap noona.

“AH! CUKKAE!”, ucapku dan Yoona bersamaan membuat Leeteuk hyung dan noona kembali menertawai kami.

♥♥♥♥♥♥♥♥

Author POV

Hari ini Siwon dan Yoona kembali kerumah mereka. Walaupun sedikit susah untuk membujuk ny. Choi dan mendapatkan ijin darinya.

Seperti biasa pagi ini Siwon berangkat kekantor, sedangkan Yoona tengah sibuk membenahi rumah yang memang sedikit berantakan karma sudah beberapa minggu ini ditinggal.

TINGTONG~ tiba2 suara bell rumah berbunyi, ia lantas membuka pintu.

“Mencari siapa?”, Tanya Yoona.

“Ini benar rumah tuan Choi Siwon?”, tanyanya dan Yoona hanya mengangguk mengiyakan.

“Selamat pagi agassi, ini ada kiriman paket”, tambahnya menyodori Yoona sebuah kiriman.

Yoona langsung membuka bungkusan paket itu, ada sebuah surat didalamnya.

Ini Photo2 kalian saat dipulau jeju. Bagaimana? Hasilnya bagus tidak? Langsung pajang diruang tamu ya… semoga pernikahan kalian langgeng seperti ayah dan ibu^^ cepatlah memberi ibu cucu lagi^^

 

Love Eomeoni

 

Sebuah senyuman kecil terpancar dri bibir Yoona.

Tiba2 telephone rumah berbunyi, itu dari Siwon. Ternyata berkas2 laporannya ketinggalan di rumah, ia menyuruh Yoona untuk mengantarkan kekantor. “Baiklah aku akan kesana sekarang”. Ucap Yoona lalu menutup sambungan telephonenya.

Selang beberapa waktu akhirnya ia sampai disana. Ia lantas masuk kedalam dan berjalan menuju ruangan Siwon. Namun entah karma takdir, barusaja Yoona akan masuk lift tiba2 orang yang dicarinya ternyata ada didalam lift itu.

Mereka saling menatap untuk beberapa saat lalu Siwon berjalan keluar lift dan menghampiri Yoona, “Apa kau membawanya?”, Tanya Siwon.

Yoona mengangguk, “Tentu saja”, balasnya dan segera menyodori Siwon setumpukan laporan yang ia sudah siapkan sedari tadi.

Siwon merihgnya, “Gomapta”, sahutnya sedikit menunduk dan akhirnya menatap Yoona untuk beberapa saat.

Yoona mengangguk tersenyum,.

“menantuku, kau ada disini?”, panggil seorang lelaki tua menghampiri mereka berdua.

“Abojji”, jawab Yoona sopan lalu menundukkan sedikit kepalanya.

“Siwon-a mengapa membiarkan istrimu berdiri disini? Ayo kita masuk dulu”, ajak tn. Choi meraih tangan Yoona.

Namun Yoona menahannya, “Tak usah abojji, lagipula aku tak akan berlama2 disini.

Sekarangpun aku akan langsung pulang”.

“Oh begitukah? Kalau begitu Siwon kau antar istrimu pulang”.

Siwon menoleh, “Meetingnya?”.

“Bisa digantikan oleh asistenmu. Palli!”, perintah tn. Choi. “menantuku, hati2 dijalan ya^^”, tambahnya seraya menyumbarkan senyuman manis pada menantu kesayangannya. Lalu tn. Choi memberika isyarat pada Siwon agar lekas membawa Yoona pulang.

Siwon pu mengangguk dan berjalan menuju parkiran diikuti Yoona.

“Oppa jika memang kau sedang sibuk kembalilah! Aku bias pulang sendiri”, ucap Yoona lembut.

“Sudahlah! Ayo cepat masuk”,perintah Siwon datar saat ia sudah berada didalam mobil. Yoona sedikit menundukkan kepala lalu membuka pintu mobil dan masuk.

Siwon menghentikan lajuan mobilnya saat mereka sudah sampai dirumah mereka.

“Aku masuk dulu oppa”, pamit Yoona dan Siwon hanya mengangguk pelan tanpa menjawab.

Yoona keluar dari mobil lalu berjalan dan membuka pintu gerbang rumah lalu masuk kedalamnya.

Sedangkan Siwon masih belum beranjak dan masih terduduk dikursi mobilnya seraya menatap istrinya yang kini sudah hilang dari tatapannya. “heuh dasar wanita jelek”, gumam Siwon sedikit tersenyumlalu segera menghidupkan kembali mobilnya dan pergi kekantor.

Semetara itu Yoona yang sudah berada didalam rumah langsung pergi kekamarnya lalu mandi dan merias diri. Setelah itu ia turun kebawah dan merebahkan diri disofa ruang tengah lalu menyalakan TV. Dilihatnya acara2 TV yang begitu membosankan.

“Hufh berdiam diri dirumah itu memang sangat membosankan, coba saja jika ada malaikat kecil yang menemaniku disini”, gumamnya yang sudah berfikir begitu jauh.

Lalu dengan cepat ia segera menggeleng2kan kepalanya. “Huuuus.. apa yang sebenarnya kau pikirkan Im Yoona?”, ucapnya memukul2 kepala sendiri untuk membuyarkan khayalan anehnya itu.

“Daripada tak mengerjakan apapun lebih baik aku menyiapkan makanan saja untuk malam nanti”.

Ia pun segera pergi menuju dapur dan mulai merazia [?] semua bahan2 makanan yang ada didalam lemari es.

“Ah Siwon oppa”, gumamnya akan teringat sesuatu. Lalu segera meraih Iphonenya yang ia taruh

dmeja makan dan mulai mencari nama suaminya dikontak hpnya.

“Yeobeoseyo… oppa? Kau ada disana?”.

 

“De, ada apa lagi? Aku sedang bekerja sekarang”, jawab Siwon dijalur lain dengan malas.

“Hmm… nanti kau tak akan pulang malam kan oppa?”.

 

“Aku pulang sekitar jam 6, memangnya ada apa? Tumben sekali kau bertanya seperti itu?”, Tanya Siwon sedikit heran.

“Ah baguslah, aku akan masak untuk makan malam kita nanti, heh. Selamat bekerja oppa”, sahut Yoona semangat.

Saat Yoona memutuskan sambungan telephone, Siwon menatap layar iPhonenya aneh, “Ada apa dengan orang ini?”, gerutunya masih dengan tatapan seperti orang bodoh.

Tiba2 sebuah pesan masuk…

From: Im Yoona

+89704

Oppa ingat jangan pulang terlalu malam… araso^^

 

Saat membacanya sebuah senyuman kecilpun terpancar dari wajah tampan Siwon sambil menggelengkan kepalanya.

♥♥♥♥♥♥♥♥

“Hufh, jarang2 aku bias pulang cepatseperti ini”, hela Siwon saat semua pekerjaannya sudah selesai.

Ia lantas membawa tas dan memakai mantelnya lalu berjalan menuju parkiran untuk pulang. Namun saat barusaja akan masuk kedalam mobilnya tiba2 nada dering telephone berbunyi. Ia segera meraih iPhone yang berada didaku celananya. Tertera nama Tiffany dilayar, “Ada apa dia menghubungiku?”.

“De yeobeoseyo?”.

 

“Oppa, apa kau masih bekerja?”.

 

“Barusaja akan pulag, ada apa?”,

 

“Pergi jalan2 yuk! Aku bosa seminngu ini sedang tak ada jadwal manggung”, *kasian banget GB nya  ga laku xD*

“Hajiman…”.

 

“Tak ada tapi2an pokoknya aku tunggu di café biasa ya^^ saranghae”, ucap Fanny sraya memutuskan sambungan telephonenya begitu saja, sedangkan Siwon menghela nafas panjang.

Yoona yang tengah berada dirumah begitu khawatir karma sudah pukul 1 pagi Siwon belum pulang. Tak tau kenapa saking khawatirnya ia belum bias tidur sampai sekarang.

Makan malam yang ia siapkan tadi hanya menjadi pajangan saja dmeja makan yang sudah sangat trtata rapi. Ia terus menghubungi Siwon tapi tak juga diangkat, ia hanya mondarmandir sanasini berharap Siwon menghubunginya balik.

Sedangkan dlaam sebuah bar, seorang lelaki dan wanita terlihat tertunduk lemas diatas meja.

“Tuan, nona, bangunlah! Bar ini akan segera tutup”, ucap seorang pegawai serya mengguncang2kan tubuh keduanya.

“Aish, tunggulah seebntar”, jawab Fany setengah sadar.

Pemuda itu hanya menggeleng seraya menghela nafasnya, “Aahhh begitu merepotan”, gerutunya

sebal. Tiba2 ponsel Siwon berbunyi, namun tentu saja tak Siwon angkat. Tak ada pilihan lainpegawai itupun merih ponsel Siwon yang berada dimeja.

“Ya, yeobeoseyo?”, ucapnya.

“Siapa ini? Dimana Siwon oppa?”, Tanya Yoona yang heran dengan suar yang terdengar asing.

“Agassi, apa anda kenal dengan pemilik hp ini?”.

 

Yoona mengerutkan kening, “De, aku istrinya. Ada apa dengan suamiku?”, Tanya Yoona yang mulai panic.

Pegawai itupun menjelaskan semuanya, dngan sigap Yoona segera menyusul Siwon ke bar itu.

Yoona POV

Sesampainya kulihat Siwo oppa yang sdang tak asadarkan diri dikursi pembeli dengan seorang yeoja. Tentu itu Fany eonnie, ya Tuan mengapa aku harus melihat pemandanga seperti ini?.

“Oppa gwaenchana? Ayo kita pulang!”, ucapku meraih lengan Siwon oppa dan memapahnya.

“nona, bagamana dengan yeoja ini?”, Tanya pegawai itu sambil menunjuk Fany.

“Dia bukan urusanku”, ucapku dingin lalu kembali memapah Siwon oppa menuju mobil.

Didalam mobil kutatap Siwon oppa yang sudah tertidur, “Oppa tegakah kau melakukan ini

padaku?”, ucapku yang tanpa sadar telah menitikkan air mata.

Tak lama kemudian kamipun sampai dirumah, kembali aku memapah Siwon oppa menujukamarnya.

Lalu aku merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya, kulepaskan jas, sepatu dan kaos kakinya. Lalu menyelimutinya dengan selimut putih.

Untuk beberapa detik kembali aku menatapnya lirih, kemudian aku meninggalkan kamarnyadan berjalan meuju kamarku. Tau tau kenapa saat didalam kamar aklu terus menangis, benar2 sakit hati rasanya dengan semua ini.

Siwon POV

Aku terbangun dari tidur nyenyakku lalu membawa handuk dan pergi kekamar mandi.

Setelah selesai aku segera bergegas kebawah untuk sarapan. Kulihat Yoona yang tengah menyiapkan makanan, aku menghampiri dan duduk dimeja makan.

Ia tak menyapaku samap sekali, aneh. Ia hanya memanikan roti [?] dan memberinya selai, lalu membuatkanku secangkir kopi. Ya! Dia memang istri yang baik, pantaskah aku mendapatkan perlakuan ini darinya? Ya tuhan suami macam apa aku ini

Kutatapnya perlahan lalu mulai memecahkan keheningan diantara kami, “Yoong ada apa dengn dirimu? Matamu sungguh bengkak”, ucapku dengan tatapan aneh.

Dia terhentak dan mulai memegang pipinya dengan kedua tangannya, “Ah ini sepertinya aku kurng tidur”, ucapnya asal jawab.

“Hmm…”, dia hanya mengangguk gugup. “Yoong, untuk semalam aku minta maaf”, ucapku dengan mata yang sedikit memelas.

“Mengapa kau harus minta maaf? Kita hanya berpura2 menikah aku sama sekali tak ada hak untuk mencampuri urusanmu”, ucapnya dingin.

Tapi tetap saja kelihatan berbohongnya, mungkinkah semalam ia menangis karna aku?

Tiba2 suara bell rumah berbunyi menandakan ada orang dating.

“Siapa yang dating pagi2 seperti ini?”, tanyaku tanpa direspon oleh Yoona.

“Oppaaaaaaaaa…”, panggil seseorang dari balik pintu lalu dengan lancangnya masuk kedalam rumah.

“Fany, mengapa kau dtang?”, tanyaku sedikit kaget.

“Memangnya kenapa? Tak boleh aku mengunjungi rumahmu oppa?”, tanyanya sinis.

Aku menghela nafas, “Ya! Bukan begitu maksudku”, jelasku.

Aish dia mengapa harus dating diwaktu yang tak tepat.

“Oppa, sarapanmu sudah aku siapkan, aku pergi dulu sekarang. Annyeong Fany eonnie”, pamit yoona seraya menggantungkan tas putih dilengannya lalu pergi.

Aku menatapnya yang sudah mulai berlalu. Kemudian Fany mengalihkan perhatiankudengan menarik lenganku erat seraya berkata, “Oppa kau belum sarapan bukan? Aku sudah bawakan makanan kesukaanmu”.

“Fany-a mengapa kau tak bilag dulu jika akan dating?”, desisku padanya sedikit kesal.

Dia menatapku aneh, “Wae? Kau sendiri yang bilang aku bias dating kerumahmu sesuka hatiku. Kenapa kau jadi begini?”.

“hah sudahlah”, ucapkudingin seraya menghela nafas ku lalu berjalan kedapur untuk membawa gelasku yang tertinggal.

Kurentangkan tanganku diatas meja mseraya meneguk secangkir kopi dan menghela nafas dengan malas.

Kutatap pada sekeliling dapur, ada satu yang kupikir aneh. Aku berjalan perlahan mendekati sebuah kantong plastic besar berwarna hitam disamping tempat sampah.

“Apa ini?”, gerutuku lalu segera membuka kantong plastic itu.

Dan ternyata didalamnya terdapat begitu banyak makanan basi. Aku hanya menatap aneh. Mengapa banyak ekali? Apa Yoona emalam? Omo! Aku baru ingat kemarin bukankah?

Flash Back>>>

 

“Hmm… nanti kau tak akan pulang malam kan oppa?”.

 

“Aku pulang sekitar jam 6, memangnya ada apa? Tumben sekali kau bertanya seperti itu?”, Tanya Siwon sedikit heran.

“Ah baguslah, aku akan masak untuk makan malam kita nanti, heh. Selamat bekerja oppa”, sahut Yoona semangat.

End of Flash Back

 

“Oppa apa yang kau lakukan disana?”, tnya Fany tiba2 membuatku kaget.

“Ani… tak ada apa2”, ucapku terbata2. ia hanya menatapku aneh. “Sudahlah bukankah kita akan makan bersama?”, ucapku mengalihkan pembicaraan seraya menariknya menuju meja makan.

“Oppa serius, kapan kau akan menceraikan yeoja itu?”, Tanya Fany yang sukses membuatku tersendak. “Wae? Jangan bilang jika kau mulai menyukainya”.

“Tentu tidak, kau ini sebenarnya berkata apa?”.

“Kalau begitu tepati janjimu. Kau tau aku sudah hamper gila menunggumu berpisah dengannya. Jika seperti ini terus bukan aku saja yang kaan tersakiti tapi dia juga(Yoona)”.

Aku berpikir sejenak yang dikatakan Fanny memang benar. Dia itu terlalu baik, aku tak pantas bersamanya. Mungkin ini memang sudah saatnya. “Baiklah baiklah… besok aku akan mengurusi gugatannya”.

*** To Be Countinued ***

Tinggalkan komentar

97 Komentar

  1. amalia an

     /  Mei 2, 2015

    aaiiiiii jangan sampai yoonwon cerai.
    buat siwon supaya sadar akan cintanya sma yoona lah.

    Balas
  2. Tidaaaak…jgn spi bercerailah kan perasaannya sdh mli tumbuh wlu msh dkt

    Balas
  3. kok siwon tega soh…yoona udah baik sama dia
    ..ahahah kalau yoona tinggalkan mampus kau choi siwon..

    Balas
  4. Ih tiffany nyebelin banget, kasian banget yoona, sabar banget diaa

    Balas
  5. paris

     /  November 2, 2015

    Siwon tega banget, yoona udah nyiapin makan malam dia malah senang2 sama tiffany😦
    Itu cewek pengganggu banget sih kesel jadinyaaaa😦

    Balas
  6. Park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Jangan Lakukan itu

    Balas
  7. melani

     /  Juli 18, 2016

    Apa mereka beneran mau cerai trus gimana nantinya kalo yoona hamil walaupun mereka ngelakui itu cuma sekali kan tetep aja kemungkinan yoona hamil ada..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: