My School Full of Love

My School Full of Love

Type: Fanfiction, Sequel

Sequel: Romantic, Frienship

Author: Resty Meidalita Utami (Choi Ji-Eun/Gee)

Cast:

  • Wulan as Lee Hye Jin
  • Maya as Lee Kyoung Mi
  • Resty as Choi Ji Eun
  • Kania as Kim Bo Hwa
  • Meli as Kim Hye Rin
  • Rai as Kim Young Hee
  • SHINee’s Jonghyun as Kim Jong Hyun
  • SHINee’s Taemin as Lee Tae Min
  • SHINee’s Key as Kim Ki Bum
  • SHINee’s Minho as Choi Min Ho
  • SHINee’s Onew as Lee Jin Ki
  • Big Bang’s Seung Ri

GJM Art International High School adalah sekolah menengah akhir yang paling bergensi di Korea Selatan saat ini *asek*. Sekolah yang bertaraf internasional dengan fasilitas belajar yang sudah sangat lengkap dan canggih ini memang terbilang sekolah termahal.

= Kelas Music =

“Jong Hyun-a kau tak ingin pergi makan siang?”, tanya seorang yeoja bernama Kim Hye Rin duduk disebelahnya.

“Ah tidak kau duluan saja, aku masih ingin menghafal lagu ini”, jawab Jong Hyun tanpa mengalihkan pandangannya dari sebuah kertas berisi liryc lagu.

“Yasudah”, jawab Hye Rin santai seraya pergi keluar kelas.

Saat menyusuri lorong-lorong sekolah menuju kantin, BLUUUKKK~ ia bertubrukan dengan seseorang. Yang lain dan tak bukan adalah…. “Jin Ki oppa?”.

“Hye Rin?”, sahut namja itu tak kalah kagetnya.

“Oppa sedang apa kau disini? Sudah jam sepuluh, bukankah kau ada jam kelas? Mengapa masih berkeliaran diluar?”, tanyanya dengan tatapan aneh.

“Mwo? Hmm… aku baru saja mengumpulkan tugas pada Im songsaengnim. Kau sendiri mau kemana?”, tanya balik Jin Ki.

“Aku mau pergi makan siang ke cafeteria”.

“Sendiri saja?”. Dan Hye Rin mengangguk.

“Ah sudah ya oppa, aku takut ada yang melihat kita”, ucap Hye Rin terbirit kabur meninggalkan Jin Ki.

“…”, Jin Ki menghela nafas panjang seraya menatap yeoja itu yang mulai hilang dari tatapannya.

__ __ __ __ __ __ __ __

Ditempat lain, masih dikelas music seorang namja bersuara emas tengah latihan seorang diri, ia mulai melantunkan sebuah lagu… *kata-katanya apa bet sih ini*

“Mannatda banhaetda

Keunyeo-ege banhaetda

Cheoeum boneun sexy

Keunyeodo nareul bwa

Wa, chagapda, chagapda

Eoreumdongju eosyeotda, hajiman sexy

Jamgganman gidaryeo girl

Naege ga dalryeoga dojeoneun neul jeulgeopda

Hajiman sesangen manmanhaji anhatda

A.MI.GO……..”

Sedangkan di tempat yang sama seorang gadis cantik bertubuh tinggi tengah menerawang kejendela kelas music bermaksud untuk mengintip namja ini dari luar.

“Omonaaaa….Jonghyun oppa, sampai kapanpun kau adalah namja pemilik suara terindah yang pernah kutemui”, gumamnya terkagum-kagum saat melihat namja bernama Kim Jong Hyun itu.

“Hye Jin-a”, sapa seorang temannya bernama Kim Young Hee seraya menepuk pundaknya. Namun yeoja bernama lengkap Lee Hye Jin tersebut tak terecohkan sama sekali, dengan seriusnya Hye Jin terus menatap kea rah jendela dengan mata berbentuk love *kebayang ga sih? Lol xD*

Karna kesal telah diacuhkan, Young Hee pun teriak sekerah-kerasnya tepat ditelinga Hye Jin, “YAAA!! LEE HYE JIN-SSI”.

Dengan reflex Hyejin langsung tersentak, “Omo, aish kau!!! Mengagetkanku saja!! Bisakah cara bicaramu itu dipelankan sedikit hah? Nanti bisa ketahuan”, cerocos Hye Jin mengelus-ngelus dadanya seraya menghela nafas panjang.

“Habisnya daritadi ku panggil kau tak menghiraukanku. Apa yang kau lakukan disini?”, tanya Young Hee yang terheran melihat Hye Jin berdiam seorang diri di belakang ruang kelas music.

“Aku…hmm…aku sedang melihat calon namjachinguku latihan”, ucap Hye Jin sumringah seraya menunjukkan senyum pepsodent.

“Kim Jong Hyun lagikah hah?”, tanya Young Hee menatap serius dan Hye Jin hanya mengangguk mantap.

“De, lihatlah! Suaranya begitu membuat semua bulukuduk ku berdiri… ya Tuhan betapa indahnya makhluk ciptaan mu ini”. Melihatnya Young Hee merasa ingin sekali muntah. *uweeek*.

“Terserahmu saja, tapi sampai kapan kau akan terus berdiam disini? Kau tak lihat sebentar lagi kita ada test”, desis Young Hee seraya menunjukkan jam yang diikatkan ditangan kirinya.

Hye Jin menoleh, “Ah baiklah Kim Young Hee!! Grr…kau sungguh merusak suasana. Aku saja tak pernah mengganggumu jika sedang berpacaran dengan Seung Ri oppa”, gerutu Hye Jin kesal komatkamit sendiri.

“Apa kau bilang?”, timpal Young Hee yang tak direspon oleh Hye Jin. Mereka berdua pun pergi ke kelas mereka (Theater).

__ __ __ __ __ __ __ __

= Kelas Seni Rupa =

“Yeoreobun…hari ini saya akan memberikan tugas kelompok. Dalam satu kelompok hanya ada dua orang saja. Setiap anggota mendapat tugasnya masing-masing, ada yang membuat gambar sketsa, dan yang lainnya membuat patung sesuai dengan gambar yang sudah teman anggotanya buat. Kelompok sudah saya tentukan menurut absen, silahkan kalian lihat!”, ucap Choi sonsaengnim lalu berjalan keluar kelas.

“Ah….kira-kira aku mendapat kelompok bersama siapa?”.

“Joon Hee-ah semoga kita satu kelompok”.

“Yaaah….aku satu kelompok dengannya”.

Itulah celotehan murid-murid saat melihat kelompok masing-masing diselembaran kertas yang sudah di temple didepan kelas.

“Tugas kelompok? Heuh paling malas jika seperti ini…”, gumam seorang yeoja berkacamata dengan malas lalu berjalan kedepan untuk mencari tahu teman kelompoknya.

Choi Min Ji-Choi Ji Oh

Kim Hyun Jin-Lee Jin Hyun

Lee Jin Ki- Lee Kyoung Mi

“Lee Jin Ki?”, kagetnya seraya membulatkan matanya.

BLUKKK~ terdengar suara bantingan pintu dan ternyata dia adalah, “Jin Ki-a kenapa baru datang? Dari mana kau?”, tanya seorang teman kelas mereka.

“Tadi aku habis mengumpulkan tugas pada Im sonsaengnim. Oh ya apa sonsaengnim belum masuk?”, ucap Jin Ki dengan nafas yang tak beraturan.

“Tadi dia hanya memberikan tugas kelompok untuk dikumpulkan minggu depan”, jelas temannya.

“Geurae? Siapa yang satu kelompok denganku?”, tanya Jin Ki yang di susul oleh gelengan kepala tak tau dari temannya.

“Molla…kau lihatlah sendiri!”. Jin Ki pun mulai mencari tahu teman kelompoknya.

“Lee Kyoung Mi? tunggu Kyoung Mi itu dia kan?”, tanya Jin Ki seraya menunjuk kearah Kyoung Mi duduk.

“De, cepatlah sapa teman kelopokmu itu”, perintah temannya seraya mendorong Jin Ki.

“Euheum….”.

Karna deheman Jin Ki, Kyoung Mi yang sedari tadi asyik dengan crayon-crayonnya pun mulai mengangkat kepalanya dan mencari tahu asal suara.

“Kyoung Mi-ssi kita berdua satu kelompok benar?”, tanya Jin Ki basa-basi.

“Ye”, singkatnya.

‘Itu saja yang dia katakan? Omoooo memang benar yang orang-orang bilang, dia benar-benar pendiam sekali -_- ‘, batin Jin Ki dalam hati.

__ __ __ __ __ __ __ __

= Kelas Film =

“Penilaian hasil dari tugas yang kalian kerjakan sudah saya nilai, ini adalah hasilnya”, ucap Lee songsaengnim seraya mengangkat selembaran kertas. “Seperti biasa, kau Choi Min Ho mendapat nilai paling buruk. Aku heran padamu sebenarnya apa yang selalu kau lakukan selama bersekolah disini? Mengapa tak ada peningkatan sama sekali?”, sentaknya pada namja dingin bernama Choi Min Ho.

Namun namja itu tetap diam dan tak menghiraukan songsaengnim. “Ya! Kau jawablah, mengapa diam terus,,,”, sentak songsaengnim lagi.

“Apa yang harus kukatakan? Sudahlah songsaengnim bagikan saja nilai-nilai untuk yang lain”, jawab Min Ho santai.

‘Kau!!! jika bukan anak dari presdir Choi sudah ku keluarkan dari sekolah ini’, gurutu Lee songsaengnim dalam hati kesal. “Hufh…baiklah akan saya lanjutkan, Park Joon Soo mendapat nilai B, Lee Dam Bi B+ dank au Kim Ki Bum medapat nilai sempurna.. A+, cukkaeyo… pertahankan ya”.

“Pasti songsaengnim, gomapta”, ucapnya  tersenyum kecut dengan bangga, sedangkan lelaki yang berada dibelakangnya hanya mencibir kesal.

‘Heuh…bangga sekali dia’, gurutu Min Ho. “Haaah kelas ini begitu membosankan!!!!”, ucapnya lalu berjalan menyelinap keluar lewat pintu belakang kelas.

Ki Bum yang melihatnya hanya menatap aneh, “Heuh paboya…”, cibirnya lalu kembali dengan aktifitas mencatatnya.

Seorang yeoja yang berada disampingnya menoleh heran, “Hah? Siapa yang bodoh?”, tanyanya polos.

“Siapa lagi kalau bukan murid paling bodoh di kelas ini”, jelas Ki Bum sedikit tak jelas.

Gadis bernama Bo Hwa itupun hanya menyipitkan matanya tanda tak mengerti, lalu menoleh kebelakang tepat di tempat duduk Min Ho. “Choi Min Ho? Kemana anak itu?”.

“Kau seperti tak mengerti dia saja, pasti dia bolos dari kelas lagi”, timpal Ki Bum sedikit sinis tanpa mengalihkan pandangannya dari buku catatannya.

‘Kau ini sebenarnya pacarku bukan sih?’, batin Bo Hwa kesal dengan tinggah kekasihnya yang selalu bersikap dingin membeku padanya [?].

__ __ __ __ __ __ __ __

“Hyung….!!!”, sapa Min Ho berlari dengan semangat menghampiri para hyung nya dilapangan basket.

“Min Ho-ah ternyata kau datang…”, jawab NicKhun seraya berjabatan tangan dengan Min Ho *tau kan gaya cowok keren kalo jabatan tangan (berbelitbelit)*.

“Kau bolos lagi dari kelas? Dasar!!”, pekik Dong Hae menggelengkan kepalanya.

“Sudah ku bilang hyung, aku tak suka belajar di kelas itu. benar-benar membosankan. Sudahlah ayo kita mulai latihan”, ucap Min Ho mulai mendrible bola, diikuti Dong Hae dan Nickhun. Mereka berdua adalah kakak tingkat Min Ho.

Sedangkan ditempat yang tak terlalu jauh dari lapangan basket, seorang yeoja berambut panjang terurai dengan namja tampan tengah berbincang seraya berjalan bersama.

“Tae Min-a aku menemukan tarian baru. Aku membelinya ditoko kaset kemarin”, ucap yeoja bernama lengkap Choi Ji Eun itu seraya memamerkan sebuah CD di tangannya.

Tae Min langsung meraih CD itu, “Ah keren sekali, ini untuk bahan kita saat penilaian. Pasti kita akan mendapat nilai yang sangat bagus”, ucap Tae Min tersenyum lebar.

“Aku juga berharap seperti itu”, tambah Ji Eun.

“Kalau begitu a-yo  kita latihan sekarang, aku sudah tak sabar ingin melihatnya!”, ajak Tae Min semangat yang disusul anggukan setuju dari Ji Eun.

Namun saat mereka melewati lapangan basket tanpa sengaja sebuah bola terlempar kearah Ji Eun dan Tae Min yang akhirnya mendarat dengan mulus dikedua lengan Ji Eun yang tengah memegang CD tadi. Alhasil CD itupun menjadi terbanting kebawah.

“Aigo CD kuuu!!!”, ucap Ji Eun dengan panik seraya meraih CD nya yang sudah tak karuan dengan tatapan lirih. “Semoga masih utuh”, tambahnya sambil perlahan membuka dalam CD itu.

Dan ternyata, “Aish sudah rusak”, ketus Tae Min menundukkan kepalanya saat melihat CD yang dipegang Ji Eun sudah terbelah menjadi dua.

“Gee~, gwaenchana?”, ucap seseorang menghampiri Ji Eun yang tengah terduduk lemas.

Ji Eun mengangkat dagunya, “Nickhun oppa?”.

Ketiga namja yang sedang berlatih basket pun menghampiri Ji Eun. “SIapa yang melempar bola tadi?”, sentak Ji Eun seraya berdiri.

“Ji Eun-a mianhae tadi tidak sengaja”, sesal Nickhun.

“Sudahlah oppa jawab yang jujur siapa yang melempar bola tadi”, tambah Ji Eun yang mulai kesal.

Lalu mata Donghae dan Nickhun mengarah pada Min Ho, “De, aku yang telah melempar bola. Kenapa?”, ucap Min Ho santai.

Dengan reflex tangan Ji Eun langsung memukul pipi Min Ho…. “PLAAAAKKKK~”. Tae Min, Donghae, dan Nickhun hanya melogo kaget menatapnya.

Iklan
Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. kya! langsung jadi pacarnya key!
    😄
    ikut prihatin sama neng ji eun ya.
    ditunggu next chapt!
    ^^

    Balas
  2. Kalo ini di jadiin drama buat tgs skolah aku yg paling enak. Ngomongnya dikit bgt wkwkwk

    Balas
    • restygeestory

       /  Juli 12, 2011

      jahaha keren kan eon kalo dijadiin high school musical :p wkwkwk

      Balas
  3. tia risjat

     /  Maret 2, 2014

    omo! di chapter perkenalan aja udah ada kekerasan di sekolah. hihihi..

    Balas
  4. ayu

     /  Agustus 23, 2014

    masih blm terlalu ngerti sama jalan ceritanya . tapi bagus kok next

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: