FF BTPF Episode 7: YoonWon’s Honeymoon

Sungguh kejadian yang sangat langka [?] Siwon dan Yoona keluar menuruni tangga menuju lantai bawah bebarengan. Dibawahnya ny. Choi, tn. Choi dan Taeyeon yang sudah berada dimeja makan.

“Selamat pagi putra dan menantuku”, sambut ny. Choi tersenyum sangaaaaaat lebar dan berseri-seri [?].

Yoona membungkukkan kepalanya sambil tersenyum sedangkan Siwon menoleh heran, “Tumben sekali ibu sangat ceria pagi ini? Ada apa?”, tanya Siwon.

Taeyeon kemudian menyodori adik satu-satunya itu sebuah amplop, “Apa ini?”, seru Siwon sambil meraih amplop itu. ia membuka perlahan..“Ticket pesawat? Siapa yang akan pergi?”, tanyanya Nampak seperti orang bodoh

“Aish kau!!! Ayah mengijinkanmu untuk pergi berbulan madu bersama Yoona ke pulau Jeju selama 5 hari”, jelas Taeyeon penuh antusias. Mendengarnya Siwon dan Yoona benar-benar tersentak kaget dan membulatkan mata mereka berdua dengan sempurna. “MWORAGOOO???!!!”.

“Berbulan madu? Kita? 5 hari? Dipulau jeju?”, desisi Siwon bertubi-tubi.

“Kau ini kenapa nak?”, heran ny. Choi menatap aneh putra bungsunya itu. “bagaimana? Kalian berdua senangkan?”, tambahnya menyumbarkan senyum pepsodent.

Sedangkan Siwon dan Yoona hanya saling menatap dan tersenyum kaku, ‘Gawaaaaaaat’.

Setelah sarapan dengan cepat Siwon menghampiri ibunya didalam kamar.

“eomeonie…”, sahutnya pelan seraya membukakan pintu dengan perlahan.

“De wonnie? Ada apa?”, Tanya ny. Choi membalikkan tubuhnya dan mengalihkan pandangannya dari cermin rias.

Siwon berjalan menghmapiri ny. Choi lalu duduk disampingnya, “Eomeoni, masalah bulan maduku dengan Yoona mengapa tak dibicarakan dulu??”, ketusnya langsung to the point.

Ny. Choi mengernyitkan keningnya, “Wae? Harusnya kau berterimakasih pada ibu. Kau tahu butuh waktu semalaman untuk ibu meminta ijin pada appamu”.

“Hajiman, ibu bias membicarakan dulu padaku. Lagipula jika tidak pergi juga tidak apa2, ibu tak usah repot2”.

“Kau ini bicara apa? Jika tidak pergi kau mau istrimumarah lagi hah?”, timpal ny. Choi.

Siwon mendengus, “Ah ibuuuuu tak usah!! Lagipula Yoona sudah tak marah lagi padaku. Sudah ya pokoknya aku tak ingin pergi”.

“Sungguh kau ini aneh sekali. Iya istrimu memang sudah tak marah lagi, tapi nanti? Sudahlah Wonnie, kau tak usah merasa tak enak seperti itu, ibu ikhlas melakukan ini semua”, ucap ny. Choi mencubit gemas pipi putranya.

‘Ya tuhan, mengapa jadi seperti ini’, gumam Siwon sambil tersenyum palsu pada ibunya.

Keesokkan harinya Siwon dan Yoona sudah siap untuk berangkat. Akan pergi liburan tak lantas membuat keduanya senang, malah diliputi oleh berbagai kecemasan. Tentu saja, dipulau Jeju sana ternyata dimulai dari hotel, dan tempat2 untuk mereka kunjungi sudah dipesan dan dijadwalkan khusus oleh orangtua Siwon. Dan tentu saja dengan pengawalan yang sangat ketat juga disana.

Kini mere3ka sudah sampai dibandara Incheon dan siap melantas menuju jeju island *yeah* ^^

“Yoona, Siwon, kalian berhati2lah. Jangan lupa setelah pulang dari sana bawa telur calon cucuku ya [?].”, sahut ny. Choi begitu antusias.

“De, bersenang2lah disana”, tambah Taeyeon sambil melambaikan tangannya.

YoonWon pun masuk kedalam pesawat. Didalam mereka duduk berdampingan.

:hufh aku memang menginginkan liburan, tapi tidak seperti ini”, hela Yoona duduk lemas sambil menutup mukanya.

Siwon menoleh, “Ya!! Kau kira kau saja yang menderita? Aku juga”, timpalnya tak mau kalah.

Yoona menyipitkan matanya, “Siapa yang mengarang cerita pada ibu dan kakak? Jika kemarin oppa tak mengatakannya seperti itu ini semua takkan terjadi”.

Siwon menghela nafas, “Ya! Mengapa menyalahkanku? Kau sendiri yang mengiyakan untuk pindah kerumah ibu untuk sementara. Jika kau menolak ini semua takkan ketauan”.

“Iya iya baik, aku yang bersalah”, ucap Yoona mencoba melerai pertengkaran diantara mereka. Sedangkan Siwon menghela nafas panjang lalu menyenderkan kepalanya dikursi dan mulai menutup kedua matanya.

Beberapa jam kemudian, “Oppa… oppaaaa… cepatlah bangun!! Kita sudah sampai”, seru Yoona seraya menggerak2an tubuh kekar Siwon.

Siwon mulai membuka matanya perlahan, mereka berduapun turun dari pesawat.

Yoona berjalan dibelakang Siwon sambil membawa dua koper besar.

Siwon menoleh kebelakang, dilihatnya Yoona yang tengah terduduk lemasdengan kedua tangannya yang masih memegang koper. Lalu ia menghampiri.

“Kenapa diam? Palli!! Aku lelah ingin segera sampai dihotel”, ucap Siwon yang malah duduk disamping Yoona.

Lalu Yoona menoleh, “Istirahatlah dulu, aku sangat lelah daritadi harus membawa koper2 ini”, rengeknya menunduk tak berdaya.

“Suruh siapa membawa begitu banyak barang seperti ini?”, timpal Siwon. Yoona masih diam, “Ah baiklah baiklah ayo kita pergi makan siang dulu”.

Yoona mendongakkan kepala dengan semangat, “Kenapa tak bilang daritadi?”, tambahnya seraya melingkarkan tangannya dilengan Siwon.

Siwon memalingkan muka dari Yoona lalu tersenyum kecil.

Tak lama akhirnya mereka sampai ditempat penginatap mewah. Keduanya langsung membereskan barang2 masing2.

“Ah lelahnyaaa…”, hela Yoona seraya mengambil handuk untuk pergi mandi.

Siwon langsung menghadang, “STOP!! Aku duluan yang mandi”, ucapnya langsung nyelonong masuk kamar mandi.

Yoona mengembungkan mulut dengan kesal, samba menunggu ia memutuskan untuk menghubungi appanya.

Ia meraih tas berwarna hitamnya diatar kursi dan mulai mencari Iphone nya didalam tas itu.

“kemana sih? Perasaan tadi ku tarus disini”, gerutunya masih sibuk mencari.

CLEEEK~ Siwon keluar dari kamar mandi dengan kaos polos berwarna biru muda, celana selutut berwarna putih dan rambut yang masih basah.

“Ada apa?”, Tanya Siwon yang merasa aneh dengan sikap yoona yang terlihat kebingungan.

“Sepertinya Iphone ku hilang oppa”, jawabnya manyun.

“Mungkin ketinggalan, sahut Siwo asal jawab.

“Tidak mungkin, sangat jelas tadi ku simpan didalam tas”,

Siwon menoleh dan menghela nafas, “Kau ini repot sekali, memangnya mau menghubungi siapa?”.

“Abojji”, jawab yoona siongkat.

“Pakai saja punyaku, ada dicelana jeans yang ku pakai tadi”.

Yoona beranjak lalu meraih celana jeans milik Siwon yang tergeletak diatas tempat tidur.

Semua saku sudah ia priksa namun tetap tak ada, “Oppa, apa celana yang ini?”, Tanya Yoona memastikan.

“Kau kira celana mana lagi yang kupakai tadi? Ya memang itu”, ketus Siwon datar.

“Tapi tak ada”.

Siwon melongo, “Kau tyakin? Carilah yang benar”.

Yoona berjalan mendekat pada Siwon, “Kalau tak percaya periksa saja sendiri”, ucapnya menyodori Siwon celana jeans tadi.

Siwon melepas handuk yang ia pegang lalu meraih celananya, “Kau ini mencari yang begini saja tidak bis… loh kenapa tak ada?”, gerutunya kebingungan.

“Sudah kubilangkan tak ada”, timpal Yoona

“Kyaaa…. Kemana ya??”, desis Siwon sambil mengobrakabrik laci, tempat tidur, dan kopernya.

“Oppa sepertinya ada yang tak beres”, ketus Yoona mulai heran

Siwon mendongak, “Apa maksudmu?”.

“Iphone kita tiba2 saja hilang, apa oppa tak curiga”, jelas Yoona menyimpulkan sendiri.

“Jangan-jangan….”, dengan cepat Siwon berlari keluar dan Yoona mengikuti dari belakang.

“Tuan…Nona…”, sapa pelayan Lee saat melihat keduanya berlari kearahnya. “Ada yang bias saya bantu?”.

“Pelayan Lee apa kau tak melihat Iphone kami?”, Tanya Siwon mulai.

“Maaf tuan, sesuai perintah HP kalian untuk sementara kami sita [?], jelas pelayan Lee.

“Mworago?”, ucap keduanya melotot.

“Bagaimana kau bias mengambil Iphone kami tanpa permisi?”, Tanya Siwon mulai mengintrogasi.

Pelayan Lee nyengir, “Hehe itu rahasia perusahaan tuan”.

Keduanya saling menatap aneh, “Tapi kenapa?”, kompak mereka.

“Nyonya besar bilang agar diacara honeymoon ini kalian tenang tanpa pengganggu [?]”, jelasnya lagi2 dengan senyuman jahil. “Tuan, nona, kami sudah menyiapkan makan special, tempatnya ada disebelah sana. Saya permisi dulu, selamat bersenang2”.

“Haaaa~”, hela keduanya terduduk lemas diatas kasur bersamaan.

“Ternyata ini semua benar2 sudah disiapkan oleh ibumu”, gumam Yoona.

Disampingnya Siwon menjawab, “5 hari ini kita akan seperti berada di neraka”, ucapnya tertekuk tak berdaya [?].

Malampun tiba, entak apa terjadi virus kaku yang begitu kuat [?] diantara keduanya. Menatap saja rasanya sudah ingin pingsan. Berkata satupun rasanya tidak. Mereka benar-benar sudah seperti orang yang tidak saling kenal satu sama lain. *cielah dekdekkan nih :p*

“Oppa/neo?”, ucap mereka kompak sambil saling menoleh, lalu mata mereka bertemu. Terlihat jelas keduanya sangat gugup. Detak jangtung rasanya berdetak 3x lebih cepat. Aliran darah mereka seperti sudah terhenti [?].

“Hhh… kau duluan saja”, ucap Siwon pelan masih tak berani menatap wajah Yoona.

“Oppa duluan saja”, timpal Yoona yang tak jauh hal nya dengan Siwon.

Siwon menatap gugup, “Akh aku ingin pipis”, celetuknya langsung melompat kearah kamar mandi.

“Appaaaaa eotteokkae??”, gerutu Yoona yang sudah mati gaya sambil membaringkan tubuhnya lalu menutupiya dengan selimut.

Sedangkan Siwon setelah membaca mantra [?] didalam kamar mandi akhirnya dia keluar . perasaannya masih tak karuan, dia merebahkan tubuhnya dengan perlahan, ‘Aku sudah tak kuat’, batinnya *nah loh*. Yoona yang menyadari adanya Siwon dibelakangnya langusng mengubah posisi tidurnya menjadi duduk dengan begitu kilat.

“OPPA JANGAN LAKUKAN!!”, teriaknya.

Siwon yang memang sedang gugup setengah mati langsung tersentak kaget.

“YA!!! Aigooo aigooooo… jangan lakukan apa? Oh tuhan kau ingin buat aku mati karna teriakanmu tadi hah?”, celoteh Siwon begitu kaget sambil mengelus2 dadanya.

“Mianhae”, sesal Yoona pelan sambil menggigit bawah bibirnya. “Oppa jangan tidur disini”.

“Ya wae? Kalau aku tak tidur disini lantas aku tidur dimana? Kau mau menyuruhku untuk tidur dikursi kayu itu? Shireo”.

“Kau masih bias tidur dibawah”.

Siwon mendengus, “Shireo!! Kau saja”, ucapnya langsung membaringkan tubuh sambil menarik selimut lalu mulai mmejamkan mata.

Karna tak ada pilihan lain Yoona pun terpaksa tidur dibawah L *kasian*

[Hari Kedua]

Keduanya tengah menaiki mobil pariwisata yang sudah dipesan khusus sebelumnya. Meereka akan pergi berkeliling mengunjungi tempat2 pariwisata dipulau itu.

“Oppa, setelah ini kita pergi berbelanja ya”, pinta Yoona pada Siwon yang tepat berada disampingnya.

“Belanja?”, tanyanya dan Yoona mengangguk mengiyakan. “Shireo, lagi pula kau ingin membeli apa lagi sih?”.

“Hiasan kerang disini terkenal bagus oppa, aku ingin membeli beberapa untuk eomma, eonnie, dan appa. Boleh yaaa… jeball”.

“Ah baiklah2. Tapi sebentar saja. Aku paling malas jika harus menunggu”.

Yoona tertawa senang, “Arasoyooooo…^^ supir Kim setelah ini kitaturun disana ya”.

“Baik nona’, jawabnya mengerti.

Awalnya Siwon cukup sabar menemani Yoonaberbelanja, namun lama kelamaan rasa bosan pun mulai timbul, “Yoong, sudah selesai belum?”, tanyanya berbisik.

“Tunggulah sebentar oppa, jarang2 kan kita kesini. Bibi yang ini berapa harganya?.”, Tanya nya pada seorang penjual. *kekek kasiannya wonppa dicuekkin :p*

Kesabarannya sudah habis kini, Siwonpun memutuskan untuk menunggunya diparkiran yang memang tempatnya cukup jauh dari tempat perbelanjaan ini. “Aku tunggu dimobil”, ucapnya datar. Dan saking keasikkannya berbelanja Yoona tak mendengarkan ucapan Siwon tadi.

“Ini barangnya nona, terimakasih sudah berbelanja disini”, ucap sang penjual membungkukkan kepalanya.

Yoona hanya balas menunduk tersenyum tanpa menjawab.

Saat berbalik ia malah langusng melanjutkan berbelanja ke took yang lain, “Hah sudah lama aku tak seperti ini”.

“Aigo… Siwon oppa?’, hentaknya kaget. “kemana dia? Tuhaaaan aku tak membawa handphone lagi. Bagaimana ini? Tadi mobilnya terparkir dimana ya? Kyaaaa aku tak ingat”, rintihnya kebingungan karna memang disana sedang ramai penunjung.

Siwon POV

Ya tuhan, sudah satu jam lamanya aku menunggu dia tapi tak dating juga. Bokongku sampai pegal daritadi menunggunya didalam mobil. “Kenapa lama sekali sih?”, runtukku kesal.

“sebaiknya kita susul nona saja tuan, saya takut jika terjadi apa2 padanya”, ucap supir Kim.

“Haaah merepotkan saja”, kami berduapun berpencar untuk mencarinya.

Sudah kutelusuri berbagai pertokoan yang ada disana, namun tetap aku tak menemukannya. Kyaaa kemana dia, Im Yoona kau benar2 ingin membuatku mati karna khawatir padamu.

Ditengah perjalanan aku melihat sebuah kerumunan orang banyak. DEG!! Jantungku berhenti, aku mulai merasakan firasat buruk. Tuhan kumohon jika dia baik2 saja.

Dengan cepat aku berlari menghampiri kerumunan itu.

Saat kulihat benar saja yang kuduga, “Yoong…”, seruku panic seraya menghampiri Yoona yang tergeletak pingsan dengan bawah matanya bengkak membiru seperti terkena pukulan.

Tanpa berpikir panjang lagi aku segera memopongnya kedalam mobil dan kami kembali menuju hotel.

Author POV

Dengan begitu teliti dan hati2 Siwon menopres luka yang ada dipipi mulus Yoona. (Yoona masih tak sadarkan diri dan berbaring diatas tempat tidur)

“Sebenarnya apa yang telah terjadi padamu?”, gumam Siwon menatap wajah Yoona lirih yang terlihat begitu pucat tak berdaya.

“Eeekh..”, Yoona akhirnya sadar dan mulai membuka matanya dengan perlahan.

“kau tidak apa2?”, Tanya Siwon memegang kedua lengan Yoona lalu membantunya untuk duduk.

Engan reflex tiba2 Yoona melingkarkan tangannya dileher Siwon lalu memeluknya sangat erat sambil menangis, “Hiks… aku sangat takut”.

Awalnya Siwon agak sedikit kaget dan tak nyaman, namun perlahan tanganya menepuk2 punggung Yoona berusaha menenagkannya. “Tenanglah! Ada aku disini”, ucapnya balas memeluk Yoona.

“Sekarang kau bias ceritakan apa yang terjadi tadi?”, Tanya Siwon pelan sambil melepas pelukannya.

Tadi saat hiks… aku”.

FLASH BACK->

Yoona sudah berkeliling2 untuk mencari tempat mobil terparkir. Dia hanya bias gigit jadi karna kebingungan, orang2 yang ada disekitarnya benar2 tak ada yang ia kenali sama sekali.

“Eoteokkae?”, rintihnya hamper menagis.

“HALooo…nonAaaa?”, tiba2 seorang pria mabuk dengan jalan gontai menghampiri Yoona.

Kumisny tebal, rambutnya tak karuan, bajunya rompangramping tak beraturan. Benar2 membuat Yoona ketakutan.

Dengan sigap Yoona langsung melangkahkan kakinya untuk melarikan diri dari pria itu, namun rasanya nihil, tangannya keburu ditarik oleh pria yang tengah mabuk itu dengan begitu erat. “Kau mau kemana nonaaaa?’, ucapnya sambil membelai nakal pipi Yoona.

“Kau! Jangn macam2”, desis Yoona sedikit mengancam.

“Haha kau sangat lucu…”, ucap pria itu semakin mendekatkewajah Yoona sambl memiringkan kepalanya, seperti akan mencium bibir Yoona. Nqmun dengan cepat Yoona langsung menonjok perut pria itu dengan keras.

BLUUUK~ kempalan tangannya mampu mandarat dengan mulus diperutnya membuat pria itu kesakita.

Pria itu langsung melotot sangat menakutkan, “Kau berani memukulku hah?”, akhirnya ia membalas pukulan Yoona tadi, ia meninju [?] pipi Yoona dengan begitu keras sampai akhirnya ia tergeletak tak sadarkan diri.

End Of Flash Back

“Kalau begitu kau istirahatlah!”, ucap Siwon, Yoona lalu membaringkan tubuhnya kembali.

Sebelum keluar Siwon menyelimuti tubuh Yoona terlebih dahulu.

[Hari Ketiga]

Yoona bangun dari tidur lelapnya dengan kepala yang masih pusing. Saat menatap kearah jendela terlihat jelas matahari yang sudah mulai naik keatas.

“Ah sudah siang?”, gumamnya sambil menggeliat lalu berjalan kearah balkon.

“Oppa…”, sahut Yoona saat melihat Siwon yangtengah duduk dikursi balkon sambil meneguk secangkir moca.

“neo?”, singkatnya menoleh.

“Semalam oppa tidur dimana?”.

“kau tak usah mengkhawatirkanku. Bagaimana denganmu? Apa sudah merasa baik?”.

“Sedikit agak pusing. Tapi sekarang sudah tak apa’, jelas Yoona sambil duduk dikursi sebelahnya. “Oppa… mianhae telah merepotkanmu.

Siwon hanya mengangguk pelan tanpa menjawab.

Dihari itu, mereka tak pergi kemanapun dulu utnuk sementara karna melihat keadaaan Yoona yang masih seperti ini, jadi dia dianjurkan untuk beristirahat di hotel.

Awalnya Siwon juga akan pergi kesuatu tempat tapi tak jadi karna dia belum tenang jika harus meninggalkan Yoona sendiri. *ehem udah mulai care nih xD*

[Hari Keempat]

Untuk menenangkan semua kepenatan yang ada [?] mereka memutuskan utnuk pergi kepantai sore ini.

“Kyaaa indah sekali”, seru Yoona keluar dari mobil dan langsung berlari kearah pantai yang begitu indah. “Oppa kau tak ingin bermain air?”, ajaknya menoleh pada Siwon yang sedari tadi hanya berdiri menatap pantai dari kejauhna.

“Kau ini seperti anak kecil saja”, cibirnya, Yoona manyun.

Tiba2 pelayan Lee berlari kearah mereka dengan dilehernya tergantung sebuah kamera.

“Tuan nonaaa Mario berphoto dulu”, sahutnya.

“Berphoto?”, Tanya Yoona dan pelayan Lee mengangguk mengiyakan dengan mantapnya, “Oppa palli. Kita kearah sana!!”, ajak Yoona menarik lengan Siwon.

“kShireo!! Kalau ingin berphoto kenapa harus kita berdua? Kau saja!!”, tolak Siwon melepaskan tangan Yoona.

“Oppa satu kali saja, lagipula jika aku saja yang berphoto apa eomma dan kakak tak akan curiga nantinya?”.

Mendengar perkataan Yoona sepertinya Siwon harus berpikir ulang, “Ah baiklah tpi hanya satu kali”.

“Araso”, jawab Yona tersenyum.

Mereka berdiri berdampingan didekat pantai, Yoona mulai bergaya dengan natural sambil melingkarkan lengannya ditangan Siwon lalu kepalanya sedikit bersender dipundak Siwon sambil tersenyum sangat manis.

“Tuan, bias tersenyum sedikit?”, komentar pelayan Lee saat melihat mimic muka Siwon yang sangat datar tanpa ekspesi.

Yoona mendongakkan kepala kearahnya, “ya oppa ayolah. Hanya satu kali saja kan? Ayo tersenyum”, ucapnya sambil melebarkan pipir Siwon dengan tangannya.

“Hana…Dul…Set… cheers^^”.

Selesai berphoto Siwon langsung berjalan menyusuri pasir dipinmggir pantai, Yoona segera menyusulnya dan mengikuti Siwon dari belakang.

Terjadi keheningan diantara mereka untuk beberapa saat.

“Oppa…”, sahut Yoona mulai memecahkan keheningan itu. Siwon hanya berdehem untuk menjawabnya.

“Apa… apa kau yakin jika cinta itu bias dating karna terbiasa?”.

“Apa maksudmu?”, Tanya Siwon pura2 tak mengerti.

“Ani,lupakan saja”, jawab Yoona pelan lalu berlari kearah pantai dan bermain air sendiri.

Diam2 Siwon memperhatikannya, “Heuh paboya”, gumamnya sambil melipatkan kedua tangannya. Sekilas sebuh senyuman terpancar diwajah tampannya namun ketika Yoona menoleh kearahnya dengan cepat Siwon akan memalingkan pandangannya kearah lain.

Karna Yoona merasa tak asyik saja jika harus bermain sendiri dengan mantap ia menarik tangan Siwon lalu menyeretnya karah pantai.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang aku sedang tak ingin bermain”, runtuk Siwon masih berjalan paksa karna tarikan tangan Yoona.

Namun Yoona tak menghiraukan perkataan Siwon sama sekali ia malah mendorong tubuh Siwon kearah air membuatnya jatuh dan basah kuyuk tak berdaya.

BYUUUR~ dengan reflex Yoona langsung tertawa renyah menatapnya.

“Kau menantangku hah nona Im?”, ucapnya dengan tatapan menakutnya.

Yoona yang sudah merasakan firasat tak enak langsung mundur kebelakang dengan perlahan.

Namun dengan cepat tangan Siwon keburu menarik tangannya dan langsung didorong kearah pantai. Dan sekarang ia yang balik terjatuh, “Oppaaaaa”, rengek nya sambil mengelap matanya yang terkena air laut yang asin.

Masih tak mau kalah Yoona kembali menarik tangan Siwon dan berusaha menyeretnya kearah pantai itu. Namun karna tenaga Siwon lebih kuat akhirnya Yoona tersandung bebatuan dan keduanya menjadi kehilangan keseimbangan.

BLUUUK~ keduanya terjatuh dengan pisisi Yoona yang tertangkup diatas tubuh Siwon. Mata mereka bertemu, rasa guguppun tak terelakkan.

Perlahan kepala Siwon mendongak kearas mendekat kewajah Yoona.

***To Be Countiued***

Tinggalkan komentar

97 Komentar

  1. Riwoon

     /  Februari 5, 2014

    Wahh romantisss bgt honeymoon nyaa….:)

    Balas
  2. yantie

     /  Februari 17, 2014

    aaaaa honeymoon ya?so sweeet. .sm0ga mrka jadi saling cinta

    Balas
  3. ThyaNited_IceFishyEvilAngel

     /  Februari 22, 2014

    popo,.. Popo,..

    Balas
  4. tifYoonwon

     /  Maret 5, 2014

    So sweet :*

    Balas
  5. nina

     /  Maret 20, 2014

    wuahh,,,so sweet

    Balas
  6. Kyaaaa.. Makin seru aja..
    Next..
    ᵗʰᵃᶰᵏ ᵧₒᵤ ⌣̈ author..

    Balas
  7. any

     /  April 17, 2014

    Mana nih adegan romantisnyaaaaa hikhikhik. Siwon jutek terus.

    Balas
  8. Caroline

     /  April 24, 2014

    wahhh siwonnya masi gengsi gitu yaa haha. yoona kayaknya uda ada benih2 cinta nih(?)

    Balas
  9. ayu dian pratiwi

     /  Mei 11, 2014

    yee aku ketemu lagi sama ff yoonwon . tapi aku baru baca part yg ini . part sebelumnya blm baca . next dulu lah ntar kalu udah kelar semua baru baca part sebelumnya. next ff d tunggu

    Balas
  10. OMO romantis bgt,, cieee~ yg pura2 ga tau ‘cinta datang karena terbiasa’ hem..sepertinya itulah yg mereka rasakan..

    Oh, author sorry di chapt 6 aku ga bisa coment soalnya ga da kotak komentnya (?). Jadi aku coment disini aja yah 😀 .

    Gawat noh siwon oppa mulai mesum..dan ibu mertua yoona terlalu sensitive hadeuhh bikin aku ngakak sumveh…
    Dan aku mau lanjut baca..
    Yuhuuuu~

    Balas
  11. simoppa

     /  Mei 27, 2014

    kyaaaaa oppa bisa aja ni modusnya wkwkwkw lanjut thorr

    Balas
  12. rinabere

     /  Juni 4, 2014

    omoo …..apa yg kan terjadi

    Balas
  13. ayooooo ciumann xD ah udah ada cinta cinta an niih xD ❤
    thor, maaf di part 6 aku ga nemuin kolom buat komentar 😦 seriusan deh, udah aku refresh juga, trus aku ulang2 sampe 4x tetep gabisa, maaf yaa, 🙂

    Balas
  14. Shatia

     /  Oktober 6, 2014

    Part 6 nya gak ada kolom comentnya yah thor,,

    Wah, ternyata acara Honeymoon niy bikin keduanya sedikit lebih dekat,, dan membuat Wonie jatuh cinta sama Yoona…
    Tapi suasananya sedikit aneh juga, Honeymoon tapi dikawal sama pelayan wkwkwk
    Kasian Yoona, pipinya kena pukul pria mabuk..

    Balas
  15. ndashof

     /  Oktober 24, 2014

    seru 🙂
    cieee yg udh mulai peduli sma istrinya..
    so sweet…
    maaf sbelumnya gak comment d chapt sebelumnya,soalnya ga ad kotak comment-nya,,

    Balas
  16. ayhu

     /  November 9, 2014

    Honeymoon yg romantid.
    Apa YoonWon mulai saling suka, tp tdk sadar?
    Apa YoonWon bakalan ciuman?

    Balas
  17. Acie cie izin baca next chapter nya ! 🙂

    Balas
  18. Oh ho siwon pura pura tp curi curi pandang juga ke yoona , mmoment sweet yoonwon siwon kykx mau nyium kah , yoona udah cinta nih sama siwon

    Balas
  19. Tuh kan wonppa.. Untung ga terjadi apa2 dgn yoongie. Hah.. Apa tdi katanya? Cinta bisa dtg krn terbiasa? Yap. Bisa. Hayoo,, siapa tuh yg mulai cinta?? Cieee…

    Next..

    Balas
  20. Niez

     /  April 12, 2015

    Walaupun ga ada rasa suka tp tt romantis ye mreka…hahahaaa….ky na yoona uda mulai suka ma bang simba deh…nah loh,, apa yg terjadi??? Jengjreeeeeeng…..

    Balas
  21. amalia an

     /  Mei 2, 2015

    wow…..mulai ada benih2 cinta rupanya.
    siwon dah berani lirik2 yoona ternyata.

    Balas
  22. azzryia noer hayyati

     /  Mei 13, 2015

    Cieee mulai ada percikan cinta tuh!!! Siwon dah care tuh jagain yoona yg lg sakit….semoga mereka”kecelakaan” dipulau jeju!!!

    Balas
  23. Ooh so sweet.main air nih ye

    Balas
  24. Hahaah won oppa sama yoona so sweet bgt gitu jadinyaa, bagus bangett eonni ff nyaa suka suka suka bangett hehee

    Balas
  25. paris

     /  November 2, 2015

    Kenapa aku ngga bisa komen di part 6 😦
    Wah kaya nyaa siwon udah mulai2 suka ni sama yoona mudah2an deh mereka saling mencintain! 🙂

    Balas
  26. Park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Min chapter selanjut nya jangan do protect me…..

    Balas
  27. Park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    So sweet….

    Balas
  28. melani

     /  Juli 18, 2016

    Romantis bgt walaupun kadang” siwon masih ketus kalo ngomong sama yoona berharap setelah bulan madu siwon jadi suka sama yoona..

    Balas
  1. Being To Perfect Family | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: