Wish You’re My Love (chapter 5)

Episode 5

__________

“Permintaan ku yang itu aku tarik kembali”, ucap Soeun sambil pergi meninggalkan Kimbum. “Heh Soeun-ah kau ini kenapa?”, Kimbum menarik tangan Soeun. “Lepas…Sudahlah Bum-ah kau tak usah mengikuti ku”, ucap Soeun sambil menitikkan air matanya dan pergi. “Sebenarnya apa yang terjadi padanya?”, gumam Kimbum.

__________

“Shinhye, bagaimana hubunganmu dengan jang geun suk oppa?”, tanya Ara. “Akh kau ini kenapa bertanya seperti itu. Ya aku dengannya baik2 saja”. “Kau begitu beruntung mempunyai pacar yang baik dan menyayangimu seperti dia shinhye. Aku benar2 iri padamu”. “Bicara apa kau ini Ara lagi pula kau begitu cantik pasti banyak namja diluar sana yang menyukaimu”, ucap Shinhye sambil tersenyum. “Aku juga berharap seperti itu”, ucap Ara sambil menundukkan kepalanya. “Eh itu Soeun, SOEUN-AH”, teriak Ara sambil melambaikan tangannya. Soeunpun berjalan menghampiri mereka berdua. “Mianhe aku telat, kalian sudah menunggu ku lama?”, Soeun khawatir. “Akh tidak kami juga baru saja datang, Soeun-ssi matamu? Kau sudah menangis?”, ucap Ara. “Ah tidak tadi ada debu masuk pada mataku”. “Yasudah kita kekantin sekarang, aku merasa sangat lapar”, ucap Shinhye. Soeun tersenyum dan mengangguk begitupun dengan Ara. Mereka pergi ke kantin bersama.

__________

Saat di kantin dan sedang asyik makan, “Omona, Soeun aku hampir lupa kemarin bagaimana? Apakah sukses?”, tanya Ara. “Soeun apa yang dia katakan padamu? Uuuu pasti romantis sekali”, ucap Shinhye sambil tertawa puas. “(Ya tuhan apa yang harus aku katakan pada mereka), ah aniyo. Kalian pasti tidak akan menyangka apa saja yang Kyu oppa dan aku bicarakan kemarin”, ucapnya. “Soeun kau ini cepatlah katakan jgn buat kami jadi penasan”. Ucap Shinhye. “(Kau harus mengatakannya Soeun, buatlah orang yang kamu cintai bahagia) Kyu oppa menyukai mu Ara”. ucap Soeun seraya tersenyum padahal kini hatinya sedang menangis. “Mwo? Soeun-ssi kau jgn bercanda”, ucap Ara kaget. “Aku tidak bercanda, Ara-ah sebenarnya dari awal aku sudah mengetahui hal ini sebelumnya aku hanya berpura2 menyukai Kyu oppa padahal itu hanya rekayasa #gaknyante xD . Kau tau dia itu sangat pemalu makanya dia tak berani mengatakannya sendiri”, bohong Soeun. “A…a..ku”, Ara masih tak percaya. “Soeun, apa itu benar?”, tanya Shinhye. “Ne, aku harus berkata apa lagi agar kalian percaya padaku. Kalian tau, saat aku dan Kyu oppa berkiriman pesan atau bertelephone pasti saja topic yang selalu kita bincangkan tentang dirimu Ara, aku selalu tersenyum sendiri mendengar perkataan Kyu oppa, sepertinya dia begitu menyukaimu”. “Jadi….”, Ara masih terbata2. “Ara, Kyu oppa bilang dia ingin mengajakmu makan malam bersama Sabtu malam besok. Apa kau mau?”, tawar Soeun. “Ara-ah bagaimana kau mau tidak?”, tanya Shinhye. “Ah…hmm…aku tak tau”, ucap Ara terlihat kebingungan. “Ayolah Ara”, pinta Soeun. Ara pun mengangguk. “Nah gitu dong”, Shinhye seraya tertawa sementara Soeun hanya tersenyum kecil.

__________

Saat Soeun berjalan menyusuri lorong2 kampus menuju kelasnya. Ia begitu tampak pucat, wajahnya tak seceria biasanya. Dengan tak sengaja ia berpapasan dengan Kimbum dan Kyuhyun. “Soeun-ssi”, sapa Kyu. Soeun menoleh. Untuk beberapa detik Soeun dan Kimbum saling menatap dingin. “Soeun bagaimana?”, tanya Kyu. “Ne oppa, dia menyetujuinya”, ucap Soeun tersenyum dengan terpaksa. “Wah baguslah kalau begitu, gamsahamnida Soeun. Aku tak tau jadinya jika kau tak membantuku”, ucap Kyu sambil memegang tangan kanan Soeun, Kimbum yg melihatnya jd merasa cemburu. “Kyu, ayolah kita pergi lama sekali kau ini”, ucap Kimbum sinis. “Iya cerewet sekali , Soeun gomawoyo. Hmm..aku pamit pergi ya”, ucap Kyu membungkukkan kepalanya. “Ne oppa cheonmaneyo”.

Dengan berlalunya Kyu dihadapannya, Soeun merasa amat sangat sakit . Ia lalu berlari menuju sebuah ruangan yang sepi dan jarang didatangi orang. Air matanya kini sudah tak terbendung lagi. “Ya Tuhan tegarkan aku”, gumamnya sambil memegang dadanya. Kini Air matanya membasahi pipi tembemnya.

__________

Pak Choi dan Siwon sedang berada di teras belakang, mereka terlihat asyik berbincang bersama,  “Siwon, bagaimana hubunganmu dengan anak pak Kim? Hmm…siapa namanya ayah lupa?”. “Yoona”, singkat Siwon mengingatkan. “Oh iya Yoona, dia begitu cantik bukan? Kau suka?”. “Heuh ayah ini berbicara apa?”, ucap Siwon sambil tersenyum. “Apa kau sudah mengajaknya kencan?”. Ucapan ayahnya membuat Siwon kaget dan menyemburkan minumannya, “Mwo? Berkencan?”. “Ne, memangnya kenapa? Jgn2 kau belum pernah berkencan dengannya”, ucap pak Choi. “memang tidak pernah”. “Heh pantas saja selama ini kau belum mempunyai pacar, kau selalu takut pada wanita”. “Aniyo, hhh iya iya baiklah”, ucap Siwon terpaksa. Pak Choi tersenyum puas, “Dengar baik2 ayah tidak akan pernah menyetujuimu dengan wanita manapun kecuali dengan Yoona”. Siwon menoleh pada ayah sambil mengerutkan keningnya.

__________

“Kyu, sebenarnya apa yang kau bicarakan dengannya?”, tanya Kimbum. “He…*nyengir kuda*, sebentar lagi aku pasti akan mendapatkan pacar Bum”, ucap Kyu menggantung. “Maksudmu? Ayolah kau jgn membuatku tambah penasaran”. “Sabtu malam besok aku akan kencan dengan Goh Ara”. “G…ooh Ara?? Teman kelas kita? Sahabat Soeun itu?”, kaget Kimbum. “Ne, siapa lagi. Aku meminta Soeun untuk membantu ku, karna diakan teman baik Ara”. Kimbum terdiam mengingat ucapan Soeun,

“(Ne, kau harus mendekatkan aku dengan sahabatmu Kyu oppa)”

(“Permintaan ku yang itu aku tarik kembali”)

“Siaaalll kau Kyu….”. “Bluukkk”, pukulan yang cukup keras mendarat dipipi Kyuhyun. Iapun terjatuh kelantai, “Aww,,,Bum-ah kau ini apa2an??”, ringik Kyuhyun sambil memegang pipinya yang bengkak. “Dasar bajingan kau Kyu, aku kira kau benar2 menyukai….Aaaakkkkhhh”, teriak Kimbum. “Maksudmu mu apa? Aku menyukai siapa?”. “Diam kau”, ucap Kimbum sambil menarik kerah kemeja Kyuhyun. *omona muka oppa serem banget*.

__________

“Permisi apa kalian lihat Kim So Eun?”, tanya Kimbum kepada salah seorang mahasiswa disana. “Tidak”, jawabnya. “Ada yang melihat Kim So Eun?”, tanyanya lagi dengan gelisah. Mereka menggelengkan kepalanya. “Hhhh…”, Kimbum terus mencari2 keberadaan Soeun. Tapi tak seorangpun yang melihatnya. “Ara, Shinhye, kalian melihat Soeun?”, tanya Kimbum sambil menghembus2kan nafaskan. “Aniyo, tadi dia bilang akan pergi utnuk mengembalikan buku keperpustakaan”, ucap Shinhye. “Bum-ah memangnya ada apa dengan Soeun?”, tanya Ara heran. “Hhh…nanti aku ceritakan. Sekarang aku harus bertemu dengannya”. “Bum-ah kenapa kau tak coba hubungi saja dia”, ucap Shinhye. “Aku sudah menghubunginya beberapa kali tapi tak aktif, sudahlah aku pergi dulu ya”. Shinhye dan Ara hanya menatap heran.

__________

“Kim So Eun-ssi kau dimana”, gumam Kimbum dengan sangat gelisah. Tapi tiba2 ia mendengar sesuatu, seperti suara tangisan, Kimbum pun berjalan kearah sumber suara itu. Semakin lama desik tangis itu semakin jelas ditelinga dan benar saja Soeun sedang berada disana , ia duduk di sebuah bangku sembari menangis. Kimbum berjalan menghampirinya pelan2. “So Eun-ssi”, ucap Kimbum lembut. Soeun kaget, perlahan ia menoleh kebelakang dan mencari tau siapa yang datang, “K…kau??”, ucap Soeun sambil menghapus air matanya. Kemudian Kimbum duduk disamping Soeun, “Aku sudah tau semuanya, aku benar2 tak menyangka jika dia…”, Soeun langsung memotong, “Sudahlah Bum-ah kau jgn membahas itu lagi”. “Baiklah”. Mereka terdiam untuk beberapa detik. “Hhh…”, tiba2 Kimbum tertawa kecil. “Kau ini gila, dalam situasi seperti ini kau malah tertawa”, kesal Soeun. Kimbum hanya diam. “Heh Bum-ah kau kenapa?”. “Tidak, aku hanya heran saja. Dulu saat aku sedang patah hati kau sedang bersamaku dan sekarang”. “Ne, itu benar tapi aku tak seberuntung mu. Kau disini hanya diam saja dan aku masih sadar, sedangkan kau dulu posisinya sedang mabuk berat dan lebih parahnya aku harus membawamu kedalam mobil. Kau tau kau itu begitu berat Bum”, ucap Soeun sembari memanyunkan bibirnya. “Hhhahaha, maafkan aku”, ucap Kimbum tertawa sambil  mengacak2 rambut Soeun. “Grrr….Kim Sang Bum, aku tak suka kau mengacak2 rambutku”, kesal  Soeun sambil mencubit tangan Kimbum. “Aaww…dasar kau tangan semut, huuh sakit sekali”. “Heuh baru kucubit begitu saja kau sudah kesakitan”. “Kau ini, baiklah akan aku balas cubitanmu tadi lebih keras lagi”, ucap Kimbum sambil mengangkat tangannya dan bersiap2 mencubit Soeun. Lalu Soeun berdiri dari kursi, “Cubit saja kalau kau bisa”, Soeun berlari keluar ruangan itu sambil tertawa. “Kau sudah menantangku Kim So Eun, awas ya akan ku cubit kau”, Kimbum berlari mengejar Soeun. Sedangkan Soeun terus mencoba untuk menghindar dari kejaran Kimbum. “Bum-ah sudahlah aku lelah”, keluh Soeun sambil menghembus2kan nafasnya. “Aku tidak akan berhenti mengejarmu sebelum aku berhasil mencubitmu”. “Baiklah aku takkan menyerah”, Soeun melanjutkan pelariannya [?]. sekarang Kimbum sudah semakin mendekat, daann….Haaap lalu ditangkap [?] kimbum berhasil menangkap Soeun,tapi..”Aakh”, kaki Soeun terpeleset dan Kimbum mencoba meraihnya dan memegang tubuh Soeun yang hampir terjatuh. Tapi apa yang terjadi?? Huwaaaa…..(adegan ini kea di CF bodyguard) :p *hhaha copy mode on*.

Kimbum dan Soeun saling menatap gugup.

Naneun neouibodigadeu neoljikyeojulge saranghae geu nuguboda gwiyeounuri illumination ppajyeobeorinsungan neoneun naege wabyeokhar eonjerado nareulbulleojwo dallyeogalge nimaeum sarangi naege ol suitge~ love (backsound: bodyguard  SHINee)

__________

Handphone Yoona berdering..

“Hallo, ada apa?”.

“Hmm…nanti malam kau tak akan kemana2?”. Tanya Siwon.

“An..niyo, hmm aku tidak akan kemana2. Memangnya kenapa?”, tanya Yoona gugup.

“Aku ingin….hhh….kau mau berkencan denganku nanti malam?”.

“Berkencan?????????”. Ucap Yoona kaget/heran/tak percaya/senang/dan apapun.

__________

“Aku pulang”, ucap Soeun lemas. “Waaa…adikku yang manis ini sudah pulang. Ayo makan. Pasti kau lapar kan”, sapa Yoona sambil tersenyum lebar. Soeun hanya menatap heran,”Heuh…???”. “Ayooo…duduklah”, ucap Yoona sambil menarik pundak Soeun dan menyuruhnya duduk. “Unnie….”, kesal Soeun dengan tanda tanya besar. “Hmm…saeng aku kekamar dulu ya, kau makan saja”, ucap Yoona sambil berlari menuju kamarnya. Soeun masih bengong karena tak biasanya Yoona seperti ini. “Ibu, anak itu kenapa sih?”. “Kenapa apanya maksudmu?”. Tanya balik ibu. “Ya kenapa? Biasanya dia tak sebaik ini padaku”. “Ya bagus dong kalo dia menjadi baik padamu, lagipula ibu sudah capek mendengar kalian ribut terus”. “Ibuuuu…….”, ucap Soeun sambil manyun. “hhe sudahlah cepat habiskan makan nya”. “Akh tidak perutku tak lapar Bu, aku kekamar dulu ya”.

“Ya pasti jadilah……..mwo??  kau akan menjemputku??………jam berapa??…………oh araso…………ne sampai berjumpa nanti malam”, Yoona menutup sambungan telephonenya dengan Siwon. Sementara Soeun terlihat sedang mengintip didepan pintu kamar Yoona yang terbuka. “Heh sedang apa kau?kau menguping ya”, tanya Yoona gugup sambil menoleh kearah pintu. “Ooo….jadi unnie ku ini sedang jatuh cinta. Hha pantas saja kelakuanmu begitu aneh”, ledek Soeun sambil tersenyum. Pipi Yoona begitu merah saking malunya, “Kau berkata apa sih?”, ucap Yoona berpura-pura. “Hayoooo….kau mengaku saja unn. Nanti malam kau akan berkencan dengan siapa?”. “Ini bukan urusanmu, cepat keluar dari kamarku”, teriak Yoona. “Heuh…iyaiya aku keluar. Dasar galaknya mulai kambuh lagi”, gumam Soeun. “Apa katamu?”, tanya Yoona sigap. “Aeuh??tidak aku tak bicara apa2”, Soeun langsung berlari menuju kamarnya.

Beberapa jam kemudian…

Yoona sudah terlihat cantik dengan memakai baju terusan putih selutut dan rambutnya yang terurai. Ketika ia sedang merapikan rambutnya didepan cermin Soeun memasuki kamar Yoona dan bertanya, “Unnie, kau akan berkencan dengan siapa mala mini?”, tanya Soeun penasaran. “Heee….”, Yoona hanya tersenyum sambil memeletkan lidahnya. “Unn, serius lah kau akan berkencan bersama siapa?”. “Nanti kau juga akan tau”, tiba2 handphone Yoona berdering. Seseorang memanggilnya…

“Hallo Yoona ini aku, aku sudah berada didepan rumahmu”,

“Mwo??”, Yoona langsung menoleh ke jendela kamarnya, ia melihat mobil Siwon sudah berada disana. Siwon melambaikan tangannya, Yoona pun membalasnya disertai senyuman dari atas.

“Saeng, aku berangkat ya…”, pamit  Yoona pada Soeun sambil berlari keluar dengan semangat. “Ne, selamat bersenang2 eon”, teriak Soeun. “aku masih penasaran, sebenarnya siapa sih teman kencannya itu”, Soeun menatap kedepan rumahnya dari jendela kamar Yoona. Dari kejauhan terlihat seperti……..,”SIWON OPPA??”, mata Soeun melotot *authornya lebe :p*

Yoona memasuki mobil Siwon, “Kau sudah lama menungguku?”, tanyanya. “Akh tidak, apa kau siap untuk  berangkat sekarang?”, ucap Siwon. Yoona mengangguk.

Beberapa saat kemudian merekapun sampai disebuah arena permainan, “Kau mengajakku kesini?”, tanya Yoona heran. “Ne, memangnya kenapa? Kau tak suka?”, tanya balik Siwon. “HHh…aniyo, aku suka”, ucap Yoona sambil tersenyum. “Aish aku kira dia akan mengajakku ke tempat yang romantic, tapi ternyata malah ke tempat yang ramai seperti ini”, batin Yoona. “Yoona kenapa hanya diam saja? Ayo…”, Siwon menarik tangan Yoona.

Mereka menaiki berbagai arena permainan. Wajah Yoona begitu ceria pada saat itu, begitupun dengan Siwon. (Back Sound: Baby2 –SNSD) “Ternyata asik juga berkencan ketempat seperti ini apalagi bersama…”, batin Yoona menatap Siwon sambil tersenyum. “Yoona, kita naik itu bagaimana?”, tunjuk Siwon ke arena permainan kincir raksasa. *emang ada ya? Hhahaha bodo akh ngikut author aja yee :p*. “Naik itu?”, tanya Yoona sambil menoleh. Siwon mengangkuk dan menarik tangan Yoona ke arena itu. Yoona sangat gugup karena memang dia phobia ketinggian. Tapi tak ada pilihan lain Siwon terus memaksanya.

Ketika menaiki arena itu mata Yoona terus tertutup dan tidak ingin melihat kebawah, “Yoona kenapa matamu terus kau tutup”, heran Siwon. “Akh tidak aku hanya….”, tiba2 kincir itu berhenti, karna kagetnya dgn refleks Yoona langsung memeluk erat Siwon. Dan sangat kebetulan kincir itu berhenti ketika mereka tepat berada di paling atas. “Yoona kau kenapa?”, tanya Siwon khawatir. “Kau tau aku sangat takut ketinggian”, ucap Yoona ketakutan dan masih memeluk Siwon. Siwon pun membalas pelukan Yoona sambil mengelus2 lengannya, “Kau tak usah khawatir,  ini tak akan lama”, ucap Siwon menenagkan. Yoona hanya terdiam sambil menutup matanya dengan lekat. Perlhan2 Siwon mulai mendekati wajah Yoona, sepertinya akan mencium bibir Yoona, tapi itu tergagalkan ketika kincir itu sekarang kembali berjalan [?] Siwonpun yang awalnya akan mencium bibir Yoona menjadi tidak jadi, ia begitu kaget dan menyenderkan tubuhnya ke kursi. “Heuh…akhirnya berjalan lagi”, lega Yoona sambil melepaskan pelukannya. “Hmm…mianhe tadi aku benar2 ketakutan”. “Ne, gwaenchana”, sahut Siwon tersenyum dgn wajah memerah.

__________

Didalam kamar, “Enak sekali unnieku, pasti dia sedang bersenang2. Sedangkan aku? Masih sakit hati karnaaa….akh sudahlah jgn terlalu aku pikirkan”, kesal Soeun yang akhirnya iapun tertidur pulas.

__________

Yoona dan Siwon kini sedang duduk disebuah bangku, mereka berada ditempat yang cukup sepi. Suasana begitu hening, Siwon pun memecahkan keheningan itu. “Yoona”. “Ne~”, singkat Yoona mulai gugup. “Hmm…kau ingin minum?”, *jiah gubrak, siwon oppa kaga ada romantis2 nya ye*. “Akh tidak”, jawabnya lemas. Tiba2 Siwon melepas jacket hitamnya dan ia letakkan dipunggung Yoona, Yoona menoleh heran. “Udara begitu dingin”, ucap Siwon lembut. “Kenapa kau mengajakku berkencan?”, celetuk Yoona tanpa sadar. “Sebenarnya ayahku yang menyuruhku…”, seketika Yoona menjadi lemas. “Oh jadi ayahmu yang memaksamu”. Siwon hanya tersenyum. “Soal perjodohan orangtua kita apa kau menyetujuinya?”, tanya Yoona kembali. “Aku…Hmm…”, Yoona langsung memotong, “Aku tau hal ini pasti akan terjadi, mana mungkin seorang pria tampan, kaya, dan pintar sepertimu mau disandangkan dengan wanita seperti ku”, ucap Yoona menundukkan kepalanya. “Aku tidak berbicara seperti itu”, ucap  Siwon sigap. Yoona langsung menoleh kaget. “Mana mungkin aku menolak wanita yang cantik, manis, dan pintar sepertimu”. “Maksudmu kau menyetujuinya?”, tanya Yoona gugup. Siwon kembali tersenyum. Tiba2 “Chuiiiiing….jeugerrrr….jedor jedor”, pesta kembang api dimulai *suara kembang apinya aneh*. Yoona menatap terkagum2, “Begitu indah”. Dengan perlahan Siwon mulai mendekati Yoona kembali *moga enggak gagal* :p. Yoona memejamkan matanya, Siwon pun mencium bibir Yoona dgn lembt dan penuh cinta *idih author mulai lebay*.

Keesokkan harinya…

Seperti biasa hari ini Soeun berangkat kuliah diantar oleh supirnya Pak Min. “Nona, mau dijemput pukul berapa hari ini?”. “Hmm…aku belum tau, nanti aku telephone saja ya pak”, ucap Soeun tersenyum sambil keluar dari mobil.

“Soeeeuuuunnn”, teriak Shinhye berlari menghampiri Soeun. “Ada apa?”. “Ada berita yang cukup menghebohkan”, ucap Shinhye kurang jelas. “Shinhye-ah kau ini kalau berbicara yang jelaslah, jgn membuatku jadi penasaran seperti ini. Sebenarnya apa yang terjadi? Berita apa yang heboh”, tanya Soeun. “Sebaiknya kita melihatnya langsung”, Shinhye menarik tangan Soeun.

Mereka sampai dicafe kampus, “Shinhye-ah lebih lambat berjalannya bisa kan, aku lelah”, ringik Soeun. “Lihatlah itu”, Shinhye sambil menunjuk kearah Kyuhyun yang seperti sedang…Mwo??? *mata author melotot kea peran ibu2 jahat disinetron*, ternyata Kyuhyun sedang menembak a.k.a menyatakan cintanya pada Ara. Orang2 mengerumuni mereka berdua. Kyu terlihat sedang sujud didepan Ara sambil membawakan setangkai bunga sambil berkata, “Goh Ara-ssi maukan kau menjadi pacarku?”. “Jika kau mengambil bunga ini berarti kau menerimaku, tapi jika tidak aku akan menerimanya secara lapang”. “Terima saja Goh Ara”, celetuk Hongki. “TERIMA.TERIMA.TERIMA”, teriak orang2 sambil menepuk2kan tangan mereka. Seketika tubuh Soeun menjadi lemas. Ia benar2 tak tahan orang yang ia sukai kini tengah menembak sahabatnya didepan mata kepalanya sendiri. “Lihatlah Soeun-ssi Kyu benar2 romantis, mereka berdua terlihat sangat  cocok bukan, ARA-AH TERIMA SAJA”, teriak Shinhye. Soeun hanya terdiam kaku seperti patung. Begitupun dengan Ara yang terlihat sangat gugup. “Haaa…sepertinya dia akan memberikan jawabannya”, ucap Shinhye penasaran sambil menatap serius. Tangan Ara perlahan mulai mendekati bunga yang dipegang Kyu dan mengambilnya. “Apa?? Diterima??”, girang Shinhye tertawa lebar. Kyupun tak kalah senangnya pada saat itu, dengan reflex ia langsung memeluk Ara. “Oppa sudahlah aku malu”, ucap Ara. “Kenapa harus malu kini kau sudah sah menjadi pacarku”.

“Ada apa ini? Ramai sekali?”, tanya Kimbum sembari menghampiri Shinhye dan Soeun. “Hah kau telat Bum, kau tau Kyuhyun menembak Ara”, ucap Shinhye. “Mwo?”, mendengarnya Kimbum langsung merasa khawatir pada Soeun. Dan benar saja Soeun langsung terjatuh pingsan, tapi untung saja Kimbum berada disampingnya jadi dia langsung diraih oleh Kimbum, “Soeun-ssi kau tak apa?”, tanya Kimbum. “Loh Soeun, kau kenapa?”. Ucap Shinhye. Soeunpun kini menjadi pusat perhatian. Hongki, Ara, Kyuhyun dan yang lainnya langsung berlari menghampiri. “Ada apa ini?”. “Kimbum-ssi, Soeun kenapa?”. “Wah wajahnya begitu pucat”. Itulah reaksi orang2 saat melihat keadaan Soeun. “Bum-ah apa yang terjadi? Soeun kenapa bisa sampai pingsan seperti ini?”, tanya Ara khawatir. Kimbum hanya terdiam dan langsung membawa Soeun ke UKS. Hongki, Shinhye, Kyu dan Ara mengikuti dari belakang.

Saat di UKS, semuanya begitu gugup Soeun belum juga sadar, tapi tiba2 tangan Soeun mulai bereaksi, perlahan ia mulai membuka matanya, “Soeun-ssi kau tak apa?”, tanya Ara. “Kau kenapa Soeun?”, susul Shinhye. “Hh…tidak aku hanya merasa pusing saja, mungkin karna tapi pagi aku belum sarapan”, bohong Soeun sambil tersenyum. Kimbum hanya menoleh heran. “teman2 sebaiknya kita kembali kekelas, jam pertama akan segera dimulai”, ucap Kyu sambil menatap jam ditangannya. “Baiklah, tapi Soeun kau disini saja dulu, sepertinya kondisimu belum memungkinkan”, ucap Hongki *tumben bijak* :p hhaha. “Tapi aku ingin masuk saja”, Soeun bersikeras. “kau ini, sudahlah untuk jam pertama ini kau diam saja dulu disini. Kau mau jika nanti kau pingsan lagi saat dikelas?”, ucap Kimbum serius. “Tapi Bum-ah aku bosan berada disini”. “Iya nanti saja setelah istirahat makan siang kau baru masuk”. Soeun hanya mengangkuk. Semuanya (re, Kyu,Hongki, shinhye, Ara) menatap aneh, sepertinya ada yang janggal pada diri Kimbum, ia terlihat begitu peduli pada Soeun. “Hey kalian kenapa menatapku seperti itu?”, tanya Kimbum sinis. “Akh tidak, sudahlah ayo kita kembali kekelas”, ucap Kyu. Merekapun keluar UKS.

Sedangkan Kimbum yang berada disamping tempat berbaring Soeun dan baru melangkahkan kakinya untuk keluar langsung ditarik oleh Soeun, “Bum-ah jgn pergi dulu”. Kimbum menoleh heran.

***To Be Continued***

Tinggalkan komentar

34 Komentar

  1. ria

     /  Oktober 6, 2015

    Akhirnya yoonwon slg cinta

    Balas
  2. Ciaciaciaciaaa soeun sama kimbun cepetannn jadiannya, uhh biar nggilangin sakit hatinya soeun.. Kasian diaaa

    Balas
  3. paris

     /  November 9, 2015

    Akhirnyaaa yoona sama siwon ada momen nyaaa juga 🙂
    Wah sso kasihan banget untung masih ada bum 😦

    Balas
  1. Wish You’re My Love | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: