FF BTPF Episode 8: What Should I Do Now?

FF BTPF Episode 8: What Should I Do Now?

Genre: Romantic, Friendship, Sad, Family

Rating: PG 15+

Main Cast: Choi Siwon-Im Yoona

♥♥♥♥♥

Yoona menarik tangan Siwon lalu menyeretnya kearah pantai.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang aku sedang tak ingin bermain”, runtuk Siwon masih berjalan paksa karna tarikan tangan Yoona.

Namun Yoona tak menghiraukan perkataan Siwon sama sekali ia malah mendorong tubuh Siwon kearah air membuatnya jatuh dan basah kuyuk tak berdaya.

BYUUUR~ dengan reflex Yoona langsung tertawa renyah menatapnya.

“Kau menantangku hah nona Im?”, ucapnya dengan tatapan menakutnya.

Yoona yang sudah merasakan firasat tak enak langsung mundur kebelakang dengan perlahan.

Namun dengan cepat tangan Siwon keburu menarik tangannya dan langsung didorong kearah pantai. Dan sekarang ia yang balik terjatuh, “Oppaaaaa”, rengek nya sambil mengelap matanya yang terkena air laut yang asin.

Masih tak mau kalah Yoona kembali menarik tangan Siwon dan berusaha menyeretnya kearah pantai itu. Namun karna tenaga Siwon lebih kuat akhirnya Yoona tersandung bebatuan dan keduanya menjadi kehilangan keseimbangan.

BLUUUK~ keduanya terjatuh dengan pisisi Yoona yang tertangkup diatas tubuh Siwon. Mata mereka bertemu, rasa guguppun tak terelakkan.

Perlahan kepala Siwon mendongak kearas mendekat kewajah Yoona.

Kini bibir mereka semakin dekat… namun…

“Akh tubuhmu benar2 berat!!!”, desis Siwon langsung bangkit kaku membuat Yoona terlempar ke bawah [?]. wajah keduanya mulai memerah… “hhh … kau kembalilah ke hotel! Sekarang sudah mulai gelap”.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun Yoona mengangguk lalu berjalan sedikit terburu2 menuju hotel.

“Tuhan, apa yang ku lakukan tadi? Hamper saja”, hela Siwon menggigit bawah bibirnya.

CLEEK~ kedua pintu terbuka dengan bersamaan, Siwon membuka pintu kamar untuk masuk sedangkan Yoona baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang terurai dan sedikit basah. Untuk beberapa detik mata mereka bertemu dan keduanya langsung salah tingkah. Dengan cepat Siwon meraih handuknya yang digantung disisi kamar lalu masuk kedalam kamar mandi melewati Yoona tanpa menoleh padanya.

“Kyaaaaa… ada apa denganku? mengapa jantungku ini rasanya akan meledak?”, gerutu Siwon sambil berkaca dicermin atas westafel lalu memegang erat2 dadanya.

Malam harinya Siwon terlihat sedang meminum bir dengan tubuhnya yang terlapisi baju hangat yang cukup tebal. Udara malam itu memang sangat dingin, ia duduk dekat meja dan terus menguk sebotol bir itu.

Tiba2 Yoona dating menghampirinya, “Aku tak bisa tidur. Huh dingin sekali”, helanya lalu duduk bersebrangan dengan Siwon sambil memeluk kakinya.

“Hangatkan tubuhmu dengan bir ini”, ucap Siwon seraya menyodorinya gelas kecil berisi cairan berwarna hitam.

“Aku tak biasa minum”, tolak Yoona pelan.

“Minum sedikit saja, agar badanmu tak terlalu dingin saja”.

Perlahan Yoona pun meminum bir itu, “Uweeeek….”, ekspresi Yoona saat itu benar2 lucu membuat Siwon tertawa. Yoona manyun, “Sudah kubilangkan aku tak biasa minum”, ucapnya membela diri.

“Ya aku tau kau memang hanya terbiasa minum susu pagi dan malam kan?”, ledek Siwon tersenyum jahil.

“Oppa!!!”, gerutunya. Melihat Siwon tertawa membuatnya semakin kesal, “Aku suka minum’, ketus Yoona sigap langsung meraih gelas dan memasukkan bir dari botol sampai penuh lalu meminumnya dengan cepat kilat.

Siwon melongo, “Ah ne, aku tau sudahlah jangan minum terlalu banyak! Bisa mabuk kau nanti”, ucapnya seraya menjauhkan botol dan gelas dari Yoona.

Yoona menghela, “Huhf, aku ingin segera pulang. Begitu merindukan appa L”.

“Tak bertemu 5 hari saja kau sudah seperti tak bertemu selama 5 tahun saja”, komentar Siwon dengan ketus.

“Bukan begitu, aku hanya mengkhawatirkannya saja. Kau tau sendiri appa hanya tinggal sendiri”, cerocos Yoona. “Oppa apa disini tak ada sama sekali telephone yang dapat digunakan?”, tambahnya celengakcelinguk ke kiri dan kekanan.

“Jika memang ada sudah kupakai untuk menelphone Fanny”, celetuk Siwon santai.

“Oh begitu”, Yoona terlihat kecewa.

Tiba2 dengan reflex ia meraih botol minuman tadi dan langsung meneguknya dengan begitu cepat.

Melihatnya Siwon begitu kaget, “Yoong? Ada apa denganmu? Ya! Jika tak terbiasa minum tak usah!!”, tahannya berusdaha merampas botol dari tangan Yoona.

Tapi Yoona enggan menghiraukan ucapan Siwon, ia malah terus meneguk minuman itu sampai akhirnya ia mabuk berat.

“Oppaaaa… aku ingin huk! Minum lagi….”, ucap Yoona seperti halnya orang tengah mabuk.

Siwon hanya diam menatap Yoona aneh.

BLUUUK~ “Ya! Mengapa menatapku terus? Apa kau menyukaiku oppa? Haha katakana saja, aku memang lebih cantik dibandingkan kekasihmu”.

“Kau baru minum satu kali saja sudah seperti orang gila”, komentar Siwon datar.

“Ya, aku memang sudah gila karnamu Choi Siwon”, bentak Yoona semakin mendekat kewajah Siwon membuat Siwon memundurkan sedikit kepalanya. “Tak bisakah hah kau itu menghargaiku? Aku adalah istrimu sekarang dank au adalah SUAMI SAH KU. Cukuplah kau jangan mendekati wanita lain selain aku. Akpa kurangnya dariku? Aku selalu memperlakukanmu begitu baik, aku juga jauh lebih baik disbanding kekasihmu”.

Siwon semakin bingung dibuatnya, “Ini sudah konsekuensimu. Aku menikah denganmu kara keluargamu mendesakku dank au juga memaksaku kan?”.

“Iyah aku memang memaksamu, tapi jika kita tak menikah apa keluargamu akan tinggal diam hah? Kau tak lihat ibumu, ayahmu, dan kakakmu begitu menginginkan aku menjadi menantu dikeluargamu. Cukuplah jangan menyalahkanku sepenuhnya. Aku sudah lelah disakiti terus olehmu. Kumohon hargai aku sedikit saja”, ucap Yoona menunduk diatas meja sambil menangis.

Siwon menghela lalu menatap dengan iba, “Sudahlah Yoong, kau tidur saja”, serunya memegang pundak Yoona membantunya untuk berdiri.

Namun Yoona menolak, “SHIREO!! Katakana jika kau menyukaiku Choi Siwon”.

Siwon menghela lagi,”Benar2 sudah gila”, gerutunya lalu meneguk gelas berisi minuman dengan cepat dan hal ini terjadi berulang kali.

Kini merekapun sama2 mabuk. “Kenapa kau menangis anak manja?”, Tanya Siwon mencubit pipi Yoona dengan mata yang hamper teller [?].

“Cintai aku Choi Siwon… saranghaeyo…”, DUG! Yoonapu n tertidur diatas meja.

“hhe malah tidur….”, Siwon malah cekikikkan.

Lalu apa yang terjadi?? O.o *reader degdeggan*.

Siwon memopong yoona lalu membaringkannya keatas kasur. Lalu ia pun ikut merebahkan tubuhnya disamping Yoona.

Kemudian ia meletakkan kepala Yoona diatas pundaknya, kening mereka bersentuhan, dan wajah mereka hanya berjarak beberapa inci saja sekarang.

Siwon menatapnya lekat, “Ternyata kau memang cantik”.

Dengan cepat ia mencium bibir Yoona dan mngumatnya begitu nafsu. Yoona yang belum terlelap 100% membalas ciumannya.

Ciuman mereka semakin panas, sekarang tubuh Siwon tertangkup diatas tbuh Yoona dan memegang pinggul kecil nya. Sewaktu2 ciumannya turun ke leher Yoona dan kembali mengemut bibirnya. Sedangkan Yoona hanya menikmati sambil melingkarkan lengannya dileher Siwon.

Dan honeymoon mereka akhirnya terjadi mala mini. *terusannya pikirin aja deh ama reader :p*

[Hari Kelima]

Pagi pun tiba, matahari sudah naik membuat pagi itu menjadi sangat cerah.

Terlihat seorang wanita tertidur lelap didada seorang pria tampan, sebelah tangan si wanita memeluk pria itu dengan merangkul lehernya dan tangan si pria memegang erat pinggang si wanita.

‘Ah tidur yang sangat lelap, aku merasakan kenyamanan. Entah apa ini? Mengapa rasanya ada yang aneh’, batin Yoona dengan mata sambil tertutup sambil meraba2 benda disampingnya (re. dada Siwon).

“KYAAAAAAAAAA”, teriak Yoona tercengang kaget seraya bangkit dari tidurnya yang telah menyadari tubuhnya hanya dibaluti oleh selimut dan disampingnya Siwon yang juga seperti itu. “Apa yang terjadi semalam?”, pekik Yoona mengacak2 rambutnya frustasi.

Dengan cepat ia meraih pakaiannya dan memakainnya kembali, “Sebenarnya apa yang telah terjadi? Apa semalam kita? Andweeeee”.

Yoona langsung masuk ke kamar mandi.

Sedangkan Siwon ia barusaja terbangun. “huaaaaamph”, ia menguap seraya meregangkan otot2nya. Dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul 10am. “Sudah siang ternyata”, ia bangkit lalu berjalan kearah cermin.

Saat berkaca ia merasa sedikit aneh, tubuhnya tak memakai baju, dia tas meja masih berceceran botol minuman.

CLEEK~ yoona keluar dari arah kamar mandi, wajahnya terlihat sangat kaku saat ia melihat Siwon.

“Ada apa?”, tanyanya heran.

“Um? Tidak ada apa2”, jawab Yoona tanpa menoleh padanya.

“Kau tidur dimana semalam?’.

Yoona mengernyitkan keningnya, ‘Jadi semalam dia tak sadar jika kita…??’.

“Ah aku? Aku tidur dibawah. Kemarin lusa kan kau yang tidur dibawah, lagipula semalam kau terlihat sangat lelah”.

“Oh begitukah?”, jawabnya datar. Yoona mengangguk seadanya.

TOKTOKTOK~ tiba2 terdengar seseorang mengetuk pintu, “Tuan…nona…ini aku pelayan lee”, sahutnya dari balik pintu.

Keduanya menoleh kearah pintu, siwon yang sudah mengerti langsung berdiri seraya memaki kaos hitamnya dengan kilat lalu menghampiri pelayan Lee.

“Ada apa?”, tanyanya saat membuka pintu.

“Oh tuan baru bangun. Maaf saya menganggu, ini ticket pesawat menuju Seoul daan… umm… iphone tuan dan nona, maaf saya baru mengembalikannya sekarang”, ucapnya sambl menyodori Siwon sebuah amplop berisikan dua ticket pesawat dan dua iphone berwarna pink dan hitam.

Siwon langsung meraihnya, “Gwaenchana. Terimakasih pelayan Lee”, ucapnya lalu masuk kembali kedalam kamar.

“Siapa? Tanya Yoona tiba2.

“Ah tadi pelayan Lee, ini iphone mu”. Ucap Siwon memberikan iphone milik Yoona. “Hari ini kita jadi pulang, kau cepatlah kemasi barang2. Jangan sampai ada yang tertinggal”, tambahnya dan Yoona mengangguk mengerti.

Kini mereka sudah berada didalampesawat, Yoona yang sedari tadi terus diam membuat Siwon heran. Namun Siwon tak menanyakan ‘ada apa?’ karna tentu ia sedikit gengsi untuk mengatakannya.

Baru setengah perjalanan Yoona sudah terlelap tidur sedangkan Siwon asyik sendiri sambil membaca sebuah majalah fashion pria. DUG! Tiba2 kepala Yoona bersender dipundak siwon.

“Aish!!”, Siwon langsung meluruskan kembali kepala Yoona.

Namun lagi2 kepalanya terlempar dan kini bukan mendarat dipundak Siwon namun keundah yang ada disamping kiri Yoona.

“Omo! Noona ini sangat cantik :p siapa dia?”, ketus seorang pria lajang itu sangat antusias menatap wajah polos Yoona saat tertidur pada temannya.

Siwon menoleh, “Ya! Jangan macam2, dia istriku”, kesalnya langsung meraih kepala Yoona aga bersender lagi pundaknya.

Siwon perlahan menatap wajah Yoona lekat.

“Ya, aku memang sudah gila karnamu Choi Siwon”,

“Tak bisakah hah kau itu menghargaiku? Aku adalah istrimu sekarang dank au adalah SUAMI SAH KU. Cukuplah kau jangan mendekati wanita lain selain aku. Apa kurangnya dariku? Aku selalu memperlakukanmu begitu baik, aku juga jauh lebih baik disbanding kekasihmu”.

“Iyah aku memang memaksamu, tapi jika kita tak menikah apa keluargamu akan tinggal diam hah? Kau tak lihat ibumu, ayahmu, dan kakakmu begitu menginginkan aku menjadi menantu dikeluargamu. Cukuplah jangan menyalahkanku sepenuhnya. Aku sudah lelah disakiti terus olehmu. Kumohon hargai aku sedikit saja.

“SHIREO!! Katakana jika kau menyukaiku Choi Siwon”.

Itulah kata2 Yoona yang tiba2 terngiang2 dipikiran Siwon. ‘apa aku sudah berlaku sangat jahat padamu Yoong? Aku kau benar mencintai pria jahat sepertiku?’, batinnya saat menatap Yoona lekat2 yang tengah tertidur polos bagaikan malaikat yang tak mempunyai dosa.

NGEOOONG~ pesawatpun mendarat di bandara Incheon. Semua orng yang berada didalamnya mulai bertaburan keluar keluar menuruni pesawat.

“Aku mau pergi ke toilet dulu”, ucap siwon langsung meninggalkan Yoona.

Siwon POV

Saat aku keluar dari toilet dan berjalan kembali menuju tempat Yoona menunggu aku berpapasan dengan seorang wanita dengan jacket bulu yang hamper menutupi seluruh tubuhnya, memakai kacamata dan masker.

Walaupun wajahnya tak terlalu jelas namun bisa kupastikan dia adalah, “Fanny?”, sahutku.

“Oppa? Kau ada disini?”, tanyanya menghmapiriku sambil tersenyum lebar. Dan aku hanya mengangguk kaku tanpa menjawab.

“mengapa kau tau jika hari ini aku pulang dari Taiwan?”.

“Ha? Aku? Umm…”, ucapku gelagapan bear2 tak tau harus menjawab apa. Memang kapan dia pergi ke Taiwan.

Tiba2 ia langsung memelukku, “Bilang saja jika kau akan menjemputku kan oppa”.

“Iya aku kesini memang untuk menjemputmu”, ucapku asal jawab.

“Kalau begitu ayo kita pulang! Aku sudah sangat lelah”, rengeknya manja meraih lenganku. Aku hanya menurut saja dan masuk kedalam taxi bersamanya.

Saat diperjalanan aku lupa jika sedari tadi aku tak mengaktifkan handphoneku. Kuraih dan menghidupkannya.

Tiba2 muncullah sebuha wallpaper photo ku dan Yoona saat dipantai. Heuh pasti kerjaan pelayan Lee.

Ya ampun Yoona? Mataku langsung melotot (kebayangkan Siwon oppa kalo kaget melototnya kayak gimana? xD). “Pak turunkan saja aku disini”, ucapku pada supir taxi itu.

“Ya oppa kau akan pergi kemana?”, Tanya Fanny menatap heran padaku.

“Nanti ku jelaskan, aku ada urusan mendadak”, ucapku keluar dari mobil.

Dia menarik tanganku, “Oppa aku ikut”.

“Jangan, kau itu baru pulang dari perjalanan panjang. Pasti lelah, sekarang kau kembalilah ke apartement mu dan istirahat”.

Dia tersenyum dan dengan reflex mencium pipiku, “Oppa hati2”.

Aku hanya mngangguk.

Saat taxi yang dinaiki Fanny sudah berlalu aku mulai mencari taxi lagi untuk kembali ke bandara. Namun nihil saja, tak ada satupun taxi yang lewat. Karna tak bisa menunggu lagi aku berlari saja. Jujur aku sangat cemas apalagi jika teringat saat ia pingsan dipulau jeju kemarin.

Saat sudah sampai dan kembali ketempat tadi dia sudah tak ada, “Ya Tuhan kemana dia?”.

Yoona POV

“Siwon oppa lama sekali”, gerutukuyang sudah sangat lama menunggunya.

“Aku menyusulnya saja”, ucapku berjalan menuju toilet pria.

Namun tak disangka dari kejauhan kulihat Siwon oppa yang tengah berbincang sangat asyik dengan seorang wanita. Ya, itu pasti Fanny eonnie.

Hatiku sangat sakit melihatnya, oh tuhan mereka berpelukan 😥 aku tak sanggup melihat ini.

Dengan cepat aku masuk kedalam taxi dan langsung pulang dengan air mata yang mulai bercucuran membasahi pipiku.

Aku memutuskan untuk tak langsung pulang ke rumah mertuaku, aku begitu merindukan appa, disaat seperti ini aku sungguh membutuhkannya.

Selang setengah jam aku sudah sampai di depan rumah abojiku. Aku keluar dari mobil lalu berjalan perlahan sambil membuka gerbang pintu rumah. Terlihat sangat sepi, tentu saja rumah sebesar ini hanya dihuni oleh appa dan beberapa pelayan saja, dia sangat kesepian.

Kubuka pintu perlahan lalu berjalan menuju kamarnya, tak ada siapa2. Kemana dia?

“Nona?”, tiba2 terdengar sebuah seruan pelan yang membuatku sedikit tersentak.

Aku membalikkan tubuh, “Bibi Lee?”, sahutku saaat melihatnya tersenyum dibelakangku.

“tumben hari ini nona kesini?”.

“Aku ingin bertemu dengan appa. Dimana dia?”.

“Oh tuan besar sedang ada dihalaman belakang nona. Mau saya antar?”, tawarnya.

Aku menggeleng, “Ani tak usah. Kau ini seperti sedang bicara dengan orang asing saja, sudah berapa tahun aku tinggal disini”.

“hhe maafkan saya”, ucapnya menunduk.

Aku hanya tersenyum sambil geleng2.

“Ah appa”, gumamku saat melihat appa dari kejauhan yang tengah duduk begitu damai di bangku halaman rumah.

Aku berjalan semakin mendekat padanya, lalu kupeluk ia dari belakang. “Appaaa.. jeongmal beogeoshippo”.

Appa terlihat sedikit kaget, “Neo? Putriku? Kau sudah kembali?”, tanyanya bertubi2.

Aku melepaskan pelukanku lalu duduk tepat disampingnya, “De, bagaimana keadaanmu appa?”.

“Bagaimananya kenapa? Kau tak lihat appa begitu segar dan sehat seperti ini?”, candanya tersenyum sangat lebar. Ini yang kurindukan darinya. “Kau sendiri bagaimana bulan madunya bersama suamimu? Apa menyenangkan?”.

Aku hanya mengangguk tak berarti. “Appa, kau tak kesepiankah tinggal dirumah yang tak berisikan siapa2 ini?”

“Ya tentu sangat sepi,apalagi bianya kau sangat berisik jika sedang dirumah. Semenjak kau tak ada rumah ini bagaikan rumah kosong yang tak ada penghuninya”.

Aku mendengarkan dengan pnadangan lirih, ya tuhan appa sudah ditinggal oleh eomma dan sekarang aku sebagai keluarga tunggalnya meninggalkan dia begitu saja.

“Uhuk~ uhuk~ uhuk~”, tiba2 appa batuk sambil memegang eat dadanya.

“Appa gwaenchana?”, tanyaku begitu khawatir.

Dia tersenym, “Tidak, appa hanya masuk angin saja”, ucapnya dan lagi2 batuk.

Dengan cepat aku memeluknya sangat erat, air mataku sudah tak bisa terbendung lagi melihatnya seperti ini.

“Ya! Putrid appa mengapa menagis?”, tanyanya menghapus air mataku.

“Appa, aku ingin tinggal disini saja bersamamu”, ucapku masih terisak.

“Tidak! Kau sudah menikah sekarang, bukan saatnya lagi kau memikirkan dirimu sendiri. Suamimu membutuhkanmu”.

“Tapi appa lebih membutuhkanmu, tidak! Aku akan bicara baik2 padanya”, ucapku bersikeras.

“Tidak Yoong, appa katakana….”.

Dengan sigap aku memotong, “Appa ingatlah! Aku putrimu satu2nya, aku hanya memilikimu dan appa hanya memilikiku. Aku hanya ingin hidup bersama appa, hanya itu yang aku inginkan”.

Appa menatapku lirih, perasaannya mulai tersentuh. Ia memelukku dan aku tentu membalasnya.

Siwon POV

“Aku pulang..”, sahutku tak bergairah seraya menarik koper kedalam rumah.

“Wonnie, kau sudah pulang?”, Tanya ibu dan aku hanya mengangguk tanpa menjawab.

“kemana istrimu?”, Tanya ayah melirik dengan tatapan heran.

Aku menghela untuk beberapa saat, “Dia… tadi dia bilang akan pergi kerumah temannya dulu”, ucapku asal jawab.

“Baru pulang dari pulau Jeju dia langsung pergi ke rumah temannya?”, seru Taeyeon noona keluar dari kamarnya. “Ya! Dasar suami tak berguna, dia masih kelelahan mengapa kau membiarkannya pergi?”, celotehnya memakiku.

“Aku juga tak bisa menahannya, sudahlah noona aku lelah”, ucapku datar lalu berjalan menuju kamarku. ‘Hah harus kucari kemana lagi kau Yoong?’.

Kringggg…Kriiingggg…”, tiba2 terdengar telephone rumah bordering, dengan cepat ibu mengangkatnya.

“Yeobeoseyo?”

“Menantuku? Kau ada dimana sekarang? Mengapa tak langsung pulang?”. Langkahan kakiku langsung terhenti saat mendengar jika yang menelphone adalah Yoona.

“Mwo? Kau sedang dirumah appamu? Lalu?”.

“menginap? Ah begitukah? Ya sudah kalau begitu, semoga ayahmu cepat sembuh ya. De gwaenchana tak usah memikirkan hal yang lain. Iya kau baik2 disana”.

“Apa katanya?”, tanyaku tiba2 saaat ibu sudah menutup telephonenya.

“mertuamu sedang demam. Yoona ingin menemaninya untuk beberapa hari disana?”, jelas ibu.

Yoona POV

Senangnya sekarang aku bisa seharian menemani appa. Sudah lama aku tak seperti ini. Kami duduk bersama diruang tengah seraya menatap album photo aku, ayah dan ibu dulu. Jika mengingat kejadian lucu saat aku masih kecil pasti aku dan appa langsung tertawa dengan renyahnya.

“Aku masih ingat saat pesta ulangtahunku yang ke 7 ayah membelikanku kue yang begitu besar. Namun belum sempat acaranya dimulai aku malah tersundur dan jatuh keaah kue itu”, ucapku.

Ayah melanjutkan, “De, dan karna ulahmu itu appa harus memesan kembali kue yang sama précis seperti kue sebelumnya, karna kau tak berhenti menangis membuat appa pusing”.

“Haha bukan ayah saja yang keepotan tapi hamper semua orang termasuk ibu. Ibu harus menggantikan gaunku yang sudah penuh dengan krim kue”.

Kami kembali tertawa, namun tawaan [?] kita terhenti saat ada seseorang yang mengetuk pintu rumah.

“Siapa yang dating malam2 seperti ini?”, Tanya ayah dan aku mengangkat pundak tanda tak tahu.

Lalu berdiri dan berjalan menuju pintu untuk membukanya, “Nuguseyo?”, sahutku.

Tiba2 mataku terbelalak saat melihat namja yang tengah berdiri tegak dihadapanku sekarang ini

Orang dengan memakai jacket dan topi hitam mendongakkan kepalanya kearahku dengan tatapan heran, “Ya! Samapai kapan kau akan membiarkan aku berdiri mematung disini?”, ketus Siwon oppa.

Kenapa dia bisa menyusulku kesini?. “Oh iya oppa ayo masuk”, ucapku kehabisan kata2.

“Siapa yang dating Yoong?”, Tanya appa.

Kami sudah berdiri diruang tengah, Siwon oppa langsung membungkukkan kepalanya kearah appa. “Apa kabar ayah mertua. Kudengar kau sedang sakit?”.

“Ah menantuku? Ternyata kau yang dating. Ayo duduk”, jawab appa mempersilahkan. “Tidak abojji hanya demam biasa saja. Apa kau dating kesini untuk menginap juga?”.

Aku saling bertatapan dengan Siwon oppa. Menginap? Huh tentu tidak mungkin.

“Ne abojji , bolehkah jika aku menginap disini?’.

Aku terbelalak mendengarnya, sedikit tak percaya namun juga sangat senang.

“Tentu boleh, kau tak usah sungkan seperti itu. Kita keluarga sekarang”. Siwon oppa hanya mengangguk sambil tersenyum. “Maaf ya karna Yoona tidur disini kau jadi harus ikut2an kesini”.

“Tidak abojji lagipula selama aku menikah dengan Yoona aku tak pernah tidur disini”.

Setelah itu kamipun makan malam bersama, appa dan Siwon oppa terlihat sangat akrab. Tak tau kenapa aku sangat senang melihatnya. Andai ini akan terjadi selamanya, tapi itu tidak mungkin beberapa tahun kemudian mungkin aku dan Siwon oppa sudah bercerai. Dia tak mencintaiku dihatinya sudah ada oranglain.

Sesudah makan aku langsung masuk kamar, hh sungguh lelah setelah perjalanan tadi siang.

Kulemparkan tubuhku diranjang dan mulai menutup mata.

Tiba2 seseorang membuka pintu kamarku. “Aku boleh tidur disini yah? Aku benar2 ngantuk”, ucap Siwon oppa yang langsung dengan cepatnya berebah disampingku

Huh bagaimana ini? Tidak! Tak akan terjadi apa2, kita sedang tak mabuk sekarang.

Aku tidur membelakanginya..

“Saat dibandara tadi kau kemana?”, ucap Siwon oppa tiba2.

“Aku..um…tentu saja langsung kesini”, jawabku asal.

“Oh”.

“Oppa?”, tambahkulagi.

“Heum??’, jawabnya hanya berdehem.

“Mengapa kau dating menyusulku kesini?”.

“Kau jangan geer dulu, ibu memaksaku untuk menemanimu disini”, ucapnya pelan dengan mata yang tertutup.

Sudah kuduga pasti bukan keinginannya sendiri.

“Oppa maslah perceraian, sekarang aku sudah siap jika kau akan menceraikanku. Sebelumnya terimakasih karna telah membuat perusahaan appaku menjadi seperti semula. Aku minta maaf karna telah membuatmu sangat menderita selama hidup bersamaku. Kau…jika ingin bersama kekasihmu kembalilah padanya. Mungkin itu akan membuat hidupmu jadi lebih baik”, ucapku panjang lebar.

Sudah beberapa menit dia tetap diam, padahal aku sangat menunggu respon darinya. “Oppa jadi bagaimana sekarang?”, tanyaku untuk kesekiankalinya seraya membalikkan tubuh kearahnya.

Dan apa yang terjadi? Tenyata dia sudah tidur sangat lelap. Oh tuhan, berkata tadi saja rasanya aku sudah ingin mati. Kapan lagi aku harus mengatakan ini lagi padamu Choi Siwo? Aish kau ini benar2.

Aku kembali membelakanginya dengan mulut  yang sedikit manyun dan mulai memejamkan mata. Namun tioba2 mataku langsung melotot saat aku merasakan ada sesuatu yang memegangpinggangku. Oh tuhan Siwon oppa memelukku.

Perasaanku semakin tak karuan, namun akhirnya akupun tertidur dengan nyamannya.

Keesokkan harinya suara kicauan burung dan teriknya matahari yang masuk dari ventilasi kamarku membuat mataku terbuka. Kulihat kesekelilingku sudah tak ada siapa2. Aku lantas turun kebawah, ternyata disana sudah ada Siwon oppa dan appa yang tengah asyik bermain catur bersama dibangku halaman.

Aku menghmapiri mereka, “Aigoo…pagi2 seperti ini kau kalian sudah main catur sih?’.

“Yak! Menantuku kau ternyata hebat, sepertinya aku akan kalah lagi”, ketus appa tanpa menghiraukanku dan tetap focus kepapan catur. Keduanya begitu serius bermain, aku jadi di cuekkin -_-.

“nona mertua anda menelphone”, seru bibi Lee berlari menghmapiriku seraya memegang gagang telephone.

“Aku meraih dan mengangkatnya, pandangan appa dan Siwon oppa teralihkan padaku.

“Yeobeoseyo eomma?” ada apa?’.

“Mworago? Taeyeon eonnie?” ucapku terbelalak.

***To Be Countinued***

Iklan
Tinggalkan komentar

100 Komentar

  1. Merisa Hermina putri

     /  Desember 8, 2013

    Wahhhh akhirnya honeymoon nya membuahkan hasil , aduhh seneng banget deh bacanyaa hehehehehe udah ah mau buru2 baca chapter selanjutnya

    Balas
  2. ChaEkha

     /  Desember 11, 2013

    good..good…kykny won oppa dah mulae care ma yoong,,,taeyeon oennie mlahirkan????????

    Balas
  3. Yeona

     /  Desember 29, 2013

    Siwon oppa udh mulai care sma yoona onni. Knpa dngan taeyeon onni ya?

    Balas
  4. Erny

     /  Januari 27, 2014

    Apa yg terjadi pada taeyeon ? Wonppa udh mulai jatuh cinta tuh kyaknya sama yoong..*ciyeee

    Balas
  5. Riwoon

     /  Februari 5, 2014

    Wah siwon kpan sih menyadari klo yoona emng bner2 baik..
    Taeyon eonni knapa?

    Balas
  6. yantie

     /  Februari 17, 2014

    aaaaaa gag rela kalo yoonk musti jadi janda. . Huaaaa

    Balas
  7. nina

     /  Maret 20, 2014

    udh tmbh benih2 cinta,,,,hehehe

    Balas
  8. any

     /  April 17, 2014

    Masih sama nih … mana romantis scane ala yoonwon????

    Balas
  9. Caroline

     /  April 24, 2014

    oke sip endingnya ….. wah YoonWon jangan cerai yaa. lanjutkan hubungan kaliann ‘-‘)/

    Balas
  10. Siwon kapan kau akan seperti itu terus? Bukan hanya yoona yg sakit dan nangis aku pun juga ikut nangis~ aigooo~
    dan yg mereka lakukan saat bulan madu itu, apa siwon tdk menyadarinya… O.o ini aneh :v

    Taeyeon eonnie melahirkan? Iya kan? Wah…lanjut baca..capcus~

    Balas
  11. simoppa

     /  Mei 27, 2014

    lanjut lah lanjut kepo kelanjutannya nihh

    Balas
  12. rinabere

     /  Juni 4, 2014

    good…

    Balas
  13. waaa taeyeon mau ngelahirin niih? duuh gasabar deh xD

    Balas
  14. Shatia

     /  Oktober 6, 2014

    Ternyata Honeymoon ini membuahkan hadiah “malam pertama” Yoona_Siwon..sempet suka sama sikap posessive Siwon yang meindungi Yoona dari gangguan seorang pria dipesawat,,tapi tiba” sikap Siwon bikin kesel saat dya tiba” ninggalin Yoona sendirian di bandara..

    Balas
  15. Choi Han Ki

     /  Oktober 16, 2014

    Sedikit2 kayanya wonpa dah mulai peduli sama yoona, syukur lah tapi itu beneran keinginannya ato paksaan

    Balas
  16. ndashof

     /  Oktober 25, 2014

    seru 🙂
    apa yg terjdi dng taeyeon eonni??
    Penasaran!!!
    lanjut bca 🙂

    Balas
  17. ayhu

     /  November 9, 2014

    Apa Siwon tdk sadar apa yg dia dan Yoona perbuat?
    Yoona mau cerai dr Siwon?bgmn klo Yoona hamil?

    Balas
  18. Kasian yoona, 😥 wah tae kenapa tuh apa mau lahiran? Izin baca next chap nya ya?

    Balas
  19. Akhirnya mrk dah jadi suami istri yg sesungguhnya, siwon baru gitu udah cemburu aj am yoona gimana nanti klo dah cinta mati posesif bgt pasti, knp tuh eomma siwon tlp taeng melahirkan kah

    Balas
  20. Omo.. Wonppa.. Apakah itu refleks?? Hahaha

    Apakah taeng eonnie akan melahirkan??

    Next

    Balas
  21. Niez

     /  April 12, 2015

    Sprti na ada kemajuan,, kkk…udah siwon,tinggalin aja panny,, cieh mertua ama mnantu akrab..hehe….wew Taeyeon mu lahiran, bntr lagi anak taeyeon bkln puna tmn..hehe..

    Balas
  22. amalia an

     /  Mei 2, 2015

    akhirnya malam pertama yoonwon terjadi jga…..
    tpi kenapa yoona mulai mikirin cerai sich! aaaiihh jgn smpai beneran cerai.

    Balas
  23. Mrk bnr2 melakukannya.tp sygnya wonpa tdk ingat,kasian yoona.

    Balas
  24. omona yoonwon makin so sweet..tae kenapa??

    Balas
  25. Wah semoga won oppa kaya gitu terusss.. Anyway jgn2 taeyeon eonni mau melahirkann?

    Balas
  26. paris

     /  November 2, 2015

    Wah siwon sama yoona udah tidur bareng, tapi kenapa yoona ngga bilang aja sama siwon apa yang terjadi…
    Aku gemes sama tiffanyaa dia genit2 trus sih…
    Apa yang terjadi sama Taeyeon?

    Balas
  27. Park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Ya… jgn cerai… 😦

    Balas
  1. Being To Perfect Family | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: