FF Being To Perfect Family (Chapter 4)

Chapter 4: Let’s Get Married

Tiffany POV

Aku masih berada di Jepang sekarang, dan mungkin besok sudah kembali ke Korea. Tiba2 suara handphoneku bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Dengan sepat aku  membukanya.

From: +704557

Noona, semua tugasku sudah aku laksanakan, dia sedang jatuh sakit sekarang. Apa kau sudah puas?

Aku tersenyum kecut saat membacanya. Puas? Sepertinya aku akan melakukannya yang lebih dari ini. Kau lihat saja Im Yoona.

Kibum POV

“Yeobeoseyo… Seohyun-ah bagaimana kita jadi menjenguk Yoona kan? Cepatlah aku sudah menunggumu daritadi”, ucapku disambungan telephone.

“Deh tunggulah sebentar, aku ingin membeli buah dulu untuknya”, jawabnya.

Aku menghela nafas, “Mworago? Kyaaa Seo aku sudah membeli buah. Bukankah tadi pagi aku sudah bilang biar aku saja yang membelinya, kau ini pikun atau apa sih”, ucapku kesal.

“Aigo, aku lupa. Hufh untung saja aku belum membayarnya. Sepertinya aku tak jadi membeli. Hehe”, jawabnya cengengesan.

“Sudahlah cepat kesini!!”, ucapku sinis lalu memutuskan sambungan telephoneku dengannya. Dan kini aku menunggu Seohyun berdiri mematung seraya melipatkan tanganku.

End of Kibum POV

= @ office’s Mr. Im =

“Presdir Im bagaimana keadaan putrimu sekarang?”, tanya tuan Choi.

“Semakin hari keadaannya semakin parah saja, tapi untungnya sekarang sudah mulai membaik. Aku jadi tak mengerti dengan berita yang mulai beredar , kau taukan perusahaanku baik2 saja? Tapi mengapa beritanya jadi seperti ini? ”, ucap tuan Im.

“Deh, karna kejadian ini putrimu malah yang menjadi korban. Tapi sudahlah jangan terlalu kalian pikirkan, dan untuk hari pertunangan putra-putri kita akan dilakukan 5 hari lagi, semoga saja Yoona akan cepat sembuh dan acarapun akan tetap terlaksana”, tambah tuan Choi.

“Hmm…kuharap juga begitu”.

Seohyun POV

Aku dan Kibum sudah sampai didepan pintu rumah Yoona, tapi aku sedikit tak yakin. Terang saja ia masih marah padaku, sms tak dibalas, telephonepun tak pernah ia angkat.

“Seo ayo masuk, sampai kapan kau akan berdiri disana?”, tanya Kibum membuyarkan lamunanku.

“Bum-ah, tunggu dulu! Sepertinya aku tak jadi menemuinya, kau saja ya aku pulang”, ucapku berjalan berbalik arah lalu dia menarik tanganku.

“Ya mengapa kau menjadi seperti ini. Apa karna Yoona masih marah padamu? Sudahlah jika diantara kalian terus seperti ini kalian tidak akan berbaikan sampai kapanpun juga. Ayolah masuk saja, ini sudah waktunya untuk kita menjelaskan padanya”, ucapnya panjang lebar.

“Tapi….”.

“Jangan berkata lagi”, ucap Kibum lalu menarik tanganku menuju rumah Yoona.

Kibum mengetuk pintu TOK TOK TOK~ “Permisi…”.

Clekkk~ seseorang membukakan pintu. “Ah nona Seohyun dan tuan Kibum. Apa kalian ingin menjenguk nona muda?”, sapa bibi Lee.

“Deh”, angguk kami bersamaan. Bibi Lee mempersilahkan kami masuk lalu berjalan menuju kamar Yoona.

“Yoong, apa kabarmu?”, sapa Kibum tersenyum.

“Ah kau…”, ucap Yoona balik tersenyum. Namun saat ia melihat ku raut mukanya berubah, ia sepertinya tak suka melihat kedatanganku.

“Apa kabarmu Yoong?’, sapaku memberanikan diri.

Ia tak menjawab lalu mengalihkan pandangannya dariku. “Yoong, kami membawakanmu buah”, ucapku seraya menyimpan sebuah parsel buah dimeja samping ranjangnya.

“Aku tak membutuhkan ini”, ucap Yoona seraya menjatuhkan parsel yang kami bawa. “bibi Lee aku merasa lelah, tak ingin diganggu dulu sekarang. Bisakah kau menyuruh mereka untuk pulang?”, ketus Yoona yang kini membuatku semakin kaget.

“Sebegitu marahkah kau padaku? dengarkan aku dulu Yoong aku bisa menjelaskan semuanya padamu”, ucapku.

“Deh, ini semua bukan seperti yang kau kira. Yoona-ah sebenarnya….”, tiba2 ucapan Kibum terpotong saat Yoona berteriak histeris.

“HENTIKAN!!!”, teriaknya seraya menitikkan air mata. “Aku tak membutuhkan penjelasanmu lagi, cepat keluar dari rumahku sekarang juga”.

“Haduh nona Seohyun, tuan Kibum, sebaiknya kita keluar saja. Saya takut terjadi apa2 pada nona muda, kondosinya masih belum pulih”, cemas bibi Lee.

“Tapi Yoong, dengarkan penjelasan ku dulu…”, ucapku terkekeh namun segera ditarik keluar oleh Kibum.

Yoona POV

Aku tak menyangka perempuan itu (re. Seohyun) masih saja nekat menemuiku. Apa dia belum puas membuatku menjadi jatuh seperti ini. Ya tuhan tolong hentikan. Karna kejadian ini nama baik perusahaan ayahku pasti akan semakin tercoreng, dan jika aku memang akan menikah dengan Siwon lalu mau kemanakan harga diriku? Semua orang sudah mengetahui jika aku hanya ingin memanfaatkan nya saja. Aaaa aku mulai gila!!

“Presdir Choi, untuk persiapan pertunangan putra-putri kita Sabtu depan biar saya saja yang tangani”, ketus appa pada sambungan telephonenya yang berada tepat di ruang tengah, aku sedikit menguping dari dalam kamar.

“Ye, semoga saja acaranya akan berjalan dengan lancar”. Hhh hari pertunanganku akan segera tiba, namun aku semakin ragu dengan ini.

Aku berlari menghampiri appa lalu segera merebut telephone yang sedang ia pegang. Appa sedikit kaget, dia menatapku dengan tatapan yang heran. “Chagiya ada apa?”, tanyanya.

Aku membanting telephone itu, “Mianhae appa, untuk pertunangan itu sepertinya aku…. aku tidak bisa, jika seperti ini nama baik keluarga sekaligus perusahaan appa sendiri akan menjadi buruk. Kita masih bisa menyelesaikan semua nya dengan jalan yang lain”, jelasku sedikit tertunduk.

Appaku menghela nafasnya dan terlihat sedikit kecewa, “Hmm… kau sekarang sudah dewasa, appa yakin kau akan memilih yang menurutmu itu yang terbaik. Ya appa tak akan memaksamu”, ucapnya tersenyum seraya mengelus rambutku.

“Appa tak marah padaku? lalu bagaimana dengan….”, appa langsung memotong.

“Kau tak usah menghkawatirkan apapun, pikirkanlah dirimu sendiri”, tambahnya lagi. Aku mengangguk mantap lalu segera memeluk appaku.

Hari ini adalah hari dimana aku mulai berkuliah lagi. Sebenarnya aku malas sekali apalagi harus satu kelas dengannya (re. Seohyun) tapi apa aku harus terus seperti ini? Ani… aku harus tetap menjalani aktifitasku. Hari ini Kibum berjanji akan menjemputku dan suara mobilnya pun sudah terdengar, aku segera beranjak keluar rumah lalu menghampirinya.

“Annyeong…”, sapaku.

“De? Yoong mukamu masih pucat. Apa kau yakin akan pergi kuliah?”, tanyanya terlihat cemas.

Aku tersenyum seraya mencubit lengannya, “Aniya..kau ini berkata apa? sudahlah kajjaa”.

Ia menurut saja lalu menyalakan mesin mobil dan kami pergi.

Sesampainya aku dan Kibum berjalan bersama menuju kelas, namun tiba-tiba saja aku berpapasan dengan Seohyun.

“Yoong bagaimana keadaanmu sekarang? Aku senang kau sudah mulai berkuliah lagi”, ucapnya tersenyum lebar yang membuatku semakin muak.

“De gomawo”, singkatku dingin berjalan melewatinya.

Ia menarik tanganku, “Yoong kau masih marah padaku? aku tak percaya kesalah pahaman ini masih saja berlanjut. Aku mohon dengarkan dulu penjelasanku, aku benar-benar….”.

“Cukup!! Jangan datang dihadapanku lagi, aku muak bertemu denganmu. Aku benar-benar menyesal pernah menjadi sahabatmu….”, ucapanku terhenti saat tiba-tiba saja Seohyun memelukku erat. “Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!!”, teriakku memberontak.

“Ani…kau harus dengar, bukan aku yang menyebarkan berita itu. aku benar-benar menutup mulutku soal itu. Jebal!! Percaya padaku Im Yoona”, ucapnya terisak-isak.

“Yoong, percaya pada Seohyun. Dia tak mungkin membuka aib sahabatnya sendiri, aku yakin ada seseorang dibalik semua ini”, tambah Kibum.

“Kau tak mengerti, tak ada seorangpun yang mengetahui masalah ini selain dia (re. Seohyun). Sudahlah aku malas membahas ini”, ucapku lalu masuk kedalam kelas.

Seohyun POV

“Aaah Bum-ah bagaimana ini?”, tanyaku terduduk lemas dikursi.

Kibum menghampiri lalu duduk disampingku, “Kau tenang saja, cepat atau lambat kebenaran pasti akan menghampiri kita [?]”, hiburnya seraya menepuk pundakku.

Yoona POV

“Jeongmal? 3 pekerja mengundurkan diri?… kenapa bisa?… bisakah kau bekerja lebih baik lagi?…”, ucap appa dalam sambungan telephone lalu membantingnya.

Tanpa sepengetahuan appa aku menguping dari luar ruangan kerja appaku (dirumah). Sekacau itukah perusahaan appaku sekarang?.

Author POV

Hari itu adalah hari kepulangan Tiffany dari Jepang, awalnya Siwon berniat akan menjemputnya di bandara. Namun karna sesuatu hal jadi Siwon pun harus mengurungkan niatnya. Ia hanya mengirimi Fany sebuah pesan.

“Heuh.. sibuk lagi! Apa dia tak merindukanku satu minggu tak bertemu?”, cibir Fany kesal seraya menatap layar handphonenya.

Tak lama dari itu sebuah pesanpun kembali masuk, dengan sigap Fany segera membukanya.

From: +3455892

Fany-ssi, kemarin Yoona telah membatalkan perjodohannya dengan Siwon. Usahamu kini berhasil

Fany tersenyum kecut, ‘Aku tahu semua ini akan terjadi’, gumamnya.

= @ Choi’s Home =

Tn. dan ny. Choi, Taeyeon, Leeteuk dan Siwon terlihat sarapan pagi bersama diruang makan.

“Hkeeuum…”, deheman tn Choi membuat semuanya menoleh padanya. “Ada yang ingin aku katakana pada kalian semua”.

“Ada apa yeobeo?”, tanya ny. Choi.

“Uoona menolak dijodohkan”, ucap tn. Choi lesu.

“Mworago?”, tanya ny. Choi kaget diikuti yang lain. Tn. Choi hanya mengangguk pasti.

Sedangkan Siwon hanya tersenyum lega, ‘Haah terimakasih Tuhan’, gumamnya dalam hati.

“Tapi kenapa appa? Aku yakin pasti ada alasan yang jelas”, ucap Taeyeon.

“Kau tahu sendiri, gossip yang mulai beredar akhir-akhir ini? Perusahaan presdir Im jadi sedikit terganggu , ditambah kondisi Yoona yang buruk. Sebenarnya appa juga kurang setuju dengan penolakan ini, namun appa juga tak enak jika harus memaksa”.

“Kurang ajar!! Bisa-bisanya dia membatalkan perjodohan ini dengan seenaknya, yeobeoya kau tahu sendiri kita sudah mempersiapkan dengan begitu matang untuk pertunangan mereka berdua besok, lalu akan dibatalkan begitu saja?”, ucap ny. Choi penuh amarah.

“Tenanglah eomma, kita harus mengerti posisi mereka sekarang”, ucap Taeyeon.

“Eomma harus tenang bagaimana lagi? Dengan alasan karna gossip murahan itu? benar-benar tidak masuk akal”, ucap ny. Choi lalu pergi kekamarnya.

Taeyeon POV

Hah ada apa lagi ini? Yoona membatalkan perjodohan karna aku! Ya, ini semua karna kebohonganku, tak seharusnya dulu aku membohongi nya jika perusahaan Im ahjussi akan bangkrut. Benar-benar orang macam apa aku ini? Ya tuhan tolong katakana jika semua ini tidak benar! Aku tak boleh tinggal diam sebelum semuanya berjalan terlalu jauh. Aku akan mengatakan semua kebohonganku pada Yoona.

Yoona POV

Setelah jam kelas berakhir aku mendapatkan sebuah pesan masuk pada handphoneku dari seseorang , dia menuliskan, “Yoona ini aku Taeyeon, temui aku di coffee house. Aku tunggu 1 jam dari sekarang”. Aish Taeyeon eonnie menyuruhku untuk bertemu? Aku yakin pasti akan membicarakan soal perjodohan yang telah aku batalkan itu. >o< aaakh

Dengan terpaksa aku menuruti ucapan Taeyeon eonnie, ya! Walaupun begitu dia sudah sangat baik terhadapku, aku tak mungkin menolak permintaannya.

Saat aku baru akan menaiki lip [?] menuju lantai atas aku berpapasan dengan orang yang tak  asing bagiku.

Ia membuka kacamatanya lalu berhenti dihadapanku. “Apa kau Im Yoona?”, tanyanya tersenyum kecut padaku.

Ah dia Tiffany, “Eonnie kita bertemu lagi”, ucapku sekedar basabasi menyapanya.

Dia hanya menatapku heran, “manajer Lee bisa kau tinggalkan kami berdua”, ucapnya pada manajernya.

“Baiklah, jangan terlalu lama”, ucapnya. Dan fany menangguk tanpa menoleh.

“Yoona-ssi kudengar kau benar-benar membatalkan perjodohanmu dengan Siwon”.

“Kau tau aku dan Siwon dijodohkan?”, tanyaku tercengang kaget.

Dia tertawa, “Hah aku tak menyangka ternyata usahaku ini akan berhasil secepat ini”, ketusnya.

“Mwo? Apa maksudmu? Apa kau orang yang menyebarkan berita itu?”, tanyaku menatapnya tajam.

“Kau jangan terlalu berharap bisa mendapatkan Siwon oppa Im Yoona”, ucapnya lalu berjalan meninggalkanku.

Ya! Dia ternyata orang yang telah menyebarkannya? Dan aku malah menuduh sahabatku sendiri. Aigo kenapa aku begitu bodoh sampai bisa tak mempercayai perkataan Seohyun. Dan bagaimana sekarang, karna pembatalan ini lalu perusahaan ayahku?

Karna masih shock aku memutuskan untuk pulang saja dan tak menemui Taeyeon eonnie. Aku berjalan dengan penuh kekhawatiran, saat sampai dirumah begitu terjadi keheningan. Tak ada siapapun, bibi Lee sepertinya sedang pergi kepasar (?). aku segera masuk kedalam kamarku lalu menjatuhkan tubuhku diatas kasur. Menatap dengan kekosongan, hati yang penuh kebimbangan. Bagaimana sekarang? Apa yang harus aku lakukan?

Saat aku menoleh pada photo aku dengan ayahku dimeja samping ranjang aku semakin tak yakin jika harus mementingkan egoku, ayah begitu giat kerja siang dan malam sampai sekarang bisa mempunyai perusahaan yang terbilang sukses, namun semuanya bisa saja hancur dengan cepat karna aku? Ani! Ayah sudah terlalu menderita semenjak ditinggal oleh ibu, hanya aku sekarang anak semata wayangnya yang bisa diandalkan dan menjadi kebanggaannya. Sekarang belum terlambat aku harus menemui Taeyeon eonnie.

End of Yoona POV

Taeyeon terduduk seorang diri disebuah cafe, sesekali ia menatap jam ditangannya, dan itu terjadi berulang kali. Raut mukanya terlihat begitu resah. “Omona Yoona-ah mengapa kau lama sekali”, gumamnya lalu meneguk kopi yang berada didepannya.

“Eonnie…”, panggil seseorang. Taeyeon menoleh dan benar saja dia adalah Yoona, orang yang sudah ia nanti-nanti sedari tadi.

“Yoong kukira kau tak akan datang”, sahut Taeyeon seraya memeluk Yoona.

Yoona melepas pelukan Taeyeon lalu menatapnya serius, “Eonnie, aku ingin menemui Choi ahjussi sekarang!”, ucap Yoona.

Taeyeon mengerutkan keningnya, “Mwo? Appaku? Memangnya ada apa? ada yang ingin aku katakana padamu dulu”.

“Lain kali saja eonnie, lebih baik kita pergi sekarang. Akan aku jelaskan nanti!”, tambah Yoona dengan mata memelas. Dan membuat Taeyeon tak bisa menolak.

= @ Choi’s office =

Tn. Choi, Yoona dan Taeyeon terlihat duduk bersama diruangan tn. Choi.

“Im- Yoona-ssi apa kabarmu?”, tanya tn. Choi.

“Aku baik-baik saja ahjussi”, jawab Yoona membungkukkan sedikit kepala.

“Sebenarnya apa maksud kedatanganmu kesini?”, tanyanya.

Yoona menghela nafas, “Untuk masalah….”.

KLEKEK~ ucapan Yoona terhenti saat ada seseorang membukakan pintu.

Yoona POV

Kami bertiga menoleh kearah pintu berniat mencari tahu siapa yang datang. Dan ternyata…

“Siwon! tepat sekali kau datang”, sahut ahjussi.

Aigo mengapa dia harus datang, bagaimana sekarang? Aku yakin dia tak akan senang dengan ini *emang Yoonmi mau ngapain sih?*.

Ia menatap ku heran, “Ada apa ini?”, tanyanya.

“Sudahlah ayo duduk dulu”, ungkap ahjussi.

“Tapi aku masih ada urusan”.

“WONNIEEEE!!!”, kompak Taeyeon dengan ahjussi melototi Siwon *lucu bener*.

Tak ada pilihan lain ia pun duduk tepat berhadapan denganku lalu menatapku sedikit sinis, aku hanya membalasnya dengan tersenyum kecil.

“Lalu ada apa Yoona-ssi?”, tanya ahjussi memecahkan ketegangan.

“Aku… untuk masalah… maksudku… hmm…”, ucapku dengan penuh gelagapan.

Siwon memotong, “Ya! Cepatlah katakan, jangan menghabiskan waktuku dengan urusan yang tidak penting seperti ini”, ketusnya. ahjussi menoleh sinis, Siwon hanya menunduk.

“Ahjussi maafkan aku untuk penolakan perjodohanku dengan Siwon kemarin, jeongmal mianhae aku benar-benar terbawa oleh berita yang mulai beredar akhir-akhir ini”, sesalku.

“De, aku mengerti. Tapi cukup disayangkan, awalnya besok adalah hari pertunangan kalian berdua. Hhh aku masih berharap kau tidak serius dengan ini Im Yoona”, ucap ahjussi.

Aku menghela nafas mencoba menghilangkan semua kegugupanku.

“Jika bisa jangan bertunangan, nikahi langsung saja kami berdua ahjussi”, ketusku.

Semua (re. tn. Choi, Taeyeon, Siwon) menatapku kaget dengan tatapan –MWORAGO?-

***To Be Countinued***

Tinggalkan komentar

84 Komentar

  1. simoppa

     /  Mei 27, 2014

    yahaaaaa bagus bagus.. langsung aja biar fanynya gabisa ngapangapain lagi… wkekwk

    Balas
  2. rinabere

     /  Juni 3, 2014

    makun bgus ja

    Balas
  3. yoona seriusan niih? duh pengen bales dendam sama fany rupanya 😀 *evil laugh*

    Balas
  4. ika indra

     /  Juli 12, 2014

    Tiffany bener2 jahat nyebarin gosip yg gk bener padahal tentang kebangkrutan perusahaan hanya kebohongan taeyeon…

    Balas
  5. Shatia

     /  Oktober 6, 2014

    Ternyata kebangkrutan perusahaan Im hanyalah akal-akalan Taeyeon agar Yoona mau menerma perjodohan itu..ada-ada ajah tingkah taeyeon itu..
    Syukurlah, Yoona akhirnya mengetahui dalang dari gosip itu adalah Fany, dan sahabatnya Yuri tidak bersalah..
    Woah,,Yoona ingin langsung menikah dengan Siwon dan tanpa proses pertunangan terlebih dahulu,,,bener-bener gak nyangka..

    Balas
  6. ndashof

     /  Oktober 24, 2014

    yaelah..taeyeon eonni,ternyta perusahaan tn.im akn bangkrut itu hnya akal-akalan mu sja :O …hh..slit d percaya..aku kira alasan itu bnran…eonni,kau pandai skali mencri alasan agar yoona mau mnerima perjdohannya..
    ternyata yang menyebarkan msalah yoong eonni itu fany eonni,,memang licik kau fany eonni,tak hran taeyeon eonni membencimu.. x-(
    haha 😀 ..yoong eonni brani bngt ngomong kyk gtu d hdapan tn.choi,wonppa n taeng eooni..salut deh…
    lanjut bca 🙂

    Balas
  7. ayhu

     /  November 9, 2014

    Kiarain perusahaanx Yoona benar2 bangrut.
    Kok tiba2 Yoona minta dinikahkan ma siwon?
    Apa Yoona mau balas dendam ke Fany?

    Balas
  8. dyah sonelf

     /  Desember 29, 2014

    hyaa daebak

    Balas
  9. Gak mauuuu yoong bakalan makin menderita kyak nya 😥 😥

    Izin baca next chapter ne!

    Balas
  10. Akhirnya terukap juga klo tifanny yang nyebarin gosiip , wah yoona nekat bgt ngomong mau nikah langs am siwon hahaha pasti siwon bkl marah ni am yoona , gak papa biar kapok fany macam macam dua am yoona kasih pelajaran aj

    Balas
  11. Hahahahahahaha……..

    Ngakak!! Lgsg nikahkan aja kami ahjussi.. Wkwkwk.. Ampunn… Geli lho ya… Hahahaha

    Next…

    Balas
  12. Niez

     /  April 10, 2015

    Akhir na kebongkar juga yg nyebarin berita ga bnr….fanny sndiri lagi yg ngaku,, seohyun bisa lega….wah…yoona minta dinikahin langsung…huwaaaa…..bagus yooong,,, kkk…. Nah loh fanny, snjta makan tuan kn??

    Balas
  13. amalia an

     /  Mei 2, 2015

    untung yoona tdk jdi m’batalkan pertunangan dgn siwon….bahkan minta nikah langsung. wah…makin seru aja.

    Balas
  14. azzryia noer hayyati

     /  Mei 13, 2015

    Wah yoona kynya bikin kesalahan yg besar nih mw lgsung nikah ma siwon oppa lg nanti fany makin jahat lho……..!!!

    Balas
  15. cindy_amalya

     /  Mei 23, 2015

    Wah.. seriusan yoona mau langsung nikah?
    Gak sabar baca part selanjutnya..

    Balas
  16. Omona yoona berani bgt

    Balas
  17. Hahaha yaampun yoona bisa ngmng kaya gitu tp gapapa mending emg nikahin aja..

    Balas
  18. paris

     /  November 2, 2015

    Wah yoona langsung minta nikah aja ini, ngga mau tunang – tunangan 😀 jadi yang menyebarkan gosip itu bukan Seohyun tapi tiffany …!!

    Balas
  19. park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Min buruan chapter 5 a

    Balas
  20. tamana

     /  Juli 14, 2016

    Kak, buat ff yg lain, mungkin masukan aja. Tlg diperbaiki yg kata kata sinis, ketus. Soalnya menurutku nda terlalu pas penempatannya.
    Anyway, ffnya udah bagus jalan ceritanya, i love it.
    Tetep semangat buat ff lainnya 😘

    Balas
  21. melani

     /  Juli 18, 2016

    Omg yoona minta langsung di nikahkan sama siwon.. makin penasaran sama kelanjutan ceritanya n makin seru..

    Balas
  1. Being To Perfect Family | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: