FF WYML Season 2 (Episode 1)

Title: Wish You’re My Love season 2

Episode: 1

Genre: romantic, Family

Main Cast:

Kim So Eun

Im Yoona

Kim Sang Bum

Choi Siwon

Cast: All star

————————————

Seorang wanita cantik berumur sekitar 23 tahun tengah terduduk dengan wajah yang kesal didepan sebuah apartement. Sesekali ia menoleh pada jam ditangannya dan mengalihkan pandangannya kekanan dan kekiri. Itu terjadi berulang2, ia seperti sedang menunggu seseorang. “Aigo…kemana orang itu? bukankah dia akan mengantarkanku ke kantor pagi ini”, gumamnya sedikit memanyunkan bibir.

Kurang lebih satu jam menunggu tiba2 sebuah mobil berwarna silver dan mewah datang lalu berhenti tepat didepan gadis itu. seorang pria didalam mobil membukakan jendela mobilnya dan tersenyum. “Selamat pagi^^”, sapanya ramah. Tapi gadis itu tak menjawab, ia memalingkan wajahnya dan tetap cemberut. “Ya! Apa yang terjadi padamu? Bukankah sekarang sudah waktunya kau pergi ke kantor? Ayo naiklah!”.

Gadis itu menghela nafasnya, “Kau benar2, aku menyuruhmu mengantarkanku pukul 8 tapi kenapa kau baru datang. Ini sudah pukul 9 lebih”, omelnya beruntun kesal.

“Jeongmal mianhae, tapi tadi aku ada urusan. Sedikit terlambat tak apa lah chagiii”, jelas pria itu. Gadis itu tetap diam mematung dan mengabaikan ucapannya. “Lebih baik marahnya kau simpan saja dulu ditasmu, sekarang kau naik dan aku antar kau ke kantor. Marah2 terus seperti ini malah akan tambah telat kan?”.

Hati gadis bernama Im So Eun *mulai season 2 ini marga Soeun aku ganti dulu ya :p kekek* itupun akhirnya luluh dan masuk kedalam mobil kekasihnya yang bernama Kim Sang Bum atau lebih akrab dipanggil Kim Bum.

—————–

Ya author sangat senang bisa melanjutkan fanfic Wish You’re My Love ke season 2 *ini beda dari cinta fitri ya*. Soalnya banyak juga yang minta buat dilanjutkan jadi ya sudah lah, karna author yang lucu nan manis ini berbaik hati ingin menyenangkan reader terutama para mates jadi saya akan menwujudkan itu semua *wkwkwk author minta digebukin*. Kalau begitu tanpa banyak bacot dan cengcong lagi, selamat membaca^^. Enjoy guys!!

—————–

Dalam Perjalanan >>>

Telephone Soeun berdering, ia segera meraih dan mencari tahu siapa yang memanggilnya. Kimbum menoleh dan bertanya, “Siapa?”.

Soeun membaca layar di handphonenya lalu menjawab, “Siwon oppa”. Ia mengerutkan keningnya, ‘Ada apa pagi2 Wonpa menghubungiku’.

“Ye Yeobeoseyo. Ada apa oppa?”. “Mworago? Eonnie? Deh aku akan segera kerumah sakit sekarang”. “Ye oppa tetap tenang ya!”. “Ne ibu dan ayah biar aku saja yang memberitahu”. “Araso”, ucap Soeun lalu menutup telephone nya. “Chagi, kita kerumah sakit Kyungsan sekarang juga!!”, tambahnya dengan panik.

Kibum menatap heran, “Apa yang terjadi pada eonniemu?”.

“Eonnie akan melahirkan”, jawab Soeun.

“Mwo? Jadi kau tak jadi kekantor dan kita kerumah sakit sekarang?”.

“Tentu saja! Ayolah jangan banyak bicara aku tak ingin terlambat menyambut kelahiran keponakan pertamaku!!”, ucap Soeun sedikit teriak.

Kimbum mengangguk, “Ara…ara…”, dan ia segera membelokkan arah menuju Rumah Sakit.

>>>>>>>>>>

Saat di Rumah Sakit Soeun begitu gugup dan panik akan keselamatan eonnie dan calon keponakannya. Ia terduduk penuh ke khawatiran. Kimbum yang berada disampingnya mencoba menenangkan kekasihnya itu. 5 menit kemudian datanglah tuan dan nyonya Im (orangtua Soeun).

Nyonya im langsung berlari menghampiri Soeun dengan muka yang tak karuan [?] lalu memeluknya. “Soeun bagaimana keadaan eonnie mu?”.

“Aku juga tak tahu, tapi eonnie kini sedang ditangani dokter”, jelas Soeun.

“Kakak iparmu kemana?”, tanya tuan Im.

“Siwon oppa sedang menemani eonnie didalam. Kita tinggal menunggu saja anak itu lahir”, jelas Soeun lagi.

Setengah jam sudah menunggu tiba2 terdengar tangisan bayi dari dalam. Nyonya im dan Soeun saling bertatapan lega, mereka segera masuk kedalam untuk melihatnya diikuti Kimbum dan tuan Im.

“Apa anda orangtua dari Im Yoona?”, tanya sang Dokter.

“Ne, aku ibunya. Bagaimana keadaan anak dan cucu saya?”, tanya nyonya Kim penasaran.

“Anak anda baik2 saja, dan selamat nyonya kini anda mempunyai seorang cucu perempuan yang begitu lucu. Silahkan anda lihat, saya tinggal dulu sebentar”, ucap sang Dokter lagi seraya berjalan keluar ruangan.

Saat memasuki ruangan dilihatnya Yoona sedang tertidur lemas, dan disampingnya Siwon tengah menggendong bayi , penampilan Siwon benar2 tak karuan, kemeja dan dasi yang tak beraturan. Ditambah rambutnya yang acak2an. *bayangin sendiri*.

“Ah cucu nenek, kau terlihat begitu cantik. Ayo kemarilah”, ucap nyonya Im sumringah dan langsung meraih cucu pertamanya itu dari tangan Siwon.

“Aigo eonnie, anakmu terlihat lebih cantik dibandingkan kau”, ledeknya. “Uuuu keponakanku kau begitu lucu”, sahut Soeun sambil mengelus halus kepala bayi mungil itu. lalu Soeun menatap heran Siwon dan berkata, “Oppa mengapa penampilanmu itu begitu acak2an. Lihat rambut dan pakaianmu!”.

Siwon menatap dirinya sendiri dari atas sampai bawah, “Ya inilah ulah eonnie mu Soeun. Bukan hanya dia saja yang kesakitan, tapi aku juga”.

“Tapi kau tak separah sakitnya seperti yang aku rasakan”, ucap Yoona sedikit pelan karna masih lemas.

“Deh aku bercanda yeobeo”, jawab Siwon tertawa. Diikuti yang lainnya.

“Hyung, kau akan memberi nama bayi ini apa?”, tanya Kimbum. Siwon sedikit berpikir.

“Aku sarankan bagaimana jika Siyoon?”, sahut Soeun.

“Ani itu jelek”, celetuk Kimbum. Soeun menatap kesal. “Bagaimana jika Yoonwon?”.

“Hmm….aku lebih suka Gee Eun. Choi Gee Eun (author) *kekek author numpang eksis ye :p*, bagaimana?”, ucap Siwon.

“Ah nama yang bagus”, ucap nyonya Im tersenyum lebar.

“Annyeonghaseyo Choi Gee Eun”, sahut semuanya menyambut bayi kecil itu.

>>>>>>>>>>

1 tahun kemudian

Soeun terlihat sedang tertidur lelap di apartement nya. Ya! Semenjak Yoona menikah ia memutuskan untuk hidup mandiri *apa hubungannya?*. Agar tidak selalu bergantung pada kedua orantuanya.

Pagi ini adalah hari Minggu, itu artinya Soeun tak masuk kerja hari ini. Seperti yang selalu ia lakukan jika pada saat libur seperti ini adalah tidur sepuasnya. Namun….terdengar suara bell yang sangat menganggu. Soeun sampai kewalahan sendiri karna suara bell itu tak kunjung berhenti.

“Aaaaargh NE TUNGGU SEBENTAR”, teriaknya kesal sedikit teriak. Dengan rambut yang masih acak2an ia berjalan menuju pintu lalu membukanya.

“Annyeong”, sapa Yoona dengan tawa tanda tanya [?] seraya menggendong Gee Eun.

“Eonnie…oppa…tumben sekali kalian datang ke apartementku?”, heran Soeun mengerutkan keningnya. “Ah ayo masuk”. Yoona dan Siwonpun masuk kedalam lalu duduk dikursi ruang tengah.

Siwon mencoba menjelaskan, “Begini Soeun, aku dan Yoona ada sedikit urusan pekerjaan. Dan tidak mungkin jika Gee Eun kami bawa, jadiii…..”.

Yoona meneruskan, “Jadi kami akan titip Gee disini”. Soeun kaget dengan tatapan mati-gue. “Ayolah saengi, hanya hari ini saja, dan pukul 8 nanti kami janji akan menjemputnya. Oke hanya hari ini”, tambah Yoona meyakinkan.

Soeun berpikir sejenak seraya menghela nafasnya. “Hmm…araso! tapi ingat jam 8 kalian harus sudah pulang”.

“Pasti! Kami janji”, sahut Yoona tersenyum dan Siwon mengangguk mantap.

“Baiklah kami pamit pergi, semua keperluan Gee Eun sudah ada didalam tas ini. Jika ada apa2 atau tiba2 dia demam kau bisa memanggil dokter dan ini number telephonenya. Dan jika dia rewel kau bisa membuatkan air susu atau mengajaknya bermain. Ini daftar kegiatan Gee Eun selama satu hari ini”, ucap Yoona panjang lebar seraya menunjukkan sebuah kertas daftar kegiatan Gee yang lumayan panjang [?].

Soeun melongo saking kagetnya, “Ne eonnie aku mengerti”.

“kalau begitu kami pamit pergi sekarang. Soeun-ah kupercayakan padamu, jaga baik2 Gee Eun”, pesan Siwon memegang pundak Soeun. Soeun mengangguk mengerti. “Anak ayah jangan nakal ya, baik2 dengan bibi mu”, ucapnya sambil mencium lembut anaknya itu.

“Sayang, ibu dan ayah pergi dulu”, susul Yoona mengecup pipi Gee Eun. Lalu mereka berdua masuk kedalam mobil.

“Eonnie..oppa…hati hati!”, teriak Soeun. “Gee Eun ayo katakan selamat tinggal pada ayah dan ibumu. Dadaaahhh”, ucap Soeun seraya melambai2kan tangan Gee Eun. Siwon mulai menghidupkan mesin mobil dan pergi. Kini mereka sudah berlalu dihadapan Soeun dan Gieun *ahaha kembar :p*.

“Baiklah, sekarang apa yang ingin kau lakukan? Bermain boneka, belajar menggambar atau bernyanyi bersamaku? Akh pasti akan sangat menyenangkan bukan^^”, sahut Soeun masih menggendong Gee seraya berjalan kembali menuju apartement nya.

>>>>>>>>>>

“Annyeong Gee Eun yang cantik. Aku teddy bear, senang berkenalan denganmu”, ucap Soeun memeluk sebuah boneka beruang seolah2 beruang itu yang sedang bicara. Gee Eun begitu antusias memperhatikan boneka besar itu. “Hey apa yang sedang kau lakukan?”. Gee hanya tertawa seraya menunjukkan giginya yang baru tumbuh beberapa gigi saja, membuatnya terlihat semakin lucu.

Tiba2 suara bell berbunyi, “Gee Eun sepertinya ada yang datang, bibi membuka pintu dulu ya! Kau diam disini bersama teddy. Araso”, ucap Soeun dan lagi2 Gee hanya tertawa seakan2 ia mengerti. ‘Hhh lucunya anak ini’.

“Ne tunggu sebentar!!”, Soeun segera membukakan pintu dan ternyata yang datang adalah Kimbum, ia tersenyum saat melihat Soeun.

“Chagiya apa kau siap untuk pergi kencan?”, tanya Kimbum.

“Mwo? Aigo aku lupa jika hari ini kita akan pergi berkencan, chagi jeongmal mianhae tapi…tapi…”, ucapan Soeun terputus, ia langsung menarik tangan Kimbum kedalam. “Lihatlah! Eonnieku menitipkan Gee disini, dan tak mungkin kan jika…jika….kita pergi berkencan sekarang. Ah aku minta maaf chagi, aku sudah membuat acara kita berantakan”, sesal Soeun lesu.

Kimbum terlihat tak terbebani dengan itu, ia tersenyum lalu menggendong Gee, “Siapa bilang kau merusak acara kencan kita, kita akan tetap pergi berkencan bersama Gee Eun, akan tetap menyenangkan bukan?”.

“Ah kurasa begitu^^, Gee-ah mari kita bersenang2”, ucap Soeun semangat seraya mencubit pipi keponakannya itu dalam gendongan Kimbum.

Diarena Permainan >>>

“Gee-ah kau ingin menaiki komedi putar itu?”, tanya Kimbum. Gee Eun mengangguk dengan tatapan polos. “Ah baiklah”.

Setelah itu mereka bertiga menaiki berbagai permainan yang kiranya dapat dinaiki oleh bayi berumur 1 tahun. Gee Eun begitu ceria pada saat itu.

“Sudah jam 11 waktunya untuk kau makan siang”, ucap Soeun pada Gee. “Chagi ayo mencari tempat duduk”.

“Araso”, jawab Kimbum seraya menggendong Gee Eun.

>>>>>

“Ayo buka mulutmu pintar”, ucap Soeun sambil menyodori Gee sebuah sereal (makanan bayi). Dan begitu lahapnya dia memakan makanannya. Mungkin karna sudah terlalu lama bermain.

“Aigo mulutmu belepotan sekali”, sahut Kimbum seraya membersihkan sisa makanan yang berada di pipi Gee Eun.

“Ah sudah hampir habis, ayo tinggal satu kali lagi! Buka mulutmu…aaaa…aaaamm. aaaaa makanannya sudah habis”, ucap Soeun tersenyum.

“Horeee…kau memang pintar”, tambah Kimbum menganggat tubuh mungil Gee Eun. Tiba2 seorang wanitadewasa menghampiri mereka bertiga.

“Kalian sungguh keluarga yang sangat harmonis^^ anakmu begitu lucu nyonya”, ucap wanita itu. Soeun hanya menatap heran lalu menoleh pada Kimbum dengan tatapan apa-yang-dia-katakan.

“Deh gomawo nyonya atas pujiannya”, jawab Kimbum membalas tersenyum seraya merangkul Soeun. Wanita itu pergi dan Soeun masih melongo.

“Mwo? Dia bilang kita keluarga? Yang benar saja aku ini masih muda, apa wajahku ini terlihat seperti wanita dewasa”, tanya Soeun sambil menyentuh mukanya.

Kimbum tersenyum manis, “Ya! Mungkin kita memang serasi dan cocok untuk menjadi suami istri”, ketus Kimbum lalu berdiri membawa pergi Gee Eun.

“Ya apa yang dia katakan?”, gumam Soeun. “Chagi tunggu aku”, teriak Soeun berlari menyusul Kimbum dan Gee Eun.

>>>>>>>>>>>

Sepulang dari itu kini mereka sudah sampai di apartement Soeun, Kimbum memandikan Gee Eun sedangkan Soeun yang menyiapkan pakaian dan susunya.

“Ah ini dia aku sudah selesai mandi. Bibi mana susu malam ku?”, ucap Kimbum seolah2 gee Eunlah yang berbicara.

“Ini susunya, ayo minumlah!!”, ucap Soeun seraya memasukkan botol susu itu ke mulut Gee. Tapi Gee Eun menolak tak mau meminumnya dan malah menangis.

Sudah berbagai cara Soeun dan Kimbum lakukanuntuk menghibur Gee Eun tapi hasilnya nihil. Gee tetap saja menagis dn tak mau todur padahal sekarang sudah pukul 9 malam.

“Omona, Yoonnie mengapa belum datang juga? Dia berjanji akan menjemput Gee tepat pukul 8”, cibir Soeun kesal.

“Kau coba telephone saja! Gee Eun lihatlah itu ikannya lucu sekali bukan?”, ucap Kimbum berjalan menuju akuarium kecil milik Soeun. Tapi tetap saja Gee tak berhenti menangis.

Dengan sigap Soeun segera meraih handphonenya kemudian menghubungi Yoona.

“Yeobeoseyo. Eonnie kau masih dimana?”. “Ya Gee Eun terus saja menangis, deh dia belum tidur sekarang”. “kalau begitu cepatlah! Aku sangat panik karna daritadi dia tak berhenti menangis”. “Araso”.

“Bagaimana?”, tanya Kimbum.

“Mereka sedang dalam perjalanan pulang”, jawab Soeun. “Gee-ah kemarilah! Kau tidur ya! Cupcupcup sudah jangan menangis”, ucapnya seraya meraih Gee dari gendongan Kimbum. “Sepertinya dia kelelahan karna telah bermain terlalu lama”.

Setelah beberapa jam lamanya menggendong2 Gee Eun, akhirnya diapun tertidur pulas. Bukan Gee saja yang kelelahan namun Soeun dan Kimbum pun sepertinya tak kalah lelahnya. Mereka bertiga tertidur diranjang yang sama, terlihat begitu sangat lucu^^.

Beberapa menit kemudian Siwon dan Yoona datang, apartement Soeun sudah sangat sepi. “Apa mereka sedang keluar?”, tanya Siwon.

“Yeobeo kemarilah!!”, ajak Yoona dan Siwon menurut. “Hah mereka bertiga lucu sekali^^”.

“Deh, Soeun dan Kimbum memang serasi. Mengapa tak cepat2 menikah saja?”, celetuk Siwon seraya menatap Soeun, Gee Eun dan Kimbum yang sedang tidur.

“Hey mengapa bertanya padaku?”, heran Yoona menatap Siwon. “Yeobeo jadi bagaimana sekarang? Apa kita harus membawa paksa Gee Eun sedangkan dia sedang tertidur?”.

“Hmm..bukankah disini ada dua kamar?”, tanya Siwon dan Yoona mengangguk. “kalau begitu kita menginap saja disini. Lagipula aku sudah merasa sangat lelah”.

“Baiklah”, singkat Yoona setuju.

“Kalau begitu ayo kita tidur!!”, ajak Siwon tak sabar.

“Tunggu dulu, aku ingin mencium Gee dan mengucapkan selamat malam”, Yoona berjalan pelan menuju tempat ketiganya tidur. Lalu mencium kening buah hatinya itu diikuti Siwon. “Good night, have a nice dream my baby”. *bayangin ya Soeun, Gee, sama Kimbum lagi tidur pules!! Unyu so sweet^^*.

Keesokkan harinya >>>

Mata Kimbum mulai terbuka karna silaunya matahari yang menyinari dari jendela kamar Soeun. Ia belum tersadar dan matanya masih sulit untuk dibuka, namun saat ia menoleh kesamping dilihatnya Gee Eun dan Soeun yang masih tidur. Dengan reflex ia langsung bangun, “Aigo. Mengapa aku bisa tertidur disini?”, gumamnya kaget. Terdengar diluar seperti ada yang sedangmengobrol. Ia bangkit dari tempat tidur lalu berjalan perlahan menuju ruang tengah.

Dilihatnya Siwon dan Yoona yang sedang meminum kopi bersama. “Noona, Hyung, kalian ada disini?”, sapa Kimbum dengan rambut yang masih tak beraturan.

“Eh kau Bum. Mari kita minum kopi bersama”, ajak Yoona tersenyum.

“Ah mianhae noona, aku dengan lancang tidur disini. Aku benar2 tak menyadarinya, tadi malam aku ketiduran saat….”, ucapan Kimbum itu terpotong oleh Yoona.

“Sudahlah, aku mengerti. Lagipula aku yang harusnya minta maaf padamu karna telah merepotkan. Gomawo telah menjaga Gee Eun”, tambahnya. Kimbum hanya mengangguk tersenyum.

“Kau tak masuk kerja hari ini?”, tanya Siwon.

Kimbum segera menolah pada jam tangannya. Dilihatnya sudah menunjukkan pukul 8. “Aigo hyung, noona, sepertinya aku telat hari ini. Aku permisi berangkat kerja”, pamit Kimbum seraya berlari keluar apartement.

“Hey Bum kau tak ingin sarapan dulu?”, teriak Yoona.

“Tak perlu, aku bisa sarapan nanti dikantor. Aku pamit noona, hyung!!”, jawab Kimbum yang kini sudah berlalu dihadapan Siwon dan Yoona. Mereka berdua saling bertatapan dengan tatapan seolah berkata –ada-ada-saja-.

Tiba2 suara tangisan terdengar, ya itu suara Gee Eun. Dengan sigap Yoona langsung masuk kedalam kamar Soeun sedangkan Siwon pergi kekamar yang satunya lagi untuk membawa tasnya dan berangkat ke kantor.

“Ah anak ibu sudah bangun”, sahut Yoona seraya meraih Gee Eun.

>>>>>>>>>

Kimbum menghentikan lajuan mobilnya kedepan sebuah toko perhiasan. Ya dia bukannya pergi ke kantor tapi malah datang ke toko tersebut lalu masuk.

“Nona, kau masih ingat aku?”, tanya Kimbum pada seorang pekerja ditoko tersebut.

“Ah tuan, tentu saja. Apa kau datang kemari untuk mengambil cincin yang anda pesan?”, tanyanya dan Kimbum mengangguk mantap. “Baiklah aku akan ambil dulu sebentar. Tuan bisa menunggu disini”, dan lagi2 Kimbum hanya menurut.

Tak selang beberapa lama, “Ini tuan”.

Kimbum segera meraih dan membuka tempat cincin itu, “Ya! Ini sangat bagus. Gomawo”.

“Ne senang bekerjasama dengan anda, sering2 kemari”, ucapnya lagi. Kimbum hanya tersenyum lalu pergi.

‘Semoga ini akan berhasil, aku harap dia suka’, batin Kimbum.

***To Be Countinued***

Gimana gimana buat episode 1 di season 2 ini? Ga ngebosenin kan? Perlu dilanjut atau sampai disini saja? *kayak judul lagu*. Ceritanya ga amburadul kan? TT.TT hadeuh sedikit ga pede buat ngepublish ni FF.

Buat yang udah kena tag wajib RCL ya!! Kalo engga kita putus [?].

Hope you like this^^

Minta di tag? Tinggal coment aja !

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: