[OS] Ever Lasting Love

Dua mahasiswa perguruan tinggi di KyungSan University yang masih memakai seragam sekolah tengah berbicang seraya tertawa kecil disebuah kedai kopi di Seoul. Mereka terlihat sangat akrab, ditemani dengan beberapa camilan dan secangkir kopi diatas meja sekaligus diiringi oleh alunan music jazz dari ruangan itu membuat suasananya menjadi semakin akrab [?].

“Seohyun-ah kau tahukah kemarin ada ‘lagi’ namja yang menyatakan cintanya padaku”, ucap gadis itu pada temannya seraya melahap makanan didepannya.

“De bukankah kau sudah bilang padaku”, jawab gadis kedua bernama Choi Seohyun (aku ganti dulu marganya) ini dengan lempeng.

“Aniya”, ketus gadis bernama Im Yoona dengan penuh makanan dimulutnya. “Namja yang kumaksud ini beda lagi”.

“Uhuk~ uhuk~”, dengan reflex Seohyun menjadi tersendak mendengarnya.

“Ya! Kau kenapa?”, tanya Yoona seraya menepuk-nepuk punggung sahabatnya itu.

“Gila saja, dalam sehari ada dua namja yang menyatakan cintanya padamu. Lalu apa kau menerima mereka? Bukankah kau sudah mempunyai Kyu…Kyuhyun oppa?”, ucapnya sedikit gelagapan.

“Tentu saja tidak. Bisa-bisa aku mati dibunuh olehnya karna telah berselingkuh. Tapi….”, ucap Yoona yang tak terselesaikan itu seraya merubah raut mukanya menjadi tersenyum renyah tak jelas.

“Mwo? Tapi apa?”, tanya Seohyun penasaran sambil membulatkan matanya.

“Tapi aku manfaatkan saja kedua namja itu, kusuruh mereka membelikanku pakaian, accesoris dan lihatlah iphoneku”, sahutnya seraya menolehkan iphone berwarna pink pada sahabatnya.

“Mworago? Inikan iphone yang paling baru”, kaget Seo sambil mengambil iphone itu dari tangan Yoona dengan tatapan mengagumkan. “Apa jangan jangan ini diberi oleh….???”, tanyanya mengalihkan pandangannya pada Yoona.

“De”, angguk Yoona lantang.

“Isshh kau ini tega sekali”, ucap Seo menjitak kepala Yoona.

“Ya! Sakit…”, rengeknya mengelus kening mulusnya.

“YOONA-AH~”, panggil seseorang. Keduanya mengalihkan pandangan mereka kearah suara. Namja itu berlari dengan wajah cerahnya seraya mendekati Yoona dan Seohyun duduk. “Annyeonghaseyo”, sapanya dengan nafas yang tak beraturan.

Seohyun hanya menundukkan kepalanya dan tersenyum kecil.

“Oppa kenapa kau ada disini? Bukankah hari ini kau ada jam kelas?”, tanya Yoona saat namja itu duduk tepat disampingnya.

“Anide, tiba-tiba saja dosen Lee tak bisa datang. Makanya aku bisa pulang cepat”, ucap namja Cho Kyuhyun itu tersenyum renyah. Ya, dia adalah namjachingu Yoona.

“Ah baguslah, kalau begitu Seohyun-ah mari kita pergi jalan-jalan bersama”, tawar Yoona menoleh pada Seohyun yang sedari tadi terus diam.

“Ah?? Pergi bertiga maksudmu??”, tanya Seo, dan Yoona mengangguk mantap. “Ani…maksudku bukannya aku tak mau, tapi….ah aku ada pelajaran tambahan dari dosen Kim jadi mianhae”, tambahnya gelagapan. Yoona dan Kyuhyun hanya saling menatap heran.

“Aku harus pergi dulu. Annyeong!^^ selamat bersenang-senang”, ucap Seo tersenyum tak jelas seraya berlari menjauhi mereka berdua.

“Ya kenapa dengan anak itu? terlihat aneh sekali”, gumam Yoona sambil menatap Seohyun yang sedang lari terbirit-birit [?] dari kejauhan.

“Entahlah”, jawab Kyu seraya menaiki pundaknya tanda tak tahu. “Sudahlah ayo kita pergi!”, ajaknya dan Yoona mengangguk setuju.

Seohyun POV

Huuufh hampir saja. Aish dasar kau Seohyun pabo mengapa selalu terlihat aneh sekali jika sedang didepan Kyuhyun oppa, kau benar-benar memalukan. Sadarlah Seo dia adalah kekasih sahabatmu Yoona. Tapi mengapa sampai saat ini aku tak bisa menghilangkan pikiranku tentangnya. Hhaah aku bisa gila jika terus memikirkan ini.

————————————–

(YoonKyu’s date)

Yoona terlihat asyik sendiri seraya memainkan iphone barunya. Tak jarang bibirnya tersenyum lebar saat menatap serius layar iphonenya itu, entah apa yang sedang ia lihat. Sedangkan disampingnya Kyuhyun terlihat sangat kesal karna yang sedari tadi ia diacuhkan oleh kekasihnya sendiri, parahnya saat Kyu mencoba mencari tahu apa yang sedang Yoona baca Yoona malah menjauhkan iphonenya itu dari Kyu. Tentu saja dia semakin kesal.

“Ya!!! Yoona-ah sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kita ini sedang berkencan, tapi kau malah asyik sendiri. Kau menganggap aku ini apa heuh?”, sentak Kyu yang membuat Yoona menjadi tercengang kaget.

“Aiish oppa bisakah suaramu itu kecilkan sedikit? Kita ini sedang di tempat umum. Memalukan sekali”, ucap Yoona kesal seraya mencubit kecil lengan Kyu.

Kyu menoleh pada gelang yang sedang Yoona pakai lalu mengerutkan keningnya dan bertanya, “Kau membeli gelang baru?”.

“Ah ini??”, tanya Yoona sambil mengangkat tangannya.

Dengan sigap Kyuhyun meraih tangan Yoona, “Apa jangan-jangan penggemarmu lagi yang memberikan ini?”.

“Kalau sudah tahu mengapa bertanya”, ucap Yoona santai.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya lalu memukul kursi dengan begitu kencang. “Iiiiiissshhh….”

Yoona menatap heran, “Wae? Hanya penggemar saja oppa sudahlah kau jangan cemburu seperti itu”.

Kyuhyun menoleh dengan begitu kesal lalu pergi begitu saja meninggalkan Yoona. Yoona kaget lalu berdiri dan berteriak, “OPPA~ KAU PERGI KEMANA?”. Namun tak ditanggapi oleh Kyu. “Ya! Menyebalkan sekali”, gumam Yoona sambil menghentakkan kaki.

—————————————

“Jinjjayo? Aish kasian sekali Kyuhyun oppa, mengapa kau tega sekali berbuat seperti itu padanya? Berbuat lebih baiklah pada kekasihmu!”, ucap Seohyun dengan tatapan serius.

“Ya! Mengapa kau menjadi membelanya? Kau tahukah ini hanya masalah sepele, benar-benar tak terbayangkan sebelumnya aku akan mendapat kekasih yang pencemburu tingkat akut seperti dia”, ketus Yoona.

“Cemburu dalam percintaan itu suatu hal yang sangat wajar”, tambah Seohyun.

“Tapi dia selalu membesar-besarkan masalah yang kecil saja dan itu sudah sangat sering!! Aku sudah bosan bertengkar terus dengannya”.

“Terang saja dia marah padamu, kau memang menyebalkan. Jika aku ada diposisi Kyuppa pasti aku juga akan melakukan hal yang sama, mungkin lebih dari itu, jika perlu kau akan aku kubur hidup-hidup Yoong”, ucap Seo penuh dendam.

“Ya! mengapa daritadi kau membelanya terus? Jangan-jangan kau menyukai Kyuppa?”, ucap Yoona menatap Seo.

“Ya!! Kau mengapa menatapku seperti itu? sungguh aku…aku tak menyukainya. Aku hanya ingin berkata yang sejujurnya”, ucap Seo dengan gagap.

Yoona tertawa, “Haha aku bercanda Seo :p”, ucapnya yang diikuti helaan nafas Seohyun tanda lega.

————————————–

Seorang lekaki tampan dengan memakai pakaian jas lengkap sedang terdiam menatap luar kota dari dalam atas gedung seraya meneguk secangkir kopi mocca ditangannya membuat ia terlihat semakin tampan.

Ia sangat santai pada saat itu, namun ketika suara handphone nya bergetar menandakan sebuah telephone masuk yang akhirnya membuyarkan lamunannya. Dengan sigap iapun mengangkat panggilan itu.

“De? Yeobeoseyo?”, ucapnya

“Oppa, kau ada dimana sekarang? Bukankah kau berjanji akan menjemputku?”, ucap seseorang dijalur telephone.

“Aigo Seohyun-ah hampir saja oppa lupa, kau ada dimana sekarang?”, jawab lelaki itu pada adiknya yang tak lain adalah Choi Seohyun.

“Aku sudah ada didepan kampus. Cepatlah oppa kau taukah aku sudah sangat lama menunggumu”, sahut Seohyun.

“De arasoyo”, ucapnya lalu memutuskan sambungan telephonenya.

“Siwon-ah”, panggil seseorang seraya memegang pundaknya. Dengan reflex lelaki bernama  Siwon itu pun menoleh kebelakang.

“Ya kau Hankyung-ah mengagetkanku saja. Ada apa?”, ucapnya.

Iya tersenyum renyah, “Hha aniya… sekarang sudah waktunya makan siang, ayolah kita pergi ke café. Biar hari ini aku yang mentraktirmu”, tawarnya.

“Mentraktirku? Tumben sekali”, ucap Siwon dengan tatapan tak percaya.

“Yak! Kau ini aku traktir tidak mau, ayolah mumpung aku ada gaji bonus [?] dari presdir Kim”.

“Sebenarnya aku mau saja, tapi sekarang aku harus menjemput adikku. Sudah yah aku sudah sangat telat, dia akan memarahiku nanti”, ucap Siwon seraya berlari menjauhi Hankyung.

“Adiknya lagi adiknya lagi, sebenarnya kapan ia akan mempunyai yeojachingu”, gumam Hankyung seraya menempatkan kedua tangan di pinggangnya.

—————————————-

Yoona dan Kyuhyun terlihat berbicara serius disebuah ruangan yang hanya ada mereka saja disana.

“Oppa, jeongmal mianhae jika waktu itu aku sedikit membuatmu kesal”, ucap Yoona memulai.

Kyuhyun yang awalnya hanya menunduk menjadi menoleh pada Yoona, “De gwaenchanayo, aku yang harusnya minta maaf padamu karna, mungkin aku terlalu cemburu. Tapi inilah aku, aku tak bisa terus seperti ini. Bertengkar denganmu karna masalah yang sepele, sepertinya kita memang tidak cocok untuk bersama”, ucap Kyuhyun yang membuat Yoona kaget.

“Apa maksudmu oppa?”.

“Ya, jujur saja aku sangat tak suka jika kau selalu dikejar-kejar oleh para namja yang begitu mengagumi mu. Tapi itu tak heran karna memang kau adalah gadis yang sangat cantik dan baik, semua orang juga pasti berpendapat yang sama denganku”, tambahnya seraya menyumbarkan senyuman manatap Yoona.

“Oppa?”, gumam Yoona dengan pelan.

Kyuhyun menghela nafas, “Yoong, carilah namja yang lebih pantas untukmu. Jangan mencari namja pencemburu sepertiku, yah mungkin tak akan ada pengganti namja sesempurna diriku”, candanya sambil menepuk pundak Yoona. “Mulai hari ini kita bukan sepasang kekasih lagi, tapi kau mau kan menjadi sahabatku mulai detik ini dan untuk selamanya?”.

“Tentu saja oppa”, angguk Yoona terharu [?] lalu memeluk Kyuhyun, Kyuhyun pun membalas pelukan Yoona.

—————————————–

Seohyun terlihat diam mematung di pinggir jalan sambil menggigit bawah bibirnya, sesekali ia melihat jam yang diikatkan dilengan kirinya. “Omonaa…mengapa lama sekali”, cibirnya kesal.

“Seohyun-ah”, panggil seseorang.

Seohyunpun menoleh kearah suara, “Yoong? Ah kau! Mengapa belum pulang?”, tanyanya.

“Tidak , kebetulan sekali kita pulang bersama saja”, ajak Yoona dengan semangat.

Seohyun berpikir sejenak, “Pulang bersama?”, tanyanya dan Yoona mengangguk. “Tapi aku sudah ada yang menjemput”.

“Iyakah? Hmm…sayang sekali”, ucap Yoona sedikit memanyunkan bibir.

Seohyun menatap Yoona heran, “Memangnya kau tak diantar pulang oleh Kyuhyun oppa?”.

“Anide…”, singkat Yoona menggelengkan kepala dengan senyuman yang canggung.

“Wae?”, tanya Seohyun.

“Aku…hmm…ah Seo sepertinya yang menjemputmu sudah datang”, ucap Yoona menoleh pada sebuah mobil sport berwarna silver yang berhenti tepat didepan mereka berdua.

Seorang yang berada didalam mobilpun keluar lalu segera menghampiri Seohyun. “Oppa akhirnya kau datang”, ucapnya.

“De, mianhae tadi dikantor begitu sibuk jadi sampai lupa untuk menjemputmu”, jelas Siwon.

“Gwaenchana, oya oppa kenalkan ini sahabatku yang sering aku ceritakan”, ucap Seohyun.

“Ah Yoona-ssi?”, tanya Siwon.

“M…Mwo? kau tau namaku?”, tanya Yoona dengan tatapan heran

Siwon tertawa, “Tentu saja, adikku ini (mengacak-acak rambut Seo) cerita banyak hal tentang mu. Choi Siwon ibnida”, jelasnya seraya mengulurkan tangan.

Yoona membalas uluran tangannya, “Iyakah? Hhe de bangapseumnida oppa”, ucapnya sangat canggung. “Kalau begitu Seohyun, Siwon oppa, aku pamit pergi”.

“Yah bukankah kau akan pulang? Ikutlah bersama kami”, tawar Seohyun menarik tangan Yoona.

“Tidak usah aku takut merepotkan”, jawab Yoona.

“Ikut saja, ayo masuk”, ucap Siwon seraya membukakan pintu mobil untuk mereka berdua. Yoona tak ada pilihan lain dan akhirnya masuk kedalam mobil Siwon bersama Seohyun.

*On The Way*

“Yoong, sebenarnya ada masalah apa dengan mu dan Kyuhyun oppa?”, tanya Seohyun menoleh kebelakang dari kursi depan.

“Mwo?”, gumam Yoona yang hanya terdengar oleh Seohyun. Yoona hanya diam dan menatap Seohyun dengan tatapan –disebelahmu-ada-oppamu-

“Ah iya”, hela Seohyun yang baru tersadar lalu segera berpindah tempat duduk kebelakang.

Siwon yang menatapnya heran, “Saeng-i  kenapa pindah?” tanyanya sambil terus focus menyetir.

“Aniya…aku ada sedikit urusan dengannya oppa”, ucap Seohyun cengengesan yang disusul oleh gelengan kepala Siwon seolah-olah berkata –ada-ada-saja-.

“Yoong, kau dan Kyuhyun oppa tak bertengkar lagi kan?”, bisik Seohyun.

“Aku tak bertengkar dan tak akan bertengkar lagi dengannya”, jawab Yoona dengan berbisik juga.

“Lalu? Mengapa ada yang aneh dengan kalian, biasanya kau diantar pulang oleh Kyuhyun oppa, atau jika tidak dia mengantarmu sampai kau sudah naik taxi, tapi mengapa tadi aku tak melihatnya”. (bayangin Seohyun sama Yoona saling bisik-bisikkan, dan Siwon cuma celingakcelinguk karna penasaran)

“Terang saja Kyuppa tak mengantarku, dia bukan kekasihku lagi sekarang”, ketus Yoona.

“De?”, tanya Seohyun sambil mengangkat halisnya.

“Aku dan dia = break up”.

“MWORAGO?”, teriak Seohyun yang membuat konsentrasi Siwon buyar yang akhirnya ia mengerem mobil secara mendadak. *Seohyun teriak? Lucu ga sih?*

Tiiiiiitttt~….. mereka bertiga menjadi terlempar kedepan karna rem-an barusan [?]. mereka saling diam untuk beberapa saat karna masih shock.

“Oppa gwaenchanayo?”, tanya Seohyun khawatir.

Siwon menghela nafasnya, “Kau kenapa? Teriakanmu begitu membuat oppa kaget”, ucapnya masih terus menghembuskan nafas dan bersandar disetir mobil.

“ah mianhae, tadi Yoona baru saja bercerita jika film keroro tak akan ada lagi [?] *apa lah ini*”, ucap Seohyun gelagapan. “Mianhae oppa, ayo teruskan jalannya [?]”.

Yoona dan Siwon hanya menatap Seohyun dengan heran. O.O

Beberapa menit kemudian ****

“Gomapta oppa sudah mengantarku”, ucap Yoona membungkukkan kepala.

“De cheonma”, jawab Siwon tersenyum ‘sangat’ manis.

‘Aigooo…mengapa ia terlihat sangat tampan sekali jika sedang tersenyum’, batin Yoona. “kalau begitu apa ingin mampir dulu kedalam?”, tawarnya.

“Anide, lain kali saja”, ucap Siwon.

“Ah baiklah, kalian berdua hati-hati”, sahut Yoona melambaikan tangannya dan Seohyun membalasnya.

————————————

Keesokkan harinya ****

“Yoong, memang apa yang membuat kalian bisa pu…tus…??”, tanya Seohyun.

“Kita berdua sudah tak cocok saja, kau tau sendiri kami berdua sudah sangat sering bertengkar. Tak baik kan jika terus melanjutkan hubungan ini. Lagipula kita masih berhubungan baik, tapi sebagai sahabat”, jelas Yoona.

‘Entah kenapa aku sangat senang mendengarnya Yoong’, batin Seohyun.

“Seo…mengapa kau tak bilang jika kau mempunyai oppa yang sangat tampan seperti Siwon oppa?”, canda Yoona yang merubah suasana.

“Apa yang kau katakan? Kau menyukainya?”, tanya Seohyun sinis.

“Sampaikan salamku untuknya ya :p”.

“Ya! dasar kau yeoja gila”.

Kelas pertama pun berakhir, para mahasiswa dikelas itu bertaburan keluar untuk pergi makan siang. Seperti biasa sangat banyak namja yang mengajak Yoona untuk makan siang bersama, tentu Yoona sudah terbiasa dengan ini dan mengiyakan permintaan mereka.

“Seo, kau tak ingin ikut? Ingatlah makan siang gratis”, bisik Yoona pada Seohyun.

“Aniya…aku sedang tak nafsu makan, kau saja”, tolaknya sambil menunduk dimeja.

“Yasudah”, singkat Yoona lalu pergi bersama para penggemarnya [?] *author keabisan kata*.

Saat Seohyun sedang berdiam seorang diri dikelas tiba-tiba ada seorang namja yang menghampirinya.

“Seohyun-ssi?”, sapanya. Dan Seohyun mengangkat dagunya untuk melihat orang itu dan ternyata.

“Kyuhyun oppa?”, ucapnya kaget dengan reflex sambil bangkit dari duduknya. “Oppa mencari siapa? Yoona baru saja keluar untuk makan siang”, ucapnya sangat canggung.

“Ani aku bukan mencarinya tapi mencarimu”, jawab Kyuhyun.

“Mwo? Aku?”.

“De, kau ketua kelas disini kan? Dosen Lee menyuruh para ketua kelas merapatkan untuk program minggu depan, sepertinya semua sudah menunggu. Kajja!!”, sahut Kyuhyun seraya menarik tangan Seohyun. (pipi Seo berubah menjadi dua tomat matang).

Rapat pun berakhir ***

“Hah melelahkan sekali”, ucap Seohyun.

“De, kau pulang sekarang?”, tanya Kyuhyun dan Seohyun mengangguk pasti. “Kalau begitu pulang bersama ku saja”.

“De?”, tanya Seohyun kaget.

“Ye, rumah kita searah bukan?”, tanya Kyu dan Seohyun mengangguk malu.

Mereka berduapun pulang bersama dengan memakai bus.

————————————–

Yoona terlihat sedang berada disebuah toko buku dengan kesibukkannya sendiri mencari satu persatu buku yang akan ia beli. Saat sudah mendapatkan dan membayarnya ia pun keluar dari toko buku itu, “Hufh akhinya semua bahan untuk tugasku sudah selesai aku dapatkan”, helanya lega seraya menatap buku-buku nya yang ia simpan disebuah kantong plastic berwarna putih.

Saat sedang berjalan santai menuju halte bus ia melihat seseorang yang merasa ia kenali di sebrang sana. Dan benar saja ia adalah Siwon yang sedang menyebrangi jalan, ia berjalan dengan sangat gontai. Beberapa detik lampu hijau pun menyala, namun Siwon masih berjalan dengan pelan. Tentu itu membuat Yoona panic padahal mobil yang lalu lalang sudah mulai berdatangan.

“SIWON OPPA~ AWAAAAAAS”, teriak Yoona seraya berlari menghampiri Siwon. Sebuah truk besar hampir menabrak Siwon namun segera ditarik oleh Yoona. Mereka berdua pun terjatuh.

BLUKKK~, mereka berdiam untuk beberapa saat. Yoona berdiri lalu melihat keadaan Siwon. “Oppa gwaenchanayo? Aish keningmu berdarah”, serunya lalu mengelap darah Siwon dari kepalanya oleh saputangan yang ia bawa.

Siwon meraih tangan Yoona, lalu bangun. “Ah aku merasa sangat pusing”, ucapnya.

“Kalau begitu apa perlu kita pergi ke rumahsakit?”, tawar Yoona khawatir.

“Ani…tak usah, tapi bisakah kau bantu aku berjalan kemobil?”, tanyanya.

“Tentu saja”, jawab Yoona. Yoona pun memapah Siwon sampai ke mobilnya yang berada tak jauh dari tempat kejadian.

Didalam mobil Yoona terus mengobati luka yang ada dikepala Siwon. Memberinya obatmerah dan plester. Sedangkan Siwon nampak begitu serius menatapi Yoona yang berada sangat dekat dengan wajahnya.  “Ah sudah selesai”, ucap Yoona saat ia memberi plester kekening Siwon.

“Gomapta”, ucap Siwon pelan.

“De, tak usah sungkan”, jawab Yoona tersenyum. “Oppa kau ingin pulang sekarang? Biar aku yang antar”.

“Tak usah, aku sudah sangat merepotkanmu”, tolak Siwon.

“Ani…mengapa berkata seperti itu? oppa adalah kakak sahabatku jadi mana mungkin aku membiarkanmu pulang sendiri. Tenang saja aku juga pengendara mobil yang cukup handal”, canda Yoona dan Siwon hanya tertawa dan mengiyakannya.

————————————

*At Choi’s Home*

“Oppa, gomapta sudah mengantarku”, ucap Seohyun membunggukkan sedikit kepalanya.

Kyuhyun tersenyum, “De, cheonma”.

Mereka diam untuk beberapa saat, “Oppa…apa kau ingin mampir dulu kedalam?”, tanya Seohyun malu-malu.

“Aku mau saja tapi….”, ucap Kyuhyun terhenti setelah dipotong oleh Seohyun.

“Tak ada tapi-tapi an. Ayolah oppa biar aku buatkan jus nanti”, pinta Seohyun seraya meraih tangan Kyuhyun. Tak ada daya untuk menolak Kyuhyun pun mengangguk setuju lalu mereka berdua masuk kedalam rumah.

Beberapa menit kemudian ***

Yoona dan Siwon pun sampai dirumah kediaman Choi. Dengan sabar Yoona terus memapah Siwon kedalam. Saat sudah berada di ruang keluarga….

“Oppa? Apa yang terjadi padamu?”, kaget Seohyun yang tengah berbincang asyik dengan Kyuhyun. Ia langsung berdiri dan menghampiri Siwon.

“Oppa hanya kelelahan saja, tapi untung saja ada Yoona yang menolongku”, jelas Siwon.

Sedangkan Yoona hanya diam ketika melihat Kyuhyun yang berada disana juga, begitupun sebaliknya. Kyuhyun tak tahu jika Yoona sudah sangat akrab dengan kakak Seohyun (re Siwon). Mereka saling bertatapan.

‘Aigo…Yoona dan Kyuhyun oppa?’, batin Seohyun yang baru tersadar. “Yoong, aku bisa jelaskan. Tadi itu aku diantar pulang oleh Kyu oppa karna….”.

Ucapannya terhenti saat tiba-tiba saja Kyuhyun berjalan keluar rumah. Pada saat itu Seohyun benar-benar ingin menyusulnya namun ia tak enak pada Yoona. Untuk sejenak mereka bertiga (re. Yoona, Siwon, Seohyun) saling bertatapan.

“Seo kejarlah dia”, ketus Yoona yang sudah mengerti.

Seohyun menatap Yoona heran, “Apa maksudmu Yoong? Harusnya kau yang mengerjarnya, aku takut dia menjadi salah paham”.

“Dia bukan siapa-siapa aku lagi, aku tak ada hak untuk mencampuri urusannya”, timpal Yoona. “Aku tau kau menyukainya, jadi kejarlah dia”.

Seohyun diam sejenak lalu menatap Siwon yang masih di papah oleh Yoona dengan memberi isyarat –apa-yang-harus-aku-lakukan- , sedangkan Siwon membalas –ikuti-saja-kata-hatimu-. Tanpa berpikir panjang lagi Seohyun pun segera berlari keluar menyusul  Kyuhyun.

Seohyun terus memanggil-manggil Kyuhyun, mencari kesana kemari namun tak kunjung ia temui.

Kyuhyun POV

Aku terduduk di sebuah bangku yang terdapat di taman yang tak jauh dari rumahnya. “Hah eottokkae? Mengapa dia datang, aku harus mengatakannya kapan lagi? Kyaaa semuanya gagal total!!”, gerutuku memukul kepala sendiri.

*Flash Back* (Not Kyuhyun POV)

Saat istirahat makan siang….

“Seo, kau tak ingin ikut? Ingatlah makan siang gratis”, bisik Yoona pada Seohyun.

“Aniya…aku sedang tak nafsu makan, kau saja”, tolaknya sambil menunduk dimeja.

“Yasudah”, singkat Yoona lalu pergi bersama para penggemarnya [?]. saat berjalan keluar tiba-tiba ia berpapasan dengan Kyuhyun. Ia terlihat sedang mengintip kelas Yoona dan Seohyun dari jendela.

Yoona memperhatikannya, “Yoona-ssi, ayolah kita pergi makan! Kau menunggu apa lagi”, rengek salahseorang penggemarnya [?].

“Ah kau pergi sajalah! Aku tak jadi makan bersamamu”, tolak Yoona cuek seraya berjalan menghmapiri Kyuhyun.

“Oppa?”, ketus Yoona mengagetkan. “Apa yang sedang kau lakukan disini?”.

Kyuhyun terlihat salah tingkah dan raut mukanya berubah menjadi sangat gugup. “Aku? Hmm… aniya aku hanya tak sengaja lewat saja. Sudah ya aku pergi”, ucapnya berjalan melewati Yoona.

‘Sebenarnya apa yang sedang ia lihat’, gumam Yoona lalu menoleh kejendela. Dilihatnya Seohyun yang sedang tertunduk dibangkunya sendiri. Yoona menoleh lalu menarik tangan Kyuhyun.

“Oppa, jujur padaku. kau menyukainya kan”, ucap Yoona dengan mata seperti layaknya orang yang mengintrogasi.

Kyuhyun terbelalak kaget, “Menyukai siapa? Jelas lah jika berbicara”, ucap Kyhyun dengan muka yang mulai memerah.

“Choi Seohyun, kau menyukainyakan?”, tanya Yoona lagi semakin mendekat pada Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun semakin ketakutan dibuatnya, “Hmm..mwo??”, singkatnya.

“Jujur sajalah oppa, aku tak akan marah padamu. Ingatlah aku adalah sahabatmu sekarang, jadi katakana yang sejujurnya kau menyukainya kan?”.

Kyuhyun menghela nafas panjang, “De, aku menyukainya”.

*Flash Back End* (Back To Kyuhyun POV)

Tiba-tiba ponselku berdering menandakan sebuah pesan masuk, aku meraih dan segera membukanya.

From: Im Yoona

Oppa…aku minta maaf, aku tak tau kau ada dirumah Seohyun juga. Salahmu sendiri mengapa tak memberitahuku dulu. Apa tadi kau sudah menyatakan cinta padanya? Aku tak merusak rencanamu kan? Aaak jeongmal mianhae T.T Oh ya tadi aku menyuruhnya untuk menyusulmu, apa kalian sudah bertemu?

“Mworago? Dia menyusulku?”, aku menoleh kesetiap arah mencoba untuk mencarinya, tapi tiba-tiba…

“Oppa…mengapa kau pergi? Daritadi aku mencarimu”, ucap seseorang. Lalu aku menoleh kebelakang.

“Choi Seohyun?”, gumamku. Dia hanya diam, menatapku sangat pedih [?], tak terasa air matanya pun jatuh dipipi halusnya. “Ya! Wae?wae? mengapa kau menangis?”, tanyaku khawatir.

Dengan reflex ia segera meraih tubuhku, memelukku sangat erat. “Oppa…saranghae….jeongmal saranghae”, ketusnya yang membuatku mengerutkan kening.

“Mwo…mworago?”, tanyaku gelagapan. Apa ini? Dia menyatakan cintanya padaku?.

“Hah Seohyun-a aku sudah gagal menjadi pria sejati [?]”, ketusku seraya melepaskan pelukannya.

“Apa maksud oppa?”, tanyanya polos.

“Seharusnya tadi aku yang pertama menembakmu, tapi gara-gara oppamu datang tiba-tiba saja aku jadi sangat gugup dan malah pergi”, jelasku lebih polos. Seohyun hanya menatapku layaknya orang bodoh. “Heheh nado saranghae Choi Seohyun”, ucapku cengengesan.

Seohyun yang tadinya terlihat kesal padaku tiba-tiba memelukku kembali, “Oppa jadi maksudmu kau resmi menjadi kekasihku mulai sekarang?”. Aku hanya diam dan membalas pelukannya semakin erat.

Beberapa detik kemudian, BLUKKK~ sebuah tendangan yang cukup keras mendarat dengan mulus tepat di perut ku. “Ya mengapa kau menjitakku?”, rengekku kesakitan.

“Kau sudah membuatku membuang harga diriku dan menjadi kelelahan seperti ini karna harus berputar-putar keliling komplek hanya untuk mencarimu, jadi cepat bawa aku pulang Cho Kyuhyun”, ucapnya seraya naik dipunggungku.

Dengan cepat aku meraih tubuhnya, “Ya! Kau ini sungguh berat, dan apa? jangan panggil aku seperti itu, panggilah oppa”, komentarku masih diam.

“Cho Kyuhyun cepatlah jalan”, ucapnya.

“Anide, sebelum kau memanggilku oppa”, tolakku tak terima.

“De araso OPPA”.

“Nah gitu dong”, sahutku lalu mulai berjalan seraya menggendongnya.

“Cho Kyuhyun jalanmu lelet sekali”, ketusnya yang lagi-lagi memanggilku seperti itu.

“Ya~ aku serius akan meninggalkanmu”, balasku.

“Haha aku bercanda chagi”.

“Mwo? Chagi? Ahaha kurasa itu lebih bagus”, candaku yang tiba-tiba mendapat cubitan darinya.

End of Kyuhyun POV

*At Choi’s Home*

Yoona begitu teliti mengobati luka yang ada di kening Siwon. “Oppa, apa kau mau minum obat sekarang?”, tanyanya.

“Ani… tak usah biar nanti saja oleh Seohyun”, jawab Siwon yang masih tergeletak diatas kasur.

“Sekarang saja, biar aku akan ambilkan bubur dulu”, ucapnya seraya berjalan menuju dapur.

‘Mengapa yeoja itu begitu baik’, batin Siwon dalam hati.

Tak selang beberapa lama Yoona pun kembali ke kamar Siwon seraya membawa semangkuk bubur ayam dan air minum. Dengan sabar ia menyuapi Siwon, sampai akhirnya sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.

From: Kyuhyun

Akhirnya kita resmi berpacaran^^. Terimakasih atas bantuanmu ya mantan kekasih :p

 

From : Seohyun

Yoong, aku tak menyangka jika Kyuhyun oppa juga ternyata menyukaiku. Aku benar-benar senang sekali…. semoga hubunganku dengan Kyuhyun oppa dan persahabatanku denganmu akan terjalin selamanya^^ aku sayang kalian.

 

Yoona hanya tersenyum kecil membacanya, “Ada apa?”, tanya Siwon.

“Hhe oppa kau lihat namja yang bersama Seohyun tadi?”, tanyanya dan Siwon hanya mengangguk. “Dia bernama Cho Kyuhyun, kekasih adikmu”.

“Mwo? Maksudmu Seohyun?”.

“De, siapa lagi”, ucap Yoona tersenyum.

“Lalu kau sendiri, siapa kekasihmu?”, tanya Siwon yang membuat Yoona gigit jari.

“Aku tak punya kekasih”, jawab Yoona polos seraya menggelengkan kepalanya.

Siwon mengangkat halisnya, “Jinjja? Wanita cantik sepertimu belum mempunyai kekasih?”.

Lagi-lagi Yoona hanya menggelengkan kepalanya, “Oppa sendiri? Mana kekasihmu? Mengapa tak menemuimu”, timpal Yoona.

Siwon hanya tersenyum menatap Yoona yang membuat suasananya menjadi hening, Yoona begitu gugup krna terus diperhatikan oleh Siwon. Tangan Siwon mulai mendekat dan memgenggam tangan halus Yoona.

‘Aigo apa yang dia lakukan? Mengapa ia menggenggam tanganku, dan oh Tuhaan tatapannya benar-benar membuatku semakin menyukainya’, gumam Yoona. Namun beberapa detik saja Yoona langsung melepaskan tangan Siwon dari tangannya, “Oppa aku harus pergi”, ujar Yoona seraya mengambil tas di sofa lalu pergi.

Siwon yang melihatnya langsung berlari menyusul Yoona keluar, namun Yoona yang telah menyadari ia sedang dikejar oleh Siwon malah lebih menjauh dan berlari lebih cepat. Terjadi insiden saling kejar-kejaran pada saat itu.

Namun karna Siwon lebih cepat larinya akhirnya ia bisa menarik tangan Yoona, “Ya! Ada pa adenganmu? Mengapa berlari menjauh?”, tanyanya heran.

“Oppa kumohon kau jangan menatap dan menggenggam tanganku seperti itu, aku harus pergi”, ucap Yoona memalingkan wajahnya dari Siwon.

Siwon yang melihatnya pun makin heran dibuatnya, “Memangnya kenapa? Aku hanya ingin mengatakan jika aku…jika aku mulai menyukaimu”, ketus Siwon dengan terbata-bata. “Kau mau menjadi kekasihku?”.

Yoona yang mendengar pernyataan Siwon pun langsung tercengang kaget, ‘Oppa…sejujurnya aku juga menyukaimu’, batinnya. “Mianhae oppa . Kau salah memilih orang, aku bukan wanita yang baik, aku tak pantas untukmu”, ucap Yoona seraya melepaskan genggaman Siwon dengan kasar lalu berbalik pergi meninggalkannya.

Siwon yang melihatnya lalu berteriak, “Aaawww….”, rengeknya kesakitan lalu tergeletak ditanah.

Yoona yang mendengarnya langsung berbalik lagi dan berlari menghampiri Siwon dengan panik. “Oppa? Gwaenchanayo? Kau kenapa?”, tanya Yoona mengguncang-guncang tubuh Siwon.

“Oppa jangan buat aku ketakutan seperti ini”, ucap Yoona gugup dan mulai mengeluarkan air mata.

Tiba-tiba Siwon bangun lalu tangannya meraih leher Yoona dan menarik wajahnya agar lebih dekat dengannya, lalu sebuah kecupan mendarat dibibir mungil Yoona. Yoona benar-benar tak menyangka jika Siwon akan melakukan hal yang tak pernah diduga sebelumnya, ia hanya diam mematung.

Siwon melepaskan ciumannya lalu mereka berdua saling menatap. Tiba-tiba… “Huwaaaa….”, tangisan Yoona kini semakin menjadi-jadi dan tentu saja membuat Siwon menjadi sangat panic.

“Ya! Ada apa denganmu? Mengapa menangis?”, tanya Siwon khawatir seraya memegang kedua pipi Yoona.

“Kau gila kah? Mengapa tadi pura-pura kesakitan? Kau benar-benar membuatku sangat panik, tempat ini begitu sepi. Jika kau benar sakit dan tak ada yang menolongmu bagaimana hah? Kau tau aku ini….”, cerocosan [?] Yoona terhenti saat tiba-tiba saja Siwon memeluknya erat.

“Kau peduli padaku?”, ucap Siwon halus sedangkan Yoona hanya diam.

“Op..pa…lepaskan”, titah Yoona yang mulai merasakan sesak akibat pelukan Siwon yang semakin erat.

“Cepatlah katakana yang sejujurnya. Apa kau peduli padaku? kau menyukaiku?”, tanya Siwon seraya melepaskan pelukannya lalu menatap Yoona tajam.

Sedangkan Yoona hanya diam mematung, jantungnya berdetak begitu kencang, pipinya menjadi memerah.

Tiba-tiba Siwon tersenyum, “Aku tau arti dari diam [?] mu itu Im Yoona”, ucapnya lalu memeluk kembali Yoona. “Saranghae….”, tambahnya lagi dengan halus.

Awalnya Yoona pun tak berkata apapun, tapi akhirnya ia pun menjawab, “Nado saranghae oppa”, ucapnya membalas pelukan Siwon. Mereka berdua tersenyum bahagia.

== The End ==

Tinggalkan komentar

68 Komentar

  1. sahwa purem

     /  Agustus 5, 2016

    KREENNN….

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: