FF BTPF Episode 6 (stay at home mother-in-law)

Chapter 6:

Kibum POV

Aku tertunduk lemas dibangkuku, kulihat Seohyun yang sedang asyik berbincang dengan Kyuhyun disampingnya. Tak ada Yoona, ya! Semenjak ia menikah dengan Siwon ia memutuskan untuk tak melanjutkan kuliah dan memilih membantu appanya bekerja. Hari-hari ku benar-benar sepi tanpanya, jujur saja sekian lama kami bersahabat aku sebenarnya memendam rasa padanya. Karna kebodohanku sekarang akupun kehilangannya -_-.

Author POV

Dikediaman Park***

“Yeobeoya, apa kau benar-benar yakin akan pergi ke Jepang meninggalkanku dan calon anakmu ini”, desah Taeyeon manja seraya mengelus-elus perutnya yang mulai membesar.

Leeteuk menghela nafasnya, “Ayolah yeobeo ini juga aku lakukan untuk kita. Jika bukan aku yang menafkahi kalian berdua siapa lagi?”, sambil merangkul istrinya itu. “Lagipula hanya beberapa minggu saja, boleh ya!”, tambah Leeteuk dan kini semakin memelas.

Taeyeon pun dengan terpaksa akhirnya mengangguk setuju. “Tapi ingat, disana kau jangan bermain-main dengan wanita lain. Dan harus menghubungiku setiap hari”, perintah Taeyeon.

“SIAP BOSS~”, jawab Leeteuk sigap seraya memberi hormat pada Taeyeon yang cukup membuat istrinya itu tertawa geli.

Selagi leeteuk tengah berada di Jepang selama 3 minggu lamanya Taeyeon dipindahkan sementara dikediaman keluarganya (Choi).

Yoona POV

Waktunya pulang. Hufh akhirnya…. aku segera masuk kedalam mobil dan pulang.

Beberapa menit kemudian ku hentikan lajuan mobilku didepan rumah, ada yang aneh… mengapa banyak sekali mobil yang terparkir didepan rumahku? Apa iya ada teman-teman Siwon oppa yang datang.

berpikir panjang aku segera masuk kedalam rumah. CLEEEKKK~, aku membuka pintu dengan perlahan.

“Yoong akhirnya kau pulang. Kau tahu kami sudah menunggumu sangat lama disini”, sahut Taeyeon eonnie yang tiba-tiba memelukku erat

“Ah eonnie, kau ada disini? Benar-benar sudah lama kita tak bertemu”, jawabku seraya melepaskan pelukannya.

Kulihat Siwon oppa yang tengah terduduk dengan wajah yang sangat kesal. Ada apa ini? “Eomoni… kau ada disini juga”, sahutku menyapa ibu mertua yang duduk disebelah Siwon oppa.

“De, kakak iparmu itu memaksa ibu untuk menjemput kalian”, jelas nya yang membuatku tak mengerti.

“Menjemput? Memangnya kita akan pergi kemana?”, tanyaku seraya menoleh bingung pada Siwon oppa dan Taeyeon eonnie.

Taeng memegang tanganku, “Yoong, kalian berdua tinggalah dirumah ibu dan ayah. Hanya tiga minggu saja, jebaaalll!! Temani aku”, ucapnya dengan begitu memelas.

Aku mengerutkan kening, “Eonnie, apa maksudmu menemani? Bukankah kau sudah tinggal dirumah Leeteuk oppa?”.

“Suamiku pergi ke Jepang selama tiga minggu, untuk sementara aku tinggal dirumah ibu. Jadi temani aku disana, kau tak lihat aku sedang hamil tua?”.

“Noona, kau itu seperti anak kecil saja. Sudahlah kami tak ingin tinggal dirumah appa”, ketus Siwon menatap marah pada Taeng.

“Wonnie hanya tiga minggu saja, lagipula apa bedanya tinggal disana dan disini? Mengertilah, aku sedang mengandung, dan tak ada suamiku”, jelas Taeng.

“Sudahlah cepat kemasi barang-barang kalian, ini sudah terlalu malam”, ucap ibu melerai suasana.

Aku mengangguk lalu berjalan menuju kamar, namun Siwon oppa tetap diam. Aku menghampirinya dan menarik tangannya menuju kamar.

“Ya! Apa yang kau lakukan?”, ucap Siwon oppa kesal menatapku.

“Oppa biarkan saja kita pergi. Aku kasihan pada Taeyeon eonnie, saat seperti ini seharusnya dia ditemani oleh suaminya…. lagipula ibu juga sudah datang kesini, tidak enak jika tidak pergi”, ucapku lembut mencoba untuk menjelaskan padanya.

“Hajiman, kau taukan jika kita tinggal dirumah appa akan sangat kacau. Bagaimana jika aku ketahuan masih berhubungan dengan Fany”.

“Tidak akan, aku akan tutup mulut. Sekarang lebih baik kita pergi”, ucapku menatap matanya penuh harap [?].

Author POV

Akhirnya mereka berempat sampai dikediaman Choi. Siwon dan supir Lee mengangkat beberapa koper yang berada dibagasi mobil. Sedangkan Yoona, Taeyeon dan ny. Choi masuk kedlam rumah.

“Kami pulang”, ucap ny. Choi saat membuka pintu.

“Kalian sudah datang”, sambut tn. Choi menghampiri mereka didepan pintu.“Udaranya begitu dingin, ayo masuk”.

Saat masuk kedalam rumah Yoona dan Siwon segera masuk kedalam kamar Siwon dulu.

Siwon melemparkan tubuhnya keatas kasur, “Hufh… menyebalkaaannn!!!”, gerutunya masih kesal. Yoona menoleh dan duduk disamping kasur, “Tenang saja oppa selama kita tinggal disini aku akan tidur di sofa”, ketus Yoona dengan muka yang datar.

Siwon bangkit dari tidurnya, “Ya! Kenapa kau?”.

“Ani! Aku kebawah dulu untuk membuat makan malam”, ucap Yoona dan lagi-lagi tanpa ekspresi apapun.

“Kenapa dengannya?”, gerutu Siwon saat Yoona sudah keluar dari kamar.

“Eonnie, kau istirahatlah! Saat hamil seharusnya kau jangan melakukan apapun dulu”, ucap Yoona seraya memotong bahan makanan.

“Anide, bisa mati karna bosan aku jika terus diam. Sudahlah adik ipar kau tak usah khawatir”, canda Taeyeon sambil mencubit kecil Yoona.

Disebelahnya Yoona hanya tersenyum renyah melihat tingkah kakak iparnya.

“Kyaaaa putri dan menantuku ini daritadi memasak apa sudah selesai?”, sahut ny. Choi yang tiba-tiba menghampiri dan merangkul mereka dari belakang.

“Eomoni”, jawab Taeyeon dan Yoona bebarengan.

“Kalau begitu ibu bantu ya”. Mereka semua pun mulai memasak bersama untuk makan malam.

“Huah jarang-jarang sekali kalian memasak dengan begitu banyak seperti ini”, ucap tn. Choi saat melihat banyak makanan yang sudah tertata rapi di atas meja makan.

“Ya tentu saja, hari ini ibu dibantu memasak oleh putrid dan menantu kesayangan ibu”, timpal ny. Choi tersenyum lebar.

Saat selesai makan malam mereka semua langsung masuk kedalam kamar masing-masing untuk pergi tidur. Kecuali Yoona yang terlihat masih berdiam diruang tengah seorang diri seraya meneguk secangkir teh hangat. “Hufh Choi Siwon kau memang lelaki yang sangat jahat”, gerutunya pelan seraya memajukan sedikit bibirnya.

“Yoong, apa itu kau?”, ucap seseorang dari arah belakang.

Yoona menoleh, “Ah? Eonnie? Kau belum tidur?”, tanya Yoona saat Taeyeon mulai berjalan mendekat kearahnya.

“De, ternyata ditinggal pergi oleh suami itu lebih menyakitkan. Huuu aku benar-benar merindukannya”, runtuk Taeyeon manja seraya duduk disamping Yoona.

“He aku mengerti perasaanmu. Tapi yang penting sekarang kau harus menjaga kesehatanmu dan calon keponakanku ini”, ucap Yoona sambil mengelus-elus perut Taeyeon.

“Hah Yoong, aku tau jika ada kau pasti perasaanku akan lebih baik”, sahut Taeyeon memeluk tubuh Yoona. “Aish tubuhmu mengapa begitu kurus? Apa adikku tak pernah memberimu makan?”, candanya.

“Eonnie….ya tidaklah, mungkin aku terlalu sibuk bekerja. Jadi terlalu lelah”, jelas Yoona.

“oh, bagaimana perusahaan appamu sekarang?”.

“Perusahaan appa sudah mulai membaik setelah dibantu oleh keluargamu onn”, jawabnya tersenyum kecil.

“Apa maksudmu? Sekarang keluargaku keluargamu juga kan? Sudah sepantasnya kita saling membantu”, ucap Taeyeon sambil menggenggam erat tangan Yoona.

Dan yoona hanya menganggukkan sedikit kepalanya.

“Oya setelah menikah bagaimana kehidupan kalian? Siwon sudah tak berhubungan dengan wanita menyebalkan itu lagi kan?”.

“Heuh..?? tidak, dia memperlakukanku sangat baik. Kita benar-benar hidup sangat bahagia”, ucap Yoona sedikit berbohong.

“Ah sudah kuduga, pantas saja dia tadi sangat susah untuk dibawa kesini. Mungkin memang ingin terus berduaan denganmu kan Yoong?”, tawa Taeyeon menatap dengan jahil.

Yoona hanya menunduk malu.

Siwon POV

Kemana anak itu (re. Yoona)? Mengapa belum pergi tidur juga? Hah gila saja mengapa aku belum bisa tidur?

Aku menyandarkan badan dikepala tempat tidur sambil membaca Koran.

CLEEEKK~ seperti ada yang masuk… dengan cepat aku segera menyelimuti badanku dengan selimut.

Dia berjalan menghampiri dan duduk diujung tempat tidur. Aku sedikit mengintip… dia membawa koper dan mengambil piyama yang ada didalamnya.

Tunggu..tunggu…apa yang dia lakukan? Jangan-jangan????

Benar saja perlahan dia mulai melepaskan pakaiannya, sebenarnya aku sedikit kaget tapi mengapa aku malah menikmati pemandangan ini? *wah kacau nih*

Aku masih mengintipnya, tapi entah apa tiba-tiba pandangannya teralihkan padaku. sangat jelas terlihat dia begitu kaget.

“OP..PAAA???”, pekiknya sambil menutupi tubuhnya yang hanya tertutupi oleh pakaian dalam. Lalu dengan reflex berlari terbirit menuju kamar mandi.

Kyaaaaaa sebenarnya apa yang kulakukan tadi? Aku hanya bisa menyesali dan mengacak-acak rambutku. Aku masih duduk dan tertnduk lemas, mengapa mulutku rasanya sangat kaku? Kyaaa Choi Siwon dasar kau paboooo….

Yoona POV

“Ya Tuhan… apa yang terjadi tadi??”, aku masih belum percaya sambil berkaca didepan cermin dengan muka yang sangat kusut. “Aigooooo… dia tadi tak melihatnya kan?? Hah eoteokkae?????”, pekikku sambil menggigit bawah bibirku karna tak tahu harus berbuat apa, aku masih belum berani keluar dari kamar mandi.

Daritadi aku hanya terus mondar mandir dengan pemikiran yang sudah kacau. “Sepertinya dia sudah tidur”, aku membuka perlahan pintu kamar mandi dan berjalan menyelinap keluar.

“Yoong??”, sahut Siwon oppa yang sukses membuatku kaget setengah mati.

Omooo ternyata dia belum tidur juga. Aku berjalan melewatinya dan berpura-pura sibuk dengan membereskan barang-barang didalam tas ku.

“Mianhae…”, gumamnya namun aku masih tak menghiraukannya.

“Ya! Kau dengar aku? Aku minta maaf tadi benar-benar tak sengaja lagipula mengapa kau tak ganti baju didalam kamar mandi saja?”, desisnya memarahiku.

Aku berdiri membawa bantal, guling dan selimut lalu segera merebahkan tbuhku diatas sofa. “Kumohon jangan membahasnya lagi”, ucapku saat semua tubuhku sudah tertutup oleh selimut.

End of Yoona POV

TOKTOKTOK~ “Siwon…Yoona…”, panggil ny. Choi dari balik pintu mengetuk-ngetuk pintu kamar Siwon.

“mengapa tak ada yang membuka pintu?”, ny. Choi pun membuka pintu kamar yang dilihatnya Siwon dan Yoona yang masih tertidur ditempat yang berbeda.

“OMO, ada apa dengan kalian? Menantuku mengapa kau tidur di sofa?”, pekik ny. Choi seraya menghampiri Yoona.

Mendengarnya Siwon dan Yoona langsung terbangun dan bangkit dengan kompaknya… “EOMONI???”, teriak keduanya berjamaah seraya membulatkan mata mereka.

“Kenapa? Apa kalian bertengkar heuh?”, ny. Choi mulai mengintrogasi.

Siwon dan Yoona mulai kebingungan, “Eomoni aku bisa jelaskan. Sebenarnya….”, ucapan Siwon yang tak terselesaikan langsung dipotong.

“ANDWE!!! Kalian tak boleh bercerai”, pekik ny. Choi yang memang sangat sensitive seraya keluar dari kamar.

“Oppa… eotteokkae??”, ucap Yoona yang mulai panic.

“Biar aku yang jelaskan”, tambah Siwon berusaha tenang sambil keluar dan menuruni tangga untuk menemui ibunya.

Sedangkan Yoona, ia lantas merebahkan tubuhnya dikursi tanpa ada kekuatan.

“Andwe…andwe…andweeeee”, ucap ny. Choi masih panic seraya menutupi kedua telinganya.

“Eomoni, ada apa?”, sahut Taeyeon menghampiri dan meraih tubuh ibunya. “Gwaencahanayo? Apa ibu sakit?”, lanjutnya khawatir.

Tapi ny. Choi masih menatap dengan tatapan kosong, “Eomoni tenanglah dulu”, ucap Taeyeon seraya menempatkan tubuh ny. Choi diatas kursi. “Sekarang coba jelaskan ada apa?”.

“Siwon dan Yoona… mereka pisah ranjang”, ketus ny. Coi hampir menangis.

“Mworagooo???”, taeyeon kaget seraya membelalakan kedua matanya.

Tiba-tiba terdengar suara hentakan kaki, Siwon berlari ditangga menuju lantai bawah. “Eomoni aku akan jelaskan…”.

“Wonnie!! Apa benar yang dikatakan oleh ibu??”, pekik Taeyeon dengan tatapan yang menakutkan.

“Ani!!!! Eomma dan noona dengarkanlah dulu penjelasanku. Aku dan Yoona semalam memang sedang bertengkar tapi itu hanya masalah sepele saja, nanti juga akan kembali baik”, jelas Siwon.

“Jika hanya masalah sepele mengapa Yoona sampai tidur di atas sofa? kau memang benar-benar. Memangnya apa yang sudah kau lakukan padanya”, kesal ny. Choi seraya memukul-mukul tubuh kekar anaknya itu.

“Itu … hm… itu karna Dia memintaku untuk mengajaknya pergi berbulan madu, mungkin kalian juga tahu semenjak kita menikah kita tak pergi kemanapun karna kesibukan kita berdua. Dan semalam lagi-lagi aku menolaknya karna dikantor aku sedang banyak sekali pekerjaan. Makanya dia marah dan tak mau tidur didekatku”, bohong [?] Siwon panjang lebar.

Taeyeon dan ny. Choi begitu serius memperhatikannya, “Ah? Begitukah?”, ucap ny. Choi termangap-mangap [?].

“De, sekarang eomma dan noona diam saja. Yang penting sekarang bagaimana caranya agar Yoona tak marah lagi padaku”, ucap Siwon. ‘Heuh eomma dan noona mudah sekali aku bohongi’, batinnya tersenyum licik.

“Selamat pagi eomma, eonnie”, ucap Yoona yang tiba-tiba datang seraya membunggukkan kepalanya dengan muka ketakutan.

“Selamat pagi menantuku”, jawab ny. Choi dengan senyum yang tak beraturan [?].

“Aku pergi ambil minum dulu”, tambah Yoona gugup seraya pergi terbirit menuju dapur.

Sedangkan Taeyeon, ny. Choi dan Siwon saling bertatapan. “Wonnie apa yang kau lakukan? Ayo susul dia!!!”, perintah ny. Choi sedikit berbisik.

“Ah de”, jawab Siwon sambil berjalan menyusul Yoona.

Di dapur Siwon mendekati Yoona yang tengah membuat kopi. Yoona masih terdiam kaku. Sedangkan Siwon yang mulai menyadari adanya ibu dan kakaknya yang sedang mengintipnya langsung menarik tangan Yoona dan memeluknya erat.

“Oppa apa yang kau lakukan? Aku hampir tak bisa bernafas”, ucapnya seraya mencoba melepaskan pelukan Siwon.

“kau diam sebentar, ibu dan kakak sedang menguntit kita”, bisik Siwon masih memeluk Yoona paksa. Yoona hanya menurut saja dan membalas pelukan Siwon.

“Aigooo, adikmu itu ternyata sangat romantic”, bisik ny. Choi pada Taeyeon ditengah-tengah pengintipan [?] mereka.

“De, aku jadi ingin memeluk Leeteuk oppa”, timpal Taeyeon dengan muka berbinar seraya membayangkan suaminya. “Huuusss…eomma kita jangan menganggu mereka. Ayo pergi”, ajak Taeyeon menarik tangan ibunya.

Siwon memutarkan kedua matanya kebelakang, tak ada orang.. sepertinya mereka sudah tak mengintip lagi. Dengan segera Siwon melepaskan pelukannya dengan muka semu merah. “Mian…”, singkat Siwon tak berani menatap Yoona.

“De”, angguk Yoona yang juga tak kalah gugupnya. “Oppa bagaimana apa ibu masih marah?”.

“Aku berbohong sedikit tadi, tapi semuanya sudah baik-baik saja. Kau tak usah khawatir”, jelas Siwon.

Yoona bernafas lega.

Saat sarapan pagi…

“Appa hari ini aku datang ke kantor sedikit telat. Aku ada urusan sedikit”, ucap Siwon ditengah-tengah sarapannya.

“Urusan apa lagi? Kau ini seharusnya bawahan itu lebih dulu datang sebelum atasannya”, runtuk tn. Choi

Setelah sarapan Siwon dan tn. Choi masuk kedalam mobil mereka masing-masing. tn. Choi menuju kantor dan Siwon? Entah ia akan pergi kemana.

Sedangkan Yoona tengah merias diri didepan cermin untuk pergi ke kantor juga.

Tiba-tiba seseorang menghampirinya dan membuka pintu kamar. “Yoong, kau mau kemana? Pagi-pagi sudah sangat rapi”, heran Taeyeon.

“Seperti biasa aku pergi ke perusahaan appa”, jawab Yoona tersenyum.

Taeyeon mendengus, “Ya! Kau tak usah bekerjalah, lagipula sudah ada orang lain yang mengatur perusahaan appamu. Hari ini kau antar aku ke Rumah Sakit ya”.

“Hajiman….”.

“Tak ada tapi-tapi an, sekarang ganti bajumu aku tunggu dibawah”, paksa Taeyeon lalu keluar kamar.

Yoona memanyunkan bibirnya.

Saat sudah selesai memeriksa kandungan Taeyeon mereka berdua berjalan bersama menyusuri lorong-lorong Rumah Sakit untuk pulang.

“Eonnie, anakmu diprediksi perempuan. Hah cukkae!!”, sahut yoona riang.

“De gomapta, aku harus segera memberitahu suamiku”, jawab Taeyeon yang disusul anggukan setuju dari Yoona.

“Oya pergi makan siang dulu yuk. Daritadi mengantri membuatku lapar”, rintih Taeyeon mengelus perutnya.

“Ah baiklah calon ibu”, canda Yoona seraya menarik tangan Taeyeon.

Tak selang beberapa lama mereka pun sampai di depan sebuah restoran. Mereka membuka pintu dan masuk sambil sedikit berbincang. Tapi tiba-tiba mata Yoona terarahkan pada seorang namja yang tengah tertawa lepas bersama seorang yeoja. ‘Siwon oppa dan Fany???’, batin Yoona shock saat melihat mereka berdua.

Taeyeon heran dengan sikap Yoona yang tiba-tiba saja terdiam kaku, “Yoong? Gwaenchana? Ada apa?”, tanya Taeyeon bertubi dengan tatapan aneh.

Yoona tersadar, “Ah?? Ani,,,, hmm… eonnie lebih baik kita jangan makan disini. Sepertinya semua makanan disini bukan seleramu”.

Taeyeon mengernyitkan dahinya masih dengan tatapan yang bodoh. “Eonnie kajja”, tambah Yoona dan kali ini sambil menarik tangan Taeyeon keluar. ‘Wonnie, kau harus berterimakasih padaku’, batin Yoona lagi saat sudah berada diluar restoran itu.

Malam harinya Yoona tengah berdiri di balkon kamar seraya memainkan iPhone berwarna pink nya.

“Yeobeoseyo…appa? kau ada disana?”, tanya Yoona pada seseorang didalam telephone.

“De, tumben sekali putri appa menelphone. Ada apa?”, jawab orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah tn. Im.

“Sehari tidak bertemu membuatku sangat rindu padamu appa. Kau sedang apa?”, rintih Yoona dengan manja.

“Appa sedang menonton TV didalam kamar”.

“Sepi ya dirumah sendiri? Besok aku akan kerumah ya appa”.

“Haha baiklah terserahmu. Kau baik-baik ya dirumah mertuamu”.

“De, appa jaga kesehatanmu. Jeongmal saranghaeee….”, ucap Yoona seraya mencium layar iPhone nya lalu mematikan sambungan telephone.

Ia membalikan tubuhnya dan berjalan menuju kasur untuk pergi tidur. Namun terlihat jelas disana sudah ada lelaki jangkung yang tengah membaringkan tubuhnya seraya menatapi sebuah buku. Lelaki itu yang tak lain adalah Siwon langsung menoleh kearah Yoona dan menatap heran, “Ya! Sampai kapan kau akan terus berdiri disana?”, ketusnya saat melihat Yoona yang berdiri mematung didepan jendela.

“Heuh…”, hela Yoona seperti orang bodoh. ‘Ah eotteokkae??’, batinnya.

“Wae??”, tanya Siwon lagi. “Cepatlah tidur”, tunjuknya menepuk-nepuk tempat disampingnya.

“Kau yakin kita…hhh…tidur bersama??”, tanya Yoona ketus dengan sedikit ragu.

Siwon menghela nafas panjang, “Apa lagi? Kau mau ibu marah-marah dan berteriak histeris seperti tadi pagi lagi hah?”, desisnya.

Yoona menggeleng lalu perlahan berjalan menuju kasur dan merebahkan diri diatasnya membelakangi Siwon. Lalu menempatkan kedua tangan dikepalanya. Terjadi keheningan untuk beberapa saat. “Oppa, tadi kau berkencan dengan Fany eonnie ya”, celetuk Yoona yang memecahkan keheningan.

Siwon menoleh kearah Yoona, tepatnya pada punggungnya, “Tau dari siapa?”, jawab Siwon datar masih asyik membaca.

“Tadi siang sepulang dari Rumah Sakit bersama Taeyeon eonnie aku melihat kalian di restoran”.

Siwon terbelalak dan mengubah posisinya menjadi duduk, “Mworago? Noona? Kalian melihat kami?”, hentaknya kaget.

“Bodoh!! Bukan kami tapi aku [?]”, jawab Yoona mengambang.

“maksudmu?”, tanya Siwon lagi seraya mengernyitkan keningnya tanda bingung.

“Yang melihatnya aku saja. Tadinya kita akan makan disana tapi untung saja aku cepat melihatmu jadi aku mengajak taeng untuk tak makan disana”, jelasnya.

“Haha tumben kau pintar”, ucap Siwon.

“Ya! Kau tak berterimakasih padaku? atau hanya sekedar meminta maaf”, ketusnya keceplosan.

Siwon menoleh, “kenapa aku harus meminta maaf? Aaaah kau cemburu padaku kan ny. Im”, jahil Siwon.

“mengapa aku harus cemburu padamu?”, dengusnya lalu menutupi semua tubuhnya dengan selimut (termasuk kepala). ‘Omo apa yang kukatakan tadi?’.

Siwon menatap aneh… tiba-tiba Yoona kembali membuka selimutnya, “Oppa kau berjanji jika selama kita menikah kau tak akan menyentuhku. Akan ku pegang terus janjimu itu”, ucapnya dan saat selesai langsung menutupi kepalanya kembali dengan selimut.

“Heuh? Dasar??”, hela Siwon menggigit bibir.

Akhirnya mereka berdua tertidur, Siwon disisi kanan dan Yoona disisi kiri. Ditengah-tengahnya dibatasi oleh guling. *hha bayanginnya jadi pengen ketawa xD*

Keesokkan harinya….

Sungguh kejadian yang sangat langka [?] Siwon dan Yoona keluar menuruni tangga menuju lantai bawah bebarengan. Dibawahnya ny. Choi, tn. Choi dan Taeyeon yang sudah berada dimeja makan.

“Selamat pagi putra dan menantuku”, sambut ny. Choi tersenyum sangaaaaaat lebar dan berseri-seri [?].

Yoona membungkukkan kepalanya sambil tersenyum sedangkan Siwon menoleh heran, “Tumben sekali ibu sangat ceria pagi ini? Ada apa?”, tanya Siwon.

Taeyeon kemudian menyodori adik satu-satunya itu sebuah amplop, “Apa ini?”, seru Siwon sambil meraih amplop itu. ia membuka perlahan..“Ticket pesawat? Siapa yang akan pergi?”, tanyanya Nampak seperti orang bodoh

“Aish kau!!! Ayah mengijinkanmu untuk pergi berbulan madu bersama Yoona ke pulau Jeju selama 5 hari”, jelas Taeyeon penuh antusias. Mendengarnya Siwon dan Yoona benar-benar tersentak kaget dan membulatkan mata mereka berdua dengan sempurna. “MWORAGOOO???!!!”.

***To Be Countinued***

Readers jeongmal mianhae buat yang udah nungguin FF ini, aku emang terlalu lelet ya  jeosonghamnida!!! Kemaren baru aja selesai UKK, rada riweuh juga… Udah gitu ceritanya ada sebagian yang aku ubah jadi tiap mau di post ga jadi terus… baru bisa sekarang… jeongmal mianhae ya semoga kalian masih setia buat baca FF gaje aku ini… kritik dan sarannya sangat aku tunggu!!

PLEASE DON’T BE READER SILENT !!! 

READER SILENT?? GO AWAYY!!!

Iklan

26 Komentar

  1. Bilkis

     /  Juni 21, 2011

    res,,,
    lnjutin donk crita’x,,
    jgan lama2 ea,,
    pnsaran ne,,
    hehe,,

    crita’x baaaaaaggguuzzzzz bgt!!

    • restygeestory

       /  Juni 21, 2011

      ah iyakah bagus? :p hhaha makasi bilkis buat RC nya^^ jeongmal gomapseumnida!!!
      buat lanjutannya lagi aku usahaain

  2. aaaaaaah seruuuuuu >o< gasabar pengen baca pas yoonwonnya honeymoon 😀 jangan lama.lma.ya saeng lanjutannya kan sekolah libuuuuuuur hhaha #sarapreader

  3. lanjutkan saeng!
    ^^

  4. yoonwonited

     /  Juni 21, 2011

    haloo chinguu…
    aku reader sejati blog ini aku selalu liat blog ini tiap hari…
    ceritanya juga tentang Yoona sama Siwon jadi semangat bacanya..
    semuanya bagus bagus ceritanya!!!
    aku mpe baca posting lama beberapa kali ga bosen2..
    author jebal ngepost-in yang cepet ya…
    penasaran sama lanjutannya..
    ffnya banyakin lagi tentang YOOnWon..
    Gumawo!! Fighting!!!

    • restygeestory

       /  Juli 12, 2011

      YOONWONITED JJANG!!
      bikin fic YoonWon juga dong ching!!! jangan lupa kontekin ke aku :p ehe
      tiap hari ngcheck? omo padahal aku ga update banget 😦 mian yaaa…
      tapi gomawo deh udah mau baca^^

  5. haa mba taeyeon hamil + prediksi anaknya cewe *pasti anaknya ntar mirip gue noh XDD* #PLAKPLAKPLAKPLAK/ditabokteukyeonshipper

    • restygeestory

       /  Juli 12, 2011

      akhirnya coment juga :p hahaha ikutan nabok eonnie lah [?]

  6. Yoonaddict_Linda

     /  Juni 21, 2011

    Lanjut sih chingu, tp jgn lama2 yah.. Penasaran bgd

  7. skian lma mnunngu akhirnya muncul jga…kekeke
    nice cingu..^^
    lanjutannya jgan lma2 y cingu….

  8. Niaa

     /  Juni 21, 2011

    Walopun aku sifany shipper tp aku suka ff ini hehe

  9. kyaaaaaaaa ceritanya keeren banget!!!! jangan lama lama yaaaa. udah penasaran setengah mampus nih 😄

  10. Niaa

     /  Juni 22, 2011

    aku sifany shipper tapi aku suka sama ff ini ^^

    • restygeestory

       /  Juli 11, 2011

      jadi yoonwon shipper aja :p wahaha lol
      ehe makasi :*

  11. immaGameKyuYoonAddict

     /  Juni 22, 2011

    HIHIHI… seru banged koh…
    lanjut lagi chingu,, qlo bsa panjangin lagi crtanya….

    seru banged…
    buat yg oneshoot dong….

    • restygeestory

       /  Juli 12, 2011

      chapter 7 udah di publish…. ayo di check!!!

  12. dinda

     /  Juni 22, 2011

    wah, akhirnya muncul juga.
    hehe
    lanjut ya ceritanya.
    di tunggu loh
    🙂

  13. BumMIA Donghae

     /  Juni 26, 2011

    Lnjutin dunk crta gejenya… Jgn lupa tek driku, gpl…#plakkk d tmpar author #

    • restygeestory

       /  Juli 12, 2011

      hhaha tau aja kalo ni emang cerita gaje xD
      tag? aku gatau acc fb kamu

  14. Nadhira

     /  Juni 27, 2011

    Waw…lanjut eonni 😀
    Aku penasaran bngt nih
    Ditunggu part selanjutnya+update soon ya c;

    • restygeestory

       /  Juli 12, 2011

      makasih udah nyempetin baca^^
      next part nya udah di post

  15. Yoonwon

     /  Juli 8, 2011

    Ceritanya makin seru aj..
    Sukses buat authornya…
    Lanjutanny ditunggu scepatnya…

    • restygeestory

       /  Juli 12, 2011

      iya makasiii chingu^^
      chapter 7 sudah bisa di check

  16. chingu,,part 5nya mana? aku ubek2 kok g ada?

  17. uwaa…makin seru aja,,tapi aku kangen euy sama SeoKyu :p

%d blogger menyukai ini: